Pemicu Munculnya Jersey Timnas Indonesia di Captain Tsubasa: Dream Team

gamespool
Pemicu Munculnya Jersey Timnas Indonesia di Captain Tsubasa: Dream Team 5

Football5star.com IndonesiaPSSI pada Senin (14/12/2020) mengumumkan adanya kerja sama dengan pengembang gim Captain Tsubasa: Dream Team. Salah satu hasil dari kerja sama itu, munculnya jersey timnas Indonesia di gim produksi KLab Inc. tersebut.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, mengatakan bahwa alasan adanya kerja sama tersebut adalah memicu nasionalise masyarakat Indonesia. Khususnya bagi para penggemar tokoh kartun Captain Tsubasa sekaligus suporter timnas Indonesia.

Nostalgia Hari Ini: Lambang Garuda di Jersey Timnas Indonesia Digugat
Mills

“Kami ingin memantik nasionalisme dan kebanggaan, terutama para generasi Z, atas Indonesia,” ujar Yunus Nusi, seperti dikutip Football5star.com dari Antaranews.

Kemitraan PSSI dengan pengembang gim Captain Tsubasa: Dream Team juga dimaksud agar jersey timnas Indonesia semakin dikenal oleh masyarakat.

Captain Tsubasa Dream Team - youtube
Youtube

Pada gim daring tersebut, para pemain dapat memilih tiga jersey timnas Indonesia. Masing-masing jersey kandang berwarna merah-putih, jersey tandang putih hijau, dan jersey kiper berwarna hitam.

“Ini juga menjadi cara PSSI memperluas lini bisnis ke dunia digital dan game daring,” kata Yunus Nusi.

Sekadar informasi, Captain Tsubasa merupakan serial manga produksi Jepang yang diciptakan Yoichi Takahashi pada 1981. Serial dengan tema sepak bola itu dikenal dengan tokoh utama bernama Tsubasa Oozora.

Pada 1983, serial Captain Tsubasa akhirnya merambah ke dunia serial televisi. Tak sedikit pesepak bola profesional dunia yang terinspirasi berkat serial manga Captain Tsubasa. Sebut saja Hidetoshi Nakata, Fernando Torres, Andres Iniesta, dan banyak lagi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Duetnya dengan Egy Maulana Bak Tsubasa-Misaki, Ini Kata Witan Sulaiman

Duetnya dengan Egy Maulana Bak Tsubasa-Misaki, Ini Kata Witan Sulaiman 9

Football5Star.com, Indonesia – Pemain FK Radnik Surdulica, Witan Sulaiman, buka suara soal kedekatannya dengan Egy Maulana Vikri. Dia jua bicara soal keduanya yang kerap disebut-sebut seperti duet Tsubasa Ozora dan Taro Misaki.

Witan dan Egy memang sudah sama-sama sejak keduanya menimba ilmu di Diklat Ragunan. Egy masih satu tingkat lebih senior ketimbang Witan Sulaiman. Kebersamaan keduanya berlanjut di Timnas Indonesia berbagai kelompok usia.

Bahkan kini, Witan Sulaiman menyusul mantan pemain Persab Brebes itu ke Eropa. Egy lebih dahulu gabung ke Lechia Gdansk sejak 2018, sedang eks pemain PSIM Jogjakarta itu bergabung ke Radnik Surdulica, awal 2020.

Witan Sulaiman Radnik Surdulica @cjmcommunity

“Sampai sekarang kami masih main game barang hehehe. Kalau kita lagi di TC timnas, selalu satu kamar. Saat di Diklat Ragunan pun satu kamar. Kami memang sangat dekat, saling tukar cerita juga meski kami beda setahun,” ungkap Witan dikutip dari kanal YouTube Garuda Nusantara.

Pemain berusia 18 tahun itu jua buka suara soal duetnya dengan Egy seperti Tsubasa dan Taro Misaki. Dia menyebut kalau hal itu berlebihan walau memang dirinya tahu betul keinginan Egy ketika berada di atas lapangan.

“Kalau menurut saya pribadi, memang saya seperti mengerti apa yang diminta oleh Egy. Misal Egy buka ruang, saya pasti tahu bolanya dia. Jadi, saya tahu maunya Egy bagaimana, Egy pun tahu mau saya bagaimana,” pungkas Witan Sulaiman soal kedektannya dengan Egy Maulana Vikri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Captain Tsubasa Buat Fernando Torres Jadi Pemain Sepak Bola

dinasti
Captain Tsubasa Buat Fernando Torres Jadi Pemain Sepak Bola 12

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Spanyol, Fernando Torres, mengungkapkan bahwa anime Captain Tsubasa-lah yang menjadikan dia sebagai pemain sepak bola. Torres akhirnya bermain di negara asal Captain Tsubasa, Jepang, pada 2018-2019 bersama Sagan Tosu.

Awalnya, Torres ditanya apakah Captain Tsubasa menjadi alasan kenapa dia pindah ke J-League. Torres menjawab tidak.

“Itu bukan alasan saya datang ke Jepang. Itu adalah alasan saya mulai bermain sepak bola. Pada saat saya berusia 5-6 tahun, saya bermain sepak bola di jalanan, tidak ada saluran televisi yang menyiarkan pertandingan sepak bola,” ucap Torres seperti dilansir Football5Star.com dari laman resmi J-League.

Mantan pemain AC Milan itu melanjutkan, “dan anak-anak tidak dapat banyak kesempatan untuk datang ke stadion. Lalu datang Oliver (di Spanyol judul Captain Tsubasa diubah menjadi Oliver y Benji).

Torres berkata bahwa cerita Tsubasa benar-benar memberinya sebuah harapan.

“Kami menontonnya setiap waktu. Ceritanya tentang seseorang yang pindah ke tempat lain dan bertemu teman baru, membiasakan diri dengan lingkungan baru, dan menendang bola setiap hari. Oliver (Tsubasa) menghadapi banyak tantangan dan menjadi pesepak bola profesional. Cerita itu memberi saya mimpi untuk menjadi pesepak bola profesional dan memberi saya harapan,” ucap Torres.

Fernando Torres bermain di Jepang bersama Sagan Tosu pada 2018-2019 sebelum memutuskan untuk pensiun. Dia mencetak 6 gol dari 39 laga.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Manga Sepak Bola Selain Captain Tsubasa

dinasti
Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Manga Sepak Bola Selain Captain Tsubasa 18

Football5Star.com, Indonesia – Jika anda ditanya soal manga sepak bola paling populer, hampir dipastikan jawabannya adalah Captain Tsubasa. Manga karya Yoichi Takahashi itu memang menjadi salah satu manga fenomenal yang bahkan menjadi inspirasi beberapa pemain top dunia.

Selain Tsubasa, masyarakat Indonesia juga mungkin mengenal beberapa manga sepak bola jadul seperti, Shoot!, Fantasista, Offside, Ganbare Kickers! dan Whistle! Semuan manga itu mulai dibuat pada era 90-an.

Tapi selain itu, masih banyak manga sepak bola baru yang juga sama serunya. Berikut Football5Star.com sajikan daftarnya.

Days

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Manga Sepak Bola Selain Captain Tsubasa
Kodansha Comics

Manga ini dibuat oleh Yasuda Tsuyoshi sejak 2013 dan masih berlanjut sampai saat ini. Days sudah dibuat adaptasi anime pada 2016. Days juga memenangkan penghargaan Kodansha Manga Awards pada 2016.

Days bercerita tentang seorang anak SMA bernama Tsukushi Tsukamoto yang merupakan anak biasa saja, tak punya talenta apa-apa, ceroboh, dan sering dibully oleh teman-temannya. Suatu hari dia bertemu Jin Kazama, seorang pemain sepak bola hebat di SMA-nya. Setelah melihat keahlian Jin, Tsukushi berniat untuk menjadi pesepak bola hebat.

1/11: Juuichi Bun no Ichi

Manga karya Takatoshi Nakamura ini diciptakan pada 2010 dan berakhir pada 2014 dengan 37 chapters. 1/11 juga sudah diadaptasi kedalam Film Live Action pada 2014.

1/11 bercerita tentang Sora Andou, seorang mantan pemain sepak bola yang menyerah untuk bermain karena selalu kalah. Suatu hari dia bertemu dengan Shiki Wakayama, pemain timnas wanita Jepang. Hal itu yang membuat dirinya kembali ingin bermain sepak bola.

Giant Killing

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Manga Sepak Bola Selain Captain Tsubasa
Fandom

Manga karya Masaya Tsunamoto ini diciptakan pada 2007 dan masih berlanjut sampai saat ini. Giant Killing juga sudah mendapatkan adaptasi anime pada 2010.

Giant Killing menceritakan sebuah klub bernama East Tokyo United yang tengah kesulitan menjalani kompetisi. Mereka lalu merekrut pelatih bernama Takeshi Tatsumi, yang notabene mantan kapten klub tersebut. Saat menjadi pemain, Takeshi meninggalkan klubnya dan pindah ke Inggris. Hal itu membuat performa klubnya menurun.

Giant Killing ini menceritakan perjalanan Takeshi memimpin klubnya kembali ke jalur kemenangan dan mendapatkan kembali kepercayaan para fans yang masih kesal atas perlakuannya saat menjadi pemain.

Tokyo Wonder Boys

Manga karya Kento Shimoyama ini dibuat pada 2014. Manga ini cocok bagi anda yang agak malas membaca manga dengan cerita panjang. Karena Tokyo Wonder Boys hanya berisi 10 chapters saja.

Tokyo Wonder Boys bercerita tentang Kyuji Hinomoto yang merupakan pemain SMA terbaik di Jepang. Kyuji berniat untuk pergi ke Eropa untuk menjadi pemain yang lebih baik. Tapi dia bertemu dengan Nanjo Ichimaru, pemain hebat lainnya yang ternyata memiliki kesamaan soal pemain favoritnya.

Keduanya akhirnya memutuskan untuk bermain bersama dan bergabung SA Nishigaoka, tim terlemah di J-League. Tugas kedua orang itu adalah membawa tim lemah itu menjadi Juara.

Blue Lock

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Manga Sepak Bola Selain Captain Tsubasa
Fandom

Manga karya Yuusuke Nomura dibuat pada 2018 dan masih berlanjut sampai saat ini. Blue Lock memiliki latar belakang kisah nyata setelah Jepang tersingkir dari Piala Dunia 2018.

Kegagalan Jepang di Piala Dunia 2018 membuat badan sepak bola Jepang membuat program untuk anak SMA berbakat yang disiapkan menjadi penyerang di Piala Dunia 2022. Pelatihnya bernama Ego Jinpachi, dia memperkenalkan sistem latihan ‘gila’ yang akan mengisolasi 300 penyerang muda di sebuah institusi seperti penjara bernama Blue Lock. Jinpachi berniat untuk menciptakan “penyerang egois terbaik di dunia,”

Kiper Klub Diego Maradona Ternyata Penggila Kartun Kapten Tsubasa

terassd

Football5Star.com, Indonesia – Serial Kapten Tsubasa memang punya pengaruh besar. Bukan hanya di Jepang, komik dan kartun animasi sepak bola itu juga punya pengaruh di negara-negara lain. Salah satu buktinya adalah Jorge Broun dari Gimnasia La Plata. Kiper klub asuhan Diego Maradona secara khusus menggilai karakter Genzo Wakabayashi.

Kegilaan Jorge Broun terlihat pada rajahan di tubuhnya. Baru-baru ini, kiper klub yang kini ditangani Diego Maradona tersebut membuat tato Genzo Wakabayshi di tangan kanannya. Andai tak benar-benar menyukai sosok kiper Jepang di serial Kapten Tsubasa itu, tak mungkin dia melakukan hal tersebut.

Tato Genzo Wakabayshi di tangan Broun terbilang unik. Pasalnya, dia digambarkan tengah merentangkan tangan kanannya dengan jemari nyata Broun sebagai ujungnya. Bila kiper Gimnasia La Plata itu memegang bola, akan tampak seperti Wakabayshi tengah menepis tendangan lawan.

Jorge Broun adalah kiper kelahiran Rosario, Agrentina, pada 26 Mei 1986. Dia baru bergabung dengan Gimnasia La Plata yang diasuh Diego Maradona pada tahun ini. Sebelumnya, dia dua musim memperkuat klub tangguh Bulgaria, Ludogorets Razgrad, dengan bebas transfer. Namun, dia belum sekali pun diberi kepercayaan tampil oleh Maradona.

Di Argentina, Gimnasia La Plata adalah klub ketiga yang diperkuat Broun. Dua klub lain yang pernah diperkuatnya adalah CA Rosario dan CA Colon. Di samping itu, pengagum Genzo Wakabayashi dari serial Kapten Tsubasa itu pernah juga memperkuat klub Cile, Antofagasta.

Di Benua Amerika, Jorge Broun bukan sosok pertama yang menunjukkan kegilaan terhadap karakter dari serial Kapten Tsubasa. Sebelum kiper klub asuhan Diego Maradona itu, Luis Lorona dari Meksiko, terlebih dahulu merajah tato Kapten Tsubasa di lengan kirinya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pesepak Bola yang Terinspirasi dari Tsubasa

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Serial kartun Kapten Tsubasa, menginspirasi beberapa pesepak bola tersohor. Bahkan, mereka secara blak-blakan menyebut kalau serial film asal Jepang itulah yang membuat keputusan awal jadi pesepak bola.

Kapten Tsubasa merupakan serial film mengenai mimpi seorang bocah untuk menaklukkan dunia melalui sepak bola. Film yang disutradai Isamu Imakake itu memang menyihir dunia melalui jalan ceritanya.

Gennaro Gattuso, contohnya. Dia pernah mengaku menunda latihan saat memperkuat AC Milan untuk sekadar menyaksikan Kapten Tsubasa Ozora tayang.

Nah, selain Gattuso ada 5 pesepak bola lainnya yang terinspirasi dari anime ini. Berikut Football5Star.com sajikan daftarnya:

Fernando Torres

Dalam sebuah wawancara dengan Daily Mail, Fernando Torres mengaku sangat terinspirasi dengan serial kartun Tsubasa. Sejak kecil, semua teman-temannya di sekolah membicarakan soal kartun Jepang itu.

“Saya mulai bermain sepak bola karena kartun tersebut, karena kakak memaksa saya menontonnya. Saat saya sekolah, tak pernah absen menyaksikan kartun tersebut di televisi setiap paginya,” ungkap Torres dikutip Daily Mail.

Hal itulah yang mengantarkan Torres menutup karier di klub asal Jepang, Sagan Tosu. Berawal dari mimpi Tsubasa Ozora, Torres mengakhiri karier dengan catatan 252 gol, 73 assist dan 706 penampilan.

Andres Iniesta

Menurut pencipta serial kartu ini, Yoich Takahashi, Andrés Iniesta dapat dibandingkan dengan Taro Misaki. Dia telah memberikan peran yang lebih aktif terhadap Dunia Kapten Tsubasa.

Bahkan, Iniesta sempat diundang untuk membuka stasiun kereta api lokal di Tokyo dengan tema “Kapten Tsubasa”. Gelandang Vissel Kobe itu mengungkapkan pada upacara itu bahwa ia selalu menonton anime itu saat masih kecil sebelum pergi ke sekolah.

Takahashi sempat memberi kado buat Iniesta berupa lukisan bernuansa Tsubasa dengan wajah sang pemain. Saat ini gelandang maestro asal Spanyol itu masih memperkuat Vissel Kobe.

James Rodriguez

Bintang asal Kolombia itu jua sangat mengidolai Kapten Tsubasa. Bahkan, beberapa waktu lalu James sempat diundang ke Jepang untuk diberi penghargaan oleh Takahashi berupa lukisan versi manga yang menyandingkan dirinya dengan Tsubasa Ozora.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pesepak Bola yang Terinspirasi dari Tsubasa

Dalam sebuah wawancara, James mengaku tumbuh dengan diwarnai serial anime Jepang itu. Di negaranya, Kapten Tsubasa disebutnya punya judul Oliver Atom.

Alessandro Del Piero

Legenda hidup Juventus itu pernah masuk ke dalam komik Kapten Tsubasa. Sama seperti pemain-pemain lain sebelumnya, Del Piero mengakui kalau saat kecil sering menyaksikan kartun tersebut.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pesepak Bola yang Terinspirasi dari Tsubasa

Del Piero jua sempat mendapatkan hadiah dari Takahashi berupa gambar anime berwujud dirinya. Dalam web pribadinya, dia merasa tersanjung mendapatkan penghargaan tersebut. “Ini adalah anime favorit saja sejak kecil. Saya berterima kasih karena mendapatkan penghargaan yang dahulu saya impikan,” tulis Del Piero.

Zinedine Zidane

Di balik kesuksesan Zidane sebagai pemain, tak lepas dari peran Tsubasa Ozora. Dikutip dari Web Magazine, Zidane sejak kecil sering membaca manga anime kartun Jepang tersebut.

Juventus Pantau Situasi Zinedine Zidane di Real Madrid

Apalagi, menariknya dalam manga Tsubasa: Road to 2002, ada karakter yang bernama Zedane yang diceritakan bergabung Juventus. Karakter itu didiambil dari sosok Zidane yang sebelumnya sempat bergabung bersama tim raksasa Italia itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Fakta Unik Kazuyoshi Miura, Pesepak Bola Tertua Sejagat

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Hari Rabu minggu lalu tanggal 26 Februari 2020, ada satu pemain sepakbola yang sedang berulang tahun. Kelihatannya nampak biasa saja, ada seorang pesepakbola profesional yang sedang merayakan ulang tahunnya. Tapi hal ini sangat luar biasa karena pemain itu sedang merayakan ulang tahunnya yang ke-53! Orang itu adalah Kazuyoshi Miura,

Penyerang dari klub asal Jepang Yokohama FC. King Kazu (julukan Miura), juga baru saja memperpanjang kontraknya satu tahun pada bulan Januari kemarin. Dengan begitu Miura akan menjalankan musim ke-35 sebagai pesepakbola profesional.

Siapakah King Kazu ini? kenapa dia bisa bermain sampai usia kepala lima? Berikut ini, Football5Star.com menyajikan 5 fakta menarik seputar Kazuyoshi Miura.

Pemain Tertua, Pencetak Gol Tertua

Kazuyoshi Miura tercatat sebagai pemain sepakbola profesional tertua dunia dengan saat ini dia baru saja menginjak usia ke-53 pada Februari lalu. Rekor ini sebenarnya sudah dia dapatkan pada 2017 saat usianya menginjak 50 tahun, 7 hari. Dia mengalahkan rekor legenda Inggris Sir Stanley Matthews 65 tahun silam.

Bukan hanya rekor usia saja, Miura juga tercatat sebagai pencetak gol tertua di dunia. Rekor itu dia dapatkan setelah dia mencetak gol kemenangan timnya melawan Thespakutsasu Gunma tujuh hari setelah dia memecahkan rekor pemain tertua.

Inspirasi Captain Tsubasa

5 Fakta Tentang Kazuyoshi Miura, Pemain Sepakbola Tertua di Dunia
fanatik.com.tr

Siapa yang tidak tau Tsubasa Ozora. Karakter utama dalam manga dan anime Captain Tsubasa yang sangat populer di dunia. Manga yang diciptakan oleh Yoichi Takahashi itu bercerita tentang seorang anak remaja yang bercita-cita ingin membawa Jepang menjuarai Piala Dunia.

Tapi tahukah kalian kalau karakter Tsubasa Ozora sebenarnya terinspirasi dari Kazuyoshi Miura. Banyak sekali persamaan dari mereka berdua. Mulai dari sama-sama berasal dari prefektur Shizuoka, keduanya pula sama- menimba ilmu sepak bola di Sao Paulo, Brazil, setelah lulus dari SMA.

Pemain Jepang Pertama di Serie A

5 Fakta Tentang Kazuyoshi Miura, Pemain Sepakbola Tertua di Dunia
The Cult of Calcio

Pada musim 1994-95, King Kazu akhirnya bisa mewujudkan mimpinya untuk bermain di Eropa. Dia dipinjam satu tahun oleh tim asal Italia, Genoa. Pada saat itu Miura merupakan pemain Jepang pertama yang merumput di Serie A.

Tapi sayang secara performa Miura menjalani musim yang mengecewakan di Serie A. Dia hanya mencatatkan 1 gol dari 21 pertandingan. Tetapi satu gol tersebut pasti akan dikenang sepanjang karirnya, karena gol tersebut diciptakan pada laga Derby Della Lanterna melawan rival sekota, Sampdoria.

Pernah Jadi Pengisi Suara di Anime Detektif Conan

5 Fakta Tentang Kazuyoshi Miura, Pemain Sepakbola Tertua di Dunia
DCTP Forums

Miura pernah berperan dan mengisi suaranya sendiri pada serial anime populer, Detektif Conan. Jika anda kurang tahu tentang karakter Conan Edogawa atau Shinichi Kudo, dia adalah detektif SMA yang sangat suka dengan sepak bola.

Di filmnya, Miura berperan sebagai dirinya sendiri dan sedikit membantu Conan untuk mencari seorang saksi dalah sebuah kasus.

Bermain Sampai Usia Tua Karena Bermain Dengan Hati

5 Fakta Tentang Kazuyoshi Miura, Pemain Sepakbola Tertua di Dunia
90min

Miura beberapa kali ditanya tentang rahasianya untuk bisa bermain sampai usia kepala lima, ini jawabannya.

“Saya selalu bermain dengan hati dan berharap bisa terus berkembang sebagai pemain,” kata Kazu kepada Kantor Berita Kyodo pada Januari 2018.

Ya bermain dengan hati. Jika segala sesuatu dikerjakan dengan hati, maka hal yang berat akan terasa mudah dan kita akan menemukan sukacita dan semangat yang terus membara. Mungkin begitu maksud dari Miura.

“Selama aku menikmati sepak bola, aku akan terus berjalan.” Ucap Miura.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Terinspirasi Tsubasa, Pemain Arema FC Ini Suka Tidur Memeluk Bola

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Arema FC, Takafumi Akahoshi mengaku terinspirasi dengan sosok Tsubasa Ozora dalam serial kartun Captain Tsubasa.

Serial yang menceritakan perjalanan karier sepak bola seorang anak-anak Jepang bernama Tsubasa Ozora sejak kecil ini populer sejak dibuat pada tahun 1983.

Menurut Takafumi, sosok Tsubasa sangat menjadi inspirasi anak-anak di Jepang untuk bisa bermain bola seperti tokoh serial kartun tersebut. Tak jarang, ia juga meniru apa yang Tsubasa lakukan dalam film yang ia tonton.

“Pastinya serial ini menjadi salah satu inspirasi dan motivasi bagi anak-anak Jepang, termasuk saya juga. Tokoh Tsubasa Ozora menginspirasi kami untuk bermain sepak bola,” kata Takafumi Akahoshi seperti dikutip Football5Star.com dari laman Wearemania.

Bahkan, Akahoshi kecil pun kerap meniru Tsubasa yang tidur sembari memeluk bolanya. Hal itu tak lepas dari jargon Tsubasa, ‘bola adalah teman’. Akahoshi mengaku ingin meniru apapun yang dilakukan Tsubasa.

“Ketika saya masih kecil, saya selalu tidur bersama bola sepak saya. Bahkan, saya memeluk erat bola itu. Pokoknya, saya benar-benar meniru Tsubasa,” tuturnya.

Takafumi Akahoshi sendiri bergabung bersama Arema FC pada bursa transfer pertengahan musim Liga 1 2019. Pemain berusia 33 tahun tersebut telah mencatatkan 1 assist dari 3 penampilannya bersama Singo Edan.

Eks Foolad Khuzestan FC di Liga Iran itu dikontrak selama 4 bulan bersama Arema FC atau hingga akhir musim Liga 1 2019.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Tendangan Ala Tsubasa-Misaki Tercipta di Thailand League

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Pentas Thai League 1 pekan ini diwarnai aksi menarik dari pemain Nakhon Ratchasima saat menghadapi Buriram United di Stadion His Majesty the King’s 80th Birthday, Selasa (2/10/2019). Sebab laga itu tercipta gol seperti laiknya serial kartun sepak bola asal Jepang, Kapten Tsubasa.

Seperti diketahui, dalam serial kartun tersebut kala Nankatsu berhadapan dengan kesebelasan Meiwa tercipta gol tendangan dari dua pemain, yakni Tsubasa dan Taro Misaki. Gol itu tercipta ketika dua pemain bersamaan melepaskan tendangan.

Nah, gol tersebut jua tercipta oleh dua pemain Nakhon Ratchasima, yaknni Kitsada Hemvipat dan Leandro Assumpcao. Keduanya sama-sama melakukan tendangan keras yang menjebol gawang Buriram.

https://www.youtube.com/watch?v=An6ibphoZuE

Gol itu bermula dari sebuah umpan silang ke yang mengarah ke kotak penalti Buriram. Korat yang berdiri di saming Leandro sama-sama melakukan tendangan setengah salto ke gawang Buriram yang dikawal Siwarak Tedsungnoen.

The Swat Cats sendiri sayangnya gagal menang dalam laga tersebut. Mereka harus mengaku kekalahan 2-3 dari Buriram United. Hasil tersebut menambah penderitaan Nakhin Ratchasima. Mereka hanya sekali meraih kemenangan dalam delapan pertandingan terakhirnya.

Saat ini, mereka ada di urutan ke-12 Thai League 1. Sementara, Buriram sendiri unggul dua angka dari Port FC yang berada di posisi kedua dan tiga poin dari peringkat ketiga, Chiangrai United.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kreator Captain Tsubasa Ternyata Penggemar Berat Barcelona

Beberapa hari lalu, Barcelona kedatangan tamu istimewa asal Jepang. Pencipta manga ‘Captain Tsubasa’, Yoichi Takahashi, menyambangi markas Barcelona.

Takahashi pun disambut dengan hangat oleh Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu. Sang mangaka datang bersama dengan delegasi asal Jepang lainnya, termasuk salah satunya seorang penyanyi Jepang, Naotaro Moriyama.

Seperti yang bisa dilihat dalam foto di bawah ini, Takahashi juga berpose bersama Bartomeu sembari memegang jersey Barcelona. Di sebelah kanan, terdapat ilustrasi Lionel Messi ala Captain Tsubasa, yang pernah dipublikasikan oleh sang mangaka kala klub berada di Jepang untuk Piala Dunia Antarklub.

Sebelumnya, ia juga sempat menggambar Neymar, Andres Iniesta, Luis Suarez, dan Gerard Pique dengan gaya yang sama. Usut punya usut, ternyata Takahashi memang menjadikan Barcelona sebagai tim favoritnya sejak lama.

Takahashi lantas mengatakan pada situs resmi klub: “Memang benar bahwa saya adalah fans berat Barcelona, hari ini saya datang untuk menikmati permainan.”

Sebagai informasi, tokoh Tsubasa dalam komik karangan Takahashi dikisahkan sempat menimba ilmu di Sao Paulo, sebelum akhirnya merantau ke Spanyol dan meraih sukses di tim utama Barcelona.