Old Firm Derby: Celtic Tak Sudi Berikan Guard of Honour pada Rangers

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Duel dua tim ibu kota Skotlandia, Celtic vs Rangers akan memanaskan Liga Skotlandia akhir pekan ini, Minggu (21/3/2021). Namun, laga panas Old Firm Derby kali ini tidak menentukan apa-apa.

Maklum saja, Rangers sudah ditasbihkan sebagai juara liga sejak dua pekan lalu. Ini tak lepas dari kedigdayaan mereka yang tidak terkalahkan sepanjang musim dan unggul hingga 20 poin dari rival sekota.

Melihat Kemar Roofe dkk berjaya, Celtic tentu saja tidak suka. Bahkan mereka menegaskan tidak ada guard of honour untuk sang juara pada Old Firm Derby kali ini.

john kennedy-DR_Celtic
@DR_Celtic

Hal ini disampaikan sang pelatih, John Kennedy. Ia tidak sudi memberikan guard of honour pada musuh bebuyutan. Dia berdalih jika dua musim lalu Rangers juga tidak melakukan hal yang sama saat timnya juara.

“Tidak ada guard of honour. Dua musim lalu saat kami juara mereka juga tidak melakukan itu. Saya pikir hal ini tidak perlu diributkan lagi,” tegas John Kennedy seperti dikutip Football5star dari Irish Mirror, Sabtu (20/3/2021).

“Kami telah membicarakan hal ini secara kolektif dan kami tidak akan melakukannya. Ini bukan tentntang tidak adanya kelas. Ini tidak seperti itu karena kami adalah klub yang menunjukkan kelas dan bermartabat dan melakukan apa yang benar,” imbuh pelatih Celtic tersebut.

Jelang Old Firm Derby, Rangers dan Celtic Bersatu Perangi Rasialisme

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pertandingan paling bergengsi di Liga Skotlandia, Old Firm Derby akan tersaji akhir pekan ini. Kali ini Celtic akan menjadi tuan rumah kala berhadapan dengan Rangers.

Ada yang menarik dari Old Firm Derby kali ini. Kedua tim menunjukkan persatuan yang sukar terjadi sebelumnya. Persatuan ini berawal dari kasus rasialisme yang menimpa pemain Rangers, Glen Kamara.

Untuk diketahui, Glen Kamara jadi korban rasialisme pada laga Rangers vs Slavia Praha di leg kedua 16 besar Liga Europa. Dia diejek pemain Slavia, Ondrej Kudela, dengan sebutan ‘monyet’.

Apa yang dilontarkan Ondrej Kudela mendapat reaksi keras. Di lapangan para pemain Rangers tak terima dengan ucapan rasial tersebut dan membuat mereka terlibat cekcok.

Apa yang dialami Glenn Kamara merambah ke media sosial. Terlebih ketika dia membuat pernyataan sikap terkait kejadian tersebut.

Kamara kemudian mendapat dukungan dari banyak pihak. Salah satunya rival abadi Rangers, Celtic. Lewat Twitter mereka menunjukkan dukungan untuk Kamara dan siapa saja yang menjadi korban rasial.

“Kami berdiri tegap melawan semua bentuk rasialisme dan fanatisme berlebihan,” tulis mereka dengan menunjukkan foto kapten tim, Scott Brown, sedang memegang kartu merah yang ditujukan pada pelaku rasial.

Dukungan tersebut mendapat sambutan positif dari Rangers. “Old Firm United,” tulis mereka saat membalas cuitan sang rival. Gestur positif ini sedikit menghangatkan tensi tinggi pada Old Firm Derby yang akan berlangsung di Celtic Park, Sabtu (21/3/2021).

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Terpaut 18 Poin dari Rangers, Pelatih Celtic Mengundurkan Diri

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Celtic baru saja ditinggal pelatihnya, Neil Lennon. Ia memutuskan untuk mengundurkan diri setelah tampil mengecewakan musim ini.

Celtic gagal menembus 32 besar Liga Europa, yang mana mereka menjadi juru kunci Grup H. di Liga Skotlandia nasib Scott Brown dkk tidak lebih baik.

Bayangkan saja, juara bertahan selama 10 musim terakhir kini terpaut 18 poin dari rival abadinya, Rangers, di puncak klasemen. Kondisi ini membuat Lennon frustrasi dan akhirnya memutuskan mundur dari jabatannya.

“Kami mengalami musim yang sulit karena banyak faktor dan itu sangat membuat frustrasi dan mengecewakan kami belum mampu mencapai ketinggian yang sama seperti kami lakukan sebelumnya,” demikian pernyataan Lennon di laman resmi klub.

“Saya telah bekerja lebih keras dari sebelumnya untuk mencoba membalikkan keadaan. Tapi sayangnya kami tidak berhasil menjalankannya. Saya selalu memberikan yang terbaik untuk klub dan bangga bisa mempersembahkan trofi,” ia menambahkan.

Pengunduran diri ini diterima oleh CEO klub, Peter Lawwell. Kendati Neil Lennon gagal musim ini, sang CEO tetap menganggapnya sebagai legenda klub.

“Neil selalu dan akan selalu menjadi Celtic sejati dan seseorang yang akan selalu saya hormati. Secara pribadi ini hari yang menyedihkan bagi saya melihat kepergiannya,” kata Lawwell.

Sisa musim ini tampuk kepemimpinan akan diberikan kepada asisten pelatih, John Kennedy. Kendati hampir mustahil mengejar Rangers di puncak klasemen, Kennedy tetap dituntut untuk menyapu bersih kemenangan pada sisa kompetisi musim ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Rangers Menang Derbi Old Firm, Kota Glasgow Membara

gamespool
Rangers Menang Derbi Old Firm, Kota Glasgow Membara 12

Football5star.com, Indonesia – Anak asuh Steven Gerrard, Rangers FC sukses meraih kemenangan tipis 1-0 atas Celtic di laga bertajuk Derbi Old Frim, Sabtu (2/1/2021). Kemenangan ini pun membuat kota Glasgow membara.

Dikutip Football5star.com dari Daily Mail, Senin (4/1) para pendukung Rangers FC merayakan kemenangan ini dengan menyalakan flare di sejumlah sudut kota Glasgow.

Rangers Menang Derbi Old Firm, Kota Glasgow Membara

Dalam video yang beredar di halaman sosial media, Twitter, puluhan fan Rangers FC menyalakan flare, bernyanyi dan meluapkan kegembiraan mereka di Derbi Odl Firm. Momen ini memang patut dirayakan dengan suka cita oleh fan Rangers.

Derbi Old Firm merupakan salah satu partai derbi paling keras di sepak bola. Partai ini memiliki rekam jejak sejarah yang cukup panjang. Perjumpaan kedua tim, Rangers dan Celtic di lapangan sepak bola diibaratkan sebagai perang kebencian antara dua keyakinan berbeda.

Derbi Old Firm.4png

Rangers dianggap sebagai perwakilan Protestan. Sementara Celtic yang berdiri 15 tahun setelah Rangers adalah representatif dari umat Katholik. Derbi Old Firm semakin memanas setelah pada abad 20 sebuah perusahaan Protestan, Harland and Wolff Shipbuilding Company, direlokasi dari Belfast ke Glasgow. Ribuan buruhnya sering mengolok-olok kaum Katolik saat itu.

Hingga kini, panas dan tensi tinggi Derbi Old Firm terus terjaga. Steven Gerrard usai pertandingan ini merasa sangat bangga bisa mengalahkan Celtic di partai bersejarah ini.

“Reaksi saya atas kemenangan ini adalah sangat bangga, sangat senang dan puas dengan tiga poin ini. Ini membuat kami memiliki keunggulan poin di papan klasemen,” kata mantan pemain Liverpool tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Hasil Kualifikasi Liga Champions: Klub Kecil Singkirkan Mantan Juara

gamespool
Hasil Kualifikasi Liga Champions: Klub Kecil Singkirkan Mantan Juara 15

Football5star.com, Indonesia – Fase kedua babak kualifikasi Liga Champions 2020-21 sudah berlangsung. Muncul kejutan di fase kedua ini, klub kecil Hungaria, Ferencváros suskes singkrikan mantan juara Liga Champions 1966-67, Celtic FC.

Bermain di markas sendiri, Celtic Park, Kamis (27/8/2020) anak asuh Neil Lennon tersebut kalah 1-2 dari Ferencváros. Sejak menit awal, Celtic sudah tertinggal satu gol saat David Siger mencetak gol pada menit ke-7. Sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-53 lewat gol Ryan Christie. Celtic telan pil pahit saat menit ke-75, Tokmac Nguen cetak gol kemenangan.

Hasil pahit juga didapat oleh klub liga Turki, Besiktas. Berada di jalur League Path, Besiktas disingkirkan klub Yunani, PAOK dengan skor 3-1. Pada fase kualifikasi Liga Champions terdapat dua jalur yakni Champions Path dan League Path.

Dari laga Kamis dinihari WIB tadi, 10 tim lolos dari jalur Champions Path sedangkan 3 tim berasal dari League Path. Nantinya di jalur League Path akan ditambah dengan tim lainnya yakni Benfica, Dinamo Kiev dan Gent.

Artinya bakal ada 16 tim yang akan saling mengalahkan untuk masuk ke fase ketiga kualifikasi Liga Champions. Dari pemenang di fase ketiga akan masuk ke babak play off untuk menuju fase grup Liga Champions 2020-21.

Berikut hasil lengkap fase kedua kualifikasi Liga Champions 2020-21:

Champions Path
CFR Cluj 2-2 (5-6 adu penalti) Dinamo Zagreb
Young Boys 3-1 KÍ
Celtic 1-2 Ferencváros
Suduva 0-3 Maccabi Tel Aviv
Legia Warsaw 0-2 Omonia
Celje 1-2 Molde
Ludogorets Razgrad 0-1 Midtjylland
Dinamo Brest 2-1 Sarajevo
Qarabag 2-1 Sheriff Tiraspol
Tirana 0-1 Red Star Belgrade

League Path
AZ 3-1 Viktoria Plzen
PAOK 3-1 Besiktas
Lokomotiva 0-1 Rapid Wien

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Kabar Terbaru Henrik Larsson, Bomber Swedia yang Melegenda di Skotlandia

dinasti
Kabar Terbaru Henrik Larsson, Bomber Swedia yang Melegenda di Skotlandia 19

Football5star.com, Indonesia – Henrik Larsson sempat menjadi salah satu penyerang yang ditakuti publik Eropa pada akhir dekade 1990an dan awal 2000an. Larsson menjadi sosok yang disegani berkat penampilan ganasnya bersama Celtic, Barcelona dan timnas Swedia.

Nama Larsson mulai mencuri perhatian publik Eropa berkat penampilan gemilangnya bersama Celtic pada periode 1997 hingga 2004. Selama tujuh tahun bermain di Skotlandia, Larsson berhasil mencetak 242 gol dari 313 penampilannya di semua kompetisi.

Tak hanya itu, Larsson juga mampu meraih cukup banyak gelar bersama Celtic. Beberapa gelar yang sukses dimenangkan Larsson diantaranya adalah empat Liga Skotlandia, dua Piala Skotlandia, serta dua Piala Liga Skotlandia.

Celtic - Swedia - Kabar Terbaru Henrik Larsson
SportBible

Selepas Celtic, Larsson memutuskan untuk menjajal peruntungannya bersama raksasa Spanyol, Barcelona. Di Spanyol, Larsson tetap berhasil menunjukkan penampilan terbaiknya meski tak selalu menjadi pilihan utama.

Total, Larsson sukses mencetak 19 gol dari 59 penampilannya bersama Blaugrana. Selain itu, Larsson juga sukses menambah koleksi medali juaranya setelah mampu mengantar Barcelona meraih dua gelar Liga Spanyol serta satu Liga Champions.

Larsson memutuskan untuk gantung sepatu bersama Helsinborg pada Oktober 2009. Ketika gantung sepatu, Larsson sudah berusia 38 tahun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

BREAKING! Liga Skotlandia Diberhentikan, Celtic Jadi Juara

terassd
BREAKING! Liga Skotlandia Diberhentikan, Celtic Jadi Juara 22

Football5Star.com, Indonesia – Ladbrokes Premiership atau Liga Skotlandia resmi diberhentikan dan Badan Liga Skotlandia (SPFL) resmi mengumumkan bahwa Celtic dinobatkan menjadi juara. Dengan begitu pula, Rangers finis di posisi runner-up dan Hearts terdegradasi.

SPFL mengkonfimasi lewat pernyataan yang dikeluarkan pada Senin (18/5/20). Mereka menggunakan sistem poin per pertandingan untuk bisa menentukan klasemen akhir, seperti Ligue 1.

“SPFL hari ini mengumumkan bahwa, setelah berkonsultasi dengan semua 12 klub. Dewan SPFL telah menetapkan bahwa Ladbrokes Premiership musim 2019-20 telah disimpulkan berakhir. Ladbrokes Championship, Ladbrokes, League One, dan Ladbrokes League Two akan menggunakan sistem point per game sejak laga tanggal 13 Maret 2020 untuk menentukan klasemen akhir,” tulis SPFL seperti dilansir Football5Star.com dari laman resmi mereka.

SPFL melanjutkan, “keputusan ini membuat Celtic menjadi juara musim 2019-20 dan Hearts terdegradasi ke Ladbrokes Championship.”

Dengan begitu Celtic berhasil menjadi juara liga selama 9 musim beruntun. Total The Hoops sudah menjadi juara liga Skotlandia sebanyak 51 kali. Semakin mendekati rivalnya Rangers yang menjadi juara 54 kali.

Celtic sendiri saat ini memiliki selisih 13 poin dari Rangers yang berada pada posisi kedua. Mayoritas klub sudah bermain sebanyak 30 kali. Hanya Rangers dan St. Johnstone yang baru bermain 29 kali. Sedangkan Heart of Midlothian hanya mengemas 23 poin dan berjarak 4 poin dari posisi aman.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Van der Sar: Ajax Diperlakukan Tak Adil di Liga Champions

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – AFC Ajax tampil luar biasa pada gelaran Liga Champions musim lalu. Anak-anak asuh Erik ten Hag mampu melaju ke semifinal dengan menyisihkan Real Madrid dan Juventus. Namun, musim ini, mereka tetap harus memulai kiprah dari babak kualifikasi. Hal itu membuat CEO Edwin van der Sar tak habis pikir.

Edwin van der Sar tahu hal itu disebabkan oleh koefisien Belanda di UEFA. Namun, menurut dia, hal tersebut harusnya tak dijadikan satu-satunya rujukan. Dalam pandangannya, klub-klub juara dari liga menengah tidak kalah dari peringkat ke-3 atau 4 dari liga yang langsung lolos ke fase grup.

“Sungguh sangat sulit untuk mengulangi kisah sukses. Lagi pula, terasa tak adil ketika mencapai semifinal Liga Champions dan menjuarai Liga Belanda dan KNVB Beker dinilai kurang berharga dari finis keempat di salah satu dari empat kompetisi di Eropa,” ucap Van der Sar seperti dikutip Football5Star.com dari Voetbal International.

Keharusan Ajax mengikuti babak kualifikasi Liga Champions diprotes Edwin van der Sar.
bndestem.nl

Mantan penjaga gawang Manchester United itu menambahkan, “Klub-klub teras dari kompetisi menengah seperti Celtic, FC Kobenhavn, dan Ajax seharusnya tak hanya tergantung posisi negara di peringkat koefisien. Harusnya juga dinilai performa di liga lokal dan Eropa.”

Ajax dijadwalkan menjalani babak play-off pada 6 atau 7 dan 18 Agustus 2019. Lawan mereka masih belum jelas karena menanti hasil babak kualifikasi ketiga. Saat ini, Liga Champions baru memasuki babak kualifikasi pertama.

Bermain pada awal Agustus jadi tantangan tersendiri bagi Ajax. “Memulai pada babak ini berarti kami harus sudah siap jauh lebih awal. Ini tentu saja memberikan tekanan berat pada banyak aspek,” urai Van der Sar lagi.

Pria yang juga sempat membela Juventus itu pun menyebut sebagian pemain Ajax dibayangi kekelahan. Pasalnya, beberapa di antara mereka berjibaku pada ajang antarnegara pada masa libur kompetisi, yakni UEFA Nations League, Piala Afrika, dan Copa America. Para pemain itu dipastikan baru bisa bergabung dengan klubnya lebih lambat.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Celtic Konfirmasi Penunjukan Lennon

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, IndonesiaNeil Lennon dikonfirmasi kembali ditunjuk sebagai manajer baru Celtic FC dengan durasi kontrak 1 tahun. Sebelumnya, Lennon ditunjuk sebagai manajer sementara mengisi posisi yang ditinggalkan Brendan Rodgers.

Penunjukan Neil Lennon menggantikan Brendan Rodgers yang memilih meninggalkan jabatannya untuk mengambil alih posisi manajer dengan salah satu klub Liga Inggris, Leicester City, pada bulan Februari lalu.

Lennon kemudian berhasil membawa Celtic mempertahankan dominasinya di Skotlandia, serta berhasil meraih treble ketiga klainya dengan mengalahkan Hearts di final Piala Skotlandia.

Pengangkatan Lennon kali ini merupakan kesempatan kedua kalinya. Sebelumnya, Lennon sempat menukangi Celtic pada tahun 2010 hingga 2014. Penunjukan kedua kalinya ini akan berlangsung hingga satu tahun ke depan.

BBC - Neil Lennon - Celtic FC
bbc.co.uk

“Kami senang menyebut Neil sebagai manajer baru kami. Neil menjawab panggilan kami pada bulan Februari, dan dalam situasi yang sulit, memainkan peran besar dalam membawa treble ke Celtic,” kata kepala eksekutif Peter Lawwell.

Ditanya mengenai target ke depannya dalam kesempatan kedua ini, Lennon mencoba mebawa Celtic meraih treble untuk ke-empat kalinya. “Mencoba memenangkan treble ke-empat,” ucap Lennon dilansir BBC dikutip Football5star.com.

“Itu adalah tantangan besar; berusaha untuk tetap menjadi tim dominan di negara ini, dan kami jelas ingin memajukan pemain kami sendiri,” Lennon menambahkan.

Memasuki bursa transfer, Lennon yang sempat melatih klub Inggris, Bolton Wanderers berencana melakukan perombakan skuat. “Perekrutan akan menjadi penting karena akan ada pemain yang pergi. Kami ingin menyegarkan kembali segalanya,” ucap Lennon.

Selain Neil Lennon, John Kennedy juga diangkat sebagai asisten manajer Celtic FC. Sementara, Damien Duff tetap sebagai pelatih tim utama.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bela Timnas, Timothy Weah Pamit Lebih Cepat dari Celtic

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kebersamaan Timothy Weah dan Celtic FC harus berakhir lebih cepat musim ini. Pemain berusia 19 tahun tersebut baru saja mendapat panggilan dari tim nasional Amerika Serikat untuk persiapan Piala Dunia U-20.

Weah dipinjamkan ke Celtic dari PSG awal musim ini. Durasi peminjamannya hanya berlangsung satu musim. Artinya, jika pergi gabung timnas sekarang, otomatis ketika kembali ke Glasgow pun masa peminjamannya sudah habis.

Musim ini, pemain kelahiran New York tersebut membantu Celtic meraih trofi Liga Primer Skotlandia serta mencetak enam gol dari 20 penampilan. Ia pun berpamitan sambil mengucapkan terima kasih lewat unggahan di Instagram pribadinya.

https://www.instagram.com/p/BxSd1cPABrO/

“Kepada seluruh pendukung Celtic, aku ingin berterima kasih atas dukungan tanpa henti yang telah kalian berikan selama aku di sini. Aku harus bergabung dengan tim nasional untuk persiapan Piala Dunia U-20 di Polandia,” tulisnya pada caption foto di unggahan tersebut.

“Bersamaan dengan hal ini, pelatih menyarankan untuk memenuhi panggilan tim nasional daripada ikut latihan untuk persiapan pekan ini. Jadi, aku akan mengemasi barang-barangku untuk segera kembali ke rumah. Bagiku, bermain untuk tim ini adalah sebuah kehormatan,” lanjutnya.

Musim ini, Weah dipinjamkan ke Celtic karena tidak mendapat tempat utama di tim pemiliknya, Paris Saint-Germain. Selepas dari Piala Dunia U-20, belum diketahui apakah musim depan ia akan gabung skuat PSG atau kembali dipinjamkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Batu Permata Jadi Pengikat Cinta Scott Sinclair dan Helen Flanagan

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pernikahan menjadi salah satu peristiwa paling sakral dalam hidup manusia. Demi menambah bumbu kesakralan, pemilihan maskawin juga jadi hal penting. Tengok saja pasangan Scott Sinclair dan Helen Flanagan. Pesepak bola Celtic itu memberikan cincin berhias batu permata sebagai tanda keseriusan untuk meminang sang kekasih

Di Disneyland Paris pada 2018 silam, Scott Sinclair membuktikan cintanya untuk Helen Flanagan dan menuruti permintaan sang kekasih. Cara yang dilakukan Sinclair pun terbilang romantis. Di depan latar istana yang menjadi ciri khas Disneyland, Sinclair berlutut di depan Flanagan.

Mengenakan t-shirt putih, celana pendek hitam, dan sepatu, Sinclair seketika mengeluarkan kotak berisi cincin berhias batu permata dari dalam sakunya. Flanagan tampak semringah melihat aksi romantis sang kekasih. Momen itu pun diabadikannya di Instagram. “Dia mengatakan, IYA!” tulis Sinclair sebagai caption foto.

https://www.instagram.com/p/BjdDsT2Fi2D/

Sementara, Helen Flanagan pun sudah menanti kejutan semacam itu dari Sinclair. “Scott tahu jenis cincin yang saya inginkan, yang memiliki batu permata besar,” ujar Flanagan dilansir Football5star.com dari Daily Mail.

Nama Sinclair sempat menjadi buah bibir pada sekitar awal 2010 saat ia masih bermain untuk Swansea City. Penampilan apiknya saat itu membuat ia diboyong ke Manchester City. Kariernya meredup setelahnya dan kini ia kembali menemukan sentuhan bermain untuk Celtic di Liga Skotlandia.

Meski baru bertunangan, pasangan Sinclair dan Flanagan kini telah memiliki dua buah hati, Matilda dan Delilah. Pasangan yang terpaut usia dua tahun ini tengah menikmati masa-masa indah mereka di Skotlandia bersama dua putri cantiknya.

Scott Sinclair dan Helen Flanagan Rencanakan Pernikahan

Kabarnya, Scott Sinclair dan Helen Flanagan berencana menggelar pernikahan dalam waktu dekat. Namun, dia masih menanti usia putri keduanya, Delilah, beranjak 1 tahun.

“Aku sangat menginginkan konsep Christmas Wedding. Tapi, setelah Delilah berusia 1 tahun pada Juni mendatang, baru kami akan membuat rencana,” ucap Helen Flanagan, seperti dikutip Football5star.com dari The Sun.

Nah, kalian ingin juga merasakan kisah romantis seperti Sinclair dan Flanagan, pemilihan cincin yang terbaik jelas akan menyempurnakan momen. Seperti Scott Sinclair, atau sejoli lain, batu permata menjadi pilihan terbaik sebagai tanda cinta?

Batu Permata Menjadi Bukti Keseriusan Scott Sinclair dan Helen Flanagan - Football5star - The Sun
Scott Sinclair dan Helen Flanagan (The Sun)

Tapi tunggu dulu, memilih batu permata pun tidak sembarangan. Ada banyak juga batu yang dijual tidak asli, lho. Kalian bisa mengulik lebih jauh batu permata mana saja yang asli dan cocok untuk pasangan kalian di Permatastar.com atau Jualpermata.com.

Pasalnya, PermataStar.com memiliki banyak koleksi permata asli, berkualitas, dan bersertifikat.

Beragam jenis pertama pun bisa kalian dapat di PermataStar.com, seperti ruby, sapphire, emerald, chrysoberyl, cat’s eye, spinel, tsavorite, dan lainnya. (adv)

Rusuh Setelah Old Firm Derby, Tiga Fan Alami Luka Tusuk

Football5Star.com, Indonesia – Laga Od Firm Derby antara Celtic FC dan Rangers FC, Minggu (31/3/2019), diwarnai kerusuhan. Selepas pertandingan, pihak kepolisian Glasgow menyatakan ada tiga orang yang mengalami luka tusuk dan dilarikan ke rumah sakit.

Kerusuhan pecah di tengah Kota Glasgow setelah pertandingan Celtic vs Rangers berakhir. Menurut saksi mata seperti dilaporkan Sky Sports, insiden penusukan terjadi di kelab malam Strathduie di Blackfriars Street. Perkelahiran lantas berlanjut di Albion Street.

Laga Old Firm Derby diwarnai insiden di dalam dan luar stadion.
rt.com

Perkelahian tersebut dikabarkan melibatkan 15 orang. Tiga di antaranya lantas menjadi korban penusukan. “Tiga orang telah dibawa ke rumah sakit untuk medapatkan perawatan,” jelas juru bicara kepolisian Skotlandia seperti dilansir Football5Star.com dari Sky Sports.

Laga Old Firm Derby berakhir 2-1 untuk Celtic. Dua gol tuan rumah dibuat Odsonne Edouard pada menit ke-27 dan James Forrest saat laga hanya bersisa empat menit. Sementara itu, gol balasan Rangers dijaringkan Ryan Kent pada menit ke-63.

Pertarungan Celtic vs Rangers pun berlangsung panas. Alfredo Morales, penggawa Rangers, diganjar kartu merah oleh wasit pada menit ke-31. Lalu, Andy Halliday juga mendapatkan kartu kuning kedua selepas pertandingan gara-gara bertengkar dengan Scott Brown. Dia kesal karena Brown merayakan kemenangan Celtic di depan para pendukung Rangers.

Hasil Old Firm Derby kian mengukuhkan Celtic FC di puncak klasemen Premiership dengan 73 poin. Tim yang kini diasuh Neil Lennon itu unggul 13 poin atas Rangers FC yang ditangani mantan kapten Liverpool, Steven Gerrard.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Steven Gerrard Hanya Harus Menang Atas Celtic

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Kompetensi Steven Gerrard selama menangani Rangers FC memang menuai banyak pujian. Akan tetapi, mantan bek timnas Inggris, Terry Butcher, punya pandangan lain. Stevie belum jago kalau belum bisa mengalahkan Celtic FC.

Buthcer menilai, kemenangan atas The Hoops akan membuat reputasi Gerrard naik satu tingkat. Kedua tim masih akan bertemu satu kali lagi musim ini yakni pada akhir Desember mendatang. Kali ini, gantian Bluenoses yang bertindak sebagai tuan rumah.

“Aku kagum terhadap apa yang dilakukan Stevie sejauh ini. Rangers pernah besar di masa lalu dan sempat meredum. Sinar itu kembali terlihat sejak dia datang. Dia pasti akan terus belajar bagaimana meraih prestasi tertinggi,” kata Butcher kepada Scotsman.

“Banyak orang bilang Celtic terlalu jauh untuk dijadikan tolok ukur. Tapi, dengan posisi Anda sebagai manajer Rangers, rasanya ukuran itu tidak berlebihan. Ia harus finis di urutan pertama karena itulah ekspektasi dari para fans,” lanjutnya.

Terry Butcher - Gerrard - Celtic - Football5star
foxsportsasia.com

Sebenarnya, di awal musim, Rangers sudah berjumpa Celtic dalam tajuk The Old Firm Derby. Hasilnya, tim racikan mantan kapten Liverpool tersebut masih kalah dari sang lawan yang dilatih mantan manajernya saat masih membela The Reds, Brendan Rodgers.

“Gerrard pernah hampir sukses menjadi juara (liga) di Premier League. Aku yakin ia tidak ingin mengulangi hasil tersebut, ia ingin lebih. Tidak ada pilihan lain selain finis di peringkat tertinggi sekarang. Mereka ada di jalan tepat untuk ke sana,” pungkas Butcher.

Del Piero Akui Nyaris Berbaju Celtic

Banner Footbal Live Star-Football5star

 

Football5star.com, Indonesia – Legenda Juventus, Alessandro Del Piero, mengungkapkan satu fakta mengejutkan. Ia mengaku nyaris bergabung ke Celtic FC saat meninggalkan Si Nyonya Tua pada 2012 lalu.

Del Piero yang selama ini dikenal sebagai ikon Juventus tidak memperpanjang kontraknya di Turin ketika klub dilatih mantan rekan setimnya, Antonio Conte. Ia kemudian memutuskan hengkang ke klub Australia, Sydney FC.

Akan tetapi, siapa sangka jika sejatinya pemain yang merengkuh gelar Piala Dunia 2006 bersama Italia itu hampir menerima pinangan Celtic. Namun, rencana tersebut ia batalkan karena enggan membela klub Eropa selain Juventus.

Alessandro del Piero vs Madrid 2008 (youtube)
youtube.com

“Ketika saya meninggalkan Juventus, saya berkesempatan bergabung ke Celtic. Tapi keputusan itu akhirnya batal karena saya tidak ingin bermain untuk klub Eropa lainnya. Saya akhirnya memutuskan pergi ke benua lain,” kata Del Piero kepada Gazzetta dello Sport, Rabu (12/9/2018).

“Saya beruntung tidak bergabung dengan mereka karena pada musim itu Juventus dan Celtic bertemu di Liga Champions,” ia menambahkan.

Sydney FC akhirnya mendapatkan pria yang kini berusia 43 tahun itu dengan mahar 1 juta euro. Di Australia, ia bermain selama dua musim dengan torehan 24 gol dari 48 pertandingan.

Setelah itu, Del Piero hijrah ke Liga India untuk memperkuat klub ibu kota, Delhi Dynamons pada 2014. Tapi cedera akhirnya membuat sang legenda memutuskan pensiun setahun berselang.

Telan Kekalahan Pertama, Gerrard Enggan Salahkan Wasit

Football5star.com, Indonesia – Setelah melewati 12 pertandingan tanpa kekalahan, rekor Steven Gerrard akhirnya jebol juga. Ia tak mampu membawa Rangers FC menghindari kekalahan dari sang seteru abadi, Celtic FC.

Usai pertandingan, mantan kapten Liverpool tersebut menganggap tak ada yang perlu disesali dari kekalahan ini. Baginya, Allan McGregor dkk sudah melakukan yang terbaik dalam pertandingan bertajuk The Old Firm Derby tersebut.

Gerrard v Rodgers - Footabll5star - bbc
.bbc.com

“Kami sudah latihan bersama dalam 12 pekan terakhir. Ada banyak pelajaran yang bisa dipetik dari pertaningan ini. Kami akan lebih siap jika Celtic datang lagi di masa depan,” kata Gerrarda pada BBC.

Gerrard juga merasa ada yang salah dari soal kepemimpinan wasit. Meski demikian, ia tidak ingin memperpanjangnya dan lebih fokus menghadapi pertandingan selanjutnya di sisa kompetisi.

“Ada momen seharusnya kami mendapat pelanggaran tapi wasit tidak menggubris. Jelas sekali (Tom) Rogic ingin menggangu (Ryan) Jack. Tapi, pada kesempatan lain kami pun mendapat hadiah pelanggaran,” katanya lagi.

Kekalahan dari Celtic tersebut membuat Rangers memperpanjang rekor tak pernah menang atas sang seteru abadi sejak 2012. Artinya, rekor Brendan Rodgers selama menghadapi Bluenoses.

Saat ini, Rangers masih tertahan di peringkat ketujuh dengan koleksi lima poin. Sementara Celtic melesat ke posisi kedua berkat tiga kemenangan dan satu kekalahan dengan poin sembilan.

Celtic dan Rangers Bersama (Lagi) di Kompetisi Eropa

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Celtic FC dan Rangers FC akhirnya kembali bersama di kompetisi Eropa. Di laga kualifikasi terakhir Liga Europa (31/8) dini hari tadi, keduanya sukses menyingkirkan lawan masing-masing. Rangers memulangkan utusan Rusia, FC Ufa, sementara Celtic mengandaskan perlawanan FK Suduva, wakil dari Lithuania.

Ini yang akhirnya menandai kembalinya kedua klub terbaik Skotlandia itu ke kompetisi Eropa bersamaan. Dalam beberapa tahun terakhir, Celtic memang sendirian menonjol seiring turbulensi yang dialami Rangers. Bahkan, Rangers pernah didegradasikan paksa ke kasta ketiga Liga Skotlandia di awal musim 2012/2013 karena masalah administrasi.

Rangers
Foto: Daily Record

Kini, di bawah kendali Steven Gerrard, Rangers sudah melangkah ke babak grup Liga Europa. Uniknya, sesaat usai memastikan The Bhoys dan The Gers kembali ke pentas Eropa bersamaan, keduanya akan bertemu di Old Firm derby besok Minggu (2/9) malam. Pertemuan ini juga menarik karena akan mempertemukan Gerrard dengan mantan pelatihnya di Liverpool, Brendan Rodgers.

Terakhir kali keduanya berbarengan mentas di kompetisi Eropa, itu terjadi 11 tahun lalu. Saat itu, keduanya lolos ke babak grup Liga Champions Eropa musim 2007/2008. Sejak itu, Rangers sempat mendominasi liga dengan lima tahun beruntun menjadi juara sebelum mengalami masalah di awal musim 2012/2013. Sementara Rangers sibuk berjuang dari divisi bawah, giliran Celtic yang kemudian mendominasi liga selama lima tahun terakhir.

Drawing Liga Europa sendiri akan dilangsungkan sore (31/8) ini waktu Indonesia dan kamu bisa baca panduannya di sini.

Dembele Diincar Lyon sebagai Pengganti Diaz

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Moussa Dembele menjadi buruan panas jelang deadline day. Di hari Kamis esok, Dembele dan perwakilannya akan mendiskusikan masa depannya di Celtic FC bersama sang Presiden, Peter Lawwell. Penyerang Prancis ini sendiri menjadi incaran Olympique Lyon.

Presiden Lyon, Jean-Michel Aulas, mengonfirmasi di konferensi pers malam ini bahwa pihaknya mengincar pemain berusia 22 tahun ini.

Manajer Celtic, Brendan Rodgers, juga mengonfirmasi kemungkinan transfer bagi Dembele.

“Dembele adalah pemain yang jelas kita tidak ingin kehilangan saat ini. Dia talenta yang fenomenal tapi kita tahu dia tidak akan di sini (Celtic) selamanya. Seperti talenta-talenta terbaik Eropa lain, mereka akan pindah ke klub besar dan berkembang di sana,” ujar Rodgers dikutip dari BBC.

Dembele
Foto: SkySports.com

Lyon sendiri dikabarkan akan aktif mencari penyerang baru. Mariano Diaz sudah meminta langsung ke Aulas bahwa ia ingin hengkang. Sevilla dan Real Madrid dikabarkan menjadi destinasi favorit Diaz. Hal itu sudah dikonfirmasi Aulas di konferensi pers-nya malam ini.

Seperti kami laporkan kemarin, Diaz di ambang pintu keluar setelah Sevilla menawarnya seharga 35 juta euro. Selain itu, Real Madrid tengah menjajaki kemungkinan untuk mengaktifkan klausul pembelian kembali Diaz yang mereka jual ke Lyon musim lalu. Jika Diaz sudah memastikan pelabuhan selanjutnya, maka transfer Moussa Dembele akan jadi efek berantai.

Dembele sendiri adalah penyerang asli Prancis keturunan Mali. Eks pemain Fulham ini dibeli Celtic pada 2016 lalu dari klub asal London tersebut dengan harga 3 juta paun. Dua musim di Skotlandia, dari 94 laga bersama The Bhoys, dia sukses koleksi 51 gol.

Gol Semata Wayang Dedryck Boyata Bungkam Suporter Celtic FC

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Dedryck Boyata mencuri tajuk utama tadi (26/8) malam. Di laga kontra Hamilton, bek asal Belgia ini membungkam kritik dari pendukung Celtic FC dengan cara yang manis. Sebelum laga, eks pemain Manchester City ini memang menerima spanduk hujatan dari ultras The Bhoys.

Boyata mendapat hujatan dan kritikan suporter karena menolak bermain saat Celtic dikalahkan AEK Athens dalam laga kualifikasi Liga Champions Eropa. Bek tangguh ini mengaku mengalami cedera, namun hal itu dibantah oleh Brendan Rodgers, sang manajer. Boyata memang ngambek karena potensi transfernya untuk pindah ke Fulham ditolak manajemen.

Fulham sendiri dikabarkan menawarkan 9 juta paun untuk memboyong bek timnas Belgia di Piala Dunia 2018 lalu. Tawaran itu sendiri ditolak mentah-mentah oleh The Hoops. Menanggapi ulah ngambek Boyata, The Green Brigade, ultras Celtic, membuat spanduk seperti penggalan twit di atas. Tak hanya spanduk, ultras itu melakukan pantomim dan siulan kepada pemain yang akhirnya kembali ke starting line-up Celtic.

Celtic sendiri kesusahan membongkar pertahanan Hamilton di laga itu. Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-63. Sepak pojok Leigh Griffiths mengenai Moussa Dembele dan menciptakan kemelut yang diteruskan oleh Boyata untuk menjadi satu-satunya gol di laga itu. Boyata bahkan nyaris mencetak gol keduanya di menit ke-77 tapi tembakannya melambung.

“Dia (Boyata) menghadapi tekanan dari suporter dengan cara yang sempurna. Apalagi, itu terjadi ketika sepertiga suporter di stadion selalu memberinya waktu yang berat di lapangan. Dia juga menunjukkan cara terbaik untuk menebus kesalahan yang dilakukannya kepada tim ini,” ujar Rodgers dikutip dari Sky Sports.

Tenaga bek bernomor punggung 20 ini masih sangat diperlukan Celtic di lanjutan laga kualifikasi Liga Europa kontra wakil Lithuania, FK Suduva, minggu depan. Celtic sendiri masih sama kuat di agregat skor yakni 1-1. Selain itu, Celtic juga tengah bersiap menghadapi Old Firm derby meladeni Rangers FC yang diasuh mantan anak didik Rodgers, Steven Gerrard.

Rodgers Buka Suara Soal Isu Gantikan Wenger

Football Live Star
Football5star.com, Indonesia – Manajer Celtic FC, Brendan Rodgers, buka suara terkait spekulasi menjadi pengganti Arsene Wenger di Arsenal.

Rodgers mengaku memiliki respek yang besar terhadap The Gunners dan Wenger. Kendati demikian, eks manajer Liverpool itu mengaku senang dan berkomitmen dengan pekerjaannya saat ini.

“Saya bangun sebagai manajer Celtic pada Senin pagi dan memiliki pekerjaan terbaik di dunia. Percaya atau tidak, saya sangat mencintai langit biru di Glasgow,” kata Brendan Rodgers, seperti dilansir talkSPORT.

DJhNoARU8AEZjZG
Getty Images

“Saya memiliki respek yang besar terhadap Arsenal. Saat saya memulai karier pelatih, Arsene Wenger baru bergabung di klub dan saya belajar banyak darinya sebagai pelatih muda. Saya memiliki respek yang besar terhadap Arsenal. Namun, saya sangat bahagia dan mencintai pekerjaan saya di Celtic. Ini klub yang punya harapan dan tekanan besar,” lanjutnya.

Rodgers pernah menangani Liverpool pada 2012-2015. Pria berumur 45 tahun itu tidak menutup kemungkinan untuk kembali melatih di Premier League.

“Saya akan senang kembali ke Premier League setelah memiliki pengalaman melatih selama 20 tahun. Manajemen klub memberi dukungan sejak saya pertama kali bergabung. Para suporter memberikan segalanya untuk saya. Saya berkomitmen untuk memastikan klub terus maju dan berkembang,” ujar Rodgers.

Arsenal tengah mencari sosok manajer untuk menggantikan Arsene Wenger yang bakal mundur pada musim panas 2018. Selain Brendan Rodgers, The Gunners juga dihubungkan dengan Leonardo Jardim, Thomas Tuchel, Massimiliano Allegri dan Mikel Arteta.

Celtic Tak Halangi Brendan Rodgers jika Ingin Gantikan Wenger

Football5Star.com, Indonesia – Manajer Arsenal, Arsene Wenger, memutuskan untuk mundur dari jabatannya pada akhir musim nanti. Pelatih Celtic FC, Brendan Rodgers, menjadi salah satu kandidat pengganti Wenger musim depan.

Arsene Wenger, melalui laman resmi Arsenal, mengatakan bahwa dirinya akan mundur pada akhir musim ini. Hal itu sekaligus mengakhiri kerja sama yang telah berlangsung selama 22 tahun di antara keduanya.

Beberapa kandidat pelatih top muncul sebagai pengganti Wenger, salah satunya adalah pelatih Celtic FC, Brendan Rodgers. Mantan pelatih Liverpool itu dikabarkan bakal kembali ke Liga Inggris untuk melatih Arsenal.

Arsene Wenger tuntut Arsenal membuktikan diri saat melawan AC Milan di Liga Europa.
Standard.co.uk

Meski pelatih timnya terancam diambil tim lain, pemegang saham di Celtic, Dermot Desmond, enggan menjadi penghalang. Menurut Desmond, tak elok jika ia menahan Rodgers di Celtic sementara ada tim yang lebih baik menaruh perhatian kepadanya.

“Saya bangga dia menjadi kandidat pengganti Wenger. Brendan adalah pribadi yang mengagumkan. Kami tak ingin dia pergi, namun kami juga tak akan menahannya di sini,” kata Desmond dilansir Football5Star.com dari Sky Sports.

“Saya tak ingin memborgol seseorang jika mereka ingin pergi ke tim sekelas Arsenal. Semua keputusan ada di tangan Brendan, dia yang memutuskan,” tutur Desmond lagi.

Selain Rodgers, duo Italia Carlo Ancelotti dan Massimiliano Allegri, juga menjadi kandidat pelatih baru Arsenal. Ada pula mantan pelatih Borussia Dortmund, Thomas Tuchel, yang dikaitkan dengan The Gunners.

Rodgers Ogah Kembali ke Premier League

Football5Star.com, Indonesia – Mantan pelatih Liverpool, Brendan Rodgers, tampaknya masih menikmati masa-masa indah bersama Celtic FC di Liga Skotlandia. Hal itu ia tunjukkan ketika dirinya mengatakan belum mau kembali ke Premier League.

Musim ini adalah musim keduanya Rodgers menukangi Celtic. Di sana ia mampu mempersembahkan Scotish Premier League kepada klub asal Glasgow musim lalu. Tak cuma itu, ia juga berhasil membuat Celtic tidak pernah merasakan kekalahan dalam 69 laga.

Dengan catatan impresif itu, pelatih asal Irlandia Utara ini sudah merasa nyaman dengan kariernya saat ini sehingga menutup kemungkinan kembali ke Inggris dalam waktu dekat.

“Jika anda bahagia, tentu saja semua itu masalah. Saya mencintai Liga Inggris, kualitas pemain, pelatih, mereka bersaing sangat luar biasa. Tapi jika semua tidak seusai keinginan, mereka bisa dipecat semena-mena,” ujar Rodgers kepada Daily Mail, Minggu (25/3/2018).

Steven Gerrard & Brendan Rodgers, Liverpool (Zimbio)
Zimbio.com

“Saya datang ke sini karena bertanya pada Dermot Desmond untuk melatih klub in. Ini adalah posisi impian saya, seorang pria Irlandia Utara yang mendukung Celtic dan bekerja di sepak bola. Jadi saya tak punya alasan pergi dari sini,” imbuhnya.

Rodgers sempat melatih Liverpool selama tiga musim. Di sana ia nyaris membawa The Reds menjuarai Premier League pada musim 2013-2014. Tapi pada musim selanjutnya, performa Steven Gerrard dkk justru terjun bebas setelah kehilangan Luis Suarez. Akhirnya Rodgers dipecat di awal musim 2015-2016 lalu.

Rodgers Puji Liverpool yang Datangkan van Dijk

Football5Star.com, Indonesia – Mantan pelatih Liverpool, Brendan Rodgers, memuji klub Merseyside itu yang berhasil mendatagnkan Virgil van Dijk. Baginya, kedatangan mantan pemain Celtic FC itu akan membuat pertahanan The Reds semakin kokoh.

Rodgers, yang kini melatih Celtic juga tak menyangka mantan klubnya mengeluarkan dana sebesar 75 juta pounds untuk sang pemain. Kendati demikian, ia mengaku harga tersebut sepadan dengan kualitas yang dimiliki van Dijk.

Rodgers menyadari betul perkembangan bek internasional Belanda tersebut selama bernaung di Celtic sebelum akhirnya dilepas ke Southampton. Ia pun memprediksi van Dijk akan meraih kesuksesan di Anfield.

virgil van dijk banner
@LFCPhoto

“Celtic mengangkut beberapa pemain dan mereka akan berkembang dan meningkat di sini. Tentu saja mereka akhirnya akan hengkang. Kepindahan itu sangat bagus bagi Virgil karena dia pindah ke klub di mana setiap aspek pada diri Anda diuji,” ujar Rodgers pada Liverpool Echo, Minggu (31/12/2017).

Pelatih asal Irlandia Utara ini pun yakin pemain yang didatangkan dair Southampton itu bisa mengatasi tekanan dari publik Anfield. Terlebih ia dibebani dengan harga selangit yang menjadikannya bek termahal di dunia saat ini.

“Bagaimana Anda mengatasi saat berada di bawah tekanan dan sorotan akan tertuju padanya setiap dia memainkan pertandingan. Van Dijk tampak memiliki bakat yang hebat dan dia tentu saja akan bergabung dengan klub besar. Semoga dia bisa membuktikan diri,” imbuh Rodgers.

 

Rodgers Klarifikasi Kabar Kepergian Dembele

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Celtic FC, Brendan Rodgers, mengklarifikasi kabar kepergian bintang berbakatnya, Moussa Dembele. Pemain 21 tahun ini tengah menjadi buah bibir di Inggris Raya lantaran kepindahannya ke klub Premier League, Brighton Hove and Albion, Januari mendatang.

Sebelumnya, Sky Sports melaporkan bahwa Celtic telah menyetujui harga 18 juta pounds dari Brighton untuk Dembele. Namun, Rodgers mengungkapkan dirinya tidak mengetahui kabar tersebut. Hingga saat ini, ia mengakui pemain asal Prancis itu masih menjadi pemainnya.

“Saya tidak mengetahui berita itu. Banyak orang yang bertanya mengenai Dembele dan saya hanya memastikan hingga saat ini dia masih menjadi pemain Celtic sepenuhnya. Kontribusinya sangat penting bagi kami karena dia adalah pemain luar biasa,” kata Rodgers kepada BT Sport, Selasa (26/12/2017).

BrendanRodgersCelticFCvRSCAnderlechth7jg4TvPEtzl
zimbio.com

Kendati demikian, mantan pelatih Liverpool ini menegaskan tidak bisa menentukan masa depan Dembele. Walaupun performa sang pemain sangat membantu Celtic musim ini, ia tidak punya kuasa untuk menahan pemain. Apalagi jika klub menerima tawaran yang menggiurkan.

“Saya tidak bisa berdiri di sini setiap saat dan memastikan dia tidak pindah, itu tidak mungkin. Klub dan pemain tak akan bisa menolak tawaran uang yang menggiurkan dari tim yang lebih besar,” tuturnya.

Dembele didatangkan penguasa Liga Skotlandia itu dari Fulham 2016 lalu. Sejak memperkuat klub yang bermarkas di Celtic Park tersebut, ia telah mengemas 40 gol dari 68 laga di semua kompetisi.

Dembele Bikin Gol Tercepat Sepanjang Sejarah Celtic FC

Football5star.com, Indonesia – Striker Prancis, Moussa Dembele, membuat sejarah. Ia jadi pemain yang mencetak gol tercepat sepanjang sejarah Celtic FC.

Gol itu terjadi saat Celtic tumbang 1-7 dari Paris Saint-Germain (PSG) pada matchday 5 Grup B Liga Champions di Parc des Princes, Kamis (23/11/2017) dinihari WIB.

hd moussa dembele celtic 1wwj2e2bwq07a1hfq4ar096isu
Getty Images

Dembele mencetak gol saat pertandingan belum genap berlangsung selama satu menit, atau tepatnya di detik ke-56. Dia menaklukkan kiper PSG, Alphonse Areola, setelah menyambut sepak pojok. Sayangnya, perlawanan Celtic hanya sebatas gol tersebut.

Usai gol itu, PSG langsung menyerbu tim tamu habis-habisan. Hasilnya, sebelum babak pertama usai, tuan rumah berbalik unggul 4-1. Gol PSG dilesakkan Neymar (9′ dan 22′), Edinson Cavani (28′) dan Kylian Mbappe (35′). Di babak kedua, PSG makin menjadi-jadi dan menambah tiga gol lagi melalui Marco Verratti (75′), Cavani (79′) dan Dani Alves (80′). Skor jadi 7-1 untuk PSG dan kedudukan ini bertahan hingga laga usai.

Berkat kemenangan ini, PSG masih sempurna di puncak klasemen Grup B. Julian Draxler dan kawan-kawan mengoleksi 15 poin, hasil dari lima kemenangan. Sementara di posisi kedua ada Bayern Munich yang tertinggal tiga poin. Kedua tim bakal bentrok di matchday terakhir.

Celtic sendiri berada di posisi ketiga. Tim besutan Brendan Rodgers itu baru mengoleksi tiga angka. Celtic hanya membutuhkan satu poin di laga terakhir untuk setidaknya memastikan tiket ke Liga Europa.

Emery Ingin PSG Sempurna di Fase Grup

Football5Star.com, Indonesia – Kendati sudah memastikan lolos ke babak 16 besar, Pelatih Paris Saint-Germain, Unai Emery, ingin timnya meraih hasil sempurna di fase grup. Target tersebut akan diawali ketika PSG menjamu Celtic FC di matchday kelima Liga Champions, Kamis (23/11/2017) dinihari WIB.

Saat ini PSG memimpin Grup B dengan raihan 12 poin hasil empat kemenangan dari empat laga. Neymar cs unggul tiga angka dari Bayern Munich yang menguntit di posisi kedua. Seperti halnya klub asal Paris, Die Roten juga sudah memastikan lolos ke babak knock out.

“Liga Champions sangat penting. Kami ingin membangun jalan untuk mendapatkan yang terbaik terbaik. Karena itu, kami adalah pemuncak klasemen di grup. Untuk mempertahankan posisi, kami harus menang,” tegas Emery kepada ESPN, Rabu (22/11/2017).

EdinsonCavaniCelticvParisSaintGermainAjKMXObmkX3l
zimbio.com

mantan pelatih Sevilla ini pun menekankan pentingnya tiga poin di Parc des Princes. Kemenangan dipercaya akan mempermudah jalan PSG ketika menghadapi Bayern di laga pamungkas grup. Terlebih performa FC Hollywood kian menanjak sejak diambil alih Jupp Heynckes.

“Kami harus tetap fokus mengambil tiga poin dan terus berkembang. Kami ingin suporter bersemangat ke tim dan para pemain memberi yang terbaik di atas lapangan. Setelah itu, tim bisa menatap laga kontra Bayern,” ucapnya.

PSG akan tandang ke Allianz Arena di pertandingan terakhir. Di laga pertama di Paris, mereka berhasil menjungkalkan Bayern 3-0. Hasil ini sekaligus mengakhiri karier Carlo Ancelotti di jawara Bundesliga itu.

Prediksi: PSG vs Celtic FC

Main PSG vs CELTIC

Stadion Parc des Princes, Kamis (23/11/2017) Pukul 02.45 WIB (beIN Sports 3)

Football5Star.com, Indonesia – Pertarungan Paris Saint-Germain vs Anderlecht pada matchday V Liga Champions tak lagi menentukan bagi tuan rumah yang sudah memastikan lolos ke 16-besar. Namun, bagi tim tamu, laga ini penting dalam upaya mengamankan tiket ke Liga Europa.

Terlepas dari hal itu, bukan berarti PSG akan berleha-leha. Bagaimanapun, anak-anak asuh Unai Emery sepertinya akan tetap berusaha mengukir rekor. Di Liga Champions musim ini, Les Parisiens merupakan satu-satunya tim yang tak pernah kebobolan. Mereka pun satu dari tiga tim yang selalu meraup kemenangan.

Mereka punya kans besar untuk melanjutkan rekor bagus itu. Selain sangat stabil dan konsisten di jalur kemenangan pada musim ini, PSG juga punya modal lain. Itu adalah rekor tak pernah kebobolan setiap kali menghadapi The Bhoys. Selain itu, mereka juga tak terkalahkan dalam 12 laga terakhir di fase grup Liga Champions.

REKOR PERTEMUAN

head to head PSG Celtic

TREN PERFORMA

5 Laga Terahkir PSG vs CELTIC

STATISTIK MENARIK
  • Rekor kandang PSG musim ini: 9 menang, 0 seri, 0 kalah.
  • Rekor tandang Celtic musim ini: 10 menang, 0 seri, 2 kalah.
  • Les Parisiens tak pernah kebobolan dalam 3 laga melawan The Bhoys.
  • Dalam 3 laga kandang terakhir, wakil Prancis alami 2 kekalahan.
  • Les Parisiens sudah memastikan lolos ke 16-besar.
  • The Bhoys tengah berusaha mengamankan tiket Liga Europa.
  • Rekor The Bhiys dalam 13 laga terakhir Liga Champions: 1 menang, 3 seri, 9 kalah.
  • Les Parisiens belum kebobolan di Liga Champions musim ini.
  • Les Parisiens tak terkalahkan dalam 12 laga fase grup (9 menang, 3 seri).
PELATIH
  • Ini pertemuan kedua Unai Emery dengan Brendan Rodgers.
  • Pada pertemuan pertama, Emery menang 5-0 atas Rodgers.
  • Rekor Emery hadapi Celtic: 1 menang, 0 seri, 1 kalah.
  • Rekor Rodgers hadapi PSG: 0 menang, 0 seri, 1 kalah.
  • Rodgers hanya 2 kali menang dalam 16 laga fase grup Liga Champions.
WASIT
  • Wasit yang akan bertugas memimpin pertandingan PSG vs Celtic FC adalah Anasthasios Sidiropoulos (Yunani).
  • Rekor musim ini: 5 kali tuan rumah menang, 1 kali tim tamu menang.
  • Rekor pimpin PSG: 0 menang, 1 seri, 0 kalah.
  • Rekor pimpin Celtic: 0 menang, 0 seri, 1 kalah.
  • Di Liga Champions (2 kali), tuan rumah selalu menang saat dipimpin Sidiropoluos.
PEMAIN KUNCI

PSG:
Top Scorer: Edinson Cavani, Neymar (@4 gol)
Top Assist: Kylian Mbappe (3 assist)
Top Rating: Neymar (9,55)

CELTIC:
Top Scorer: Leigh Griffiths, Patrick Roberts, Scott Sinclair, Callum McGregor (@1 gol)
Top Assist: Kieran Tierney, James Forrest, Olivier Ntcham (@1 assist)
Top Rating: Kieran Tierney (6,94)

BERITA KEDUA TIM
  • Thiago Motta (PSG), Anthony Ralston, dan Patrick Roberts (Celtic) dipastikan absen.
  • Kondisi Thomas Meunier dan Julian Draxler meragukan.
PRAKIRAAN FORMASI

line up PSG vs CELTIC

PREDIKSI HASIL
Bursa Taruhan
BWin
WillHill
Ladbrokes
1(1,08) X(12,00) 2(23,00)
1(1,08) X(13,00) 2(23,00)
1(1,10) X(11,00) 2(23,00)
Prediksi Skor
WhoScored
FootballExpert
PSG 4-0 Celtic
PSG 4-0 Celtic
Prediksi Football5Star
PSG 5-0 Celtic

Buat Assist, Ulreich Lebih Baik dari Neuer

Football5Star.com, Indonesia – Sven Ulreich bukanlah siapa-siapa. Di Bayern Munich, dia hanyalah kiper cadangan sejak direkrut dari VfB Stuttgart pada 2015-16. Tak heran jika banyak yang menilai dia sebagai titik lemah Die Roten ketika harus mengambil alih posisi Manuel Neuer yang mengalami cedera metatarsal.

Kebobolan tujuh gol dalam tiga laga pada akhir September hingga awal Oktober lalu menguatkan anggapan itu. Tiga gol dijejalkan Paris Saint-Germain, sedangkan VfL Wolfsburg dan Hertha Berlin membuat dua gol masing-masing. Namun, perlahan tapi pasti, dia menunjukkan kelasnya begitu Bayern ditangani Jupp Heynckes. salah satunya, dia menjadi pahlawan dalam adu penalti saat Bayern menghadapi RB Leipzig di DFB Pokal.

Sven Ulreich saat Bayern hadapi Celtic.
sport1.de

Saat Die Roten melawat ke kandang Celtic FC, Rabu (1/11/2017) dinihari WIB, Ulreich malah menunjukkan diri lebih baik dari Neuer dalam satu hal. Pada laga itu, dia membuat assist bagi Kingsley Coman pada menit ke-22. Menurut Opta, sejak pengumpulan data dilakukan pada 2003-04, Ulreich merupakan kiper Jerman pertama yang membuat assist di Liga Champions.

Meskipun demikian, kiper didikan akademi Stuttgart tersebut tak mau terlalu membesar-besarkan prestasinya itu. “Itu bagus. Aku senang bisa menolong tim,” kata dia soal assist-nya saat diwawancara Sky. “Sedari awal, kami sudah tahu pertandingan kami ini akan sangat sulit dan berbeda dari laga di Munich.”

Kegemilangan Ulreich akan kembali mendapat ujian berat pada akhir pekan nanti. Pasalnya, Die Roten harus melakoni laga Der Klassiker di kandang Borussia Dortmund. Kecekatannya akan kembali dibutuhkan tim asuhan Heynckes. Jangan-jangan, sang pelatih malah berharap dia membuat assist lagi.

Heynckes Puas Bayern Curi Kemenangan di Kandang Celtic

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Bayern Munich, Jupp Heynckes, mengaku puas atas keberhasilan timnya meraup kemenangan di kandang Celtic FC dalam lanjutan Liga Champions. Pasalnya, Bayern datang dengan kondisi tak ideal dan mendapat perlawanan keras dari sang tuan rumah.

“Saya tahu persis pertandingan hari ini akan sangat sulit dan intens. Kami menjalani jadwal sibuk belakangan ini dan bekerja keras di lapangan latihan,” ungkap Heynckes usai laga seperti dikutip situs resmi UEFA. “Saya kira tim memainkan penguasaan bola dengan baik. Namun, Celtic juga sempat mengancam dengan serangan-serangan agresif dan menyulitkan kami.”

Pelatih berumur 72 tahun itu sangat bersyukur Arjen Robben dkk. bisa lolos dari ujian berat di Celtic Park dan memastikan lolos ke babak 16-besar. Dia menilai anak-anak asuhnya sudah hampir kehabisan baterai karena menjalani laga-laga berat.

Arturo Vidal kerepotan hadapi serbuan Celtic FC.
rp-online.de

“Sabtu lalu, kami menjalani pertandingan keras melawan klub papan atas. Hari ini, kami juga menjalani pertandingan yang sulit. Tentu saja energi para pemain sangat terkuras,” tutur dia.

Terkait persaingan di Grup B, Heynckes realistis. Menurut dia, sangat sulit bagi Die Roten untuk menjadi pemuncak karena head to head dengan Paris Saint-Germain yang buruk. Maklum, Bayern kalah 0-3 pada pertemuan pertama. Namun, menurut dia, hal terpenting saat ini adalah memastikan lolos ke babak 16-besar Liga Champions musim ini.

Dalam laga di Celtic Park, Rabu (1/11/2017) dinihari WIB, Bayern hanya menang 2-1. Dua gol Die Roten dilesakkan Kingsley Coman pada menit ke-22 dan Javi Martinez pada menit ke-77. Adapun satu-satunya gol balasan The Bhoys diciptakan Callum McGregor pada menit ke-74.

Tanpa Striker, Bayern Curi Tiga Poin di Celtic Park dan Lolos ke 16-Besar

Football5Star.com, Indonesia – Meskipun tampil pincang karena tak diperkuat striker Robert Lewandowski dan Thomas Mueller yang cedera, Bayern Munich berhasil mencuri tiga poin dari Celtic FC. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Celtic Park, Rabu (1/11/2017) dinihari WIB, Bayern menang tipis 2-1.

Tanpa Lewandowski yang biasanya menjadi andalan di lini depan, pelatih Jupp Heynckes melakukan perubahan besar. Dia memakai formasi 4-1-4-1 dengan memfungsikan James Rodriguez sebagai false nine. Selain itu, secara mengejutkan, dia mengistirahatkan Mats Hummels, Joshua Kimmich, dan Thiago Alcantara.

Perubahan besar yang dilakukan Heynckes berimbas pada performa Die Roten yang kurang impresif. Tak banyak peluang yang berhasil diciptakan, sementara pertahanan mereka pun beberapa kali digoyang oleh serang-serangan tuan rumah yang bertumpu kepada Moussa Dembele.

Javi Martinez loloskan Bayern ke babak 16-besar.
rp-online.de

Gol pertama Bayern pada menit ke-22 pun berbau keberuntungan. Berawal dari umpan jauh kiper Sven Ulreich, Kingsley Coman terlepas dari kawalan sehingga memaksa kiper Craig Gordon keluar dari sarangnya. Apa lacur, Coman tak bisa dijegal dan lantas melesakkan bola dengan tendangan kaki kirinya.

Memasuki babak kedua, harapan Celtic kembali terbuka saat Callum McGregor berhasil menaklukkan Ulreich pada menit ke-74 dengan memanfaatkan umpan terobosan James Forrest yang tak sempurna disapu Jerome Boateng. Namun, skor 1-1 hanya bertahan tiga menit. Petaka bagi tuan rumah terjadi saat umpan silang David Alaba ditanduk Javi Martinez yang berdisi tanpa kawalan di kotak penalti Gordon.

Skor akhir 2-1 memastikan Die Roten lolos ke 16-besar. Walaupun The Bhoys masih bisa menyamai peroleh poin mereka, Bayern unggul head to head atas wakil Skotlandia tersebut.

https://www.youtube.com/watch?v=kfYN2j3P3A0

Susunan Pemain:

Celtic FC (4-2-3-1): 1-Craig Gordon, 23-Mikael Lustig, 20-Derdryck Boyata, 6-Nir Britton, 63-Kieran Tierney, 8-Scott Brown, 14-Sturat Armstrong (9-Leigh Griffiths 79), 49-James Forrest, 42-Callum McGregor, 11-Scott Sinclair (18-Tom Rogic 64), 10-Moussa Dembele
Pelatih: Brendan Rodgers

Bayern Munich (4-1-4-1): 26-Sven Ulreich, 13-Rafinha, 4-Niklas Suele, 17-Jerome Boateng, 27-David Alaba, 8-Javi Martinez, 10-Arjen Robben (6-Thiago Alcantara 90), 24-Corentin Tolisso (32-Joshua Kimmich 83), 23-Arturo Vidal (19-Sebastian Rudy 59), 29-Kingsley Coman, 11-James Rodriguez
Pelatih: Jupp Heynckes

K. Kuning: 
K. Merah: 

Prediksi: Celtic FC vs Bayern Munich

Main 1 Celtic vs Bayern

Stadion Celtic Park, Rabu (1/11/2017) Pukul 02.45 WIB

Football5Star.com, Indonesia – Ada misi khusus yang dibawa Jupp Heynckes dalam laga Celtic FC vs Bayern Munich di Celtic Park dalam lanjutan Liga Champions. Pelatih Bayern tersebut tengah berusaha mempertahankan catatan apiknya sejak menggantikan Carlo Ancelotti pada awal Oktober lalu.

Dalam lima pertandingan yang telah dilakoni di semua ajang, Bayern di bawah arahan Heynckes selalu menang. Termasuk saat menyingkirkan RB Leipzig di Babak II DFB Pokal lewat adu penalti.

Khusus di Liga Champions, Don Jupp juga tentu ingin mempertahankan rekor selalu menang yang telah diukir dalam enam laga beruntun. Kali terakhir dia merasakan kekalahan pada musi  2012-13 saat Die Roten kalah 0-2 dari Arsenal.

Peluang cukup terbuka mengingat rekor tuan rumah yang buruk dalam beberapa laga terakhir menjamu wakil Jerman. Musim ini pun The Bhoys tidaklah luar biasa di kandang sendiri. Namun, Heynckes dihadapkan pada jadwal berat. Pasalnya, mereka harus melawan Borussia Dortmund pada akhir pekan.

REKOR PERTEMUAN

head to head CELTIC vs BAYERN

TREN PERFORMA

CELTIC vs BAYERN Had to Head

STATISTIK MENARIK
  • Celtic hanya mengalami 1 kekalahan dalam 10 laga kandang musim ini. Sisanya, mereka meraup 5 kemenangan dan 4 kali imbang.
  • Satu-satunya kekalahan kandang The Bhoys pada musim ini diderita saat menjamu Paris Saint-Germain pada matchday I Liga Champions. Mereka takluk 0-5.
  • Dalam 8 laga tandang musim ini, Bayern sempat mengalami 2 kekalahan dan 1 kali imbang.
  • Die Roten tengah mengalami tren tandang yang buruk. dari 4 lawatan terakhir, mereka hanya 1 kali menang. Itu pun dengan skor tipis 1-0 atas Hamburger SV. Sisanya, mereka mengalami 1 kekalahan dan 2 kali seri.
  • The Bhoys mengalami 6 kekalahan dalam 8 laga kandang terakhir di Liga Champions. Sebelumnya, dalam 23 pertandingan, mereka digdaya dengan 15 kali menang, 6 seri, dan hanya 2 kali kalah.
  • Dalam 9 laga tandang terakhir di Liga Champions, Bayern mengalami 5 kekalahan, 2 kali imbang, dan 2 kali menang.
  • The Bhoys tak pernah menang dalam 8 kesempatan terakhir menghadapi wakil Jerman. Mereka mengalami 5 kekalahan dan 3 kali imbang. Kemenangan terakhir diraih atas VfB Stuttgart pada Babak IV Piala UEFA 2002-03 dengan skor 3-1.
  • Die Roten tak terkalahkan dalam 5 lawatan terakhir ke Skotlandia. Mereka menuai 2 kemenangan dan 3 kali seri.
  • Jupp Heynckes selalu meraih kemenangan dalam 6 laga terakhir di Liga Champions. Sebanyak 5 laga di antaranya bahkan dimenangi dengan clean sheet.
PELATIH
  • Pertandingan di Allianz Arena pada matchday III adalah satu-satunya pertemuan Jupp Heynckes dengan Celtic FC. Itu juga merupakan pertemuan pertama Heynckes dengan Brendan Rodgers dan Rodgers dengan Bayern.
  • Selain Bayern, klub Jerman lain yang pernah dihadapi Rodgers adalah Borussia Moenchengladbach dengan hasil 1 kali imbang dan 1 kali kalah.
  • Ini merupakan kali ke-6 Heynckes menghadapi klub asal Glasgow. Dalam 5 laga sebelumnya, dia membukukan 2 kemenangan dan 3 kali imbang.
WASIT
  • Laga Celtic FC vs Bayern Munich akan dipimpin oleh wasit Danny Makkelie. Ini kali pertama dia memimpin pertemuan kedua klub.
  • Musim ini, Makkelie telah memimpin 12 pertandingan di berbagai ajang. Hasilnya, 3 kali tuan rumah menang, 2 kali imbang, dan 7 kali tim tamu meraup poin penuh.
  • Tak satu pun laga yang diwasiti Makkelie musim ini yang berakhir tanpa gol.
  • Di Liga Champions musim ini, wasit asal Belanda ini telah memimpin 1 pertandingan. Itu adalah saat Liverpool bermain imbang 2-2 dengan Sevilla.
  • Makkelie tidak pernah memimpin laga Die Roten. Namun, dia pernah 3 kali mewasiti laga klub Jerman di Liga Champions dengan hasil 2 kali menang dan 1 kali kalah.
  • Ini merupakan pengalaman pertama Makkelie memimpin pertandingan yang melibatkan klub asal Skotlandia.
PEMAIN KUNCI

CELTIC:
Top Scorer: Scott Sinclair, Leigh Griffiths, Patrick Roberts (1 gol)
Top Assist: Olivier Ntcham, Kieran Tierney (@1 assist)
Top Rating: Mikael Lustig (6,93)

BAYERN:
Top Scorer: Joshua Kimmich (2 gol)
Top Assist: Arjen Robben, Jerome Boateng, Kingsley Coman, Joshua Kimmich (@1 assist)
Top Rating: Thiago Alcantara (7,96)

Statistik di Liga Champions musim ini menurut WhoScored.com

BERITA KEDUA TIM
  • Anthony Ralston, Erik Sviatchenko, dan Jozo Simunovic dipastikan tak bisa memperkuat tuan rumah karena cedera.
  • Frank Ribery, Manuel Neuer, dan Thomas Mueller masih dibekap cedera sehingga tak bisa diturunkan oleh tim tamu.
  • Juan Bernat sudah kembali berlatih, tapi belum cukup fit untuk kembali bermain.
  • Kondisi Kingsley Coman yang mengalami memar di lutut meragukan.
  • Robert Lewandowski mengalami cedera hamstring pada akhir pekan dan mengaku kelelahan karena sejak awal musim tak henti bermain untuk Bayern dan timnas Polandia.
  • Die Roten harus membagi fokus karena pada akhir pekan nanti harus menjalani Der Klassiker di kandang Borussia Dortmund.
PRAKIRAAN FORMASI

line up Celtic vs Bayern

PREDIKSI HASIL
Bursa Taruhan
BWin
WillHill
Ladbrokes
1(7,75) X(5,25) 2(1,36)
1(8,00) X(5,50) 2(1,33)
1(8,00) X(5,00) 2(1,36)
Prediksi Skor
WhoScored Celtic 1-3 Bayern
Prediksi Football5Star
Celtic 0-1 Bayern