Perubahan Sepak Bola Jadi Alasan Prandelli Mundur dari Fiorentina

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Fiorentina dikejutkan dengan keputusan sang pelatih, Cesare Prandelli yang mengundurkan diri. Padahal musim 2020-2021 masih cukup panjang.

Tidak ada yang menyangka jika Cesare Prandelli mengundurkan diri. Walau begitu keputusan ini diambil bukan karena ia gagal membangkitkan Fiorentina.

Mantan pelatih timnas Italia punya alasan lain. Ia merasa dunia sepak bola telah berubah hingga membuatnya tidak mengenali dirinya lagi sebagai pelatih.

Cesare Prandelli - Fiorentina - Rocco Commisso - @acffiorentina
Sky Sport

“Saya sadar bahwa karier kepelatihan saya bisa berakhir di sini. Tapi saya tidak menyesal dan tidak ingin mengalami apa pun. Mungkin dunia tempat saya menghabiskan hampir seluruh hidup saya ini bukan lagi untuk saya. Saya tidak mengenali diri saya lagi di dalamnya,” Prandelli menegaskan

“Saya telah berubah dan dunia berjalan lebih cepat dari yang saya pikir. Inilah mengapa saya percaya bahwa saatnya telah tiba untuk berhenti,” ia menambahkan.

Sejak kembali menukangi Fiorentina pertengahan musim ini, Cesare Prandelli memang kesulitan mengangkat performa tim. Bahkan dari 23 pertandingan dia hanya mampu meraih enam kemenangan.

Pada laga terakhir, La Viola kalah 2-3 dari AC Milan. Hasil ini membuat posisi Franck Ribery dkk tertahan di urutan ke-13.

Sepeninggal nakhoda 63 tahun, Fiorentina akan ditukangi Beppe Iachini hingga akhir musim. Uniknya, Iachini adalah pelatih yang mereka pecat awal musim ini karena rentetan hasil buruk.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Hadapi AC Milan, Fiorentina Gantungkan Harapan Pada Dusan Vlahovic

gamespool
Hadapi AC Milan, Fiorentina Gantungkan Harapan Pada Dusan Vlahovic 7

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Fiorentina, Cesare Prandelli, berharap Dusan Vlahovic bisa melanjutkan performa gemilangnya pada partai lanjutan Liga Italia melawan AC Milan dinihari nanti. Menurut Prandelli, Vlahovic kini mendapat ekspektasi yang cukup tinggi dari publik Italia.

Pekan lalu, Vlahovic tampil istimewa dan mampu mencetak hat-trick ke gawang Benevento. Catatan spesial tersebut membuat Vlahovic kini tercatat berhasil mencetak 12 gol dari 26 pertandingan Liga Italia sepanjang musim 2020-21.

“Ini adalah momen-momen paling sulit dalam karier Dusan Vlahovic. Karena, ia kini dibebani ekspektasi yang cukup tinggi dari para suporter,” ujar Cesare Prandelli dikutip football5star dari laman Football Italia.

Dusan Vlahovic - Cesare Prandelli - AC Milan - Fiorentina - Football FanCast - liga italia
Football FanCast

“Vlahovic tak boleh terlalu banyak memikirkan hal tersebut. Tapi, dia tentu memiliki motivasi yang sangat tinggi. Saya yakin dia akan bisa mengemban beban berat yang diberikan para suporter,” sambung Prandelli.

AC Milan akan datang ke markas Fiorentina dengan motivasi berlipat setelah disingkirkan Manchester United dari ajang Liga Europa beberapa waktu lalu. Motivasi tersebut membuat Prandelli yakin Rossonerri akan tampil habis-habisan pada laga nanti.

“AC Milan akan datang ke sini dengan rasa marah dan memiliki motivasi yang sangat tinggi. Saya sangat menghargai kekuatan mereka serta kemampuan milik Stefano Pioli.”

“Mereka memang pantas kecewa. Tapi, kami juga berhak kecewa karena menjalani musim 2020-21 yang kurang maksimal. Saya tentu berharap kami akan bisa tampil kompetitif hingga pertandingan berakhir,” tutup Prandelli.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Cesare Prandelli: Harusnya Fiorentina Tak Kalah dari AS Roma

gamespool
Cesare Prandelli: Harusnya Fiorentina Tak Kalah dari AS Roma 11

Football5star.com, Indonesia – Kekalahan Fiorentina atas AS Roma dinihari tadi membuat pelatih La Viola, Cesare Prandelli, merasa cukup kesal. Di mata Prandelli, anak asuhnya seharusnya bisa menahan Giallorossi.

AS Roma berhasil mengalahkan Fiorentina dengan skor 2-1 di Stadio Artemio Franchi. Gol kemenangan Giallorossi dicetak oleh Amadou Diawara pada menit ke-88.

“Kami bekerja keras dan memiliki pendekatan yang tepat untuk pertandingan ini. Tapi, kami seharusnya lebih waspada dan bisa menjaga konsentrasi di menit-menit akhir,” ujar Cesare Prandelli dikutip football5star dari laman Football Italia.

Fiorentina - AS Roma - Cesare Prandelli - @acffiorentina
twitter.com/acffiorentina

“Kami seharusnya tak menelan kekalahan di pertandingan ini. Tapi, inilah realitanya. Kami tak boleh terus menangisi berbagai insiden yang ada. Kami harus mengambil berbagai hal positif dan tetap menatap ke depan,” sambung Prandelli.

Lebih lanjut, Prandelli juga mengaku cukup kesulitan meramu tim terbaik karena banyaknya pemain yang menepi karena mengalami cedera. Namun, ia bakal tetap berusaha melewati hadangan ini dan membawa Fiorentina bangkit di sisa pertandingan musim ini.

“Igor dan Gaetano Castrovilli mengalami cedera. Lalu, Erick Pulgar meminta ditarik keluar. Jadi, masalah kami cukup berat dan kami tidak beruntung. Selain itu, Franck Ribery juga mengalami cedera beberapa waktu lalu. Jadi, kami tidak bisa mengambil resiko yang lebih besar lagi,” kata Prandelli.

“Saya harus bisa membuat para pemain mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Salah satu cara yang bisa saya ambil adalah, memainkan mereka di posisi yang sesuai dengan karakterisnya. Tapi, saat ini saya tidak memiliki banyak alternatif,” tandas Prandelli.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Posisi Cesare Prandelli Tetap Aman Meski Fiorentina Masih Terpuruk

gamespool
Posisi Cesare Prandelli Tetap Aman Meski Fiorentina Masih Terpuruk 15

Football5star.com, Indonesia – Presiden Fiorentina, Rocco Commisso, mengaku tak memiliki rencana memberhentikan Cesare Prandelli dalam waktu dekat. Ia pun dibuat gerah dengan derasnya kritik yang diarahkan ke Prandelli dalam beberapa pekan terakhir.

Prandelli ditunjuk Fiorentina pada November 2020 lalu untuk menggantikan Beppe Iachini yang dipecat. Penunjukan Prandelli masih belum membuat La Viola bangkit dari keterpurukannya.

Saat ini, mereka terjebak di peringkat 14 klasemen Liga Italia dengan perolehan 25 poin. Cuma unggul 10 poin dari Cagliari yang ada di zona degradasi.

Cesare Prandelli - Fiorentina - Rocco Commisso - @acffiorentina
Sky Sport

“Cesare Prandelli masih mendapat dukungan dari saya. Tapi, saya heran karena lagi-lagi Prandelli mendapat kritikan pedas,” ujar Rocco Commisso dikutip football5star dari laman Football Italia.

“Saya hanya mendengar kritikan ketika partai melawan Spezia belum berakhir. Tapi, apakah normal jika Prandelli tetap diktirik ketika meraih kemenangan 3-0?” kata Commisso menambahkan.

Lebih lanjut, Commisso juga masih optimistis Fiorentina akan finis di 10 besar klasemen Liga Italia pada akhir musim 2020-21 nanti. Akan tetapi, ia tak mau menjamin posisi Prandelli ketika kontraknya berakhir akhir musim nanti.

“Saya tentu yakin kami bisa menunjukkan performa yang lebih baik ketimbang musim lalu. Tapi, saya tak akan mengambil keputusan mengenai masa depan Prandelli jika hanya didasarkan pada performa kami musim ini,” tandas Commisso.

Fiorentina berpotensi naik ke posisi 11 klasemen Liga Italia akhir pekan ini. Untuk mencapai target tersebut, mereka harus bisa membawa pulanng poin penuh dari markas Udinese pada Minggu (28/2) nanti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Hadapi Inter Milan, Fiorentina Terancam tanpa Ribery

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Upaya Fiorentina untuk memperbaiki posisi di klasemen mendapat hambatan besar pekan ini. anak asuh Cesare Prandelli harus menghadapi tim papan atas Inter Milan di Artemio Franchi, Sabtu (6/2/2021) dinihari WIB.

Masalah kian berat karena Fiorentina tidak akan diperkuat beberapa pemain andalan seperti Gaetano Castrovilli dan Nikola Milenkovic. Sedangkan untuk Franck Ribery pelatih Cesare Prandelli belum bisa memastikan.

“Kami punya sedikit masalah dengan Ribery dan harus mengevaluasi keadaannya sampai detik terakhir. Tapi penampilan kami baru-baru ini sudah bagus karena kami meningkatkan intenstias. Kami bukan lagi tim yang melakukan banyak operan,” ujar Prandelli kepada Sky Sport Italia, Jumat (5/2/2021).

Ulangi Capaian 12 Tahun Silam, Begini Perasaan Cesare Prandelli
corriere

“Kami juga tidak bisa memainkan Castrovilli dan Milenkovic karena diskors. Tapi kami tim yang kuat dan punya pemain lain yang bisa melakukan tugasnya dengan baik,” ia menambahkan.

Tanpa pemain andalan, mantan pelatih timnas Italia tidak hilang kepercayaan diri. Ia yakin La Viola bisa mengejutkan Inter Milan. Apalagi di sana ada Cristano Birgahi dan Borja Valero yang pernah berkostum La Beneamata.

Kedua pemain ini akan dia manfaatkan untuk mengambil poin di kandang. “Kami masih puja Borja Valero dan Biraghi. Mereka adalah mantan pemain Inter,” sambungnya.

“Mereka sudah mengenal Inter dengan sangat baik. Tapi saya belum tahu siapa yang akan saya pilih nanti,” tutup nakhoda Fiorentina tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Cesare Prandelli Merasa Ada Pelanggaran di Gol Penentu Romelu Lukaku

gamespool
Cesare Prandelli Merasa Ada Pelanggaran di Gol Penentu Romelu Lukaku 21

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Fiorentina, Cesare Prandelli, merasa dirugikan oleh wasit ketika timnya dikalahkan Inter di Coppa Italia, 2-1, (13/1/21). Tapi Prandelli banggat La Viola berhasil memaksa Inter bermain sampai extra time.

Fiorentina gagal menang melawan Inter ketika Romelu Lukaku mencetak gol tepat di penghujung babak tambahan kedua. Tapi Prandelli merasa seharusnya wasit mengecek VAR karena ada pelanggaran dari Lukaku terhadap Lucas Martinez Quarta. Bek asal Argentina itu juga menunjukkan foto luka di lehernya di sosial media selepas laga.

“Ada kekecewaan dan penyesalan yang luar biasa, tetapi kami juga bangga dengan penampilan kami, karena satu menit lagi kami akan mendorong Inter ke adu penalti. Saya yakin gol kemenangan harus ditinjau oleh VAR, karena 30 detik sebelum akhir, wasit perlu menunjukkan lebih banyak kebijaksanaan,” ucap Prandelli seperti dilansir Football5Star.com dari Football Italia.

Fiorentina saat ini masih berjuang untuk lolos dari zona degradasi. Prandelli berharap performa ini bisa membuat kepercayaan skuad tumbuh.

“Penampilan akhir-akhir ini bagus, dan jelas kami masih perlu melepaskan diri dari zona bahaya di Serie A. Tapi kami berharap pertandingan ini bisa membantu kepercayaan diri kami untuk tumbuh. Kami membutuhkan lebih banyak kepercayaan diri saat menghadapi momen-momen tertentu dalam pertandingan,” kata Cesare Prandelli.

Franck Ribery harus kembali menderita cedera. Christian Kouame yang menjadi penggantinya berhasil mencetak gol di laga itu.

“Saya tidak ragu dia akan bermain bagus. Tanpa siapa pun dalam peran trequartista, kami dapat memiliki dua striker, tetapi ketika ada pemain di antara lini, itu menjadi rumit. Saya menyukai pengalaman bersama Dusan Vlahovic dan Kouame (di depan), tetapi itu hanya karena kami memiliki tiga gelandang,” kata mantan pelatih timnas Italia itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Lawan Inter Milan, Fiorentina akan Tampil Menyerang dan Terbuka

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Fiorentina akan menjamu Inter Milan pada 16 besar Coppa Italia, Rabu (13/1/2021). Kendati belum konsisten di Serie A, Cesare Prandelli percaya kans timnya pada laga ini cukup bagus.

Tampil di Coppa Italia, Cesare Prandelli menekankan Fiorentina akan tampil mati-matian. Dia juga siap menurunkan skuat terbaik. Termasuk top skorer klub, Dusan Vlahovic.

“Kami tidak boleh melihat Coppa Italia sebagai ketidaknyamanan. Mereka yang ada di lapapangan pasti merepotkan skuat Inter yang luar biasa dan kami ingin bermain sepak bola terbuka dan menyerang,” ujar mantan pelatih timnas Italia seperti dilansir Football Italia, Rabu (13/1/2021).

Ulangi Capaian 12 Tahun Silam, Begini Perasaan Cesare Prandelli
tuttosport

“Ketika Anda punya pemain muda mereka ingin menyerap informasi dan terus belajar. Saya melihat sangat sedikit pemain, mungkin hanya Adriano yang sebagus ini di usia 20 tahun.  Tapi kami harus melihat ini secara seimbang karena masih ada yang meragukan Vlahovic. Dia adalah tumpuan kami dan kami senang melihat progresnya,” ia menambahkan.

Keyakinan Prandelli tak lepas dari hasil positif yang diraih Fiorentina. Di Serie A, mereka baru saja meraih kemenangan 1-0 atas Cagliari.

“Masih banyak jalan yang harus ditempuh. Tapi fondasinya sudah ada. Kami harus selalu mendekati permainan dengan mentalitas bahwa ini laga terakhir dan kami harus terus berjuang untuk menyelamatkan musim ini,” tutup Cesare Prandelli.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Ulangi Capaian 12 Tahun Silam, Begini Perasaan Cesare Prandelli

gamespool
Ulangi Capaian 12 Tahun Silam, Begini Perasaan Cesare Prandelli 28

Football5star.com, Indonesia – Fiorentina sukses mengalahkan rival abadinya, Juventus 3-0 di lanjutan Serie A Italia, Rabu (23/12/2020). Ini jadi kekalahan pertama Juventus pada musim 2020-21.

Bagi pelatih Fiorentina, Cesare Prandelli, ini untuk kali kedua dirinya mampu mengalahkan Juventus. 12 tahun lalu tepatnya pada Maret 2008, Fiorentina juga meraih kemenangan dari Juventus dengan skor 3-2.

ronaldo-juventus vs fiorentina-brfootball

Menurut Prandelli, kemenangan timnya di laga dinihari nanti sebenarnya merupakan permainan yang cukup beresiko meski pada akhirnya La Viola mampu meraih poin penuh.

“Kami mendedikasikan kemenangan ini untuk para penggemar kami karena mereka terus mendukung kami, mereka menderita bersama kami dan saya harap ini dapat memberi pengerian pada semua pekerjaan yang kami lakukan,” ucap Prandelli seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sports.

“Kerja keras pada akhirnya membuahkan hasil dan kami masih belum sampai di sana karena memang kami mendapat sedikit keberuntungan dengan kartu merah Juan Cuadrado,” tambah Pradelli.

“Para pemain tidak hanya menunjukkan karakter yang kami cari, tapi juga keberanian yang saya minta,”

Menurut Prandelli, saat ini yang jadi fokus Fiorentina ialah bisa mempertahankan konsistensi permainan. Hal itu yang bagi Prandelli masih jadi pekerjaan rumah untuknya.

“Saya berharap masalah itu bisa kami selesaikan. Saat kita berbicara keberanian, ini semua terjadi setelah Anda berada di area penalti, karena jika tidak, Anda tidak akan bisa meraih apapun,” tutup Pradelli.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Risiko yang Diambil Fiorentina Demi Berikan Juventus Kekalahan Pertama

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Fiorentina berpesta di stadion Allianz, Rabu (23/12/2020) dinihari WIB. Anak asuh Cesare Prandelli jadi tim Serie A pertama yang mampu mengalahkan Juventus musim ini.

Fiorentina menang 3-0 di Turin. Ketiga gol La Viola dicetak oleh Dusan Valhovic, gol bunuh diri Alex Sandro, serta Martin Caceres.

Usai pertandingan, Cesare Prandelli mengatakan kemenangan anak asuhnya didapat karena mereka berani mengambil risiko. Untuk itu ia memuji keberanian Franck Ribery dkk.

cesare prandelli calcioinpillole
calcioinpillole.com

“Kami memutuskan ini pertandingan tepat untuk mengambil risiko. Kami mendedikasikan kemenangan ini untuk fan karena mereka selalu bersama kami. Saya harap ini bisa memberi pengertian pada semua pekerjaan yang telah kami lakukan,” kata sang pelatih kepada Sky Sport Italia, Rabu (23/12/2020).

“Kerja keras para pemain akhirnya membuahkan hasil dan kami masih belum benar-benar berada di sana karena kami mendapat keuntungan dengan kartu merah di awal laga. Tapi saya harus akhui pemain tidak hanya menunjukkan karakter, tapi juga keberanian,” ia menambahkan.

Jika bagi Juventus ini jadi kekalahan perdana, maka bagi Fiorentina ini merupakan kemenangan pertama mereka sejak ditangani Cesare Prandelli. Tidak hanya itu, kemenangan di Turin juga menyisakan satu rekor lain.

Ini pertama kalinya La Viola mengalahkan Si Nyonya Tua di Turin sejak 12 tahun silam. Ya, kemenangan terakhir klub Firenze di markas Juve terjadi 2008 lalu dengan skor 3-2. Menariknya, pelatih Fiorentina ketika itu adalah Prandelli.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Jelang Juventus vs Fiorentina, Prandelli Khawatirkan Chiesa

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Fiorentina akan tandang ke stadion Allianz untuk menghadapi Juventus, Rabu (23/12/2020) dnihari WIB. Pada laga ini, untuk pertama kalinya Federico Chiesa akan melawan klub yang telah membesarkan namanya.

Seperti diketahui, Federico Chiesa merupakan produk akademi Fiorentina. Tampil memukau beberapa musim di sana, ia kemudian hijrah ke Juventus musim panas ini.

Kehadiran Chiesa di kubu Juve pun membuat Cesare Prandelli khawatir. Menurutnya, lini depan tuan rumah sangat menakutkan dengan kehadiran mantan pemain La Viola.

Crotone vs juventus - Liga Italia - Alvaro Morata - Federico Chiesa - Squawka
Squawka

“Saya sangat khawatir dengan pemain Juve, apalagi ada Chiesa di sana. Mereka sangat berbahaya saat menyerang,” kata Cesare Prandelli seperti dikutip Football5star dari Sky Sport Italia, Selasa (22/12/2020).

Adapun masalah La Viola pada laga di Turin nanti bukan hanya kehadiran mantan pemain mereka di kubu tuan rumah. Tapi juga performa Franck Ribery dkk yang mengkhawatirkan.

Sejak ditangani Prandelli, Fiorentina belum pernah meraih kemenangan. Lebih buruk lagi, mereka gagal cetak gol pada empat laga tandang terakhir.

Masalah ini juga disadari mantan pelatih timnas Italia. “Saat ini kami harus memikirkan bagaimana kami akan bermain. Dalam beberapa pertandingan terakhir kami melihat mentalitas dan keiginan. Dua hasil imbang melawan Sassuolo dan Verona kami raih cukup sulit,” katanya lagi.

“Ketika kami memiliki kesempata menyrang, kami membutuhkan keyakinan. Secara mental, saya rasa kami cukup siap,” tutup Prandelli.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Juventus vs Fiorentina: Pirlo Kenang Momen Indah dengan Prandelli

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Laga Juventus vs Fiorentina akan menghadirkan duel murid dan guru. Andrea Pirlo untuk pertama kalinya akan berhadapan dengan mantan pelatihnya di timnas Italia, Cesare Prandelli.

Cesare Prandelli melatih Italia pada 2010 hingga 2014. Dan ketika itu Andrea Pirlo adalah pemain andalannya di lini tengah. Kerja sama keduanya pun mengantarkan Gli Azzurri ke final Euro 2012.

Kenangan ini masih segar diingat Pirlo. Ia mengakui sangat mengenal sosok mantan mentornya itu. Apalagi mereka sama-sama berasal dari Brescia.

Juventus Menang Susah Payah Lawan Ferencvaros, Andrea Pirlo Kecewa
L’Equipe

“Saya punya kenangan indah dengannya, kami mencapai final Euro dan kami memainkan Piala Dunia dan Piala Konfederasi,” kata mantan gelandang AC Milan seperti dikutip Football5star dari JTV, Selasa (22/12/2020).

“Kami berdua juga sama-sama berasal dari Brescia dan kami sangat mengenal satu sama lain. Dia adalah pelatih yang bagus dan saya senang bisa melihatnya lagi besok,” ia menambahkan.

Di sisi lain, sang pelatih menegaskan Si Nyonya Tua belum akan tampil dengan kekuatan penuh. Beberapa pemain seperti Merih Demiral dan Paulo Dybala masih diragukan kondisinya. Sementara Arthur Melo dipastikan absen.

“Dybala sudah berlatih terpisah hari ini dan dia seharusnya bisa bergabung dengan kami untuk pertandingan besok. Demiral merasa lebih baik dan kami akan melihat perkembangannya. Sementara Arthur akan melewatkan pertandingan ini. Dia masih merasakan sakit di kakinya,” tutup Pirlo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Cesare Prandelli: AC Milan Menang Berkat Donnarumma

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Cesare Prandelli belum mampu membawa Fiorentina meraih kemenangan. Menghadapi AC Milan di San Siro, Minggu (29/11/2020) anak asuhnya kalah 0-2.

Dua gol AC Milan dicetak oleh Alessio Romagnoli dan Franck Kessie. Adapun Fiorentina bukannya tanpa peluang. Tapi beberapa upaya mereka mampu digagalkan oleh Gianluigi Donnarumma.

Cesare Prandelli pun mengakui kehebatan sang penjaga gawang. Bahkan menurutnya tuan rumah bisa menang berkat performa gemilang Gianluigi Donnarumma.

cesare prandelli calcioinpillole
calcioinpillole.com

“Donnarumma melakukan dua penyelamatan penting hari ini. kami harus memulai lagi dari sana. jika dia tidak menyelamatkan tendangan Ribery, kami bisa menghidupkan permainan. Penyelamatannya membuat mereka menang,” kata sang pelatih kepada DAZN, Minggu (29/11/2020).

“Kami hampir tidak memenuhi area mereka tapi dalam 10 hari kami tidak bisa segera memperbaiki semuanya. Kami harus mencari sesuatu yang berbeda dalam hal menyerang dan kami harus melakukan itu lebih banyak dengan lebih banyak pemain di kotak penalti,” ia menambahkan.

Dalam dua pertandingan yang sudah dia pimpin, La Viola belum juga mencetak gol. mantan nakhoda timnas Italia mengakui bahwa masalah timnya adalah keberanian pemain yang minim di area penalti.

“Keganasan harus memberikan intensitas selama latihan, saya datang baru-baru ini dan ada sedikit intensitas yang hilang. Kami harus bekerja dan berpikir bahwa keberanian dalam sepak bola masuk ke area penalti dan mencetak gol,” tutup Prandelli.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Prandelli Ingin Fiorentina Manfaatkan Cedera Ibrahimovic

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Fiorentina akan tandang ke San Siro untuk menghadapi AC Milan, Minggu (29/11/2020). Ini sekaligus menjadi pertandingan kedua untuk Cesare Prandelli.

Pada pertandingan pertama pekan lalu Cesare Prandelli menelan kekalahan 0-1 dari Benevento. Maka dari itu besar harapan sang pelatih untuk meraih poin di San Siro.

Harapan tersebut terbuka lebar. Pasalnya AC Milan tidak akan diperkuat Zlatan Ibrahimovic karena cedera. Situasi ini pula yang ingin dimanfaatkan pelatih Fiorentina.

Daniele Bonera Zlatan Ibrahimovic Alami Cedera Otot
@brfootball

“Kami ingin memaksimalkan absennya Ibrahimovic tapi itu akan tergantung pada kami dan Milan tetap menjadi tim yang kuat tanpa kehadirannya,” ujar Prandelli seperti dikutip Football5star dari Sky Sport Italia, Sabtu (28/11/2020).

“Saat ini prioritas kami adalah semangat tim. Kami bisa memikirkan untuk menampilkan performa yang hebat melawan tim sebesar Milan. Kami harus meningkatkan kepercayaan diri di lapangan,” ia menambahkan.

Dari sisi Fiorentina, sang pelatih menaruh harapan besar pada sang bintang, Franck Ribery. Tapi di sisi lain dia juga tidak mau La Viola terlalu bergantung pada sang winger.

“Franck harus menjadi protagonis Fiorentina, tapi kami tidak harus bergantung padanya. ia harus lebih terlibat dalam permainan tanpa mengisolasi dirinya di satu tempat saja,” sambungnya.

“Franck tidak seharusnya tidak berpikir tentang kesedihan, tapi menyampaikan antusiasme yang dimiliki. Itulah yang ingin saya lihat dari Ribery,” tutup Cesare Prandelli.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Cesare Prandelli Jalani Debut Menyedihkan Bersama Fiorentina

gamespool
Cesare Prandelli Jalani Debut Menyedihkan Bersama Fiorentina 47

Football5star.com,Indonesia – Keputusan Fiorentina untuk kembali menunjuk Cesare Prandelli sebagai pelatih kepala gagal membuahkan hasil yang maksimal. Pasalnya, La Viola dipaksa mengakui keunggulan tim promosi, Benevento, di Stadion Artemio Franchi, Minggu (22/11) malam WIB.

Partai antara Fiorentina vs Benevento berakhir dengan skor 0-1 untuk tim tamu. Gol tunggal kemenangan Benevento dicetak oleh Riccardo Improtta pada menit ke-52.

Menurut Prandelli, kekalahan ini terjadi karena buruknya mental para pemain Fiorentina. Menurut pria 63 tahun itu, Gaetano Castrovilli cs langsung menyerah ketika dihadapkan dengan situasi sulit.

Cesare Prandelli - Fiorentina - Benevento - @acffiorentina 2
twitter.com/acffiorentina

“Saya tentu saja sangat kecewa dengan kekalahan ini. Saya harus masih harus menyadari sejumlah hal penting dan kami musti terus bekerja keras,” ujar Cesare Prandelli dikutip dari laman Football Italia.

“Satu hal yang terlihat jelas di pertandingan ini adalah, para pemain langsung malu-malu dan takut ketika menghadapi situasi sulit. Setelah itu, para pemain menjalani pertandingan secara individual. Tidak sebagai satu kesatuan,” kata Prandelli menambahkan.

Selain menelan kekalahan dari Benevento, Prandelli juga dihadapkan dengan situasi sulit lainnya. Pasalnya, ia kehilangan Jack Bonaventura dan Franck Ribery karena menderita cedera di laga tadi.

“Kami mengira Jack Bonaventura sudah pulih. Kami mempersiapkan diri jelang pertandingan ini dengannya karena Borja Valero belum siap tampil sebagai starter.”

“Sementara, Ribery mengalami masalah di otot lututnya. Cederanya Ribery semakin membuat mental para pemain terpuruk,” pungkas Prandelli.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Cesare Prandelli Pede Bisa Bangkitkan Franck Ribery

gamespool
Cesare Prandelli Pede Bisa Bangkitkan Franck Ribery 51

Football5star.com, Indonesia – Pelatih anyar Fiorentina, Cesare Prandelli, merasa sangat terhormat karena bisa mendapat kesempatan melatih pemain sekaliber Franck Ribery. Prandelli pun merasa yakin akan bisa membuat Ribery kembali ke performa terbaiknya.

Prandelli ditunjuk sebagai pelatih Fiorentina menggantikan posisi Beppe Iachini yang dipecat beberapa pekan lalu. Mantan pelatih timnas Italia itu diikat dengan kontrak hingga akhir musim 2020-21.

“Ketika baru tiba di sini, saya langsung membicarakan beberapa hal dengan Franck Ribery. Dia adalah pemimpin di dalam ruang ganti yang selalu ingin meraih kemenangan,” ujar Cesare Prandelli dikutip dari laman Football Italia.

Franck Ribery - Fiorentina - Cesare Prandelli - beIN Sports
beIN Sports

“Tapi, saya tentu saja tak mau terlalu bergantung kepadanya. Saat ini, kami sedang bekerja keras agar Ribery bisa tampil lebih efektif ketika mencetak gol maupun assist,” kata Prandelli menambahkan.

Ribery bukanlah satu-satunya nama senior yang sudah ditemui Prandelli. Ia mengaku juga sudah sempat berdiskusi dengan Jose Callejon. Prandelli siap menyertakan nama Callejon ke dalam rencananya.

“Selain itu, saya juga sudah berbicara dengan Jose Callejon. Dia adalah pemain dengan peran yang sangat penting dan bisa membuat perbedaan di atas lapangan.”

“Saat ini, Callejon sedang bekerja keras untuk bisa kembali ke kondisi terbaiknya. Setelah itu, saya akan berusaha mencari cara dan memasukkannya ke dalam skuat dan membuatnya cocok dengan sistem permainan di sini,” tutup Prandelli.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Prandelli: Dalam 3 Bulan, Fiorentina akan Minta Saya Perpanjang Kontrak

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Cesare Prandelli menatap masa depan baru bersama Fiorentina. Pada era keduanya menangani La Viola, ia merasakan semangat yang luar biasa.

Cesare Prandelli datang untuk menggantikan Beppe Iachini yang dipecat. Kendati statusnya masih pelatih interim, dia yakin akan mendapat kontrak penuh di Fiorentina setelah tiga bulan bekerja.

“Saat kami bertemu dengan direktur kami berbicara tentang sepak bola selama tiga jam. Kemudian kami mencapai kesepakatan dalam 30 detik. Saya memberi tahu klub bahwa saya tidak punya permintaan apa pun, kecuali bekerja menjadi pelatih Fiorentina,” katanya kepada Radio Anch’io, Senin (16/11/2020).

cesare prandelli-fiorentina-ACFFiorentinaEN
@ACFFiorentinaEN

“Setelah itu saya katakan pada mereka ‘dalam dua bulan atau tiga bulan di sana Anda akan meminta saya untuk memperpanjang kontrak’. Di Firenze saya menemukan orang yang mencoba memulai sebuah keluarga,” ia menambahkan.

Seperti yang disinggung di atas, ini adalah era kedua pelatih 63 tahun menukangi La Viola. Periode pertamanya di Artemio Franchi terjadi pada 2005 hingga 2010 silam. Ketika itu ia cukup sukses dengan membawa klub mentas lagi di Liga Champions.

Pada periode kedua ini, Cesare Prandelli akan menandai kepulangannya ke Fiorentina saat menghadapi Benevento 22 November mendatang. Tugas berat pun sudah menanti. Ia dituntut untuk membawa Franck Ribery dkk bangkit setelah hanya mengemas delapan poin dari tujuh pertandingan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Prandelli Tunjuk Mantan Kapten Fiorentina Sebagai Staf Pelatih

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Cesare Prandelli akhirnya kembali melatih Fiorentina. Ia menggantikan posisi Beppe Iachini yang dipecat beberapa hari lalu setelah menuai hasil buruk.

Bagi Cesare Prandelli, ini merupakan kali kedua dia menangani Fiorentina. Ia sempat memimpin klub asal Firenze satu dekade silam. Pada periode pertamanya melatih di sana, dia sukses membawa klub menembus Liga Champions dan melaju hingga ke 16 besar.

Kesuksesan itu pula yang ingin diulangi mantan nakhoda timnas Italia pada periode keduanya ini. Salah satu caranya dengan menunjuk mantan pemainnya, Marco Donadel.

marco donadel kickback
kickback

Sebagai informasi, Marco Donadel memperkuat La Viola dari 2005 hingga 2011. Dan semasa Prandelli melatih di sana dia dipercaya sebagai kapten tim.

Munculnya nama Donadel sejatinya tidak mengejutkan. Selain karena punya kedekatan personal dengan sang pelatih, ia sudah setahun menangani tim U-17 Fiorentina. Dan bersama Prandelli, dia akan ditunjuk sebagai Kolaborator Teknis bersama Marco Fumagalli

Bukan hanya Donadel dan Fumagalli yang diajak pelatih 63 tahun itu. Dia juga memboyong Gabriele Pin sebagai asisten pelatih serta Valter Vio yang dipercaya sebagai pelatih fisik.

Bersama pelatih senior dan jajaran barunya itu klub yang bermarkas di Artemio Franchi akan melakukan perubahan besar. Jika selama ditangani Beppe Iachini Gaetano Castrovilli selalu memakai formasi 3-5-2, kali ini mereka akan bertransformasi menjadi 4-3-3 atau 4-2-3-1.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Performa Tak Kunjung Membaik, Fiorentina Resmi Pecat Giuseppe Iachini

gamespool
Performa Tak Kunjung Membaik, Fiorentina Resmi Pecat Giuseppe Iachini 61

Football5Star.com, Indonesia – Fiorentina akhirnya resmi memutuskan untuk memecat pelatihnya, Giuseppe Iachini, setelah rentetan hasil buruk yang diterima La Viola. Cesare Prandelli akan menjadi pelatih interim.

Iachini sebenarnya ditunjuk sebagai pelatih pada pertengahan musim lalu untuk menggantikan Vincenzo Montella. Iachini berhasil membawa Fiorentina lolos dari zona degradasi dan duduk di posisi ke-10. Karena hal itu, presiden Rocco Commisso memutuskan untuk tetap mempertahankan Iachini musim ini.

Namun, performa La Viola masih tidak stabil. Jose Callejon cs berada di posisi ke-12 dengan raihan 8 poin saja dari 7 laga. Akibatnya, Iachini menjadi pelatih Serie A pertama yang dipecat pada musim 2020-21.

Performa Tak Kunjung Membaik, Fiorentina Resmi Pecat Giuseppe Iachini
Viola Nation

“Beppe Iachini harus mengelola situasi yang sangat sulit selama musim lalu dan, dalam konteks umum yang sangat rumit, berhasil menaikkan tim dengan menyelesaikan kompetisi di posisi ke-10. Sayangnya, setelah melakukan analisis yang cermat dan teliti di awal musim baru ini dan hasil yang diperoleh hingga saat ini, pihak klub yakin bahwa solusi terbaik adalah memecat pelatih saat ini,” tulis pernyataan Fiorentina seperti dilansir Football5Star.com dari laman resmi klub.

Fiorentina lalu menunjuk Cesare Prandelli untuk menjadi pelatih interim sampai akhir musim. Prandelli sendiri tentu saja tak asing dengan Fiorentina, Dia sebelumnya melatih La Viola pada 2005-2010.

Mantan pemain Juventus itu berhasil membawa Fiorentina menjadi klub papan atas dengan puncaknya pada musim 2009-10 dimana dia membawa klub masuk ke babak 16 besar Liga Champions. Karena performanya itu, Prandelli ditunjuk sebagai pelatih timnas Italia dan membawa Azzurri ke babak final Euro 2012.

Prandelli akan memulai latihan pertama pada hari ini (10/11/20) siang waktu setempat.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Eks Timnas Italia: Federico Chiesa Bisa Jadi yang Terbaik di Eropa

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – MM antan pelatih timnas Italia, Cesare Prandelli, mengatakan kalau Federico Chiesa bisa menjadi pemain terbaik Eropa di masa depan . Untuk bisa meraih gelar tersebut, Prandelli menyebut kalau Chiesa harus melalui sebuah langkah panjang.

Dalam tiga tahun terakhir, Chiesa memang menjadi bakat muda kebanggaan Fiorentina. Tak hanya menjadi andalan di Fiorentina, Chiesa juga menjadi sosok yang diandalkan oleh skuat timnas Italia dalam beberapa tahun terakhir.

“Federico Chiesa harus gigih dan bekerja keras dalam satu arah. Yang saya maksud ialah, ia harus menentukan posisi terbaiknya di atas lapangan,” kata Cesare Prandelli dikutip dari laman Football Italia.

Federico Chiesa - Fiorentina - Calciomercato - Cesare Prandelli
Calciomercato

“Chiesa harus bisa mengeksploitasi kelebihannya di posisi naturalnya. Apabila ia bisa melakukan hal itu, maka saya merasa sangat yakin Chiesa akan bisa menjadi pemain terbaik di Eropa suatu hari nanti,” kata Prandelli menambahkan.

Chiesa memang kerap kali dimainkan di berbagai posisi yang berbeda. Musim lalu, pemain berusia 22 tahun tiu kerap kali dimainkan di sektor sayap kiri. Musim ini, ia lebih sering dimainkan sebagai striker dan menjadi duet dari Dusan Vlahovic.

Perubahan posisi tersebut sejauh ini berhasil memberikan dampak yang baik untuk Chiesa. Pasalnya, ia sudah mampu mencetak enam gol dan lima assist dari 25 penampilan di ajang Liga Italia. Sementara, musim lalu ia hanya mampu mencetak enam gol dan tiga assist dari 37 penampilan di Serie A.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Prandelli: Saya Kehilangan Banyak Teman Gara-Gara Corona

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Virus corona menyisakan duka mendalam untuk banyak orang. Tidak terkecuali bagi mantan pelatih timnas Italia, Cesare Prandelli.

Seperti diketahui, penyebaran virus corona makin meluas, terutama di Italia. Hingga saat ini sudah ada 1,266 orang meninggal akibat virus tersebut.

Di antara korban meninggal tersebut, ada teman-teman Cesare Prandelli. Ia berujar bahwa ini adalah tragedi yang mengerikan.

liga italia-virus corona
Asia Times

“Saya kehilangan banyak teman karena corona dan itu sangat mengerikan. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah tetap tinggal di rumah dan menghindari kontak sosial,” kata Prandelli kepada Lady Radio, Minggu (15/3/2020).

“Di desa kecil seperti tempat tinggal saya di Orzinuovi, mereka mengorganisir permainan bocce dengan desa lain di Lodi dan sepertinya di situlah semua menyebar,” ia menambahkan.

Mantan pelatih Fiorentina menjelaskan bahwa beberapa orang di sana juga kerap bepergian untuk melihat Fiorentina bertanding. Ia menyadari bahwa beberapa di antara mereka saat ini terpapar virus dan sedang menjalani masa karantina.

“Di antara kelompok itu, dua atau tiga dari mereka selalu pergi untuk menyaksikan Fiorentina bertanding, bahkan saat laga tandang. Saya tinggal di Firenze tapi saya tetap melihat kabar terbaru dengan teman dan keluarga, beberapa di antaranya positif dan dalam karantina,” tutup Prandelli.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Prandelli: Giampaolo Dipecat karena Pemain Tak Ikuti Taktiknya

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pemecatan Marco Giampaolo dari kursi pelatih AC Milan membuat mantan pelatih timnas Italia, Cesare Prandelli, ikut berkomentar. Ia mengungkapkan bahwa para pemain tidak mengikuti taktik sang pelatih.

Dalam tujuh pertandingan Serie A, Giampaolo hanya mampu mempersembahkan tiga kemenangan. Sisanya berakhir dengan kekalahan. Alhasil, Milan kini berada di posisi ke-13 dengan raihan sembilan poin.

Bagi Cesare Prandelli, hasil ini diraih karena para pemain tidak memiliki visi dan misi yang sama dengan sang pelatih. Selain itu, dia juga menegaskan bahwa banyak yang salah di tubuh klub peraih 18 scudetto tersebut.

cesare prandelli (@demarkesports)
@demarkesports

“Melihat tim ini dari luar, saya mengembangkan teori tentang bagaimana semuanya serba salah di sana. Giampaolo menyukai gaya sepak bola yang masuk akal dan mengikuti pola-pola tertentu, sedangkan para pemain mengikut nalurinya masing-masing dan tidak mengikuti taktik pelatih,” kata Prandelli kepada Gazzetta dello Sport, Jumat (11/10/2019).

“Saat itu sulit menemukan jalan bersama. Dia 100 persen pantas mendapatkan predikat sebagai pelatih hebat di Italia sekarang. Hanya saja skuat yang dia punya tidak sesuai dengan ide yang ada di kepalanya,” ia menambahkan.

Kini AC Milan diasuh oleh mantan pelatih Inter Milan dan Fiorentina, Stefano Pioli yang dikontrak selama dua musim. Tugas pertamanya adalah saat I Rossoneri menjamu Lecce di San Siro 20 Oktober mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Paksa Napoli Bermain Imbang, Prandelli Puas

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Genoa, Cesare Prandelli, mengaku senang bisa menahan imbang Napoli pada lanjutan Serie A, Senin (8/4) pagi. Hasil tersebut secara tidak langsung menunda pesta juara Juventus pada kompetisi musim ini.

Prandelli mengatakan, anak asuhnya tetap memperlihatkan perjuangan maksimal hingga akhir laga. Akan tetapi, ia juga sempat kecewa karena Genoa harus bermain dengan 10 orang setelah Stefano Sturaro dikartu merah.  Meski demikian, Napoli tetap gagal mencetak gol tambahan.

“Aku hanya meminta konsistensi dari wasit, terutama soal kartu merah Sturaro. Hari ini, situasi  yang sama terjadi pada pertandingan antara Empoli melawan Udinese. Tapi, wasit hanya memberi kartu kuning. Terlepas dari itu semua, ini adalah hasil yang maksimal,” ucapnya  dikutip dari Football Italia.

Napoli vs Genoa - Juventus - Serie A - Super Sport
supersport

“Kami mendapatkan kesempatan bahkan sejak ketika masih bermain dengan 11 orang. Mengingat arah pemainan kami yang tidak begitu jelas sepanjang pertandingan, aku menganggap hasil ini sudah yang terbaik bagi tim,” katanya melanjutkan.

Seandainya Genoa mampu mengalahkan Napoli, maka hal tersebut akan berimbas kepada Juventus. Anak asuh Massimilliano Allegri seharusnya bisa menjadi juara dengan tujuh laga sisa jika Il Partenopei kalah. Perolehan poin Juve tak akan mampu terkejar di sisa pertandingan yang ada.

“Para pemain sudah bekerja sangat keras hari ini dan menurutku mereka pantas mendapatkan lebih dari ini. Secara keseluruhan, aku puas karena musim berjalan dengan baik sejak hari pertama aku datang ke sini. Memang masih ada sejumlah pertandingan, tapi aku pastikan kami siap,” tutup Prandelli.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Derby Della Lanterna, Derbi Terbaik di Italia Versi Prandelli

Football5star.com, Indonesia – Serie A Italia menyimpan banyak pertandingan bertajuk derbi. Bukan Derby della Madonnina ataupun Derby della Capitale, melainkan Derby della Lanterna yang dianggap oleh Cesare Prandelli, sebagai laga derbi terbaik di Italia.

“Saya harus mengatakan, setiap kali ada pembicaraan tentang Derby, sesuatu yang bergejolak dalam diri saya,” kata Prandelli dilansir Football5star dari Telenord.

Menurut pelatih Genoa ini, Derby della Lanterna adalah pertandingan derbi yang nyata di Italia. Baginya, Derbi yang mempertemukan Sampdoria dan Genoa ini membelah kota Genova menjadi dua: Genoa dan Sampdoria.

Derby Della Lanterna, Derbi Terbaik di Italia Versi Prandelli - Football5star - Gianluca Di Marzio
Gianluca Di Marzio

“Dalam pandangan saya, ini adalah satu-satunya Derby nyata di Italia, untuk cara saya melihat derby. Ada komitmen dan keinginan untuk menang, namun di atas segalanya adalah keluarga, dan itu luar biasa. Saya tidak sabar untuk mengalaminya dan, tentu saja, untuk menang.”

Genoa sebagai klub tertua di Italia – lahir pada tahun 1893 – telah lama tak mencicipi gelar juara. Tekad untuk meraih gelar inilah yang coba dibawa oleh Prandelli. Mantan pelatih timnas Italia ini ingin memberikan gelar bagi Genoa.

“Genoa tidak pernah memenangkan trofi untuk waktu yang lama, tetapi para penggemar tidak boleh berhenti bermimpi. Para pendukung dari klub ini memiliki sejarah, gengsi, dan budaya.”

Derby della Lanterna adalah derbi yang mempertemukan dua klub pelabuhan, Genoa dan Sampdoria. Keberadaan Genoa sebagai klub tertua dan kental dengan aroma Inggris membuat Benito Mussollini membentuk Sampdoria.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Genoa Bisa Kalahkan Juventus Berkat Andil Atletico Madrid

Football5star.com, Indonesia – Genoa membuat kejutan di Serie A akhir pekan ini. Bayangkan saja, mereka menjadi tim pertama yang mampu mengalahkan Juventus musim ini saat bermain di Stadion Luigi Ferraris, Minggu (17/3/2019).

Tuan rumah mempermalukan Juventus dengan skor 2-0 lewat gol Stefano Sturaro dan Goran Pandev pada babak kedua. Bagi pelatih Cesare Prandelli, kemenangan ini akan meningkatkan kepercayaan diri pemainnya dan fans.

Di sisi lain, Prandelli mengakui bahwa kemenangan Genoa kali ini diakibatkan kelelahan Juve usai tampil habis-habisan melawan Atletico Madrid di Liga Champions tiga hari sebelumnya. Menurutnya, laga tersebut menguntungkan timnya pada laga ini.

cesare prandelli (@demarkesports)
@demarkesports

“Kemenangan ini akan meningkatkan kepercayaan diri semua orang, dari pemain hingga fans kami. Hari ini mereka membuktikan bermain dengan hati dan kami terus mendorong untuk terus tampil seperti ini sampai akhir,” ujar Prandelli kepada DAZN, Minggu (18/3/2019).

“Kami melakukan tugas hari ini dengan baik. Kami juga beruntung bisa menghadapi Juve tiga hari setelah mereka melawan Atletico Madrid, yang mana mereka menghabiskan banyak energi di pertandingan tersebut,” sambungnya.

Lebih lanjut, mantan pelatih timnas Italia itu juga menegaskan bahwa ia sengaja mengubah skema permainan timnya. Hal ini dilakukan setelah dirinya melihat strategi Si Nyonya Tua yang menurunkan tiga bek sejajar.

“Ketika saya melihat susunan pemain yang diturunkan Massimiliano Allegri, saya tahu mereka bermain dengan tiga bek, jadi saya mendorong pemain tengah untuk sedikit ke depan dan menekan mereka. Pemain saya melakukannya dengan baik,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Prandelli Merasa Tertipu Saat Melawan Roma

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Genoa kembali meraih hasil buruk saat kalah 2-3 di markas AS Roma, Senin (17/12/2018) dinihari WIB. Kekalahan ini pun membuat pelatih Cesare Prandelli kecewa. Ia menyalahkan wasit yang tidak melihat VAR ketika pemainnya terjatuh di kotak penalti.

Prandelli beranggapan bahwa duel yang terjadi antara Federico Fazio dengan Krystof Piatek pada babak kedua harusnya membuahkan penalti. Tapi alih-alih menunjuk titik putih, wasit justru tidak menganggapnya penalti. Bahkan dia juga tidak melihat keputusan VAR terlebih dulu.

“Aneh rasanya karena dari bangku cadangan saja kami bisa melihat jelas bahwa ada dorongan. Kami merasa tertipu hari ini. Saya tidak mengerti kenapa wasit tidak melihat itu lagi dengan VAR,” kata Prandelli kepada Sky Sport Italia, Senin (17/12/2018).

Prandelli, Cancelo
zimbio.com

“kami tahu Roma sedang berada dalam situasi sulit secara psikologis dan ingin mulai kuat lagi dan mereka mengambil keuntungan dari keputusan wasit,” tambahnya.

Terkait permainan Genoa di lapangan, mantan pelatih Timnas Italia dan Fiorentina ini mengatakan timnya sudah bermain baik dengan meraih banyak peluang untuk mencetak gol. Walau begitu, dia tetap bangga dengan performa anak asuhnya.

“Kami punya banyak peluang mencetak gol melalui serangan yang kami lancarkan. Tapi sentuhan terakhir pemain tidak tepat. Saya pikir kami kehilangan beberapa momen untuk menjaga keunggulan pada babak pertama,”  ia menuturkan.

“Tapi saya sangat antusias dengan tim ini. Kami punya potensi yang bagus dan yang dibutuhkan sekarang adalah bekerja keras untuk memperkuat pertahanan,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Genoa Tunjuk Prandelli Sebagai Pelatih Baru

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Genoa mendatangkan pelatih baru setelah memutus kotnrak Ivan Juric. Yakni Cesare Prandelli yang ditunjuk sebagai allenatore The Grifone.

Juric menjadi pelatih yang sering ditunjuk oleh Genoa. Juric hanya bertahan di Genoa kurang lebih dua bulan. Ia didatangkan Genoa pada awal Oktober 2018 menggantikan Davide Bellardini.

Selama menangani Genoa di periode ketiga, pelatih asal Kroasia itu hanya delapan kali memimpin Krzysztof Piatek dan kolega. Selama delapan pertandingan itu, Genoa tak pernah sekalipun menang. The Grifone kalah lima kali dan tiga kali imbang.

Hasil buruk itu membuat manajemen Genoa memecat Juric dan menggantikannya dengan Prandelli. Nama Prandelli bukanlah nama yang asing di sepak bola Italia. Ia pernah melatih klub-klub tenar Serie A seperti Fiorentina, Parma, dan AS Roma. Khusus saat melatih Roma, ia tak pernah sekalipun memimpin Francesco Totti dan kawan-kawan karena ia mengundurkan diri.

Napoli kepayahan mengatasi perlawanan Genoa karea cuaca yang tak bersahabat.
tuttomercatoweb.com

Prandelli juga sempat melatih Timnas Italia di tahun 2010 hingga 2014. Sempat bertualang ke Spanyol dan membesut Valencia dan ke Timur Tengah membesut klub Uni Emirat Arab, Al Nasr, ia memutuskan pulang ke Italia.

“Saya bersemangat dan saya tidak sabar untuk memulai,” ungkap Prandelli dikutip Football5star dari Il Secolo XIX.

Gazzetta dello Sport mengabarkan bahwa mantan juru latih Lecce ini akan memimpin latihan pada Jumat (7/12) sore waktu Italia dan akan diperkenalkan secara resmi pada Sabtu. Jadwal ketat akan dihadapi oleh Prandelli dalam lima pertandingan ke depan. Genoa akan melawan SPAL, AS Roma, Atalanta, Cagliari, Fiorentina, dan AC Milan.

Bentornato, Mister!

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Prandelli Puji Permainan Italia

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Timnas Italia sukses meraih kemenangan kedua di tahun 2018. Kemenangan tersebut diraih saat Azzurri dengan mengalahkan Polandia dalam lanjutan UEFA Nations League A Grup 3. Satu-satunya gol dicetak oleh Cristiano Biraghi di injury time. Cesare Prandelli memberikan pujian setinggi langit atas permainan Timnas Italia dari Polandia.

Prandelli terkesan dengan kemenangan perdana Mancio bersama Timnas Italia. Ia ingin agar permainan Timnas Italia tetap seperti itu.

“Kemarin kami bermain dengan senang dan mendominasi pertandingan dari awal sampai akhir,” ujar Prandelli dikutip Football5star dari Radio Crc.

Mantan pelatih Azzurri ini memuji Mancio yang cerdik dalam memilih pemain untuk melawan Polandia. Tim yang dipimpin Mancini memainkan sepak bola kolektif dan tak memiliki ketergantungan dengan satu atau dua pemain saja.

“Saya memuji Roberto (Mancini) yang memilih pemainnya dan untuk pertandingan yang luar biasa. Tim ini mengandalkan kolektivitas bukan hanya individu,” pujinya.

Lebih khusus ia memuji tiga pemain muda Timnas Italia yang tampil saat melawan Polandia. Ia merasa penampilan ketiga pemain muda Italia itu tampil luar biasa.

“(Federico) Bernardeschi, (Federico) Chiesa, dan (Nicolo) Barella membuktikan mereka memiliki kekuatan, kualitas, dan stamina yang bagus.”

Federico Bernardeschi - Timnas Italia
@Azzurri

Timnas Italia sempat dikritik dengan tak memainkan penyerang murni. Prandelli merasa itu merupakan wewenang dari Mancini dan ia meminta semua pihak menghormati keputusan Mancini.

“Kami berjuang untuk mencetak gol tetapi kami menciptakan banyak peluang dan kami tak beruntung. Sekarang terserah Roberto untuk memutuskan apakah akan menggunakan striker atau tidak,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prandelli: Roma Kehilangan Jiwa Permainan

Football5star.com, Indonesia – Kekalahan mengejutkan AS Roma akhir pekan lalu dari Bologna membuat mantan pemain mereka, yang juga mantan pelatih Italia, Cesare Prandelli, berkomentar. Baginya Roma sudah kehilangan jiwa bermain di lapangan.

Roma takluk 0-2 di Stadion Renato Del’Ara dan kian memperpanjang start buruk anak asuh Eusebio Di Francesco musim ini. Bagaimana tidak, dari enam laga yang sudah dilakoni musim ini mereka baru mengukir satu kemenangan.

Laju minor ini pula yang tak dapat dimengerti Prandelli, terlebih musim lalu mereka tampil impresif dan mencapai semifinal Liga Champions. Di sisi lain, mantan pelatih Fiorentina itu juga mengatakan kehilangan Radja Nainggolan dan Kevin Strootman sedikit banyak memengaruhi kinerja klub musim ini.

Prandelli, Cancelo
zimbio.com

“Mereka sudah banyak berubah, jiwa tim ini hilang. Nainggolan dan Strootman mungkin punya masalah fisik, tapi dalam hal karakter mereka referensi yang bagus,” kata Prandelli seperti dikutip Football Italia, Senin (24/9/2018).

“Mereka harus memperbaiki performa secepat mungkin. Sekarang tergantung pemain di lapangan untuk meningkatkan aspek-aspek yang tak berjalan baik,” sambungnya.

Prandelli juga menambahkan jika krisis Roma musim ini terjadi karena tim masih dibayangi kesuksesan musim lalu.

“Pelatih selalu dibayangi kesuksesan musim lalu dari seluruh Italia karena dia nyaris membawa tim ke final Liga Champions dengan permainan sepakbola indah dan seimbang, Tapi sekarang, beberapa bulan kemudian, banyak yang berjalan tidak sesuai rencana. Dia harus diberikan banyak waktu,” tutupnya.

Icardi Nyaris Gabung Timnas Italia

Banner Footbal Live Star-Football5star

 

Football5star.com, Indonesia – Kabar mengejutkan datang dari Italia. Kapten Inter Milan, Mauro Icardi, dilaporkan nyaris berseragam Timnas Italia beberapa tahun lalu. Fakta ini diungkapkan langsung oleh mantan pelatih Gli Azzurri, Cesare Prandelli.

Kendati lahir di Argentina dan besar di Spanyol, Icardi memegang paspor Italia. Hal ini membuat dirinya punya peluang yang sama dengan pemain Negeri Pizza lain untuk membela Italia. Bahkan sang striker sempat dipanggil untuk memperkuat timU-21 Azzurri.

Akan tetapi, peluang tersebut batal terlaksana. Prandelli mengungkapkan bahwa ada satu hal yang membuat Icardi mengurungkan niatnya berbaju Italia.

Cesare Prandelli 2
zimbio.com

“Satu kakinya sudah di bus tim U21. Lalu dia menerima telepon, setelah itu ia tidak meneruskan langkahnya. Kami sudah memantaunya dengan baik karena dia merupakan seorang yang sangat menarik,” kata Prandelli kepada Soccer Magazine, Kamis (13/9/2018).

“Mauro masih sangat muda saat itu. Dia bahkan pernah bilang pada saya jika ada kemungkinan di masa mendatang akan memperkuat Italia,” tambah legenda Juventus tersebut.

Icardi sejatinya jebolan akademi Barcelona. Ia baru menginjakkan kakinya di Italia pada 2011 lalu saat sampdoria meminangnya. Mampu tampil apik bersama Il Samp, Inter kemudian mendatangkannya pada 2013 lalu dengan banderol 13 juta euro.

Hingga sekarang, pemain kelahiran Rosario, Argentina, menjadi sosok tak tergantikan di Giuseppe Meazza. Dari 184 penampilan yang sudah dilakoni, ia sukses mencetak 107 gol dan mengkreasikan 24 assist.

Prandelli Yakin Valencia Bisa Sulitkan Juventus

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Mantan pelatih timnas Italia, Cesare Prandelli, yakin bahwa Valencia bisa menjadi batu sandungan Juventus di ajang Liga Champions musim ini. Menurutnya, Juventus akan mendapatkan kesulitan yang besar saat bertandang ke Mestalla.

Di Liga Champions musim ini, Juventus akan memulai kiprahnya dengan laga tandang ke Mestalla pada 20 September mendatang. Setelah itu, Miralem Pjanic dkk akan menjamu BSC Young Boys di Allianz Stadium pada 2 Oktober.

Valencia - Juventus - Liga Champions - Prandelli
twitter.com/ftblphotos

“Mestalla adalah stadion yang sangat menakutkan untuk tim lawan. Para suporter selalu memberikan dukungannya kepada Valencia dengan suara yang sangat keras di setiap pertandingannya,” kata Prandelli dikutip dari Corriere di Torino.

“Juventus akan mengahadapi ujian berat di Liga Champions musim ini. Selain faktor suporter, saya menilai Valencia menjadi tim yang paling berbahaya di grup H. Bahkan lebih berbahaya ketimbang Manchester United,” lanjut pria yang juga pernah melatih Los Che itu.

Selain memberikan peringatakn kepada Bianconerri, Prandelli juga mengatakan bahwa Juventus harus tampil maksimal di Eropa musim ini. Menurutnya, Juventus merupakan salah satu tim favorit untuk menjadi juara musim ini.

“Juventus merupakan salah satu dari lima tim favorit yang akan menjadi juara Liga Champions. Keempat tim lainnya adalah Real Madrid, Liverpool, Manchester City dan Paris Saint-Germain. Tentu saja mereka akan menghadapi ekspektasi yang sangat besar. Para pemain harus bermain 110% di setiap pertandingannya.”