Christian Abbiati: AC Milan dan Napoli Kandidat Kuat Peraih Scudetto

gamespool
Christian Abbiati: AC Milan dan Napoli Kandidat Kuat Peraih Scudetto 4

Football5star.com, Indonesia – Mantan kiper AC Milan, Christian Abbiati menjagokan mantan klubnya untuk bisa meraih gelar scudetto Serie A musim ini. Selain AC Milan, Abbiati pun menyebut Napoli sebagai pesaing gelar juara.

“Saya akan mengatakan mereka bisa berjuang untuk tempat pertama sampai akhir musim,” ucap Abbiati seperti dikutip Football5star.com dari La Gazzetta dello Sport, Kamis (19/11/2020).

Lille - AC Milan - Stefano Pioli - @acmilan
instagram.com/acmilan

“Ini akan menjadi kejuaraan yang bagus dengan empat sampai lima pesaing dan ini akan menjadi persaiangan antara keduanya,” tambah Abbiati.

Meski menjagokan Milan untuk bisa meraih gelar juara musim ini, menurut Abbiati masih terlalu dini untuk bisa mengharapkan hal itu terjadi.

“Namun, meski Milan menang, lupakan kata scudetto untuk saat ini, masih terlalu dini,” ucapnya.

Untuk Napoli, Abbiati meminta untuk anak asuh Gennaro Gattuso itu untuk tidak boleh terbawa suasana dan harus konsistensi untuk mengarungi Serie A musim ini.

Napoli saat ini memang berada di posisi ketiga dengan selisih tiga poin dari AC Milan di klasemen Serie A. Di posisi kedua ada Sassuolo dengan raihan 15 poin. Pada pekan ke-8 akhir pekan ini, kedua tim akan saling bertarung di Stadion San Paolo.

Hasil akhir laga kedua tim bisa saja mengubah komposisi di papan klasemen. Jika hasil imbang yang terjadi, Milan akan tetap kokoh di puncak klasemen. Pun jika Zlatan Ibrahimovic cs bisa mengunci laga dengan kemenangan.

Sementara jika Napoli yang menang dengan skor lebih dari dua gol, Partenopei akan menggeser posisi Milan di puncak klasemen namun dengan catatan Sassuolo meraih hasil imbang atau kalah dari Verona.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Abbiati: Jangan Pernah Ragukan Gattuso

Football5star.com, Indonesia – Manajer Klub AC Milan, Christian Abbiati, mengaku tak pernah meragukan kemampuan Gennaro Gattuso. Ia yakin Rossoneri akan sukses di tangan pelatih 39 tahun itu.

“Saya yakin bahwa cepat atau lambat Gattuso akan mampu menularkan karakter dan rasa laparnya kepada para pemain. Dia telah melatih tim ini selama sebulan dan masih terlalu dini untuk menilai,” kata Abbiati kepada Rai Sport.

GennaroGattusoACMilanvAtalantaBCSerieg7hy2bTuv1Zl
zimbio.com

“Tapi, saya bisa menjamin dia akan melakukan pekerjaan yang bagus,” Abbiati menambahkan.

Milan sendiri meraih kemenangan 1-0 atas Inter pada laga perempat final Coppa Italia, Kamis (28/12/2017) dinihari WIB. Di masa perpanjangan waktu, Patrick Cutrone tampil sebagai pahlawan Milan.

Ini adalah kemenangan ketiga Gattuso bersama Milan dalam tujuh pertandingan yang telah dilalui. Sisanya, Rossoneri sekali imbang dan tiga kali kalah. Hal ini tidak terlalu bagus. Meski demikian, Abbiati tetap mendukung Gattuso.

“Sangat mudah untuk mengkritik bila hasil bagus tidak datang, tapi para pemain bekerja keras, saya melihatnya setiap hari dalam latihan. Masih terlalu dini untuk menilai Gattuso,” ucap Abbiati.

Gattuso sebenarnya belum teruji sebagai pelatih. Sebelum menangani Milan, ia hanya pernah melatih tim-tim gurem seperti FC Sion, Palermo, OFI Crete dan Pisa. Tidak ada yang berakhir dengan kesuksesan. Meski demikian, manajemen Rossoneri tetap mendukungnya.

Kalah Lagi, Legenda Milan Tetap Bela Gattuso

Football5star.com, Indonesia – Manajer AC Milan, Christian Abbiati membela Gennaro Gattuso usai hasil minor yang kembali diraih timnya pekan ini. Rossonerri menelan kekalahan saat menjamu Atalanta di San Siro pada Minggu (24/12/2017) dini hari. Giacomo Bonaventura dkk tidak berdaya menghadapi permainan cepat La Dea dan takluk 0-2.

Hasil ini tentu semakin membuat Gattuso berada di bawah tekanan. Pasalnya, pekan lalu mereka juga mengalami hasil sama dari Hellas Verona. Kekalahan ini membuat Milan terlempar dari 10 besar. Mereka kini menempati peringkat ke-11 dengan baru mengantongi  24 poin. Tertinggal 21 poin dari Napoli di puncak klasemen.

Gattuso, Milan, Bologna
zimbio.com

“Gattuso tetap menjadi pemimpin kami. Dia tahu bagaimana harus bertindak dalam situasi seperti ini. Kami dan seluruh pemain harus patuh dan mengikuti semua rencananya,” ungkapnya.

“Tim ini butuh sosok penuh determinasi baik di dalam, mau pun di luar lapangan. Aku melihat hal tersebut ada di dalam dirinya. Itulah yang sejauh ini sudah ia lakukan kepada para pemain,” lanjut Abbiati.

Kekalahan tersebut menjadi yang ketiga dari enam pertandingan selama berada di bawah arahan Gattuso. Sejak menggantikan Vicenzo Montella di awal bulan, dia baru mempersembahkan satu kemenangan di ajang Serie A. Selebihnya adalah dua kekalahan serta satu hasil imbang.

Abbiatti: Milan Hanya Butuh Konsistensi

Football5Star.com, Indonesia – AC Milan menelan kekalahan menyakitkan di kandang Verona. Sempat bermain apik di dua laga sebelumnya, kali ini anak asuhan Gennaro Gattuso kembali menunjukkan performa buruk. Bagi Christian Abbiati, klubnya butuh konsistensi untuk membuat semua orang yakin dengan kekuatan mereka.

Milan sempat meraih kemenangan 2-1 atas Bologna akhir pekan lalu. Kepercayaan publik pada Gattuso pun semakin besar saat mereka berhasil menaklukkan Verona 3-0 di ajang Coppa Italia.

“Kami menunjukkan pada semua orang di Coppa Italia dengan permainan yang berbeda dan melaju ke babak sselanjutnya. Pemain menunjukkan kerja keras dan membuat seisi stadion bangga. Tapi kita semua tahu itu tidak cukup,” kata Abbiati pada Mediaset Premium, Minggu (17/12/2017).

ChristianAbbiatiFCInternazionaleMilanokE82Q7vEEZhl
zimbio.com

Namun, hasil di San Siro tengah pekan lalu tak berbekas saat Milan takluk 3-0 lawan Verona di Serie A. Dengan performa tim yang seperti ini, tak heran bila Abbiati menuntut timnya bisa konsisten musim ini.

“Kami butuh konsistensi dan garansi. Gattuso masih mempersiapkan tim terbaiknya dengan pemain yang sama. Mereka mempunyai kekuatan fisik yang bagus dan sudah menunjukkan kontribusi untuk klub. Tapi dengan bermain konsisten tugas mereka akan lebih mudah,” tambahnya.

Milan saat ini berada di peringkat kedelapan dengan 24 poin. Dengan selisih 14 angka dari AS Roma yang berada di posisi empat klasemen, target I Rossoneri yang ingin berlaga di Liga Champions musim depan akan sangat berat.

 

Abbiati: Milan Akan Hantui Juventus di Papan Atas

Football5star.com, Indonesia – Manajer AC Milan, Christian Abbiati menegaskan, timnya akan terus membayangi Juventus di papan atas klasemen. Persaingan yang lebih terbuka musim ini membuat Leonardo Bonucci dkk berada dalam kepercayaan diri yang tinggi.

“Kompetisi masih panjang. Juventus dan Napoli berhasil menang kemarin. Jadi kami harus terus berusaha meraih poin untuk menjaga jarak dengan mereka,” kata Abbiati.

Pada bursa teransfer musim panas lalu, Milan menjadi salah satu tim dengan belanja terbesar. Di bawah sistem manajemen baru, mereka mendatangkan beberapa nama beken seperti Hakan Calhanoglu, Franck Kessie dan Andre Silva.

Ketiga pemain tersebut sudah memberikan kontribusi nyata sejauh ini dengan sumbangan gol. Calhanoglu mengemas satu gol, sementara Kessie dan Silva masing-masing mencetak tiga gol.

“Skuat kami telah menunjukkan kelasnya dalam beberapa laga sepanjang kompetisi. Pelatih melakukan beberapa rotasi dengan baik, dan itu merupakan hal yang wajar karena banyak pemain butuh kesempatan bermain,” lanjut mantan kiper Milan tersebut.

“Ada banyak perubahan yang dilakukan. Satu-satunya kesalahan kami adalah saat kebobolan empat gol melawan Lazio. Lini bertahan tetap penting. Meski kami harus mencetak lebih banyak gol dari lawan jika ingin memenangi pertandingan,”katanya lagi.

Hingga pekan keenam Serie A bergulir, Rosonerri menempati peringkat kelima dan terpaut enam poin dengan Juve. Dengan hutang satu laga, Milan berpeluang mendekatkan jarak menjafi tiga poin jika berhasil menang atas Sampdoria.

“Gianluigi Donnarumma Memang Pengganti yang Pas untuk Gianluigi Buffon’

Football5star.com, Indonesia — Dengan usia Gianluigi Buffon yang sudah memasuki masa akhir sebagai pesepakbola, pembicaraan mengenai penggantinya pun mengemuka. Gianluigi Donnarumma disebut sebagai orang yang tepat untuk menggantikannya.

Donnarumma sudah tampil bagus bersama AC Milan dalan dua musim ini. Khusus musim 2016/2017, kiper 18 tahun itu sudah menciptakan sebanyak 123 save di Liga Italia.

Dengan segala kemampuan yang dimiliki oleh Donnarumma, eks kiper Milan dan Italia, Christian Abbiati tak ragu untuk bilang bahwa Donnarumma memang cocok untuk menggantikan Buffon.

Donnarumma sudah menunjukkan diri mampu melakukannya saat Italia memetik kemenangan melawan Belanda. Gli Azzurri memetik kemenangan dengan skor akhir 2-1, Donnarumma melakukan empat save.

“Mari melangkah ke depan dengan pelan-pekan, tapi dia mempunyai segalanya untuk menjadi pengganti Gianluigi Buffon,” kata Abbiati di Football Italia.

“Dia mempunyai semua keuntungan itu, semua. Dia baru berusia 18 tahun dan masih bisa jauh lebih baik lagi. Dia mempunyai karakter yang pas untuk menjadi penjaga gawang. Dia tenang.”

“Dia masih 16 tahun dan tak berada di tim terbaik saat melakoni debutnya, dan tak mudah untuk mengatasi tekanan di San Siro.”

“Dia sangat muda, dia merupakan pribadi yang tak pernah puas. Dia menikmati pekerjaannya, dia mempunyai gairah. Dia masih bisa lebih baik, tapi sejak saya tahu dia, dia sudah banyak membaik dalam hal itu juga.”

“Peran penjaga gawang sudah banyak berubah sejak pertama kali saya memulainya,” imbuhnya.

Berita Bola: Abbiati Yakin Milan Bisa Curi Poin di Markas Juventus

Football5star.com, Indonesia – Mantan kiper AC Milan, Christian Abbiati, meyakini mereka mampu meraih hasil positif ketika melawan Juventus pada Sabtu (11/3) dini hari.

Milan akan bertandang ke Stadion Juventus untuk menghadapi La Vecchia Signora dalam laga lanjutan Serie A pekan ke-28 ini.

Rossoneri telah dua kali mengalahkan Juventus musim ini. Mereka menang 1-0 dalam pertemuan pertama di Serie A di Stadion Giuseppe Meazza pada Oktober lalu dan menang adu penalti di ajang Supercoppa Italiana pada Desember silam.

Abbiati yakin kedua tim akan saling bertukar serangan sepanjang laga nanti. Menariknya, Ia merasa bahwa skuat asuhan pelatih Vincenzo Montella memiliki kualitas untuk membawa pulang poin dari Turin.

“Kedua tim akan bermain terbuka dalam pertandingan ini. Memang ada sedikit perasaan cemas, tetapi jika Milan bisa bermain dengan kepercayaan diri, maka mereka mungkin bisa mendapatkan hasil positif di Turin,” ujar Abbiati seperti yang dikutip Football Italia.

“Juventus mengenal dengan baik lawan yang mereka akan hadapi. Dari pertandingan-pertandingan yang pernah aku lihat, aku pikir Milan bermain sangat terorganisir, menyerang dengan jumlah pemain yang banyak, dan juga mampu bertahan dengan baik sebagai sebuah tim,” tambah dirinya.

Il Diavolo berada di peringkat ketujuh klasemen sementara dengan total raihan 50 poin, tertinggal dua angka dari Atalanta yang menempati peringkat kelima. Sedangkan, Juventus kokoh di puncak klasemen dengan 67 poin.

Abbiati Yakin Donnarumma Jadi Pewaris Buffon

Football5star.com, Indonesia – Gianluigi Donnarumma menyita perhatian pada musim lalu ketika dia menggeser Diego Lopez dan Christian Abbiati sebagai kiper utama AC Milan. Padahal, dengan usianya yang masih sangat muda, pengalamannya tentu saja kalah jauh dibandingkan dengan dua seniornya tersebut.

Hingga kini, posisi Donnarumma sebagai penjaga gawang nomor satu di Stadion San Siro tidak tergeser. Dia bahkan diyakini akan menjadi suksesor kiper legendaris Italia, Gianluigi Buffon.

Hal itu dikatakan oleh Abbiati, yang sudah pensiun pada akhir musim lalu. Pria 39 tahun ini merasa yakin, kualitas dan kemampuan yang dimiliki Donnarumma membuat dia layak menjadi pewaris Buffon sebagai kiper nomor satu di Italia.

“Donnarumma memiliki segalanya untuk menjadi pewaris Buffon, atletis, kualitas dan karakter. Dia baru berusia 18 tahun dan masih memiliki banyak ruang untuk perbaikan. Tentu saja harapannya sangat tinggi, tetapi dia membuktikan nilainya dalam setiap pertandingan,” ujar Abbiati kepada TuttoJuve.

“Dia rendah hati, sangat tenang dan senang bekerja karena dia tahu harus meningkat dan selalu ingin berbuat yang lebih baik. Saya melihat tidak ada hambatan.”

Donnarumma dipromosikan oleh pelatih Sinisa Mihajlovic pada awal musim 2015-2016. Dia menjadi pilihan ketiga di belakang Lopez dan Abbiati.

Setelah tampil dalam beberapa pertandingan pra-musim, Donnarumma mendapat kesempatan melakukan debut kompetitif pada 25 Oktober 2015 saat melawan Sassuolo di San Siro. Dia membuat rekor sebagai kiper termuda kedua yang melakukan debut Serie A pada usia 16 tahun 242 hari, di belakang Giuseppe Sacchi, yang lebih muda 13 hari ketika melakukan debut.

Sementara itu, Abbiati sudah pensiun pada musim lalu. Sepanjang kariernya, Abbiati bermain sebanyak 281 kali bagi Rossoneri. Dia juga sempat mengalami masa peminjaman ketika berusia 18 tahun, saat bergabung dengan Juventus (2005-2006).

Liga Italia: Abbiati Curhat Soal AC Milan Musim Lalu

Football5star.com, Indonesia – Mantan kiper AC Milan Christian Abbiati mengungkapkan, musim lalu banyak pemain Rossoneri yang tidak layak dimainkan. Sebab, mereka lebih banyak komplain daripada berlatih.

“Banyak yang tidak mengerti apa arti memakai jersey ini. Mereka tidak profesional. Menurut saya, klub melakukan sangat baik dengan menjual dan melepas karakter tertentu yang tidak melakukan apa yang terbaik untuk Milan,” kata Abbiati di Football Italia.

Abbiati sendiri jarang dimainkan Milan musim lalu. Kontraknya pun tak diperpanjang Rossoneri pada akhir musim.

“Bahkan jika saya tidak bermain, saya selalu siap 100 persen, karena Anda bisa dipanggil dan harus selalu siap. Namun, beberapa yang tidak bermain, mereka tidak berlatih dengan baik, berargumen dan itu buruk untuk tim. Selama bertahun-tahun di Milan, saya hanya melihat sangat sedikit pemain yang tidak memiliki sikap baik.”

“Vincenzo Montella melakukan dengan sangat baik saat ini dan saya suka fakta mereka memainkan sebagian besar pemain muda. Mereka tidak pernah memainkan bola panjang, selalu mencoba untuk bermain dari kaki ke kaki.”

“Sinisa Mihajlovic dan Christian Brocchi juga layak mendapatkan kredit untuk memulai era baru tahun lalu. Mereka meletakkan fondasi untuk Montella,” Abbiati menambahkan.

Berita Bola: Brocchi Sabar Tunggu Kepastian Masa Depan Dari Milan

AC Milan saat ini masih belum menentukan masa depan Cristian Brocchi di kursi pelatih. Brocchi disebut masih sabar menunggu nasib masa depannya di San Siro.

Bersama Milan di musim 2015-16, Brocchi cuma melatih dalam enam laga terakhir. Dia menggantikan Sinisa Mihajlovic yang dipecat.

Dalam enam pertandingan bersama Brocchi, Milan memetik kemenangan sebanyak dua kali, seri dua kali, dan kalah dalam dua pertandingan.

Milan saat ini sedang proses penjualan ke pemilik baru. Investor asal Cina disebut-sebut menjadi peminat utamanya.

Soal masa depan Brocchi, eks kiper Milan, Christian Abbiati, mengucapkan harapannya. Dia berharap agar Brocchi bertahan di Milan.

“Saya mendengar dari dirinya, dia tetap kalem tapi masih menunggu panggilan,” kata Abbiati seperti dilansir Football Italia.

“Dengan segenap hati, saya berharap agar dia mendapatkannya karena dia merupakan pelatih yang sangat baik. Dia masih muda dan mempersiapkan hal dengan baik.”

“Kami semua menyukai ide-idenya, Anda semua bisa melihatnya di final Coppa Italia,  meski laga itu tak berakhir bagus,” imbuh kiper yang pernah dipinjamkan ke Juventus itu.

Soal kesibukannya seusai tak menjadi pesepak bola, Abbiati juga membagi sedikit cerita.

“Apa yang saya lakukan saat ini? Saya bekerja pada dealer motor saya dan mencoba untuk tak berpikir mengenai sepak bola, bahkan  saya tahu itu akan sulit, terutama dalam beberapa bulan ke depan,” ujar Abbiati.

Perpisahan Dengan Milan yang Tidak Dibayangkan Oleh Abbiati

Laga pekan ke-38 Serie A yang dilakoni oleh AC Milan dengan melawan AS Roma di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (15/5) menjadi akhir kiprah kiper Christian Abbiati. Namun, Abbiati mengaku perpisahan dengan I Rossoneri ini tidak sesuai bayangannya.

Abbiati memutuskan untuk pensiun pada akhir musim 2015-16. Selama itu, Milan menjadi klub yang paling lama dibelanya. Tercatat kiper berumur 38 tahun itu sudah bermain untuk I Rossoneri dalam 15 tahun.

Akan tetapi, Abbiati mengakui perpisahan yang dilakoninya tidak sesuai tidak sesuai bayangannya. Abbiati ternyata tidak dimainkan sama sekali kala melawan Roma. Hal itu memaksanya melakukan salut perpisahan sendiri ke arah fans, usai laga berakhir.

“Saya jelas tidak mengira perpisahanku bakal seperti ini,” kata Abbiati kepada Mediaset Premium. “Fans ternyata tetap bertahan (di dalam stadion) dan kami sangat bagus tentang hal itu. Pada suatu masa, saya sempat takut mereka akan pergi tanpa memberi kesempatan kepada saya untuk mengucapkan selamat tinggal, tapi mereka tetap bertahan. Saya sangat berterima kasih kepada mereka.”

Abbiati juga pasti tidak akan membayangkan Milan bakal terpuruk seperti sekarang. Bahkan, pada laga terakhir Serie A musim 2015-16, I Rossoneri ditaklukkan oleh Roma di kandang sendiri. Akibatnya Milan hanya finis di peringkat ketujuh Serie A musim ini.

“Saya mengambil putusan ini karena kami sudah terlalu lama jauh dari posisi atas terlalu lama. Mungkin saya salah membandingkan dengan masa lalu, tapi saya kira inilah saat yang tepat untuk berhenti. Kini saya akan terjun ke hasrat saya yang lain, yakni sepeda motor,” kata Abbiati.

Laga Milan Melawan Roma Jadi Momen Perpisahan Abbiati

Karier Christian Abbiati, yang semula diprediksi masih akan berlanjut, ternyata harus mencapai ujung. Laga AC Milan kontra AS Roma pada Minggu (15/5) dini hari WIB, bakal menjadi perpisahan Abbiati sebelum pensiun.

Semula. Abbiati memang sempat mengutarakan keinginan bertahan di Milan setidaknya hingga satu musim ke depan. Dia pun tak masalah cuma menjadi kiper ketiga setelah Gianluigi Donnarumma dan Diego Lopez.

Namun, pada akhirnya kiper berusia 38 itu mengubah sikap. Abbiati memutuskan akan pensiun dari dunia sepak bola pada pengujung musim. Laga melawan Roma di Stadion Giuseppe Meazza bakal menjadi momen perpisahan Abbiati dengan Milan dan sepak bola.

“Setelah peluit akhir, Abbiati akan memberi salut kepada fans. Setelah 15 tahun di Milan, dia akan mengatakan selamat tinggal kepada sepak bola,” bunyi pernyataan Milan melalui akun Twitter resmi @acmilan.

Abbiati sudah berada di Milan sejak 2008 dan mengoleksi 374 penampilan di bawa mistar dengan seragam I Rossoneri. Selain membela Milan, dia juga pernah membela Torino, Juventus, dan Atletico Madrid, sebagai pemain pinjaman.

Selama bersama Milan, kiper berkepala plontos ini sudah pernah mencicipi gelar juara Serie A sebanyak tiga kali, pun mengoleksi medali juara Coppa Italia serta Liga Champions.

Sepanjang kariernya Abbiati juga sudah pernah merasakan empat kali berseragam Timnas Italia. Namun, dia tak pernah bisa merasakan menjadi kiper utama Gli Azzurri karena acap kali kalah bersaing dengan Francesco Toldo hingga Gianluigi Buffon.

Abbiati Tak Menutup Kemungkinan Bertahan di Milan

Kontrak Christian Abbiati bersama AC Milan akan berakhir pada pengujung musim. Akan tetapi, dia ternyata masih membuka peluang bisa terus bertahan di San Siro.

Dalam sebuah wawancara dengan ‘Saranno Famosi‘, Abbiati menceritakan awal perjalanannya sebagai pesepak bola profesional. Dia juga tak ragu mengakui bahwa Monza dan Milan yang telah mengangkat derajatnya.

“Pada usia 16 tahun saya bekerja menjadi tukang roti, membantu keluarga. Saya membagi hari antara kerja dan pelatihan. Saya bekerja untuk seorang teman. Saya membayar iuran latihan dan kemudian menemukan diri saya di lingkungan yang indah ini. Saya mulai bekerja sejak pukul 6:30 sampai 12.30, lalu saya pergi ke tempat latihan di Monza. Saya senang dengan pengorbanan yang saya lakukan itu. Terbayar lunas,” kenang Abbiati.

Penjaga gawang berusia 38 tahun itu pun menegaskan, apa yang dicapainya selama ini merupakan buah kerja keras yang dilakukan sejak muda.

“Anda harus memiliki tujuan dalam hidup, tetapi hanya dengan pengorbanan, rasa hormat, dan pendidikan, Anda bisa mencapai semua itu. Sulit bagi saya untuk tidak bergaul dengan orang lain, dan jika memang tidak seperti ini berarti karena mereka telah melakukan sesuatu kepada saya,” ucapnya lagi.

Soal masa depannya di Milan, Abbiati menyadari kontraknya akan tuntas pada akhir musim. Namun, dia tak menutup kemungkinan tetap menjadi bagian dari keluarga besar Milan.

“Setelah 20 tahun, Milan adalah keluarga kedua saya. Saya berutang segalanya kepada mereka. Saya ingin menyongsong tahun terakhir di sini, tapi kita akan lihat nanti,” pungkas dia.

Ini Keunggulan Brocchi Sebagai Pelatih Di Mata Kiper Milan

Kiper AC Milan, Christian Abbiati, buka suara soal penunjukkan Cristian Brocchi sebagai pelatih anyar I Rossoneri. Abbiati menilai, Brocchi memiliki tugas yang sulit.

Brocchi ditunjuk menjadi pelatih anyar Milan pada Selasa (12/4). Brocchi menggantikan Sinisa Mihajlovic yang dipecat karena dianggap gagal mempertahankan performa I Rossoneri.

Dengan durasi kerja yang singkat, yakni hingga akhir musim, Brocchi dibebani tugas berat oleh Milan. Manajemen klub mewajibkan Mihajlovic untuk membawa Milan finis setinggi mungkin atau di zona Liga Champions.

“Saya sudah mengenalnya selama 20 tahun. Kami memiliki hubungan yang kuat. Brocchi datang ke Milan pada tahun 2001 dan selama bertahun-tahun kami berbagi di ruang ganti bersama-sama dengan Gennaro Gattuso juga,” ujar Abbiati kepada Milan Channel.

“Saya sering melihat dia memimpin latihan dalam dua tahun terakhir bersama AC Milan Primavera. Dia adalah orang yang selalu bergairah dalam apa yang dilakukannya,”

“Sebagai pelatih, dia bekerja untuk mengeluarkan gagasannya dalam permainan. Tak akan mudah memang untuk melihat gagasannya di lapangan, tetapi saya berharap semua pemain bisa beradaptasi dengan cepat,” ucap pria asal Italia.

Saat ini, Milan berada di posisi keenam klasemen sementara Serie A dengan raihan 49 poin, selisih 15 angka dari AS Roma yang berada di batas akhir Liga Champions. Brocchi akan memulai debutnya sebagai pelatih Milan dalam laga kontra Sampdoria, Minggu (17/4) mendatang.

Capai Target Pertama, Milan Kini Fokus Lawan Sassuolo

Kiper AC Milan, Christian Abbiati, menyatakan bahwa menembus final Coppa Italia merupakan salah satu target klubnya musim ini. Selain itu, Abbiati menegaskan, I Rossoneri selalu optimistis dengan peluang bersaing di papan atas Serie A.

Milan melenggang dengan mulus ke final Coppa Italia usai menyingkirkan Alessandria. Meski hanya menang 1-0 dalam pertemuan pertama, anak asuh Sinisa Mihajlovic berhasil mencukur Alessandria lima gol tanpa balas dalam leg kedua di San Siro, Rabu (2/3).

Usai menyingkirkan Alessandria, Milan bakal menghadapi laga berat dalam lanjutan Serie A akhir pekan ini. I Rossoneri harus bertandang ke markas Sassuolo yang baru saja menang 2-0 atas Lazio di pertandingan terakhir Serie A.

“Itu (final Coppa Italia) adalah salah satu target kami musim ini dan kami mewujudkannya,” ungkap Abbiati, seperti dilansir RAI.

“Kami gembira bisa mencapai final, sekarang kami memikirkan tentang Serie A yang sangat penting bagi kami,” lanjut kiper berusia 38 tahun tersebut.

“Kami selalu percaya, walaupun sempat mengalami banyak kesulitan pada awal musim. Kami berusaha bangkit, tetapi itu tidak mudah. Namun, kami bermain dengan baik. Kami mulai memikirkan laga Minggu nanti (kontra Sassuolo) yang sangat sulit mulai besok,” kata Abbiati.

Pengaruh Lolos ke Final Coppa Italia Bagi Milan

AC Milan selangkah lagi akan melaju ke final Coppa Italia. Milan bakal menghadapi Alessandria, Rabu (3/2) dini hari WIB, di leg kedua semifinal dan cuma butuh hasil seri.

Pada leg pertama, Riccardo Montolivo dkk meraih kemenangan tipis 1-0. Status Alessandria sebagai tim kasta ketiga Liga Italia pun membuat Milan sangat diunggulkan untuk lolos ke final.

Kiper Christian Abbiati menyebut lolos ke final Coppa Italia akan sangat berpengaruh bagi Milan. Termasuk dalam menaikkan moril bertanding I Rossoneri di kancah Liga Italia. Seperti diketahui, Milan menargetkan finis di peringkat ketiga Liga Italia namun saat ini masih duduk di posisi keenam.

“Melaju ke final akan sangat berarti. Itu akan meningkatkan kepercayaan diri kami dan memberikan efek positif di liga. Memenangkan piala untuk klub ini akan jadi sumber kepuasan besar,” ujar dia.

“Kami harus memastikan satu tempat di final Coppa Italia. Kami akan bermain seperti yang sudah kami ketahui. Namun, laga esok sudah pasti tak akan mudah,” sambung Abbiati.

Seandainya bisa lolos ke final, Milan akan menghadapi pemenang antara Juventus dan Inter Milan. Kendati begitu, Abbiati tak peduli siapa calon lawan timnya, yang penting Milan lolos dulu.

“Juventus dan Inter dua tim hebat. Namun, sulit bagi Inter untuk membalikkan ketinggalan tiga gol. Siapa yang kami pilih? Itu bukan masalah. Kami akan fokus untuk lolos ke final,” tandas dia.

Milan Mulai Tumbuh Dengan Luar Biasa

AC Milan sudah mulai menunjukkan perbaikan penampilan di Liga Italia. Rossoneri dinilai tengah menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa.

Di Liga Italia, Milan sudah lama tak kalah. Catatannya, mereka sudah tak mencetak hasil negatif dalam tujuh laga. Rinciannya, empat kali memetik kemenangan dan tiga kali menuai hasil imbang.

Milan juga tampil cukup oke dengan catatan produktivitas sebanyak 13 gol. Tak cuma itu, mereka juga mampu bertahan dengan oke dengan catatan tiga clean sheet serta cuma lima kali kebobolan dalan tujuh laga itu.

Milan pun kini mulai mendekati posisi papan atas klasemen. Mereka ada di posisi enam dengan catatan 43 poin, atau tinggal berjarak dua angka dari Inter Milan yang ada di posisi lima, serta empat pon dari AS Roma di posisi keempat. Dengan Fiorentina  yang ada di posisi tiga, mereka berjarak enam angka.

Perbaikan penampilan itu disebut Abbiati luar biasa. Apalagi Milan melakukannya dengan pelan-pelan.

“Saya melihat suatu hal yang berkembang dengan luar biasa di Milanello, tapi saya mengatakan itu dengan pelan-pelan,” kata Abbiati di Football Italia.

“Saya melihat atmosfer yang benar. Saat anda mengganti pelatih, susah untuk mendapatkan hasil bagus. Tapi, kami melakukan yang terbaik.”

“Ini merupakan grup yang baik dan kami mencoba untuk membuat lebih sedikit kesalahan,” imbuh penjaga gawang yang kini berusia 38 tahun itu.

Kritik Efektivitas Milan, Abbiati Tatap Derby della Madonnina

Penjaga gawang AC Milan, Christian Abbiati mengakui bahwa penyelesaian akhir timnya kurang maksimal saat melawan Alessandria dalam leg pertama semifinal Coppa Italia di Stadion Olimpico di Torino, Selasa (26/1). Abbiati menegaskan, usai melawan Alessandria, I Rossoneri bakal fokus menghadapi musuh sekotanya, Inter Milan dalam partai Derby della Madonnina akhir pekan ini.

Menghadapi Alessandria, Milan hanya mampu menang 1-0 lewat penalti Mario Balotelli jelang turun minum. Sejumlah peluang emas lainnya gagal dimanfaatkandengan efektif oleh anak asuh Sinisa Moh sepanjang 90 menit pertandingan.

Perjuangan Alessandria patut diacungi jempol. Selain berhasil menyingkirkan Palermo dan Genoa di babak sebelumnya, mereka juga menjadi tim kasta ketiga pertama yang mampu menembus semifinal Coppa Italia setelah pernah dilakukan Bari pada 1984 silam.

“Kami jelas memiliki sejumlah peluang untuk mencetak lebih banyak gol dan seharusnya memaksimalkan itu. Peluang kami lewat tembakan (M’Baye) Niang juga membentur mistar gawang,” seru Abbiati, seperti dilansir Rai Sport.

“Ada seribu perangkap potensial dan Alessandria adalah tim yang sangat impresif, tetapi kami harus menang,” lanjut kiper berusia 38 tahun tersebut.

“Coppa Italia adalah salah satu target kami selain lolos ke kompetisi Eropa,” tandas Abbiati.

“Derby adalah laga yang besar di Milan dan kami sangat termotivasi untuk membawa pulang tiga poin. Mulai besok, kami akan memikirkan tentang pertandingan itu,” tandasnya.

Donnarumma Ditakdirkan Jadi Kiper

Kiper senior AC Milan, Christian Abbiati, berbicara soal kiper muda Gianluigi Donnarumma yang musim ini mencuri perhatian para penikmat sepak bola Italia.

Donnarumma yang masih berumur 16 tahun sukses merebut posisi kiper utama Milan dari tangan Diego Lopez. Selama dimainkan, Donnarumma pun menunjukkan bakat gemilangnya sebagai penjaga gawang. Postur, teknik, dan refleksi yang ia miliki membuat banyak orang meramalkan Donnarumma akan menjadi kiper masa depan Italia.

Abbiati menjadi salah satu orang yang terkesan dengan apa yang ditunjukkan Donnarumma. Menurutnya, Donnarumma memang ditakdirkan menjadi kiper.

“Anda semua telah melihat kualitas yang dia miliki. Dia masih punya banyak ruang untuk berkembang. Dia adalah pemuda yang selalu rendah hati dan luar biasa. Dia hanya berpikir soal tugasnya dan melakukannya dengan cara terbaik yang dia bisa,” tutur Abbiati.

“Hanya sedikit orang yang punya kualitas sepertinya di usia 16 tahun. Sepertinya Tuhan melihat ke bawah kepadanya dan bilang ‘kamu akan jadi penjaga gawang’, sambung dia.

Abbiati yang sudah berusia 38 tahun mengaku tak masalah menjadi cadangan Donnarumma dan Lopez. Baginya, siapa saja bisa mengawal gawang Milan asal dinilai layak oleh pelatih.

“Jika Abbiati atau Donnarumma yang bermain, itu tak jadi soal. Siapa pun yang bermain memang layak mendapatkannya. Itu yang terpenting. Saya baik-baik saja dan tak pernah melewatkan satu pun sesi latihan. Soal masa depan saya, kita lihat saja di akhir musim,” tutup Abbiati.

Mihajlovic Sosok Tepat untuk Milan

Setelah AC Milan meraih kemenangan besar 4-1 atas Sampdoria, Sabtu (28/11) lalu, banyak pujian terlontar kepada pelatih SInisa Mihajlovic yang dianggap membangkitkan Milan dari keterpurkan musim-musim sebelumnya.

Dua pemain senior, Christian Abbiati dan Phillipe Mexes, pun sepakat bahwa Mihajlovic adalah sosok yang tepat untuk Milan. Sejak masa pramusim sudah terlihat perubahan mendasar di tubuh Milan. Motivasi para pemain Milan jauh lebih tinggi apabila dibandingkan dengan musim lalu. Hal itu berimbas pada performa apik di lapangan.

“Mihajlovic memberi intensitas yang lebih saat sesi-sesi latihan. Dia juga tak peduli soal tim-tim lain dan fokus ke para pemainnya,” tutur Abbiati.

Sementara itu, Mexes mengatakan, “Mihajlovic adalah sosok yang tepat untuk Milan. Kami harus terus bermain bagus. Selain itu, kami pun harus konsisten dalam meraih hasil positif.”

Saat ini Milan duduk di peringkat keenam dan berjarak lima poin dari Fiorentina di posisi ketiga, yaitu batas akhir zona Liga Champions. Setelah absen di kompetisi Eropa pada musim ini, Mihajlovic tentu saja ditargetkan untuk membawa Milan kembali ke Liga Champions musim depan.

Selain itu, juara Coppa Italia pun menjadi target yang disasar Milan musim ini. Rabu (2/12) nanti, Milan bakal menghadapi Crotone di Coppa Italia.

“Selalu menyenangkan ketika menang, apalagi juara. Kami harus menganggap penting Coppa Italia, terlebih kami hanya main di dua kompetisi,” tegas Abbiati.

Abbiati Akui Pertahanan Milan Keropos

Kiper AC Milan, Christian Abbiati, mengakui pertahanan timnya masih sangat keropos. Dia pun meminta kepada rekan-rekan setimnya untuk membenahi kelemahan tersebut.

Sejauh ini Milan masih belum menemukan bentuk permainan terbaiknya. Kendati sudah memetik tiga kemenangan, Milan masih kesulitan menghadapi lawan yang memiliki serangan balik yang cepat.

Pada dua laga terakhir, Milan bahkan sudah kebobolan total lima gol. Performa lini belakang pun praktis mendapat sorotan tajam.

“Kami harus memperbaiki aspek tersebut, kami kebobolan terlalu banyak gol akibat kesalahan individu. Bukan hanya pertahanan yang harus lebih baik, tetapi seluruh tim,” tegas Abbiati kepada Milan Channel.

Dari total tujuh laga yang sudah dilakoni di Serie-A, Milan sudah kemasukan 13 gol. Jumlah tersebut menjadikan Milan sebagai tim dengan kebobolan terbanyak kedua setelah Carpi (16 gol).

Abbiati juga mengakui timnya belum mencapai kondisi optimal. Namun, kiper berkepala plontos ini percaya pelatih Sinisa Mihajlovic mampu membenahi situasi yang ada saat ini.

“Kami punya gaya bermain yang bagus, dalam pandanganku, tetapi mungkin kami belum 100 persen dan kami belum mampu melakukan semua yang pelatih inginkan dari kami,” lanjutnya.

Abbiati merupakan salah satu pemain yang cukup senior di Milan. Empat belas musim bersama Milan, total delapan trofi yang berhasil direngkuh kiper berusia 38 tahun ini.

Perihal posisi kiper utama Milan, Abbiati mengaku perannya sekarang hanya sebagai pelapis dari Diego Lopez. Diakuinya, hubungannya dengan Lopez sangat harmonis.