Fan Inggris Ingin Final Euro Diulang, Marchisio Siap Tandatangani Petisi

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Beberapa waktu lalu muncul petisi untuk mengulang final Euro 2020 antara Italia vs Inggris. Petisi ini muncul atas inisiasi fan The Three Lions.

Petisi itu muncul karena fan Inggris tidak puas dengan kepemimpinan wasit Bjorn Kuipers. Terutama pada pelanggaran yang dilakukan Giorgio Chiellini terhadap Bukayo Saka.

Giorgio Chiellini hanya mendapat kartu kuning saat itu. Sedangkan menurut mereka kapten Italia layak diganjar kartu merah.

Pada akhirnya petisi untuk mengulang final Euro 2020 tidak berpengaruh apa-apa. Kemenangan Italia lewat adu penalti tidak bisa diganggu gugat.

Yang ada kemunculan petisi tersebut menuai reaksi beragam di media sosial. Banyak yang menyindir, hingga menertawakan aksi fan Inggris tersebut.

Salah satunya mantan penggawa Gli Azzurri, Claudio Marchisio. Ia menyindir petisi tersebut dengan menyebut bersedia membubuhkan tanda tangan.

Menurut Claudio Marchisio, jika final diulang akan bagus untuk Italia. Karena negaranya bisa menang seribu kali atas Inggris.

“Di mana saya bisa menandatangani petisi untuk mengulang pertandingan Italia vs Inggris? jadi kami bisa memenangkannya seribu kali lagi,” tulis legenda Juventus di Twitter, Rabu (21/7/2021).

Italia mengangkat trofi Euro untuk kedua kalinya di Wembley. Sempat tertinggal dari Inggris lewat gol Luke Shaw, mereka mampu menyamakan kedudukan melalui sontekan Leonardo Bonucci.

Tidak ada gol tambahan di sisa laga, pemenang harus ditentukan lewat adu penalti. Gli Azzurri pun memastikan juara setelah menang 3-2.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kepada Marchisio, Pogba Janji akan Kembali ke Juventus

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Paul Pogba sepertinya akan kembali ke Juventus. Kemungkinan ini dia ungkapkan kepada legenda Si Nyonya Tua, Claudio Marchisio.

Paul Pogba memang pernah berseragam Juventus. Di sanalah kariernya menanjak selama 2012 hingga 2016. Berkat performanya itu Manchester United meminangnya lagi dengan banderol 80 juta pounds.

Terbaru, ketika sedang membicarakan produk terbaru dari Adidas, ia mendapat pesan dari Claudio Marchisio yang memintanya kembali ke Turin. Sang gelandang pun mengamini komentar mantan rekannya itu.

“Kami membutuhkannya satu juga di Truin. Pergi lah, kembali lagi, kembali lagi,” tulis Marchisio di kolom komentar Instagram penggawa timnas Prancis. “OK Principe, destinasi selanjutnya adalah Turin,” balas Pogba.

Balasan pemain Manchester United seakan menunjukkan bahwa Juventus masih ada di hatinya. Ini sekaligus membangkitkan kembali isu dia akan kembali ke sana.

Seperti diketahui, semusim terakhir pemain 28 tahun selalu dikaitkan dengan raksasa Italia itu lagi. Terlebih mereka kembali dilatih Massimiliano Allegri.

Dengan kontraknya di Manchester United yang menyisakan satu tahun lagi, kemungkinan hengkang ke Si Nyonya Tua terbuka lebar. Terlebih selama berseragam Setan Merah performanya tidak konsisten.

Selama karier profesionalnya, capaian terbaik Paul Pogba didapat kala memperkuat Juventus. Dia mencatatkan 178 penampilan dengan koleksi 34 gol dan 40 assist.

Untuk urusan trofi, sang gelandang meraih delapan gelar di Italia. Sedangkan di Inggris dia hanya meraih tiga gelar.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Claudio Marchisio Ingin Terjun ke Dunia Politik

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Para politikus yang berasal dari dunia sepak bola bisa semakin banyak dalam waktu dekat. Salah satu yang tertarik dengan politik kali ini adalah legenda Juventus, Claudio Marchisio.

Sudah pensiun dari dunia sepak bola sejak 2019 lalu, Claudio Marchisio belum menunjukkan tanda-tanda akan menekuni dunia kepelatihan.

Pria 36 tahun kini justru mengakui dirinya sangat tertarik dengan dunia politik. Apalagi selama ini hari-harinya selalu diisi dengan percakapan seputar perpolitikan, terutama di Italia.

Claudio Marchisio - Italia - Juventus - Diario AS
Diario AS

“Saya suka politik, saya selalu membicarakannya dengan teman-teman saat makan malam atau di rumah. Saya perlu belajar dan adalah hal yang benar jika saya ingin melanjutkan perjalanan di luar dunia olahraga,” kata Marchisio seperti dilansir Football Italia, Jumat (26/2/2021).

“Saya akan menjadi orang pertama yang melangkah dan mengatakan ya jika saya dibutuhkan di Piedmont dan Turin,” sambung jebolan akademi Juventus.

Ketertarikan Claudio Marchisio pada politik sejatinya tidaklah mengejutkan. Di media sosial dia cukup sering menyuarakan pendapat soal pemerintahan.

Tidak hanya itu, dia juga berani bersuara lantang terhadap para imigran yang mendapat perlakuan buruk. Mantan gelandang ini juga kerap membantu menyelamatkan para imigran yang menyeberangi laut Mediterania.

Seperti yang disinggung di atas, bukan cerita baru lagi seorang mantan pesepak bola terjun ke dunia politik. Yang cukup sukses sejauh ini adalah dua legenda AC Milan.

Ada Kakha Kaladze yang kini menjabat sebagai walikota Tbilisi dan wakil perdana menteri Georgia. Dan tentu saja George Weah yang duduk di kursi presiden Liberia.

Nicolo Barella Akui Gaya Mainnya Mirip Legenda Juventus

gamespool
Nicolo Barella Akui Gaya Mainnya Mirip Legenda Juventus 11

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Inter Milan, Nicolo Barella, mengakui bahwa gaya bermainnya sedikit mirip seperti legenda Juventus, Claudio Marchisio. Namun dia menyebut bahwa dirinya tidak sering mencetak gol seperti Marchisio.

Nicolo Barella berhasil mencetak gol cantik ke gawang Fiorentina, (6/2/21) dan membuat Inter menang 2-0. Media-media Italia sering sekali menyebut pemain berusia 23 tahun itu sebagai gelandang terbaik Italia saat ini. Permainan brilian Barella di laga itu juga dipuji oleh Claudio Marchisio lewat akun Twitternya.

“Sebagai seorang mantang gelandang, saya hanya bisa mengagumi perkembangan dan bakat Nicolo Barella. Masih sangat muda, dewasa dan pemain komplet. Fans Inter sangat beruntung dan lebih beruntung untuk timnas Italia,” kicau Marchisio seperti dilansir Football5Star.com dari akun Twitternya.

Kicauan Marchisio itu dibalas oleh Barella. Mantan pemain Cagliari itu berterima kasih dan merasa dirinya masih bisa lebih baik lagi. Barella juga merasa bisa melihat dirinya dalam gaya bermain Marchisio.

Belanda vs Italia - Nations League - Nicolo Barella - @euro2020
@Euro2020

“Saya berterima kasih padanya, Marchisio adalah pemain yang luar biasa. Saya benar-benar melihat diri saya dalam dirinya sedikit, meskipun dia mencetak lebih banyak gol daripada saya,” kata Barella.

Nicolo Barella melanjutkan, “Saya menyadari bahwa saya harus mencetak lebih banyak dan saya bisa melakukan lebih baik. Saya berterima kasih kepada tim karena mereka menempatkan saya pada posisi untuk melakukan semua yang saya butuhkan.”

Barella musim ini bermain 30 kali di semua kompetisi, mencetak 3 gol dan 10 assist.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Claudio Marchisio: Inter Tim yang Paling Terstruktur untuk Scudetto

gamespool
Claudio Marchisio: Inter Tim yang Paling Terstruktur untuk Scudetto 15

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Juventus, Claudio Marchisio, berbicara soal keadaan Serie A saat ini. Dari AC Milan, Inter, dan Antonio Conte. Marchisio memuji kedua klub asal Milan yang saat ini berada di posisi pertama dan kedua.

Serie A akan dimulai lagi pada weekend nanti dengan Milan berada di posisi teratas. Marchisio menyebut Milan saat ini sama seperti Juventus di era Antonio Conte.

“Saya melihat tim Juventus musim pertama Conte di AC Milan ini. Mereka bukan tim terkuat, tetapi mereka menunjukkan bahwa bahkan dalam kesulitanpun ada ruang ganti yang tangguh dan kokoh. Mereka berhasil tetap bersatu. Ini penting,” ucap Marchisio seperti dilansir Football5Star.com dari Tuttosport.

Claudio Marchisio, Juventus
Foto: zimbio.com

Marchisio melanjutkan, “Maldini telah bekerja dengan sangat baik, Ibra sangat menentukan, Pioli terbukti menjadi pelatih yang hebat, tetapi skuad saat ini yang dapat membuat perbedaan,”

Tapi, Marchisio yakin tim yang akan menang Scudetto musim ini adalah Inter, yang berada satu poin di bawah AC Milan. Marchisio merasa Conte akan menjadi kuncinya.

“Inter adalah tim yang paling terstruktur untuk menang, seperti yang telah kita lihat dalam periode terakhir. Bahkan dengan penampilan yang tidak sesuai dengan level skuad, mereka telah memenangkan serangkaian pertandingan dan jarak antara mereka dan Juventus mulai menjadi penting,” ujar Marchisio.

Claudio Marchisio melanjutkan, “Tahukah Anda apa rahasianya? Conte tetap melatih, meski ada masalah di musim panas. Di musim seperti ini, memiliki pelatih yang bertahan adalah keuntungan yang sangat besar dibandingkan mereka yang telah berganti pelatih. Hari ini Conte sedang mengeksploitasi fondasi yang diletakkannya tahun lalu.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Claudio Marchisio Minta Paul Pogba Kembali ke Juventus

gamespool
Claudio Marchisio Minta Paul Pogba Kembali ke Juventus 19

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Juventus, Claudio Marchisio, meminta mantan rekan timnya, Paul Pogba, untuk kembali ke Turin. Marchisio yakin Pogba akan kembali senang jika keluar dari Manchester United.

Marchisio meminta Pogba kembali lewat komentar dari akun Twitter Pogba, yang memposting soal kegiatan latihannya di timnas Prancis.

“Kembalilah ke Juventus, Anda akan bahagia lagi dan saya juga,” kicau Marchisio seperti dikutip Football5Star.com dari akun Twitternya.

Sebelumnya, Pogba mengungkapkan bahwa dirinya lega bisa bermain di timnas Prancis karena kefrustasiannya berada di Manchester United.

Claudio Marchisio Minta Paul Pogba Kembali ke Juventus
Bleacher Report

“Saya tidak pernah mengalami masa sulit dalam karier saya. Tim nasional Prancis seperti menghirup udara segar. Kami sangat senang bisa datang ke sini dan kami semua sangat senang bisa bertemu lagi,” kata Pogba kepada RTL France, beberapa hari yang lalu.

Marchisio dan Pogba bermain di Juventus selama 4 musim sebelum akhirnya Pogba menjadi pemain termahal dunia saat kembali ke Manchester United pada 2016. Bersama Bianconeri, Paul Pogba meraih 8 gelar termasuk 4 Scudetto.

Direkur Juventus, Fabio Paratici, sebelumnya mengatakan bahwa Juve saat ini belum memikirkan apakah akan kembali memulangkan Pogba atau tidak.

“Saat ini, Pogba masih menjadi bagian dari Manchester United dan masih terlalu dini untuk memikirkan target transfer di masa depan. Kami semua peduli pada Pogba, salah satu dari mantan pemain yang telah memberi banyak kontribusi pada Juve. Tapi masih terlalu dini untuk membicarakan target (transfer),” kata Paratici.

Kontrak Paul Pogba sendiri bersama Manchester United baru akan habis pada 2022.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Claudio Marchisio Sebut Harga Federico Chiesa Terlalu Mahal

gamespool
Claudio Marchisio Sebut Harga Federico Chiesa Terlalu Mahal 23

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Juventus, Claudio Marchisio, menkritik kebijakan transfer mantan timnya yang membeli Federico Chiesa dengan harga mahal. Menurut Marchisio, harga Chiesa harusnya lebih murah dari 50 juta euro.

Chiesa pindah dari Fiorentina ke Juventus pada hari penutupan bursa transfer dengan harga 10 juta euro peminjaman dengan opsi tebus 40 juta euro ditambah beberapa bonus. Marchisio merasa harga itu terlalu mahal untuk seorang pemain “yang berjuang keluar dari degradasi”. Seperti yang diketahui, musim lalu Fiorentina sempat berada di jurang degradasi sebelum performanya membaik pasca lockdown.

“Dia adalah talenta yang luar biasa, tetapi ada terlalu banyak tekanan padanya yang diciptakan oleh bursa transfer. Tidaklah benar bahwa seseorang seperti dia, yang berjuang lolos dari degradasi di Florence, harus menelan biaya 50-60 juta euro,” ucap Marchisio seperti dilansir Football5Star.com dari La Gazetta dello Sport.

Ikuti Jejak Roberto Baggio, Federico Chiesa Disoraki Fans Fiorentina
@juventusfcen

Marchisio melanjutkan, “Kemudian dia tiba di klub seperti Juve dan harus segera membuktikan dirinya. Dengan angka transfer yang lebih murah, akan lebih mudah bagi pemain muda dalam situasi itu.”

Tapi, mantan pemain Zenit itu yakin Chiesa akan menjadi bintang di Bianconeri, dengan satu syarat.

“Dia harus mencari posisi yang terbaik di lapangan. Tapi dalam pandangan saya, dia akan meledak dan akan menjadi bintang,” kata Claudio Marchisio.

Debut Federico Chiesa terjadi pada laga melawan Crotone pekan lalu, dimana dia memberi assist ke Alvaro Morata, lalu diusir dari lapangan karena menerima kartu merah.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Claudio Marchisio Sarankan Juventus Beli Andrea Belotti

dinasti
Claudio Marchisio Sarankan Juventus Beli Andrea Belotti 27

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Juventus, Claudio Marchisio, menyarankan mantan klubnya untuk membeli kapten Torino, Andrea Belotti. Tapi Marchisio juga tak yakin Belotti akan mau pergi ke rival satu kotanya itu.

Juventus bermain bagus dengan Paulo Dybala yang bermain di posisi penyerang tengah. Tapi Marchisio merasa Bianconeri masih kekurangan penyerang murni.

“Dia (Belotti) adalah penyerang yang tak dimiliki Juve, terutama saat ini Higuain masih belum menemukan kembali performa terbaiknya. Tapi, saya ragu seseorang seperti Belotti akan pergi ke Juventus. Dia bersama (Armando) Izzo merupakan nyawa Torino,” ucap Marchisio seperti dikutip Football5Star.com dari La Gazetta dello Sport.

Deretan Bintang Sepak Bola Dunia yang Bisa Gabung ke Klub Liga 1 - Claudio Marchisio - Zimbio
zimbio

Mantan pemain Zenit itu melanjutkan, “mereka (Izzo dan Belotti) harus mendorong skuad untuk kembali ke performa terbaik dan menyelesaikan musim berbeda dengan cara mereka bermain saat ini.”

Marchisio juga membicarakan soal Paulo Dybala yang saat ini sedang menjalani performa terbaiknya walaupun hampir saja didepak oleh Juventus pada awal musim.

“Dia pemain berkelas, dia salah satu talenta murni di dunia sepak bola. Orang-orang yang mengkritiknya adalah orang yang tak mengerti sepak bola. Dia punya hubungan baik dengan klub. Saya harap dia menjadi ikon di Juve dan melakukan sesuatu yang saya gagal lakukan: memenangkan Liga Champions,” kata Claudio Marchisio.

Juventus akan berhadapan dengan Andrea Belotti cs dalam laga bertajuk Derby della Mole atau Derby Turin pada malam hari nanti (7/4/20).

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Eks Juventus: Arturo Vidal Akan Sukses Jika Gabung Inter

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Mantan gelandang Juventus, Claudio Marchisio, mendukung wacana Inter Milan untuk mendaratkan Arturo Vidal pada bursa transfer mendatang. Menurut Marchisio, Vidal memiliki gaya main yang cocok dengan Nerazzurri.

Rumor ketertarikan Inter untuk mendaratkan Vidal bukanlah berita baru. Nerazzurri memang sudah ingin mendatangkan Vidal dari Barcelona semenjak bursa transfer musim panas 2019 lalu.

“Arturo Vidal adalah pemain yang sangat hebat dan akan memberikan jiwa ke lini tengah Inter. Dia berhasil menunjukkan penampilan yang baik di Barcelona,” ungkap Claudio Marchisio dikutip dari laman Football Italia.

Arturo Vidal - Inter Milan - Claudio Marchisio - The Sun
The Sun

“Selain itu, saya juga setuju dengan perkataan (Antonio) Conte yang menyebut Vidal merupakan pemain selalu berguna untuk tim manapun.”

“Kedatangan Vidal akan membuat Inter menunjukkan langkah yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” sambung Marchisio menambahkan.

Vidal sendiri dirumorkan menjadi salah satu pemain yang akan dilepas Barcelona pada bursa transfer mendatang. Kabarnya, Blaugrana takkan ragu melepas Vidal ke Inter sebagai bagian dari transfer Lautaro Martinez ke Camp Nou.

Vidal mendarat di Barcelona setelah diangkut dari Bayern Munich dengan banderol 18 juta Euro pada 2018 lalu. Selama dua tahun bermain di Spanyol, Vidal berhasil mengoleksi sembilan gol dan 10 assist dari total 84 penampilannya di semua kompetisi. Selain itu, Vidal juga berhasil meraih masing-masing satu gelar LaLiga dan Piala Super Spanyol bersama Barcelona.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Marchisio Samakan Kevin De Bruyne dengan Andres Iniesta

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Performa menawan Kevin De Bruyne selama ini membuat Claudio Marchisio berdecak kagum. Bahkan mantan pemain Juventus menyebut gelandang Manchester City seperti Andres Iniesta.

Kevin De Bruyne adalah raja assist di Liga Inggris musim ini. Hingga pekan ke-28 ia telah mengoleksi 17 assist. Lebih banyak dari pemain mana pun di Premier League.

Capaian tersebut sudah cukup bagi Claudio Marchisio untuk menyandingkannya dengan Andres Iniesta. Baginya, gelandang Belgia punya banyak kesamaan dengan legenda Barcelona tersebut.

Thierry Henry - Kevin de Bruyne - Manchester City - Goal
Goal

“Sampai saya berhenti bermain, gelandang terkuat adalah Iniesta. Kini sudah ada De Bruyne yang sangat luar biasa. Mereka berdua banyak kesamaan dan saya rasa level mereka sama,” ujar Marchisio kepada Gazzetta dello Sport, Minggu (22/3/2020).

“Dia bukan hanya lihai memberi umpan, tapi juga melihat posisi rekan dan kapan harus membuat keputusan. Seperti halnya Andres, dia juga piawai mencetak gol,” sambungnya.

Di sisi lain, pemain yang pernah berkostum Zenit St Petersburg memprediksi Sandro Tonali akan menjadi penerus dua gelandang hebat tersebut. Ia mengatakan pemain Brescia punya masa depan yang sangat cerah.

“Sandro Tonaldo adalah pemuda yang tumbuh di musim yang penting di mana Brescia sedang mengalami kesulitan. Tapi dalam situasi ini Anda bisa melihat dia punya talenta hebat dan masa depannya sangat cerah,” tutup Marchisio.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Marchisio Akui Permainan Barella Mirip Dengannya

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Juventus, Claudio Marchisio, mengomentari permainan Nicolo Barella. Menurutnya, gelandang Inter Milan punya kesamaan dengan dirinya.

Nicolo Barella berposisi sebagai gelandang tengah. Dia berperan sebagai pengatur irama permainan tim. Selain menyerang, dia juga bertanggung jawab untuk memotong serangan lawan.

Hal serupa juga dilakukan Marchisio selama ini. Maka dari itu, ia dengan yakin berkata bahwa pemain timnas Italia punya banyak kemiripan dengan permainannya.

Claudio Marchisio - Juventus - AC Milan - Zimbio
Zimbio

“Saat ini muncul banyak gelandang baru di Italia. Beberapa dari mereka sangat menonjol seperti Barella, Gaetano Castrovilli, Stefano Sensi, dan Lorenzo Pellegrini,” kata Marchisio kepada Sportweek, Rabu (26/2/2020).

“Tapi mungkin Barella dan Castrovilli punya karakteristik yang mirip dengan saya,” sambung mantan pemain Zenit St Petersburg itu.

Lebih lanjut, menanjaknya performa pemain 23 tahun dianggap menguntungkan timnas Italia. Marchisio pun menyebut jika Roberto Mancini sangat beruntung punya pemain seperti Barella.

“Saya menyaksikan dia bermain saat derbi kemarin. Dia bisa memainkan banyak peran dan itu menjadi keuntungan besar untuk Mancini di tim nasional,” tutup gelandang 35 tahun tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Claudio Marchisio: Buffon adalah Kapten Saya Sebenarnya

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Juventus, Claudio Marchisio, masih sangat menghormati sosok Gianluigi Buffon. Bahkan baginya sang kiper adalan kapten dia sebenarnya.

Claudio Marchisio menghabiskan waktu selama 10 tahun bersama Gianluigi Buffon di Juventus dan timnas Italia. Faktor ini pula yang membuat dia tak punya alasan lain untuk menunjuk pemain lainnya ketika ditanya siapa pemain yang paling dihormati.

“Gigi adalah ikon sebenarnya. Dia satu-satunya. Menurut pandangan saya dia adalah kapten saya sebenarnya. Kiper hidup dalam dimensi mereka sendiri. Juga karena mereka hampir tidak pernah bersama anggota skuat lainnya,” kata Marchisio kepada DAZN, Minggu (9/2/2020).

gianluigi buffon juventus
@juventusfcen

“Mereka punya metode latihan sendiri, punya pelatih sendiri. Gigi, sebagai kapten bahkan jika dia tidak bersama pemain lain, selalu tahu kapan harus bersuara ketika dia melihat sesuatu yang tidak diperhatikan pemain lain,” sambungnya.

Apa yang dikatakan Marchisio memang sangat beralasan. Buffon adalah pemain paling setia di Juventus. Saat tim terdegradasi akibat kasus calciopoli ia tetap bertahan di sana.

Bersama Si Nyonya Tua kiper 42 tahun meraih banyak trofi, seperti scudetto, Coppa Italia, dan Supercoppa Italia. Kendati sempat hengkang ke Paris Saint-Germain musim lalu, sang kiper akhirnya kembali ke Turin musim ini.

Sementara itu, Claudio Marchisio terpaksa meninggalkan Juventus 2018 lalu. Ia kemudian pindah ke klub Rusia, Zenit St Petersburg, selama semusim.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Eks Juventus Cibir Kembalinya Zlatan Ibrahimovic

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Juventus, Claudio Marchisio, menyayangkan keputusan AC Milan yang mendatangkan Zlatan Ibrahimovic dari Los Angeles Galaxy. Menurutnya, Rossonerri seharusnya mengembangkan bakat muda ketimbang mendaratkan Ibrahimovic.

Ibrahimovic memang sudah menjadi bagian dari skuat AC Milan per tanggal 3 Januari lalu. Bomber asal Swedia itu pun sudah melakoni debutnya di partai melawan Sampdoria akhir pekan lalu.

Akan tetapi, kehadiran Ibrahimovic belum bisa membawa Rossonerri kembali ke jalur kemenangan. Mereka harus puas bermain imbang di laga melawan Sampdoria.

Claudio Marchisio - Zlatan Ibrahimovic - AC Milan - Telenord
Telenord

“Saya tentunya berharap Zlatan Ibrahimovic akan bisa membawa perubahan berarti di AC Milan. Sudah saatnya mereka kembali bersaing di papan atas,” ungkap Claudio Marchisio seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman Football Italia.

“Di tengah musim yang penuh masalah seperti ini, saya lebih berharap apabila AC Milan memutuskan untuk mengembangkan bakat muda yang mereka miliki ketimbang mendaratkan Ibrahimovic,” sambung Marchisio menambahkan.

Kembalinya Ibrahimovic tentu diharapkan akan bisa menjadi solusi dari tumpulnya lini depan Rossonerri. Pasalnya, sejauh ini mereka baru berhasil mencetak 16 gol dari total 18 partai Serie A.

Catatan buruk tersebut pun membuat AC Milan masih belum bisa keluar dari papan tengah klasemen Serie A. Saat ini, Alessio Romagnoli cs masih terjebak di posisi 12 klasemen sementara dengan raihan 22 poin. Tertinggal 23 poin dari rival abadi mereka, Inter Milan, yang ada di posisi puncak.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Marchisio: Lini Tengah Juventus Tidak Sekuat Era Saya

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Juventus, Claudio Marchisio, menyoroti lini tengah I Bianconeri. Menurutnya, lini tengah anak asuh Maurizio Sarri tidak sekuat seperti eranya dulu.

Saat ini Juventus dihuni oleh banyak gelandang. Di sana ada Aaron Ramsey, Emre Can, Blaise Matuidi, Adrien Rabiot, Miralem Pjanic, dan Sami Khedira.

Akan tetapi, Marchisio menganggap mereka belum mampu menyamai level saat eranya bermain bersama Andrea Pirlo, Arturo Vidal, dan Paul Pogba.

“Saya percaya bahwa seiring berjalannya waktu Maurizio Sarri bisa menemukan solusi terbaik dan Juve, seperti semua tim besar, harus tiba dalam kondisi terbaiknya pada periode Februari dan Maret,” kata sang mantan seperti dikutip Football5star dari Football Italia, Rabu (18/12/2019).

Hasil Brescia vs Juventus: Tendangan Bebas Pjanic Antarkan 3 Poin
Sky Sports

“Masalah Juventus saat ini ada di lini tengahnya. Lini tengah mereka tidak sekuat ketika ada saya, Pirlo, Arturo Vidal, dan Paul Pogba. Anda bisa melihatnya dari gol dan assist yang dicetak pada gelandang sekarang,” sambungnya.

Apa yang dikatakan pemain yang pernah merumput di Zenit st Petersburg itu memang ada benarnya. Saat dia masih bermain, Juve selalu mengandalkan dirinya, Pirlo, Vidal, maupun Pogba. Tapi saat ini, Maurizio Sarri kerap melakukan rotasi di lini tengah.

Hal ini setidaknya berpengaruh pada produktivitas tim. Sampai pekan ke-16 Serie A mereka baru mengoleksi 29 gol. Torehan ini masih kalah dari Inter Milan, Lazio, Cagliari, serta Atalanta.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Marchisio Tunjuk Ramsey Sebagai Suksesornya

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Legenda Juventus, Claudio Marchisio, mengaku senang melihat Aaron Ramsey memakai nomor punggung di Turin. Menurut dia pemain asal Wales itu pantas menjadi penerusnya.

Marchisio memakai nomor punggung delapan di Juventus dari 2009 hingga 2018. Ia juga sukses memenangi tujuh Scudetto beruntun bersama Bianconeri.

Kini, nomor punggung delapan bersejarah itu telah menjadi milik Ramsey yang didatangkan Juventus dari Arsenal secara gratis.

“Nomor 8 saya ada di tangan terbaik. Ramsey adalah pemain yang fantastis. Nomor 8 adalah angka yang begitu indah sehingga harus ada di punggung seseorang. Preferensi saya ada dua, Ramsey atau pemain akademi yang naik ke tim utama,” kata Marchisio kepada The Daily Mail.

“Sebagai seorang bocah, dua pemain favorit saya, Steven Gerrard dan Frank Lampard, bermain di Inggris, jadi itu normal bagi saya untuk mengikuti kompetidi di Inggris.”

claudio marchisio zenit st petersburg clamarchisio8
Getty Images

Marchisio juga membahas soal mantan rekannya di Turin, Paul Pogba.

“Saya akan memberitahumu sebuah anekdot tentang Pogba. Saat sesi latihan pertama bersama kami, Pogba masih sangat muda, Andrea Pirlo dan saya hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk memahami seberapa kuat Pogba, dan kami juga tahu bahwa ia akan segera mengambil tempat seseorang di tim.”

“Untungnya pelatih menemukan sistem yang memungkinkan kami semua bermain bersama. Lini tengah yang indah, bahkan dengan Arturo Vidal!”

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Pensiun, Marchisio Ungkap Penyesalan Terbesar Bersama Juventus

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Claudio Marchisio sudah mengumumkan pensiun dari sepak bola. Berkarier di ranah profesional selama 19 tahun, pria kelahiran Turin itu mengakhiri kariernya setelah membawa Zenit FC juara Liga Rusia.

Meski pensiun di Zenit, Marchisio lebih dikenal atas sepak terjangnya selama membela Juventus. Memulai debut untuk tim senior pada 2005, ia sudah mempersembahkan sederet prestasi berharga untuk klub kota kelahirannya tersebut.

“Penyesalanku adalah tidak pernah berhasil membawa pulang trofi Liga Champions bersama Juventus. Selain itu juga, aku belum bisa melupakan kegagalan tim nasional menjuarai Euro. Sisanya, aku bersyukur bisa mendapatkan pengalaman membela Juve,” ucapnya seperti dikutip dari Football Italia.

Marchisio menjadi saksi kebangkitan Juventus sejak tersandung kasus calciopolli pada 2006 silam. Sempat terdegradasi ke Serie B tak membuat kesetiannya luntur. Ia memilih bertahan hingga pada akhirnya Juve kembali ke tempat tertinggi pada 2011.

Namun, sebagai pemain, suami Roberto Sinopoli tersebut tetap punya penyesalan terpendam bersama Juventus. Merasakan dua final Liga Champions, tapi tak satu pun berhasil dimenangkan. Keduanya selalu gagal dari tim asal Spanyol, Barcelona dan Real Madrid.

Marchisio merupakan bagian dari skuat tim nasional Italia pada Euro 2012. Ketika itu, Gli Azurri dikalahkan Spanyol pada laga final dengan skor cukup telak, 0-4. Setelahnya, penampilan tim nasional Italia terus menurun. Bahkan gagal lolos ke Piala Dunia 2019.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Legenda Juventus Siap Gantung Sepatu

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Masa depan dari legenda Juventus, Claudio Marchisio nampaknya sudah mulai menemui titik terang. Media-media Italia mengabarkan bahwa Marchisio siap gantung sepatu dalam waktu dekat.

Saat ini, Marchisio memang tak memiliki klub lagi setelah kontraknya diputus oleh klub Rusia, Zenit St Petersburg pada bulan Juli lalu. Padahal, Marchisio baru bermain untuk Zenit selama 10 bulan.

Pemutusan kontrak Marchisio oleh Zenit ditengarai merupakan buntut dari masalah lutut yang terus menderanya sepanjang musim 2018-19. Pria 33 tahun itu pun hanya mampu mengoleksi 15 penampilan sepanjang musim lalu bersama Zenit karena harus bolak balik ruang perawatan.

Claudio Marchisio - Juventus - Forza Italian Football
Forza Italian Football

Sebelum bermain untuk Zenit, Marchisio merupakan salah satu sosok pemain senior di Juventus. Ia merupakan produk asli akademi Juventus dan sudah berkarier di Turin semenjak tahun tahun 2007. Pada tahun 2017, ia baru memutuskan untuk hengkang setelah kontraknya tak lagi diperpanjang oleh Juventus.

Selama 11 tahun bermain di tim utama Juventus, Claudio Marchisio berhasil menasbihkan dirinya menjadi salah satu gelandang terbaik di Italia. Hal tersebut ia buktikan dengan raihan tujuh Scudetto dan empat Coppa Italia.

Tak hanya itu, kegemilangan Marchisio juga dirasakan oleh timnas Italia. Meskipun ia gagal membawa Azzurri meraih gelar internasional, Marchisio tetap menjadi salah satu pemain kunci untuk timnas Italia semenjak tahun 2009. Sejauh ini, ia sudah berhasil mengoleksi 55 caps bersama timnas Italia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Deretan Bintang Sepak Bola Dunia yang Bisa Gabung Klub Indonesia

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Deretan bintang sepak bola dunia berpeluang gabung ke klub-klub Liga 1 pada tahun ini. Mereka adalah para pemain yang berstatus bebas kontrak alias tak terikat dengan klub mana pun.

Kedatangan Michael Essien ke Persib Bandung pada 2017 memang telah membuka jalan para pesepak bola dunia datang ke Indonesia. Sejak saat itu, tidak sedikit pesepak bola kenamaan dunia yang pernah menjajal kompetisi Liga 1.

Sebut saja Mohamed Sissoko di Mitra Kukar, Carlton Cole di Persib, Peter Odemwingie di Madura United, Julien Faubert di Borneo FC, dan banyak lainnya. Belum lagi pemain generasi lama seperti Roger Milla, Mario Kompes, hingga Pierre Njanka.

Meski sebagian besar datang saat sudah melewati masa puncak karier, pamor mereka belum meredup. Tahun ini pun peluang deretan bintang sepak bola dunia untuk gabung ke klub-klub Liga 1 masih terbuka sangat lebar.

Essien (www.old.football5star.com) 2

Ada cukup banyak pemain bintang yang sejak musim panas 2019 berstatus bebas kontrak, alias tak terikat dengan klub mana pun. Kondisi ini menguntungkan klub-klub Liga 1 untuk melakukan penjajakan.

Apalagi, sebagian besar masih berada dalam usia yang produktif. Namun, tentunya masalah kesehatan perlu dijadikan pertimbangan bagi klub-klub Liga 1. Pasalnya, beberapa nama yang berstatus bebas kontrak memang punya rekam jejak kurang baik dengan kesehatan.

Berikut Deretan Bintang Sepak Bola Dunia yang Bisa Gabung ke Klub Liga 1 (klik angka-angka di bawah untuk ke halaman berikutnya):

HATEM BEN ARFA (PRANCIS)
Deretan Bintang Sepak Bola Dunia yang Bisa Gabung ke Klub Liga 1 - Hatem Ben Arfa - Zimbio
Zimbio

Nama Hatem Ben Arfa cukup populer di sepak bola Eropa. Dia sempat disebut-sebut sebagai salah satu talenta berbakat di Prancis.

Sejak berkibar bersama Olympique Lyonnais, Ben Arfa direkrut Olympique Marseille pada 2008. Setelahnya, dia berpetualang di beberapa klub kasta atas kompetisi di Eropa seperti Newcastle United, Hull City, OGC Nice, Paris Saint-Germain, hingga terakhir di Stade Rennais.

Sayangnya, masalah cedera membuat karier gelandang berusia 32 tahun itu sering terhambat. Dia gagal bersinar di Inggris hingga pulang ke Prancis karena sering berkutat dengan cedera panjang. Sampai akhirnya, kontraknya tak diperpanjang Rennes pada Juli 2019

Sejak dilepas Rennes, pengoleksi 15 caps untuk timnas Prancis dengan torehan 2 gol ini belum memiliki klub lagi.

*Klik angka 3 untuk ke halaman berikutnya
WILFRIED BONY (PANTAI GADING)
Deretan Bintang Sepak Bola Dunia yang Bisa Gabung ke Klub Liga 1 - Wilfried Bony - Zimbio
Zimbio

Nama Wilfried Bony cukup dikenal di sepak bola Inggris. Kariernya di Premier League cukup cemerlang bersama beberapa klub seperti Swansea City, Manchester City, hingga Stoke City. Karier di Inggris didapat setelah dia menjadi top skorer Eredivisie bersama Vitesse pada 2012-2013.

Bahkan, sewaktu Man City merekrutnya dari Swansea, nilai transfer yang dikeluarkan cukup tinggi, yakni mencapai 32,30 juta euro. Selama di Man City, penyerang berusia 30 tahun tersebut menorehkan 10 gol dari 46 penampilan di semua ajang.

Bony juga turut membantu The Cityzens meraih gelar juara Piala Liga Inggris pada musim 2015-2016. Namun pada musim berikutnya, dia dipinjamkan ke Stoke sebelum akhirnya balik ke Swansea pada 2017.

Bony menutup karier di klub Qatar, Al-Arabi sebagai pemain pinjaman dari Swansea. Pada Juli 2019, kontraknya bersama Swansea berakhir dan tidak diperpanjang. Alhasil, saat ini pemain yang pernah membawa Pantai Gading juara Piala Afrika 2015 itu berstatus bebas kontrak.

 *Klik angka 4 untuk ke halaman berikutnya
FREDY GUARIN (KOLOMBIA)
Deretan Bintang Sepak Bola Dunia yang Bisa Gabung ke Klub Liga 1 - Fredy Guarin - Zimbio
Zimbio

Usia Fredy Guarin memang sudah 33 tahun. Namun, stamina serta kualitas permainannya masih mumpuni. Pemain bernama lengkap Fredy Alejandro Guarín Vásquez ini pun memiliki pengalaman cukup banyak di kompetisi Eropa.

Memulai karier di Eropa bersama Saint-Etienne (Prancis), kiprah Guarin meningkat pesat saat membela FC Porto. Di Porto, Guarin mempersembahkan tiga gelar juara SuperLiga Portugal, serta trofi Liga Europa pada 2010-2011.

Setelah berkibar di Portugal, Guarin direkrut klub raksaa Italia, Inter Milan, pada 2011. Lima musim dihabiskan di sepak bola Italia denga torehan 15 gol dari 108 penampilan bersama I Nerazzurri.

Pada Januari 2016, Guarin menerima pinangan dari klub Cina, Shanghai Shenhua, hingga kontraknya berakhir pada tahun ini. Di level timnas, Guarin turut membela Kolombia pada Piala Dunia 2014. Total dia mencatat 57 caps dan 4 gol untuk timnas Kolombia.

 *Klik angka 5 untuk ke halaman berikutnya
CLAUDIO MARCHISIO (ITALIA)
Deretan Bintang Sepak Bola Dunia yang Bisa Gabung ke Klub Liga 1 - Claudio Marchisio - Zimbio
Zimbio

Latar belakang Claudio Marchisio mentereng. Sebagian besar karier gelandang berusia 33 tahun ini dihabiskan bersama Juventus. Total, dia sudah 12 musim membela I Bianconeri, termasuk kala harus terdegradasi ke Serie B pada 2006-2007.

Semasa di Juventus, Marchisio total mengoleksi 37 gol dari 389 penampilan. Tujuh gelar juara Serie A pun turut dipersembahkannya untuk Juventus. Namun, setelah berkutat dengan cedera Marchisio sempat dipinjamkan ke Empoli sebelum akhirnya berlabuh di Rusia bersama Zenit Saint Petersburg pada 2018.

Meski turut mempersembahkan gelar juara liga untuk Zenit, kontrak Marchisio tak diperpanjang pada Juli 2019. Sejak saat itu, Marchisio belum lagi mempunyai klub dan berstatus bebas kontrak.

Karier internasional Marchisio hampir mirip dengan talenta asal Indonesia, Egy Maulana Vikri, yang pernah menjajal Touloun Tournament di Prancis. Sementara di level senior, dia pernah membela Italia di Piala Dunia 2010 dan 2014.

 *Klik angka 6 untuk ke halaman berikutnya
FABIO COENTRAO (PORTUGAL)
Deretan Bintang Sepak Bola Dunia yang Bisa Gabung ke Klub Liga 1 - Fabio Coentrao - Zimbio
Zimbio

Karier bek kiri asal Portugal ini dihabiskan di Portugal, Spanyol, dan Prancis. Namanya melejit sejak bersinar bersama Benfica hingga direkrut klub raksasa Spanyol, Real Madrid.

Di Real Madrid, Fabio Coentrao memang bukan pilihan utama. Namun, dia menjadi opsi pelapis untuk bek kiri utama, Marcelo. Selama di El Real, pemain berusia 31 tahun ini sempat dipinjamkan dua kali ke AS Monaco dan Sporting CP.

Karier Coentrao di Real Madrid berakhir saat kontraknya tak diperbarui pada Juli 2018. Dia akhirnya menghabiskan karier bersama Rio Ave di Portugal, sampai berstatus bebas kontrak lagi pada Juli 2019.

Di level internasional, Coentrao menjad bagian dari skuat timnas Portugal pada Piala Dunia 2010 dan 2014. Total, dia mengoleksi 52 caps dan 5 gol untuk Selecao Das Quinas.

 *Klik angka 7 untuk ke halaman berikutnya
IGNAZIO ABATE (ITALIA)
Deretan Bintang Sepak Bola Dunia yang Bisa Gabung ke Klub Liga 1 - Ignazio Abate - Zimbio
Zimbio

Nama Ignazio Abate identik dengan AC Milan. Dia memang merintis karier dari tim junior Milan meski sempat juga dipinjamkan ke Napoli, Piacenza, Modena, dan Empoli. Dia juga sempat dilego ke Torino, sebelum balik ke San Siro pada 2009.

Abate menghabiskan 10 tahun bersama I Rossoneri sampai kontraknya habis pada 2019. Sejak saat itu, dia belum lagi memiliki klub alias berstatus bebas kontrak.

Abate masih tercatat sebagai pemain termuda yang pernah membela Milan di Liga Champions dalam usia 17 tahun dan 27 hari saat menghadapi Celta Vigo pada Desember 2003.

Di Milan, Abate mampu mempersembahkan gelar juara Serie A pada 2010-2011 dan Supercopa 2011 serta 2016. Sementara bersama timnas Italia, dia total mengoleksi 22 penampilan dengan koleksi 1 gol.

 *Klik angka 8 untuk ke halaman berikutnya
Deretan Bintang Sepak Bola Dunia Lainnya yang Bisa Gabung ke Klub Liga 1:

Selain lima nama terkenal di atas, masih banyak lagi deretan pesepak bola dunia yang berstatus bebas kontrak. Bukan mustahil pula salah satunya bakal bergabung dengan klub di Liga 1.

Obafemi Martins & Fredy Guarin - globaltimes

Danny Simpson (Inggris)
Usia: 32 tahun
Posisi: Bek kanan
Klub terakhir: Leicester City

Yoann Gourcuff (Prancis)
Usia: 33 tahun
Posisi: Gelandang serang
Klub terakhir: Dijon

Gabriel Paletta (Italia)
Usia: 33 tahun
Posisi: Bek tengah
Klub terakhir: Jiangsu Suning

Jonathan Biabiany (Prancis)
Usia: 31 tahun
Posisi: Sayap kanan
Klub terakhir: Parma

Mile Jedinak (Australia)
Usia: 35 tahun
Posisi: Gelandang bertahan
Klub terakhir: Aston Villa

Younes Kaboul (Prancis)
Usia: 33 tahun
Posisi: Bek tengah
Klub terakhir: Watford

Michel Vorm (Belanda)
Usia: 35 tahun
Posisi: Kiper
Klub terakhir: Tottenham Hotspur

Obafemi Martins (Nigeria)
Usia: 34 tahun
Posisi: Striker
Klub terakhir: Shanghai Shenhua

Jeremy Menez (Prancis)
Usia: 32 tahun
Posisi: Gelandang serang
Klub terakhir: Club América

Giuseppe Rossi (Italia)
Usia: 32 tahun
Posisi: Striker
Klub terakhir: Genoa


[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Idolai Steven Gerrard, Marchisio Berpeluang ke Rangers

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Claudio Marchisio sepertinya segera mendapatkan klub baru. Adapun klub baru yang dimaksud adalah raksasa Skotlandia yang diasuh Steven Gerrard, Rangers FC.

Seperti yang diketahui, Claudio Marchisio sudah menganggur sejak April lalu. Saat itu kontraknya bersama raksasa Rusia, Zenit St Petersburg, diputus karena kondisi sang gelandang yang mengalami cedera berkepanjangan.

Kini sudah lima bulan berlalu, mantan pemain Juventus belum juga mendapat klub baru. Tapi Gazzetta dello Sport menyebutkan bahwa status pengangguran yang disandang sang gelandang akan segera berakhir.

Steven Gerrard - Frank Lampard - Daily Record
Daily Record

Ia diyakini akan menandatangani kontrak selama semusim dengan Rangers. Terpilihnya klub Skotlandia sebagai calon klub baru pemain 33 tahun memang tak lepas dari sosok Steven Gerrard sebagai nahkoda.

Marchisio selama ini memang dikenal sebagai pengagum berat legenda Liverpool itu. Bahkan beberapa tahun lalu ia pernah berujar bahwa hasrat terbesarnya adalah bermain bersama Gerrard.

Demi bisa dilatih pria yang akrab disapa Stevie itu, pemain jebolan akademi Juve sudah menolak tawaran menggiurkan dari beberapa klub. AS Monaco, Jiangsu Suning, dan Flamengo adalah klub-klub yang gagal meluluhkan hati sang gelandang.

Di sisi lain, masuknya Rangers dalam pertimbangan Marchisio juga tak lepas dari sejarah klub yang beberapa kali kedatangan pemain Italia. Nama-nama tenar seperti Gennaro Gattuso, Sergio Porrini, dan Marco Negri, pernah menjadi pujaan publik Stadion Ibrox di masa lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Marchisio Tolak Gabung Jiangsu Suning karena Inter Milan

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan bintang timnas Italia, Claudio Marchisio, saat ini sudah tidak memiliki klub. Tapi bukan berarti ia sepi peminat. Sang gelandang mangaku mendapat tawaran dari klub raksasa Cina, Jiangsu Suning.

Marchisio sudah berstatus sebagai pengangguran sejak Juli lalu. Hal ini tak lepas dari diputusnya kontrak sang gelandang oleh klub Rusia, Zenit St Petersburg.

Kini dalam masa pencariannya, mantan bintang Juventus sempat didekati Jiangsu Suning. Tapi ia menolak tawaran menggiurkan dari Cina karena klub yang bersangkutan punya kedekatan dengan rival Juventus di Italia, Inter Milan.

marchisio-inter-juventus-sportfair
Sport Fair

“Saya masih berhasrat untuk terus bermain. Ada ketertarikan dari Jiangsu tapi saya memutuskan tidak melanjutkan negosiasi lebih jauh karena mereka sangat dengan Inter. Itulah yang memengaruhi keputusan saya untuk tidak ke sana,” kata sang gelandang kepada Sky Sport Italia, Senin (19/8/2019).

Sebagai informasi, Jiangsu merupakan klub milik Suning Grup pimpinan Zhang Jidong, yang juga pemilik Inter Milan. Secara tidak langsung, keduanya punya keterikatan.

Menolak tawaran dari Cina, Claudio Marchisio ternyata juga sudah menolak tawaran dari beberapa klub Italia. Ia sudah berikrar tidak akan menggunakan jersey tim Italia lain selain Juventus.

“Saya juga menerima banyak tawaran dari klub-klub Italia. tapi saya menolaknya karena saya punya prinsip tidak akan memakai jersey tim Italia lain selain Juventus. Prinsip itu tidak akan berubah sampai kapan pun,” tegas pemain 33 tahun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Berjalan 10 Bulan, Zenit dan Marchisio Sepakat Putus Kontrak

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan gelandang Juventus, Claudio Marchisio, memutus kontrak dengan klubnya asal Rusia, Zenit St Petersburg. Marchisio hanya menyelesaikan 10 bulan kontrak yang seharusnya berakhir pada bulan Juni 2020.

Kepastian berakhirnya kontrak Claudio Marchisio dengan Zenit St Petersburg diumumkan oleh pihak klub melalui media sosial Twitter, Senin (1/7/2019) setelah mencapai kesepakatan bersama.

“Klub dapat mengonfirmasikan bahwa kontrak Claudio Marchisio telah diputus bersama. Zenit ingin mengucapkan terima kasih kepada Claudio untuk waktunya bersama klub dan mengucapkan semoga yang terbaik untuk masa depan,” ujar pernyataan resmi Zenit.

Marchisio, berusia 33 tahun, dilepas oleh Juventus pada Agustus 2018 dan menandatangani kontrak dengan Zenit pada September 2018.

claudio marchisio zenit st petersburg clamarchisio8
twitter – @clamarchisio8

Namun, masalah cedera lutut yang terus-menerus telah membatasinya untuk memperkuat Zenit. Dia hanya bermain 15 pertandingan, meskipun berhasil mencetak dua gol.

Zenit berhasil memenangkan gelar liga untuk keenam kalinya musim lalu, terpaut delapan poin dengan peringkat kedua Lokomotiv Moscow.

Marchisio memiliki karier cemerlang bersama Juventus. Di mana dia bermain 389 pertandingan serta menjuarai 7 gelar Scudetto dan dua kali sebagai finalis Liga Champions.

Berkat performa, Claudio Marchisio mendapatkan panggilan memperkuat timnas Italia. Total ia mengoleksi 55 caps internasioanl termasuk tampil di Piala Dunia 2010 dan 2014.

Hingga kini belum diketahui akan bermain di mana Claudio Marchisio setelah kontraknya dengan Zenit St Petersburg berakhir.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Marchisio Berharap Pogba Balik ke Juventus

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan gelandang Juventus, Claudio Marchisio, berharap Paul Pogba kembali ke Turin. Marchisio berpendapat, kedatangan Pogba bakal meningkatkan kualitas serangan I Bianconeri.

Pogba hijrah ke Juventus dengan status bebas transfer pada Agustus 2012. Bersama I Bianconeri, kemampuan gelandang timnas Prancis itu berkembang pesat.

“Kembalinya Paul Pogba akan luar biasa karena Juventus membutuhkan gelandang yang bisa memberi dorongan lebih besar dalam fase menyerang.,” kata Marchisio, seperti dilansir Calciomercato.

Empat musim berselang, Pogba memutuskan untuk kembali ke Manchester United. Dia memecahkan rekor transfer termahal dunia saat itu setelah diangkut ke Old Trafford dengan banderol 94,5 juta pounds.

Claudio Marchisio mengaku heran dengan motivasi Pogba kembali ke Setan Merah.

“Sejujurnya, saya tidak memahami keputusan dia untuk kembali ke Manchester United. Saya paham soal uang. Jika jadi dia dan menginginkan evolusi karier, saya akan memilih pindah ke Spanyol,” tuturnya.

“Dua sesi laihan sudah cukup untuk mengetahui dia adalah pemain yang fenomenal. Saat bersama kami, dia berkembang dari sisi kepribadian dan profesional,” ujar Marchisio.

Paul Pogba gabung Juventus secara gratis pada 2012.
Paul Pogba bela Juventus pada 2012-2016 (Foto: eurosport.com)

Bersama Juventus, Pogba mengoleksi 34 gol dan 43 assist dari 178 laga di berbagai ajang. Dia membantu La Vechia Signora empat trofi Serie A, dua Coppa Italia dan dua Piala Super Italia.

Performa Paul Pogba di Manchester United banyak mendapat kritik. Apalagi setelah Setan Merah hanya finis di posisi keenam klasemen akhir Premier League.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Eks Juventus Kritik Kultur Sepak Bola Italia

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Claudio Marchisio mengatakan bahwa buruknya kultur sepak bola Italia menjadi salah satu alasan dirinya dan Gianluigi Buffon hengkang dari Juventus. Ia pun mengaku sangat senang karena bisa bermain di luar Italia musim ini.

Pada bursa transfer Claudio Marchisio dan Gianluigi Buffon pergi meninggalkan Juventus Marchisio pergi ke Zenit St Petersburg dan Buffon memutuskan untuk menerima pinangan Paris Saint-Germain.

“Buffon sempat mengatakan bahwa dirinya akan pindah ke luar negeri lebih cepat apabila sudah menyadari buruknya kultur sepak bola Italia. Di luar negeri, para pesepak bola bisa hidup lebih nyaman dan bebas,” tutur Claudio Marchisio dikutip dari laman Football Italia.

Claudio Marchisio - Italia - Juventus - France24
France24

“Di televisi, para penonton bisa menyaksikan pemandangan ketika bus tim tiba di stadion. Ada sangat banyak penjagaan yang dilakukan oleh pihak keamanan dan bahkan tak semua orang menyadari hal ini. Secara gamblang, itulah kultur sepak bola Italia.”

“Setelah saya pindah ke luar negeri, saya baru menyadari betapa besarnya penjagaan yang terjadi di Italia dan terkekangnya kami para pesepak bola,” imbuhnya.

Meskipun merasa lebih bahagia di Zenit, Claudio Marchisio sempat kesulitan untuk menunjukkan penampilan terbaiknya. Ia harus sering menepi karena kerap kali menderita cedera.

Namun, ia berhasil membayar kepercayaan yang diberikan oleh pelatih apabila diberi menit bermain. Pemain 33 tahun itu berhasil menyumbangkan dua gol dari sembilan penampilannya untuk Zenit di ajang Liga Primer Rusia pada musim 2019.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Harapan Besar Claudio Marchisio kepada Paulo Dybala

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Juventus, Claudio Marchisio, menyanjung kehebatan Paulo Dybala selama ini. Ia pun berharap sang pemain terus mencetak gol untuk Juventus.

Produktivitas Paulo Dybala musim ini sejatinya tidak terlalu baik. Dia baru mencetak sembilan gol dari 35 pertandingan di semua ajang. Kendati demikian, kontribusinya untuk Juve tetaplah maksimal.

Melihat penurunan produktivitas ini, Claudio Marchisio tidak merasa khawatir. Ia yakin pemain Argentina itu bisa kembali menemukan ketajamannya di depan gawang lain.

Paulo Dybala dipastikan pavel Nedved tak akan meninggalkan Juventus.
tuttomercatoweb.com

“Paulo akan kembali menemukan ketajamannya. Saya tahu itu karena dia punya bakat bawaan yang luar biasa. Dia harus bermain di depan gawang lawan untuk kembali mencetak gol. Musim ini dia bermain terlalu jauh dan itu berpengaruh pada produktivitasnya,” ujar Marchisio kepada Gazzetta dello Sport, Kamis (21/3/2019).

“Saya masih ingat ketika dia datang pertama kali dan melakukan debut untuk Juve saat menghadapi Lazio di Supercoppa. Saya katakan padanya untuk tetap di daerah lawan. Dan terbukti, ia langsung mencetak gol,” kenangnya.

Tidak hanya soal produktivitas saja, pemain yang kini membela raksasa Rusia, Zenit St Petersburg, juga berharap Dybala bisa bertahan di Turin untuk waktu yang lama. Harapan ini tak lepas dari kabar yang beredar jika musim 2018-2019 sebagai musim terakhirnya berseragam Juventus.

Dalam beberapa pekan terakhir, striker yang dibeli dari Palermo itu santer diberitakan akan dibarter dengan pemain Inter Milan, Mauro Icardi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Marchisio Dua Kali Tolak Tawaran AC Milan

Football5star.com, Indonesia – Mantan gelandang Juventus, Claudio Marchisio, mengatakan bahwa dirinya sempat dua kali menolak penawaran dari AC Milan ketika masih bermain di Italia. Ia pun mengaku tak akan membela klub Italia lagi selain Juventus.

Dalam beberapa musim terakhir, Claudio Marchisio memang menjadi salah satu simbol milik Bianconerri. Namun, cedera dan kegagalannya menembus tim utama membuat pria 33 tahun itu memutuskan untuk hijrah ke Zenit St Petersburg pada bursa transfer musim panas lalu.

“Saya dua kali menolak penawaran yang diberikan oleh AC Milan. Sepanjang karier saya, ada banyak tawaran yang datang. Baik dari klub-klub Italia maupun luar Italia,” kata Claudio Marchisio dikutip dari laman Football Italia.

Claudio Marchisio - Juventus - AC Milan - Zimbio
Zimbio

“Bagi saya pribadi, AC Milan merupakan klub kedua terbesar di Italia setelah Juventus. Tapi, saya tak akan pernah pergi untuk bermain di klub Italia lain selain Juventus,” katanya menambahkan.

Meskipun kini sudah tak lagi bermain untuk Bianconerri, Claudio Marchisio mengaku bahwa dirinya masih sangat mencintai Bianconerri. Ia pun mengatakan bahwa Bianconerri merupakan pengalaman terbaik dalam kariernya sebagai pesepak bola profesional.

“Saya telah memberikan banyak hal. Juventus pun juga memberikan banyak hal kepada saya sebagai imbalan. Saya sama sekali tak memiliki penyesalan dalam karier. Ada banyak sekali cerita yang bisa digunakan untuk mengakhiri karier saya,” pungkas mantan gelandang timnas Italia itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Marchisio: Laga Juventus vs Inter Milan Tidak Menentukan

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Juventus akan menjamu Inter Milan di Stadion Allianz pada Sabtu (8/12/2018) dinihari WIB. Kendati kedua tim saat ini bersaing di papan atas, Claudio Marchisio menganggap pertemuan dua musuh bebuyutan ini tidak menentukan apa-apa.

Saat ini Juventus memimpin puncak klasemen dengan 40 poin, sementara Inter berada di peringkat ketiga dengan 29 poin. Jarak poin yang cukup jauh nyatanya tidak mengurangi tensi pertandingan akhir pekan nanti.

Kendati begitu, Marchisio mengungkapkan masih terlalu dini mengatakan laga bertajuk Derby D’Italia ini sebagai penentuan scudetto, mengingat musim 2018-2019 masih sangat panjang.

marchisio-inter-juventus-sportfair
sportfair.it

“Ini adalah laga besar yang sangat penting di Italia, tapi tidak menentukan apa-apa karena masih banyak pertandingan yang harus dijalani hingga akhir musim nanti,” kata Marchisio seperti dilansir Football Italia, Rabu (5/12/2018).

“Juve dan Inter adalah dua tim kuat yang sama-sama punya ambisi meraih target tertinggi yang mereka kejar dan kemenangan di laga ini akan memberi suntikan semangat berlipat ganda,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, pemain yang kini memperkuat klub Rusia, Zenit St Petersburg, membandingkan performa Cristiano Ronaldo dengan Mauro Icardi. Ia berpendapat bahwa CR7 harus mengubah gaya permainan untuk beradaptasi di Serie A.

“Icardi salah satu striker terbaik dunia saat ini, dia menjadi penentu pertandingan Inter dan itu sudah terbukti. Sementara Ronaldo harus mengubah gaya bermainnya ketika datang di Italia, tapi dia punya peran krusial bagi Juventus,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Marchisio Yakin Ini Tahunnya Juventus Juara Liga Champions

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Konsistensi yang ditunjukkan Juventus di Serie A dan Liga Champions musim ini menyita perhatian Claudio Marchisio. Eks pangeran Turin yang memutuskan kontraknya di bulan Agustus lalu ini menyebut mantan timnya akan juarai Liga Champions musim ini. Bagi Marchisio, Nyonya Tua kini sudah semakin matang.

“Saya rasa, tahun ini adalah tahun yang pas bagi Juventus untuk juarai Liga Champions. Struktur mereka semakin kuat tahun ini dan proyek presiden sudah mulai menghasilkan sesuatu. Dengan kehadiran Cristiano Ronaldo, mereka telah menaikkan standar. Bukan hanya kualitas yang dia miliki, namun juga pengaruhi segala hal di dalam tim. Kesadaran akan tuntutan yang tinggi, fokus bermain, hingga mentalitas juara. Tapi, jalannya tak akan mudah. Ada Barcelona yang selalu jadi favorit di sana. Juga masih ada Manchester City yang tengah bermain bagus,” ujar Marchisio dikutip dari Juventus Sports Sunday.

Marchisio tinggalkan Italia pada Agustus 2018 lalu untuk bergabung dengan Zenit St. Petersburg. Bersama klub asal Rusia tersebut, kini ia tengah meretas karier baru selepas masa bakti yang panjang bersama Juventus. Bersama Zenit sendiri, Marchisio tengah menikmati karier yang nyaman di awal dengan sumbangsih 3 gol sejauh ini.

Juventus Marchisio
Foto: zimbio.com

Bagi Nyonya Tua sendiri, mereka belum terkalahkan di semua ajang musim ini. Di Serie A, mereka tengah memimpin klasemen dengan nyaman. Dari 11 laga bertanding, mereka bukukan 10 kemenangan dan hanya 1 kali imbang. Di Eropa, laju mereka masih tak tertahankan di Grup H dengan total 9 poin dari 3 laga alias sapu bersih kemenangan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Ucapan Duka Marchisio dan Juventus untuk Korban Gempa Palu

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Gempa bumi berskala 7,4 magnitudo yang mengakibatkan tsunami di Donggala dan Palu memakan korban hingga 832 jiwa. Bencana alam tersebut mendapatkan sorotan dari seluruh dunia tak terkecuali dua pesepak bola, Claudio Marchisio dan Michel Essien.

Kecintaan eks Gelandang Chelsea terhadap Indonesia tersebut tak hanya isapan jempol belaka. Bukan kali ini saja ia berbela sungkawa atas apa yang terjadi di tanah air.

Terbaru, Essien menunjukkan rasa kepeduliannya terhadap korban gempa di Palu dan Donggala. “Berdoa untuk orang-orang yang ada di Palu, Indonesia,” kata mantan Penggawa Persib Bandung tersebut lewat akun instagramnya.

https://www.instagram.com/p/BoUc1BwCFq1/?hl=en&taken-by=marchisiocla8

Selain Essien, Legenda Juventus yang baru memperkuat klub asal Zenit St Petersburg juga menunjukkan rasa empatinya terhadap korban gempa bumi di Palu dan Donggala.

Unggahan di instgram pribadinya tersebut mendapatkan like dari penggawa Juventus seperti Rodrigo Bentancur, Douglas Costa, Miralem Pjanic hingga Giorgio Chiellini.

“Ini momen yang sangat menyedihkan dan sulit. Banyak korban, sebuah negara dalam keputusasaan. Kami diliputi oleh kesedihan,” tulis Marchisio.

Selain kedua pemain tersebut, pemuncak klasemen sementara Serie A, Juventus memberikan rasa kepeduliannya terhadap insiden tersebut. “Juventus turut mengirimkan doa untuk keselamatan seluruh masyarakat Donggala, Palu dan sekitarnya setelah terjadinya gempa bumi hari ini.”

Kejadian gempa bumi terjadi pada Jumat (28/9/2018) saat sore hari menjelang malam WITA. Tak hanya mengakibatkan korban jiwa, tsunami dan gempa juga merusak bangunan di Palu dan Donggala.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kekecewaan Marchisio kepada Juventus Terkait Cederanya

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Sisa-sisa drama antara Claudio Marchisio dan Juventus belum selesai. Setelah mengakhiri kontraknya bersama Nyonya Tua per 17 Agustus lalu, pemain tampan sempat menyindir mantan klubnya tersebut.

https://twitter.com/IFTVofficial/status/1038493430639259648

Berbicara kepada wartawan yang mewawancarainya, pemain asli Turin ini menyatakan perasaannya secara terbuka. Termasuk tentang bagaimana Juventus memperlakukannya ketika ia dalam masa pemulihan cedera.

Claudio Marchisio, Juventus
Foto: zimbio.com

“Satu-satunya kekecewaanku adalah sengaja dilupakan dan dianggap cedera padahal aku tidak cedera. Tapi, itulah bagian dari pekerjaanku ini dan ini saatnya untuk tantangan baru di depan,” ujar Marchisio.

Walau tak menyebut secara spesifik siapa yang mengecewakannya, kita semua tahu siapa yang dimaksud pemain berusia 32 tahun ini. Selama kariernya, dia hanya memperkuat Juventus. Bahkan sejak 1993, Marchisio sudah menjadi pemain akademi Si Nyonya Tua.

Marchisio mendapat cedera lutut parah pada 19 Agustus 2017 di laga perdana Serie A musim 2017/2018 melawan Cagliari. Walau pulih dan bisa kembali bermain secepatnya, ia hanya mendapat 15 kali jatah bermain musim lalu. Kedatangan Sami Khedira dan sudah mapannya posisi Miralem Pjanic semakin mengikis waktu bermain sang Pangeran Turin.

Ini yang kemudian memunculkan isu bahwa Marchisio akan segera dilego. Riwayat cedera lutut dan usianya yang sudah kepala tiga membuat isu hengkang kian kencang berembus. Dan tanpa diduga-duga, di awal musim ini ia akhirnya meninggalkan klub yang sudah dibelanya selama 25 tahun ini.

Kedatangan Emre Can dan semakin matangnya Rodrigo Bentancur selepas Piala Dunia 2018 membuat posisi Marchisio semakin terpojok. Kini, ia sudah resmi berlabuh di Zenit St Petersburg. Di klub Rusia itu, dia menjadi pemain Italia ketiga di sepanjang sejarah Zenit setelah Domenico Criscito dan Alessandro Rosina.

Gabung Zenit, Marchisio Tetap Cinta Juventus

Banner Footbal Live Star-Football5star

Footballl5star.com, Indonesia – Gelandang Italia, Claudio Marchisio, telah resmi merapat ke klub Rusia, Zenit St Petersburg. Meski demikian, sang pemain mengaku takkan pernah melupakan Juventus.

Setelah 25 tahun bersama, Marchisio akhirnya berpisah dengan Juventus. Kedua belah pihak sepakat memutus kontrak mereka.

“Juve selalu menjadi keluargaku dan memberiku kesempatan untuk melalui mimpi yang menjadi kenyataan. Aku memiliki begitu banyak emosi di dalam diri yang tidak dapat aku lupakan. Aku beruntung karena selain dapat bermain dengan jersey Juventus, aku memiliki kesempatan untuk memenangkan begitu banyak trofi,” kata Marchisio kepada Sky Sport Italia.

“Apa yang tersisa dengan Anda bukan hanya piala, tetapi di atas semua hubungan manusia, hubungan dengan rekan setim, kota dan para penggemar. Aku akan selalu membawa itu bersamaku. ”

Selama membela Juventus, pemain yang pada Januari 2018 lalu berumur 32 tahun ini telah bermain sebanyak 389 di semua ajang dan mencetak 37 gol.

Marchisio
Foto: Ilbianconero.com

“Aku tidak tahu apakah suatu saat akan kembali. Aku menerima begitu banyak kasih sayang dari para penggemar di Turin, Italia. Aku ingin menyelesaikan karier di Juve, tentu saja, tetapi aku tahu aku beruntung. Aku tidak mengharapkan penghormatan khusus dari penonton, yang penting adalah apa yang Anda berikan di lapangan. Aku tidak membutuhkan pertandingan perpisahan besar, jadi aku tidak menyesal tentang itu,” Marchisio menambahkan.

Bersama Juventus, Marchisio telah memenangkan 7 titel Serie A. Kini dengan Zenit, ia akan membantu skuat asuhan Sergey Semak ini untuk merebut titel Liga Rusia yang sudah tidak mereka menangkan lagi sejak tahun 2015.