Liga Italia: Brocchi Tak Mau Bicara Buruk tentang Milan

Cristian Brocchi tidak mau mengkritik bekas klubnya, AC Milan. Meskipun, karier Brocchi di San Siro berlangsung singkat.

Pria berusia 40 tahun itu mengasuh Milan dari 12 April 2016 hingga 30 Juni 2016. Dia didepak karena I Rossoneri gagal merebut tiket kompetisi antarklub Eropa.

Hanya, bagi Brocchi, Milan tetap meninggalkan kesan positif.

“Milan adalah keluarga buat saya. Saya lebih suka tidak membicarakan hal itu,” tutur Brocchi.

“Pelatih memang menjadi sosok yang bertanggung jawab apabila ada kesalahan. Dia merupakan orang yang memberikan identitas dan karakter kepada tim,” kata dia.

Kini, Brocchi didaulat sebagai pelatih Brescia. Di bawah dia, Brescia meraup empat poin dari dua laga Serie B dan bertengger di posisi keempat.

Berita Terkini: Ini Alasan Cristian Brocchi Tinggalkan AC Milan

Mantan pelatih AC Milan, Cristian Brocchi, membeberkan bahwa ia meninggalkan klub karena merasa tidak mendapatkan dukungan.

Brocchi diangkat menjadi pelatih Milan untuk menggantikan Sinisa Mihajlovic yang dipecat pada bulan April silam.

Presiden Silvio Berlusconi diketahui adalah sosok yang paling mendukung Brocchi untuk terus membesut Milan selepas musim 2015-16. Namun, pada akhirnya ia digantikan oleh Vincenzo Montella.

Brocchi telah memutuskan untuk bergabung dengan klub Serie B, Brescia. Ia menjelaskan keputusannya meninggalkan Rosonerri adalah yang terbaik bagi dirinya dan klub.

“Sebagai seorang pemain, aku meraih berbagai hal hebat dengan memulainya dari dasar. Aku menemukan diriku berada di keluarga yang penting seperti Milan. Aku menjalani petualangan yang indah bersaam tim akademi dan beruntung bisa menjadi pelatih tim senior,” terang Brocchi seperti yang dikutip oleh Football Italia.

“Merasa mendapatkan dukungan adalah hal penting bagiku agar orang-orang dapat percaya kepadaku. Kami tidak berada pada kondisi yang tepat untuk melanjutkan pekerjaan. Jadi, keputusanku untuk pergi adalah hal yang tepat untuk klub dan Berlusconi,” tambah dirinya.

Dalam kesempatan yang sama, pria berumur 40 tahun tersebut juga mengungkapkan harapannya bersama Brescia.

“Aku merasa sangat senang dapat menjadi pelatih Brescia, sebuah klub yang sangat penting dalam hidupku. Aku ingin membawa ideku ke dalam ruang ganti dengan harapan menemukan kesepahaman dan meraih sukses,” tegasnya.

Berita Bola: De Boer Masuk Bursa Pelatih Milan

AC Milan menyaring tiga nama kandidat calon pelatihnya musim depan. Seperti yang dilaporkan oleh La Gazzetta dello Sports, mereka adalah Cristian Brocchi, Marco Giampaolo dan Frank De Boer.

Prestasi Milan anjlok dalam beberapa musim terakhir. I Rossoneri bahkan harus kembali absen di kompetisi Eropa setelah hanya mampu finis di urutan ketujuh klasemen akhir Serie A musim lalu.

Sinisa Mihajlovic yang bekerja cukup bagus bersama Sampdoria gagal memenuhi ekspektasi. Belum sampai semusim, pelatih asal Serbia itu didepak dari kursi pelatih Milan dan digantikan oleh Brocchi pada April lalu.

Bersama Brocchi yang merupakan mantan pemain dan pelatih tim akademinya, Milan belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Hingga kini, I Rossoneri belum memastikan akan mengontrak Brocchi secara permanen pada musim panas ini.

Giampaolo muncul sebagai salah satu kandidat pelatih Milan musim depan. Dia dianggap cukup berhasil mengangkat performa Empoli yang tidak dihuni pemain bintang finis di urutan ke-10 klasemen musim lalu.

Nama terakhir yang muncul adalah De Boer. Pelatih asal Belanda tersebut melepaskan jabatan sebagai pelatih Ajax Amsterdam pada pengujung musim lalu.

De Boer telah menangani Ajax sejak 2010 silam. Pria berumur 46 tahun tersebut memutuskan hijrah dari Amsterdam Arena setelah Ajax disalip oleh PSV Eindhoven dalam pekan terakhir Eredivisie sehingga gagal menjadi juara.

Dari ketiga nama tersebut, De Boer di atas kertas lebih diunggulkan. Pasalnya, dia sukses membawa Ajax meraih empat trofi Eredivisie dan satu Johan Cruijff Shield.

Berita Bola: Brocchi Sabar Tunggu Kepastian Masa Depan Dari Milan

AC Milan saat ini masih belum menentukan masa depan Cristian Brocchi di kursi pelatih. Brocchi disebut masih sabar menunggu nasib masa depannya di San Siro.

Bersama Milan di musim 2015-16, Brocchi cuma melatih dalam enam laga terakhir. Dia menggantikan Sinisa Mihajlovic yang dipecat.

Dalam enam pertandingan bersama Brocchi, Milan memetik kemenangan sebanyak dua kali, seri dua kali, dan kalah dalam dua pertandingan.

Milan saat ini sedang proses penjualan ke pemilik baru. Investor asal Cina disebut-sebut menjadi peminat utamanya.

Soal masa depan Brocchi, eks kiper Milan, Christian Abbiati, mengucapkan harapannya. Dia berharap agar Brocchi bertahan di Milan.

“Saya mendengar dari dirinya, dia tetap kalem tapi masih menunggu panggilan,” kata Abbiati seperti dilansir Football Italia.

“Dengan segenap hati, saya berharap agar dia mendapatkannya karena dia merupakan pelatih yang sangat baik. Dia masih muda dan mempersiapkan hal dengan baik.”

“Kami semua menyukai ide-idenya, Anda semua bisa melihatnya di final Coppa Italia,  meski laga itu tak berakhir bagus,” imbuh kiper yang pernah dipinjamkan ke Juventus itu.

Soal kesibukannya seusai tak menjadi pesepak bola, Abbiati juga membagi sedikit cerita.

“Apa yang saya lakukan saat ini? Saya bekerja pada dealer motor saya dan mencoba untuk tak berpikir mengenai sepak bola, bahkan  saya tahu itu akan sulit, terutama dalam beberapa bulan ke depan,” ujar Abbiati.

Berita Bola: Nasib Brocchi Bukan di Tangan Berlusconi

Pelatih AC Milan, Cristian Brocchi, tengah menanti nasib. Statusnya di kursi pelatih I Rossoneri belum jelas seiring proses peralihan kepemilikan klub dari tangan Presiden Silvio Berlusconi kepada investor Cina.

Sebelumnya, Berlusconi memang sempat menegaskan akan mempertahankan Brocchi di kursi pelatih. Namun, jika tak lagi menjadi presiden Milan, Berlusconi mengaku tak punya kuasa untuk membuat putusan terkait masa depan Brocchi.

Apalagi, saat ini proses peralihan kepemilikan masih terus berjalan. Kabarnya, dalam waktu dekat, konsorsium asal Cina akan segera meresmikan pembelian saham mayoritas Milan milik mantan perdana menteri Italia itu.

“Saya tidak bisa memberikan jawaban mengenai (status) pelatih karena bila ada perubahan kepemilikan mayoritas saham, mereka akan membuat keputusan dalam hal ini,” kata Berlusconi kepada wartawan seperti dikutip Gazzetta World.

“Saya pernah mendengar nama-nama pelatih yang ambisius, tapi saya sangat menghormati Brocchi. Jika kita melanjutkan dengan filosofi Italia ala Milan dan seseorang berjiwa muda, saya pasti akan bertahan dengan dia,” imbuh sang patron.

Seiring ketidakpastian itu, Brocchi masih terus menyandang status sebagai allenatore Milan. Namun, spekulasi terus beredar kencang terkait siapa saja pelatih yang cocok menggantikannya, termasuk Rudi Garcia (eks AS Roma), Unai Emery (pelatih Sevilla), hingga Manuel Pellegrini (eks Manchester City).

Brocchi sendiri masih akan terus menanti panggilan telepon terkait nasibnya, apakah dipertahankan, atau dilengserkan.

Berita Bola: Brocchi Banggakan Performa Milan Di Final Coppa Italia

AC Milan mesti menelan kekalahan dari Juventus pada final Coppa Italia musim 2015-16 di Stadion Olimpico, Minggu (22/5). Namun, di balik hasil pahit itu, pelatih Milan, Cristian Brocchi, membanggakan performa anak didiknya.

Milan menyerah kalah 0-1 dari Juventus yang mencetak gol lewat aksi Alvaro Morata. Padahal, sepanjang laga, I Rossoneri lebih mendominasi permainan. Hal itu tergambar dari penguasaan bola dan upaya mencetak gol mereka yang lebih banyak dibanding pencapaian I Bianconeri.

Menurut catatan Who Scored, I Rossoneri menciptakan 20 tembakan, sementara Juventus hanya sanggup membuat sebelas tembakan. Milan juga memiliki penguasaan bola yang dominan dengan raihan 57 persen berbanding 43 persen. Tak heran, Brocchi tetap merasa bangga meski tim didikannya menyerah kalah. Dia menilai performa Milan tidak kalah kelas dengan Juventus.

“Tidak seorang pun yang bisa mengatakan bahwa Milan tidak menampilkan performa solid malam ini,” ujar Brocchi kepada Rai Sport. “Saya melihat sikap yang tepat, saya melihat sesuatu yang merupakan tim saya di dalam tim ini dan performanya. Namun, saya juga kecewa dengan hasil laga.”

Kegagalan di Coppa Italia membuat Milan dipastikan tidak bermain di kompetisi Eropa musim depan. Hal ini ditengarai bakal berdampak terhadap masa depan Brocchi sebagai pelatih I Rossoneri. Namun, Brocchi mengaku tidak memikirkannya.

“Saya tidak tahu apakah hal itu akan mengubah sesuatu. Tapi, malam ini saya melihat para pemain bersikap seperti yang saya inginkan, yakni memiliki hasrat untuk menang dan determinasi. Saya melihat hasil sentuhan tangan saya dan terkait ini, saya senang. Tentu saja saya ingin bertahan di kursi pelatih Milan dan jika menganalisis performa saat ini, setidaknya saya bisa mendapatkan sedikit kredit,” papar Brocchi.

Brocchi Minta Skuat Milan Belajar dari Juventus

Jelang final Coppa Italia pada Sabtu (21/5), Pelatih AC Milan, Cristian Brocchi, meminta anak asuhnya untuk belajar dari calon lawannya Juventus.

Brocchi memuji daya juang Juventus yang sempat terseok-seok pada awal musim, tapi mampu bangkit hingga menjadi juara Serie A. Berdasarkan hal itu, Brocchi minta anak asuhnya agar meniru semangat pantang menyerah dari I Bianconeri.

“Tidak setiap hari Anda bisa bermain untuk mengejar trofi. Saya yakin para pemain akan menampilkan permainan dengan pendekatan yang tepat dan saya yakin (menghadapi) Juve akan membantu dalam hal itu,” bilang Brocchi seperti dikutip dari La Gazzetta dello Sport.

“Bianconeri berada dalam situasi putus asa pada awal musim, tapi mereka ganas dan berjuang kembali untuk memenangi liga. Ini membuktikan bahwa prestasi besar bisa diraih jika Anda percaya kepada diri sendiri. Ini akan menjadi pertandingan penting bagi tim,” imbuhnya.

Belakangan, muncul kabar Brocchi akan dilengserkan dari kursi pelatih Milan seusai final Coppa Italia. Terkait isu itu, dia memilih tak memusingkannya.

“Tidak peduli apa yang terjadi pada saya setelah final Coppa Italia. Yang penting adalah kemenangan Milan. Ada banyak masalah (sejak saya mengambil alih tim) tapi saya tidak pernah berhenti. Saya pernah melihat tampilan yang berbeda dari pemain saya dan berharap mereka memberikan segalanya,” sebutnya lagi.

“Kali ini hasil adalah lebih penting daripada segala sesuatu yang lain dan saya tahu tim ini memiliki kualitas untuk mendapatkan kemenangan,” pungkas Brocchi.

“Milan Butuh Suatu Kebanggaan Untuk Tampil Lebih Baik Lagi”

AC Milan akan berlaga di final Coppa Italia musim ini. Para penggawa mereka diminta mempunyai kebanggaan bermain untuk klub agar bisa memenangi gelar juara.

Milan akan berhadapan dengan Juventus di pertandingan final Coppa Italia. Laga itu akan berlangsung di Stadio Olimpico, Roma, pada 22 Mei mendatang.

Menatap pertandingan itu, Milan sedang dalam laju buruk saat berhadapan dengan Juve. Mereka selalu takluk dalam tujuh pertandingan terakhir di Liga Italia.

Oleh karena itu, Milan disebut oleh sang pelatih, Cristian Brocchi, butuh lebih dari sekadar penampilan yang bagus untuk bisa menjadi juara.

Brocchi juga menyebut bahwa Milan tak akan bisa menjadi juara andai tampil seperti saat melawan AS Roma di pertandingan terakhir Liga Italia. Kala itu, tim ‘Merah-Hitam’ menelan kekalahan dengan skor akhir 1-3.

“Saya tak menerima itu bahwa tim yang mengenakan kaos prestisius bisa bermain seperti di pertandingan Sabtu (14/5) malam,” kata Brocchi di Premium Sport.

“Skuat ini butuh memiliki kebanggaan, keinginan berbeda dibandingkan satu yang ditunjukkan saat melawan AS Roma. Jika kami ingin memenangi Coppa Italia, dengan semangat yang sama maka kami bisa melupakannya.”

“Saya pikir dan saya harap bahwa ada penggawa tim yang masih bisa tampil lebih baik lagi. Apa ada waktu lebih baik dibandingan di laga final yang mana sebagian besar dari mereka tak pernah mempunyai kesempatan untuk bermain di dalamnya?” ucap Brocchi.

Balotelli Perlu Cetak Gol Untuk Rebut Kepercayaan Brocchi

Pelatih AC Milan, Cristian Brocchi, memuji sikap yang ditunjukkan salah satu strikernya, Mario Balotelli, belakangan ini.

Di mata Brocchi, Balotelli telah menunjukkan kematangan sikapnya sebagai seorang pemain profesional. Meski begitu, Brocchi tetap mengharapkan Balotelli agar bisa segera mencetak gol bagi I Rossoneri.

Sejak dipinjam dari Liverpool pada bursa transfer musim panas lalu, Balotelli memang tak terlalu produktif di depan gawang. Tercatat dirinya hanya mampu mencetak tiga gol dari total 21 penampilannya di Serie A dan Coppa Italia.

Hal ini bisa dimaklumi lantaran Balotelli lebih banyak berada di ruang perawatan Milan akibat berbagai cedera yang dialaminya.

“Sikap Balotelli selalu positif. Tetapi sayangnya dia belum bisa mencetak gol hingga kini. Jika dia terus bermain baik dan tidak mencetak gol maka hal itu tidak mengurangi penilaian terhadap dirinya. Namun Mario perlu mencetak gol,” ujar Brocchi, dilansir Football Italia.

“Apakah dia akan tampil di final Coppa Italia? Saya belum memutuskan apa pun mengenai pemilihan pemain untuk final nanti. Saya hanya memiliki sejumlah pemain yang siap, dan saya punya pertimbangan sendiri mengenai susunan pemain.”

“Jika saya menurunkan salah satu antara Balotelli atau Luiz Adriano itu karena saya yakin mereka bisa memberikan saya jaminan mutu,” lanjut Brocchi.

Milan akan menjamu AS Roma pada pekan terakhir Serie A pada Minggu (15/5). Sepekan sesudahnya, mereka ganti bertanding melawan Juventus di final Coppa Italia.

Brocchi: Milan Kalah Segalanya, Sikap Balotelli Buruk!

Pelatih AC Milan, Cristian Brocchi, marah besar dengan performa anak asuhnya saat menjamu AS Roma di San Siro, Sabtu (14/5). Selain itu, Brocchi mengungkapkan alasannya menarik keluar Mario Balotelli selepas turun minum.

Milan terpaksa mengakhiri musim ini dengan hasil negatif. Pasalnya, I Rossoneri dipaksa menyerah dengan skor 1-3 oleh Roma.

Balotelli dipasang sebagai tandem Carlos Bacca di lini depan sejak menit awal. Akan tetapi, dia sering kehilangan bola dan kurang memberi tekanan kepada sektor belakang Roma hingga akhirnya digantikan oleh Luiz Adriano.

Milan tertinggal tiga gol lebih dulu dari Roma setelah Mohamed Salah, Stephan El Shaarawy dan Emerson berhasil menaklukkan penjaga gawang Gianluigi Donnarumma. Satu-satunya gol penghibur I Rossoneri dicetak oleh Bacca pada pengujung babak kedua.

“Itu adalah pertandingan yang kami interpretasikan dengan buruk. Tidak hanya taktik, tetapi juga dari segi teknik,” ujar Brocchi, seperti dikutip dari Mediaset Premium.

“Sayangnya, sikap dan gairah kami sangat kurang pada hari ini. Kami kurang memiliki semangat untuk berjuang dan menguasai bola lebih dulu,” sambungnya.

“Saya butuh pemain yang bisa memberikan sesuatu dari aspek sikap. Dia (Balotelli) menerima konsekuensinya, tetapi sejujurnya, saya bisa mengganti empat hingga lima pemain pada babak kedua hari ini,” tandas Brocchi.

“Saya memainkan Luiz Adriano karena dia menekan lawan dan selalu tampil dengan sikap yang tepat,” jelasnya.

Brocchi Ingin Milan Lebih Bagus, Tapi Yang Penting Menang

AC Milan kurang bisa memaksimalkan peluang saat memetik kemenangan atas Bologna. Meski mengharapkan Rossoneri tampil lebih bagus, pelatih Milan Cristian Brocchi, mementingkan raihan tiga angka.

Milan sukses memetik kemenangan tipis 1-0 saat berhadapan dengan Bologna di lanjutan Liga Italia. Di laga yang berlangsung di Renato Dall’Ara, Minggu (8/5) dini hari WIB, gol kemenangan milan dicetak oleh Carlos Bacca lewat titik putih.

Milan yang sudah unggul jumlah pemain sejak menit 12, tak bisa membongkar pertahanan Rossoblu. Mereka dicatat oleh ESPN FC melakukan sebanyak 15 kali percobaan, tapi cuma lima yang menemui bidang.

Brocchi jelas tak puas dengan penampilan anak buahnya itu. Tapi baginya, yang terpenting adalah Milan bisa memetik kemenangan sebagai modal untuk melakoni pertandingan untuk melakoni pertandingan final Coppa Italia melawan Juventus.

“Jelas saya ingin kami bisa bermain lebih baik lagi, tapi hal yang penting pada malam ini adalah mendapatkan tiga angka dan itulah yang kami dapatkan,” ucap Brocchi kepada Mediaset Premium.

“Kami mencoba mengenalkan ide-ide berbeda dan mencoba mencapai final Coppa Italia melawan Juventus dalam kondisi terbaik, tapi saat ini kami masih harus menyelesaikan Serie A,” sambung Brocchi.

“Saat Bologna bermain dengan 10 orang, lini tengah kami kesulitan. Pergerakannya lambat dan kami tidak dapat menemukan celah. Setelah turun minum, kami mendorong Keisuke Honda dan Luiz Adriano melebar, yang saya pikir tepat agar lebih seimbang,” ungkapnya.

Berlusconi Lebih Ingin Menjual Milan kepada Orang Italia

Niat Presiden Silvio Berlusconi menjual saham AC Milan terus digulirkan. Namun, setelah kegagalan dalam bernegosiasi dengan investor asing, kini Berlusconi mulai mengapungkan rencana menjual kepada orang asli Italia.

Sebelumnya, Milan memang sempat dihubungkan dengan pengusaha Tiongkok dan Thailand. Namun, nyatanya negosiasi dengan mereka tak menemukan titik terang. Sementara, melalui akun Facebook pribadinya, Berlusconi mulai mengutarakan rencana terbarunya.

Rencana yang dimaksud adalah memprioritaskan penjualan saham Milan kepada orang asli Italia dan bukan pengusaha asing. “Saya ingin melepas klub di tangan yang tepat. Meski begitu, saya akan memprioritaskan orang asli Italia yang memegang Milan,” ucap dia di akun resmi Facebook pribadinya.

Meski begitu, Berlusconi sepertinya tidak terburu-buru. Dia memberikan batas maksimal terkait penjualan klub dan benar-benar menunggu sosok tepat untuk bisa memimpin Milan. “Saya akan mencoba menjual klub dalam satu tahun ke depan,” tutur dia.

Tak hanya itu, mantan perdana menteri Italia itu juga mengomentari kiprah pelatih Cristian Brocchi yang acap kali dikritik akibat performa buruk I Rossoneri.

“Biarkan dia bekerja hingga akhir Mei dan kami akan memikirkan masa depannya dengan tenang. Tarik napas dalam-dalam dan melihat situasi terbaik nantinya,” pungkas dia.

Sebelumnya, Brocchi memang banyak menuai kritik akibat rentetan hasil negatif yang diraih Milan. Dari empat laga yang sudah dilakoni sejak menggantikan Sinisa Mihajlovic di kursi pelatih, Brocchi baru memberikan satu kemenangan, dua seri, dan sekali kalah.

Tak Mau Finis di Bawah Sassuolo, Milan Bidik Posisi Keenam

Meski masih berkutat di peringkat ketujuh klasemen sementara Serie A, AC Milan bertekad memperbaiki posisi. Target mereka adalah menempati peringkat keenam pada akhir musim dan berada di atas Sassuolo.

Milan saat ini memang masih berada di bawah Sassuolo, tim yang belum berumur lama berkompetisi di Serie A. Sassuolo saat ini berada di atas Milan dengan selisih satu angka. Tak mau ada di bawah Sassuolo, Milan bertekad memperbaiki peringkat.

“Peringkat keenam adalah target kami!” tegas pelatih Milan, Cristian Brocchi, dalam jumpa pers jelang laga kontra Bologna.

Oleh karena itu, Brocchi menuntun anak asuhnya untuk tampil baik setelah tak pernah menang dari tiga laga terakhir, dua diantaranya saat bersua tim penghuni zona degradasi.

“Di laga kontra Bologna, saya ingin melihat sikap yang benar dari tim. Kami ingin meraih satu tempat di Liga Europa, dan itu tak bisa lagi didiskusikan,” ujar Brocchi.

Pada kesempatan yang sama, Brocchi berkomentar soal performanya yang terbilang buruk sejak menggantikan posisi Sinisa Mihajlovic. Dari empat laga, Milan baru menang sekali, seri sekali, dan kalah dua kali.

Brocchi menyebut bekerja menjadi seorang pelatih di Serie A tidaklah mudah. Namun dia melakukan ini semua sebagai bukti rasa cintanya terhadap tim yang sudah membesarkan namanya tersebut.

“Saya tidak pernah berpikir kalau pekerjaan ini akan mudah, tapi ini sangat indah dan menyenangkan. Saya menjalani semuanya dengan tenang dan penuh determinasi,” kata Brocchi.

“Melatih di Serie A tidaklah mudah, baik bagi saya ataupun orang lain. Saya disini karena saya punya cinta yang besar untuk klub dan saya akan melakukan yang terbaik,” pungkasnya.

Milan Tak Kunjung Membaik, Brocchi Mulai Jenuh Dikritik

Pelatih AC Milan, Cristian Brocchi, mengaku tidak mudah bagi dirinya untuk menghadapi kritik yang terus berdatangan.

Sejak ditunjuk untuk menggantikan Sinisa Mihajlovic, Brocchi belum bisa memberikan hasil yang memuaskan. Milan hanya mampu meraih satu kemenangan dari empat laga yang terakhir Serie A.

Kini, Rossonerri berada di peringkat ketujuh klasemen sementara dengan total raihan 54 poin, tertinggal satu angka dari Sassuolo.

Brocchi mulai merasa jenuh dengan karena terus dikritik, tetapi ia tetap optimistis dapat membawa Mario Balotelli dkk. mengakhiri musim secara meyakinkan.

“Saya tahu ini tidak akan mudah. Ini adalah pengalaman yang hebat, tetapi tidak mudah untuk dikritik oleh semua pihak dan harus tetap dapat maju kearah yang benar,” ujar Brocchi seperti yang dikutip oleh Gazzetta World.

“Seluruh pemain bekerja dengan baik. Mereka telah menunjukkan bahwa mereka memiliki hasrat yang dibutuhkan dan saya mendapatkan jawaban yang saya inginkan,” tambah dirinya.

Pada hari Minggu (8/5), Milan akan bertandang ke Stadion Renato Dall’Ara untuk menghadapi tuan rumah Bologna. Brocchi berharap mereka dapat membawa pulang poin penuh.

“Harapannya adalah kita dapat melihat apa yang mereka lakukan dalam sesi latihan. Saya ingin melihat sikap yang positif sejak menit pertama. Saya menekankan hal ini kepada para pemain,” tegas Brocchi.

Akan tetapi, misi Milan untuk menang tidak akan mudah direalisasikan. Bologna tampil tanpa beban dalam laga ini karena sudah hampir dipastikan lepas dari degradasi.

Gol Penalti Menez Selamatkan Milan dari Kekalahan

Menjamu Frosinone di Stadion San Siro pada Minggu (1/5) malam, AC Milan lagi-lagi gagal memetik kemenangan. Beruntung ada gol penalti Jeremy Menez pada pengujung laga hingga Milan bisa memetik hasil imbang 3-3.

Hasil itu tentu membuat fans Milan di seluruh penjuru dunia mungkin semakin jengah dengan keberadaan Cristian Brocchi di kursi pelatih. Padahal, pada awal kepelatihannya, Brocchi sempat menebar keyakinan bisa membawa Milan merebut kemenangan demi kemenangan. Saat itu, Milan sanggup menang di kandang Sampdoria.

Namun, pada laga-laga selanjutnya, Milan ditahan imbang Carpi dan kalah dari Hellas Verona. Sejak dua hasil negatif itu, sempat muncul petisi agar Presiden Milan Silvio Berlusconi melengserkan Brocchi dan membawa pulang Sinisa Mihajlovic.

Alih-alih membuktikan diri, Brocchi justru kembali bernasib nahas. Milan nyaris saja kalah saat menjamu Frosinone di San Siro. Bagaimana tidak, Frosinone bahkan sempat unggul dua gol lebih dulu pada babak pertama.

Laga baru berjalan dua menit, Luca Paganini mampu menjebol gawang Milan yang dikawal Gianluigi Donnarumma usai memanfaatkan assist Daniel Ciofani. Bahkan, semenit jelang turun minum, Oliver Kragl mampu membawa Frosinone unggul 2-0.

Memasuki babak kedua, Milan sempat memiliki asa memperkecil ketinggalan saat hadiah penalti diberikan wasit pada menit ke-49 akibat handball yang dilakukan Adriano Russo. Akan tetapi, eksekusi penalti yang diambil Mario Balotelli gagal berbuah gol setelah ditepis kiper Francesco Bardi.

Pada kesempatan berikutnya, Milan tak menyia-nyiakannya. Bardi memang sempat menepis bola sepakan keras Alex. Namun tak berapa lama, umpan Ignazio Abate sanggup dikonversi menjadi gol melalui sontekan Carlos Bacca.

Sialnya, Milan harus kembali kebobolan enam menit berselang. Diawali dari kesalahan Alex, Federico Dionisi mampu memaksa Donnarumma kembali memungut bola dari gawangnya. Frosinone unggul 3-1.

Milan tak menyerah. Pada menit ke-74, mereka kembali memperkecil ketinggalan melalui gol Luca Antonelli. Bahkan, drama yang dinanti akhirnya terjadi pada pengujung laga. Handball yang dilakukan pemain pengganti Frosinone, Pryima, memaksa wasit kembali menunjuk titik putih.

Kali ini, Jeremy Menez yang masuk pada menit ke-78 menggantikan Jose Mauri, mampu menjalankan tugas dengan baik sebagai algojo. Sepaka Menez mampu mengecoh Bardi dan memaksa skor akhir menjadi imbang 3-3.

Hasil imbang membuat Milan masih berkutat di peringkat ketujuh dengan 54 poin, terpaut satu angka dari Sassuolo yang berada di atasnya. Sementara, Frosinone pun masih terancam degradasi karena tak beranjak dari posisi ke-36.

Susunan Pemain:

Milan: Donnarumma; Abate (Antonelli 73), Alex, Romagnoli, De Sciglio; Kucka, Montolivo, Jose Mauri (Menez 78); Honda (Luiz Adriano 64); Bacca, Balotelli.

Frosinone: Bardi; M Ciofani, Russo, Ajeti, Crivello (Pryima 67); Paganini, Gori, Sammarco, Kragl (Rosi 80); Dionisi (Gucher 73), D Ciofani.

Apologi Brocchi Usai Milan Ditahan Frosinone di San Siro

Pelatih Cristian Brocchi kembali meraih hasil kurang maksimal bersama AC Milan. Setelah ditahan imbang oleh Carpi dan kalah dari Hellas Verona, kini giliran Frosinone yang membuat Milan gagal memetik tiga angka.

Milan yang sempat tertinggal 0-2 pada laga melawan Frosinone, akhirnya mampu meraih hasil imbang 3-3 dengan sangat dramatis. Berkat penalti Jeremy Menez, I Rossoneri tak jadi kalah. Brocchi lantas menganggap ada sisi positif yang diberikan timnya.

“Saya tak setuju dengan mereka yang berkata bahwa Milan benar-benar terpuruk pada laga ini. Milan tak kebobolan tiga gol di San Siro dan hasil ini tidak baik. Tapi, kami bermain cukup brilian hari ini,” ungkapnya kepada Sky Sports.

Brocchi percaya butuh proses untuk dia dan Milan untuk mencapai hasil maksimal. Tak ada yang instan di dunia ini. “Hari ini hanyalah satu hari dari banyak laga, sepak bola membutuhkan waktu dan proses.”

Brocchi menganggap tim asuhannya memperlihatkan perkembangan mencolok pada empat laga ditanganinya. Tak mudah memang langsung mengubah sesuatu dengan cepat.

“Pada empat laga bersama saya, Milan memang memperlihatkan kerapuhan. Tapi, pada laga ini semua pemain memperlihatkan reaksi luar biasa. Milan tidak hilang dan masih punya kebanggaan,” pungkas dia.

Terlepas dari itu, besar kemungkinan Brocchi hanya bertahan hingga akhir musim. Milan memang sedang menimbang-nimbang siapa pelatih yang paling cocok memimpin mereka saat ini. Salah satu yang paling dekat adalah Manuel Pellegrini.

Galliani Bantah Milan Akan Dilatih Pellegrini

CEO AC Milan, Adriano Galliani, membantah rumor yang mengatakan bahwa mereka akan mengontrak Manuel Pellegrini sebagai pelatih pada musim depan.

Manchester City dipastikan tidak akan lagi menggunakan jasa Pellegrini per musim 2016-17. Sebagai penggantinya, mereka telah menunjuk pria yang saat ini menjadi pelatih Bayern Munich, Pep Guardiola.

Beberapa kabar menyebutkan Milan berminat untuk meminang Pellegrini, tetapi Galliani justru menegaskan bahwa ia ingin tetap melihat Cristian Brocchi sebagai pelatih Il Diavolo Rosso.

“Kami sama sekali tidak memikirkan tentang Pellegrini,” ujar Galliani seperti yang dikutip oleh Gazzetta World.

“Kita lihat saja bagaimana musim pertamanya ini akan berakhir. Saya berharap semuanya akan berjalan dengan baik dan Brocchi tetap berada di pinggir lapangan,” tambah dirinya.

Dalam kesempatan yang sama, Galliani juga menjelaskan bahwa mental merupakan salah satu masalah utama Milan.

“Selama bertahun-tahun, saya kerap melihat sesi latihan yang berjalan dengan baik, seluruh pemain berkomitmen dan saya melihat hal yang sama sekarang,” jelas Galliani.

“Saya melihat mereka bermain dengan baik sepanjang pekan, tetapi masalahnya adalah ketika kami bermain di dalam sebuah pertandingan,” lanjutnya.

Milan saat ini berada di peringkat ketujuh klasemen sementara dengan total raihan 54 poin, hasil dari 14 kemenangan dan 12 kali imbang.

Milanisti Buat Petisi Menuntut Mihajlovic Kembali ke Milan

Hasil roller-coaster yang diraih AC Milan membuat fans jengah. Bahkan, Milanisti -sebutan untuk fans Milan- lantas membuat petisi yang menuntut pelatih Cristian Brocchi kembali digantikan oleh Sinisa Mihajlovic.

Hal tersebut disampaikan melalui petisi yang ditujukan untuk Presiden Silvio Berlusconi. Lewat petisi tersebut, Milanisti menyebut Berlusconi telah melakukan kesalahan.

“Kami meminta Presiden Klub Silvio Berlusconi untuk menyadari bahwa dia telah membuat kesalahan dan meminta agar Mihajlovic kembali memimpin tim,” bunyi petisi yang digerakkan salah satu fans dengan nama pengguna Milanisti Incazzati, di situs Change.org.

Lebih lanjut, mereka yang menulis serta mendukung petisi tersebut mengatakan Brocchi kurang berpengalaman. Hal tersebut tergambar dari hasil yang diraih AC Milan dalam tiga laga terakhir.

Brocchi memang sukses memberi tiga angka di laga perdananya kontra Sampdoria. Namun, dua laga berikutnya AC Milan ditahan Carpi di kandang sendiri dan kalah dari tim yang sudah pasti terdegradasi, Hellas Verona.

“Setelah performa buruk sepeninggal Mihajlovic, Brocchi telah menunjukkan bahwa dia tidak berpengalaman dan tidak cocok dengan pekerjaan tersebut,” lanjut bunyi petisi itu.

“Tim tampak kehilangan taktik dan penting untuk mengakhiri musim dengan baik menjelang final Copa Italia melawan Juventus untuk menghindari penghinaan lebih lanjut,” tutup petisi tersebut.

Hingga pukul 22.00 WIB, sudah ada 4,293 orang yang turut menandatangani petisi tersebut. Jika anda seorang Milanisti dan juga ingin ikut menandatangani petisi? Silakan kunjungi situs Change.org.

Dijebol Mantan, Milan Takluk di Markas Verona

Kekalahan perdana harus dialami pelatih baru AC Milan, Cristian Brocchi. Mirisnya, kekalahan di kandang Hellas Verona itu diderita akibat gol mantan penggawa I Rossoneri -julukan Milan-, Giampaolo Pazzini.

Pazzini menjadi biang kekalahan Milan saat bertandang ke Marc Antonio Bentegodi pada Senin (25/4). Pazzini sendiri pernah menghuni San Siro selama periode 2012-15. Selama itu, dia mengemas 21 gol. Dia juga pernah berseragam rival sekita Milan, Inter Milan, pada 2011–12.

Dalam laga itu, Pazzo -sapaan Pazzini- mencetak gol pada menit ke-72 lewat titik putih sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Penalti diraih Verona setelah  bek Milan, Andrea Romagnoli, dituding menyentuh bola dengan tangan di area penalti. Sebelumnya, Milan unggul lebih dulu pada babak pertama melalui aksi Jeremy Menez pada menit ke-21.

Tak dimungkiri, gol Pazzini menjadi pemicu semangat Verona dan membuat publik tuan rumah kian antusias. Pada akhirnya, di sisa laga, tim asuhan Luigi Delneri tersebut tampil trengginas. Hingga akhirnya petaka datang untuk Milan saat Luca Siligardi mencetak gol kemenangan bagi Verona pada masa injury time.

Brocchi, yang dalam dua laga debutnya meraih hasil positif yakni kemenangan dari Sampdoria dan seri dari Carpi, akhirnya merasakan kekalahan perdana.

Hasil buruk di kandang Verona turut menghambat laju Milan untuk bisa merangsek ke zona Eropa. Kini, mereka tertinggal lima angka dari Fiorentina di peringkat kelima.

Bagi Verona, tambahan tiga angka membuat mereka setidaknya masih memiliki napas bisa selamat dari degradasi meski cukup berat. Dari tiga laga sisa, Verona harus selalu menang. Dengan catatan tim yang berada di atasnya tak meraih kemenangan.

Susunan Pemain:

Hellas Verona: Pierluigi Gollini, Eros Pisano, Michelangelo Albertazzi, Vangelis Moras, Matteo Bianchetti, Luca Marrone, Pawel Wszolek (Juan Gomez 61), Luca Siligardi, Artur Ionita, Giampaolo Pazzini (Checchin 77), Ante Rebic (Romulo 39)

AC Milan: Gianluigi Donnarumma, Mattia De Sciglio (Antonelli 34), Alessio Romagnoli, Cristian Zapata, Ignazio Abate, Jose Mauri (Luiz Adriano 78), Keisuke Honda, Riccardo Montolivo, Juraj Kucka, Jeremy Ménez, Carlos Bacca

Milan Dituntut Perbaiki Mentalitas

Pelatih AC Milan, Cristian Brocchi, menuntut anak-anak asuhnya untuk mengubah mentalitas demi mendapatkan hasil yang positif di sisa musim.

Dalam laga lanjutan Serie A terakhir, Rossoneri ditahan imbang 0-0 oleh tim calon degradasi, Carpi, di Giuseppe Meazza pada Jumat (22/4) silam.

Menurut Brocchi, salah satu kendala terbesar yang dialami oleh skuat Milan adalah mentalitas yang salah ketika melawan tim kecil. Oleh sebab itu, ia mendesak timnya untuk segera mengatasi masalah ini.

“Ini adalah sesuatu yang tengah kami kerjakan, memperbaiki mentalitas kami dalam laga-laga sepert ini,” terang Brocchi seperti yang dikutip oleh Gazzetta World.

“Kami harus memulai laga dengan agresif dan mengirimkan ancaman kepada lawan kami.”

“Kami juga ingin menyampaikan pesan positif kepada para fans yang selalu menyaksikan dan mendukung kami. Salah satu target yang saya miliki adalah untuk memberikan kepercayaan diri dan jaminan kepada tim.”

“Kami tidak memiliki cukup banyak waktu untuk memperbaiki hal ini, tetapi saya yakin kami akan segera mengatasinya,” tambah pria berumur 40 tahun tersebut.

Il Diavolo Rosso saat ini bertengger di peringkat keenam klasemen sementara dengan total raihan 53 poin, hasil dari 14 kemenangan dan 11 kali imbang. Mereka tertinggal enam poin dari Fiorentina yang berada di posisi kelima.

Selanjutnya, Carlos Bacca dkk. akan bertandang ke Stadion Marc’Antonio Bentegodi untuk menghadapi tuan rumah Hellas Verona pada hari Selasa (26/4).

Bacca Minta Maaf Kepada Milan

Tensi panas di ruang ganti AC Milan sedikit berkurang sesudah striker Carlos Bacca mengutarakan permintaan maaf atas aksinya dalam laga melawan Carpi, Jumat (22/4). Bacca mengaku menyesal telah marah karena diganti.

Ketika menjamu Carpi di Stadion Giuseppe Meazza, Bacca ditarik keluar oleh pelatih Cristian Brocchi pada menit ke-70. Namun, pemain asal Kolombia ini tidak terlihat senang. Dia tidak mau berjabat tangan dengan Jeremy Menez yang menggantikannya dan menunjukkan kekesalan kepada Brocchi.

Bukannya duduk di bangku tim, Bacca justru masuk ke dalam ruang ganti. Bahkan, Mediaset melaporkan Bacca langsung tancap gas menyetir mobilnya dan pulang ke rumah tanpa menunggu pertandingan selesai.

Aksi Bacca jelas memicu kontroversi. Brocchi mengkritik sikapnya terutama keengganan berjabat tangan dengan Menez. Namun, akhirnya Bacca mengakui dirinya bersikap salah. Dia segera mengucapkan permintaan maaf melalui Instagram pribadinya.

“Sekarang sesudah memiliki waktu untuk memikirkan tindakan saya, saya ingin meminta maaf kepada semua rekan setim, pelatih, dan segenap pihak di Milan. Saya hanya ingin menolong tim. Kami semua siap untuk berlaga pada Senin (25/4),” tulis Bacca di account @Goleador70.

https://www.instagram.com/p/BEgBZ5xxofE/?taken-by=goleador70

 

Pernyataan Bacca sedikit menurunkan ketegangan di kubu Milan yang merasakan tekanan berat akibat pencapaian buruk pada musim ini. Selanjutnya, I Rossoneri dijadwalkan untuk bertandang ke markas Hellas Verona untuk menjalani laga pekan ke-35 Serie A, Senin (25/4). Milan jelas membutuhkan Bacca yang menjadi top skorer klub dengan 15 golnya di Serie A musim ini.

 

Gagal Menang Di Laga Kandang Perdana, Brocchi Kritik Barisan Depan Milan

Pelatih anyar AC Milan, Cristian Brocchi, sangat kecewa dengan hasil imbang 0-0 yang diraih timnya saat menjamu Carpi di San Siro, Jumat (22/4) dini hari tadi. Menurut Brocchi, penampilan Milan di laga ini jauh dari harapannya.

Wajar bila Brocchi kecewa. Pasalnya, Milan sangat mendominasi jalannya laga pekan ke-34 Serie A tersebut. Tetapi peluang-peluang yang dimiliki I Rossoneri tak satu pun yang mampu dikonversi menjadi gol.

“Carpi menutup rapat daerah mereka sendiri. Saya pikir kami tidak menunjukkan penurunan penampilan yang berbeda, hanya memang pertahanan lawan sangat rapat,” ujar Brocchi kepada Mediaset Premium.

“Saya rasa kami mendominasi penguasaan bola sekitar 75-80 persen. Hal itu memang bukan berarti kami telah menampilan permainan yang berkualitas, namun kami memang bisa mengontrol jalannya laga.”

Brocchi juga memberikan kritik kepada barisan depannya yang tampil melempem di laga ini.

“Saya rasa yang kurang pada malam ini adalah penyelesaian akhir. Kami mengalirkan bola ke dalam kotak penalti lawan dan mencoba menciptakan peluang-peluang. Namun kami kehilangan determinasi untuk menuntaskan peluang-peluang itu,”

“Saya memiliki beberapa striker bagus di tim ini dan kami harus membuat mereka bergerak dengan cara yang bisa menguntungkan bagi tim ini. Saya bahagia dengan para striker yang saya miliki, namun tidak dengan cara mereka menginterpretasikan situasi-situasi tertentu.”

Dengan hasil ini, Milan masih tertahan di peringkat keenam dengan 43 poin. Sementara Carpi bertengger di peringkat ke-17 dengan 32 poin.

Ngambek Karena Diganti, Bacca Disemprot Brocchi

Pelatih AC Milan, Cristian Brocchi, memberikan peringatan pada strikernya, Carlos Bacca, setelah tingkah buruknya saat digantikan pada tengah laga menghadapi Carpi, Jumat (22/4) dini hari tadi.

I Rossoneri dicemooh oleh publik San Siro setelah hanya bisa bermain imbang 0-0 oleh tim promosi, Carpi, meski mendominasi jalannya pertandingan.

Milan seperti tak memiliki kreativitas dan ketajaman dalam melancarkan serangan pada laga kandang pertama Brocchi. Tuan rumah hanya berharap mendapatkan penalti di akhir laga saat salah satu penggawa Carpi tampak melakukan handball.

Yang lebih parah, Bacca tampak marah saat meninggalkan lapangan pada menit ke-70 digantikan Jeremy Menez. Hal ini membuat Brocchi sangat kecewa.

“Saya sangat kecewa dia tidak menjabat tangan Menez. Pada saat itu, dia seperti bukan dirinya, dia bereaksi buruk dan itu tak boleh terjadi lagi. Tapi saya katakan tak mau menjabat tangan rekannya adalah hal terburuk,” ujar Brocchi kepada Mediaset Premium.

“Pada akhirnya kita harus bekerja dengan satu tujuan dan fokus pada tim, bukan pada individu. Itu peraturan penting,”

Ditanya soal keputusannya mengganti Bacca, yang saat ini menjadi topskorer Milan dengan 15 gol, Brocchi pun punya alasan tersendiri.

“Saya menggantikan Bacca saat itu karena saya butuh pemain yang bisa membantu dalam situasi satu lawan satu,” ujar Brocchi.

Tarian Tekitanka, Ritus Baru Milan Menjelang Laga

Ada ritus baru yang dilakukan skuat AC Milan jelang laga melawan Carpi di Stadion Giuseppe Meazza, (21/4). Di laga tersebut, sejumlah orang dengan kostum Milan memeragakan tarian unik, yang diyakini sebagai penggugah semangat sekaligus berusaha membuat lawan ciut.

Pemandangan itu cukup membuat bingung fans Milan di San Siro, termasuk kubu lawan. Pasalnya, tidak biasanya sebuah tim sepak bola melakukan ritus seperti itu. Apalagi, seluruh “pemain Milan” begitu kompak dan rapi dalam melakukan tarian tersebut.

Jika diperhatikan dengan seksama, tarian yang dilakukan skuat Milan hampir mirip dengan gerakan Haka ala timnas rugbi Selandia Baru, atau yang akrab dengan julukan All Blacks.

Akan tetapi, Milan melalui akun Twitter resminya, melabeli ritus tarian yang dilakukan di San Siro dengan sebutan Tekitanka, dengan nama terpampang di papan iklan bersama dengan hashtag di media sosial. Konon, gerakan itu dirancang sebagai taktik pemasaran untuk salah satu sponsor klub, Nivea.

Namun, muatan magis yang diharapkan hadir melalui gerakan Tekitanka nyatanya tidak muncul. Milan gagal memetik kemenangan atas Carpi meski bermain di depan pendukungnya sendiri. I Rossoneri gagal melanjutkan tren kemenangan yang diraih saat bertandang ke markas Sampdoria, dan cuma memetik hasil imbang 0-0 dari Carpi.

“Tim berusaha memainkan dan menggerakkan bola, saya rasa kami memiliki 75-80 persen penguasaan bila. Hal itu berarti kami menghadirkan kualitas, tapi kami gagal mengontrl pertandingan. Kekurangan kami hari ini adalah penyelesaian akhir. Kami menempatkan bola di dalam kotak penalti dan berusaha menciptakan peluang, tapi kehilangan determinasi dalam penyelesaian. Ini langkah mundur dari permainan melawan Sampdoria karena kami gagal menang,” bilang Brocchi dilansir Football-Italia.

Berbeda dengan All Blacks, yang memang sudah memiliki tradisi panjang dan makna mendalam dengan gerakan tari Haka. Bagi bangsa Maori atau orang-orang Polinesia yang mendiami Selandia Baru, Haka merupakan sebuah tarian jelang atau saat di medan perang. Tarian tersebut memberikan arti mendalam guna persiapan fisik dan mental karena apapun bisa terjadi di sebuah pertempuran.

Brocchi Tak Sabar Menjalani Debut di San Siro

Selepas meraih kemenangan 1-0 di kandang Sampdoria pada laga debutnya sebagai pelatih Milan, Cristian Brocchi kini tak sabar untuk merasakan kembali hadir di Stadion Giuseppe Meazza.

Kebetulan, pada laga keduanya sebagai pelatih Milan, Brocchi akan memimpin anak asuhnya menghadapi Carpi di San Siro pada Kamis (21/4). Laga itu menjadi  debut Brocchi sebagai pelatih I Rossoneri di San Siro sejak menggantikan Sinisa Mihajlovic.

“Kembali ke San Siro akan sangat emosional. Ini mimpi yang menjadi kenyataan, fakta memasuki stadion yang sekali lagi telah memberi saya emosi yang tak terlukiskan. Harapannya adalah akan ada banyak yang ingin membantu tim dan mendukung meskipun kekecewaan terkait momen sulit ini. Daripada meminta bantuan mereka, lebih baik kami membantu mereka untuk lebih dekat lagi dengan kami,” bilang Brocchi kepada Football-Italia.

selain menjalani lima pertandingan tersisa di Serie A musim ini, Brocchi juga akan memimpin Milan melakoni laga final Coppa Italia menghadapi Juventus pada 22 Mei medatang.

“Untuk saat ini saya tidak bisa berpikir tentang final Coppa Italia, itu akan menjadi realisasi pekerjaan yang dimulai Selasa lalu,” bebernya.

Brocchi juga menganggap, fakta dirinya datang dari status sebagai pelatih tim primavera akan memberi keuntungan buat para pemain muda Milan.

“Telah ada perubahan di sektor tim muda, terlebih pada tingkat metodologi. Fakta bahwa pelatih primavera telah menjadi pelatih tim utama adalah hal yang hebat. Harapannya adalah untuk menjalani musim lain dengan tim utama yang mampu menciptakan ikatan dengan sektor pemuda,” sebut dia lagi.

Brocchi: Kalahkan Sampdoria, Milan Tunjukkan Kualitasnya

Pelatih AC Milan, Cristian Brocchi, mengirimkan ucapan selamat kepada para pemainnya usai laga kontra Sampdoria di Stadion Luigi Ferraris, Minggu (17/4). Menurut Brocchi, I Rossoneri menunjukkan kelasnya saat mengalahkan Il Samp.

Brocchi melakoni debutnya ketika bertandang ke markas Sampdoria usai ditunjuk sebagai pelatih anyar Milan lima hari sebelumnya. Pelatih tim primavera I Rossoneri itu dipromosikan menjadi suksesor Sinisa Mihajlovic yang dipecat oleh manajemen.

Carlos Bacca menjadi pahlawan kemenangan Milan. Pasalnya, striker asal Kolombia itu mencetak gol semata wayang I Rossoneri ke gawang Sampdoria saat laga tersisa 20 menit.

Tidak hanya sisi kualitas permainan. Brocchi menilai, Milan telah menunjukkan perbaikan mentalitas menuju arah yang lebih baik lagi.

“Saya melihat lebih dari lima persen ide baru yang saya harapkan,” kata Brocchi, seperti dikutip dari Mediaset Premium.

“Dalam banyak situasi, para pemain melakukan persis apa yang saya minta dan (pelatih Sampdoria) Vincenzo Montella bahkan terpaksa mengubah sistem permainan sepanjang babak pertama,” bebernya.

“Kualitas tim meningkat ketika mentalitas tetap kuat. Kami berusaha bermain di separuh wilayah lawan dan mengontrol pertandingan, tetapi masih ada beberapa prinsip yang tidak terealisasi. Kami harus melakukan latihan yang berat,” kata Brocchi.

Meski mengalahkan Sampdoria, Milan belum beranjak dari posisi keenam klasemen Serie A sementara. Riccardo Montolivo dkk terpaut tujuh angka dari Fiorentina yang menempati zona play-off Liga Europa.

Montolivo: Mihajlovic Turut Andil Dalam Kemenangan Atas Sampdoria

Gelandang AC Milan, Riccardo Montolivo, merasa senang bisa mengalahkan Sampdoria di bawah asuhan pelatih anyar, Cristian Brocchi, dalam lanjutan Serie A di Stadion Luigi Ferraris, Minggu (17/4). Akan tetapi, Montolivo menilai, kemenangan itu tidak lepas dari peran mantan pelatihnya, Sinisa Mihajlovic.

Brocchi ditunjuk sebagai pelatih Milan, Selasa (12/4). Dia menggantikan Mihajlovic yang akhirnya dipecat meski belum satu musim menangani I Rossoneri.

Kemenangan pun diraih ketika menyambangi markas Sampdoria berkat gol tunggal Carlos Bacca pada menit ke-71. Hasil itu belum mengangkat Milan dari posisi keenam klasemen sementara dengan perbedaan jarak tujuh poin dengan Fiorentina yang menempati lima besar.

Langkah manajemen Milan memecat Mihajlovic disinyalir membuat sejumlah pemain merasa kecewa. Akan tetapi, Montolivo menyambut positif ide-ide baru yang coba diterapkan Brocchi.

“Kami gembira, karena disamping pergantian manajemen, kami membutuhkan kemenangan setelah banyak meraih hasil negatif,” ujar Montolivo, seperti dilansir Mediaset Premium.

“Kami belum lama berlatih dengan Brocchi dan itu membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan konsepnya. Dia memiliki ide-ide baru,” sambungnya.

“Ide siapa di balik kemenangan ini? Ada banyak ide dari Brocchi dan Mihajlovic di sana,” kata Montolivo.

“Kami gembira dengan pendekatan kami dalam permainan karena memiliki sikap yang tepat dan pantas mendapatkan kemenangan. Ada lima laga tersisa dan Lazio sangat dekat dengan kami,” imbuhnya.

Gol Tunggal Bacca Hiasi Debut Manis Brocchi

Hasil positif diraih Cristian Brocchi dalam debutnya sebagai pelatih AC Milan. Menantang Sampdoria di Stadion Luigi Ferraris, Minggu (17/4), I Rossoneri sukses mencuri kemenangan dengan skor tipis.

Tambahan tiga poin dari laga ini menjaga peluang Milan untuk finis di posisi 5-Besar klasemen Serie A. Riccardo Montolivo dkk pun masih memiliki harapan untuk kembali tampil di kompetisi Eropa musim depan.

Carlos Bacca menjadi pahlawan kemenangan Milan. Striker asal Kolombia itu mencetak gol tunggal I Rossoneri ke gawang Sampdoria saat laga tersisa 20 menit.

Sebelum menghadapi Sampdoria, Bacca mengalami paceklik gol dan mandul dalam delapan laga. Padahal dia memiliki banyak peluang untuk membobol gawang tim-tim lawan.

Kekalahan membuat Sampdoria belum mampu keluar dari periode buruk. Il Samp kini menempat posisi ke-15 atau hanya berjarak enam angka dari zona degradasi.

Milan mengawali laga dengan cukup baik, tendangan bebas Mario Balotelli melenceng tipis dari gawang dan tembakan Bacca persis di depan kotak penalti Sampdoria belum menemui sasaran.

Anak asuh Vincenzo Montella merespons pada menit ke-20. Memanfaatkan kesalahan Juraj Kucka dalam mengoper bola, Fabio Quagliarella melepaskan tembakan yang masih melebar dari gawang Gianluigi Donnarumma.

Kiper Sampdoria, Emiliano Viviano tampil cukup apik usai menggagalkan peluang Bacca dari jarak dekat. Donnarumma tak mau kalah usai mengantisipasi tembakan Fernando jelang turun minum.

Bacca akhirnya menjadi penentu kemenangan Milan usai mengonversi umpan Giacomo Bonaventura menjadi gol pada menit ke-71. Tiada gol tambahan tercipta hingga laga berakhir.

Milan kini masih bercokol di posisi keenam klasemen Serie A sementara. I Rossoneri tertinggal tujuh angka dari Fiorentina yang menempati zona play-off Liga Europa.

SUSUNAN PEMAIN

Sampdoria: Viviano; Diakité, Silvestre, Cassani; De Silvestri, Fernando, Krsticic (Barreto 66), Dodò; Soriano (Muriel 80), Alvarez (Correa 56); Quagliarella
AC Milan: Donnarumma; Abate, Alex, Romagnoli, Antonelli; Kucka, Montolivo, Bertolacci (Poli 53); Bonaventura (Boateng 87); Bacca (Menez 80), Balotelli

Perubahan Taktik Milan di Bawah Brocchi Untuk Lawan Sampdoria

Cristian Brocchi akan melakoni debut sebagai pelatih AC Milan pada laga pekan ke-33 Serie A melawan Sampdoria pada Senin (18/4). Dia diprediksi akan membuat perubahan drastis dalam sistem permainan Milan untuk pertandingan tersebut.

La Gazzetta dello Sport menyatakan Brocchi akan mengusung formasi yang berbeda dibanding Sinisa Mihajlovic yang digantikannya. Dia akan meninggalkan pola 4-4-2 dan kembali ke formasi 4-3-1-2 yang menjadi sistem permainan I Rossoneri pada awal musim.

Perubahan juga akan dilakukan dari mulai lini belakang. La Gazzetta dello Sport melaporkan Brocchi lebih memilih Mattia De Sciglio dibanding Luca Antonelli sebagai bek kiri. Sementara itu, posisi Ignazio Abate, Alessio Romagnoli, dan Alex disebut bakal aman.

Akan tetapi, Brocchi menginginkan para defendernya berani untuk mengambil risiko untuk membantu memulai serangan. Alhasil, lini pertahanan Milan akan lebih “tinggi” dibanding pada masa Mihajlovic.

Sementara itu, di lini tengah, Keisuke Honda akan tergeser dari susunan pemain inti. Untuk tiga gelandang di depan defnder, Brocchi disebut La Gazzetta dello Sport lebih memilih Juraj Kucka, Riccardo Montolivo, dan Andrea Bertolacci.

Perubahan peran bakal dijalani oleh Montolivo yang kini diserahi tugas untuk merancang serangan. Sebelumnya dia ditugasi Mihajlovic untuk menjaga pertahanan dari tengah. Untuk posisi trequartista, Giacomo Bonaventura yang lebih dipercaya oleh Brocchi,

Sedangkan di lini depan, duet Carlos Bacca dan Mario Balottelli bakal dipilih oleh Brocchi. Mereka diminta untuk lebih sering berada di kotak penalti. Selain itu, duet pernyerang ini juga dilarang untuk sering melepaskan tembakan dari luar kotak penalti.

Sistem permainan ini akan dicoba oleh Brocchi ketika melawan ke markas Sampdoria.

 

Alasan Brocchi Kembali Memainkan Trequartista Dalam Formasi Milan

Bersama Sinisa Mihajlovic, formasi 4-4-2 acap kali digunakan AC Milan. Sementara, saat Cristian Brocchi masuk sebagai pelatih baru menyusul dipecatnya Mihajlovic, peran trequartista akan kembali dimainkan dalam taktik 4-3-1-2.

Formasi itu akan mulai diterapkan Brocchi pada pertandingan debutnya bersama Milan kala menghadapi Sampdoria, Minggu (17/4). Dengan taktik tersebut, Brocchi berharap I Rossoneri -julukan Milan- bisa kembali ke jalur kemenangan usai rentetan hasil negatif bersama Mihajlovic.

“Semua tahu apa ide yang saya inginkan. Saya ingin mengubah sesuatu dari sisi taktik, tapi saya tak akan melakukan tranformasi secara radikal. Di skuat, kami punya pemain yang cocok dengan formasi 4-3-1-2 dan saya yakin kami bisa menggunakan sistem ini. Jika Mihajlovic melupakan taktik ini, saya yakin dia punya alasan,” bilang Brocchi dilansir Football-Italia.

Brocchi sadar, tugas berat menantinya di Milan dalam sisa musim ini. Selain memperbaiki mental pemain yang kecewa akibat pemecatan Mihajlovic, dia juga harus bisa meramu strateginya agar bisa langsung klop dengan amunisi yang ada.

“Tugas saja tidak mudah, karena ini perubahan yang sulit, tapi saya tak akan mengubah segalanya hanya dalam beberapa hari. Saya bicara personal dengan semua pemain. Pada awalnya, mereka semua sedih dengan kepergian Sinisa, tapi saya mencoba untuk masuk ke dalam pikiran mereka, menciptakan koneksi empati dan membuat mereka percaya terhadap proyek saya,” jelas Brocchi.

Sementara, soal siapa-siapa saja pemain yang akan masuk ke dalam skema permainannya, Brocchi pun sudah memiliki gambaran. Terutama terkait peran trequartista yang menjadi pembeda dengan taktik bermain Mihajlovic. Apalagi, kabarnya dasar Presiden Silvio Berlusconi memilih Brocchi adalah karena kedoyanannya menggunakan trequartista.

“Jack (Giacomo) Bonaventura punya karakter untuk memainkan peran trequartista, juga Keisuke Honda. Hal terpenting adalah fokus kepada prinsip dalam sepak bola dan bukan posisi spesifik. Sekali anda memahami pergerakan, segalanya akan menjadi lebih mudah,” papar Brocchi.

“Milan tak akan selalu bermain dengan 4-3-2-1, sebagaimana tiga penyerang harus lebih menyebar. Honda bisa bermain sebagai trequarista atau penyerang sayap. Seperti yang lain, dia harus membuat hidup saya sulit dengan membuktikan dia pantas dimainkan. Kami mencoba beberapa hal dalam latihan dan masih perlu mengetahui pemain dengan lebih baik,” sambungnya.

Selain taktik 4-3-2-1, Brocchi sejatinya juga senang dengan formasi 4-4-2 diamond yang dianggapnya mampu memberikan rasa aman baik dalam penguasaan bola atau tidak.

“Lapangan tengah merupakan area penting di tim. Saya juga suka memainkan formasi diamond di lini tengah karena memberikan rasa aman baik saat menguasai bola atau tanpa itu. Dalam pikiran saya, Jack tidak harus menjadi gelandang keempat ketika kami kehilangan penguasaan bola. Dia harus bertahan di posisi itu. Saya menekan tim untuk terus ke depan dan menyerang, karena lebih mudah bermain menyerang ketimbang dari belakang,” tandas Brocchi.