Daniele De Rossi Sudah Siap Memulai Karier Sebagai Pelatih

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Legenda AS Roma, Daniele De Rossi, resmi meninggalkan staf kepelatihan timnas Italia. Dia menyatakan bahwa dia sudah siap untuk memulai kariernya sebagai pelatih utama.

De Rossi merupakan salah satu asisten pelatih Roberto Mancini yang membawa Italia menjadi juara Euro 2020 pada Juli lalu. De Rossi merasa pengalaman itu sudah cukup dan dia ingin segera menjadi pelatih utama.

Daniele De Rossi - Italia - SportMob
SportMob

“Itu adalah pilihan yang sulit, tetapi saya akan meninggalkan Nazionale. Saya bergaul dengan semua orang luar biasa dan Euro adalah pengalaman yang tak terlupakan, tetapi saya memiliki gagasan yang sangat jelas tentang apa yang ingin saya lakukan dan itu adalah menjadi pelatih,” ucap De Rossi seperti dikutip Football5Star.com dari La Gazetta dello Sport.

Dia menambahkan, “Ini mungkin tampak aneh, karena saya berusia 38 tahun dan belum pernah duduk di bangku cadangan sebelumnya, tetapi saya merasa siap. Melanjutkan dengan staf Italia dan hanya menunggu klub pertama menawarkan pekerjaan tidak akan adil bagi Federasi atau Mancini.”

Daniele De Rossi: Tidak Harus Menjadi Pelatih AS Roma

Daniele de Rossi - AS Roma - Claudio Ranieri - SportSport
SportSport

De Rossi menghabiskan hampir seluruh kariernya sebagai pemain di AS Roma sebelum memutuskan pensiun di Boca Juniors. Namun, dia menegaskan bahwa melatih AS Roma bukan sebuah keharusan.

“Itu akan terjadi ketika saya mendapatkannya, tetapi melatih Roma bukanlah obsesi saya. Terkadang orang berbicara tentang sepak bola seolah-olah itu adalah sesuatu untuk para ilmuwan, mereka ingin memperumit segalanya,” kata De Rossi.

Dia menambahkan, “Sebaliknya, tindakan kelas nyata seperti Mancini adalah orang-orang yang menyederhanakannya. Jangan pernah berpura-pura, karena para pemain bisa tahu dan Anda sudah selesai.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Daniele De Rossi Diyakini akan Jadi Pelatih Hebat

gamespool
Daniele De Rossi Diyakini akan Jadi Pelatih Hebat 8

Football5star.com, Indonesia – Penggawa timnas Italia, Alessandro Florenzi, merasa senang karena akan bekerja sama dengan Daniele De Rossi di Euro 2020. Menurut Florenzi, De Rossi memiliki kualitas mumpuni untuk menjadi pelatih hebat.

De Rossi merupakan salah satu asisten yang diangkut Roberto Mancini ke Euro 2020. Ini merupakan pekerjaan pertama De Rossi sebagai pelatih setelah ia gantung sepatu pada Januari 2020 lalu.

“Saya tak bisa mengatakan apa pun mengenai masa depan Daniele De Rossi. Karena, dia merupakan sosok yang sangat percaya akan takhayul. Tapi, saya yakin dia memiliki kualitas untuk menjadi pelatih hebat,” tutur Alessandro Florenzi dikutip football5star dari Football Italia.

Daniele De Rossi - Italia - SportMob
SportMob

“Saya tak cuma berbicara mengenai pemahaman di dunia sepak bola. De Rossi juga memiliki kemampuan berempati yang sangat besar,” sambung Florenzi.

Lebih lanjut, Florenzi juga menjabarkan seberapa penting kemampuan berempati bagi para pelatih di dunia sepak bola. Menurutnya, tak semua pelatih di kasta teratas Liga Italia memiliki kemampuan berempati yang baik seperti De Rossi.

“Ada beberapa pelatih di Italia yang bisa langsung cocok dengan para pemain. Pelatih-pelatih tersebut biasanya langsung cocok tanpa harus membahas taktik terlebih dahulu. Hubungan tersebut memiliki arti yang jauh lebih penting ketimbang taktik.”

“Saya tentu berharap De Rossi akan menjadi pelatih kepala suatu hari nanti. Bermain di bawah komando De Rossi akan menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan. Kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti,” tandas Florenzi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kebahagiaan Mancini Lihat De Rossi Kembali ke Timnas Italia

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Roberto Mancini akan semakin percaya diri memimpin timnas Italia. Dia akan ditemani legenda AS Roma, Daniele De Rossi, yang akan jadi staf kepelatihannya.

Untuk diketahui, Daniele De Rossi baru saja menerima pinangan timnas Italia sebagai asisten Roberto Mancini. Kembalinya sang legenda ke timnas akan menambah kekuatan dalam tim.

“De Rossi, kami sudah berbicara beberapa waktu lalu ketika dia memutuskan bergaubung dengan Boca Juniors. Kami senang dia ada di sini sekarang,” kata mantan pelatih Inter Milan seperti dikutip Football5star dari Football Italia, Senin (23/3/2021).

Roberto Mancini - Timnas Italia - Daily Mail
Daily Mail

“Dia adalah pemain penting di sepak bola Italia dan dia akan memberi kami lebih banyak pengalaman. Saya pikir ini adalah pilihan yang tepat untuk kedua belah pihak,” ia menambahkan.

Bagi Daniele De Rossi, ini akan jadi peran debutnya di dunia sepak bola usai memutuskan pensiun tahun lalu. Banyak yang percaya, keputusannya menerima tawaran Gli Azzurri sebagai pembuka jalannya untuk berkarier sebagai pelatih di masa depan.

Apalagi sebelumnya ia sempat dihubung-hubungkan dengan Fiorentina. Namun, kesepakatan gagal tercapai karena pemain yang membawa Italia juara Piala Dunia 2006 silam masih belum berpengalaman di dunia kepelatihan.

Sementara itu, seperti yang disebut Roberto Mancini, masuknya De Rossi akan membawa segudang pengalaman yang dia miliki. Terlebih skuat Gli Azzurri saat ini dihuni mayoritas bintang-bintang muda dan minim pengalaman di tingkat internasional.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Daniele De Rossi Resmi Memulai Karier Kepelatihannya

gamespool
Daniele De Rossi Resmi Memulai Karier Kepelatihannya 14

Football5Star.com, Indonesia – Legenda AS Roma, Daniele De Rossi, akhirnya resmi memulai kariernya sebagai pelatih dengan masuk ke dalam staf kepelatihan timnas Italia. De Rossi akan menjadi pelatih teknik dan akan menjadi bagian dari staf kepelatihan Roberto Mancini.

De Rossi sudah beberapa kali dirumorkan akan segera menjadi pelatih. Bahkan ada beberapa rumor yang menyebut dia langsung akan menjadi pelatih utama salah satu klub Serie A. Namun, pada Kamis (18/3/21), De Rossi akhirnya memilih menjadi asisten Roberto Mancini dan akan belajar darinya.

“Saya bangga memulai karier baru ini bersama tim nasional. Saya berterima kasih kepada Presiden (FIGC, Gabriele) Gravina dan pelatih Mancini atas kepercayaan dan kesempatannya,” kata De Rossi seperti dilansir Football5Star.com dari laman resmi FIGC.

De Rossi melanjutkan, “Akan sangat menyenangkan untuk kembali ke Coverciano, yang bagi saya berarti pulang ke rumah dan menemukan banyak mantan kolega dan teman di staf dan grup. Saya tidak sabar untuk memulai.”

Roberto Mancini senang Daniele De Rossi berbagung ke dalam stafnya. Dia berharap pengalaman bersamanya bisa akan berguna untuk dia di masa depan.

“Saya sangat senang Daniele bergabung dengan grup kami. Saya yakin dia akan dapat memberikan kontribusi penting kepada para pemain dan saya berharap pengalaman pertamanya akan berguna untuk masa depan,” ujar Mancini.

Timnas Italia akan bermain di Kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Irlandia Utara, Bulgaria dan Lituania, mulai pekan depan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Daniele De Rossi Ingin seperti Andrea Pirlo

GamesPools GIF

Football5star.com, Indonesia – Daniele De Rossi mengaku memiliki keinginan suatu saat nanti bisa melatih mantan timnya, AS Roma.

“Saya merasa siap untuk tantangan baru ini. Saya benar-benar bertekad dan tak pernah menanyakan ke diri sendiri, apakah saya memulainya dari klub kecil atau klub besar,”kata De Rossi seperti dikutip Football5star.com dari Football Italia, Minggu, (28/2/2021).

Andrea Pirlo_Juventus

“Meskipun saya tahu jika ada klub besar yang ingin merekrut saya akan bertanya soal kemampuan saya. Semua orang memang harus menjalanj karier mereka dari awal,”tambahnya.

Namun kata De Rossi, kasus Andrea Pirlo misalnya bisa menjadi contoh bahwa mantan pemain bisa langsung melatih klub yang pernah djbelanya.

“Secara alami, AS Roma memang menjadi impian saya. Tapi untuk saat ini saya tidak akan membicarakan Roma karena semua itu harus dipertanggung jawabkan,”

“Saya tahu bahwa saya akan selalu berkaitan dengan AS Roma. Tapi saat ini, status saya adalah mantan pemain dan tidak akan terlalu ikut campur,” ucap De Rossi.

De Rossi pun angkat bicara terkait masalah yang menimpa kapten Roma, Lorenzo Pellegrini. Beberapa waktu lalu, Pellegrini mendapat kritikan pedas dari Ultras Roma karena memberi ucapan selamat ulang tahun kepada Ciro Immobile.

De Rossi paham dengan kemarahan para ultras Roma. Menurutnya, sebagai kapten, Pellegrini harusnya bjsa lebih bijak dan dewasa dalam bersikap tanpa harus menyakiti salah satu pihak.

“Jika saya ingin mengirim pesan ke teman saya yang bermain untuk Lazio, saya akan meneleponnya atau melakukannya secara pribadi,”kata De Rossi.

“Bukan malah memajangnya di status sosial media. Yang terbaik adalah menghindari siapa pun tersinggung, terutama para fan yang beberapa hari melihat tim ini kalah dalam derby,” tambah eks pemain Boca Juniors tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Legenda AS Roma Heran Paulo Fonseca Digoyang Isu Pemecatan

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Paulo Fonseca benar-benar dibuat tidak nyaman musim ini. Pelatih AS Roma kerap diisukan bakal dipecat sebelum musim 2020-2021 berakhir.

Kabar ini pun membuat legenda AS Roma, Daniele De Rossi, heran. Baginya tidak ada yang salah dengan performa Il Lupi selama diasuh Paulo Fonseca.

Keberadaan tim di peringkat keempat Serie A jadi buktinya. Daniele De Rossi juga menilai penampilan Lorenzo Pellegrini dkk sudah memenuhi ekspektasi.

Daniele de Rossi - AS Roma - Claudio Ranieri - SportSport
SportSport

“Roma ada di posisi keempat klasemen dan akan menghadapi Udinese dan Benevento. Sungguh gila untuk mempertanyakan kinerja Fonseca. Dia mengalami pasang surut dan jelas Roma sedang berjuang melawan klub-klub top,” kata De Rossi seperti dilansir Football Italia, Selasa (9/2/2021).

“Saya tidak mengatakan mereka harus puas, mereka tidak senang dengan kemenangan melawan klub kecil dan kalah melawan klub besar. Mereka harus mengincar sesuatu yang lebih baik. Tapi dalam hal gaya bermain dan hasil yang diraih, Fonseca memenuhi ekspektasi,” ia menambahkan.

Posisi Paulo Fonseca beberapa kali digoyang isu pemecatan karena beberapa kali meraih hasil buruk. Terutama saat mereka kalah dari para pesaingnya seperti Lazio dan Juventus.

Selain itu perselisihannya dengan Edin Dzeko juga memperkeruh suasana ruang ganti. Bahkan ketika masalahnya dengan Dzeko memuncak, direktur AS Roma diketahui melakukan pertemuan dengan Massimiliano Allegri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

AS Roma Dikabarkan Tertarik Ikuti Langkah Juventus

dinasti

Football5Star.com, Indonesia – Langkah Juventus menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih baru menggantikan Maurizio Sarri dikabarkan menarik perhatian AS Roma. Di bawah kendali sang pemilik baru, Dan Friedkin, I Giallorossi ditengarai ingin melakukan hal serupa.

Kabar tersebut diembuskan oleh Il Messaggero. Menurut harian yang berbasis di Roma (Italia) tersebut, Friedkin tengah mencermati dan akan mengevaluasi kinerja pelatih Roma saat ini, Paulo Fonseca. Ada kemungkinan sang pelatih didepak. Apalagi ada kritik tajam dari Edin Dzeko setelah mereka disingkirkan Sevilla dari kancah Liga Europa.

Lalu, siapa yang akan ditunjuk sebagai pelatih baru bila Fonseca dilengserkan? Tiada lain dan tiada bukan, dia adalah Daniele De Rossi. Eks kapten Roma tersebut dinilai punya potensi besar untuk jadi pelatih hebat. Oleh beberapa pemain di Italia, dia dikenal sebagai “pelatih di lapangan” saat masih aktif bermain.

Dan Friedkin dikabarkan ingin mengembalikan beberapa legenda ke AS Roma.
startmag.it

Menurut Il Messaggero, penunjukan Daniele De Rossi memiliki pertimbangan khusus. Hal itu sejalan dengan misi Dan Friedkin mengembalikan rasa memiliki di tubuh AS Roma. Dia ingin memperbaiki kebijakan James Pallotta, sang pemilik lama, yang telah mencabik-cabik I Giallorossi dengan perlakuan tak respek kepada Francesco Totti, De Rossi, dan Alessandro Florenzi.

Selain mengembalikan De Rossi ke Trigoria sebagai pelatih, AS Roma juga dipercaya tengah mempertimbangkan langkah serupa untuk Totti. Bedanya, sang legenda akan diberi kepercayaan sebagai direktur olahraga. Dia nantinya akan bahu-membahu dengan eks kiper, Morgan De Sanctis.

Roma Teradang Lisensi dan Fiorentina

Andai serius, Roma diyakini tak akan mengalami kesulitan memulangkan De Rossi. Eks gelandang yang menyudahi kariernya di Boca Juniors itu sudah terang-terangan mengaku tertarik kembali ke Trigoria.

Daniele De Rossi sudah menyatakan minat ingin jadi pelatih AS Roma.
thesun.co.uk

“Suatu hari nanti, aku akan dengan senang hati melatih Roma. Sekarang, aku pertama-tama terlebih dahulu harus menjadi seorang pelatih (memiliki lisensi kepelatihan, Red.),” ujar De Rossi seperti dikutip Football5Star.com dari Buzzfeed.

Masalahnya kemudian, De Rossi saat ini belum memiliki lisensi yang disyaratkan untuk menangani klub Serie A seperti AS Roma. Dia bahkan tak dizinkan menangani tim Primavera Bologna oleh pemegang otoritas di Coverciano.

Jikapun nanti De Rossi memiliki lisensi, AS Roma tak akan dengan mudah menggaetnya. Itu karena Fiorentina juga telah lebih dahulu mengungkapkan minat mendapuknya sebagai pelatih.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Bukan Fiorentina, Klub Ini yang justru ingin Daniele De Rossi Latih

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Daniele De Rossi mengungkapkan bahwa ia sebenarnya memiliki keinginan untuk suatu saat bisa melatih di klub Liga Argentina, Boca Juniors. Sebelumnya nama De Rossi disebut-sebut menjadi kandidat pelatih masa depan di Fiorentina.

“Saya memiliki gagasan untuk kembali sebagai pelatih Boca Juniors. Aku bisa saja menjadi urutan terakhir, tapi ide besarnya seperti itu,” ucap De Rossi seperti dikutip Football5star.com dari Football Italia, Kamis (9/7/2020).

“Jika semuanya berjalan dengan baik, saya sudah bertemu dengan Nico Burdisso dan memulai karier kepelatihan saya di klub,” tambahnya.

La Bombonera - Daniele de Rossi - Boca Juniors - The Guardian

Bahkan De Rossi sudah memiliki keinginan siapa yang nantinya akan menjadi asisten dirinya saat melatih Boca. De Rossi menunjuk mantan bek Boca, Paolo Goltz sebagai asistennya kelak.

“Aku sudah memberi tahu Paolo Goltz bahwa aku menginginkan dia sebagai asistenku,” ucap De Rossi.

Menurut pemain berusia 37 tahun ini, hal yang membuatnya ingin melatih Boca adalah saat dirinya melihat Piala Copa Libertadores. Hal itu mendorong dirinya ingin berkarier di Stadion Alberto J. Armando.

“Pada hari saya mengakhiri kontrak, saya berada di kantor Bombonera dan tiba-tiba saya melihat trofi Copa Libertadores di jendela. Saya berkata dalam hati, saya belum meninggalkan apa-apa sebagai pemain bola, itulah sebabnya saya ingin kembali sebagai pelatih,” ucap De Rossi.

Sebelumnya nama Daniele De Rossi digadang-gadang bakal jadi pelatih masa depan Fiorentina. Dilansir dari media Italia, Corriere dello Sport, De Rossi menjadi salah satu nama yang dipertimbangkan untuk menggantikan pelatih Fiorentina sekarang, Giuseppe Iachini.

Namun kabar itu kemudian dibantah oleh Presiden Fiorentina Rocco Commisso. Ia menyebut rumor soal De Rossi hanya sebatas hoax.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Daniele De Rossi Kesal dengan Warganet yang Julid kepada Lionel Messi

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain AS Roma, Daniele De Rossi mengungkapkan kekesalannya kepada mereka yang julid alias iri dengan capaian bintang Barcelona, Lionel Messi di lapangan hijau.

Menurut De Rossi, banyak orang termasuk di Argentina yang begitu iri dengan capaian Messi. Menurut De Rossi, mayoritas mereka itu kemudian menyerang Messi dengan prestasi bersama tim nasional Argentina.

“Bagaimana kamu akan mengatakan sesuatu terhadap Messi ketika ia memiliki capaian besar di sepak bola,” ucap De Rossi seperti dikutip Football5star.com dari Marca, Kamis (9/7/2020).

Lionel Messi dikabarkan mulai tak betah di Barcelona dan mempertimbangkan hengkang dari camp Nou.

“Ada orang yang mengkritik Messi dari balik layak komputer. Namun mereka tak memiliki keberanian untuk bertanya kepada istri mereka, apakah mereka dapat mengendalikan remote tv,” tambah pemain yang dirumorkan akan melatih Fiorentina tersebut.

Dikatakan oleh De Rossi, para kritikus yang menyerang Messi terkait prestasi pemain berjuluk La Pulga di tim nasional Argentina itu sangat tidak masuk akal. “Dia dikecam di Argentina dan saya seorang pahlawan Italia di Piala Dunia, lalu apa bedanya?”

“Saya tidak setuju dengan perbandingan itu. Saya ingin mengingatkan kepada semua orang bahwa Messi tidak bisa bermain sendirian. Selama ini, ia harus menanggung beban tim di punggungnya,” ucap De Rossi.

Kondisi Lionel Messi dalam beberapa pekan terakhir ini memang tak mengenakkan. Ia diterpa banyak rumor negatif, termasuk soal masa depannya di Barcelona.

Namun Presiden klub, Josep Maria Bartomeu, yakin pihaknya bakal menambah durasi kontrak untuk Messi.

“Saya melihat Messi ingin bertahan di sini dan saya yakin dia bakal pensiun juga di sini seperti yang pernah dia katakan,” ucap Bartomeu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Daniel De Rossi Jadi Pelatih Fiorentina Musim Depan?

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Kabar mengejutkan datang dari Italia. Legenda AS Roma, Daniele De Rossi, disebut-sebut akan melatih Fiorentina musim depan.

Gianluca Di Marzio melaporkan bahwa Daniele De Rossi kandidat kuat pengganti Beppe Iachini musim depan. Kabar ini diperkuat dengan pernyataannya Beberapa waktu lalu yang ingin terjun ke dunia kepelatihan.

Kabar lain menyebutkan bahwa pihak Fiorentina sudah berkomunikasi dengan De Rossi. Namun, belum ada kepastian apa pun mengingat negosiasi masih berjalan.

AS Roma vs Parma - Daniele de Rossi - Serie A - @ASRomaEN 2
twitter.com/ASRomaEN

Bukan kali pertama La Viola menginginkan pria asli Roma. Awal musim ini sebelum ia menyatakan pensiun, mereka tertarik mendatangkannya. Tapi tawaran tersebut ditolak sang gelandang. Ia tidak mau bermain di klub Italia selain AS Roma.

Alasan yang sama diyakini tidak akan berlaku jika dirinya berposisi sebagai pelatih. De Rossi siap melatih klub mana pun di masa depan.

Fiorentina saat ini sedang disibukkan dengan mencari pelatih baru. Manajemen tidak puas dengan kinerja Beppe Iachini yang gagal meningkatkan performa Federico Chiesa dan kolega.

Sejak Serie A kembali bergulir pertengahan Juni kemarin, mereka belum sekali pun memenangkan pertandingan. Imbasnya, posisi di klasemen terus merosot. Saat ini Fiorentina berada di urutan ke-14, terpaut enam angka dari jurang degradasi.

Selain Daniele De Rossi, klub milik Rocco Commiso juga tertarik mempekerjakan Luciano Spalletti. Namun, keinginan klub terhadang oleh klausul yang tercantum dalam kontrak Spalletti dengan Inter Milan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Hasrat Besar Daniele De Rossi untuk Latih Boca Juniors

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Menutup karier di Boca Juniors sepertinya punya kesan mendalam bagi Daniele De Rossi. Hal ini diungkapkan oleh mantan rekanya di AS Roma, Guillermo Burdisso.

Guillermo Burdisso, yang merupakan adik dari Direktur Olahraga Boca Juniors, Nicola Burdisso, yakin jika yang ada dalam benak Daniele De Rossi sekarang adalah kembali ke ibu kota Argentina dan melatih di sana.

“Saya bertemu dengannya dan kami berbicara banyak hal tentang Boca. Rencananya dia ingin tetap berada di Buenos Aires dan tetap menjadi bagian dari Boca sebagai pemain yang memenangkan sesuatu atau sebagai pelatih. Dia yakin akan hal itu,” kata Burdisso kepada Soy Fiera, Jumat (12/6/2020).

guillermo burdisso as roma zimbio
zimbio

“Dia kembali ke Italia lebih karena masalah pribadi. Mungkin keluarganya tidak bisa menemaninya seperti yang awal mereka lakukan. Ini memalukan karena dia punya lebih banyak hal yang ingin diberikan di sini,” ia menambahkan.

Musim lalu Daniele De Rossi memperkuat Boca Juniors setelah kontraknya di AS Roma tidak diperpanjang. Kendati datang saat sudah berusia 35 tahun dan kerap diterpa cedera, sang gelandang tetap mampu menunjukkan performa memuaskan.

Ia bermain dalam tujuh pertandingan dengan koleksia satu gol. Cedera kambuhan yang dia derita akhirnya memaksa pemain asli Roma mengakhiri kariernya Januari lalu.

“De Rossi memulainya dengan baik. Dia menunjukkan kualitasnya dalam beberapa pertaningan pertama hingga mengalami cedera,” tutup adik Nicola Burdisso tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Eks AS Roma: Daniele de Rossi Akan Jadi Pelatih Hebat

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan pelatih AS Roma, Claudio Ranieri, mendukung rencana mantan anak asuhnya, Daniele de Rossi untuk berkarier sebagai pelatih. Ranieri pun yakin De Rossi akan menjadi pelatih yang sukses.

“Selama aktif bermain, Daniele de Rossi sudah menjalani peran layaknya seorang pelatih di atas lapangan,” ungkap Claudio Ranieri seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman Football Italia.

“Melakukan peran serupa dari bangku cadangan merupakan sebuah hal yang berbeda. Tapi, saya tetap yakin kalau De Rossi akan menjadi sosok pelatih hebat yang dihargai oleh para pemainnya,” sambung Ranieri menambahkan.

Daniele de Rossi - AS Roma - Claudio Ranieri - Zimbio
Zimbio

Lebih lanjut, Ranieri juga mengatakan kalau De Rossi akan bisa mengambil beberapa ilmu sebagai pelatih dari sang ayah, Alberto. Saat ini, Alberto de Rossi masih menjabat sebagai salah satu pelatih di tim muda AS Roma.

“Ayah dari De Rossi juga akan memberikan saran-saran yang sangat bagus. Karena, dia merupakan sosok profesional yang sudah sangat mengenal bagaimana cara menjadi pelatih yang hebat,” kata Ranieri.

De Rossi saat ini sudah tak lagi aktif bermain sepak bola. Pria 36 tahun itu resmo gantung sepatu pada awal tahun 2020 lalu setelah bermain untuk raksasa Argentina, Boca Juniors selama beberapa bulan.

Selepas pensiun, De Rossi memang ingin mengikuti jejak sang ayah dan menjadi seorang pelatih. Ia pun berambisi untuk menjadi pelatih AS Roma di masa depan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Daniele De Rossi Ingin Jadi Pelatih AS Roma

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Legenda AS Roma, Daniele De Rossi, mengungkapkan keinginannya untuk melatih mantan klubnya itu suatu saat nanti. Tetapi tentu saja dia harus melewati proses yang sulit untuk menjadi seorang pelatih.

De Rossi bermain di AS Roma selama 20 tahun sebelum pindah ke Boca Juniors dan bermain disana selama 6 bulan.

“Sangat jarang ada pemain yang bermain selama 20 tahun di satu klub, jadi karir saya memang tidak biasa. Saya tidak bermimpi untuk melakukan hal yang sama jika saya menjadi pelatih, karena tidak ada pekerjaan yang bisa bertahan lama. Saya ingin sekali menjadi pelatih AS Roma, tetapi saya harus melewati proses panjang yang setiap pelatih muda harus rasakan terlebih dahulu,” ucap De Rossi seperti dikutip Football5Star.com dari Sky Sports Italia.

Daniele de Rossi - AS Roma - Boca Juniors - Yahoo Sports
Yahoo Sports

De Rossi juga memberi tahu bahwa dia ingin belajar dari Pep Guardiola sola kepelatihan.

“Saya mencoba belajar dari beberapa pelatih yang berbeda saat saya memulai karir ini dan saya pikir Pep Guardiola akan menjadi tempat yang baik untuk memulai,” kata De Rossi.

Peraih gelar Piala Dunia 2006 itu membeberkan alasan kenapa dia meninggalkan AS Roma dan penyesalan dia pada saat di Roma

“Itu bukan pilihan saya untuk meninggalkan Roma, tapi saya yang putuskan untuk meninggalkan sepak bola. Keduanya adalah dua keputusan yang tidak ingin saya buat. Penyesalan saya adalah saya tidak pernah memenangkan sesuatu yang penting untuk Roma. Beberapa orang bilang bahwa saya kurang ambisi, tapi tidak ada hal yang lebih ambisius ketimbang mencoba memenangkan sesuatu untuk klub yang jarang memenangkan gelar,” ucap De Rossi.

Daniele De Rossi bermain di 616 laga bersama Gialorossi, tetapi dia hanya memenangkan dua Coppa Italia dan satu Supercoppa Italia bersama Serigala Ibukota.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Bukan Olimpico, Inilah Stadion Favorit Daniele de Rossi

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Legenda AS Roma, Daniele de Rossi, mengatakan kalau markas Boca Juniors, La Bombonera merupakan stadion dengan atmosfer terbaik di dunia. Menurutnya, tak banyak stadion di Italia yang memiliki atmosfer seperti La Bombonera.

De Rossi memang sempat membela Boca Juniors selama enam bulan pada tahun 2019 lalu. Selama bermain di Argentina, De Rossi sempat melakoni empat laga di La Bombonera dari total tujuh pertandingan yang ia mainkan untuk Boca.

“Hal terbaik yang saya alami selama bermain di Argentina adalah ketika tampil di La Bombonera. Di sana, para suporter masih memiliki gairah luar biasa yang sudah lama hilang dari Italia. Mereka sangat mencintai klubnya,” ujar Daniele de Rossi kepada Sky Sports Italia.

La Bombonera - Daniele de Rossi - Boca Juniors - The National
The National

“La Bmobonera merupakan stadion dengan atmosfer terbaik di dunia. Saya pun merekomendasikan kepada seluruh penggemar sepak bola untuk datang ke sana dan menonton pertandingan Boca Juniors,” sambung De Rossi menambahkan.

Lebih lanjut, De Rossi merasa sangat terhormat karena sempat bermain untuk Boca Juniors di penghujung kariernya. “Saya merasa sangat terhormat karena sempat bermain di sana. Meski hanya sebentar.”

Saat ini, De Rossi sudah tak lagi aktif bermain sepak bola. Pria berumur 36 tahun itu memutuskan untuk gantung sepatu pada bulan Januari 2020 lalu setelah berkutat dengan masalah kebugaran semenjak hijrah ke Argentina.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Daniele de Rossi Ternyata Belum Bisa Move On dari Boca Juniors

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Legenda AS Roma, Daniele de Rossi, mengatakan kalau bermain untuk Boca Juniors merupakan salah satu pengalaman terbaik dalam kariernya. Menurut De Rossi, Argentina merupakan tempat yang sangat unik dan tak jauh berbeda ketimbang Italia.

De Rossi memang sempat bermain untuk Boca Juniors setelah dilepas AS Roma pada musim panas 2019 lalu. Bersama Boca, pria 36 tahun itu berhasil mengumpulkan tujuh penampilan sebelum pensiun pada bulan Januari lalu. Bersama Boca, De Rossi sukses meraih gelar juara Liga Argentina musim 2019-20.

“Argentina adalah tempat yang sangat unik dan tak jauh berbeda ketimbang Italia. Hal itu karena banyak warga Argentina yang memiliki keturunan Italia,” ujar Daniele de Rossi seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman Football Italia.

Daniele de Rossi - Boca Juniors - Argentina - Sportstar
Sportstar

“Di sana, orang-orang selalu hidup dengan gairah yang luar biasa dalam setiap aspek kehidupan. Mulai dari makanan, musik, hingga sepak bola,” kata De Rossi menambahkan.

Satu hal yang dipelajari De Rossi selama bermain untuk Boca adalah, kegigihan para pemain di Liga Argentina. Menurut De Rossi, tak ada satupun pemain di Argentina yang tak berjuang 200% ketika bermain di atas lapangan.

“Dalam hal taktik dan kualitas, Liga Argentina mungkin berada di bawah kompetisi Eropa. Tapi, selama bermain di Boca, saya tak pernah melihat pemain Liga Argentina yang tak berjuang 200% di atas lapangan,” tandas De Rossi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ditanya Siapa Gelandang Favorit, Ini Jawaban Radja Nainggolan

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Cagliari, Radja Nainggolan, membuka sesi tanya jawab pada Instagramnya. Salah satu pertanyaannya adalah siapa gelandang favoritnya.

Selain itu Radja juga ditanya tentang apa saja hal yang dia lakukan selama isolasi diri.

“Sambil menunggu berita kapan kita harus bermain lagi, saya bermain Playstation, menonton TV, dan saya punya DJ set yang terkadang saya pakai.” ucap Radja pada instagramnya.

Pemain berdarah batak itu juga ditanya tentang pengalamannya kembali ke Cagliari.

Ditanya Siapa Gelandang Favorit, Ini Jawaban Radja Nainggolan
Voetball International

“Saya merasa saya seorang Sardinian (orang dari Pulau Sardegna, tempat kota Cagliari berasal) itulah kenapa saya kembali. Klub juga sedang merayakan ulang tahun yang ke-100 dan mereka membeli banyak pemain, walaupun saat ini performa kita jauh dari harapan, tapi saya nyaman disini.” ucap Radja.

Radja Nainggolan lalu ditanya tentang siapa gelandang favorit dia.

“Saya suka Luka Modric, karena dia bisa melakukan segalanya dengan standar tinggi. Clarence Seedorf punya kekuatan yang luar biasa, dia satu satunya pemain yang bahkan tidak pernah mengizinkan saya untuk melihat bola sekalipun.

Radja melanjutkan “saya bermain bersama pemain-pemain hebat. Kevin Strootman bagus sebelum cedera, De Rossi fenomenal, Miralem Pjanic kualitasnya salah satu yang terbaik. Di Inter, Marcelo Brozovic, selalu membuat perbedaan. Nicolo Barella, masih muda tapi sudah bermain di klub top.” Ucap mantan pemain AS Roma itu.

Radja Nainggolan saat ini dipinjam ke Cagliari selama satu musim oleh klubnya Inter Milan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Daniele De Rossi Akhirnya Dapat Gelar Liga Pertamanya walaupun Sudah Pensiun

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Boca Juniors berhasil menjuarai Superliga Argentina pada saat berhasil menang 1-0 melawan Gimnasia La Plata. Daniele De Rossi yang sejatinya sudah pensiun pada Januari lalu tetap diberikan medali juara liga.

De Rossi sudah pensiun dari dunia sepak bola pada bulan Januari lalu karena cederanya yang sudah sulit untuk sembuh. Tapi penampilannya bersama Boca Juniors di Liga Argentina, membantu dia untuk memenangkan gelar liga pertamanya.

Daniele De Rossi Akhirnya Dapat Gelar Liga Pertamanya walaupun Sudah Pensiun
FOX Sports

Dia bergabung bersama tim senior AS Roma setelah tim asal ibukota itu meraih Scudetto pada tahun 2001. Selama 18 tahun karirnya bersama Roma, dia hanya mendapatkan dua gelar Coppa Italia dan satu gelar Supercoppa Italia. Prestasi tertinggi De Rossi adalah pada saat dia membawa Italia meraih gelar juara piala dunia pada tahun 2006. De Rossi bergabung dengan Boca pada musim panas 2019 lalu.

Menurut laporan Football5Star.com dari media Argentina Ole, lima penampilan dia bersama Boca musim ini menjadikan dia bisa mengambil medali juara liga meskipun sudah pensiun dari sepak bola.

Boca Juniors memenangkan tiga gelar juara mereka dalam empat tahun berkat gol dari mantan pemain Juve, Carlos Tevez, melawan Gimnasia La Plata. Hal itu juga dibantu karena rival abadi mereka, River Plate gagal menang melawan Atletico Tucuman. Boca unggul satu poin dari River pada klasemen liga.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gagal Pensiun di AS Roma, Daniele de Rossi Tak Simpan Penyesalan

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Legenda AS Roma, Daniele de Rossi, mengaku tak menyimpan penyesalan karena gagal mengakhiri karier profesionalnya bersama Giallorossi. Ia mengaku bersyukur karena bisa mewujudkan salah satu mimpinya bersama Boca Juniors.

Seperti yang diketahui, Boca Juniors menjadi klub terakhir De Rossi sebelum ia gantung sepatu pada bulan Januari lalu. Total, De Rossi hanya mampu mengoleksi tujuh penampilan selama enam bulan bermain untuk Azul y Oro.

“Saya sebenarnya mendapat beberapa tawaran dari Italia. Tapi, saya tak ingin berkarier di Italia karena sudah terlanjut jatuh cinta kepada AS Roma,” kata Daniele de Rossi kepada GQ Italia.

Daniele de Rossi - AS Roma - Boca Juniors - Bleacher Reports
Bleacher Report

“Bermain di Boca selalu menjadi salah satu impian saya dan saya pun merasa sangat terhormat karena bisa mendapatkan kesempatan itu. Saya tak merasakan rasa sesal selama bermain di sana,” sambung De Rossi.

Lebih lanjut, De Rossi juga mengaku punya hubungan yang sangat baik dengan para penggawa Boca Juniors. Ia bahkan mengaku sering kali dimintai tolong untuk mengorbitkan karier pemain muda Boca di Italia.

“Saya masih sering berhubungan dengan mantan rekan-rekan di sana. Mereka mengaku sangat merindukan saya dan sering menanyakan kabar saya di sini,” kata De Rossi.

“Tak hanya itu, saya juga dimintai tolong oleh rekan-rekan di sana. Mereka meminta bantuan saya untuk bisa hengkang dari Boca dan berkarier di Italia,” tandas De Rossi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Setelah Totti dan De Rossi, Roma Kini Lepas Florenzi?

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – AS Roma sepertinya bukan tempat yang nyaman lagi untuk pemain asli binaannya. Setelah Francesco Totti dan Daniele De Rossi, klub ibu kota Italia kini akan melepas Alessandro Florenzi.

Dalam tiga tahun terakhir, AS Roma selalu melepas kapten timnya. Francesco Totti yang tidak mendapat perpanjangan kontrak memutuskan pensiun pada akhir musim 2017-2018. Setahun berselang giliran Daniele De Rossi yang tak dapat kepercayaan lagi hingga akhirnya hengkang ke Boca Juniors.

Momen menyedihkan para pendukung Serigala Ibu Kota nyatanya belum berakhir. Januari 2020, mereka kemungkinan besar segera melepas Alessandro Florenzi ke Valencia dengan status pinjaman.

Il Lupi meminjamkan sang kapten ke Valencia selama enam bulan tanpa opsi pembelian. Artinya, dia masih punya kesempatan memperkuat klub kota kelahirannya itu pada musim depan.

Kendati begitu, semua kemungkinan masih bisa terjadi karena kontrak pemain yang berposisi sebagai bek kanan di Roma akan berakhir Juni mendatang.

Kepergian pemain timnas Italia ke Valencia memang tak lepas dari posisinya yang mulai tersingkirkan dari skuat utama Paulo Fonseca. Ya, musim ini ia lebih sering memulai laga dari bangku cadangan.

Tak ada pilihan lain untuk Florenzi selain pergi demi mendapat menit bermain lebih banyak. Pasalnya ia mengincar satu tempat di timnas Italia pada Euro 2020 mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Gelandang PSG Konfirmasi Alasan Daniele De Rossi Pensiun

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Awal tahun ini, Daniele De Rossi membuat putusan mengejutkan. Dia menyatakan pensiun meskipun baru enam bulan bergabung dengan Boca Juniors. Dia mengungkapkan dirinya dibutuhkan sang anak, Gaia, yang tinggal di Italia.

Meskipun demikian, teka-teki tetap mengemuka. Beberapa pihak menengarai Daniele De Rossi pasti punya alasan lain yang memaksanya membuat putusan yang disebut final tersebut. Namun, hal itu ditepis oleh gelandang Paris Saint-Germain (PSG), Leandro Paredes.

Menurut Leandro Paredes, De Rossi pensiun memang semata-mata karena sang anak. “Aku bicara dengan De Rossi sebelum konferensi pers perpisahannya. Dia mengatakan kepadaku akan pergi karena sangat merindukan anak perempuannya,” ujar Leandro Paredes seperti dikutip Football5Star.com dari TyC Sports.

Leandro Paredes sempat bermain bersama Daniele De Rossi di AS Roma.
tycsports.com

Bagi Leandro Paredes yang pernah bermain bersama De Rossi di AS Roma, alasan itu sangat manusiawi. “Aku memahami hal itu. Sungguh sangat berat meninggalkan keluarga dan dia ingin kembali (ke Italia),” ucap dia lagi.

Pada konferensi pers pengunduran dirinya dari sepak bola, De Rossi sebetulnya sudah mengungkapkan hal tersebut secara gamblang. Dia mengatakan, Gaia yang baru berumur 14 tahun sangat membutuhkan kehadiran dirinya.

“Aku perlu berada lebih dekat dengan putri tertuaku. Dia adalah satu-satunya yang tinggal di sana (Italia). Kami saling merindukan satu sama lain. Pada umur 14 tahun, dia membutuhkan kehadiran ayahnya. Hanya itu. Tak ada alasan lain. Tak ada sakit atau lainnya,” urai Daniele De Rossi kala itu.

Kini, dengan konfirmasi dari Leandro Paredes, setidaknya publik sepak bola bisa lebih yakin bahwa memang tak ada alasan khusus di balik putusan Daniele De Rossi pensiun pada awal Januari lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pelatih Boca Juniors Pastikan De Rossi Tak Pulang ke Roma

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Daniele De Rossi masih sangat dibutuhkan Boca Juniors. Hal ini juga diakui oleh pelatih klub raksasa Argentina, Miguel Angel Russo.

Belakangan, nama Daniele De Rossi kembali dikaitkan dengan AS Roma. Tapi kali ini ia ditawarkan sebagai asisten pelatih Paulo Fonseca.

Tapi kepulangan mantan kapten Roma ke Italia sepertinya tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Miguel Angel Russo menegaskan bahwa ia masih sangat membutuhkan sosok sang gelandang. Apalagi ia masih terikat kontrak bersama Boca.

miguel angel russo boca juniors
@BocaJrsOficial

“Mereka adalah pemain dan mereka memiliki kontrak di sini. Sampai sekarang, semua berjalan normal untuk kami, termasuk Daniele. Jika saat saya berbicara dengan seseorang mereka menunjukkan pada saya sesuatu yang lain, mungkin kami akan melihat apa yang akan terjadi,” kata Russo kepada TyC Sports, Sabtu (4/1/2020).

“Sampai saat ini Daniele adalah pemain Boca Juniors dan kami akan terus mengandalkannya karena dia pemain penting di sini,” ia menambahkan.

Kontrak pemain 36 tahun di klub kota Argentina akan berakhir Juni mendatang. Sampai saat ini belum ada pembahasan terkait kontrak baru antara dirinya dengan pihak klub.

Adapun performa Daniele De Rossi bersama Boca Juniors musim ini terhalang cedera. Dia mengalami cedera lutut pada November lalu. Keadaan ini pun berpengaruh pada menit bermainnya. Sampai saat ini sang gelandang baru diturunkan di enam pertandingan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Dzeko: Sejak Totti dan De Rossi Pergi, Roma Kehilangan Identitas

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Edin Dzeko mengakui ada yang berbeda dari AS Roma musim ini. Menurutnya, klub ibu kota Italia seperti kehilangan identitas sejak dua ikon klub, Francesco Totti dan Daniele De Rossi pergi.

Seperti yang diketahui, Francesco Totti memutuskan pensiun pada 2017 lalu setelah kontraknya tak diperpanjang klub, Sedangkan Daniele De Rossi hengkang ke Boca Juniors musim panas lalu.

Kepergian dua pemain tersebut menurut Dzeko sangat berpengaruh pada klub, baik di lapangan maupun luar lapangan. Dia juga mengungkapkan bahwa Il Lupi hanya memiliki lima pemain senior yang harus membimbing para pemain muda.

Edin Dzeko - AS Roma - @ASRoma_En e
@ASRoma_EN

“Sesuatu telah hilang dalam tim ini sejak tidak adanya Totti dan De Rossi. Selama ini mereka selalu menunjukkan kepribadian luar biasa di dalam dan luar lapangan. Identitas tim sangat kuat bersama mereka, tapi sekarang sudah hilang,” kata Dzeko kepada La Stampa, Rabu (13/11/2019).

“Sekarang ada saya, Federico Fazio, Alexandar Kolarov, Alessandro Florenzi, dan Antonio Mirante, yang membimbing para pemain muda,” sambung mantan pemain Wolfsburg dan Manchester City itu.

Saat ini, sang bomber menjadi penerus dua ikon klub sebagai kapten AS Roma. Kendati tanggung jawab yang diemban sangat berat, ia yakin bisa melakukan tugasnya dengan baik. Terlebih dia sudah belajar banyak dari Totti dan De Rossi.

“Ban kapten ini akan membebani semua pemain. Pemain seperti mereka sudah melakukannya dan membuktikan bahwa mereka bisa. Sekarang waktunya bagi saya untuk melanjutkan apa yang sudah mereka lakukan. Saya yakin bisa mengemban tugas berat ini,” tutup pemain asal Bosnia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Jelang Superclasico, Legenda River Plate Ejek De Rossi

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Babak semifinal Piala Libertadores akan mempertemukan dua musuh bebuyutan River Plate vs Boca Juniors dalam tajuk laga Superclasico, Minggu (1/9/2019). Pertemuan kedua tim ini selalu hadirkan sisi menarik baik di dalam ataupun di luar pertandingan.

Sebelum kick off laga kedua tim dimulai, legenda River Plate Norberto Alonso melemparkan kritik kepada pemain Boca Juniors Daniel De Rossi. Menurut Alonso, De Rossi bukan pemain besar.

“Media membuat bocah ini sangat terkenal. Aku benar-benar tidak mengenalnya. Saya tidak suka dengan gaya permainannya. Saya suka pemain yang benar-benar bermain sepak bola,” kata Alonso seperti dikutip dari El Intransigente.

Daniele De Rossi mengaku sangat mengidolakan Juan Riquelme yang juga legenda Boca Juniors.

“De Rossi bukan tipikal gelandang yang mampu membuat tim tampil maksimal di lini tengah. Ia sepertinya tidak banyak belajar di Italial,”

Pemain yang membela River Plate di era 80-an ini mengatakan bahwa laga superclasico bakal hadirkan tontonan yang menarik bagi suporter kedua tim.

Terkait soal rivalitas kedua tim, Alonso menyebut bahwa suporter Boca Junior yang selalu mencari masalah dengan suporter River Plate. Menurut Alonso, beberapa kali pihak Boca selalu menganggap kami sebagai biang onar.

“Mereka berteriak lewat mikrofon bahwa kami pembunuh dan biang onar. Padahal mereka melempar kami dengan es balok,” ucap Alonso.

“Meski begitu kami akan tetap meraih kemenangan. Sekarnag River Plate berada di kondisi yang lebih baik dibanding dengan Boca. Saat ini semuanya sudah berubah dan River Plate lebih kuat,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Panggilan Khusus Daniele De Rossi dari Para Pemain Boca Juniors

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Meskipun baru tiga pekan bergabung dan dua kali bermain, Daniele De Rossi kian menyatu dengan sepak bola Argentina dan ruang ganti Boca Juniors. bahkan, rekan-rekan di klub barunya itu sudah punya panggilan khusus untuk dia.

Olah Carlos Tevez dkk., Daniele De Rossi dipanggil dengan sebutan Tano. Itu adalah sebutan umum untuk orang Italia. Sang gelandang pun tak merasa keberatan meskipun itu berbeda dengan panggilan yang didapatkannya selama memperkuat AS Roma.

Daniele De Rossi kian menyatu dengan sepak bola Argentina dan reken-rekannya di Boca Juniors.
tn.com.ar

“Aku senang dipanggil Tano. Aku hanya mengatakan, aku bukanlah orang Naples. Aku ini orang Roma. Seharusnya mereka memanggilku Mano (tangan dalam bahasa Spanyol). Namun, tak ada yang menurut,” ujar Daniele De Rossi kepada Fox Sports seperti dikutip Football5Star.com dari Todo Noticias. “Aku tak ada masalah dengan orang Naples dan sebutan itu.”

Menurut gelandang berumur 36 tahun itu, panggilan tersebut berbeda dari yang didapatkannya selama memperkuat AS Roma. “Di Roma, mereka memanggilku Lele. Begitulah panggilan untuk setiap nama Gabriele, Daniele, Manuele,” ucap dia.

Terlepas dari apa pun panggilan yang diberikan rekan-rekannya, eks pemain timnas Italia itu mengaku sangat betah di Boca Juniors. Dia merasa mendapatkan sambutan hangat penuh cinta. “Aku benar-benar tak dapat melupakan hal itu,” kata dia lagi.

Sejauh ini, masalah yang dihadapinya di Argentina adalah menyangkut makanan. Secara spesifik, dia menyebut penggunaan bawang putih yang berlebihan. Lalu, dia juga menyebut daging panggang. Dia tak dapat mengonsumsi terlalu banyak daging karena metabolisme tubuhnya yang sudah berbeda pada umur 36 tahun.

Daniele De Rossi menandai debutnya bersama Boca Juniors pada ajang Piala Argentina. Dia tampil sebagai starter dan mencetak gol pada laga itu. Namun, Xeneizes harus tersingkir lewat adu penalti. Sementara itu, debutnya pada ajang Liga Argentina dilakoni pada akhir pekan lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Daniele De Rossi Ungkap Kekaguman kepada Juan Riquelme

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Tiga pekan sudah Daniele De Rossi berstatus pemain Boca Juniors. Hingga saat ini, dia telah dua kali tampil membela klub berjuluk Xeneizes tersebut. Dia mengaku sangat bahagia. Namun, masih punya satu keinginan, yakni bertemu Juan Riquelme.

Keinginan itu tentu saja bukan tanpa dasar. Selain termasuk salah satu legenda Boca Juniors, Juan Riquelme diakui Daniele De Rossi sebagai pemain idolanya selama ini. Soal kekaguman kepada eks gelandang Villarreal itu, dia bahkan mengungkapkan sebuah rahasia.

“Aku ingin bertemu Riquelme. Aku memiliki grup WhatsApp yang hanya bicara soal sepak bola. Anggotanya semua temanku. Bukan hanya sepak bola, kami hanya bicara soal pemain tengah. Gambar profil grup itu adalah Riquelme sedang mengikat tali sepatu,” urai Daniele De Rossi dalam wawancara dengan Fox Sports seperti dikutip Football5Star.com dari Infobae.

Sosok Juan Riquelme diakui Daniele De Rossi sebagai figur idolanya.
provenquality.com

Dalam pandangan pemain berumur 36 tahun itu, Juan Riquelme adalah gelandang luar biasa yang sulit ditemukan padanannya. “Dia itu sosok berbeda yang sulit ditemukan di sepak bola pada saat ini dan masa lalu. Sebagai gelandang, aku mengagumi dia meskipun kami berbeda karakter,” kata dia.

Lebih lanjut, Daniele De Rossi mengungkapkan, “Dalam hidupku, aku hanya melihat satu pemain yang memiliki kualitas lebih baik dari Riquelme. Dia adalah (Andres) iniesta yang kupikir sebagai pemain tengah paling komplet dan paling kuat di dunia, sepanjang sejarah. Setidaknya seingat saya.”

Soal kekaguman terhadap Juan Riquelme, eks pemain timnas Italia itu mengungkapkan, hal itu terbilang lumrah di Italia. Dia mengatakan, pria yang pernah membela Barcelona itu sangat terkenal di negerinya itu. “(Antonio) Cassano juga meneleponku bahwa dia ingin tahu Riquelme karena dia menyukainya.”

Pengakuan Daniele De Rossi terbilang mengejutkan. Pasalnya, sepanjang berkarier, Juan Riquelme tak pernah bermain untuk klub Italia. Dia hanya berkutat di Spanyol dan negerinya, Argentina. Terlama, tentu saja dengan Boca Juniors.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Sebelum Debut Bersama Boca, Ini yang Dilakukan Daniele De Rossi

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Daniele De Rossi menjalani debut apik bersama Boca Juniors pada Rabu (14/8/2019) pagi WIB. Menjamu Club Almagro, dia tampil sebagai starter dan mencetak gol pada menit ke-28 lewat sundulannya. Namun, Xeneizes akhirnya kalah 1-3 lewat adu penalti setelah imbang 1-1.

Menjalani debut dan mencetak gol adalah impian siapa pun. Tak terkecuali bagi Daniele De Rossi yang bergabung setelah dicampakkan AS Roma. Apalagi, Xeneizes ternyata memang klub yang sudah lama mencuri hatinya.

Sebelum menjalani debut, pemain berumur 36 tahun itu ternyata mewujudkan salah satu impiannya yang lain. Itu adalah mengunjungi Diego Maradona. Akhir pekan lalu, tepatnya pada Jumat (9/8/2019), dia menyengajakan sowan ke rumah pria berjuluk El Pibe de Oro itu.

Ditemani Presiden Daniel Angelici dan Direktur Olahraga Nicolas Burdisso, pemain yang sempat lama membela AS Roma itu menghabiskan waktu beberapa jam bersama Diego Maradona. Mereka dengan asyik mengobrol. Tentu saja obrolan mereka tak jauh-jauh dari dunia sepak bola.

“Begitu banyak orang bercerita tentang dia di Italia. Kami semua sangat penasaran, bahkan bagi fan Roma Sekalipun. Bukan hanya fan Napoli yang jadi fan Maradona. Dia itu sejarah sepak bola,” kata Daniele De Rossi seperti dikutip Football5Star.com dari Todo Noticias.

Diego Maradona menyambut kedatangan eks pemain timnas Italia itu dengan senang hati. Dia menyuguhkan churros, kacang, dan gula-gula. Sang legenda saat ini masih dalam proses pemulihan setelah menjalani operasi pada lutut kanannya yang bermasalah dan mengharuskan dia mundur dari kursi pelatih Dorados de Sinaloa.

Sowan ke rumah sang legenda, Daniele De Rossi pun tak lupa menyampaikan satu permohonan. Dia meminta Diego Maradona datang memberikan dukungan langsung di Stadion La Bombonera, markas Boca Juniors. Permohonan itu mendapatkan sambutan positif. Dalam wawancara dengan sebuah stasiun radio, El Diez berujar, “Saya akan dengan senang hati kembali ke boks kesayangan saya.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Daniele De Rossi Hiasi Debut di Boca Juniors dengan Torehan Gol

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Aku datang, aku bermain, aku mencetak gol. Begitulah yang dilakukan Daniele De Rossi pada Rabu (14/8/2019) pagi WIB. Menjalani debut sebagai pemain Boca Juniors, dia langsung menghiasinya dengan torehan gol.

Daniele De Rossi akhirnya mendapatkan kesempatan bermain sebagai pemain Boca Juniors saat menjamu Club Almagro pada Babak 32-besar Copa Argentina. Pelatih Gustavo Alfaro memberikan kepercayaan tampil sebagai starter kepada gelandang berumur 36 tahun tersebut.

https://twitter.com/JulioCmnvrt/status/1161444254339801088

Tak sia-sia, eks pemain timnas Italia itu membayar tuntas kepercayaan sang pelatih dengan torehan gol saat laga berjalan 28 tahun. Berawal dari tendangan penjuru Alexis Mac Allister, dia mampu menyongsong umpan lambung dengan kepalanya. Bola melesak mulus ke gawang Club Almagro dan Stadion Alberto Jacinto Armando pun langsung bergemuruh.

Pemain berumur 36 tahun itu merayakan golnya dengan merentangkan tangan ke arah para fan Boca Juniors yang begitu menanti-nantikan kiprahnya. Mereka menyambut gol yang membuat Xeneizes unggul 1-0 itu dengan suka cita. Itu menjadi tanda pengikat cinta sang bintang baru dengan para fan Xeneizes yang dikenal sangat fanatik dan militan.

Akan tetapi, debut sang bintang tidaklah sempurna. Pasalnya, Club Almagro lantas menyamakan kedudukan pada menit ke-82 lewat Juan Manuel Martinez. Dalam adu penalti, tim asuhan Gustavo Alfaro akhirnya takluk 1-3.

Daniele De Rossi bergabung dengan Boca Juniors setelah kontraknya tak diperpanjang AS Roma pada akhir musim lalu. Sempat dikabarkan akan gantung sepatu setelah tak jua menemukan pelabuhan baru kariernya, dia kemudian resmi merapat ke klub Argentina tersebut atas bujukan Nicolas Burdisso, mantan rekannya di I Giallorossi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Daniele De Rossi: Semua Pesepak Bola Harus ke Boca Juniors

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Daniele De Rossi akhirnya buka suara terkait keputusannya pindah ke raksasa Argentina, Boca Juniors. Ia mengatakan fanatisme fan dan kultur sepak bola di Argentina lah yang membawanya menerima pinangan Boca.

De Rossi resmi diperkenalkan sebagai pemain baru Boca Juniors pada Senin (29/7/2019). Di sana ia diikat kontrak hingga 2020 mendatang.

Mantan kapten AS Roma itu menyarankan agar semua pesepak bola memperkuat Boca Juniors dalam kariernya. Ia yakin pengalaman bermain untuk raksasa Argentina itu tidak akan didapat di klub lain.

daniele de rossi-@BocaJrsOficial)
@BocaJrsOficial

“Saya menjalani pengalaman gila selama 20 tahun di Roma. Saya sebenarnya punya pilihan untuk bersantai setelah itu, tapi saya memilih ini. Pilihan ini akan memperkaya saya dalam kehidupan pribadi,” ujar Daniele De Rossi seperti dilansir Football Italia, Senin (29/7/2019).

“Saya belum menghubungi rekan saya untuk datang ke sini karena itu bukan tugas saya. Tapi semua pemain harus melakukan apa yang saya lakukan ini. Jika Anda suka sepak bola, semangat, dan stadion yang cantik, Anda harus datang ke sini,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, pemain berusia 36 tahun itu menegaskan bahwa kedatangannya ke ibu kota Argentina bukan untuk mengikuti jejak Diego Maradon sebagai pencetak gol ulung.

“Saya datang ke sini bukan untuk mencetak gol seperti Maradona di Meksiko. Saya di sini untuk menjadi pesepak bola dan saya yakin bisa memberikan yang terbaik untuk Boca,” tuturnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Leandro Paredes: De Rossi Sudah Lama Dambakan Boca Juniors

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kepastian Daniele De Rossi berkostum Boca Juniors membuat mantan rekannya di AS Roma, Leandro Paredes, senang. Ia mengaku ingin melihat secara langsung mantan kapten Roma itu menjalankan debutnya.

Daniele De Rossi mendatangani kontrak di Boca Juniors hingga 2020 mendatang. Kendati sudah diumumkan secara resmi oleh pihak klub, sang gelandang baru diperkenalkan ke publik pada Senin mendatang.

Bagi Leandro Paredes, De Rossi memang sudah lama ingin pindah ke Boca. Ia juga menambahkan bahwa klub raksasa Argentina itu memang klub impiannya selama ini.

paredes de rossi cesololaroma
cesololaroma.org

“Saya selalu berhubungan dengan dia dan dia sangat senang bisa berseragam Boca Juniors. Dia mengatakan pada saya sudah tidak sabar untuk memulai petualangan baru di sana. Dia punya kesempatan besar untuk tampil Minggu nanti,” ujar pemain Paris Saint-Germain tersebut kepada Tyc Sport, Jumat (26/7/2019).

“Dia sudah lama tergila-gila pada Boca. Boca adalah klub yang sudah lama ia dambakan. Saya tidak bercanda, ketika dia melakukan debutnya nanti saya ingin berada di tribun untuk melihat aksinya,” sambung mantan pemain Roma tersebut.

Lebih lanjut, sang gelandang mengatakan bahwa pemain berusi 36 tahun itu sudah menanyakan soal Boca Juniors sejak pertama kali ia datang ke Roma.

“Dari pertama kali saya tiba di Roma, Daniele sudah menanyakan soal Boca pada saya. Dia sangat mencintai klub dan fan di sana. Setiap ada kesempatan dia selalu menyaksikan pertandingan Boca Juniors,” tutup Leandro Paredes.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

De Rossi Gabung Boca, Seorang Jurnalis Jadi Kura-Kura Ninja

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Kepastian Daniele De Rossi bergabung dengan Boca Juniors, Jumat (26/7/2019) WIB, membawa korban. Seorang jurnalis untuk beberapa saat terpaksa harus menjadi Kura-Kura Ninja karena kalah bertaruh.

Ketika rumor Daniele De Rossi akan ke Boca Juniors setelah dilepas AS Roma, jurnalis Fox Sports bernama Juan Fernandez yakin hal itu tak akan terwujud. Menurut dia, mantan pemain timnas Italia tersebut tak akan pernah datang ke Argentina dan bergabung dengan Xeneizes.

Juan Fernandez berjanji akan mengenakan kostum Kura-Kura Ninja dan berkeliling di lingkungan kantornya bila pemain berumur 36 tahun tersebut jadi pemain Boca Juniors. Begitu hal tersebut jadi kenyataan, dia tak dapat mengelak. Dia pun untuk beberapa saat menjadi Raphael, salah satu tokoh dalam film Kura-Kura Ninja.

Daniele De Rossi terbang dari Italia pada Rabu malam dan tiba di Buenos Aires pada Kamis (25/7/2019) pukul 06.50 waktu setempat. Pada hari itu juga, dia langsung menuntaskan proses transfernya. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, dia langsung membubuhkan tanda tangannya pada kontrak berdurasi satu tahun.

Meskipun sudah berumur 36 tahun, kondisi Daniele De Rossi dinilai masih bugar. “Kondisinya bagus. Dia sehat dan tak berhenti berlatih. Tentu akan butuh beberapa pekan untuk mencapai level para pemain yang telah ada karena dia tak mengikuti pramusim,” kata salah seorang petinggi Boca Juniors seperti dikutip Football5Star.com dari Todo Noticias.

Meskipun sudah berstatus pemain Boca Juniors, Daniele De Rossi hanya dapat tampil saat Xeneizes berlaga pada ajang Liga Argentina dan Piala Argentina. Pada kancah Copa Libertadores, dia untuk sementara tak dapat diturunkan pelatih Gustavo Alfaro. Sesuai aturan yang berlaku, dia baru dapat bermain bila klubnya lolos ke perempat final.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]