Bagus Kahfi Gatal Mau Bungkam Mulut Para Pengkritiknya

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Indonesia, Bagus Kahfi, tak bisa menutupi kebahagiaannya usai diberi debut resmi bersama Jong FC Utrecht di Eerste Divisie. Dia jua bertekad ingin membungkam para pengkritiknya yang ragu dengan aksinya di Belanda.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bagus akhirnya menapakkan karier perdana di Liga Belanda usai timnya menang 3-0 atas SC Telstar, Sabtu (28/8/2021) dini hari WIB. Mantan pemain Barito Putera itu diberi kepercayaan turun oleh pelatih Darije Kalezic pada menit ke-88 menggantikan Nick Venema.

Bagus Kahfi Bakal Bungkam Para Pengkritiknya

Bagus jelas lega sekaligus girang akhirnya bisa merasakan atmosfer kompetisi resmi di Belanda. Saudara kembar Bagas Kaffa itu mengaku sudah sangat menantikan momen ini sejak lama.

Mantan Pelatih Timnas Indonesia Bangga Pernah Asuh Bagus Kahfi Debut di Belanda, Bagus Kahfi Dapat Hadiah Istimewa dari Pemain Utrecht

“Telah menunggu lama untuk debut ini, dan itu benar-benar layak untuk ditunggu. Sangat senang bisa menendang bola lagi dan menikmati setiap kesempatan yang saya dapatkan,” ungkap Bagus Kahfi dalam Instagram pribadinya.

Bagus Kahfi Ingin Bungkam Pengkritiknya

Bagus Kahfi Curi Perhatian Eks Striker FC Utrecht

Bagus Kahfi juga mengaku kalau debutnya itu merupakan permulaan dalam babak baru dalam karier sepak bolanya. Dia masih memiliki banyak mimpi yang ingin dikejar, salah satunya membuktikan kualitasnya kepada para pengkritik.

“Ini baru permulaan. Saatnya bekerja lebih keras dan membuktikan diri kepada setiap orang yang ragu di luar sana!” tutup Bagus.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bagus Kahfi Tak Diberi Debut, FC Utrecht Banjir Cemoohan

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com Indonesia – Pemain muda, Bagus Kahfi, belum mendapat debut ketika Jong FC Utrecht menghadap MVV Maastricht, Senin (9/8). Hal itu membuat akun media sosial Utrecht banjir cemoohan dari penggemar asal Indonesia.

Sejatinya, harapan publik Indonesia menyaksikan debut resmi Bagus bakal terealisasi pada pekan pertama Eerste Divisie itu. Pada laga di Stadion Galgenwaard itu, Jong Utrecht menelan kekalahan 0-1.

Sebiji gol MVV dilesakkan Orhan Dzepar pada menit ke-37. Sementara, Bagus tak dimasukkan oleh pelatih Darije Kalezic di daftar susunan pemain, termasuk cadangan.

Dalam unggahan instagram story di akun pribadinya, Bagus tampak cuma menonton pertandingan dari tribune stadion. Padahal, dalam dua laga uji coba terakhir melawan Top Oss dan Jong SC Heerenveen, Bagus selalu dimainkan meski sebagai pengganti.

Bagus Kahfi Belum Dapat Kepercayaan di Laga Resmi Jong Utrecht

Pada pertandingan tersebut, Kalezic hanya memberikan debut kepada dua pemain barunya, Julliani Eersteling dan Elijah Velland. Eersteling merupakan pemain yang baru direkrut dari Go Ahead Eagles, sedangkan Velland baru dipromosikan dari tim junior.

Bagus Kahfi Debut Bersama Jong Utrecht - Instagram @baguskahfiii
Instagram @baguskahfiii

Tak adanya Bagus di daftar susunan pemain membuat para penggemar asal Indonesia agak kecewa. Mereka kompak mempertanyakan hal tersebut melalui kolom komentar di beberapa akun media sosial Utrecht, termasuk instagram dan youtube.

“mampus.. hahhahha.. kalah yes. murka pelatihnya yg nga mainkan bagus.. ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜œ,” tulis Adhie Zahwan dalam unggahan cuplikan pertandingan di youtube Utrecht.

“Gerakan jempol k bawah bila BK (Bagus Kahfi) GK d turunin๐Ÿ˜€,” bilang akun Apikah Nafisa family.

Fan FC Utrecht Asal Belanda Heran dengan Kelakuan Warganet Indonesia

Gagal Debut Resmi di Belanda, Bagus Kahfi Lakukan Ini - Instagram @baguskahfiii
Instagram @baguskahfiii

Bahkan, video cuplikan pertandingan yang diunggah Utrecht juga banjir dislikes. Belum sehari muncul, dislikes sudah mencapai 30 dan hanya 83 likes.

Saking derasnya kritik dan cemoohan dari warganet asal Indonesia, ada pula penggemar Utrecht asal Belanda yang jengah. “Pertanyaan itu membuatku gila dan tidak mengerti orang Indonesia yang menyebalkan,” bilang Mark Baggerman dalam komentar di instagram @fc_utrecht.

Pada pertandingan berikutnya di Eerste Divisie, Jong Utrecht akan menghadapi Almere City pada Jumat (14/8). Peluang Bagus mendapatkan debut masih tanda tanya. Namun, ekspektasi penggemar asal Indonesia dipastikan terus meninggi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gagal Debut Resmi di Belanda, Bagus Kahfi Lakukan Ini

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Indonesia, Bagus Kahfi, batal melakoni debut resminya di kompetisi Belanda bersama FC Utrecht. Namun, dia tetap datang ke stadion untuk mendukung secara langsung rekan-rekannya di Jong Utrecht.

Seperti diketahui, Senin (9/8/2021) Jong Utrecht secara resmi memulai musim baru 2021-22. Mere3ka bertanding menghadapi MVV Maastrich di Stadion Galgenwaard, Utrecht, dalam pekan pembuka Eerste Divisie.

Dalam pertandingan tersebut, Jong Utrecht harus mengakui keunggulan mantan klub Nick Kuipers tersebut. Gol tunggal MVV Maastrich sendiri dikemas oleh Orhan Dzepar menit ke-37.

Gagal Debut Resmi di Belanda, Bagus Kahfi Lakukan Ini

Sayangnya, dalam partai itu Bagus Kahfi tak diberi kesempatan main. Pelatih Jong Utrecht, Darije Kalezic, tak memasukkan nama Bagus di daftar susunan pemain, baik inti atau sebagai pengganti.

Bagus sendiri tetap hadir di Stadion Galgenwaard. Dia menyaksikan pertangan tersebut langsung di dalam stadion. Hal itu terlihat dalam unggahan Instagram Story miliknya.

Bagus Kahfi Jong Utrecht vs Jong Heerenveen 2 - Youtube FC Utrecht

Bagus Kahfi Belum Puas

Sebenarnya, Bagus Kahfi sudah dua kali mentas bersama Jong FC Utrecht dalam laga uji coba. Pertama, saat Jong Utrecht kalah 1-3 dari Top Oss, 29 Juli, lalu kala menang 4-1 atas SC Heerenven, 3 Agustus.

Kendati begitu, dalam dua laga uji coba itu Bagus memang cuma tampil sebagai pengganti. Kala menghadapi Jong SC Heerenveen, saudara kembar Bagas Kaffa itu bahkan cuma diberi kesempatan main lima menit. Bagus Kahfi bersyukur akhirnya bisa main lagi terlebih untuk Jong FC Utrecht. Namun jelas dia belum puas dengan situasinya.

“Alhamdulillah sudah bisa bermain dua kali dalam laga uji coba bersama tim. Tapi saya masih belum puas dengan hal itu,” kata Bagus Kahfi saat dihubungi oleh awak media.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Darije Kalezic Komentari Debut Bagus Kahfi Cs. Bersama Jong Utrecht

gamespool
Darije Kalezic Komentari Debut Bagus Kahfi Cs. Bersama Jong Utrecht 19

Football5star.com Indonesia – Sejumlah pemain muda sudah melakoni debut bersama Jong Utrecht. Salah satunya pemain asal Indonesia, Bagus Kahfi.

Bagus mendapat kesempatan debut pada uji tanding Jong Utrecht melawan Top Oss (29/7) dan tampil lima menit ketika menang 4-1 atas Jong SC Heerenveen (3/8).

Bagus Kahfi Jong Utrecht vs Jong Heerenveen 2 - Youtube FC Utrecht
Youtube FC Utrecht

Selain Bagus, sejumlah pemain muda lain pun mendapat kesempatan debut dalam dua laga itu. Kebetulan, pelatih baru Jong Utrecht, Darije Kalezic, memang sengaja memberi kesempatan debut kepada para pemainnya.

Dia berharap para pemain tersebut bisa segera mencicipi atmosfer pertandingan profesional dan kelak menjadi tumpuan tim asuhannya. “Sekarang mereka membuat langkah menuju sepak bola profesional,” bilang Kalezic, dikutip Football5star dari Utrecht TV.

Tugas Darije Kalezic Mengantar Bagus Kahfi dkk ke Pentas Profesional

Darije Kalezic belum memberikan banyak kesempatan kepada Thomas van Bommel di MVV.
limburger.nl

Meski sudah memberikan debut kepada Bagus dan kawan-kawan, Kalezic mengaku masih memiliki pekerjaan rumah menumpuk. Pasalnya, kemampuan anak asuhnya masih perlu diuji untuk tampil penuh dan konsisten di pentas profesional.

“Ada tugas besar secara terstruktur mengangkat mereka agar bisa tampil 90 menit di sepak bola profesional, tanpa cedera. Perhatian saya sekarang difokuskan untuk hal itu,” sebut mantan pelatih PSM Makassar itu menambahkan.

Kalezic juga memuji performa anak asuhnya ketika meraih kemenangan 4-1 atas Jong Heerenveen. “Hasil itu didapat dari kerja keras. Bicara soal gol-golnya, saya sangat menikmati keempatnya,” ucapnya lagi.

Bagus Kahfi Jong Utrecht vs Jong Heerenveen 3 - Youtube FC Utrecht
Youtube FC Utrecht

Setelah menjalani dua uji tanding, Jong Utrecht akan memulai petualangan pada pekan pertama Eerste Divisie melawan MVV Maastricht di Stadion Galgenwaard, Senin (9/8). Saat itu, Bagus berkesempatan menjalani debut pada laga resmi.

“Bagi Jong Utrecht, prioritas adalah mengantar para pemain muda melalui proses menembus pentas profesional tanpa cedera dan berkembang sebaik mungkin. Kami juga ingin proses itu dibarengi pencapaian hasil yang baik,” bilang Kalezic memungkasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bagus Kahfi: Saya akan Buktikan Bisa dan Mampu Bersaing!

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Indonesia, Bagus Kahfi, berjanji akan membuktikan kualitasnya bersama Jong FC Utrecht musim ini. Dia mengaku hadirnya Darije Kalezic yang pernah mentas di Indonesia sama sekali tak berpengaruh kepada posisinya.

Seperti diketahui, Bagus yang sebelumnya dimasukkan dalam tim U-18 Utrecht akhirnya mendapat kesempatan untuk naik tingkat ke Jong FC Utrecht. Hal itu setelah pemain berusia 19 tahun tersebut didaftarkan untuk mengarungi kompetisi Eereste Divisie musim 2021-22.

Peluang Bagus untuk mendapat jam terbang di sana sebetulnya terbuka lebar karena faktor Kalezic. Diketahui, Kalezic pernah juara bersama PSM Makassar dan kini menangani Jong Utrecht.

Bagus Kahfi FC Utrecht jersi baru - Instagram @baguskahfiii

Akan tetapi, Bagus Kahfi tak mau begitu saja jemawa. Dia menyebut hadirnya Kalezic bukan berarti dirinya bisa terlena. Dia akan membuktikan kualitasnya kepada Kalezic.

“Gak sih, menurut saya siapapun pelatihnya ya kalau saya layak, ya layak, sebaliknya pun gitu. Dari Indonesia atau tidak itu tak masalah, Saya harus buktikan saya dari Indonesia, saya bisa dan mampu,” ungkap Bagus Kahfi dalam Instagram Antv Sports.

Bagus mengaku sempa berbincang dengan pelatih 51 tahun itu saat latihan. Kalezic disebut Bagus menceritakan soal kenangan manisnya selama di Indonesia.

“Ya dia cerita bawa PSM juara waktu itu. Setelah sekian lama, ada kenangan manis di Indonesia. Ya dia bisa bahasa Indonesia, setiap pagi dia selalu sapa saya selamat pagi, kamu harus potong rambut. Bercanda bercanda saja sih,” pungkas Bagus.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bagus Kahfi Terkejut Pelatihnya Pernah Juara di Indonesia

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Bagus Kahfi mengaku terkejut dan sempat tak tahu, pelatihnya di Jong FC Utrecht, yakni Darije Kalezic, pernah juara di Indonesia bersama PSM Makassar. Dia pun membeberkan sempat berbincang dengan Kalezic saat latihan,

Seperti diketahui, Kalezic baru saja dipercaya untuk menangani Jong Utrecht setelah sebelumnya menangani MVV Maastricht. Sang pelatih diganjar kontrak sampai 30 Juni 2024 untuk menangani tim muda Utrecht yang pemain-pemainnya di bawah usia 23 tahun.

Jelas, kondisi ini bisa saja jadi hal baik bagi Bagus Kahfi. Namun, Bagus sendiri ternyata baru tahu kalau Kalezic pernah melatih di Indonesia bahkan juarai Piala Indonesia bersama PSM Makassar.

Usai Cabut dari PSM, Darije Kalezic Curhat ke Media Bosnia Bagus Kahfi Terkejut Pelatihnya Pernah Juara di Indonesia

“Justru saya baru tahu itu dia dari PSM Makassar datang ke Utrecht. Gak ada rekomendasi, saya juga gak kenal beliau. Beliau tapi welcome,” ungkap Bagus Kahfi dalam Instagram Antv Sport.

Bagus mengaku sempa berbincang dengan pelatih 51 tahun itu saat latihan. Kalezic disebut Bagus menceritakan soal kenangan manisnya selama di Indonesia. Namun memang, perbincangan tersebut hanya sebatas candaan. Bahkan, Kalezic acap berbincang dengan Bagus Kahfi menggunakan bahasa Indonesia.

“Ya dia cerita bawa PSM juara waktu itu. Setelah sekian lama, ada kenangan manis di Indonesia. Ya dia bisa bahasa Indonesia, setiap pagi dia selalu sapa saya selamat pagi, kamu harus potong rambut. Bercanda bercanda saja sih,” pungkas Bagus.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Eks Nakhoda PSM Makassar Resmi Tangani Jong FC Utrecht

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Darije Kalezic membawa kabar terbaru. Eks pelatih PSM Makassar akan menangani tim muda FC Utrecht mulai musim depan.

Darije Kalezic dikontrak selama tiga tahun oleh Jong FC Utrecht. Penandatangan kontrak ini sekaligus membuat pria berdarah Bosnia kembali melatih tim kelompok umur.

Padahal sejak 2015 lalu ia sudah menangani tim senior. Baik bersama Roda JC, Al-Taawoun, Wellington Phoenix, PSM Makassar, hingga MVV Maastricht.

Walau begitu, Kalezic tidak bisa menutupi kecintaannya melatih tim muda. Ini pula yang membuat dirinya bersedia menangani Jong Utrecht.

โ€œFC Utrecht mendekati saya dengan sangat menghormati posisi ini dalam klub. Dalam tim ini mereka menganggap posisi ini sangat penting. Dan semua orang tahu bahwa saya adalah pelatih yang suka bekerja dengan pemain muda,โ€ kata sang nakhoda di laman resmi klub, Jumat (28/5/2021).

Sementara itu, direktur klub, Jordy Zuidam, berharap eks nakhoda PSM Makassar bisa membawa para pemain muda meningkatkan level nya.

โ€œDengan Darije, kami mendatangkan pelatih yang bersemangat dan berpengalaman yang tahu apa yang diharapkan dari pemain di level tertinggi dalam sepak bola profesional,โ€ ujar Jordy Zuidam.

Nama Darije Kalezic mulai dikenal di Indonesia sata menukangi PSM. Semusim bersama Juku Eja dia sukses mempersembahkan gelar Piala Indonesia 2019.

Setelah itu pelatih 51 tahun kembali ke Belanda untuk menangani klub divisi dua, MVV Maastricht. Hanya bertahan semusim, ia kemudian menerima pinangan Jong FC Utrecht.

Menarik ditunggu bagaimana kiprah pria yang mengawali karier sebagai pelatih sejak 2006. Apalagi di tim muda Utrecht ada pemain timnas U-19 Indonesia, Bagus Kahfi, yang sampai sekarang belum terlihat kiprahnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Anak Mark van Bommel Bikin Catatan Unik di Liga Belanda

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Sebuah kisah menarik terjadi di Divisi I Liga Belanda, Keuken Kampioen. Kisah itu dibuat Thomas van Bommel, anak Mark van Bommel, dalam laga Helmond Sport vs MVV Maastricht, Jumat (30/10/2020).

Laga Helmond vs MVV berakhir dramatis. Tuan rumah unggul terlebih dahulu pada menit ke-49 berkat penalti Jelle Goselink. Keunggulan itu bertahan hingga laga melewati menit ke-90. Namun, tiga poin urung diamankan. Gara-garanya, Thomas van Bommel membuat gol penyeimbang saat injury time memasuki menit ke-3.

Gol itu sungguh mengejutkan. Itulah gol pertama Van Bommel dalam kiprah profesionalnya. Lalu, pada laga di kandang Helmond itu, dia baru dimasukkan pelatih Darije Kalezic, eks pelatih PSM Makassar, pada menit ke-86 dengan menggantikan bek Kai Heerings.

Thomas van Bommel menyelamatkan MVV Maastricht dari kekalahan di kandang Helmond Sport.
foxsports.nl

Gol itu jadi kisah unik di sepak bola Belanda. Pasalnya, Van Bommel menyamai jejak sang ayah. Pada 1994, Mark van Bommel juga mencetak gol profesional pertamanya ke gawang Helmond Sport. Kala itu, pemain yang lantas membela klub-klub teras Eropa tersebut membela Fortuna Sittard.

Kesamaan bukan itu saja. Baik Thomas maupun Mark van Bommel sama-sama mencetak gol profesional pertama saat berumur 18 tahun. Mereka juga sama-sama berposisi sebagai gelandang bertahan.

Van Bommel Bukan Andalan Kalezic

Darije Kalezic belum memberikan banyak kesempatan kepada Thomas van Bommel di MVV.
limburger.nl

Gol yang membawa MVV Maastrich mengimbangi Helmond Sport pada Keuken Kampioen jadi momentum tersendiri bagi Thomas van Bommel. Gol itu setidaknya jadi nilai lebih untuk meningkatkan nilainya di mata pelatih Darije Kalezic.

Bukan apa-apa, Van Bommel saat ini masih sangat jarang mendapat kepercayaan bermain dari sang pelatih. Sebelum laga lawan Helmond itu, pemain kelahiran 11 Juli 2002 tersebut baru tampil 9 menit untuk MVV. Riciannya, 2 menit saat tandang ke markas Den Bosch dan 7 menit kala menjamu tim U-21 Ajax.

Kepercayaan Kalezic yang masih rendah bukan tanpa sebab. Ini adalah musim pertama Thomas van Bommel di skuat senior MVV Maastricht. Pada awal musim ini, dia resmi dipromosikan dari tim U-19. Sebelumnya, dari 2016 hingga 2019, pemain yang juga mampu bermain sebagai bek tengah itu tercatat membela Jong MVV.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Darije Kalezic Rilis Film Dokumenter di Bioskop Belanda

Darije Kalezic Rilis Film Dokumenter di Bioskop Belanda 35

Football5star.com, Indonesia – Eks pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic segara merilis film dokumenter miliknya di bioskop Valvijk, Belanda pada akhir pekan depan.

Dikutip Football5star.com dari media Bosnia, Rabu (10/6/2020) film dokumenter berjudul ‘Vojnik Valvijka’ tersebut akan berkisah tentang perjalanan Kalezic sebagai pemain dan pelatih sepak bola. Kabarnya film ini juga akan ditayangkan di FOX1 di Belanda pada Minggu (14/6).

“Ini adalah kisah hidup saya, tentang bangkit dari abu dan mewujudkan impian di sepak bola,” kata Kalezic.

Selama di PSM, Darije Kalezic Ternyata Miliki Masalah Kesehatan

Pemain kelahiran Swiss ini memulai kariernya di klub Bosnia, Velez Mostar. Di film tersebut, terdapat adegan di mana Kalezic mendapat petuah dari sang paman saat akan bermain di klub tersebut pada 1987.

“Kurang dari setahun kemudian, setelah banyak pengorbanan, upaya yang melelahkan, keinginan besar, impian masa kecil, semua menjadi kenyataan,” kenang Kalezic dalam cuplikan film dokumenter tersebut.

“Dalam waktu yang relatif singkat, Kalezic menjadi pemain terbaik NK Neretva dan dia sempat dilirik untuk bergabung ke Hajduk Split. Sayangnya setelah beberapa kali pembicaraan, Hajduk tak jadi merekrutnya,” tulis review film tersebut.

Setelah pensiun di klub Belanda, De Graafschap pada 2006. Kalezic melanjutkan karier sebagai pelatih tim muda di klub tersebut. Ia melanjutkan kariernya di Zulte Waregem. Pada 2019, ia diangkat jadi pelatih PSM Makassar.

Desember 2019, Kalezic memutuskan untuk mundur sebagai pelatih PSM.

“Besok (15/12/2019) adalah pertandingan terakhir saya di Makassar sebagai pelatih, saya memiliki pengalaman yang menghabiskan waktu di sini. Saya ucapkan terima kasih kepada semua fans untuk musim yang baik ini, dan juga ingin memberi ucapan terima kasih kepada staf dan pemain saya,” kata Kalezic saat itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kesan Eks Pelatih PSM yang Pernah Latih Jhon van Beukering

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Eks pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic mengenang saat dirinya mampu mengantarkan tim De Graafschap juara kompetisi kedua Liga Belanda pada 2010. Mampu menjadi juara Eerste Divisie membuat Graafschap promosi ke Eredivisie di musim berikutnya.

“Kami saat itu bisa mematahkan lawan-lawan. Rata-rata kami mampu memangkan pertandingan dan hanya sempat satu kali telak 3-5 dari AGOVV. Itu juga karena saya menurukan sejumlah pemain muda,” kata Kalezic seperti dikutip Football5star.com dari media Belanda, Rabu (13/5/2020).

“Kami sangat kuat secara kondisional saat itu. Kami mampu membuat repor tim lawan dalam waktu 15 menit di babak pertama. Kami meraih 30 poin dari 10 pertandingan setelah musim dingin di tahun itu,” tambahnya.

Kesan Eks Pelatih PSM Saat Latih Jhon van Beukering

Dikatakan oleh pelatih asal Swiss tersebut, bahwa salah satu cara untuk membentuk anak asuhnya sulit dikalahkan di musim itu ialah disiplin dan pola makan yang benar.

“Saya melakukan manajemen berat badan kepada para pemain. Para pemain diizinkan untuk memiliki target berat badan. Ada pemain yang mengalami masalah kegemukan yakni Fung Wing dan Jhon van Beukering,” paparnya.

Khusus untuk van Beukering, dikatakan oleh Kalezic bahwa pemain yang sempat dinaturalisasi oleh Indonesia tersebut memang tak memiliki motivasi bagus untuk bermain di musim itu.

“Ia memiliki masalah dengan berat badan setelah libur musim dingin. Dia memang tidak lagi memiliki motivasi. Ketika dia tidak melakukan diet ketat, maka kami harus mengucapkan selamat tinggal di bulan Maret,” tutup eks pelatih PSM tersebut.

Pada Februari 2019 lalu, PSM menunjuk Dejan Kalezic menjadi pelatih baru. Dalam kontrak tertuang jasa Darije sementara digunakan untuk satu tahun.

Sayangnya pada Desember 2019, ia memutuskan untuk mundur sebagai pelatih PSM.

“Saya ingin memberi tahu kalian bawah besok adalah pertandingan kandang terakhir saya di PSM Makassar sebagai pelatih. Saya memiliki pengalaman untuk menghabiskan waktu di sini,” kata Kalezic saat itu.

Usai Cabut dari PSM, Darije Kalezic Curhat ke Media Bosnia

Banner LFS Baru

Football5Star.comDarije Kalezic mencurahkan isi hatinya ke media Bosnia usai cabut dari PSM Makassar. Dia mengaku saat ini beruntung punya keluarga tempatnya berkeluh kesah.

Seperti diketahui, Kalezic akhirnya memutuskan mundur dari kursi kepelatihan PSM Makassar pada Desember lalu. Hal itu merupakan buntut dari penampilan kurang apik Juku Eja selama ditangani olehnya.

Pelatih kelahiran Swiss itu belum pernah membawa PSM di Liga 1 2019 meraih kemenangan dalam partai tandangnya. Tapi memang, selama kurang lebih 11 bulan bersama Juku Eja, Darije Kalezic sendiri berhasil membayar dahaga juara PSM yang 19 tahun lamanya tak diraih. Dia berhasil membawa PSM menjuarai turnamen Piala Indonesia 2019.

Usai Cabut dari PSM, Darije Kalezic Curhat ke Media Bosnia
Superball

“Kondisi saya saat ini sangat baik. Saya senang bahwa saya berada dalam masa-masa sulit dengan keluarga, sudah tak masalah,” ungkap Dalezic dikutop Sport Avaz.

Saat ini, Kalezic sendiri tengah berada di Belanda. Eks pelatih Roda JC itu jua menceritakan soal kondisi Belanda saat tengah berada dalam pandemi virus corona COVID-19.

“Orang di sini lebih disiplin, di sini penting untuk menutup kafe, restoran, sehingga anak-anak muda tidak akan berkumpul di sana. Semuanya ditutup sehingga Anda tidak punya tempat untuk pergi jadi, Anda tidak perlu jam malam,” papar dia.

Bahkan, ketika Darije Kalezic jalan malam hari suasananya sangat berbeda dari biasanya. “Ya tetap ada orang, tapi jarak di antara mereka dua atau tiga meter. Saya pikir tak masalah,” pungkas Kalezic.

Sepeninggal Darije Kalezic, PSM Makassar kini diasuh oleh eks pelatih Timnas U-19 Malaysia, Bojan Hodak. Dalam tiga pertandingan awal Liga 1 2020, Hodak membawa PSM belum terkalahkan dengan meraih satu kemenangan dan dua imbang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

CEO PSM: Semoga Jadi Pelajaran Berharga buat Darije Kalezic

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin, buka suara soal mundurnya Darije Kalezic. Menurutnya hal itu harus menjadi pelajaran buat Kalezic dalam musim pertamanya di sepak bola Indonesia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Darije Kalezic, memutuskan untuk mundur sebelum Liga 1 2019 berakhir. Dia akan melakoni laga terakhir saat PSM Makassar saat menjamu PSS Sleman, Minggu, 15 Desember 2019.

Munafri menilai Kalezic sebenarnya sudah memberikan yang terbaik buat PSM. Hanya saja ini merupakan musim perdananya di Indonesia dan kesulitan beradaptasi menjadi kendalanya.

Selama di PSM, Darije Kalezic Ternyata Miliki Masalah Kesehatan

“Kalezic telah memberikan yang terbaik kepada seluruh pemain dan seluruh suporter PSM. Tentu selama melatih PSM menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi Darije pada tahun pertamanya bekerja di Indonesia,” ungkap Munafri dikutip Tribun Timur.

Kendati demikian, Munafri berharap Kalezic tetap berkomitmen bersama PSM hingga akhir musim. Apalagi, Liga 1 2019 tinggal menyisakan dua laga lagi saja.

“Beliau tetap akan memimpin PSM hingga laga terakhir melawan Persib. Semoga kami bisa memaksimalkan seluruh laga tersisa,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Selama di PSM, Darije Kalezic Ternyata Miliki Masalah Kesehatan

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Darije Kalezic telah resmi mengundurkan diri dari kursi pelatih kepala PSM Makassar. Laga melawan PSS Sleman pada Minggu (15/12/2019) besok pun menjadi pertandingan terakhirnya bersama Juku Eja.

Mundurnya Darije dari kursi pelatih kepala PSM diumumkan langsung olehnya pada sesi pre-match konferensi pers, Sabtu (14/12/2019) siang. Di depan awak media, ia mengundurkan diri setelah 11 bulan melatih di PSM Makassar.

Beberapa alasan dari mundurnya Darije pun dijelaskan. Salah satunya adalah faktor dirinya yang mengalami beberapa masalah kesehatan dalam kurun beberapa waktu terakhir. Setelah mengundurkan diri ini, ia pun memanfaatkan waktu jeda untuk istirahat serta pengobatan sebelum akhirnya nanti kembali melatih.

“Saya juga kesulitan dengan beberapa masalah kesehatan beberapa waktu terakhir. Dari bulan Januari nanti, saya memilih untuk istirahat terlebih dahulu untuk memulihkan kondisi setelah kompetisi yang panjang,” ujar Darije Kalezic.

Lebih lanjut, pria berusia 50 tahun tersebut pun mengaku menyesal tak bisa mengantarkan PSM untuk melenggang ke prestasi terbaiknya. Meski berhasil meraih gelar juara Piala Indonesia 2019, Darije bersama PSM di Liga 1 2019 hingga pekan ke-32 hanya mampu bertengger di posisi 11 klasemen dengan perolehan 43 poin.

Juku Eja pun hampir dipastikan gagal untuk menang dalam laga tandang selama satu musim penuh. Meski demikian, mereka masih menyisakan satu laga tandang melawan Persib Bandung pada penghujung kompetisi 22 Desember nanti.

“Sulit bagi saya, yang mana musim ini merupakan musim tersulit untuk PSM dan tidak pernah dijalani dalam sejarah PSM sebelumnya,” paparnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Mundur dari PSM, Darije Kalezic Isyaratkan Keretakan Internal Tim

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Kabar mengejutkan datang dari PSM Makassar. Pada Sabtu (14/12/2019), Darije Kalezic yang merupakan pelatih kepala dari PSM memutuskan untuk mengundurkan diri dari tim.

Hal tersebut tentunya menimbulkan pertanyaan. Padahal, Liga 1 musim 2019 hanya tinggal menyisakan dua laga lagi untuk dijalani. Namun, Darije sudah memilih untuk angkat kaki dari tim sebelum musim berakhir.

Laga PSM kontra PSS Sleman pada Minggu (15/12/2019) besok pun menjadi pertandingan terakhir Darije bersama tim berjuluk Juku Eja tersebut.

Pada konferensi pers yang digelar siang tadi, Darije pun membeberkan alasan mengapa dirinya memutuskan untuk undur diri dari PSM. Ia mengisyaratkan adanya sebuah keretakan di internal PSM dimana ia menyebutkan bahwa ada pemain yang menuruti dirinya, juga yang tak mau menuruti dirinya.

“Setelah 11 bulan di PSM, saya tahu pemain mana yang bisa membantu tim ini untuk naik ke tahapan selanjutnya. Saya juga tahu pemain mana yang tidak bisa membantu, baik lokal maupun asing,” ujar Darije Kalezic.

Darije juga menyebut bahwa ia sudah merasakan hal itu sejak bulan Oktober lalu. Karena pertimbangan tersebut, ia pun memilih untuk mengundurkan diri dari kursi pelatih kepala Juku Eja.

“Di akhir bulan Oktober saya tahu bahwa kami tidak bisa merealisasikannya. Oleh karena itu dengan pertimbangan tersebut saya putuskan untuk tidak melanjutkan pekerjaan saya di PSM,” paparnya.

Selanjutnya, pelatih berkebangsaan Swiss tersebut akan pulang untuk menikmati waktu bersama keluarganya.

“Saya akan kembali ke keluarga saya untuk menikmati waktu bersama untuk beberapa bulan bersama mereka,” ujarnya.

Hingga pekan ke-32, PSM Makassar sendiri berada di peringkat 11 klasemen dengan perolehan 43 poin. Selain itu, prestasi Juku Eja di laga tandang pun terbilang cukup buruk, dimana di musim ini mereka belum pernah sekalipun meraih kemenangan tandang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Breaking News: Darije Kalezic Mundur dari PSM Makassar

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic secara resmi menyatakan untuk mengundurkan diri dari kursi pelatih kepala PSM. Hal tersebut ia ungkapkan pada Sabtu (14/12/2019).

Darije pun mengungkapkan bahwa laga melawan PSS Sleman esok adalah pertandingan terakhir dirinya untuk mendampingi tim berjuluk Juku Eja itu.

“Saya ingin memberi tahu kalian bahwa besok adalah pertandingan kandang terkhir saya di PSM Makassar sebagai pelatih. Saya memiliki pengalaman untuk menghabiskan waktu di sini,” ujar Darije Kalezic.

Pelatih kelahiran Swiss tersebut pun mengungkapkan rasa terimakasih-nya kepada semua elemen yang ia kenal selama menukangi PSM Makassar. Mulai dari pemain, manajemen hingga para suporter.

“Saya ingin memberikan terimakasih kepada semua fans untuk musim terbaik. Saya juga ingin memberi terimakasih kepada staf saya, pemain-pemain saya,” tuturnya.

“Karena di musim sangat-sangat berat, musim yang sulit ini dan saya respek besar. Saya juga ucapkan terimakasih kepada pak Munafri (CEO PT PSM). Semoga yang terbaik untuk dia di PSM Makassar,” terang Darije.

Selama kurang lebih 11 bulan bersama Juku Eja, Darije sendiri berhasil membayar dahaga juara PSM yang 19 tahun lamanya tak diraih. Ia berhasil membawa PSM menjuarai turnamen Piala Indonesia 2019.

“Saya senang, bahwa saya bisa menjadi coach dan melakukan tugas saya membawa tropi setelah 19 tahun lamanya, terimakasih,”

“Terimakasih juga kepada kalian (Media) untuk respek yang kalian tunjukkan kepada saya. Kalian akan selalu ada di hati saya,” pungkas Darije.

Hingga pekan ke-32, PSM Makassar sendiri berada di peringkat 11 klasemen dengan perolehan 43 poin. Selain itu, prestasi Juku Eja di laga tandang pun terbilang cukup buruk, dimana di musim ini mereka belum pernah sekalipun meraih kemenangan tandang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Blak-blakan, PSM Sebut PSSI dan LIB Langgar Regulasinya Sendiri

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic merasa heran dengan apa yang terjadi di sepak bola Indonesia khususnya di Liga 1 2019.

Darije mengatakan, ada beberapa hal yang janggal yang bahkan dilanggar oleh penyelenggara dan federasi sepakbola itu sendiri. Hal tersebut adalah mengenai laga tunda PSM kontra Persebaya Surabaya.

Sedianya, laga tersebut seharusnya digelar pada 2 November lalu. Namun, ketika itu Persebaya tak mendapat izin dari kepolisian untuk bermain di Stadion Gelora Bung Tomo. Laga pun sempat dipastikan untuk pindah ke Stadion Batakan, Balikpapan. Namun, pihak PSM keberatan untuk berangkat ke Balikpapan lantaran mereka sudah berada di Surabaya sejak dua hari sebelum pertandingan. Laga pun akhirnya batal digelar.

Batal digelarnya laga tersebut pun menjadi tanda tanya besar bagi pelatih Darije Kalezic. Menurutnya, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) sudah melanggar regulasi yang dibuat mereka sendiri.

โ€œTidak ada yang bisa menjelaskan saya kenapa kami harus memainkan pertandingan ini. PSSI menjelaskan bahwa mereka tidak menemukan pelanggaran, tapi saya juga baca di media bahwa PSSI melanggar regulasinya sendiri,โ€ ucap Kalezic pada Rabu (13/11/2019), seperti dikutip Football5Star.com dari laman Emosijiwaku.

Blak-blakan, PSM Sebut PSSI dan LIB Langgar Regulasinya Sendiri
PSM Makassar

Banyak Poin Perjanjian yang Dilanggar

Menurut Kalezic, PSSI telah melanggar dua aturanย emergency manager meetingย yang dibuat Oktober 2019 lalu di Bali. Pertemuan tersebut bahkan telah disetujui oleh PSSI, PT LIB dan semua peserta Liga 1 2019.

โ€œPoin nomor 6 adalah poin utama yang mereka langgar. Jika opsi yang dipilih oleh tuan rumah adalah poin 5b yaitu untuk bermain di tempat netral, maka klub tuan rumah menyampaikan selambat-lambatnya 4 hari sebelum pertandingan,โ€ ujarnya.

โ€œSedangkan kami menerima surat resmi dari PT LIB pada 31 Oktober pukul 10 pagi dan pertandingan dijadwalkan tanggal 2,โ€ tutur Kalezic.

Selain itu, Darije pun menyebutkan poin yang dilanggar lainnya sesuai dengan aturan pada emergency manager meeting di Bali lalu. Yaitu mengenai setiap tim dilarang untuk menjadwalkan ulang pertandingan yang tersisa.

โ€œDengan menjadwalkan ulang mereka juga melanggar poin nomor 4 yaitu setiap pertandingan tidak bisa dijadwalkan ulang. Jadi Persebaya lawan PSM seharusnya diselenggarakan tanggal 2 Oktober pada pekan ke-26,โ€ beber Kalezic.

โ€œItu adalah peraturan yang dibuat di Bali bersama PSSI, LIB dan semua klub. Dan PSSI mengirim surat kepada PSM bahwa mereka tidak melanggar peraturan apapun, dan ini tentu saja tidak benar,โ€ kata mantan pelatih Jong PSV, Belanda itu.

Kalah Lagi di Laga Tandang, Pelatih PSM Bingung

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, mengaku bingung pasukannya kembali kalah di laga tandang. Hal itu setelah mereka takluk 1-3 di markas Kalteng Putra, Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya, Minggu (10/11/2019).

Tim berjuluk Juku Eja itu memang jadi salah satu tim yang belum jua berhasil menang di laga tandang. Bahkan, dalam lima lawatan terakhir ke markas lawan, semuanya ditelan dengan kekalahan.

Kali terakhir PSM mendapatkan poin di markas lawannya pada 15 September 2019. Saat itu, mereka berhasil menahan imbang 1-1 Badak Lampung FC di markasnya.

Hasil PSM vs Kalteng Putra: Juku Eja Hajar 10 Pemain Kalteng Putra

Pelatih Darije Kalezic mengatakan, PSM memulai laga melawan Kalteng Putra tidak sesuai dengan rencana. Dia merujuk gol cepat Kalteng Putra, melalui Elthon Maran pada menit keenam. Menurut Kalezic, gol itu diawali oleh pelanggaran tidak perlu.

“Kita tidak memulai pertandingan seperti yang kita inginkan. Kita membuat pelanggaran percuma. Padahal ini sudah kita bicarakan sebelumnya,” kata Kalezic.

Saat kedudukan 2-1 untuk Kalteng Putra, PSM sempat mati-matian untuk menyamakan kedudukan. Tapi gol Shohei Matsunaga membuat perjuangan mereka kian berat.

“Mereka mempunyai striker kuat untuk menahan bola di depan. Pemain Kalteng Putra keluar dari area bertahan mereka dan membantu serangan balik. Itu artinya kami harus berlari kembali dan ini menyita banyak energi pemain saya,” tutup dia.

Menelan kekalahan beruntun di lima laga away mencetak rekor buruk buat PSM. Itu merupakan catatan paling buruk mereka dalam lima tahun terakhir.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pelatih PSM Rela Pertaruhkan Karier Demi Sepak Bola Indonesia

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kondisi sepak bola Indonesia yang jauh dari kata ideal akhirnya membuat pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, naik pitam. Menurutnya, tidak ada sedikitpun keadilan di sepak bola Indonesia saat ini.

Kalezic gagal menahan emosinya ketika PSM menelan kekalahan dari Bhayangkara FC di Stadion PTIK pada Selasa (29/10). Dalam pandangan Kalezic, anak asuhnya kalah karena kepemimpinan wasit yang memihak ke Bhayangkara FC.

“Bukan hanya kami yang mendapatkan hal-hal ini (ketidak adilan dari wasit). Kita bermain di semifinal Piala AFC, kami juara Piala Indonesia, lebih banyak trofi bukannya tak mungkin,” ungkap Darije Kalezic di jumpa pers pasca pertandingan.

Darije Kalezic - PSM Makassar - Indonesia
football5star/KenzaEmeraldy

“Ketika satu klub memenangkan dua gelar di Indonesia, anda segera hubungi saya dimanapun saya sedang berada. Saya akan berhenti melatih di dunia sepak bola,” kata Kalezic menambahkan.

Meskipun mengaku sangat kecewa, Kalezic mengatakan kekalahan dari Bhayangkara tidak membuat para pemain PSM merasa stres. Ia pun yakin anak asuhnya akan bisa meraih hasil yang lebih baik ketika melawat ke markas Persebaya Surabaya pada Sabtu (2/11) mendatang.

“Kami memiliki atmosfer yang baik dan akan pergi ke Surabaya dengan atmosfer yang baik juga. Kami tak punya stres. Stigma kalau PSM itu main bagus tapi tidak pernah menang apa-apa itu sudah lewat. Kita sudah menangkan trofi,” ujar Kalezic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Paul Munster: Justu Kami yang Dirugikan Wasit

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, mengatakan bahwa wasit tidak memberikan keputusan-keputusan yang menguntungkan kepada anak asuhnya. Ia pun menyebut tudingan Darije Kalezic merupakan sebuah hal yang konyol.

Darije Kalezic memang melemparkan kritik pedas kepada wasit yang memimpin pertandingan Bhayangkara FC vs PSM Makassar pada Selasa (29/10). Menurutnya, wasit terlalu menguntungkan tim tuan rumah.

“(Tudingan Kalezic) agak konyol. Karena wasit memberikan cukup banyak pelanggaran. Bayangkan, pemain terkecil di lapangan berkali-kali ditekel oleh pemain terbesar di atas lapangan tapi tidak dapat pelanggaran. Kami tidak mendapatkan apapun dari wasit malam ini,” ujar Paul Munster di sesi jumpa pers.

Darije Kalezic - PSM Makassar - Bhayangkara FC
Media Bhayangkara FC

Lebih lanjut, Munster juga menyoroti kinerja wasit yang memimpin laga Bhayangkara FC dalam beberapa pertandingan terakhir. Ia pun merasa seringkali dirugikan oleh keputusan-keputusan yang diberikan oleh pengadil di atas lapangan.

“Dalam beberapa pertandingan terakhir, kami tidak mendapat keputusan yang baik dari wasit. Termasuk di pertandingan ini. Contohnya ada pemain kami yang seharusnya tidak dapat kartu kuning. Tapi, dia malah dapat kartu dan tidak main di pertandingan lawan Semen Padang,” ujar Munster.

Kemenangan atas PSM sayangnya belum bisa mengatrol posisi Bhayangkara FC di klasemen Liga 1. Saat ini, Adam Alis dkk masih terjebak di posisi 10 klasemen Liga 1 dengan koleksi 31 poin dari 25 pertandingan. Terpaut dua angka dari PSM yang menghuni posisi delapan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Darije Kalezic: Percuma Komplain ke PSSI

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, merasa sangat prihatin dengan kondisi sepak bola Indonesia saat ini. Ia pun merasa tak ada gunanya mengeluhkan kondisi sepak bola saat ini ke PSSI karena tak akan ada perubahan.

Komentar dari Kalezic tersebut tak lepas dari kekalahan PSM dari Bhayangkara FC di Stadion PTIK pada Selasa (29/10). Dalam laga tersebut, Kalezic mengatakan wasit sangat berpihak kepada tim tuan rumah selama 90 menit.

“Sebanyak 60% hingga 70% pertandingan away kami berjalan seperti ini. Jika kalian melihat hal ini 10% saja di Makassar, tolong beritahu saya. Kalau memang benar ada, saya akan berhenti melatih sepak bola di Indonesia,” ungkap Darije Kalezic di sesi jumpa pers.

Darije Kalezic - PSM Makassar - PSSI
football5star/KenzaEmeraldy

“Selama 10 bulan di Makassar, kami tidak pernah melihat hal seperti ini. Saya akan komplain ke PSSI ketika mereka akan melakukan perubahan. Tapi (untuk saat ini), saya tak yakin mereka akan melakukan perubahan,” kata Kalezic menambahkan.

Meskipun kembali kalah di laga tandang, Kalezic tak ingin menyalahkan para pemainnya. Menurut Kalezic, para pemain PSM sudah menunjukkan penampilan terbaik sepanjang 90 menit.

“Sepanjang pertandingan saya bertanya, kapan hal ini akan berakhir? Baru berakhir di menit ke-90. Saya bangga kepada para pemain PSM. Tidak ada yang berhak marah kepada mereka. Mereka sudah menunjukkan penampilan terbaik,” tandas Kalezic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSM Kalah, Darije Kalezic Luapkan Emosi di Sesi Jumpa Pers

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, merasa sangat marah setelah timnya menelan kekalahan dari Bhayangkara FC di Stadion PTIK pada Selasa (29/10) malam WIB. Ia pun meluapkan amarahnya di sesi jumpa pers pasca pertandingan.

Dalam pandangan Kalezic, PSM seringkali dirugikan oleh keputusan-keputusan wasit selama 90 menit pertandingan. Menurut Kalezic, Juku Eja memang kerap kali dirugikan oleh wasit ketika melakoni pertandingan tandang.

“Kami perkirakan pertandingan sulit hari ini. Tapi, ini bukanlah masalah emosi. Karena, saya bukanlah orang yang emosional. Saya coba memberikan anda feedback yang baik dari pertandingan,” ungkap Darije Kalezic di sesi jumpa pers pasca pertandingan.

Darije Kalezic - PSM Makassar - Bhayangkara FC
Media Bhayangkara FC

“Coba hitung berapa banyak tendangan bebas dan lemparan ke dalam yang kami dapat di wilayah PSM. Sesaat sebelum gol kedua, (Herman) Dzumafo mengeluarkan bola. Lemparan ke dalam diberikan kepada Bhayangkara dan seisi stadion melihat kalau itu seharusnya lemparan untuk ke PSM,” ujar Kalezic menambahkan.

Meskipun kerap kali dirugikan oleh keputusan wasit ketika melakoni laga tandang, Kalezic mengaku hal tersebut tidak menjadi masalah. Menurutnya, para penggawa Juku Eja tak punya masalah mental meskipun seringkali dirugikan di laga tandang.

“Pemain kami tidak punya masalah mental. Kenapa mereka harus punya masalah mental? Kami tidak stress dengan permainan seperti ini. Kami sudah terbiasa dengan pendekatan seperti ini,” tandas Kalezic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSM Tanpa Target Menghadapi Dua Tandang Maut

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – PSM Makassar mengaku tanpa target menghadapi dua laga tandang maut di Liga 1 2019. Pelatih Darije Kalezic tak mau mencanangkan target agar pemainnya tak terbebani dalam beberapa laga ke depan.

Seperti diketahui, tim berjuluk Juku Eja itu akan menghadapi Bhayangkara FC di Stadion Patriot, Bekasi, Selasa (29/10/2019). Setelah itu, mereka sudah ditunggu oleh Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabt (2/11/2019).

Kondisi itu jelas membuat PSM dituntut untuk maksimal. Apalagi sampai saat ini mereka belum merasakan kemenangan tandang di Liga 1 2019.

PSM vs Arema

“Tak ada target untuk dua laga away, kami fokus berjuang dan bermain maksimal,” kata Kalezic dalam laman resmi Liga 1.

Dari 10 laga tandang yang dijalani, Wiljan Pluim dan kawan-kawan meraih 3 kali seri dan 7 kali kalah. PSM sendiri bermodalkan 20 pemain untuk menatap laga melawan Bhayangkara FC dan Persebaya.

Mereka tak bisa diperkuat Abdul Rahman yang cedera serta Asnawi Mangkualam dan Firza Andika yang tengah mengikuti pemusatan latihan bersama Timnas U-23 Indonesia. Tapi, Kalezic sendiri yakin dengan para pemainnya.

“Keadaan ini normal, kami hampir menghadapi ini setiap waktu. Saya yakin pemain lain selalu siap memberikan yang terbaik,” tandas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSM Tak Menampik Persija Menguasai Pertandingan di Makassar

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, tak menampik kalau Persija Jakarta menguasai pertandingan di Stadion Andi Mattalatta, Minggu (20/10/2019). Tapi menurutnya ada beberapa momen timnya mendapatkan sejumlah peluang emas yang tak berbuah.

Seperti diketahui, untuk kali kedua PSM harus kalah di kandangnya musim ini. Setelah PSIS Semarang, mereka jua harus takluk 0-1 dari Persija melalui gol tunggal Marko Simic menit ke-86.

Dalam laga itu, Persija terlihat lebih dominan dan asyik dalam mengalirkan bola. Tapi memang beberapa kesempatan, PSM mendapatkan sejumlah peluang emas yang mampu diadang oleh Andritany Ardhiyasa.

PSM vs Persija Media Persija

“Persija adalah tim yang kalau dilihat kualitas-kualitasnyanya layak berada di klasemen yang lebih baik dari yang sekarang. Saya setuju kami tak buat 10 peluang dalam setengah jam pertama,” ungkap Kalezic kepada wartawan.

Imbuhnya, “Namun kami mengontrol pertandingan dan mendapatkan sama seperti yang sudah pdengan pemain. Jadi, kamu pikir Persija kontrol laga, tapi saya menunggu kapan kira-kira kami cetak gol di babak pertama sampai akhir laga.”

Menurutnya, wajar ada eksepektasi besar dari pendukung PSM saat melawan Persija. Apalagi, mereka baru saja menang 6-2 atas Arema FC dalam laga sebelumnya.

“Mungkin kalian berharap 6 gol kami cetak lagi, mungkin gara-gara itu kamu menganggap kami tak menguasai laga,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Dianggap Sempat Alami Panceklik gol, Ferdinand Sinaga Bereaksi

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Ferdinand Sinaga buka suara soal anggapan sempat alami panceklik gol. Menurutnya kata panceklik tak tepat karena sejatinya dia beberapa kali mencetak gol buat PSM Makassar.

Seperti diketahui, laga melawan Arema FC beberapa hari lalu jadi pembuktian diri buat Ferdinand. Dia mampu mencetak dua gol dalam kemenagan 6-2 PSM atas Arema FC.

Banyak yang menganggap gol itu merupakan penantian buat Ferdinand. Namun, eks pemain Persib Bandung itu tak setuju sempat dianggap mengalami panceklik gol di PSM.

“Saya saat diberi kepercayaan dari pelatih saya akan totalitas apa yang saya punya. Untuk masalah panceklik gol, menurut saya bukan,” ungkap Ferdinand kepada wartawan.

Karena memang faktanya, dalam lima partai terakhir PSM Ferdinand sudah mengemas empat gol. Makanya, dia membantah sempat alami kesulitan mencatatkan nama di papan skor.

“Saya sempat cetak gol lawan Tira-Persikabo lalu Semen Padang, mungkin tak mencetak gol lawan Persipura. Lalu saat lawan Arema di Malang saya cuma main beberapa menit saja,” papar dia.

“Di putaran pertama dari tahun ke tahun saya jarang cetak gol tapi pas putaran kedua saya berikan bukti apa yang saya punya,” pungkas Ferdinand.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pelatih PSM Ogah Komentari Kiprah Edson Tavares di Persija

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, ogah mengomentari kiprah Edson Tavares bersama Persija Jakarta. Dia sangat hormat dengan Tavares dan akan fokus ke timnya sendiri.

Seperti diketahui, Tavares bakal kali pertama bersua dengan Kalezic di Liga 1 2019. Beban berat ada di pundak pelatih asal Brasil itu untuk membawa Macan Kemayoran bangkit dari keterpurukan.

Akan tetapi, sayangnya dalam laga debut di Persija dia malah kalah 1-2 dari Semen Padang FC. Kalezic sendiri ogah mengomentari permulaan buruk Tavares bersama skuat ibukota.

Edson Tavares media Persija

“Dengan segala hormat dengan tim pelatih Persija dan kolega-kolega yang ada di sana, saya tak bisa katakan apapun itu,” ungkap Tavares kepada wartawan.

Hanya ada satu yang diketahui Kalezic soal Tavares di Persija. Hal itu saat eks pelatih Yokohama FC tersebut mengeluhkan banyaknya pemain absen melawan Semen Padang.

“Saya tak bisa memberikan opini tentang mereka. Saya tahu dia komplen soal tidak bisanya dia menggunakan 8 pemainnya lawan Semen Padang, itu saja yang saya tahu,” tutup dia.

Persija sendiri masih melempem di laga tandang. Dalam sembilan laga tandang musim ini, mereka cuma mampu meraih empat imbang dan lima kekalahan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Duet Ezra dan Ferdinand Bisa Jadi Lampu Kuning Persija

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Duet Ezra Walian dan Ferdinand Sinaga bisa menjadi lampu kuning buat Persija Jakarta jelang bertamu ke markas PSM Makassar, Minggu (20/10) malam nanti. Keduanya belakangan tengah dalam performa yang gemilang.

Seperti diketahui, baik ferdinand maupun Ezra menjadi duet mematikan saat PSM menggulung 6-2 Arema FC, 16 Oktober lalu di Stadion Andi Mattalatta. Ferdinand sukses mengemas dua gol, sementara Ezra Walian catatkan namaya di papan skor menit 68.

Meski demikian, pelatih PSM, Darize Kalezic, masih bungkam soal kemungkinan keduanya kembali berduet lawan Persija. Menurutnya itu merupakan rahasia dapur.

“Dengan segala hormat, kalian (wartawan) memberikan pertanyaan yang kalian tahu saya tak akan membocorkannya. Tak masalah karena ini pekerjaan jadi saya hormat,” ungkap Kalezic kepada wartawan.

Selain duet itu, PSM jua bakal kian kuat setelah dua pemain timnas, yakni Firza Andika dan Asnawi Mangkualam akan kembali ke dalam skuat. Kalezic tak menampik keduanya bisa saja turun melawan Persija.

“Saya senang bahwa Asnawi dan Firza dalam beberapa hari bisa kembali, pelatih timnas jua izinkan mereka kembali. Tentu saja, dengan kehadiran mereka pilihan pemain lebih kuat tapi saya akan ambil keputusan setelah latihan,” pungkas dia.

PSM terbilang tangguh kala main di kandang musim ini. Dari 10 partai, sembilan di antaranya berhasil dimenangkan, sedang satu laga lainnya kalah.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSM Heran Persija Berada di Zona Merah Musim Ini

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – PSM Makassar mengaku heran dengan posisi Persija Jakarta di klasemen Liga 1 2019. Dengan kualitas skuat yang ada, tak seharusnya Persija tersudut di zona merah untuk sementara waktu.

Seperti diketahui, untuk kali ketiga PSM akan melawan Persija musim ini. Mereka dua kali bersua di final Piala Indonesia dan sekali pada putaran pertama Liga 1 2019 lalu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Rekornya, PSM meraih satu kemenangan, sekali imbang, dan satu kekalahan. Kondisi itu jelas menjadi gambaran kekuatan Persija. Menurut pelatih Darije Kalezic, Persija tak seharusnya ada di posisinya sekarang.

Rivky Mokodompit Luka, Pelatih PSM Sebut Tim Medis Tak Bekerja

“Saya tahu bahwa Persija berada di posisi klasemen yang cukup rendah, dan ini tidak mencerminkan kualitas daripada individual-individual yang ada dalam tim mereka,” bilang Darije Kalezic sebelum laga.

Kalezic sendiri tahu betul kekuatan Macan Kemayoran meski sudah berganti pelatih. Tapi, mereka tak mau terfokus kepada tim Persija. Mereka akan fokus ke dalam skuatnya sendiri.

“Kita harus memfokuskan diri kita untuk bermain di level yang seharusnya kita bermain, dan kalau memang kita bermain pada level yang selama ini kita sudah lakukan, kita tunjukan, saya kira kita akan keluar sebagai pemenang,” tutup dia.

Laga PSM Makassar vs Persija Jakarta dalam sembilan kesempatan terakhir didominasi tuan rumah. Juku Eja meraih tiga kemenangan, berbanding dua milik Persija, sedang empat lainnya imbang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Dikalahkan Persipura, Pelatih PSM Makassar Tak Kecewa

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih PSM Makassar Darije Kalezic mengaku tak kecewa dengan anak asuhnya dari Persipura 1-3 di lanjutan Liga 1 2019, Jumat (27/9/2019) di Stadion Delta Sidoarjo.

Menurut pelatih berdarah Bosnia tersebut, skuat PSM Makassar sudah bermain sangat bagus dan mendominasi pertandingan. “Saya tidak terlalu kecewa karena kami mampu mengontrol dan mendominasi permainan,” kata Kalezic seperti dikutip Football5star.com dari Antaranews.

Ia pun memberikan ucapan selamat kepada Persipura karena mampu memenangkan pertandingan. “Selamat kepada Persipura atas hasil ini,” ucap Kalezic.

https://www.instagram.com/p/B26VMYIJ20b/

Pernyataan tak jauh berbeda juga diungkap oleh pemain PSM Rizky Pellu. Menurut Pelu, ia dan rekan-rekannya sudah berusaha untuk memenangkan pertandingan.

“Bermain tandang ataupun kandang, kami selalu bermain maksimal. Semoga ke depan kami bisa meraih hasil lebih positif,” kata Pellu.

Bermain tanpa dua pemain kunci mereka di lini depan, Mark Klok dan Amido Balde, PSM hanya mampu menciptakan satu gol lewat pemain anyar mereka Ezra Walian pada menit ke-83.

Sedangkan tiga gol Persipura dicetak oleh Gunansar Mandowen pada menit ke-15 dan dua gol dari Titus Bonai yang dicetaknya pada menit ke-84 dan 90+1.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Rivky Mokodompit Luka, Pelatih PSM Sebut Tim Medis Tak Bekerja

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic mengkritik kinerja tim medis yang bertugas saat timnya bertandang ke markas Semen Padang di Stadion H. Agus Salim, Senin (23/9/2019).

Darije menyebut bahwa tim medis melewatkan tugasnya pada saat salah seorang pemainnya, Rivky Mokodompit mengalami luka di wajah. Rivky mengalami luka setelah mengalami benturan keras dengan striker Semen Padang, Karl Max Barthelemy.

Pelatih asal Swiss itu pun menjelaskan kondisi Rivky yang disebutnya tidak bagus. Hal itu ia sebutkan lantaran ada luka robek di wajah dari sang kiper itu.

Rivky Mokodompit Luka, Pelatih PSM Sebut Tim Medis Tak Bekerja
Kabar News.

“Ada luka robek di wajah Rivky, saya akan cari informasi lebih detail tentang dia. Sepertinya tidak bagus,” kata pelatih PSM, Darije seperti dikutip Football5Star.com dari Goal.

Lebih lanjut, Darije pun menyayangkan akan kerja tim medis yang ada di lapangan. Menurutnya, tim medis terlalu lambat dalam bertugas terutama ketika ambulans mengalami keterlambatan untuk mengevakuasi Rivky ke rumah sakit.

“Mereka lupa tugasnya, mengapa mereka ada di lapangan?” kritik Darije.

Pada laga tersebut, PSM sendiri harus melakukan dua kali pergantian penjaga gawang. Penjaga gawang utama mereka, Rivky Mokodompit yang cedera digantikan oleh Hery Prasetyo. Hery yang baru main beberapa menit pun justru mengalami cedera juga yang akhirnya Zulham Zamrun memberanikan diri untuk menjadi kiper. Zulham sendiri merupakan pemain yang berposisi asli sebagai pemain sayap.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Darije Kalezic Waspadai Dua Pemain Anyar Semen Padang

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, mengatakan bahwa Semen Padang saat ini sudah menjadi tim yang lebih baik ketimbang di putaran pertama. Menurutnya, salah satu alasan di balik kebangkitan Kabau Sirah adalah kehadiran Flavio Beck Junior dan Vanderlei Francisco.

Kehadiran keduanya memang belum mampu membawa Semen Padang keluar dari posisi buncit di klasemen Liga 1 saat ini. Namun, keduanya sudah mampu memberikan perbedaan yang cukup mencolok dalam permainan Laskar Kabau Sirah dalam beberapa laga terakhir.

“Mereka baru saja merekrut dua pemain bagus (Flavio Beck dan Vanderlei Francisco). Dua pemain ini membuat permainan mereka lebih bagus. Saat dua pemain ini main, terjadi perubahan yang besar di tim Semen Padang,” ujar Darije Kalezic dikutip dari laman resmi Liga 1.

Darije Kalezic - Semen Padang - PSM Makassar - @semenpadangfcid
instagram.com/semenpadangfcid

“Di pertandingan yang dua pemain ini ada, Semen Padang jauh lebih berbeda, misalnya saat melawan Persib Bandung kemarin,” sambung Kalezic menambahkan.

Meksipun mengakui kekuatan Laskar Kabau Sirah, Kalezic tetap yakin akan bisa membawa pulang tiga poin dari Sumatera Barat. Ia pun mengaku sudah sangat menyukai gaya bermain dari PSM di atas lapangan.

“Dua laga terakhir yang kami mainkan cukup bagus, dan saya punya perasaan bahwa tim saya siap untuk performa terbaik. Tim saya makin kuat dari minggu ke minggu dan mereka memahami apa yang harus kami lakukan, dan apa yang saya minta,” tandas Kalezic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]