Davor Suker Sebut Mbappe Punya Segalanya untuk Main di Real Madrid

gamespool
Davor Suker Sebut Mbappe Punya Segalanya untuk Main di Real Madrid 4

Football5star.com, Indonesia – Mantan striker timnas Krosia dan Real Madrid, Davor Suker menganggap pemain Paris Saint Germain (PSG), Kylian Mbappe memiliki segalaya untuk bisa bermain di Los Blancos. Menurut Suker, Mbappe sangat layak main di Madrid.

Dikatakan oleh Suker, Mbappe harus pindah ke klub yang memiliki keinginan untuk bisa memenangkan gelar di tiap musimnya. Real Madrid jadi pilihan yang tepat untuk Mbappe menerukan kariernya di usia emas.

Kylian Mbappe juga diusulkan Samuel Eto'o untuk direkrut Barcelona.

“Sekarang ada banyak uang di sepak bola tetapi jika tidak ada rasa lapar, pemain tidak akan pernah berhasil. Saya pikir Mbappe memiliki keinginan yang dibutuhkan untuk bermain bersama Real Madrid,” ucap Suker seperti dikutip Football5star.com dari Marca, Selasa (8/12/2020).

“Saya bukan perwakilan dan saya hanya bisa berbicara tentang apa yang pemain kirimkan kepada saya” tambahnya.

Rumor Mbappe melanjutkan karier ke Real Madrid dalam beberap waktu terakhir memang sempat jadi sorotan. Pelatih PSG, Thomas Tuchel bahkan sempat memperingatkan kubu Madrid agar tidak mengganggu anak asuhnya tersebut.

Kabar terbaru, pihak PSG bisa sedikit bernafas lega. Hal ini lantaran, Mbappe disebut sudah mau untuk membicarakan perpanjangan kontrak. Saat ini, Mbappe sedang dalam proses membicarakan perpanjangan kontrak dengan Direktur Olahraga PSG, Leonardo.

onardo dan perwakilan pihak Mbappe dikabarkan sudah melakukan pertemuan sebanyak dua kali dalam beberapa hari terakhir.

Selain itu, hasil pertemuan antara keduanya disebut mengarah kepada apa yang diinginkan oleh PSG, yakni Mbappe bertahan di Paris.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Legenda Kroasia Harap Sevilla Buat Kejutan di Piala Super Eropa

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Sevilla akan menjalani laga melawan Bayern Munich pada laga Piala Super Eropa, Jumat (25/9/2020) dini hari WIB. Jelang pertandingan, Los Nervionenses mendapat dukungan dari legenda Kroasia, Davor Suker. Top Skorer Piala Dunia 1998 itu berharap Ivan Rakitic cs. membuat kejutan.

Pada laga Piala Super Eropa nanti, Sevilla memang bukan unggulan. Berbagai rumah taruhan lebih menjagokan Bayern Munich yang akan membawa pulang trofi. Salah satunya tentu karena mereka baru saja berpesta 8-0 pada laga pembuka Bundesliga.

Davor Suker tak menutup mata terhadap fakta tersebut. Namun, menurut dia, label favorit bukan jaminan menang. Dia melihat Ivan Rakitic cs. punya potensi untuk membuat kejutan. Itulah yang diharapkan tersaji di Stadion Puskas Arena nanti.

“Bayern memang favorit. Namun, jika Sevilla tetap tampil dengan sangat kompak seperti yang diperlihatkan selama ini, saya harap mereka membuat kejutan dan menang,” urai Davor Suker seperti dikutip Football5Star.com dari Diario de Sevilla.

Lebih lanjut, Suker memberikan wejangan. Menurut dia, tim asuhan Julen Lopetegui harus tampil seperti saat melawan Inter Milan pada final Liga Europa. “Sevilla telah menunjukkan dapat berjuang dengan penuh kekompakan di lapangan. Sekarang, tinggal tambahkan unsur menikmati permainan,” kata dia.

Sevilla Dihantui Masa Lalu

Davor Suker sengaja mendatangi tempat yang dijadikan markas Los Nervionenses pada laga Piala Super Eropa kali ini. Kedatangannya disambut sukacita. Dia pun menerima hadiah berupa kostum Ivan Rakitic yang ditandatangani semua pemain.

Untuk gelandang yang baru memutuskan pensiun dari timnas Kroasia itu, Suker tak lupa memanjatkan pengharapan. “Karena tak lagi dapat menikmati aksinya di timnas, saya mendoakan agar dia selalu beruntung. Semoga dia tak cedera dan mampu menolong Sevilla karena saya tahu dia sudah pulang ke rumah,” ujar pria yang juga sempat membela Real Madrid itu.

Kedatangan dan dukungan Suker tidaklah mengherankan. Dia bisa dikatakan sebagai salah satu legenda Sevilla. Dari 1991 hingga 1996, dia tak membela panji Los Nervionenses. Dia antara lain pernah bahu-membahu bersama Diego Simeone, Diego Maradona, dan Direktur Olahraga Sevilla saat ini, Monchi.

Dukungan dari Davor Suker jadi suntikan motivasi tersendiri bagi Sevilla pada Piala Super Eropa melawan Bayern nanti. Pasalnya, Los Nervionenses dihantui masa lalu. Dalam empat kesempatan terakhir, mereka selalu gagal meraih trofi. Pada 2007, mereka dikalahkan AC Milan. Berikutnya, Los Nervionenses kalah dari Real Madrid pada 2014 dan 2016 serta ditaklukkan Barcelona pada 2015.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Davor Suker Bantah Rekayasa Laga Kroasia vs Argentina pada 1994

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Davor Suker, eks penyerang Real Madrid, membantah keras adanya rekayasa dalam laga timnas Kroasia vs Argentina pada 1994. Dia menegaskan, tak ada kesepakatan apa pun yang dibuat dengan Diego Maradona pada laga tersebut.

Akhir pekan lalu, mantan bek timnas Argentina, Oscar Ruggeri, membuat pernyataan mengejutkan. Dia mengatakan, ada rekayasa dalam laga Kroasia vs Argentina di Zagreb pada 1994. Ada kesepakatan untuk tak saling menyerang dalam laga yang memang berkesudahan tanpa gol itu.

Menanggapi hal itu, Davor Suker memberikan bantahan. Dia mengakui sempat berbincang dengan Diego Maradona di lapangan. Namun, pembicaraan itu bukan untuk menyepakati kedua tim tak saling menyerang.

“Satu-satunya kesepakatan dengan Maradona kala itu adalah untuk berziarah ke makam Drazen Petrovic. Dia adalah sosok atlet yang sangat dihormati oleh Maradona,” ujar Davor Suker melalui email resmi Asosiasi Sepak Bola Kroasia (HNS) kepada kantor berita Hina seperti dikutip Football5Star.com dari Vecernji List.

https://www.youtube.com/watch?v=BLIY4aVEkFg

Drazen Petrovic adalah pebasket NBA asal Yugoslavia yang meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Jerman pada 1993. Faktanya, selepas laga Kroasia vs Argentina pada 4 Juni 1994, Suker menemani El Diez berziarah. Di pusara Petrovic, El Diez meletakkan jersey Argentina bernomor 10 miliknya.

Menurut Oscar Ruggeri, skuat timnas Argentina benar-benar keletihan jelang laga melawan Davor Suker cs. tersebut. Pasalnya, sebelum laga Kroasia vs Argentina, mereka sebelumnya tur ke Cile, Ekuador, dan Israel. Tur antarbenua itu dilakukan sebagai persiapan jelang Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Termahal Madrid Era Lorenzo Sanz

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Lorenzo Sanz memang hanya lima tahun menjabat presiden di Real Madrid. Namun, dia adalah tonggak penting. Bukan hanya mengembalikan kejayaan Los Blancos di kancah Liga Champions, dia juga melakukan terobosan di bursa transfer.

Pada era Sanz, Madrid tercatat mulai berani mengeluarkan belasan juta euro untuk seorang pemain. Nama-nama yang didatangkan ke Stadion Santiago Bernabeu juga tak sembarangan. Total, tak kurang dari 30 pemain dibeli Los Blancos selama Sanz berkuasa

Berikut ini, Football5Star.com menyajikan lima pemain termahal Real Madrid yang didatangkan pada era kepemimpinan Lorenzo Sanz. Dari lima pemain itu, pasti ada sosok yang kamu pasti gak tahu.

Nicolas Anelka

Nicolas Anelka jadi pemain termahal Real Madrid pada era Lorenzo Sanz.
Twitter @Squawka

Striker asal Prancis ini didatangkan pada musim terakhir kepempimpinan Lorenzo Sanz, yakni pada 1999-00. Real Madrid mengeluarkan uang 35 juta euro untuk menggaet pemain ini dari Arsenal. Ini merupakan pembelian termahal pada masa Sanz.

Datang dengan menyandang status Pemain Muda Terbaik Premier League, Anelka hanya bertahan satu musim di Santiago Bernabeu dengan hanya mencetak 7 gol dalam 33 laga. Meskipun begitu, dia punya peran besar dalam kesuksesan Los Blancos menjuarai Liga Champions 1999-00. Dua gol dicetak pada dua leg semifinal melawan Bayern Munich yang memastikan tim asuhan Vicente Del Bosque loloske final.

Elvir Baljic

Elvir Baljic hanya kalah mahal dari Nicolas Anelka.
ilposticipo.it

Datang bersamaan dengan pembelian Nicolas Anelka, Elvir Baljic adalah sosok yang membuat banyak orang berkerut dahi. Pasalnya, Real Madrid mau menyerahkan uang 26 juta euro kepada Fenerbachce untuk pemain asal Bosnia-Herzegovina itu. Dia didatangkan atas rekomendasi pelatih John Toschak yang mengenalnya semasa menangani Besiktas.

Pembelian mahal Baljic terbukti keliru. Sepanjang musim, dia hanya tampil 11 kali dan mencetak 1 gol. Itu pun 8 kali dia turun sebagai pemain pengganti. Cedera lutut kiri yang mengharuskan operasi jadi sebab utama performa jebloknya. “Andai tak cedera, aku akan lebih sukses di Madrid,” kata Baljic kepada Marca.

Predrag Mijatovic

Predrag Mijatovic jadi pemain termahal pada musim pertama kepemimpinan Lorenzo Sanz di Real Madrid.
Getty Images

Pembelian Predrag Mijatovic pada awal musim 1996-97 adalah sebuah skandal. Pasalnya, Real Madrid dicap merampok sang striker dari Valencia dengan membayar klausul pelepasannya sebesar 14 juta euro. Kala itu, dia pun jadi pemain termahal di LaLiga.

Mijatovic bertahan tiga musim di Santiago Bernabeu. Dia mencetak 44 gol dalam 117 pertandingan pada semua ajang bersama Los Blancos. Gol paling penting tentu saja di final Liga Champions 1997-98. Saat itu, golnya memastikan Los Blancos juara Liga Champions setelah menanti selama 32 tahun.

Christian Karembeu

Christian Karembeu didatangkan Madrid dari Sampdoria dengan dana 12,5 juta euro
Getty Images

Gelandang berambut gimbal asal Prancis ini mengundang perhatian klub-klub teras Eropa berkat penampilan gemilang bersama Sampdoria. Di antaranya Real Madrid dan Barcelona. Namun, pada akhirnya berkat lobi Lorenzo Sanz, Los Blancos yang menang.

Madrid mengeluarkan dana 12,5 juta euro untuk mendapatkan jasa Karembeu. Sang pemain bertahan tiga musim di Santiago Bernabeu dan berkontribusi pada kesuksesan menjuarai Liga Champions 1997-98 dan 1999-00.

Davor Suker

Davor Suker didatangkan pada musim pertama Lorenzo Sanz di Real Madrid dengan harga hanya lebih murah dari Mijatovic.
Getty Images

Reputasi Davor Suker di LaLiga sudah mentereng saat didatangkan Real Madrid dari Sevilla dengan harga 11 juta euro pada awal musim 1996-97. Dia jadi bagian pembenahan lini depan Los Blancos oleh Lorenzo Sanz. Duetnya dengan Predrag Mijatovic diyakini akan sangat tajam.

Ketajaman Suker terbukti vital. Pada musim pertamanya di Santiago Bernabeu, dia mampu mengemas 24 gol pada pentas LaLiga. Dia hanya kalah dari Ronaldo (Barcelona) dan Alfonso Perez (Real Betis). Total, dia membuat 49 gol dalam 109 penampilan bersama Los Blancos di semua ajang. Pada 1999, dia dilepas ke Arsenal sebagai bagian dari transfer Nicolas Anelka.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Legenda Davor Suker: Mimpi Sepatu Emas The Wizard

Football5star.com, Indonesia – Legenda sepak bola Kroasia, Davor Suker, telah mewujudkan sejumlah mimpi besarnya. Andaikan sosok berjulukan The Wizard itu memiliki mimpi mengantarkan negaranya juara, bisa saja akan terwujud. Namun, mimpi Suker saat kecil tak semuluk itu.

Davor Suker lahir pada 1 Januari 1968 di Osijek, Yugoslavia. Ketika itu, Yugoslavia masih menjadi negara yang utuh dan tidak terpecah-pecah.

Saat berusia 16 tahun memulai karier bersama klub kampung halamannya, NK Osijek pada 1984. Tampil apik di sana, dia ditransfer ke klub terbesar di Kroasia, Dinamo Zagreb pada 1989.

Setelah mencetak 34 gol selama tiga musim di Zagreb membuat Suker diincar banyak klub elite Eropa. Pada 1991, ia memutuskan pindah ke klub Spanyol, Sevilla dan bermain bersama megabintang Diego Maradona.

Puncak karier

Karier Suker semakin bersinar saat berhasil menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Spanyol pada musim 1993-1994 dengan mengoleksi 24 gol.

Setelah mencetak 75 gol dari 153 penampilan selama lima musim di Sevilla, Suker melakukan transfer terbesar dalam perjalanan kariernya ketika direkrut Real Madrid pada 1996.

Kesuksesan Suker pun berlanjut bersama Madrid dengan mencetak 24 gol dan memenangi gelar liga pada musim pertamanya.

Namun, pencapaian yang tak mungkin dilupakannya pun Madrid justru terjadi pada 1998.

Setelah penantian selama 32 tahun, klub berjulukan Los Blancos akhir mampu memenangi gelar ke-7 Liga Champions berkat gemilangnya penampilan Suker, Raul Gonzalez, dan Predrag Mijatovic.

Layaknya pesepak bola hebat lainnya, Suker pun memiliki julukan berkat sepak terjangnya. Ada dua julukan yang lekat dengannya, yakni The Wizard (penyihir) dan Sukerman, mengacu kepada tokoh kartun pahlawan super, Superman.

Sepatu Emas

Masa-masa puncak kejayaan karier Suker di level internasional mulai Piala Eropa 1996 dan Piala Dunia 1998.

Saat itu, Kroasia yang telah berdiri sendiri sebagai sebuah negara, memiliki generasi emas. Kombinasi pemain sekelas Robert Jarni (Juventus), Zvonimir Boban (AC Milan), Alen Boksic (Lazio), dan Suker (Madrid), membuat Kroasia begitu diperhitungkan.

Pada kualifikasi Piala Eropa 1996, The Wizard bisa mencetak 12 gol dalam 10 pertandingan dan membawa Kroasia lolos ke putaran final.

Di Inggris 1996, Suker mencetak tiga gol dari empat penampilan. Salah satu golnya tak terlupakan saat membobol gawang Denmark yang dikawal Peter Schmeichel di babak penyisihan grup.

Kroasia pun sukses mengalahkan Denmark yang notabenenya juara bertahan dengan skor 3-0. Akan tetapi, langkah Kroasia terhenti di babak perempat final usai dikalahkan Jerman dengan skor 2-1.

Di Piala Dunia 1998, Suker akhirnya berhasil membuat sejarah terbesar sepak bola Kroasia dengan melangkah hingga semifinal.

Langkah Kroasia untuk mencapai final dihadang tim tuan rumah sekaligus juara Piala Dunia 1998, Prancis.

Pada pertandingan tersebut gol pembuka Suker sempat membungkam dukungan untuk publik tuan rumah, sebelum akhirnya Kroasia harus menyerah 1-2 dan gagal melenggang ke final.

Dalam perebutan peringkat tiga, Suker kembali bersinar dengan mencetak gol penentu kemenangan 2-1 atas Belanda.

Dengan torehan enam gol, Suker dinobatkan sebagai pemenang penghargaan Sepatu Emas atau pencetak gol terbanyak di Piala Dunia 1998 sekaligus mematahkan prediksi yang menjagokan Ronaldo dan Gabriel Batistuta sebagai pencetak gol terbanyak.

Ia juga memenangi penghargaan Silver Ball sebagai pemain terbaik kedua di Piala Dunia 1998 setelah Ronaldo.

“Ketika masih kecil saya punya mimpi bermain di tim yang sama dengan Diego Maradona dan bermain bersama salah satu klub terbesar di dunia seperti Real Madrid,” ucap Suker.

“Saya juga punya mimpi memenangi Sepatu Emas di Piala Dunia dan mimpi itu terealisasi di Prancis 1998. Sungguh itu adalah momen saat saya memainkan sepak bola terbaik dalam karier dan juga menjadi momen spesial bersama timnas Kroasia,” ujar dia.

“Buat kami, luar biasa bisa finis di peringkat ketiga di depan tim-tim besar di dunia. Kami finis di depan Inggris, Argentina, Belanda, Spanyol, Jerman, dan Italia. Jadi, itu adalah sesuatu yang menakjubkan bagi sebuah negara kecil,” katanya.

Pensiun

Suker merupakan pemain terbaik Kroasia sebanyak enam kali pada 1992, 1994, 1995, 1996, 1997, dan 1998. Ia juga berstatus pencetak gol terbanyak (45 gol) timnas Kroasia yang bertahan hingga saat ini.

Setelah memutuskan untuk pensiun sebagai pemain pada 2003, Suker kembali ke Kroasia dan mendirikan akademi sepak bola, Davor Suker Soccer Academy.

Pesepak bola kidal yang juga pernah membela Arsenal, West Ham United, dan 1860 Muenchen ini terpilih sebagai Presiden Federasi Sepak Bola Kroasia (HNS) pada Juli 2012 hingga sekarang.

Salah satu kinerja nyatanya sebagai presiden HNS adalah membersihkan citra sepak bola kroasia usai diterjang skandal taruhan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Suker: Modric Pantas Jadi Pemenang Ballon D’Or

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Legenda sepak bola Kroasia, Davor Suker, mengatakan bahwa Luka Modric merupakan sosok yang pantas untuk menjadi pemenang Ballon D’Or tahun ini. Menurutnya, prestasi Modric bersama Real Madrid dan Timnas Kroasia membuatnya pantas dianugrahi sebagai pesepak bola terbaik di dunua tahun ini.

Selain meraih Ballon D’Or, Modric juga sempat mendapatkan gelar pemain terbaik dari FIFA dan UEFA. Salah satu prestasi terbaiknya di tahun 2018 adalah membawa Timnas Kroasia melaju hingga ke babak final Piala Dunia 2018.

“Luka pantas dianugrahi gelar pemain terbaik di dunia. Ia berhasil menunjukkan penampilan yang gemilang bersama Real Madrid dan Timnas Kroasia yang berhasil ia bawa ke babak final Piala Dunia 2018,” ujar Suker dikutip dari laman resmi Asosiasi Sepak Bola Kroasia (HNS).

Davor Suker - Luka Modric - Ballon D'Or - Diario AS
Diario AS

“Penghargaan ini merupakan pengakuan dunia atas bakat, kemampua teknisnya serta kemampuannya untuk memimpin rekan-rekannya di atas lapangan,” imbuh mantan penggawa Real Madrid tersebut.

Modric merupakan pemain asal Kroasia pertama yang berhasil mendapatkan gelar Ballon D’Or. Hal itu membuatnya kini menjadi sosok pahlawan di mata seluruh warga Kroasia.

“Seluruh eleman Asosiasi Sepak Bola Kroasia tentunya sangat bangga dengan prestasi yang ia raih di tahun 2018. Keberhasilan Luka menjadi pemenang Ballon D’Or membuat dunia sepak bola Kroasia mengakhiri tahun 2018 dengan cara yang sangat sempurna. Luka saat ini menjadi inspirasi bagi para pemain muda.”

https://www.instagram.com/p/Bq9DgbIhkZn/

Suker Berharap Kroasia Tak Lagi Dibantai Spanyol

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Presiden federasi sepak bola Kroasia, Davor Suker berharap Timnas Spanyol tak lagi tampil giras seperti pada pertemuan pertama. Bermain di Stadion Manuel Martinez Valero, Elche,La Furia Roja sukses menggulung Pasukan Zlatko Dalic dengan skor 6-0.

Davor Suker Berharap Kroasia Tak Lagi Dibantai Timnas Spanyol
@HNS_CFF

Lebih lanjut Davor Suker juga mengenang kembali perjalanan Timnas Spanyol pada Piala Dunia 2018 lalu di Rusia. Ia bersyukur Sergio Ramos dkk saat itu kalah dari tuan rumah di babak 16 besar.

Menurutnya kondisi tersebut membuat Timnas Kroasia tak bertemu La Furia Roja lebih dini di fase perempat final. Jika hal tersebut terjadi bisa saja Luka Modric dkk bakal gagal melaju hingga partai pamungkasn Piala Dunia 2018.

“Saya sangat menghormati Spanyol. Di sana adalah rumah kedua saya dan untungnya Rusia mencegah kami dari konfrontasi,” kata Davor Suker seperti dikutip Football5star dari Marca, Kamis (15/11/2018).

“Saya tahu kejadian Spanyol menang telak atas kami tak akan terulang kembali. Saya harap Spanyol sedikit santai. Spanyol memiliki sepak bola tingkat tinggi dan peforma kami turun setelah Piala Dunia. Tapi sekarang, tujuan kami adalah memainkan Kejuaraan Eropa pada 2020,” sambungnya.

Piala Dunia 2018 lalu bisa dikatakan sebagai puncak performa dari Timnas Kroasia. Meski kalah di partai final namun Pasukan Zlatko Dalic mampu menjadi kuda hitam di ajang bergengsi tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kekalahan Kroasia dari Prancis Hancurkan Hati Davor Suker

Football Live Star

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Kroasia gagal mengukir sejarah menjuarai Piala Dunia untuk pertama kalinya setelah dikalahkan Prancis 2-4 di partai final Piala Dunia 2018. Bagi Presiden Federasi Sepak Bola Kroasia (HNS), Davor Suker, kekalahan itu membuat remuk hatinya.

Timnas Kroasia menjadi tim kuda hitam yang paling mengejutkan di Piala Dunia 2018. Lolos ke putaran final lewat jalur play-off, Kroasia justru sukses melenggang ke partai final Piala Dunia untuk pertama kalinya. Di perjalanan, tim berjulukan Vatreni itu mengandaskan tim besar seperti Argentina dan Inggris.

Akan tetapi, partai final justru berjalan di luar ekspektasi Kroasia. Tim Prancis yang menjadi lawan mereka mengamuk dan menggelontorkan empat gol ke gawang mereka. Alhasil, Kroasia takluk 2-4 dari Prancis dan harus mengubur ambisi meraih gelar Piala Dunia.

HNS mengundang skuat timnas Kroasia di Piala Dunia 1998 untuk menyaksikan laga final Piala Dunia 2018. (www.old.football5star.com / Twitter @HNS_CFF)
@HNS_CFF

Rasa sakit hati melihat kekalahan negaranya juga dirasakan oleh Presiden Federasi Sepak Bola Kroasia (HNS), Davor Suker. Suker yang juga mantan pemain timnas Kroasia masih berusaha menutupi rasa sakit tersebut dengan senyuman.

“Meski saya masih bisa tersenyum saat ini, perasaan saya seperti mati,” kata Suker dilansir Football5Star.com dari Four Four Two.

“Sulit menerima kenyataan tampil di final dan pulang tanpa trofi. Namun saya memberi apresiasi kepada kerja keras pemain dan tim pelatih,” ujar top scorer Piala Dunia 1998 itu.

Kekalahan itu sedikit lebih baik dari pencapaian Kroasia di Piala Dunia 1998. Kala itu, saat Suker menjadi pencetak gol terbanyak, Kroasia mengakhiri kompetisi dengan menduduki posisi ketiga.

“Sekarang kami peringkat kedua dan ini pencapaian yang besar. Namun di lain sisi, kami bisa lebih baik. Saya rasanya ingin melompat ke Laut Adriatic. Saya sangat hancur,” tutur dia.

Masuk Final, Kroasia Undang Skuat Saat Piala Dunia 1998

Football5star.com, Indonesia – Keberhasilan lolos ke final Piala Dunia 2018 menjadi torehan sejarah tersendiri bagi timnas Kroasia. Inilah kali pertama negeri Balkan tersebut lolos ke final. Meskipun demikian, mereka tak lantas melupakan torehan sejarah lain yang dibuat di Piala Dunia 1998.

Saat itu, pada partisipasi pertama sebagai negara mandiri, bukan bagian dari Yugoslavia, Vatreni menggebrak. Davor Suker cs. melenggang hingga ke semifinal. Mereka antara lain menghajar Jerman dengan tiga gol tanpa balas lewat aksi Robert Jarni, Goran Vlaovic, dan Suker di perempat final.

Meskipun takluk dari Prancis di semifinal, Vatreni tetap bisa menepuk dada. Pasalnya, dalam perebutan posisi ketiga melawan Belanda, mereka sanggup menang 2-1.

Bagi rakyat dan publik sepak bola Kroasia, skuat di Piala Dunia 1998 itu tetaplah pahlawan. Demikian pula di mata asosiasi sepak bola Kroasia (HNS) yang saat ini dipimpin Suker.

Untuk final Piala Dunia 2018, HNS secara resmi mengundang seluruh komponen yang tergabung dalam skuat timnas Kroasia di Piala Dunia 1998 hadir di Stadion Luzhniki. Mereka diharapkan menjadi saksi mata momen paling bersejarah di sepak bola negeri itu. Kebanggaan akan berlipat ganda andai lantas juara.

Timnas Kroasia akan menghadapi timnas Prancis pada laga final Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Minggu (15/7/2018). Laga itu akan dipimpin oleh wasit Argentina yang juga memimpin laga pembuka, Nestor Pitana.


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Tim Unggulan di Piala Dunia 2018 Berguguran karena Minim Persiapan

Football5star.com, Indonesia – Timnas Kroasia menjadi tim terakhir yang menempati slot empat tim di babak semifinal Piala Dunia 2018. Kepastian ini mereka dapatkan usai menundukkan tuan rumah Timnas Rusia di babak perempat final pada, Minggu (8/7/2018) dini hari WIB.

Kroasia bakal menghadapi Inggris yang di laga lain menang 2-0 atas Swedia, sedangkan dua tim lain yang akan saling berhadapan di semifinal adalah Belgia dan Prancis. Belgia lolos usai mengalahkan Brasil dan Prancis menang atas Uruguay.

Di lain sisi, tidak adanya tim-tim beken dengan sejarah mentereng di babak semifinal Piala Dunia 2018 disebut oleh Presiden Federasi Sepak Bola Kroasia (HNS), Davor Suker, disebabkan karena persiapan yang minim.

Timnas Kroasia zimbio
zimbio.com

Beberapa contohnya adalah Jerman yang bahkan tak lolos dari fase penyisihan grup dan hanya menjadi juru kunci. Kemudian Spanyol tumbang di babak 16 besar, dan teranyar Brasil kalah dari Belgia yang disebut-sebut tengah dihuni generasi emas.

“Saya sangat yakin banyaknya tim favorit yang tereleminasi dari turnamen ini disebabkan karena persiapan mereka yang minim,” kata Suker dilansir dari FourFourTwo, Minggu (8/7).

“Kenapa Brasil, Jerman, Spanyol gugur? Karena Anda harus menderita dahulu agar bisa berhasil. Ini adalah Piala Dunia, bukan kompetisi di mana siapa yang bisa mencetak lebih banyak gol,” tukasnya.

“Saya melihat kami (Kroasia) adalah tim yang bagus dan mempunyai banyak pemain hebat. Saya melihat dengan mata sendiri, mereka mempersiapkan diri sebaik mungkin,” pungkasnya.

Sementara itu, Suker menyebut laga melawan Inggris akan menjadi ujian yang bagus buat Kroasia karena skuat arahan Gareth Southgate tersebut dinilai sudah menunjukkan perkembangan pesat selama beberapa tahun terakhir dan dianggap sedang lapar kemenangan.


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Legenda Kroasia Banjir Ucapan Terima Kasih dari Fan Argentina

Football5Star.com, Indonesia – Kelolosan Argentina ke babak 16 Besar Piala Dunia 2018 tak terlepas dari keberhasilan Kroasia menumbangkan Islandia di pertandingan lain. Legenda Kroasia, Davor Suker, mengaku mendapat banyak ucapan terima kasih karena negaranya mampu memetik kemenangan di laga terakhir Grup D.

Timnas Argentina mampu menumbangkan Nigeria dengan skor 2-1 pada laga pamungkas Grup D Piala Dunia 2018. Kemenangan itu membuat Argentina lolos ke fase gugur setelah pesaing terdekat mereka, Islandia, takluk dari Kroasia.

lionel messi dan argentina zimbio cr
zimbio

Kemenangan Kroasia sekaligus membantu Argentina lolos ke babak selanjutnya. Argentina berhak menjadi runner-up Grup D dan mendampingi Kroasia di fase gugur.

Legenda Kroasia sekaligus top scorer Piala Dunia 1998, Davor Suker, mendapat banyak ucapan terima kasih dari fan Argentina. Sebab, Kroasia tetap tampil sungguh-sungguh melawan Islandia kendati sudah memastikan diri lolos ke 16 Besar.

“Saya mendapat banyak ucapan selamat dan terima kasih, terutama dari orang Argentina,” tutur Suker dilansir Football5Star.com dari Four Four Two.

“Dari Diego Maradona? Saya tak mau menyebutkan nama, namun banyak orang Argentina yang menghubungi saya, berterima kasih kepada saya, dan mereka percaya kepada kami,” ujar dia.

Di babak 16 Besar, Kroasia akan berhadapan dengan Denmark yang menjadi runner-up Grup C. Sedangkan Argentina akan melakoni big match melawan Prancis di partai selanjutnya.


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Modric Awali 2018 dengan Rekor

Football5Star.com, Indonesia – Luka Modric, gelandang Real Madrid, membuka lembaran tahun baru dengan sebuah rekor. Hal itu dipastikan lewat keberhasilannya terpilih sebagai Pemain Terbaik Kroasia 2017, Senin (01/01/2018). Itu membuat dia menyamai koleksi striker legendaris Davor Suker yang menyabet penghargaan itu sebanyak enam kali.

Sebelumnya, Modric terpilih sebagai Pemain Terbaik Kroasia pada 2007, 2008, 2011, 2014, dan 2016. Adapun Suker yang kini menjabat Presiden Asosiasi Sepak Bola Kroasia meraih penghargaan itu pada 1992, 1994, 1995, 1996, 1997, dan 1998. Namun, pada 1997, dia merebut penghargaan itu berdua dengan Robert Prosinecki.

Modric menjuarai Liga Champions 2016-17 bersama Real Madrid.
zimbio.com

Keberhasilan Modric untuk tahun 2017 tak terlepas dari kesuksesannya bersama Real Madrid di La Liga dan Liga Champions. Selain itu, dia juga punya peran vital bagi timnas Kroasia untuk lolos ke putaran final Piala dunia 2018.

Modric adalah gelandang terbaik di dunia,” tutur anggota tim juri yang dibentuk Vecernji List, Dado Prso. “Bersama (Cristiano) Ronaldo dan (Sergio) Ramos, dia pemain terpenting di Real.”

Bukan hanya menyamai rekor Suker, mantan penggawa Tottenham Hotspur itu juga menorehkan rekor lain. Dia menahbiskan diri sebagai pemain tertua yang menerima anugerah tersebut. Untuk kesempatan kali ini, dia menjadi Pemain Terbaik Kroasia pada umur 32 tahun.

Sebelum ini, umur tertua peraih gelar tersebut adalah 31 tahun. Ada lima pemain yang menjadi Pemain Terbaik Kroasia pada umur itu. Mereka adalah Suker (1998), Zvonimir Boban (1999), Dado Prso (2005), Ivica Olic (2010), dan Modric (2016).

Dalam anugerah yang diberikan Vecernji List sejak 1991 tersebut, tandem Toni Kroos di lini tengah Los Blancos itu juga punya prestasi lain. Dialah satu-satunya yang terpilih sebagai Pemain Terbaik Kroasia bersama tiga klub berbeda. Dia sekali terpilih saat membela Dinamo Zagreb, dua kali ketika memperkuat Tottenham, dan tiga kali kala berkostum Madrid.

Suker: Pelatih Baru Buat Kroasia Lebih Berkualitas

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Kroasia, Davor Suker, terkejut dengan penampilan negaranya saat mengalahkan Yunani 4-1, Jumat (10/11/2017). Menurutnya, kemenangan tersebut tak lepas dari andil pelatih Zlatko Dalic. Juru taktik yang baru menjabat Oktober lalu ini dianggap membuat permainan lebih berkualias.

Mantan pemain Juventus itu sebelumnya sempat tidak percaya Kroasia bisa melaju sejauh ini. Terlebih pergantian pelatih yang dilakukan di akhir-akhir babak kualifikasi cukup beresiko. Namun, Dalic berhasil membuat perbedaan dan membuktikan diri.

“Kroasia telah berjalan lebih jauh sekarang. Kami beruntung memiliki Dalic di masa-masa krusial. Ia mampu membuat kualitas permainan meningkat dengan startegi baru yang langsung dipahami pemain,” kata Suker kepada Goal, Jumat (10/11/2017).

zlatko dalic vecernji
vecernji.hr

Kendati menang dengan skor besar, pria 49 tahun tersebut menolak anggapan Kroasia sudah lolos ke Rusia. Ia menilai, laga kedua di Yunani akan jauh lebih berat, mengingat fans tuan rumah bisa mempengaruhi permainan dan mengintimidasi tim lawan.

“Dari awal saya katakan bahwa Yunani sangat merepotkan. Di laga kedua nanti, kita semua tahu fanatisme fans saat mereka bermain di kandang. Stadion selalu penuh dan suasananya sangat hebat. Jadi hasil ini bukan menjadi jaminan Kroasia lolos,” tambahnya.

Pada laga kedua nanti, Kroasia akan bertandang ke stadion Giorgios Karaiskakis, Senin (13/11/2017) dinihari WIB. Mereka hanya butuh hasil seri untuk memastikan diri melaju ke Piala Dunia tahun depan

Terancam Gagal ke Piala Dunia, Kroasia Pecat Cacic

Football5Star.com, Indonesia – Hasil imbang 1-1 yang dituai Kroasia saat melawan Finlandia, Sabtu (7/10/2017), berakibat buruk bagi pelatih Ante Cacic. Dia langsung diberhentikan oleh Asosiasi Sepak Bola Kroasia (HNS). Hal itu diumumkan langsung oleh Presiden HNS, Davor Suker.

“Komite Eksekutif HNS secara bulat bersepakat untuk memutus kerja sama dengan Cacic,” ungkap Suker dalam konferensi pers yang digelar di Zagreb. “Kami hanya meraup empat poin dari empat pertandingan dan tak punya pilihan lain selain melakukan hal ini.”

HNS pun langsung menunjuk Zlatko Dalic sebagai pengganti Cacic yang dikabarkan tak begitu disukai oleh beberapa pemain dan para fans. “Dalic adalah pelatih baru dan akan bertugas untuk laga terakhir, tandang ke Ukraina,” kata Suker. “(Karena) Josip Simunic dan Ante Mise juga meninggalkan tim bersama Cacic, Dalic hanya akan ditemani pelatih kiper Marijan Mrmic di Kyiv nanti.”

Mantan striker Real Madrid dan Sevilla itu optimistis Dalic bisa membawa Luka Modric cs. menang atas tuan rumah dan lolos ke Rusia 2018. Dia menyamakan situasi saat ini seperti pada Kualifikasi Piala Dunia 1998. Saat itu, mereka juga terseok-seok hingga jelang akhir kualifikasi. Namun, pada akhirnya, mereka tetap lolos ke Prancis 1998 dan membuat kejutan dengan finis sebagai peringkat ketiga.

Lalu, bagaimana tanggapan Cacic mengenai putusan yang diambil HNS? Pelatih berumur 64 tahun itu menerimanya dengan legawa. Dia menilai hal tersebut sebagai sebuah konsekuensi yang harus diterimanya.

“Sangat bisa dimengerti bahwa kami semua kecewa atas hasil yang diraih tim dalam empat bulan terakhir yang mengurangi peluang lolos ke Piala Dunia,” kata Cacic seperti dikutip Vecernji List. “Saya akan mengenang banyak momen indah, terutama dari Piala Eropa 2016. Sayangnya, kami tidak berada di jalur yang benar dalam empat laga terakhir dan saya menyesal bahwa saya tak akan bisa membuat hasil bagus di Rusia bersama tim ini.”

Kroasia saat ini berada di peringkat kedua Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2018 dengan nilai 17. Mereka memiliki nilai yang sama dengan peringkat ke-3, Ukraina. Keduanya hanya terpaut dua angka dari Islandia yang jadi pemuncak klasemen sementara. Alhasil, kemenangan atas Ukraina sangat penting untuk menjamin partisipasi Kroasia di Rusia 2018.

UEFA Euro 2016: Eks Bintang Kroasia: Kami Beruntung Bisa Kalahkan Spanyol

Kroasia secara mengejutkan bisa mengalahkan juara bertahan Spanyol dan lolos sebagai juara grup. Diakui kemenangan itu tak lepas dari faktor keberuntungan yang menaunginya.

Kroasia yang butuh kemenangan untuk lolos sebagai juara grup sebenarnya memulai laga di Stade de Bordeaux, Rabu (22/6/2016) dinihari WIB tadi, dengan tak mulus. Di menit ke-10 gawang mereka sudah kebobolan oleh gol Alvaro Morata.

Namun, menjelang akhir babak pertama, Nikola Kalinic menyamakan skor jadi 1-1. Di pertengahan babak kedua, Kroasia dihukum penalti dan untungnya eksekusi Sergio Ramos mampu ditepis oleh Danijel Subasic.

Kroasia akhirnya memenangi pertandingan setelah lewat sebuah serangan balik, Ivan Perisic menjebol jala David de Gea dan skor 2-1 bertahan hingga akhir laga.

Juara grup jadi milik Kroasia dan akhirnya mereka terhindar dari keharusan bertemu salah satu favorit juara, Italia, di babak 16-besar. Sementara Spanyol yang harus melakoni kewajiban berat tersebut.

Presiden Federasi Sepakbola Kroasia, Davor Suker, mengakui negaranya beruntung bisa mengalahkan Spanyol meski ditekan sepanjang pertandingan. Meski begitu, Kroasia dinilainya sudah bermain sangat bagus meladeni Spanyol.

“Sebelum pertandingan kami sudah mengatakan bahwa sejak era saya, Kroasia selalu suka melawan tim-tim besar. Anda bisa tampil lepas tanpa takut kehilangan apa pun dan bisa menang banyak hal,” kata Suker kepada Telecinco seperti dilansir Soccernet.

“Kami beruntung dengan Ramos gagal dalam penalti dan Pique membelokkan tembakan Perisic. Hal-hal kecil seperti ini, satu bola masuk ke gawang sedang lainnya tidak, membuat perbedaan,” sambung mantan pemain Kroasia di Piala Dunia 1998 itu.

UEFA Euro 2016: Sudah Kalahkan Spanyol, Kroasia Diminta Tak Jemawa

Kroasia memang mendapat kepercayaan diri tinggi usai mengalahkan Spanyol. Tapi hal itu tak lantas membuat Kroasia merasa jemawa dan diminta tetap waspada dengan rival-rival mereka.

Kroasia datang ke Piala Eropa 2016 dengan status kuda hitam. Meski tak terlalu istimewa, namun Kroasia punya beberapa pemain tangguh plus dua bintang utamanya Ivan Rakitic serta Luka Modric.

Bergabung di grup yang dihuni juara bertahan dua edisi terakhir, Spanyol, lalu Republik Ceko, dan Turki, Kroasia membuktikan bahwa mereka mampu mengejutkan.

Setelah menang atas Turki dengan skor 1-0, Kroasia memang sempat diimbangi Ceko 2-2 sebelum secara mengejutkan mampu mengalahkan Spanyol 2-1 di laga terakhir grup untuk mengunci status juara grup dan menghindari duel dengan Italia di babak 16 besar.

Padahal di pertandingan itu, Kroasia tampil tanpa sejumlah pemain intinya termasuk Modric dan Mario Mandzukic. Namun, Kroasia membuktikan mereka tak bisa dipandang remeh.

Meski demikian, para pemain Kroasia diwanti-wanti untuk tidak merasa jemawa dan tetap fokus menatap laga-laga selanjutnya.

“Sebuah laga itu berjalan 90 menit, Anda tak seharusnya berpikir jangka panjang, cuma ke laga berikutnya saja,” ujar Presiden Federasi Sepakbola Kroasia, Davor Suker, seperti dilansir ESPN.

“Saya tidak punya rasa takut terhadap Spanyol, mereka memang memainkan sepak bola yang bagus dan mungkin lebih baik di sejumlah momen di babak pertama. Tapi gol penyama kami itu krusial dan kami berkembang sejak saat itu,” sambungnya.

“Kami berhak menang karena Spanyol tak memaksimalkan peluang mereka dan kami melakukannya. Secara fisik kami sangat bagus. Kami finis pertama di grup dan akan memberikan segalanya di laga berikutnya,” tutupnya.

Legenda Kroasia Sandingkan Perisic dengan Robben

Presiden Asosiasi Sepak Bola Kroasia, Davor Suker mengaku kagum dengan talenta yang dimiliki oleh penyerang Inter Milan, Ivan Perisic. Suker bahkan tak segan menyandingkan level Perisic dengan winger andalan Bayern Munchen, Arjen Robben.

Perisic bergabung dengan Inter usai dipinjam dari VfL Wolfsburg pada bursa transfer musim panas lalu. Pemain berusia 26 tahun itu tampil impresif dan membawa I Nerazzurri bercokol di posisi kedua klasemen Serie A sementara.

Perihal karakter permainan, Suker menilai, ada kemiripan antara Perisic dengan Robben. Pasalnya, kedua pemain itu biasa berperan sebagai inside forward.

“Saya yakin bahwa Perisic akan menjadi bintang di Inter,” ungkap Suker, seperti dilansir La Gazzetta dello Sport.

“Dia pemain yang luar biasa, punya kekuatan, talenta dan insting mencetak gol. Di sepak bola modern, para pemain yang bisa membuat perbedaan seperti dia adalah pemain yang sangat berharga,” tandasnya.

“Dia menantang lawan satu lawan satu kemudian mengalahkan mereka. Dia memiliki kualitas teknik yang memberikan keuntungan besar bagi timnya. Perisic bisa menggiring bola melewati tiga pemain dalam satu kesempatan,” kata Suker.

“Dia pemain yang menentukan seperti Robben. Dia senang beroperasi di sektor saya dan melakukan penyelesaian akhir di sektor tengah,” papar striker legendaris Kroasia itu.

“Tanya kepada para striker yang merasa beruntung menjadi rekan setimnya, dia juga belajar untuk menciptakan assist dengan baik,” pungkas Suker.