Dejan Antonic Bocorkan Dua Pemain Asing Baru PSS Sleman

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – PSS Sleman tampaknya akan tampil tanpa pemain asing menghadapi Persija Jakarta di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Minggu (5/9/2021). Namun, pelatih Dejan Antonic sedikit memberi bocoran soal dua pemain asing yang akan merapat.

Sejatinya, saat ini PSS sudah memiliki dua pemain asing, yakni Aaron Evans dan Mario Maslac. Namun sepertinya kedua pemain tersebut tak bisa diturunkan karena beberapa hal.

Dejan Antonic Bocorkan Dua Pemain Asing Baru PSS Sleman
ligaindonesiabaru.com

Kondisi itu dibeberkan oleh Dejan. Mantan pelatih Madura United itu menyebutkan pasukan Super Elja mungkin akan hadapi Persija tanpa pemain asing.

Dejan Antonic Bocorkan Dua Pemain Asing Baru PSS Sleman
Dok. PSS

“Kami tidak ada pemain asing, dua lagi baru gabung sebentar lagi. Kami punya kualitas dari pemain lokal. Semoga semua pemain tetap terjaga,” ungkap Dejan Antonic.

Dejan Bocorkan Pemain Asing Anyar PSS Sleman

Belakangan, rumor soal dua pemain import PSS sebenarnya sudah mengemuka di media sosial. Mereka adalah Eduardo Jose Barbosa da Silva Jr alias Juninho dan mantan pemain Badak lampung FC, Marcus Vinicius Vidal Cunha alias Marquinhos.

Dejan Antonic Bocorkan Dua Pemain Asing Baru PSS Sleman
Instagram Juninho.95

Dejan sendiri tak memungkiri kabar tersebut. Striker asing yang diduga ialah Juninho kabarnya akan segera bergabung dalam waktu dekat.

“Sebentar lagi gabung. Satu sudah jalan kemarin, semoga lekas gabung, kalau yang striker semoga bisa gabung secepatnya,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Dejan Antonic: Muka Kami Tetap Bersih dan Jujur!

Dejan Antonic: Muka Kami Tetap Bersih dan Jujur! 9

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic, akhirnya buka suara usai laga melawan Persib Bandung, Senin (21/4/2021). Dalam kolom komentar salah satu unggahan PSS Sleman di Instagram, Dejan seperti mencurahkan isi hatinya.

Seperti diketahui, PSS gagal melangkah ke partai puncak usai disingkirkan Persib Bandung di semifinal. Mereka harus puas kalah 2-3 secara agregat dari Persib setelah cuma main imbang 1-1 pada leg kedua di Stadion Manahan, Solo, Senin (19/4/2021).

Usai pertandingan, Dejan sendiri tak muncul dalam acara konferensi pers. Namun, baru-baru ini Dejan justru berkomentar di Instagram PSS. Dia mencurahkan perasaannya usai PSS gagal melangkah ke final Piala Menpora 2021.

Dejan Antonic: Muka Kami Tetap Bersih dan Jujur! Sebenarnya, Dejan Antonic Ingin PSS Sua Persija, Bukan Persib Dejan Antonic Bicara Soal Kedekatan Emosionalnya dengan Kota Bandung

“Terima kasih banyak untuk pemain saya dan pelatih tadi malam, kita fight dan semangat besar tadi untuk PSS Sleman dan PSS fans yang dukung kami dari rumah,” tulis Dejan Antonic.

“Kita tidak kalah tadi malam. Kita MENANG, uang tidak penting, trofi tidak penting, paling penting kita dapat KELUARGA PSS, TEAM INI. Muka kita tetap bersih dan jujur karena Tuhan lihat semua dari atas. God Bless you boy’s, God Bless PSS,” sambung Dejan.

Sebenarnya, PSS tak usah terlalu lama meratap karena gagal melangkah ke partai puncak. Sebab, mereka masih bisa menyelesaikan Piala Menpora 2021 dengan kepala tegak dengan berjuang dalam perebutan peringkat ketiga.

Pasukan Dejan Antonic itu sudah ditunggu oleh PSM Makassar dalam perebutan peringkat ketiga itu. Jadwal pertandingan sendiri rencananya dihela pada Sabtu, 24 April 2021 di Stadion Manahan, Solo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSS Seret Gol di Piala Menpora 2021, Begini Kata Dejan Antonic

PSS Seret Gol di Piala Menpora 2021, Begini Kata Dejan Antonic 13

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Dejan Antonic buka suara soal PS Sleman (PSS) yang seret gol selama main di Piala Menpora 2021. Dia menyebut perlahan-lahan hal itu akan diperbaiki, terlebih ini baru turnamen pramusim.

PSS memang sukses melaju sampai ke semifinal Piala Menpora. Namun demikian nyatanya dari lima pertandingan yang sudah dijalani, PSS cuma sanggup mencetak tiga gol saja dalam waktu normal, bahkan salah satunya via penalti,

Dejan Antonic mengaku hal ini masih bisa dimaklumi. Karena memang tim berjuluk Super Elang Jawa itu sudah melakukan yang terbaik. Apalagi, Piala Menpora statusnya cuma turnamen pramusim.

Sebenarnya, Dejan Antonic Ingin PSS Sua Persija, Bukan Persib Dejan Antonic Bicara Soal Kedekatan Emosionalnya dengan Kota Bandung

“PSS harus fokus ke Liga 1, kami harus analisis semua pertandingan yang bagus dan tidak. Jangan lupa kami main tanpa striker, kami pakai Saddam dan Angga,” ungkap Dejan Antonic kepada awak media via daring.

“Kami akan bawa satu striker asing di depan untuk buka opsi, ya step by step. Kami cukup positif di turnamen ini. Perjalanan PSS Sleman masih panjang sebelum kompetisi,” sambung Dejan.

Mantan nakhoda Pelita Bandung Raya itu juga mengaku sama sekali tak merasa tertekan membawa PSS menang lawan Persib Bandung. Dia justru merasa akan sangat menikmati pertandingan semifinal leg pertama Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (16/4/2021).

“Tidak, saya enggak punya beban. Enjoy saja, happy. Saya percaya Tuhan akan bantu kami,” tutup Dejan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Dejan Antonic Sebut PSS Seperti Jalan-Jalan ke Hong Kong Jelang Lawan Persib

Dejan Antonic Sebut PSS Seperti Jalan-Jalan ke Hong Kong Jelang Lawan Persib 17

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic, sedikit menyindir padatnya waktu pertandingan semifinal melawan Persib Bandung, Jumat (16/4/2021) di Stadion Maguwoharjo. Sebab, mereka sebenarnya baru saja tiba dari Bandung menggunakan jalur darat usai melakoni partai perempat final.

Seperti diketahui, PSS baru saja menuntaskan perlawanan Bali United sampai adu penalti di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Senin (12/4/2021). Namun, Jumat (16/4/2021) mereka sudah harus menjalani partai melawan Persib Bandung di semifinal.

“Kami baru sampai di Jogjakarta setelah melewati 10 jam perjalanan, kami seperti jalan-jalan ke Hong Kong. Anak-anak sudah latihan dan menyiapkan segalanya melawan Persib,” buka Dejan Antonic kepada wartawan.

Sebenarnya, Dejan Antonic Ingin PSS Sua Persija, Bukan Persib Dejan Antonic Bicara Soal Kedekatan Emosionalnya dengan Kota Bandung

“PSS Sleman hanya punya waktu recovery sedikit karena tak ada waktu, cuma 48 jam sebelum pertandingan. Kondisi pemain pasti ada yang down, tapi saya lihat pertandingan besok pemain PSSI semua fokus dan pasti kasih 100 persen,” sambung Dejan.

Laga melawan PSS vs Persib terbilang spesial buat Dejan. Dejan sendiri punya kenangan tersendiri dengan Persib. Sebab, Dejan pernah menangani Persib pada 2016 lalu meski berujung kekecewaan. Bahkan, eks pelatih Madura United itu sempat menyebut Persib Bandung merupakan rumah kedua baginya.

“Saya punya banyak rumah di Indonesia, saya ada di Malang, Surabaya, Borneo, sekarang di Jogjakarta. Hidup kami seperti itu. Sebagai profesional, kami harus adaptasi cepat. Pasti mereka punya motivasi tinggi, kami fokus ke pertandingan. Semoga PSS bisa dapat hasil bagus,” tutup Dejan Antonic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kiper PSS: Banyak Netizen Tak Hormati Dejan Antonic

Kiper PSS: Banyak Netizen Tak Hormati Dejan Antonic 21

Football5Star.com, Indonesia – Kiper PS Sleman, Ega Rizky, membela Dejan Antonic yang sempat diserang di media sosial. Dia menyebut kalau banyak netizen yang tak menghormati Dejan sebagai nakhoda PSS.

Seperti diketahui, nama Dejan memang sempat jadi sorotan beberapa waktu lalu karena dianggap gagal bikin PSS Sleman mengerikan. Bahkan, tagar #Dejanout sempat menggema di lini masa, Twitter.

Namun demikian, Dejan Antonic pun membuktikan tangan dinginnya dengan membawa PSS melangkah ke semifinal Piala Menpora 2021. Bahkan, PSS bisa menaklukkan juara Liga 1 2019, Bali United di perempat final, meski lewat adu penalti.

Dejan Antonic - PSS Sleman - Persela - pssleman.id

Ega Rizky pun membela Dejan. Dia mengaku sangat hormat dengan Dejan sebagai pelatih PSS. Hanya saja, banyak netizen yang tak menghargai Dejan.

“Saya hormat kepada coach Dejan Antonic karena dia selalu mendukung kami walaupun banyak dari media dan netizen yang tidak hormat kepada beliau,” ungkap Ega Rizky kepada wartawan via daring.

“Saya terima kasih kepada coach Dejan dan jajarannya. Hal itu karena beliau kami jadi bisa bekerja keras dan membuktikan kualitas,” sambung Ega.

Ega sendiri menjadi salah satu pahlawan buat PSS. Dia berhasil menepis tendangan penalti Willian Pacheco dan membawa pasukan Dejan melangkah ke semifinal.

“Saya hormat pada teman-teman yang sangat bekerja keras untuk bisa memenangkan pertandingan melawan Bali United,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Sebenarnya, Dejan Antonic Ingin PSS Sua Persija, Bukan Persib

Sebenarnya, Dejan Antonic Ingin PSS Sua Persija, Bukan Persib 25

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Dejan Antonic mengaku kalau bisa memilih inginnya PSS Sleman bisa bersua Persija Jakarta atau PSM Makassar pada semifinal Piala Menpora 2021, ketimbang Persib Bandung. Sebab, dia mengaku sudah menganggap Persib seperti keluarga sendiri.

Seperti diketahui, PSS baru saja berhasil lolos ke semifinal setelah menuntaskan perlawanan Bali United via adu penalti. Nah, pada babak empat besar nanti, pasukan Dejan Antonic itu bakalan menghadapi Persib Bandung.

Meski demikian, Dejan tak mau langsung memberikan beban kepada para pemain PSS Sleman. Dia dan pasukannya akan pulang terlebih dahulu ke Sleman baru memikirkan laga melawan Persib.

“Senang sekali atas hasil ini, kami nikmati dulu kemenangan dan lolosnya PSS ke semifinal. Kami perlu rehat dulu satu hari baru kemudian memikirkan laga semifinal,” ungkap Dejan Antonic.

Sebenarnya, Dejan Antonic Ingin PSS Sua Persija, Bukan Persib Dejan Antonic Bicara Soal Kedekatan Emosionalnya dengan Kota Bandung

“Setelah ini kami akan pulang ke Sleman dengan perjalanan darat sekitar delapan jam. Artinya butuh istirahat yang cukup untuk menghadapi laga besar kontra Persib,” sambung Dejan.

Dejan sendiri punya kenangan tersendiri dengan Persib. Sebab, dia pernah menangani Persib pada 2016 lalu meski berujung kekecewaan. Dejan kala itu mengumumkan mundur karena tekanan dari suporter.

Namun, Dejan tampaknya masih menyimpan nama Persib di tempat terbaik dalam hatinya. Hal itu dibuktikan kalau Dejan lebih mau memilih PSM atau Persija sebagai lawan PSS ketimbang Persib.

“Kalau boleh milih saya pilih PSM atau Persija sebagai lawan kami di semi-final. Karena Persib juga seperti keluarga. Selain itu Persib tim besar di Indonesia dengan pemain hebat. Tapi kami juga masih ada kesempatan dan potensi,” tutup Dejan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Dejan Antonic Senang Bisa Bungkam Mulut Pengkritik PSS Sleman

Dejan Antonic Senang Bisa Bungkam Mulut Pengkritik PSS Sleman 29

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Dejan Antonic tampak tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya membawa PSS Sleman melaju ke perempat final Piala Menpora 2021. Dia senang bisa membungkam mulut pengkritik yang awalnya meragukannya di PSS.

Eksistensi PSS dan Dejan memang sempat diragukan di Piala Menpora 2021. Mereka sempat kalah dari Madura United dalam partai pembuka. Namun, kemenangan 1-0 atas Persik Kediri membuat PSS Sleman dapat titik balik.

Paling klimaks saat pasukan Dejan Antonic itu bisa menang 1-0 atas Persebaya Surabaya dalam partai pamungkas Grup C. Kemenangan itu sekaligus membawa PSS SLeman ke babak 8 besar dengan status juara grup.

Dejan Antonic Bicara Soal Kedekatan Emosionalnya dengan Kota Bandung

“Terima kasih banyak untuk pemain karena sudah bekerja keras untuk dapat hasil bagus. Puji Tuhan kami bisa menang 1-0. Dari pertama banyak orang tidak percaya, kami (sekarang) tidak hanya lolos grup tapi juga dapat posisi satu,” ungkap Dejan Antonic usai laga melawan Persebaya.

“Dari pertama banyak yang tidak percaya kami. Saya pikir step by step kami sudah mulai bagus sekali. Semangat dari anak-anak istimewa dan Tuhan ada di belakang kami. Kita bisa menang dan bisa enjoy,” sambung Dejan.

Kini Dejan dan pasukannya menatap perempat final Piala Menpora melawan Bali United. Mereka akan fokus mempersiapkan diri melawan Bali United yang punya waktu istirahat lebih lama.

“Kami harus fokus ke depan saja, kami harus lihat kondisi dahulu lalu evaluasi, step by step. Sekali lagi terima kasih banyak buat pemain tadi semangatnya. Mereka tahu ini berat untuk kami dari hari pertama kami masuk turnamen ini sampai sekarang, kalau berat kami jadi kuat semoga kami lancar terus lawan Bali United,” tutup Dejan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Gagal Eksekusi Penalti, Aaron Evans Bikin Dejan Antonic Geram

gamespool
Gagal Eksekusi Penalti, Aaron Evans Bikin Dejan Antonic Geram 32

Football5star.com, Indonesia – Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic, dibuat geram dengan kegagalan Aaron Evans mengeksekusi penalti pada partai melawan Persela Lamongan, Minggu (28/3) sore WIB. Menurut Antonic, Evans bukanlah eksekutor penalti utama timnya.

Pada laga melawan Persela, PSS mendapat hadiah penalti di masa injury time babak kedua. Evans yang maju sebagai algojo gagal menjalankan tugasnya dengan baik karena sepakannya berhasil dipatahkan Dwi Kuswanto.

Kegagalan penalti Evans membuat PSS harus rela berbagi satu angka dengan Persela. Hasil imbang melawan Laskar Joko Tingkir membuat PSS hanya mampu meraih satu poin dari dua pertandingan Piala Menpora 2021.

“Saya tidak tahu, tadi kita ada meeting tapi mungkin di lapangan ini orang pemain (Aaron Evans) bicara sendiri dan mungkin diambil karena dia punya percaya diri yang lebih besar dari yang lain. Tapi itu keputusan semua di lapangan,” kata Dejan Antonic dikutip football5star dari laman resmi Liga Indonesia.

Lebih lanjut, Dejan merasa sangat kecewa karena anak asuhnya kembali gagal memetik kemenangan. Padahal, ia merasa persiapan PSS sudah cukup maksimal demi bisa mengalahkan Persela.

“Baru 0-0, kita kecewa hari ini karena dari persiapan setelah Madura United kita sudah target menang dan dapat tiga poin. Semoga kita bisa fokus ke game lainnya. Menurut saya dari beberapa pemain hari ini kita tidak maksimum,” tutur Dejan. 

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Dejan Antonic Akui Buta dengan Kekuatan Persela Lamongan

gamespool
Dejan Antonic Akui Buta dengan Kekuatan Persela Lamongan 36

Football5star.com, Indonesia – Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic, tak malu-malu mengakui tidak mengetahu banyak hal mengenai kekuatan milik Persela Lamongan. Namun, ia tetap berharap anak asuhnya bakal bisa tampil gemilang melawan Laskar Joko Tingkir.

Persela akan melakoni partai Piala Menpora perdananya melawan PSS pada Minggu (28/3) mendatang. Skuat Laskar Joko Tingkir sudah berada di Bandung dan memantapkan persiapannya jelang laga melawan Kim Kurniawan cs.

“Jujur kita tidak ada terlalu banyak informasi karena Persela besok main pertama lawan kita. Saya cuman tahu mereka punya banyak pemain muda dan baru, sama seperti tim yang lain,” kata Dejan Antonic dikutip football5star dari laman resmi Liga Indonesia.

DEjan antonic - pss - persela
ligaindonesiabaru.com

PSS mendapatkan angin segar jelang laga melawan Persela. Skuat Super Elja kini sudah lengkap setelah tiga pemain asing, Aaron Evans, Mario Maslac dan Nico Velez bergabung ke dalam skuat.

Dejan membuka peluang untuk menurunkan ketiga pemain asing tersebut pada pertandingan nanti. Akan tetapi, Dejan belum ingin memberikan garansi starter kepada ketiganya.

“Pemain asing sudah bergabung, semoga semua oke dan kondisinya juga oke. Mereka akan dapat waktu untuk pertandingan besok tapi kita lebih dulu bagaimana melihat kondisi dia,” kata Dejan.

PSS hampir dipastikan bakal tampil menyerang demi memetik kemenangan atas Persela. Mereka akan bermain dengan motivasi berlipat karena gagal mengawali kiprahnya di Piala Menpora dengan gemilang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Dejan Antonic Merasa Sakit Hati PSS Kalah dari Madura United

Dejan Antonic Merasa Sakit Hati PSS Kalah dari Madura United 40

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic, mengaku merasa sedikit sakit hati usai timnya takluk 1-2 dari Madura United (MU), Selasa (23/3/2021). Dia mengaku sebenarnya PSS main bagus saat melawan MU di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.

Memang, sebenarnya PSS sempat unggul lebih dahlu via tendangan bebas Irfan Jaya menit ke-19. Namun pada paruh kedua, Madura United justru bisa bangkit dan berbalik menang.

Hal ini disesali oleh Dejan. Mantan pelatih Persib Bandung itu menyebut kalau anak asuhnya sudah mampu bermain maksimal setidaknya sampai menit ke-70. Namun, setelah itu pemain PSS sudah kelelahan hingga dijebol oleh MU.

Dejan Antonic Bicara Soal Kedekatan Emosionalnya dengan Kota Bandung

“Saya pikir kita main cukup positif sampai menit ke-70. Habis itu mungkin stamina beberapa pemain sudah turun,” ungkap Dejan Antonic usai pertandingan.

“Tentu saja sakit hati sedikit karena kalah, tapi kita sudah berada di jalur yang benar. Anak-anak juga kerja keras, disiplin dan punya semangat besar. Itulah kunci untuk kita di liga ke depan. Ini juga baru satu laga di Piala Menpora,” sambung Dejan.

Piala Menpora 2021, kata Dejan, memang jadi saat yang tepat untuk mengevaluasi kekurangan PSS Sleman. Apalagi, turnamen itu jadi pertandingan kompetitif perdana yang dijalani PSS setahun terakhir.

“Turnamen seperti ini bisa memberi saya gambaran yang lebih jernih untuk lihat siapa yang siap dan siapa yang tidak. Bukan cuma untuk fitness, tapi taktikal juga sama,” pungkas Dejan Antonic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSS Sleman Dikepung Klub Jatim, Begini Ungkapan Dejan Antonic

PSS Sleman Dikepung Klub Jatim, Begini Ungkapan Dejan Antonic 44

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Dejan Antonic buka suara soal PSS Sleman yang dikepung oleh klub Jawa Timur di Piala Menpora 2021. Dejan mengaku menaruh rasa hormat kepada siapapun lawan PSS di turnamen pramusim Liga 1 ini. 

Seperti diketahui, dalam grup C, cuma PSS Sleman yang bukan berasal dari Jawa Timur. Grup yang akan bermain di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung itu, diisi oleh Persebaya Surabaya, Persik Kediri, Persela Lamongan, Madura United, dan PSS Sleman.

Dejan Antonic tak terlalu mau memusingkan soal hal ini. Utamanya, kata eks nakhoda Persib itu  PSS harus menghormati siapapun lawannya. 

Dejan Antonic Bicara Soal Kedekatan Emosionalnya dengan Kota Bandung

“Saya pikir grup kita cukup berat karena kami melawan klub, seperti Persebaya, Madura United, Persela dan Persik semua dari Jawa Timur.  Tapi sekali lagi turnamen yang ini penting untuk pemain agar kita bisa kasih kesempatan kembali ke normal yang pertama itu,” ungkap Dejan Antonic.

“Hasil juga sama pentingnya tapi semoga pemain bisa kembali ke kondisi normal seperti dulu. Jangan lupa PSS Sleman akan (melawan) dua tim besar sekali, Madura dan Persebaya,” sambung dia.
 
Meski demikian, PSS tetap hormat dengan Persik dan Persela. Dia berjanji akan mencoba membawa PSS menang melawan siapapun di Grup C Piala Menpora 2021.

“Seperti semua tim di mana saya pernah melatih, di mana pun harus bekerja keras dan disiplin. Semoga PSS mendapatkan hasil yang positif. Laga pertama lawan Madura United pasti cukup berat, saya percaya mereka tetap kerja keras dan kita juga bisa dapat hasil positif, tutup Dejan. 

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Dejan Antonic Bicara Soal Kedekatan Emosionalnya dengan Kota Bandung

Dejan Antonic Bicara Soal Kedekatan Emosionalnya dengan Kota Bandung 48

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic, girang bisa mengawal pasukannya main pada Piala Menpora 2021 di Bandung. Dia memang punya kedekatan emosional dengan Kota Kembang.

Dejan kali pertama menginjakkan kaki di Bandung Kala menangani Pelita Bandung Raya (PBR) dari 2013 sampai 2015. Bahkan, PBR sempat dibawanya menembus fase semifinal Indonesia Super League (ISL) 2014.

Pada 2016, Dejan lantas dipercaya menangani Persib Bandung. Sayang, kiprahnya bersama skuat Maung Bandung tak berlangsung lama karena performa buruk tim kala itu. Namun tetap saja, Kota Bandung tersimpan rapih dalam ingatan yang dikenangnya hingga kini.

Ternyata Dejan Antonic Nyaris Gabung Klub Cina Sebelum ke PSS
Dok. Ilhamsins

“Saya senang setiap kali saya datang di Bandung karena saya kerja di sini sudah lama dua tahun sama PBR dan satu tahun sama Persib. Saya punya banyak teman di sini dan sekali lagi saya senang datang di sini,” ungkap Dejan Antonic.

“Namun tentu saja untuk saya pribadi, performa PSS Sleman, harus tetap bagus dan normal bukan karena kita main di Bandung tetapi di mana pun kita harus tetap fokus dengan pertandingan. Dan cukup bagus saya senang sekali bisa kembali lagi ke Bandung. Semoga kita dapat hasilnya yang bagus,” sambung Dejan.

PSS sendiri akan membuka kiprah di Piala Menpora 2021 melawan Madura United di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa (23/3/2021). Dejan Antonic menyebut partai perdana jelas akan sangat berat. Terlebih, dia juga pernah menangani Madura United sebelumnya.

“Tim yang pernah saya latih musim kemarin di mana saya punya banyak teman-teman dan pemain. Tentu saja saya pikir pertandingan ini sangat menarik, dua Tim yang mau menang,” tutup pelatih asal Serbia itu. 

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pemain yang Sempat Dipanggil Timnas Indonesia Diklaim Berpaspor Hong Kong

Pemain yang Sempat Dipanggil Timnas Indonesia Diklaim Berpaspor Hong Kong 52

Football5Star.com – Pemain yang sempat dipanggil Timnas Indonesia, Stefan Antonic diklaim berpaspor Hong Kong. Hal itu saat dia diperkenalkan sebagai pemain anyar klub divisi teratas Hong Kong, Southern District FC.

Nama Stefan Antonic memang sempat masuk ke dalam 26 pemain Timnas U-19 Indonesia yang dipanggil untuk menjalani pemusatan latihan beberapa waktu lalu. Tapi, hal itu batal karena adanya virus corona dan tak dipanggil lagi saat Shin Tae-yong melakukan TC virtual.

Nah, Stefan sendiri baru saja resmi meninggalkan SC Kitchee untuk gabung Southern District FC. Saat diperkenalkan dalam laman resminya, Stefan disebut Southern District merupakan pemain lokal.

“Southern District FC mengumumkan penandatanganan pemain depan Stefan Figueiredo Pereira dan bek Stefan Antonic. Stefan adalah putra mantan bintang sepak bola Hong Kong Dejan (Antonic). Dia telah melawan Southern District U-18 berkali-kali di masa lalu dan mengesankan tim pelatih,” tulis laman resmi Southern District FC.

Football5Star.com - Pemain yang sempat dipanggil Timnas Indonesia, Stefan Antonic diklaim berpaspor Hong Kong
Instagram Kc_southern

“Ayahnya seorang Serbia dan ibunya asli Indonesia. Tetapi, karena Stephen lahir di Hong Kong, dia memenuhi syarat sebagai pemain lokal,” lanjut pernyataan itu.

Sebelumny sang ayah, Dejan Antonic, sempat bangga ketika tahu anaknya dipanggil ke Timnas U-19 Indonesia. “Saya sangat beruntung dia diundang mewakili Indonesia. Itu merupakan keberhasilan besar baginya. Saat berlibur di Serbia, dia terus berlatih. Bahkan dia sempat berlatih bersama Red Star (Belgrade),” ujar Dejan dikutip dari Zurnal.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pelatih dengan Durasi Tersingkat di Persib

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com – Menangani tim sebesar Persib Bandung tentu menjadi tantangan berat buat setiap pelatih. Bahkan, lima pelatih di bawah ini durasinya sangat singkat di Persib.

Skuat Maung Bandung memang terkenal sejak lama selalu membuat tim bertabur bintang. Butuh pelatih yang memiliki karakter kuat yang bisa menaklukkan skuat bintang.

Akan tetapi, sayangnya deretan pelatih di bawah ini tak sanggup memikulnya. Berikut ini 5 pelatih dengan durasi tersingkat di Persib versi Football5Star:

Risnandar Soendoro

Berstatus sebagai pemain terbaik Kompetisi Perserikatan 1973, Risnandar ditunjuk melatih Persib pada musim 2006. Dia menggantikan pelatih kenamaan Maung Bandung, Indra Thohir.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pelatih dengan Durasi Tersingkat di Persib
Pojoksatu

Sayang, tangan dinginnya tak bisa bertahan lama. Dia kemudian harus mundur setelah hanya menjalani dua pertandingan karena Persib selalu kalah. Dia kemudian digantikan Arcan Iurie.

Darko Jancovic

Sebelum ke Persib, pelatih berpaspor Prancis itu melatih sejumlah klub Eropa. Tapi sayang, pada 2010 dia tak sempat unjuk gigi karena sudah harus tercelat dalam pramusim.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pelatih dengan Durasi Tersingkat di Persib
SI/IRFAN AL-FARITSI

Darko menanggalkan jabatannya karena Persib babak belur di pramusim. Dia akhirnya digantikan Jovo Cuckovic, dan kemudian manajemen menunjuk Daniel Rukito

Suryamin

Suryamin jua menjadi salah satu pemain terbaik Persib era 1980an bersama Robie Darwis. Sayangnya, dia jua gagal total saat ditunjuk menangani Persib sebagai pelatih.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pelatih dengan Durasi Tersingkat di Persib

Dalam lima pertandingan awal musim 1999 silam, Persib di bawahnya tak mampu berbuat banyak dengan kalah tiga laga dan dua imbang. Akibat tekanan publik, pers, dan pengurus, Suryamin akhirnya menyatakan mengundurkan diri.

Menyusul pengunduran diri Suryamin di tengah jalan, pengurus Persib akhirnya menunjuk Indra M. Thohir sebagai penggantinya. Inilah kejadian pertama kali pengurus Persib melakukan pergantian pelatih di tengah jalan sepanjang sejarah perjalanan Liga Indonesia.

Miljan Radovic

Pelatih asal Montenegro ini nasibnya cukup tragis. Masih hangat dalam ingatan kala Persib menunjuk Radovic untuk Liga 1 2019. Tapi, Persib di bawahnya sangat mengecewakan kala mentas di Piala Presiden 2019.

radovic dipecat

Tak cuma itu, Radovic jua sempat berseteru dengan oknum Bobotoh. Dia akhirnya dipecat saat kompetisi bakal dimulai beberapa hari lagi dan digantikan Robert Alberts.

Dejan Antonic

Nasib Dejan Antonic agak sedikit lebih baik di Persib Bandung. Dia datang ke Persib untuk ajang Indonesia Soccer Championship 2016.

Madura United - Dejan Antonic - Persebaya - Piala Presiden 2019 - Football5star

Akan tetapi, sayang Persib di bawahnya sama sekali tak menunjukkan hasil yang signifikan. Dia kemudian cuma bertahan selama enam pekan sebelum akhirnya mundur.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Dejan Antonic Pamer ke Serbia Anaknya Dipanggil Timnas Indonesia

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic, memamerkan kalau putranya, Stefan Antonic, baru saja mendapat panggilan Timnas Indonesia. Dia yakin, sang buah hati bakal memberikan yang terbaik demi bisa masuk rencana pelatih.

Seperti diketahui, Stefan masuk ke dalam 28 nama pemain Timnas U-19 yang dipanggil untuk menjalani pemusatan latihan beberapa waktu lalu yang batal karena virus corona. Aksinya bersama klub Hongkong, Kitchee FC, tampaknya menarik perhatian Shin Tae-yong.

Dejan Antonic sendiri beberapa kali tak bisa menyembunyikan kebanggaannya usai sang anak untuk kali pertama dapat panggilan Timnas Indonesia. Baru-baru ini, ketika diwawancarai media Serbia, Zurnal, dia kembali bercerita soal hal tersebut.

“Saya adalah ayah paling bangga di dunia. Stefan sudah bekerja keras dan dia pantas mendapatkannya. Dia berjuang untuk semuanya,” ungkap Dejan dikutip dari Zurnal.

Stefan Antonic - Kitchee SC - Dejan Antonic - Timnas U-19 - @dejan.antonic
instagram.com/dejan.antonic

“Stefan berada di tim muda Kitchee, sebulan yang lalu dia mendapatkan kesempatan untuk berlatih dengan tim utama. Saya percaya dia akan segera membuktikan kualitasnya,” sambung dia.

Stefan Antonic memang memilih untuk menjadi warga negara Indonesia, mengikuti sang ibu yang asli Manado. Meski memang Dejan tetap memilih berkewarganegaraan Serbia.

“Saya sangat beruntung bahwa dia juga diundang mewakili Indonesia. Itu merupakan keberhasilan besar baginya. Saat berlibur di Serbia, dia terus berlatih. Bahkan, dia sempat berlatih bersama Red Star (Belgrade),” pungkas Dejan Antonic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ternyata Dejan Antonic Nyaris Gabung Klub Cina Sebelum ke PSS

Banner LFS Baru

Football5Star.com Dejan Antonic bercerita kalau nyaris bergabung dengan klub Cina sebelum sepakat menangani PSS Sleman. Dia sempat menerima tawaran itu, tapi batal karena virus corona di Cina tengah masif.

Eks pelatih Arema itu memang sempat menganggur usai mundur dari Madura United sebelum Liga 1 2019 berakhir. Saat tengah mencari klub, dia mendapatkan pinangan dari salah satu tim Cina.

Bahkan, Dejan mengakui kalau nyaris menandatangani kontrak dengan klub Cina yang tak disebutkan namanya itu. Hingga akhirnya dia direkrut oleh PSS Sleman untuk Liga 1 2020.

“Saya mendapat tawaran pada Januari, saya setuju untuk bergabung dengan klub Cina, tetapi semuanya serbasalah karena wabah virus corona,” ungkap Dejan kepada media Serbia, Zurnal.

Ternyata Dejan Antonic Nyaris Gabung Klub Cina Sebelum ke PSS
Dok. Ilhamsins

“Tidak lama kemudian telepon dari Indonesia tiba. Saya tidak meragukannya karena pada saat itu saya pikir itu adalah solusi terbaik untuk saya saat ini. Saya ingin membantu tim dan itulah mengapa saya datang ke PSS,” sambung dia.

Akan tetapi, sayangnya Dejan Antonic belum sempat membuktikan lagi tangan dinginnya. Sebab, kompetisi di Indonesia jua harus terdampak dari penyebaran COVID-19.

“Yah mau bagaimana? Karena semuanya demi kesehatan. Kami membuat rencana kerja untuk seluruh situasi ini. Saya senang dengan cara kerjanya. Kami berkomunikasi setiap hari melalui Skype. Mereka telah menangani situasi dengan serius dan saya yakin mereka akan siap menyambut kompetisi lagi,” tutup Dejan Antonic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Stefan Antonic Gabung Timnas U-19 Indonesia Bikin Presiden Kitchee SC Girang

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Pemanggilan Stefan Antonic ke pelatnas Timnas u-19 Indonesia ternyata membuat presiden Kitchee SC, Ken Ng, senang bukan kepalang. Hal ini disampaikan oleh ayah dari Stefan, Dejan Antonic.

Seperti yang diketahui, Stefan Antonic menjadi salah satu pemain yang dipanggil Shin Tae-yong untuk mengikuti pelatnas Timnas U-19 Indonesia. Stefan menjadi satu-satunya pemain dari klub luar negeri yang masuk ke dalam rencana Shin Tae-yong.

Di dalam skuat timnas U-19, Stefan akan bersing dengan sejumlah nama-nama beken. Seperti Beckham Putra (Persib Bandung), Alfeandra Dewangga (PSIS Semarang), Ridho Rizky (Persebaya Surabaya), serta Braif Fatari (Persija Jakarta).

Stefan Antonic - Kitchee SC - Dejan Antonic - Timnas U-19 - @dejan.antonic
instagram.com/dejan.antonic

“Baru tadi saya bicara dengan Presiden Mr. Ken (Presiden Kitchee). Dia senang sekali karena punya satu pemain yang main di Indonesia. Semoga semua bisa lancar nanti,” ujar Dejan Antonic seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman Vocket FC.

Kendati Dejan Antonic berasal dari Serbia, Stefan tetap bisa memperkuat Merah-Putih karena ibunya asli Indonesia. Sang ibu adalah Vena Tikolau yang berasal dari Manado, Sulawesi Utara.

Di sisi lain, pemusatan latihan timnas U-19 Indonesia akan dilangsungkan 17 sampai 29 Maret di kawasan Karawaci, Tangerang. Namun, agenda tersebut harus ditunda akibat wabah virus COVID-19 yang sedang melanda Indonesia.

Hingga kini, baik PSSI maupun Shin Tae-yong belum mengumumkan kapan pelatnas tinnas U-19 Indonesia akan digelar. Pelatnas ini ditujukan untuk membentuk skuat yang akan tampil di ajang Piala AFF U-19 dan Piala Asia U-19.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Dejan Antonic: Anak Saya Akan Berjuang Demi Nama Indonesia

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Dejan Antonic tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya usai sang anak, Stefan Antonic mendapat panggilan ke Timnas U-19 Indonesia. Dia yakin sang buah hati akan memberikan yang terbaik demi Indonesia.

Seperti diketahui, Stefan masuk ke dalam 28 nama pemain Timnas U-19 yang dipanggil untuk menjalani pemusatan latihan dalam waktu dekat. Aksinya bersama klub Hongkong, Kitchee FC, tampaknya menarik perhatian Shin Tae-yong.

Tentu, kabar tersebut bikin Dejan Antonic senang bukan main. Dia berterima kasih kepada tim pelatih yang bakal memberikan kesempatan utuk Stefan Antonic, anaknya.

stefan antonic-picuki
picuki.com

“Terima kasih banyak kepada semua jajaran pelatih yang saya hormati untuk kesempatan ini,” tulis Dejan dalam akun Instagram pribadinya.

https://www.instagram.com/p/B989KuzjuGP/

“Anak saya, Stefan akan berjuang memberikan yang terbaik dan bekerja keras demi nama Indonesia. Saya sangat senang sekali, kami selalu bangga padamu, nak,” lanjut dia.

Stefan Antonic memang memilih untuk menjadi warga negara Indonesia, mengikuti sang ibu yang asli Manado. Meski memang Dejan tetap memilih berkewarganegaraan Serbia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Anak Dejan Antonic Dipanggil TC Timnas U-19 Indonesia

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Timnas U-19 Indonesia akan kedatangan pemain baru. Dia adalah anak dari pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic, yaitu Stefan Antonic.

Sejatinya pihak PSSI belum mengonfirmasi kabar tersebut. Namun, Dejan Antonic mengklaim bahwa Stefan sudah mendapat panggil untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) timnas U-19 Indonesia.

Dejan pun mengaku senang anaknya mendapat kesemapatan berharga ini. Ia berharap sang anak bisa bekerja keras dan membuktikan diri.

stefan antonic-picuki
picuki.com

“Saya senang sebagai orang tua karena dia bisa masuk tim atau negara besar di mana saya dulu bermain dan sekarang menjadi pelatih. Semoga dia bekerja keras untuk Indonesia,” kata Dejan seperti dikutip Football5star dari Vocket FC Indonesia, Jumat (20/3/2020).

“Menjadi sebuah kehormatan besar untuknya bisa bermain di negara besar. Mama, papa, orang tua saya, teman-teman saya juga senang karena Stefan gabung timnas U-19,” ia menambahkan.

Sebagai informasi, Stefan Antonic bermain untuk klub raksasa Hongkong, Kitchee FC. Klub tersebut juga pernah dilatih oleh sang ayah beberapa waktu lalu.

Kendati Dejan berasal dari Serbia, Stefan tetap bisa memperkuat Merah-Putih karena ibunya asli Indonesia. Sang ibu adalah Vena Tikolau yang berasal dari Manado.

Di sisi lain, pemusatan latihan timnas U-19 Indonesia akan dilangsungkan 17 sampai 29 Maret. Namun, agenda tersebut ditunda karena wabah corona yang sedang melanda.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Cara PSS Sleman Antisipasi Penyebaran Virus COVID-19

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – PSS Sleman sudah menyiapkan rencana untuk meminimalisir penyebaran virus COVID-19 bagi para pemain dan seluruh offisialnya. Menurut penuturan pelatih kepala, Dejan Antonic, Super Elja akan menggelar sesi latihan tertutup per tanggal 19 Maret.

Liga 1 memang harus terhenti selama dua pekan karena krisis virus COVID-19 yang mulai mewabah di Indonesia. Penghentian kompetisi ini tak memberikan dampak yang berarti karena Liga 1 memang sudah berencana untuk meliburkan kompetisi hingga awal April mendatang.

“Rencananya, kita akan ada tempat latihan dan tidak ada orang bisa masuk. Kita ingin fokus ke tim dan semoga bisa jalan normal dan sehat,” kata Dejan Antonic seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman resmi Liga 1.

PSS Sleman - Dejan Antonic - COVID-19 - @pssleman 2
instagram.com/pssleman

Lebih lanjut, Dejan juga memutuskan untuk meliburkan para pemainnya selama tiga hari. Namun, ia berharap Irfan Bachdim cs akan tetap melakukan latihan ringan di rumahnya masing-masing untuk menjaga kondisi tubuh.

“Saat ini pemain kita liburkan. Namun saya sudah katakan ke mereka, untuk tetap di rumah jangan banyak keluar,” ujar pelatih asal Serbia tersebut.

Saat ini, PSS menjadi salah satu tim peserta Liga 1 yang belum berhasil meraih kemenangan dari tiga partai perdananya. Laskar Super Elja masih belum bisa keluar dari papan bawah klasemen sementara setelah menelan kekalahan di markas Persib Bandung dengan skor 2-1 pada Minggu (15/3) lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

BREAKING! Dejan Antonic Pelatih Baru PSS Sleman

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – PSS Sleman kembali bikin gebrakan jelang Liga 1 2020 bergulir. Setelah ditinggal Eduardo Perez secara mendadak, mereka kini sudah menunjuk Dejan Antonic sebagai pelatih baru.

Seperti diketahui, Eduardo Perez mengundurkan diri sebagai pelatih PSS Sleman. Disebutkan bahwa dia terlibat perselisihan dengan manajemen dalam pengambilan keputusan.

Kini, dengan Liga 1 2020 tinggal hitungan hari, klub berjuluk Elang Jawa sudah memiliki pelatih baru. Dia adalah Dejan Antonic.

“Pengalaman Dejan sebagai pemain dan pelatih sudah mengenal sepak bola Indonesia dan itu jadi salah satu pertimbangan PSS untuk mengontraknya. Kami yakin dia bisa membawa PSS ke jalurnya di Liga 1 2020,” kata Manajer tim, M Eksan seperti dikutip Football5star dari Bola Nusantara, Rabu (26/2/2020).

Pelatih asal Serbia akan langsung memimpin Fitra Ridwan dkk bertanding pada laga pertama Liga 1 2020 melawan PSM Makassar 1 Maret mendatang. Kendati waktunya sangat mepet, ia diharapkan bisa langsung beradaptasi dengan para pemain.

Adapun mantan pemain Crvena Zvezda sudah sangat familiar dengan iklim sepak bola Indonesia. Pasalnya ia sudah melatih beberapa klub seperti Persib Bandung, Pelita Bandung Raya, Borneo FC, dan Madura United.

Madura United adalah tim terakhir yang dilatih musim lalu. Namun, di sana ia hanya bertahan hingga paruh pertama Liga 1 2019. Dejan Antonic dipecat karena dianggap gagal mengangkat prestasi tim.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

3 Pelatih yang Bisa Jadi Suksesor Banuelos di Persija

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Persija Jakarta saat ini tengah berburu pelatih anyar usai memecat Julio Banuelos. Ada beberapa pelatih yang bisa dijadikan opsi oleh manajemen Persija agar bisa membangkitkan skuat.

Jelas memang, Persija tak mau gegabah menunjuk pelatih baru musim ini. Sebab pada Liga 1 2019, mereka sudah ditinggal dua pelatih sekaligus, yakni Ivan Kolev dan teranyar Julio Banuelos.

Ada tiga nama yang saat ini tengah menganggur. Selain punya pengalaman mumpuni, beberapa nama di bawah ini punya sepak terjang yang bisa jadi pertimbangan.

Siapa saja? Berikut Football5star.com sajikan:

Aidil Sharin

Kontrak Aidil bakal segera kedaluwarsa bersama Kedah FA. Sebab, dia cuma dikontrak selama semusim oleh klub asal Malaysia tersebut. Tercatat, kontraknya baru akan berakhir pada November 2019.

Aidil Shahrin
goal.com

Apalagi, saat ini Liga Super Malaysia sudah berakhir. Dia bersama Kedah FA mampu mengakhiri musim di urutan keempat klasemen dengan sembilan kemenangan, tujuh imbangm dan enam kekalahan dari 22 pertandingan. Tapi, dia saat ini mampu membawa timnya itu lolos ke perempat final Piala Malaysia.

Dejan Antonic

Ada kabar kalau Dejan Antonic sudah disiapkan oleh manajemen Macan Kemayoran. Apalagi saat ini memang sedang menganggur. Hal itu setelah dia mengundurkan diri dari Madura United.

Piala Indonesia - Madura United - Dejan Antonic - @MaduraUnitedFC 2

Apalagi, Dejan punya pengalaman melatih di Indonesia. Dia pernah menangani Persib Bandung, Pelita Bandung Raya, Borneo FC, hingga Madura United.

Angel Alfredo Vera

Vera jua saat ini tengah menganggur usai tercelat dari jabatannya sebagai nahkoda Bhayangkara FC. Peluang Persija untuk ditangani pelatih asal Argentina itu bisa saja besar. Hal itu andai Persija cuma mencari pelatih sampai akhir musim.

alfredo vera

Sang pelatih jua bukan orang baru dalam sepak bola Indonesia. Dia pernah menangani Persipura Jayapura, Persebaya Surabaya, Sriwijaya FC, hingga Bhayangkara FC. Prestasinya jua baik, yakni pernah membawa Persipura juara ISC 2016 dan mempromosikan Persebaya ke Liga 1.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Reaksi Julio Banuelos Soal Ancaman Pemecatan Manajemen Persija

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Julio Banuelos buka suara soal ancaman pemecatan dari manajemen Persija Jakarta. Bukannya ciut nyali, dia justru kian tertantang membawa Persija keluar dari zona merah Liga 1 2019.

Seperti diketahui, nasib Banuelos kian tak menentu usai Persija kalah lagi di Liga 1 2019. Bahkan, manajemen Persija sudah memberikan ultimatum keras buat pelatih asal Spanyol itu.

Mereka masih memberikan kesempatan buat Banuelos, tapi hanya satu pertandingan yakni kala Persija menjamu PSIS Semarang, Minggu (15/9/2019). Andai Persija kalah lagi, Banuelos harus legowo melepaskan jabatannya sebagai pelatih.

Julio Banuelos - Persija Jakarta - persija. id
Media Persija

“Target selalu memenangkan pertandingan. Saya tidak memikirkan hal lain bagaimana tim ini bisa menang di laga esok (melawan PSIS),” ungkap Banuelos dalam laman resmi klub.

Banuelos mengaku bangga dengan reaksi para pasukannya sejauh ini. Apalagi sikap pemain jua sama sekali tak berubah. Mereka ingin membawa Persija keluar dari situasi buruk.

“Kami sangat bangga dengan sikap para pemain. Kami tahu besok laga yang penting. Saya harap kami besok bisa menangkan laga,” pungkas Banuelos.

Persija di tangan Banuelos memang terlihat buruk. Dari 16 laga, Persija di bawah kendalinya cuma meraih empat kemenangan, delapan imbang, dan empat kekalahan.

Manajemen Persija sendiri kabarnya sudah menyiapkan pengganti andai Banuelos mundur. Dua nama yang santer datang, yakni Dejan Antonic dan Aidil Sharin Sahak.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Dejan Antonic vs Aidil Sharin: Siapa Berpeluang Geser Julio Banuelos?

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Masa depan pelatih Persija Jakarta asal Spanyol Julio Banuelos di ujung tanduk. Raihan hasil buruk tim berjuluk Macan Kemayoran memunculkan dua nama pengganti Banuelos, Dejan Antonic dan Aidil Sharin, Jumat (13/9/2019).

Kedua nama di atas sama-sama memiliki peluang cukup besar untuk tangani Persija. Dejan Antonic saat ini belum lagi melatih klub setelah dipecat dari Madura United. Sementara Aidil Sharin kontraknya bersama Kedah FC tinggal hitungan hari.

Namun tentu bagi manajemen Persija Jakarta, hal tersebut bukan ukuran untuk menjadikan keduanya layak melatih Marko Simic cs. Dengan kondisi Persija saat ini dibutuhkan sosok pelatih yang tidak hanya jago taktik namun juga yang bisa membangkitkan semangat juang pemain.

Persija Jakarta - Julio Banuelos - Arema FC 2
Dok. Ilhamsins

Persija Jakarta saat ini makin terpuruk di posisi ke-17 setelah di kalahkan dua gol tanpa balas oleh Persipura Jayapura di pekan perdana putaran kedua Liga 1 2019. Baik Dejan ataupun Aidil tentu memiliki kepiawaian yang bagus dalam urusan mengolah taktik, pun dengan Banuelos.

Akan tetapi yang dibutuhkan tim Persija saat ini ialah pelatih yang bisa menyadarkan pemain bahwa mereka harus bertanding dengan bangga untuk lambang Monas di dada.

Menilik dari rekam jejak, kedua pelatih ini memiliki gaya dan strategi yang cukup berbeda. Seperti apa gaya dan strategi Dejan Antonic dan Aidil Sharin, berikut ulasannya untuk pembaca setia Football5star.com:

Dejan Antonic: Pengusung 4-2-3-1

Saat masih melatih Madura United di putaran pertama Liga 1 2019, Dejan Antonic melakukan perubahan dari segi formasi. Dejan mengusung formasi 4-2-3-1. Formasi ini di awal-awal pekan Liga 1 2019 cukup ampuh membuat MU jadi tim yang disegani.

Formasi 4-2-3-1 hakekatnya membutuhkan seorang pemain tengah yang jadi komando permainan. Seperti yang dikatakan oleh Pep Guardiola, formasi 4-2-3-1 adalah sisem yang paling distributif untuk seluruh pemain. Ada kesimbangan antara mengoper dan menekan saat membangun skema serangan.

Madura United saat diasuh Dejan saat itu mengandalkan Zulfiandi yang jadi jangkar berduet dengan Asep Berlian. Di posisi tersebut, sangat jarang ia bergerak menjauh dari area permainan timnya sendiri.

Madura United - Dejan Antonic - PSS Sleman - @MaduraUnitedFC
instagram.com/MaduraUnitedFC

Selain untuk menjaga kedalaman serta sekadar membuka ruang agar aliran bola tetap terjaga, hal ini memungkinkan dirinya untuk dapat mengatur tempo dan membantu build up dari belakang dengan lebih leluasa.

Sayangnya kendala dari formasi ini ialah akan kedodoran saat melawan tim dengan skema permainan cepat. Sosok satu gelandang jangkar akan sangat kesulitan bisa bermain on fire selama 2×45 menit jika bermain melawan kecepatan tim lawan.

Hal ini pula yang membuat Dejan bersama Madura United saat melawan Persebaya pada Oktober lalu. Madura keok dengan skor empat gol tanpa balas dari Persebaya, dua gol terakhir Bajul Ijo dibangun dengan skema serangan balik cepat.

Dejan tentu harus bisa mendapat formula tepat jika memang pada akhirnya ia yang mengganti Banuelos. Pasalnya Banuelos sendiri juga pengusung formasi 4-2-3-1, formasi ini yang membuat Persija alami 2 kekalahan, 8 imbang, dan 2 kali menang.

Di laga terakhir Persija melawan Persipura, bisa terlihat bagaimana rapuhnya sektor tengah Macan Kemayoran menghadapi serangan cepat a la pemain Papua.

Yang paling rentan juga jika Dejan ke Persija dan ia mengusung formasi ini ialah soal siapa pemain yang layak jadi nomor 10? Formasi 4-2-3-1 wajib memiliki pemain no 10.

Tugas si No. 10 ini adalah untuk terus bergerak, menciptakan ruang bukan hanya dari tengah tapi juga sayap. Ia akan menjadi pemain yang, di atas kertas, paling sulit untuk di-man-marking oleh lawan. Riko Simanjuntak saat ini mungkin bisa dikatakan sebagai si pemain no 10, namun penampilan Riko pun kedodoran di beberapa laga.

Singkatya Dejan memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk melatih Persija. Namun yang terpenting bagaimana Dejan mampu membuat pemain Persija bisa on fire dan konsisten dengan perannya di tengah lapangan.

Aidil Sharin: Penganut 4-4-2

Pemain asal Singapura Aidil Sharin kembali dirumorkan bakal melatih Persija Jakarta. Bukan kali ini saja pelatih Kedah FA ini disebut-sebut bakal melatih Macan Kemayoran. Saat masih melatih Home FC pada 2018, ia juga sempat disebut-sebut bakal melatih Persija.

Berbeda dengan Dejan, Aidil merupakan pelatih muda yang setia mengusung formasi klasik 4-4-2. Formasi ini ia terapkan di Kedah FA dan berhasil membuat klub berjuluk The Red Eagle tersebut menduduk peringkat 4 klasemen akhir Liga Malaysia musim ini.

Formasi 4-4-2 pada prinsipnya menerapkan bahwa skema serangan yang paling baik bukan dengan penguasaan bola namun dengan pola bertahan yang baik dan displin. Pada kondisi Persija saat ini, formasi 4-4-2 dinilai cukup relevan diterapkan Aidil jika ditunjuk sebagai pelatih.

Aidil Shahrin
goal.com

Formasi 4-4-2 umumnya akan membuat tim lawan merasa lapangan menjadi lebih sempit. Tim yang mengusung formasi ini akan menekan lawan hingga ke garis yang tinggi untuk mencegah lawan berlama-lama menguasai bola. Usaha mereka akan dihadiahi oleh tekel dan intersep yang umumnya terjadi di tengah

Di Kedah FA, Aidil mempercayakan tugas itu kepada dua gelandang sentralnya Fadzrul Danel dan Baddrol Bakhtiar. mereka yang bekerja keras dari tekel, bergerak membaca bola (menghasilkan intersep), dan mengoper, seperti Kante dan Daniel Drinkwater saat masih membela Leicester.

Jika bicara peringkat Persija saat ini, bisa dikatakan Persija adalah tim yang tertindas. Dan konsep serangan balik a la 4-4-2 sangat cocok untuk diterapkan Marko Simic cs.

Yang dibutuhkan Persija sekarang adalah kemenangan, artinya singkirikan possession yang acapkali ditunjukkan dengan mengggunakan formasi 4-2-3-1. Padahal possession tidak ada artinya jika kesebelasan tidak bisa menciptakan peluang dan gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Dejan Antonic Dilaporkan Bakal Jadi Suksesor Banuelos di Persija

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Nasib Julio Banuelos yang mulai di ujung tanduk bersama Persija Jakarta belakangan memunculkan spekulasi. Ada kabar beredar kalau Persija dilaporkan sudah memiliki calon penggantinya, yakni Dejan Antonic.

Seperti diketahui, nasib Banuelos kian tak menentu usai Persija kalah lagi di Liga 1 2019. Kali ini, mereka harus mengakui keunggulan Persipura yang menang dua gol tak berbalas, Rabu (11/9/2019) lalu.

Bahkan, manajemen Persija sudah memberikan ultimatum keras buat pelatih asal Spanyol itu. Mereka masih memberikan kesempatan buat Banuelos, tapi hanya satu pertandingan yakni kala Persija menjamu PSIS Semarang, Minggu (15/9/2019).

Julio Banuelos - Persija Jakarta - persija. id
Media Persija

Andai Persija tercelat lagi, maka Banuelos harus mengundurkan diri seperti pendahulunya, Ivan Kolev. Ada kabar kalau Dejan sudah disiapkan oleh manajemen Macan Kemayoran.

Football5star.com mencoba mengonfirmasi kabar tersebut ke Dejan Antonic. Namun sayangnya, pesan instan soal konfirmasi kabar itu hanya dibaca saja oleh eks pelatih Persib Bandung itu.

Dejan sendiri saat ini memang sedang menganggur. Hal itu setelah dia mengundurkan diri dari Madura United. Dia mundur karena merasa bertanggung jawab belum bisa membawa klub asal Pulau Garam itu tampil lebih impresif.

Patut dinantikan memang masa depan Banuelos di Persija dan rumor Dejan Antonic. Semuanya akan terjawab usai Persija vs PSIS akhir pekan nanti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Dejan Antonic Minta Madura United Tak Remehkan PSS Sleman

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Madura United, Dejan Antonic, berharap anak asuhnya tak besar kepala dan jumawa setelah meraih dua kemenangan beruntun. Ia pun tak ingin kecolongan ketika Madura United menjamu PSS Sleman pada Rabu (31/7) nanti.

Dalam dua partai terakhirnya, Beto Goncalves dkk mampu mencetak lima gol dan hanya kebobolan sekali. Catatan positif tersebut membuat Madura United tetap bersaing di papan atas klasemen sementara Liga 1 dengan koleksi 20 poin dari sembilan laga.

“Saya sudah bicara sama anak-anak biar tidak besar kepala. Mereka harus tetap jaga hati, jangan bikin sombong. Kemarin, sudah sepakat untuk fokus, kami punya pertandingan Rabu lawan satu tim baru yang juga kuat PSS Sleman,” kata Dejan Antonic dikutip dari laman resmi Liga 1.

“Kami akan langsung recovery besok sore di Bangkalan (Stadion Gelora Madura) sudah tidak ada waktu lagi, kami harus ambil serius lagi game itu (malawan PSS),” sambung pelatih asal Serbia itu.

Meskipun berstatus sebagai tim promosi PSS bukanlah lawan yang bisa dianggap enteng oleh Madura United. Pasalnya, pasukan Seto Nurdiyantoro berhak duduk di peringkat sembilan klasemen Liga 1 dengan koleksi 13 poin dari 10 pertandingan.

Tapi, mereka tak mendapatkan modal yang baik jelang lawatan ke Stadion Gelora Ratu Pamelingan. Pasalnya, PSS harus menelan kekalahan atas PSIS Semarang dan Bali United serta hanya mampu bermain imbang ketika menjamu Barito Putera di tiga pertandingan Liga 1 terakhirnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Madura United Akan Rotasi Pemain Ketika Jamu Badak Lampung

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Meskipun memiliki waktu istirahat yang sedikit lebih panjang, Dejan Antonic memastikan Madura United akan merotasi pemain ketika menjamu Badak Lampung FC akhir pekan nanti. Hal ini dilakukan untuk menjaga kondisi kebugaran pemain.

Empat hari setelah menjamu Badak Lampung, Madura United akan menghadapi PSS Sleman pada partai tunda pekan keempat Liga 1 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan. Tiga hari setelahnya, mereka akan melawat ke markas Bhayangkara FC.

“Besok (Sabtu malam), kami main lawan (Badak) Lampung, mungkin ada rotasi beberapa pemain untuk menjaga kondisi pemain,” kata Dejan Antonic dikutip dari laman resmi Liga 1.

Sinyal ini tentu menjadi pertanda baik untuk penjaga gawang MAdura United, Satria Tama. Ia pun berharap akan dimainkan pada partai melawan Badak Lampung akhir pekan nanti setelah tampil 90 menit ketika Greg Nwokolo dkk melawan Arema FC Sabtu (20/7) lalu.

“Saya selalu siap jika dibutuhkan tim, kapan pun itu. Motivasi saya sedang bertambah setelah kemarin bermain full time dan bisa membantu tim untuk memenangkan pertandingan. Tapi, saya pasrahkan bagi pelatih untuk menentukan siapa yang masuk strateginya,” ujar Satria.

Kemenangan atas Arema FC pekan lalu semakin memantapkan posisi Madura United di papan atas klasemen sementara Liga 1. Saat ini, Laskar Sape Kerap berhak menduduki peringkat tiga dengan koleksi 17 poin dari delapan pertandingan.

https://www.instagram.com/p/B0FRE8Egq7A/

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Dejan Antonic: Madura United Harus Bisa Kembali Raih Kemenangan

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Madura United, Dejan Antonic, merasa kurang puas dengan performa yang ditunjukkan oleh para pemainnya dalam dua pertandingan terakhir. Ia pun berharap akan bisa kembali ke jalur kemenangan ketika Madura United menjamu Arema FC akhir pekan nanti.

Dalam dua partai terakhir, Aleksandar Rakic dkk memang gagal meraih kemenangan. Mereka harus susah payah mencuri satu poin dari markas Tira Persikabo dan kemudian menelan kekalahan ketika bertandang ke kandang Persipura Jayapura.

Salah satu faktor yang membuat Dejan Antonic merasa sangat optimis pada partai melawan Arema nanti adalah, dukungan dari publik Stadion Gelora Ratu Pamelingan. Menurutnya, para penggawa Madura United akan bermain dengan lebih santai di kandang.

“Madura pasti lebih enjoy, lebih rileks saat bermain di rumah sendiri. Kami sudah melalui banyak pertandingan di kandang, selalu ada yang berbeda. Ada motivasi untuk menang, Puji Tuhan nanti lawan Arema bisa mendapatkan tiga poin di rumah,” kata Dejan Antonic dikutip dari laman resmi klub.

Hal senada juga diungkapkan oleh bek sayap, Andik Rendika Rama. Ia pun mengatakan bahwa bermain di hadapan suporter sendiri selalu memberikan semangat dan motivasi ekstra untuk rekan-rekannya di atas lapangan.

“Semua pemain akan lebih senang bermain di kandang sendiri, hampir semua pemain pasti seperti itu. Saya juga akan mendapatkan motivasi lebih, ditambah dengan adanaya dukugan suporter, itu jadi penyemangat kami,” jelasnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Jacksen F Tiago Belum Tentu Bisa Bangkitkan Persipura Jayapura

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Madura United, Dejan Antonic, mengatakan bahwa Jacksen F Tiago belum tentu bisa mengangkat prestasi Persipura Jayapura yang saat ini sedang terpuruk. Ia pun yakin akan bisa mencuri poin dari Jayapura ketika Madura United datang berkunjung pekan depan.

Saat ini, Persipura masih terjebak di zona degradasi klasemen sementara Liga 1. Sejauh ini, mereka belum sekali pun meraih kemenangan dari tujuh partai yang sudah dilakoni dan hanya mampu meraih empat angka.

Hal tersebut membuat manajemen Mutiara Hitam memutuskan untuk memberhentikan Luciano Leandro yang baru ditunjuk sebagai pelatih kepala. Sebagai gantinya, mereka menunjuk Jacksen F Tiago yang baru saja mundur dari kursi kepelatihan Barito Putera.

“Saya baru lihat kemarin di koran soal berita itu. Jacksen sudah lama melatih di sana. Kalau kemarin kita lihat Persipura ada masalah. Saya belum tahu apakah dia bisa bikin Persipura bagus lagi,” kata Dejan Antonic di sesi jumpa pers pasca pertandingan Tira Persikabo vs Madura United.

“Tapi, kami akan datang ke sana untuk curi poin. Saya sudah bilang ke para pemain kalau mau main lebih bagus, kami tak boleh lihat kita lawan siapa. Kita harus main seperti tadi di babak kedua. Berani dan juga bisa mendominasi permainan,” sambung pelatih asal Serbia itu.

Partai melawan Persipura merupakan laga tandang kedua beruntun untuk Madura United. Sebelumnya, Laskar Sape Kerab berhasil mencuri poin dari markas Tira Persikabo pada Jumat (12/7) malam WIB.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Dejan Antonic Ungkap Kunci Kesuksesan Madura United di Pakansari

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Madura United, Dejan Antonic, mengaku sangat senang karena bisa mengamankan satu poin dari markas Tira Persikabo pada Jumat (12/7). Menurutnya, hal tersebut bisa terjadi karena pergantian pemain yang ia lakukan di babak kedua.

Pada partai tersebut, Madura United sempat tertinggal dua gol terlebih dahulu. Masuknya David Laly dan Engelberd Sani di paruh kedua berhasil mengubah jalannya pertandingan dan membuat Laskar Sape Kerrab berhasil membawa pulang satu angka dari Stadion Pakansari.

“Di menit ke-60, kita ganti formasi. Di formasi yang ini, kami bergerak lebih cepat dan lebih bahaya. Kami bisa cetak dua gol dengan formasi baru. Kalau ada 10 menit lagi, mungkin kami akan bisa cetak gol tambahan,” kata Dejan Antonic di sesi jumpa pers pasca pertandingan.

Salah satu pemain yang ditarik keluar pada pertandingan tadi adalah kapten tim, Greg Nwokolo. Dejan Antonic pun mengatakan pergantian tersebut dilakukan karena Greg terlihat kelelahan dan gagal menunjukkan performa terbaiknya di atas lapangan.

“Greg sudah sedikit capek. Karena, kemarin anaknya baru lahir dan hari ini dia kasih maksimum untuk tim. Dan kami semua hargai keputusan itu.”

“Kita ada dua pemain bagus dalam Beto (Goncalves) dan (Aleksandar) Rakic. Tapi, kami membutuhkan dua gol. Pada akhirnya, kami ganti formasi dari 4-3-3 ke 4-4-2. Puji tuhan kami bisa samakan kedudukan,” tandas Dejan Antonic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]