Mau Juara, Kulusevski Disarankan Legenda Swedia ke City

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Dejan Kulusevski menjalani musim pertama yang menjanjikan bersama Juventus. Kendati Juve gagal mempertahankan scudetto, performa sang pemain cukup membanggakan.

Musim lalu Dejan Kulusevski mencatatkan tujuh gol dan tujuh assist bersama Juventus. Legenda Swedia, Marcus Allback melihat sang pemain akan terus berkembang.

Walau begitu, Allback menilai penggawa timnas Swedia harus pindah demi memanen gelar. Manchester City disebut sebagai tempat ideal.

marcus allback swedia qlur
qlur.com

“Jika Dejan ingin memenangkan trofi secara langsung, jelas Manchester City menjadi klub yang tepat untuknya. Saya tidak ragu bahwa dia bisa melakukannya dengan baik di sana,” kata Marcus Allback seperti dilansir Tribal Football, Sabtu (7/8/2021).

“Dia punya semua seifat untuk tampil baik di bawah kendali Pep Guardiola. Dejan suka memainkan umpan pendek, suka menggiring bola dan memanfaatkan bola. Dan itu sangat cocok di City,” ia menambahkan.

Dejan Kulusevski mencetak gol pertama Juventus di Serie A musim 2020-21.
tuttosport

The Cityzens sejatinya sudah memiliki pemain melimpah di posisi sayap. Ada Riyad Mahrez, Ferran Torres, hingga Raheem Sterling.

Akan tetapi itu bukan jadi penghalang bagi Dejan Kulusevski. Allback percaya pemain 21 tahun mampu bersaing dengan Riyad Mahrez.

“Di Juventus dia telah memainkan sebagian besar permainannya di sisi kanan. Dia bisa menantang Riyad Mahrez jika bergabung dengan Manchester City. Saya yakin dia bisa melakukannya dan menjadi salah satu bintang di sana,” tutup Marcus Allback.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Dejan Kulusevski Akui Musim Lalu Mengecewakan Bagi Juventus

gamespool
Dejan Kulusevski Akui Musim Lalu Mengecewakan Bagi Juventus 7

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Juventus, Dejan Kulusevski, mengatakan bahwa Juventus sedang bekerja untuk kembali merebut Scudetto pada musim ini. Pemain timnas Swedia itu mengakui bahwa musim lalu bisa dibilang merupakan kegagalan untuk Bianconeri walaupun meraih dua trofi.

Juventus meraih gelar Coppa Italia dan Piala Super Italia musim lalu, tapi mereka gagal mempertahankan Scudetto dan hanya bisa finis di posisi ke-4. Kini Juventus baru saja melaksanakan laga uji coba melawan Monza dan menang 2-1 dengan Kulusevski mencetak gol.. Kulusevski yakin ini start yang baik.

“Sangat penting untuk memulai dengan baik. Kami bekerja keras, tidak mudah memainkan pertandingan persahabatan pertama seperti ini. Kami menang dan itu penting,” ucap Kulusevski seperti dikutip Football5Star.com dari Italia 1.

Dia melanjutkan, “Tahun lalu tidak berjalan seperti yang kami inginkan, meskipun kami memenangkan dua trofi. Tahun ini, kami ingin memenangkan liga, kami bekerja untuk itu.”

Juventus memecat Andrea Pirlo dan menunjuk kembali Max Allegri sebagai pelatih. Kulusevski mengatakan bahwa dirinya belajar banyak dengan Allegri, terutama dalam hal bertahan.

“Saya belajar banyak dari Allegri. Di atas segalanya, saya belajar pada level bertahan, setiap hari saya belajar sesuatu yang baru,” kata mantan pemain Parma. Itu.

Juventus akan kembali melanjutkan persiapan pramusim mereka dengan melawan Barcelona di Trofeo Joan Gamper pada 8 Agustus 2021 mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

5 Bintang Muda yang akan Bersinar di Euro 2020

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Perhelatan Euro 2020 tinggal hitungan hari. Para negara peserta telah mengumunkan para pemain yang akan tampil di ajang empat tahunan ini. Sejumlah nama pemain muda diprediksi akan bersinar di Euro 2020.

Phil Foden (Inggris)

Gelandang milik Manchester City jadi andalan Pep Guardiola di musim ini. Meski gagal antarkan City menjadi juara Liga Champions, Foden berperan besar menjadi nyawa bagi permainan Manchester City di Liga Inggris.

Di level tim nasional, Foden menjalani debutnya di tim senior pada September lalu saat Inggris melawan Islandia di UEFA Nationas League. Pada 18 November 2020 di Stadion Wembley, Foden mencetak gol debutnya untuk INggris saat melawan Islandia.

5 Bintang Muda yang akan Bersinar di Euro 2020 _Phil Foden

Sejumlah pihak menganggap gaya main Foden sangat mirip dengan Andres Iniesta dan Zinedine Zidane. Ia mampu menyeimbangkan permainan tim di lini tengah. Sebagai pemain muda, kedewasaan Foden juga layak diancungi jempol.

“Dengan begitu banyak hal pada tahun ini, dia menunjukkan level yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Saya pikir dia sudah dewasa dan dia adalah pemain yang nyata, pemain yang sangat bagus, pemain yang bertalenta,” kata rekan Foden di City, Aymeric Laporte.

Dejan Kulusevski (Swedia)

Permainan Juventus pada musim ini memang mengecewakan penggemar mereka. Namun tidak semua pemain Juventus tunjukkan permainan buruk, salah satunya Dejan Kulusevski. Di ajang Euro 2020, eks Parma ini bisa jadi salah satu pemain muda yang bakal bersinar.

Salah satu kelebihan dari Kulusevski ialah kreativitas membangun skema serangan. Ia juga memiliki kecepatan dan dribbling yang sangat bagus. Yang paling menarik dari pemain satu ini ialah fleksibilitasnya untuk dimainkan di berbagai posisi.

5 Bintang Muda yang akan Bersinar di Euro 2020 _Dejan Kulusevski

Saat masih di Parma misalnya, ia memainkan empat peran berbeda mulai dari gelandang sentral, gelandang serang, winger kanan hingga menjadi penyerang tengah.

“Peran yang tepat bagi saya di Parma adalah sebagai seorang pemain sayap. Di akademi Atalanda, saya malah memulainya dari pemain belakang. Sejauh yang saya ketahui, saya juga bisa ditempatkan sebagai seorang trequartista,” kata Dejan Kulusevksi.

Ryan Gravenberch (Belanda)

Gelandang 19 tahun milik Ajax Amsterdam ini menjadi salah satu pemain muda yang dipanggil pelatih Frank de Boer. Selain Grevenberch, De Boer juga memanggil rekan Gravenberch di Ajax, Jurriem Timber.

5 Bintang Muda yang akan Bersinar di Euro 2020 _Ryan Gravenberch

Keistimewaan pemain satu ini ialah postur tubuhnya yang tinggi menjulang namun memiliki keseimbangan dalam mengatur ritme permainan di lini tengah. Ia juga salah satu pemian Ajax yang musim ini terbanyak melemparkan umpan akurat.

Dari catatan Whoscored, keakuratan passing dari Gravenberch di Eredivisie musim ini mencapai 87 persen. Sedangkan di Liga Europa, keakuratannya mencapai 85 persen.

Karier Gravenberch di level tim Orange dimulai mulai dari level U-19 dan U-21. Di level tim muda itu, Gravenberch dianggap mampu mendikte permainan tim lawan dan memudahkan skema serangan tim yang dibelanya.

João Félix (Portugal)

Atletico Madrid menjadi kampium di LaLiga 2020-21 tak lepas dari permainan apik seorang João Félix. Meski Luis Suarez yang jadi bomber ganas dalam urusan mencetak gol, Felix berkontribusi berikan 7 gol dan 5 asisst di LaLiga.

Penampilan apik Felix ini seperti menjadi penembusan pemain 22 tahun tersebtu setelah di musim ini pertama alami kegagalan. Felix gagal di musim pertamanya juga tak lepas dari cedera yang ia alami dan adaptasi kompetisi LaLiga.

5 Bintang Muda yang akan Bersinar di Euro 2020 _Joao Felix

Salah satu kelebihan dari Felix ialah kemampuannya bermain melebar lewat sayap kiri memanfaatkan naiknya bek kiri lawan. Kedua kaki Felix juga sama kuatnya dan ia acapkali melakukan cut inside, sebelum menendang atau melepaskan umpan ke pemain depannya.

Kemampuan Felix bermain sebagai second striker bisa menjadi sokongan kuat untuk lini depan Portugal di Euro 2020. Namun pilihannya apakah Fernando Santos berani mengoptimalkan Felix atau lebih memilih Bruno Fernandes yang memiliki peran tak jauh berbeda.

Mason Mount (Inggris)

Tak lengkap rasanya jika tidak memasukkan pemberi assist bagi gol Kai Havertz di final Liga Champions 2020-21, Mason Mount. Pemain berusia 22 tahun ini jadi salah satu nyawa bagi permainan The Blues di musim ini.

Gaya permainan Mount banyak diidentikkan dengan mantan pelatihnya, Frank Lampard. Tak hanya Lampard, Mount juga dianggap memiliki kemiripan dengan eks gelandang Manchester United, Paul Scholes. Setidaknya itu yang dikatakan oleh Roy Keane.

5 Bintang Muda yang akan Bersinar di Euro 2020 _Mason Mount

“Cara dia memainkan pertandingan, hampir seperti Paul Scholes. Bermain seperti anak kecil di jalanan, dan semuanya tampak menjadi sangat mudah baginya,” kata Roy Keane.

Sebagai seorang pemain tengah, Mount sendiri lebih suka berperan sebagai pemain nomor 8. Sebagai box to box midfielder, Mount menjalankan tugasnya dengan sangat baik di musim ini. Ia memiliki ketenangan,akurasi umpan dan mampu membaca pergerakan lawan. Hal itu yang ia tunjukkan di final Liga Champions.

Mount begitu apik membuat ruang di area padat dan lalu menciptakan peluang untuk bisa menjadi gol. Ia juga memiliki kemampuan dribel bola yang sangat baik, mampu menggeliat keluar dari ruang sempit dengan gerak kaki yang rapi dan kemudian melepaskan umpan terobosan yang ciamik ke rekannya di lini depan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Sepekan Jelang Lawan Spanyol, Dejan Kulusevski Positif Covid-19

gamespool
Sepekan Jelang Lawan Spanyol, Dejan Kulusevski Positif Covid-19 18

Football5Star.com, Indonesia – Kabar buruk menimpa timnas Swedia jelang Euro 2020, Dua pemain dinyatakan positif Covid-19, salah satunya adalah Dejan Kulusevski. Kabar ini menambah daftar pemain yang terkena Covid-19 jelang Euro 2020.

Swedia akan berhadapan dengan Spanyol di laga pembuka Grup E, Selasa (15/6/21). Namun sepekan jelang laga itu, pelatih Janne Andersson, mengungkapkan bahwa Kulusevski dinyatakan positif Covid-19. Andersson mengkonfirmasi bahwa Kulusevski tidak akan digantikan.

5 Bintang Muda yang akan Bersinar di Euro 2020 _Dejan Kulusevski

“Menyedihkan bagi kami, tetapi di atas segalanya untuk Dejan Kulusevski. Kami tidak akan memanggil pemain lain dan berharap dia bisa bergabung kembali dengan skuat setelah pertandingan melawan Spanyol,” ucap Andersson seperti dikutip Football5Star.com dari Football Italia.

Tim dokter timnas Swedia, Anders Valentin, percaya bahwa Kulusevski telah tertular virus di beberapa titik selama tiga hari libur para pemain setelah kembali dari pertandingan persahabatan melawan Armenia. Dengan begitu, pemain Juventus itu saat ini sedang mengisolasi di Stockholm dan tidak ikut dengan sisa tim ke Gothenborg

Bukan hanya Dejan Kulusevski, pemain timnas Swedia lainnya, Mattias Svanberg juga dinyatakan positif Covid-19. Pemain Bologna itu dinyatakan positif Covid-19 saat berada di Gothenborg dan kini mengisolasi diri di kamar hotel. Swedia sendiri juga harus kehilangan Zlatan Ibrahimovic karena cedera.

Dengan begitu, sudah ada beberapa pemain yang dinyatakan positif Covid-19 jelang Euro 2020. Lawan Swedia nanti, Spanyol, juga memiliki dua pemain, Sergio Busquets dan yang terbaru Diego Llorente. Sedangkan Belanda sudah mengeluarkan Jasper Cillessen yang dinyatakan positif minggu lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Dejan Kulusevski Akui Ini Musim yang Sulit Bagi Juventus

gamespool
Dejan Kulusevski Akui Ini Musim yang Sulit Bagi Juventus 22

Football5Star.com, Indonesia – Pemain muda Juventus, Dejan Kulusevski, mengakui timnya frustasi sepanjang musim 2020-21 dan gagal mencapai target awal. Namun, dia bersyukur Juventus mengakhir musim dengan positif.

Juventus mampu meraih gelar Piala Super Italia dan Coppa Italia musim ini. Namun mereka kehilangan gelar Scudetto dan hampir saja gagal lolos ke empat besar.

Dejan Kulusevski menyebut Cristiano Ronaldo tak puas saat Juventus sudah unggul 2-0 atas Sampdoria.
tuttosport.com

“Akhir musim yang panjang dan sulit. Itu membuat frustasi bagi kami dan fans kami. Kami memiliki ekspektasi yang tinggi tetapi terkadang hal-hal berjalan sebaliknya. Jika musim ini memiliki kutipan: ‘Ukuran akhir dari seorang pria bukanlah di mana dia berdiri di saat-saat nyaman dan nyaman, tetapi di mana dia berdiri pada saat-saat tantangan dan kontroversi’,” tulis Kulusevski seperti dilansir Football5Star.com dari akun Instagramnya.

Kulusevski melanjutkan, “Sangat mudah untuk tersenyum dan berusaha keras ketika semuanya berjalan sesuai keinginan Anda, tetapi bagaimana Anda bereaksi ketika semua tidak sesuai keinginan? Kami tidak pernah berhenti, kami melakukan kesalahan dan semua itu pasti, tetapi tidak pernah berhenti. Tidak pernah, tidak akan pernah.”

Musim ini adalah musim pertama Dejan Kulusevski di Juventus. Dia mampu mencatatkan 7 gol dan 7 assist dari 47 penampilan di semua kompetisi.

“Itu sebabnya di akhir musim kami tetap bangga pada diri kami sendiri, kami berpelukan karena bersama-sama kami meraih hasil yang penting. Bangga menjadi bagian dari klub yang luar biasa ini dan diberkati untuk terus mengejar kebesaran,” kata pemain timnas Swedia itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Ketenangan Dejan Kulusevski Jelang Juventus vs AC Milan

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Grande partita akan tersaji akhir pekan ini. Laga sengit antara Juventus vs AC Milan akan memanas di stadion Allianz, Senin (10/5/2021) dinihari WIB.

Kedua tim saat ini bersaing ketat untuk mempertahankan empat besar. Baik AC Milan maupun Juventus mengumpulkan 69 poin. Siapa pun yang kalah di Turin, hampir dipastikan mereka akan keluar dari zona Liga Champions.

Kendati grande partita ini sangat penting, Dejan Kulusevski tetap menyikapinya dengan santai. Dia menilai persiapan Juve sudah sangat baik untuk menghadapi laga ini.

Juventus - Inter - Italia - AC Milan - Liga Super Eropa - acmilan. com
acmilan.com

“Kami mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan ini. Kami punya waktu seminggu penuh untukmelakukannya. Kami cukup tenang sekarang, masih ada waktu dua hari lagi,” ungkap sang winger seperti dilansir Football Italia, Sabtu (8/5/2021).

Lebih lanjut, Dejan Kulusevski berharap seniornya di timnas Swedia, Zlatan Ibrahimovic, tidak berada dalam kondisi terbaiknya. “Saya sangat mencintanya, tapi saya harap dia tidak tampil seperti yang biasa dilakukan,” ia menambahkan.

Di sisi lain, pemain asal Swedia mengomentari performanya di musim debut bersama Si Nyonya Tua. Baginya semua tidak berjalan lancar.

Kulusevski mengakui sedikit kesulitan beradaptasi. Apalagi di bawah kendali Andrea Pirlo ia ditempatkan di beberapa posisi yang berbeda dnegan karakternya.

“Saya tahu bahwa tahun pertama akan sulit, tapi jika semuanya berjalan lancar itu tidak akan menyenangkan dan saya tidak menyesal,” ungkapnya lagi.

“Saya bermain di posisi berbeda. Di beberapa pertandingan saya bermain lebih baik dan di pertandingan lainnya lebih buruk. Tapi rasa lapar selalu sama,” tutup Dejan Kulusevski.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Kekecewaan Kulusevksi pada Musim Debut Bersama Juventus

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Dejan Kulusevski langsung menembus skuat utama Juventus pada musim pertamanya. Tapi hal itu belum cukup membuat Juve konsisten.

Ini pula yang menjadi kekecewaan Dejan Kulusevski. Pasalnya Juventus tertahan di peringkat ketiga Serie A dan berjarak 10 poin dari Inter Milan di puncak klasemen.

Adapun nasib mereka di Liga Champions lebih mengenaskan lagi. Anak asuh Andrea Pirlo tersingkir di babak 16 besar.

ronaldo kulusevski ronaldo
ronaldo.com

“Ini musim yang mengecewakan saya. Kami harus memulai musim dengan target memenangi trofi. Tidak mudah bergabung dengan Juve saat usai baru 20 tahun. Segalanya baru bagi saya,” ujar sang winger seperti dilansir Football Italia, Selasa (30/3/2021).

“Saya sedikit kesulitan tapi saya terus berkembang walaupun itu akan membutuhkan waktu. Sudah banyak perubahan di sini dan saya tidak terbiasa dengan itu,” ia menambahkan.

Secara permainan, bintang Swedia sedikit tidak nyaman. Sebab perannya beberapa kali diubah oleh Andrea Pirlo. Namun, ia berikrar akan terus bekerja keras untuk memberi yang terbaik.

“Saya telah mengubah peran saya berkali-kali, tapi saya merasa dekat dengan tempat yang saya inginkan. Kami harus bermain lebih baik dan mendapatkan hasil yang lebih baik,” ungkapnya.

“Saat ini bukan suasana yang kami inginkan. Beberapa hari ini terasa rumit tapi saat seperti inilah juara sejati muncul. Anda harus bekerja lebih keras dan semua orang di sini harus melakukan lebih baik lagi,.” tutup Dejan Kulusevski.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Kulusevski Bujuk Ibrahimovic Ikut Swedia ke Euro 2020

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Dejan Kulusevski ikut mendukung wacana kembalinya Zlatan Ibrahimovic ke timnas Swedia. Menurutnya, keberadaan bintang AC Milan sangat penting di Euro 2020 mendatang.

Seperti diketahui, Zlatan Ibrahimovic sudah pensiun dari timnas Swedia. Tapi performa menawan yang dia tunjukkan bersama AC Milan musim ini membuat namanya diperhitungkan lagi untuk comeback.

Hal serupa juga diharapkan Dejan Kulusevski. Menurutnya, bermain bersama pemain idola di tim nasional akan sangat luar biasa. Dia juga percaya publik Swedia sangat menantikan kmebalinya Ibrakadabra.

zlatan ibrahimovic swedia eurosport
eurosport

“Kami saling bertukar pesan. Dia adalah idola bagi saya karena hampir tidak ada orang di udnia ini yang bisa melakukan apa yang dia lakukan. Ketika dia memuji saya itu membuat saya bekerja lebih keras keesokan harinya karena saya sangat bangga,” kata Kulusevski kepada DAZN, Senin (11/1/2021).

“Saya sangat berharap dia kembali mengemban tugas internasional bersama Swedia di Euro. itu akan luar biasa bagi saya dan seluruh Swedia. Ayolah Ibra!,” tandas pemain andalan Si Nyonya Tua.

Peluang kembalinya Ibra ke timnas sangatlah besar. Pelatih Swedia, Janne Andersson, beberapa waktu lalu mengaku sudah menjalin komunikasi dengan sang pemain terkait kemungkinan tersebut.

Dalam usia yang sudah menginjak 39 tahun, mantan pemain Manchester United tidak kehilangan ketajamannya. Terbukti ia kini jadi top skorer AC Milan dengan torehan 10 gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Hadapi Ronaldo di UEFA Nations League, Begini Perasaan Kulusevski

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Swedia akan menghadapi Portugal dalam lanjutan UEFA Nations League, Rabu (14/10/2020) dinihari WIB. Pertandingan ini cukup berarti untuk Dejan Kulusevksi.

Dejan Kulusevski akan kembali menghadapi rekannya di Juventus, Cristiano Ronaldo. Memang ini bukan kali pertama dia melawan sang mega bintang bersama tim nasional.

Tapi tetap saja laga dinihari nanti membuatnya senang. Apalagi kebersamaan mereka di Juventus membuat bintang Swedia mulai mengenal Ronaldo lebih baik lagi dari laga-laga sebelumnya.

ronaldo kulusevski ronaldo
ronaldo.com

“Pada leg pertama tidak mungkin menghentikannya, tidak ada yang bisa melakukannya. Jika dia mengalami hari yang baik, dia akan memutuskan semuanya sendiri,” kata Dejan Kulusevksi seperti dikutip Football5star dari Aftonbladet, Selasa (13/10/2020).

“Pada Rabu kami memiliki kesempatan lain. Akan sangat menyenangkan menghadapuinya lagi disaat kami sudah mengenal satu sama lain lebih baik,” sambung pemain yang didatangkan Juventus dari Parma.

Pada ajang UEFA Nations League 2020, Swedia dan Portugal sudah pernah bertemu September lalu. Kala itu laga dimenangkan anak asuh Fernando Santos.

Portugal menang 2-0 di stadion Friends Arena. Dua gol kemenangan tim tamu saat itu dibukukan oleh Cristiano Ronaldo.

Adapun Kulusevksi dimainkan sebagai starter oleh pelatih Janne Andersson pada laga itu. Tapi ia diganti pada akhir babak kedu oleh Albin Ekdal.

Saat ini posisi Portugal dan Swedia saling bertolak belakang. Cristiano Ronaldo dkk memimpin klasemen Grup 3 dengan tujuh angka. Sementara negara Skandinavia ada di posisi juru kunci tanpa meraih poin.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Tak Dinyana, Dejan Kulusevski Ternyata Pernah Bela Makedonia Utara

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Dejan Kulusevski, bintang muda Juventus, saat ini dikenal sebagai salah satu andalan baru timnas Swedia. Namun, siapa sangka, dia pernah membela Makedonia Utara yang timnas U-19-nya dihajar 1-4 oleh timnas U-19 Indonesia, Minggu (11/10/2020).

Kulusevski memang lahir dan menimba ilmu sepak bola sejak awal di Swedia. Namun, dia punya darah Makedonia Utara yang kental. Itu karena faktor keluarganya. Ayah dan ibu pemain yang musim lalu bermain untuk Parma tersebut memang punya pertalian dengan negeri pecahan Yugoslavia tersebut.

Stefan, ayah Kulusevski, lahir di Swedia. Namun, dia punya ayah dan ibu dari Makedonia Utara. Sementara itu, ibunya, Katica, asli dari negeri itu yang lantas diboyong ke Swedia.

“Faktanya, kami berasal dari Makedonia. Sepertiku, ayahku, Stefan, lahir di Swedia. Namun, pada sebuah piknik ke Ohrid, kota indah di Makedonia, dia bertemu Katica, ibuku, yang saat itu berumur 20 tahun dan lantas mambawanya ke Stockholm,” kata Dejan Kulusevski mengisahkan asal-usulnya seperti dikutip Football5Star.com dari La Repubblica.

Asal-usul Kulusevski tak luput dari perhatian Asosiasi Sepak Bola Makedonia (FFM). Begitu sang pemain mulai mengorbit, mereka coba melakukan pendekatan. Upaya mereka berhasil. Pada 2016, sayap kanan eksplosif itu mau bergabung dengan timnas U-16 Makedonia Utara.

Kulusevski Pilih Swedia sebagai Masa Depannya

Dejan Kulusevski menjalani laga pertama sebagai starter saat melawan Portugal.
footmercato.net

Kulusevski tampil sangat baik bersama Makedonia Utara. Dalam 5 pertandingan, dia mampu membuat 6 gol. Namun, sang pemain kemudian memutuskan kembali membela Swedia seperti saat umur 15 tahun. Kepada pelatih timnas Makedonia Utara, Igor Angelovski, dia menegaskan pilihannya tersebut.

Secara bertahap, Dejan Kulusevski membela timnas junior Swedia. Dia tercatat hanya tak membela timnas U-17. Puncaknya, dia menjalani debut bersama timnas Swedia pada 18 November 2019. Oleh pelatih Janne Andersson, dia dipercaya menggantikan Ken Sema pada menit ke-65 laga melawan Kep. Faeroe yang berkesudahan 3-0.

Sementara itu, laga pertama Kulusevski sebagai starter adalah saat melawan Portugal pada 8 September lalu. Dia tampil penuh selama 90 menit pada laga yang berakhir kekalahan 0-2 pada ajang UEFA Nations League tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Dejan Kulusevski: Juventus Bantai Sampdoria karena Cristiano Ronaldo

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Juventus memulai kiprah di Serie A 2020-21 dengan kemenangan 3-0 atas Sampdoria, Senin (20/9/2020) dini hari WIB. Menurut Dejan Kulusevski, kemenangan besar itu tak terlepas dari dorongan Cristiano Ronaldo di lapangan.

Saat Juventus menjamu Sampdoria, pelatih Andrea Pirlo memasang formasi 3-5-2. Kulusevski diduetkan dengan Ronaldo di lini depan. Hasilnya, kedua pemain itu sama-sama mencetak gol. Sang bintang muda Swedia mencetak gol pembuka, sementara CR7 melesakkan gol penutup.

Bermain bersama di lini depan, Kulusevski sangat merasakan motivasi menggebu-gebu Ronaldo. Menurut dia, megabintang asal Portugal itu meminta dia tak berpuas diri meski Juventus sudah unggul. Dorongan itu menunjukkan mentalitas luar biasa dan sangat mengesankan.

Cristiano Ronaldo membukukan gol ketiga Juventus saat menang 3-0 atas Sampdoria.
tuttosport.com

“Cristiano sungguh fantastis. Aku beruntung memiliki dia sebagai rekan setim. Ketika kami unggul 2-0, dia memintaku untuk terus menyerang. Dia ingin kami mencetak lebih banyak gol dan masih lapar,” urai Dejan Kulusevski selepas pertandingan seperti dikutip Football5Star.com dari Sky Sport Italia.

Pada pertandingan di Stadion Allianz, Juventus membuka keunggulan lewat Kulusevski pada menit ke-13. Dia memanfaatkan bola liar setelah akselerasi Ronaldo dihentikan pemain belakang Sampdoria. Tendangan lengkung mendatarnya ke tiang jauh tak dapat dijangkau kiper Emil Audero.

Keunggulan Juventus bertambah pada menit ke-78 setelah Leonardo Bonucci memanfaatkan kemelut di depan gawang I Blucerchiati. Adapun Cristiano Ronaldo mencetak gol ketiga hanya dua menit jelang laga usai dengan memanfaatkan umpan terobosan Aaron Ramsey.

Kulusevski Lega Langsung Cetak Gol

Mampu mencetak gol pertama Juventus di Serie A, Kulusevski mengaku lega. “Ini malam fantastis. Tak mudah, tapi kami meraih 3 poin dan menang 3-0. Aku senang dapat mencetak gol pada laga pertama yang berarti aku tak perlu berpikir soal mengakhiri kemandulan,” urai pemain yang musim lalu membela Parma tersebut.

Dejan Kulusevski mencetak gol pertama Juventus di Serie A musim 2020-21.
tuttosport.com

Kulusevski juga tak lupa memuji peran apik sang pelatih baru Juventus, Andrea Pirlo. Dalam pandangannya, eks gelandang timnas Italia itu berperan besar pada performa apik para pemain I Bianconeri sepanjang 90 menit menghadapi Sampdoria.

“Andrea sangat santai. Dia percaya kepada para pemainnya dan memberiku bagitu banyak keyakinan. Jadi, mudah saja bermain untuk dia. Dia membiarkaku bermain dan kami dapat bergembira di lapangan,” ujar Kulusevski mengungkapkan pendekatan Pirlo.

Kemenangan 3-0 atas Sampdoria jadi modal apik bagi Juventus dalam menapaki Serie A musim ini. Itu juga jadi modal berharga untuk melakoni pekan ke-2. Sepekan ke depan, Dejan Kulusevski cs. akan melawat ke kandang AS Roma yang pada pekan pertama imbang tanpa gol dengan Hellas Verona.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Dejan Kulusevski Merasa Beruntung Bisa Main Bareng Ronaldo

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Dejan Kulusevski akhirnya diperkenalkan sebagai pemain baru Juventus, Jumat (18/9/2020). Ia pun mengaku sangat senang, terlebih bisa bermain bareng Cristiano Ronaldo.

Dejan Kulusevski sejatinya sudah diresmikan Juventus Januari lalu. Namun, saat itu ia langsung dipinjamkan lagi ke Parma.

Dan pada musim 2020-2021, ia baru benar-benar bermain untuk Si Nyonya Tua dan telah bermain pada laga uji coba melawan Novara. Kulusevski merasa bangga karena bisa bermain untuk tim sebesar Juve dan beradu kehebatan dengan Cristiano Ronaldo.

dejan kulusevski juventus juventusfcen
@juventusfcen

“Cristiano luar biasa. Dia sangat baik. Dia berbicara dengan semua orang, bahkan tentang hal-hal di luar lapangan. Kata-katanya seperti bensin, saya beruntung bisa bermain dengannya dan saya harap bisa membantunya,” ujar wonderkid asal Swedia di laman resmi klub, Jumat (18/9/2020).

Lebih lanjut, mantan pemain Atalanta mengakui bahwa bermain di Juventus akan sangat berbeda dengan klub sebelumnya. Untuk itu ia berharap bisa terus berada dalam kondisi 100 persen dan mengerahkan kemampuan terbaiknya.

“Setiap hari adalah perang, Anda harus selalu berada dalam kondisi 100 persen. Anda tidak bisa datang ke lapangan dan tidak berkonsentrasi karena semua orang akan segera menyadarinya,” imbuh pemain 22 tahun.

“Saya pikir saya bisa memberi tim energi. Saya ingin bersenang-senang saat masuk lapangan. Saya banyak berlari dan akan melakukan segalanya untuk membantu tim saya meraih kemenangan,” tutup Dejan Kulusevski.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Sven-Goran Eriksson Sebut Kulusevski Bisa Menjadi Penerus Ibrahimovic

gamespool
Sven-Goran Eriksson Sebut Kulusevski Bisa Menjadi Penerus Ibrahimovic 48

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih legendaris Swedia, Sven-Goran Eriksson percaya bahwa pemain Swedia, Dejan Kulusevski, punya kemampuan untuk mencapai level seorang Zlatan Ibrahimovic. Apalagi musim ini, Kulusevski bermain bersama Juventus.

Juventus merekrut Kulusevski dengan harga 40 juta euro pada musim dingin lalu, dan langsung meminjamkannya kembali ke Parma. Performa hebatnya pada musim lalu membuat Kulusevski mendapat penghargaan Pemain Muda Terbaik Serie A 2019-20.

Eriksson merasa timnas Swedia saat ini kekurangan pemain bintang seperti Zlatan Ibrahimovic, walaupun dia juga mengatakan performa Kulusevski cs sudah cukup baik.

dejan kulusevksi-swedia-janne andersson
fotbollskanalen

“Swedia sudah sukses pada tahun lalu. Mereka tim yang kolektif, bertahan dengan baik dan bekerja sangat keras. Penyerang mereka di turnamen terakhir adalah para bek dan para penyerang. Tapi, mereka tidak punya Messi, mereka tidak punya Ronaldo, mereka tidak punya Zlatan,” ucap Eriksson seperti dikutip Football5Star.com dari Forza Italian Football.

Mantan pelatih Lazio itu melanjutkan, “mereka tidak punya pemain yang bisa mengambil bola, mendrible sendiri dan memasukkan bola dengan mudah. Saya bisa mengerti pelatih. Jika dia ingin timnya bermain dengan cara itu dan untuk semua pemain berlari, dia tak akan mengambil Zlatan. Dia tak bisa berlari, tapi dia mencetak gol. Dia adalah pemain yang bisa mencetak gol dengan sendirinya dan Swedia tak punya pemain seperti itu.”

Eriksson percaya Dejan Kulusevski bisa melakukan semua hal yang dilakukan Zlatan. Berlari dan mencetak gol sendiri. Dia merasa Kulusevski bisa menjadi pemain bintang Swedia selanjutnya.

“Kulusevski masih 19-20 tahun tapi saya pikir dia punya sesuatu. Dia bisa melakukan segala hal dengan sendiri dan bisa memutuskan permainan dengan sendiri. Swedia membutuhkan itu dan selalu punya itu, tapi sekarang kita tidak punya,” ujar Eriksson.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Dikalahkan Portugal, Striker Swedia Puji Setinggi Langit Cristiano Ronaldo

gamespool
Dikalahkan Portugal, Striker Swedia Puji Setinggi Langit Cristiano Ronaldo 52

Football5star.com, Indonesia – Portugal sukses kalahkan Swedia dengan skor 2-0 di lanjutan UEFA Nations League, Friends Arena, Rabu (9/9/2020). Cristiano Ronaldo borong dua gol kemenangan Portugal pada laga tersebut.

Dua gol ini membuat Ronaldo mencatatkan 101 gol dengan Portugal. Capaian hebat Ronaldo ini pun mengundang pujian dari banyak pihak tak terkecuali dari pemain Swedia sendiri. Striker Swedia yang juga rekan baru Ronaldo di Juventus, Dejan Kulusevski mengatakan bahwa CR7 adalah bakat hebat di sepak bola saat ini.

5 Pemain Termahal di Bursa Transfer Musim Dingin 2020 Dejan Kulusevski @juventusfc

“Dia bakat yang hebat. Dia akan membantu kami (Juventus) menang,” ucap Kulusevski seperti dikutip Football5star.com dari Gazzetta.

Ditambahkan oleh Kulusevski, capaian Ronaldo yang telah mencetak 101 gol untuk Portugal justru membuatnya semakin termotivasi untuk bisa bekerja lebih baik untuk Juventus dan Swedia.

“Hebat. Itu adalah hal-hal yang mendorong Anda untuk bekerja lebih keras. Dia adalah pemain dunia yang ingin dimainkan semua orang, sebuah contoh untuk diikuti,”

“Beruntung bisa bermain bersamanya, saya akan belajar segalanya dari Cristiano. Dia laki-laki yang hebat, baik hati dan selalu siap membantu,” tambah Kulusevski.

Cristiano Ronaldo usai pertandingan melawan Swedia juga memberikan pujian untuk striker 20 tahun yang baru direkrut oleh Juventus tersebut. Menurut Ronaldo, Kulusevski memiliki bakat besar.

“Saya menyukainya, dia memiliki potensi besar dan dia adalah pemain yang luar biasa. Kami berharap untuk bermain bersama dan mencetak banyak gol,” ucap eks pemain Manchester United tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Dejan Kulusevski: Tanpa Parma, Saya Bukan Siapa-Siapa

dinasti
Dejan Kulusevski: Tanpa Parma, Saya Bukan Siapa-Siapa 56

Football5star.com, Indonesia – Winger asal Swedia, Dejan Kulusevski, merasa sangat sedih karena harus meninggalkan Parma pada akhir musim 2019-20. Ia mengaku takkan melupakan semua kenangan manis yang ia dapatkan bersama Gialloblu.

Musim lalu, Kulusevski membela Gialloblu dengan status pinjaman dari Atalanta. Penampilan gemilang Kulusevski pada paruh pertama musim 2019-20 membuat Juventus langsung bergerak cepat dan menggelontorkan dana sebesar 35 juta Euro untuk mengamankannya.

Pemain 20 tahun itu berhasil mencetak 10 gol dan sembilan assist dari 36 penampilan. Catatan tersebut membuat Kulusevski dianugrahi gelar pemain muda terbaik Liga Italia musim ini.

Dejan Kulusevski - Parma - Daily Mail
Gazzetta del Sud

“Saya langsung jatuh cinta ketika pertama kali datang ke sini. Saya menyukai segalanya mengenai kota ini. Di sini, saya bisa hidup dengan tenang,” kata Dejan Kulusevski dikutip dari Football Italia.

“Saya sangat menyukai ketika bertemu para suporter di jalan. Biasanya, kami membicarakan mengenai Parma dan performa saya di atas lapangan. Kami juga biasa bicara mengenai kota yang indah ini,” sambung Kulusevski.

Meski baru bermain bersama Gialloblu selama satu musim, Kulusevski merasa sudah menjadi sosok senior. Menurutnya, Parma merupakan satu keluarga besar dan memiliki tempat khusus di dalam hatinya.

“Parma akan selalu menjadi bagian dari diri saya. Mungkin, saya hanya bermain di sini selama satu tahun. Tapi, rasanya saya sudah menjadi bagian dari klub ini selama 10 tahun.”

“Parma adalah sebuah keluarga besar. Presiden hingga jajaran direktur selalu siap mendengar keluhan para pemain. Klub ini sudah menjadi rumah saya. Parma akan selalu mendapat tempat spesial di hati saya,” tandas Kulusevski.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Wonderkid yang Curi Perhatian di Serie A Musim Ini

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Wonderkid yang Curi Perhatian di Serie A Musim Ini 63

Football5Star.com, Indonesia – Wonderkid Serie A musim ini terbilang mendapatkan kesempatan yang lebih untuk bisa unjuk gigi. Hasilnya sangat istimewa karena mereka langsung jadi andalan timnya masing-masing.

Dejan Kulusevski contohnya. Penampilan apiknya saat dipinjamnkan ke Parma membuat Juventus kemudian membelinya dari Atalanta. Kembali dpinjam di Parma, dia bermain sangat apik hingga memecahkan rekor.

Dimulai dari Kulusevski, berikut ada 5 wonderkid yang curi perhatian di Serie A musim ini versi Football5Star.com:

Dejan Kulusevski

Pemain berusia 20 tahun itu memang tengah menjadi buah bibir sepak bola Italia. Dia menjadi salah satu wonderkid Serie A yang tampil istimewa dengan berhasil mencetak 10 gol dan delapan assist untuk Parma dalam 36 penampilan.

roberto d'aversa-dejan kulusevski-parma-forza parma

Hal itu membuatnya mencetak rekor. Sosok asal Swedia itu menjadi pemain termuda di kompetisi Eropa yang sanggup mengemas 10 gol dan delapan assist dalam semusim ini.

Sandro Tonali

Demikian pula dengan Sandro Tonali. Bersama Brescia musim ini, pemain berusia 20 tahun sudah menjadi tulang punggung tim meski masih belia.

sandro tonali-brescia-fedenerazzurra

Akan tetapi, tugas itu berhasil diemban dengan baik oleh Tonali. Dalam 35 penampilan musim ini dia bahkan sukses mencetak satu gol dan tujuh assist untuk Brescia.

Marash Kumbulla

Hellas Verona musim ini jua tak mau kalah mainkan wonderkid di Serie A. Dialah Marash Kumbala yang muncul menjadi salah satu bek kuat di lini belakang Verona.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Wonderkid yang Curi Perhatian di Serie A Musim Ini
Getty Images

Musim ini, pemain berusia 20 tahun itu sukses menjalani 25 laga di Serie A dengan mencetak satu gol. Catatan individunya juga baik. Dia rata-rata melakukan 1,6 tekel, 2 intersep, dan 3,3 sapuan bola per laganya di Serie A.

Sebastiano Esposito

Masih berusia 18 tahun. Sebastiano Esposito, beberapa kali diberi kesempatan untuk unjuk gigi bersama Inter Milan. Dia diberi kesempatan main sebanyak delapan pertandingan dengan total 196 menit. Bahkan, Esposito sukses mencetak satu gol untuk Inter.

https://www.instagram.com/p/CCBX98fA-ME/

Dalam 176 menit di Liga Italia, Esposito jua punya catatan bagus. Dia rerata melakukan 1,4 tembakan ke gawang, 7,4 umpan, dan 66,1 persen akurasi operan.

Dusan Vlahovic

Wonderkid Serie A lain yang mencuri perhatian ialah Dusan Vlahovic. Pemain Fiorentina itu jua lumayan menonjol musim ini, baik di Serie A maupun Coppa Italia.

Dusan Vlahovic - Patrick Cutrone - German Pezzella - Fiorentina - COVID-19 - @vlahovicdusan

Pemain 20 tahun yang punya postur 190 cm itu total dipercata dalam 34 penampilan atau 1494 menit bersama Fiorentina. Kepercayaan itu tak disia-siakannya dengan total mencetak delapan gol. Enam di Serie A dan dua di Coppa Italia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Dejan Kulusevski Ingin Lewati Capaian Hazard dan De Bruyne

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pemain Parma yang musim depan akan membela Juventus, Dejan Kulusevski, mengatakan bahwa dirinya memiliki kemampuan bagus dan berkeinginan bisa melewati capain Eden Hazard dan Kevin de Bruyne.

“Pemain favorit saya adalah Eden Hazard. Saya menonton semua pertandingannya jadi saya pikir saya bisa mengambil peran yang pernah dia mainkan bersama Sarri di Chelsea,” kata Kulusevski seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sports, Kamis (28/5/2020).

“Kevin de Bruyne adalah salah satu dari lima pemain top dunia. Dia sangat fenomena dan saya ingin seperti dia. Saya telah bermain sebagai seorang mezzala (gelandang tengah) jadi saya tahu bisa melakukan apa yang de Bruyne lakukan,” ucapnya.

5 Pemain Termahal di Bursa Transfer Musim Dingin 2020 Dejan Kulusevski @juventusfc

Pemain berdarah Makedonia ini sendiri direkrut oleh Juventus dari Atalanta dengan mahar sebesar 35 juta euro plus 9 juta euro sebagai bonus tergantung kinerjanya. Namun hingga akhir musim ini, ia berstatus pemain pinjaman di Parma.

“Peran yang tepat bagi saya di Parma adalah sebagai seorang pemain sayap. Di akademi Atalanda, saya malah memulainya dari pemain belakang. Sejauh yang saya ketahui, saya juga bisa ditempatkan sebagai seorang trequartista,”

“Ketik saya bermain, saya tidak berpikir untuk mencetak gol, saya hanya fokus untuk membantu tim mencetak gol. Saya tahu saya harus terus bekerja utuk mendapatkan penampilan terbaik di Serie A.” paparnya.

Sementara itu, dirinya pun tak sungkan jika dianggap sebagai penerus Zlatan Ibrahimovic di Serie A. Sebagai pemain Swedia, ia menganggap pemain AC Milan tersebut sebagai salah satu inspirasinya.

“Dia merupakan idola di seluruh Swedia. Itu adalah mimpi bagi saya untuk bermain melawannya dan bertukar kaos. Dia percaya padaku dan saya pikir, saya bisa melanjutkan jejaknya,” tambah pemain anyar Juventus tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Ini Alasan Dejan Kulusevski Lebih Pilih Juventus Ketimbang Inter

dinasti
Ini Alasan Dejan Kulusevski Lebih Pilih Juventus Ketimbang Inter 70

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Parma, Dejan Kulusevski, mengungkapkan bahwa dirinya tidak sabar untuk segera bermain dengan Cristiano Ronaldo dan Paulo Dybala di Juventus. Seperti yang diketahui, Juve membeli Kulisevski seharga 45 juta euro pada Januari lalu dan langsung dipinjamkan ke Parma sampai akhir musim.

Walaupun banyak pemain bintang di Juventus, Kulusevski siap untuk bersaing mendapatkan tempat utama.

“Saya berada di jalur yang benar, saya merasa lebih kuat setiap hari dan siap untuk tantangan baru. Saya ke sana untuk belajar. Saya tidak sabar berduet dengan Dybala. Pada kasus tertentu, saya bisa bermain di beberapa posisi, dan saya berencana untuk mengklaim tempat saya di Turin,” ucap Kulusevski seperti dilansir Football5Star.com dari La Gazetta dello Sport.

Dejan Kulusevski - Parma - @parmacalcio
twitter.com/parmacalcio

Kulusevski juga mengungkapkan sudah bertemu dengan beberapa pemain termasuk Cristiano Ronaldo.

“Stadion (Alianz) yang luar biasa, atmosfer yang unik. Dan CR7 berkata kepada saya ‘Selamat datang Dejan, bagaimana kabar Anda?. Buffon dan Chiellini juga baik kepada saya. Kegembiraan yang luar biasa bagi seorang anak lelaki yang hanya melihat mereka di TV. Saya harap kami bisa memenangkan Liga Champions,” ujar Kulusevski.

Pemain timnas Swedia itu juga mengungkapkan alasannya kenapa memilih Juventus, padahal Inter Milan juga mengincarnya.

“(Sarri) baik. Saya tahu Chelsea dan cara main dia. Itulah kenapa saya memilih untuk bermain bersama Bianconeri. Dengan (Antonio) Conte, pergerakan dan taktiknya berbeda. Itulah kenapa saya ragu.” kata Kulusevski.

Dejan Kulusevski musim ini mencetak 5 gol dan 7 assist dari 23 laga di Serie A bersama Parma.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Pelatih Swedia Anggap Dejan Kulusevski Seperti Arjen Robben

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih timnas Swedia, Janne Andersson, memuji pemain Parma, Dejan Kulusevski. Ia bahkan menganggap sang pemain seperti Arjen Robben.

Sejak awal musim Dejan Kulusevksi memang tampil memukau bersama Parma. Hal tersebut pun berdampak pada pemanggilan dirinya ke timnas Swedia besutan Janne Andersson.

Kini pemain yang musim depan akan berseragam Juventus menjadi andalan baru di timnas Swedia. Bagi sang pelatih, pemainnya itu punya kontrol bola mumpuni serta penyelesaian akhir memukau.

Arjen Robben tampil gemilang saat Bayern mengalahkan Benfica dan lolos ke babak 16-besar Liga Champions.
@BBCMOTD

“Sepak bola Italia adalah tempat yang bagus untuk belajar tentang sepak bola dalam segala bentuknya. Di Swedia kami belajar tentang taktik yang sangat muda dan itu membantu pemain untuk membentuk fondasi permainan,” kata Andersson kepada Gazzetta dello Sport, Rabu (15/4/2020).

“Ini pula yang sedang dialami Dejan. Dia adalah pemain yang luar biasa. Kita bisa melihat bagaimana dia melangkah, mengontrol bola, melewati lawan, dan mencetak gol. Saya melihatnya sangat mirip dengan Arjen Robben,” imbuhnya.

Tidak ketinggalan, pelatih yang juga legenda Swedia itu mendoakan pemain 20 tahun bisa meraih sukses di Juventus musim depan. “Dia masih sangat muda tapi saya harap di siap dan menjadi pemain penting di Juve,” ia menambahkan.

“Sebagai pelatih tim nasional Anda selalu ingin pemain Anda berada di tim papan atas dan saya pikir dia benar-benar bisa tumbuh bersama Juventus,” tutup Janne Andersson.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Permainan Kulusevski Ingatkan Pelatih Parma pada Pavel Nedved

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Parma, Roberto D’Aversa, takjub melihat perkembangan Dejan Kulusevski musim ini. bahkan ketika melihat sang pemain beraksi di lapangan, ia teringat pada legenda Juventus, Pavel Nedved.

Menurut Roberto D’Aversa, Dejan Kulusevski memiliki karakter yang kuat. Dia juga mempunyai teknik mumpuni serta mampu bekerja sama dengan tim secara apik.

Faktor ini pula yang membuat sang pelatih yakin bahwa pemainnya tersebut seperti Nedved. “Dejan seorang pemenang. Dan ketika Anda menggoda ia akan mengembalikannya. Dia selalu melakukan pekerjaannya dengan cara positif.,” kata D’Aversa kepada Tuttosport, Sabtu (4/4/2020).

Pavel Nedved - Juventus - Manchester United - fanpop
fanpop

“Dia pemain yang sempurna dengan memiliki perpaduan antara teknik, kekuatan, kerja tim, dan tendangan yang keras. Dia mampu mencetak gol dan juga membantu rekan setim untuk mencetak gol. Hal itu mengingatkan saya pada Nedved,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, pelatih Parma mengakui bahwa ia sempat terkejut dengan capaian pemain asal Swedia musim ini. Menurutnya, apa yang dilakukan sang pemain musim ini di luar dugaan.

“Masih sulit untuk berpikir bahwa dia akan membuat dampak luar biasa di Serie A. Dia adalah pembeda di lapangan, melakukan segalanya dengan caranya sendiri. Dia seorang remaja yang siap untuk memulai sesuatu yang baru di tim besar,” imbuhnya.

Musim depan Dejan Kulusevksi resmi berkostum Juventus. Dengan kata lain, ia akan berada di bawah naungan legenda Republik Ceko yang saat ini menjadi wakil presiden Si Nyonya Tua.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Kulusevski: Josip Ilicic Pemain Terkuat yang Pernah Saya Hadapi

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Bintang Parma, Dejan Kulusevski, menceritakan perjalanan kariernya musim ini. Ia pun mengaku jika Josip Ilicic merupakan pemain terkuat yang pernah dihadapi.

Dari semua lawan yang dihadapi, Dejan Kulusevski mengaku kesulitan tiap menghadapi Josip Ilicic. Bahkan baginya pemain Atalanta jadi salah satu yang terbaik di dunia.

“Ilicic pemain terkuat yang pernah saya hadapi selama ini. Dia benar-benar kuat dalam segala hal. Salah satu pemain terbaik di dunia,” kata pemain Parma seperti dilansir Football Italia, Rabu (25/3/2020).

josip ilicic
@Atalanta_BC

“Banyak yang memanggilnya ‘nenek’. Tapi dia tidak seperti itu, dia tidak terlihat sebagai pemain yang sudah tua,” ia menambahkan.

Pemain Swedia sejatinya berasal dari Atalanta, sama seperti Ilicic. Namun, ia dipinjamkan ke Parma sejak awal musim.

Dan di Parma lah ia membuktikan diri dengan telah mencetak lima gol dan tujuh assist musim ini. Capaiannya itu akhirnya membuat Juventus kepincut untuk mendatangkannya.

Juventus pun harus mengeluarkan dana sebesar 35 juta euro untuk mengangkut Dejan Kulusevksi. Namun, Si Nyonya Tua baru bisa memakai jasanya mulai musim depan. Hingga musim ini berakhir, pemain yang baru berusia 19 tahun masih akan bersama Parma

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

5 Pemain Termahal di Bursa Transfer Musim Dingin 2020

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Bursa transfer musim dingin memang sudah berakhir pada Sabtu (1/2) pagi WIB. Berakhirnya bursa transfer membuat para klub sudah tak bisa lagi mendatangkan pemain anyar di tengah musim 2019-20.

Selama kurang lebih satu bulan, klub-klub besar di Eropa sudah mendatangkan pemain-pemain anyar. Kedatangan sejumlah pemain anyar ini tentu diharapkan akan bisa memperbaiki performa klub-klub baru mereka.

Berikut www.old.football5star.com sudah merangkum 5 pemain termahal di bursa transfer musim dingin:

1. Bruno Fernandes – 55 Juta Euro (Sporting CP ke Manchester United)

Bruno Fernandes memang menjadi salah satu nama terpanas yang bursa transfer musim dingin. Pemain asal Portugal itu pun sukses mengamankan kepindahannya ke Manchester United beberapa hari sebelum bursa transfer ditutup.

5 Pemain Termahal di Bursa Transfer Musim Dingin 2020 - Bruno Fernandes
instagram.com/manchesterunited

Untuk mengamankan jasa Fernandes, Manchester United harus mengucurkan dana sebesar 55 juta Euro. Angka tersebut membuat Fernandes menjadi pemain termahal yang berpindah klub du bursa transfer musim dingin tahun ini.

2. Dejan Kulusevski – 35 Juta Euro (Atalanta ke Juventus)

Dejan Kulusevski menjadi pemain muda paling mengejutkan di Serie A musim ini. Bermain di Parma dengan status pinjaman dari Atalanta, Kulusevski mampu mencuri perhatian dengan catatan lima gol dan tujuh assist dari 21 penampilannya.

5 Pemain Termahal di Bursa Transfer Musim Dingin 2020 Dejan Kulusevski @juventusfc
instagram.com/juventusfc

Penampilan brilian dari Kulusevski pun tak luput dari pengamatan Juventus. Bianconerri langsung mengucurkan dana sebesar 35 juta Euro untuk mendatangkan Kulusevski dari Atalanta. Meski sudah menjadi milik Juventus, Kulusevski akan tetap bermain di Parma hingga akhir musim 2019-20 mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Banner LFS Baru
3. Steven Bergwijn – 30 Juta Euro (PSV ke Tottenham Hotspur)

Cederanya Harry Kane dan kepergian Christian Eriksen membuat Tottenham Hotspur harus bergerak cepat di bursa transfer musim dingin. Beberapa hari jelang penutupan, mereka sukses mengamankan jasa pemain muda timnas Belanda, Steven Bergwijn dari PSV dengan banderol 30 juta Euro.

5 Pemain Termahal di Bursa Transfer Musim Dingin 2020 Steven Bergwijn @spursofficial
instagram.com/spursofficial

Meskipun berposisi asli sebagai winger, Bergwijn dianggap mampu menggantikan peran Kane sebagai mesin gol Tottenham. Pasalnya, Bergwijn sudah sempat beberapa kali dimainkan sebagai striker di PSV musim ini.

4. Reinier – 30 Juta Euro (Flamengo ke Real Madrid)

Dalam beberapa tahun terakhir, Real Madrid memang dibuat cukup kepincut oleh talenta muda asal Brasil. Setelah mendatangkan Vinicius Junior dan Rodrygo, kini mereka juga sudah resmi mendaratkan Reinier dari Flamengo dengan banderol 30 juta Euro.

5 Pemain Termahal di Bursa Transfer Musim Dingin 2020 Reinier @reinier.jesus
instagram.com/reinier.jesus

Meskipun baru berusia 18 tahun, Reinier sudah mendapaktan predikat sebagai salah satu remaja terbaik di dunia sepak bola. Ia pun sukses mengantarkan Flamengo meraih gelar Copa Libertadores pada tahun 2019 lalu.

5. Krzysztof Piatek – 27 Juta Euro (AC Milan ke Hertha Berlin)

Performa buruk Krzysztof Piatek musim ini akhirnya membuat AC Milan kehilangan kesabaran. Rossonerri resmi melepas Piatek ke Hertha Berlin dengan banderol 27 juta Euro pada tanggal 30 Januari lalu.

5 Pemain Termahal di Bursa Transfer Musim Dingin 2020 - Krzysztof Piatek
instagram.com/pjona_9

Sebelum resmi menjadi milik Hertha, Piatek memang sudah santer diberitakan siap hengkang dari AC Milan. Ia pun sempat diberitakan siap bergabung ke Tottenham Hotspur dan Chelsea.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Dejan Kulusevski Tak Pikir Panjang Ketika Ditawari Bela Juventus

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Wonderkid asal Swedia, Dejan Kulusevski, mengaku tak butuh waktu lama ketika menerima tawaran untuk membela Juventus. Menurutnya, klub seperti Bianconerri merupakan salah satu klub yang dituju oleh para pesepak bola profesional.

Kulusevski sudah resmi menjadi Bianconerri setelah ia ditebus dari Atalanta dengan banderol 35 juta Euro plus berbagai bonus senilai 9 juta Euro. Pemain asal Swedia itu pun diikat dengan kontrak jangka panjang hingga tahun 2024 mendatang.

“Juventus adalah salah satu klub terbesar di dunia. Ketika semua orang memulai karier sepak bolanya, Juventus menjadi salah satu klub yang diidam-idamkan. Saya pun tak butuh waktu lama untuk menerima tawaran ini.” ungkap Dejan Kulusevski kepada JTV.

Dejan Kulusevski - Juventus - juventus. com
juventus.com

Meskipun sudah resmi menjadi pemain Juventus, Kulusevski akan tetap bermain untuk Parma hingga akhir musim 2019-20. Ia pun berjanji akan tetap menunjukkan penampilan terbaiknya untuk Parma di sisa musim ini.

“Saya punya sebuah pesan untuk para suporter Parma. Saya sudah memikirkan mengenai pertandingan melawan Atalanta hari senin nanti dan siap memberikan apapun untuk bisa meraih kemenangan. Saya akan tetap bekerja keras di Parma. Seperti enam bulan terakhir,” ujar Kulusevski.

“Kepada para suporter Juve, ketika tiba di sini pada bulan Juli mendatang, saya akan melakukan segalanya untuk membela lambang di dada. Saya ingin bekerja keras di setiap sesi latihan dan membuat para suporter bahagia,” tandas Kulusevski.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Dejan Kulusevski Jadi Rekrutan Pertama Juventus di Tahun 2020

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Dejan Kulusevski resmi menjadi pemain pertama yang mendarat di Juventus pada tahun 2020. Kabarnya, Bianconerri harus menebus Kulusevski dari Atalanta dengan banderol 35 juta Euro plus berbagai bonus senilai 9 juta Euro.

Meskipun sudah menjadi milik Bianconerri, Kulusevski akan tetap bermain di Parma hingga akhir musim 2019-20 dengan status pinjaman. Pemain 19 tahun itu baru akan bergabung ke skuat utama Juventus di awal musim 2020-21 mendatang.

“Saya merasa sangat senang. Saya tak menyangka bisa mengawali tahun 2020 dengan begitu baik. Hari ini merupakan momen penting untuk saya, rekan-rekan, keluarga, serta orang-orang yang bekerja sama dengan saya,” ungkap Dejan Kulusevski kepada JTV.

Dejan Kulusevski - Juventus - @juventus
instagram.com/juventus

Tak hanya itu, Kulusevski juga mengaku sudah tak sabar ingin bekerja sama dengan Maurizio Sarri di Stadion Allianz. Menurut Kulusevski, gaya bermain khas Sarri akan bisa membuatnya menunjukkan penampilan terbaik untuk Juventus musim depan.

“Sarri berhasil menunjukkan kinerja yang luar biasa di Napoli dan Chelsea. Saya sudah mempelajari gaya bermainnya dan sangat menyukainya. Karena, bola bergerak begitu cepat hanya dengan satu dua sentuhan dan para pemain selalu bekerja keras di atas lapangan.”

“Saya tentunya ingin terus berkembang dan menjadi pemain yang lebih baik lagi di masa depan. Saya rasa, Sarri akan bisa membuat saya menjadi pemain yang lebih hebat bersama Juventus,” tandas Kulusevski.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Dejan Kulusevski Sudah Jalani Tes Medis di Juventus

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Wonderkid asal Swedia, Dejan Kulusevski, selangkah lagi akan resmi menjadi penggawa anyar Juventus. Pemain 19 tahun itu sudah menjalani tes medis bersama Bianconerri pada Kamis (2/1) pagi waktu setempat.

Kabarnya, Juventus harus mengucurkan dana sebesar 35 juta Euro untuk mengamankan jasa Kulusevski dari Atalanta. Selain itu, Kulusevski juga dikabarkan sudah sepakat dengan kontrak hingga tahun 2024 dan akan mendapatkan bayaran sebesar 2,5 juta Euro per tahun.

Meskipun sudah melakukan tes medis, nampaknya Kulusevski baru akan bergabung dengan skuat Juventus pada pertengahan 2020 mendatang. Pasalnya, klub Kulusevski saat ini, Parma, enggan melepasnya di bursa transfer musim dingin.

Dejan Kulusevski menjadi salah satu pemain yang berhasil mencuri perhatian di Serie A musim ini. Ia sukses tampil apik dengan sumbangsih empat gol dan 17 assist dari 17 penampilannya di Serie A musim ini.

Catatan tersebut membuat ada cukup banyak klub yang mulai memantau Kulusevski. Selain Juventus, Inter Milan juga dikabarkan siap mengucurkan dana besar untuk mengamankan jasa Kulusevski. Akan tetapi, ia sempat mengaku tak ingin hengkang dari Parma di bursa transfer musim dingin.

“Saya masih belum tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Saya terlalu fokus untuk mengembangkan kemampuan dan baru akan mengambil keputusan di musim panas mendatang,” katanya beberapa waktu lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Dejan Kulusevski Dikabarkan Sudah Jadi Milik Juventus

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Wonderkid Atalanta yang cemerlang bersama Parma musim ini, Dejan Kulusevski, dikabarkan sudah menjadi milik Juventus. Seperti dilansir Tuttosport, Direktur Olahraga Fabio Paratici sudah mencapai kesepakatan dengan La Dea selaku pemilik sah sang pemain.

Untuk mendapatkan Dejan Kulusevski yang juga diminati Inter Milan, Juventus dikabarkan siap mengeluarkan uang 35 juta euro plus bonus yang bisa mencapai 10 juta euro. Adapun pemain asal Swedia itu dikabarkan akan menandatangani kontrak lima musim dengan gaji 2 juta euro per musim.

Bukan hanya menyerahkan uang tunai, Juventus juga akan meminjamkan seorang pemainnya kepada Atalanta. Dia adalah Marko Pjaca yang musim ini hanya jadi penghias bangku cadangan.

Dejan Kulusevski memesona bersama Parma di Serie A pada musim ini.
tuttomercatoweb.com

Tuttosport menyatakan kesepakatan transfer telah tercapai di antara semua pihak terkait dan akan diumumkan pada awal Januari 2020. Meskipun demikian, sang pemain baru akan bergabung dengan I Bianconeri pada musim depan.

Dejan Kulusevski mencuri perhatian para penggemar sepak bola berkat performa apik bersama Parma. Pemain berumur 19 tahun itu telah membukukan 4 gol dan 7 assist dalam 17 penampilan di Serie A musim ini. Performa apik itu membawa dia menjalani debut bersama timnas Swedia pada November lalu saat menghadapi Kepulauan Faeroe.

Seiring banyaknya klub teras yang menginginkan Dejan Kulusevski, kubu Parma hanya bisa pasrah. Namun, mereka tetap coba membujuk sang pemain untuk tetap bertahan di Stadio Ennio Tardini. Pelatih Roberto D’Aversa pada pertengahan Desember lalu sempat mengungkapkan bahwa tempat terbaik bagi sang pemain untuk berkembang adalah I Gialloblu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Jadi Buruan Klub Besar, Dejan Kulusevski Buka Suara

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Wonderkid asal Swedia, Dejan Kulusevski, memastikan kalau dirinya takkan hengkang dari Parma di bursa transfer musim dingin. Ia mengaku ingin menghabiskan musim ini di Parma dan baru akan mengambil keputusan di musim panas mendatang.

Penampilan gemilang Kulusevski musim ini membuatnya menjadi buruan dari beberapa tim besar Eropa. Manchester United dan Inter Milan dikabarkan siap menggelontorkan dana besar demi mengamankan jasa Kulusevski.

“Ketika memikirkan soal masa depan, maka saya akan melupakan soal hari ini. Hal itu menjadi alasan saya hanya ingin terus berkembang dan menjadi pemain yang lebih baik saat ini,” ungkap Dejan Kulusevski seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman Football Italia.

Dejan Kulusevski - Parma - @parmacalcio
twitter.com/parmacalcio

“Saya masih belum tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Saya terlalu fokus untuk mengembangkan kemampuan dan baru akan mengambil keputusan di musim panas mendatang,” sambung Kulusevski menambahkan.

Nama Kulusevski mulai mencuat ketika ia membawa tim muda Atalanta meraih gelar Primavera pada musim 2018-19 lalu. Kini, remaja 19 tahun itu menyandang status sebagai salah satu pemain muda terbaik di dataran Eropa.

Bersama Parma, Kulusevski berhasil mencetak empat gol dan tujuh assist dari 17 penampilannya di ajang Serie A. Penampilan gemilang tersebut berhasil membawa Parma sukses menempati posisi tujuh di klasemen Serie A dengan raihan 25 poin dari 17 partai.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Diminati Banyak Klub, Dejan Kulusevski Takkan Tinggalkan Parma

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Direktur olah raga Parma, Daniele Faggiano, mengatakan kalau Dejan Kulusevski takkan hengkang di bursa transfer Januari mendatang. Menurutnya, Kulusevski akan tetap menjadi bagian dari Parma hingga musim panas 2020 mendatang.

Saat ini, Kulusevski memang menjadi buruan dari beberapa klub besar Eropa. Inter Milan dan Manchester United dikabarkan siap menampung pemain asal Swedia itu di bursa transfer musim dingin mendatang.

“Dejan Kulusevski akan tetap bertahan di Parma hingga tanggal 30 Juni 2020. Bicara terlalu banyak mungkin akan mempengaruhi performanya. Tapi, dia sudah menikahi proyek di sini hingga musim panas mendatang,” kata Daniele Faggiano dikutip dari laman Football Italia.

Dejan Kulusevski - Parma - talkSPORT
talkSPORT

“Jika kami harus ikut serta di bursa transfer mendatang, kami hanya akan mencati pengganti dari pemain yang sedang cedera. Karena, saat ini kami memiliki cukup banyak pemain yang harus menepi karena cedera,” sambung Faggiano menambahkan.

Kulusevski mendarat di Parma dengan status pinjaman dari Atalanta pada bursa transfer musim panas lalu. Selama enam bulan bermain di Stadio Ennio Tardini, pemain 19 tahun itu sukses enam assist dan empat gol dari 16 penampilannya di Serie A musim ini.

Di partai melawan Napoli akhir pekan lalu, Kulusevski berhasil menunjukkan penampilan yang gemilang. Sumbangsih satu gol dan satu assist yang ia berikan berhasil membawa Gialloblu membawa pulang tiga poin dari Stadio San Paolo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Pelatih Parma Beri Dejan Kulusevski Nasihat Soal Masa Depannya

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Parma, Roberto D’Aversa, mewanti-wanti Dejan Kulusevski untuk hati-hati dalam menentukan masa depannya. Hal itu diungkapkan selepas keberhasilan I Gialloblu menang 2-1 atas Napoli, Minggu (15/12/2019) dini hari WIB.

Dalam laga yang berlangsung di Stadion San Paolo, Dejan Kulusevski menjadi bintang kemenangan Parma. Dia membuka skor saat pertandingan berjalan empat menit, lalu memberikan assist bagi gol Gervinho yang jadi penentu kemenangan pada injury time.

Performa apik itu kontan membuat Roberto D’Aversa cemas. Pasalnya, sang wonderkid Swedia tengah dipantau sejumlah klub teras. Di antaranya Juventus, Liverpool, Bayern Munich, dan Inter Milan. Kecemasan itu dituangkan dalam petuah yang disampaikan pada konferensi pers pascalaga.

Roberto D'Aversa menilai Dejan Kulusevski belum siap bergabung dengan klub besar.
tuttomercatoweb.com

“Seperti telah saya katakan, untuk kebaikan dirinya, akan lebih baik untuk tetap tinggal di sini. Bagi saya, dia harus tetap di sini. Dia memang pemain pinjaman sehingga klub yang harus menentukan. Namun, inilah tempat yang tepat untuk dia,” urai Roberto D’Aversa soal Dejan Kulusevski seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttomercatoweb.

Lebih jauh, pelatih berumur 44 tahun itu menilai Dejan Kulusevski tak perlu terburu-buru bergabung dengan klub besar. Dalam pandangannya, terlalu dini jika pemain berumur 19 tahun itu hijrah ke klub teras.

“Dia adalah pemain dengan kombinasi kualitas yang bagus. Saya kira dia akan dapat lebih berkembang dan menentukan. Untuk saat ini, dia belum siap untuk bermain di klub besar. Jadi, lebih baik dia bertahan di sini,” ujar Roberto D’Aversa lagi.

Musim ini, Dejan Kulusevski telah bermain 18 kali untuk Parma di Serie A dan Coppa Italia. Dia menjawab kepercayaan Roberto D’Aversa dengan torehan empat gol dan enam assist.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Napoli vs Parma: Dejan Kulusevski Jadi Mimpi Buruk Gennaro Gattuso

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Laga debut Gennaro Gattuso tak berjalan sesuai rencana setelah Napoli dikalahkan oleh Parma pada Minggu (15/12) dinihari WIB. Partai Serie A antara Napoli vs Parma berakhir dengan skor 1-2 berkat aksi gemilang Dejan Kulusevski.

Tampil sebagai tim tuan rumah, Napoli malah harus tertinggal setelah Dejan Kulusevski berhasil melewati hadangan Kalidou Koulibaly dan mencetak gol di menit ke-4. Semenit berselang, Koulibaly harus ditarik keluar karena ia menderita cedera setelah beradu sprint dengan Kulusevski.

Tertinggal satu gol, giliran Napoli yang keluar menyerang. Dimotori oleh Lorenzo Insigne, tim tuan rumah memiliki sejumlah peluang emas di paruh pertama. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat Napoli gagal menyamakan kedudukan.

Di penghujung paruh pertama, Napoli sempat diberikan hadiah penalti. Namun, wasit merevisi keputusan tersebut dan hanya memberikan tuan rumah sepakan bebas. Insigne gagal memaksimalkan kesempatan ini dan paruh pertama berakhir dengan skor 1-0 untuk tim tamu.

Napoli vs Parma - Serie A - Reuters - Gennaro Gattuso
Reuters

Selepas turun minum, Napoli kembali mengambil inisiatif serangan. DI menit ke-58, mereka mendapatkan peluang emas lewat sepakan Insigne dan Arek Milik. Namun, upaya keduanya masih bisa diamankan oleh Luigi Sepe.

Usaha keras Napoli pun akhirnya membuahkan hasil di menit ke-64 setelah Arek Milik sukses menanduk umpan kiriman Dries Mertens. Selepas gol dari Milik, tim tuan rumah semakin gencar melancarkan serangan ke lini belakang Parma.

Terus menyerang, Napoli malah kembali kecolongan di penghujung pertandingan. Berawal dari serangan balik cepat, Gervinho sukses memaksimalkan umpan Dejan Kulusevski dan membuat Stadio San Paolo terdiam.

Skor 1-2 untuk tim tamu pun membuat Napoli gagal memetik kemenangan di delapan laga terakhirnya. Rentetan hasil buruk ini pun membuat Napoli harus terlempar ke posisi delapan klasemen Serie A.

SUSUNAN PEMAIN NAPOLI VS PARMA:

Napoli: 1-Alex Meret; 6-Mario Rui, 26-Kalidou Koulibaly (13-Sebastiano Luperto 5′), 44-Kostas Manolas, 22-Giovanni di Lorenzo; 8-Fabian Ruiz, 5-Allan (14-Dries Mertens 63′), 20-Piotr Zielinski; 7-Jose Callejon, 99-Arek Milik, 24-Lorenzo Insigne (11-Hirving Lozano 79′)

Pelatih: Gennaro Gattuso

Parma: 1-Luigi Sepe; 28-Riccardo Gagliolo, 22-Bruno Alves, 2-Simone Iacoponi, 36-Matteo Darmian; 10-Hernani, 15-Gaston Brugman, 17-Antonino Barilla (8-Alberto Grassi 67′); 44-Dejan Kulusevski, 11-Andreas Cornelius (93-Mattia Sprocati 17′; 97-Giuseppe Pezzela 78′), 27-Gervinho

Pelatih: Roberto D’Aversa

Kartu Kuning: Mertens 79′, Milik 81′ – Gervinho 9′, Gagliolo 63′