Dejan Stankovic Bikin Rekor Dunia bersama Crvena Zvezda

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Crvena Zvezda sudah dinobatkan sebagai juara Liga Serbia beberapa waktu. Kendati juara sebelum kompetisi berakhir anak asuh Dejan Stankovic tetap tampil habis-habisan sampai pekan pamungkas.

Pada laga terakhir melawan Metalac Gornji, Crvena Zvezda menang telak 5-1. Kelima gol dicetak oleh Milan Gajic, Guelor Kanga, Milan Pavkov, dan El Fardou Ben yang bukukan brace.

Sedangkan tim tamu hanya mampu memperkecil ketinggalan lewat Igor Maksimovic. Menang 5-1, klub yang bermarkas di stadion Rajko Mitic menutup musim 2020-2021 dengan status unbeaten.

Ya, mereka tidak terkalahkan sepanjang musim. Lebih hebat lagi mereka mencatatkan 35 kemenangan dan hanya tiga kali ditahan imbang.

Keperkasaan klub ibu kota membuat mereka mengumpulkan 108 poin. Torehan ini ternyata jadi sejarah baru di dunia sepak bola.

Crvena Zvezda jadi klub pertama di dunia yang mampu mengoleksi 108 poin dalam semusim kompetisi. Keperkasaan ini memang sudah terlihat sejak awal musim. Bagaimana tidak, 10 pertandingan awal berhasil disapu bersih dengan kemenangan.

Rentetan kemenangan yang diraih juga berbanding lurus dengan produktivitas tim. Dari 38 pertandingan Liga Serbia, hanya sekali pasukan Dejan Stankovic gagal mencetak gol.

Hal ini membuat Crvena Zvezda mencatatkan 114 gol dalam semusim. Torehan ini sekaligus memecahkan rekor liga milik Partizan Belgrade.

Dejan Stankovic layak dijadikan sosok paling berpengaruh atas keberhasilan klub asal Belgrade. Dia tidak hanya mempertahankan gelar liga. Tapi juga membentuk tim yang tangguh.

Terbukti, sejak menukangi klub yang memiliki nama lain Red Star Belgrade musim lalu, dia hanya sekali kalah di Liga Serbia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Witan Sulaeman Cs Kena Comeback Tim Dejan Stankovic

gamespool
Witan Sulaeman Cs Kena Comeback Tim Dejan Stankovic 6

Football5star.com, Indonesia – Di luar dugaan, klub Witan Sulaeman, FK Radnik hampir meraih angka penuh saat menghadapi anak asuh Dejan Stankovic, Crvena Zvezda dalam lanjutan Liga Serbia, Minggu (18/4/2021). Sempat unggul 1-0 di babak pertama, FK Radnik malah kena comeback di babak kedua.

Bermain di Red Star Stadium, tim tuan rumah seperti dikutip dari data Sofascore pada awal babak pertama cukup mendominasi permainan. Namun pertahanan Radnik cukup tangguh untuk menahan gempuran dari pemain Crvena Zvezda.

Peluang emas di dapat Crvena Zvezda pada menit ke-24, namun usaha dari Fillippo Falco hanya menyamping dari gawang Radnik. Sebelumnya pada menit ke-19, pelatih Radnik Slavoljub Djordjevic harus menarik keluar kiper utamanya, Ivan Kostic karena cedera.

Radnik Hampir Kalahkan Tim Dejan Stankovic, Witan Masih Terpinggirkan

Petaka untuk tim tamu datang pada menit ke-34, striker Uros Milovanovic berhasil membuat tim tamu unggul 1-0. Pada babak kedua, tim tuan rumah akhirnya mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-54 lewat aksi Nemanja Milunovic. Crvena malah berbalik unggul 2-1 lewat aksi Mirko Ivanic pada menit ke-84.

Ini jadi kali keempat, Witan sama sekali tak dimainkan oleh Djordjevic. Witan terakhir dimainkan padan 21 Maret 2021 saat FK Radnik kalah 0-1 dari FK Rad Beograd. Saat itu Witan masuk pada menit ke-72 menggantikan Spasic.

Susunan pemain Crvena Zvezda vs FK Radnik:

Crvena Zvezda: Milan Borjan, Milan Rodic, Milos Degenek, Radovan Pankov, Marko Gobeljic, Sekou Sanogo, Zeljko Gavric, Velijko Nikolic, Mirko Ivanic, Filippo Falco, Diego Falcinelli

Kartu kuning: Sekou Sanogo

Kartu merah:

Pelatih:Dejan Stanković

FK Radnik: Ivan Kostic (Stefan Randelovic 19′), Ranko Jokic, Nikola Radmanovic, Uros Stojanovic, Bogdanovski, Beiber, Bainovic, Lukic, Danoski, Uros Milovanovic, Bogdan Stamenkovic

Kartu kuning:

Kartu merah:

Pelatih: Slavoljub Djordjevic

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gemilang di Serbia, Dejan Stankovic Siap Kembali ke Italia?

gamespool
Gemilang di Serbia, Dejan Stankovic Siap Kembali ke Italia? 10

Football5star.com, Indonesia – Kegemilangan Dejan Stankovic bersama Crvena Zvezda pada musim 2020-21 tak luput dari pengamatan tim-tim kasta teratas Liga Italia. Salah satu tim yang dilaporkan tertarik menggunakan jasa Stankovic musim depan adalah Sampdoria.

Di bawah komando Stankovic, Crvena Zvezda berhasil tampil luar biasa di Liga Serbia musim ini. Mereka saat ini duduk di puncak klasemen dengan perolehan 89 poin. unggul 12 angka dari Partizan Belgrade yang ada di posisi kedua.

Tak cuma gemilang di kompetisi domestik, Stankovic dan Crvena Zvezda juga berhasil unjuk gigi di Eropa. Mereka berhasil melaju hingga ke babak 32 besar Liga Europa sebelum disingkirkan oleh raksasa Italia, AC Milan.

Dejan Stankovic - Sampdoria - Crvena Zvezda - Tuttocampo - liga italia
Tuttocampo

Menurut laporan Il Secolo, Dejan Stankovic menjadi kandidat terkuat untuk menggantikan posisi Claudio Ranieri. Pelatih berusia 69 tahun itu memang santer diberitakan siap meninggalkan Sampdoria karena tak memiliki hubungan baik dengan presiden klub. Massimo Ferrero.

“Saya tak mau terburu-buru menandatangani perpanjangan kontrak. Saya juga tak pernah meminta manajemen klub untuk segera memberi kontrak baru,” kata Claudio Ranieri pada Februari 2021 lalu.

“Saya hanya ingin hadir di pinggir lapangan dan menjalankan tugas secara maksimal. Itu adalah hal yang sangat saya sukai,” sambung Ranieri.

Situasi Ranieri membuat Sampdoria langsung bergerak cepat mendekati Stankovic. Kabarnya, manajemen Il Samp sudah melakukan pertemuan dengan Stankovic pada awal April 2021 lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Dejan Stankovic: Lawan AC Milan Seperti Derbi Bagi Saya

gamespool
Dejan Stankovic: Lawan AC Milan Seperti Derbi Bagi Saya 14

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Crvena Zvezda, Dejan Stankovic, semringah setelah timnya bisa menahan imbang AC Milan dengan skor 2-2, (19/2/21). Stankovic mengatakan timnya pantang menyerah walaupun bermain dengan 10 orang.

Laga Crvena Zvezda vs AC Milan di babak 32 besar Liga Europa leg pertama berakhir dengan skor 2-2. Tim asal Serbia itu sempat tertinggal 2-1 dan harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-77. Tapi Milan Pavkov berhasil menyamakan kedudukan pada penghujung pertandingan.

Crvena Zvezda vs AC Milan I Rossoneri Imbang Lawan 10 Orang
@crvenazvezda_en

“Milan mematikan dan sangat cepat dalam serangan balik. Kami tidak pernah menyerah dan saya senang untuk para pemain. Ini seperti laga derbi bagi saya, lalu kita akan lihat apa yang terjadi dengan yang asli pada hari Minggu (Derby della Madonnina),” kata Stankovic seperti dilansir Football5Star.com dari Sky Sport Italia.

Legenda Inter itu menyayangkan laga masih diadakan tanpa penonton karena atmosfer dari Stadion Marakana sangat berpengaruh terhadap pertandingan. Walaupun pada laga tadi, ada sekitar seribu fans berkumpul di luar stadion dan suaranya sampai terdengar masuk ke dalam.

“Saya memiliki hak istimewa bermain di Marakana yang penuh sesak, dan saya dapat mengkonfirmasi bahwa suasananya benar-benar membuat perbedaan. Sayang sekali, tapi kami hanya bisa berharap sepakbola bisa kembali normal secepat mungkin,” kata Dejan Stankovic.

Pertandingan leg kedua akan diadakan di San Siro pada Jumat pekan depan (26/2/21).

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ingin Bantu Inter, Crvena Zvezda Siap Bikin AC Milan Kelelahan

gamespool
Ingin Bantu Inter, Crvena Zvezda Siap Bikin AC Milan Kelelahan 18

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Crvena Zvezda, Dejan Stankovic, mengaku yakin anak asuhnya akan bisa membuat AC Milan kerepotan pada partai Liga Europa, Jumat (19/2) nanti. Menurut Stankovic, kelelahan yang dialami Rossonerri akan membantu Inter Milan meraih kemenangan pada partai derbi akhir pekan nanti.

Rencananya, AC Milan memang akan menghadapi Inter pada Minggu (21/2) mendatang. Laga ini memiliki arti penting karena kedua tim saat ini duduk di posisi dua teratas klasemen Liga Italia.

“Inter saat ini sedang berada di atas angin dan menentukan nasibnya sendiri. Menurut saya pribadi, tak bermain di kompetisi Eropa merupakan sebuah keuntungan besar,” ujar Dejan Stankovic dikutip football5star dari laman Football Italia.

Inter - AC Milan - Dejan Stankovic - Crvena Zvezda - Archyde
Archyde

“Saya tentunya berharap Crvena Zvezda akan bisa membuat para pemain Milan kelelahan akhir pekan nanti. Antonio Conte adalah pelatih tangguh yang memiliki skenario untuk berbagai situasi,” sambung Stankovic.

Lebih lanjut, Stankovic merasa sangat tekesan dengan penampilan Rossonerri di bawah komando Stefano Pioli musim ini. Menurut Stankovic, AC Milan memiliki skuat yang dihuni banyak pemain hebat.

“Saya ingin memberikan pujian kepada Stefano Pioli yang kini mulai mendapat hasil kerja kerasnya ketika nasibnya masih belum pasti.”

“Mereka memiliki skuat yang dihuni dengan pemain luar biasa. Diantaranya adalah (Rafael) Leao, (Ante) Rebic, (Samu), Castillejo, Zlatan (Ibrahimovic), (Franck) Kessie serta (Theo) Hernandez yang tampil hebat musim ini,” tandas Stankovic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Timnya akan Melawan AC Milan, Ini Komentar Dejan Stankovic

gamespool
Timnya akan Melawan AC Milan, Ini Komentar Dejan Stankovic 21

Football5Star.com, Indonesia – Drawing Babak 32-Besar Liga Europa sudah resmi diumumkan. Salah satu laga menarik adalah Red Star Belgrade vs AC Milan, dimana Red Star saat ini dilatih oleh legenda Inter Milan, Dejan Stankovic.

Stankovic akan kembali ke San Siro sebagai pelatih Red Star dan akan melawan rival mantan timnya, Milan. Stankovic merasa Rosonerri adalah tim yang kuat mengingat mereka saat ini pemuncak klasemen Serie A.

“Mereka lawan yang kuat. Kemarin, saya menonton Milan vs Parma, di mana Parma bermain sangat fenomenal, tapi Milan mendominasi. Mereka yang pertama di Serie A dan kami tidak membuang waktu membicarakan sejarah mereka dan apa yang diwakili Milan di kompetisi Eropa,” ucap Stankovic seperti dilansir Football5Star.com dari Football Italia.

Mantan pemain Lazio itu melanjutkan, “Mereka telah melalui transisi selama dua tahun terakhir, tetapi kesannya adalah bahwa mereka telah menemukan keseimbangan musim ini. Ini akan menjadi pertunjukan, saya tidak punya masalah untuk mengatakannya. Saya ingin sesuatu berubah saat itu, mungkin fans bisa kembali ke stadion. Keinginan saya adalah memiliki penonton.”

“Dejan Stankovic mengatakan bahwa timnya akan berjuang semaksimal mungkin walaupun bukan favorit di laga nanti pada Februari tahun depan.

“Kami memiliki dua pertandingan ke depan. Kami akan bertarung satu sama lain. Saya mengatakan kami harus takut pada siapa pun, tetapi hormati semua lawan,” kata Stankovic.

Peraih Liga Champions 2010 itu melanjutkan, “Saya seorang realis dalam hidup, saya sadar bahwa kami tidak termasuk dalam favorit, tetapi kami tidak akan menyerah. Kami akan mencoba memanfaatkan kemungkinan kami dan berjuang tanpa henti.”

Dejan Stankovic baru memulai karier kepelatihannya musim lalu dan langsung berhasil membawa Red Star juara liga. Musim ini mereka berada di puncak klasemen tanpa kekalahan dan hanya kebobolan 7 gol dari 18 pertandingan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Setelah Depak Witan Sulaiman, Radnik Surdulica Dipermalukan Legenda Inter Milan

gamespool
Setelah Depak Witan Sulaiman, Radnik Surdulica Dipermalukan Legenda Inter Milan 26

Football5star.com Indonesia – Saat berita soal didepaknya Witan Sulaiman dari daftar skuat utama kian ramai, Radnik Surdulica mengalami nasib nahas. Radnik dipermalukan tamunya Crvena Zvezda, yang dilatih legenda Inter Milan, Dejan Stankovic, dengan skor telak 1-4 di Stadion Surdulica, Minggu (1/11/2020). .

Crvena Zvezda tak lain merupakan mantan klub tempat pelatih Radnik, Slavoljub Djordjevic, bekerja. Pelatih berumur 39 tahun itu sempat menangani tim junior Crvena Zvezda sebelum menggantikan Simo Krunic di Radnik setelah lima pertandingan Superliga Serbia.

Dejan Stankovic Crvena Zvezda Radnik Surdulica Witan Sulaiman -starsport kurir-rs 1
Starsport/Kurir.rs

Crvena Zvezda menjadi lawan pertama Radnik Surdulica sejak kembalinya Witan Sulaiman dari pemusatan latihan timnas U-19 Indonsia. Apa lacur, hanya beberapa hari jelang pertandingan, ramai pemberitaan bahwa Witan sudah didepak dari daftar skuat utama untuk mengarungi Superliga Serbia.

Tak ada nama Witan Sulaiman di skuat Radnik Surdulica yang terdaftar di laman resmi Superliga Serbia. Dari 30 nama pemain Radnik yang tertera di laman superliga.rs, tak ada lagi Witan Sulaiman.

Ancaman untuk Witan Sulaiman Sudah Datang Sejak Awal Musim

Indikasi perombakan di tubuh skuat Radnik memang sudah terlihat sejak kedatangan dua pemain baru yang posisi bermainnya hampir sama dengan Witan, Nemanja Subotic dan Viktor Lukic. Keduanya terbiasa bermain sebagai gelandang tengah, serang, hingga winger.

Tak heran pula ketika Radnik Surdulica menjamu Crvena Zvezda, Minggu (1/11/2020), nama Witan tak ada di daftar starting XI atau cadangan. Sementara, Nemanja Subotic dan Viktor Lukic diturunkan sebagai starter.

Pada pertandingan tersebut, Radnik Surdulica bernasib nahas dikalahkan Crvena Zvezda dengan skor 1-4. Tim tamu yang dilatih legenda Inter Milan, Dejan Stankovic, mencetak masing-masing dua gol pada setiap babak dan cuma bisa dibalas satu gol oleh Radnik.

Radnik Surdulica vs Crvena Zvezda Witan Sulaiman Dejan Stankovic - starsport kurir-rs
Starsport/Kurir.rs

“Saya puas. Selamat untuk para pemain. Seharusnya kami bisa mencetak lebih dari empat gol,” ucap Dejan Stankovic seusai pertandingan, seperti dikutip Football5star.com dari Blic.rs.

Kekalahan tersebut membuat Radnik Surdulica tak beranjak dari peringkat ke-15 klasemen Superliga Serbia dengan raihan 14 poin dari 13 pertandingan. Sementara Crvena Zvezda kian kokoh memuncaki klasemen sementara dengan 35 poin.

Viktor Lukic Gusur Witan Sulaiman dari Skuat Radnik Surdulica?

Di antara dua pemain baru Radnik yang disebut di atas, Viktor Lukic bisa dibilang pesaing utama Witan Sulaiman. Dia baru didatangkan Radnik pada Februari 2020 dari Cukaricki dan langsung dipercaya tampil 11 kali dari 13 pertandingan yang sudah dijalani Radnik. Semuanya sebagai starter.

Peran yang diemban Viktor Lukic pun sama seperti yang biasa diberikan kepada Witan. Pemain timnas U-21 Serbia itu tujuh kali ditempatkan di posisi gelandang serang, tiga sebagai winger kanan, dan sekali di sisi kiri.

Kini, nasib Witan Sulaiman masih belum jelas. Jika benar-benar didepak dari skuat utama, sejauh ini belum ada konfirmasi di tim mana Witan akan bermain. Pasalnya, di laman resmi Radnik pun tak ada keterangan terkait hal itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Daftar Pemain Inter di Liga Champions, Ada Anak Dejan Stankovic

Football5star.com, Indonesia – Antonio Conte resmi mengumumkan daftar pemainnya yang akan bermain di arena Liga Champions musim ini. Dari 22 nama yamg didaftarkan, pemain keturunan Indonesia, Radja Nainggolan termasuk di dalamnya.

Sebelumnya, nama Radja Nainggolan dirumorkan akan hengkang dari Inter. Namun hingga penutupan bursa transfer musim panas, eks pemain Cagliari tersebut dipastikan akan tetap bertahan di Giuseppe Meazza.

immobile-lazio vs inter milan-OfficialSSLazio

Dikutip Football5star.com dari laman resmi klub, Rabu (7/10/2020) hanya ada dua nama yang dipastikan tidak akan memperkuat Inter di Liga Champions. Mereka adalah Matias Vecino dan kiper Daniele Padelli.

Dicoretnya kiper Daniele Padelli dari skuat membuat Conte mempergunakan kiper Ionut Radu dan Filip Stankovic, anak dari Dejan Stankovic sebagai pelapis kiper utama, Samir Handanovic.

Inter Milan sendiri di babak fase grup tergabung bersama Real Madrid, Shakhtar Donetsk, dan wakil Bundesliga, Borussia Monchengladbach. Laga perdana Inter di Liga Champions akan berlangsung pada 22 Oktober melawan Gladbach atau satu sepakan setelah mereka hadapi AC Milan di Serie A.

Skuat Inter Milan di Liga Champions:

Kiper: Samir Handanovic, Ionut Radu, Filip Stankovic

Bek: Achraf Hakimi, Aleksandar Kolarov, Stefan de Vrij, Darmian, Milan Škriniar, Alessandro Bastoni, Danilo D’Ambrosio, Andrea Ranocchia

Gelandang: Nicolò Barella, Stefano Sensi, Arturo Vidal, Ivan Perišić, Radja Nainggolan, Marcelo Brozović, Ashley Young, Christian Eriksen

Depan: Alexis Sanchez, Romelu Lukaku, Lautaro Martinez

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Dejan Stankovic Kenang Saat Lazio Raih Scudetto

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Lazio, Dejan Stankovic mengaku bahwa sampai saat ini dirinya masih cukup mengingat momen Lazio meraih gelar scudetto pada musim 1999-2000.

Lazio di musim ini sukses meraih gelar scudetto setelah di pekan terakhir Serie A Italia mampu mengalahkan Reggina di Stadion Olimpico. Kemenangan membuat Lazio meraih 72 poin selisih satu poin dengan Juventus di peringkat kedua.

“Saya merasa puas dengan kompetisi musim itu. Tuhan membantu kami karena mengirim hujan deras ke Perugia. Kami ditakdirkan untuk juara. Saat itu penuh dengan kegugupan, ketegangan, dan adrenalin” ucap Stankovic seperti dikutip Football5star.com dari vijesti, Jumat (15/5/2020).

“Saya berada di ruang ganti, di sebelah tv. Sangat tegang sehingga saya tidak bisa mandi. Saya berdiri di sudut dan terus berkeringat,” kenangnya.

“Roma saat itu sangat terik, banjir belum pernah terjadi sebelumnya di Perugia dan kemudian tiba-tiba seorang bocah masuk ke ruang ganti dan berteriak dengan gembira,”

Dikatakan oleh pemain asal Serbia tersebut bahwa saat tahu bahwa Lazio meraih gelar scudetto menyusul hasil imbang Juventus di markas Perugia, Stankovic lupa siapa orang pertama yang dipeluknya.

“Saya tidak ingat siapa yang saya peluk pertama kali. Kami meraih gelar scudetto. Kami adalah tim fenomena, saya selalu mengatakan kami bisa memenangkan segalanya.”

Ditambahkan oleh Stankovic, saat bertemu dengan presiden Sergio Cragnotti, ia mendapat pelukan hangat dan mendapat pujian setinggi langit.

“Begitu dia tiba, dia memanggil saya ke kantornya dan berkata, izinkan saya berbicara dengan pemain 24 miliar ini. Dia langsung memeluk saya,” tutup Dejan Stankovic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Bisakah Anak Dejan Stankovic Jadi Kiper Utama Inter Milan?

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Kiper utama Inter Milan, Samir Handanovic, Juli nanti akan berusia 36 tahun. Walaupun secara performa Handanovic masih stabil, tetapi tetap saja dengan usia seperti itu Inter harus segera mencari penggantinya. Rumor terakhir, Inter nampaknya mengincar kiper Argentina, Juan Musso yang saat ini bermain di Udinese. Tapi seharusnya Inter tidak harus membeli kiper lagi, mengingat Inter punya beberapa kiper muda potensial. Salah satunya kiper utama Inter Primavera (U-19), Filip Stankovic.

Filip merupakan anak dari legenda Inter, Dejan Stankovic. Tetapi berbeda dengan ayahnya yang merupakan seorang gelandang, Filip lebih memilih untuk menjadi seorang kiper.

Bagaimana performa Stankovic bersama Inter Primavera? Berdasarkan statistik musim ini, dia sudah bermain sebanyak 18 laga di semua kompetisi dengan mencatatkan 8 cleansheet dan 20 kali kebobolan. Saat ini Inter Primavera berada pada posisi ketiga di Liga Primavera 1 dan berhasil mencapai babak perempat final UEFA Youth League. Sebuah statistik yang cukup impresif. Tapi apakah cukup untuk bisa menjadikan dia kiper utama Inter?

Bagaimana jika kita bandingkan dengan kiper AC Milan, Gianluigi Donnarumma. Kiper timnas Italia itu menjadi kiper utama AC Milan pada usia 16 tahun di musim 2015-16. Pada musim sebelumnya dia bermain bersama AC Milan Primavera dan U-17 dengan statistik 10 pertandingan, 3 cleansheet dan 14 kali kebobolan. Dengan statistik ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Stankovic mengingat total bermain Filip jauh lebih banyak.

Jadi sebenarnya kunci dari keberhasilan Filip Stankovic adalah kepercayaan dari pelatih dan staff tim utama Inter sendiri. Apakah mereka berani memainkan kiper muda seperti AC Milan lima tahun silam?

Kapan Terakhir Kali Inter Memakai Kiper Jebolan Akademi?

Terakhir kali Inter memakai kiper jebolan akademi untuk menjadi kiper utama adalah pada musim 1983-84. Kiper itu adalah Walter Zenga yang nantinya akan menjadi Legenda Inter dan timnas Italia. Tapi setelah dari akademi, Zenga dipinjamkan dulu selama empat musim di 3 klub Serie C yang berbeda.

Barulah Pada musim 1982-83, Zenga kembali ke Inter menjadi kiper pelapis. Tetapi dia dimainkan pada laga Coppa Italia. Karena hal itulah pada saat kiper utama Ivano Bordon pindah ke Sampdorna pada musim depannya, Inter memutuskan untuk tidak mencari kiper baru dan menjadikan Zenga sebagai kiper utama. Kepercayaan itu menuai hasil karena pada musim itu Inter menjadi tim yang paling sedikit kebobolan di Serie A.

Dengan begitu, Inter bisa saja memakai strategi yang sama, dengan berani memainkan Filip Stankovic di laga-laga mudah. Apalagi Stankovic masih bisa bermain di Primavera (U-19) musim depan mengingat usianya tahun ini masih 18 tahun. Jadi Stankovic bisa dimainkan bersama tim utama, tapi jika tidak dimainkan, dia bisa kembali bermain bersama rekan-rekan mudanya alih-alih hanya duduk di bangku cadangan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Juventus Tak Akan Bisa Ikuti Prestasi Inter Milan

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Inter Milan, Dejan Stankovic mengatakan bahwa Juventus tak akan bisa ikuti prestasi trebel winner yang pernah diraih mantan klubnya tersebut.

“Juventus belum dapat meraih trebel winner. Bahkan hal itu tak bisa mereka lakukan saat mereka sudah menginvestasikan begitu banyak uang,” kata Stankovic seperti dikutip Football5tar.com dari Football Italia, Senin (6/4/2020).

“Kami mampu menulis sejarah manis untuk Inter Milan. Momen saat itu sangat luar biasa dan sulit untuk diulang oleh tim lain, termasuk Juventus,” tambahnya.

Juventus Tak Akan Bisa Ikuti Prestasi Inter Milan
getty images

Dejan Stankovic pun mengatakan bahwa ia dan pemain Inter lain di era 2010 sangat berterima kasih kepada kepemimpinan Massimo Moratti. Menurutnya Morrati dan keluarganya telah banyak memberikan hal luar biasa kepada pemain.

“Saya hanya bisa berterimakasih kepada Massimo Moratti dan keluarganya. Mereka telah memberikan banyak hal untuk para pemain.” ucap Stankovic.

“Sosok Jose Mourinho juga sangat penting. Ia mampu memilih pemain yang tepat dan sesuai dengan karakter permainan kami,” papar pemain asal Serbia tersebut.

Dejan Stankovic pun mengatakan bahwa pada era tersebut, para pemain Inter Milan sangat termotivasi untuk meraih semua gelar yang ada. Kondisi yang ini membuat semuanya berjalan lancar.

“Kami ingin memenangkan semua gelar yang ada. Karena Inter tak memilih tapi meraih target. Pada laga final, kami tak bagus di 45 menit pertama, tapi Mourinho mampu membawa kami bangkit dan mencetak sejarah di babak kedua,” tutup Stankovic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Gianfranco Zola: Nicolo Barella akan Jadi Penerus Stankovic di Inter

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kehadiran Nicolo Barella di Inter Milan dikomentari legenda Cagliari, Gianfranco Zola. Ia mengatakan bahwa keberadaan sang gelandang di klub kota mode itu sebagai penerus Dejan Stankovic.

Seperti yang diketahui, Nicolo Barella didatangkan Inter Milan dari Cagliari musim panas ini dengan banderol 45 juta euro. Ia pun sudah mencatatkan satu penampilan saat klub barunya itu dikalahkan Manchester United di International Champions Cup.

Menurut Gianfranco Zola, I Nerazzuri sangat beruntung bisa mendapatkan gelandang muda tersebut. Bahkan ia berkeyakinan mantan pemain Cagliari tersebut merupakan pemain terbaik yang didatangkan Inter selama ini.

Nomor 10, 5 Pemain, Idaman, Gianfranco Zola
zimbio.com

“Saya senang dia akhirnya pindah ke Inter. Bersama pelatih seperti Antonio Conte dia bisa tumbuh lebih baik. Dia adalah salah satu pemain terbaik yang pernah didatangkan klub selama ini. Dia memang sangat spesial,” kata Zola seperti dilansir Football Italia, Rabu (24/7/2019).

“Dengan gaya permainan seperti itu, Barella bisa mengikuti jejak Stankovic, yang kita kenal sebagai gelandang yang sangat komplit dengan kualitas luar biasa. Dia tahu bagaimana memulai pertandingan, mengaturnya, hingga mencetak gol. Saya yakin dia akan menjadi gelandang terbaik di masa depan,” sambungnya.

Lebih lanjut, pria yang baru saja meninggalkan jabatannya sebagai asisten pelatih Chelsea itu mengakui sudah saatnya bagi Nicolo Barella meninggalkan Cagliari untuk memperkuat klub yang lebih besar.

“Saya setuju dengan fan Cagliari yang mengatakan ini waktu yang tepat untuknya pergi ke klub yang lebih besar,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

5 Gol Terbaik Derby della Madonnina Dua Dekade Terakhir

Football5star.com, Indonesia – Pertandingan sarat gengsi bertajuk derby della madonnina antara AC Milan vs Inter Milan akan tersaji di Stadion San Siro pada pekan ke-28 Liga Italia. Dalam dua dekade terakhir ada cukup banyak gol-gol fantastis yang mampu diciptakan kedua tim.

Pertandingan AC Milan vs Inter Milan kali ini akan berlangsung, Minggu (17/3/2019). Pada bentrok pertama kedua kesebelasan musim ini di Liga Italia, Inter berhasil menuai kemenangan 1-0 lewat gol tunggal Mauro Icardi.

Apabila melihat rekor pertemuan kedua tim saat Milan tampil sebagai tuan rumah, Inter lebih diuntungkan. Ya, dalam tiga bentrok terakhir dua tim satu kota tersebut selalu berakhir dengan skor imbang 1-1, 2-2, dan 0-0 setiap Milan berlaku sebagai tuan rumah.

Terciptanya gol-gol fantastis tentu memberikan warna tersendiri di laga derby della madonnina. Berikut lima gol terbaik dalam dua dekade terakhir dalam pertandingan sarat rivalitas AC Milan vs Inter Milan:

5. Gol Goran Pandev (2010)

Goran Pandev mencetak gol pemasti kemenangan 2-0 Inter atas Milan pada 25 Januari 2010. Pandev mencetak gol pada menit ke-65 lewat eksekusi tendangan bebas.

Ia melepaskan tembakan kaki kiri, dari luar kotak penalti. Tingginya tingkat akurasi dan idealnya jarak membuat Pandev mampu menceploskan bola ke gawang Nelson Dida.

Skuat yang saat itu masih ditangani Mourinho sanggup menang meski hanya bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-27 dan sembilan pemain karena kartu merah Wesley Sneijder dan Lucio.

4. Gol Wesley Sneijder (2011)

Wesley Sneijder mencetak gol fantastis juga melalui situasi bola mati. Golnya diciptakan dalam partai derbi della madonnina versi Piala Super Italia pada 6 Agustus 2011.

Gol Sneijder tercipta lewat tendangan bebas di sisi kanan luar kotak penalti Milan di babak pertama. Sepakan kaki kanannya membuat bola menukik tajam ke sudut atas tiang dekat.

Bola tembakan Sneijder sebenarnya mampu dijangkau kiper Christian Abbiati. Akan tetapi, kerasnya laju bola membuat tepisannya membuat bola tidak masuk ke gawangnya.

Akan tetapi, gol indah itu menjadi satu-satunya yang sanggup dicetak pemain I Nerazzurri di laga tersebut. Sementara itu, I Rossoneri bisa membuat dua gol balasan di babak kedua melalui torehan Zlatan Ibrahimovic dan Kevin-Prince Boateng.

Milan pun memastikan keluar sebagai juara pada laga yang berlangsung di Stadion National Beijing.

3. Gol Clarence Seedorf (2004)

Clarence Seedorf sanggup membuat gol spektakuler yang membantu I Rossoneri memenangi pertandingan sarat gengsi melawan Inter. Berkat sumbangan golnya, Milan mampu mengalahkan I Nerazzurri dengan skor tipis 3-2 pada pertemuan kedua musim 2003-2004.

Saat itu, Seedorf yang mengontrol bola di luar garis pertahanan terakhir Inter, tiba-tiba melepaskan tembakan jarak jauh. Bola sepakan meluncur dengan keras dan datar.

Kencangnya laju bola membuat kiper Inter, Francesco Toldo, sedikit terlambat melakukan upaya antisipasi. Meski ia sudah melakukan lompatan menyamping untuk menghalau bola tetap tidak berhasil mencegah bola masuk ke dalam gawangnya.

2. Gol Dejan Stankovic (2009)

Inter berhasil mempermalukan Milan yang tampil sebagai tuan rumah di Stadion San Siro pada 30 Agustus 2009. Tidak tanggung-tanggung kala itu skuat besutan Jose Mourinho mendulang kemenangan telak 4-0.

Dejan Stankovic menciptakan gol yang menggenapi kemenangan besar I Nerazzurri di partai derby della madonnina. Tiga gol lain disumbangkan Thiago Motta, Diego Milito, dan Maicon.

Gol Stankovic bukan sekedar melengkapi kemenangan timnya, tetapi juga tercipta dengan cara luar biasa. Berawal dari operan Sulley Muntari, dengan penuh percaya diri Stankovic melepaskan tembakan jarak jauh.

Gawang Milan yang saat itu dijaga Marco Storari kembali bergetar untuk keempat kalinya. Storari memang terlihat melakukan upaya keras guna menepis bola, tetapi kencangnya laju bola ke arah tiang jauh membuatnya tidak bisa menjangkau.

1. Gol Philippe Mexes (2015)

Gol torehan Philippe Mexes merupakan yang terbaik di pertandingan AC Milan vs Inter Milan dalam dua dekade terakhir. Gol itu memang tidak tercipta di laga derby della madonnina level kompetitif, melainkan di ajang pramusim International Champions Cup 2015.

Akan tetapi, bentrok dua tim satu Kota Milan tersebut selalu sarat gengsi, apa pun levelnya. Laga yang berlangsung di Stadion Shenzhen City ini berhasil dimenangi Milan dengan skor tipis 1-0 yang diciptakan Philippe Mexes.

Akan tetapi, spektakulernya gol Mexes begitu menghibur fan I Nerazzurri tim di China. Gol tersebut berawal dari eksekusi sepak pojok yang dilepaskan Giacomo Bonaventura.

Umpan Bonaventura tidak mengarah tetap ke depan gawang Juan Pablo Carrizo, melainkan sedikit keluar kotak penalti Inter. Namun, di situlah Mexes berada dan tanpa pikir panjang langsung melepaskan tembakan voli sambil melompat.

Di luar dugaan gerakan ciamiknya itu malah membuahkan gol. Tendangan kerasnya membuat bola meluncur cepat dan terarah sehingga membuat Carrizo hanya terperangah tak berdaya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Nicolo Barella Idolakan Dejan Stankovic

Football5star.com, Indonesia – Pemain yang sedang menjadi buruan nomor satu di Italia, Nicolo Barella, mengungkapkan sosok idolanya semasa kecil. Pemain Cagliari ini mengatakan bahwa mantan gelandang Inter Milan, Dejan Stankovic, sebagai idolanya.

Barella saat ini menjadi salah satu gelandang terbaik yang dimiliki Italia. Kendati hanya memperkuat Cagliari, ia mampu menembus skuat Gli Azzurri dan menjadi pilihan utama Roberto Mancini.

Pemain 23 tahun itu pun mengaku permainannya selama ini terpengaruh dengan sosok Stankovic yang selalu bermain dengan determinasi tinggi.

Dejan Stankovic, Inter Milan, Roberto Mancini
sempreinter.com

“Stankovic adalah pemain idola saya. Dia selalu bermain dengan determinasi tinggi dan saya sangat menyukainya. Saya selalu menyaksikan pertandingannya ketika kecil,” ujar Barella seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sport Italia, Selasa (22/1/2019).

“Saya masih ingat gol spektakulernya dari tengah lapangan saat melawan Schalke di Liga Champions. Dia benar-benar luar biasa,” ia menambahkan.

Pada Liga Champions 2011 lalu, Stankovic mencetak gol dari tengah lapangan melawan Schalke. Ia memanfaatkan kesalahan kiper Schalke ketika itu, Manuel Neuer, yang maju meninggalkan gawangnya.

Sementara itu, Barella saat ini masih tarik ulur masa depan dengan Cagliari. Manajemen tentu tidak ingin kehilangan pemain berharganya itu. Tapi di sisi lain, ia membutuhkan tim besar untuk mengembangkan permainan.

Klub-klub besar seperti Inter Milan, Chelsea, Manchester United, dan Juventus, ingin mendapatkan jasanya. Tapi mereka harus lebih bersabar karena Cagliari baru membuka negosiasi terkait pemainnya itu pada musim depan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Brozovic Jadi Pemegang Kendali Permainan Inter Saat Ini

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Kebangkitan performa Marcelo Brozovic musim ini membuat legenda seperti Dejan Stankovic berdecak kagum. Bahkan baginya, sang gelandang kini memegang kendali permainan La Beneamata.

Performa Brozovic sebenarnya mulai membaik musim lalu. Namun, inkonsistensi bermainnya membuat ia kerap tampil di bawah ekspektasi. Tapi musim ini pemain asal Kroasia tersebut jadi sosok tak tergantikan di tubuh Inter. Ia pun menjadi pemain yang selalu diturunkan Luciano Spalletti.

15 laga yang sudah dilakoni musim ini berbuah dua gol yang berasal dari kakinya. Namun, bagi Stankovic, torehan gol pemain yang didatangkan dari Dinamo Zagreb itu tidak penting. Ia justru melihat kepiawaian sang gelandang dalam mengatur ritme saat bertahan dan menyeranglah yang menjadi keunggulannya sekarang.

dejan stankovic scoopnest
scoopnest.com

“Sekarang semua permainan berawal dari kaki Marcelo. Dia menentukan ritme, waktu, dan perubahan kecepatan dalam permainan tim. Ini adalah peningkatan pesat darinya dibandingkan dua tahun lalu saat performanya masih turun dan naik, terutama dalam hal kualitas,” ujar Stankovic kepada media Serbia, Vecernji Senin (19/11/2018).

“Ia sangat mengapresiasi kepercayaan yang diberikan orang-orang padanya. Sebelum Marcelo menemukan posisi ideal di Inter, saya menjulukinya sebagai seekor nyamuk, karena ia bermain di semua posisi dan bergerak ke semua tempat. Spalletti sudah melakukan hal yang benar untuk mengembangkan perannya di lapangan,” ia menambahkan.

Kehebatan Brozovic tidak hanya terdapat dalam mengatur tempo permainan saja. Aksi uniknya dengan menjatuhkan tubuhnya saat menahan tendangan bebas lawan juga menjadi daya tarik tersendiri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Tim-Tim Serie A Tak Bersaing Untuk Jadi Juara

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Mantan penggawa Inter Milan, Dejan Stankovic, mengatakan bahwa tim-tim di Serie A hanya bersaing untuk finis di posisi ke-2 dan tak berusaha untuk menjadi juara. Menurut Stankovic, tak ada tim Italia yang sanggup untuk menandingi kehebatan dari Juventus.

Dalam tujuh musim terakhir, Juventus berhasil menjadi juara dan mendominasi Serie A. Musim ini, kedatangan Cristiano Ronaldo ke Allianz Stadium membuat Bianconerri semakin tak tersentuh di puncak dominasinya. Hingga pekan ke-8 Serie A musim ini, Juventus berada di puncak klasemen dan memiliki rekor kemenangan 100%.

“Saya tak yakin Inter akan mampu memenangkan Scudetto musim ini. Juventus sudah menjadi tim yang terlalu kuat untuk dikalahkan. Dalam beberapa musim terakhir, tak ada tim Italia yang sanggup mematahkan dominasi mereka. Saat ini, para peserta Serie A hanya bersaing untuk finis di peringkat ke-2,” ungkap Stankovic kepada Sky Sports.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga melemparkan pujian kepada Inter Milan. Menurutnya, musim ini Inter memiliki pemain-pemain yang sangat baik serta memiliki kedalaman skuat yang bagus.

Stankovic - Inter - Serie A
Zimbio

“Inter memiliki skuat yang sangat bagus. Mereka memiliki kedalaman skuat yang sangat baik dan hal itu membuat  pergantian pemain di pertandingan menjadi hal yang baik.”

“Saya sangat senang melihat pemain-pemain baru dari Inter musim ini. (Mateo) Politano adalah pemain yang sangat baik dan dapat memecahkan kebuntuan. Saya masih berharap (Roberto) Gagliardini mampu menunjukkan kemampuan maksimalnya. Dia memiliki potensi untuk menjadi pemain inti di masa depan,” pungkas Stankovic.

Kedatangan Modric akan Lebih Fantastis dari Ronaldo

Banner Footbal Live Star-Football5star

 

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Real Madrid, Luka Modric, terus dikaitkan dengan kepindahan ke Inter Milan. Legenda klub, Dejan Stankovic, mengakui kedatangan pemain asal Kroasia itu ke Liga Italia akan terasa lebih fantastis daripada Cristiano Ronaldo.

Seperti yang diketahui, banyak yang meyakini bahwa Modric ingin pindah dari Madrid untuk mencari tantangan baru. Inter menjadi salah satu tim yang paling berpeluang mendapatkannya, apalagi mereka sudah melakukan penawaran.

Kabar ini pun disambut baik oleh Stankovic. Ia percaya kehadiran Modric ke Inter akan mengalahkan pamor Ronaldo yang baru saja menandatangani kontrak bersama Juventus.

dejan stankovic scoopnest
scoopnest.com

“Jika benar kabar Luka Modric ke Inter, ini sangat bagus. Saya Pikir kedatangannya akan terasa lebih fantastis daripada Cristiano Ronaldo ke Juventus,” kata Stankovic seperti dikutip Football5star.com dari Sport Club, Senin (6/8/2018).

“Dalam beberapa musim terakhir Juventus sudah punya tim yang sangat kuat dan kedatangan Ronaldo bisa menambah kualitas mereka. Sedangkan kedatangan Modric ke Inter nanti akan memberikan lompatan yang lebih besar untuk tim dan juga kompetisi Serie A,” ia melanjutkan.

Lebih lanjut, pemain yang merebut treble winner bersama Inter musim 2009-2010 lalu ini juga berbicara mengenai aktivitas transfer I Nerazzuri sejauh ini. Menurutnya, pemain yang didatangkan manajemen sudah sesuai kebutuhan pelatih Luciano Spalletti.

“Saya sudah berbicara dengan Zanetti tentang masa depan tim dan para pemain yang didatangkan. Sejuah ini semua berjalan baik dan mereka mendapatkan pemain yang diiginkan,” tutupnya.

 

Mancini Jadi Alasan Stankovic Pilih Inter

Football5Star.com, Indonesia – Mantan pemain Inter Milan, Dejan Stankovic, kembali mengenang saat-saat ia menerima pinangan I Nerazzuri. Menurutnya, keberadaan Roberto Mancini sebagai juru taktik ketika itu menjadi alasan utamanya berlabuh ke Giuseppe Meazza.

Seperti yang diketahui, Stankovic memperkuat Inter Milan pada musim 2003-2004, yang ketika itu masih dilatih Mancini. Hubungan keduanya memang sangat dekat karena sebelumnya mereka pernah bekerja sama sebagai rekan satu tim di Lazio.

Tidak heran memang jika pria asal Serbia memilih Inter ketimbang tim lain yang juga berhasrat mendatangkannya ketika itu. Kendati Mancini meninggalkan Inter pada 2008 lalu, gelandang tengah ini tetap bertahan hingga memutuskan pensiun di musim 2013-2014.

“Saat itu ada banyak tim yang menginginkan saya, Inter salah satunya. Tapi kemudian Mancini datang dan memberikan penjelasan mengenai sejarah klub, dan saya memilih mereka. Yang terjadi selebihnya adalah sejarah indah selama 10 tahun,” kata Stankovic seperti dikutip Football5star.com dari RTS, Sabtu (21/4/2018).

dejan stankovic scoopnest
scoopnest.com

Bagi pemain yang telah mencatat 368 penampilan di Serie A ini, meraih treble winner pada musim 2009-2010 menjadi capaian tertingginya dalam sepak bola. Menurutnya, menjadi kampiun Liga Champions adalah target semua pemain di Eropa.

“Saya merasa terhormat mendapat banyak dukungan dari fans. Saat memenangi treble, Inter saat itu dihuni pemain yang rata-rata berusia di atas 30 tahun, tapi kami terbukti berhasil. Memenangi Liga Champions adalah puncak dari pencapaian setiap pemain di Eropa,” tutupnya.

Simeone Pasti Akan Latih Inter tapi Tidak Sekarang

Direktur Inter Milan Dejan Stankovic turut mengomentari isu seputar kemungkinan Diego Simeone melatih di klub itu. Menurut Stankovic, Simeone diyakini bakal jadi pelatih Nerazzurri meski bukan dalam waktu dekat ini.

Nama Simeone jadi salah satu kandidat pelatih baru Inter musim depan, setelah kemungkinan mereka akan memecat Mancini karena performa tim yang tak konsisten musm ini.

Setelah sempat berada di puncak klasemen, Inter makin lama makin menurun selepas pergantian tahun dan dipastikan gagal lolos ke Liga Champions menyusul kekalahan 0-2 dari Lazio dinihari WIB tadi.

Wajar jika ada rumor bahwa presiden klub Erick Thohir tidak senang dengan pencapaian Mancini ini. Ada kabar bahwa masa depan Mancini kini tengah dibicarakan oleh petinggi klub dan ada kemungkinan dia di-PHK musim panas ini.

Terkait Simeone, di memang bukan orang baru untuk Inter karena pria asal Argentina itu pernah bermain di sana sedari 1997 hingga 1999. Dengan pencapaiannya selama di Atletico Madrid, jelas Simeone adalah sosok yang pas membawa La Beneamata berjaya lagi.

Menanggapi rumor tersebut, Stankovic yang merupakan mantan pemain Inter dan kini berkecimpung di dunia manajemen, mengaku kalau Simeone memang jadi target timnya.

Tapi untuk saat ini, Inter masih mempercayai penuh Mancini setidaknya hingga kontraknya habis musim depan.

“Kita sudah membicarakan ini selama empat kali,” ujar Stankovic kepada Mediaset Premium seperti dikutip Soccerway.

“Mungkin suatu hari dia akan tiba, tapi tidak besok atau musim depan, mungkin dalam beberapa tahun lagi. Mancini akan tetap di sini,” sambungnya.

Stankovic Yakin Mancini Pelatih Terbaik Untuk Inter

Asisten pelatih Inter Milan, Dejan Stankovic, meyakini bahwa Roberto Mancini bisa membawa klub meraih kesuksesan. Ia berharap manajemen dan fans bisa bersabar dan tetap mempercayai sang pelatih.

Sempat berada di puncak klasemen Serie A pada awal musim, Inter harus menerima nasib bahwa mereka kini hanya bisa memperebutkan satu tiket ke kualifikasi Liga Champions musim depan.

Stankovic merasa bahwa penurunan performa Inter bukan hanya kesalahan Mancini semata. Ia tetap yakin mantan manajer Manchester City tersebut adalah sosok yang paling tepat untuk menangani Il Biscione.

“Mancini adalah pelatih kami. Ia menciptakan proyek untuk kami dan kami mempercayai dirinya,” ujar Stankovic seperti yang dikutip oleh Gazzetta World.

“Jika ia pergi meninggalkan klub, maka anda tidak pernah tahu kemungkinan apa yang bisa terjadi. Kami lebih baik bersama dirinya,” tambah pria asal Serbia tersebut.

Mauro Icardi dkk. saat ini berada di peringkat kelima klasemen sementara dengan total raihan 55 poin, tertinggal lima angka dari AS Roma yang berada di posisi ketiga.

“Terkait dengan peringkat ketiga, selama masih ada kemungkinan secara matematis maka kami tidak akan pernah menyerah. Kami berjarak lima angka dan ini tidak hanya tergantung pada kami,” tegas Stankovic.

“Ini sulit, tetapi kenapa kami tidak mempercayai diri kami sendiri? Jika kami dapat terus bermain seperti ketika melawan Roma, maka segalanya masih mungkin terjadi,” lanjutnya.

Pada hari Senin (4/4) mendatang, Inter akan menjamu Torino di Giuseppe Meazza.

“Inter Keluar Dari Masalah Dengan Hebat”

Inter Milan bisa mengakhir laju tanpa kemenangan dengan gaya. Mereka dinilai tampil hebat di momen yang tidak baik.

Saat melakoni pertandingan di Giuseppe Meazza, Inter menuai kemenangan dengan skor akhir 3-1. Inter mampu unggul tiga gol lebih dulu. Gol-gol di laga itu dicetak oleh Danilo D`Ambrosio, Miranda, dan, Mauro Icardi.

Sampdoria bisa mencetak gol hiburan dipertandingan itu lewat Fabio Quagliarella yang dicetak di masa injury time. Dengan kemenangan ini, Inter menyudahi rentetan dua laga tanpa kemenangan dengan catatan sekali kekalahan dan sekali hasil imbang.

Saat bertanding, Minggu (21/2) dini hari WIB, Inter kalah dominan dibandingkan tim tamu. Mereka dicatat oleh Soccernet melakukan melakukan penguasaan bola sebesar 46 persen,

Inter juga cuma mampu melakukan enam percobaan sepanjang pertandingan, tiga di antaranya mencapai bidang sasaran. Staf pelatih Inter, Dejan Stankovic, menyambut baik hasil melawan Sampdoria ini.

“Masa susah itu sudah lewat sekarang,” kata Stankovic kepada Inter Channel.

“Seperti itulah cara anda keluar dari masalah saat anda sedang menghadapi masa sulit. Kami tampil hebat di momen yang tidak baik,” imbuhnya.

Inter sudah ditunggu pertandingan berat lainnya di pekan depan. Juventus akan menjadi lawan berikutnya. Pertandingan berjuluk Derby d’Italia itu akan berlangsung di Stadion Juventus.

“Kami belum memikirkan Juventus. Kami akan memberi para pemain waktu istirahat pada Minggu,” ungkap Stankovic.

Asisten Pelatih Inter Tak Takut Kepada Juventus

Asisten pelatih Inter Milan, Dejan Stankovic, mengaku tidak takut terhadap kebangkitan Juventus. Saat ini, Bianconeri berada satu tingkat di atas Inter dengan duduk di peringkat kedua.

Juventus mencatatkan sembilan kemenangan beruntun, sejak Oktober hingga sekarang. Rentetan hasil positif itu masih bisa bertambah. Padahal, di awal musim Juventus diragukan bisa kembali meraih scudetto lantaran tampil jelek di beberapa laga awal. Namun, sekarang tim asuhan Massimiliano Allegri sudah bangkit.

Stankovic menyebut Juventus memang selalu membuat ngeri tim-tim lain di Italia. Namun, dia tak memiliki rasa takut terhadap Gianluigi Buffon dkk, meski tetap respek sebagai sesama pesaing scudetto.

“Juventus selalu jadi tim yang ditakuti. Saya bahkan telah mengatakan itu ketika mereka menjalani awal musim yang buruk. Mereka mengganti empat atau lima pemain, namun sekarang mencatat sembilan kemenangan beruntun. Mereka ada di atas lagi. Saya tak punya rasa takut pada Juventus, tapi respek,” kata Stankovic.

Mantan pemain Inter dan Lazio itu juga menyebut persaingan scudetto musim ini sangat menarik.

“Fiorentina memainkan sepak bola yang bagus di bawah Paulo Sousa. Napoli punya pelatih baru dalam diri Maurizio Sarri. Dia sangat bagus. Permainan yang diusungnya indah dan efisien. Mereka unggul di kandang dan tandang. Musim ini sangat menarik. Lima tim punya selisih poin yang sangat sedikit,” tambah dia.