Ini yang Dikatakan Mourinho hingga Melecut Semangat Manchester United

Football5Star.com, Indonesia – Manchester United menampilkan comeback ciamik pada derbi Manchester yang digelar di Stadion Etihad, Sabtu (7/4/2018). Sempat tertinggal 0-2 pada babak pertama, Manchester United bangkit dan menang dengan skor 3-2.

Manchester City unggul lebih dulu melalui gol Vincent Kompany (25’) dan Ilkay Guendogan (30’). Manchester City tampaknya akan menjadi juara dengan mengalahkan Manchester United sebelum tragedi comeback terjadi.

Manchester United hanya perlu dua menit untuk menyamakan kedudukan melalui Paul Pogba (53’ 55’). Manchester United akhirnya keluar sebagai pemenang setelah Chris Smalling mencetak gol (69’) yang mengubah skor menjadi 3-2.

Jose Mourinho, Frank De Boer, manchester United
zimbio

Smalling pun mengungkapkan apa yang dikatakan pelatih Jose Mourinho pada jeda babak pertama. Menurut Smalling, Mourinho hanya menyampaikan kalimat sederhana namun begitu membekas bagi para pemain Manchester United.

“Manajer tak perlu banyak berkata-kata pada jeda babak, kami mengerti penampilan kami sangat buruk pada babak pertama,” ucap Smalling dilansir Football5Star.com dari Independent.

“Dia hanya berkata kami tak ingin menjadi badut yang hanya berdiam diri menyaksikan mereka merayakan gelar juara,” kata Smalling menambahkan.

Meski begitu, Smalling mengakui bahwa Man City musim ini tampil begitu istimewa. Menurut Smalling, Man City berpeluang besar menjadi juara lantaran hanya memerlukan satu kemenangan lagi. Namun, sebelum itu Man City harus lebih dulu berhadapan dengan Liverpool pada leg kedua perempat final Liga Champions, Rabu (11/4/2018).

Jelang Derbi, Bus Mourinho Berkeliaran di Manchester

Football Live Star

Football5Star.com, Indonesia – Derbi selalu menawarkan atmosfer tersendiri. Tak terkecuali Derbi Manchester yang akan terjadi di Premier League akhir pekan ini. Jelang pertemuan Man. City dengan Man. United di Stadion Etihad, olok-olok didapatkan Jose Mourinho, manajer Red Devils. Jumat (6/5/2018), sebuah bus merah dengan tulisan #josesbigredbus lalu lalang di jalanan Kota Manchester.

Tka diketahui persis siapa yang berada di belakang bus tersebut. Namun, satu hal yang pasti, itu menyindir Mourinho yang kerap dicap memainkan strategi ultradefensif yang disebut parkir bus tingkat. Hal serupa ditengarai bakal diterapkan The Special One guna meredam permainan rancak The Citizens. Apalagi, di bus itu tertera pula tulisan “Pemberhentian berikutnya: Lapangan Etihad”.

Man. United, dalam hal ini Mourinho, memang ditengarai akan melakukan apa saja guna mencegah Man. City menang. Setidaknya ada dua alasan utama. Pertama, kemenangan di Derbi Manchester ini akan menahbiskan The Citizens sebagai juara Premier League musim ini. Kedua, andai itu terjadi, Man. City akan mematahkan rekor juara tercepat yang dibukukan Man. United pada 2001.

Andai memastikan juara pada akhir pekan ini, The Citizens memang akan menjadi juara tercepat dalam sejarah Premier League. Mereka tujuh hari lebih cepat dari Red Devils saat juara pada 2000-01. Menariknya lagi, ini mengingatkan pada kiprah manajer The Citizens, Pep Guardiola, di klub sebelumnya.

Pada 2013-14, musim pertamanya di Bayern Munich, Guardiola memecahkan rekor juara tercepat dengan memastikan gelar pada pekan ke-27. Itu satu pekan lebih cepat dibanding gelar juara musim sebelumnya yang digapai Bayern bersama Jupp Heynckes.


TAHUKAH ANDA?

Pep Guardiola akan menorehkan prestasi spesial andai Manchester City juara pada musim ini. Dia akan tercatat sebagai manajer Spanyol pertama yang menjuarai Premier League. Sejak 1992-93, hanya manajer asal Skotlandia, Prancis, Portugal, Italia, dan Cile yang sanggup mengantar klubnya juara.

Kata Jesse Lingard soal Derbi Manchester Jilid 2

Football Live Star

Football5Star.com, Indonesia – Manchester United akan bertandang ke markas Manchester City pada lanjutan Liga Inggris, Sabtu (7/4/2018) WIB. Pada laga itu, Manchester City bisa meraih juara Liga Inggris jika mampu mengandaskan Manchester United.

Manchester City hanya perlu satu kemenangan lagi untuk memastikan gelar juara Liga Inggris musim ini. Artinya, kemenangan atas Manchester United bisa membuat The Citizens dinobatkan sebagai juara.

Akan tetapi, gelandang Manchester United, Jesse Lingard, optimistis timnya mampu menahan Manchester City. Lingard pun berkaca pada Liverpool yang mampu meluluhlantakkan Man City pada leg pertama perempat final Liga Champions, Kamis (5/4/2018).

“Kami telah memainkan laga ini sebelumnya, dan kami tampil baik. Jadi, saya rasa kami bisa melakukannya lagi,” kata Lingard dilansir Football5Star.com dari Goal.

Jesse Lingard v Brighton
Twitter @ManUtd

“Kami harus berada dalam kondisi 100 persen untuk memenangi laga ini. Kami harus meraih tiga poin karena itulah tujuan kami bermain,” ucap Lingard.

Pada pertemuan pertama, Manchester City menjadi pemenang derbi Manchester. Tim arahan Pep Guardiola menundukkan Manchester United dengan skor 2-1. Kali ini, Lingard tak menginginkan hal tersebut terulang.

“Kami harus melihat ini sebagai laga biasa. Sebab jika kami memikirkan hal-hal lain, itu akan memengaruhi performa. Jadi kami harus tetap fokus,” ujar gelandang timnas Inggris itu.

Manchester United kini tinggal mengamankan finis di posisi kedua, mengingat untuk merebut puncak klasemen dari Manchester City adalah pekerjaan yang sangat sulit.

Manchester City Libas Seluruh Tim Liga Inggris Musim Ini

Football5Star.com, Indonesia – Manchester City meraih kemenangan atas Everton dengan skor 3-1 pada lanjutan Liga Inggris di Stadion Goodison Park, Sabtu (31/3/2018). Kemenangan itu membuat Manchester City mengukir rekor telah mengalahkan seluruh tim Liga Inggris musim ini.

Manchester City tampil perkasa musim ini. Mereka sukses meraih gelar Piala Liga Inggris setelah menumbangkan Arsenal di partai final.

Di Liga Inggris pun Manchester City tak kalah moncernya. The Citizens unggul 16 poin dari tim peringkat kedua, Manchester United. Hanya butuh satu kemenangan untuk memastikan gelar juara Premier League 2017-2018 berhasil digenggam Man City.

DZov8 5X0AEpebP
Getty images

Tak cukup sampai di situ, Man City juga mengukir rekor lain. Pasukan Pep Guardiola itu sukses mengalahkan 19 kontestan Liga Inggris lainnya. Yang terbaru, Man City menumbangkan Everton yang menahan imbang 1-1 pada putaran pertama.

Man City juga meraih hasil imbang kala bersua Crystal Palace (0-0) dan Burnley (1-1), namun pada pertemuan sebelumnya mereka berhasil menang dengan skor 5-0 dan 3-0. Berarti, dendam Man City terbalas sudah.

Sementara satu-satunya tim yang berhasil mengalahkan Man City sejauh ini, Liverpool (3-4), ditumbangkan pada putaran pertama dengan skor telak 5-0.

Selebihnya, Man City selalu meraih kemenangan atas semua lawan-lawannya di Liga Inggris. Alhasil, mereka tinggal membutuhkan kemenangan di derbi Manchester pekan depan, Sabtu (7/4/2018), untuk memastikan diri menjadi juara Liga Inggris musim ini.


FOOTBALL LIVE STAR

Saksikan ulasan berita-berita seputar sepak bola dalam program “FOOTBALL LIVE STAR” yang tayang setiap Selasa dan Jumat pukul 19.00 WIB. Program ini dapat disaksikan di page resmi Facebook Football5Star, https://www.facebook.com/football5star. Don’t Miss It!

Guardiola Merasa Tak Pernah Ditawari Tangani Man. United

Football5Star.com, Indonesia – Josep Guardiola, manajer Manchester City, memberikan sebuah pengakuan mengejutkan. Dia mengatakan tak pernah merasa ditawari menangani Manchester United pada akhir 2012. Guardiola hanya ingat pernah makan malam dengan Sir Alex Ferguson, tapi merasa tak ada tawaran untuk menjadi manajer Red Devils.

Pada Desember 2012, Guardiola dan Sir Alex bertemu di New York. Saat itu, secara tidak resmi, Sir Alex mengajukan tawaran kepada pelatih asal Katalonia tersebut. Namun, hal itu rupanya tak bisa ditangkap dengan baik. Guardiola mengaku, mungkin itu terjadi karena dia belum berbahasa Inggris dengan baik pada saat itu.

Pep Guardiola tak merasa ditawari menangani Man. United oleh Sir Alex Ferguson.
metro.co.uk

“Bahasa Inggris saya saat ini tidak sempurna, tapi agak lebih baik. Pada saat itu, bahasa Inggris saya buruk dan mungkin saya tidak mengerti apa yang dia katakan,” ungkap Guardiola sebelum Derbi Manchester seperti dikutip Manchester Evening News, Sabtu (9/12/2017). “Tapi, saya tidak ingat kapan kami makan malam di sebuah restoran dan dia menyarankan saya pergi ke Old Trafford. Saya tak ingat.”

Mantan pelatih Barcelona itu hanya ingat, Sir Alex mentraktirnya makan di sebuah restoran mewah. Mereka berbicara berbagai hal, dari tentang kehidupan, sepak bola, hingga Premier League. Namun, entah karena gaya diplomasi Sir Alex yang terlalu halus atau memang terkendala bahasa, Guardiola tak merasa ada ajakan untuk merapat ke Old Trafford.

Terlepas dari hal itu, manajer berumur 46 tahun tersebut mengatakan bahwa dirinya sudah menentukan pilihan. “Pada saat itu, saya sudah berbicara dengan Bayern (Munich). Dan di dalam pikiran saya, sangat jelas bahwa saya ingin menjalani pengalaman luar biasa di Jerman. Bayern adalah yang pertama mengontak saya, bersama Manchester City. Namun, saya memutuskan pergi ke Jerman, belajar bahasa Jerman, dan menjalani pengalaman hebat,” urai dia.

Pogba Akan Tetap Berkontribusi di Derbi Manchester

Football5Star.com, Indonesia – Paul Pogba merasa sangat kecewa tak bisa memperkuat Manchester United dalam derbi melawan Manchester City, akhir pekan nanti. Apalagi laga nanti tak ubahnya penentuan dalam perburuan gelar juara Premier League musim ini. Namun, dia memastikan tetap berkontribusi bagi Man. United dengan cara lain.

“Aku tentu saja sangat kecewa karena aku sangat ingin menolong tim dan bermain saat derbi melawan City. Saat ini, kami sangat membutuhkan poin dan kemenangan,” urai Pogba kepada PA Sport, Rabu (6/12/2017). “Ini momen penting, pertandingan penting. Jadi, seperti tadi kukatakan, aku kecewa.”

Gara-gara kartu merah lawan Arsenal, Paul Pogba harus absen dalam Derbi Manchester.
ibtimes.co.uk

Pertandingan derbi, kata Pogba, adalah sesuatu yang istimewa. Apalagi Man. United dan Man. City sama-sama klub besar yang dihuni oleh banyak pemain besar. “Atmosfer di stadion pasti luar biasa. Ini pertandingan yang diinginkan oleh pemain mana pun. Sayangnya, aku tak bisa bermain. Namun, aku tetap akan berada di sana untuk menolong tim secara mental,” lanjut pemain asal Prancis tersebut.

Menyangkut bentuk kontribusinya nanti, Pogba berujar, “Meskipun tak berada di lapangan, aku akan menonton pertandingan dan memberikan energi positif. Semoga saja kami menang. Aku perlu berada di sana untuk mendongkrak semangat tim dan semoga saja itu bermanfaat.”

Dalam laga melawan anak-anak asuh Pep Guardiola nanti, menurut Pogba, Man. United harus tampil sempurna sejak peluit awal laga ditiup wasit. Tanpa itu, sulit menghentikan laju The Citizens yang saat ini tengah berada dalam performa apik.

“Kami perlu menyerang dari awal. Untuk memenangi laga, kami harus mengerahkan segenap kekuatan. Kami harus bertahan dan menyerang dengan sangat baik,” jelas mantan penggawa Juventus itu. “Bunuh pertandingan begitu mendapatkan peluang karena mereka adalah City yang punya kualitas lini depan hebat dan bisa menyudahimu kapan saja.”

Pogba dipastikan absen dalam laga derbi pada akhir pekan ini karena harus menjalani skors. Akhir pekan lalu, dia mendapat kartu merah saat Man. United menang 3-1 di kandang Arsenal karena melanggar keras Hector Bellerin.

Dua Andalan Man. United Kemungkinan Kembali Saat Derbi

Football5Star.com, Indonesia – Manchester United mendapat kabar baik jelang laga derbi melawan Manchester City di Premier League, akhir pekan nanti. Dua andalan Man. United, yakni Zlatan Ibrahimovic dan Phil Jones, sudah mulai berlatih dan kemungkinan siap untuk Derbi Manchester nanti.

Seperti dilaporkan Manchester Evening News, Ibrahimovic dan Jones sudah bergabung dengan rekan-rekannya dalam sesi latihan yang digelar pada Senin (4/12/2017). Di tengah badai cedera pemain yang seolah tanpa henti, kehadiran kembali kedua pemain tersebut adalah angin segar bagi manajer Jose Mourinho.

Phil Jones sudah kembali berlatih pada Senin lalu.
mirror.co.uk

Ibrahimovic sebetulnya sudah kembali beraksi sejak medio November. Namun, dia absen ketika Man. United menang 3-1 di kandang Arsenal, akhir pekan lalu. Adapun Jones absen sejak mengalami cedera hamstring saat membela timnas Inggris melawan Jerman, 10 November silam.

Secara khusus, terkait kondisi Ibra, Mourinho menegaskan tak ada yang perlu dicemaskan. “Zlatan tidak cedera. Terkadang, latihan keras pada otot yang menopang lutut yang bermasalah menimbulkan keletihan. Namun, saya yakin dia akan berada dalam kondisi normal usai kami menghadapi CSKA (Moskow),” terang dia seperti dikutip Manchester Evening News, Senin (4/12/2017).

Laga Derbi Manchester, akhir pekan nanti, sangat penting bagi Man. United dalam upaya memburu gelar juara. Kemenangan secara otomatis akan memangkas jarak mereka dengan Man. City yang berada di puncak klasemen. Saat ini, Red Devils tertinggal delapan angka dari The Citizens.

10 Pemain Man United Tahan Man City dalam Derbi Manchester

Football5star.com, Indonesia – Derbi Manchester di Etihad Stadium dalam lanjutan Premier League, Kamis (27/4/2017), tak menghasilkan pemenang. Manchester City selaku tuan rumah, hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Manchester United, yang mengakhiri laga dengan 10 pemain.

Hasil ini tak mengubah posisi kedua tim di klasemen sementara. Man City masih menjadi penghuni posisi terbawah zona Liga Champions alias urutan keempat dengan raihan 65 poin, sedangkan Man United satu strip di bawahnya dan hanya terpaut satu angka.

Man United harus mengakhiri laga dengan 10 orang karena Marouane Fellaini diganjar kartu merah oleh wasit Martin Atkinson pada menit ke-84. Gelandang asal Belgia ini dinilai menanduk striker Man City, Sergio Aguero, setelah mereka terlibat dalam sebuah konfrontasi.

Ini menjadi kartu merah ketiga Fellaini dalam kariernya di Premier League serta merupakan yang pertama sejak Mei 2015. Dan, tujuh dari delapan kartu merah dalam partai derbi Manchester pada ajang Premier League diterima Man United.

Berdasarkan statistik, Man City sangat dominan atas Man United. Pasukan Pep Guardiola menguasai bola sebanyak 69 persen dan melepaskan 6 tembakan tepat sasaran dari 18 usaha. Sementara itu Man United hanya membuat satu tembakan on target dari dua usaha.

Sejak peluit kick-off berbunyi, Man City langsung bermain menyerang. Tetapi rapatnya barisan pertahanan tim tamu membuat Manchester Biru lebih banyak melepaskan tembakan jarak jauh, yang semuanya bisa dimentahkan oleh David De Gea.

Aguero menjadi pemain yang paling banyak melepaskan tembakan. Striker asal Argentina tersebut melakukan tujuh tembakan, dan tercatat sebagai pemain dengan usaha terbanyak dalam satu pertandingan melawan Man United pada musim ini.

Menjelang laga usai, tensi pertandingan sangat tinggi dan berujung kartu merah yang diterima Fellaini. Insiden ini berawal dari pelanggaran Fellaini terhadap Aguero, yang tengah menguasai bola. Wasit mengganjar gelandang berambut jabrik ini dengan kartu kuning.

Pertandingan sempat terhenti sesaat karena wasit berbicara dengan sejumlah pemain. Ternyata, Aguero, yang baru bangun setelah dilanggar, mendekati Fellaini dan mantan pemain Everton ini terlihat menandukkan kepalanya ke dahi Aguero, yang langsung terjatuh.

Alhasil, wasit langsung mencabut kartu merah yang diberikan kepada Fellaini. Hanya ada jeda waktu 19 detik antara kartu kuning dan kartu merah langsung yang diterima Fellaini.

Bermain dengan 10 orang sejak menit ke-84 membuat Man United benar-benar berada di dalam tekanan. Gabriel Jesus, yang masuk menggantikan Raheem Sterling pada menit ke-86, sempat mengoyak jala Man United saat injury time. Tetapi golnya dianulir karena penyerang muda asal Brasil ini lebih dulu terperangkap offside.

Susunan pemain:

Manchester City (4-2-3-1): Claudio Bravo (Wilfredo Caballero 79′); Pablo Zabaleta, Vincent Kompany, Nicolas Otamendi, Aleksandar Kolarov; Yaya Toure, Fernandinho; Raheem Sterling (Gabriel Jesus 86′), Kevin de Bruyne, Leroy Sane (Jesus Navas 80′); Sergio Aguero.

Pelatih: Pep Guardiola

Manchester United (4-3-3): David De Gea; Matteo Darmian, Daley Blind, Eric Bailly, Antonio Valencia; Marouane Fellaini, Michael Carrick, Ander Herrera; Anthony Martial (Jesse Lingard 80′), Marcus Rashford (Ashley Young 90′), Henrik Mkhitaryan (Timothy Fosu-Mensah 86′).

Pelatih: Jose Mourinho

Alasan City Akan Menang Atas MU Menurut Redknapp

Mantan manajer Tottenham Hotspur, Harry Redknapp, menjagokan Manchester City dalam laga melawan Manchester United pada hari Minggu (20/3).

Menjelang laga lanjutan Premier League bertajuk Derby Manchester di Stadion Etihad, baik Man. City maupun Man. United sama-sama tidak sedang berada dalam performa yang memuaskan.

Kendati demikian, Redknapp menilai bahwa Man. City memiliki kualitas pemain yang lebih baik dibanding Man. United. Hal ini yang mendasari keyakinan dirinya The Citizens bakal keluar sebagai pemenang dalam laga besok.

“Man. United kalah dari Liverpool di Liga Europa. Kendati performa mereka di leg kedua lebih baik, permainan mereka di leg pertama tidak cukup baik,” ujar pria asal Inggris tersebut seperti yang dikutip oleh Sky Sports.

“Mereka akan melawan Man. City, tim yang sulit diprediksi ketika bermain di kandang. Mereka memiliki Sergio Aguero.”

“Meskipun absennya Vincent Kompany akan menjadi keuntungan besar bagi Man. United, saya pikir Man. City masih memiliki pemain-pemain yang lebih baik, terutama Aguero.”

“Saya memilih Man. City untuk menang dengan banyak gol dan aksi yang akan terjadi,” tambah dirinya.

Sebagai informasi tambahan, Setan Merah tidak pernah menang di kandang Man. City dalam dua musim terakhir.

Pellegrini Tak Setuju dengan Pendapat Neville

Manajer Manchester City, Manuel Pellegrini, mengaku tidak setuju dengan komentar Gary Neville yang menyebut Derbi Manchester sebagai pertandingan terbaik Premier League musim ini.

Seperti yang kita ketahui, Derbi Manchester antara Manchester United menghadapi Man. City di Old Trafford pada Minggu (25/10) berakhir dengan skor imbang 0-0. Kedua tim sama-sama hanya mencatatkan satu tembakan ke arah gawang dari enam kali percobaan.

Meski banyak pihak yang menilai pertandingan berjalan sangat membosankan, Neville justru mengatakan bahwa pertandingan berjalan dengan menarik. Ia bahkan berani melabeli babak pertama pertandingan sebagai yang terbaik di Premier League musim ini.

“Saya tidak setuju dengan komentar Neville. Saya pikir pertandingan itu bukanlah yang terbaik,” ujar Pellegrini seperti yang dikutip oleh Guardian.

“Saya senang apabila kami bertahan dengan baik, namun saya tidak suka apabila kami bermain untuk meraih hasil seri dalam pertandingan tandang,” tambah dirinya.

Menjelang laga melawan Crystal Palace di Etihad Stadium dalam ajang Piala Liga pada Kamis (29/30), Pellegrini berharap timnya dapat meraih kemenangan.

“Tujuan kami adalah untuk bermain dengan cara yang biasa kami lakukan sehingga kami bisa menjadi tim paling produktif. Saya berharap pada pertandingan nanti kami bisa kembali ke performa kami yang biasa,” tuntasnya.

Berkat hasil melawan Man. United, The Citizens naik ke peringkat pertama klasemen sementara Premier League dengan total raihan 22 poin, unggul selisih gol dari Arsenal yang berada di peringkat kedua.

Neville Puji Jalannya Derbi Manchester

Mantan pemain Manchester United, Gary Neville, menyebut babak pertama Derbi Manchester adalah permainan yang terbaik di Permier League musim ini.

Laga antara Man. United vs Man. City yang digelar di Old Trafford pada Minggu (25/10) berakhir dengan skor imbang 0-0.

Banyak yang menilai laga berjalan sangat membosankan. Bahkan, manajer Man. City, Manuel Pellegrini, mengetakan bahwa jalannya pertandingan tidak menarik untuk ditonton.

Di babak pertama, statistik menunjukkan bahwa tuan rumah sama sekali tidak menciptakan peluang, sementara tak satupun dari empat percobaan tendangan yang dilakukan para pemain The Citizens yang mengarah ke gawang lawan.

Meski demikian, Neville justru memiliki pendapat yang berbeda dari kebanyakan penonton.

“Fan yang menonton mungkin berpikir bahwa pertandingan berjalan membosankan, tidak ada hiburan,” ujar Neville seperti yang ditulis The Telegraph.

“Namun, saya sangat menikmati pertandingan dan babak pertama mungkin adalah 45 menit terbaik yang pernah saya lihat di Premier League musim ini,” lanjut dirinya.

Di mata Neville, laga berjalan menarik karena sangat taktis.

“Jika salah satu tim mendominasi, dan tim lainnya hanya bertahan, Anda mungkin dapat menyebut itu sebagai performa yang berkualitas,” jelas Neville.

“Namun, ketika mereka saling berhasil memperhatikan setiap detil kekuatan dan menahan lawan, Anda juga harus mengatakan bahwa itu adalah pertandingan yang berkualitas,” tuntasnya.

Dengan hasil kemarin, Man. City kini menempati peringkat pertama klasemen, sementara Man. United harus rela turun ke peringkat keempat.

Derbi Manchester, Nistelrooy Pernah Diamuk SAF

Legenda Manchester United, Rio Ferdinand, menceritakan bahwa Sir Alex Ferguson pernah mengamuk karena Ruud van Nistelrooy bertukar kostum dengan pemain Manchester City.

Kejadian ini terjadi pada tahun 2002. Derbi Manchester terakhir yang digelar di Maine Road tersebut berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Man. City.

Ferguson, yang melihat Van Nistelrooy bertukar kostum dengan pemain Man. City, merasa penyerang asal Belanda tersebut tak sepantasnya melakukan hal tersebut seusai mengalami kekalahan.

“Sir Alex sangat marah. Ia memaki Nistelrooy dengan sangat keras. Nistelrooy tidak mampu berkata apapun. Pesan dari Sir Alex adalah Anda tak boleh bertukar kostum dengan mereka setelah menderita kekalahan,” jelas Ferdinand seperti yang ditulis oleh The Sun.

Man. United sendiri akan menjamu Man. City di Old Trafford pada Minggu (25/10). Menurut Ferdinand, The Citizens baru bisa mulai bersaing dengan Man. United setelah dibeli oleh Sheikh Mansour.

“Perubahan besar terjadi ketika mereka berganti kepemilikan. Mereka memiliki uang yang sangat banyak. Intensitas dan persaingan naik ke tingkat yang berbeda,” ujar pemain yang diboyong Man. United dari Leeds United tersebut.

“Sebelumnya, aku tidak pernah melihat begitu banyak orang menggunakan seragam Man. City dan mereka mulai berani bersuara,” pungkasnya.

Pellegrini Kritik Penampilan Man. City

Manajer Manchester City, Manuel Pellegrini, mengaku tidak puas dengan penampilan timnya kala menghadapi Manchester United pada hari Minggu (25/10).

Laga bertajuk Derbi Manchester yang digelar di Old Trafford tersebut berakhir imbang tanpa gol. Meski hasil ini tak bisa dilepaskan dari pertahanan apik yang ditampilkan kedua tim, baik Man. United dan Man. City juga bermain sangat monoton.

Pellegrini bahkan mengakui bahwa pertandingan ini berjalan tidak menarik.

“Ini adalah pertandingan yang sangat mengandalkan taktik. Saya lebih memilih untuk bermain lebih terbuka, tetapi kami bertahan dengan baik,” ujar Pellegrini seperti yang dilansir oleh BBC.

“Ini sangat tidak menguntungkan bagi para suporter karena pertandingan berjalan tidak menarik. Kami adalah dua tim yang kreatif, tapi tak mampu menampilkannya hari ini,” tambah dirinya.

“Kami kehilangan sangat banyak penguasaan bola dan seharusnya lebih berkonsentrasi. Mereka memiliki dua peluang di akhir laga, namun secara keseluruhan pertandingan berjalan ketat,” lanjutnya.

Kendati merasa senang karena mendapatkan satu poin, tetapi Pellegrini tetap tidak puas dengan performa yang ditampilkan anak-anak asuhnya.

“Jika Anda tak bisa menang, maka jangan kalah. Orang-orang berkata kami tidak bisa bertahan dengan baik, tapi kami berhasil melakukannya dengan sangat baik di babak kedua,” terang manajer asal Cile tersebut.

“Saya puas dengan satu poin yang kami dapatkan, tetapi saya tidak menyukai cara kami bermain,” tuntasnya.

Meski hanya meraih satu poin, Man. City mampu kembali naik ke peringkat pertama klasemen sementara Liga Inggris karena unggul agregat gol dari Arsenal yang sama-sama mengumpulkan 22 poin.

Van Gaal: Man. United Tak Beruntung

Manajer Manchester United, Louis van Gaal, menilai mereka tidak beruntung hanya mendapatkan hasil imbang ketika melawan Manchester City pada hari Minggu (24/10).

Laga antara Man. United vs Man. City yang bertajuk Derbi Manchester digelar di Old Trafford berakhir imbang tanpa gol.

Setan Merah memang unggul dalam hal penguasaan bola 57% berbanding 43%, tetapi mereka hanya mampu melakukan satu tembakan ke arah gawang dari enam percobaan.

Menurut Van Gaal, Man. United seharusnya bisa meraih kemenangan atas The Citizens.

“Itu adalah laga yang sangat sulit bagi kedua tim. Kami tidak beruntung. Man. City adalah tim yang beruntung,” ujar Van Gaal seperti yang ditulis oleh BBC.

“Kami mengontrol jalannya pertandingan selama 90 menit melawan tim seperti Man. City. Saya tidak dapat mengeluh. Namun, kami ingin menang dan kami tidak mampu melakukan hal tersebut,” tambah dirinya.

Pada menit ke-50, Ander Herrera dijatuhkan oleh Raheem Sterling di kotak penalti Man. City, namun wasit tidak memberikan hadiah penalti bagi tuan rumah.

Menurut Van Gaal, kejadian tersebut adalah sebuah pelanggaran dan pantas diganjar hukuman tendangan penalti.

“Kami seharusnya mendapatkan penalti ketika Herrera dijatuhkan. Itu adalah hal yang mudah untuk saya lihat,” keluh manajer asal Belanda tersebut.

“Saya selalu mengatakan kami membutuhkan teknologi modern, tetapi selama ini hanya saya seorang diri yang memintanya,” pungkasnya.

Akibat hasil ini, Man. United harus puas turun ke peringkat keempat karena kalah agresivitas gol dengan West Ham United yang berada di peringkat ketiga.

Penampilan Man. United Puaskan Van Gaal

Manajer Manchester United, Louis van Gaal, mengaku puas dengan performa anak-anak asuhnya ketika meraih hasil imbang ketika melawan Manchester City pada hari Minggu (24/10).

Laga antara bertajuk Derbi Manchester yang digelar di Old Trafford tersebut berakhir imbang tanpa gol.

Pertandingan sendiri berjalan monoton. Bukinya, kedua tim sama-sama hanya mampu menciptakan satu tendangan ke gawang dalam 90 menit.

Kendati menilai Man. United tidak beruntung, Van Gaal tetap senang karena Setan Merah dapat mengamankan satu poin.

“Saya bangga dengan para pemain saya. Mereka mampu berkonsentrasi dan fokus penuh selama pertandingan berjalan,” ujar Van Gaal seperti yang dikutip oleh BBC.

“Kami baru saja menjalani perjanalanan jauh dari Moskow, jadi saya sangat puas dengan hasil ini,” tambah dirinya.

Menurut Van Gaal, permainan berjalan dengan sangat ketat dan kedua tim sama-sama mampu membaca permainan lawan.

“Kami tidak menciptakan banyak peluang karena Man. City mampu menurunkan susunan pemain yang mampu bersaing dengan susunan pemain kami. Ini adalah laga yang sulit,” pungkasnya.

Hasil imbang ini membuat Man. United harus rela turun ke peringkat keempat klasemen. Meski sama-sama mengantongi 20 poin dengan West Ham United, mereka kalah agresivitas gol dari tim asuhan Slaven Bilic.

Sedangkan, Man. City kembali naik ke peringkat pertama karena unggul agresivitas gol atas Arsenal dengan jumlah poin sama, yakni 22 poin.

Hart: Kami Ingin Lebih Banyak Poin

Kiper Manchester City, Joe Hart, mengaku tidak senang dengan cara bermain timnya ketika meraih hasil imbang melawan Manchester United pada Minggu (25/10).

Laga bertajuk Derbi Manchester yang digelar di Old Trafford tersebut berakhir tanpa gol setelah kedua tim bermain dengan pasif.

Data statistik menunjukkan bahwa kedua tim sama-sama hanya enam kali melakukan percobaan tendangan, dan hanya satu diantaranya yang mengarah ke gawang lawan.

Menurut Hart, Man. City terpaksa bermain lebih defensif karena mewaspadai kemampuan para pemain Man. United.

“Aku bersyukur kami mampu bermain dengan performa seperti ini, tetapi saya lebih memilih kami tidak bermain dengan cara ini,” ujar Hart seperti yang dikutip oleh BBC.

“Kami datang dengan tujuan meraih tiga poin, namun kami harus menghormati kekuatan Man. United. Kami harus bertahan dengan baik dan berhasil membatasi jumlah peluang yang mereka miliki,” tambah dirinya.

Lebih lanjut, Hart mengatakan bahwa Ia berharap agar The Citizens dapat meraih poin penuh pada pertandingan berikutnya.

“Kami tidak menginginkan pujian, kami hanya ingin meraih poin lebih banyak. Saat ini kami kembali memuncaki klasemen, dan semoga kami dapat terus mempertahankan performa,” tuntasnya.

Meski merasa kecewa dengan jalannya pertandingan, Hart mampu mencatatkan clean sheet ke-100 nya bersama Man. City berkat hasil ini.

Man. City kini berada di peringkat pertama klasemen sementara Liga Inggris karena unggul agresivitas gol dari Arsenal yang berada di peringkat kedua dengan jumlah poin yang sama, yakni 22 poin.

Pellegrini Bantah Hukum Kompany

Manajer Manchester City, Manuel Pellegrini, membantah apabila Ia tengah menghukum kaptennya, Vincent Kompany.

Ketika jeda internasional, diketahui bahwa Pellegrini kesal dengan Kompany yang tetap membela tim nasional Belgia meski Ia telah melarang sang pemain. Maklum, ketika itu Kompany memang belum pulih benar dari cedera betis yang sempat memaksanya menepi selama lima pekan.

Setelah kembali, Pellegrini tidak memainkan Kompany sebagai starter dalam dua laga terakhir Man. City, melawan Bournemouth dan Sevilla.

Akibat keputusan Pellegrini tersebut, beredar isu bahwa Ia tengah memberi hukuman kepada Kompany karena bermain bagi timnas Belgia.

Namun, manajer asal Cile tersebut mengklarifikasi bahwa keputusannya mencadangkan Kompany semata-mata hanya karena kebutuhan taktik.

“Saya tidak menghukum Kompay dan tidak memiliki masalah apapun dengannya. Setiap pekan yang harus memilih susunan starter yang saya pikir adalah yang terbaik,” tegas Pellegrini seperti yang dilansir oleh Guardian.

“Setelah lima pekan tanpa bermain, Anda tidak siap untuk bermain di laga penting. Ia harus mempersiapkan diri selama beberapa hari sebelum bisa kembali ke tim,” tambah dirinya.

“Bagi saya, yang terpenting adalah untuk memainkan pemain terbaik yang ada ketika itu. Saya senang dengan permainan (Eliaquim) Mangala dan (Nicolas) Otamendi,” lanjutnya.

Pada hari Minggu (25/10) besok, Man. City akan menjalani Derbi Manchester melawan Manchester United di Old Trafford. Diprediksi Kompany akan tampil sebagai starter.

Van Gaal: Derbi Tak Menentukan Gelar Juara

Manajer Manchester United, Louis van Gaal, menilai laga melawan Manchester City tidak menentukan perebutan gelar juara Liga Inggris.

Pada hari Minggu (25/10) besok, Man. United akan menjamu Man. City dalam laga bertajuk Derbi Manchester.

Kendati kedua tim sama-sama berada di papan atas klasemen sementara Liga Inggris, Van Gaal meminta agar hasil hasil pertandingan besok tidak dijadikan sebagai tolak ukur kekuatan Setan Merah di musim ini.

“Ketika Anda membandingkan kami dengan Man. City, kami memang tertinggal dua poin. Kami sempat berada di puncak klasemen, tetapi kami kalah dari Arsenal. Anda harus menunggu dan melihat sejauh mana tim kami bisa berkembang,” ujar Van Gaal seperti yang dikutip oleh Guardian.

“Kami memiliki lebih banyak pemain muda dibanding tahun lalu dan kami harus terus mengembangkan diri kami. Anda hanya bisa berkomentar ketika sudah di akhir musim,” tambah dirinya.

Sebenarnya, dibandingkan musim lalu, rata-rata umur skuad Man. United sama-sama berada di angka 25,8 tahun. Namun, di musim ini mereka memang lebih kerap menurunkan pemain muda, semacam Memphis Depay (25 tahun) dan Anthony Martial (19) sebagai pemain utama.

Van Gaal mengaku optimistis skuad Setan Merah di musim ini dapat meraih prestasi.

“Saya senang dengan keseimbangan tim. Kami harus menunggu apakah kami bisa bersaing karena kami mampu memulai musim lebih baik ketimbang musim lalu,” tuntasnya.

Man. United saat ini berada di peringkat ke-3 klasemen sementara Liga Inggris, tertinggal dua poin dari Man. City yang berada di peringkat pertama.

Van Gaal Terkejut dengan Konsistensi Martial

Manajer Manchester United, Louis van Gaal, mengatakan bahwa dirinya terkejut dengan konsistensi performa apik Anthony Martial sejauh ini.

Ketika diboyong dari AS Monaco dengan harga 35 juta Poundsterling pada bursa transfer musim panas kemarin, banyak yang mempertanyakan keputusan Man. United membeli Martial. Maklum, uang yang dikeluarkan Man. United memang sangat banyak untuk pemain berumur 19 tahun yang jarang diekspos media.

Namun, setelah 11 kali penampilannya berkostum Man. United di seluruh kompetisi, Martial mampu membuktikan bahwa dirinya memang pantas dihargai mahal. Ia sudah mencetak lima gol dan dua assist.

Van Gaal mengaku terkejut dengan konsistensi permainan Martial, tetapi tidak dalam hal kualitas.

“Kami telah menganalisa Martial dan itulah alasan mengapa kami membelinya. Dalam hal konsistensi, Ia memang mengejutkan. Tetapi, kami sudah tahu sejak lama bahwa Ia memiliki kualitas,” jelas Van Gaal seperti yang dikutip oleh Guardian.

“Ia harus beradaptasi dengan filosofi kami dan Ia mampu melakukannya dengan sangat cepat. Tetapi, Ia harus terus berkembang. Ia bermain dengan sangat baik, terutama karena Ia baru berumur 19 tahun,” tambah dirinya.

Dalam kesempatan yang sama, Van Gaal juga tidak menutup peluang bagi Martial untuk bermain di sektor sayap, setelah selama ini Ia selalu bermain sebagai penyerang tunggal.

“Hal itu tergantung dengan keadaan para pemain lain dan keseimbangan tim. Jadi, ketika saya menurunkan pemain lain, mungkin saja saya akan menempatakan Martial di posisi yang berbeda,” pungkasnya.

Martial kemungkinan besar masih akan menjadi andalan Man. United di lini depan ketika menghadapi Manchester City dalam laga bertajuk Derbi Manchester di Old Trafford pada hari Minggu (25/10).

Schweinsteiger Tak Sabar Hadapi Man. City

Gelandang Manchester United, Bastian Schweinsteiger, sudah tak sabar untuk menjalani Derbi Manchester pertamanya.

Pada hari Minggu (25/10) mendatang, Man. United akan menjamu Man. City di Old Trafford dalam partai lanjutan Liga Inggris.

Scheweinsteiger mengaku ingin segera merasakan atmosfer Derbi Manchester. Maklum, semasa berseragam Bayern, Ia hanya dua kali menghadapi rival satu kotanya, 1860 Munich.

1860 Munich terdegrasi ke divisi dua Liga Jerman pada tahun 2004, atau satu tahun sebelum kedua tim sekota tersebut berbagi stadion di Allianz Aerna.

Sejak 1860 turun kasta, kedua tim hanya pernah satu kali bertemu di pertandingan kompetitif, yakni pada tahun 2008 di ajang DFB-Pokal. Sayang, ketika itu Schweinsteiger tidak bermain. Maka, wajar apabila Ia sudah tak sabar untuk kembali melakoni derbi yang melibatkan tim satu kota.

“Aku ingat ketika saya masih berada di Bayern, kami selalu mencari sensasi tersebut. Tetapi, 1860 Munich tidak bermain dengan baik,” ujar Schweinsteiger seperti yang dikutip oleh United Review.

“Kami selalu ingin bermain di sebuah derbi namun hal tersebut tidak memungkinkan. Di sini, kita dapat bermain di banyak derbi dan saya sangat senang dengan hal tersebut,” tambah dirinya.

Menurut Basti, sapaan akrab sang pemain, kekuatan yang dimiliki Man. City juga akan membuat pertandingan berjalan semakin menarik.

“Aku pikir ini adalah sesuatu yang sangat spesial dan kita seharusnya merasa senang karena kita memiliki dua klub besar dalam satu kota yang sama-sama bermain di Liga Champions,” tuntasnya.

Derbi Manchester besok akan turut mempertaruhkan peringkat pertama klasemen sementara Liga Inggris. Man. City saat ini berada di peringkat pertama dengan 21 poin, sedangkan Man. United berada peringkat ketiga dengan selisih dua poin.

De Bruyne Tebar Ancaman bagi Man. United

Kevin de Bruyne menebar ancaman bagi Manchester United. Kemenangan historis 6-1 yang diraih Manchester City di Old Trafford pada 2011 berpotensi terulang.

Seperti yang telah kita ketahui, De Bruyne menjadi penyelamat Man. City di ajang Liga Champions tengah pekan kemarin melawan Sevilla. Golnya di menit-menit akhir laga memastikan timnya meraih tiga angka.

Jika kita mengingat, kasus serupa juga pernah terjadi empat tahun silam. Ketika itu, di ajang yang sama, Man. City diambang hasil seri melawan klub Spanyol lainnya, Villareal. Tetapi, Sergio Aguero mampu mencetak gol kemenangan di menit ke-90. Kedua pertandingan tersebut berakhir dengan skor 2-1 untuk The Citizens.

Lima hari setelah pertandingan melawan Villareal, Man. City secara tak terduga membantai Man. United 6-1 di ajang Liga Inggris.

Yang menarik, kali ini juga Man. City akan menjalani Derbi Manchester setelah meraih kemenangan dramatis melawan klub Spanyol di ajang Liga Champions.

Tak hanya itu, di tahun 2011, Aguero berstatus sebagai pemain termahal yang pernah dibeli Man. City, sama halnya dengan status De Bruyne saat ini.

Tentu saja, dengan fakta di atas, para fan Man. City berharap klub kesayangannya dapat kembali berpesta gol di kandang Setan Merah.

Kendati Aguero tidak dapat diturunkan pada pertandingan yang akan digelar pada hari Minggu (25/10) nanti, Man. City masih memiliki De Bruyne yang terus menunjukkan performa impresif sejak diboyong dari Wolfsburg musim panas kemarin.

Pemain asal Belgia itu sendiri mengaku sudah tak sabar untuk menjalani Derbi Manchester pertamanya.

“Sebuah derbi adalah sesuatu yang spesial. Atmosfer pertandingan akan hebat dan kedua tim memiliki harapan yang sama tingginya,” ujar De Bruyne kepada Guardian.

“Jika kami menang di markas Man. United, kami akan mampu membuat mereka tertekan. Saya akan sangat senang jika kami mampu menang,” tambah dirinya.

Mewaspadai Agresivitas The Citizens

Jantung pertahanan Manchester United boleh berdegup kencang melihat rekor yang dimiliki Manchester City pada musim ini. Tim biru langit ini menjadi salah satu tim dengan jumlah serangan terbanyak di liga elite Eropa. Tiap partai, setidaknya ada 20,1 tembakan menghujam pertahanan lawan. Angka ini hanya kalah dari Real Madrid yang mencatatkan 20,6 tembakan ke arah lawan tiap partainya. Di Liga Primer Inggris 2015—2016, mereka jadi yang terbaik.

City nomor satu di Eropa soal akurasi. Setidaknya delapan tembakan menyasar gawang lawan per partai. Jumlah yang sama ditorehkan oleh penguasa Bundesliga 1 musim ini, Bayern Muenchen. Dalam sembilan partai di Liga Primer Inggris, sudah 72 kali City mencatat tembakan terarah ke gawang lawan. Sebanyak 24 kali di antaranya berbuah menjadi gol. Ini berarti, tiap tiga tembakan ke gawang, salah satunya pasti berbuah selebrasi.

Namun,  City juga punya catatan tak terlalu bagus soal efektivitas serangan ke gawang lawan. Tiap partai, hampir enam kali tembakan pemain-pemain City membentur pemain belakang lawan. Ini bisa menjadi kunci tim tuan rumah Manchester United untuk meredam agrisivitas The Citizen dalam derby di Old Trafford, Minggu, 25 Oktober 2015.

Uniknya, lini belakang United kini jadi salah satu lini pertahanan terbaik di Liga Inggris musim ini. Selain hanya baru kebobolan delapan gol, empat bek United juga sukses meredam serangan para seterunya. Tiap partai, hanya ada 9-10 tembakan menyasar garis akhir lini pertahanan United. Bandingkan dengan rekor terburuk musim ini, Newcastle dan Crystal Palace yang tiap partainya dibombardir 18 tembakan oleh tim lawan. United hanya kalah tipis dari rekor redaman terbaik musim ini, 8-9 serangan ke gawang per partai yang dimiliki oleh Manchester City.

­­Agresivitas serangan Manchester United vs Manchester City (jumlah tembakan per partai):

Tembakan                Terarah           Tak Terarah        Tiang     Diblok

Manchester United                        11                           4,4                          3,4               0,2           3,1

Manchester City                              20,1                        8,2                          6,2               0,2           5,7

Kepercayaan Diri MU Terbentur Superioritas City

Manchester United tampak lebih percaya diri jelang Derby Manchester kontra  Manchester City di Stadion Old Trafford akhir pekan ini. Bisa jadi, kepercayaan diri itu muncul karena United berhasil mempermalukan City dengan skor 4-2 pada Liga Primer Inggris musim lalu. MU makin pede karena City diyakini tidak akan diperkuat sang striker andalan, Sergio Aguero.

Akan tetapi, Wayne Rooney dkk tetap harus waspada. Pasalnya, kemenangan pada musim lalu tak cukup menutupi rekor buruk pertemuan tim besutan Louis van Gaal tersebut dengan City. Apalagi, The Citizens juga sempat mengalahkan United dengan skor 1-0  pada pertemuan pertama di Liga Primer Inggris pada musim lalu.

Tak hanya itu. Jika menilik statistik di Liga Primer Inggris, City masih superior atas United. Tercatat The Citizens berhasil meraih empat kemenangan dan baru menelan satu kekalahan dari MU dalam lima laga terakhir. Apalagi, dua kemenangan City didapat di kandang MU pada musim 2012-13 (2-1) dan musim 2013-14 (3-0).

Superioritas City atas United bukan hanya ditunjukkan dalam kemenangan. Jumlah gol skuat asuhan Manuel Pellegrini itu juga lebih baik dibanding sang lawan. Dari lima pertemuan terakhir itu, City 12 kali membobol gawang United yang biasa dikawal David de Gea. Sementara itu, Red Devils hanya mampu membobol gawang City sebanyak enam kali.

 

Statistik Lima Pertemuan Terakhir

12/04/2015: Manchester United 4-2 Manchester City

02/11/2014: Manchester City 1-0 Manchester United

26/03/2014: Manchester United 0-3 Manchester City

22/09/2013: Manchester City 4-1 Manchester United

09/04/2013: Manchester United 1-2 Manchester City

 

Total Pertemuan Kedua Tim: 151

MU Menang: 62

City Menang: 44

Imbang: 45

De Bruyne Minta City Tidak Bermain Bertahan vs MU

Manchester City mendapat tantangan berat untuk mempertahankan posisi puncak klasemen Liga Primer Inggris 2015-16 pada akhir pekan ini. Tak tanggung-tanggung, The Citizens bakal bertandang ke markas tetangga mereka sekaligus sang rival, Manchester United.

Gelandang City, Kevin De Bruyne sadar MU bukan lawan mudah. Untuk itu, ia menuntut agar rekan setimnya tampil percaya diri dan agresif guna memetik kemenangan di kandang lawan.

“Kami tidak boleh bermain bertahan pada laga ini. Karena kekuatan utama kami adalah penyerangan. Tapi kami sadar harus tetap disiplin. Kami tahu akan kesulitan melawan MU,” ujar De Bruyne.

“United sudah lama menjadi tim papan atas. Tetapi, persaingan di antara kami sangat sengit,” tambahnya.

Namun, De Bruyne juga mengaku sudah siap menerima hasil apa pun pada laga nanti. Seandainya kalah, ia menilai peluang City untuk juara tetap terbuka karena perjalanan musim ini masih panjang.

“Kami tahu betapa pentingnya dukungan fan. Kami akan senang jika kami bisa membawa pulang tiga poin untuk fan. Jika Anda menang, hal itu bagus untuk semua orang. Itulah yang akan kami upayakan,” papar De Bruyne.

“Tidak ideal jika hanya mendapatkan satu poin atau menelan kekalahan. Tetapi, kami masih memiliki sisa 30 pertandingan. Tentu saja, hasil pada laga nanti bukan menjadi faktor penentu dalam memenangkan gelar. Kami masih akan berjuang mendapatkan poin dalam 30 pertandingan mendatang,” tutup De Bruyne.

City dihantui hasil buruk ketika bertandang ke kandang United pada musim 2014–2015 lalu. Kala itu, mereka harus menelan kekalahan dengan skor 2-4.

Man. United Wajib Menangi Derbi Manchester

Gelandang Manchester United, Juan Mata, menegaskan kemenangan atas Manchester City akan sangat membantu timnya untuk meraih titel juara Liga Inggris.

Pada hari Minggu (25/10), Man. United akan menjamu Man. City di Old Trafford dalam laga bertajuk Derbi Manchester.

Man. City saat ini berada peringkat pertama klasemen sementara Liga Inggris, sementara Man. United berada di peringkat ketiga, tertinggal dua angka.

Kendati perjalanan untuk menjuarai Liga Inggris masih jauh, menurut Mata tiga poin atas The Citizens akan memudahkan langkah Man. United.

“Minggu depan kami akan bermain melawan Man. City. Laga ini selalu menjadi derbi yang spesial, pertandingan yang berbeda. Kali ini akan sangat penting karena kedua tim berada di papan atas,” ujar Mata melalui blog pribadinya.

“Tidak ada pertandingan yang menentukan di Liga Inggris pada bulan Oktober, tetapi mengalahkan tim dengan banyak sekali pemain berkualitas akan sangat penting bagi kami,” tambah dirinya.

Sebelum menghadapi rival satu kotanya, Setan Merah akan terlebih dahulu terbang ke Russia untuk melakoni partai tandang ke markas CSKA Moskow, Arena Khimki, dalam laga lanjutan fase penyisihan grup Liga Champions pada Kamis (22/10).

“Kami berkonsentrasi untuk Liga Champions. Anda tahu itu adalah kompetisi yang sangat penting bagi kami,” tutur pemain asal Spanyol tersebut.

“Kami memiliki tiga poin dari dua laga pertama dan laga di Moskow akan krusial. Mengalahkan CSKA akan memberi kami momentum untuk menjalani tiga pertandingan terakhir,” tuntasnya.