Andil Didier Drogba di Balik Kepulangan Romelu Lukaku ke Chelsea

gamespool
Andil Didier Drogba di Balik Kepulangan Romelu Lukaku ke Chelsea 5

Football5star.com, Indonesia – Romelu Lukaku mengatakan bahwa Didier Drogba memiliki andil besar di balik keputusannya hijrah ke Chelsea. Lukaku mengaku sempat berkonsultasi dengan Drogba sebelum menerima pinangan The Blues.

Lukaku memiliki hubungan yang sangat baik dengan Drogba. Keduanya tergabung ke dalam satu grup Whatsapp dan kerap bertukar pesan setiap beberapa hari sekali.

Didier Drogba - Romelu Lukaku - Chelsea - SB Nation
SB Nation

“Saya dan Drogba punya hubungan yang sangat baik. Saya bertukar pesan dengannya setiap beberapa hari sekali. Hubungan tersebut memiliki arti yang sangat penting buat saya,” ujar Romelu Lukaku dilansir Football5star dari Metro.

“Kami tergabung ke dalam satu grup Whatsapp. Komunikasi saya dengan Drogba berjalan cukup intens selama dua pekan terakhir. Saya sempat menanyakan banyak pertanyaan kepada Drogba. Karena dia masih kenal banyak orang di sini, dia benar-benar mempersiapkan saya,” imbuh Lukaku.

ROMELU LUKAKU TAK SABAR INGIN SEGERA MEMULAI PETUALANGAN BARUNYA

Lukaku sudah menyelesaikan proses karantinanya. Ia bakal menjalani sesi latihan pertamanya dalam bebereapa hari ke depan dan kemungkinan bakal tampil pada partai Liga Inggris melawan Arsenal akhir pekan nanti.

Lukaku mengaku sudah tak sabar ingin segera memulai petualangan barunya bersama The Blues. Ia bertekad untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin agar bisa segera menjalani debut keduanya.

Didier Drogba - Romelu Lukaku - Chelsea - bpositivenow. com
bpositivenow.com

“Sekarang, saya harus mulai mengenal karakteristik rekan-rekan satu tim dan pelatih dengan lebih baik. Setelah itu, saya akan berusaha sekeras mungkin agar bisa segera bermain,” tuntas Lukaku.

Lukaku merupakan pemain kedua yang diangkut ke Stamford Bridge tahun ini. Beberapa pekan sebelum kedatangan Lukaku, The Blues berhasil mengamankan tanda tangan penjaga gawang, Marcus Bettinelli, dari Fulham dengan status free agent.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Romelu Lukaku Kembali, Chelsea Dibuai Kisah Sukses Drogba dan Luiz

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Romelu Lukaku akhirnya kembali ke pangkuan Chelsea. Setelah 2.570 hari membela Everton, Manchester United, dan Inter Milan, penyerang asal Belgia itu dipastikan kembali mengenakan jersi keagungan The Blues.

Chelsea harus merogoh kocek dalam-dalam untuk memulangkan Lukaku. The Blues menyerahkan uang 115 juta euro kepada Inter Milan. Itu 3,25 kali dari harga sang striker saat dilepas ke Everton pada 30 Juli 2014. Dia juga jauh melampaui David Luiz yang dipulangkan dari Paris Saint-Germain pada 2016-17 dengan tebusan 35 juta euro.

David Luiz jadi pemain terakhir sebelum Romelu Lukaku yang kembali ke Chelsea dan langsung juara Premier League.
Getty Images

Satu hal yang menarik, kepulangan Lukaku membuat para pendukung The Blues dibuai sebuah cocoklogi. Berdasarkan cocoklogi itu, The Blues akan bisa juara Premier League musim 2021-22. Pasalnya, itulah yang terjadi pada dua pemain terakhir sebelum Lukaku yang juga dipulangkan The Blues.

Jelang musim 2014-15, Chelsea membeli Didier Drogba dari Galatasaray seharga 2,25 juta. Hasilnya, The Blues jadi juara Premier League dengan unggul 8 poin atas Manchester City. Hal itu terulang saat David Luiz dipulangkan dari PSG. Kali ini, The Blues juara dengan keunggulan 7 poin dari Tottenham Hotspur.

Romelu Lukaku Pemain Ke-13

Di samping David Luiz dan Didier Drogba, pemain lain yang pulang dan lantas berkontribusi membawa Chelsea juara adalah Nemanja Matic. Kembali ke Stamford Bridge pada 1 Januari 2014, dia gagal membawa The Blues juara karena tertinggal 4 poin dari Man. City. Namun, dia lantas membawa The Blues juara pada 2014-15 dan 2016-17.

Rentetan hasil bagus yang ditunjukkan para pemain yang kembali, terutama Luiz dan Drogba, membuat para pendukung Chelsea punya harapan besar kepada Romelu Lukaku. Apalagi, sang striker baru saja membawa Inter Milan mengakhiri puasa gelar selama satu dekade di Serie A.

Graeme Le Saux kembali ke Chelsea setelah dua tahun sebelumnya juara Premier League bersama Blackburn Rovers.
Getty Images

Akan tetapi, bila merujuk pada keseluruhan pemain yang kembali, para fan Chelsea tak bisa jemawa. Lukaku adalah pemain ke-13 yang kembali ke Stamford Bridge. Selain Luiz, Drogba, dan Matic, sembilan pemain lainnya adalah Graeme Le Saux, Nigel Spackman, Steve Wicks, Alan Hudson, John Hollins, Peter Osgood, Charlie Cooke, Allan Harris, dan Alex Cheyne.

Dari ke-9 pemain yang kembali itu, tak ada yang kemudian menjuarai Liga Inggris bersama Chelsea. Kisah paling tragis tentu Graeme Le Saux yang dipulangkan pada 1997-98. Dua musim sebelumnya, bek kiri eksplosif tersebut justru membuat kejutan besar dengan menjadi bagian penting Blackburn Rovers saat juara Premier League.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Nostalgia Hari Ini: Chelsea Rekrut Didier Drogba dari Marseille

gamespool
Nostalgia Hari Ini: Chelsea Rekrut Didier Drogba dari Marseille 15

Football5Star.com, Indonesia – Suatu hari, pemilik Chelsea, Roman Abramovich bertanya kepada pelatih barunya, Jose Mourinho, “Siapa penyerang yang mau Anda datangkan?”. Mourinho menjawab, “Didier Drogba“. Lalu Abramovich membalas, “Siapa dia?”

Cerita itu Mourinho ceritakan saat Bein Sport. 20 Juli 2004, tepat hari ini 17 tahun yang lalu, Chelsea merekrut Didier Drogba dari Marseille dengan harga 24 juta pounds. Ya, saat itu memang Drogba berstatus sebagai pemain terbaik Ligue 1, tapi nama Drogba nampaknya tidak terlalu tersorot, setidaknya untuk Roman Abramovich.

Karier Drogba Sebelum Chelsea

Didier Drogba dan Frank Lampard saling memberi assist dalam 39 kesempatan sepanjang memperkuat Chelsea di Premier League.
mirror.co.uk

Drogba memulai kariernya dengan lambat. Dia memulai karier profesionalnya bersama klub divisi kedua Prancis, Le Mans saat usianya 20 tahun. Selama 4 musim, dia tetap bermain di divisi kedua bersama Le Mans dan hanya mencetak 15 gol dalam 4 musim itu.

Kesempatan dia datang di musim 2001-02 setelah dia direkrut oleh klub divisi teratas, Guingamp. Tapi dia mulai bersinar pada musim keduanya, dimana Drogba mencatatkan 17 gol dari 34 pertandingan.

Statistik itu membuatnya direkrut oleh Marseille. Pada musim 2003-04 Drogba hanya bisa membawa Marseille finis di posisi ke-7. Tapi, dia berhasil mencetak total 19 gol di Ligue 1, 32 gol di semua kompetisi dan membawa Marseille ke final UEFA Cup. Pemain asal Pantai Gading itu juga menjadi Pemain Terbaik Ligue 1.

Drogba Legend

Statistik itu membuat Mourinho yang baru ditunjuk sebagai pelatih Chelsea mau merekrutnya. Mourinho membujuk Abramovich – yang tak mengenal Drogba – untuk membayar berapa pun harga yang diminta Marseille. Pengusaha asal Rusia itu akhirnya setuju dan mengeluarkan uang 24 juta pounds, yang mana saat itu merupakan rekor transfer klub, untuk mendatangkannya.

Keputusan itu terbukti jitu, Dalam tiga musimnya bersama Mourinho, Drogba mencatatkan 65 gol di semua kompetisi, memenangkan dua gelar Premier League, satu Piala FA, dua Piala Liga dan satu Community Shield.

Mourinho keluar dari Chelsea pada tahun 2007 dan performa Drogba menurun drastis dan dia juga sering menderita cedera. Dalam dua musim, torehan gol Drogba di Premier League bahkan tak sampai dua digit angka.

Rekor Didier Drogba sebagai top skorer Liga Inggris tertua dipecahkan Jamie Vardy.
Getty Images

Tapi, pada 2009-10, Drogba kembali menemukan kembali performa terbaiknya bersama Carlo Ancelotti dengan mencetak 37 gol di semua kompetisi, torehan gol terbaik per musim dalam kariernya, meraih Premier League dan Piala FA.

Kontrak Drogba habis di Juni 2012. Di musim terakhirnya, catatan golnya tidak sementereng musim-musim sebelumnya. Namun, gol yang dia cetak merupakan gol-gol krusial di laga besar.

Tentu saja salah satunya terjadi di final Liga Champions, dimana dia mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-88 melawan Bayern Munich. Drogba menjadi penentu di babak adu penalti dan membawa Chelsea juara Liga Champions untuk pertama kalinya.

Didier Drogba (zimbio.com)
zimbio.com

Drogba dilepas ke Shanghai Shenhua dan dia pindah ke Galatasaray setelah itu. Namun pada musim 2014-15, Jose Mourinho yang kembali menukangi Chelsea kembali mendatangkannya secara gratis dengan satu tahun kontrak.

Keputusan itu terbukti jitu, walaupun Drogba menjadi pemain pelapis untuk Diego Costa, perannya sangat penting terutama saat Diego Costa cedera. Drogba masih mampu mencetak 7 gol dari 40 pertandingan di usianya yang ke-34 tahun dan meraih gelar Premier League ke-4 nya. Total Didier Drogba berhasil meraih 14 gelar dalam 9 musimnya bersama The Blues.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! Serbapertama dari Pemain Afrika di Kompetisi Eropa

gamespool
Kamu Pasti Gak Tahu! Serbapertama dari Pemain Afrika di Kompetisi Eropa 19

Football5star.com, Indonesia – Pada edisi sebelumnya, Football5star.com bagikan fakta menarik soal sepak terjang pemain Asia di kompetisi Eropa. Pada edisi kali ini, giliran pemain Afrika yang akan kami bahas.

Sepak terjang pemain dari benua Afrika di kompetisi Eropa, Liga Champions, Liga Europa, hingga dulu ada Piala Winners dan Piala Intertoto boleh dibilang cukup sensasional. Saat ini, publik tentu masih dibuat kagum dengan talenta dari Mesir, Mohamad Salah bersama Liverpool.

Juergen Klopp Tak Akan Halangi Jika Salah Ingin Hengkang

Sebelumnya, Didier Drogba di Chelsea serta Samuel Eto’o bersama Inter Milan dan Barcelona juga membuat publik sepak bola Eropa dibuat terkagum-kagum dengan kehebatan pemain dari Benua Hitam tersebut.

Namun siapa kira-kira pemain Afrika pertama yang mentas di kompetisi Eropa? Siapa juga pemain dari Afrika yang pertama mengangkat piala? Berikut ulasannya:

Pemain pertama yang tampil

Striker asal Maroko, Abdelkrim Merry menjadi pemain Afrika pertama yang tampil di kompetisi Eropa. Merry tercatat bermain untuk klub Prancis, Bastia saat melawan PSV di Piala UEFA 1978. Sayangnya debut Merry sebagai pemain Afrika pertama berakhir dengan kekecewaan. Bastian dikalahkan PSV dengan skor tiga gol tanpa balas.

Pemain pertama yang juara

Mohamed Salah, Didier Drogba, hingga Samuel Eto’o sukses membawa klubnya meraih gelar juara di kompetisi Eropa. Namun pemain Afrika pertama yang meraih gelar juara tercatat atas nama Derek Smethurst. Pemain asal Afrika Selatan itu pada Piala Winners 1971 berhasil mengantarkan Chelsea menjadi juara setelah mengalahkan Real Madrid.

Pemain pertama yang cetak gol di laga final

Siapa kira-kira pemain Afrika pertama yang cetak gol di final kompetisi Eropa? Ternyata bukan Abdelkrim Merry meski ia tercatat sebagai pemain pertama yang tampil. Butuh waktu beberapa tahun setelah Merry tampil bagi pemain Afrika cetak gol.

Ialah Rabah Madjer dari Aljazair yang menjadi pemain Afrika pertama cetak gol. Madjer cetak gol ke gawang Bayern Munich pada Liga Champions 1986-87.

Pemain pertama yang juara Liga Champions

Meski Rabah Madjer menjadi pemain Afrika pertama yang cetak gol di laga final. Namun bukan ia pemain Afrika pertama yang meraih gelar juara Liga Champions. Pemain Afrika pertama yang meraih gelar Liga Champions ialah kiper Liverpool dari Afrika Selatan, Bruce Grobbelaar pada 1983-84.

Pemain pertama yang juara Liga Europa

Saat Liga Europa masih bernama Piala UEFA, pemain Afrika pertama yang meraih gelar juara tercatat atas nama bek asal Nigeria, Taribo West. Gelar ini diberikan West pada 1998 untuk Inter setelah di final mengalahkan tim Italia lainnya, Lazio.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Anak Didier Drogba Gabung Klub Kasta Keempat Italia

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Jarang terdengar namanya, Isaac Drogba kini telah memiliki klub baru. Anak Didier Drogba baru saja menandatangani kontrak bersama klub Serie D, Folgore Caratese.

Isaac Drogba sempat tidak memiliki klub selama kurang lebih enam bulan. Ini tak lepas dari kontraknya yang tidak diperpanjang klub Prancis, Guingamp, Juli 2020 lalu.

Kendati tidak memiliki klub, putra legenda Pantai Gading tetap berlatih sendiri demi menjaga kebugaran fisik. Ia kemudian mendapat tawaran dari klub Serie D, Folgore Caratese.

Tanpa pikir panjang, pemain 20 tahun menerima pinangan klub kasta keempat Italia itu. Folgore Caratese merupakan klub ketiga yang diperkuat Isaac.

Sebelumnya dia pertama kali bergabung di akademi Chelsea, tempat di mana Didier Drogba menghabiskan delapan tahun karier sepak bolanya. Pemain yang juga berposisi sebagai striker ini kemudian hijrah ke Guingamp 2018 lalu.

Seperti halnya Chelsea, Guingamp merupakan klub yang berjasa untuk karier Didier Drogba. Sebelum namanya dikenal bersama Marseille, dia lebih dulu berseragam Guingamp 2002 silam.

Kendati sudah berusia 20 tahun, Isaac belum sekali pun tampil di kompetisi profesional. Dua tahun di klub Prancis dia gagal menembus tim utama.

Kini bersama Folgore Caratese, Isaac Drogba diharapkan bisa keluar dari bayang-bayang sang ayah dan membuktikan kehebatan dengan jalannya sendiri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Kabar Duka! Presiden Asosiasi Sepak BolaPantai Gading Wafat karena Covid-19

gamespool
Kabar Duka! Presiden Asosiasi Sepak BolaPantai Gading Wafat karena Covid-19 25

Football5star.com, Indonesia – Berita duka datang dari sepak bola Pantai Gading. Ketua PSSI-nya Pantai Gading, Augustin Sidy Diallo meninggal dunia setelah pada awal November divonis terpapar virus Covid-19.

Dikutip Football5star.com dari Marca, Senin (23/11/2020) Diallo yang berusia 61 tahun pada 9 November dinyatakan positif Covid-19 dan telah menjalani masa karantina. Setelah cukup lama mendapat perawatan dari tim medis, pihak keluarga pada Sabtu (21/11) menyatakan Diallo menghembuskan nafas terakhirnya.

Ketua PSSI-nya Pantai Gading Wafat karena Covid-19.2png
atucameroun.com

Sebelumnya, Diallo sempat ingin menemani tim nasional Pantai Gading di pertandingan melawan Madagakar di babak kualifikasi Piala Afrika. Namun karena sudah dinyatakan positif Covid-19, keinginannya tersebut urung terlaksana.

Augustin Sidy Diallo pada awal 2020 lalu sempat mengumumkan untuk mundur sebagai ketua PSSI-nya Pantai Gading, FIF. Hal itu lantaran untuk keduanya kali ia terpilih sebagai ketum umum.

Selama memimpin FIF, Diallo sempat mengantarkan Pantai Gading menjadi juara Piala Afrika 2015. Soal siapa yang bakal melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan Diallo masih terus digodok FIF. Namun santer terdengar bahwa eks striker Chelsea, Didier Drogba sebagai calon kuat pengganti Diallo.

Sayangnya, pada Agustus lalu, FIF justru menggugurkan Didier Drogba sebagai pengganti karena masalah administrasi. Sampai saat ini , FIF belum menujuk pengganti Diallo sebagai ketua umun.

Sekedar informasi, kasus Covid-19 di Pantai Gading per bulan ini sudah menyentuh angka 21.099 kasus. Dari angka tersebut, 129 penderita meninggal dunia, dan 20.748 telah sembuh dari Covid-19.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Fakta Menarik Top Skorer Liga Inggris 2019-20

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Pentas Premier League 2019-20 resmi berakhir. Selain Liverpool menjadi juara, Jamie Vardy tampil sebagai pemain tersubur. Dalam perburuan gelar top skorer Liga Inggris 2019-20, Vardy dengan 23 gol unggul satu gol atas Pierre-Emerick Aubameyang dan Danny Ings.

Sejumlah fakta menarik pun mengiringi keberhasilan Vardy menjadi top skorer Liga Inggris 2019-20. Bukan hanya bagi klubnya, Leicester City, kesuksesan tersebut juga membuat Vardy menorehkan tinta emas pada pentas Premier League.

Berikut ini, Football5Star.com menyajikan 5 fakta menarik yang mengiringi kesuksesan Jamie Vardy sebagai pemain tersubur Premier League musim ini.

1. Jamie Vardy Pecahkan Rekor Didier Drogba

Rekor Didier Drogba sebagai top skorer Liga Inggris tertua dipecahkan Jamie Vardy.
Getty Images

Tampil sebagai top skorer Liga Inggris 2019-20 dalam umur 33 tahun, Jamie Vardy menorehkan catatan emas. Dia kini tercatat sebagai pemain tertua yang mampu meraih sepatu emas Premier League.

Vardy melewati rekor milik striker legendaris Chelsea asal Pantai Gading, Didier Drogba. Pada musim 2009-10, Drogba menjadi top skorer Premier League dalam umur 32 tahun. Saat itu, dia tampil sebagai pemain tersubur dengan torehan 29 gol.

2. Pemain Leicester Pertama Setelah Gary Lineker

Kerry Dixon dan Gary Lineker meraih golden boot Liga Inggris.
doncasterroversfc.co.uk

Kesuksesan Jamie Vardy menjadi top skorer Liga Inggris 2019-20 adalah catatan tersendiri bagi Leicester City. Pada era Premier League, dialah pemain pertama yang meraih sepatu emas bersama The Foxes. Pada 2015-16, dia gagal karena hanya beraad di posisi kedua.

Sebelum Vardy, pemain terakhir yang menjadi top skorer Liga Inggris adalah Gary Lineker. Itu terjadi sudah sangat lama, yakni pada 1984-85. Lineker tampil sebagai pemain tersubur Liga Inggris dengan torehan 24 gol bersama striker Chelsea, Kerry Dixon.

3. Pemain Lokal Kedua dalam Dua Dekade

Harry Kane adalah satu-satunya pemain lokal Inggris yang jadi pemain tersubur Premier League sebelum Vardy.
independent.co.uk

Pemain asing sangat mendominasi daftar top skorer Liga Inggris dalam dua dekade terakhir. Jamie Vardy adalah pemain Inggris kedua yang mampu merebut sepatu emas Premier League. Sebelumnya, sejak 2000-02, hanya Harry Kane yang mampu menembus dominasi para pemain asing tersebut.

Kane tercatat dua kali menjadi top skorer Premier League. Dia melakukannya secara beruntun bersama Tottenham Hotspur pada musim 2015-16 dan 2016-17. Pada 2015-16, Kane dengan torehan 25 gol unggul satu gol dari Vardy dan Sergio Aguero.

4. Lagi-Lagi Bukan Pemain Tim Juara

Robin van Persie jadi pemain terakhir yang menjadi top skorer sekaligus juara Liga Inggris.
manchestereveningnews.co.uk

Kesuksesan Jamie Vardy tampil sebagai top skorer Liga Inggris 2019-20 membuat satu tradisi unik tetap terjaga. Dalam sembilan musim terakhir, gelar pemain tersubur selalu diraih pemain yang tak berasal dari tim juara Premier League. Posisi tertinggi top skorer hanyalah runner-up.

Pemain terakhir yang menjadi top skorer Premier League sekaligus juara adalah Robin van Persie. Striker asal Belanda itu melakukannya bersama Manchester United pada 2012-13 dengan koleksi 26 gol. Setelah itu, gelar tersebut selalu diraih pemain yang tak berasal dari tim juara.

5. Mohamed Salah Gagal Hat-trick

Mohamed Salah gagal mencetak hat-trick top skorer Premier League.
kingfut.com

Sukses Jamie Vardy adalah duka bagi Mohamed Salah. Kegagalan tampil sebagai top skorer Liga Inggris 2019-20 membuat striker asal Mesir tersebut gagal membukukan hat-trick. Sebelumnya, dia secara beruntun jadi pemain tersubur pada 2017-18 dan 2018-19.

Tiga kali beruntun menjadi top skorer Liga Inggris adalah hal langka. Pemain terakhir yang mampu melakukannya adalah Thierry Henry bersama Arsenal pada 2003-04 hingga 2005-06. Adapun para pemain lain yang melakukan hal tersebut adalah Alan Shearer (1994-95 hingga 1996-97) dan Jimmy Greaves (1962-64 hingga 1965-66).

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Cerita Drogba Belikan Rekan-rekannya di Chelsea Cincin Rp 14 Miliar

Football5star.com, Indonesia – Legenda Chelsea, Didier Drogba, adalah orang yang royal. Ia bahkan pernah membelikan rekan-rekannya cincin emas seharga 800 ribu poundsterling (Rp 14,2 miliar).

Hal itu terjadi pada 2012 lalu. Pada tahun tersebut, Chelsea keluar sebagai juara Liga Champions dan Drogba jadi penentu kemenangan The Blues melawan Bayern Munich di laga final. Pemain asal Pantai Gading itu jadi algojo terakhir Chelsea di adu penalti.

Setelah pertandingan itu, Drogba pindah ke Cina. Meski demikian, enam bulan kemudian, ia kembali ke London dan menggelar pesta.

Dalam jamuan makan malam di Wyndham Grand Hotel, Drogba menghadiahi setiap rekannya dengan sebuah cincin. Cincin emas itu berdesain khusus dihiasi berlian dan safir, lengkap dengan nama masing-masing pemain dan tanggal serta skor kemenangan mereka.

Hadir dalam acara tersebut John Terry, Paulo Ferreira, Daniel Sturridge, Ryan Bertrand, David Luiz, Ashley Cole dan Branislav Ivanovic.

Cerita Drogba Belikan Rekan-rekannya di Chelsea Cincin Rp 14 Miliar
Daily Mail

“Saya ingin memberikan sesuatu untuk tim. Jadi kita semua bisa melihat ke belakang dan mengingat prestasi itu,” ujar Drogba.

Sebelum akhir acara, kapten Chelsea, John Terry, yang turut hadir memberikan ucapan khusus pada Drogba. “Anda adalah pahlawan saya dan setiap orang di Chelsea mencintai Anda,” ujarnya.

Drogba sendiri memang penggemar bling-bling. Selain cincin, mantan pemain Olympique Marseille itu juga gemar mengoleksi batu permata. Permata sendiri merupakan batu mulia yang bernilai tinggi. Namun, bagi Anda yang ingin membelinya, harus berhati-hati dalam memilih kualitas dan keaslian permata.

Kunjungi PermataStar.com atau JualPermata.com untuk mendapatkan beragam koleksi permata dengan kualitas dan harga yang terbaik, seperti ruby, sapphire, emerald, chrysoberyl, cat’s eye, spinel, tsavorite, dan lainnya.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera kunjungi PermataStar.com atau JualPermata.com. Dapatkan koleksi permata terbaikmu di sana! (adv)

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Trending Sepekan: Dari Hubungan Sola Aoi dan Drogba hingga Kekonyolan Istri Katai

dinasti

Football5Star.com, Indonesia – Sepanjang pekan pertama Juni 2020, ulasan kompetisi liga memang didominasi Bundesliga 1. Namun, ada banyak bahasan menarik di luar itu yang justru menjadi trending sepekan. Sebut saja soal hubungan Sola Aoi dengan Didier Drogba dan kekonyolan istri Alexander Katai.

Bagi kamu yang kasip memantau berita-berita sepekan terakhir, berikut ini Football5Star.com menyajikan 5 artikel yang menjadi trending dalam sepekan terakhir. Ini selengkapnya.

Sola Aoi ungkap hubungan dengan Didier Drogba

1. Mantan Bintang Panas Jepang, Sola Aoi, Ungkap Hubungannya dengan Didier Drogba

Mantan bintang panas Jepang, Sola Aoi, sempat digosipkan memiliki hubungan istimewa dengan Didier Drogba. Hal itu sempat ramai diangkat media-media massa di Jepang. Bagaimana sebenarnya hubungan mereka? Sola Aoi sudah memberikan penjelasannya. Ketahui selengkapnya dengan klik tautan di atas.


Eks Barcelona Soal Tikus

2. Eks Barcelona: Tikus di Indonesia Dibiarkan Besar seperti Kucing

Eks gelandang Barcelona Sporting Club, Miguel Dominguez, mengaku memiliki pengalaman tersendiri saat semusim bermain di Indonesia bersama PSIS Semarang. Dia antara lain membahas soal tikus dan kera yang berkeliaran bebas dan membuat dia bergidik.


Mario Gomez soal karakter orang Indonesia

3. Mario Gomez: Orang Indonesia Ada Masalah atau Tidak, Tetap Tersenyum

Pelatih Arema FC asal Argentina, Mari Gomez, mengungkapkan kisahnya selama melatih di Indonesia. Selain bicara soal iklim sepak bola di Nusantara, dia juga mengungkapkan karakter bangsa Indonesia yang dikenal ramah dan murah senyum. Hal itu ternyata sangat berbekas di hatinya.


Pengorbanan Firman Utina

4. Terungkap! Demi Gabung Arema, Firman Utina Lepas Status PNS di Tangerang

Mantan bintang timnas Indonesia, Firman Utina, menyampaikan sebuah kisah menarik. Dia melakukan pengorbanan besar dengan melepas status PNS di Tangerang demi bergabung dengan Arema FC. Apa yang membuat dia mau melakukan pengorbanan sebesar itu? simak saja penuturannya.


Kekonyolan Istri Alexander Katai

5. Tindakan Terkutuk Istri Pemain LA Galaxy di Tengah Isu Rasial

Di tengah gelombang demonstrasi antirasialisme menyusul kematian George Floyd di tangah polisi Amerika Serikat, istri pemain LA Galaxy, Alekandar Katai, justru membuat kekonyolan. Dia membuat unggahan berbau rasial di akun Instagram-nya. dampaknya tentu saja buruk.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Mantan Bintang Panas Jepang, Sola Aoi, Ungkap Hubungannya dengan Didier Drogba

dinasti
Mantan Bintang Panas Jepang, Sola Aoi, Ungkap Hubungannya dengan Didier Drogba 47

Football5Star.com, Indonesia – Mantan artis film dewasa Jepang, Sola Aoi, menceritakan soal hubungannya dengan legenda Chelsea, Didier Drogba beberapa tahun lalu. Aoi mengatakan bahwa itu hanya kesalahpahaman.

Aoi sempat tinggal di Tiongkok saat Drogba bermain di Shanghai Shenhua. Aoi menjelaskan bahwa semua berawal dari gosip di media.

Sola Aoi sepak bola Jepang - detikfoto
detikfoto

“Di Cina, media melaporkan bahwa ‘Drogba pindah ke Tiongkok karena dia fan Sola Aoi. Tapi di Jepang, media malah melaporkan saya dan dia berpacaran,” ucap Aoi seperti dilansir Football5Star.com dari Soccer King beberapa tahun lalu.

Sola Aoi melanjutkan, “Tunggu dulu, apakah saya berpacaran dengan orang ini? Pada saat saya kembali ke Jepang, sutradara sebuah acara TV yang merupakan penggemar sepak bola berbicara kepada saya. ‘Apakah Anda berpacaran dengan Didier Drogba? Kerja bagus!’ lalu saya berkata ‘Tidak, itu salah! Saya tidak mengerti sama sekali.'”

Beberapa tahun kemudian, dia menonton Drogba pada saat Pantai Gading bertemu dengan Jepang di Piala Dunia 2014.

Sola Aoi-Football5star
Scoopnest.com

“Saya menontonnya ‘Oh, jadi orang ini?’ Saya merasa punya kesamaan yang aneh. Saya meminta maaf kepada Drogba karena adanya berita ini,” kata Aoi.

Sola Aoi beberapa kali datang ke stadion untuk menonton beberapa pertandingan J-League. Tapi dia mengakui bahwa pengetahuan sepak bolanya masih sedikit.

“Jika saya punya teman pemain J-League, mungkin saya sudah akan tertarik untuk menyukai J-League. Tapi saya ingin pergi, jadi tolong perkenalkan saya dengan para pemain,” ujar Aoi sambil tertawa.

Sola-Aoi-sepak-bola-instagram-@sola_aoi

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Didier Drogba yang Gagalkan Kepindahan Eks Persib ke Manchester United

dinasti
Didier Drogba yang Gagalkan Kepindahan Eks Persib ke Manchester United 51

Football5star.com, Indonesia – Striker asal Pantai Gading, Didier Drogba menjadi penyebab gagal pindahnya eks Persib Bandung, Michael Essien untuk pindah ke Manchester United. Menurut Essien, Drogba meneleponnya agar tidak pindah ke United.

Dikutip Football5star.com dari metro, Sabtu (23/5/2020) Essien yang saat itu masih bermain untuk klub Prancis, Lyon tertarik untuk bisa bermain di Old Trafford. Namun telepon dari Drogba mengubah sikapnya.

Essien (www.old.football5star.com) 2

“Di titik itu, saya akan dengan senang bergabung United. Tapi kemudian di lain hari, saya berbicara dengan Jose dan dia tegas, sangat terbuka dengan saya, bahwa dia ingin saya gabung Chelsea dan cuma ada Chelsea yang bisa membayar biaya transfer saat itu.” kata Essein.

Ditambahkan oleh eks Persib itu bahwa saat dirinya tengah berada di rumah Florent Malouda, Drogba lalu berbicara dengannya lewat telepon.

“Saya kala itu pergi ke rumah Malouda untuk acara barbekyu dan kemudian Drogba menelepon, mereka mulai bicara karena sangat akrab dan kemudian Drogba bilang padanya ‘Kalau ketemu Michael, kapanpun kamu lihat dia, bisakah bilang kalau Jose menginginkan nomornya, Jose mau bicara dengannya’.” cerita Essien.

Pada 2017, setelah bermain di Panathinaikos, Essien hijrah ke Persib. Essien sempat mengakui bermain bersama Persib merupakan salah satu momen indah dalam karirnya. Hanya saja, pria berusia 37 tahun tersebut mengaku tidak kuat bermain sore hari.

“Fans mereka sangat fanatik. Kemana pun kami pergi, stadion selalu penuh. Persib punya basis fans yang besar di Indonesia. Tapi tidak mudah bermain di Indonesia. Saya sedikit menghadapi kendala jika bertanding sore hari,” ucapnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Didier Drogba Kalah Memalukan dalam Pemilihan Presiden FIF

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Nama besar dan prestasi gemilang saat menjadi pemain ternyata bukan tiket emas. Itulah yang dirasakan Didier Drogba dalam pemilihan Presiden Federation Ivoirienne de Football (FIF). Eks bintang Chelsea itu bahkan kalah secara memalukan karena tak mendapatkan satu suara pun dari perwakilan mantan pemain.

Pemilihan Presiden FIF diikuti tiga calon. Selain Didier Drogba, dua kandidat lain adalah Idris Diallo, wakil presiden periode sebelumnya, dan Sory Diabate yang menjabat Presiden Liga Pantai Gading.

Hasil akhirnya mencengangkan. Sebanyak 11 dari 14 pemilik suara dari perwakilan mantan pemain memberikan dukungan kepada Diabate. Sementara itu, Drogba dan Diallo tanpa suara. Adapun tiga pemilik suara memilih abstain.

Sory Diabate mengalahkan Didier Drogba dalam pemilihan Presiden FIF
Twitter @FIFCI_tweet

Sebelumnya, dalam jajak pendapat, Drogba jadi favorit. Apalagi setelah mendapatkan dukungan dari Eugene Diomande yang mundur dari pencalonan. Namun, itu rupanya berbalik 180 derajat pada pemilihan awal yang dilakukan FIF lewat video conference terhadap perwakilan mantan pemain.

Drogba memang menghadapi lawan berat karena Diabate mendapatkan dukungan lebih nyata. Sebagai presiden liga, dia didukung oleh 48 klub profesional di Pantai Gading. Sudah begitu, dia pun didukung Presiden FIF yang telah berkuasa sejak 2011, Augustine Sidy Diallo.

Kekalahan memalukan itu tak lantas membuat Didier Drogba menyerah. Walaupun berat, peluang membalikkan keadaan dan menang masih terbuka. Pasalnya, suara dari perwakilan pemain aktif, pelatih, wasit, dan fisioterapis belum dihitung. Terlepas dari hal itu, hasil awal menunjukkan dia tak didukung oleh rekan-rekannya sesama mantan pemain.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Langkah Gila Didier Drogba Perangi Pandemi Corona

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Legenda Pantai Gading dan Chelsea, Didier Drogba lakukan langkah gila untuk memerangi pandemi corona di negaranya.

Dikutip Football5star.com dari The Sun, Selasa (14/4/2020) Drogba menjadikan rumah sakitnya sebagai pusat perawatan corona Covid-19. Rumah sakit yang terletak di kota Abidjan, Pantai Gading, itu memiliki fasilitas medis yang lengkap.

Afrika Diusulkan Jadi Percobaan Corona, Didier Drogba Naik Pitam

Keputusan Drogba untuk menjadikan rumah sakit miliknya sebagai pusat perawatan penderita corona diapresiasi banyak pihak. “Kami berterima kasih kepada Drogba atas pemberiannya itu yang merupakan tindakan patriotisme,” kata salah satu pejabat daerah di Abidjan, Vincent Toh Bi Irie.

Sebelumnya, Didier Drogba, naik pitam usai ada usulan menjadikan Afrika sebagai tempat percobaan virus corona COVID-19. Menurutnya, hal ini sudah sangat merendahkan satu benua.

“Sungguh tak terbayangkan. Afrika bukan laboratorium pengujian. Saya ingin dengan jeas mencela kata-kata yang merendahkan, salah, dan terutama rasis. Mari bantu menyelamatkan Afrika dari COVID-19 yang sedang mewabah,” tulis Drogba di akun Twitter pribadinya.

“Mari kita selamatkan diri kita dari virus gila ini yang membuat ekonomi dunia merosot dan menghancurkan populasi kesehatan di seluruh dunia. Jangan anggap orang Afrika kelinci percobaan, benar-benar menjijikan,” lanjut dia.

Dua ahli medis Prancis yakni Jean-Paul Mira dan Camille Locht mengusulkan Afrika sebagai tempat percobaan vaksin corona. Mereka beralasan kalau di sana sudah sangat tepat karena sulit mendapatkan perawatan medis yang lengkap.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Afrika Diusulkan Jadi Percobaan Corona, Didier Drogba Naik Pitam

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Legenda Chelsea, Didier Drogba, naik pitam usai ada usulan menjadikan Afrika sebagai tempat percobaan virus corona COVID-19. Menurutnya, hal ini sudah sangat merendahkan satu benua.

Seperti diketahui, dua ahli medis Prancis yakni Jean-Paul Mira dan Camille Locht mengusulkan Afrika sebagai tempat percobaan vaksin corona. Mereka beralasan kalau di sana sudah sangat tepat karena sulit mendapatkan perawatan medis yang mumpuni.

Mendengar hal itu, Drogba naik pitam. Melalui Twitter pribadinya, sosok asal Pantai Gading tersebut menyerang kedua ahli Prancis itu dan menyangkutpautkan dengan rasisme.

Afrika Diusulkan Jadi Percobaan Corona, Didier Drogba Naik Pitam
Instagram Didier Drogba

“Sungguh tak terbayangkan. Afrika bukan laboratorium pengujian. Saya ingin dengan jeas mencela kata-kata yang merendahkan, salah, dan terutama rasis. Mari bantu menyelamatkan Afrika dari COVID-19 yang sedang mewabah,” tulis Drogba di akun Twitter pribadinya.

“Mari kita selamatkan diri kita dari virus gila ini yang membuat ekonomi dunia merosot dan menghancurkan populasi kesehatan di seluruh dunia. Jangan anggap orang Afrika kelinci percobaan, benar-benar menjijikan,” lanjut dia.

Untuk itu, Drogba menyarankan kepada seluruh pemimpin Afrika tak tinggal diam. Karena hal ini sudah menyangkut harga diri masyarakat secara luas.

“Para pemimpin Afrika memiliki tanggung jawab melindungi populasi mereka dari konspirasi yang mengerikan ini. Semoga Tuhan melindungi kita semua,” tutup sosok yang membawa Chelsea juarai Liga Champions 2012 lalu itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Scolari: Saya Punya Masalah Serius dengan Drogba dan Anelka

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan pelatih Chelsea, Luis Felipe Scolari, membeberkan hubungannya dengan Didier Drogba dan Nicolas Anelka. Ia mengaku punya masalah serius dengan kedua mantan anak asuhnya itu.

Luis Felipe Scolari melatih Chelsea 2008 lalu. Di sana ia dianugerahi lini depan yang hebat dengan adanya Didier Drogba dan Nicolas Anelka.

Akan tetapi, masalah cedera menghalangi kinerja mereka. Ia dipaksa mengambil keputusan berat antara harus memilih striker Pantai Gading atau bomber Prancis.

nicolas anelka-didier drogba-sport net
sport.net

“Chelsea punya beberapa masalah dengan cedera dan beberapa masalah serius dalam tim. Saya punya bentuk kepemimpinan yang berseberangan dengan dua pemain, seperti dengan Anelka dan Drogba,” kata pelatih asal Brasil sepreti dilansir Tribal Football, Rabu (1/4/2020).

“Tim medis kami berpikir kami harus membiarkan Drogba pergi untuk menjalani masa pemulihan di Cannes. Tapi saya menegaskan dia harus tinggal di London. Ketika dia pulih, saya mencoba beradaptasi sehingga mereka bisa bermain bersama,” ia menambahkan.

Mantan pelatih Portugal menambahkan bahwa ia sejatinya sudah membicarakan hal ini dengan striker Prancis. Namun, hasil pembicaraan justru membuat posisinya makin terjepit.

“Anelka adalah pencetak gol terbanyak di liga. Kami kemudian mengatakan pertemuan dan dia berkata ‘saya hanya bisa bermain di satu posisi saja’. Setelah itu hubungan kami bertiga mulai renggang, rasa hormat berkurang. Mereka berdua pemain hebat, tapi seseorang harus melakukan sesuatu yang berbeda ketika kami kehilangan bola,” tutup Scolari.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Ini Telat Buktikan Kehebatannya

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Tidak terhitung jumlahnya para pemain yang membuktikan kehebatannya ketika masih belia. Pele, Kaka, Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Jadon Sancho, hingga Erling Haaland, adalah segelintir pemain yang menunjukkan talenta luar biasa saat usianya belum genap 20 tahun.

Pele, Kaka, Lionel Messi, dan Cristiano Ronaldo bahkan tampil konsisten ketika sudah berusia di atas kepala tiga. Namun, tidak semua pemain bisa seberuntung mereka.

Tidak sedikit pula pemain-pemain yang baru membuktikan kehebatannya ketika sudah memasuki usia matang. Mereka pun terbukti mampu meraih trofi baik atas namanya sendiri atau pun untuk klub.

Football5star telah merangkum lima pemain yang baru membuktikan kehebatannya saat memasuki usia senja:

  • Luca Toni
LucaToniBayernMuenchenGermanChampionship1VznpOmYpM8l
zimbio.com

Italia adalah rumah bagi striker-striker hebat. Mulai dari Alessandro Altobelli, Paolo Rossi, Christian Vieri, Alessandro Del Piero, hingga Filippo Inzaghi. Setelah era mereka berlalu, Gli Azzurri kembali memiliki striker ganas dalam diri Luca Toni.

Kendati begitu, usia Luca Toni sejatinya tak jauh berbeda dari Alessandro Del Piero maupun Inzaghi. Bahkan ia sempat satu tim dengan mereka ketika membawa timnas Italia juara Piala Dunia 2006.

Bedanya, Luca Toni baru bersinar ketika sudah menginjak usia 27 tahun. Padahal ia telah menjadi pemain profesional sejak berumur 17 tahun dengan memperkuat Modena. Tapi, baru ketika berseragam Fiorentina namanya mencuat.

Bersama Fiorentina ia dua kali menjadi top skorer Serie A. Torehan tersebut akhirnya membawanya memperkuat raksasa Jerman, Bayern Munich. Banyak yang meragukan kehebatannya 2007 silam. Maklum saja, usianya saat itu sudah menginjak 30 tahun.

Tapi lagi-lagi, Toni membuktikan kualitasnya. Pada tahun pertama di Bundesliga ia langsung menjadi top skorer dengan torehan 24 gol.

  • Dado Prso
dado prso-pesmitidelcalcio
pesmitidelcalcio

Kroasia adalah salah satu negara Balkan yang tak pernah berhenti menerbitkan talenta luar biasa. Di balik nama-nama beken seperti Zvonimir Boban, Davor Suker, hingga era Luca Modric kini, ada satu nama lain yang tak boleh dilupakan. Dia adalah Dado Prso.

Tidak seperti Boban, Suker, atau pun Modric yang memperkuat klub besar, Dado Prso lebih sering bermain di klub biasa-biasa saja. Tidak pernah pula ia merasakan kompetisi top Eropa seperti Premier League, Serie A, atau pun LaLiga.

Prso lebih banyak menghabiskan kariernya di Ligue 1 Prancis. Tapi bukan berarti ia menemui kemudahan di sana. Sudah memperkuat AS Monaco sejak 1997, kariernya cukup fluktuatif karena kerap dipinjamkan ke klub lain seperti Stade Raphaelois dan Ajaccio.

Dado Prso baru unjuk gigi pada musim 2002-2003. Padahal usianya sudah menginjak 30 tahun. Tapi jangan ragukan kehebatan pemain Kroasia tersebut. Duetnya dengan Fernando Morientes membuat dia sukses membawa AS Monaco menembus final Liga Champions untuk pertama kalinya.

Tampil luar biasa bersama Monaco, pemain yang sempat menjadi montir itu akhirnya pindah ke Glasgow Rangers setahun kemudian. Dia pun mengakhiri kariernya di raksasa Skotlandia pada 2007 silam.

  • Ian Wright
ianwright shoot com
shoot.com

Siapa yang menyangka jika legenda Arsenal, Ian Wright, harus melalui jalan panjang menuju kesuksesan. Bagaimana tidak, ia sempat ditolak dua klub medioker Inggris, Southend dan Brighton. Padahal usianya ketika itu sudah 21 tahun.

Keputusan Crystal Palace mendatangkannya 1985 silam juga mendapat penolakan dari suporter. Mereka menganggap Wright tidak punya sesuatu yang membanggakan sebelumnya.

Cerita akhirnya berubah ketika paman dari Shaun-Wright Philips bergabung dengan Arsenal  1991 silam. Namun, saat itu dirinya sudah berusia 28 tahun. Walau begitu, di sinilah ia membuktikan talenta sesungguhnya. Tujuh musim bersama The Gunners, ia sukses membukukan 129 gol dan meraih satu trofi Premier League, dua Piala FA, dan satu gelar Piala Liga.

  • Jamie Vardy
Pep Guardiola - Jamie Vardy - Manchester City - @Vardy7
@Vardy7

Jamie Vardy bisa dibilang sebagai pesepak bola paling beruntung di dunia. Bagaimana tidak, ia nyaris putus asa saat berusia 23 tahun. Dia hanya bermain di klub semi pro Inggris seperti Stocksbridge dan Halifax Town, dan disaat bersamaan ia harus bekerja sebagai buruh pabrik untuk menopang hidupnya.

Nasib Vardy kemudian berubah 180 derajat dua tahun kemudian. Ia dibeli Leicester City dari Fleetwood 2012 lalu. Performanya memang tidak langsung mengilap di Stadion King Power. Namun, secara perlahan ia mulai menapaki kesuksesan.

Jamie Vardy baru benar-benar sukses ketika berusia 29 tahun. Saat itu ia sukses mempersembahkan trofi Premier League untuk Leicester City. Pada tahun itu pula dirinya terpilih sebagai pemain terbaik Liga Inggris.

Sempat mengalami naik turun performa, Vardy kembali membuktikan diri sebagai salah satu striker terbaik Inggris sepanjang masa. Musim ini, saat usianya sudah menginjak 33 tahun dia memimpin daftar top skorer Premier League dengan torehan 19 gol.

  • Antonio Di Natale
Di Natale
getty images

Nama terakhir yang telat bersinar adalah Antonio Di Natale. Berbeda dari nama-nama di atas, Di Natale punya pertimbangan sendiri dalam memilih klub. Memang, selama ini ia hanya memperkuat klub-klub semenjana semisal Empoli, Iperzola, Varese, hingga Udinese.

Kendati begitu, bukan berarti sang bomber tidak laku di bursa transfer. Beberapa klub besar seperti AS Roma, Inter Milan, dan Juventus, pernah ingin mendatangkannya. Namun, tawaran menggiurkan tersebut dia tolak.

Pilihan ini tak pelak membuat namanya terus meredup. Tapi Di Natale tidak seperti pemain lain. Ketika kolega yang lain seperti Filippo Inzaghi dan Alessandro Del Piero mulai tenggelam, legenda Udinese justru baru memulai kebintangannya.

Dia menasbihkan diri sebagai top skorer Liga Italia sebanyak dua kali. Lebih hebat lagi, gelar itu didapat ketika dirinya telah berusia 33 dan 35 tahun. Namanya juga masih dipanggil timnas Italia pada Euro 2012 lalu. Padahal saat itu dia telah berumur 35 tahun.  

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Ini Pernah Kolaps di Lapangan

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Abdelhak Nouri, pemain Ajax yang kolaps pada pertandingan persahabatan 2017 lalu kini diberitakan sudah terbangun dari komanya. Selain Nouri, banyak sekali pemain-pemain yang pernah mengalami kolaps atau pingsan dilapangan. Entah karena serangan jantung atau cedera kepala.

Beberapa pemain sangat beruntung masih bisa bermain lagi, beberapa lainnya tidak beruntung karena tidak bisa bermain, atau yang lebih fatalnya bisa menyebabkan kematian. Berikut Football5Star.com sajikan daftarnya.

John Terry

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Ini Pernah Kolaps di Lapangan
Daily Mail

Pada Final Piala Liga tahun 2007 yang mempertemukan antara Arsenal vs Chelsea. Kapten Chelsea John Terry harus ditarik keluar pada menit ke-63. Pada saat mencoba menyundul bola, kepala Terry tertendang oleh Abou Diaby sebelum kepalanya kembali terbentur ke tanah. Terry langsung tidak sadarkan diri. Pemain yang sekarang menjadi asisten Aston Villa itu mengungkapkan dia tidak mengingat apa-apa soal kejadian itu.

“Saya tidak ingat apa-apa, yang terakhir saya ingat hanya masuk ke lapangan pada babak kedua dan bangun-bangun sudah di ambulan.” Ucap Terry.

Tetapi Terry langsung berbahagia setelah kejadian itu karena timnya berhasil memenangkan laga dan menjuarai Piala Liga berkat dua gol dari Didier Drogba.

Didier Drogba

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Ini Pernah Kolaps di Lapangan
emirates247

Selain Terry, pemain Chelsea lainnya yang pernah kolaps di lapangan adalah Didier Drogba. Kejadian ini terjadi pada laga kandang Premier League Chelsea vs Norwich. Kiper Norwich, John Ruddy, tak sengaja meninju kepala Drogba pada saat duel udara. Pemain asal Pantai Gading itu bahkan sudang pingsan di udara sebelum jatuh ke tanah. Drogba sendiri berkata bahwa itu adalah pengalaman yang menakutkan.

“Saya sangat takut, saya tidak ingat apa-apa setelah Norwich menyamakan kedudukan sampai dilarikan ke rumah sakit. Saya pernah cedera sebelumnya, tetap ini yang paling buruh.” Ucap Drogba.

Pertandingan itu berakhir 3-1 untuk kemenangan Chelsea.

Fernando Torres

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Ini Pernah Kolaps di Lapangan
RantSport

Mantan pemain Liverpool, Fernando Torres, kolaps pada saat bermain di Atletico Madrid melawan Deportivo di pertandingan La Liga pada tahun 2017. El Nino berduel udara dengan pemain Super Depor, Alex Bergantinos sebelum kepalanya membentur keras ke tanah. Bek Atletico, Jose Gimenez, bahkan sempat panik dan menangis setelah melihat rekan timnya dirawat di tengah lapangan.

Beruntung hanya beberapa hari, Torres menulis di media sosialnya bahwa dia tidak apa-apa. “Terima kasih telah menghawatirkan saya dan mendukung saya, saya akan kembali secepatnya.” Kicau Torres di Twitter-nya.

Pertandingan itu berakhir sama kuat 1-1.

Oleh Husyev

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Ini Pernah Kolaps di Lapangan
Business Insider

Kapten Dynamo Kyiv, Oleh Husyev, harus berterima kasih kepada pemain Dnipro, Jaba Kankava, karena telah menyelamatkan nyawanya. Legenda Dynamo Kyiv dan timnas Ukraina itu mengalami benturan dengan kiper Dnipro, Denys Boyko, pada laga big match Liga Ukraina Dnipro vs Dynamo Kyiv tahun 2014.

Setelah mengalami benturan, Husyev tidak sadarkan diri, tetapi Jaba Kankava bereaksi cepat untuk membuka mulut Husyev supaya tidak mengalami toung swallowing atau lidah tertelan. Dan hanya dalam beberapa menit Husyev sadar dan bahkan sempat berdiri sebelum ditandu keluar. Pihak petugas medis dari Kyiv pun mengapresiasi sikap dari Kankava.

Pertandingan itu berakhir 2-0 untuk kemenangan Dnipro.

Fabrice Muamba

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Ini Pernah Kolaps di Lapangan
CNN

Pengalaman dari pemain Bolton Wanderers, Fabrice Muamba, mungkin salah satu keajaiban dalam dunia sepak bola. Pemain hasil didikan akademi Arsenal itu mengalami serangan jantung pada menit ke-43 perempat final Piala FA Tottenham vs Bolton 2012 lalu. Menurut dokter klub Bolton, jantung Muamba bahkan sempat berhenti selama 78 menit.

Muamba tidak sadarkan diri selama dua hari, lalu jantung dia kembali berdetak normal tanpa bantuan apapun. Dalam dua minggu dia sudah bisa sadar kembali dan hanya butuh satu bulan untuk Muamba keluar dari rumah sakit.

Pertandingan itu berakhir 1-1 karena diberhentikan oleh wasit Howard Webb setelah Muamba dilarikan ke rumah sakit. Pertandingan ulang diadakan 10 hari setelahnya dengan Tottenham menang 3-1 atas Bolton.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Erling Haaland Lebih Baik dari Messi dan Ronaldo di Liga Champions

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Erling Haaland terus menunjukkan kiprah apiknya pada pentas Liga Champions musim ini. Saat Red Bull Salzburg kalah 2-3 dari Napoli, dia mencetak dua gol. Hal itu membuat dia menorehkan prestasi lebih baik dari Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Tambahan dua gol ke gawang Napoli membuat Erling Haaland kini mengoleksi enam gol dalam tiga pertandingan. Sebelumnya, anak eks pemain Manchester City, Alf Inge Haaland, itu mencetak hat-trick ke gawang Genk dan satu gol ke gawang Liverpool.

Torehan enam gol Erling Haaland itu adalah rekor gol terbanyak seorang pemain pada tiga laga awal di Liga Champions. Bahkan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo pun tak mampu melakukan hal itu.

Jangankan mencetak enam gol dalam tiga laga awal di Liga Champions, Lionel Messi baru menjebol gawang lawan pada penampilan kelima. Cristiano Ronaldo lebih parah. Megabintang Portugal itu harus menunggu hingga laga ke-20 untuk mencetak gol perdananya di Liga Champions.

Bagaimana dengan Raul Gonzalez? Pada musim pertamanya, 1995-96, dia memang mampu mencetak enam gol. Namun, tak seperti Erling Haaland, dia mencetaknya dalam delapan pertandingan. Pada tiga laga awal, legenda Real Madrid itu hanya mengemas tiga gol. Itu berkat hat-trick ke gawang Ferencvaros pada penampilan ketiga.

Satu-satunya pemain yang mendekati rekor Erling Haaland adalah Didier Drogba. Saat menjalani musim debutnya di Liga Champions bersama Olympique Marseille pada 2003-04, dia sanggup melesakkan lima gol pada tiga laga awal. Dia mencetak satu gol ke gawang Real Madrid, lalu hat-trick saat melawan Partizan Balgrade, dan satu gol ketika menghadapi FC Porto.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Hazard Dianggap Sudah Menjadi Legenda Chelsea

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Didier Drogba menyatakan bahwa Eden Hazard merupakan pemain spesial dan tak ada pemain lain yang bisa menggantikannya. Menurutnya, pemain sayap timnas Belgia itu sudah menjadi legenda di Chelsea.

Eden Hazard telah memutuskan untuk menyudahi perjalanan karier di Chelsea. Ia memilih untuk menjajal petualangan baru bersama Real Madrid.

Real Madrid merampungkan proses kepindahan Eden Hazard dari Chelsea dengan mahar sebesar 100 juta euro atau setara dengan Rp 1,61 triliun.

Bursa Transfer eden hazard chelsea real madrid - twitter FootballFactly
Twitter/@FootballFactly

Pemain berusia 28 tahun itu pergi setelah tujuh tahun mengabdi bersama klub yang bermarkas di Stamford Bridge. Selama itu, ia telah berhasil memenangi dua gelar Liga Inggris, satu Piala FA, dan dua trofi Liga Europa.

Besarnya kontribusi Hazard selama di Chelsea membuat Didier Drogba menganggapnya sebagai sosok spesial. Menurut mantan bomber The Blues itu Hazard layak dianggap sebagai pemain legenda Chelsea.

“Tidak ada yang bisa menggantikan Hazard. Sungguh, ia pemain spesial,” ucap Drogba dikutip Football5star.com dari Sky Sports.

“Namun, pemain lain akan datang dan mengambil perannya dalam skuat. Eden Hazard adalah legenda di Chelsea. Seperti itulah kehidupan, itulah sepak bola,” katanya.

https://www.instagram.com/p/Bye8w-3gzsz/

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Drogba Beberkan Negosiasi Chelsea dan Lampard

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Didier Drogba sempat menyatakan dukungannya agar Chelsea memilih Frank Lampard menjadi pelatih baru. Kini, ia pun membeberkan situasi bahwa kedua belah pihak tengah melakukan proses negosiasi.

Chelsea merupakan klub yang tengah mencari sosok pelatih baru. Terutama setelah Maurizio Sarri telah resmi pindah ke Juventus.

Sejauh ini, ada dua kandidat kuat yang diyakini akan menduduki kursi pelatih tim berjulukan The Blues. Yakni, Rafael Benitez dan Frank Lampard.

frank lampard - maurizio sarri - chelsea
Chelseafc.com

Namun, Lampard diyakini memiliki kans lebih besar karena berstatus salah satu mantan pemain paling dihormati di Chelsea. Lampard merupakan sosok legenda bagi fan Chelsea. Ia masih memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa yang dimiliki The Blues.

Didier Drogba yang pernah meraih sukses bersama Lampard di Chelsea sebagai pemain, terus memberikan dukungannya. Bahkan, kini ia mengungkapkan keyakinannya bahwa mantan gelandang elegan itu akan resmi menangani The Blues.

“Sosok yang tengah melakukan negosiasi untuk menjadi pelatih Chelsea adalah Frank Lampard,” ucap Drogba dikutip Football5star.com dari Sky Sports.

Lampard baru satu tahun terjun ke dunia kepelatihan. Ia menangani klub Championship Derby County, di mana berkat bimbingannya The Rams lolos ke Final Championship.

https://www.instagram.com/p/By7Lh5XgIda/

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Drogba Nilai Hazard Tak Tergantikan di Chelsea

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan striker Chelsea, Didier Drogba, mengungkapkan bahwa Eden Hazard sebagai pemain yang istimewa dan tidak akan tergantikan hingga kapan pun di Stamford Bridge.

Eden Hazard mengakhiri kebersamaannya selama tujuh tahun dengan Chelsea setelah menerima pinangan Real Madrid. Pemain timnas Belgia itu beralasan ingin mencari tantangan baru ketika menerima tawaran Los Galacticos.

Didier Drogba, salah satu striker terbaik yang sempat dimiliki Chelsea, bukan tanpa alasan mengatakan Hazard tidak akan tergantikan. Sebab, gelandang yang didatangkan The Blues dari klub Prancis, Lille, pada tahun 2012 itu telah memberikan sejumlah gelar.

Didier Drogba Eden Hazard Chelsea Fox Sports
foxsports.com

Di antaranya dua gelar Liga Inggris, Piala FA dan terbaru, gelar Liga Europa. Selama tujuh musim bermain di Stamford Bridge, Hazard bermain 350 pertandingan dan mencetak 110 gol di semua kompetisi.

“Tidak ada yang bisa menggantikan Hazard, dia sangat istimewa. Pemain lain akan datang, (dan) berkembang. Tetapi, Eden Hazard masih menjadi legenda di Chelsea, meskipun dia telah pergi sekarang. Itulah hidup, itulah sepakbola,” pungkas Drogba dilansir Fox Sports Asia, Sabtu (22/6/201) dikutip Football5star.com.

Didier Drogba, dua kali berkesempatan memperkuat Chelsea, juga memberikan pendapat mengenai calon suksesor Maurizio Sarri. Ia mendukung mantan rekan setimnya, Frank Lampard mengisi jabatan yang ditinggalkan Sarri.

“Ya, orang yang terdepan untuk mendapatkan pekerjaan, saya pikir Frank Lampard,” kata Didier Drogba ketika ditanya tentang sosok terbaik yang mengisi posisi manajer Chelsea.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Sudah Saatnya Frank Lampard Gantikan Maurizio Sarri

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Legenda Chelsea, Didier Drogba, mengatakan bahwa saat ini merupakan momen yang tepat bagi Frank Lampard untuk menggantikan Maurizio Sarri. Menurutnya, Lampard tak bisa menunggu lama apabila ingin mendapatkan kesempatan kembali ke Stamford Bridge.

Dalam satu bulan terakhir, Maurizio Sarri dikabarkan akan merapat ke Juventus. Hal ini pun membuat media-media Inggris menyebut Frank Lampard yang menukangi Derby County musim lalu menjadi kandidat ideal untuk The Blues.

“Saya rasa, Lampard adalah pilihan yang tepat untuk Chelsea. Dia berhasil tampil baik bersama Derby County dan mampu melaju hingga ke babak final Play Off,” kata Didier Drogba kepada ESPN.

Didier Drogba - Frank Lampard - Maurizio Sarri - Chelsea - ESPN
ESPN

“Apakah Lampard harus menunggu hingga umur 50 tahun agar dianggap siap melatih Chelsea? Saya rasa tidak. Hal itu tergantung kepada pengalaman serta keinginannya untuk meraih kesuksesan. Jadi, apabila dia merasa sudah siap, dia harus menerima tawaran Chelsea,” imbuhnya menambahkan.

Kehilangan Eden Hazard dan hukuman embargo transfer membuat The Blues berada di tempat yang cukup sulit. Namun, Didier Drogba mengatakan bahwa pemain yang dimiliki Chelsea saat ini sudah cukup bagus dan akan meraih empat besar pada musim 2019-20.

“Saya rasa, pihak klub harus memberikan waktu dan sedikit bersabar kepada siapapun sosok yang ditunjuk untuk menggantikan Sarri. Saya rasa, mereka bisa finis di empat besar dengan para pemain yang ada saat ini,” tandasnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Bukan Ronaldo, Moise Kean Ungkap Dua Sosok Penyerang Inspirasi

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Moise Kean mengungkapkan dua sosok penyerang yang menjadi inspirasinya. Bukan Cristiano Ronaldo atau striker Juventus lain, melainkan Didier Drogba dan Mario Balotelli.

Moise Kean merupakan pemain yang mulai bersinar bersama Juventus musim lalu. Terutama pada paruh kedua musim 2018-19.

Ia mulai menyedot perhatian pecinta sepak bola setelah mengemas 6 gol dan 1 assist hanya dalam enam laga pada periode Maret dan April.

Juventus merupakan tim yang memiliki banyak penyerang hebat semisal Cristiano Ronaldo, Mario Mandzukic, atau Paulo Dybala. Akan tetapi, tak ada satu penyerang Juventus pun yang disebut Moise Kean sebagai salah satu inspirasinya ketika masih kanak-kanak.

5 Faktor Kunci di Balik Keberhasilan Juventus - Moise Kean - Zimbio
Zimbio.com

Buat Kean, mantan pemain bintang Chelsea, Didier Drogba, dan eks penyerang Inter Milan, Mario Balotelli merupakan dua sosok yang menjadi inspirasinya. Drogba dan Balotelli adalah dua striker tipikal mengandalkan kekuatan fisik karena bertubuh tinggi dan besar. Ya, Kean memiliki kemiripan dengan kedua penyerang tersebut.

“Didier Drogba adalah sosok inspirasi. Saya sangat menyukainya, salah satu pemain idola saya. Caranya bergerak dan mencetak gol selalu saya perhatikan berulang-ulang. Ia sungguh luar biasa,” ujar Kean seperti dikutip Football5star.com dari Football Italia.

“Ketika waktu lebih muda saya menyukai Mario Balotelli, khususnya saat ia berkarier di Inter Milan. Mario juga menjadi inspirasi buat saya,” ucapnya.

Moise Kean sebelumnya juga mengungkapkan ambisi terbesar dalam karier di level klub. Keinginan terbesarnya adalah memenangi gelar Liga Champions.

“Ambisi terbesar saya adalah menggapai kesuksesan, memenangi Liga Champions. Apa yang Anda pelajari di Juventus adalah selalu berusaha memberikan yang terbaik menghadapi setiap tantangan,” ucap Kean.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Didier Drogba Tak Akan Heran Bila Rekornya Dipecahkan Nicolas Pepe

Football5Star.com, Indonesia – Penyerang legendaris Pantai Gading, Didier Drogba, sangat mengagumi kualitas Nicolas Pepe. Menurut dia, pemain Lille OSC itu sangat cocok dengan Ligue 1 dan tak akan heran bila rekor golnya dipecahkan pemain yang juga berasal dari Pantai Gading itu.

Hingga saat ini, Didier Drogba tercatat sebagai pemain Afrika dengan torehan gol terbanyak dalam semusim. Pada musim 2003-04, dia membukukan 19 gol bersama Olympique Marseille.

“Dia punya statistik yang sangat bagus dan akan dengan mudah melewati rekor gol saya di Ligue 1,” jelas Didier Drogba, Sabtu (16/3/2019), seperti dikutip Football5Star.com dari situs resmi LFP.

Nicolas Pepe mendapat pujian setinggi langit dari Didier Drogba.
footballtransfertavern.com

Saat ini, Nicolas Pepe kian dekat dengan rekor sang legenda. Sebanyak 17 gol telah dijaringkan pemain berumur 23 tahun itu bagi Lille. Namun, dia harus menunggu lebih lama untuk menggurat rekor baru karena gagal mencetak gol kala klubnya berhadapan dengan AS Monaco.

Bukan hanya soal ketajaman yang membuat mantan pemain Chelsea itu memuji Nicolas Pepe. Dia melihat pemain yang kini dibidik banyak klub teras Eropa, salah satunya Barcelona, tersebut punya kelengkapan sempurna sebagai pemain depan.

“Dia pemain yang cepat, komplet, dan efisien. Pemain seperti itu dangat dibutuhkan di Ligue 1,” ujar Didier Drogba “Saya sudah mendengar keberadaannya sejak beberapa waktu lalu, terutama karena dia membela timnas Pantai Gading.”

Pujian Didier Drogba itu tak berlebihan. Statistik membuktikan, Nicolas Pepe bukan hanya tajam. Dia pun mampu memberikan umpan manis bagi rekan-rekannya. Torehan 10 assist jadi bukti tak terbantahkan mengenai hal itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ada Drogba di Balik Keputusan Balotelli Gabung Marseille

Football5star.com, Indonesia – Legenda Chelsea, Didier Drogba, mengungkapkan bahwa dirinya yang memberi saran kepada Mario Balotelli untuk merapat ke Olympique Marseille.

Balotelli gabung Marseille dari Nice pada Januari lalu. Bersama klub barunya, Super Mario menemukan ketajamannya lagi. Ia sudah mencetak lima gol dalam tujuh pertandingan yang dilalui.

“Saya sangat senang untuk Balotelli, terutama karena kami membicarakannya sebelum dia pergi ke sana,” kata Drogba di Soccerway.

Frank Lampard - Didier Drogba - Chelsea - The Independent
The Independent

Sebelum gabung Marseille, Super Mario sempat terpuruk di Nice. Selama paruh pertama musim ini, ia tampil dalam sepuluh pertandingan dan tidak mencetak gol. Pada akhirnya, pemain Timnas Italia itu memutuskan untuk pindah ke Marseille.

“Saya mengatakan kepadanya: ‘Anda memiliki kesempatan ini, jadi ambillah, karena ini adalah klub yang baik untuk Anda.’ Dan sekarang Balotelli benar-benar baik. Dia mulai mencetak gol lagi dan saya senang dengannya,” Drogba menambahkan.

Drogba sendiri pernah membela Marseille pada 2003–04. Ia tampil dalam 55 pertandingan di semua kompetisi dan mencetak 32 gol.

Sukses di Marseille membuat Chelsea tertarik dan membeli Drogba. Pemain asal Pantai Gading itu kemudian menjadi legenda abadi di Stamford Bridge.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Legenda Marseille Sandingkan Balotelli dengan Drogba

Football5star.com, Indonesia – Kehadiran Mario Balotelli di Marseille memunculkan harapan baru bagi legenda klub, Jose Anigo. Bahkan ia menyandingkan sang bomber dengan mantan striker Marseille, Didier Drogba.

Balotelli hengkang ke Marseille pada Januari lalu. Walau baru bergabung, ia langsung mencuri perhatian fans dengan mencetak tiga gol dari enam pertandingan. Bahkan satu golnya tercipta pada debutnya saat melawan Lille beberapa waktu lalu.

Torehan ini pula yang membuat Anigo teringat dengan Drogba yang pernah memperkuat klub kota pelabuhan itu pada 2003-2004 lalu. Kendati keduanya datang dengan cara yang berbeda, ia melihat dua pemain beda generasi ini punya banyak kesamaan dalam segi permainan.

jose anigo-didier drogba
francefootball.fr

“Sekali pun jika dia punya status yang berbeda dengan Drogba saat datang pertama kali, Balotelli telah mengingatkan saya padanya. Dia menyerang dengan sama baiknya dan sangat mematikan di depan gawang,” kata Anego kepada France Football. Selasa (26/2/2019).

“Dia menjadi ancaman yang membuat tim lawan ketakutan dengan Marseille. Dia juga lebih kuat dari Kostas Mitroglu dan Valere Germain, sekali pun mereka pemain yang sangat bagus,” sambung pria yang juga pernah melatih Marseille pada 2003-2004 itu.

Di sisi lain, karier gemilang Drogba selama ini memang tidak bisa dilepaskan dari Marseille. Ia mencatatkan 32 gol dari 55 penampilan selama dua musim di sana. Performa ini pula yang akhirnya membawanya ke Chelsea 2004 silam dan meraih sukses besar di sana.

Hazard Ingin Namanya Melegenda Seperti Lampard dan Drogba

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Kontribusi Eden Hazard untuk Chelsea selama ini tidak perlu diragukan lagi. Enam musim membela The Blues, sudah banyak gelar ia persembahkan. Kesuksesan ini pun membuat dirinya ingin melegenda seperti Frank Lampard dan Didier Drogba.

Seperti yang diketahui, Lampard dan Drogba adalah legenda Chelsea. Kendati tidak mengakhiri kariernya di Stamford Bridge, keduanya tetap dielu-elukan fans berkat loyalitas dan banyaknya gol yang mereka persembahkan.

Adapun Hazard kembali menjadi penentu kemenangan The Blues saat menghadapi Watford dinihari tadi. Dua gol yang ia cetak sekaligus membuat dirinya kini sudah mengoleksi 101 gol selama berkostum Chelsea.

Frank Lampard - Didier Drogba - Chelsea - SB Nation
sbnation.com

“101 gol ini terasa sangat spesial karena hari ini kami menang. 101 gol dengan klub luar biasa ini menjadi sesuatu yang takkan pernah saya lupakan. Sekarang saya, fans, dan pemain menginginkan lebih,” kata Hazard kepada Sky Sports, Kamis (27/12/2018).

“Saya ingin mencetak lebih banyak gol untuk Chelea dan ingin menjadi legenda seperti Lampard dan Drogba. Saya akan melakukan yang terbaik untuk mewujudkan itu. Target saya adalah mencetak gol dan memenangkan pertandingan,” ia menambahkan.

Untuk diketahui, Lampard dan Drogba menempati urutan pertama dan kedua pencetak gol terbanyak Chelsea sepanjang masa. Pria yang kini menjabat sebagai pelatih Derby County mengoleksi 209 gol dari 640 penampilan. Sementara sang bomber yang baru saja memutuskan pensiun mencetak 164 gol.

Adapun Hazard membuntuti keduanya di urutan ketiga dengan 101 gol dari 322 penampilan. Jika sang winger masih bertahan beberapa musim lagi, bukan tidak mungkin rekor dua seniornya itu bisa dilampaui.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Drogba Menyesal Tidak Sempat Bermain Bersama Kante

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Legenda Chelsea, Didier Drogba, terkagum-kagum dengan performa dan kepribadian N’Golo Kante selama ini. Tapi terselip penyesalan dalam dirinya karena tidak bisa bermain bersama-sama dengan sang gelandang di Chelsea.

Kante bisa dikatakan menjadi fenomena tersendiri dalam sepak bola Eropa. Kepribadiannya yang riang dan selalu melempar senyum membuat dirinya sangat disukai kawan dan lawan. Sikap luar biasanya ini pun berbanding lurus dengan performa menawan yang ditunjukkan di lapangan.

N'Golo Kante - Chelsea - Maurizio Sarri - @SuperSport
@SuperSport

Faktor ini pula yang membuat Drogba sangat kepincut dengan gelandang asal Prancis tersebut. “Saya sangat bangga padanya. Saya senang melihatnya memilih Chelsea dan klub mendengarkan saran saya untuk mendatangkannya. Saya senang tidak membuat kesalahan,” katanya kepada Daily Mail, Rabu (12/12/2018).

“Tapi jujur saja saya benar-benar ingin bermain bersamanya. Semua pemain sangat senang dengan Kante karena dia selalu bermain dengan senyuman,” ia menambahkan.

Kante tetap mampu mempertahankan konsistensinya bersama Chelsea pada era Maurizio Sarri. Padahal ia harus rela posisinya digeser sang pelatih untuk bermain lebih ke depan demi memberi ruang kepada rekrutan anyar The Blues, Jorginho.

Peran barunya ini pun tidak membuat gelandang yang memenangi Piala Dunia 2018 bersama Prancis itu canggung. Bahkan berkat peran baru ini dia mampu mencetak gol-gol penting untuk Chelsea.

Salah satu gol pentingnya ia buat ke gawang Manchester City akhir pekan lalu, yang sekaligus memberikan kekalahan perdana bagi The Citizen musim ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Drogba Jagokan Mbappe Raih Ballon D’Or

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Legenda Chelsea, Didier Drogba, mengatakan bahwa dirinya ingin Kylian Mbappe meraih gelar Ballon D’Or tahun ini. Menurut Drogba, menangnya Mbappe akan menjadi angin segar di dunia sepak bola.

Dalam satu dekade terakhir, ajang Ballon D’Or behasil didominasi oleh Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Kedua pemain itu sama-sama memiliki lima gelar Ballon D’Or. Bahkan, Ronaldo berhasil menjadi pemenang di dua edisi terakhir.

“Saya ingin melihat Kylian Mbappe menjadi pemenang Ballon D’Or. Apabila ia berhasil menjadi pemenang, maka hal itu akan menjadi angin segar untuk dunia sepak bola,” ujar Drogba dikutip dari Sportskeeda.

Didier Drogba - Kylian Mbappe - Ballon D'Or - Getty Images
Getty Images

Meskipun menjagokan Mbappe, Drogba juga tetap mewaspadai Ronaldo. Menurut pria asal Pantai Gading itu, Ronaldo masih menjadi kandidat kuat untuk menjadi pemenang meskipun kini sudah berusia 33 tahun.

“Untuk saya, Ronaldo masih masuk di dalam bursa juara. Dia adalah pemain yang luar biasa. Musim lalu, ia kembali berhasil menjadi juara Liga Champions. Musim ini, ia berpindah liga dan kini bermain bersama Juventus. Di Juventus, ia juga berhasil menunjukkan penampilan yang luar biasa,” tutur pria 40 tahun itu.

Menurut laporan yang dihimpun oleh media Italia, Tuttosport, nama Ronaldo tidak ada di daftar tiga besar calon pemenang Ballon D’Or. Menurut Tuttosport, ketiga pemain yang masuk di tiga besar calon pemenang adalah Mbappe, Luka Modric, dan Raphael Varane.

Deretan Bek yang Paling Menyulitkan Drogba

Football5star.com, Indonesia – Didier Drogba dikenal sebagai salah satu bek terbaik sepanjang sejarah Premier League. Selama delapan musim membela Chelsea, pemain asal Pantai Gading tersebut mencetak 164 gol dari 381 pertandingan.

Meskipun catatan prestasinya termasuk mentereng, Drogba masih merasa kesulitan menghadapi sejumlah pemain lawan. Kepada Mirror, ia membeberkan bek-bek tangguh yang pernah menjadi lawannya selama di Liga Inggris.

Dua bek Manchester United, Nemanja Vidic dan Rio Ferdinand masuk ke dalam daftar pemain tangguh menurutnya. Selain itu, duet lini belakang Barcelona, Carles Puyol dan Gerard Pique juga tak luput dari perhatiannya.

Nemanja Vidic - Manchester United - Football5star
squawka.com

“Sebenernya sulit juga menentukan siapa pemain yang paling sulit dihadapi selama bermain. Tapi sepertinya Vidic dan Ferdinand bisa masuk daftar itu. Kemudian Pique dan Puyol juga berat,” katanya.

Drobga membela Chelsea dalam dua edisi. Pertama adalah ketika pindah dari Marseille pada 2004 hingga 2012 pindah ke Galatasaray. Ia sempat kembali ke Stamford Bridge pada 2014 namun hanya bertahan semusim sebelum hengkang lagi musim depannya.

“Pique jadi yang paling tangguh di antara mereka semua. Dia tidak akan ragu untuk berjibaku lebih lama di area pertahanannya. Tapi secara umum, mereka semua adalah pemain-pemain top,” sambungnya lagi.

Saat ini, Drogba membela kontestan kompetisi kasta kedua di Amerika Serikat yakni Phoenix Racing FC. Sejauh ini, ia sudah mengemas 16 gol dari 26 pertandingan di semua ajang.