Jorge Valdano Ungkap Hal Terburuk di Tahun-Tahun Terakhir Maradona

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Jorge Valdano, legenda Real Madrid memiliki pandangan dan kenangan tersendiri dengan mendiang Diego Maradona. Satu hal yang membuat Jorge Valdano miris ialah tahun-tahun terakhir Maradona.

“Hal terburuk ialah tahun-tahun terakhir Maradona adalah dia memutuskan ikatan kasih sayang dengan semua orang, dengan mantan istrinya, putrinya, hingga teman-teman yang paling mencintainya,” ungkap Jorge Valdano seperti dikutip Football5star.com dari El Pais, Selasa (7/9/2021).

Jorge Valdano Ungkap Hal Terburuk di Tahun-Tahun Terakhir Maradona

“Yang paling mengejutkan saya tentang kematiannya adalah bahwa seseorang yang tidak tahu yang memberikan belasungkawa dan perasaan itu menyebar ke seluruh negeri,”

“Dia adalah karakter utama. Saya adalah orang yang benar-benar berdamai dengan masa lalu. Saya hanya satu atau dua kali kesal ketika bersama Diego,” ungkap Valdano.

Ditegaskan oleh Jorge Valdano bahwa Maradona di tahun-tahun terakhinya memang merasakan kondisi yang sangat tertekan serta menderita.

Jorge Valdano Ungkap Hal Terburuk di Tahun-Tahun Terakhir Maradona

“Saya pikir dalam tahun-tahun terakhirnya, dia sangat menderita. Saya telah melakukan pembicraan yang sangat mendalam dengannya. Dia mengatakan kepada saya hal-hal sulit tentang hidupnya,”

Jorge Valdano Akui Lama Tak Bicara dengan Maradona

Hubungn Valdano dengan Maradona memang berubah dingin di tahun-tahun terakhir di Tangan Tuhan. Valdano pun mengakui bahwa ia sudah lupa kapan terakhir dirinya berbicara santai dengan Maradona.

Jorge Valdano Ungkap Hal Terburuk di Tahun-Tahun Terakhir Maradona

Namun satu hal yang diingat Valdano di pembicaraan terakhirnya dengan Maradona ialah kondisi psikis legenda Napoli tersebut.

“Saya tidak ingat kapan terakhir berbicara. Namun di pembicaraan terakhir, dia banyak bercerita soal kesulitan dalam hidupnya. Saya pergi dengan putus asa setelah itu, dengan perasaan bahwa ada seorang pria berteriak meminta tolong dan tidak bisa menolongnya,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Nolberto Solano, Legenda Newcastle United, Pujaan Maradona

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Nolberto Solano adalah perjudian besar Newcastle United. Tapi dalam sekejap ia membuktikan perjudian itu membawa berkah.

Sepanjang sejarahnya, Newcastle United hanya tiga kali turut serta di Liga Champions. Dua kali dirasakan saat ada Nolberto Solano di sana.

Ya, itulah yang dimaksud perjudian manajemen membawa berkah. Tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh fan The Magpies melihat timnya bersaing di papan atas.

nolberto solano chroniclelive
chroniclelive.co.uk

Memang, mereka dianugerahi skuat jempolan seperti Shay Given, Craig Bellamy, hingga salah satu legenda terbesar Inggris, Alan Shearer. Namun, tetap saja, sulit menandingi kedigdayaan Manchester United dan Arsenal pada milenium baru yang silih berganti juara.

Newcastle United memang tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi selama tiga musim mereka jadi pengganggu setia hegemoni klub asal Manchester dan London.

Nolberto Solano, bagaimana pun, bukan siapa-siapa ketika itu. Namanya asing di telinga pecinta sepak bola Inggris.

Anggapan orang-orang tentang dirinya makin tak karuan ketika tahu ia berasal dari Peru. Ya, Peru tidak punya budaya apik di kancah sepak bola internasional.

Bahkan di tingkat regional saja mereka lebih sering jatuh bangun daripada konsisten jadi kuda hitam. Kendati begitu, sepak bola selalu punya cara untuk menemukan permata terbaiknya dari tempat tak terduga.

nolberto solano geordibootboys
geordibootboys

Sejak awal, Solano sudah menancapkan cerita bahwa dia akan jadi sosok besar. Dia tidak butuh waktu lama untuk mengasah kemampuan di negara sendiri.

Walau begitu bukan berarti dia tidak memberikan apa-apa. Sang legenda mempersembahkan tiga gelar Liga Peru secara beruntun untuk Sporting Cristal. Dan bersamanya pula klub tersebut ke final Copa Libertadores.

Lima tahun menjejakkan kaki di kompetisi profesional Peru dengan memperkuat Sporting Cristal dan Deportivo Municipal, ia merantau ke Argentina 1997.

Memang masih di kawasan Amerika Selatan. Tapi kompetisi Argentina jauh lebih mapan dibandingkan Peru. Terlebih klub yang diperkuat adalah Boca Juniors.

Masih belia, Solano belajar banyak hal di sana. Mulai dari permainan, wawasan sepak bola, serta mental. Tidak cuma itu, ia jadi satu dari sedikit orang Peru yang berkesempatan menjadi rekan setim Diego Maradona.

Tak Berpikir Main untuk Boca, Apalagi Disanjung Maradona

Boca Juniors mendapatkan Nolberto Solano secara cuma-cuma. Sang gelandang memang sudah bersiap hengkang dari Peru.

Pilihannya banyak, terutama di Amerika Selatan. Ada klub Brasil dan Argentina yang menginginkannya. Sampai akhirnya Boca yang berhasil mengamankan jasanya.

Memperkuat Boca Juniors sebuah kebanggaan besar untuk pemain mana pun di Amerika Latin. Begitu juga dengan Solano. Apalagi ia berasal dari Peru.

Kendati menjadi komoditas panas di pasar transfer Amerika Latin, pemain yang akrab disapa Nobby tak pernah berpikir Boca meminatinya.

nolberto solano diego maradona 90sFootball
@90sFootball

“Adalah memimpi bagi pemain Amerika Selatan untuk bergabung dengan salah satu klub paling terkenal di dunia. Ini seperti pemain Eropa pindah ke Real Madrid, Barcelona, atau Manchester United,” kata Solano seperti dikutip Football5star dari Planet Football.

“Menurut saya ini tidak bisa dipercaya. Saya tidak pernah berpikir mereka akan tertarik pada saya,” sambung sang legenda.

Nobby mungkin jadi pemain Peru paling beruntung sepanjang masa. Dia bukan hanya berseragam Boca Juniors, tapi juga bermain bersama talenta-talenta jempolan Argentina.

Pada 1997 silam Boca bermaterikan gabungan pemain muda dan pengalaman. Darah muda klub ibu kota diwakili oleh Juan Roman Riquelme, Martin Palermo, dan Walter Samuel. Mereka-mereka ini dipimpin langsung oleh sosok sekaliber Claudio Caniggia dan, siapa lagi kalau bukan Diego Maradona.

Nolberto Solano dan Diego Maradona berada di era berbeda. Legenda Peru belum genap 20 tahun ketika itu. Sedangkan salah satu legenda terbesar dunia sudah berumur 37 tahun.

Menang segalanya, Maradona tetap melihat talenta luar biasa yang dimiliki Nolberto Solano. Ada satu momen di mana ia memuji rekannya itu setinggi langit.

Semua orang terkejut dengan ucapan El Diego. Maklum saja,hari itu Nobby baru melakoni debut.

“Sebagai pemain muda saya akan senang bermain melawan Diego Maradona. Tapi saya tidak pernah berpikir dalam hidup saya bahwa saya bermain dengannya sebagai rekan setim. Itu pengalaman yang hebat,” ungkap legenda Peru.

“Dia sudah sudah berusia 36 tahun dan di akhir kariernya. Tapi tetap saja itu mimpi yang tak pernah saya bayangkan,” ia menambahkan.

“Setelah debut saya, dia menjalani konferensi pers dan ketika mereka bertanya tentang saya, dia memanggil saya ‘Maestrito’. Dia terkesan dengan kemampuan teknis saya sehingga dia memberi saya beberapa pernyataan yang bagus,” tegas Solano.

Dar Boca Nobby akhirnya hijrah ke Eropa. Ada Newcastle United yang rela menggelontorkan dana 4 juta euro. Pada 1999 angka tersebut cukup besar, apalagi untuk pemain yang berasal dari Peru.

Cinta Inggris, Dicintai Newcastle United

Pilihannya ke Inggris bisa dibilang mencengangkan. Pada masa itu Premier League bukan liga populer, terlebih bagi mereka yang berasal dari Amerika Latin.

Pemain asal Amerika Latin, atau penikmat bola di sana lebih mengenal LaLiga Spanyol, Serie A Italia, bahkan Liga Portugal. Ini tak lepas dari miripnya budaya di negara-negara tersebut dengan Amerika Latin.

Akan tetapi, Solano berani keluar dari zona nyaman. Pilihannya terbukti jitu. Ia langsung jadi pilar utama Newcastle United. Siapa pun pelatihnya mereka selalu memainkan Nobby.

Ya, Newcastle kerap gonta-ganti pelatih. Mulai dari Kenny Dalglish, Ruud Gullit, hingga pelatih legendaris sekaliber Sir Bobby Robson.

Pada awal kedatangannya Nobby memang gagal memberikan prestasi untuk The Magpies. Klub hanya berada di papan tengah pada musim 2000-2001. Tapi setelah itu mereka menjelma jadi tim mengerikan.

Skema 4-4-2 ala Sir Bobby Robson benar-benar pas dengan karakter Nobby. Ditempatkan di lini tengah sebelah kanan, ia kerap melakukan tusukan ke dalam kotak penalti lawan. Ketika gagal menembus lini pertahanan dia juga tidak kehabisan akal.

nolberto solano fourfourtwo
fourfourtwo

Nobby punya banyak kelebihan. Selain kecepatan, dia memiliki akurasi umpan yang akurat. Dirinya juga mampu menyelesaikan tugasnya sendiri melalui tendangan geledek.

Semusim kemudian Newcastle United langsung merangsek ke empat besar. Mereka pun berhak lolos ke Liga Champions untuk kedua kalinya sepanjang sejarah klub.

Sepanjang kariernya, Newcastle adalah klub yang paling lama dia bela. Pemain kelahiran Callao, Peru, bertahan di St James Park selama enam tahun dengan koleksi 48 gol dan 72 assist dari 315 pertandingan.

Memang, The Magpies tidak selalu di atas saat masih ada Solano. Mereka juga kerap jatuh ke papan tengah hingga terjun bebas di papan bawah. Namun, Nobby tetap setia.

Fan jadi salah satu alasan mengapa dia tidak mau ke Real Madrid saat itu. Menurutnya pendukung Newcastle United mendukungnya penuh cinta. Ia juga merasa nyaman dengan kultur fan Inggris yang selalu bersemangat dalam mendukung klub kesayangan.

“Orang-orang Inggris sangat bersemangat tentang sepak bola. Saya selalu menghormati mereka. Fan akan berteriak dan memaki jika Anda tidak melakukannya dengan baik,” kata sang legenda seperti dilansir BBC.

“Pindah ke Inggris terasa seperti berada di teater. Itu sangat bagus, begitu sempurna,” ia menegaskan. Pria yang juga mahir memainkan alat musik terompet adalah simbol kehebatan sesaat Newcastle United.

Dua kali menempati empat besar Premier League dan sekali menembus final Piala FA sudah cukup untuk membuktikan status tersebut. Bahkan pada 2012 lalu FourFourTwo melabeli pria 47 tahun sebagai legiun terbaik dalam sejarah The Magpies.

Maradona Pernah Prediksi Akhir Suram Karier Lionel Messi di Barcelona

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Mendiang Diego Maradona pada 2017 sempat memprediksi bahwa Lionel Messi akan mengakhiri kariernya dengan suram di Barcelona. Menurut legenda Argentina itu, Messi akan berpisah dengan Barceloa dengan kondisi tak layak.

“Saya tahu Messi akan bermain buruk dengan Barcelona atau paling tidak, dia akan pergi dengan kondisi tidak sebagaimana mestinya,” kata Maradona kepada Infobae seperti dikutip Football5star.com, Senin (9/8/2021).

Jika Maradona Masih Hidup, Ia Akan Menangis Lihat Capaian Lionel Messi

“Saya meninggalkan hal sama. Barcelona, klub yang tidak peduli dengan apa yang telah Anda berikan. Mereka tidak akan berterima kasih. Mereka akan membayarnya, seperti mereka membayar saya,” tambah Maradona.

Pernyataan Maradona ini beberapa kali ia ucapkan jauh sebelum dirinya wafat atau saat Messi dengan terpaksa harus tinggalkan Barcelona.

“Jangan lakukan hal sama seperti yang Anda lakukan dengan Rivaldo, dengan Ronaldo, dengan Romariao, dengan Figo. Saya dapat memberitahu Anda banyak pemain yang dipecat karena cemburu di Barcelona. Dan yang kalah selalu pendukungnya,”

Akhir yang Buruk Messi di Barcelona

Lionel Messi tak bisa membendung rasa sedihnya saat menggelar konfrensi pers terkait status dirinya di Barcelona. Air mata Messi jatuh saat ia akan berbicara di depan mikrophone.

Lionel Messi membuka kalimat pertamanya dengan rasa kebingungan soal kenyatahaan pahit bahwa ia tak bisa melanjutkan karier di Barcelona. Messi akui bahwa kondisi ini sangat sulit ia hadapi.

Upaya Barcelona Gagalkan Kepindahan Messi ke PSG

“Beberapa hari terakhir ini, saya telah berpikir, memberikan banyak pemikiran tentang apa yang dapat saya katakan dan kenyataannya saya tidak dapat memikirkan apa pun,” kata Messi.

“Ini sangat sulit bagi saya, berada di sini sepanjang hidup saya. Saya tidak siap untuk ini,”

Messi pun menyinggung soal kasus Burofax yang tahun lalu membuat dirinya tak nyaman berada di Barcelona. Namun ditegaskan oleh Messi, bahwa hal itu berubah di tahun ini. Ia dan keluarganya sempat yakin bahwa dirinya akan tetap bermain untuk Barcelona.

“Jujur, tahun lalu dengan semua omong kosong dengan Burofax dan segalanya, saya tahu apa yang akan saya katakan. Tahun ini tidak sama. Tahun ini saya dan keluarga yakin bahwa kami akan tinggal di sini, bahwa kami akan tinggal di rumah ini,” ucapnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Jika Masih Hidup, Maradona akan Menangis Lihat Capaian Lionel Messi

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Mantan pelatih timnas Argentina, Cesar Luis Menotti menyebut jika Diego Maradona masih hidup sampai saat ini, Maradona akan menangis melihat capaian dari Lionel Messi yang antarkan tim Tango juara Copa America 2021.

“Diego, jika dia masih ada di sini, dia akan sangat senang dan menangis melihat gelar Copa America yang didapat oleh timnas Argentina,” kata Menotti seperti dikutip Football5star.com dari AS, Rabu (28/7/2021).

Jika Maradona Masih Hidup, Ia Akan Menangis Lihat Capaian Lionel Messi

“Dia akan berada di luar sana, memeluk Lionel Messi dan akan ada air mata kebahagian karena prestasi itu,” tambah Menotti.

Pada 25 Novemer 2020, Diego Maradona menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 60 tahun. Maradona meninggal dunia karena penyakit jantung.

Maradona meninggal dunia di tempat tinggalnya. Pada awal November 2020, Maradona sempat menjalani operasi akibat hematoma subdural, yang merupakan gumpalan darah di permukaan otak.

Kembali ke soal Messi. Cesar Menotti menyebut bahwa pemain berjulul La Pulga tersebut saat ini berada di posisi puncak sebagai seorang pesepak bola.

“Lionel Messi berada di puncak permainannya. Dia bahagia dan bukan hanya tentang kemenangan. Tetapi juga karena dia dikelilingi oleh orang-orang yang mencintainya,” ungkap Menotti.

“Messi melakukan hal-hal luar biasa untuk tim Argentina. Messi adalah pemain yang berbeda dengan pemain lain. Siap untuk memenangkan pertandingan. Membuat rekan satu timnya menjadi bagus dan itu sangat berguna untuk tim yang dibelanya,”

“Dia dalam kondisi terbaiknya dalam segala hal, secara emosional dan fisik. Dia anak laki-laki yang selalu siap,” tutup Menotti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Juara Copa America, Messi Berterima Kasih kepada Maradona

gamespool
Juara Copa America, Messi Berterima Kasih kepada Maradona 22

Football5Star.com, Indonesia – Pemain timnas Argentina, Lionel Messi, mendedikasikan gelar Copa America 2021 nya kepada beberapa orang, termasuk mendiang Diego Maradona. Messi juga mengatakan bahwa Argentina masih bisa berkembang lagi.

Argentina berhasil menjadi juara Copa America untuk pertama kalinya sejak 1993 setelah mengalahkan Brasil 1-0, (11/7/21). Ini juga merupakan gelar pertama Messi untuk tim senior Argentina. La Pulga memberi pesan panjang lewat Instagramnya.

“Itu adalah Copa yang luar biasa. Kami tahu bahwa kami masih dapat meningkatkan banyak hal, tetapi kenyataannya adalah bahwa para pemain memberikan jiwa mereka dan saya sangat bangga menjadi kapten grup yang spektakuler ini,” tulis Messi seperti dikutip Football5Star.com dari akun Instagramnya.

Diego Maradona jadi pelatih Lionel Messi di timnas Argentina pada 2008 hingga 2010.
as.com

Messi mendedikasikan trofi ini untuk keluarga, fans, dan legenda besar Argentina, Diego Maradona yang meninggal tahun lalu.

“Saya ingin mendedikasikan kesuksesan ini untuk keluarga saya, yang selalu memberi saya kekuatan untuk terus maju, kepada teman-teman saya yang sangat saya cintai, kepada semua orang yang mendukung kami dan terutama 45 juta orang Argentina yang telah mengalami hal buruk dengan virus ini, terutama yang berdekatan dengan (virus) itu,” kata Messi.

Dia melanjutkan, “Ini untuk Anda semua. Dan, tentu saja, terima kasih kepada Diego (Maradona), yang mendukung kami dari mana pun dia berada.”

Gelar Copa America ini merupakan gelar ke-15 untuk La Albiceleste, terbanyak bersama Uruguay.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Nostalgia Hari Ini: Singa Afrika Bikin Malu Diego Maradona dkk

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Singa Afrika, Kamerun catat sejarah manis di perhelatan Piala Dunia 1990 yang berlangsung di Italia. Berstatus tim underdog, Roger Milla dkk membuat malu juara bertahan, Argentina yang diperkuat oleh Diego Maradona.

Piala Dunia 1990 jadi penampilan kedua Singa Afrika. Kamerun jalani debut di Piala Dunia pada edisi ke-12 yang berlangsung di Spanyol. Sayangnya di Piala Dunia 1982, Kamerun tak bisa berbuat banyak. Mereka gagal lolos dari fase grup.

Nostalgia Hari Ini: Singa Afrika Bikin Malu Diego Maradona dkk
fifa.com

Setelah tak mampu lolos di Piala Dunia 1986, Kamerun berbenah. Pria asal Uni Soviet, Valery Nepomnyashchy didapuk jadi pelatih gantikan Claude Le Roy asal Prancis. Kedatangan Nepomnyashchy membawa perubahan di sepak bola Kamerun.

Tak seperti pelatih sebelumnya, Nepomnyashchy membuat sepak bola Kamerun berbenah dari segi struktur organisasi hingga masalah kendala bahasa yang jadi masalah di Piala Dunia pertama mereka. Nepomnyashchy menggenjot fisik para pemain Singa Afrika dan menanamkan kepercayaan diri bahwa mereka juga layak tampil di Piala Dunia.

Nepomnyashchy juga memiliki kebijakan soal pemilihan pemain yang bisa tampil bersama tim nasional. Ia membawa pemain amatir dan profesional untuk membela Kamerun di Italia 1990. Roger Milla tentu saja jadi andalan. Namun Nepomnyashchy tak hanya punya Milla, ia juga memiliki Biyik bersaudara, André Kana-Biyik dan François Omam-Biyik serta kiper tangguh, Thomas N’Kono.

Di Piala Dunia 1990, Singa Afrika Kamerun tergabung di grup B bersama juara bertahan Argentina, Rumania yang diperkuat Gheorghe Hagi dan runner up Euro 1988, Uni Soviet. Di atas kertas, harusnya Kamerun gagal lolos dari grup ini.

9 Pemain Bikin Malu Diego Maradona dkk

Pada pertandingan pertama grup B Piala Dunia 1990, Kamerun harus ladeni juara bertahan, Argentina. Publik tentu saja menjagokan tim Tango. Pelatih Carlos Bilardo saat itu memiliki komposisi pemain winning team dari Piala Dunia 1986.

Ada Néstor Sensini, Oscar Ruggeri, Abel Balbo, Claudio Caniggia hingga megabintang mereka, Diego Maradona. Dengan susunan pemain seperti ini, tim Tango mestinya bisa pesta gol ke gawang N’Kono. Namun idiom bola itu bundar berlaku di laga ini.

Bermain di Stadion San Siro, Milan, Argentina langsung menggebrak lini belakang Kamerun. Sadar bahwa secara skill Kamerun kalah kelas, mereka kemudian menerapkan pemain keras untuk menghentikan laju para pemain Argentina.

Nostalgia Hari Ini: Singa Afrika Bikin Malu Diego Maradona dkk
fifa.com

Di babak pertama, gawang N’Kono aman tak kebobolan. Di babak kedua, Argentina terus menggempur pertahanan Kamerun. Petaka datang untuk anak asuh Nepomnyashchy pada menit ke-61. André Kana-Biyik mendapat kartu merah dari wasit asal Prancis, Michel Vautrot. Argentian di atas angin.

Namun justru Kemarun yang memanfaatkan kepercayaan diri Argentina karena unggul jumlah pemain. Enam menit setelah Kana-Biyik mendapat kartu merah, saudaranya, Oman Biyik justru mampu membobol gawang Argentina memanfaatkan blunder kiper Nery Pumpido. 1-0 Singa Afrika memimpin.

Tertinggal satu gol, Diego Maradona dkk mulai frustasi. Kamerun di menit ke-88 bahkan harus bermain dengan 9 orang setelah bek Benjamin Massing mendapat kartu kuning kedua. Sayangnya hal itu tak membuat Argentina bisa menyamakan kedudukan. Kamerun cetak sejarah meraih kemenangan perdana di Piala Dunia.

Langkah Kamerun di Piala Dunia 1990 kemudian jadi sensasi. Mereka mampu mengalahkan Rumania 2-1, kemenangan yang membuat mereka lolos dari grup B sebagai juara grup didampingi Rumania dan Argentina yang jadi peringkat ketiga terbaik.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Penghormatan Tertinggi Timnas Argentina untuk Maradona

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Sudah tujuh bulan Diego Maradona meninggal dunia. Tapi penghormatan untuk legenda terbesar Argentina tidak pernah usai dilakukan.

Yang paling baru dilakukan timnas Argentina jelang laga menghadapi Cile dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia zona CONMEBOL. Di stadion Unico Madre de Ciudades, skuat Albiceleste berkumpul di luar stadion beberapa jam sebelum kick off.

Dalam upacara tersebut Lionel Messi dkk meresmikan patung Diego Maradona. Patung ini jadi persembahan kesekian kalinya untuk sang legenda.

Patung tersebut menunjukkan El Diego sedang berdiri gagah dengan kedua tangan di pinggang. Sedangkan kedua kakinya mengapit bola yang ada di tengah.

Di bagian bawah patung tertulis “Diego Armando Maradona 1960-2020”. Peresmian patung El Diego di depan stadion Unico Madre de Ciudades tidak hanya dihadiri skuat Argentina.

Ada juga para pertinggi Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) dan pemerintah kota Santiago. Penghormatan juga tidak berhenti sampai di situ. Saat kick off dimulai, terdapat foto Maradona di bagian dada jersey terbaru Lionel Messi dkk.

Banyak yang percaya bahwa patung merupakan penghormatan tertinggi. Itu menjadi bukti kecintaan dan keabadian seseorang yang akan terus diingat selamanya.

Di sisi lain, upacara di luar stadion tidak membuat pasukan Lionel Scaloni digdaya saat bertanding. Mereka ditahan Cile 1-1. Penalti Lionel Messi berhasil disamakan Alexis Sanchez untuk memaksa laga berakhir imbang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Tujuh Orang Didakwa atas Kematian Diego Maradona

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Tujuh orang telah didakwa atas tuduhan pembunuhan atas kematian legenda Argentina, Diego Maradona. Para terdakwa tersebut adalah para profesional kesehatan yang selama ini merawat Maradona sebelum kematian.

Dikutip Football5star.com dari Marca, Jumat (21/5/2021) para profesional yang menjadi terdakwa ini ialah mereka yang membantu Maradona saat mengalami serangan jantung pada 25 November tahun lalu.

Penyelidikan Kasus Kematian Diego Maradona Seret Tiga Nama Baru

Menurut media Spanyol tersebut, ketujuh terdakwa itu diberi waktu untuk menyanggah dan merespon status mereka ini hingga 31 Mei mendatang. Sebelummnya, pada awal bulan ini, panel ahli medis menyimpulkan bahwa para profesional yang tangani Diego Maradona melakukan tindakan, tidak memadai, dan sembrono.

Jika nantinya para pekerja kesehatan ini terbukti bersalah di pengadilan, para terdakwa ini akan mendapat hukuman delapan sampai 25 tahun.

Beberapa waktu lalu, Pengacara Diego Maradona lemparkan tudingan kepada tim dokter terkait kematian legenda Argentina ini.

Menurut pengacara Mario Baudry, tim dokter sempat meninggalkan Maradona sebelum sang legenda hembuskan nafas terakhir.

“Setelah dia menderita serangan jantung di rumahnya di Buenos Aieres. Dia ditinggalkan begitu saja dan itulah mengapa dia meninggal,” ucap Baudry.

“Tidak ada yang melakukan apapun untuk membantunya. Jika mereka memperlakukan dengan sedikit kasih saya, dia akan hidup sampai hari ini,” tambahnya.

“Sejak Diego jatuh dan kepalanya terbentur, mereka tidak memberikan apa-apa untuk menghilangkan rasa sakitnya,”

Lebih jauh, Mario Baudry mengatakan bahwa tim doker telah berbohong kepada keluarga Maradona terkait kondisi kesehatan mantan pemain Napoli dan Barcelona tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Cerita Eks Bomber Persib Bisa Berlatih dengan Lionel Messi dan Maradona

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Eks bomber Persib dan Arema, Jonathan Bauman mengaku bahwa dirinya sampai saat ini masih sangat ingat momen indah bisa berlatih dengan Lionel Messi dan Diego Maradona.

Momen tak terlupakan itu terjadi saat Bauman diminta oleh pelatih tim junior Argentina, Sergio Batista untuk ikut serta bersama pemain muda lainnya terbang ke Afrika Selatan bersama dengan skuat tim Tango untuk Piala Dunia 2010.

Jonathan Bauman tampil menggila di Liga Ekuador bersama Mushuc Runa.

“Setiap kali saya berbicara pengalaman itu, hal tersebut seperti mimpi. Tetapi itu adalah pengalaman terindah dalam karier saya,” ucap Bauman seperti dikutip Football5star.com dari El Comercio, Selasa (27/4/2021).

“Bisa begitu dekat dengan Messi dan Maradona adalah impian seorang anak. Saya sangat bersyukur atas semua yang terjadi,” kata eks bomber Persib tersebut.

Menurut Bauman, ia sampai saat ini masih menyimpan foto-foto dirinya saat berlatih bersama Messi di ajang Piala Dunia 2010. Foto-foto itu kata Bauman tersusun rapi di rumahnya di Buenos Aires, Argetina.

“Saya ingin mimpi itu tidak pernah berakhir. Itu adalah salah satu kebahagian terbesar dalam hidup saya,” kata pemain yang saat ini bermain di Liga Ekuador tersebut.

Beberapa waktu lalu, Bauman sukses mencetak hat-trick saat timnya, Mushuc Runa meraih kemenangan 4-2 atas Manta FC.

“Sebenarnya saya sangat bahagia, seorang striker ketika dia mencetak gol sangatlah fantastis dan sekarang saya merasa seperti Lionel Messi dan Ronaldo,” kata Bauman sambil tertawa.

“Beruntung dalam pertandingan itu, saya mampu berkonsentrasi, untunganya semuanya berjalan serba bagus untuk kami dan kami menambah tiga poin,” tambahnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Nostalgia Hari Ini: Diego Maradona Dicokok karena Narkoba

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – 1991 boleh dibilang menjadi tahun kelam bagi legenda sepak bola Argentina dan dunia, Diego Armando Maradona. Setelah disanksi larangan main, Maradona dicokok kepolisian karena kepemilikan narkoba jenis heroin, 26 April 1991.

Pada awal Maret, Asosiasi Sepak Bola Italia, mengambil tindakan tegas kepada Maradona. Mereka menghukum pemain pemilik tangan Tuhan itu larangan tampil selama 15 bulan. Hal itu setelah Maradona dindinyatakan positif menggunakan kokain.

Hukuman itu lantas membuat Diego Maradona kembali ke kampung halamannya, Buenos Aires. Tetapi nyatanya, Maradona tetap tidak bisa lepas dari masalahnya. Pada 26 April 1991 pagi, polisi membangunkannya dari tempat tidur di apartemennya dan menangkapnya karena memiliki kokain.

Diego Maradona - Napoli - Stadion - The Sun

Ulah yang dibuat Maradona akhirnya bikin Napoli mulai hilang sabar. Mereka lantas memindahkannya ke Sevilla pada 1992 setelah menyelesaikan skorsingnya. Namun nyatanya, masalah yang dibuat Maradona tak henti-henti.

Maradona bahkan dicoret dari Piala Dunia 1994 setelah tes efedrin positif dan penangkapan lain untuk kepemilikan kokain pada 1997. Yang terakhir ini secara efektif mengakhiri karier bermainnya.

Bertobat

Diego Maradona menghembuskan napas terakhirnya pada 25 November 2020. Sebelum meninggal dunia, sang legenda pernah bercerita soal perjuangannya lepas dari jerat narkoba.

Kokain memang menurut Maradona menghancurkan sebagian besar karier indahnya di dunia sepak bola. “Ketika saya menggunakan kokain, saya tidak punya apa-apa. Saya seperti zombie. Dan akhirnya, barang itu tidak ada gunanya” kata Maradona dikutip Marca.

Saat menjalani rehabilitasi, Maradona mengaku dekat dengan Fidel Castro, mantan Perdana Menteri dan Presiden Kuba. Pemain yang pernah merumput di Barcelona itu mengaku pertemuannya dengan Fidel Castro salah satu yang melecutnya untuk tobat dan menjauhi kokain.

Penyelidikan Kasus Kematian Diego Maradona Seret Tiga Nama Baru

“Saya akan berterima kasih padanya untuk seluruh hidup saya. Fidel memberi tahu saya banyak hal tentang narkoba, pemulihan dan apa yang saya bisa dan tidak bisa lakukan,” tutup Maradona.

Meskipun kecanduan kokain ketika bergabung dengan Napoli pada 1984, Maradona mencapai potensi terbesarnya saat berada di klub tersebut. Dia memenangkan dua gelar Serie A (1987, 1990) dan Piala UEFA (1989). Maradona juga bersinar di pentas internasional untuk Argentina dengan meraih trofi Piala Dunia 1986 sekaligus memenangkan Bola Emas sebagai pemain terbaik turnamen tersebut

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Guardiola Samakan Aguero dengan Messi dan Maradona

gamespool
Guardiola Samakan Aguero dengan Messi dan Maradona 42

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, kembali memuji pemainnya Sergio Aguero yang akan pergi dari City pada akhir musim nanti. Guardiola menyamakan Aguero dengan dua legenda Argentina, Lionel Messi dan Diego Maradona.

Aguero datang ke City pada 2011 dan mampu membawa The Cityzens meraih 4 gelar Premier League. Mantan pemain Atletico Madrid itu juga berhasil menjadi top skorer sepanjang masa klub dengan torehan 257 gol.

Karena prestasinya itu, Guardiola berani mengatakan Aguero sudah menaklukan Inggris. Sama seperti Maradona yang menaklukan Italia bersama Napoli dan Messi menaklukan Spanyol bersama Maradona.

Aguero Ibaratkan Hubungannya dengan Messi seperti Pasangan Tu2a
Sky Sports

“Maradona menaklukkan Italia, Messi melakukannya di Spanyol, dan Aguero telah melakukannya di Inggris, jumlah statistik berbicara sendiri. Ketika Anda memiliki api internal itu, bermain dengan amarah itu, bakatnya yang luar biasa keluar. Dia bisa memenangkan pertandingan dengan sendiri,” ucap Guardiola seperti dilansir Football5Star.com dari Marca.

Guardiola melanjutkan, “Dia orang yang luar biasa, dan kami masih memiliki satu setengah bulan lagi untuk memenangkan banyak hal dan mencetak gol.”

Sebelumnya, pelatih asal Spanyol itu memuji Aguero sebagai pemain yang tak akan tergantikan di Manchester City.

“Jadi itu adalah legenda, striker terbaik yang pernah dimiliki klub ini selama abad ini, selama bertahun-tahun. Tetapi tak tergantikan di dalam jiwa, di hati, di benak para fans kami, orang-orang kami, para pemain yang bermain bersamanya, dan semua manajer yang bekerja dengannya,” kata Pep Guardiola.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Ultah ke-60, Ini Resep Lothar Matthaeus Tetap Bugar dan Tanpa Uban

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Hari ini, Minggu (21/3/2021), Lothar Matthaeus berulang tahun yang ke-60. Dalam umurnya yang sudah terbilang senja, kapten timnas Jerman saat juara Piala Dunia 1990 itu masih terlihat bugar. Rambutnya pun masih hitam, tak terlihat ada uban di sana.

Mengenai rambut, Matthaeus mengaku tak melakukan perawatan khusus. Alamiah saja. “Saya tak mengecatnya. Semuanya asli. Saya mewarisi gen ayah saya. Dia tak punya uban dalam waktu lama,” urai Lothar Matthaeus seperti dikutip Football5Star.com dari Blick.

Berbeda dengan rambutnya yang memang alami dari pengaruh gen, soal tubuh yang bugar, Matthaeus punya resep tersendiri. Intinya, menurut dia, adalah kedisiplinan untuk berolahraga. Itu mengimbangi gaya hidup yang tak dapat diubah drastis.

Lothar Matthaeus mengimbangi gaya hidup dengan olahraga teratur.
focus.de

“Saya disiplin. Saya memang minum bir dan anggur. Saya juga tak bisa meninggalkan babi panggang begitu saja. Namun, saya juga lari lima hingga enam kali seminggu selama 90 menit. Total, saya berlari 50 km. Selain itu, saya juga melakukan latihan stabilisasi,” urai Matthaeus lagi.

Matthaeus menggarisbawahi, semua itu dilakukan secara serius, disiplin, dan penuh komitmen. Halangan apa pun tak boleh menyurutkan langkah untuk berolahraga. “Bahkan jika cuaca tak bersahabat pun, saya tetap melakukan itu semua,” kata dia.

Matthaeus Terkenang Maradona

Soal kondisi tubuhnya yang masih oke karena terjaga dengan baik, Matthaeus lantas terkenang sahabat sekaligus rivalnya di lapangan, Diego Maradona. Seperti diketahui, El Diez meninggal dunia pada tahun lalu dalam usia Matthaeus saat ini.

Lothar Matthaeus merasa prihatin terhadap mendiang Maradona yang dinilai salah urus semasa hidupnya. Dia yakin sahabatnya itu akan tetap hidup andai kehidupannya lebih baik dan terkontrol.

Lothar Matthaeus dan Diego Maradona bersahabat dan saling respek meskipun jadi musuh di lapangan hijau.
Getty Images

“Kematiannya membuat saya sedih. Namun, saya sudah terkejut saat bertemu dia pada 2018. Di Piala Dunia Rusia, saya melihat dia sudah kehilangan semua kendali hidupnya. Dia menatap Anda, tapi tatapannya menerawang. Dia terlihat senang, tapi saya merasa dia tidak baik-baik saja,” ujar Matthaeus soal Maradona.

Sementara itu, mengenai dugaan Maradona meninggal karena dibunuh, Lothar Matthaeus tak meyakini hal itu. Namun, dia pun tak menutupi kecurigaan terhadap satu hal, yaitu kebiasaan El Diez mengonsumsi obat-obatan secara serampangan.

“Saya tak percaya soal teori itu. Namun, orang-orang di sekelilingnya pasti selalu memberikan semua obat yang diinginkannya. Saya prihatin kepada Diego. Andai saja merawat dirinya dengan baik, dia mungkin masih hidup pada saat ini,” kata Matthaeus.

Lothar Matthaeus dan Diego Maradona adalah ikon sepak bola pada dekade medio 1980-an hingga awal 1990-an. Mereka sempat dua kali bersua di final Piala Dunia. Pada 1986, Maradona membawa Argentina juara. Empat tahun kemudian, giliran Matthaeus yang mengantar Jerman Barat ke podium tertinggi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Mantan Istri Tuding Pengacara Culik Diego Maradona Sebelum Wafat

gamespool
Mantan Istri Tuding Pengacara Culik Diego Maradona Sebelum Wafat 50

Football5star.com, Indonesia – Wafatnya legenda Argentina, Diego Maradona pada 25 November 2020 tak lantas mengakhiri cerita. Setelah kematian sang legenda muncul banyak masalah baru antara orang-orang terdekat Maradona.

Kali ini muncul masalah antara mantan istri dengan pengacara Maradona. Mantan istri Maradona, Claudia Villafane seperti dikutip Football5star.com dari Marca, Sabtu (6/3/2021) menuding pengacara Matias Morla melakukan penculikan kepada mantan suaminya beberapa hari sebelum meninggal dunia.

Penyelidikan Kasus Kematian Diego Maradona Seret Tiga Nama Baru

Tudingan dari Villafane sebagai jawaban dari pernyataan Morla sebelumnya. Morla sempat mengatakan bahwa pihak keluarga Maradona memiliki keterlibatan hingga membuat sang legenda menghembuskan nafas terakhir.

“Dia (Morla) ingin membuat saya terlihat seperti orang jahat di film dan kenyataannya saya tidak melakukan itu.” kata Villafane.

“Dia membela seseorang yang menculik Diego. Saya tidak bisa terus mendengarkan kekejaman yang mereka katakan,” tambahnya.

Diakui oleh Villafane, hubungannya dengan Diego sempat memanas akibat gugatan cerainya. Namun Villafane menegaskan bahwa ia dan Diego akan selalu berpelukan dan berdansa saat bertemu.

“Saya marah dengan Diego karena gugatan tapi kemudian dia akan melihat saya dan memeluk saya, kami berdansa, tapi tidak ada yang tahu itu,” ucapnya.

Villafane mengatakan bahwa Morla dan tim medis Maradona memang menyarankan agar sang legenda tak dirawat atau dilarikan ke rumah sakit saat kondisinya tidak stabil. Hal itu terungkap dari pernyataan Maximiliano Pomargo, asisten Diego dan juga saudara ipar Morla.

“Kau harus menjaganya. Jika dia pergi ke Gianinna’s, kita kehilangan dia. Karena pekerjaan semua orang tergantung padaku. Banyak pekerjaan orang yang bergantung kepadaku. Ada uang untuk semua itu,” kata Morla kepada Pamorgo.

Ucapan Morla ini yang kemudian membuatnya ditetapkan sebagai dalang yang bertanggung jawab atas kematian Maradona. Tudingan itu dialamatkan oleh seluruh keluarga besar Maradona.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Nostalgia Hari Ini: Debut Diego Maradona bersama Argentina

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Diego Maradona merupakan salah satu legenda terbesar di dunia sepak bola. Tidak hanya di Argentina, Semua orang akan sepakat dengan label tersebut.

Tanpa Diego Maradona, Argentina mungkin hanya sekali juara dunia. Pun sebaliknya. Tanpa Argentina, El Diego mungkin tidak akan sebesar yang kita ketahui sekarang.

Anggapan ini tidak berlebihan. Bersama Maradona Tim Tango berhasil memenangkan Piala Dunia 1986, mengulang prestasi yang mereka buat delapan tahun sebelumnya.

Penampakan Awan Mirip Maradona Hebohkan Orang Argentina
Clarin

Maradona memang sudah mencuri perhatian sejak masih belia. Bahkan pada usia yang baru menginjak 16 tahun dia sudah merasakan caps bersama Albiceleste.

Dan momen bersejarah itu tercipta pada hari ini 44 tahun silam. Pemain bernama lengkap Diego Armando Maradona menjalani debut bersama timnas saat menghadapi Hungaria pada laga persahabatan.

Argentina Hantam Hungaria

Situasi saat itu sejatinya sedikit berbeda. Hungaria lebih superior. Mereka adalah kekuatan nyata sepak bola dengan mencapai dua final Piala Dunia (1938 dan 1954) dan tiga kali meraup medali emas Olimpiade (1952, 1964, 1968).

Sementara Albiceleste belum jadi apa-apa. Mereka hanya sekali mencapai final Piala Dunia pada edisi pertama 1930. Selebihnya taring negara Amerika Latin hanya teruji di tingkat regional saja dengan menjadi raja Copa America.

Walau kalah kelas, Argentina tampil digdaya hari itu. Mereka sukses mengalahkan Hungaria di stadion La Bombonera dengan skor cukup telak 5-1.

Pada babak pertama saja Albiceleste sudah memimpin empat gol tanpa balas. Hat-trick dibukukan Daniel Bertoni dan kemudian Leopoldo Luque menggenapi interval pertama dengan skor 4-0.

diego maradona news18
news18.com

Luque mencetak gol keduanya pada awal babak kedua. Sedangkan gol semata wayang Hungaria dicetak oleh Zombori Sandor pada menit ke-61.

Unggul 5-1, pelatih Ricardo Villa membuat beberapa perubahan. Strategi inilah yang menjadi awal mula seorang Diego Armando Maradona. Sang pelatih memainkan pemain yang kala itu masih berseragam Argentinos Juniors.

Masuk menggantikan Leopoldo Luque, Maradona memang tidak banyak membuat perubahan. Tapi pada 27 Febuari 1977 itu mata dunia telah dibuka oleh kehadiran bintang masa depan dan terhebat sepanjang sejarah Argentina.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pengacara Tuduh Tim Dokter Sebabkan Diego Maradona Meninggal Dunia

gamespool
Pengacara Tuduh Tim Dokter Sebabkan Diego Maradona Meninggal Dunia 58

Football5star.com, Indonesia – Pihak pengacara Diego Maradona lemparkan tudingan kepada tim dokter terkait kematian legenda Argentina tersebut. Menurut, pengacara Mario Baudry, tim dokter sempat meninggalkan Maradona sebelum sang legenda hembuskan nafas terakhir.

“Setelah dia menderita serangan jantung di rumahnya di Buenos Aieres, dia tinggalkan begitu saja dan itulah mengapa dia meninggal,” ucap Baudry seperti dikutip Football5star.com dari Marca, Rabu (23/2/2021).

Penyelidikan Kasus Kematian Diego Maradona Seret Tiga Nama Baru

“Tidak ada yang melakukan apapun untuk membantunya. Jika mereka memperlakukan dengan sedikit kasih saya, dia akan hidup sampai hari ini,” tambahnya.

“Sejak Diego jatuh dan kepalanya terbentur, mereka tidak memberikan apa-apa untuk menghilangkan rasa sakitnya,”

Lebih jauh, Mario Baudry mengatakan bahwa tim doker telah berbohong kepada keluarga Maradona terkait kondisi kesehatan mantan pemain Napoli dan Barcelona tersebut.

“Para dokter bersekongkol untuk tidak mengatakan yang sebenarnya kepada keluarga sehingga dia tidak akan dirawat di rumah sakit sebelum kematiannya,”

“Terbukti bahwa keluarga Diego ingin dia dibawa ke rumah sakit dan orang-orang yang bersamanya menentang itu,” ungkap Baudry.

Sebelumnya, otoritas hukum Argentina sudah memasuki babak baru di proses penyelidikan kasus kematian legenda Diego Maradona. Laporan terbaru menyebutkan ada tiga nama yang akhirnya diperiksa terkait kematian sang legenda.

Pihak penyelidik telah memeriksa tiga nama yakni, Ricardo Omar Almiron dan Gisela sebagai perawat Maradona, serta seorang psikolog, Carlo Diaz.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Penyelidikan Kasus Kematian Diego Maradona Seret Tiga Nama Baru

gamespool
Penyelidikan Kasus Kematian Diego Maradona Seret Tiga Nama Baru 62

Football5star.com, Indonesia – Otoritas hukum Argentina sudah memasuki babak baru di proses penyelidikan kasus kematian legenda Diego Maradona. Laporan terbaru menyebutkan ada tiga nama yang akhirnya diperiksa terkait kematian sang legenda pada 25 November tahun lalu.

Dikutip Football5star.com dari Telam, Jumat (12/2/2021) pihak penyelidik telah memeriksa tiga nama yakni, Ricardo Omar Almiron dan Gisela sebagai perawat Maradona, serta seorang psikolog, Carlo Diaz.

Maradona Tinggalkan Dua Brankas di Dubai, Apa Isinya
Penyelidikan Kasus Kematian Diego Maradona Seret Tiga Nama Baru 63

Menurut laporan dari media Argentina tersebut, ketiga nama tersebut menurut pihak penyelidik memiliki potensi untuk mengambil tindakan atau lalai dalam kasus kematian Maradona. Nama Carlo Diaz bahkan dianggap memiliki peran yang lebih besar dalam keputusan ditingkatan medis.

Sedangkan dua perawat tersebut mendapat perhatian khusus karena menjadi kontak terdekat di jam-jam terakhir kematian Maradona.

Misteri kematian Maradona memang masih menimbulkan pernyataan dari banyak pihak. Mantan rekan Maradona, Turco Garcia misalnya mengatakan bahwa kematian Maradona bisa saja dihindari.

“Pendapat saya sama seperti biasanya. Dia diculik. Saya memilih enam panggilan telepon dengan Maradona. Saya memiliki rekaman bahwa dia mengatakan, ayo pergi dan makan daging ketika semua ini selesai,” kata Garcia

“Ini sangat pribadi dan saya tidak peduli apa yang mereka katakan kepada saya, kematiannya seratu persen seharusnya bisa dihindari. Tidak ada defibrillator, tidak ada ambulan, dia tidak meminum pil utama untuk jantunya,” tambah eks pemain Vélez Sársfield tersebut.

Saat dipertegas ucapannya bahwa Maradona diculik sebelum meninggal dunia, Garcia mengatakan bahwa ia tak mendapat akses sama sekali saat legenda Napoli itu kesakitan.

“Mereka tidak mengizinkan saya berbicara dengannya. Saya mantan rekan satu timnya, itu sebabnya saya katakan dia diculik. Saya harap kebenarannya adalah sekarang. Kebeanran harus diketahui,” ungkap Garcia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Mantan Rekan Yakin Kematian Diego Maradona Harusnya Bisa Dihindari

gamespool
Mantan Rekan Yakin Kematian Diego Maradona Harusnya Bisa Dihindari 67

Football5star.com, Indonesia – Mantan rekan Diego Maradona, Turco Garcia keluarkan pernyataan cukup kontroversial terkait kematian sang legenda. Menurut Garcia, sebelum wafat, Diego Maradona diculik dan seharusnya kematiannya bisa dihindari.

“Pendapat saya sama seperti biasanya. Dia diculik. Saya memilih enam panggilan telepon dengan Maradona. Saya memiliki rekaman bahwa dia mengatakan, ayo pergi dan makan daging ketika semua ini selesai,” kata Garcia di America TV, Jumat (5/2/2021).

Diego Maradona Menderita 8 Jam Sebelum Sakaratul Maut

“Ini sangat pribadi dan saya tidak peduli apa yang mereka katakan kepada saya, kematiannya seratu persen seharusnya bisa dihindari. Tidak ada defibrillator, tidak ada ambulan, dia tidak meminum pil utama untuk jantunya,” tambah eks pemain Vélez Sársfield tersebut.

Saat dipertegas ucapannya bahwa Maradona diculik sebelum meninggal dunia, Garcia mengatakan bahwa ia tak mendapat akses sama sekali saat legenda Napoli itu kesakitan.

“Mereka tidak mengizinkan saya berbicara dengannya. Saya mantan rekan satu timnya, itu sebabnya saya katakan dia diculik. Saya harap kebenarannya adalah sekarang. Kebeanran harus diketahui,” ungkap Garcia.

“Maradona alami depresi. Pandemi Corona memaksanya untuk dikurung di dalam rumah, semuanya menjadi berantakan. Saya pikir dia sedih, dia tidak sehat, seorang pria yang hiperaktif harus mengalami kondisi seperti itu”

25 November lalu, legenda sepak bola, Diego Maradona menghembuskan nafas terakhirnya. Banyak rumor soal sebab musabab yang membuat Maradona menghembuskan nafas terakhirnya.

Dari hasil pemerikasaan toksikologi pada tubuh Maradona tidak ditemukan alkohol ataupun zat obat-obatan terlarang lainnya. Namun dari laporan tersebut disebutkan bahwa Maradona meninggal dunia dengan kondisi yang sangat menyakitkan. Sebelum menghebuskan nafas terakhirnya, selama 6 sampai 8 jam Maradona mengalami kesakitan.

Dari hasil toksologi, di tubuh sang legenda hanya ditemukan obat yang memang diberikan oleh tim dokternya untuk mengobati fisik serta mental Maradona. Berdasar hasil toksologi, Maradona menderita masalah di ginjal, paru-paru serta liver.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Papu Gomez Ungkap Kebanggaan Khusus Gabung Sevilla

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Papu Gomez punya kebanggaan tersendiri dapat bergabung dengan Sevilla. Itu terkait ikatan kuat Los Nervionenses dengan para pemain Argentina. Bahkan, klub itu pernah diperkuat Diego Maradona, dewa sepak bola Argentina.

“Klub ini punya sejarah sangat indah dengan begitu banyak pemain Argentina. Setiap dari mereka meninggalkan jejak dan aku berharap dapat melakukan hal serupa, memberikan sedikit kontribusi pada sejarah dan meninggalkan jejak di sini juga,” urai Papu Gomez seperti dikutip Football5Star.com dari Marca.

Lebih lanjut, pemain yang meninggalkan Atalanta karena berselisih dengan Gian Piero Gasperini itu menambahkan, “Maradona pernah bermain di sini. Sebagai orang Argentina, aku bangga dapat mengenakan kostum yang juga dipakai Maradona.”

Diego Maradona membuat Papu Gomez bangga mengenakan kostum Sevilla.
rtve.es

Gomez lantas mengungkapkan sebuah kisah yang membuat kepindahan ke Sevilla tak ubahnya takdir yang sudah digariskan Tuhan bagi dirinya. Sinyal bakal berlabuh di Negeri Matador sudah didapatkan sebelumnya.

“Aku tak tahu apakah ini yang namanya takdir. Namun, aku berbicara dengan beberapa orang yang pernah bermain di sini dan tinggal di kota ini. Mereka bertanya kepadaku klub mana yang akan ingin kubela di Spanyol,” ujar Gomez. “Aku mendengar begitu banyak hal. Sungguh luar biasa, setelah 10 bulan berlalu, aku akhirnya berada di sini.”

Gomez Siap Dukung Taktik Lopetegui

Papu Gomez tak langsung mendapatkan kesempatan melakukan debut setelah menandatangani kotrak dengan Sevilla. Kondisi fisik yang belum prima jadi masalahnya. Itu karena dia sempat “diparkir” oleh Gasperini di Atalanta. Alhasil, Julen Lopetegui tak bisa segera memanfaatkan jasanya.

Gomez berjanji akan berusaha keras mencapai kondisi terbaik. Dia pun siap mendukung strategi permainan yang diusung Lopetegui dan tak menuntut bermain di posisi tertentu.

“Beberapa tahun ini aku sudah bermain di banyak posisi dari tengah hingga depan. Apa pun keinginan pelatih, aku siap. Aku sudah permain main di sayap, gelandang, playmaker… Kupikir aku bisa tampil baik,” kata Gomez lagi.

Meskipun demikian, Gomez tak jemawa. “Tentu saja datang ke liga lain akan jadi tantangan bagiku. Ini akan jadi petulangan sangat indah. Harapanku tentu mencapai prestasi penting bersama Sevilla dan coba meningkatkan segala yang telah diraih klub ini,” urai dia lagi.

Akhir pekan ini, Papu Gomez kemungkinan besar masuk skuat dan menjalani debut bersama Sevilla. Itu karena dia sudah ikut berlatih dengan tim utama di bawah arahan Julen Lopetegui untuk lawatan ke markas Eibar.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Maradona Tinggalkan Dua Brankas di Dubai, Apa Isinya?

gamespool
Maradona Tinggalkan Dua Brankas di Dubai, Apa Isinya? 74

Football5star.com, Indonesia – Wafatnya legenda sepak bola dunia, Diego Maradona masih menimbulkan banyak perhatian dari banyak pihak. Sorotan saat ini soal harta warisan Maradona. Pada November 2020 terungkap bahwa sang legenda tak meninggalkan surat wasiat.

Tidak adanya harta warisan dari Maradona menimbulkan konflik baru di keluarga dekat. Sejumlah anggota keluarga dan orang terdekat Maradona mulai mengklaim sejumlah harta benda peninggalan eks bintang Napoli tersebut.

Diego Maradona Menderita 8 Jam Sebelum Sakaratul Maut

Bahkan saat ini mulai muncul pertanyaan berapa banyak harta yang ditinggalkan Maradona? Sejumlah media Inggris dan Argentina menyebut Maradona meninggalkan uang sebesar 37 sampai 55 juta poundsterling. Meski angka ini belum dikonfirmasi secara pasti.

Selain itu, yang saat ini menarik minat keluarga dan orang terdekat Maradona ialah dua brankas miliki sang legenda yang tersimpan di Dubai, UEA. Hingga saat ini dua branks itu belum dibuka karena tidak ada surat legal yang mengizinkan proses tersebut.

“Ini adalah hal-hal yang disimpan Diego dan hanya dia yang tahu apa yang dia simpan.” kata salah seorang kerabat Maradona seperti dikutip Football5star.com dari Daily Star, Kamis (28/1/2021).

“Mungkin bisa dirham, jam tangan, dolar, atau tidak ada isinya sama sekali,” tambah kerabat Maradona itu.

Menurut laporan dari pihak keluarga, dua branks itu selama dua tahun belum sama sekali dibuka.

Sebelumnya, sejumlah media Argentina menyoroti persoalan siapa yang paling berhak mendapat warisan dari sang legenda. Maradona sebelum jatuh sakit sempat menegaskan bahwa tidak satu pun anak-anaknya yang berhak mendapatkan harta kekayaannya jika ia wafat.

“Yang saya tahu adalah seiring bertambahnya usia, orang lebih mengkhawatirkan apa yang akan Anda tinggalkan daripada yang Anda lakukan,” kata Maradona.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Legenda Jerman: Diego Maradona Sosok Adil di Lapangan Hijau

gamespool
Legenda Jerman: Diego Maradona Sosok Adil di Lapangan Hijau 78

Football5star.com, Indonesia – Legenda Jerman, Andreas Brehme memiliki kenangan tersendiri dengan sosok Diego Maradona. Brehme yang pernah bertanding dengan Maradona di dua final Piala Dunia menganggap legenda Argentina itu adalah sosok yang adil saat di lapangan hijau.

“Diego adalah pemain yang dengan hubungan magis saat bermain bola dan saya sangat sediht karena sepak bola telah kehilangan salah satu bintang dan pribadi besar,” kata Brehme seperti dikutip Football5star.com dari Marca, Kamis (7/1/2020).

Penampakan Awan Mirip Maradona Hebohkan Orang Argentina

“Kami bermain dua kali di final Piala Dunia dan tentu saja kami bertemu beberapa kali di pertandingan Serie A dan juga Liga Spanyol. Di lapangan, dia selalu menjadi pesepak bola yang adil,” kata eks pemain Inter Milan tersebut.

25 November lalu, legenda sepak bola, Diego Maradona menghembuskan nafas terakhirnya. Banyak rumor soal sebab musabab yang membuat Maradona menghembuskan nafas terakhirnya.

Dari hasil pemerikasaan toksikologi pada tubuh Maradona tidak ditemukan alkohol ataupun zat obat-obatan terlarang lainnya. Sejumlah laporan media di Argentina, disebutkan bahwa Maradona meninggal dunia dengan kondisi yang sangat menyakitkan. Sebelum menghebuskan nafas terakhirnya, selama 6 sampai 8 jam Maradona mengalami kesakitan.

Dari hasil toksologi, di tubuh sang legenda hanya ditemukan obat yang memang diberikan oleh tim dokternya untuk mengobati fisik serta mental Maradona. Berdasar hasil toksologi, Maradona menderita masalah di ginjal, paru-paru serta liver.

Maradona meninggal dunia pada usia 60 tahun di rumahnya, Buenos Aires, tempat ia melakukan operasi pembekuan otak pada awal November.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kaleidoskop 2020: Momen Menyedihkan Sepak Bola Dunia

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Tahun 2020 telah berlalu. Banyak momen yang terjadi sepanjang tahun 2020. Tidak terkecuali momen menyedihkan yang membelenggu dunia sepak bola.

Bisa dibilang 2020 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pangkal masalah tentu saja penyebaran covid-19 di seluruh dunia.

Sepak bola, sebagai olahraga yang mengandalkan kerja sama tim jelas jadi yang paling terdampak. Tidak hanya covid-19, kejadian lain yang tak kalah menyedihkannya juga muncul pada 2020. Tak heran jika banyak yang menganggap jika 2020 adalah tahun cobaan.

Football5star telah merangkum lima momen menyedihkan di sepak bola dunia yang terjadi pada tahun 2020:

  • Diego Maradona Meninggal Dunia
Napoli - Maradona - San Paolo - SCMP
SCMP

Dunia sepak bola dibuat menangis oleh berita duka yang tak disangka sebelumnya. Diego Armando Maradona, legenda terbesar Argentina meninggal dunia.

Diego Maradona meninggal pada 25 November lalu. Ia menghembuskan nafas terakhir pada usia 60 tahun akibat serangan jantung. Kepergian El Diego membuat tangis dunia sepak bola pecah.

Seluruh pertandingan di berbagai kompetisi Eropa pun mengheningkan cipta untuk mengenang pahlawan Argentina pada Piala Dunia 1986 itu. Napoli, klub yang dia bawa berjaya pun sampai mengganti nama stadion San Paolo menjadi stadion Diego Armando Maradona.

  • Paolo Rossi Meninggal Dunia
Pahlawan Italia di Piala Dunia 1982, Paolo Rossi, Meninggal Dunia
The Straits Times

Belum habis kesedihan publik sepak bola atas wafatnya Maradona, dunia si kulit bundar kembali dibuat menangis oleh kepergian legenda lainnya. Kali ini Paolo Rossi yang menghadap sang pencipta awal Desember.

Paolo Rossi wafat karena mengidap penyakit kronis yang dia derita beberapa bulan terakhir. Bagi Italia, Rossi adalah pahlawan sejati.

Sempat diragukan, Paolo Rossi menjelma jadi pahlawan Italia pada Piala Dunia 1982. Gelontoran golnya memastikan Gli Azzurri merengkuh gelar Piala Dunia. Tidak Cuma itu, dia juga keluar sebagai top skorer turnamen dengan koleksi enam gol.

  • Covid-19 Lumpuhkan Kompetisi Eropa
Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte menyatakan seluruh pertandingan pekan ke-26 Serie A terancam ditunda bila penyebaran Virus Corona masih tak terkendali.
Getty Images

Seperti yang disinggung di atas, covid-19 menjadi pangkal masalah sepanjang 2020. Virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Cina, Februari lalu, mulai mewabah ke penjuru Eropa pada Maret. Akibatnya kompetisi top Eropa semuanya berhenti.

Mulai dari Serie A, Premier League, LaLiga, Bundesliga, hingga Liga Champions. Bahkan Ligue 1 Prancis dan Eredivisie Belanda harus membatalkan kompetisi 2019-2020 karena kondisi negara yang tidak memungkinkan.

Sampai musim berganti pun, covid-19 tetap menghantui sepak bola. Beberapa kompetisi masih melangsungkan pertandingan tanpa penonton. Yang lebih parah lagi, kemunculan varian baru covid-19 di Inggris membuat Premier League terancam mengalami penundaan lagi.

  • Para Pemain Top Positif Covid-19
Cristiano Ronaldo - Juan Cuadrado - Juventus - Ferencvaros - @juventusfcen
@juventusfcen

Tidak hanya melumpuhkan kompetisi, virus corona juga menghantam banyak pemain top. Dan hampir semua pemain terbaik di kompetisi Eropa sempat dinyatakan positif covid-19.

Di Italia misalnya, ada Cristiano Ronaldo yang positif covid-19. Sang superstar harus menepi hampir sebulan lamanya karena masalah ini. Bahkan dia dibuat frustrasi dengan menyebut “PCR test Bulshit” lantaran dua kali tesnya tetap menunjukkan hasil positif.

Di Spanyol beberapa pemain Real Madrid dan Atletico Madrid turut menjadi korban. Rodrygo Goes dan Eden Hazard di kubu El Real, serta Luis Suarez di kubu Atleti harus menjalani isolasi mandiri.

Cerita serupa juga terjadi di Inggris. Liverpool salah satu yang paling sial karena dua bomber andalan, Sadio Mane dan Mohamed Salah positif covid-19 dalam waktu hampir bersamaan.

  • Cedera Horor Santiago Arias yang Bikin Ngilu
Santiago Arias Menepi Setengah Tahun Akibat Cedera Patah Kaki
goal

Santiago Arias tak pernah membayangkan kariernya yang baru dimulai bersama Bayer Leverkusen musim ini harus berakhir lebih cepat. Padahal saat pertama kali datang ke Leverkusen Agustus lalu ia tampil menjanjikan.

Akan tetapi tugas negara membuyarkan segalanya. Santiago Arias yang memperkuat Kolombia pada kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Conmebol mengalami cedera horor.

Kakinya yang sedang tertekuk usai melakukan tekel ditimpa oleh tubuh pemain Venezuela, Darwin Machis, yang hilang keseimbangan. Arias pun mengalami patah kaki yang cukup parah. Bahkan beberapa pemain di lapangan sampai tak kuasa melihat kondisi kakinya itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bisa Kaya Mendadak, Pria Ini Ogah Jual Jersey Ikonik Maradona

gamespool
Bisa Kaya Mendadak, Pria Ini Ogah Jual Jersey Ikonik Maradona 89

Football5star.com, Indonesia – Sejak wafatnya Diego Maradona, banyak pihak yang mengejara barang-barang sang legenda. Salah satu barang yang jadi buruan para kolektor ialah jersey yang dikenakan Maradona saat mencetak gol Tangan Tuhan di Piala Dunia 1986.

Jersey ikonik ini ternyata dimiliki eks pemain Inggris, Steve Hodge. Jersey itu sendiri kabarnya dibandrol dengan harga fantastis yakni 1 juta dollar Amerika Serikat. Meski begitu, Hodge mengaku tak akan menjual jersey tersebut.

Diego Maradona Ingin Ulangi Gol Tangan Tuhan ke Gawang Inggris

“Saya sudah memilikinya selama 34 tahun dan tidak pernah sekalipun mencoba menjualnya,” kata Hodge seperti dikutip Football5star.com dari Radio BBC.

“Saya suka memilikinya, Ini memiliki nilai sentimental yang luar biasa. Semua orang selalu mengetuk pintu rumah saya dan telepon terus berdering untuk saya melepas jersey ini,” tambahnya.

“Rasanya memang tidak nyaman. Saya bahkan sempat diberitakan akan menjual jersey ini dengan harga 1 juta pounndsterling atau dua juta. Itu sangat salah. Saya tidak akan pernah menjual jersey ini,” tegas eks pemain Tottenham Hotpsur dan Leeds United tersebut.

Pada perhelatan Piala Dunia 1986, Steve Hodge menjadi salah satu penggawa tim Tiga Singa. Ia sempat memberikan assist untuk gol Glenn Hoddle ke gawang Paraguay di babak fase grup.

Di babak delapan besar saat jumpa Argentina, ia kembali bermain meski menjadi salah satu aktor yang membuat Maradona mampu mencetak gol Tangan Tuhan. Usai pertandingan, ia bertukar jersey dengan Maradona.

Beberapa waktu lalu, jersey nomor 10 ini sempat disimpan di The National Football Museum yang berlokasi di Manchester, Inggris.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Diego Maradona Menderita 8 Jam Sebelum Sakaratul Maut

gamespool
Diego Maradona Menderita 8 Jam Sebelum Sakaratul Maut 93

Football5star.com, Indonesia – 25 November lalu, legenda sepak bola, Diego Maradona menghembuskan nafas terakhirnya. Banyak rumor soal sebab musabab yang membuat Maradona menghembuskan nafas terakhirnya.

Menurut laporan Marca seperti dikutip Football5star.com, Kamis (24/12/2020) dari hasil pemerikasaan toksikologi pada tubuh Maradona tidak ditemukan alkohol ataupun zat obat-obatan terlarang lainnya.

diego maradona pemakaman FansTribeHQ
@FansTribeHQ

Namun dari laporan tersebut disebutkan bahwa Maradoan meninggal dunia dengan kondisi yang sangat menyakitkan. Sebelum menghebuskan nafas terakhirnya, selama 6 sampai 8 jam Maradona mengalami kesakitan.

Dari hasil toksologi, di tubuh sang legenda hanya ditemukan obat yang memang diberikan oleh tim dokternya untuk mengobati fisik serta mental Maradona. Berdasar hasil toksologi, Maradona menderita masalah di ginjal, paru-paru serta liver.

Maradona meninggal dunia pada usia 60 tahun di rumahnya, Buenos Aires, tempat ia melakukan operasi pembekuan otak pada awal November.

Sebelum laporan toksologi ini keluar, sempat berhembus kabar kurang mengenakkan bahwa Maradona diduga wafat karena dibunuh oleh dokter pribadinya, Leopoldo Luque.

Rumah Luque sempat digeledah oleh aparat dari kepolisian dan kehakiman untuk mencari berkas rekam medis Maradona. Tidak hanya rumah pribadi, pihak aparat juga melakukan penggeledahan di kantor Luque.

Sempat muncul rumor bahwa kematian dari Maradona disebabkan faktor hematoma subdural setelah menjalani operasi otak beberapa waktu lalu. Sekedar informasi, hematoma subdural merupakan darurat medis yang disebabkan cedera kepala yang cukup kuat.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Janda Paolo Rossi Ungkap Cerita Sedih Suami dengan Diego Maradona

gamespool
Janda Paolo Rossi Ungkap Cerita Sedih Suami dengan Diego Maradona 97

Football5star.com, Indonesia – Kurang dari satu bulan, dunia sepak bola ditinggal dua legenda, Diego Maradona dan Paolo Rossi. Maradona wafat pada 25 November 2020 dan Rossi hembuskan nafas terakhir pada 9 Desember lalu.

Dua pemain ini sama-sama bersinar di era yang sama, kisaran tahun 80-an hingga 90-an. Menurut istri dari Paolo Rossi, Federica Cappelletti, hubungan antara keduanya sangat dekat. Bahkan menurut Federica, Rossi sempat menangis bak anak kecil saat mengetahui Maradona telah meninggal dunia.

Rumah Paolo Rossi Dibobol Maling Saat Prosesi Pemakaman

“Paolo menangis seperti anak kecil saat saya memberi tahu dia, Diego meninggal dunia,” kata sang istri seperti dikutip Football5star.com dari Football Italia, Kamis (17/12/2020).

Federica juga menceritakan bahwa tahun lalu, Maradona sempat mengirimkan pesan indah kepada suaminya,

“Diego mengirimkan pesan yang indah tahun lalu, ‘Anda (Rossi) telah memberi banyak hal pada sepakbola terima kasih’, sembari mengingat masa-masa di Piala Dunia 1982,” ucap Federica.

Di perhelatan Piala Dunia, kedua pemain ini memang silih bergantian membawa negaranya meraih gelar juara. Pada Piala Dunia 1982, Rossi mengantarkan Italia juara Piala Dunia, empat tahun berselang, giliran Maradona yang bawa Argentina menjadi juara.

Seperti Maradona, saat Rossi dimakamkan, ribuan orang datang untuk memberi penghormatan terakhir kepada eks pemain Juventus tersebut.

Pihak keluarga yang diwakili sang istri mengucapkan rasa terima kasih atas kehadiran pihak pelayat di Vicenza, Italia. Sebelum dimakamkan, mendiang Rossi sempat ditempatkan di Stadion Romeo Menti, Vicenza dan dihadiri sejumlah masyarakat yang ikut berduka.

“Selama beberapa hari terakhir, kami telah menerima ekspresi kasih sayang yang luar biasa dan menyentuh. Saya berharap Paolo telah melihat semua kasih sayang ini,” ucap Federica.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Imanol Alguacil Ingin Kalahkan Napoli di Stadion Diego Armando Maradona

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Laga Napoli vs Real Sociedad, Jumat (11/12/2020) dinihari WIB akan menjadi laga debut untuk stadion Diego Armando Maradona. Sebelumnya stadion tersebut bernama San Paolo.

Untuk mengenang kepergian Diego Maradona, pemerintah Naples mengubah namanya menjadi stadion Diego Armando Maradona. Mendapat kesempatan langka jadi tim pertama yang tandang ke sana, Real Sociedad mengusung target tinggi.

Sang pelatih, Imanol Alguacil, menargetkan tiga poin untuk lolos ke fase knockout. “Saya memiliki keinginan yang sangat buruk untuk laga nanti. Kami ingin menikmatinya dan ingin memenangkannya,” katanya kepada Marca, Kamis (10/12/2020).

Imanol Alguacil
marca.com

“Saya mampu melatih dalam pertandingan seperti ini, apalagi laga nanti akan jadi debut nama stadion Diego Armando Maradona. Ini sebuah kehormatan untuk kami dan tentu saja akan menjadi lebih bagus jika kami bisa menang,” sambung Imanol Alguacil.

Kendati demikian, upaya Real Sociedad tidak akan mudah. Mereka tidak akan diperkuat dua bintang utamanya, yakni David Silva dan Mikel Merino. Mereka absen karena mengalami cedera.

“David dan Mikel tidak ada tapi kami tetap Sociedad sekali pun tanpa mereka. Tim sudah menunjukkan bahwa ketika ada yang absen, mereka yang bermain bisa menunjukkan permainan yang sama baiknya. Jadi saya tetap yakin pada pemain,” ia menambahkan.

“Saya hanya berpikir bahwa kami akan melawan tim yang hebat dan pertandingan akan berlangsung sulit. Tapi saya yakin bisa memaksimalkan permainan,” tutup Imanol Alguacil.

Jurnalis Argentina: Diego Maradona Memang Sudah Ingin Mati

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Sebelas hari berlalu sejak Diego Maradona meninggal dunia. Sebuah pernyataan mengejutkan dibuat jurnalis senior Argentina, Horacio Pagani. Dia menyebut legenda timnas Argentina itu memang sudah menginginkan kematian datang sejak ulang tahun ke-60.

Horacio Pagani adalah seorang jurnalis yang sangat intensif mengikuti Diego Maradona sejak awal. Dia punya kedekatan dengan El Diez dan tahu banyak mengenai sosok yang namanya baru saja diabadikan sebagai nama stadion milik Napoli tersebut.

Dalam beberapa waktu terakhir, Pagani menangkap kesan Maradona sudah lelah dengan kehidupannya. Ada kesan kapten timnas Argentina saat juara Piala Dunia 1986 itu menang sudah ingin meninggalkan dunia fana dan berjumpa sang pencipta.

“Dia memang sudah ingin mati,” kata Horacio Pagani dalam program Juana Viale di Channel 13 seperti dikutip Football5Star.com dari Infobae. “Menginjak umur 60 tahun membuat dia begitu retrospektif terhadap kehidupannya.”

Secara khusus, Pagani mengungkap kerinduan Maradona kepada kedua orang tuanya. “Ingatan terbang ke masa kecil saat di patio yang kumuh. Dia sangat merindukan ayah dan ibunya. Ibunya sudah meninggal 9 tahun lalu dan ayahnya meninggal 5 tahun lalu,” urai Pagani.

Maradona Sudah Mati 20 Tahun Lalu

Horacio Pagani lantas menunjuk saat Gimnasia La Plata merayakan ulang tahun ke-60 Diego Maradona. Dia melihat El Diez sudah kepayahan dan seperti kehilangan aura hidup.

“Sangat terlihat jelas wajahnya begitu letih saat di lapangan Gimnasia. Dia lantas dilarikan ke rumah sakit. Bukan untuk operasi, melainkan karena dia mengalami anemia dan depresi,” ucap Pagani.

Horacio Pagani melihat Diego Maradona sudah berbeda saat perayaan ulang tahun ke-60 bersama Gimnasia La Plata.
antena3.com

Terlepas dari hal itu, Pagani menilai Maradona sudah sangat hebat karena mampu bertahan hidup lebih lama. Menurut dia, sejatinya pemain terbesar dalam sejarah Napoli itu sudah mati 20 tahun lalu. Hal itu merujuk pada insiden di Punta del Este, Uruguay. Ketika itu, El Diez ambruk karena kecanduan obat-obatan terlarang.

“Maradona sesungguhnya sudah mati 20 tahun lalu. Insiden di Punta del Este… Sangat mustahil dipercaya dia mampu bertahan. Jantungnya hanya bekerja 16 persen dan dia mampu hidup 20 tahun lebih lama,” kata Pagani dengan penuh kegetiran.

Pada 4 Januari 2000, Diego Maradona dilarikan ke rumah sakit di Uruguay karena ambruk. Dia tak sadarkan diri selama dua hari. Jorge Romero, dokter yang menanganinya kala itu, menyebut El Diez dalam kondisi kritis karena tekanan darah tinggi dan gangguan jantung. Napasnya pun sudah sangat pendek. Namun, dia bertahan. Setengah bulan dirawat intensif, dia pulang ke Buenos Aires.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Tidak Hanya Stadion, Diego Maradona Bakal Jadi Nama Jalan

gamespool
Tidak Hanya Stadion, Diego Maradona Bakal Jadi Nama Jalan 107

Football5star.com, Indoensia – Diego Maradona tidak hanya akan diabadikan menjadi nama stadion, markas klub Napoli. Baru-baru ini muncul usulan untuk mengganti nama jalan di tempat masa kecil sang legenda.

Dikutip Football5star.com dari rionegro.com, Minggu (6/12/2020), satu jalan di kawasan Fiorito, Argentina diusulkan warga setempat untuk berganti nama menjadi Jalan Diego. Usulan ini kabarnya mendapat persetujuan dari Dewan Kota setempat.

Penampakan Awan Mirip Maradona Hebohkan Orang Argentina

Walikota, Lomas de Zamora dan dewan kota tengah mengadakan rapat untuk menyetujui perubahan nama jalan tersebut. Menurut pihak walikota, ada dua jalan yang nantinya bisa berganti jalan menjadi jalan Diego. Yang pertama, jalan Azamor, lokasi tempat rumah keluarga Maradona berada.

Yang kedua, jalan di kawasan Las Siete Canchitas, tempat Maradona kecil bermain sepak bola. Namun kabarnya masyarakat setempat lebih memilih untuk mengganti jalan Azamor menjadi jalan Diego.

Hal itu lantaran jalan Azamor saat ini sudah berjalan aspal dan memiliki listrik sebagai penerangan. Selain mengusulkan perubahan nama jalan, masyarakat setempat juga meminta pihak walikota dan dewan kota untuk membuat museum di jalan Azamor.

Masyarakat setempat meminta rumah kecil Maradona bisa diubah menjadi warisan budaya dan dijadikan musem. Rumah Diego Maradona sendiri terletak di jalan Azamor 523. Semenjak meninggalnya sang legenda pada 25 November, rumah tersebut masih ramai dikunjungi masyarakat Argentina yang ingin melihat tempat sang legenda menghabiskan masa kecilnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Penampakan Awan Mirip Maradona Hebohkan Orang Argentina

gamespool
Penampakan Awan Mirip Maradona Hebohkan Orang Argentina 110

Football5star.com, Indonesia – Kabar duka meninggalnya Diego Maradona pada 25 November lalu membuat heboh publik dunia. Masyarakat Argentina dan dunia berduka dengan kepergian sang legenda untuk selama-lamanya.

Menariknya, seorang warga Argentina dengan akun Twitter, @sebaarce__ menghebohkan jagat maya dengan mempublikasikan sebuah foto awan tepat di hari meninggalnya sang legenda. Awan tersebut jadi perhatian banyak pihak karena dianggap mirip dengan momen saat Maradona mencium trofi Piala Dunia 1986.

“Saya tidak tahu apakah saya gila, tetapi pada hari ketika Diego meninggal di awan terbentuk pola seperti foto dirinya mencium Piala Dunia dan saya langsung mengambil foto tersebut,” tulis akun @sebaarce__ , Sabtu (5/12/2020).

Postingan dari @sebaarce__ langsung membuat heboh publik Argentina. Postingan foto awan tersebut disukai 65 ribu pengguna akun Twitter dan juga mendapat retweets sebanyak 3 ribu kalli.

Akun Twitter @sebaarce__ juga berusaha meyakinkan bahwa foto tersebut tidak ia edit sama sekali. Ia kemudian menampilkan foto dari sudut berbeda dan masih menampakkan bentuk awan mirip Diego Maradona.

Mayoritas para pengguna Twitter menganggap postingan awan tersebut tidak nyata. Sebagian besar malah menganggap foto tersebtu sama sekali tidak mirip dengan sang legenda.

Diego Maradona meninggal dunia pada usia 60 tahun. Eks pemain Napoli dan Barcelona itu wafat disebabkan penyakit jantung. Namun, penyebab wafatnya Diego Maradona memasuki babak baru.

Pihak aparat keamanan menyelidiki hal ini lantaran muncul rumor Maradona wafat karena adanya kelalaian dari sejumlah pihak yang selama ini merawat eks pemain Napoli tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gol Apik Maradona ke Gawang Juventus Sukses Ditiru Bocah Asal India

gamespool
Gol Apik Maradona ke Gawang Juventus Sukses Ditiru Bocah Asal India 113

Football5star.com, Indonesia – Selama berkarier di Serie A Italia bersama Napoli, Diego Maradona mencatatkan 81 gol. Dari 81 gol tersebut, cukup banyak gol indah yang dicetak oleh Si Tangan Tuhan, salah satunya gol free kick yang ia cetak ke gawang Juventus pada 1985.

Gol apik itu dicetak Maradona lewat sepakan free kick. Sebelum mendapat hadiah tendangan bebas, Maradona meliuk-liuk menghancurkan sistem pertahanan Juventus. Gaya Maradona melakukan dribbling dari tengah lapangan ini sangat mirip dengan gol yang ia cetak ke gawang Inggris satu tahun setelahnya.

https://twitter.com/Gonzaaorellano/status/1334144680192331777

Sejumlah pemain Juventus mencoba untuk menghentikan Maradona. Tercatat ia mendapat tackle dari dua pemain Juve namun Maradona tetap sulit dihentikan. Baru di tackle ketiga, hanya berjarak beberapa meter dari kotak terlarang, Maradona bisa dihentikan.

Wasit menunjuk pelanggaran dan memberikan tendangan bebas untuk Napoli. Maradona bertindak sebagai algojo dan sukses membuat penjaga gawang Juventus, Stefano Tacconi tak berdaya.

Menariknya gol apik ini beberapa waktu lalu mampu ditiru oleh bocah 13 tahun asal India. Dikutip Football5star.com dari rionegro, Sabtu (5/12/2020), bocah 13 tahun dengan apik meniru gol free kick indah Maradona.

Aksi ini dilakukan si bocah untuk menghormati Diego Maradona yang pada 25 November lalu meninggal dunia pada usia 60 tahun.

Wafatnya Diego Maradona memasuki babak baru. Pihak aparat keamanan menyelidiki hal ini lantaran muncul rumor Maradona wafat karena adanya kelalaian dari sejumlah pihak yang salam ini merawat eks pemain Napoli tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

RESMI! Stadion San Paolo Berganti Nama Menjadi Diego Armando Maradona

gamespool
RESMI! Stadion San Paolo Berganti Nama Menjadi Diego Armando Maradona 116

Football5Star.com, Indonesia – Pemerintah kota Naples resmi mengubah nama stadion San Paolo menjadi stadion Diego Armando Maradona. Pergantian nama tentu saja ditujukan untuk menghormati legenda Argentina dan Napoli, Maradona.

Maradona meninggal di usia 60 tahun pada 25 November lalu karena serangan jantung. Dia sangat berjasa bagi Napoli dan kota Naples sendiri. Maradona berhasil mengantarkan Partenopei yang awalnya merupakan klub biasa menjadi penguasa Italia dan Eropa. Bersama Napoli, Maradona memenangkan dua Scudetto, Coppa Italia, dan UEFA Cup.

“Dengan resolusi yang disetujui hari ini (4 Desember waktu setempat), stadion ini dinamai Diego Armando Maradona. Resolusi itu diusulkan oleh Walikota Luigi de Magistris, oleh Anggota Dewan Toponomy Alessandre Clemente dan ditandatangani oleh seluruh Dewan Kota, yang bertemu di Palazzo San Giacomo,” tulis pernyataan pemerintah kota Naples.

“Sesaat sebelum rapat Panitia Pelaksana, Komisi Penasehat Toponomi Kota telah menyetujui usulan Walikota, Penasihat Toponomi Allessandra Clemente dan Dewan Kota, menamai stadion San Paolo dengan nama Stadion Diego Armando Maradona.”

Pihak Napoli sendiri menyambut gembira pergantian nama ini.

“SSC Napoli senang dengan keputusan Dewan Kota Napoli hari ini untuk mengganti nama Stadio San Paolo untuk mengenang Diego Armando Maradona.” tulis pernyataan Napoli lewat situs resminya.

Maradona sendiri juga sudah resmi menjadi warga kehormatan Naples sejak 2017. Nomor punggung 10 pun sudah dipensiunkan oleh Napoli sejak tahun 2000.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]