Juventus vs AS Roma: Diego Perotti Rusak Pesta Juara Si Nyonya Tua

dinasti
Juventus vs AS Roma: Diego Perotti Rusak Pesta Juara Si Nyonya Tua 4

Football5star.com, Indonesia – Pesta juara Juventus di Stadion Allianz pada Minggu (2/8) dinihari WIB dirusak oleh gelandang AS Roma, Diego Perotti. Dua gol dan satu assist yang dicetak Perotti membuat partai Liga Italia antara Juventus vs AS Roma berakhir dengan skor 1-3.

Tampil sebagai tim tuan rumah, Juventus tak butuh waktu lama untuk membuka keunggulan. Baru lima menit laga berjalan, Gonzalo Higuain sukses menjebol gawang Daniel Fuzato setelah menyambar umpan Adrien Rabiot.

Tertinggal satu gol, AS Roma balik menyerang. Pada menit ke-23, tim tamu berhasil menyamakan kedudukan setelah Nikola Kalinic menanduk sepak pojok kiriman Diego Perotti.

Selepas gol Kalinic, AS Roma terus menekan lini belakang Juventus. Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil di menit ke-44 melalui eksekusi penalti Perotti. Babak pertama pun berakhir dengan skor 2-1 untuk Giallorossi.

Juventus vs AS Roma - Liga Italia - Diego Perotti - @asromaen
twitter.com/asromaen

Selepas turun minum, AS Roma kembali mengambil inisiatif serangan. Pada menit ke-52, tim tamu berhasil memperlebar keunggulannya melalui aksi Perotti yang memaksimalkan umpan Nicolo Zaniolo.

Unggul dua gol, AS Roma mulai mengendurkan intensitas serangannya. Juventus pun mulai bisa keluar dari tekanan tim tamu dan beberapa kali mengancam gawang Fuzato.

Di menit ke-85, Aaron Ramsey nyaris memperkecil ketertinggalan Juventus. Akan tetapi, sepakan kerasnya dari dalam kotak penalti masih melayang tipis di atas gawang Fuzato.

Skor 1-3 pun tak berubah hingga wasit membubarkan pertandingan. Hasil ini tak mengubah posisi kedua tim di klasemen Liga Italia. Juventus tetap berada di posisi puncak dan AS Roma finis di peringkat lima.

SUSUNAN PEMAIN JUVENTUS VS AS ROMA:

Juventus: 1-Wojciech Szczesny (31-Carlo Pinsoglio 75′); 47-Gianluca Frabotta, 19-Leonardo Bonucci (28-Merih Demiral 51′) , 24-Daniele Rugani, 13-Danilo; 25-Adrien Rabiot (8-Aaron Ramsey 51′), 14-Blaise Matuidi, 38-Simone Muratore; 46-Luca Zanimacchia, 21-Gonzalo Higuain(44-Giacomo Vrioni 79′), 33-Federico Bernardeschi (35-Marco Olivieri 72′) 

Pelatih: Maurizio Sarri

AS Roma: 63-Daniel Fuzato; 41-Roger Ibanez (5-Juan Jesus 56′), 6-Chris Smalling, 20-Federico Fazio; 61-Riccardo Calafiori (33-Bruno Peres 60′), 4-Bryan Cristante (18-Davide Santon 56′), 14-Gonzalo Villar, 2-Davide Zappacosta; 8-Diego Perotti (99-Justin Kluivert 73′), 22-Nicolo Zaniolo (17-Cengiz Under 57′); 19-Nikola Kalinic

Pelatih: Paulo Fonseca

Kartu Kuning: Rugani 21′ – Smalling 40′, Perotti 45′, Cristante 54′

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Catat! Tips Sukses Eksekusi Penalti dari Diego Perotti

dinasti
Catat! Tips Sukses Eksekusi Penalti dari Diego Perotti 8

Football5star.com, Indonesia – Gelandang serang AS Roma, Diego Perotti, dikenal sebagai salah satu aljogo penalti terbaik di Eropa dalam beberapa musim terakhir. Perotti pun mengungkapkan rahasia di balik kesuksesannya sebagai eksekutor utama Giallorossi.

Dalam empat tahun terakhir, Perotti memang menjadi eksekutor penalti utama AS Roma. Ia pun sukses menjalankan tugas ini dengan baik dan hanya dua kali gagal mencetak gol dari 20 kesempatan.

“Mengeksekusi penalti sudah menjadi salah satu keahlian saya. Saya pun senang karena dianggap sebagai salah satu eksekutor terbaik di Eropa saat ini,” kata Diego Perotti dikutip dari laman Twitter AS Roma.

Diego Perotti - AS Roma - @OptaPaolo
twitter.com/OptaPaolo

“Tentu saja saya bisa gagal mengeksekusi penalti. Tapi, saya selalu berlatih keras agar bisa percaya diri ketika mengeksekusi penalti. Saya suka dengan tekanan besar yang diberikan oleh rekan-rekan dan suporter di stadion,” ujar Perotti menambahkan.

Lebih lanjut, Perotti mengaku bahwa ia lebih memilih mencetak assist ketimbang menceploskan bola ke gawang lawan. Pemain asal Argentina itu merasa lebih puas ketika bisa memberikan peluang mencetak gol kepada rekan-rekannya yang lain.

“Saya sebenarnya lebih memilih mencetak assist. Perasaan ketika mendapat ucapan terima kasih dari rekan setim setelah melepaskan umpan terobosan yang baik jauh lebih memuaskan ketimbang mencetak gol,” kata Perotti.

Perotti didatangkan AS Roma dari Sevilla pada 2016 lalu. Selama empat tahun membela Giallorossi, Perotti sukses mencetak 30 gol dan 24 assist dari 131 penampilan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

AS Roma Berambisi Cetak Sejarah di Liga Europa

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Gelandang AS Roma, Diego Perotti, merasa sangat optimistis dengan peluang timnya di kancah Liga Europa musim ini. Menurutnya, Giallorossi memiliki skuat yang cukup bagus untuk bisa merengkuh gelar juara.

Saat ini, AS Roma memang belum dipastikan sebagai tim peserta babak 32 besar Liga Europa. Mereka akan bisa mendapatkan tiket ke babak gugur apabila mampu mengalahkan wakil Austria, Wolfsberger di Stadio Olimpico pada Jumat (13/12) esok.

“Saya merasa sangat optimistis dengan skuat yang kami miliki serta kemampuan dari rekan-rekan di sini. Kami memiliki ambisi dan kualitas untuk bisa merengkuh gelar juara,” ungkao Diego Perotti seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman Football Italia.

AS Roma - Diego Perotti - Liga Europa - Chiesa di Totti
Chiesa di Totti

“Di babak gugur nanti, akan ada tim-tim tangguh yang baru tersingkir dari Liga Champions. Tapi, kami tidak boleh memikirkan hal itu. Kami hanya boleh memikirkan diri sendiri di kompetisi ini,” sambung Perotti menambahkan.

AS Roma sendiri memang belum pernah meraih gelar bergengsi di kompetisi Eropa dalam 50 tahun terakhir. Gelar Eropa terakhir yang mereka dapatkan adalah Piala Inter-Cities di musim 1960-61 silam.

Dalam beberapa musim terakhir, Giallorossi sukses menunjukkan peningkatan di Eropa. Pada musim 2017-18 lalu, AS Roma sukes melangkah hingga ke babak semifinal Liga Champions. Sementara, musim lalu mereka harus tersingkir di babak 16 besar.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Diego Perotti Bertekad Terbebas dari Masalah Cedera

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Gelandang AS Roma, Diego Perotti, mengaku sangat kesal karena sempat menepi selama beberapa bulan akibat menderita cedera. Ia pun berjanji akan menjaga kondisinya dan terbebas dari masalah cedera setidaknya hingga akhir musim 2019-20.

Di awal musim 2019-20, Perotti memang menderita cedera otot betis yang cukup parah. Cedera ini pun membuatnya harus menepi selama beberapa bulan. Kini, ia sudah siap tampil setelah dinyatakan sembuh oleh tim medis AS Roma.

“Saya tidak bisa mengawali awal musim ini dengan baik. Di masa pramusim, saya tak pernah absen mengikuti sesi latihan. Tapi, saya malah menderita cedera betis sehari sebelum pertandingan perdana kami musim ini,” ungkap Diego Perotti dikutip dari laman Football Italia.

Diego Perotti - AS Roma - Chiesa di Totti
Chiesa di Totti

“Saya tentunya berharap akan bisa terus tampil hingga akhir musim ini dan selalu menjaga kondisi. Saya ingin membantu klub menggapai tujuannya musim ini,” sambung Perotti menambahkan.

Sembuhnya Perotti sayangnya tidak dibarengi dengan kabar baik dari Javier Pastore, Justin Kluivert, dan Bryan Cristante. Ketiganya saat ini masih berkutat dengan cederanya masing-masing. Menurut Perotti, hal ini merupakan hal yang normal di dunia sepak bola.

“Saya rasa, AS Roma bukanlah satu-satunya tim yang dibelit oleh masalah cedera pemain. Klub hebat seperti Real Madrid juga sedang dibelit masalah cedera yang menghinggapi pemain-pemain penting yang mereka miliki,” tandas Perotti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Zbigniew Boniek: AS Roma Tak Punya Masa Depan Cerah

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Gonjang-ganjing yang terjadi di AS Roma ternyata tak lepas dari pengamatan salah satu legendanya, Zbigniew Boniek. Meski tak berkomentar panjang, legenda asal Polandia itu secara implisit menilai I Giallorossi tak punya masa depan cerah.

Zbigniew Boniek pada Sabtu (29/6/2019) berada di Roma. Keberadaannya di sana tak terkait mantan klubnya. Dia hadir untuk melihat kiprah salah satu kudanya di Grand Prix Pacuan Kuda Triossi. Namun, dia tetap mau berkomentar soal tim yang kini dimiliki James Pallotta itu.

“Apakah masa depan Roma bisa dijadikan taruhan ataukah ada kepastian soal itu? Tidak, tidak… Beberapa saat lalu, saya menang taruhan 20 euro untuk kuda nomor 6 dan 3. Namun, untuk Roma, saya tak akan mau bertaruh satu sen pun!” ucap dia kepada Radio Capannella Hippodrome seperti dikutip Football5Star.com dari Corriere dello Sport.

AS Roma dinilai tak punya masa depan bagus oleh Zbigniew Boniek.
tuttomercatoweb.com

Sindiran keras itu tak terlepas dari kondisi AS Roma yang amburadul belakangan ini. Musim lalu, mereka memecat pelatih Eusebio Di Francesco dan melepas Direktur Olahraga Monchi. Pada akhir musim, manajemen I Giallorossi membuat para tifosi marah karena mempersilakan Daniele de Rossi pergi. Setelah itu, Francesco Totti juga hengkang dari manajemen karena merasa tak dihargai.

Kini, AS Roma sudah mendapatkan pelatih baru. Paulo Fonseca berhasil didatangkan dari Shakhtar Donetsk. namun, pria kelahiran Mozambik itu menghadapi tantangan berat. Pasalnya, I Giallorossi mesti melepas beberapa pemain untuk memenuhi tuntutan Financial Fair Play.

Toh, ucapan Zbigniew Boniek ternyata membuat skuat AS Roma tersinggung. Salah satunya Diego Perotti yang mengomentari ucapan sang legenda di akun Instagram-nya. “Di sini, kami terlalu bicara banyak,” kata dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Gelandang AS Roma Ingin Pulang Kampung ke Argentina

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Gelandang serang andalan AS Roma, Diego Perotti, mengatakan bahwa dirinya sudah memiliki rencana untuk mengakhiri kariernya di Argentina. Namun, ia mengatakan masih ingin menghormati kontraknya bersama AS Roma yang akan habis pada tahun 2021 mendatang.

Meskipun kerap kali menderita cedera, Diego Perotti tetap menjadi gelandang andalan Giallorossi musim ini. Akhir pekan lalu, pemain 30 tahun itu bahkan menjadi pahlawan kemenangan AS Roma di partai pamungkas Serie A melawan Parma.

“Saya masih terikat kontrak bersama Roma hingga tahun 2021 nanti. Tapi, saya ingin kembali ke Argentina sebelum memutuskan untuk gantung sepatu,” kata Diego Perotti dikutip kepada Radio Rivadavia.

Diego Perotti - AS Roma - Argentina - @ASRomaEN 2
twitter.com/ASRomaEN

Sebelum bergabung ke AS Roma pada tahun 2016 lalu, Diego Perotti sempat pulang kampung ke Argentina. Ketika itu, ia bermain untuk Boca Juniors dengan status pinjaman dari Sevilla selama setengah musim. Namun, ia masih merasa belum puas karena dirinya kerap kali menderita cedera ketika itu.

“Waktu itu, saya sempat kembali ke Argentina. Tapi, saya merasa kurang puas karena saya masih sering menderita cedera. Ketika bermain bersama Boca ketika itu, saya bahkan hampir memutuskan untuk pensiun karena cedera.”

“Waktu itu, saya sama sekali tak memikirkan kesempatan untuk bermain bersama timnas Argentina. Saya hanya ingin terus bermain. Sekarang, saya merasa puas dengan karier yang saya miliki. Meskipun diwarnai oleh cukup banyak cedera,” tandas Diego Perotti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Perotti: Selesaikan Kontrak di Roma, Baru Pulang ke Argentina

Football5star.com, Indonesia – Masa depan Diego Perotti sepertinya akan terus berada di AS Roma. Ia menegaskan akan menyelesaikan kontraknya di sana sebelum pulang ke Argentina.

Kontrak Perotti di klub ibu kota Italia masih menyisakan dua tahun lagi. Artinya ia akan berada di Roma hingga 2021 mendatang. Hingga saat ini dirinya belum punya rencana untuk memperpanjang masa baktinya itu.

Pemain asal Argentina ini sepertinya sudah mempersiapkan diri untuk kembali ke Argentina dan memperkuat klub masa kecilnya, Boca Juniors.

Diego Perotti - FC Porto vs AS Roma
@ASRomaEN

“Saya tetap memiliki dua tahun kontrak di sini. Jadi saya akan menghormati itu dan mencoba memberikan yang terbaik untuk Roma. Untuk saat ini saya belum berpikir untuk kembali ke Argentina,” ujar Perotti kepada TyC Sports, Kamis (28/3/2019).

Peluang mantan pemain Sevilla ini kembali ke kampung halamannya itu tak lepas dari ungkapan sang ayah beberapa waktu lalu yang mengatakan ia ingin kembali ke Boca akhir musim ini. Akibat pernyataan tersebut bahwa klub berjuluk I Giallorosi marah.

“Ayah saya membuat kekacauan karena pendapatnya beberapa waktu lalu. Perkataannya saat itu membuat pihak klub marah. Saya tidak ingin masalah ini terus berlarut,” sambung pemain berusia 30 tahun tersebut.

Saat ini performa Diego Perotti masih terganggu dengan cedera betis yang dialami sejak Januari lalu. Kini ia sudah pulih dari cedera dan siap diturunkan saat Roma menghadapi Napoli dalam lanjutan Serie A akhir pekan ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Perotti: Kekalahan Menyakitkan Bagi Roma

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Winger AS Roma, Diego Perotti, menyatakan timnya menelan hasil yang menyakitkan menyusul kekalahan dari FC Porto, Rabu (6/3/2019).

Langkah Roma terhenti di babak 16-Besar Liga Champions. Pasukan Eusebio Di Francesco sebetulnya punya peluang untuk lolos setelah menang 2-1 saat menjamu Porto di Stadion Olimpico dua pekan lalu.

Apesnya, tim ibu kota Italia tersebut kalah 1-3 melalui perpanjangan waktu pada leg kedua di Stadion Do Dragao. Perotti mengaku timnya kecewa berat lantaran harus tersingkir meski telah berjuang keras.

“Kami berjuang selama 120 menit dan pulang dengan tangan hampa yang mana sangat menyakitkan karena layak mendapatkan lebih dari ini,” ujar Diego Perotti, seperti dikutip Football5star dari laman resmi UEFA.

“Dengan dukungan para suporternya, mereka (FC Porto) mendapat motivasi yang terkadang membantu, sama seperti banyak laga kami di kandang sendiri,” katanya

“Kami memiliki beberapa peluang untuk mencetak gol yang seharusnya bisa mengakhiri pertandingan,” tutur pemain berkebangsaan Argentina tersebut.

Diego Perotti - FC Porto vs AS Roma
FC Porto vs AS Roma (Foto: Twitter @ASRomaEN)

Roma tertinggal lebih dulu akibat gol Francisco Soares pada menit ke-26. tetapi berhasil menyamakan skor lewat penalti Daniele De Rossi pada menit ke-37. Gawang Robin Olsen kembali bergetar setelah Moussa Marega membawa FC Porto unggul 2-1.

Laga dilanjutkan dengan perpanjangan waktu. Alessandro Florenzi melakukan pelanggaran di kotak penalti Roma sehingga wasit menunjuk titik putih. Alex Telles yang menjadi algojo tendangan 12 pas berhasil menaklukkan Olsen. FC Porto menang 3-1 atas AS Roma (agregat 4-3).

Di Francesco Masih Mendapatkan Dukungan dari Pemain AS Roma

Football5star.com, Indonesia – Pemain AS Roma, Diego Perotti, mengatakan bahwa Eusebio di Francesco masih mendapatkan dukungan dari para penggawa Giallorossi. Ia pun yakin para pemain AS Roma akan memberikan bukti dukungannya kepada Eusebio di Francesco di atas lapangan.

Dalam beberapa pekan terakhir, sosok Eusebio di Francesco memang menjadi salah satu bahan pembicaraan yang hangat di Italia. Ia dikabarkan akan meninggalkan posisinya di Stadio Olimpico pada akhir musim 2018-19 mendatang.

“Tim selalu 100% mendukung pelatih dan kami siap membuktikan hal itu di atas lapangan. Kata-kata tidaklah cukup. Kami harus meraih kemenangan demi pelatih, serta warga kota Roma,” kata Diego Perotti dikutip dari laman Football Italia.

Diego Perotti - AS Roma - Eusebio di Francesco - Magazine La Roma
Magazine La Roma

Musim ini, Diego Perotti tak mendapatkan banyak kesempatan bermain. Ia kerap kali menderita cedera dan kesulitan untuk menggeser posisi Stephan El Shaarawy dan Nicolo Zaniolo di sektor sayap. Ia pun berjanji akan memberikan penampilan terbaiknya apabila dipercaya untuk bermain.

“Saya menderita cukup banyak cedera musim ini. Saya pun merasa sedih karena harus terus menepi. Jika saya bermain, maka saya akan memberikan performa terbaik di atas lapangan.”

“Hal terburuk dari cedera adalah, saya harus menepi dan tidak bisa membantu tim di atas lapangan. Saat ini, saya sudah kembali pulih dan siap bermain. Tapi, saya kesulitan untuk mencapai kondisi fisik terbaik karena sudah berusia 30 tahun,” pungkas Diego Perotti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Lawan Udinese, Roma Tak Diperkuat Tiga Pemain Kunci

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – AS Roma kehilangan tiga pemain kunci ketika bertandang ke markas Udinese. Ketiga pemain tersebut adalah Daniele De Rossi, Diego Perotti, dan Kostas Manolas.

De Rossi absen karena cedera lutut yang diderita saat Roma bertandang ke Napoli. Perotti masih menderita cedera betis dan Manolas cedera pergelangan kaki setelah pulang dari tugas Internasional bersama Yunani.

“Kostas (Manolas) mencoba untuk berlatih hari ini (Jumat waktu Italia), tapi kondisi pergelangan kakinya belum 100 persen pulih. Di sisi lain, kami tak mau memaksakan Perotti dan De Rossi. Kami berusaha menunggu mereka seperti yang kami lakukan pada mereka dulu dan Javier Pastore,” ungkap Eusebio Di Francesco dikutip Football5star dari Football-Italia.

Meskipun begitu, Di Francesco akan mendapatkan suntikan pemain. Ada Rick Karsdorp dan Pastore yang telah siap untuk diturunkan bila berada dalam kondisi mendesak. Khusus untuk Karsdorp, DiFra tak akan memainkannya dari awal.

roma vs sampdoria
Twitter @ASRomaEN

“Untuk Karsdorp, sangat sulit baginya untuk bermain dari awal. Mungkin dia akan bermain sebagai pemain pengganti, tapi dia berlatih sangat baik dan kami akan mengembalikannya ke tim,” tambahnya.

Laga melawan Udinese digelar beberapa hari menjelang pertandingan melawan Real Madrid di Liga Champions. Setelah melawan Madrid, Inter Milan telah menunggu. Padatnya jadwal membuat Di Francesco berharap anak asuhnya yang tengah cedera untuk segera kembali berlatih.

“Kami berharap Diego (Perotti) kembali setelah melawan Real Madrid dan Daniele bisa bermain lawan Cagliari,” pungkasnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Dihujani Kritik, Perotti Bela Di Francesco

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Diego Perotti, membela membela pelatih AS Roma, Eusebio Di Francesco yang saat ini sedang dihujani kritik hebat. Di Francesco dihujani kritik setelah tak mampu membawa Roma keluar dari tren negatif di awal musim 2018-19.

Di Serie A, Roma sejauh ini belum mampu merangsek ke papan atas klasemen. Gialorossi saat ini masih terjebak di peringkat ke-9 dengan koleksi lima poin dari empat partai. Di Liga Champions tengah pekan lalu, Daniele De Rossi dkk juga harus mengakui keunggulan dari Real Madrid.

eusebio di francesco, diego perotti, as roma
zimbio

“Mudah memang untuk menyalahkan semuanya kepada pelatih atau berusana untuk memecatnya. Saat ini, memecat pelatih tampaknya telah menjadi cara terbaik untuk memperbaiki performa dari sebuah tim,” kata Perotti dikutip dari Football Italia.

“Namun, dia merupakan pelatih yang membawa kami menjadi salah satu tim terbaik di Eropa musim lalu. Tak mungkin ia telah membuat kami menjadi salah satu yang terburuk dalam waktu tiga bulan,” sambung gelandang asal Argentina itu.

Menurut Perotti, metode latihan milik Di Francesco musim ini tak jauh berbeda di banding musim lalu. Menurutnya, saat ini Roma memang sedang diterpa beberapa masalah di saat yang bersamaan sehingga belum mampu menampilkan performa terbaiknya.

“Pelatih masih memiliki metode latihan yang sama. Dia masih ingin para pemainnya untuk menampilkan yang terbaik di atas lapangan. Saat ini, kami sedang diterpa beberapa masalah dan sedang berusaha untuk memecahkannya. Hal itu saya rasa menjadi penyebab performa buruk kami.”

Perotti Ingin Jadi Juara Bersama Roma Sebelum Pergi

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Penggawa AS Roma, Diego Perotti, mengaku sangat ingin memenangkan trofi bersama Giallorossi. Ia akan merasa sangat kecewa apabila pergi dari Roma tanpa pernah memenangkan satu pun trofi.

Semenjak didatangkan dari Genoa pada tahun 2016 silam, Perotti belum pernah sekalipun memenangkan trofi. Trofi terakhir yang ia menangkan adalah Liga Europa di musim 2013/2014. Kala itu, ia masih bermain bersama Sevilla.

AS Roma Getty Images
Getty Images

“Saya sudah berkali-kali mengatakan bahwa saya tak ingin mengakhiri karier di Roma. Tapi, saya sangat ingin menjadi juara sebelum pergi. Apabila saya gagal menjadi juara, maka hal tersebut akan lebih mengecewakan dibanding perjalanan Argentina di Piala Dunia 2018,” kata Perotti kepada ESPN.

“Kami memiliki skuat yang sangat kuat dan kami memiliki kesempatan besar untuk menjadi juara. Saya akan merasa sangat senang apabila mampu membawa Roma menjadi juara suatu hari nanti,” lanjut pemain berpaspor Argentina itu.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyangkan bahwa kualitas Serie A sempat menurun dalam beberapa tahun terakhir. Namun, ia mengakui bahwa pasar luar negeri dari Serie A sempat menurun dalam beberapa tahun terakhir.

“Serie A mengalami penurunan di pasar internasional dalam beberapa tahun terakhir. Namun, Serie A masih memiliki kualitas yang sangat tinggi dalam hal sepak bola. Buktinya, Juventus dapat melaju ke babak final Liga Champions dalam 2 kesempatan berbeda dan kami mampi melaju hingga semifinal Liga Champions musim lalu.”

Perotti Sudah Kenyang Kehilangan Rekan Bintang di Roma

Football5star.com, Indonesia – Alisson Becker semakin santer dikaitkan dengan Liverpool. Salah satu indikatornya adalah komentar rekan setimnya di AS Roma, Diego Perotti, terkait situasi yang ada saat ini.

Menurut pemain asal Argentina tersebut, Roma harus menghentikan kebiasaan menjual bintang hanya dengan imbalan uang. Salah satunya, ia menyebut kepergian Alisson dari ibu kota Italia sebagai kehilangan besar.

“Dia adalah seorang penjaga gawang yang penting bagi kami. Dia banyak melakukan penyelamatan gemilang yang membantu kami mendapatkan kemenangan dan poin. Tapi, inilah sepak bola,” kata Perotti dikutip dari Football Italia.

“Sejujurnya aku mengakui, kepergian Alisson adalah kehilangan besar bagi kami karena dia lebih sekedar pemain biasa. Perannya di ruang ganti sangat signifikan dan kami sangat menyesali kehilangan ini,” imbuhnya.

Diego Perotti-AS Roma
gettyimages

Diperkirakan Liverpool harus mengeluarkan dana sebesar 75 juta pounds untuk memboyong kiper Selecao di Piala Dunia 2018 tersebut. Jumlah tersebut akan menjadi yang terbesar untuk hitungan seorang penjaga gawang.

Sebelumnya, rekor penjaga gawang termahal dipegang oleh Gianluigi Buffon ketika diboyong Juventus dari Parma 2001 silam. Ia dilabeli dengan harga 52,9 juta euro, harga yang sangat fantastis ketika itu.

Pemain yang bersangkutan tertangkap kamera sudah berada di Liverpool. Disinyalir, dalam beberapa jam ke depan, The Reds akan segera mengumumkan rekrutan keduanya musim ini tersebut.

Manolas dan Perotti Siap Dimainkan Lawan Juventus

Football5Star.com, Indonesia – Jelang laga AS Roma melawan Juventus di Stadion Olimpico, Senin (14/5/2018) dinihari WIB, kubu tuan rumah mendapat kabar gembira. Dua pemain andalannya, Kostas Manolas dan Diego Perotti sudah pulih dari cedera dan dinyatakan siap bermain.

Perotti sebelumnya sudah absen pada tiga laga Roma akibat cedera otot. Sedangkan Manolas mengalami masalah pada bahunya pekan lalu. Tapi kondisi keduanya kini sudah membaik setelah melakukan beberapa tes.

Nama mereka pun sudah didaftakan pelatih Eusebio Di Francesco untuk laga bertajuk Grande Partita nanti. Namun, sang allenatore belum menggaransi keduanya untuk menjadi starter.

“Dzeko, Allison, Alessandro Florenzi, Aleksandar Kolarov, Daniele De Rossi, dan Stephan El Shaarawy akan bermain sejak awal. Sedangkan untuk yang lainnya kita akan lihat nanti,” kata Di Francesco seperti dikutip Football5star.com dari Football Italia, Minggu ( 13/5/2018).

Eusebio Di Francesco tegaskan kekalahan AS Roma dari Atalanta bukan karena Radja Nainggolan tak dimainkan.
tuttomercatoweb.com

Sementara itu, Roma baru saja memastikan diri mengamankan posisinya di zona Liga Champions setelah Inter Milan secara mengejutkan dikalahkan Sassuolo 1-2 di Giuseppe Meazza. Namun, hal itu bukan berarti Il Lupi akan membiarkan Juve meraih kemenangan begitu saja.

Di Francesco tetap mengincar kemenangan pada laga kali ini. Menurutnya, tambahan tiga angka akan membuat pemainnya semakin percaya diri menatap musim depan.

“Kami sudah bekerja keras, bermain konsisten dan menunjukkan mental tim. Menang atas Juventus akan menjadi hasil yang luar biasa. Itu adalah tantangan yang harus kami selesaikan,” tutupnya.

Roma Tanpa Dua Pemain Andalan Saat Jamu Liverpool

Football5Star.com, Indonesia – Tugas maha berat sudah menanti AS Roma jelang semifinal leg kedua Liga Champions melawan Liverpool, Kamis (3/5/2018) dinihari WIB. Pasalnya mereka tidak akan diperkuat dua pemain andalannya, Kevin Strootman dan Diego Perotti.

Nama Strootmann dan Perotti tidak disertakan pelatih Eusebio Di Francesco pada laga yang akan berlangsung di Stadion Olimpico tersebut. Keduanya sama-sama menderita cedera ketika mengalahkan Chievo 4-1 akhir pekan lalu.

Strootman diketahui mengalami masalah pada pahanya, sedangkan Perotti menderita cedera bahu. Menurut Gazzetta dello Sport, Di Francesco tidak ingin mengambil risiko dengan memasukkan nama keduanya dalam skuat.

Nantinya, posisi mereka akan diganti oleh pemain lainnya. Lorenzo Pellegrini diyakini akan menjadi deputi Strootmann di lini tengah, adapun posisi yang ditinggal winger asal Argentina akan menjadi milik Stephan El Shaarawy yang tidak diturunkan pada laga leg pertama.

DiegoPerottiFCBarcelonaVSRomaUEFAChampionsvGk6yK6SPk6l
zimbio.com

Kehilangan dua penggawa andalan tentu kian menambah pekerjaan rumah Di Francesco. Sebelumnya, ia juga diwajibkan membuat timnya menang setidaknya 3-0 untuk memastikan lolos ke final setelah mereka takluk 2-5 di Anfield.

Kendati demikian, Serigala Ibu kota diyakini tidak akan menyerah begitu saja. Daniele De Rossi dkk punya modal untuk mengulang comeback seperti yang mereka lakukan kepada Barcelona di perempat final.

Selain itu, Roma juga baru saja meraih kemenangan telak 4-1 di Serie A. Sementara Liverpool hanya meraih hasil imbang tanpa gol saat menjamu Stoke City di Premier League akhir pekan lalu

Bintang Roma Ini Sudah Rencanakan Pulang Kampung

Football5Star.com, Indonesia – Bintang AS Roma, Diego Perotti, masih menyisakan kontrak tiga tahun lagi bersama klub yang bermakas di Stadion Olimpico tersebut. Namun, ia sudah merencanakan pulang kampung ke Argentina setelah kontraknya habis.

Perotti masih terikat kontrak hingga musim panas 2021 mendatang. Ketika kontraknya sudah habis, ia pun bersiap kembali ke klub masa kecilnya, Boca Juniors. Pemain yang kini berusia 29 tahun itu disebut-sebut ingin mengakhiri karier sepak bolanya di klub raksasa Argentina tersebut.

“Saya menandatangani kontrak dengan Roma hingga 2021. Ketika semua ini berakhir, saya ingin kembali ke Argentina dan bermain untuk Boca Juniors lagi,” kata Perotti kepada ItaSportPress, Senin (26/3/2018).

“Saya selalu merasa terhormat bisa mengenakan kostum Boca karena mereka terbesar di Argentina. Ada perasaan berbeda tiap mengenakan jersey mereka,” ia menambahkan.

Diego Perotti
squawka.com

Perotti saat ini sedang menikmati masa-masa indah bersama Serigala Ibu kota. Ia sudah mengemas tujuh gol serta tiga assist dari 30 laga yang telah dilakoni musim ini. Selain itu, mantan pemain Sevilla ini juga sukses mengantar Roma melaju ke perempat final Liga Champions.

Karier gemilangnya di tingkat klub pun menular ke Timnas Argentina. Kendati Albiceleste memiliki deretan pemain jempolan di lini depan, Perotti tetap tak tergantikan di skuat Jorge Sampaoli. Posisinya di Piala Dunia 2018 mendatang juga diprediksi akan aman.

Sesal Perotti Soal Kebersamaan Singkatnya dengan Totti

Football5Star.com, Indonesia – Winger AS Roma, Diego Perotti, mengaku bangga bisa berkostum Il Lupi. Kendati demikian, ia memiliki satu penyesalan di klub ibu kota, yakni tidak memiliki waktu lebih banyak dengan Francesco Totti.

Perotti baru bergabung dengan Roma pada 2016 lalu dan sempat bermain selama semusim bersama Totti. Namun, kebersamaan mereka harus berakhir musim ini setelah Pangeran Roma tersebut memutuskan pensiun.

Tidak memiliki waktu banyak untuk belajar bersama pemain idolanya itu pun membuat Perotti sedikit menyesal. Ia mengaku keberadaan Totti di ruang ganti sangat membantu tim dan meningkatkan kepercayaan dirinya.

“Dia adalah raja di kota ini, bermain dengannya sangatlah indah. Saya bermain dengan Totti hingga musim lalu ketika dia memutuskan gantung sepatu dan saya tidak memiliki kesempatan lebih untuk belajar banyak dengannya,” ujar Perotti kepada Clarin, Selasa (20/3/2018).

Perotti, Tidak Mau, Atletico, Tersingkir
zimbio.com

“Tapi saya melihat sesuatu saat dia berlatih dan ketika dirinya kembali pada laganya sendiri. Dia punya visi luar biasa. Dia bisa mengubah satu umpan menjadi gol, atau mencetak gol dari jarak 30 meter,” ia menambahkan.

Perotti pun membandingkan kebersamaannya dengan dua rekannya di timnas Argentina seperti Lionel Messi dan Juan Roman Riquelme dengan Totti.

“Maradona melatih saya dan saya bermain dengan Messi, Riquelme, dan Totti. Tapi saya tidak memiliki waktu yang banyak untuk bertanya soal sepak bola karena dia sudah tidak bermain,” ia menambahkan.

Roma Dipastikan Pincang Lawan Inter

Football5Star.com, Indonesia – AS Roma harus menerima kenyataan pahit ketika melawan Inter Milan, Senin (22/1/2018) dinihari WIB. Dapat dipastikan, Il Lupi datang ke Giuseppe Meazza dengan kondisi pincang karena beberapa pemain andalannya cedera.

Nama-nama tenar seperti Diego Perotti dan Maxime Gonalons tidak dibawa pelatih Eusebio Di Francesco. Sedangkan kondisi sang kapten, Daniele De Rossi, juga masih diragukan setelah masalah pada bahunya belum pulih total.

“Saya tidak suka dengan jeda musim dingin, terutama ketika kami harus kehilangan Perotti dan Gonalons. Kehilangan mereka sangat berat bagi tim karena keduanya tumpuan utama. Tapi kami harus tetap berkonsentrasi pada laga ini,” kata Di Francesco seperti dilansir Football Italia, Minggu (21/1/2018).

EusebioDiFrancescoRomavSpalSeriekaX Aa7seIpl
zimbio.com

“De Rossi tetap ada di skuat tapi kami belum tahu keadaannya bagaimana. Saya berharap bisa menurunkannya. Sedangkan Perotti baru akan kembali melawan Sampdoria, dan Gonalons masih membutuhkan waktu lebih lama,” sambungnya.

Hal ini pun membuat Di Francesco harus memutar otaknya untuk meramu strategi sesuai keinginan. Apalagi ia datang ke Milano untuk meraih angka setelah dipertemuan pertama di Stadion Olimpico timnya takluk 1-3 dari sang lawan.

Kendati kehilangan beberapa pemain pentingnya, mantan pelatih Sassuolo ini sudah bisa menurunkan Radja Nainggolan. Ia akan berduet dengan Kevin Strootman di lini tengah I Giallorossi. Selain itu, sang pelatih juga memastikan akan tetap menurukan Edin Dzeko sejak awal.

Diego Perotti Umumkan Pembaruan Kontrak Dengan AS Roma

Football5star.com, Indonesia – Diego Perotti mengumumkan bahwa dia akan tetap bersama AS Roma hingga 2021. Hal ini terjadi setelah pemain sayap berusia 29 tahun ini memperbarui kontrak berdurasi dua tahun pada Kamis (7/12/2017).

Mantan pemain Sevilla ini mengaku sudah sangat mencintai Roma sehingga tak perlu waktu lama untuk meneken kesepakatan baru tersebut.

“Sejak pertandingan pertama di Roma, saya sudah sangat merasa seperti berada di rumah,” ujar Perotti seperti dikutip dari situs resmi klub ibu kota Italia itu.

“Saya menikmati beberapa momen terbaik dalam karier di sini dan berharap mendapatkannya lebih banyak lagi. Saya sangat senang.”

Roma menggaet Perotti dari Genoa pada Januari 2016 dengan status pinjaman. Giallorossi memilikinya secara permanen pada Juli 2016 setelah menebusnya dengan harga 9 juta euro.

Selama berada di Olimpico, Perotti sudah terlibat dalam 78 pertandingan di semua kompetisi dan memberikan kontribusi berupa 18 gol dan 19 assist. Musim 2016-2017 menjadi periode terbaiknya karena membuat 10 gol dan 10 assist dalam semua ajang.

Musim ini, pemain yang pernah membela Boca Junior tersebut sudah tampil dalam 16 pertandingan dan mencetak lima gol dalam semua kompetisi yang diikuti Roma. Dia juga ikut membawa Roma lolos ke babak 16 besar Liga Champions dengan status juara Grup C setelah mereka menang 1-0 ketika menjamu Qarabag pada pertandingan terakhir penyisihan grup, Selasa (5/12) malam waktu setempat atau Rabu dini hari WIB.

Winger Roma Sebut Juventus Lebih Lemah Musim Ini

Football5Star.com, Indonesia – Winger AS Roma, Diego Perotti, menilai kekuatan Juventus sudah menurun dibanding musim-musim sebelumnya.

“Saingan di Serie A? Napoli adalah yang terbaik dengan cara mereka bermain. Anda tidak bisa merebut bola dari kaki mereka. Itu terjadi saat aku menghadapi Barcelona di era Pep Guardiola, tidak ada yang bisa dilakukan. Napoli selalu bermain dengan cara yang sama, tapi mereka bisa kelelahan,” kata Perotti seperti dilansir Football Italia.

Diego Perotti
Getty Images

“Sementara Juventus sepertinya tidak sekuat musim sebelumnya. Tapi tetap saja, mereka adalah salah satu tim terpenting di Serie A,” Perotti menambahkan.

Roma saat ini sedang bersaing di papan atas klasemen bersama Inter Milan, Napoli dan Juventus. Giallorossi berada di peringkat empat klasemen di belakang ketiga klub tadi.

Perotti sendiri kini jadi pemain penting Roma di bawah asuhan Eusebio Di Francesco. Padahal, musim lalu ia sempat terpuruk saat Giallorossi ditangani Luciano Spalletti.

“Aku bermain di Liga Champions dan Roma memburu Scudetto. Aku mendapatkan kontinuitas dalam tim, tidak seperti akhir musim lalu. Aku tidak akan mengatakan apa yang aku alami musim lalu adalah kesalahan Spalletti. Ini hanya pilihan yang dia buat,” ucap Perotti.

“Aku tidak tahu apakah aku akan bertahan jika Spalletti tetap di sini, mungkin tidak. Gol di Genoa mengubah diriku. Aku tahu bahwa sepak bola tidak tahu berterima kasih, karena satu insiden bisa menghilangkan banyak hal, sekaligus memberi banyak hal,” ia mengakhiri.

Perotti Waspadai Semangat Juang Atletico Madrid

Football5star.com, Indonesia – AS Roma selangkah lagi memastikan diri lolos ke babak 16 besar Liga Champions. Mereka hanya butuh hasil imbang saat meladeni perlawanan Atletico Madrid di Stadion Wanda Metropolitano, Kamis (23/11/2017) dini hari nanti. Tim ibu kota kini menempati puncak klasemen Grup C dengan kantongi delapan poin. Tambahan satu poin akan memastikan posisi mereka aman di akhir fase grup.

Meski lebih berpeluang lolos, Roma tidak ingin meremehkan Atletico begitu saja. Bermain di depan publik sendiri tentu akan memberi suntikan moral lebih kepara Antoine Griezmann dkk. Oleh karena itu, penyerang Giallorossi, Diego Perotti, meminta rekan setimnya untuk mewaspadai agresivitas tuan rumah.

Antoine Griezmann, Atletico Madrid (zimbio.com)
zimbio.com

“Mereka butuh kemenangan untuk tetap berada di kompetisi ini. Apalagi pertandingan nanti akan berlangsung di kandang mereka, pastinya mereka akan menyerang habis-habisan. Mereka punya kualias untuk itu, lini depan mereka diisi nama-nama berkualitas,” ungkap Perotti.

“Tim ini semakin berkembang setiap harinya. Sejak aku datang pada 2016, Roma telah melakukan banyak kemajuan. Oleh karena itu aku ingin tetap berada di sini dalam jangka waktu lama,” lanjutnya.

Pada pertemuan pertama yang berlangsung di Stadio Olimpico, September silam. Kedua tim bermain imbang tanpa gol. Namun, Roma datang dengan motivasi lebih usai baru saja mengalahkan Lazio di Serie A. Ditambah, saat pertandingan terakhir di Liga Champions, mereka sukses menggilas Chelsea tiga gol tanpa balas.

Perotti: Kami Tidak Mau Atletico Tersingkir

Football5Star.com, Indonesia – Laga hidup mati matchday kelima Liga Champions akan tersaji di Stadion Wanda Metropolitano, Kamis (23/11/2017) dinihari WIB antara Atletico Madrid versus AS Roma. Kendati mengincar kemenangan, Diego Perotti tidak ingin klub ibu kota Spanyol itu tersingkir lebih cepat.

Apa yang ditakutkan Perotti memang cukup beralasan. Saat ini, Atletico terpaku di posisi ketiga dengan hanya meraih tiga angka. Mereka bahkan belum pernah menang di Liga Champions musim ini, termasuk saat dua kali ditahan imbang tim debutan, Qarabag.

“Kami tentu tidak ingin menyingkirkan mereka. Kita tahu Atletico sangat pengalaman di Liga Champions, mereka selalu ke babak selanjutnya bahkan dua kali mencapai final. Tentu tidak terbayangkan jika Atletico benar-benar terisisih,” ujar Perotti saat konferensi pers, Rabu (22/11/2017).

DiegoSimeoneAtleticoMadridvChelseaFCT3D47g6 vWYl
zimbio.com

Kendati demikian, mantan pemain Sevilla itu yakin posisi Atletico saat ini akan menjadi mereka lebih kuat. Bermain di stadion baru dan didukung lebih banyak suporter akan memacu semangat anak asuh Diego Simeone untuk keluar dari zona tidak aman.

“Saya tahu bagaimana Simeone memberi semangat pada timnya. Dan kali ini mereka akan bermain di kandang dan menjadi keuntungan tersendiri. Tapi Roma sudah membuktikan kelasnya saat menahan Chelsea di London,” sambugnya.

Bagi pemain asal Argentina ini, Atletico bukanlah lawan baru untuknya. Ia sebelumnya pernah lima tahun membela klub La Liga Spanyol, Sevilla, dan kerap menghadapi Atletico.

 

Roma Siapkan Kontrak Baru Untuk Diego Perotti

Football5star.com, Indonesia – AS Roma sedang mempersiapkan tawaran kontrak baru untuk gelandang Diego Perotti. Menurut laporan, pemain berusia 29 tahun itu akan mendapat kontrak dua tahun lagi yang membuatnya tetap bersama Giallorossi hingga musim panas 2021.

Sebenarnya kontrak Perotti yang sedang berjalan saat ini masih tersisa dua tahun lagi karena baru akan berakhir Juni 2019. Namun, calciomercato.com mengatakan bahwa Roma ingin memastikan masa depan mantan pemain Genoa tersebut.

Pembicaraan kontrak ini masih terlalu dini. Meskipun demikian, Perotti ditengarai akan sepakat untuk memperbarui ikatan kerja sama dengan klub ibu kota Italia tersebut karena dia bahagia di Olimpico.

Perotti mengawali kariernya dalam sepak bola profesional bersama klub di kota kelahirannya, Deportivo Moron, pada tahun 2006. Dari Argentina, pemain yang bisa menempati posisi sayap kiri dan striker ini pindah ke Spanyol untuk memperkuat Sevilla pada Januari 2009.

Lima musim di negeri Matador tersebut, Perotti kembali ke Argentina untuk bergabung dengan klub raksasa Boca Juniors sebagai pemain pinjaman dari Januari hingga Juni 2014. Saat kembali, Perotti dijual ke klub Serie A, Genoa, dengan harga 315.000 poundsterling.

Februari 2016, Roma meminjam Perotti. Melihat kontribusinya yang cukup menjanjikan, Giallorossi membelinya dengan harga 8.1 juta poundsterling (sekitar Rp 144,235 miliar) pada Juli 2016.

Selama berkostum Roma, Perotti memberikan kontribusi 16 gol dan 18 assist dari total 74 pertandingan resmi yang dilakoni. Raihan tersebut sudah termasuk tiga gol dan satu assist dalam 12 pertandingan musim 2017-2018.

Kebahagiaan Perotti Kembali Ke Skuad Argentina Setelah Enam Tahun

Football5star.com, Indonesia – Bintang AS Roma, Diego Perotti, sangat bahagia karena untuk pertama kalinya kembali mendapat kepercayaan memperkuat tim nasional Argentina setelah absen selama enam tahun. Dia mengaku, pemanggilan tersebut merupakan buah dari kerja keras dan semangat pantang menyerah.

Penyerang berusia 29 tahun ini masuk skuad besutan pelatih Jorge Sampaoli untuk pertandingan melawan tuan rumah Piala Dunia 2018, Rusia. Laga persahabatan tersebut akan berlangsung pada 10 November.

Perotti mengunggah foto di Instagram saat terakhir kali mengenakan kostum Albiceleste. Dia juga memberikan keterangan yang menggambarkan bagaimana suasana hatinya setelah lama absen.

“Ini sudah enam tahun sejak gambara ini diambil… antara hal yang bagus dan buruk, hidup dan sepak bola telah memperlihatkan kepadaku bahwa anda harus tetap bekerja keras, jangan menyerah atau kepalamu akan tertunduk!

“Terima kasih atas semua dukungan dari keluarga dan teman-temanku. Saya senang mewakili negaraku lagi. Vamos Argentina!” demikian pernyataan mantan pemain Sevilla tersebut.

Pengalaman Perotti bersama timnas Argentina memang sangat minim karena dia baru dua kali bermain tanpa kontribusi. Perotti melakukan debut selama enam menit pada 14 November 2009 ketika Argentina kalah 1-2 dari Spanyol, kemudian menjadi starter saat melawan Nigeria pada Juni 2011. Setelah itu, namanya tak pernah lagi menghiasi daftar skuad Tim Tango.

Perotti bergabung dengan Roma dari Genoa pada Juli 2016. Selama bersama tim ibu kota Italia tersebut, Perotti terlibat di dalam 69 pertandingan resmi dan mampu menyumbang 13 gol serta membuat 18 assist, termasuk satu assist dari lima pertandingan Serie A musim 2017-2018 ini.

Diego Perotti Anggap Di Francesco Sosok Penting Untuk AS Roma

Football5star.com, Indonesia – Jelang laga besar melawan Napoli yang akan dilangsungkan Minggu (15/0/2017), gelandang AS Roma, Diego Perotti, opitimistis timnya bisa mengalahkan sang pemuncak klasemen. Tim ibu kota masih tertahan di peringkat kelima.

Kendati demikian, Perotti yakin rekan-rekannya bisa mengimbangi permainan tim yang hingga kini belum terkalahkan. Ia juga memuji kualitas sang pelatih, Eusebio Di Francesco, yang menurutnya sosok penting untuk Roma musim ini.

Di Francesco masuk di awal musim menggantikan Luciano Spalletti yang menerima pinangan Inter Milan. Kendati harus menyesuaikan kembali dengan sistem permainan di bawah araha pelatih baru, Perotti merasa lebih berkembang musim ini.

“Sistem yang ia terapkan saat ini sangat cocok dengan gaya bermainku. Dia suka menempatkan pemain sayap yang bisa menusuk ke dalam. Aku yakin bisa berkontribusi banyak musim ini. Sejak kami mulai latihan di musim panas, sudah banyak peningkatan yang terlihat,” ungkap pemain asal Argentina tersebut.

“Awalnya, banyak yang merasa ragu dengan kapasitas kami. Kami selalu ditempatkan di belakang sebagai kandidat peraih scudetto. Tapi kami bisa membuktikan bisa berada di papan atas. Mengalahkan AC Milan di San Siro adalah bukti kekuatan kami musim ini. Kami juga hanya terpaut empat poin dari zona Liga Champions. Ini adalah musim yang baik,” Perotti melanjutkan.

Perotti bergabung dari Genoa awal musim lalu. Hingga kini, pemain berusia 29 tahun tersebut sudah tampil sebanyak 67 pertandingan dan mencetak 13 gol di semua ajang. Ia juga membantu Roma menduduki peringkat kedua di musim perdananya dan berhak tampil di Liga Champions musim ini.

Perotti: Napoli Lebih Berbahaya Daripada Juventus

Football5star.com, Indonesia – Laga besar akan tersaji akhir pekan nanti. Klub ibu kota, AS Roma akan menjamu sang pemuncak klasemen sementara, Napoli dalam lanjutan Serie A pekan kedelapan musim 2017-16. Misi Giallorossi meraup poin penuh di kandang tidak akan berjalan mudah.

Pasalnya, tim tamu masih belum terkalahkan hingga saat ini. Hal tersebut juga diakui oleh pemain sayap Roma, Diego Perotti. Ia meminta rekan-rekannya untuk waspada terhadap permainan tim asuhan Maurizio Sarri. Perotti bahkan menganggap Napoli lebih berbahaya dari sang juara bertahan, Juventus.

“Hingga hari ini, menurutku Napoli masih lebih baik dari Juventus. Setidaknya dari cara mereka bermain, sangat mengesankan. Namun, kami akan membuat mereka menderita di Roma,” ungkap Perotti.

Musim lalu, keduanya saling mengalahkan di kandang lawan masing-masing. Pada pertemuan pertama di San Paolo kandang Napoli, Perotti dkk berhasil menang 3-1. Sementara ketika dilangsungkan di Stadion Olimpico, gantian Marek Hamsik dkk yang menggilas tuan rumah dengan skor tipis 2-1.

“Musim lalu aku juga kagum dengan cara mereka bermain. Mereka bahkan sanggup mengalahkan kami di sini. Semoga, kali ini akan berbeda hasilnya,” paparnya lagi.

Pasuka Eusebio Di Francesco berpeluang merangsek ke posisi empat besar jika berhasil menang atas Napoli akhir pekan nanti. Mereka kini masih tertahan di peringkat kelima dengan koleksi 15 poin. Tambahan tiga poin akan membuat mereka menggeser sang rival sekota, Lazio, yang kini ada di posisi keempat dengan satu poin lebih banyak

AS Roma: Perotti Tak Berani Minta Nomor Punggung Totti

Football5star.com, Indonesia – Winger AS Roma, Diego Perotti, menyatakan bahwa ia tidak berani untuk meminta seragam dengan nomor punggung 10 yang ditinggalkan oleh legenda klub, Francesco Totti.

Totti mengakhiri kariernya selama 14 tahun bersama Roma pada akhir musim 2016-17 kemarin. Kontraknya tidak diperpanjang oleh manajemen klub. Dengan demikian, praktis nomor punggung 10 miliki Roma yang ia kenakan selama bertahun-tahun tersedia untuk pemain lain.

Hingga saat ini, Roma belum merilis nomor punggung resmi para pemain untuk musim 2017-18 mendatang. Namun, mereka juga belum mengomfirmasi akan ‘mempensiunkan’ nomor punggung 10.

Seperti yang kita ketahui, ‘mempensiunkan’ nomor punggung pemain legendaris adalah hal yang lazim dilakukan oleh banyak klub sebagai bentuk penghormatan.

Perotti mengaku bahwa ia sebenarnya ingin mengenakan nomor tersebut. Hanya saja, ia tidak merasa pantas untuk memakainya, mengingat Totti merupakan seorang legenda Il Lupi.

“Mengenakan seragam nomor 10? Tentu saja, saya mau. Itu adalah nomor yang selalu saya sukai, tetapi saya pikir nomor tersebut akan selalu menjadi milik Francesco,” ujar Perotti seperti yang dikutip Football Italia.

“Saya tidak tahu jika ada orang lain yang akan mengenakannya, tetapi saya tidak pernah meminta nomor tersebut. Bagi saya, hal itu sedikit kurang hormat,” tambah pemain bernomor punggung 8 tersebut.

Totti masih belum mengumumkan langkah selanjutnya dalam kariernya. Bersadarkan rumor yang berkembang, ia siap untuk bermain dengan klub divisi dua Liga Jepang.

Liga Italia: Diego Perotti Ingin Kembali ke Boca Juniors

Football5star.com, Indonesia – Winger AS Roma, Diego Perotti mengaku tertarik kembali berseragam Boca Juniors pada suatu hari nanti.

Perotti memang memulai kariernya bersama tim junior Boca. Namun hanya dalam waktu singkat dia bermain bersama tim senior saat dipinjamkan oleh Sevilla pada 2014.

Karenanya, sebagai klub yang mendidiknya semasa muda, Perotti ingin merasakan punya pegabdian lebih untuk Boca, meski pada saat kariernya di Eropa sudah menguap.

“Tentu saja target saya suatu hari nanti adalah kembali ke Argentina,” tegas Perotti kepada media.

“Jika Boca Juniors memanggil, saya akan sangat senang hati untuk bisa bergabung kembali bersama mereka karena saya selalu menyukai. Untuk saat ini, saya hanya memikirkan tentang bagaimana menikmati karier saya bersama Roma,” imbuhnya.

Selain kembali ke Boca, Perotti juga berharap mendapat kesempatan kembali membela Timnas Argentina. Sejauh ini, dia baru merasakan dua penampilan berseragam Albiceleste sejak debutnya sebagai pengganti dalam laga persahabatan melawan Spanyol, 9 November 2009.

“Saya berharap suatu saat nanti bisa kembali bergabung ke dalam tim nasional. Saya tahu ada banyak pemain hebat di sana, tapi saya berbicara kepada Edgardo Bauza dan dia mengatakan akan terus mengikuti perkembangan saya,” tandas pemain berusia 28 tahun itu.

Liga Italia: Perotti Doakan Dybala Tampil Buruk Hadapi AS Roma

Football5star.com, Indonesia – Kendati berasal dari tanah kelahiran yang sama, Winger AS Roma, Diego Perotti, justru berharap agar rekannya di timnas Argentina, Paulo Dybala, bermain buruk pada laga Minggu (18/12) dini hari nanti.

Seperti diketahui, Juventus dan AS Roma akan saling berhadapan pada giornata ke-17. Duel ini tentunya akan mempengaruhi perburuan gelar Scudetto musim ini mengingat Roma kini hanya berjarak empat poin dari Juventus.

“Jujur. Saya tak kenal dia, namun dari yang sudah saya lihat dia cukup bagus dan tentu saja dia bisa menjadi salah satu [penyerang] yang terbaik di dunia,” ujar Perotti, dilansir Football Italia.

“Anda bisa melihat dia adalah pemain berkualitas yang masih bisa berkembang. Namun saya tak pernah mengira akan perkembangan yang ia buat dari [saat bermain] di Palermo ke Juventus,” sambung Perotti.

Perotti sendiri cukup optimistis Roma mampu merebut gelar juara Liga Italia musim ini. Menurutnya, dengan komposisi skuat yang ada sekarang ini, tak tertutup kemungkinan I Giallorossi bisa menyalip Juventus di puncak klasemen sementara.

“Kami bisa melakukannya, termasuk merebut Scudetto. Kami tidak jauh tertinggal dan kami memiliki skuat yang komplet untuk memenangkan Scudetto. Kami telah mengalahkan Napoli, Inter, dan AC Milan, dan sebuah tim yang bisa melakukan itu pantas untuk mendapatkannya (Scudetto).”

Berita Bola: Diego Perotti Mengaku Tak Sengaja Cetak Gol Rabona

Football5star.com, Indonesia – Diego Perotti mengaku tak sengaja mencetak gol rabona saat AS Roma menang 4-1 atas Viktoria Plzen, Jumat (25/11) dini hari WIB.

Gol Perotti menjadi sorotan karena dilakukan dengan teknik rabona, menggunakan kaki kanan dengan gerakan menyilang ke belakang.

Perotti sendiri mengaku tak sengaja mencetak gol dengan teknik ciamik tersebut. Dia sebenarnya hendak memberi umpan lambung kepada rekannya, Mohamed Salah. Namun, bola hasil teknik rabona-nya justru melambung melewati kiper dan masuk ke gawang.

“Sebenarnya saya hendak melakukan umpan lambung dan ternyata menjadi gol. Itu adalah gol yang tidak saya sengaja,” sebut Perotti seperti dilansir Sky Sport Italia.

“Gol tersebut sangat penting bagi saya karena sebelum ini saya baru mencetak satu gol lewat penalti,” imbuhnya.

Perotti sendiri sangat senang I Lupi berhasil melaju ke babak 32-besar Liga Europa 2016-2017. Dia menyebut Liga Europa merupakan salah satu ajang yang menjadi target timnya untuk dimenangi. Menurutnya, Roma menargetkan bisa menjuarai semua ajang yang diikuti.

“Saya katakan bahwa tim menargetkan juara Liga Europa, Serie-A, dan Coppa Italia. Semoga kami bisa mewujudkannya,” pungkas Perotti.