Pelatih Ini Komentari Performa Melempem Timnas Indonesia

Football5Star.com, Indonesia – Kekalahan Timnas Indonesia atas Malaysia dengan skor 3-2 pada kualifikasi Piala Dunia 2020, Kamis (5/9/2019) lalu menyisakan kekecewaan yang mendalam bagi publik Indonesia. Melempemnya peforma skuat Garuda pun menjadi topik yang hangat diperbincangkan.

Salah satunya adalah dari Djadjang Nurdjaman. Pelatih yang menangani klub Barito Putera ini mengaku cukup kecewa akan hasil kekalahan yang dialami Indonesia kemarin.

Padahal, menurutnya materi pemain dari Timnas Indonesia adalah diambil dari pemain-pemain yang memang mempunyai kualitas mumpuni di kancah sepak bola nasional.

Barito Putera - Djanur - persebaya. id 3
Djadjang Nurdjaman. (persebaya.id)

“Pastinya sangat disayangkan ya, karena kita main di kandang sendiri tapi kita tidak bisa memenangkan pertandingan. Padahal kalau dilihat dari segi materi itu cukup bagus karena diisi pemain dari level satu di Liga Indonesia,” ungkap Djanur, sapaan akrabnya, ketika dihubungi Football5Star.com pada Sabtu siang (7/9/2019).

Hal lain yang ia lihat pada pertandingan Indonesia kontra Malaysia kemarin adalah kontrasnya kondisi fisik dari kedua tim. Fisik dari para pemain dari Timnas Indonesia menurutnya terlihat sangat kedodoran terutama di akhir-akhir laga dimana gol kemenangan Malaysia terjadi.

Lebih lanjut, dirinya juga menyayangkan skuat Garuda yang banyak membuang peluang untuk mencetak gol.

“Sangat disayangkan saja karena kita tidak bisa memanfaatkan peluang,” sebut Djanur lagi.

“Permasalahan sangat terlihat di kebugaran pemain. Terbukti ketika kita sudah unggul tapi justru kelelahan dan akhirnya kalah di akhir. Itu yang harus diperbaiki,” pungkasnya.

Perasaan Bangga Djanur Setelah Mendapat Lisensi AFC Pro

Football5Star.com, Indonesia – Salah seorang pelatih asal Indonesia, Djadjang Nurdjaman telah mendapatkan lisensi AFC Pro. Hal tersebut didapatkan Djanur (sapaan akrabnya, red) pada Jum’at (6/9/2019) malam.

Lisensi AFC Pro sendiri merupakan program anyar dari PSSI guna meningkatkan mutu pelatih yang berada di Indonesia. Lisensi tersebut merupakan level yang tertinggi dari seorang pelatih yang berada di Asia.

Djanur pun mendapatkan lisensi itu setelah melewati beberapa tahapan ujian. Salah satunya adalah pada saat ia dan rekan-rekannya diberangkatkan ke Spanyol untuk menyelesaikan salah satu modul dalam kurun waktu beberapa bulan.

https://www.instagram.com/p/B2EqBR3JbQ1/

“Tadi malam saya mengikuti penyerahan sertifikat dari AFC yang diselenggarakan oleh PSSI. Disana ada 20 pelatih lokal dan 3 pelatih asing,” ungkap Djanur kepada Football5Star.com, Sabtu siang (7/9/2018).

Saat ditanya mengenai perasaannya, Djanur langsung mengungkapkan rasa senang sekaligus bangga dari dirinya. Terlebih, dirinya adalah angkatan pertama dari kursus lisensi AFC Pro yang diadakan oleh PSSI, sekaligus angkatan pertama pelatih Indonesia yang mempunyai lisensi level tertinggi tersebut.

“Tentunya saya senang dan juga bangga bangga karena ini angkatan pertama di Indonesia yang meraih lisensi AFC Pro. Pastinya saya senang dan patut disyukuri,” terangnya.

Seperti yang diketahui sebelumnya, sebanyak 20 pelatih asal Indonesia mendapatkan lisensi AFC Pro dalam acara seremoni yang berlangsung di Hotel Atlet Century, Jakarta, Jum’at (6/9/2019).

Mereka yang mendapatkan lisensi tersebut diantaranya adalah Djajang Nurdjaman, Bambang Nurdiansyah, Aji Santoso, Wolfgang Pikal, Rudy Eka, Priyambada, Joko Susilo, Liestiadi, Hanafing, Tony Ho, Emral Abus, Rahmad Darmawan, Iwan Setiawan, Nil Maizar, Indra Sjafri, Widodo Cahyono Putro, Yeyen Tumena, Mundari Karya, Yunan Helmi, Syafrianto Rusli, dan Seto Nurdiantoro.

Djanur: Persib Musim Ini Tidak Enak Dilihat Mainnya

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Laga Persib vs Persebaya pada pekan ke-26 Liga 1 2018 nanti akan jadi reuni bagi Djadjang Nurdjaman. Pelatih yang akrab disapa Djanur ini kini menjadi pelatih Persebaya. Sebelumnya, di pertemuan pertama, Maung Bandung mengalahkan Bajul Ijo yang masih diasuh Angel Alfredo Vera.

Djanur Persib Persebaya

Terkait hal ini, legenda Maung Bandung ini mengaku ia dan mantan pemainnya sudah tahu karakter masing-masing. Di samping itu, mantan pelatih PSMS ini juga menyebut Persib musim ini bermain efektif.

“Hampir semuanya mantan pemain saya. Semua sudah saling tahu. Mereka tahu saya dan saya tahu mereka. Sekarang mereka bermain sepak bola efektif. Tidak enak dilihat tetapi efektif, sehingga mereka di puncak,” ujar Djanur seperti dikutip dari Jawa Pos.

Namun, Djanur dinaungi tren buruk. Dalam 5 laga yang dijalaninya bersama Bajul Ijo, dia hanya sukses sumbangkan 1 kemenangan. 4 laga lain diwarnai 1 hasil imbang dan 3 kekalahan di mana dua di antaranya terjadi di kandang sendiri. Namun walau begitu, pelatih asal Bandung itu punya kenangan sukses membungkam Maung Bandung. Itu terjadi di Piala Presiden 2018 saat PSMS yang diasuhnya sukses menang 2-0 atas Pangeran Biru.

Sementara sang tuan rumah, Persib, juga sedang tidak di performa terbaik. Sejak kemenangan atas Persija, Maung Bandung belum petik kemenangan di 2 laga terakhir. Saat menjamu Madura United di Stadion Batakan, mereka takluk 1-2. Setelahnya, mereka kembali tertahan atas tuan rumah Persipura di pekan ke-25 lalu lewat skor 1-1.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persebaya Terkapar di Laga Debut Djanur

Banner Footbal Live Star-Football5star

 

Football5star.com, Indonesia – Persebaya Surabaya gagal memanfaatkan status sebagai tuan rumah saat menjamu PS Tira, Selasa (11/9/2018). Pada laga debut pelatih baru, Djajang Nurjaman tersebut, Bajul Ijo justru kalah 0-2.

Persebaya sejatinya mengawali laga dengan baik. ini dibuktikan dengan beberapa peluang yang didapat pada babak pertama. Bahkan laga baru berjalan dua menit Otavio Dutra nyaris membuat tuan rumah unggul. Namun, sundulannya masih melenceng tipis di atas mistar.

Selanjutnya, giliran Osvaldo Haay yang berpeluang membuka kran gol tuan rumah. Tapi tendangan kerasnya kali ini mampu dimentahkan kiper PS Tira, Angga Saputra, yang tampil impresif.

Walau terus menekan tim tamu, Bajul Ijo gagal memanfaatkan peluang yang ada. Alhasil, paruh pertama pun berakhir imbang 0-0.

Situasi justru berbalik pada babak kedua. PS Tira yang lebih banyak menunggu bola berhasil mencuri gol pada menit 48. Tendangan melengung Alexander Rakic menembus sudut kanan gawang Persebaya yang dikawal Miswar Saputra.

Bukannya memperbaiki permainan, klub asal Surabaya ini justru kembali kebobolan di menit ke-83. Legiun asing tim tamu, Dzimitry Rekish mencetak gol yang tak kalah cantik dari gol pertama. Menerima umpan dari sisi kiri, pemain yang baru didatangkan pada putaran kedua ini melepaskan tendangan first time yang tak mampu dihalau Miswar.

Gol ini pun menjadi gol terakhir pada laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo. Kendati menang, posisi PS Tira masih belum beranjak dari peringkat 15 dengan 24 poin. Mereka kini hanya terpaut satu angka di bawah Persebaya yang menghuni urutan 13.

Susunan Pemain:

Persebaya Surabaya (4-3-3): 33-Miswar Saputra; 4-OK John, 14-Ruben Sanadi, 5-Otavio Dutra, 22-Abu Rizal; 12-Rendi Saputra, 6-Misbakhun Solikhin, 10-Robertino Pugliara; 11-Yosua Pahabol, 17-David Da Silva, 20-Osvaldo Haay
Pelatih: Djajang Nurjaman

PS Tira (4-3-3): Angga Saputra; 4-Mahdi Albar, 6-Abu Bakr, 3-Abduh Lestaluhu, 72-Didik Wahyudi; 13-Manahati Lestusen, 14-Hatuwe, 19-Jeon: 10-Wawan Febrianto, 9-Alexander Rakic, 17-Rekish
Pelatih: Nil Maizar

Gagal Bawa PSMS Jadi Juara, Djanur Tetap Dipertahankan

Football5star.com, Indonesia – Djadjang Nurdjaman berkomitmen untuk tetap melatih PSMS Medan saat tampil di Liga 1 pada musim depan.

Djanur berhasil membawa tim berjulukan Ayam Kinantan tersebut lolos ke final sekaligus meraih tiket promosi. Namun pada partai final, PSMS gagal menjadi juara setelah dikalahkan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3.

Terlepas dari itu, kegagalan tersebut tak lantas membuat Djanur terdepak dari kursi kepelatihan. “Kalau kemarin saya masih abu-abu, saya kemarin menyampaikan belum pasti di Medan,” kata Djanur.

“Tadi siang menjelang pertandingan, saya mendapat telepon meski tidak bertemu langsung dengan orang yang berpengaruh di PSMS, sepertinya sudah harus mulai berbenah terutama tentang kaitannya kontrak saya di PSMS. Saya ke arah akan menukangi PSMS tahun depan,” lanjut Djanur.

Setelah masa depannya jelas bersama PSMS, Djanur memiliki sebuah tekad. Dia ingin PSMS bisa bersaing pada musim depan.

“Kami tidak hanya ingin sekadar lewat paling tidak untuk beberapa tahun ke depan kami ingin bersaing di papan atas. Artinya targetnya (musim depan) tidak muluk-muluk makanya untuk musim depan harus ada pembenahan, penambahan pemain pastinya,” ujar Djanur.

“Namun belum bisa dikatakan berapa persen dan siapa saja yang masuk saya belum bisa bicara sekarang. Tapi bagaimana caranya kami menjadi kuat dan dan tidak sekadar numpang lewat,” tambahnya.

Djanur berpendapat kembalinya PSMS ke Liga 1 menjadi awal kebangkitan klub era perserikatan. Dia memprediksi para klub promosi akan mampu bersaing di Liga 1.

“Akhirnya tiga perserikatan yang melegenda dalam sepak bola nasional kembali ke Liga 1. Ini akan meramaikan kompetisi musim depan,”

“Kalau disebut bisa bersaing atau tidak pastinya ketiga tim ini akan berbenah karena mungkin mereka tidak akan memainkan pemain sekarang karena Liga 1 pakai jasa pemain asing. Saya rasa cukup meramaikan kompetisi tahun depan,” ujarnya.