Cabut dari PSIS Semarang, Dragan Djukanovic Segera Diumumkan Klub Yunani

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Dragan Djukanovic tampaknya tak akan menganggur lama-lama usai resmi mengundurkan diri dari PSIS Semarang. Dia dikabarkan segera diumumkan oleh klub Yunani, AE Karaiskakis.

Seperti diberitakan sebelumnya, PSIS baru saja secara resmi mengumumkan tak akan lagi diasuh oleh Djukanovic. Sang nakhoda mundur karena ketidakjelasan nasib Liga 1 2021-22. Manajemen tim berjuluk Mahesa Jenar itu pun menghormati keputusan Djukanovic.

Nah, belakangan beredar salah satu yang membuat Djukanovic mundur dari PSIS Semarang ialah AE Karaiskakis. Sebab, sudah beberapa hari terakhir klub Yunani itu disebut-sebut akan segera ditangani oleh eks pelatih Borneo FC itu.

Gara-Gara Liga 1 Tak Jelas, Dragan Djukanovic Resmi Tinggalkan PSIS Semarang

Media Yunani, Prismanews bahkan menyebut sudah ada kesepakatan yang terjadi antara Dragan Djukanovic dengan AE Karaiskakis. Dalam waktu dekat, pelatih berusia 50 tahun itu dilaporkan akan segera diumumkan oleh klub yang berbasis di Arta, Yunani itu.

“Kedua pihak sudah hampir mencapai kesepakatan. Jika kesepakatan akhirnya ditemukan, sosok asal Montenegro akan kembali ke negara kita yang dicintainya, tetapi akan melakukannya dalam posisi berbeda (sebagai seorang pelatih),” tulis Prismanews.

Dragan Djukanovic - PSIS Semarang - Yoyok Sukawi - @psisfcofficial 2
instagram.com/psisfcofficial

Seperti diketahui, Djukanovic sebenarnya sudah bergabung dengan Mahesa Jenar sejak 2019. Dia sempat menduduki posisi sebagai direktur teknik, lalu ditunjuk menjadi pelatih awal 2020.

Kubu PSIS lantas menyiapkan Imran Nahumarury sebagai pelatih interim. Imran diketahui merupakan asisten pelatih Djukanovic sebelumnya. Namun, ke depan manajemen akan segera mencari pengganti sepadan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Gara-Gara Liga 1 Tak Jelas, Dragan Djukanovic Resmi Tinggalkan PSIS Semarang

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – PSIS Semarang akhirnya mengumumkan kalau tak akan lagi diasuh oleh Dragan Djukanovic untuk mengarungi Liga 1 2021-22. Alasan Djukanovic mundur diakui karena ketidakjelasan kompetisi di Indonesia.

Seperti diketahui, Djukanovic sebenarnya sudah bergabung dengan tim berjuluk Mahesa Jenar itu sejak 2019. Dia sempat menduduki posisi sebagai direktur teknik, lalu ditunjuk menjadi pelatih awal 2020.

Namun sayangnya, belum sempat menunjukkan tangan dinginnya, Djukanovic harus mengundurkan diri. Manajemen tim menyebut mundurnya sang pelatih karena ketidakjelasan kompetisi di Indonesia karena beberapa kali mengalami penundaan.

Dragan Djukanovic - PSIS Semarang - Yoyok Sukawi - @psisfcofficial 2
instagram.com/psisfcofficial

Hal ini lantas ditanggapi oleh manajemen PSIS secara bijak dan menghormati keputusan yang diambil Dragan Djukanovic. Mereka mendoakan agar sang pelatih bisa sukses ke depannya.

“Mulai hari ini coach Dragan sudah tidak bersama PSIS. Beliau memilih mengundurkan diri karena ketidakjelasan kompetisi di sini yang berlarut-larut. Kami menghormati itu dan selalu mendoakan coach Dragan selalu sukses,” tutur CEO PSIS, Yoyok Sukawi.

Gara-Gara Liga 1 Tak Jelas, Dragan Djukanovic Resmi Tinggalkan PSIS Semarang

Perihal penggantinya, PSIS Semarang menyiapkan Imran Nahumarury sebagai pelatih interim. Imran diketahui merupakan asisten pelatih Djukanovic sebelumnya. Namun, ke depan manajemen akan segera mencari pengganti sepadan.

“Sementara tim dipimpin coach Imran. Nanti kami segera cari pengganti yang sepadan dengan coach Dragan. Mohon doanya Dulur-dulur semua semoga dilancarkan,” pungkas Yoyok Sukawi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSIS Semarang Bakal Mainkan Pemain Pelapis Lawan Arema FC

PSIS Semarang Bakal Mainkan Pemain Pelapis Lawan Arema FC 12

Football5star.com, Indonesia – Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic, bakal menurunkan sejumlah pemain pelapis pada partai melawan Arema FC pada Selasa (30/3) sore WIB. Tak cuma itu, Dragan juga memastikan Laskar Mahesa Jenar tak akan mengubah gaya mainnya.

PSIS saat ini berada di atas angin berkat perolehan empat poin dari dua pertandingan Piala Menpora 2021. Mereka cuma membutuhkan tambahan satu poin untuk mengamankan tempat di babak gugur.

“PSIS tidak akan mengubah gaya permainan untuk laga besok,” kata Dragan Djukanovic dikutip football5star dari laman AyoSemarang.

PSIS - Dragan Djukanovic - Arema - @psisfcofficial 2
twitter.com/psisfcofficial

“Untuk rotasi kita lihat besok. Jika unggul, kami akan memasukkan pemain yang belum pernah bermain, karena PSIS datang ke sini untuk persipaan kompetisi,” kata Dragan menambahkan.

Arema saat ini memang belum berhasil menunjukkan performa terbaiknya di ajang Piala Menpora 2021. Skuat Singo Edan hanya mampu meraih satu poin dari dua pertandingan.

Catatan kurang baik itu tak membuat Dragan meremehkan kekuatan Arema FC. Di mata Dragan, Singo Edan merupakan tim kuat dan hanya kurang beruntung pada partai melawan Barito Putera beberapa waktu lalu.

“Kami telah membuat analisa bagaimana Arema FC bermain pada saat menghadapi Tira Persikabo dan Barito Putera. Saya respect terhadap Arema FC. Mereka adalah tim yang bagus menurut saya. Mereka hanya kurang beruntung pada saat melawan Barito Putera,” tutur Dragan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSIS Semarang Resmi Tunjuk Legenda Persija Jadi Pelatih

PSIS Semarang Resmi Tunjuk Legenda Persija Jadi Pelatih 16

Football5Star.com, Indonesia – PSIS Semarang secara resmi menunjuk legenda Persija Jakarta, Imran Nahumarury sebagai nakhoda untuk Piala Menpora 2021. Imran sementara akan melatih tim karena Dragan Djukanovic masih belum bisa terbang ke Indonesia karena aturan di negaranya.

Manajemen PSIS sendiri baru saja memanggil seluruh pemain lokalnya untuk kembali ke Semarang sebagai persiapan menghadapi ajang Piala Menpora 2021. General Manager Wahyoe ‘Liluk’ Winarto, menyebut dalam waktu dekat tim berjuluk Mahesa Jenar itu akan segera latihan perdana.

Akan tetapi, sementara ini PSIS masih diperkuat oleh para penggawa lokal. Liluk menuturkan untuk pemain asing akan menyusul gabung PSIS karena aturan karantina masuk ke Indonesia untuk Warga Negara Asing (WNA).

PSIS Semarang Resmi Tunjuk Legenda Persija Jadi Pelatih

“Senin ini seluruh pemain lokal PSIS, kami undang ke Semarang untuk persiapan menghadapi Piala Menpora. Kalau latihan perdana akan dilaksanakan Selasa esok,” tutur Liluk dalam laman resmi klub.

“Semuanya kami ajak komunikasi, namun untuk WNA kan memang sulit masuk Indonesia karena harus karantina dan lain sebagainya jadi kemungkinan mereka menyusul,” lanjut Liluk.

Pada kesempatan yang sama, Liluk juga memastikan PSIS akan dinakhodai oleh Imran Nauhmarury. Hal itu karena Dragan Djukanovic belum bisa terbang ke Indonesia. Nantinya Imran juga akan berkoordinasi dengan Dragan terkait program latihan.

“Sementara dipegang coach Imran. Namun beliau tetap akan berkoordinasi dengan coach Dragan program latihan apa yang akan diterapkan,” pungkas Liluk.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pelatih PSIS Semarang: Mereka Selalu Berbohong!

Pelatih PSIS Semarang: Mereka Selalu Berbohong! 20

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic, tampaknya mulai gerah dengan ketidakjelasan Liga 1 2020. Bahkan dia menyebut kalau otoritas sepak bola di Indonesia selalu berbohong.

Nasib Liga 1 memang bak hidup segan, mati tak mau. PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebenarnya sudah merencanakan agar kompetisi bisa dihidupkan lagi dari tidur panjangnya per Februari 2021. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda kompetisi bisa jalan sesuai rencana.

Alasan izin keamanan menjadi permasalahan sulitnya Liga 1 2020 berjalan lagi. Hal ini tampaknya bikin PSIS Semarang mulai gerah. Dragan Djukanovic menyebut kalau hanya di Indonesia saja sepak bola sulit dimainkan lagi.

Dragan Djukanovic - PSIS Semarang - Yoyok Sukawi - @psisfcofficial

“Saya tidak tahu harus bekata apa? Tidak bisa dipercaya. Satu-satunya negara tanpa kompetisi di dunia adalah Indonesia,” ungkap Dragan Djukanovic dalam unggahan foto di akun Instagram miliknya.

“Mereka selalu berbohong! Sebagian besar negara memiliki masalah virus corona yang lebih besar seperti di Eropa, SAD, Amerika Selatan, India tetapi mereka bermain, jadi apa sebenarnya masalah di Indonesia,” sambung dia.

Kalau sudah seperti ini, kata dia, bukan cuma PSIS Semarang yang rugi. Tapi, seluruh klub bahkan sepak bola Indonesia akan berada dalam masalah besar.

“Sekarang kita semua berada dalam masalah besar. Sepak bola berhenti satu tahun! Ini bencana besar,” tutup pelatih asal Montenegro itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bos PSIS Semarang Ungkap Alasan Lepas Dragan Djukanovic

gamespool
Bos PSIS Semarang Ungkap Alasan Lepas Dragan Djukanovic 24

Football5star.com, Indonesia – CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, membeberkan alasannya melepas kepergian Dragan Djukanovic kembali ke Serbia. Menurut Yoyok, Dragan diizinkan pulang kampung untuk melepas kangen dengan keluarganya.

Seperti yang diketahui, PSIS memutuskan untuk menghentikan semua kegiatannya hingga mendapat kejelasan mengenai nasib Liga 1 2020. Hal ini memuat Djukanovic memutuskan pulang kampung ke Serbia pada Sabtu (10/11) lalu.

“Tidak apa-apa, kasihan juga coach Dragan sudah sepuluh bulan ini di Indonesia dan belum pernah pulang sama sekali,” ujar Yoyok Sukawi seperti dikutip www.old.football5star.com dari Goal.

Dragan Djukanovic - PSIS Semarang - Yoyok Sukawi - @psisfcofficial 2
instagram.com/psisfcofficial

“Jadi biar coach Dragan bisa kangen-kangenan dulu sama keluarganya. Karena kompetisi juga belum jelas,” sambung anggota Komite Eksekutif PSSI itu.

Lebih lanjut, Yoyok takkan memanggik Djukanovic kembali ke Indonesia selama nasib kompetisi masih belum jelas. Ia berharap nasib Liga 1 2020 akan jelas ketika klub-klub peserta melakukan pertemuan dengan PT LIB pada Selasa (13/10) nanti.

“Kalau terkait itu (kembali ke Indonesia), iya pastinya kami lihat dulu kepastian Liga 1 seperti apa. Kami juga baru akan menjalani pertemuan bersama LIB Selasa (13/10), dan itu semua klub diundang, jadi akan tau nantinya seperti apa,” tutur Yoyok.

Dragan Djukanovic menjadi salah satu legiun asing PSIS Semarang yang tetap bertahan di Semarang ketika Liga 1 2020 disetop beberapa waktu lalu. Selain Djukanovic, satu anggota legiun asing lain yang bertahan di Semarang adalah Jonathan Cantillana.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Alasan Wallace Costa Harus Jalani Latihan Terpisah

Alasan Wallace Costa Harus Jalani Latihan Terpisah 28

Football5star.com, Indonesia – Kapten PSIS Semarang, Wallace Costa, harus menjalani latihan terpisah dengan rekan-rekannya pada Kamis (17/9). Menurut pelatih PSIS, Dragan Djukanovic, Wallace masih harus mengembalikan kondisi fisiknya sebelum ikut latihan bersama tim utama.

Wallace sudah tiba di Semarang semenjak Senin (14/9) lalu. Sebelum berlatih, Wallace harus menjalani isolasi mandiri dan sempat mengikuti tes swab pada Selasa (15/9) lalu.

“Wallace Costa perlu pemanasan dasar dahulu seperti lari. Minimal, dia harus melakukan itu selama satu pekan sebelum mengikuti program latihan lainnya,” beber Dragan Djukanovic dikutip dari laman AyoSemarang.

Wallace Costa - PSIS Semarang - Dragan Djukanovic - @psisfcofficial 2
instagram.com/wallacecostab

Dalam sesi latihan hari ini, PSIS tak bisa menyertakan Jonathan Cantillana dan Septian David Maulana. Keduanya mengalami sedikit masalah dan akan kembali berlatih dalam waktu dekat.

“Mereka akan siap kembali mengikuti sesi latihan secepatnya,” kata Djukanovic ketika membahas mengenai Cantillana dan Septian.

Saat ini, skuat PSIS Semarang sudah beberapa pekan menjalani latihan sekaligus persiapan jelang kembali bergulirnya Liga 1 2020. Menurut Djukanovic, dalam dua pekan terakhir ia memberikan program latihan taktikal kepada anal asuhnya.

“Kita sudah dua pekan menjalani latihan taktik di Stadion Citarum ini. Hari ini, kita latihan passing diagonal. Saya ingin para pemain bisa bergerak lebih cepat di atas lapangan,” ujar Djukanovic.

Rencananya, PSIS akan kembali berlaga di Liga 1 2020 pada 2 Oktober mendatang. Berdasarkan jadwal, mereka bakal melawat ke markas Barito Putera.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bruno Silva Masih Absen Latihan, Pelatih PSIS Semarang Bereaksi

Bruno Silva Masih Absen Latihan, Pelatih PSIS Semarang Bereaksi 32

Football5star.com, Indonesia – Pelatih kepala PSIS Semarang, Dragan Djukanovic, mengaku tak mau ambil pusing mengenai belum hadirnya Bruno Silva di sesi latihan. Menurut Djukanovic, saat ini, Bruno masih berada di Brasil.

Semenjak kembali berlatih, ada tiga pemain asing PSIS yang masih absen. Selain Bruno, dua pemain lain yang belum ikut berlatih adalah Wallace Costa dan Flavio Beck Junior.

Jonathan Caltillana menjadi perwakilan tunggal armada asing Laskar Mahesa Jenar di sesi latihan. Pemain kelahiran Cile itu tak pulang kampung ke negaranya sehingga bisa berlatih bersama rekan-rekannya.

Bruno Silva - Dragan Djukanovic - PSIS Semarang - @psisfcofficial 2
instagram.com/psisfcofficial

“Bruno Silva saat ini masih berada di Brasil. Saya sudah berbicara dengan Flavio, Wallace, dan Bruno mengenai kondisi tim. Saat ini, semuanya mengalami kondisi sulit,” ujar Dragan Djukanovic seperti dikutip football5star dari laman AyoSemarang.

“Kami akan melihat hingga beberapa waktu ke depan. Saya tak akan ambil pusing jika memang pemain asing PSIS yang masih berada di negaranya itu belum bergabung di tim,” kata Djukanovic menambahkan.

Absennya tiga pemain asing itu tentu membuat kondisi tim PSIS saat ini tak stabil. Namun, Djukanovic tetap yakin terhadap kemampuan anak asuhnya mesku saat ini belum berada dalam kondisi ideal.

“Sangat sulit mendapatkan kondisi pemain ideal sebelum dimulainya kompetisi. Tapi, saat ini setidaknya kondisi kami sudah bagus dan bisa mengikuti kompetisi. Kami akan terus meningkatkan kondisi seiring dengan berjalannya kompetisi,” tutup Djukanovic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pelatih PSIS Semarang Fokus Benahi Fisik Pemain

Pelatih PSIS Semarang Fokus Benahi Fisik Pemain 36

Football5star.com, Indonesia – Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic, mengatakan bahwa pembenahan kondisi fisik para pemain menjadi fokusnya saat ini. Selain membehani fisik pemain, Djukanovic juga tetap mengasah kemampuan taktikal anak asuhnya.

PSIS kembali berlatih di Stadion Kebondalem, Kendal, pada Senin (31/8) sore WIB. Bruno Silva cs kembali berlatih setelah diberi waktu libur selama dua hari oleh Djukanovic.

“Kami kembali memulai latihan hari ini setelah kemarin meliburkan pemain. Tadi, materi latihan masih soal fisik dan sedikit teknik untuk melanjutkan program kemarin,” kata Dragan Djukanovic dikutip dari laman AyoSemarang.

Dragan Djukanovic - PSIS Semarang - @psisfcofficial
instagram.com/psisfcofficial

“Saya berharap pemain akan bisa terus menunjukkan progress ke arah yang lebih baik,” sambung pelatih berpaspor Montenegro itu.

Lebih lanjut, Djukanovic belum bisa memberikan penilaian terhadap kondisi fisik para pemain PSIS. Pasalnya, para penggawa Laskar Mahesa Jenar baru melakoni empat sesi latihan setelah libur selama lima bulan.

“Untuk saat ini saya belum bisa bicara banyak mengenai kondisi fisik para pemain. Karena, kami beru empat kali menggelar sesi latihan.”

“Nanti, hari demi hari, step by step, fisik pemain diharapkan bisa terus meningkat setelah mereka libur latihan selama lima bulan,” tutup Djukanovic.

PSIS tak memiliki banyak waktu untuk meningkatkan fisik pada pemainnya. Pasalnya, mereka akan kembali tampil di ajang Liga 1 2020 pada awal Oktober mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Bakal Kembali Berlatih, PSIS Semarang Ditinggal Pemain Kunci?

Bakal Kembali Berlatih, PSIS Semarang Ditinggal Pemain Kunci? 40

Football5star.com, Indonesia – Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic, memberi indikasi ada pemain Mahesa Jenar yang tak sepakat dengan negosiasi rekontrak. Djukanovic tak menjamin semua penggawa PSIS bakal berkumpul di sesi latihan pekan depan.

PSIS memang memutuskan untuk kembali menggelar sesi latihan pada 24 Agustus mendatang. Keputusan ini diambil setelah pemain, pelatih serta manajemen klub melakukan pertemuan virtual beberapa waktu lalu.

“Kami akan kembali berlatih pada 24 Agustus 2020. Kemarin malam, kami mengadakan rapat dengan pemain dan ofisial tim. Saya harap semua pemain bisa berkumpul,” ungkap Dragan Djukanovic seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman AyoSemarang.

Dragan Djukanovic - PSIS Semarang - @psisfcofficial
instagram.com/psisfcofficial

“Saya tak bisa memastikan apakah semua pemain bisa berkumpul. Tapi, saya ingin mereka benar-benar siap ketika datang ke sini,” sambung pelatih asal Montenegro itu.

Lebih lanjut, Djukanovic juga mengatakan bahwa proses pemotongan gaji bakal diberlakukan buat semua pelatih, pemain serta ofisial tim. Menurutnya, sosok yang tak sepakat dengan pengurangan gaji takkan ikut berkumpul pekan depan.

“Manajemen sudah menjelaskan situasi mengenai pengurangan kontrak kepada semuanya. Sehingga, pada 24 Agustus kami sudah tahu siapa yang datang dan siapa yang tidak,” kata Djukanovic.

Selain bakal kembali berlatih, PSIS juga masih terus melakukan pemugaran Stadion Citarum. Mereka menargetkan stadion berkapasitas 5000 penonton itu sudah bisa digunakan Bruno Silva cs untuk menggelar laga kandangnya ketika Liga 1 2020 kembali bergulir Oktober mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Dragan Djukanovic Pamer ke Media Serbia PSIS Bakal Buat Stadion Baru

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic, pamer kalau klubnya tengah dalam pembuatan stadion anyar yang mungkin bisa dipakai musim depan. Stadion itu disebutnya bisa menampung 45 ribu penonton.

Saat ini, PSIS memang tengah merenovasi Stadion Jatidiri, Semarang. Renovasi itu tengah memasuki tahap akhir. Rencananya stadion tersebut bakal mulai digunakan oleh tim berjuluk Mahesa Jenar itu pada musim depan.

Hal itu membuat sementara ini Mahesa Jenar bermarkas di Stadion Moch Soebroto, Magelang. Dragan Djukanovic memamerkan proses renovasi Stadion Jatidiri saat diwawancarai media Serbia, HotSports.

“Klub saya telah membangun stadion baru dengan 45.000 kursi dan kami menunggu untuk bermain di sana. Ada rencana besar, kami sedang membangun fasilitas, banyak investor asing jua terlibat, dan saya punya tiga orang Brasil yang baik,” ungkap Dragan Djukanovic kepada HotSports.

Ingin Pulang, Pelatih PSIS Dragan Djukanovic Terjebak di Indonesia

“Bisnis di sini jua cukup berjalan dengan baik. Liga disponsori oleh perusahaan penjualan online. Banyak uang berasal dari hak siar TV,” lanjut eks nahkoda Borneo FC itu.

Dragan jua menyebut kalau kondisi seperti ini dirinya jua memberikan tugas kepada para pemain PSIS latihan di rumah. Mereka akan latihan dibimbing olehnya melalui aplikasi Zoom.

“Mereka memiliki 50 menit latihan di rumah, berlari. Jadi kalau musim berlanjut, mereka datang dengan kondisi yang membaik, bukan dari liburan,” pungkas Dragan Djukanovic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pilihan Sulit Pelatih PSIS Semarang: Pulang Kampung atau …

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih PSIS Semarang Dragan Djukanovic berada di pilihan sulit di tengah pandemi corona. Ia mengaku ingin pulang bertemu keluarganya namun di sisi lain ia memiliki kontrak dengan PSIS Semarang.

“Perjanjiannya adalah jika tidak ada kompetisi maka kita akan mendapat gaji 25 persen tetapi saya telah memperpanjang kontrak hingga akhir 2021 dan kondisi sama juga dialami asisten saya, Zarko Curci,” kata Djukanovic seperti dikutip Football5star.com dari hotsports, Senin (27/4/2020).

Kepada Media Asing, Pelatih PSIS Ungkap Sisi Lain Ilija Spasojevic
hotsports

“Klub-klub telah membuat keputusan untuk memotong gaji untuk April, Mei, dan Juni. Saya tidak tahu bagaimana semua ini akan berakhir. Sponsor saat ini ingin mengurangi donasi,” tambahnya.

Saat ini keluarga dari Djukanovi berada di Beograd, Serbia. Sang istri yang menurutnya merawat ketiga anaknya di Serbia.

“Istri saya merawat ketiga anak saya. Putra saya yang lahir pada 2007 saat ini tengah bermain di akademi Partizan. Dia dilatih oleh Nikola Grubjesic,”

Dikatakan oleh Djukanovic, bahwa dirinya cukup bahagia bisa melatih PSIS. Menurutnya PSIS adalah klub besar dan saat ini memiliki program jangka panjang yang sangat baik.

“PSIS telah membangun stadion dengan kapasitas 45ribu tempat duduk dan kami tentu sangat menunggu bisa bermain di sana. Sponsor di klub Indonesia juga banyak. Banyak juga uang berasal dari hak siar televisi,” ungkap Djukanovic.

Untuk saat ini, Djukanovic menyebut bahwa ia dan staf pelatih PSIS Semarang melakukan pelatihan on-line terhadap para pemain. Ia menggunakan aplikasi Zoom dan melihat para pemainnya berlatih di rumah selama 50 menit.

“Di rumah mereka bisa berlari dan berolahraga untuk menjaga kesehatan. Saya memantau kondisi mereka melalui aplikasi zoom,”

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Sisi Lain Ilija Spasojevic Diungkap Pelatih PSIS Semarang

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih PSIS Dragan Djukanovic lemparkan pujian kepada striker Bali United, Ilija Spasojevic. Pujian itu diberikan Djukanovic saat diwawancara oleh media asal Serbia.

“Ilija Spasojevic adalah pemain terbaik Bali United. Ia sudah menjadi warga negara di sini dan menjadi bagian skuat timnas Indonesia. Ia begitu dipuja di sini,” kata Djukanovic seperti dikutip Football5star.com dari hotsports, Senin (27/4/2020).

Ingin Pulang, Pelatih PSIS Dragan Djukanovic Terjebak di Indonesia

“Dia baru saja kehilangan istrinya yang baru meninggal dunia. Ilija Spasojevic merupakan anak dari pelatih terkenal Dragutin Spasojevic. Saya bekerja dengannya saat di FK Sutjeska Nikšić,” tambah Djukanovic.

Sebelum menjadi pelatih PSIS, Djukanovic sempat memiliki karier yang cukup bagus di klub Yunani, Omonia Nicosia. “Selama bermain sebanyak 18 pertandingan untuk Omonia, ia mampu mencetak 8 gol. Setelah itu, pemain yang dikenal dengan rambut panjangnya bermain di Swedia, Jepang, Prancis dan saat ini menjadi pelatih di Semarang,”

Menurut media Yunani, selama bermain sebagai pemain, Dragan adalah tipikal striker yang memiliki tubuh kuat dengan gaya permainan yang penuh determinasi.

Pada awal Januari lalu, PSIS Semarang menunjuk Dragan Djukanovic menjadi pelatih kepala baru untuk Liga 1 2020.

Otomatis posisi Bambang Nurdiansyah digantikan oleh pelatih 50 tahun itu.

PSIS mengumumkan Dragan Djukanovic sebagai pelatih baru melalui akun instagram resmi klub. Sebelumnya, posisi Draga Djukanovic di PSIS menjabat sebagai Direktur Teknik.

“Dragan Djukanovic resmi ditunjuk menjadi Head Coach skuat Laskar Mahesa Jenar untuk mengarungi musim 2020,” tulis pernyataan klub.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Saat Jadi Pemain, Pelatih PSIS Semarang Pernah Cetak Gol Spektakuler

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic ternyata pernah mencatatkan gol spektakuler saat masih berkarier sebagai pesepak bola.

Seperti dikutip Football5star.com dari Sportime, Minggu (26/4/2020) gol spektakuler itu dicetak pada 1995 saat Dragan membela Omonia Nicosia melawan Anorthosis.

“Striker asal Yugoslavia itu mampu memotong bola hasil sepak pojok dengan melakukan sundulan akrobatik,” tulis media asal Yunani tersebut.

“Selama bermain sebanyak 18 pertandingan untuk Omonia, ia mampu mencetak 8 gol. Setelah itu, pemain yang dikenal dengan rambut panjangnya bermain di Swedia, Jepang, Prancis dan saat ini menjadi pelatih di Semarang,”

Menurut media Yunani, selama bermain sebagai pemain, Dragan adalah tipikal striker yang memiliki tubuh kuat dengan gaya permainan yang penuh determinasi.

Pada awal Januari lalu, PSIS Semarang menunjuk Dragan Djukanovic menjadi pelatih kepala baru untuk Liga 1 2020.

Otomatis posisi Bambang Nurdiansyah digantikan oleh pelatih 50 tahun itu.

PSIS mengumumkan Dragan Djukanovic sebagai pelatih baru melalui akun instagram resmi klub. Sebelumnya, posisi Draga Djukanovic di PSIS menjabat sebagai Direktur Teknik.

“Dragan Djukanovic resmi ditunjuk menjadi Head Coach skuat Laskar Mahesa Jenar untuk mengarungi musim 2020,” tulis pernyataan klub.

“Selamat bertugas coach, mari bersama kembalikan kejayaan.”

Dragan sendiri sebelumnya, pernah melatih klub Indonesia, yakni di Borneo Fc pada 2016-2017. Sebelum melatih Borneo FC, Dragan Djukanovic sempat melatih klub Montenegro, FK Lovcen pada 2015-2016.

Ia juga pernah melatih klub Bangladesh, Sheikh Russel pada 2014-2015. Dragan juga pernah melatih klub Serbia pada awal karier kepelatihannya yakni Sindjelic Bg pada 2013.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ingin Pulang, Pelatih PSIS Dragan Djukanovic Terjebak di Indonesia

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih PSIS, Dragan Djukanovic harus menunda keinginan pulang ke negara asalnya Serbia. Sebab, saat ini Pemerintah Serbia menerapkan kebijakan lockdown karena wabah virus corona.

 “Saya masih menunggu waktu sampai dewan di Serbia membuka penerbangan internasional untuk pulang. Saya tentunya ingin tinggal dekat dengan keluarga saya saat ini, tapi kondisinya seperti ini apa boleh buat,” ucap Djukanovic seperti dikutip Football5Star.com dari Ayo Semarang.

Walaupun begitu, pelatih PSIS itu selalu berkomunikasi dengan keluarganya untuk mengetahui kabar mereka. Beberapa aplikasi dia gunakan seperti whatsapp, viber maupun skype untuk melakukan panggilan video.

Ingin Pulang, Pelatih PSIS Dragan Djukanovic Terjebak di Indonesia
ayosemarang.com

Djukanovic juga mengungkapkan bahwa beberapa tempat transit menuju kampung halamannya memiliki situasi yang sama.

”Sebagian negara yang jadi tempat transit menuju Serbia memiliki situasi yang sama. Bandaranya ditutup, seperti Turki, Emirates dan lainnya,” kata Djukanovic

Sebagai yang diketahui Pemerintah Serbia melakukan lockdown dan jam malam sejak 15 Maret lalu. Kebijakan tersebut akibat adanya pandemi virus corona yang semakin mewabah di kawasan tersebut.

Sejak menjadi pelatih kepala PSIS musim ini, Djukanovic baru melakoni tiga partai resmi di Liga 1. Dari total pertandingan tersebut, Djukanovic menorehkan dua kali kemenangan dan satu kali kekalahan. Enam poin tersebut sebenarnya membuat PSIS memiliki start yang bagus di awal musim ini. Namun karena adanya wabah virus corona menyebabkan kompetisi Liga 1 dihentikan sementara.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pantang Berpuas Diri, PSIS Terus Asah Skema Permainan

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – PSIS Semarang enggan berpuas diri dengan hasil yang dicapai diawal kompetisi Liga 1 2020. Tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar saat ini menghuni posisi lima dengan 6 poin.

Hari Nur Yulianto dan kawan-kawan juga meraih dua kemenangan beruntun. PSIS mengalahkan Persela Lamongan dan Arema FC.

Pelatih Dragan Djukanovic mengasah pola taktikal timnya sebagai bekal menghadapi pertandingan selanjutnya. Dirinya tak ingin kecolongan dengan menurunkan performa pemain, meski lanjutan kompetisi masih menunggu titik terang.

“Tentu saja kita butuh waktu untuk terus meningkatkan kemampuan mereka. Tapi hasil sejauh ini adalah progres yang besar,” kata Dragan di situs Liga Indonesia.

“Jika kita mau menjadi sebuah tim besar di Indonesia maka kita harus kerja keras, kita butuh passion. Kita juga butuh waktu untuk menjadikan tim ini menjadi yang disegani,” tambah dia.

Dragan Djukanovic - PSIS Semarang - Arema FC - @psisfcofficial
Pantang Berpuas Diri, PSIS Terus Asah Skema Permainan 58

Pelatih asal Montenegro itu menambahkan, latihan pressing tinggi dalam game taktik terus diasah saat latihan. Selain itu, koordinasi antarlini dan transisi juga tak luput dari pembenahan.

“Saya puas, karena pemain juga dalam kondisi fisik yang bagus. Pemain tidak mengalami penurunan fisik yang signifikan setelah kembali dari masa libur. Kami memiliki waktu untuk terus lebih baik dan lebih baik lagi,” tegas mantan pelatih Borneo FC tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pelatih PSIS: Partai Lawan Arema Akan Berjalan Sengit

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic, mengatakan kalau pertandingan Liga 1 melawan Arema FC di Stadion Moch Soebroto nanti akan berjalan dengan sengit. Ia yakin akan bisa meneruskan tren positif Mahesa Jenar dan memetik kemenangan di laga nanti.

Jelang partai melawan Singo Edan nanti, PSIS memang memiliki modal yang maksimal. Pasalnya, mereka sukses membawa pulang tiga poin dari markas Persela Lamongan akhir pekan lalu.

“Kita sudah siapkan pertandingan melawan Arema FC selama sepekan ini. Kami lakukan analisis permainan mereka saat melawan Persikabo dan Persib untuk menentukan taktik,” terang Dragan Djukanovic seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman Ayo Semarang.

Dragan Djukanovic - PSIS Semarang - Arema FC - @psisfcofficial 2
instagram.com/psisfcofficial

“Arema FC merupakan tim kuat dan pasti akan memberikan perlawanan sengit,” sambung pria berpaspor Montenegro itu menambahkan.

Hal senada juga diungkapkan oleh penyerang andalan PSIS, Septian David Maulana. Ia merasa sangat optimistis dengan peluang timnya untuk memetik kemenangan di pertandingan nanti.

“Kita akan kerja keras untuk amankan tiga poin di kandang. Tapi besok pasti akan sulit karena Arema tim kuat. Tapi kita akan berusaha untuk mengalahkan mereka. Tidak ada yang tidak mungkin,” ujar Septian David.

Rencananya, laga PSIS vs Arema akan digelar di Stadion Moch Soebroto, Magelang, pada Sabtu (14/3) esok pada pukul 15.30 WIB. Laga tersebut juga menjadi pertandingan kandang pertama Mahesa Jenar di Liga 1 2020.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Keputusan Wasit Merusak Laga Persela vs PSIS

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic, mengaku laga melawan Persela Lamongan dirusak oleh wasit. Hal itu setelah ada dua kartu merah yang tercipta di laga Persela vs PSIS.

Dalam partai di Stadion Surajaya, Lamongan, Sabtu (7/3/2020) sore, PSIS sebenarnya menang 3-2 atas tuan rumah. Gol dicetak oleh Wallace Costa, Fredyan Wahyu, dan Bruno Silva. Sementara Persela memperkecil kedudukan via brace Rafinha.

Kendati demikian, ada drama yang terjadi dalam partai Persela vs PSIS. Dua kartu merah keluar dari tangan Rendi Rohaendii dan satu penalti diberikan buat Persela.

Hasil Persela vs PSIS: Keras Hingga Berujung Dua Kartu Merah!

“Tadi wasit cukup merusak pertandingan, saya tidak tahu penyebabnya apa. Dia banyak melakukan kesalahan, saya perlu katakan karena ini hal yang harus diubah di kompetisi ini,” ucap Dragan.

Eks nahkoda Borneo FC itu mengaku sempat deg-degan saat Persela perlahan mulai mendekati margin gol PSIS. Tapi beruntung, para pemain Mahesa Jenar bisa bermain dengan disiplin sehingga tak lagi kejebolan.

“Persela tim bagus, saya juga respek kepada mereka, mereka punya kualitas yang baik secara individu dan tim. Saya berharap Persela bisa bertahan di kompetisi ini,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pelatih PSIS Ungkap Penyebab Timnya Kalah Dari Persipura

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – PSIS Semarang Takluk 2-0 dari Persipura Jayapura dalam pertandingan pertama Liga 1 pada Minggu sore (1/3/2020) di Stadion Klabat, Manado.

Gol Persipura diciptakan oleh sang kapten Boas Solossa pada menit 55 dan Gunansar Mandowen pada menit 88.

Pelatih PSIS, Dragan Djukanovic, mengatakan bahwa kekalahan timnya dikarenakan Persipura lebih kuat dan punya kualitas. Banyaknya miss-komunikasi dan kurangnya konsentrasi juga merupakan salah satu faktor kekalahan Laskar Mahesa Jenar.

“Miss komunikasi dan beberapa pemain yang melakukan kesalahan ini yang akan saya koreksi di pertandingan selanjutnya. Ada kesempatan bagi kita tadi untuk meraih kemenangan, tapi tidak bisa dimanfaatkan.” Ucap Djukanovic seperti dikutip Football5Star dari ayosemarang.com.

Hasil Persipura vs PSIS Boas Cetak Gol, Persipura bekap PSIS
Manado Post

Salah satu pemain PSIS, Hari Nur Yulianto juga kecewa atas hasil yang didapat, sehingga membuat PSIS gagal mendapatkan poin.

“Kita Kecewa tidak bisa bawa poin. Tapi segera kita lupakan untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.” kata Hari.

Dia juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap performa wasit yang kerap merugikan timnya.

“Saya protes dua kali kepada wasit, yang pertama karena harusnya PSIS mendapat penalti. Tadi ada momen yang secara jelas kami harus dapat penalti kalau mengikuti aturan. Yang kedua saya protes soal offside, ada momen saat Boaz offside di babak kedua. Saya protes karena situasinya memang harus penalti dan offside,” ucapnya.

Dengan kekalahan ini, Tim asal Semarang tersebut masih belum bisa mengalahkan Persipura dalam 3 pertemuan terakhir. Musim lalu PSIS hanya meraih hasil seri 0-0 dan kalah 3-1 melawan tim Mutiara Hitam.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSIS Semarang Tunjuk Dragan Djukanovic Sebagai Pelatih Baru

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – PSIS Semarang akhirnya memiliki pelatih baru untuk mengarungi Liga 1 2020. Dia adalah pelatih asal Serbia, Dragan Djukanovic.

Kepastian ini diumumkan PSIS Semarang lewat akun Twitter klub. Penunjukan ini sudah diduga banyak pihak. Pasalnya, Dragan Djukanovic sudah bergabung bersama PSIS sejak November lalu. Namun, posisinya ketika itu sebagai Direktur Teknik.

Kompetisi Indonesia bukanlah hal baru untuk pelatih 50 tahun tersebut. Ia sebelumnya pernah menangani klub Indonesia lain, Borneo FC, 2016 lalu. Di sana dia bertahan satu setengah musim.

Memimpin Pesut Etam di 24 laga, Dragan Djukanovic mencatatkan 10 kemenangan, lima hasil imbang, dan menelan sembilan kekalahan.

Setelah dari Borneo, sang pelatih kembali ke Serbia untuk menangani klub divisi dua, Sindjelic Bg. Tapi ia hanya bertahan empat bulan saja

Bersama PSIS musim depan, Djukanovic sudah ditunggu tugas berat. Ia dituntut untuk membawa klub kebanggaan warga Semarang bisa bersaing di papan atas. Apalagi di Liga 1 2019 lalu mereka harus berjuang untuk menghindari degradasi.

Adapun naiknya Djukanovic sebagai pelatih kepala membuat pelatih sebelumnya, Bambang Nurdiansyah, lengser dari jabatan. Tapi legenda Indonesia itu diyakini tidak akan meninggalkan klub berjuluk Laskar Mahesa Jenar.

Besar kemungkinan jika Bambang Nurdiansyah kembali ditempatkan sebagai Direktur Teknik, yang merupakan posisi awalnya sebelum menggantikan posisi Jafri Sastra pertengahan musim lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]