Nostalgia Hari Ini: Kemenangan Kolombia Berujung Petaka

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Semua hal bisa terjadi di dunia sepak bola. Mulai dari sesuatu di dalam lapangan hingga di luar lapangan yang notabene tidak ada hubungannya dengan pertandingan.

Pertandingan Kolombia vs Ekuador dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2010 menciptakan kejadian tak terduga. Sebuah petaka besar yang tak terbayangkan sebelumnya dalam pertandingan sepak bola terjadi.

kolombia
Federacion Colombiana de futbol

Pertandingan itu berlangsung di stadion Atanasio Girardot, Medellin, tepat pada hari ini 12 tahun silam. Laga sejatinya berjalan seperti biasa.

Di depan 42 ribu pasang mata Kolombia tampil dominan. Tapi mereka kesulitan menembus pertahanan Ekuador yang sangat disiiplin.

Tidak ada gol yang tercipta pada babak pertama. Tensi laga yang meningkat di babak kedua juga nyaris tidak menciptakan situasi berbahaya.

kolombia
goal

Baru ketika laga menyisakan lima menit tuan rumah mampu memecah kebuntuan. Adalah Jackson Martinez yang muncul sebagai pembeda lewat gol yang dicetak.

Kemenangan Kolombia dipastikan Teofilo Gutierrez pada masa injury time. Menang 2-0 pendukung tuan rumah bersorak kegirangan.

Granat Meledak Usai Pertandingan

Para suporter pulang dengan kebahagiaan hari itu. Di jalan-jalan Medellin senyum bahagia dan sendagurau terlihat jelas dari wajah mereka.

Sayang, kemenangan dan kebahagiaan fan hari itu berubah petaka. Sebuah granat meledak di salah satu alun-alun pusat kota, Parque San Antonio.

kolombia
bbc

Nahas, ledakan tersebut memakan korban jiwa. Satu orang yang diketahui sebagai suporter Kolombia meninggal dunia. Tiga orang lainnya mengalami luka serius, sedangkan puluhan yang lain luka ringan.

Banyak hipotesis yang muncul setelah ledakan itu. Ada yang menyebut kejadian tersebut masih berhubungan dengan serangan teroris 1995 silam, yang kebetulan juga terjadi di Parque San Antonio.

Tidak sedikit pula yang percaya bahwa itu adalah ulah kartel narkoba yang memang dikenal brutal di sana.

Sementara itu, polisi menaruh curiga pada salah satu suporter yang salah mengantisipasi granat. Seperti dilansir Globo Esporte, mereka menduga granat meledak secara tidak sengaja.

Bagaimana pun itu, timnas Kolombia mampu mengobati sedikit duka para fan. Mereka sukses melaju ke Piala Dunia 2010 setelah di dua laga berikutnya kalah dari Cile dan menang atas Paraguay.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lionel Messi Catat Sejumlah Rekor Usai Bawa Argentina ke Semifinal Copa America 2021

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Lionel Messi menjadi bintang kemenangan bagi Timnas Argentina yang menggunduli Ekuador tiga gol tanpa balas, Minggu (4/7/2021). Aksinya di Estadio Olimpico Pedro Ludovico Teixeira itu bahkan membuatnya mencatat sejumlah rekor.

Pemain yang memiliki julukan La Pulga itu memang tampil begitu istimewa untuk Argentina saat meladeni Ekuador. Dia terlibat dalam semua gol yang diciptakan La Albiceleste, yakni dengan membuat dua assist serta satu gol indah di penghujung laga.

Aksinya tersebut membuat dia menciptakan sejumlah rekor. Salah satunya, dia kini tinggal tertinggal satu gol saja dari legenda Brasil untuk jadi top skorer di Amerika Selatan. Saat ini, Lionel Messi sudah mengemas 76 gol untuk Argentina, sedang Pele 77. Tak cuma itu, dia jua mencetak beberapa rekor lainnya. Apa saja?

https://twitter.com/FollowFDJChief/status/1411525408651157506

Berikut Rekor yang Diciptakan Lionel Messi Usai Argentina vs Ekuador:

  • Gol tendangan bebas ke gawang Ekuador adalah yang ke-58 kali dilakukan oleh Messi sepanjang kariernya. Dia kini unggul atas Cristiano Ronaldo yang baru mengemas 57 gol via tendangan bebas.
  • Sejak 1 Januari 2021, La Pulga jadi pemain yang paling banyak terlibat gol untuk klub dan negaranya. Dia total terlibat dalam 46 gol (33 gol dan 13 assist), mengguli Robert Lewandowski yang terlibat 38 gol (34 gol dan 4 assist)
  • Lionel Messi mencetak dua kali lebih banyak gol (4) dan assist (4) dari pemain lain di Copa America 2021
  • Catatan La Pulga sepanjang musim 2020-21 untuk klub dan negaranya: 58 laga, 44 gol, 22 assist, 148 tembakan tepat sasaran, 275 giringan bola sukses, 3638 umpan (85% akurat), 152 kali ciptakan peluang, dan 43 tekel.
  • Dari 10 gol yang dicetak Argentina di Copa América, Messi telah mencetak gol atau membuat assist 8 kali.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Brasil vs Ekuador: Gagal Pertahankan Rekor 100 Persen

gamespool
Brasil vs Ekuador: Gagal Pertahankan Rekor 100 Persen 11

Football5star.com, Indonesia – Brasil gagal mempertahankan rekor kemenangan 100 persen di babak grup Copa America 2021 setelah ditahan Ekuador pada Senin (28/6) pagi WIB. Laga Brasil vs Ekuador berakhir dengan skor 1-1.

Tampil sebagai tim unggulan, Brasil langsung mengambil serangan di menit-menit awal. Dimotori, Lucas Paqueta, Selecao langsung mengurung lini pertahanan Ekuador.

Akan tetapi, Brasil kesulitan menciptakan peluang berarti. Pasalnya, lini belakang Ekuador bermain solid. Ekuador sendiri mampu beberapa kali mengancam gawang Brasil melalui serangan balik.

Delapan menit jelang turun minum, Brasil berhasil membuka keunggulan melalui Eder Militao yang menanduk sepakan bebas kiriman Everton Soares. Gol Militao menjadi satu-satunya pembeda di paruh pertama.

Brasil vs Ekuador - Copa America - @cbf_futebol
twitter.com/cbf_futebol

Ekuador berhasil mengejutkan Brasil di awal-awal babak kedua. Baru delapan menit paruh kedua berjalan, tim tamu berhasil menyamakan kedudukan melalui sepakan keras Angel Mena yang memanfaatkan kelengahan para pemain belakang Brasil.

Gol Mena membuat Ekuador kian percaya diri. Mereka terus melancarkan serangan-serangan berbahaya ke jantung pertahanan Brasil. Namun, mereka gagal mencetak gol tambahan dan skor 1-1 bertahan hingga wasit membubarkan pertandingan.

Meski gagal meraih kemenangan, Brasil lolos ke perempat final Copa America 2021 sebagai pemuncak grup B dengan perolehan 10 poin. Diikuti Peru (7), Kolombia (4) dan Ekuador (3). Venezuela menjadi tim yang tersingkir di grup B.

SUSUNAN PEMAIN BRASIL VS EKUADOR:

Brasil: 1-Alisson Becker; 13-Emerson Royal, 14-Eder Militao, 4-Marquinhos, 16-Renan Lodi (12-Danilo 49′); 15-Fabinho, 25-Douglas Luiz (5-Casemiro 63′); 17-Lucas Paqueta (11-Everton Ribeiro 78′), 20-Roberto Firmino (18-Vinicius Junior 63′), 19-Everton Soares (7-Richarlison 78′); 21-Gabriel Barbosa

Pelatih: Tite

Ekuador: 1-Hernan Galindez, 7-Pervis Estupinan, 3-Piero Hincapie, 4-Robert Arboleda, 17-Angelo Preciado; 27-Diego Palacios (19-Gonzalo Plata 72′), 23-Moises Caicedo (15-Angel Mena 17′), 20-Sebas Mendez, 21-Alan Franco; 13-Enner Valencia (9-Leonardo Campana 83′), 18-Ayrton Preciado (16-Mario Pineida 84′)

Pelatih: Gustavo Alfaro

Kartu Kuning: Estupinan 83′

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Venezuela vs Ekuador

Prediksi Copa America: Venezuela vs Ekuador
Gamespool new banner
PREDIKSI HASIL
Sportpesa
Venezuela 0-2 Ekuador
Predictz
Venezuela 0-1 Ekuador
Sports Mole
Venezuela 1-1 Ekuador
FOOTBALL5STAR
Venezuela 0-0 Ekuador
Estadio Nilton Santos, Senin (21/6/2021) Pukul 04.00 WIB

Football5star.com, Indonesia -Setelah menahan Kolombia, Venezuela bakal berusaha mempertahankan momentumnya pada laga melawan Ekuador. Laga Copa America antara Venezuela vs Ekuador rencananya akan digelar di Estadio Nilton Santos pada Senin (21/6) dinihari WIB.

Venezuela memang belum berhasil memetik kemenangan di ajang Copa America 2021. Akan tetapi, keberhasilan menaham Kolombia membuat mereka bakal menghadapi Ekuador dengan kepercayaan diri yang cukup tinggi.

Ekuador juga belum berhasil memetik kemenangan pertamanya. Pada pertandingan sebelumnya, Enner Valencia cs menelan kekalahan tipis atas Kolombia. Kekalahan tersebut membuat mereka diyakini bakal tampil dengan motivasi berlipat.

La Vinotinto memiliki catatan yang kurang bagus dalam 17 pertemuan terakhir melawan Ekuador. Mereka cuma mampu memetik tiga kemenangan dan sembilan kali kalah. Namun, Venezuela berhasil menahan Peru dalam tiga kesempatan dari lima pertemuan terakhir. Football5star meyakini tren tersebut bakal berlanjut dan laga nanti berakhir dengan skor 0-0.

REKOR PERTEMUAN

head to head Venezuela vs Ekuador

TREN PERFORMA
Lima Laga Terakhir Venezuela vs Ekuador
Prediksi: Venezuela vs Ekuador 19
Gamespool new banner
STATISTIK MENARIK
  • Venezuela dan Ekuador sama-sama belum menciptakan gol di ajang Copa America 2021.
  • Venezuela cuma mampu memetik satu kemenangan dari lima pertandingan terakhirnya.
  • Ekuador menelan tiga kekalahan beruntun dalam tiga laga terakhirnya.
  • Ekuador tak terkalahkan dalam lima pertemuan terakhir melawan Venezuela (dua menang, tiga imbang).
  • Ekuador gagal mencatat clean sheet dalam lima pertandingan terakhirnya.
PELATIH
  • Partai Venezuela vs Ekuador kali ini merupakan pertemuan pertama antara Jose Peseiro dengan Gustavo Alfaro.
  • Peseiro belum pernah menghadapi Ekuador.
  • Alfaro belum pernah menghadapi Venezuela.
WASIT
  • TBA
PEMAIN KUNCI
VENEZUELA:

Top Skorer:
Top Assist:

EKUADOR:

Top Skorer:
Top Assist:

Statistik di Copa America 2021 

BERITA KEDUA TIM
  • Venezuela: Josef Martinez, Jefferson Savarino dan Romulo Oturo positif Covid-19
  • Ekuador: Tidak ada pemain absen.
PRAKIRAAN FORMASI
line up Venezuela vs Ekuador

Prediksi: Brasil vs Ekuador

Kualifikasi Piala Dunia 2022 - Brasil vs Ekuador
Gamespool new banner
PREDIKSI HASIL
Sportpesa
Brasil 3-0 Ekuador
Sports Mole
Brasil 3-1 Ekuador
Sportskeeda
Brasil 2-0 Ekuador
FOOTBALL5STAR
Brasil 2-1 Ekuador
Estadio Beira-Rio, Sabtu (5/6/2021) Pukul 07.30 WIB

Football5star.com, Indonesia – Brasil akan melanjutkan kiprahnya di ajang Kualifikai Piala Dunia 2022 dengan partai melawan Ekuador. Laga Brasil vs Ekuador akan digelar di Estadio Beira-Rio, Porto Allegre, pada Sabtu (5/6) pagi WIB.

Brasil menunjukkan performa luar biasa sepanjang Kualifikasi Piala Dunia 2022. Mereka berhasil memetik empat kemenangan dari empat partai dan berhak menduduki puncak klasemen dengan perolehan 12 poin. 

Ekuador bukanlah lawan yang bisa diremehkan Brasil. Pasalnya, mereka mampu tampil gemilang dengan koleksi tiga kemenangan dan cuma menelan satu kekalahan. Catatan tersebut membuat Ekuador duduk di peringkat ketiga dengan selisih tiga poin dari Brasil.

Brasil memiliki catatan yang cukup gemilang dalam 14 laga terakhir melawan Ekuador. Selecao hanya menelan dua kekalahan dan mampu memetik 10 kemenangan. Bahkan, Brasil memiliki rekor tak terkalahkan dalam lima pertemuan terakhir melawan Ekuador.

Brasil diyakini akan bisa melanjutkan kiprah gemilangnya di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022 dan meneruskan dominasinya atas Ekuador. Football5star memprediksi Brasil akan meraih kemenangan dengan skor 2-1.

REKOR PERTEMUAN

head to head Brasil vs Ekuador

TREN PERFORMA
5 laga terakhir Brasil vs Ekuador
Prediksi: Brasil vs Ekuador 27
Gamespool new banner
STATISTIK MENARIK
  • Brasil tak terkalahkan dalam 20 pertandingan terakhirnya.
  • Brasil memiliki rekor kemenangan 100% dalam empat partai Kualifikasi Piala Dunia 2022.
  • Brasil berhasil mencetak 16 gol dari 14 pertandingan melawan Ekuador
  • Ekuador cuma menelan satu kekalahan dari lima pertandingan terakhirnya.
  • Ekuador cuma berhasil mencetak lima gol dari 14 pertemuan melawan Brasil.
PELATIH
  • Partai Brasil vs Ekuador kali ini merupakan pertemuan perdana antara Tite dengan Gustavo Alfaro.
  • Alfaro belum pernah menghadapi Brasil.
  • Rekor Tite vs Brasil: dua menang.
WASIT
  • Partai Brasil vs Ekuador kali ini akan dipimpin oleh wasit asal Venezuela, Alexis Herrera.
  • Herrera memberikan lima kartu kuning dalam satu partai Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Amerika Selatan.
  • Herrera belum pernah memimpin jalannya laga yang melibatkan Brasil maupun Ekuador.
PEMAIN KUNCI
BRASIL:

Top Skorer: Neymar dan Roberto Firmino (@3 gol)
Top Assist: Neymar dan Renan Lodi (@2 assist)

EKUADOR:

Top Skorer: Michael Estrada (3 gol).
Top Assist: Moises Caicedo dan Andel Mena (@4 assist)

Statistik di Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Amerika Selatan

BERITA KEDUA TIM
  • Brasil: Tidak ada pemain absen.
  • Ekuador: Tidak ada pemain absen.
PRAKIRAAN FORMASI
Kualifikasi Piala Dunia 2022 - Brasil vs Ekuador

Ekuador vs Uruguay: Luis Suarez dkk Hancur Lebur di Quito

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Uruguay secara mengejutkan kalah dari Ekuador dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2022, Rabu (14/10/2020) dinihari WIB. Tidak main-main, Luis Suarez dkk takluk 2-4.

Tanda-tanda kekalahan Uruguay sudah terlihat sejak babak pertama. Pertandingan baru berusia 15 menit mereka sudah kebobolan lewat sontekan Moises Caicedo.

Dalam situasi tertinggal, La Celeste mencoba bangkit. Namun, berbagai upaya yang didapat Luis Suarez maupun Maxi Gomez tidak membuahkan hasil.

ekuador vs uruguay
@Uruguay

Yang ada malah tuan rumah yang menggandakan keunggulan. Kali ini gol dipersembahkan Michael Estrada satu menit jelang jeda.

Bukannya memperbaiki diri, performa Uruguay pada babak kedua makin tidak terkendali. Federico Valverde dkk kerap melakukan kesalahan umpan.

Permainan dari kaki ke kaki yang selama ini menjadi andalan juga mampu dipatahkan Ekuador yang tampil sangat disiplin. Michael Estrada kembali menghukum tim tamu lewat bracenya pada menit ke-53.

Gol terakhir tuan rumah lahir pada menit ke-75 melalui pemain pengganti, Gonzalo Plata. Adapun Uruguay hanya mampu mencetak dua gol hiburan pada menit terakhir

Dua gol itu pun diawali oleh penalti setelah pemain Ekuador melakukan pelanggaran di kotak terlarang. Luis Suarez yang maju sebagai algojo pada dua kesempatan itu mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Skor 4-2 pun bertahan hingga laga usai. Tambahan tiga poin membuat Ekuador menyalip Uruguay di peringkat keempat. Sementara La Celeste berada tepat di bawahnya dengan sama-sama mengumpulkan poin tiga.

Susunan Pemain:

Ekuador (4-4-2): 22-Dominguez; 17-Preciado, 4-Arboleda, 14-Arreaga, 16-Estupinan; 15-Mena, 8-Cruezo, 23-Caicedo, 7-Ibarra; 11-Estrada, 13-Valencia

Pelatih: Gustafo Alfaro

Uruguay (4-4-2): 12-Campana; 22-Martin Caceres, 4-Araujo, 3-Diego Godin, 17-Vina; 16-Rodriguez, 6-Rodrigo Bentancur, 15-Federico Valverde, 8-Nahitan nandez; 9-Luis Suarez, 18-Maxi Gomez

Pelatih: Oscar Tabarez

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Ekuador vs Uruguay

main Ekuador vs Uruguay

PREDIKSI HASIL
FOOTBALL5STAR
Ekuador 0-2 Uruguay
Stadion Deportiva Universetaria, Rabu (14/10/2020) Pukul 04.00 Dinihari WIB (Streaming)

Football5Star.com, Indonesia – Stadion Deportiva Universetaria akan menghelat laga bergengsi antara Ekuador vs Uruguay. Kali ini kedua negara akan saling mengalahkan di kualifikasi Piala Dunia.

Di atas kertas Uruguay memang lebih unggul. Mereka masih dihuni pemain-pemain bintang yang mayoritas bermain di kompetisi Eropa.

Apalagi pasukan Oscar Tabarez sedang dalam percaya diri tinggi. Hal ini tak lepas dari kemenangan 2-1 atas Chile pada laga sebelumnya.

Sementara Ekuador sedang terguncang. Mereka baru saja dikalahkan Argentina 0-1. Apalagi pelatih Gustavo Alfaro tidak bisa menurunkan kekuatan penuh.

REKOR PERTEMUAN
head to head Ekuador vs Uruguay
TREN PERFORMA
Lima Laga Terakhir Ekuador vs Uruguay
STATISTIK MENARIK
  • Ekuador hanya kalah sekali dari 5 laga kandang terakhir.
  • Dari 6 laga kandang terakhir, Ekuador cuma sekali gagal cetak gol.
  • Dari 4 laga tandang terakhir, Uruguay meraih hasil imbang 3 kali.
  • sejak 2019 lalu pasukan Oscar Tabarez tak pernah menelan kekalahan.
  • Dari 14 pertemuan terakhir dengan Ekuador, uruguay hanya kalah sekali.
  • La Celeste selalu kalah pada 2 lawatan terakhir ke Ekuador.
PELATIH
  • Ini pertama kalinya Gustafo Alfaro berhadapan dengan Oscar Tabarez.
  • Gustafo Alfaro tak pernah melawan Uruguay sebelumnya.
  • 8 kali menghadapi Ekuador, Oscar Tabarez mencatatkan 3 kemenangan dan 3 kekalahan.
WASIT
  • Laga Ekuador vs Uruguay akan dipimpin wasit asal Kolombia, Wilmar Roldan.
  • Ekuador tidak pernah menang saat laga dipimpin Wilmar Roldan.
  • Uruguay tidak pernah kalah saat laga dipimpin Roldan.
  • Ini pertama kalinya Wilmar Roldan pimpin laga Ekuador vs Uruguay.
PEMAIN KUNCI
EKUADOR:

Top Scorer: –

Top Assist:

Top Rating:

URUGUAY:

Top Scorer: Luis Suarez (1 gol)

Top Assist: Sebastian Vegas (1 assist)

Top Rating:

BERITA KEDUA TIM
  • Oscar Tabarez akan menurunkan Lucas Torreira dan Nahitan Nandez di lini tengah.
  • Tampil apik saat menghadapi Chile, Maxi Gomez akan tampil sejak menit pertama pada laga nanti.
  • Enner Valencia tetap dipercaya sebagai ujung tombak Ekuador.
  • Romario Ibarra akan menggantikan posisi saudaranya, Renato Ibarra di sayap kanan.
PRAKIRAAN FORMASI
line up Ekuador vs Uruguay

Lionel Messi Akui Argentina Masih Gugup Lawan Ekuador

gamespool
Lionel Messi Akui Argentina Masih Gugup Lawan Ekuador 39

Football5Star.com, Indonesia – Kapten Argentina, Lionel Messi, mengakui bahwa timnya masih kesulitan mencari ritme permainan melawan Ekuador (9/10/20). Tapi, Messi memaklumi karena mereka sudah tidak bermain bersama selama hampir setahun.

Argentina berhasil mengalahkan Ekuador 1-0 dalam laga pertama Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona CONMEBOL. Namun La Albiceleste kesulitan mengembangkan permainan dengan hanya melepaskan 2 tendangan ke arah gawang, itupun salah satunya penalti yang dicetak Messi.

“Kami tahu ini akan menjadi rumit. tetapi yang paling penting adalah kami menang dan sekarang kami harus bekerja untuk terus berkembang. Penting untuk memulai dengan kemenangan karena kami tahu betapa sulitnya kualifikasi piala dunia,” kata Messi sepert dilansir Football5Star.com, dari AS.

Argentina vs Ekuador Penalti Lionel Messi Jadi Pembeda
@Argentina

Megabintang Barcelona itu melanjutkan, “Pertandingan selalu sulit. Kami berharap level permainan akan berbeda, tetapi sudah hampir setahun sejak kami bermain bersama. Ini adalah pertandingan pertama kami kembali dan kegugupan membuatnya rumit.”

Timnas Argentina bermain di kandang Boca Juniors, La Bombonera, salah satu stadion dengan atmosfir paling menegangkan di dunia. Namun karena kondisi pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan begitu pula Argentina, mereka harus bermain tanpa penonton.

“Itu adalah tahun yang rumit untuk apa yang kita jalani. Mampu kembali dan bermain dengan tim nasional Argentina dan memberikan kebahagiaan kepada orang-orang dengan kemenangan, di luar permainan, berfungsi untuk mengurangi tekanan. Banyak kekuatan untuk semua orang Argentina,” ujar Messi.

Lionel Messi cs akan kembali bermain di laga sangat sulit. Mereka akan bertandang ke stadion “di atas awan” Hernando Siles untuk melawan Bolivia, Rabu (14/10/20).

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Argentina vs Ekuador: Penalti Lionel Messi Jadi Pembeda

gamespool
Argentina vs Ekuador: Penalti Lionel Messi Jadi Pembeda 42

Football5Star.com, Indonesia – Pertandingan menarik tersaji pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona CONMEBOL yang mempertemukan Argentina vs Ekuador. Tim tuan rumah berhasil menang 1-0 lewat gol penalti dari kapten mereka, Lionel Messi.

Bermain di kandang Boca Juniors, La Bombonera, Argentina mendapatkan kesempatan pertama lewat Lautaro Martinez setelah mendapat umpan dari Messi, namun tendangannya melebar di kiri gawang.

Argentina dapat penalti pada menit ke-10 setelah Lucas Ocampos mendapat tekel dari Pervis Estupinan di kotak terlarang. Lionel Messi berhasil dengan tenang mengeksekusi penalti.

Kedua tim kesulitan mengembangkan permainan sepanjang babak. Babak pertama berakhir dengan skor 1-0.

Babak kedua dimulai dengan kesempatan emas dari Argentina, Lautaro memberi umpan sundulan ke Lucas Ocampos, pemain Sevilla itu berhasil melepaskan tembakan, namun berhasil ditepis dengan brilian oleh Alexander Dominguez.

Ekuador akhirnya dapat kesempatan pertama pada menit ke-66, Gonzalo Piata melepaskan tembakan dari sisi kiri, namun berhasil diamankan oleh Franco Armani.

Messi mendapatkan kesempatan pada menit ke-74 setelah melakukan kerja sama dengan Lautaro, tapi tendangannya bisa dibelokkan oleh salah satu bek Ekuador.

Rodrigo de Paul dapat kesempatan pada penghujung laga, namun tendangan kerasnya masih menyamping di kanan gawang Ekuador.

Laga Argentina vs Ekuador berakhir dengan skor 1-0.

Susunan Formasi Argentina vs Ekuador

Argentina (4-3-2-1): 1-Franco Armani; 4-Gonzalo Montiel (6-Juan Foyth), 2-Lucas Martinez, 19-Nicolas Otamendi, 3-Nicolas Tagliafico; 15-Rodrigo De Paul, 5-Leandro Paredes, 8-Marcos Acuna (18-Eduardo Salvio); 10-Lionel Messi, 11-Lucas Ocampos (17-Nicolas Dominguez); 22-Lautaro Martinez (13-Lucas Alario).

Pelatih: Lionel Scaloni.

Ekuador (4-4-2): 22-Alexander Dominguez, 3-Erick Ferigra (17-Angelo Preciado), 14-Xavier Arreaga, 4-Robert Arboleda, 6-Pervis Estupinan; 5-Renato Ibarra (19-Gonzalo Plata), 8-Carlos Gruezo, 21-Alan Franco, 23-Moises Caicedo (7-Romario Ibarra); 13-Enner Valenceia, 15-Angel Mena (11-Michael Estrada).

Pelatih: Gustavo Alfaro.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Argentina vs Ekuador

Main Argentina vs Ekuador
GamesPools GIF
PREDIKSI HASIL
Freesupertips
Argentina 2-1 Ekuador
Footballpredictions
Argentina 1-1 Ekuador
Melbet
Argentina 4-1 Ekuador
 FOOTBALL5STAR
Argentina 2-0 Ekuador
La Bombonera, Jumat (9/10/2020) Pukul 07.30 WIB

Football5star.com, Indonesia – Argentina bakal melakoni pertandingan pertamanya tahun ini ketika menjamu Ekuador. Partai Kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Argentina vs Ekuador akan digelar di Estadio La Bombonera pada Jumat (9/10) pagi WIB.

Bagi kedua tim, laga ini merupakan pertandingan pembuka Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Amerika Selatan. Hal ini membuat kedua tim dipastikan bakal tampil habis-habisan agar bisa mendapat start sempurna.

Dalam rekor head to head, Argentina memiliki keunggulan atas Ekuador. Pasalnya, pasukan Lionel Scaloni berhasil memetik tiga kemenangan dari lima pertemuan terakhir melawan Ekuador.

Football5star memprediksi Albiceleste akan bisa melanjutkan tren positif tersebut. Lionel Messi cs diprediksi bakal meraih kemenangan dengan skor 2-0.

REKOR PERTEMUAN

Prediksi Kualifikasi Piala Dunia 2022 - Argentina vs Ekuador 5

TREN PERFORMA
Prediksi Kualifikasi Piala Dunia 2022 Argentina vs Ekuador 2
GamesPools GIF
STATISTIK MENARIK
  • Dalam 10 pertemuan terakhi melawan Ekuador, Argentina sukses memetik empat kemenangan. Sementara, Ekuador hanya mampu meraih dua kemenangan.
  • Argentina tak terkalahkan dalam tujuh pertandingan terakhirnya.
  • Ekuador hanya mampu meraih tiga kemenangan dari 10 pertandingan terakhirnya.
  • Ekuador hanya mampu sekali meraih kemenangan ketika melawat ke markas Argentina.
PELATIH
  • Partai Argentina vs Ekuador ini merupakan pertemuan pertama antara Lionel Scaloni dengan Gustavo Alfaro.
  • Rekor Scaloni vs Ekuador: satu menang.
  • Alfaro belum pernah menghadapi Argentina.
PEMAIN KUNCI
ARGENTINA:

Top Skorer: –

Top Assist: –

Top Rating:

EKUADOR:

Top Skorer:

Top Assist: –

Top Rating: –

Statistik di Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Amerika Selatan menurut whoscored.com

BERITA KEDUA TIM
  • Argentina: Tidak ada pemain absen.
  • Ekuador: Tidak ada pemain absen.
PRAKIRAAN FORMASI
Prediksi Kualifikasi Piala Dunia 2022 Argentina vs Ekuador

Belum Pernah Bertanding, Jordi Cruyff Sudah Mundur dari Ekuador

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Kabar mengejutkan datang dari tim nasional Ekuador. Mereka baru saja ditinggal pelatihnya, Jordi Cruyff. Menariknya anak legenda Belanda, Johan Cruyff, ini belum sekali pun memimpin Ekuador bertanding.

Jordi Cruyff ditunjuk sebagai pelatih Ekuador pada Januari lalu. Ia sejatinya bisa saja memimpin beberapa pertandingan pada Maret dan Juli ini. Namun, dampak pandemi corona membuat seluruh pertandingan persahabatan, kualifikasi Piala Dunia 2022, hingga Copa America tertunda.

Tidak ada kepastian terkait pertandingan akhirnya membuat Jordi Cruyff memutuskan mundur tanpa memimpin satu pertandingan pun. Sementara itu, pengunduran ini dianggap sebagai langkahnya kembali ke Spanyol.

johan jordi cruyff
barcablog.com

Seperti dikutip Football5star dari Football Espana, Jordi sedang berupaya untuk kembali ke Barcelona. Peluang ini memang terbuka mengingat El Barca akan melakukan perubahan pesar pada ajajaran pelatih dan direksi.

Apalagi direksi Barcelona baru saja ditinggal dua orang yang cukup berpengaruh, Robert Fernandez dan Pep Segura. Ia digadang-gadang akan mengisi kekosongan tersebut.

Karier Jordi Cruyff memang tak seindah mendiang ayahnya, Johan Cruyff. Ia hanya memperkuat Barcelona dan Manchester United dalam waktu singkat. Sisanya Jordi lebih sering berseragam klub semenjana.

Nasibnya sebagai pelatih pun tidak berbeda jauh. Sebelum menukangi timnas Ekuador, ia pernah melatih klub Israel, Maccabi Tel Aviv, dan klub Liga Super Cina, Chongqing Lifan, dan sukses membawa klub selamat dari jurang degradasi musim lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Hasil Ekuador vs Argentina: Pesta Gol Tim Tango

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pertandingan persahabatan antara Ekuador vs Argentina berakhir untuk kemenangan tim Tango. Argentina berhasil meraih kemenangan 6-1 atas tim tuan rumah di Manuel Martínez Valero, Minggu (13/10/2019).

Argentina di menit awal pertandingan langsung menggebrak tim besutan Jorge Célico tersebut. Hasilnya pada menit ke-20, Lucas Alario berhasil membuat Argentina unggul 1-0. Tujuh menit kemudian Tim Tango unggul 2-0 setelah gol bunuh diri Izquierdo.

Tim besutan Lionel Scaloni yang mayoritas diisi oleh pemain dari Liga Argentina berhasil unggul 3-0 setelah Leandro Paredes berhasil mencetak gol lewat titik putih. Ekuador sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-42 lewat gol Angel Mena.

Skor 3-1 untuk Argentina bertahan hingga akhir babak pertama. Di babak kedua baru pada pertengahan babak kedua, Argentina kembali cetak gol. Ialah German Pezzella pada menit ke-66 membuat tim Tango unggul 4-1.

Di menit-menit akhir babak kedua, Argentina makin mendominasi jalannya pertandingan. Hasilnya pada menit ke-82, Nicolas Domiguez membuat Ekuardor kembali tertinggal 5-1. Pertandingan pun ditutup oleh gol Lucas Ocampos pada menit ke-86. Skor 6-1 jadi hasil akhir laga Ekuador vs Argentina.

Susunan pemain kedua tim:

Ekuador: Ortiz; Espinoza, Aimar, Arteaga, Pervis; Mendez, Cifuentes; Plata, Sornoza, Castillo; Estrada

Kartu kuning: Aimar, Mendez

Kartu merah: –

Pelatih: Jorge Celico

Argentina: Marchesín; Foyth, Pezzella, Kannemann, Acuña; Nicolás González, De Paul, Paredes, Ocampos; Alario, Lautaro Martínez.

Kartu kuning: Pezzella, German Pezzella

Kartu merah: –

Pelatih: Lionel Scaloni.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi Ekuador vs Jepang

Prediksi Copa America 2019 Ekuador vs Jepang

Stadion Governador Magalhaes Pinto, Selasa (25/06/2019) Pukul 02.00 dinihari WIB (Streaming)

Football5Star.com, Indonesia – Laga terakhir Grup C Copa America 2019 akan mempertemukan Ekuador vs Jepang. Pertandingan kedua tim ini akan menjadi ajang hidup mati untuk wakil Asia tersebut.

Jika menang dan di pertandingan lain Uruguay menelan kekalahan, Jepang dipastikan akan melaju ke perempat final Copa America untuk pertama kalinya. Tapi jika kalah atau pun imbang mereka harus kembali terhenti di fase grup.

Kendati begitu Samurai Biru sepertinya tidak akan terlalu memikirkan hal tersebut. Mereka hanya ingin turnamen akbar di Amerika Latin ini menjadi batu loncatan untuk mengukur kemampuan tim pasca Piala Dunia 2018 lalu.

Sementara bagi Ekuador, tidak banyak yang bisa mereka harapkan. Antonio Valencia dkk sudah dipastikan tersingkir di Copa America 2019. Satu-satunya target yang harus mereka capai adalah memenangkan pertandingan dan keluar dari posisi juru kunci Grup C.

REKOR PERTEMUAN

Rekor Pertemuan Ekuador vs Jepang

TREN PERFORMA

Tren Performa Ekuador vs Jepang

STATISTIK MENARIK
  • Ekuador belum meraih kemenangan sepanjang 2019 ini.
  • Dari 6 pertandingan terakhir Ekuador hanya sekali catatkan cleansheet.
  • Ekuador sudah kebobolan 6 gol dalam 2 laga Copa America 2019.
  • Sepanjang 2019 ini Jepang mencatatkan 6 kemenangan, 1 kali imbang, dan menelan 2 kekalahan.
  • Jepang selalu kebobolan di 2 laga terakhir.
  • Jepang selalu menang tiap menghadapi Ekuador.
PELATIH
  • Ini pertama kalinya Hernan Gomez dan Hajime Moriyasu bertemu.
  • Hernan Gomez belum pernah melawan Jepang sebelumnya.
  • Hajime Moriyasu belum pernah menghadapi Ekuador.
WASIT
  • Laga Ekuador vs Jepang akan dipimpin oleh wasit asal Venezuela, Jesus Valenzuela.
  • Tim yang bertindak sebagai tuan rumah selalu menang di 5 laga terakhir yang dipimpin Valenzuela.
  • Ini pertama kalinya Valenzuela pimpin laga Ekuador.
  • Valenzuela belum pernah pimpin laga Jepang.
PEMAIN KUNCI

EKUADOR:

Top Scorer: Ener Valencia (1 gol)

Top Assist: –

Top Rating: Ener Valencia (6,59)

JEPANG:

Top Scorer: Koji Miyoshi (2 gol)

Top Assist: Gaku Shibasaki (1 assist)

Top Rating: Koji Miyoshi (7,04)

BERITA KEDUA TIM
  • Koji Miyoshi akan dimainkan sebagai target man oleh tim Jepang menggeser posisi Shinji Okazaki.
  • Pelatih Hajime Moriyasu kemungkinan besar akan menurunkan Takefusa Kubo sejak menit awal.
  • Pelatih Moriyasu akan mempertahankan skema 4-2-3-1 pada laga nanti.
  • Ekuador tetap mengandalkan Ener Valencia sebagai juru gedor di depan.
  • Posisi Antonio Valencia akan diganti oleh Jose Quintero.
  • Pelatih Hernan Gomez kemungkinan besar akan melakukan beberapa perubahan dalam starting 11.
PRAKIRAAN FORMASI

man utd vs west bromPrakiraan Formasi Ekuador vs Jepang

PREDIKSI HASIL
WhoScored
Ekuador 1-2 Jepang
Forebet
Ekuador 1-2 Jepang
Predictz
Ekuador 1-1 Jepang
FOOTBALL5STAR
Ekuador 1-2 Jepang

Hujan Kartu Warnai Kemenangan Cile atas Ekuador

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, IndonesiaCile unggul cepat atas Ekuador pada lanjutan pertandingan Grup C Copa America 2019 di Stadion Arena Fonte Nova, Sabtu (22/6/2019) pagi WIB. Alexis Sanchez dan kawan-kawan berhasil mengalahkan Ekuador dengan skor 2-1.

Cile langsung menggebrak di awal laga dan memimpin terlebih dahulu pada menit ke-8 melalui Jose Fuenzalida. Namun, Ekuador tak menyerah dan berhasil membalas melalui penalti Enner Valencia pada menit ke-26.

Sebelumnya, Wasit Patricio Loustau asal Argentina memberikan penalti kepada Ekuador setelah kiper Cile, Gabriel Arias, melanggar Jhegson Mendez.

Di babak kedua, Cile kembali menekan untuk mengincar gol kedua. Enam menit babak kedua berjalan tepatnya pada menit ke-51, striker Manchester United, Alexis Sanchez berhasil membawa Cile unggul 2-1 setelah memanfaatkan assist Charles Aranguiz.

Pada babak kedua ini, laga berjalan cukup keras. Terbukti, wasit Patricio Loustau mengeluarkan satu kartu merah untuk pemain Ekuador, Gabriel Achilier, pada menit ke-90. Total wasit asal Argentina itu mengeluarkan sepuluh kartu, dengan rincian sembilan kartu kuning dan satu kartu merah.

Skor 2-1 tidak berubah hingga akhir pertandingan. Dengan hasil ini, Cile memastikan lolos ke babak selanjutnya, sementara Ekuador terdampar di peringakt keempat akibat menelan dua kekalahan dari dua pertandingan.

Copa America Cile Ekuador Opta
twitter – @optajavier

Susunan Pemain Ekuador vs Cile:

Ekuador (4-3-3): Alexander Dominguez; Pedro Velasco, Robert Arboleda, Gabriel Achilier, Cristian Ramirez; Jhegson Mendez (Antonio Valencia 60′), Jefferson Orejuela, Carlos Gruezo; Angel Mena (Eduar Preciado 83′), Enner Valencia, Romario Ibarra (Carlos Garces 69′)

Pelatih: Hernan Gomez

Kartu Kuning: Jhegson Mendez 3′, Angel Mena 34′, Robert Arboleda 79′, Carlos Gruezo 81′, Pedro Velasco 90′

Kartu Merah: Gabriel Achilier 90′

Cile (4-3-3): Gabriel Arias; Mauricio Isla, Gary Medel, Guillermo Maripan, Jean Beausejour; Charles Aranguiz, Erick Pulgar, Arturo Vidal (Gonzalo Jara 90′); Jose Fuenzalida (Pablo Diaz 70′), Eduardo Vargas (Pablo Hernandez 86′), Alexis Sanchez

Pelatih: Reinaldo Rueda

Kartu Kunng: Gabriel Arias 44′, Jean Beausejour 53′, Mauricio Isla 83′, Arturo Vidal 87′

Kartu Merah: –

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gol Salto Cavani Warnai Kemenangan Uruguay Atas Ekuador

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Tim nasional Uruguay menang 4-0 atas Ekuador pada pertandingan Grup C Copa America 2019 di Estadio Mineirao, Senin (17/6/2019) pagi WIB. Dalam laga ini, Edinson Cavani mencetak gol salto cantik untuk Uruguay.

Laga baru berjalan enam menit, Nicolas Lodeira sudah membuka keunggulan Uruguay. Ia berhasil mengendalikan umpan lambung dari Luis Suarez ke dalam kotak penalti. Dengan tenang, tembakannya tak dapat dihalau kiper Alexander Dominguez.

Menit 24, Ekuador mendapat musibah setelah bek kanan mereka, Jose Quinteros, harus meninggalkan lapangan karena mendapat kartu merah. Dia melanggar keras Nicolas Lodeiro.

Menit 33, Cavani menambah keunggulan Uruguay lewat tendangan saltonya. Dan di menit 44, giliran Suarez yang mencatatkan namanya di papan skor, usai memanfaatkan umpan Martin Caceres.

https://twitter.com/The_SportMag/status/1140388840944934913

Jelang pertandingan memasuki 10 menit terakhir, tepatnya menit ke-78, Uruguay menambah keunggulan lagi setelah bek Ekuador, Arturo Mina mencetak gol bunuh diri. Skor jadi 4-0 dan kedudukan ini bertahan hingga laga usai.

Susunan Pemain

Uruguay: Fernando Muslera; Martin Caceres, Jose Gimenez, Diego Godin, Diego Laxalt; Nicolas Lodeiro (Lucas Torreira 75′), Matias Vecino (Federico Valverde 81′), Rodrigo Bentancur, Nahitan Nandez (Gaston Pereiro 64′); Luis Suarez, Edinson Cavani

Ekuador: Alexander Dominguez; Jose Quinteros, Arturo Mina, Gabriel Achilier, Beder Caicedo; Jefferson Intriago, Jefferson Orejuela, Ayrton Preciado (Romario Ibarra 46′), Angel Mena (Pedro Velasco 29′), Antonio Valencia; Enner Valencia

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Uruguay vs Ekuador

Prediksi Copa America 2019 Uruguay vs Ekuador

Estádio Governador Magalhães Pinto, Senin (17/6/2019) Pukul 05.00 WIB 

Football5star.com, Indonesia – Uruguay akan memulai perjuangan di Copa America 2019 dengan menjamu Ekuador. Sebagai tim tersukses di turnamen ini, tentu La Celeste tidak ingin mendulang hasil minor di laga perdana sebagainya di edisi sebelumnya.

Kedua negara sudah bertemu sebanyak 45 kali di seluruh ajang internasional. Catatannya adalah Uruguay menang 29 kali, dan Ekuador menang enam kali, sisanya imbang.

Kemenangan terakhir Ekuador atas Uruguay adalah pada kualifikasi Piala Dunia 2018 dengan skor 2-1. Sementara dalam lima pertemuan terakhir, keduanya sama-sama mengantongi dua kemenangan dan satu kali imbang.

REKOR PERTEMUAN

Rekor Pertemuan Uruguay vs Ekuador

TREN PERFORMA
Tren Performa Uruguay vs EkuadorSTATISTIK MENARIK 
  • Uruguay mampu menang pada pertemuan terakhir atas Ekuador. 
  • Dua pertemuan terakhir kedua tim berakhir sama-sama dengan satu kemenangan dengan skor indentik, 2-1.
  • Dari lima laga terakhir, Ekuador catatkan satu-satunya kemenangan tanpa kebobolan pada Oktober 2013.
  • Kemenangan terakhir Ekaudor atas Uruguay di Copa America adalah pada 1993 silam dengan skor 2-1.
PELATIH
  • Laga nanti akan menjadi pertemuan pertama bagi pelatih dari kedua tim.
  • Pelatih Uruguay, Oscar Tabarez punya catatan dua kemenangan, dua kekalahan dan dua hasil imbang melawan Ekuador.
  • Sementara pelatih Ekuador, Hernan Gomez, meraih satu kemenangan dan tiga kekalahan melawan Uruguay.
WASIT
  • Pertandingan nanti akan dipimpin oleh wasit asal Brasil, Anderson Daronco.
  • Kedua tim sama-sama pernah diwasiti Daronco dengan hasil satu kemenangan.
  • Pertandingan ini merupakan pertama kalinya dipimpin oleh Daronco.
PEMAIN KUNCI
Urugay

Top Scorer:
Top Assist:
Top Rating:

Ekuador
Top Scorer:

Top Assist:
Top Rating:

BERITA KEDUA TIM
  • Uruguay: Masih akan mengandalkan Suarez dan Cavani di lini depan
  • Uruguay: Lucas Toreira kemungkinan besar akan memulai laga dari bangku cadangan.
  • Ekuador: Enner Valencia belum tentu diturunkan sejak awal.
  • Ekuador: Máximo Banguera atau Alexander Domínguez bisa punya kesempatan tampil sejak awal.
PRAKIRAAN FORMASI

Prakiraan Formasi Uruguay vs Ekuador

PREDIKSI HASIL
WhoScored
Uruguay 1-0 Ekuador
Forebet
Uruguay 2-0 Ekuador
Predictz
Uruguay 1-0 Ekuador
FOOTBALL5STAR
URUGUAY 2-1 EKUADOR

5 Bintang Bintang Amerika Selatan Yang Absen Di Piala Dunia 2018

Football5star.com, Indonesia – Keberhasilan Peru menyingkirkan Selandia Baru di babak play-off memastikan Amerika Selatan mengirim lima wakil ke Piala Dunia 2018. Namun, kegagalan beberapa negara lolos membuat lima pemain bintang harus absen.

Sepanjang sejarahnya, Amerika Selatan telah menelurkan banyak pemain berkualitas. Diego Maradona (Argentina) dan Pele (Brasil) adalah dua contoh nama sering diperdebatkan sebagai pemain terbaik sepanjang masa.

Dua nama tersebut sangat melegenda bukan hanya karena kemampuan individu yang dimiliki, melainkan juga karena keberhasilan mereka mengantarkan negaranya masing-masing menjuarai Piala Dunia.

Memang, Piala Dunia dapat dikatakan sebagai sebuah ajang unjuk gigi bagi para pemain untuk membuktikan kualitasnya di pentas termegah dalam dunia sepak bola. Situasi serupa tentu bakal kembali terjadi di Rusia tahun depan

Hanya saja, jatah tempat yang terbatas membuat beberapa pemain harus rela hanya menyaksikan Piala Dunia melalui layar kaca.

LIMA PEMAIN BINTANG AMERIKA SELATAN YANG ABSEN DI PIALA DUNIA 2018

1. Alexis Sanchez

alexis sanchez, cile

 

Jika ada satu nama yang aksinya sangat dinantikan di Piala Dunia, mungkin ia adalah Alexis Sanchez. Ia merupakan tulang punggung Cile dalam menjuarai Copa America pada 2015 dan 2016.

Sayang, pemain milik Arsenal tersebut gagal membawa La Roja lolos dari babak kualifikasi Piala Dunia 2018. Mereka finis di peringkat keenam klasemen, hanya berselisih satu poin dari Peru yang menempati zona play-off.

2. Arturo Vidal

arturo vidal, cile

Senasib sepenanggungan dengan Sanchez, Arturo Vidal juga tidak akan dapat beraksi di putaran final Piala Dunia.

Setelah dipastikan gagal meraih tiket ke Rusia, media-media nasional Cile sempat mengkritik Vidal habis-habisan. Sang gelandang bahkan sampai mengisyaratkan siap untuk pensiun dari sepak bola internasional.

Absennya Vidal tentu patut disayangkan. Pasalnya, ia menampilkan performa apik bersama Bayern Munich di musim 2017-18 sejauh ini.

3. Claudio Bravo

claudio bravo, cile

Satu lagi pemain Cile yang tidak akan dapat kita lihat aksinya di Piala Dunia 2018 adalah Claudio Bravo.

Kendati bukan lagi merupakan pilihan utama manajer Pep Guardiola di Manchester City, Bravo tetap dipercaya sebagai kiper utama La Roja. Ia bahkan memegang ban kapten.

Mengingat usianya sudah menginjak 34 tahun, bukan tidak mungkin kita juga tidak akan dapat melihatnya beraksi di Piala Dunia 2022, sekalipun Cile berhasil lolos.

4. Antonio Valencia

antonio valencia, ekuador

Ekuador memang bukanlah tim yang memiliki tingkat ketenaran seperti Brasil, Argentina, atau Cile. Meski demikian, mereka tetap memiliki pemain berkualitas, salah satunya adalah Antonio Valencia.

Performa Valencia bersama Manchester United tengah menanjak di musim 2017-18 sejauh ini. Ia menjadi pilihan utama manajer Jose Mourinho untuk mengisi posisi bek kanan.

Sayang, pemain berusia 32 tahun tersebut gagal mereplika performanya di klub ke timnas Ekuador.

5. Salomon Rondon

salomon rondon, venezuela

Salomon Rondon mungkin tidak lagi dilabeli sebagai salah satu striker terbaik dari Amerika Selatan. Maklum, performanya bersama West Bromwich Albion di musim 2017-18 ini jauh dari kata istimewa (2 gol / 12 pertandingan).

Bagaimanapun, Rondon tetaplah bintang Premier League. Kegagalannya membawa Venezuela melaju ke putaran final Piala Dunia 2018 tentu patut disayangkan.

Brasil Mantapkan Posisi di Puncak

Football5Star.com, Indonesia – Kemenangan 2-0 Brasil saat menjamu Ekuador membuat mereka memantapkan posisi di puncak klasemen kualifikasi Piala Dunia 2018 zona CONMEBOL. Tim Samba yang sebelumnya sudah memastikan diri lolos ke Rusia kini unggul 11 poin dari Kolombia di urutan kedua.

kepastian Brasil ke Rusia bahkan sudah mereka dapatkan sejak Maret lalu. Ketika itu, Neymar dan kolega berhasil mengalahkan Paraguay 3-0. Disaat yang bersamaan, dua negara pesaingnya, Uruguay dan Argentina menderita kekalahan di hari yang sama.

Meski sudah memastikan lolos, Tite tetap memainkan skuat terbaiknya pada laga yang berlangsung Jumat (1/9/2017) pagi WIB. Nama-nama tenar seperti Neymar, Gabriel Jesus, dan Marcelo mengisi starting line up. Meski begitu, mereka baru bisa membobol gawang Ekuador pada babak kedua.

Seperti yang diperkirakan banyak orang, Philippe Coutinho dimainkan oleh Tite sebagai pengganti Renato Augusto di babak kedua. Tidak hanya itu, pria berusia 25 tahun ini juga mencetak gol 14 menit jelang laga usai. Sebelumnya, Paulinho berhasil memecah kebuntuan pada menit 69.

Kekalahan ini semakin membuat langkah Ekuador ke Piala Dunia semakin berat. Antonio Valencia dkk saat ini berada di peringkat ketujuh. Terpaut tiga poin dari peringkat empat yang menjadi batas akhir syarat lolos otomatis.

 

Susunan Pemain:

Brasil: 1-Alisson; 2-Dani Alves, 3-Miranda (14-Thiago Silva 46’), 13-Marquinhos, 12-Marcelo, 5-Casemiro, 8-Renato Augusto (Coutinho 58’), 15-Paulinho, 19-Willian (20-Luan 84’), 9-Gabriel Jesus, 10-Neymar.

Pelatih: Tite

Ekuador: 1-Banguera; 3-Arboleda, 4-Velasco, 5-Gaibor (7-Cazares 73’), 6-Noboa, 9-Martinez (20-Marcos Caicedo 79’), 13-Enner Valencia (73-Felipe Caicedo 73’), 15-Quinonez, 16-Antonio Valencia, 19-Ramirez, 21-Achilier.

Pelatih: Quinteros

Lazio Resmi Datangkan Caicedo

Football5Star.com, Indonesia – Klub Serie A Italia, SS Lazio resmi mendatangkan bintang Ekuador,Felipe Caicedo. Ia di transfer dari Espanyol dengan harga 2,5 juta euro.

Kabar ini langsung disambut Lazio lewat situs resmi klub. Namun, I Biancoceleste tidak menyebutkan secara detail berapa lama ia akan berada di Olimpico.

Kedatangan mantan pemain Manchester City ini menjadi rekrutan keenam Lazio setelah sebelumnya mereka mendatangkan Lucas Leiva, Palombi, Adam Marusic, Di Gennaro, dan Fransisco Orlando.

Caicedo kemungkinan akan melakukan debutnya di Piala Super Copa Italia melawan Juventus, 13 Agustus nanti.

Penyerang berusia 28 tahun ini akan menjalani pengalaman baru di Italia, karena ini pertama kali ia membela klub Negeri Pizza.

Masuknya Lazio ke kompetisi Eropa musim depan tampaknya menjadi pertimbangan tersendiri Allenatore Simone Inzaghi untuk menambah amunisinya di lini serang.

Namun, keputusan manajemen Lazio mendatangkannya menjadi tanda tanya tersendiri karena catatannya musim lalu tidak begitu impresif bersama Espanyol.

Dari 29 laga yang dimainkan, pemilik 66 caps bersama Timnas Ekuador ini hanya mengemas 2 gol untuk klub yang bermarkas di RCDE Stadium itu.

Lazio menjadi tim kesembilan yang diperkuat Caicedo. Sebelumnya penyerang bertubuh gempal ini bermain untuk Malaga, Manchester City, Sporting Lisbon, Levante, Rocafuerte, FC Basel, Lokomotif Moskow, dan Espanyol

 

 

Kualifikasi Piala Dunia 2018: Uruguay Kalahkan Ekuador 2-1

Football5star, Indonesia – Uruguay terus menjaga posisinya di papan atas Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona CONMEBOL, usai menang 2-1 atas Ekuador.

Pada pertandingan ke-11 yang dihelat di Estadio Centenario, Montevideo, Jumat (11/11/2016) pagi WIB, Uruguay tampil full team dengan menurunkan trio Luis Suarez, Edinson Cavani, dan Christian Stuani di lini depan.

Mereka pun menguasai jalannya pertandingan dengan menyerang sedari menit awal. Hasilnya pada menit ke-12, Uruguay sudah membuka keunggulan lewat bek tengahnya, Sebastian Coates.

Mantan pemain Liverpool tersebut menanduk bola hasil sepak pojok Carlos Sanchez untuk membobol gawang Ekuador.

Di menit ke-45, skor menjadi sama kuat 1-1 usai Ekuador mencetak gol lewat Felipe Caicedo. Diawali umpan Renato Ibarra, sepakan menyilang Caicedo tak kuasa dihalau kiper Uruguay, Fernando Muslera.

Tapi, Uruguay langsung membalas di masa injury time babak pertama ketika Diego Rolan menggunakan tumitnya membelokkan sepakan Sanchez ke gawang Ekuador.

Masuk di babak kedua, Uruguay dan Ekuador bermain lebih hati-hati. Maka dari itu tak banyak peluang yang tercipta di babak ini, sehingga skor 2-1 tetap bertahan hingga laga usai.

Berkat tambahan tiga poin ini, Uruguay memuncaki klasemen sementara dengan 23 poin dari 11 laga. Tapi, posisi mereka bisa turun ke urutan kedua jika Brasil mengalahkan Argentina.

Sementara, Ekuador ada di posisi keempat klasemen dengan 17 poin.

Pada pertandingan lainnya, tuan rumah Paraguay secara mengejutkan takluk 1-4 dari Peru.

Susunan Pemain

Uruguay: Muslera, M. Pereira, Coates, Godin, Silva, Sanchez (Corujo 88′), Arevalo, Vecino, Rolan (Ramirez 62′), Suarez, Stuani

Ekuador: Dreer, W. Ayovi, Erazo, Achilier, Paredes, Ibarra, Noboa, Bolanos (Cazares 72′), Orejuela (J. Ayovi 83′), Martinez (M. Caicedo 62′), F. Caicedo

Berita Bola: Hindari Kejaran Polisi, Valencia Pura-Pura Cedera

Bintang tim nasional Ekuador, Enner Valencia, diduga berpura-pura cedera ketika menghadapi Cile, Jumat (7/10), untuk menghindari kejaran polisi.

Ada-ada saja ide dari Valencia. Ia dikejar-kejar oleh polisi ketika ditandu meninggalkan lapangan pertandingan pada menit ke-82 kala timnya menang 3-0 atas Cile dalam laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2018.

Bukan tanpa alasan pemain West Ham United yang tengah dipinjamkan ke Everton ini sampai dikejar polisi. Pasalnya, ia diklaim tidak bertanggung jawab atas tanggungan biaya perawatan anak perempuannya yang berumur lima tahun. Ia dituntut untuk membayar 13,350 Poundsterling (kurang lebih setara dengan 216 juta Rupiah).

Akibat kelalaiannya, pihak kepolisian siap untuk menangkap Valencia selepas laga. Namun, ia ternyata memiliki ide lain. Ia dituduh berpura-pura cedera agar bisa lolos dari kejaran pihak yang berwajib.

“Sungguh disesalkan beberapa petugas kepolisian tidak bekerja sama demi menangkap pesepak bola Enner Valencia,” ujar kuasa hukum dari ibu anak Valencia, Paul Marin, seperti yang dikutip Mirror.

“Hal ini untuk memastikan ia memenuhi panggilan pengadilan. Jika mereka mengatakan pria ini berpenghasilan sangat besar, mengapa ia tidak membayar (biaya mengurus) anak perempuannya per bulan,” tambah dirinya.

Kabar terakhir mengatakan bahwa pengacara dari sang pemain, Juan Carlos Carmigniani, telah mencapai kesepakatan dengan pengadilan setempat untuk menghindari pemanggilan sementara waktu. Belum ada keterangan resmi apa pun dari Valencia terkait masalah ini.

Kualifikasi Piala Dunia 2018: Chile Ditumbangkan Ekuador 0-3

Tim nasional Chile menelan hasil buruk dalam lawatannya ke kandang Ekuador. La Roja menuntaskan laga dengan kekalahan tiga gol tanpa balas.

Pada lanjutan Kualifkasi Piala Dunia 2018 Zona Amerika Latin di Estadio Olimpico Atahualpa, Jumat (7/10/2016) dinihari WIB, Ekuador unggul 2-0 di babak pertama sebelum menambah satu gol lagi di babak kedua.

Antonio Valencia membuka keunggulan Ekuador pada menit ke-19. Berawal dari akselerasi Enner Valencia dari sisi kanan, bola dikirimkan ke kotak penalti sebelum dituntaskan sepakan kaki kanan Antonio Valencia.

Di menit ke-23 Christian Ramires menggandakan keunggulan. Dari sebuah kemelut di kotak penalti Chile, bola liar disambar Ramires dan mengubah skor jadi 3-0.

Chile jadi bulan-bulanan Ekuador di mana Bravo harus membuat enam penyelamatan atas banyaknya peluang yang mengarah ke gawangnya. Total ada 20 attempts dilepaskan Ekuador sepanjang 90 menit dengan sembilan on target.

Sementara, Chile hanya bikin satu shot on target dari total sembilan upaya percobaan.

Di babak kedua, Chile sudah kebobolan di menit ke-46 ketika Felipe Caicedo meneruskan tendangan Antonio Valencia dan sukses menaklukkan Bravo di bawah mistar.

Tambahan tiga poin membuat Ekuador sementara naik ke peringkat kedua klasemen dengan 16 poin dari sembilan laga. Chile turun ke posisi ketujuh dengan 11 poin.

Susunan Pemain

Ekuador: Dreer, Paredes, L. Caicedo, Ramirez, Mina, A. Valencia, Noboa, Martinez (Cazares 89′), Orejuela, F. Caicedo (Ibarra 51′), E. Valencia (Ayovi 82′)

Chile: Bravo, Jara, Mena, Roco, Vidal, Isla, Diaz (Castillo 50′), Aranguiz, Hernandez, Sanchez, Vargas (L. Valencia 74′)

Berita Bola: Brasil Hantam Ekuador 3-0

Brasil menang 3-0 atas Ekuador pada laga kualifikasi Piala Dunia 2016 zona CONMEBOL, Jumat (2/9/2016) pagi WIB. Gol Tim Samba dicetak Gabriel Jesus (dua gol) dan Neymar.

Gol pertama Brasil dicetak Neymar melalui titik penalti pada menit 72. Wasit menunjuk titik putih setelah kiper Ekuador, Alexander Dominguez melanggar Gabriel Jesus.

Ekuador kemudian harus bermain dengan 10 orang pemain, setelah Juan Carlos Paredes diusir wasit menit 76. Paredes menerima kartu kuning kedua usai melanggar Renato.

Gabriel Jesus menambah keunggulan Brasil jelang pertandingan usai. Tak tanggung, bomber yang baru saja diboyong Manchester City ini mencetak dua gol hanya dalam waktu lima menit. Skor jadi 3-0 untuk Brasil dan kedudukan ini bertahan hingga laga usai.

Berkat kemenangan ini, Brasil sukses naik ke posisi empat klasemen kualifikasi Piala Dunia 2018 zona CONMEBOL, dengan raihan 12 poin. Sementara bagi Ekuador, kekalahan membuatnya melorot ke posisi ketiga dengan nilai 13.

Susunan Pemain

Ekuador: Alexander Dominguez, Walter Ayovi, Gabriel Achilier, Juan Carlos Paredes, Arturo Mina, Christian Noboa, Carlos Gruezo (Fernando Gaibor’82), Jefferson Montero (Michael Arroyo’73), Miler Bolanos, Felipe Caicedo (Renato Ibarra’67), Enner Valencia.

Brasil: Alisson, Dani Alves, Marquinhos, Joao Miranda, Marcelo, Casemiro, Paulinho, Willian (Philippe Coutinho’61), Renato Augusto, Gabriel Jesus, Neymar.

Berita Bola: Menang Atas Ekuador, Amerika Serikat Ke Semifinal Copa America Untuk Pertama Kali

Amerika Serikat mencetak sejarah di Copa America Centenario. Untuk pertama kalinya mereka mampu menembus semifinal Copa America sesudah mengalahkan Ekuador pada perempat final, Jumat (17/6).

The Stars and The Stripes menekuk La Tricolor dengan skor 2-1 di Stadion CenturyLink Field. Kemenangan itu didapat berkat efektivitas permainan yang diperagakan oleh AS.

Sepanjang laga sejatinya Ekuador lebih mendominasi permainan. Hal itu tergambar dari penguasaan bola yang mencapai 58 persen. Selain itu, La Tricolor sesungguhnya juga lebih sering mengancam gawang The Stars and The Stripes. Tercatat mereka membuat 18 peluang dibanding sembilan peluang yang diperoleh tuan rumah.

Akan tetapi, AS memang lebih tajam di depan gawang. Pada menit ke-22, mereka mencuri gol lewat sundulan Clint Dempsey yang memanfaatkan umpan Jermaine Jones. Namun, sesudah itu tidak ada lagi gol yang tercipta di babak pertama.

Ekuador mencoba bangkit menggebrak pada babak kedua. Serangan Michael Arroyo sempat membahayakan gawang Brad Guzan. Namun, gol tidak tercipta.

Pada menit ke-52, wasit Wilmar Roldan terpaksa mengusir Jones dan Antonio Valencia dari lapangan. Valencia mendapat kartu kuning kedua setelah menendang Alejandro Bedoya. Jones marah dan berkonfrontasi dengan Valencia sehingga diusir.

Sama-sama bermain dengan sepuluh pemain, AS kembali mencetak gol pada menit ke-66 berkat tendangan Gyasi Zardes. Namun, Ekuador hanya bisa membalas satu gol lewat aksi Arroyo pada menit ke-74.

Skor 2-1 bertahan hingga akhir. Hal itu memastikan AS untuk pertama kalinya berlaga di semifinal Copa America. Mereka akan bertemu dengan pemenang laga Venezuela versus Argentina.

Susunan Pemain

Amerika Serikat: Guzan, Beseler, Brooks, Cameron, Johnson, Bradley, Dempsey (Bekerman 74), Bedoya (Zusi 81), Jones, Wood, Zardes (Birnbaum 90)

Ekuador: Dominguez, Mina, Erazo, Paredes (J. Ayovi 82), Noboa (Gaibor 62), Montero, W. Ayovi, Arroyo, A. Valencia, Gruezo (Ramirez 72), E. Valencia

Berita Terkini: Hantam Haiti, Ekuador Hadapi AS Di Perempat final Copa America Centenario

Tim nasional Ekuador akan menghadapi Amerika Serikat di babak perempat final ajang Copa America Centenario. Di laga terakhir Grup B, mereka memetik kemenangan dengan skor akhir 4-0.

Saat melakoni pertandingan di MetLife Stadium, East Rutherford, AS, Senin (13/6) pagi WIB, Ekuador sudah mencetak gol di menit ke-11. Dia memanfaatkan umpan yang dilepaskan oleh Christian Noboa. Enner bisa melakukan tusukan ke kotak penalti Haiti, lalu melakukan sepakan kaki kanan.

Enner menjadi kreator gol kedua Ekuador di menit ke-20. Gol itu dilesakkan oleh Jamie Ayovi. Enner bisa melepaskan diri dari jebakan offisde, lalu memberikan umpan matang untuk Ayovi.

Ekuador mampu menambah gol di menit ke-57. Gol itu dilesakkan oleh Christian Noboa lewat satu sepakan kaki kanan. Dia bisa mengontrol umpan silang Jefferson Montero, lalu menceploskan bola ke dalam gawang dengan tendangan kaki kanan.

Antonio Valencia membuat Ekuador kian tak terkejar dengan golnya di menit ke-78. Enner kembali menjadi pencetak assist-nya.

Dengan kemenangan ini, Ekuador sudah mengamankan posisi kedua klasemen dengan raihan lima poin. Mereka dipastikan akan berhadapan dengan AS untuk melakoni pertandingan perempat final.

Di Grup B, saat ini masih berlangsung pertandingan antara Brasil melawan Peru. Laga itu menjadi pertandingan hidup-mati untuk kedua tim. Hasil imbang sudah cukup untuk meloloskan Brasil dengan predikat juara grup, Sementara itu, Peru butuh hasil kemenangan.

Berita Bola: Diimbangi Ekuador, Peru Gagal Kudeta Brasil Dari Puncak Klasemen Grup B

Ekuador dan Peru bermain imbang 2-2 dalam laga lanjutan penyisihan grup B Copa America Centenario di Stadion University of Pheonix pada hari Kamis (9/6).

Baru lima menit pertandingan berjalan, Peru sudah berhasil membuka keunggulan. Memanfaatkan operan Paolo Guerrero, Christian Cueva dengan cerdik memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan Ekuador untuk membawa timnya unggul 1-0.

Delapan menit berselang, skuat asuhan pelatih Ricarco Gareca kembali mencetak gol. Kali ini, giliran Edison Flores yang mencatatkan namanya di papan skor melalui tendangan terarah ke pojok kiri gawang kiper Alexander Dominguez.

Sayang, Peru gagal memanfaatkan momentum. Ekuador perlahan-lahan mulai keluar dari tekanan dan berusaha untuk memperkecil ketertinggalan. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-39 berkat gol brilian Enner Valencia. Skor 2-1 bertahan hingga turun minum.

Ketika wasit memulai babak kedua, Ekuador langsung mengambil inisiatif menyerang. Hasilnya, mereka hanya membutuhkan waktu tiga menit untuk membuat skor sama kuat 2-2. Memaksimalkan umpan Jefferson Montero, Miler Bolanos tak menyia-nyiakan kesempatan emas di depan gawang Peru.

Di sisa laga, kedua tim saling jual-beli serangan dan pertandingan berjalan keras. Gabriel Achilier bahkan sampai diusir keluar lapangan setelah mendapatkan kartu kuning kedua pada masa injury time. Namun, tidak ada gol tambahan yang tercipta hingga wasit meniupkan peluit panjang.

Hasil ini membuat Peru gagal merebut kembali puncak klasemen dari Brasil. Mereka berada di peringkat kedua dengan total raihan 4 poin. Sementara, Ekuador berada di ujung tanduk karena hanya mampu mengumpulkan 2 poin dari dua pertandingan.

SUSUNAN PEMAIN

Ekuador (4-2-3-1): Dominguez; Paredes (Ayovi 46′), Mina, Achilier, Ayovi; Gruezo, Noboa; A. Valencia, Bolanos (Martinez 62′), Montero (Cazares 88′); E. Valencia.

Peru (4-2-3-1): Gallese; Trauco, Rodriguez, Ramos, Revoredo; Vilchez (Ruidiaz 73′), Tapia; Flores (Yotun 79′), Cueva, Hohberg (Polo 55′); Guerrero.

Berita Terkini: Brasil Diimbangi Ekuador Tanpa Gol di Laga Perdananya

Timnas Brasil mengawali kiprah mereka di Copa America Centenario dengan hasil kurang memuaskan. Menghadapi Ekuador, Selecao hanya bermain imbang tanpa gol.

Dalam laga perdana Grup B yang dihelat di Rose Bowl Stadium, Pasadena, California, Minggu (5/6/2016) pagi WIB, Brasil menurunkan tim terbaiknya minus Neymar yang memang tidak dibawa ke turnamen ini.

Cederanya Miranda membuat ban kapten pindah ke lengan Dani Alves. Di lini depan, Brasil mengandalkan trio Philipppe Coutinho, Willian, dan Jonas Goncalves. Sementara di lini tengah diisi Renato Augusto, Casemiro, dan Elias.

Ekuador memberi ancaman awal pada menit kelima. Umpan Enner Valencia diterima Miller Bolanos yang langsung melepaskan sepakan kencang ke arah gawang, tapi hanya menyamping tipis.

Dua menit kemudian giliran Brasil balas menyerang. Serbuan dari sisi kanan yang digawangi Willian dituntaskan dengan umpan tarik ke kotak penalti. Coutinho menyambut dengan sepakan mendatar tapi Esteban Dreer mampu menepisnya.

Ekuador dan Brasil setelah itu saling jual-beli serangan. Ekuador mengandalkan kecepatan Antonio Valencia dan kegesitan Enner Valencia di lini depan. Sementara Brasil lewat Willian dan Dani Alves dari sisi kanan.

Crossing Coutinho di menit ke-11 berhasil menemui kepala Jonas tapi bola melebar dari sasaran.

Setelah itu relatif tak ada peluang berbahaya dan babak pertama berakhir imbang tanpa gol.

Di babak kedua, Brasil masih mendominasi permainan tapi mereka tetap kesulitan membuat peluang berbahaya. Demi menajamkan lini serang, pelatih Carlos Dunga memasukkan Gabriel Barbosa alias Gabigol menggantikan Jonas.

Pada menit ke-66 Ekuador sebenarnya bisa mencetak gol usai Bolanos menjebol jala Alisson dari sudut sempit. Meski demikian, gol itu dianulir karena bola sudah lebih dulu meninggalkan lapangan sebelum disepak Bolanos.

Padahal, dalam tayangan ulang, bola sebenarnya belum penuh meninggalkan lapangan dan keputusan hakim garis ini sempat diprotes pemain Ekuador.

Peluang terbaik Brasil di babak kedua hadir di menit ke-85 ketika Lucas Moura menanduk bola dari jarak dekat. Meski kiper lawan sudah terpaku, namun bola malah melebar.

Laga berakhir dengan skor 0-0 dan ini membuat Peru, yang menang 1-0 atas Haiti, berhasil memuncaki klasemen sementara Grup B. Laga kedua Brasil adalah menghadapi Haiti hari Rabu mendatang.

Susunan Pemain

Brasil: Alisson; Dani Alves, Marquinhos, Gil, Luis; Elias (Lucas Lima 86′), Casemiro, Augusto; Willian (Lucas Moura 76′), Coutinho, Jonas (Gabriel 62′).

Ekuador: Dreer; Paredes, Achilier, Mina, W. Ayovi; Noboa, Gruezo; A. Valencia, Bolanos (Orellana 91′), Montero (Tenorio 81′); E. Valencia (Corozo 81′)

Berita Bola: Pendapat Dunga Mengenai Gol Ekuador ke Gawang Brasil yang Dianulir

Brasil terpaksa hanya meraih satu poin dalam laga perdana Copa America Centenario yang mereka lalui. Melawan Ekuador pada Minggu (5/6), Selecao bermain imbang 0-0. Namun, terdapat sebuah kontroversi karena Ekuador sejatinya mencetak gol. Hal ini diharapkan oleh pelatih Brasil, Carlos Dunga, agar tidak terlalu dipermasalahkan.

Selecao bermain tanpa Neymar di atas lapangan. Akibatnya, permainan Brasil mampu diredam oleh Ekuador. Bahkan, pada menit ke-66, Ekuador sejatinya mencetak gol melalui tendangan Miller Bolanos.

Akan tetapi, wasit Julio Bascunan memutuskan tidak mengesahkan gol. Hal itu dikarena hakim garis menilai bola sudah ke luar lapangan sebelum ditendang langsung ke gawang yang dijaga oleh Alisson. Putusan itu pun menuai protes dari para pemain Ekuador.

Terkait insiden tersebut, Dunga merasa tidak bisa memberi jawaban pasti. Pasalnya, dia tidak melihat kejadian secara jelas.

“Saya tidak bisa memberi penilaian apakah bola sudah ke luar atau tidak. Saya berada jauh dari sana,” kata Dunga. “Saya tidak melihat televisi dan dari posisi saya, sangat sulit untuk mengetahuinya. Para pemain yang paling dekat menyatakan bola telah keluar.”

Insiden itu menjadi perbincangan di dunia maya karena tayangan televisi memperlihatkan bola masih berada di dalam lapangan sebelum ditendang oleh Bolanos. Namun, hal itu tetap tidak bisa mengubah hasil pertandingan.

Akibat hasil seri dengan Ekuador, Brasil sekarang bercokol di peringkat kedua klasemen sementara Grup B di bawah Peru.

Berita Bola: “Kalau yang Membuatnya Brasil, Gol Ekuador Akan Disahkan”

Ekuador harus puas berbagi angka dengan Brasil di laga Grup B Copa America Centenario pada Minggu (5/6). Padahal, sejatinya mereka mencetak gol yang akhirnya dianulir. Putusan wasit itu rupanya membuat pelatih Ekuador, Gustavo Quinteros geram.

Ekuador mengakhiri laga perdana mereka di Grup B dengan skor 0-0. Hasil itu membuat mereka mesti berada di bawah Peru dan Brasil yang ada di atasnya. Andai gol yang mereka cetak ke gawang Selecao disahkan, mungkin nasib Ekuador bakal berbeda.

Pada menit ke-66, Miller Bolanos sejatinya membuat gol yang dapat membuat Ekuador unggul. Namun, wasit Julio Bascunan memutuskan untuk menganulir gol Bolanos karena hakim garis menyatakan bola telah ke luar lapangan terlebih dulu sebelum ditendang. Terkait insiden ini, Quinteros geram. Dia menyindir bahwa wasit selalu mendukung tim besar seperti Brasil.

“Saya baru saja melihat rekamannya beberapa kali dan sayangnya wasit membuat putusan salah yang selalu menguntungkan tim yang lebih kuat,” ucap Quinteros. “Pada kenyataannya, jika aksi itu dilakukan oleh pihak lain, kami sangat ragu wasit akan memutuskan untuk menganulir gol.”

Quinteros gusar karena dia merasa anak didiknya mampu tampil baik. Meski kalah dalam penguasaan bola dengan perbandingan 70 persen dan 30 persen, Ekuador sempat melakukan enam upaya mencetak gol ke gawang Brasil.

“Jadi, kami sangat marah tentang hal itu, terkait semua usaha, kerja keras, dan gol yang diambil dari kami. Pada akhirnya, kami senang dengan cara kami bermain,” tandas Quinteros.

Uruguay Dikalahkan Ekuador 1-2

Laju sempurna Uruguay terhenti setelah dikalahkan Ekuador di pertandingan ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2018. La Celeste sendiri takluk dengan skor 1-2.

Pada laga yang dihelat di Estadio Olimpico Atahualpa, Quito, Jumat (13/11/2015) dinihari WIB, Ekuador memimpin lewat gol Felipe Caicedo pada menit ke-23.

Diawali umpan terobosan Christian Noboa kepada Juan Carlos Paredes. Paredes yang bergerak di sisi kanan kemudian mengoper bola kepada Caicedo, dan dituntaskan dengan sepakan kaki kanan yang menjebol gawang Uruguay yang dijaga Fernando Muslera.

Uruguay punya kans untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-36. Dalam sebuah serangan balik cepat, Carlos Sanchez bisa melepaskan tembakan ke arah gawang Ekuador. Namun, tembakan Sanchez terlalu lemah dan bisa dimentahkan kiper Alexander Dominguez.

Babak kedua berjalan empat menit, Uruguay membuat skor sama kuat 1-1 lewat gol tandukan Cavani meruskan tendangan bebas Nicolas Lodeiro.

Cavani sebenarnya punya kans untuk membalikkan keadaan beberapa saat kemudian, tapi sepakannya masih bisa ditepis oleh Dominguez.

Fidel Martinez malah membawa Ekuador kembali memimpin pada menit ke-59. Bola rebound hasil tembakan Jefferson Montero yang ditepis Muslera, dengan cepat disambar Martinez untuk menjadi gol.

Hingga laga berakhir skor 2-1 tetap bertahan dan membuat Ekuador kini memuncaki klasemen dengan sembilan poin, sementara Uruguay di posisi ketiga dengan enam poin.

Susunan Pemain

Ekuador: Dominguez, Erazo, Paredes, Ayovi, Achilier, Noboa, Montero (Mena 90′), Martinez, Quinonez (A. Bolanos 46′), M. Bolanos (Cazares 83′), Caicedo

Uruguay: Muslera, Godin, M. Pereira, Coates, Caceres, Sanchez, Lodeiro (Rolan 63′), Arevalo, Gonzalez (A. Pereira 89′), Cavani, Hernandez (Santos 86′)