Kalah 0-5 dari Barcelona Jadi Kenangan Terburuk Xabi Alonso

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Xabi Alonso bercerita soal pengalamannya sebagai pesepak bola. Pelatih Real Sociedad B ini pun menceritakan momen terburuk dalam kariernya.

Dari ratusan pertandingan yang dilakoni, ada satu kenangan yang menyakiti hatinya. Itu terjadi saat dirinya masih berseragam Real Madrid.

Tepatnya kala laga El Clasico berlangsung di Camp Nou musim 2010-2011. Di sana Real Madrid dibuat babak belur oleh Barcelona dengan skor 5-0.

xabi alonso-DeadlineDayLine
@DeadlineDayLive

“Pertandingan di Camp Nou saat kami kalah 0-5 adalah malam terburuk yang pernah saya jalani di lapangan sepak bola. Setelah 20 menit saya berpikir untuk pergi dan pulang. Mandi dan pulang ke rumah, hanya itu yang saya pikirkan,” kata Alonso kepada Marca, Jumat (30/4/2021).

“Itu benar-benar menyakitkan, itu memberi kami determinasi yang tinggi. Pada saat itu kami tahu jika kami terlalu baik mereka akan membunuh kami,” ia menambahkan.

Musim 2010-2011 El Clasico sedang panas-panasnya. Barcelona yang memulai era baru bersama Pep Guardiola tampil luar biasa. Adapun Real Madrid baru saja dilatih Jose Mourinho, yang sebelumnya meraih treble winner bersama Inter Milan.

Akan tetapi, pertandingan justru berjalan timpang. El Barca tanpa ampun memberondong lima gol ke gawang Iker Casillas. Lima gol dicetak oleh Xavi Hernandez, Pedro Rodriguez, Jeffren, serta Davic Villa yang membukukan brace.

Pada akhir musim tersebut Azulgrana keluar sebagai juara LaLiga. Sementara Los Blancos berada tepat di bawahnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Selepas El Clasico, Luka Modric Sindir Hobi Buruk Gerard Pique

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Sebuah insiden kecil terjadi selepas laga El Clasico antara Real Madrid dan Barcelona, Minggu (11/4/2021) dini hari WIB. Di pinggir lapangan, Luka Modric dan Gerard Pique sempat terlibat perbincangan singkat tapi panas.

Dalam laga El Clasico yang dimenangi Madrid 2-1, Pique sama sekali tak bermain. Pelatih Barcelona, Ronald Koeman, menyimpan bek senior itu di bangku cadangan. Namun, begitu pertandingan usai, dia bangkit dan memasuki lapangan. Dia menyalami para pemain, termasuk dari kubu lawan.

Sekilas tak ada yang aneh dengan hal yang dilakukan Pique. Namun, Modric rupanya tahu gelagat lain. Dia pun melontarkan sindiran saat bertegur sapa dengan mantan bek andalan timnas Spanyol tersebut.

https://www.youtube.com/watch?v=u4-IjKbMyNs&ab_channel=RameezAli

“Apakah kamu menanti wasit buat protes lagi?” ucap Modric saat berjabat tangan seperti dikutip Football5Star.com dari Tribuna. Pique menjawab, “4 menit, kawan…” Modric lantas merespons dengan bertanya, “Berapa banyak yang kamu mau?”

Sudah kerap menjalani laga El Clasico, Modric rupanya tahu betul hobi buruk Pique. Setiap kali kalah, bek Barcelona itu selalu mengeluh dan melancarkan protes kepada wasit. Kali ini pun, karena kubu El Barca merasa dirugikan, sang gelandang Madrid tahu persis Pique akan protes juga.

Pique Tetap Protes Wasit

Gerard Pique tetap memprotes wasit Real Madrid vs Barcelona meskipun sudah disindir Luka Modric.
Getty Imgaes

Dugaan Luka Modric ternyata tak meleset. Meskipun sudah disindir, bek Barcelona itu tetap menuju lapangan, lalu menghampir wasit Jesus Gil Manzano yang hanya memberikan injury time selama 4 menit. Dia menilai itu terlalu sedikit.

Salah satu hal yang membuat Pique meminta injury time lebih lama adalah insiden yang dialami Gil Manzano. Wasit yang bertugas setelah Antonio Mateu Lahoz berhalangan karena cedera itu sempat menghabiskan waktu beberapa menit untuk membetulkan alat komunikasi yang dipakainya.

Setelah laga El Clasico yang berakhir 2-1 bagi Real Madrid, kubu Barcelona meledak. Selain protes Gerard Pique soal injury time, pelatih Ronald Koeman mempertanyakan putusan Gil Manzano tak menunjuk titik putih ketika Ferland Mendy melanggar Martin Braithwaite di kotak penalti. Saking marah, dia menghentikan wawancara dengan Movistar saat sang reporter tak setuju dengan pendapatnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Thibaut Courtois Ungkap Perjuangan Berat Kalahkan Barcelona

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, mengakui perjuangan berat menaklukkan Barcelona, Minggu (11/4/2021) dini hari WIB. Selain perlawanan luar biasa lawan, dia secara khusus menunjuk faktor cuaca yang mewarnai laga El Clasico.

Menjamu Barcelona di Stadion Alfredo Di Stefano, Madrid langsung unggul 2-0 berkat gol Karim Benzema pada menit ke-13 dan Toni Kroos berselang 15 menit kemudian. Adapun gol balasan lawan tercipta pada menit ke-60 dari Oscar Mingueza.

Courtois menyebut Madrid harus berjuang sangat keras saat babak kedua, terutama dalam mempertahankan keunggulan. Menurut dia, kekompakan dan semangat juang jadi kunci sukses Madrid menaklukkan Barcelona.

Thibaut Courtois didera kedinginan saat laga Real Madrid vs Barcelona.
hbvl.be

“Tim ini tahu cara bertarung dan kami melakukannya pada hari ini. Kami menyerang dan bertahan baiksecara bersama-sama. Hanya sedikit peluang yang didapatkan lawan dan aku dapat menahannya dengan baik,” urai Thibaut Courtois seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi Real Madrid.

Secara pribadi, Courtois mengaku kesulitan karena hujan deras yang turun saat pertandingan El Clasico berlangsung. “Saat hujan turun seperti itu, aku basah kuyup, tangan dan lenganku seperti membeku. Namun, ketika bermain, andrenalin terpacu. Itu membuatku fokus dan melupakan pengaruh hujan pada tubuhku,”ujar dia.

Courtois Pelajari Umpan Alba

Thibaut Courtois sudah pelajari umpan-umpan silang Jordi Alba pada El Clasico.
dhnet.be

Secara khusus, untuk pertandingan melawan Barcelona, Thibaut Courtois mengaku mempelajari satu hal. Itu adalah umpan-umpan silang Jordi Alba yang kerap membahayakan lawan dan jadi awal gol-gol El Barca.

“Hari ini, aku dan (pelatih kiper) Roberto (Vazquez) menonton viedo-video (laga Barcelona). Kami melihat mereka secara rutin mencoba bermain dengan skema itu. Saat kulihat dia melakukannya, aku mengantisipasi dengan baik dan menghentikannya,” ucap Courtois.

Berkat kemenangan 2-1 atas Barcelona pada El Clasico di Stadion Alfedo Di Stefano, Real Madrid naik ke puncak klasemen dengan menyamai nilai Atletico Madrid. Namun, posisi Thibaut Courtois cs. bisa kembali tergeser bila Los Rojiblancos mampu menghindari kekalahan saat melawat ke markas Real Betis, Senin (12/4/2021) dini hari WIB.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Rapor Merah Barcelona dan Messi pada El Clasico Edisi ke-225

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Barcelona kembali jadi pecundang pada El Clasico edisi ke-225. Main di stadion Alfredo Di Stefano, Minggu (11/4/2021) dinihari WIB mereka dikalahkan Real Madrid 1-2.

Kekalahan ini menyisakan rapor merah untuk Barcelona. Untuk pertama kalinya sejak 1978 silam mereka kalah pada tiga El Clasico beruntun.

Pada paruh kedua musim lalu, El Barca menyerah 0-2 dari Real Madrid. Sedangkan awal musim ini di Camp Nou klub Katalonia juga tak berkutik dengan skor 1-3.

Seperti halnya tiga kekalahan beruntun kali ini, hat-trick kekalahan yang dialami 1978 silam juga dua kali diderita di markas Real Madrid dan sekali di Camp Nou.

Pada pertemuan pertama musim 1977-1978 Klub Katalonia takluk 2-3. Sedangkan pada pertemuan kedua musim yang sama mereka diberondong empat gol oleh tim ibu kota. Dan semusim kemudian El Real kembali berjaya dengan kemenangan 3-1.

Uniknya, rapor merah kali ini tidak hanya milik Barcelona. Sang mega bintang sekaligus kapten tim, Lionel Messi juga bernasib serupa.

Di stadion Alfredo Di Stefano, Lionel Messi sejatinya memperoleh tujuh tembakan. Namun, tidak ada satu pun yang berbuah gol.

Kegagalan Messi mencetak gol kian mempertegas kemandulannya di El Clasico. Ya, sudah tiga tahun lamanya dia tidak membobol jala klub rival. Sebagai informasi, terakhir kali La Pulga cetak gol di El Clasico, Madrid masih memiliki Cristiano Ronaldo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Real Madrid vs Barcelona: Zidane Berbunga-bunga di El Clasico

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Real Madrid membuktikan superioritasnya atas Barcelona. Main di stadion Alfredo Di Stefano, Minggu (11/4/2021) dinihari WIB mereka menang 2-1.

Dua gol Real Madrid dicetak Karim Benzema dan Toni Kroos. Adapun gol semata wayang Barcelona dibuat Oscar Mingueza.

Usai pertandingan Zinedine Zidane tidak bisa menyembunyikan kebahagiaanya. Menurut sang pelatih, Los Blancos meraih kemenangan yang layak. Bahkan bisa saja mereka menambah satu gol lagi.

real madrid vs barcelona-iF2is
@iF2is

“Ini pertandingan yang sangat bagus. Kami memulainya dengan sangat baik lalu kami merasa semkain sulit karena pada akhirnya mereka adalah tim yang sangat bagus,” kata Zidane kepada Diario AS, Minggu (11/4/2021).

“Saya rasa ini kemenangan bagus untuk kami, kemenangan yang pantas. Kami punya sejumlah peluang untuk mencetak gol ketiga. Tapi pada akhirnya ini adalah kemenangan yang pantas,” ia menambahkan.

Di sisi lain, pelatih asal Prancis iku menyoroti kepemimpinan wasit Gil Manzano. Sang pengadil sempat memberi hadiah penalti untuk Barcelona setelah Ferland Mendy menjatuhkan Martin Braihtwaite..

Akan tetapi, setelah melihat VAR keputusan itu direvisi. Sang nakhoda menilai kepimpinan Gil Manzano sudah tepat.

“Setiap orang punya perasaannya sendiri. tapi jika wasit tidak memberikan penalti berarti itu bukan penalti. Adapun jumlah waktu tambahan yang diberikan wasit itu murni keputusannya. Yang paling penting adalah kinerja yang kami berikan di lapangan,” tutup Zidane.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Real Madrid vs Barcelona: Rajai El Clasico, El Real Puncaki LaLiga

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pertandingan El Clasico antara Real Madrid vs Barcelona dimenangkan tuan rumah. Bertanding di stadion Alfredo Di Stefano, Minggu (11/4/2021) El Real menang 2-1.

Real Madrid yang baru saja mengalahkan Liverpool di Liga Champions tampil percaya diri. Laga baru berjalan 13 menit mereka pun unggul lewat sontekan Karim Benzema.

Los Blancos kian berada di atas angin setelah unggul. Mampu menguasai permainan, anak asuh Zinedine Zidane akhirnya mencetak gol kedua.

real madrid vs barcelona realmadriden
@realmadriden

Kali ini Toni Kroos yang mencatatkan namanya di papan skor. Tendangan bebasnya mengenai Sergino Dest hingga membuat Marc Andre ter Stegen mati langkah.

Spesial bagi Toni Kroos karena ini gol perdananya melawan Barcelona. Ya, sudah 17 kali menghadapi klub Katalonia, gelandang Jerman baru kali ini mampu membobol lawannya itu.

Gol Kroos sekaligus menutup babak pertama dengan skor 2-0. Di babak kedua arah angin sedikit berubah. Azulgrana tampil lebih berani demi bisa mencetak gol.

Hasilnya pun terlihat pada menit ke-61. Umpan crossing Jordi Alba dituntaskan dengan baik oleh Oscar Mingueza. Keberhasilan tim tamu memperkecil ketinggalan membuat kubu tuan rumah sedikit panik.

Zinedine Zidane langsung melakukan pergantian. Cara ini sedikit membantu Real Madrid untuk menemukan kembali keseimbangan di lapangan.

Los Blancos kian ketar-ketir kala wasit menunjuk titik putih untuk sang rival enam menit jelang laga berakhir. Tapi setelah melihat tayangan VAR penalti itu pun dibatalkan.

Sampai laga berakhir, Madrid sukses menjaga keunggulan 2-1. Hasil ini melengkapi superioritas El Real atas El Barca musim ini setelah di pertemuan pertama mereka menang 3-1 di Camp Nou.

Adapun tambahan tiga poin sekaligus melambungkan posisi Real Madrid ke puncak klasemen dengan 66 poin. Sementara Barcelona turun ke urutan ketiga, tertinggal satu angka saja.

Susunan Pemain:

Real Madrid (4-3-3): 1-Thibaut Courtois; 23-Ferland Mendy, 6-Nacho Fernandez, 3-Eder Militao, 17-Lucas Vazquez (Alvaro Odriozola 43’); 10-Luka Modric, 14-Casemiro, 8-Toni Kroos (Isco 72’); 20-Vinicius Junior (Marcelo 72’), 9-Karim Benzema (Mariano Diaz 72’), 15-Federico Valverde (Marco Asensio 61’)

Pelatih: Zinedine Zidane

Barcelona (3-4-2-1): 1-Marc Andre ter Stegen; 28-Oscar Mingueza, 4-Ronald Araujo (Ilaix Moriba 72’), 15-Clement Lenglet; 2-Sergino Dest (Antoine Griezmann 46’), 5-Sergio Busquets (Sergi Roberto 64’), 21-Frenkie de Jong, 18-Jordi Alba; 16-Pedri, 10-Lionel Messi; 11-Ousmane Dembele

Pelatih: Ronald Koeman

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Pencetak Assist Terbanyak El Clasico: Dari Roberto Carlos hingga Messi

gamespool
Pencetak Assist Terbanyak El Clasico: Dari Roberto Carlos hingga Messi 22

Football5star.com, Indonesia – Laga sengit bertajuk El Clasico akan tersaji Minggu (11/4/2021) dinihari WIB antara Real Madrid vs Barcelona di Stadion Alfredo Di Stefano. Sepanjang sejarahnya, duel kedua tim selalu hadirkan aksi-aksi hebat para aktor lapangan hijau.

Aksi para aktor lapangan hijau di duel El Clasico kebanyakan saat mereka mencetak gol atau insiden yang terjadi. Sedikit yang mengetahui siapa saja pemain dari Real Madrid atau Barcelona dengan catatan assist terbanyak di duel El Clasico.

Oscar Mingueza - Rumor - Lionel Messi - Barcelona - Zimbio 2

Ditilik dari laga El Clasico musim 1998-99, sejumlah pemain tercatat menjadi penyumbang assist terbanyak. Di urutan paling buncit ada nama Andres Iniesta. Eks Barcelona itu telah menyumbang tiga assist dari 38 laga El Clasico yang dimainkannya.

Di atasnya ada nama mantan bek Barcelona, Dani Alves yang selisih satu assist dengan Iniesta. Catatan Dani Alves juga sama dengan seniornya di timnas Brasil, Roberto Carlos. Mantan pemain Real Madrid itu menorehkan 4 assist.

Catatan 4 assist juga ditorehkan oleh Jordi Alba. Pada musim ini, bek berusia 32 tahun itu juga menjadi pemain terempat terbanyak yang memberikan umpan yakni sebanyak 1821 operan.

Di atas Jordi Alba, striker Real Madrid, Karim Benzema jadi satu-satunya pemain depan dari kedua tim yang menyumbang assist terbanyak di duel El Clasico sejak 1998-99. Pemain Prancis itu juga menorehkan jumlah asisst yang sama dengan Dani Alves, Roberto Carlos dan Jordi Alba.

Yang menarik, di atas Benzema ada nama Sergi Roberto. Pemain jebolan La Masia ini memiliki jumlah assist terbanyak ketiga yakni sebanyak lima assist atau selisih satu asssit yang dimiliki oleh eks Barcelona, Xavi.

Di tempat selanjutnya ada Toni Kroos dengan delapan assist dan untuk posisi pertama menjadi milik bintang Barcelona, Lionel Messi. Pemain berjuluk La Pulga itu torehkan 9 assist dari 40 pertandingan di El Clasico.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Kemenangan Terbesar Real Madrid atas Barcelona di Kandang

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Real Madrid akan menjamu Barcelona dalam lanjutan LaLiga, Minggu (10/4/2021) dinihari WIB. Ini akan jadi pertemuan ke-225 kedua klub.

Real Madrid patut berbangga. Sebab dalam sejarahnya mereka unggul tipis atas Barcelona. Dari 224 pertandingan Los Blancos menang 90 kali. Adapun Barcelona 86 kali menang, dan sisanya imbang.

Dari banyaknya kemenangan yang diraih, ada satu kemenangan yang didapat secara fenomenal. Yang sampai saat ini masih bertahan sebagai kemenangan terbesar mereka di kandang.

real madrid vs barcelona 1935 Diario AS
Diario AS

Sejatinya bukan sekali dua kali Los Blancos mengalahkan Los Cules dengan skor besar. Tapi yang paling mencolok terjadi 86 silam.

Tidak tanggung-tanggung, kala itu klub ibu kota menghancurkan klub Katalonia dengan skor 8-2. Masih berkandang di stadion de Chamartin, Madrid tampil digdaya.

Masih memiliki kiper legendaris seperti Ricardo Zamora dan bomber hebat Fernando Sanudo, El Real sudah unggul 6-1 atas musuh bebuyutannya.

Enam gol paruh pertama dicetak Jaime Lazcano yang bikin brace, Fernando Sanudo pembuat hat-trick, serta satu gol tambahan oleh Luis Regueiro. Adapun gol semata wayang Barcelona dibuat Jose Escola.

Unggul jauh nyatanya tidak membuat anak asuh Francisco Bru mengendurkan serangan. Terbukti di babak kedua mereka menambah dua gol, yang lagi-lagi dicetak Jaime Lazcano dan Fernando Sanudo.

Sedangkan El Barca menambah gol hiburan lewat Ramon Guzman. Kemenangan 8-2 seolah menjadi gambaran bagaimana musim 1934-1935 berakhir. Real Madrid berada di urutan kedua di bawah Real Betis. Sementara Barcelona bertempat empat peringkat di bawah mereka.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Jelang El Clasico, Koeman Serang Klopp karena Sindir Markas Real Madrid

gamespool
Jelang El Clasico, Koeman Serang Klopp karena Sindir Markas Real Madrid 29

Football5star.com, Indonesia – Laga El Clasico antara Real Madrid vs Barcelona akan berlangsung di Stadion Alferdo Di Stefano, Minggu (11/4/2021) dinihari WIB. Jelang kick off El Clascio, pelatih Barcelona, Ronald Koeman angkat bicara terkait sindiran Juergen Klopp terkait markas Real Madrid.

Koeman tak suka dengan komentar dari Klopp yang menyebut bahwa Stadion Alfredo Di Stefano layaknya sebuah tempat latihan. Menurut Koeman, itu hanya cara Klopp untuk mendiskreditkan klub besar seperti Real Madrid.

Sebelum Ditekuk Madrid, Klopp Sempat Hina Stadion Alfredo Di Stefano

“Dia mencoba untuk mendiskreditkan klub sebesar Real Madrid, yang kali ini harus memainkan pertandingan mereka tanpa penonton karena markas mereka sedang di renovasi,” ucap Koeman seperti dikutip Football5star.com dari Marca, Sabtu (10/4).

“Mereka terbiasa bermain di lapangan seperti itu, lawan harus bermain di sana dan itu bagi saya bukan satu masalah,” tambah Koeman.

Sebelum ditekuk Madrid di Liga Champions tengah pekan lalu, pelatih Liverpool Juergen Klopp ternyata sempat menghina kondisi Stadion Alfredo Di Stefano. Menurut pelatih asal Jerman itu, stadion tersebut layaknya sebuah tempat latihan.

Nyatanya lapangan latihan yang dianggap oleh Klopp itu tak bisa membuat anak asuhnya bisa meraih kemenangan. Los Blancos sendiri sudah bermain di tempat tersebut semenjak Stadion Bernabeu dilakukan renovasi sejak Juni 2020.

Tak hanya Koeman yang angkat bicara soal komentar Klopp. Eks asisten pelatih Rinus Michels di Barcelona, Jose Maria Minguella juga berkomentar menganai hal tersebut.

“Pertandingan ini akan dimainkan di lapangan kecil, Alfredo Di Stefano seperti lapangan latihan tapi lebih besar. Singkatnya, ini semua bisa terjadi karena pandemi,” katanya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Memaknai El Clasico dari Sudut Pandang Patrick Kluivert

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – LaLiga akan menghelat laga terbesarnya. El Clasico antara Real Madrid vs Barcelona akan berlangsung di stadion Alfredo Di Stefano, Minggu (11/4/2021) dinihari WIB.

Banyak cerita yang mewarnai pertemuan Real Madrid dengan Barcelona ini. Salah satunya dari legenda Belanda, Patrick Kluivert.

Lama membela Barcelona, Patrick Kluivert tahu betul artinya El Clasico. Baginya, laga ini yang terbesar di dunia karena tidak hanya mempertaruhkan posisi di klasemen atau gelar yang diperebutkan. Tapi juga harga diri dan identitas.

patrick kluivert BarcaTimes
@BarcaTimes

“El Clasico adalah pertandingan terbesar di dunia sepak bola. Jelas sekali. Karena Anda memiliki dua tim penting, tidak hanya di Spanyol tapi juga dunia. Dan saya pernah bermain di laga klasik lain seperti Inter vs Milan, Ajax vs Feyenoord, itu juga pertandingan yang sangat bagus untuk dimainkan,” kata Kluivert kepada Tribal Football, Sabtu (10/4/2021).

“Tapi El Clasico adalah pertandingan menakjubkan untuk dimainkan. Menjadi bagian dari pertandingan global semacam itu, pertandingan yang dinikmati semua orang di dunia benar-benar sangat luar biasa,” ia menambahkan.

Tidak ketinggalan, mantan direktur akademi la Masia membagi momen terbaiknya selama El Clasico. Dan yang menjadi pilihannya adalah gol yang dicetak ke gawang Real Madrid di Santiago Bernabeu.

“Momen terbaik saya saat mencetak gol. Saya mencetak tiga atau empat gol di pertandingan itu. Yang paling spesial tentu ketika mencetak gol saat tandang karena orang-orang di Bernabeu akan berteriak tanpa henti,” lanjutnya.

“Dan di sudut atas Santiago Bernabeu kita bisa melihat fan Barcelona bernyanyi merayakannya di Bernabeu,” tutup Patrick Kluivert.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Mateu Lahoz Cedera, Gil Manzano Ambil Alih El Clasico

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – El Clasico antara Real Madrid vs Barcelona akan berlangsung Minggu (10/4/2021) dinihari WIB. Tapi 24 jam sebelum kick off, terjadi pergantian wasit.

Tadinya Mateu Lahoz telah ditunjuk sebagai pengadil di stadion Alfredo Di Stefano. Sayang, wasit kenamaan Spanyol itu mengalami cedera.

Hal ini sudah dikonfirmasi Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF). Mereka juga memastikan Jesus Gil Manzano akan mengambil alih El Clasico edisi ke-225 dinihari nanti.

antonio lahoz
dailymail.co.uk

“Komite Arbitrasi Kompetisi Profesional (CACP) telah mengubah penunjukan wasit Antonio Mateu Lahoz karena cedera otot. Wasit awalnya ditunjuk untuk memimpin Real Madrid vs Barcelona pada pekan ke-30 LaLiga,” demikian pernyataan resmi RFEF.

“Pengganti Antonio Mateu Lahoz di El Clasico adalah Jesus Gil Manzano,” lanjut pernytaan federasi. Wasit 37 tahun salah satu yang berpengalaman di Spanyol.

Sepanjang kariernya, Gil Manzano paling sering memimpin pertandingan Real Madrid (34) dan Barcelona (27). Dalam 15 laga terakhir yang dia pimpin, El Real hanya menelan satu kekalahan.

Sementara itu, dalam jumlah pertandingan yang sama, El Barca menelan tiga kekalahan. Kendati demikian dia baru sekali menjadi pengadil El Clasico.

Itu pun sudah terjadi cukup lama. Satu-satunya laga Real Madrid vs Barcelona yang dia pimpin terjadi 2014 lalu. Bertempat di Santiago Bernabeu, Los Blancos menang 3-1.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Tekanan Besar Frenkie de Jong Jelang Laga El Clasico

gamespool
Tekanan Besar Frenkie de Jong Jelang Laga El Clasico 39

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Barcelona, Frenkie de Jong, mengaku mendapat tekanan yang cukup besar jelang laga El Clasico melawan Real Madrid dinihari nanti. De Jong mengatakan setiap pertandingan El Clasico selalu memberinya tekanan yang lebih besar.

Barcelona rencananya akan menyambangi markas Real Madrid pada Minggu (11/4) dinihari WIB. Laga El Clasico kali ini memiliki potensi untuk menentukan siapa yang bakal menjadi juara Liga Spanyol musim 2020-21.

“Akan selalu ada tekanan yang lebih besar jelang pertandingan El Clasico. Tekanan yang ada di laga kali ini tak jauh berbeda dengan pertandingan sebelumnya,” tutur Frenkie de Jong dikutip football5star dari Marca.

Frenkie de Jong - Barcelona - Real Madrid - El Clasico - fcbarcelona. com
fcbarcelona.com

“Memenangkan laga nanti adalah pencapaian yang sangat spesial bagi kami semua. Jika berhasil menang, maka kami akan semakin dekat dengan target yang sudah dicanangkan,” kata De Jong menambahkan.

Lebih lanjut, De Jong juga mengatakan kalau partai El Classico dinihari nanti tak akan menjadi penentu nasib Barcelona di Liga Spanyol musim ini. Ia pun tetap optimistis dengan peluang juara Blaugrana andai gagal membawa pulang poin penuh dari markas Real Madrid.

“Memenangkan laga nanti tidak berarti kami akan keluar sebagai juara musim ini. Jika kalah, tentu peluang kami menjadi juara masih belum tertutup rapat.”

“Kami berada dalam posisi yang cukup nyaman di tabel klasemen saat ini. Jika kami bisa meraih kemenangan di semua pertandingan tersisa, maka saya sangat yakin kami bakal keluar sebagai juara,” tandas De Jong.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Jalani El Clasico Sonder Sergio Ramos, Real Madrid Bisa Apa?

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Real Madrid akan menjalani El Clasico pada akhir pekan ini. Los Blancos akan menjamu sang rival abadi, Barcelona, di Stadion Alfredo Di Stefano, Minggu (11/4/2021) dini hari WIB. Untuk kesempatan kali ini, mereka tak akan diperkuat kapten Sergio Ramos.

Bermain tanpa Ramos memang bukan hal baru bagi Madrid. Sejak medio Januari 2021, sang kapten absen karena berbagai sebab. Pertama-tama, meniskusnya cedera. Lalu, dia mengalami benturan dan terakhir ototnya cedera. Dia tercatat hanya tampil saat Madrid mengalahkan Elche dan Atalanta pada medio Maret.

Sepanjang musim ini, Madrid telah tampil 20 kali tanpa diperkuat Ramos. Hasilnya, Los Blancos menuai 12 kemenangan, 3 kali imbang, dan 5 kali kalah. Adapun bersama sang kapten, mereka meraih 13 kemenangan, 4 kali imbang, dan 3 kali kalah. Artinya, Los Blancos lebih sering kalah bila sang bek tangguh berhalangan hadir.

Lalu, bagaimana efek ketidakhadiran Ramos di El Clasico nanti? Apakah ini berarti Madrid akan kesulitan meraih kemenangan? Menilik catatan El Clasico sonder sang kapten, Los Blancos memang seharusnya berhati-hati. Meskipun tak kalah, mereka juga gagal menang saat tanpa eks pemain Sevilla itu.

Ramos sangat jarang absen dari El Clasico. Sepanjang memperkuat Madrid, hanya dua kali dia absen pada laga akbar melawan Barcelona tersebut. Pada dua kesempatan itu, hasil akhir laga selalu identik, yaitu imbang 1-1.

Ramos Belum Absen di El Clasico LaLiga

Satu hal yang menarik, Sergio Ramos ternyata baru kali ini absen berlaga pada El Clasico yang berlangsung di pentas LaLiga. Pada dua kesempatan sebelumnya, dia absen saat Real Madrid mengarungi kancah Copa del Rey dan Liga Champions.

Ramos absen untuk kali pertama pada El Clasico yang berlangung di Liga Champions 2010-11. Kala itu, Madrid bersua Barcelona pada babak semifinal. Gara-gara kartu kuning pada leg I di kandang sendiri, dia pun absen saat Los Blancos melakoni leg II di markas Barcelona. Hasil laga itu 1-1, tapi Madrid tersisih dengan agregat 1-3.

Dua musim berselang, Sergio Ramos lagi-lagi absen membela Real Madrid pada laga melawan Barcelona. Kali ini pada leg I semifinal Copa del Rey 2012-13 karena skors yang dijatuhkan komisi disiplin. Lagi-lagi, laga berakhir 1-1. Namun, Los Blancos akhirnya lolos ke final karena menang 3-1 pada leg II. Sang kapten tampil pada pertandingan tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Ronald Koeman: Hasil El Clasico Tak Akan Menentukan Juara La Liga

gamespool
Ronald Koeman: Hasil El Clasico Tak Akan Menentukan Juara La Liga 46

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Barcelona, Ronald Koeman, mengungkapkan bahwa laga El Clasico Minggu nanti tidak akan menentukan pemenang La Liga musim ini. Namun kemenangan di El Clasico akan sangat berguna untuk moral tim.

Laga Real Madrid vs Barcelona akan diadakan pada Minggu (11/4/21). Perebutan gelar La Liga saat ini sangat menarik dengan tiga tim teratas, Atletico Madrid, Barcelona dan Real Madrid hanya memiliki selisih tiga poin saja. Namun Koeman mengatakan laga ini tak akan menentukan gelar karena masih ada 8 laga tersisa setelah El Clasico.

“El Clasico adalah pertandingan yang berbeda dari yang lain. Barcelona melakukannya dengan sangat baik. (Kami) sedang dalam periode bagus, kami akan berjuang untuk menang,” ucap Koeman seperti dilansir Football5Star.com dari Marca.

Karim Benzema El Clasico adalah Pertandingan Terbaik di Dunia
Deportes TVC

Koeman melanjutkan, “Hasilnya tidak menentukan. Karena setelah pertandingan besok kami masih memiliki banyak pertandingan lagi dan sulit bagi tim mana pun untuk memenangkan semua pertandingan mereka. Tim yang memenangkan (El Clasico) akan memiliki dorongan moral yang penting untuk dikembangkan.”

Pada El Clasico pertama, Barcelona kalah 3-1 di Camp Nou. Koeman percaya bahwa pada laga itu timnya lebih baik dari Real Madrid dan VAR mengubah segalanya.

“Kami lebih baik (di pertemuan pertama), terutama sebelum jeda, kemudian tentu saja kami kalah di babak kedua. VAR dengan penalti itu berpengaruh pada hasil, tetapi tidak benar bahwa kami buruk pada saat itu dan sekarang kami jauh lebih baik,” kata pelatih asal Belanda itu.

Koeman melanjutkan, “Tim memiliki peluang sepanjang musim. Kami telah meningkatkan penyelesaian kami, di pertahanan, sistem yang kami ubah selama pertandingan … Kami tidak harus gila karena ini Madrid, kami harus memainkan permainan kami sendiri.”

Absennya Banyak Pemain

Barcelona - Ousmane Dembele - Antoine Griezmann - Ronald Koeman - Diario Sport
Diario Sport

Madrid harus bermain tanpa Sergio Ramos, Raphael Varane dan Dani Carvajal. Namun Koeman mengatakan bahwa timnya juga kehilangan pemain penting.

“Kami juga memiliki pemain yang absen (Sergi Roberto dan Gerard Pique). Tapi ya, mereka (Ramos dan Varane) adalah dua bek tengah yang penting dan sangat baik, dan salah satunya adalah kapten mereka, yang memberi mereka banyak kepribadian.” ujar mantan pelatih Everton itu.

Ronald Koeman melanjutkan, “Tapi dalam pertandingan melawan Liverpool mereka menunjukkan bahwa mereka memiliki pemain lain yang bisa bermain di posisi itu.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Zidane: Saya Berharap Nanti Bukan El Clasico yang Terakhir untuk Messi

gamespool
Zidane: Saya Berharap Nanti Bukan El Clasico yang Terakhir untuk Messi 51

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, berharap Lionel Messi tetap bertahan di Barcelona. Pelatih asal Prancis itu mengatakan bertahannya Messi membuat akan La Liga tetap menarik.

Laga El Clasico antara Real Madrid vs Barcelona akan diadakan pada Minggu (11/4/21). Laga ini diprediksi akan menjadi El Clasico terakhir untuk Messi yang kontraknya akan habis musim ini. Namun, Zidane berharap itu tidak terjadi.

“Saya tidak ingin ini menjadi El Clasico terakhir Messi. Biarkan dia bertahan, biarkan dia bertahan di Barcelona. Dia bagus di sana. Itu bagus untuk La Liga jika dia bertahan,” ucap Zidane seperti dilansir Football5Star.com dari Marca.

Lionel Messi Masih Merasa Barcelona Pantas Menang di El Clasico Oktober Lalu
Forbes

Zidane melanjutkan, “Kami tahu seperti apa Messi itu. Dia mungkin tidak mencetak gol, tapi kami tahu dia pemain apa. Kami akan bermain melawan Barcelona. Memang benar bahwa kami tahu dia pemain seperti apa, tapi mereka semua sangat bagus. Kami akan mencoba menghentikan kekuatan mereka, karena ada banyak hal (selain Messi).”

Vinicius berhasil mencetak brace di laga Liga Champions melawan Liverpool sebelum laga ini. Zidane meminta orang-orang tidak menaruh beban yang berat kepadanya karena usianya yang masih 20 tahun.

“Kami senang dengan Vini. Eden (Hazard) tidak bisa bermain (di El Clasico). Kami memiliki masalah dengan cedera, tetapi kami memiliki skuad yang besar dan semua orang berkomitmen,” kata Zidane.

Zinedine Zidane melanjutkan, “Kami menikmati Vini, tetapi kami harus meninggalkannya sendiri. Kami tidak perlu banyak bicara, dia masih sangat muda. Dia tenang dan saya senang, karena ada banyak suara.”

Perebutan Gelar

BREAKING Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, Positif Covid-19
@English_AS

Real Madrid kini hanya berjarak dua poin dari Barcelona, dan tiga poin dari Atletico Madrid di puncak klasemen. Namun Zidane merasa laga El Clasico nanti tak akan menentukan gelar.

“Tidak, dan saya tidak memikirkan tentang itu. Kami akan memberikan yang terbaik, dan kami positif. Atletico adalah yang memiliki keunggulan dan kami semua harus bermain untuk (gelar) sampai akhir. Saya sudah mengatakan itu sejak lama,” ujar pelatih asal Prancis itu.

Zidane melanjutkan, “Ini liga yang sangat kompetitif dan sangat bagus. Kami tidak akan tahu siapa juaranya sampai akhir. Masih banyak poin yang harus diperebutkan.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Wasit El Clasico Jaminan Real Madrid Kalahkan Barcelona Lagi?

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – LaLiga akhir pekan ini akan menghadirkan laga fenomenal. Real Madrid akan menjamu Barcelona dalam El Clasico edisi ke-225.

Sejak dulu duel dua tim selalu menghadirkan tensi tinggi. Mau itu di dalam atau luar lapangan, El Clasico selalu berlangsung panas.

Musim ini kondisi kedua tim tidak jauh berbeda. Baik Real Madrid atau Barcelona belum benar-benar konsisten. Tak heran jika keduanya masih berkutat di urutan kedua dan ketiga LaLiga.

Sergio Ramos Real Madrid akan Juara Lebih Banyak Jika Tak Ada Messi
@FCBarcelona

Akan tetapi, El Clasico tetaplah El Clasico. Laga ini bukan sekadar soal klasemen. Tapi ada gengsi dan identitas diri yang mereka perjuangkan.

Pada pertemuan pertama musim ini, Zinedine Zidane mengejutkan Ronald Koeman. Madrid menang mutlak 3-1 di Camp Nou.

Dan di stadion Alfredo Di Stefano akhir pekan ini akan ada banyak faktor yang menentukan pertandingan. Salah satu yang vital tentu saja sosok pengadil di lapangan.

Mateu Lahoz Untungkan Real Madrid

Pada El Clasico ke-225 nanti, wasit yang bertugas adalah Mateu Lahoz. Wasit berpengalaman ini sudah sangats sering memimpin El Real atau El Barca bertanding.

Dia juga bukan sekali dua kali memimpin El Clasico. Tercatat sudah lima kali Mateu Lahoz menjadi pengadil laga paling ditunggu di Spanyol itu.

Jika dilihat dari kepemimpinan wasit, dewi fortuna berpihak pada tuan rumah. Bagaimana tidak, El Real menang tiga kali dari lima laga tersebut. Uniknya, mereka menyapu bersih kemenangan saat berstatus tuan rumah.

Tim asal Jerman hanya meraih 1 kemenangan dalam 5 kesempatan melawan tim Prancis saat dipimpin wasit Antonio Mateu Lahoz.
footballnewsmagazine.co.uk

Anak asuh Zinedine Zidane juga hanya sekali kalah dari Barca jika Mateu Lahoz yang memimpin pertandingan. Satu-satunya kekalahan itu pun terjadi enam tahun lalu di Camp Nou.

Madrid juga sedikit diuntungkan karena mereka selalu menang di tiga laga terakhir yang dipimpin Lahoz. Tidak cuma itu, gawang Thibaut Courtois juga tidak pernah kebobolan.

Adapun Azulgrana, dengan jumlah pertandingan yang sama, menelan satu kekalahan. Mereka juga hanya sekali catatkan cleansheet.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Prediksi: Real Madrid vs Barcelona

Prediksi Real Madrid vs Barcelona
Prediksi: Real Madrid vs Barcelona 63
GamesPools GIF
Prediksi: Real Madrid vs Barcelona 64
PREDIKSI HASIL
WhoScored
Madrid 2-2 Barcelona
Predictz
Madrid 2-2 Barcelona
Forebet
Madrid 2-3 Barcelona
FOOTBALL5STAR
MADRID 2-1 BARCELONA
Stadion Alfredo Di Stefano, Minggu (11/4/2021) Pukul 02.00 WIB (BeIN Sports 1)

Football5Star.com, Indonesia – Partai Real Madrid vs Barcelona pada jornada ke-30 Liga Spanyol ini menjanjikan pertarungan seru. Selain rivalitas abadi yang terbungkus dalam tajuk El Clasico, laga ini juga menentukan perburuan gelar juara LaLiga.

Los Blancos dan El Barca memang masih tertinggal dari Atletico Madrid yang jadi pemuncak klasemen. Namun, kemenangan pada laga ini akan mengubah peta persaingan. Siapa pun yang menang akan naik ke puncak klasemen asalkan Atletico kalah di markas Real Betis.

Menilik faktor kebugaran, El Barca lebih diuntungkan. Berbeda dengan Los Blancos yang berjibaku di Liga Champions, Lionel Messi cs. bisa rehat. Ini tentu modal tersendiri. Apalagi lawan yang dihadapi Los Blancos sebelum El Clasico ini tak main-main, yaitu Liverpool.

Akan tetapi, Barcelona tak bisa jemawa. Pasalnya, mereka selalu gagal memetik kemenangan dalam 3 El Clasico terakhir. Apalagi, Los Blacos tak kalah dalam 12 laga beruntun. Sudah begitu, Messi ternyata mandul dalam 6 kesempatan terakhir menghadapi sang rival abadi tersebut.

REKOR PERTEMUAN
Rekor Pertemuan Real Madrid vs Barcelona
Prediksi: Real Madrid vs Barcelona 65
TREN PERFORMA
Tren Performa Los Blancos vs El Barca
Prediksi: Real Madrid vs Barcelona 66
ezgif.com crop
Prediksi: Real Madrid vs Barcelona 67
STATISTIK MENARIK
  • Real Madrid tak kalah dalam 3 kesempatan terakhir melawan Barcelona (2 menang, 1 seri).
  • Di kandang sendiri, Los Blancos memetik kemenangan saat melakoni El Clasico. Sebelumnya, mereka selalu kalah dalam 5 edisi secara beruntun pada pentas LaLiga.
  • Pencetak 10 gol terakhir Barcelona pada El Clasico dipastikan absen pada lawatan ke markas Madrid kali ini. Selain sudah pindah, ada juga yang cedera.
  • Lionel Messi gagal mencetak gol dalam 6 edisi terakhir El Clasico yang diikutinya.
  • Dalam 4 lawatan terakhir ke markas Los Blancos, Messi hanya mencetak 1 gol. Itu pun dari eksekusi penalti.
  • Los Blancos tak terkalahkan dalan 12 laga terakhir (10 menang, 2 seri). Mereka mengantongi modal 5 kemenangan beruntun jelang laga lawan El Barca kali ini.
  • Marco Asensio mencetak gol dalam 4 laga terakhir Los Blancos.
  • Los Blancos tak kalah dalam 6 laga kandang terakhir (5 menang, 1 seri).
  • El Barca tak kalah dalam 9 laga beruntun jelang El Clasico kali ini (7 menang, 2 seri).
  • Tim asuhan Ronald Koeman hanya 1 kali kalah dalam 13 laga tandang terakhir (11 menang, 1 seri).
  • Ousmane Dembele mencetak gol dalam 2 laga terakhir El Barca.
PELATIH
  • Pertandingan Real Madrid vs Barcelona kali ini merupakan pertemuan ke-2 Zinedine Zidane dengan Ronald Koeman.
  • Zidane menang pada pertemuan pertama dengan Koeman yang berlangsung pada paruh pertama LaLiga lalu.
  • Rekor Zidane vs El Barca: 5 menang, 3 seri, 2 kalah.
  • Zidane tak kalah dalam 4 kesempatan terakhir melakoni El Clasico (2 menang, 2 seri).
  • Rekor Koeman vs Los Blancos: 1 menang, 0 seri, 1 kalah.
  • Satu-satunya kemenangan diraih Koeman saat melawat ke markas Los Blancos.
WASIT
  • Pertandingan Real Madrid vs Barcelona pada jornada ke-30 ini tadinya akan dipimpin Antonio Mateu Lahoz. Namun, dia cedera dan digantikan Jesus Gil Manzano.
  • Gil Manzano pernah sekali memimpin El Clasico, yaitu saat Madrid menang 3-1 pada 25 Oktober 2014.
  • Rekor Gil Manzano musim ini: 10 kali tuan umah menang, 8 kali seri, 4 kali tamu menang.
  • Tuan rumah tak kalah dalam 4 laga terakhir LaLiga yang dipimpin wasit ini.
  • Rekor Los Blancos diwasiti Gil Manzano: 27 menang, 3 seri, 4 kalah.
  • Los Blancos tak kalah dalam 17 laga kandang di LaLiga (16 menang, 1 seri).
  • Rekor El Barca dipimpin Gil Manzano: 16 menang, 6 seri, 5 kalah.
  • El Barca tak kalah dalam 2 laga terakhir dipimpin Gil Manzano di LaLiga, tapi tak pernah mencetak lebih dari 1 gol (1 menang, 1 seri).
PEMAIN KUNCI

MADRID

Top Scorer: Karim Benzema (18 Gol)
Top Assist: Toni Kroos (8 Assist)
Top Rating: Karim Benzema (7,62)

BARCELONA

Top Scorer: Lionel Messi (23 Gol)
Top Assist: Lionel Messi (8 Assist)
Top Rating: Lionel Messi (8,54)

Statistik di LaLiga 2020-21 menurut WhoScored

BERITA KEDUA TIM
  • Madrid: Sergio Ramos cedera, Raphael Varane terkena COVID-19, sedangkan kondisi Toni Kroos, Eden Hazard, dan Dani Carvajal tidak begitu bagus.
  • Barcelona: Philippe Coutinho dan Ansu Fati cedera, sementara Gerard Pique dan Neto tak dalam kondisi prima.
PRAKIRAAN FORMASI
Prakiraan Formasi Real Madrid vs Barcelona
Prediksi: Real Madrid vs Barcelona 68

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Lionel Messi Punya Rekor Mengkhawatirkan Jelang El Clasico

gamespool
Lionel Messi Punya Rekor Mengkhawatirkan Jelang El Clasico 72

Football5Star.com, Indonesia – Laga besar bertajuk El Clasico yang mempertemukan Real Madrid vs Barcelona akan diadakan pada Minggu, (11/4/21). Kedua tim sama-sama punya peluang, keuntungan dan kekurangan jelang pertandingan. Untuk Barca, mereka nampaknya harus mengkhawatirkan rekor Lionel Messi akhir-akhir ini.

Messi merupakan top skorer sepanjang laga El Clasico dengan total 26 gol di semua kompetisi, 18 di antaranya di La Liga. Dia musim ini juga masih tampil sangat luar biasa dengan mencetak 29 gol dari 38 laga di semua kompetisi.

Sergio Ramos Real Madrid akan Juara Lebih Banyak Jika Tak Ada Messi
fcbarcelona.com

Namun, La Pulga memiliki catatan yang sangat mengkhawatirkan. Dia sudah lama tak mencetak gol melawan Real Madrid, tepatnya 6 laga terakhir, 4 di La Liga dan 2 di Copa del Rey. Terakhir kali Messi mencetak gol di El Clasico, itu terjadi 3 tahun lalu pada Mei 2018, di mana skor berakhir 2-2. Barcelona sendiri juga kalah di dua laga terakhir melawan Madrid.

Messi sendiri dipastikan akan menyamai salag satu rekor jika dia bermain lawan Madrid nanti. Dia akan menjadi pemain yang paling banyak tampil di laga El Clasico, 45 kali, menyamai rekor Sergio Ramos. Kapten Real Madrid itu sendiri dipastikan tak akan menambah catatannya karena akan absen di laga itu akibat cedera.

Lionel Messi juga akan menyamai rekor Xavi Hernandez sebagai pemain Barcelona dengan penampilan terbanyak melawan Real Madrid di La Liga dengan 29 kali.

Laga nanti juga akan menjadi kunci untuk memperebutkan gelar La Liga dan terus menempel Atletico Madrid di puncak klasemen.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Karim Benzema: El Clasico adalah Pertandingan Terbaik di Dunia

gamespool
Karim Benzema: El Clasico adalah Pertandingan Terbaik di Dunia 76

Football5Star.com, Indonesia – Penyerang Real Madrid, Karim Benzema, berbicara soal laga El Clasico dan soal perburuan gelar La Liga musim ini. Benzema sudah tak sabar ingin bermain melawan Barcelona dan menyebut laga itu sebagai laga terbaik di dunia.

Musim ini La Liga memiliki pertarungan sengit dalam perburuan gelar. Jarak antara Atletico Madrid di puncak klasemen dengan Barcelona dan Real Madrid di bawahnya hanya berjarak total dua poin saja.

Lionel Messi Masih Merasa Barcelona Pantas Menang di El Clasico Oktober Lalu
Forbes

“Masih ada beberapa pertandingan lagi. Saya pikir liga ini akan sampai akhir karena masih sangat kompetitif. Kami harus memperlakukan setiap pertandingan seolah-olah ini adalah final,” kata Benzema seperti dilansir Football5Star.com dari La Liga World.

Laga El Clasico melawan Barcelona akan diadakan pada Minggu, (11/4/21). Benzema yakin laga nanti akan menjadi laga kunci untuk perburuan gelar musim ini.

“Menurut saya, El Clasico adalah pertandingan terbaik di dunia. Bukan hanya untuk saya tapi untuk semua orang. Ada sejarah luar biasa antara kedua klub, itu selalu menjadi pertandingan kunci. Seperti biasa, ini akan menjadi pertandingan yang sulit melawan tim yang suka menguasai bola. Tapi kami juga suka menguasai bola,” kata Benzema.

Karim Benzema, “Saya pikir banyak pertandingan akan berlangsung di area lini tengah. Tapi seperti ketika kami bermain di Camp Nou, kami harus berusaha keras untuk menang karena ini adalah final bagi kami. Mereka suka memiliki penguasaan bola, mereka punya kiper yang baik (Marc-Andre ter Stegen) dan kemudian mereka punya (Lionel) Messi. Dia sangat penting bagi Barcelona dalam segala hal.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Messi Masih Merasa Barcelona Pantas Menang di El Clasico Oktober Lalu

gamespool
Messi Masih Merasa Barcelona Pantas Menang di El Clasico Oktober Lalu 80

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Barcelona, Lionel Messi, masih menyesali kekalahan timnya di Camp Nou Oktober lalu saat melawan Real Madrid. Messi merasa Barca pantas mendapatkan yang lebih di laga itu.

Barcelona saat ini masih tidak konsisten dengan berada di posisi kelima klasemen. Messi merasa timnya memang sering membuang-buang poin musim ini. Tapi menurutnya, ada beberapa laga yang menurutnya Blaugrana bisa menangkan, salah satunya El Clasico.

“Kami akan mencoba dan memenangkan segalanya, seperti yang selalu dilakukan klub ini. Kami meningkat sedikit demi sedikit. Memang benar bahwa kami membutuhkan sedikit waktu untuk maju di La Liga. Kami seharusnya tidak kehilangan banyak poin,” ucap Messi seperti dilansir Football5Star.com dari Marca.

federico valverde barcelona vs real madrid realmadriden
@realmadriden

Messi melanjutkan, “Saya pikir kami pantas mendapatkan lebih banyak dalam pertandingan melawan Alaves dan Gefate, dan juga melawan Real Madrid di Camp Nou. Dalam tiga pertandingan itu kami menciptakan banyak peluang mencetak gol, dan jika kami mengubahnya, situasi dalam pertandingan itu akan berbeda.”

La Pulga masih yakin Barcelona bisa menjadi juara La Liga musim ini. Tapi yang pasti, Barca harus terus konsisten menang terlebih dahulu.

“Sekarang yang penting dipikirkan adalah memiliki rentetan hasil bagus dalam beberapa pertandingan untuk naik ke atas klasemen. Ini membutuhkan waktu dan dengan pandemi semua permainan menjadi sangat sulit. Faktanya adalah sepak bola telah banyak berubah, dan itu sulit bagi semua orang, tetapi hal-hal selangkah demi selangkah akan diselesaikan,” kata Messi.

Lionel Messi sendiri baru mencetak 6 gol dan 2 assist dari 13 laga di La Liga. Sebuah catatan yang sebenarnya cukup bagus, tapi tidak untuk seorang Messi, apalagi sudah banyak pemain yang saat ini mencetak lebih dari 10 gol di liga top Eropa.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Sergino Dest, Pemain Amerika Pertama Sepanjang Sejarah El Clasico

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Sergino Dest lakoni starter keduanya untuk Barcelona. Yang lebih membanggakan, ia dipercaya main sejak menit pertama saat melawan Real Madrid di Camp Nou, Sabtu (24/10/2020).

Sergino Dest tampil selama 90 menit pada el clasico jilid pertama musim ini. Dan ternyata, mainnya sang bek kanan membuat namanya masuk dalam buku sejarah.

Pemain berusia 19 tahun jadi pemain Amerika Serikat pertama dalam sejarah yang tampil pada laga el clasico. Namun, torehannya ini dirusak oleh hasil akhir.

Barcelona kalah 1-3 dari Real Madrid di Camp Nou. Dest mengakui statusnya sebagai pemain Amerika Serikat pertama di el clasico terasa sia-sia karena timnya menelan kekalahan.

“El Clasico adalah pertandingan yang sangat bagus untuk dimainkan. Ini adalah yang pertama bagi saya, tapi sayang sekali kami kalah dari Madrid. Ini memang laga yang sulit,” ujar Sergino Dest seperti dikutip Football5star dari Movistar, Minggu (25/10/2020).

Kendati demikian, pemain yang didatangkan dari Ajax Amsterdam tidak ingin terpuruk dengan hasil ini. Ia berharap timnya bisa segera bangkit karena sudah ada Juventus yang menunggu di Liga Champions.

“Kami harus terus maju dan kembali memenangka pertandingan berikutnya. Kami punya pertandingan lain yang sama pentingnya melawan Juventus di Liga Champions. Dan pertandingan hari Rabu nanti harus kami menangkan,” tutup Sergino Dest.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Sergio Ramos: Clement Lenglet Menarik Saya, Jelas Penalti

gamespool
Sergio Ramos: Clement Lenglet Menarik Saya, Jelas Penalti 86

Football5Star.com, Indonesia – Kapten Real Madrid, Sergio Ramos, mengungkapkan bahwa keputusan wasit untuk menghadiahinya penalti di laga melawan Barcelona adalah keputusan yang tepat. Ramos merasa dirinya ditarik dan itu adalah keputusan yang benar menurutnya.

Real Madrid berhasil memenangkan El Clasico dengan skor 3-1 (24/10/20). Madrid unggul lebih dahulu lewat gol dari Fede Valverde, namun langsung segera disamakan oleh Ansu Fati. Momen kontroversial terjadi pada babak kedua dimana Madrid mendapatkan penalti lewat VAR karena Ramos ditarik bajunya oleh Clement Lenglet.

Pemain timnas Spanyol itu langsung berhasil menyelesaikan penaltinya. Luka Modric yang masuk dari bangku cadangan berhasil menyelesaikan laga dengan golnya di penghujung pertandingan.

Sergio Ramos Clement Lenglet Menarik Saya, Jelas Penalti
All Football

“Saya pikir itu keputuan yang sangat jelas. Dia (Lenglet) menarik saya saat saya mencoba untuk melompat dan itu jelas. Tidak adil menilai wasit atas insiden yang begitu jelas. Dari sana kami terus maju dan memanfaatkan untuk memenangkan pertandingan 3-1,” ucap Ramos seperti dikutip Football5Star.com dari Marca.

Gelandang Barcelona, Sergio Busquets, juga mengakui bahwa penalti yang didapatkan Ramos merupakan titik balik kemenangan Madrid.

“Permainan seimbang di babak pertama dan di babak kedua kami merasa nyaman dan menciptakan peluang berbahaya. Penalti membuat permainan menguntungkan mereka dan setelah mencetak gol, mereka merasa nyaman dan mampu memenangkan permainan,” kata Busquets.

Pemain timnas Spanyol itu melanjutkan, “VAR mengklaim keputusan harus sangat jelas dan semua orang harus setuju, tapi hari ini kami telah dihukum.”

Sergio Ramos cs akan langsung bertanding kembali pada midweek nanti di Liga Champions melawan Borussia Moenchengladbach.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Sejak Cristiano Ronaldo Pergi, Lionel Messi Jadi Loyo di El Clasico

gamespool
Sejak Cristiano Ronaldo Pergi, Lionel Messi Jadi Loyo di El Clasico 89

Football5star.com, Indonesia – Barcelona kalah 1-3 dari Real Madrid pada El Clasico jilid pertama musim ini, Sabtu (24/10/2020). Dan Pada laga yang berlangsung di Camp Nou Lionel Messi masih saja loyo. Kemandulan dialaminya sejak kepergian Cristiano Ronaldo.

Satu-satunya gol Barcelona pada El Clasico musim ini dicetak Ansu Fati pada awal laga. Gol ini diawali oleh tusukan Jordi Alba dari sayap yang kemudian memberikan umpan pada Fati.

Dengan kata lain, Messi kembali tidak terlibat dalam terciptanya gol Barca saat menghadapi Real Madrid. Dan ini keenam kalinya secara beruntun La Pulga mandul pada El Clasico.

Uniknya, fakta ini berkaitan erat dengan ketiadaan Cristiano Ronaldo. Ya, Messi mulai nihil gol dan assist melawan Real Madrid sejak Ronaldo pindah ke Juventus.

Apa yang baru dituai Lionel Messi ironis memang. Ia selama ini dikenal cukup produktif menghadapi Madrid. Terutama selama ada Cristiano Ronaldo di sana.

Terbukti kapten Barcelona sudah 26 kali membobol jala Los Blancos dari 42 penampilan. Dia juga berhasil mengkreasikan 14 assist. Bahkan sang bomber sudah dua kali membukukan hat-trick dan lima kali membuat brace.

Tidak hanya itu, Madrid adalah tim yang paling sering dihadapi Messi selama karier profesionalnya. Jadi bisa dikatakan jika persaingan sengit Lionel Messi dan Ronaldo membuat keduanya saling berpacu dalam urusan gol dan rekor.

Akan tetapi, sejak Cristiano Ronaldo pergi dari Real Madrid, Lionel Messi malah loyo setiap laga El Clasico.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Barcelona vs Real Madrid: Pesta Los Blancos Warnai El Clasico

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – El clasico jilid pertama musim ini antara Barcelona vs Real Madrid dimenangkan El Real. Pada laga yang berlangsung di Camp Nou, Sabtu (24/10/2020) tim tamu menang 3-1.

Kendati tanpa penonton, el clasico kali ini tetap berlangsung dalam tensi tinggi. Bahkan dua gol sudah tercipta saat laga belum genap 10 menit.

Federico Valverde mengejutkan tuan rumah lewat golnya pada menit kelima. Umpan terobosan Karim Benzema berhasil dia tuntaskan lewat sontekan mendatar.

federico valverde barcelona vs real madrid realmadriden
@realmadriden

Akan tetapi keunggulan Real Madrid hanya bertahan tiga menit. Wonderkid sensasional Barcelona, Ansu Fati berhasil menyamakan kedudukan. Berdiri tanpa kawalan, ia dengan mudah menceploskan bola ke gawang Thibaut Courtois.

Gol Ansu Fati ini sekaligus menjadikannya pemain termuda dalam sejarah yang sukses mencetak gol pada laga el clasico.

Setelah itu laga kembali berjalan seimbang. Kendati terjadi jual beli serangan, tidak ada gol tambahan yang tercipta di sisa babak pertama.

Pada babak kedua baik Barcelona dan Real Madrid mempertahankan tempo pertandingan. memasuki menit ke-60 El Real mendapat hadiah penalti setelah Clement Lenglet menjatuhkan Sergio Ramos di kotak terlarang.

Kendati  wasit sempat menunggu analisis VAR, penalti tetap diberikan untuk tim tamu. Ramos yang maju sebagai eksekutor sukses membawa El Real unggul 2-1.

Butuh gol untuk menyamakan kedudukan, Barcelona langsung mengurung pertahanan Los Blancos. Mereka hampir saja mendapatkan penalti pada menit ke-70. Tapi kali ini VAR tidak memihak pada tuan rumah.

Wasit batal memberikan penalti setelah melihat tayangan ulang VAR. Situasi ini membuat Ronald Koeman melakukan perubahan. Dia memainkan Antoine Griezmann dan Trincao untuk menggantikan Ansu Fati seta Sergio Busquets.

Akan tetapi keputusan ini terlambat. Justru Los Blancos yang menjauhkan keunggulan menjadi 3-1 melalui gol Luka Modric pada masa injury time.

Kemenangan 3-1 ini melambungkan posisi Real Madrid ke puncak klasemen dengan 13 poin. Sementara Barcelona tertahan di peringkat ke-10 dengan koleksi tujuh angka.

Susunan Pemain:

Barcelona (4-2-3-1): 13-Neto; 18-Jordi Alba, 15-Clement Lenglet, 3-Gerard Pique, 2-Sergino Dest; 5-Sergio Busquets (Trincao 82’), 21-Frenkie de Jong; 14-Philippe Coutinho, 10-Lionel Messi, 16-Pedri (Ousmane Dembele 82’); 22-Ansu Fati (Antoine Griezmann 82’)

Pelatih: Ronald Koeman

Real Madrid (4-3-3): 1-Thibaut Courtois; 6-Nacho Fernandez (Lucas Vazquez 43’), 5-Raphael Varane, 4-Sergio Ramos, 23-Ferland Mendy; 8-Toni Kroos, 14-Casemiro, 15-Federico Valverde (Luca Modric 69’); 11-Marco Asensio (Rodrygo 81’); 9-Karim Benzema, 20-Vinicius Junior

Pelatih: Zinedine Zidane

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Cerita Pemain Barcelona Embuskan Napas Terakhir Jelang El Clasico

gamespool
Cerita Pemain Barcelona Embuskan Napas Terakhir Jelang El Clasico 96

Football5star.com, Indonesia – Akhir pekan ini, Sabtu (24/10/2020) partai El Clasico edisi ke-245 akan dihelat di Stadion Nou Camp antara Barcelona kontra Real Madrid. Sepanjang sejarah pertemuan kedua tim, banyak cerita menarik yang hadir.

Salah satu cerita datang dari kubu Barcelona. Pada edisi Clasico April 1968, Barcelona harus mendapat kenyataan pahit, salah satu pemainnya mengembuskan nafas terakhir. Ialah Julio Cesar Benitez meninggal dunia, H-4 sebelum partai melawan Real Madrid dihelat.

Cerita Duka Kala Pemain Barcelona Hembuskan Nafas Terakhir Jelang El Clasico2
marca

Dikutip Football5star.com dari Marca, Benitez yang saat itu berusia 27 tahun meninggal mendadak. Sebelum meninggal, pelatih Barca saat itu, Salvador Artigas sempat menariknya keluar dari sesi latihan tim. Artigas lalu menyarankan Benitez agar pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kondisinya.

Namun Benitez kabarnya tidak pergi ke rumah sakit dan memilih untuk beristirahat di kediamannya. Keesokan harinya, ia masih berada di rumah dan mengalami demam tinggi. Selang satu hari, ia bisa kembali datang berlatih. Namun setelah itu kondisinya makin memburuk.

Rumor pun berkembang. Benitez sempat disebut mengalami keracunan makanan serta ia sempat dirumorkan menderita penyakit hepatitis. Pihak rumah sakit yang merawat Benitez tidak memberikan keterangan detail mengenai kondisi pemain yang berposisi sebagai full back tersebut.

Pihak rumah sakit hanya menyebut bahwa Benitez mengalami infeksi di bagian usus. Setelah beberapa hari dirawat, Benitez akhirnya mengembuskan nafas terakhirnya pada 6 April 1968.

Pihak rumah sakit hanya menyebut bahwa penyebab meninggalnya Benitze adalah infeksi umum namun tidak menjelaskan lebih detail. Laga El Clasico 1968 pun harus diundur 2 hari karena meninggalnya Benitez. Laga Barcelona vs Real Madrid April 1968 berakhir dengan skor imbang 1-1.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Barcelona vs Real Madrid: Rekor Sempurna Zidane di Camp Nou

gamespool
Barcelona vs Real Madrid: Rekor Sempurna Zidane di Camp Nou 100

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, memiliki rekor bagus jelang laga El Clasico, Barcelona vs Real Madrid. Zidane sama sekali belum terkalahkan di Camp Nou.

Zidane datang ke pekan ketujuh La Liga melawan Barcelona dengan momen terendahnya sebagai pelatih. Madrid harus kalah di dua laga beruntun terakhir melawan Cadiz dan Shakhtar Donetsk. Zidane berusaha mencoba mendapatkan performa pemainnya kembali di jadwal padat ini.

Namun Zidane setidaknya bisa tersenyum jika melihat trek rekor bagusnya di Camp Nou. Dalam 5 laga kunjungannya ke markas Barcelona itu, dia tak terkalahkan dengan catatan 2 kemenangan dan 3 imbang.

Zinedine Zidane jadi pelatih pertama real Madrid yang tak kalah dalam lima El Clasico awal di kandang Barcelona, Camp Nou.
telemadrid.es

Laga El Clasico pertama Zidane datang pada 2 April 2016, yang mana secara mengejutkan Madrid berhasil mengalahkan Barcelona di Camp Nou, 2-1, dan mengakhir rekor 39 laga tak terkalahkan Barcelona.

Laga tandang keduanya datang pada musim berikutnya dengan skor yang berakhir imbang 1-1 dengan Sergio Ramos mencetak gol di penghujung laga. Pada musim berikutnya Zidane bertemu Barcelona dua kali di Camp Nou, di Piala Super Spanyol dan La Liga. Madrid berhasil menang 3-1 di Piala Super Spanyol, dan imbang 2-2 di La Liga.

Sedangkan laga terakhir Zidane di Camp Nou terjadi di musim lalu, dan berakhir dengan skor imbang 0-0.

Secara total, Zinedine Zidane bertemu Barcelona 9 kali, menang 4 kali, imbang 3 kali, dan kalah 2 kali. 2 Kekalahan yang didapatkannya malah terjadi di Santiago Bernabeu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Jelang Barcelona vs Real Madrid, Siapa Lebih Akrab dengan VAR?

gamespool
Jelang Barcelona vs Real Madrid, Siapa Lebih Akrab dengan VAR? 107

Football5star.com Indonesia – Sudah umum ketika wasit mendapat sorotan lebih pada pertandingan sekelas El Clasico. Tak cuma wasit di lapangan, video assistant referee (VAR) yang membantu dari balik layar pun berpotensi menghadirkan kontroversi. Termasuk ketika Barcelona bersua Real Madrid, Sabtu (24/10/2020).

Rivalitas panas yang melatari pertemuan Barcelona vs Real Madrid diyakini akan membuat wasit Juan Martínez Munuera bekerja keras. Apalagi, ini kali pertama pengadil asal Valencia itu memimpin laga El Clasico. Dia akan dibantu Sanchez Martinez yang bertugas sebagai pengendali VAR.

Tugas Sanchez Martinez tentunya tak kalah berat dibanding koleganya. Apalagi sejak VAR diberlakukan di pentas Liga Spanyol sejak dua musim terakhir, tak sedikit kontoversi yang lahir. Meski begitu, fakta menariknya VAR baru sekali digunakan pada laga El Clasico.

Tepatnya ketika Barcelona bersua Real Madrid pada jornada 10 musim 2018-19. Ketika itu, Sanchez Martinez pula yang bertugas di balik layar. Ketika itu, wasit meminta bantuan VAR untuk memutuskan apakah Barcelona layak mendapatkan penalti menyusul pelanggaran Raphael Varane terhadap Luis Suarez.

Barcelona Real Madrid El Clasico VAR Luis Suarez - marca
Marca

Hasilnya, Barcelona mendapat keuntungan dari VAR. Luis Suarez yang mengambil hadiah penalti berhasil menunaikan tugasnya dengan baik. Sejak saat itu, duel El Clasico tak pernah lagi “diusik” VAR.

Padahal, musim lalu Real Madrid sempat meminta wasit berkonsultasi dengan VAR setelah menganggap ada dua pelanggaran yang dilakukan pemain Barcelona. Namun, wasit tak menggubrisnya. VAR tak digunakan sehingga El Real gagal mendapat keuntungan darinya.

“VAR ada untuk digunakan dan membantu. Kali ini, giliran kami yang seharusnya mendapatkan penalti tapi tidak dicek oleh VAR,” kritik kapten Madrid, Sergio Ramos, kala itu.

Barcelona Real Madrid El Clasico VAR Raphael Varane - marca
Marca

Meski VAR masih minim dipakai dalam duel El Clasico, tidak dengan pertandingan lain di Liga Spanyol yang melibatkan Barcelona atau Real Madrid. Dalam perjalanan dua musim terakhir, Barcelona dan Real Madrid sempat merasakan tuah dan tulah VAR.

VAR Lebih Bersahabat dengan Real Madrid

Total, Video Assistant Referee sempat terlibat 54 kali dalam pertandingan Barcelona dan juga Real Madrid. Namun, empat di antaranya tak masuk gitungan karena tidak menghadirkan keuntungan atau kerugian. Madrid mendapat jatah 28 kesempatan, sedangkan Barcelona 22 kali.

Di antara kedua tim, ternyata Real Madrid lebih menonjol bersama VAR. Los Blancos menjadi tim yang paling sering dirugikan oleh keputusan VAR hingga memasuki musim ketiga ini. Total 16 kali mereka tak diuntungkan oleh VAR. Meski begitu, mereka pun paling sering meraup untung dari VAR, yakni sebanya 12 kali.

Sang rival di El Clasico, Barcelona, cuma terpaut tipis di bawahnya. El Barca tak bisa mengklaim lebih sering diuntungkan atau dirugikan VAR. Pasalnya, keduanya berimbang, sama-sama 11 kali.

Hasil Barcelona vs Atletico Madrid Peran VAR Gagalkan El Clasico Tersaji di Final - forbessports
Zimbio

Sementara ketika bicara soal keuntungan poin yang didapat akibat keputusan VAR, Real Madrid mengungguli Barcelona. Sergio Ramos dan kawan-kawan meraup 10 poin pertandingan yang turut dipengaruhi keputusan VAR, dan kehilangan 8 angka.

Di sisi lain, Barcelona cuma pernah mendapat keuntungan dua poin berkat pengaruh VAR. Angka yang sama juga diderita ketika mengalami kerugian akibat VAR.

Bagaimana khusus untuk musim ini? Dalam 4 pertandingan Liga Spanyol yang sudah dilalui, Barcelona belum pernah diganggu VAR. Berbeda dengan sang rival yang sudah meraup dua keuntungan VAR setelah melewati lima pertandingan.

Real Betis vs Real Madrid VAR - marca
Marca

Dua keuntungan itu didapat ketika El Real bertemu Real Betis. Pertama, ketika pemain Real betis, Emerson, diganjar kartu merah. Kedua, hadiah penalti menyusul handball Marc Bartra. Berkat bantuan VAR tersebut, Madrid bisa membawa pulang kemenangan 3-2 dari markas Real Betis berkat gol penalti Sergio Ramos.

Bagaimana dengan El Clasico nanti malam? Apakah VAR akan beraksi kembali?

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Lionel Messi, Raja El Clasico yang Sedang Terluka

gamespool
Lionel Messi, Raja El Clasico yang Sedang Terluka 114

Football5star.com Indonesia – Bicara soal Lionel Messi, tentu tak luput dari sederet rekor yang pernah ditorehkan. Termasuk dalam laga El Clasico. Saat ini, dialah raja El Clasico. Namun, jelang pertemuan Barcelona vs Real Madrid pada Sabtu (24/10/2020), sang raja justru tengah terluka.

Status raja El Clasico diraih Messi sejak mencatatkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak. Tak ada pemain lain yang mengoleksi gol lebih banyak dari Messi sepanjang sejarah digelarnya El Clasico.

Lionel Messi Ronaldinho Barcelona El Clasico Real Madrid - Marca
Marca

Sebagian fan Barcelona mungkin masih ingat ketika Lionel Messi pertama kalinya merasakan atmosfer rivalitas kedua klub pada 2007. Namun, yang paling diingat tentunya ketika dia mencatat hat-trick dalam debut El Clasico di Camp Nou saat usianya baru 19 tahun (10/3/2007).

“Saya tak pernah melihat pemain dengan kualitas seperti itu dalam usianya. Personalitas, kecepatan, semua dimilikinya. Saya menyukainya,” puji pelatih Real Madrid kala itu, Fabio Capello.

Lionel Messi Barcelona El Clasico Zinedine Zidane Real Madrid - Marca
Marca

Sejak saat itu, gelontoran gol dan rekor terus ditorehkannya dalam pertandingan melawan Real Madrid. Sampai suatu saat, Lionel Messi sukses membukukan golnya ke-18 ke gawang sang rival pada 2 Maret 2013. Gol itu membawa dia menyamai legenda Real Madrid, Alfredo Di Stefano, sebagai pencetak gol terbanyak di El Clasico.

Meski tak melulu membobol gawang El Real, kebuasan Messi tetap tak terbendung. Sampai akhirnya, total 26 gol dibukukan penyerang asal Argentina itu ke gawang Real Madrid. Dia juga mencatat 14 assists dan memenangi 19 pertandingan dari 43 edisi El Clasico yang sudah dilaluinya.

Messi Mulai Dijauhi Fortuna

Sial bagi Messi, sejak menembus angka 26, keran golnya tiba-tiba terhenti. Fortuna seolah mulai menjauhinya. Messi mulai menjadi pesakitan dalam pertandingan El Clasico. Gol terakhirnya ke gawang Los Blancos dicetak pada 6 Mei 2018. Sejak saat itu, nihil!

Jelang Barcelona vs Real Madrid jilid I musim ini, 900 hari sudah dilalui Messi tanpa torehan gol pada laga El Clasico. Total 440 menit laga dia mengalami kebuntuan untuk membobol gawang Madrid.

Lionel Messi Getty Images Sergio Ramos
Getty Images

Dalam dua musim terakhir, Messi tak sanggup lagi melanjutkan ketajamannya melawan Real Madrid. Tiga pertandingan di Liga Spanyol serta dua di Copa Del Rey. Apakah sang raja sedang terluka?

Beragam alasan melatari klaim tersebut. Mulai dari kepergian pesaing setianya, Cristiano Ronaldo, dari Real Madrid, sampai polemik masa depan di Barcelona yang sempat memanas. Sebagian pihak menilai, Messi sudah kehilangan gairah di Barcelona.

Namun, klaim tersebut tak sepenuhnya tepat. Messi tetaplah Messi. Dalam usia 33 tahun, gol tetap menjadi sahabat karibnya. Sejak melepaskan diri dari polemik masa depan, Lionel Messi kembali menunjukkan tajinya.

Lionel Messi Barcelona Ronaldo Koeman El Clasico Real Madrid - Zimbio
Zimbio

Musim ini bersama pelatih baru, Ronaldo Koeman, Messi sudah mencetak dua gol dan tiga assists dari 5 pertandingan yang dilalui. Termasuk sebiji gol dan assist ketika Barcelona membungkam Ferencvaros 5-1 di Liga Champions (20/10/2020).

Keinginan untuk menambah koleksi golnya dalam laga El Clasico tentu sangat tinggi. Ditambah lagi, sang rival, Real Madrid, justru tengah menjalani periode buruk dengan dua kekalahan beruntun.

Bukan mustahil Barcelona bisa menghadirkan kekalahan ketiga bagi anak asuh Zinedine Zidane dan Messi jadi protagonis utamanya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Barcelona vs Real Madrid: Atmosfer El Clasico Bikin Miralem Pjanic Penasaran

gamespool
Barcelona vs Real Madrid: Atmosfer El Clasico Bikin Miralem Pjanic Penasaran 118

Football5star.com, Indonesia – Miralem Pjanic berharap akan dimainkan Ronald Koeman pada partai Barcelona vs Real Madrid di Camp Nou malam nanti. Pemain 30 tahun itu mengaku cukup penasaran dengan atmosfer pertandingan El Clasico.

Jika dimainkan, El Clasico akan menambah panjang daftar pertandingan tensi tinggi milik Pjanic. Pasalnya, ia sudah pernah mencicipi atmosfer pertandingan derbi ibukota Italia antara AS Roma vs Lazio serta Derby d’Italia yang mempertemukan Inter vs Juventus.

El Clasico tentu menjadi pertandingan yang spesial. Sebelumnya, saya sudah pernah bermain di partai derbi ibukota Italia dan Derby d’Italia,” ungkap Miralem Pjanic kepada Barca TV.

Miralem Pjanic - Barcelona vs Real Madrid - El Clasico - @miralem_pjanic
instagram.com/miralem_pjanic

“Saya sudah berpengalaman bermain di pertandingan tensi tinggi. Sekarang, saya ingin tahu bagaimana rasanya bermain di El Clasiico. Saya sangat penasaran dengan atmosfer pertandingan nanti,” sambung Pjanic.

Lebih lanjut, Pjanic mengatakan bahwa bermain di partai Barcelona vs Real Madrid merupakan mimpi bagi banyak pemain profesional. Ia pun pede akan bisa membawa Blaugrana meraup poin penuh.

“Bermain di El Clasico merupakan mimpi bagi banyak pemain. Ini adalah pertandingan terbesar di dunia sepak bola. Saya berharap bisa dimainkan di pertandingan nanti dan membawa Barcelona meraih kemenangan,” tutup Pjanic.

Semenjak pindah ke Barcelona musim panas lalu, Pjanic bukan menjadi pilihan utama Ronald Koeman. Sejauh ini, ia baru melakoni dua penampilan sebagai pemain pengganti di ajang Liga Spanyol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Barcelona vs Real Madrid: Antoine Griezmann Kembali Bermain?

gamespool
Barcelona vs Real Madrid: Antoine Griezmann Kembali Bermain? 122

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Barcelona, Ronald Koeman, mengaku masih belum kehilangan kepercayaan kepada Antoine Griezmann yang belum tampil optimal. Koeman pun membuka peluang menurunkan Griezmann pada partai Barcelona vs Real Madrid malam nanti.

Griezmann memang belum berhasil menunjukkan penampilan terbaiknya bersama Barcelona musim ini. Pemain asal Prancis itu bahkan kehilangan tempatnya di starting XI pada partai Liga Champions melawan Ferencvaros tengah pekan lalu.

“Sama seperti pemain lain, Antoine Griezmann tetap memiliki peluang untuk bermain di pertandingan nanti,” beber Ronald Koeman seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman Marca.

Antoine Griezmann - Barcelona vs Real Madrid - Ronald Koeman - The Sun
The Sun

“Tak bagus membicarakan peranan para pemain di setiap pertandingan. Saya ingin semua pemain tetap berada di level permainan tertinggi dan hal itu menjadi fokus utama kami,” kata Koeman menambahkan.

Lebih lanjut, Koeman juga meminta anak asuhnya untuk tak meremehkan Real Madrid. Di mata Koeman, dua kekalahan beruntun Los Blancos takkan memiliki banyak arti di pertandingan Barcelona vs Real Madrid nanti.

“Real Madrid adalah tim besar yang paham mengatasi tekanan besar. Saya rasa, hasil pertandingan sebelumnya takkan terlalu mempengaruhi cara mereka bermain.”

“Satu hal yang pasti, pelatih mereka akan berusaha untuk tak mengulangi kesalahan yang sama. Mereka takkan meninggalkan banyak ruang untuk dieksploitasi seperti dua pertandingan sebelumnya. Kami yakin mereka akan bermain lebih kompak,” tutup Koeman.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]