Emiliano Martinez Bela Diri Terkait Batalnya Laga Lawan Brasil

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Emiliano Martinez menjadi salah satu dari empat pemain Argentina yang dituding otoritas kesehatan Brasil, Anvisa berbohong saat pengisian data daftar perjalanan selama 14 hari ke belakang.

Dugaan kebohongan itu yang mendorong petugas dari otoritas kesehatan Brasil meringsek masuk ke dalam stadion saat pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia 2022, Senin (6/9/2021).

Brasil vs Argentina Dihentikan karena Pelanggaran Prokes - Empat Pemain Argentina Akan Dideportasi, Scaloni Pasang Badan _ Emiliano Martinez
Marca

Pertandingan Brasil vs Argentina baru berjalan kurang dari 10 menit harus dihentikan. Sejumlah agen dari otoritas kesehatan Brasil, Anvisa dan polisi federal memasuki lapangan.

Mereka berupaya untuk mendeportasi empat pemain Argentina yang diduga melanggar prokes. Penanggung jawab Anvisa, Laksamana Muda Angkatan Laut, Antonio Barra Torres mengatakan bahwa delegasi Argentina sebenarnya sudah diberitahu agar keempat pemain itu tetap diisolasi di hotel.

Brasil vs Argentina Dihentikan karena Pelanggaran Prokes - Lionel Messi_ Emiliano Martinez
Marca

Namun menurut Torres, delegasi Argentina mengabaikannya. Menurut polisi federal, empat pemain Argentina itu tetap diikutsertakan untuk datang ke stadion.

“Itu adalah urutan ketidakpatuhan terhadap pedoman dan ketentuan protokol kesehatan. Ketika jaksa dan agen polisi datang ke hotel, mereka diberitahu bahwa para pemain telah pergi ke stadion dan cerita selanjutnya, seperti yang Anda lihat,” kata Torres

Emiliano Martinez Membela Diri

Tudingan dari pihak Anvisa pun dibantah oleh Emiliano Martinez. Menurut Martinez seperti dikutip Football5star.com dari Reuters, Selasa (7/9), pihak Brasil memberitahukan perihal masa isolasi bagi pemain yang berbasis di Inggris di waktu yang sangat sempit.

Emiliano Martinez Bela Diri Terkait Batalnya Laga Brasil vs Argentina

“Jelas kami mengetahui ada desas desus perihal para pemain dari Liga Inggris dalam pertandingan itu. Tetapi mereka memberi tahu kami ketika kami sudah tiba di Brasil dan tidak memberikan informasi untuk pembatalan pertandingan,” ungkap kiper Aston Villa tersebut.

“Kami tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Aston Villa juga tidak mengerti mengapa hal tersebut bisa terjadi, tetapi semua orang melihat faktanya,”

“Keempat pemain, termasuk saya menanggung konsekuensinya. Kami bertanding karena kami cinta pada jersey Argenina. Apa yang terjadi sangat disayangkan. Itu semua lebih kepada alasan politik,”

“Dunia mengharapkan pertandingan yang hebat untuk disaksikan, bukan drama seperti ini,” tegas Emiliano Martinez.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Emi Martinez Sejak Awal Memang Tak Pernah Mau Gabung Arsenal

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Kiper Aston Villa, Emiliano Martinez, mengungkapkan bahwa dirinya memang dari awal tak mau bergabung ke Arsenal pada 2010 lalu. Saat itu, dia terpaksa pindah ke Arsenal karena permintaan dari pelatihnya dan keluarganya.

Arsenal merekrut Martinez dari akademi Independiente pada 2010, saat itu Martinez berusia 18 tahun. Namun, setelah itu, dia terus menerus dipinjamkan ke 6 klub yang berbeda.

Emiliano Martinez sempat ditolak oleh River Plate dan Boca Juniors.
tycsports.com

Kemampuan Martinez baru terlihat pada musim 2019-20 ketika Bernd Leno mengalami cedera. Dia tampil luar biasa sampai akhirnya menjadi kunci keberhasilan The Gunners meraih Piala FA dan Community Shield.

Tapi dia langsung dijual setelah itu karena Arsenal tetap memilih Leno sebagai kiper utama dan Martinez menolak untuk menjadi kiper kedua.

Dia pindah ke Aston Villa dan musim lalu menjadi kiper dengan catatan cleansheet kedua terbanyak di Premier League. Puncak kariernya terjadi ketika dia dipilih menjadi kiper utama timnas Argentina dan membawa Albiceleste juara Copa America 2021.

Emiliano Martinez: Saya Pindah ke Arsenal Demi Keluarga

Emiliano Martinez melakukan panggilan video setelah final Piala FA 2019-20.
Getty Images

Martinez kini mengakui bahwa pada 2010, dia sebenarnya menolak untuk pindah ke Arsenal karena ingin bisa menembus posisi kiper utama Independiente.

“Arsenal datang untuk mencari saya dan (pelatih) Pepe Santoro mengatakan kepada saya bahwa itu kesempatan sekali seumur hidup. Keluarga saya dan agen saya berpikiran sama. Jadi, keputusannya lebih untuk mereka daripada yang lainnya,” ucap Martinez seperti dikutip Football5Star.com dari El Pais.

Dia melanjutkan, “Saya tidak ingin pergi. Saya tidak menyesalinya, tetapi saya ingin bermain di Independiente. Untuk sementara saya berpikir: ‘Jika saya bertahan, dalam dua tahun saya akan menjalani debut saya’.

“Kami sedikit kekurangan secara finansial. Saya melakukannya lebih untuk itu daripada untuk olahraga. Saya tahu saya bisa masuk ke tim utama Independiente. Klub mempercayai penjaga gawang tim junior.”

Menguak Ritual Khusus Emiliano Martinez, Kiper Andalan Argentina

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Ritual atau tindakan tertentu yang dilakukan berulang-ulang secara rutin adalah hal biasa di antara para pesepak bola. Ada yang sengaja melakukannya karena dianggap membawa tuah, ada pula yang melakukannya tanpa sengaja, hanya rutinitas biasa. Diam-diam, Emiliano Martinez juga punya ritual seperti itu.

Masih ingat pemandangan di salah satu sudut Stadion Wembley setelah Arsenal mengalahkan Chelsea pada final Piala FA 2019-20? Emiliano Martinez bersandar di papan iklan sambil menatap layar telepon selulernya dengan berurai air mata. Ternyata, itu sudah jadi ritual tersendiri bagi kiper yang kini jadi andalan timnas Argentina tersebut.

Menghubungi orang terdekat, terutama sang ayah, Alberto, sudah jadi rutinitas Emi selepas pertandingan. Terutama saat baru saja mengalami hal-hal besar. Di antaranya juara Piala FA bersama Arsenal dan menahan tiga eksekusi pemain Kolombia pada semifinal Copa America 2021.

Emiliano Martinez melakukan panggilan video setelah final Piala FA 2019-20.
Getty Images

“Saya berbicara dengan Emi setelah pertandingan, dengan panggilan video yang dilakukannya di ruang ganti. Dia kemudian melakukannya lagi sekitar pukul 4 pagi saat saya sedang bermain kartu dengan teman-teman saya. Saya memahami itu. Setelah pertandingan, pemain sulit tidur. Mereka menonton televisi atau berbincang,” urai Alberto Martinez seperti dikutip Football5Star.com dari salah satu media Argentina.

Lebih lanjut, Alberto mengungkapkan, “Dia selalu mengontak saya setelah pertandingan. Ketika dia memenangi Piala FA bersama Arsenal, dia berdiri di salah satu bagian lapangan dan membuat panggilan video. Kami berdua menangis seperti bocah saat itu.”

Dedikasi Emiliano Martinez untuk Ayahnya

Sebagai seorang ayah yang sangat bangga terhadap putranya, Alberto selalu senang jadi bagian kebahagiaan Emiliano Martinez. Dia sama sekali tak merasa terganggu meskipun sang anak melakukan panggilan atau mengirim pesan ketika malam sudah sangat larut.

“Kemarin malam, dia mengirim saya memo suara pada pukul 2 pagi dan itu membuat saya menangis tersedu-sedu. Dia selalu melakukan itu kepada saya. Dia tidak dapat berbicara banyak soal kegembiraan. Lalu, dia berkata, ‘Gordo, nikmatilah ini. Ini semua untukmu.’ Itu membuat saya jadi lebih terharu,” kata Alberto lagi.

Alberto Martinez selalu dihubungi Emiliano Martinez setiap selesai pertandingan.
airedesantafe.com.ar

Bagi Alberto, Emiliano Martinez tetaplah Emi kecil meskipun sudah memberi dia dua orang cucu. Maklum saja, mereka berpisah saat Emi berumur 11 tahun. Kala itu, sang anak sungguh-sungguh ingin menimba ilmu sepak bola dan jadi pesepak bola profesional.

“Saat itu, tentu saja sangat sulit bagi saya melepas dia. Emi pergi saat berumur 11 tahun dan saya tak pernah lagi tinggal bersama dia. Memang betul kami selalu melakukan kontak, saya melakukan perjalanan 2 atau tiga kali dalam setahun, ibu dan kakaknya juga begitu. Namun, tetap saja sulit karena dia tetap saja Emi,” kata dia lagi.

Minggu (11/7/2021) pagi WIB nanti, Alberto dipastikan menanti kembali panggilan video dari Emiliano Martinez setelah laga final Copa America 2021. Tentu saja, dia berharap La Albiceleste menang, apalagi sang lawan adalah Brasil. Namun, andai tanpa trofi juara pun, kebanggaannya terhadap Emi tidak akan berkurang barang sedikit.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Meja Kopi Jadi Korban Kegemilangan Emiliano Martinez di Copa America 2021

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Emiliano Martinez menjadi bintang timnas Argentina saat menyingkirkan Kolombia pada semifinal Copa America 2021, Rabu (7/7/2021) pagi WIB. Dalam adu penalti, dia mementahkan tiga eksekusi pemain lawan dan membawa La Albiceleste menang 3-2.

Di balik kecemerlangan Emi Martinez tersebut, ada sebuah kisah menarik. Itu menyangkut ayah sang kiper, Alberto. Saking girang bukan kepalang, dia sampai memecahkan meja kopi di rumahnya. Reaksi spontan saat merayakan kegemilangan sang anak ternyata berujung kurang baik.

“Saya tinggal sendirian dan menonton laga tadi sendirian juga. Meskipun begitu, saya menikmatinya. Seperti Anda lihat, saya sampai memecahkan memecahkan meja kopi,” urai Alberto Martinez sambil tertawa seperti dikutip Football5Star.com dari media Argentina.

Alberto sangat bangga melihat lesatan karier Emiliano Martinez yang kini jadi andalan timnas Argentina. “Itu sungguh menarik dan tak terduga. menjadi kiper timnas Argentina itu ibarat menyentuh langit-langit dengan jemari tangan,” ucap dia dengan penuh rasa bangga.

Emiliano Martinez Tertempa Masa Lalu

Alberto sangat bersyukur Emiliano Martinez mencuat pada saat yang tepat. Dia menilai kehebatan sang anak tak terlepas dari suasana di tim dan kepercayaan yang diberikan pelatih Lionel Scaloni. “Saya melihat dia sangat tenang, punya rekan-rekan yang baik di tim. Scaloni sangat mendukung dia. Itu membuat dia percaya diri dan tenang dalam menjaga gawangnya,” ujar lelaki yang sudah memiliki empat orang cucu itu.

Berbicara soal ketenangan dan ketangguhan Emi Martinez, Alberto lantas mengungkap kehidupan mereka dulu. Menurut dia, karakter yang ditunjukkan sang anak saat ini tak dapat dilepaskan dari masa sulit yang mereka jalani bersama. Kesulitan, kata dia, telah menempa Emi jadi sosok seperti saat ini.

Alberto Martinez bangga melihat kegemilangan Emi Martinez.
0223.com.ar

“Kadang kala, saya hanya mampu memberikan satu hadiah bagi mereka berdua (Emi dan Alejandro). Saya harus bermain tebak-tebakan untuk menyembunyikan ketidakmampuan membelikan mereka hadiah masing-masing. Kami harus berjuang keras, semuanya sungguh sulit,” urai Alejandro mengenang masa kecil Emi.

Lebih lanjut, Alberto mengungkapkan, “Syukurlah kami pernah melalui masa sulit. Hal itulah yang membuat Emiliano seperti hari ini. Dia adalah sosok yang rendah hati. Dia tahu di mana dia lahir, dari mana asalnya, dan siapa keluarga Martinez itu. Kami semua rendah hati.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

5 Fakta Menarik Emiliano Martinez yang Jarang Diungkap

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Emiliano Martinez tiba-tiba saja jadi buah bibir setelah menjadi pahlawan timnas Argentina pada semifinal Copa America 2021, Rabu (7/7/2021) pagi WIB. Dalam adu penalti, dia menggagalkan tiga eksekusi pemain Kolombia dan mengantar La Albiceleste menang 3-2.

Sosok Martinez sebetulnya sudah tidak asing. Musim 2019-20, dia jadi pahlawan Arsenal saat mengalahkan Chelsea pada final Piala FA. Kemudian, musim lalu, dia tampil impresif bersama Aston Villa hingga dinobatkan sebagai penjaga gawang terbaik Premier League. Tak heran bila kemudian dia menggeser Franco Armani di timnas Argentina.

Di samping lesatannya dalam setahun terakhir, ada banyak hal menarik yang mewarnai hidup dan karier Emiliano Martinez. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan 5 fakta menarik sang kiper yang jarang diungkap kepada publik.

1. Emiliano Martinez dari Keluarga Kurang Berada

Alberto Martinez bangga melihat kegemilangan Emi Martinez.
0223.com.ar

Seperti kebanyakan pesepak bola dari Amerika Selatan, Emiliano Martinez berasal dari keluarga kurang berada. Kepada Clarin, kiper timnas Argentina itu mengaku keluarganya bahkan sempat tak punya cukup uang untuk membelikan dia sepatu dan seragam sepak bola.

Ayah Emi, Alberto, bekerja di pelabuhan. Sementara itu, Susana, ibunda Emi, menambah pendapatan keluarga dengan mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan membersihkan rumah orang lain. Mereka melakukan itu semua untuk mencukupi kebutuhan Emi dan Alejandro, terutama biaya sekolah.

2. Diberi Panggilan Dibu oleh Pepe Santoro

Pepe Santoro adalah orang yang memberikan panggilan Dibu kepada Emi Martinez.
infobae.com

Emiliano Martinez akrab dipanggil Dibu. Panggilan itu punya cerita tersendiri. Emi mendapatkan panggilan itu dari Miguel Angel “Pepe” Santoro, pelatih kiper Independiente yang mengasah kemampuannya saat memulai kiprah sebagai pesepak bola.

Lalu, dari mana panggilan itu berasal? Ternyata panggilan itu didapatkan Santoro dari sebuah serial kartun yang rilis di Argentina pada 1996. Judulnya “Mi Familia es un Dibujo”. Santoro sepertinya mendapati kesamaan antara Emi dengan sosok pada serial kartun tersebut.

3. Ditolak River Plate dan Boca Juniors

Emiliano Martinez sempat ditolak oleh River Plate dan Boca Juniors.
tycsports.com

Sebelum ditampung Independiente berkat ketajaman mata Pepe Santoro, Emiliano Martinez sempat menelan pil pahit. Dia pernah mencoba peruntungan untuk masuk River Plate dan Boca Juniors, dua klub terbesar di Argentina. Namun, dia tak diterima karena alasan yang sama.

Jorge Peta, pemandu bakat yang menemani Emi kala itu, mengungkapkan, Hector Osvaldo Pitarch di River Plate dan Ramon Madoni di Boca Juniors sempat melihat kemampuan sang kiper. Namun, keduanya sama-sama memberikan penolakan dengan alasan di tim masing-masing sudah ada kiper dengan tipikal seperti Emi.

4. Mentahkan Penalti Coutinho

Emiliano Martinez saat mementahkan eksekusi penalti Philippe Coutinho.
infobae.com

Soal menahan penalti, kemampuan Emiliano Martinez sudah terlihat sejak awal. Di antaranya saat membela timnas U-17 Argentina dalam kejuaraan junior di Amerika Selatan pada 2009. Saat menghadapi Brasil, dia membuat dua penyelamatan dalam adu penalti yang berakhir kekalahan 5-6.

Salah satu penyelamatan dilakukan terhadap eksekusi Philippe Coutinho. Emi dengan cekatan terbang dan menepis bola tendangan Coutinho dengan tangan kirinya. Dia kemudian menangkap bola hasil ekskusi Gerson. Meskipun Argentina kalah, penampilannya ternyata memikat pemandu bakat Arsenal di Amerika Selatan.

5. Belum Bertemu Anak Perempuannya

Membela timnas Argentina pada pentas Copa America 2021, Emiliano Martinez melakukan pengorbanan mahabesar. Salah satunya, dia tak bersua dengan keluarganya. Dia bahkan melewatkan dua momen penting. Salah satunya, momen kelahiran anak keduanya yang berjenis kelamin perempuan.

Fakta itu diungkap saudara Emi, Alejandro. Menurut dia, Emi baru saja jadi ayah lagi empat hari sebelum laga semifinal lawan Kolombia. Menurut Alejandro, Emi hanya bisa melihat anak perempuannya via panggilan video. Begitu pula saat anak pertamanya berulang tahun pada dua pekan silam.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Lionel Messi Puji Emiliano Martinez sebagai Sosok Fenomenal

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Lionel Messi memuji rekannya, kiper Argentina, Emiliano Martinez. Menurut Lionel Messi, kiper Aston Villa itu ialah sosok yang fenomena dengan menjadi pahlawan tim Tango melaju ke partai final Copa America 2021.

“Kami memiliki Emi yang merupakan sosok fenomena,” kata Messi usai pertandingan babak semifinal Copa America 2021 antara Argentina melawan Kolombia, Rabu (7/7/2021).

Lionel Messi Puji Emiliano Martinez sebagai Sosok Fenomena

Pada laga semifinal Copa America 2021, Argentina menang adu penalti Kolombia dengan skor 3-2, setelah sebelumnya kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal. Pada babak adu penalti, Emiliano Martinez mematahkan sepakan tiga penendang Kolombia, Davinson Sanchez, Yerry Mina dan Edwin Cardona.

“Kami mempercayainya. Kami mencapai tujuan untuk bisa memainkan semua pertandingan dan sekarang kami akan bermain di partai final,” tambah Lionel Messi.

Sementara itu, pelatih Argentina, Lionel Scaloni juga memuji penampilan dari Emiliano Martinez di babak adu penalti. Menurut Scaloni, Martinez ialah komandan di lini pertahanan.

“Kami sangat senang dengan penampilan Emilliano, bukan hanya karena penalti, tetapi juga karena keamanan yang dia berikan,” ungkap Lionel Scaloni.

“Para pemain belakang kami didukung sepenuhnya dan kami sangat menyukainya,” tambah Lionel Scaloni.

Argentina akan melawan Brasil di final idaman Copa America 2021. Partai final Copa America 2021 akan berlangsung di Maracanã Stadium, Rio de Janiero pada 10 Juli 2021. Lionel Messi sendiri saat ini menjadi top scorer sementara Copa America 2021 dengan torehan 4 gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Emiliano Martinez Siap Hajar Brasil pada Final Copa America 2021

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Lolos ke final dengan mengandaskan Kolombia, timnas Argentina diyakini Emiliano Martinez akan mampu mengalahkan Brasil. Dia menegaskan, La Albiceleste sama sekali tak taku menghadapi Selecao yang berstatus tuan rumah dan telah menunjukkan performa apik pada Copa America 2021.

Argentina memastikan final idaman lawan Brasil tercipta pada Copa America kali ini setelah menang susah payah atas Kolombia. Imbang 1-1 dalam 90 menit, La Albiceleste tertolong kegemilangan Martinez yang mementahkan tiga eksekusi pada adu penalti. Mereka pun menang 3-2.

Selepas pertandingan menegangkan itu, Martinez langsung melancarkan perang urat syaraf kepada kubu timnas Brasil yang telah terlebih dahulu lolos ke final dengan mengeliminasi Peru. Dia mengatakan, tim asuhan Lionel Scaloni sama sekali tak takut menghadapi Neymar dkk. di Stadion Maracana.

“Kami sama sekali tidak ciut nyali,” ujar Emiliano Martinez seperti dikutip Football5Star.com dari TyC Sports. “Mereka memang tim hebat dan jadi kandidat juara sejak hari pertama. Namun, kami punya pelatih hebat dan terbaik di dunia. Kami akan jadi juara.”

Emiliano Martinez Ungkap Target Argentina

Emiliano Martinez lebih lanjut mengatakan, lolos ke final sudah jadi target timnas Argentina sejak awal. Mereka tak ingin pengorbanan berada dalam bubble selama puluhan hari sia-sia belaka. “Sejak awal, kami ingin ke final. Tentu saja, tak ada final yang lebih baik dari melawan Brasil,” ucap kiper Aston Villa tersebut.

Final melawan Brasil akan jadi motivasi tersendiri bagi Martinez dkk. Bagaimanapun, Selecao dan La Albiceleste adalah dua kekuatan terbesar yang selalu bersaing jadi yang terbaik di Amerika Selatan. Hal itu antara lain diakui gelandang Leandro Paredes.

Emiliano Martinez yakin timnas Argentina akan mengalahkan timnas Brasil pada final Copa America 2021.
Getty Images

“Ini final impian, Sejak masih bocah, kami bermimpi tampil di final dengan jersi ini, menghadapi lawan ini dan di negeri ini,” ujar Paredes selepas laga lawan Kolombia. “Ini adalah mimpi yang jadi kenyataan. Semoga saja segalanya berjalan dengan sangat baik (bagi kami).”

Paredes pun menegaskan, timnas Argentina akan berjuang sepenuh hati untuk menaklukkan Brasil. Gelandang Paris Saint-Germain itu berujar, “Kami akan berjuang dengan segenap jiwa dan raga untuk jersi dan panji ini. Juga untuk semua orang (Argentina). Semoga saja mereka bangga terhadap tim ini.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Jadi Pahlawan Argentina, Begini Kata Emiliano Martinez

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Emiliano Martinez, kiper timnas Argentina, mengaku kehabisan kata-kata untuk menggambarkan kegembiraannya jadi pahlawan kemenangan atas Kolombia pada semifinal Copa America 2021, Rabu (7/7/2021) pagi WIB. Alih-alih menepuk dada, dia juga malah mengatakan kemenangan La Albiceleste adalah buah kerja bersama.

Martinez jadi sosok kunci yang meloloskan Argentina ke final Copa America 2021. Setelah kedudukan imbang 1-1 dalam 90 menit, laga Argentina vs Kolombia harus dilanjutkan dengan adu penalti. Dia lantas tampil gemilang dengan menahan eksekusi yang dilakukan Davinson Sanchez, Yerry Mina, dan Edwin Cardona.

“Sebenarnya, aku kehabisan kata-kata. Kami telah ‘dikurung’ selama 40 hari. Kukira kami adalah satu-satunya tim yang tatap berada dalam bubble,” urai Emiliano Martinez selepas laga seperti dikutip Football5Star.com dari TyC Sports. “Kami adalah 70 orang yang datang dengan mimpi, yakni bermain di final.”

Soal kepahlawanannya saat adu penalti, Martinez tak mau berlebihan. “Situasi seperti ini adalah soal keberuntungan. Hari ini, akulah yang jadi pemenang,” kata kiper Aston Villa itu. “Aku telah meninggalkan rumah demikian lama. Untuk momen-momen seperti inilah aku melakukannya.”

Emiliano Martinez Menang Psywar

Kesuksesan Emiliano Martinez menahan tiga eksekusi pada adu penalti lawan Kolombia tak terlepas dari psywar yang dilakukannya. Dia tertangkap kamera melakukan intimidasi kepada setiap eksekutor Los Cafeteros yang akan melakukan tugasnya.

“Lihatlah, kamu lemah!” kata Martinez berulang-ulang kepada Davinson Sanchez. Sementara itu, kepada Yerry Mina, eks kiper Arsenal tersebut berujar, “Kamu tegang. Kamu tertawa karena tegang. Aku akan menerkam. Lihatlah bagaimana aku memakanmu.”

Yerry Mina jadi salah satu korban psywar Emiliano Martinez saat adu penalti Argentina vs Kolombia.
Getty Images

Perang urat syaraf juga dilakukan kepada Miguel Angel Borja meskipun tak membuahkan hasil. “Aku akan menunggumu. Kamu takut!” ucap dia. Adapun saat Edwin Cardona akan melakukan eksekusi, dia hanya diam. Salah satunya karena sudah diperingatkan wasit Jesus Valenzuela.

Taktik melontarkan psywar itu terbilang mengejutkan. Pasalnya, Emiliano Martinez terbilang kalem saat berlaga membela timnas Argentina pada perhelatan Copa America 2021. Namun, tiba-tiba saja, dia menjelma jadi sosok yang begitu intimidatif saat adu penalti lawan Kolombia di Stadion Mane Garrincha.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Tepis Tiga Eksekusi Penalti, Emiliano Martinez Samai Kiper Meksiko

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Emiliano Martinez tampil luar biasa saat timnas Argentina mengeliminasi Kolombia pada semifinal Copa America 2021, Rabu (7/7/2021) pagi WIB. Dia secara sensasional menepis tiga eksekusi pemain Los Cafeteros pada adu penalti yang dimenangi La Aliceleste dengan skor 3-2.

Pemenang laga Argentina vs Kolombia di Stadion Mane Garrincha harus ditentukan lewat adu penalti setelah kedudukan imbang 1-1 dalam 90 menit. Lautaro Martinez membawa timnas Argentina unggul pada menit ke-7. Adapun gol balasan timnas Kolombia dilesakkan Luis Diaz saat pertandingan berjalan 61 menit.

Pada adu penalti, Emi Martinez jadi pahlawan Argentina. Dia mementahkan eksekusi Davinson Sanchez, Yerry Mina, dan Edwin Cardona. Alhasil, kegagalan Rodrigo De Paul tidak fatal. Kesuksesan ini pun istimewa karena dalam sejarah Copa America, hanya ada satu kiper lain yang mampu melakukan hal itu. Dia adalah Adolfo Rios dari Meksiko.

Adolfo Rios melakukannya ada perempat final Copa America 1997. Laga Meksiko vs Ekuador harus berlanjut hingga adu penalti setelah kedudukan imbang 1-1. Ekuador unggul terlebih dahulu pada menit ke-6 berkat penalti Luis Capurro. Namun, sebelas menit kemudian, Meksiko menyamakan kedudukan lewat sang bintang, Cuauhtemoc Blanco.

Pada adu penalti, Adolfo Rios jadi pahlawan Meksiko. Dia melakukan pembalasan kepada Capurro. Lalu, giliran eksekusi Ulises de la Cruz dan Hidrobo Rosero. Penyelamatan terhadap eksekusi Rosero jadi penantu kemenangan Blanco dan German Villa juga tak mampu menjebol gawang Ekuador pada adu penalti itu.

Emiliano Martinez Wujudkan Final Idaman

Tiga tepisan Emiliano Martinez pada adu penalti lawan Kolombia memastikan final idaman tercipta pada Copa America 2021. Argentina yang seharusnya jadi tuan rumah bersama Kolombia akan menghadapi Brasil yang akhirnya ditunjuk sebagai tuan rumah baru.

Sepanjang sejarah Copa America, final yang menautkan Brasil dengan Argentina terbilang jarang. Padahal, mereka adalah dua kekuatan utama sepak bola di kawasan Amerika Selatan. Pada Copa America 2019, kedua tim bertemu lebih dini, yakni pada semifinal.

Sebelum tahun ini, final antara Brasil dan Argentina baru terjadi sebanyak tiga kali, yaitu pada 1937, 2004, dan 2007. Pada 1937, La Albiceleste menang 2-0 pada play-off karena raihan poin yang sama di klasemen akhir. Adapun pada 2004 dan 2007, Selecao yang juara.

Tak pelak, berkat performanya saat lawan Ekuador, Emiliano Martinez kini tak ubahnya pahlawan. Bukan hanya bagi timnas Argentina, melainkan bagi Copa America. Tentu saja, target La Albiceleste nanti adalah menjadi juara. Hanya itu yang akan jadi pelipur lara kegagalan pada final 2005 dan 2006 serta kekalahan menyakitkan dari Brasil pada semifinal Copa America 2019.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Hasil Argentina vs Kolombia: Emiliano Martinez Wujudkan Final Idaman

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Final idaman Brasil vs Argentina pada Copa America 2021 akhirnya terwujud. Laga Argentina vs Kolombia pada semifinal, Rabu (7/7/2021) pagi WIB, berakhir 3-2 pada adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 90 menit. Emiliano Martinez secara sensasional sukses menepis tiga eksekusi pemain Kolombia.

Lionel Messi langsung menjadi momok bagi timnas Kolombia. Baru tiga menit laga berjalan, aksinya melewati dua pemain lawan berbuah peluang emas bagi timnas Argentina. Umpan silangnya ke kotak penalti mampu disambar tandukan Lautaro Martinez. Namun, bola masih melenceng tipis di samping tiang gawang.

Empat menit kemudian, skema serupa terulang. Menusuk di sisi kanan, Messi melepaskan umpan ke mulut gawang Kolombia. Kali ini, Martinez tak menyia-nyiakan kesempatan. Tembakan kaki kanannya berbuah gol di gawang lawan. Skor laga Argentina vs Kolombia berubah jadi 1-0.

Setelah gol itu, Kolombia coba bangkit. Los Cafeteros di antaranya punya peluang dari tendangan keras dan tendangan bebas Juan Cuadrado. Namun, tak ada yang berbuah gol karena membentur pertahanan Argentina dan tembakan yang melesat jauh dari gawang.

Peluang terbaik diperoleh Wilmar Barrios pada menit ke-37. Berawal dari tusukan di sisi kiri, terjadi kemelut setelah bola muntah disambar tendangan geledek Barrios. Sial bagi Kolombia, bola yang sempat menyentuh pemain Argentina hanya membentur tiang gawang dan lantas keluar. Dari sepak pojok, tandukan keras Yerry Mina juga menghantam mistar gawang Emiliano Martinez.

Jelang babak pertama usai, Argentina hampir menggandakan keunggulan. Menyabut sepak pojok Lionel Messi, Nicolas Gonzalez menanduk bola yang lantas memantul. Namun, David Ospina yang terkejut masih mampu menepis bola ke atas mistar gawangnya. Hingga babak pertama usai, kedudukan Argentina vs Kolombia tetap 1-0.

Luis Diaz Samakan Kedudukan

Memasuki babak kedua, timnas Kolombia melakukan perubahan besar. Pelatih Reinaldo Rueda langsung mengganti tiga pemain sekaligus. Gustavo Cuellar, William Tesillo, dan Rafael Borre digantikan oleh Yimmi Chara, Frank Fabra, dan Edwin Cardona.

Hasilnya, Kolombia mampu membuat gol penyeimbang pada menit ke-61. Melakukan tusukan di sisi kiri, Luis Diaz menceploskan bola ke tiang jauh meskipun ditempel ketat oleh German Pezzella. Gol ini bisa dikatakan istimewa karena posisinya tidaklah ideal untuk melepaskan tembakan.

Kedudukan jadi seimbang dan Kolombia lebih sering melakukan tekanan, Lionel Scaloni menurunkan Angel Di Maria pada menit ke-67. Winger Paris Saint-Germain itu mampu membuat serangan Argentina kembali menyengat pertahanan lawan. Pergerakan lincahnya sambil menggiring bola selalu menggoyang lini belakang Los Cafeteros.

Pada menit ke-73, Di Maria bahkan lolos sendirian dan membuat David Ospina keluar dari kotak penalti. Dia lantas melewati Ospina dan melepaskan umpan kepada Lautaro Martinez. Namun, eksekusi striker Inter MIlan itu masih dapat disapu Wilmar Barrios yang dengan sigap menjaga gawang yang ditingalkan Ospina.

Di Maria lagi-lagi memberikan ancaman pada menit ke-81. Umpan terobosannya ke kotak penalti mampu disambut Lionel Messi. Namun, tembakan La Pulga hanya menerpa tiang gawang. Bola liar pun yang disambar Rodrigo De Paul pun masih dapat diblok pemain Kolombia.

Meskipun kedua tim sama-sama tak menghentikan serangan, gol tambahan tak tercipta. Alhasil, hingga Jesus Valenzuela mengakhiri babak kedua, skor Argentina vs Kolombia tetap 1-1. Penentuan tim yang lolos ke final pun harus dilakukan lewat adu penalti. Dalam drama menegangkan itu, Argentina menang 3-2 atas Kolombia. Emiliano Martinez secara gemilang mementahkan eksekusi Davinson Sanchez, Yerry Mina, dan Edwin Cardona.

Deja Vu Rueda

Kolombia asuhan Reinaldo Rueda kalah dari Kolombia pada semifinal Copa America 2004.
Getty Images

Hasil laga Argentina vs Kolombia pada semifinal Copa America 2021 tak ubahnya deja vu bagi pelatih Reinaldo Rueda. Bersama Los Cafeteros, dia lagi-lagi menelan kekalahan dari La Albiceleste pada semifinal Copa America. Hal itu pernah dialaminya pada Copa America 2004 yang digelar di Peru.

Bedanya, pada 2004, Kolombia asuhan Rueda takluk dari La Albiceleste yang diasuh Marcelo Bielsa dengan skor 0-3. Carlos Tevez membuka skor pada menit ke-32. Adapun dua gol lain dicetak pada babak kedua, tepatnya pada menit ke-51 dan 80 melalui Lucho Gonzalez dan Juan Pablo Sorin.

Satu hal yang menarik, kemenangan atas Kolombia membawa Argentina mewujudkan final idaman melawan Brasil yang menyisihkan Uruguay lewat adu penalti. Namun, La Albiceleste gagal merengkuh trofi juara karena kalah 2-4 pada adu penalti setelah imbang 2-2 dalam 120 menit.

Susunan Pemain Argentina vs Kolombia

Argentina (4-3-3): 23-Emiliano Martinez, 26-Nahuel Molina (4-Gonzalo Montiel 46), 6-German Pezzella, 19-Nicolas Otamendi, 3-Nicolas Tagliafico, 7-Rodrigo De Paul, 18-Guido Rodriguez, 20-Giovani Lo Celso (5-Leandro Paredes 56), 10-Lionel Messi, 22-Lautaro Martinez, 15-Nicolas Gonzalez (11-Angel Di Maria 67)
Pelatih: Lionel Scaloni

Kolombia (4-4-2): 1-David Ospina, 16-Daniel Munoz, 13-Yerry Mina, 23-Davinson Sanchez, 6-William Tesillo (26-Frank Fabra 46), 11-Juan Cuadrado, 5-Wilmar Barrios, 8-Gustavo Cuellar (28-Yimmi Chara 46), 14-Luis Diaz, 18-Rafael Borre (10-Edwin Cardona 46), 7-Duvan Zapata (19-Miguel Angel Borja 60)
Pelatih: Reinaldo Rueda

K. Kuning: Lo Celso 21, Montiel 72, Rodriguez 87, Pezzella 90 – Cuadrado 49, Cabra 55, Borja 63, Munoz 75, Cardona 86, Barrios 88
K. Merah:
Wasit: Jesus Valenzuela

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Emiliano Martinez Keluhkan Lini Pertahanan Argentina

gamespool
Emiliano Martinez Keluhkan Lini Pertahanan Argentina 40

Football5star.com, Indonesia – Emiliano Martinez mengaku kurang puas dengan performa lini belakang Argentina dalam beberapa pertandingan terakhir. Di mata Martinez, para pemain bertahan Albiceleste belum bisa mengimbangi kualitas di lini depan.

Dalam enam pertandingan terakhir, Argentina hanya berhasil mencatat clean sheet. Albiceleste cuma mampu mencatat clean sheet pada partai Kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Peru pada November 2020 lalu.

“Meski gagal meraih kemenangan ketika menghadapi Cile, kami sudah mampu menunjukkan kualitas yang cukup mumpuni di lini depan,” tutur Emiliano Martinez pada sesi jumpa pers, Kamis (18/6) dinihari WIB.

Emiliano Martinez - Argentina - @argentina
twitter.com/argentina

“Ketika harus bertahan dari serangan lawan, saya mengakui kami masih memiliki cukup banyak kekurangan yang harus segera diselesaikan,” sambung Martinez.

Martinez bakal berusaha mencatat clean sheet pertamanya dalam ajang Copa America pada laga Uruguay, Sabtu (18/6) pagi WIB. Di mata Martinez, Uruguay merupakan tim yang sangat tangguh meski gagal menunjukkan performa terbaiknya dalam beberapa laga terakhir.

“Kami tak boleh berpikir terlalu jauh. Kami harus fokus menghadapi satu pertandingan di setiap waktunya. Uruguay merupakan lawan yang sangat tangguh. Tentu saja kami ingin mengalahkan mereka. Tapi, saya tidak mau gaya bermain kami dirusak ambisi tersebut,” tandas Martinez.

Albiceleste dipastikan bakal tampil habis-habisan demi memetik kemenangan pertamanya di ajang Copa America. Paasalnya, Lionel Messi cs cuma mampu memetik satu poin ketika menghadpi Cile pada pertandingan pembuka beberapa waktu lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Emiliano Martinez: Kepalaku Terbentur, Tapi Aku Baik-Baik Saja!

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Emiliano Martinez, kiper timnas Argentina, menyatakan dirinya baik-baik saja meskipun sempat dibawa ke rumah sakit pada laga lawan Kolombia, Rabu (9/6/2021) pagi WIB. Dia menyebutkan kondisinya baik-baik saja setelah sempat berbenturan keras dengan bek Kolombia, Yerry Mina.

Martinez harus meninggalkan lapangan lebih cepat saat Argentina melawat ke markas Kolombia. Benturan keras dengan Mina membuat dia terkapar. Tim medis memberikan pertolongan pertama dan memeriksanya secara cermat selama hampir 10 menit. Mereka pun akhirnya memutuskan membawa sang kiper ke rumah sakit.

Cedera yang dialami Emiliano Martinez membuat pelatih Lionel Scaloni terpaksa memasukkan Agustin Marchesin. Pergantian ini pun pada akhirnya jadi salah satu faktor kegagalan La Albiceleste menang. Bersama Marchesin, dua kali gawang La Albiceleste dijebol lawan. Mereka pun harus puas dengan hasil imbang 2-2.

Tim Medis tak ambil risiko dengan langsung membawa Emiliano Martinez ke rumah sakit terdekat.
Getty Images

Meskipun meninggalkan lapangan dengan ditandu dan memakai penyangga leher, Emiliano Martinez ternyata tidak menderita cedra serius. “Aku menerima ribuan pesan. Pada kesmepatan ini, aku ingin mengatakan kepada seluruh orang Argentina, terutama keluargaku, bahwa aku baik-baik saja,” kata dia seperti dikutip Football5Star.com dari TyC Sports.

Martinez sebetulnya ingin terus bermain, tapi akhirnya menerima saran tim medis. “Itu benturan keras. Dokter melakukan kerjanya. Mereka membawaku ke rumah sakit karena aku sempat kehilangan kesadaran,” ucap kiper yang sempat membela Arsenal tersebut.

Emiliano Martinez Kesal Argentina Imbang

Meskipun lega kondisinya baik-baik saja, Emiliano Martinez tetap saja kecewa. Pasalnya, timnas Argentina hanya menuai hasil imbang. “Aku baru saja mengetahui hasil akhir laga adalah imbang. Itu tentu saja pahit,” kata dia. “Bagian belakang kepalaku terbentur keras, tapi jeritan yang keluar bukan karena itu, melainkan karena ini adalah laga keduaku bersama timnas.”

Martinez menilai hasil imbang tidak adil bagi La Albiceleste. Mereka seharusnya mampu membawa pulang 3 poin dari laga di Barranquilla itu. Sepanjang berada di lapangan, dia tak merasa Kolombia bisa mengancam dan bisa memaksakan hasil imbang.

“Kami mengontrol permainan dengan baik dan mencetak dua gol cepat. Kami menguasai bola dengan sangat baik. Mereka lalu memasukkan (Luis) Muriel dan mulai agak menyengat. Dalam duel-duel udara, kami juga melakukan dengan bagus dan mampu mencetak banyak peluang,” ujar Martinez lagi.

Kegagalan timnas Argentina mempertahankan keunggulan membuat Emiliano Martinez belum mampu memetik kemenangan bersama Tim Tango. Sebelumnya, bersama dia di bawah mistar gawang, La Albiceleste juga hanya imbang 1-1 dengan Cile di kandang sendiri. Kala itu pun, mereka sempat unggul terlebih dahulu berkat penalti Lionel Messi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Eks Arsenal Samakan Jack Grealish dengan Lionel Messi

gamespool
Eks Arsenal Samakan Jack Grealish dengan Lionel Messi 47

Football5Star.com, Indonesia – Kiper Aston Villa, Emi Martinez, menyamakan rekan timnya, Jack Grealish, dengan megabintang Barcelona, Lionel Messi. Martinez menyebut Grealish sebagai “Messi kaki kanan.”

Grealish memang menjadi salah satu pemain Inggris yang disorot musim ini. Kapten Aston Villa itu sudah mencatatkan 6 gol dan 12 assist di Premier League musim ini dan digadang-gadang bakal menjadi salah satu pemain bintang di timnas Inggris. Martinez sendiri menyebut bahwa Grealish adalah pemain paling bertalenta yang pernah dia lihat.

“Dia adalah pemain paling berbakat yang pernah saya lihat. Dia tidak pernah memberikan bola begitu saja. Saat saya melihat Grealish berlari, dia selalu melakukan tembakan tepat sasaran atau sepak pojok bagi kami. Dia akan melewati dua atau tiga pemain,” ucap Martinez seperti dikutip Football5Star.com dari talkSport.

Jack Grealish - Aston Villa - Timnas Inggris - @avfcofficial
instagram.com/avfcofficial

Mantan pemain Arsenal itu melanjutkan, “Saya seperti melihat Messi dengan kaki kanan saat dia menguasai bola. Anda tidak bisa melepaskan bola darinya. Dia pemain Inggris paling berbakat dan saya terkejut dia tidak bermain lebih banyak untuk timnas Inggris.”

Emi Martinez tentu saja mengenal Messi karena dia sudah beberapa kali dipanggil ke timnas Argentina dan dia menyamakan Jack Grealish dengan Messi di dalam sesi latihan.

“Messi adalah Messi, dia yang terbaik. Tapi dalam hal latihan, ketika Jack menguasai bola, orang lain tidak ingin menjegal dia, mereka menghormatinya, dia bisa menyelesaikan, dia bisa memotong, dia bisa melakukan segalanya,” kata Martinez.

Martinez melanjutkan, “Ketika saya berlatih dengan Messi untuk tim nasional, itu sama. Tidak ada yang mau menyentuhnya, dia melewati pemain, dia memperlakukan pemain seperti cone.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Runarsson Jadi “Badut”, Arteta Tak Menyesal Depak Emiliano Martinez

gamespool
Runarsson Jadi "Badut", Arteta Tak Menyesal Depak Emiliano Martinez 51

Football5star.com, Indonesia – Arsenal menelan kekalahan telak 1-4 dari Manchester City di ajang Carabao Cup. Salah satu pemain yang dianggap paling bermasalah pada laga ini adalah Rúnar Runarsson. Kiper 25 tahun ini melakukan blunder, salah satunya saat tak mampu menghalau free kick Riyad Mahrez.

Publik pun menganggap pelatih Arsenal, Mikel Arteta melakukan kesalahan dengan mendepak kiper Emiliano Martinez ke Aston Villa pada musim panas lalu. Namun Arteta tak merasa menyesal dengan mendepak Martinez.

arsenal vs manchester city iF2is
@iF2is

“Tidak ada gunanya menyesal atau tidak. Kami melakukannya dan itu bagian dari masa lalu. Emi mengalami beberapa bulan yang sangat baik musim lalu. Dia benar-benar membantu kami dan jelas ketika seorang kiper membuat kesalahan, hal-hal ini akan muncul,” ucap Arteta seperti dikutip Football5star.com dari tbrfootball.com, Rabu (23/12/2020).

Terkait kesalahan dari Runnarson di laga Manchester City, Arteta menganggap bahwa semua itu adalah tanggung jawab dari dirinya dan Arsenal.

“Ya, Alex Runarsson bikin kesalahan. Tapi kami menang dan kalah bersama,”

“Dia sudah pernah bermain sebelumnya dan kami putuskan untuk menurunkannya karena banyak alasan. Tanggung jawab ada pada kami semua,” tambah pelatih asal Spanyol tersebut.

Kekalahan dari Manchester City di Carabao Cup membuat kondisi Arsenal makin terpuruk. Tim Meriam London saat ini berada di posisi ke-15 Liga Inggris. Akhir pekan depan, anak asuh Mikel Arteta akan hadapi derbi London melawan Chelsea.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Emi Martinez Sebut Pergi dari Arsenal adalah Langkah Maju

gamespool
Emi Martinez Sebut Pergi dari Arsenal adalah Langkah Maju 55

Football5Star.com, Indonesia – Kiper Aston Villa, Emi Martinez, merasa dirinya melakukan peningkatan dalam kariernya setelah pindah dari Arsenal. Martinez juga berharap Villa bisa finis di 10 besar.

Martinez pindah ke Aston Villa pada musim panas lalu karena ingin bermain menjadi kiper utama. Tentu saja ini hasil imbas dari penampilannya bersama The Gunners saat Bernd Leno cedera. Terbukti saat ini Martinez cukup sukses dengan sudah mencatatkan 4 cleansheet dari 8 laga dengan terakhir dia mencatatkan cleansheet di Stadion Emirates.

Banyak orang yang bilang bahwa pindah dari Arsenal ke Aston Villa merupakan penurunan karier, tapi tidak menurut Martinez.

“Beberapa orang tak sadar betapa besarnya Aston Villa. Mereka semua mengatakan itu adalah penurunan dalam karier saya, tetapi saya selalu mengatakan itu adalah peningkatan,” ucap Martinez seperti dilansir Football5Star.com dari The Sun.

Emi Martinez Sebut Pergi dari Arsenal Merupakan Peningkatan dalam Kariernya
The Sun

Kiper timnas Argentina itu melanjutkan, “Ketika saya memutuskan untuk datang ke Villa, itu karena saya mempercayai pelatih dan ambisi klub. Kami akan memiliki musim yang sangat bagus semoga, dan terus berjuang di setiap pertandingan. Semoga kami bisa finis di sepuluh besar.”

Martinez juga berterima kasih kepada pelatih Mikel Arteta karena mengizinkannya pindah ke Villa dan mengatakan bahwa kemenangan melawan Arsenal merupakan yang terbesar musim ini baginya.

“Saya mengirim pesan kepadanya (Arteta) untuk mengatakan saya akan ke Aston Villa, jadi tolong biarkan saya pergi. Dia sangat jujur dan terbuka dengan saya. Dia membantu saya pergi setelah bertahun-tahun,” kata Emi Martinez.

Mantan kiper Wolves itu melanjutkan, “Itu adalah kemenangan besar. Melawan Arsenal adalah performa terbaik musim ini.”

Aston Villa kini duduk di posisi ke-6 klasemen dengan 15 poin. Tiga poin lebih banyak dari Arsenal.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Tony Adams Sebut Mikel Arteta Jual Kiper yang Salah

gamespool
Tony Adams Sebut Mikel Arteta Jual Kiper yang Salah 59

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Arsenal, Tony Adams, menilai pelatih Mikel Arteta salah karena telah menjual kipernya Emiliano Martinez ke Aston Villa. Mantan kapten Arsenal itu cukup puas dengan performa Martinez saat menggantikan Bernd Leno musim lalu.

Martinez sudah bermain di Arsenal sejak 2010, namun dia baru bisa bermain reguler musim lalu, saat Leno menderita cedera. Pemain asal Argentina itu berhasil memenangkan Piala FA dan Community Shield, namun Arteta kembali memilih Leno setelah dia sudah kembali pulih.

mikel arteta arsenal Arsenal
@Arsenal

Martinez akhirnya dilepas ke Aston Villa atas permintaan sang kiper karena memang ingin bermain secara reguler. Sampai pekan ketiga Premier League, Martinez menjadi satu-satunya kiper reguluer di liga yang belum pernah kebobolan, sedangkan Leno sudah kebobolan 4 gol.

“Martinez sangat luar biasa pada kompetisi cup (musim lalu). Dia sangat sensasional. Yang Leno kesulitan, bagi saya, adalah umpan silang dan semacamnya. Tapi ini bukan tentang saya. Mikel Arteta berkata, ‘Tidak, Leno adalah kiper nomor satu saya, saya menyukainya’ dan dia menaruh semua kepercayaannya padanya,” ucap Adams seperti dilansir Football5Star.com, dari Astro SuperSport.

Adams melanjutkan, “Tapi saya tidak percaya bahwa dia adalah top 4 kiper terbaik. Martinez, itu kebetulan, semuanya jatuh ke tempatnya untuk Arsenal di kompetisi piala tahun lalu. Dia datang, berada di klub selama 10 tahun dan tidak bermain lebih dari 10 laga, dan dia memberhentikan segalanya! Dia adalah pria yang kerasukan, dia benar-benar luar biasa. Bagi saya dia adalah nomor satu.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Emiliano Martinez, Satu-Satunya Kiper yang Masih Clean Sheet

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Emiliano Martinez sejauh ini membuat keputusan tepat meninggalkan Arsenal. Ia tampil gemilang bersama klub barunya, Aston Villa.

Paling anyar, Emiliano Martinez membawa Aston Villa menang 3-0 atas Fulham di Craven Cottage, Senin (28/9/2020). Bagi Martinez, ini jadi laga keduanya berkostum Villa musim ini.

Laga debut dia buat 21 September lalu saat The Villans menang 1-0 atas Sheffield United. Hebatnya lagi pada laga tersebut ia menjadi pahlawan kemenangan timnya.

Kiper asal Argentina sukses menahan tendangan penalti John Lundstram pada babak pertama. Sementara ketika menghadapi Fulham ia melakukan beberapa penyelamatan.

Melakoni dua laga tanpa kebobolan awal musim ini, Emiliano Martinez pun menorehkan tinta emas. Hingga pekan ketiga Premier League ia jadi satu-satunya kiper yang masih clean sheet.

Apa yang digapai Martinez sejauh ini sangat luar biasa. Pasalnya kiper-kiper lainnya setidaknya sudah kebobolan tiga gol. Bahkan penjaga gawang mahal seperti Alisson Becker dan Kepa Arrizabala sudah kebobolan empat gol dan tiga gol.

Sementara Bernd Leno, mantan rekannya yang masih menjadi kiper utama Arsenal sudah kebobolan empat gol dalam tiga pertandingan. Apa yang dibikin Emiliano Martinez juga berbanding lurus dengan keberadaan Aston Villa.

Baru menjalani dua pertandingan, pasukan Dean Smith berada di urutan keempat dengan enam poin. Start menawan ini tentu berbanding terbalik dengan musim lalu kala mereka kalah pada dua laga pertama.   

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Arsenal Daratkan Kiper Islandia Sebagai Pengganti Emi Martinez

gamespool
Arsenal Daratkan Kiper Islandia Sebagai Pengganti Emi Martinez 64

Football5star.com, Indonesia – Arsenal resmi mendaratkan penjaga gawang berpaspor Islandia, Alex Runarsson untuk menggantikan peran Emi Martinez. Runarsson ditebus dengan banderol 2 juta Euro dan diikat kontrak empat tahun.

Seperti yang diketahui, Emi Martinez resmi hengkang ke Aston Villa beberapa waktu lalu dengan banderol 20 juta Poundsterling. Martinez memutuskan hengkang dari Arsenal karena tak mendapat garansi bermain.

“Kami sangat senang bisa menyambut kehadiran Alex Runarsson ke dalam skuat Arsenal. Kami sudah cukup lama memantau perkembangannya,” ujar direktur The Gunners, Edu Gaspar, dikutip dari laman resmi klub.

“Berdasarkan analisis kami, Runarsson memiliki profil sempurna untuk menempati pos penjaga gawang Arsenal. Sebagai pribadi, Runarsson juga memiliki sifat yang baik,” sambung Edu.

Hal senada juga diungkapkan Mikel Arteta. Menurut Arteta, kehadiran Runarsson diharapkan akan bisa memberi Bernd Leno pesaing sebagai penjaga gawang utama The Gunners.

“Kami ingin menciptakan kompetisi yang sehat di semua lini. Kami tentu sudah tak sabar ingin melihat kontribusi Runarsson untuk menambah kedalaman skuat di sektor penjaga gawang,” ujar Arteta.

Runarsson sudah bermain di Dijon semenjak 2018 lalu. Selama dua tahun bermain di Prancis, ia berhasil mengumpulkan 45 penampilan dan mencatat tujuh clean sheet.

Selain itu, Runarsson juga sudah menjadi bagian dari skuat timnas Islandia semenjak 2017 lalu. Ia memiliki koleksi lima caps di level internasional.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Tak Dapat Garansi Bermain, Emi Martinez Tinggalkan Arsenal

gamespool
Tak Dapat Garansi Bermain, Emi Martinez Tinggalkan Arsenal 68

Football5star.com, Indonesia – Penjaga gawang asal Argentina, Emi Martinez, resmi meninggalkan Arsenal pada Rabu (16/9) sore WIB karena tak mendapat garansi bermain. Martinez memutuskan hengkang ke Aston Villa.

Martinez ditebus Aston Villa dengan banderol 20 juta Poundsterling. Pria 28 tahun itu pun diikat dengan kontrak jangka panjang berdurasi empat tahun.

Kedatangan Martinez membuat pelatih The Villans, Dean Smith, merasa sangat bahagia. Smith mengaku sangat terkesan dengan penampilan gemilang Martinez bersama Arsenal sebagai deputi Bernd Leno.

Emi Martinez - Arsenal - Aston Villa - avfc.co. uk
avfc.co.uk

“Kami dengan bangga memperkenalkan kiper baru kami, Emi Martinez. Kami tahu seberapa tinggi Arsenal menghargainya dan kami menyaksikan penampilan gemilangnya musim lalu,” ujar Dean Smith dikutip dari laman resmi klub.

“Kami langsung bergerak mendatangkan Martinez ketika mendapat kesempatan. Karena, tak setiap hari kami bisa mendatangkan penjaga gawang kelas dunia ketika ia belum mencapai puncak performanya.”

“Saya yakin hal itu akan membuat Martinez menjadi pemain kunci di sini untuk waktu yang cukup lama,” kata Smith menambahkan.

Saat ini, The Villans memang membutuhkan penjaga gawang utama. Pasalnya, kiper utama mereka, Tom Heaton, sedang menjalami proses rehabilitasi cedera dan diprediksi baru akan bisa merumput pada awal 2021.

Martinez diprediksi akan bisa langsung melakoni debutnya bersama The Villans pekan depan. Rencananya, Jack Grealish cs akan menjamu Sheffield United pada Selasa (22/9) dinihari WIB.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

10 Klub Berebut Tanda Tangan Penjaga Gawang Arsenal

gamespool
10 Klub Berebut Tanda Tangan Penjaga Gawang Arsenal 72

Football5star.com, Indonesia – Penjaga gawang asal Argentina, Emi Martinez, kembali memberi peringatan kepada Arsenal. Martinez mengatakan bahwa sudah ada 10 klub yang siap mendatangkannya di bursa transfer tahun ini.

Sebelumnya, Martinez sudah mengutarakan niatannya untuk hengkang dari Arsenal. Pemain 27 tahun itu siap angkat koper apabila tak mendapat jaminan sebagai pilihan pertama Mikel Arteta di bawah mistar. Martinez ingin hengkang karena berambisi menembus skuat timnas Argentina.

“Saya ingin bertahan di Arsenal. Tapi, saya hanya akan bertahan jika mendapat garansi bermain. Di usia saat ini, saya membutuhkan menit bermain,” kata Emi Martinez kepada Marca.

Emi Martinez - Arsenal - Sportstar - Argentina
Sportstar

“Sejauh ini, sudah ada 10 klub yang ingin mendatangkan saya. Tapi, saya tak bisa memberi tahu nama-nama klub tersebut karena belum ada penawaran resmi.”

“Saat ini, saya masih belum mendapat kejelasan dari Arsenal. Ketika sudah kembali ke sana, saya akan membuat keputusan terbaik,” kata Martinez menambahkan.

Lebih lanjut, Martinez juga mengaku ingin bertahan di Inggris. Akan tetapi, ia juga membuka kesempatan untuk melanjutkan karier bersama tim asal Spanyol.

“Saya sangat menyukai LaLiga. Saya memang tak memiliki pengalaman baik di Getafe karena tak mendapat menit bermain yang saya inginkan. Saya sangat menyukai kehidupan di Spanyol.”

“Jika kembali ke Spanyol, saya ingin mendapat menit bermain yang lebih banyak lagi Jika tak bertahan di Inggris, maka saya akan senang melanjutkan karier di Spanyol,” tutup Martinez.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Ogah Jadi Ban Serep, Emiliano Martinez Ancam Tinggalkan Arsenal

gamespool
Ogah Jadi Ban Serep, Emiliano Martinez Ancam Tinggalkan Arsenal 76

Football5star.com, Indonesia – Penjaga gawang Arsenal, Emiliano Martinez, mengaku tak ingin menjadi pemain pelapis Bernd Leno pada musim 2020-21 mendatang. Martinez tak akan segan-segan hengkang dari London Utara apabila tak mendapat jaminan starter.

Martinez berhasil menunjukkan penampilan gemilang sebagai pengganti Bernd Leno yang mengalami cedera. Pemain 27 tahun itu mampu mencatat tiga clean sheet dari sembilan penampilannya bersama The Gunners di ajang Liga Inggris.

“Saya sudah menunjukkan kemampuan terbaik kepada para petinggi klub. Musim depan, saya harus bisa mendapatkan menit bermain yang lebih banyak,” ujar Emiliano Martinez seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman The Mirror.

Emi Martinez - Arsenal - Bernd Leno - London Evening Standard
London Evening Standard

“Jaminan bermain merupakan satu-satunya hal yang membuat saya bisa bertahan di Arsenal. Target utama saya adalah, menjadi penjaga gawang utama Arsenal dan timnas Argentina.”

“Saya takkan berhenti bekerja keras sebelum mencapai kedua target tersebut. Jika saya tak diberikan menit bermain oleh Arsenal, maka saya siap pindah ke klub lain,” kata Martinez menambahkan.”

Pernyataan Martinez ini dikabarkan langsung menarik perhatian Sheffield United. The Blades memang sedang mencari penjaga gawang baru karena Dean Henderson bakal kembali ke Manchester United musim depan.

Sheffield United bukanlah satu-satunya klub peminat jasa Martinez. Dua tim promosi, Leeds United dan Fulham, dilaporkan siap melempar penawaran untuk mendaratkan Martinez dalam waktu dekat.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

David Seaman Lega Arsenal Miliki Emiliano Martinez dan Bernd Leno

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Arsenal saat ini memiliki kiper yang sama bagusnya dalam diri Emiliano Martinez dan Bernd Leno. Kondisi ini pun membuat legenda klub, David Seaman, merasa lega.

Emiliano Martinez selalu diandalkan Arsenal pada ajang Piala FA, dan Piala Carling. Sedangkan Bernd Leno diturunkan pada kompetisi Premier League dan Liga Europa. Namun sejak kiper timnas Jerman mengalami cedera, Martinez lah yang diandalkan Mikel Arteta.

 “Martinez telah dipinjamkan ke banyak klub dalam kariernya dan dia sudah memainkan sepak bola yang bagus. Dia masih muda, baru berumur 27 tahun. Saya berusia 26 tahun ketika menandatangani kontrak dengan Arsenal. Dalam hal itu kami punya kemiripan,” ujar Seaman seperti dilansir Tribal Football, Sabtu (1/8/2020).

David Seaman
mn2s.com

“Mikel punya hak mutlak dalam mengambil keputusan. Martinez punya kemampuan dan kualitas tapi dia hanya melakukannya dalam waktu singkat. Sedangkan Leno sudah melakukan tugasnya selama ini. Bagi saya ingin pertanda baik akrena klub punya dua kiper yang berkualitas,” ia menambahkan.

Bagi David Seaman, Martinez sudah menjalankan tugasnya dengan baik selama Leno cedera. Ia berharap sang kiper terus mempertahankan performa terbaiknya. Seaman juga meminta juniornya itu bisa menerima keadaan andai nantinya Arteta kembali memilih Leno.

“Martinez harus menyadari bahwa jika Arteta tetap mengandalkan Leno dia harus menerimanya. Dia bermain untuk Arsenal. Klub tidak bisa cuma punya satu kiper yang bagus,” tutup David Seaman.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Martinez Lebih Bagus dari Kepa, Chelsea Bisa Membajaknya

Football5star.com, Indonesia – Legenda Arsenal, Ian Wright, khawatir Chelsea akan membajak Emiliano Martinez untuk menggantikan posisi Kepa Arrizabalaga.

Saat Bernd Leno alami cedera berkepanjangan, Emiliano Martinez otomatis menggantikan perannya sebagai penjaga gawang utama Arsenal di pertengahan musim 2019/20 ini.

Awalnya banyak yang meragukan kualitas dari kiper asal Argentina ini. Namun begitu, Martinez justru memperlihatkan performa positifnya secara konsisten. Terlebih, dirinya membantu The Gunners masuk ke final Piala FA 2020 usai membuat frustrasi lini serang dari Manchester City.

Emiliano Martinez, Arsenal,
Getty Images

“Semua orang berbicara tentang Martinez dan betapa baiknya dia. Tetapi saya tidak menyadari betapa baiknya dia karena saya tidak cukup melihatnya. Saya melihatnya di beberapa pertandingan Piala Liga. Dia memberi perintah, dia membuat penyelamatan hebat, dia bagus, dia punya segalanya untuk jadi No.2,” kata Wright di Goal.

“Hal yang membuat saya takut sekarang bersamanya adalah ketika Bernd Leno kembali dan dia fit, mengapa Martinez ingin melanjutkan sebagai pemain nomor 2 ketika dia bisa menjadi pemain No.1? Dia pasti ingin pergi dan menjadi No 1 sekarang.”

“Apa yang membuat saya takut adalah Anda melihat seseorang seperti Frank Lampard dan Anda melihat apa yang Chelsea lakukan, Anda hanya berkata pada diri sendiri: ‘Apakah Anda tahu sesuatu? Bisakah kita mendatangkan Martinez?’.”

“Inilah yang membuat saya khawatir. Hanya karena Anda melihat apa yang telah ia lakukan dan bagaimana ia bermain, Martinez lebih baik daripada Kepa sekarang. Saya pikir dia mungkin lebih baik daripada Bernd Leno jika saya akan benar-benar jujur. Saya akan patah hati jika Martinez pergi,” ia menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Fakta Kemenangan Arsenal atas Liverpool

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Arsenal secara mengejutkan mampu menang atas Liverpool pada pekan ke-36 Premier League, Kamis (16/7/2020) dini hari WIB. Tertinggal lebih dulu oleh gol Sadio Mane, The Gunners berbalik menang 2-1 atas The Reds berkat gol Alexandre Lacazette dan Reiss Nelson.

Kemenangan atas Liverpool membuat Arsenal terus memelihara peluang lolos ke Liga Europa meskipun tidak akan mudah. Selain itu, ada fakta-fakta menarik yang mengiringi hasil di Stadion Emirates tersebut. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan 5 fakta kemenangan Arsenal atas Liverpool yang kamu pasti gak tahu.

1. Akhiri 10 Pertemuan Tanpa Kemenangan

Arsenal akhirnya menyudahi rentetan 10 pertemuan tanpa kemenangan atas Liverpool.
standard.co.uk

Kemenangan atas Liverpool adalah sesuatu yang langka bagi Arsenal belakangan ini. hasil 2-1 di Stadion Emirates adalah kemenangan pertama yang diraih The Gunners dalam lima tahun terakhir. Sebelum ini, kemenangan terakhir diraih pada 4 April 2015 dengan skor 2015.

Sebelum kembali meraup kemenangan, The Gunners tak pernah menang atas The Reds dalam 10 pertemuan beruntun, yakni 9 kali di Premier League dan 1 kali di Piala Liga. Dari 10 pertemuan itu, The Gunners menuai 5 hasil imbang dan 5 kekalahan.

2. Liverpool Gagal Patahkan Rekor Poin Semusim

Liverpool dipastikan gagal meraih 100 poin dalam semusim di Premier League musim ini.
standard.co.uk

Kemenangan Arsenal adalah duka ganda bagi Liverpool. Kegagalan menuai poin di Stadion Emirates membuat The Reds dipastikan gagal mematahkan rekor poin terbanyak dalam semusim di Premier League. Dengan hanya dua laga tersisa, tim asuhan Juergen Klopp maksimal hanya meraup 99 poin.

Rekor poin terbanyak dalam semusim dibukukan Manchester City pada dua musim lalu. Saat juara Premier League 2017-18, tim asuhan Pep Guardiola membukukan 100 poin. Itu menjadikan The Cityzens sebagai tim pertama yang meraih 100 poin dalam semusim pada pentas Liga Inggris.

3. Kekalahan Pertama Klopp dari Arsenal di Premier League

Juergen Klopp untuk kali pertama kalah dari Arsenal pada ajang Premier League.
standard.com

Kekalahan Liverpool dari Arsenal yang diwarnai blunder Virgil van Dijk sangat tak mengenakkan bagi Juergen Klopp. Inilah kekalahan pertama manajer asal Jerman itu saat menghadapi The Gunners pada pentas Premier League.

Sejak menangani Liverpool, Klopp tak pernah kalah dalam delapan pertemuan dengan Arsenal di Premier League. Rinciannya, The Reds menuai lima kemenangan dan tiga kali imbang. Sebelumnya, Klopp sempat tiga kali kalah dari Arsenal saat menangani Borussia Dortmund di Liga Champions.

4. Rekor Penyelamatan Emiliano Martinez

Emiliano Martinez mencetak rekor penyelamatan terbanyak di Stadion Emirates sejak 2016-17.
Twitter @Squawka

Dalam laga Arsenal vs Liverpool, kiper Emiliano Martinez adalah yang tersibuk di kubu tuan rumah. Hal yang paling menonjol adalah 8 penyelamatan yang dilakukan sepanjang 90 menit. Itu adalah jumlah penyelamatan terbanyak kiper Arsenal di Stadion Emirates sejak 2016-17.

Di samping itu, ada fakta menarik lain. Martinez juga adalah pemain Arsenal dengan sentuhan terbanyak dengan bola. Total, dia melakukan 56 sentuhan dengan bola. Itu lebih banyak dari bek kiri Kieran Tierney yang melakukan 52 sentuhan dengan bola.

5. Aksi Brilian Alexandre Lacazette

Alexandre Lacazette mencetak gol, assist, dan tekel terbanyak.
standard.co.uk

Alexandre Lacazette jadi aktor penting dalam kemenangan 2-1 Arsenal atas Liverpool. Dialah yang membuat gol penyeimbang 1-1 dengan memanfaatkan blunder tak biasa Virgil van Dijk. Dia pula yang memberikan assist bagi Reiss Nelson untuk mencetak gol penentu kemenangan The Gunners.

Di samping berperan penting dalam menyerang, Lacazette juga punya kontribusi apik kala Arsenal bertahan. Buktinya, dia melakukan 4 tekel sepanjang prtandingan. Para pemain lain yang tampil dalam pertandingan itu paling banyak hanya melakukan 2 tekel.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Emiliano Martinez: David Luiz dan Mustafi Buat Saya Merasa Aman

gamespool
Emiliano Martinez: David Luiz dan Mustafi Buat Saya Merasa Aman 92

Football5Star.com, Indonesia – Kiper kedua Arsenal, Emiliano Martinez menyebut bahwa duet David Luiz dan Shkodran Mustafi membuat dirinya merasa aman sebagai kiper. Padahal kedua pemain itu sering dikritik karena performanya yang tidak konsisten.

Tapi walaupun begitu, memang akhir-akhir ini duet lini belakang itu semakin berkembang. Terbukti dalam 4 laga Arsenal terakhir di semua kompetisi, The Gunners hanya kebobolan 1 gol saja.

Emiliano Martinez David Luiz dan Mustafi Buat Saya Merasa Aman

Emi Martinez yang menggantikan Bernd Leno yang cedera saat melawan Brighton itu mengatakan bahwa Luiz dan Mustafi adalah pemain top.

“Sekarang, kami memiliki struktur, kami memiliki perencanaan, kami memiliki manajemen permainan dan pertahanan terlihat jauh lebih kuat. David dan Mustafi adalah pemain top. David telah berada di puncak selama bertahun-tahun dan sama halnya dengan Mustafi. Terkadang saat Anda membuat kesalahan di klub besar maka akan ada hukuman,” ucap Emi Martinez seperti dikutip Football5Star.com dari Sky Sports.

Kiper asal Argentina itu melanjutkan, “dengan Arsenal, orang-orang selalu menyalahkan pertahanan atas setiap kekalahan. Tapi saya merasa sangat aman di belakang mereka. Mereka memiliki pengalaman dan terus menerus menjalin komunikasi sepanjang pertandingan. Sekarang kami tiga kali cleansheet di Premier League, orang-orang mulai mengatakan pertahanan kami sebenarnya solid.”

Emiliano Martinez cs akan berhadapan dengan Leicester City pada pekan ke-34 Premier League, Rabu, dini hari nanti (8/6/20).

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Timnas Argentina Siapkan Skuat “Aneh” untuk Laga Lawan Jerman

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Sebuah laga besar akan menghiasi jeda internasional pada akhir pekan depan. Timnas Argentina akan melawat ke kandang timnas Jerman. Namun, pelatih Lionel Scaloni justru membawa skuat yang terbilang aneh untuk laga tersebut.

Sejumlah bintang dipastikan tak akan ada di skuat timnas Argentina saat melawan timnas Jerman. Lionel Scaloni tak memanggil Angel Di Maria dan Sergio Aguero. Mereka menyusul Lionel Messi yang terlebih dahulu dipastikan absen karena harus menjalani skors dari Conmebol.

Kejanggalan bukan itu saja. Dalam daftar pemain yang resmi diumumkan pada Jumat (27/9/2019), tak ada satu pun yang berasal dari Boca Juniors dan River Plate. Jadi, jangan harap melihat aksi Franco Armani di bawah mistar gawang La Albiceleste.

Franco Armani tak dipanggil memperkuat timnas Argentina untuk laga lawan timnas Jerman.
ligadeportiva.com

Putusan tak memanggil pemain dari Boca Juniors dan River Plate tak terlepas dari satu hal. Kedua klub itu akan bentrok pada semifinal Copa Libertadores. Leg I partai berjuluk Superclasico itu akan berlangsung pada 2 Oktober mendatang.

Secara keseluruhan, Lionel Scaloni memang mengutamakan para pemain yang berbasis di luar negeri untuk lawatan timnas Argentina ke Jerman nanti. dari Liga Argentina, tercatat hanya Matias Zaracho dari Racing Club dan Nicolas Dominguez dari Velez Sarsfield.

Di antara nama-nama yang akan memperkuat timnas Argentina untuk laga nanti, ada dua debutan. Mereka adalah kiper Arsenal, Emiliano Martinez, dan penyerang VfB Stuttgart, Nicolas Gonzalez.

Selain Gonzalez, ada dua pemain lain yang juga berkiprah di Jerman pada daftar skuat yang dirilis Lionel Scaloni. Mereka adalah Lucas Alario dari Bayer Leverkusen dan Leonardo Balerdi yang memperkuat Borussia Dortmund.

Timnas Argentina dijadwalkan menghadapi timnas Jerman pada Kamis (10/10/2019) dini hari WIB di Stadion Signal Iduna Park, Dortmund. Tiga hari kemudian, mereka akan meladeni Ekuador.

Daftar Pemain Timnas Argentina

KIPER:
Agustin Marchesin (FC Porto), Juan Musso (Udinese), Emiliano Martinez (Arsenal)

BELAKANG:
Juan Foyth (Tottenham Hotspur), Renzo Saravia (Porto), Nicolas Otamendi (Manchester City), German Pezzella (Fiorentina), Marcos Rojo (Manchester United), Walter Kannemann (Gremio), Nicolas Tagliafico (AFC Ajax), Leonardo Balerdi (Borussia Dortmund)

TENGAH:
Guido Rodriguez (America), Matias Zaracho (Racing Club), Leandro Paredes (Paris Saint-Germain), Nicolas Dominguez (Velez Sarsfield), Rodrigo De Paul (Udinese), Marcos Acuna (Sporting Lisbon), Roberto Pereyra (Watford), Angel Correa (Atletico Madrid), Lucas Ocampos (Sevilla), Erik Lamela (Tottenham Hotspur)

DEPAN: Matias Vargas (Espanyol), Nicolas Gonzalez (VfB Stuttgart), Lucas Alario (Bayer Leverkusen), Lautaro Martinez (Inter Milan), Paulo Dybala (Juventus) 

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kiper Cadangan Arsenal Klaim Lebih Hebat dari Bernd Leno

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kiper cadangan Arsenal, Emiliano Martinez, mulai gerah hanya menjadi pelapis Bernd Leno selama ini. Ia pun berhasrat bisa menggusur posisi kiper Jerman itu sebagai pilihan utama Unai Emery.

Sejak bergabung ke Arsenal 2010 lalu, Emiliano Martinez memang selalu jadi pilihan kedua, atau bahkan ketiga. Ia selalu kalah bersaing dengan kiper-kiper handal The Gunners seperti Wojciech Szczesny, Lukasz Fabianski, Manuel Almunia, David Ospina, Petr Cech, hingga kini Bernd Leno.

Akan tetapi, selama melihat penampilan Bernd Leno, kiper asal Argentina itu yakin bisa merebut posisi kiper utama. Bahkan ia menegaskan bahwa dirinya lebih hebat dibanding mantan penjaga gawang Bayer Leverkusen itu.

emiliano martinez arsenal talksport
Talksport

“Leno lebih banyak terlibat di pertandingan kompetitif dibandingkan saya, tapi secara kualitas saya setara dengannya. Bahkan bisa dikatakan saya lebih baik drinya. Tujuan saya adalah menembus timnas Argentina. Saya punya kualitas dan saya hanya butuh menit bermain lebih banyak,” kata Martinez seperti dilansir Daily Mail, Jumat (13/9/2019).

“Saya ingin menit bermain, menjalani musim dengan bagus, menjadi kiper nomor satu Arsenal, dan memperjuangkan peluang tampil di Copa America 2020 bersama Argentina,” imbuhnya.

Kiper berusia 27 tahun itu beberapa kali dipinjamkan ke klub lain demi mendapat menit bermain lebih banyak. Musim lalu ia menjalani masa peminjaman ke klub Divisi Championship, Reading. Di sana ia tampil sebanyak 18 kali.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Berita Bola: Emiliano Martinez Puas Bantu Arsenal Menang 3-0 Atas West Ham

Football5star.com, Indonesia – Kiper Arsenal, Emiliano Martinez, tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya setelah menjalani laga Premier League pertamanya sejak tahun 2014.

Manajer Arsene Wenger memainkan Emiliano Martinez ketika menghadapi West Ham United dalam laga lanjutan Premier League di Stadion Emirates pada Rabu (5/4/2017). Hal ini tidak terlepas dari kondisi dua kiper utama tim, Petr Cech dan David Ospina, yang tak dapat bermain karena cedera.

Martinez memaksimalkan kesempatan yang diberikan oleh Wenger. Ia melakukan dua penyelamatan untuk membantu timnya meraih kemenangan 3-0. Gol Arsenal dicetak oleh Mesut Oezil (58′), Theo Walcott (68′), dan Olivier Giroud (83′).

Meski ini merupakan penampilan pertamanya di Premier League musim ini, pemain berusia 24 tahun itu mengaku tidak merasa gugup.

“Saya merasa sangat nyaman. Kami memainkan sepak bola yang brillian. Tentu saja, saya senang karena kami menang dan juga mencatatkan clean sheet,” ujar Martinez seperti yang dikutip laman resmi klub.

“Saya berlatih dengan rekan-rekan saya setiap hari, jadi saya tahu bagaimana mereka bermain dan siapa yang harus saya berikan bola. Ketika Granit (Xhaka) dan Mo (Elneny) datang untuk mengambil bola, Anda tidak merasa gugup karena telah melihat mereka setiap hari,” tambah dirinya.

Martinez berharap performanya melawan West Ham akan  membuatnya mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak.

“Ketika mereka (staf pelatih) memberi tahu saya bahwa saya akan bermain dua hari lalu, rasanya seluruh kerja keras dan waktu tambahan yang saya habiskan dalam sesi latihan telah terbayarkan,” ucapnya.

“Saya pikir, saya telah melakukan tugas saya dengan baik dan sekarang saatnya untuk mengambil langkah maju,” tuturnya menambahkan.

Liga Inggris: Martinez Tak Berhenti Berharap Jadi Kiper Utama Arsenal

Football5star.com, Indonesia – Kiper ketiga Arsenal, Emiliano Martinez, masih menjaga mimpi menjadi andalan utama di bawah mistar gawang.

Saat ini, dia memang harus bersaing dengan dua kiper level dunia macam Petr Cech dan David Ospina. Sejak datang pada 2012 sebagai pemain muda, dia baru tampil empat kali di Premier League.

Martinez sudah tampil tiga kali di ajang Piala Liga Inggrs musim ini. Dia mengaku tak mau hengkang dari Arsenal dan akan terus berjuang untuk mencapai mimpinya.

“Anda berharap bisa berada di skuat akhir pekan tapi saya tidak. Terlepas dari itu, saya yakin kesempatan itu akan datang. Saya selalu berpikiran positif,” ujarnya kepada Arsenal Player.

“Ketika saya datang, ada delapan kiper di depan saya dan itu sangat berat. Setiap tahunnya saya berkembang semakin kuat dan menganggap tak ada yang tak mungkin. Saya adalah pemain besar di Argentina dan bukan tak mungkin itu terjadi di sini. Saya tak akan berhenti berjuang sampai menjadi kiper nomor 1 Arsenal,” pungkas dia.

Usia Martinez memang masih 24 tahun, masih cukup muda untuk ukutan penjaga gawang. Dengan kata lain, masa depan Martinez masih cukup panjang dan bisa saja didaulat menggantikan Cech atau Opsina yang saat ini sudah berusia senja.