FA Dituding Bersikap Diskriminatif karena Hukum Cavani

gamespool
FA Dituding Bersikap Diskriminatif karena Hukum Cavani 3

Football5star.com, Indonesia – Asosiasi pesepak bola Uruguay, UFPA memberikan respon terkait hukuman yang dijatuhan federasi sepak bola Inggris, FA kepada striker Manchester United, Edinson Cavani.

Menurut UFPA seperti dikutip Football5star.com dari Daily Mail, Selasa (5/1/2021) FA telah melakukan tindakan diskriminatif dengan menghukum Cavani larangan 3 pertandingan. Hukuman itu dijatuhkan FA karena menganggap Cavani melakukan perbuatan rasial di akun sosial media, Instagram.

“Kita harus mengutuk tindakan sewenang-wenang federasi sepak bola Inggris. Jauh dari mengutuk rasisme, FA justru melakukan tindakan diskriminatif terhadap budaya dan cara hidup masyarakat Uruguay,” bunyi pernyataan resmi UFPA yang dibagikan oleh Diego Godin di akun Twitter miliknya.

“Sanksi tersebut menunjukkan pandangan bias, dogmatis, dan etnosentis FA yang hanya memungkinkan penafsiran secara subjektif serta dibuat dari kesimpulan tanpa melihat cacatnya hal tersebut,”

“Edinson Cavani tidak pernah melakukan tindakan apapun yang dapat diartikan sebagai rasis. Dia hanya menggunakan ekspresi umum di Amerika Latin untuk menyapa kekasih atua teman dekat dengan penuh kasih,”

“Ini adalah tindakan diskriminatif FA yang sepenuhnya tercela dan bertentangan dengan budaya Uruguay,”

Sebelumnya, Cavani sendiri sudah meminta maaf jika ucapannya di Instagram diartikan sebagai bentuk perlakuan rasial. Pihak United sendiri menegaskan bahwa Cavani sama sekali tidak berniat atau mengetahui dengan pasti bahwa tulisannya di Instagram tersebut diartikan sebagai tindakan rasial.

“Seperti yang telah dia nyatakan, Edinson Cavani tidak menyadari bahwa kata-katanya dapat disalahartikan dan dia dengan tulis meminta maaf atas postingan tersebut dan kepada siapapun yang tersinggung,” bunyi pertanyaan resmi Manchester United.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Untuk Ketiga Kalinya, Premier League Tolak Peraturan Lima Pergantian Pemain

gamespool
Untuk Ketiga Kalinya, Premier League Tolak Peraturan Lima Pergantian Pemain 7

Football5Star.com, Indonesia – Klub-klub Premier League kembali menolak peraturan pergantian lima pemain setelah mengadakan rapat pada Kamis, (17/12/20). Ini merupakan ketiga kalinya mereka menolak peraturan itu.

Seperti yang diketahui, Premier League menjadi satu-satunya liga top Eropa yang masih memakai peraturan tiga pergantian pemain selama pandemi ini. Hal itu membuat beberapa pelatih sangat kesal. Juergen Klopp dan Pep Guardiola adalah dua pelatih yang selalu mengkritisi kebijakan ini.

Wolves Konfirmasi Raul Jimenez Alami Retak Tengkorak
Sky Sports

Tapi lagi-lagi dalam rapat terakhir yang diadakan Kamis ini, proposal pergantian peraturan kembali ditolak untuk yang ketiga kalinya. Minimal harus ada 14 suara yang mendukung dalam pertemuan 20 klub ini dan menurut Football5Star.com dari talkSport, hanya ada 10 klub yang setuju.

Tetapi, ada sedikit perubahan peraturan yang disepakati. Mulai pekan ini, klub-klub boleh membawa 9 pemain cadangan setelah sebelumnya hanya bisa membawa 7 pemain cadangan.

Selain itu, Premier League juga menyetujui peraturan tambahan dua pergantian pemain jika ada pemain yang mengalami cedera gegar otak atau benturan keras di kepala. Peraturan ini sudah disetujui oleh International Football Association Board (IFAB), federasi yang membuat laws of the game. Tapi uji coba peraturan ini baru akan dilakukan bulan depan.

FA berencana akan memperkenalkan peraturan baru itu ke semua kompetisi baik Premier League dan Piala FA sepak bola pria maupun wanita.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Nostalgia Hari Ini: Ketika Wanita Dilarang Main Sepak Bola

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Dalam beberapa tahun terakhir sepak bola wanita mulai menunjukkan tajinya. Tidak hanya dari kualitas permainan, para fan juga sudah melirik sepak bola wanita.

Hingga sekarang talenta-talenta hebat sepak bola wanita sudah banyak bermunculan. Bahkan beberapa di antara mereka mampu mengungguli atau setidaknya menyamai para pemain pria.

Sebut saja legenda Brasil, Marta, yang mencetak 17 gol di Piala Dunia. Torehan ini sekaligus menjadikannya top skorer Piala Dunia sepanjang masa. Mengungguli pesepak bola pria, Miroslav Klose, yang mencetak 16 gol.

sepak bola wanita eachother
eachother.com

Selain Marta, pemain lain yang mampu menyaingi pesepak bola pria adalah Carli Llyod. Legenda Amerika Serikat menyamai rekor Geoff Hurst yang membukukan hat-trick di final Piala Dunia. Hingga sekarang, hanya mereka yang bisa melakukannya.

Akan tetapi, di balik kehebatan Marta, Carli Llyod, dan ribuan pesepak bola wanita lainnya, upaya mereka untuk membuktikan diri tidaklah mudah.

Isu gender tidak bisa dilepaskan dari sepak bola. Dan masalah ini pula yang pernah menghantui para wanita di Inggris yang ingin menjadi pesepak bola profesional.

Inggris, yang pada Piala Dunia wanita 2019 lalu mengukir sejarah dengan menembus semifinal untuk pertama kalinya ternyata pernah berada di titik terendah. FA selaku induk sepak bola Negeri Ratu Elizabeth pernah melarang wanita bermain sepak bola.

Larangan ini dikeluarkan pada 5 Desember 1921 silam. FA beralasan sepak bola tidak cocok untuk wanita. Tindakan FA ini juga dianggap sebagai ketakutan mereka atas semakin populernya pertandingan wanita di awal abad ke-20.

sepak bola wanita
historyextra

FA khawatir popularitas sepak bola wanita akan mengancam kesuksesan sepak bola pria. Tak pelak larangan ini membuat sepak bola wanita yang sedang berkembang di Inggris menjadi mati suri.

Padahal sebelum larangan tersebut kompetisi sepak bola wanita di Inggris sangat diminati. Bahkan pertandingan Kerr’Ladies melawan St Helen pada 1920 disaksikan 53 ribu fan di stadion.

Dengan adanya larangan wanita bermain sepak bola, kompetisi-kompetisi resmi dihentikan. Imbasnya, beberapa klub dibubarkan. Dan salah satunya adalah Dick Kerr’s.

Cukup lama sepak bola wanita di Inggris dilarang oleh FA. Bahkan para pemain dan fan sampai membentuk asosiasi sepak bola wanita sendiri 1969 silam.

Adapun FA, yang melarang sepihak sepak bola wanita, baru meminta maaf atas keputusan 99 tahun silam pada 2008 lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bek Preston Terancam Hukuman FA karena Remas Alat Vital Pemain Lawan

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Bek Preston North End, Darnell Fisher, terancam hukuman dari Asosiasi Sepak Bola Inggris, FA. Pemain berumur 26 tahun itu akan diinvestigasi Komisi Disiplin FA karena insiden meremas alat vital pemain Sheffield Wednesday, Callum Paterson.

Pada laga Preston vs Wednesday dalam lanjutan Divisi Championship, Sabtu (21/11/2020), Fisher tertangkap kamera meremas alat vital Paterson. Bukan hanya sekali, dia melakukan itu sebanyak dua kali. Dalam insiden itu, Paterson terlihat bingung oleh tindakan bek Preston tersebut.

Tony Pulis, pelatih Wednesday, mengaku tak melihat insiden tersebut. Namun, dia mengaku kagaet bila Fisher memang meremas alat vital Paterson. Dia pun tak heran bila bek Preston itu akan dihujat warganet karena videonya viral di media sosial.

“Saya tak melihatnya. Namun, saya yakin, dengan semua orang ada di media sosial, dia akan dihujat jika benar-benar melakukan hal tersebut,” kata Pulis seperti dikutip Football5Star.com dari The Sun.

Insiden Fisher dengan Paterson mengingatkan pada insiden Vinnie Jones dengan Paul Gascoigne pada 1988. Bedanya, kala itu Jones meremas alat vital Gascoigne dengan gemas dalam posisi membelakangi sang lawan. Gascoigne pun tampak meringis kesakitan.

Fisher Bisa Dijatuhi Skors

Joe Marler dihukum 10 laga karena meremas alat vital Alun Wyn Jones.
thetimes.co.uk

Seperti dilaporkan BBC, insiden Darnell Fisher meremas alat vital Callum Paterson akan diinvestigasi FA setelah mempelajari laporan pertandingan dari wasit David Webb. Meskipun terbilang baru di kancah sepak bola Inggris, mereka mungkin saja merujuk pada kasus serupa di arena rugbi.

Pada insiden serupa di arena rugbi, pemain yang menyentuh alat vital lawan dijatuhi hukuman lumayan berat. Ada yang dijatuh larangan bermain 5 laga, ada pula yang dilarang tampil dalam 10 pertandingan.

Hukuman berat diterima bintang rugbi Inggris, Joe Marler, pada awal tahun ini. Dia diskors 10 pertandingan karena menyentuh alat vital Alun Wyn Jones pada ajang Six Nations. Sementara itu, pekan lalu, Joel Tomkins dari Catalan Dragons dijatuhi hukuman 8 laga karena insiden serupa terhadap Ritchie Myler.

Lalu, bagaimana tanggapan rekan Darnell Fisher di Preston North End? Tom Barkhuizen dengan nada bercanda berujar, “Darnell adalah pemain yang bagus.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Ketua FA Mengundurkan Diri karena Salah Ucap

gamespool
Ketua FA Mengundurkan Diri karena Salah Ucap 17

Football5star.com, Indonesia – Ketua Football Association (FA), Greg Clarke resmi mengundurkan diri. Pengunduran diri Clarke berkaitan dengan ucapan kontroversialnya saat bertemu secara virtual dengan parlemen Inggris.

Dikutip Football5star.com dari BBC, Rabu (11/10/2020), saat bertemu secara virtual dengan parlemen Inggris, Clarke mengucapkan banyak hal kontroversial. Ia misalnya menggunakan bahasa yang tak dapat diterima untuk pemain berkulit hitam.

Clarke menyebut bahwa para pemain berkulit hitam adalah pesepak bola kulit berwarna. Padahal saat itu, Clarke tengah menjelaskan pelecehan rasial yang kerap diterima oleh pemain di sosial media.

Tak hanya itu, ucapan Clarke yang jadi sorotan adalah perkataannya terkait pesepak bola dengan orientasi seksual penyuka sesama jenis (gay). Menurut Clarke, banyak pemain wanita yang tidak mau menendang bola dengan keras kepada pemain gay.

“Kami dapat mengkonfirmasi bahwa Greg Clarke telah mundur dari perannya sebagai ketua kami,” bunyi pernyataan resmi FA.

“Peter McCormick akan mengambil peran sebagai ketua sementara FA dan dalam waktu dekat dewan FA akan mulai mengindentifikasi dan menunjuk ketua baru,”

Sementara itu, Clarke sendiri mengaku menyesal karena menggunakan kata-kata yang menimbulkan kontroversial dan merugikan FA sebagai sebuah organisasi.

“Kata-kata saya yang tidak dapat diterima di depan Parlemen merugikan kami dan bagi mereka yang menonton, bermain, dan menjadi wasit. Saya sangat sedih bahwa saya telah menyinggung komunitas yang beragam dalam sepak bola yang saya dan orang lain bekerja keras untuk sertakan.”

Saat sidang dengan parlemen Inggris tersebut, Clarke sendiri sudah diminta untuk meminta maaf secara terbuka oleh salah satu anggota parlemen, Kevin Brenna.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kieran Trippier Didakwa Terlibat Skandal Judi

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Bek sayap Atletico Madrid, Kieran Trippier, terancam hukuman berat dari Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) setelah didakwa melanggar aturan judi. Hukuman tersebut akan dijatuhkan FA apabila Trippier dinyatakan bersalah.

“Kieran Trippier telah didakwa melakukan pelanggaran sehubungan dengan dugaan pelanggaran aturan taruhan FA”, tulis pernyataan lengkap FA pada Jumat (1/5) lalu.

Tak butuh waktu lama, Trippier langsung mengeluarkan pernyataan terkait tudingan tersebut. Pemain berusia 29 tahun itu mengaku siap diinvestigasi dan merasa tak pernah terlibat dalam skandal pengaturan skor.

Kieran Trippier - FA - @ktripper2 2
instagram.com/ktripper2

“Saya sudah menjalani investigasi yang dilakukan oleh FA dalam beberapa bulan tereakhir secara sukarela dan ingin melanjutkan hal itu,” kata Trippier.

“Selain itu, sebagai pemain profesional, saya juga ingin menegaskan. Saya tak pernah melakukan taruhan yang memiliki keterkaitan dengan dunia sepak bola. Saya juga tak pernah menerima keuntungan secara finansial dari taruhan yang dilakukan orang lain,” sambung Trippier.

Tripper bukanlah satu-satunya pesepak bola asal Inggris yang dinyatakan terlibat dalam skandal judi. Pada Maret lalu, mantan penyerang Liverpool, Daniel Sturridge, juga sempat didakwa terlibat dalam skandal judi terkait kepindahannya ke West Bromwich Albion beberapa tahun lalu.

Setelah diinvestigasi, Sturridge dinyatakan bersalah dan mendapatkan larangan bermain selama empat bulan. Hukuman larangan bermain tersebut membuat kontrak Sturridge diputus oleh tim asal Turki, Trabzonspor.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Stadion Wembley Nyalakan Lampu dengan Warna Bendera Italia

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Stadion Wembley, London, menyalakan lampu dengan warna bendara Italia, Jumat malam (27/3/2020) waktu setempat. Inggris vs Italia seharusnya dimainkan malam itu di Wembley.

Dalam rangka persiapan Euro 2020, Azzuri dijadwalkan akan bertandang ke Wembley melawan The Three Lions Jumat (27/3/2020) waktu setempat. Tetapi karena wabah virus corona, pertandingan persahabatan itu harus dibatalkan.

“Kita mungkin tidak bisa bermain bersama malam ini, tapi kita berdiri dan bersatu bersama di masa sulit ini. #StayHomeSaveLives.” Kicau timnas Inggris dalam akun Twitter-nya.

Akun twitter timnas Italia langsung membalas kicauan dari akun timnas Inggris.

“Terima kasih @England. Kita akan menangkan pertandingan ini bersama-sama! #StayHomeSaveLives” Tulis Azzuri dalam Twitter-nya.

Presiden FIGC, Gabriele Gravina berterima kasih atas dukungan timnas Inggris terhadap negaranya.

“Karena sepak bola, persahabatan Italia dan Inggris semakin dekat. Saya secara personal berterima kasih kepada Presiden FA, Greg Clarke atas inisiatifnya malam ini.” Ucap Gravina seperti yang dilansir Football5Star.com dari laman resmi FIGC.

Semua pertandingan sepak bola, termasuk international break yang seharusnya diadakan minggu ini dibatalkan karena pandemi virus corona. Hal ini juga mengakibatkan turnamen internasional musim panas seperti Euro 2020 dan Copa America 2020 ditunda sampai tahun depan.

Italia dan Britania Raya sendiri sudah melakukan lockdown untuk mengurangi dampak dari wabah virus corona ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bahaya Merusak Otak, Alasan Menyundul Bola Mulai Dilarang di Sepak Bola

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Apa jadinya jika tidak ada lagi aksi menyundul bola dalam pertandingan sepak bola? Kenyataannya, aturan soal betapa bahaya menyundul bola sudah mulai diterapkan di negara tempat lahirnya olahraga si kulit bulat, Inggris.

Namun, untuk saat ini aturan tersebut hanya diberlakukan untuk anak-anak berusia di bawah 12 tahun. Inggris, irlandia Utara, dan Skotlandia, sudah menerapkan larangan bagi para pesepak bola muda itu menyundul bola, meski hanya dalam sesi latihan.

“Pembaruan dari regulasi sebagai panduan untuk menyundul bola menjadi evolusi dari acuan sebelumnya dan semoga bisa membantu para pelatih dan guru untuk membatasi dan perlahan menghilangkan aktivitas menyundul bola dalam sepak bola usia muda,” ucap Chief Executive FA, Mark Bullingham, dikutip Football5star.com dari The Sun.

aston villa-tottenham hotspur

Meski begitu, pihak FA belum mau memberlakukan aturan tersebut untuk pertandingan resmi. Alasannya, dalam pertandingan resmi dianggap tak terlalu sering adanya aktivitas menyundul bola.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa aktivitas menyundul bola sangat jarang terjadi dalam pertandingan usia muda. Jadi, panduan ini diberlakukan dalam level pengembangan kepelatihan akar rumput tanpa memengaruhi kegembiraan anak-anak usia itu dalam menikmati permainan,” bilang Mark Bullingham lagi.

Panduan atau aturan tersebut pun dalam waktu dekat akan diterapkan juga untuk seluruh Eropa. Pasalnya, FA sudah mendiskusikan secara paralel dengan Komite Medis UEFA untuk nantinya disosialisasikan ke seluruh negara di Eropa.

“Kami sudah mereview dan menyetujui aturan baru itu. Federasi percaya ini adalah arah yang tepat dan yakin akan berefek baik untuk permainan, dan siapa saja yang memainkannya,” ujar Chief Executive FA irlandia, Patrick Nelson.

Berisiko Merusak Otak
Menyundul Bola Ilustrasi Demensia
Ilustrasi demensia

Pada Februari 2017, para peneliti dari University College London (UCL) dan Universitas Cardiff menerbitkan sebuah studi berdasarkan pemeriksaan post-mortem dari otak enam mantan pemain yang ditemukan gejala CTE.

“Kami juga melihat jenis perubahan ini jelas pada mantan petinju, perubahan yang sering dikaitkan dengan cedera otak berulang,” ujar Prof Huw Morris, dari UCL, dilansir Football5star.com dari Telegraph.

“Jadi, untuk pertama kalinya kami telah menunjukkan bahwa ada bukti bahwa cedera kepala pada pemain sepak bola. Cedera ini mungkin berdampak pada kehidupan dan kesehatan mereka yang mengalami demensia,” katanya.

Lalu, sebuah studi pada 2018 yang dilakukan oleh University of British Columbia, Amerika Serikat, menemukan kadar protein dalam darah yang terkait kerusakan sel saraf akan meningkat setelah menyundul bola.

Soal bahaya menyundul bola sesekali saja umumnya dipercaya tidak akan menyebabkan masalah kesehatan. Namun, jika dilakukan terus menerus dalam waktu yang lama, menyundul bola dapat menyebabkan masalah kesehatan di kepala.

Jeff Astle Menyundul Bola West Bromwich Albion - expressstandar
Jeff Astle (expressandar.com)

Isu dari dampak menyundul bola ini menjadi berita utama pada 2002 setelah kematian mantan pemain klub Liga Inggris, West Bromwich Albion dan timnas Inggris, Jeff Astle, dalam usia 59 tahun.

Astle didiagnosis mengalami demensia serangan dini. Pernyataan ini muncul saat bagian otak pemain bola ini diperiksa ulang pada 2014, dan hasilnya diagnosis mengatakan bahwa ia meninggal karena ensefalopati traumatik kronis (CTE).

CTE adalah kondisi otak yang biasanya disebabkan oleh benturan yang juga berhubungan dengan hilangnya ingatan, mengalami depresi, serta demensia. Bahkan, seseorang petugas kesehatan menyebutkan kalau otak Astle telah rusak selama bertahun-tahun karena aktivitasnya menyundul bola.

Tak berhenti sampai di situ, sebuah studi oleh Universitas Glasgow menemukan bahwa ada kemungkinan mantan pesepak bola profesional 3,5 kali lebih berisiko meninggal karena demensia.

Ini berlaku ketika dibandingkan dengan orang yang berusia sama dan di populasi umum, ya. Meski demikian, tidak ada bukti penelitian langsung yang menyatakan bahwa menyundul bola memang menyebabkan demensia.

Bahaya Tak Cuma untuk Anak-anak
Menyundul-Bola-Dilarang-untuk-Remaja-di-Skotlandia-shutterstock_

Bahkan, dalam sebuah penelitian, bahaya keseringan menanduk bola tak cuma berlaku untuk anak-anak. Orang dewasa pun berisiko. Hal ini diyakini oleh seorang dokter dari Amerika yakni dr. Bannet Omalu penemu penyakit otak Choronic Traumatic Encephalopathy (CTE).

“Tidak masuk akal mengontrol sebuah objek yang terbang dengan kecepatan tinggi menggunakan kepada anda. Saya percaya, nantinya pada level profesional, kami harus melarang aktivitas menyundul bola, itu berbahaya!” ucap Bennet. Dr. Michael Grey, ahli motor neuroscience di Universitas Birmingham, pun mengamini hal tersebut.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Harvard Medical School menguak bahwa terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara otak pemain sepak bola yang sering menyundul bola dengan otak perenang. Tak seperti sepak bola, olahraga renang biasanya tidak begitu rentan terhadap benturan atau trauma di kepala.

Perbedaan yang disoroti oleh penelitian dalam Journal of the American Medical Association tersebut adalah gangguan atau keabnormalan pada lobus frontal, temporal, dan oksipitalis dalam otak para pemain sepak bola.

Bagian-bagian otak yang terganggu tersebut bertanggung jawab untuk mengendalikan kewaspadaan atau perhatian, pengelolaan proses visual, serta kemampuan berpikir kompleks. Dampak yang mungkin terasa secara langsung adalah gangguan pada pola perilaku, perubahan suasana hati atau mood seperti depresi dan kecemasan, serta sulit tidur.

Meski begitu, bahaya menyundul bola bagi otak orang dewasa masih perlu diteliti lebih lanjut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kesehatan Mental Pemain Liga Inggris dalam Bahaya

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Otoritas Liga Premier Inggris mengirimkan surat ke semua klub terkait kesehatan mental para pemain di tengah jadwal padat pada musim ini.

Dikutip Football5star.com dari Sky Sports, Selasa (28/1/2020) pihak Liga Premier meminta klub tidak menjadwalkan lebih banyak pertandingan untuk liburan musim dingin.

“Klub diharapakan untuk menghormati dasar pemikiran untuk memberikan waktu istirahat kepada para pemain di libur musim dingin. Ini untuk memberikan istirahat bagi para pemain dari kerasnya fisik dan mental selama pertandingan,” bunyi surat dari otoritas Liga Premier.

tranmere rovers vs manchester united
getty images

Namun sayangnya, anjuran untuk klub bisa mengistirahat para pemain di libur musim dingin harus bentrok dengan jadwal laga ulang Piala FA yang bakal dijalani sejumlah klub. Klub seperti Liverpool, Tottenham, serta Southampton harus menjalani laga ulang di babak kelima Piala FA.

Pihak FA sendiri didesak untuk jadwal laga ulang Piala FA tidak bentrok pada libur musim dingin yang akan berlangsung pada 29 Maret. Kubu Liverpool sendiri menyebut akan tetap meliburkan para pemain intinya di laga ulangan Piala FA, meski hal ini mendapat pro kontra.

“Kami mendapat surat pada bulan April di Premier League bahwa kami harus menghormati liburan musim dingin untuk pemain. Kami tidak boleh mengatur laga persahabatan atau sejenisnya dan kami menghargai itu,” ungkap Klopp.

“Kami tidak akan tampil di sana, itu akan menjadi ajang pemain muda untuk membuktikan diri. Saya tahu keputusan ini tidak populer, tapi inilah cara yang saya ambil,” tambahnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Bernardo Silva Tersandung Cuitan Bernada Rasial kepada Mendy

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Asosiasi Sepak Bola Inggris, FA tengah mendalami kasus terkait cuitan salah seorang pemain Manchester City, Bernardo Silva. Bernardo dituding melakukan sebuah cuitan bernada rasialisme terhadap rekan satu timnya sendiri, Benjamin Mendy.

Kasus tersebut berawal dari sebuah postingan Bernardo Silva di akun twitternya. Pemain asal Portugal tersebut menyertakan sebuah gambar yang dianggap sebagai pelecehan rasial kepada Mendy.

Silva pun menambahkan kata “Tebak Siapa?” dalam postingan tersebut yang ditujukan kepada Mendy. Gambar yang disertakan Silva adalah sebuah logo dari perusahaan permen di Spanyol, Conguitos.

Namun, tak berselang lama, postingan tersebut kemudian dihapus oleh sang pemain.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Akan tetapi, FA telah mengetahui perihal postingan tersebut. Mereka pun menyiapkan tim mereka untuk menyelidiki lebih lanjut tentang cuitan tersebut kepada Bernardo Silva. Jikalau terbukti bersalah, Silva akan dijatuhi denda ataupun larangan bermain.

Setelahnya, Bernardo Silva pun kembali memposting sebuah cuitan yang berisikan kekecewaannya lantaran ia tak bisa mengekspresikan candaannya terhadap temannya.

Bernardo Silva Dipanggil FA Gara-Gara Perkataan Rasis ke Benjamin Mendy
Getty Images

“Bahkan saya tidak bisa bercanda dengan teman saya sekarang ini…teman…” cuitan tersebut pun mendapat cibiran dari warganet.

Mendy dan Silva merupakan teman yang akrab. Mereka telah bersama sejak 2016 lalu di klub AS Monaco yang kemudian mereka hijrah ke Manchester City.

Namun, dari tudingan cuitan rasialisme tersebut, Mendy nampak tak tersinggung atas apa yang Silva lakukan. Ia pun hanya menjawab dengan sebuah emoji senyum dengan kata-kata “1-0 Anda akan lihat,”.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Sedikit Sejarah dari Ajang Community Shield

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pada Minggu (4/8) malam nanti, jawara Premier League, Manchester City, akan menantang runner up musim lalu, Liverpool dalam ajang Community Shield di Stadion Wembley. Banyak pihak yang menyebutkan bahwa partai nanti merupakan gong sebelum dimulainya kompetisi Premier League musim baru.

Normalnya, pertandingan ini akan mempertemukan jawara Premier League melawan kampiun Piala FA. Namun, karena Manchester City meraih semua gelar domestik pada musim 2018-19 lalu, Liverpool yang dinis sebagai runner up berhak menantang The Cityzens di partai nanti.

HAMPIR SETUA PIALA FA

Pertandingan pertama Community Shield digelar pada tahun 1908 silam dengan tajuk FA Charity Shield. Awalnya, pertandingan ini ditujukan untuk mempertemukan tim profesional terbaik melawan tim amatir terbaik. Karena, ketika itu Inggris masih belum memiliki banyak tim profesional.

Lalu, semakin banyaknya tim profesional membuat FA melakukan sedikit perubahan untuk ajang ini. FA memutuskan untuk mempertemunkan juara antara Football League dan Southern Football League.

Baru lah pada tahun 1921, Community Shield mempertemukan antara juara Piala FA melawan juara Liga Inggris. Pada partai perdana, Totttenham Hotspur berhasil keluar sebagai kampiun setelah mengalahkan Burnley dengan skor 2-0.

Setelah berlangsung selama hampir 70 tahun, FA kembali melakukan sedikit perubahan mengenai venue pertandingan Community Shield. Usulan dari ini diinisiasikan oleh sekretaris FA, Edgar Alfred ‘Ted’ Croker.

Ketika itu, ia mengusulkan agar partai Community Shield digelar di Stadion Empire (Wembley Lama). Usulan tersebut pun mendapatkan sambutan yang baik dari FA. Hingga saat ini, usulan dari Croker masih digunakan.

Ditegur FA, Huddersfield Town Luncurkan Jersey Anyar

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Beberapa hari yang lalu, Huddersfield Town sempat menggemparkan dunia dan Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dengan desain seragam yang tak biasa. Mereka sempat meluncurkan seragam dengan logo Paddy Power yang melintang dari atas sampai bagian bawah jersey.

Atas aksi ini, Huddersfield Town sempat mendapatkan teguran dari FA. Menanggapi teguran tersebut, The Terriers akhirnya meluncurkan seragam barunya pada Jumat (19/7) siang WIB.

Dalam seragam anyarnya, tak nampak logo sponsor yang biasa ditemui di melintang di bagian dada jersey. Hal ini tentu bukanya tanpa tujuan. Paddy Power, sang sponsor, mengatakan bahwa Aaron Mooy dkk sudah setuju untuk menjadi bagian dari kampanye Save Our Shirt.

Kampanye ini memiliki tujuan agar tak ada logo sponsor yang terpampang di jersey setiap klub sepak bola. Menurut Direktur Pemasaran Paddy Power, Victor Corcoran, perilaku para sponsor yang memasang logonya di jersey klub yang mereka dukung sudah melewati batas.

“Bentuk sokongan yang diberikan oleh para sponsor sudah melewati batas. Kami menerima peran sponsor di dunia sepak bola modern. Tapi, seragam klub sepak bola harus menjadi milik para suporter,” kata Victor Corcoran dikutip dari laman GiveMeSport.

“Jadi, hari ini kami ingin menghimbau kepada para sponsor untuk bergabung ke dalam kampanye Save Our Shirt dan memberikan sesuatu kembali kepada para suporter. Sebagai sponsor, kami tahu tempat kami. Dan itu bukan di seragam dari para klub yang kami dukung.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Jersey Aneh Huddersfield Town Bikin FA Bereaksi

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Klub yang musim lalu terdegradasi dari Premier League, Huddersfield Town, menggegerkan dunia lewat jersey anyar yang akan mereka gunakan untuk musim kompetisi 2019-2020. Jersey klub Divisi Championship ini memang berbeda dari klub lainnya.

Jika pada jersey umumnya sponsor klub terletak di bagian dada, sponsor Huddersfield Town bertuliskan ‘Paddy Power’ justru terletak secara melintang dari atas sampai ke bagian bawah jersey.

Bentuk tak lazim ini makin heboh dengan tulisan ‘Paddy Power’ yang sangat besar. Kenahehan tidak sampai di situ saja, lambang klub yang biasanya berada di kiri atas malah dipindah ke bagian tengah atas.

D s1PJLWsAIlQSB
@htafc

Melihat hal tersebut, pihak FA selaku federasi tertinggi sepak bola Inggris langsung bertindak. Dalam laman resminya mereka  siap menindak lanjuti jersey anyar Huddersfield tersebut.

“Kami punya regulasi yang jelas soal jersey dan sponsor untuk seragam bertanding semua klub. Jika kami lihat ada klub yang melanggar aturan-aturan itu kami akan melakukan penyelidikan, dan jika perlu kami akan mengambil tindakan,” demikian pernyataan resmi FA, Kamis (18/7/2019).

“Kami sudah menghubugi Huddersfield Town soal seragam baru mereka,” sambung pernyataan tersebut.

Sebagai informasi, FA memang punya aturan ketat terkait seragam klub. FA hanya memperbolehkan setiap klub untuk menuliskan sponsor utamanya tidak lebih dari 200 sentimeter persegi. Ini pula yang menjadi landasan federasi untuk melakukan penyelidikan.

Akibat Judi, Scholes Kena Denda

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Manchester United, Paul Scholes, dikenakan denda oleh Federasi Sepakbola Inggris (FA). Scholes dianggap menyalahi aturan judi yang ditetapkan oleh FA.

Akibatnya, Paul Scholes yang bergabung dengan generasi emas Manchester United atau dikenal dengan sebutan Class of 92, dikenakan sanksi oleh FA sebesar 8 ribu poundsterling atau sekitar 144 juta rupiah.

Dikabarkan, Scholes didakwa telah memasang taruhan atau judi sebanyak 140 kali pada laga sepak bola sejak Agustus tahun 2015 hingga Januari 2019.

scholes - vice
vice.com

Dalam peraturan tertulis yang diterbitkan oleh FA dilansir Sky Sports dikutip Football5star.com, komisi independen menyimpulkan bahwa Scholes meningkatkan kesenangannya terhadap judi dan tidak memengaruhi hasil atau pertandingan. Hal ini bertentangan dengan aturan FA E8.

Menanggapi hal tersebut, Scholes menerima keputusan yang diberikan kepadanya. “Saya menerima keputusan minggu lalu. Saya ingin meminta maaf dan saya mengerti dan sepenuhnya menerima denda yang diberlakukan oleh FA. Itu adalah kesalahan nyata dan tidak dilakukan dengan niat yang disengaja untuk melanggar aturan,” ujar Scholes.

“Saya salah menafsirkan bahwa selama tidak ada hubungan pribadi antara saya dan pertandingan mana pun yang saya pertaruhkan maka tidak akan ada masalah,” tambah Scholes.

Dikabarkan, salah satu pertandingan yang menjadi ajang taruhan Paul Scholes ialah laga antara Valencia vs Barcelona. Di mana, saat itu kakak-beradik Gary dan Phil Neville melatih klub yang bermarkas di Stadion Mestalla itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Tingkatkan Kualitas Pemain Muda, PSSI Gandeng FA Inggris

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – PSSI selaku federasi sepak bola Indonesia terus melakukan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pemain muda. Terbaru, mereka baru saja menggandeng asosiasi sepak bola Inggris, FA, untuk bekerja sama.

Kepastian kerja sama ini diungkapkan Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, ketika datang ke Inggris untuk memantau perkembangan program Garuda Select. Ia mengatakan sudah menjalin pertemuan dan memastikan kerja sama dua federasi.

“Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan sepak bola Indonesia. Maka dari itu PSSI selalu membuka ruang untuk bekerja sama dengan federasi sepak bola negara lain, termasuk FA,” kata Ratu Tisha seperti dikutip Football5star.com dari laman resmi PSSI, Selasa (14/5/2019).

ratu tisha-fa
pssi.org

Selama berada di Inggris, Ratu TIsha bertemu dengan Sekjen FA, Martin Glenn. Ia juga mengaku sudah mengemukakan beberapa hal kepada FA terkait rencana apa saja yang ingin dicapai PSSI dalam beberapa tahun ke depan.

“Pertemuan dan diskusi saya dengan FA sangat positif. Kami sangat senang karena FA bersedia menjadi mitra dan memberikan dukungan dan asistensi terhadap sepak bola kita,” sambung sang Sekjen.

Nantinya FIFA akan memberi asistensi kepada PSSI dalam percepatan program Elite Pro Academy untuk 18 klub Liga 1 di usia 16, 18, hingga 20 tahun. Selain itu mereka juga akan menyasar pengembangan pemain dari akar rumput tiap Asprov PSSI, mulai dari usai 7 sampai 15 tahun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

CEO FA yang Baru Miliki Rekam Jejak Moncer

Football5star.com, Indonesia – Federasi sepak bola Inggris (FA) telah resmi mengumumkan CEO mereka yang baru, Mark Bullingham. Ia memiliki rekam jejak cukup moncer di sepak bola Inggris.

Bullingham mulai terlibat di aktifitas FA pada Agustus 2016 lalu. Kala itu, ia langsung menduduki posisi penting sebagai direktur komersil dan pemasaran FA.

Memikul tugas untuk makin mempopulerkan sepak bola Inggris dari segi komersil serta mengembangkan sayap bisnisnya, ia menjalankan tugasnya dengan cukup sukses.

Prestasi Bullingham

Bullingham di tahun pertama sebagai direktur komersil dan pemasaran FA mampu memberikan omset mencapai 370 juta poundsterling. Jumlah itu meningkat hampir 52 juta poundsterling dari tahun sebelumnya.

Selain itu pada Oktober 2016, FA mampu menyepakati kontrak siaran televisi laga Piala FA selama enam musim dengan Pitch Internasional dan IMG. Laporan keuangan FA menyebutkan nilai kontrak itu mencapai angka 1 miliar dollar Amerika Serikat.

Bullingham
sportspromedia.com

Martin Glenn yang saat itu masih menjadi CEO memuji kerja-kerja dari bawahannya tersebut. “Kami senang berada di kondisi keuangan yang sangat kuat,” kata Martin Glenn seperti dikutip www.old.football5star.com dari financial times.

Dua tahun setelah menjabat sebagai direktur komersil dan pemasaran FA, pada 2018 ia mendapat tugas tambahan yaitu memimpin departemen pengembangan sepak bola Inggris baik dari segi pemain muda serta sisi komersilnya.

Tugas baru ini lagi-lagi dijalankan dengan moncer oleh pria yang sempat jadi pelatih untuk anak-anak usia 9 dan 11 tahun tersebut.

Catatan yang paling menarik dari kerja-kerjanya sebelum diangkat jadi CEO ialah mampu menumbuhkan pendapatan federasi tertua ini mencapai 25 persen per tahun, serta memecahkan rekor kontrak siaran televisi.

Ditunjuk menjadi CEO menggantikan Martin Glenn, Bullingham mengaku senang mampu diberi kesempatan ini oleh federasi sepak bola Inggris. Ia mengatakan siap untuk berkontribusi lebih baik.

“Saya sangat bersemangat menjalankan peran baru ini. Tugas kami ialah meningkatkan kontribusi positif sepak bola di masyarakat,” kata Bullingham seperti dikutip football5star dari fcbusiness.co.uk, Senin (01/04/2019).

Selain siap untuk kembali bekerja dengan baik untuk sepak bola Inggris, Bullingham tak lupa memberi ucapan terima kasih kepada mentornya, Martin Glenn yang dianggap berperan penting pada kerja-kerja baiknya selama ini.

“Dia telah menciptakan tim yang sangat kuat dan memiliki pandangan terbaik untuk sepak bola Inggris,” tutup Mark Bullingham.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Protes Keras pada Wasit, Pochettino Dihukum FA

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, melakukan protes keras pada wasit Mike Dean saat timnya kalah 1-2 dari Burnley akhir pekan kemarin. Akibat protes itu, asosiasi sepak bola Inggris, FA, akhirnya menghukum sang pelatih.

Sesaat setelah laga di Stadion Turf Mor itu berakhir Pochettino langsung menghampiri wasit dan meluapkan amarahnya. Ia menganggap beberapa keputusan Mike Dean merugikan timnya.

Melihat kejadian itu, FA pun mengganjar pelatih asal Argentina itu dengan dua pelanggaran sekaligus. Mereka menganggap apa yang dilakukannya sangat tidak pantas.

protes pada wasit usai spurs kalah, pochettino minta maaf
bbc.com

“Mauricio Pochettino telah didakwa bersalah dengan dua pelanggaran FA yang terdapat di peraturan E3 saat melawan Burnley. Diduga bahasa dan perilaku manajer Tottenham Hotspur pada akhir pertandingan di dalam dan luar lapangan sebagai perilaku yang tidak pantas,” demikian pernyataan resmi FA seperti dilansir BBC, Senin (25/2/2019).

“Dia punya waktu hingga 28 Februari pukul 18.00 untuk menanggapi tuduhan ini,” sambung pernyataan FA tersebut.

Apabila hingga waktu yang ditentukan Pochettino tidak bereaksi apa pun, bukan tidak mungkin ia akan absen mendampingi Harry Kane dkk dalam dua pertandingan ke depan. Selain itu, hukuman berupa denda juga sudah menantinya.

Mantan pelatih Southampton itu sejatinya sudah meminta maaf pada Dean saat konferensi pers berlangsung. Ia mengaku terlalu emosi hingga menyalahkan sang pengadil di lapangan. Ia juga mengatakan bahwa kekalahan Spurs kali ini murni karena performa buruk timnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Pertanyakan Integritas Wasit, Juergen Klopp Didenda Ratusan Juta Rupiah

Football5star.com, Indonesia – Otoritas tertinggi sepak bola Inggris, FA, memberikan denda kepada Juergen Klopp sebesar 45.000 pounds atau sekitar Rp 825 juta. Sanksi tersebut terkait komentarnya terhadap wasit.

Juergen Klopp melontarkan komentar yang menyiratkan sudah mempertanyakan integritas wasit di pertandingan Liverpool melawan West Ham United pada 4 Februari 2019. Laga yang dipimpin wasit Kevin Friend berakhir imbang dengan skor 1-1.

Satu gol Liverpool tersebut diciptakan Sadio Mane. Namun, torehannya itu cukup kontroversial lantaran berbau offside di babak pertama.

Klopp menilai karena Friend sudah melakukan kesalahan dengan mengesahkan gol Mane, ia pun melakukan sejumlah keputusan merugikan Liverpool di paruh kedua.

Juergen Klopp - Liverpool - Bursa Transfer - @OptaJoe
Twitter/@Optajoe

“Kami mendapatkan momen bagus dan mencetak gol, tetapi saya katakan bahwa itu offside. Hal ini sedikit menjelaskan apa yang terjadi di babak kedua karena saya yakin wasit tahu gol itu offside,” kata Juergen Klopp seperti dilansir Football5star.com dari Sky Sports.

“Anda melihat ada banyak situasi aneh. Mereka tidak menentukan, tetapi menjadi pemecah ritme permainan. Hal itu jelas tidak membantu kami,” ujarnya.

Sanksi tersebut bukan pertama kalinya diberikan kepada Klopp. Sebelumnya, ia juga pernah didenda 8.000 pounds atau setara Rp 146 juta.

Ia melakukan selebrasi secara berlebihan saat Liverpool berhasil mengalahkan Everton. Namun, pelatih berusia 51 tahun itu telah melayangkan permintaan maaf kepada pelatih tim beralias The Toffees, Marco Silva.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Terhindar Sanksi FA, Salah Bisa Tampil Lawan Arsenal

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Bintang Liverpool, Mohamed Salah bisa bernafas lega setelah tuduhan kepada dirinya yang melakukan aksi diving saat menghadapi Newcastle United pada laga Boxing Day, Rabu (27/12/2018) tak terbukti. Dengan demikian peraih Puskas Award 2018 tersebut terhindari dari sanksi Football Association (FA).

Terhindar Sanksi FA, Mohamed Salah Bisa Tampil Lawan Arsenal
twitter @lfc_photo

Mohamed Salah sebelumnya dituduh melakukan aksi diving saat ditarik oleh Bek Newcastle United, Paul Dummett yang menarik lengan kirinya di kotak penalti. Ia kemudian terjatuh dan membuat wasit memberikan hadiah titik putih bagi Liverpool.

Banyak yang kemudian beranggapan bahwa Mohamed Salah melakukan reaksi yang berlebihan akibat ditarik oleh Paul Dummet. Manajer Newcastle United, Rafa Benitez bahkan tak yakin jika timnya harus dihukum penalti akibat insiden tersebut.

Mohamed Salah kemudian menjadi algojo tendangan penalti tersebut. Sepakan datarnya ke sebelah kanan gawang tak mampu dihalau oleh Kiper Newcastle United, Martin Diubravka. Gol tersebut membawa Liverpool unggul dengan skor 2-0.

Sebelumnya di babak pertama Pasukan Juergen Klopp tersebut unggul terlebih dahulu melalui gol dari Dejan Lovren. Dua gol lainnya ke Gawang Newcastle United di laga itu diciptakan oleh Xherdan Shaqiri dan Fabinho.

Di sisi lain Mohamed Salah yang terhindari dari sanksi FA tersebut membuatnya bisa tampil menghadapi Arsenal. Laga tersebut akan berlangsung pada pekan ke-20 Premier League di Stadion Anfield, Minggu (30/12/2018).

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Dituntut FA Soal Tendang Botol, Emery Terancam Hukuman

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Kabar tak sedap harus diterima Unai Emery. Manajer Arsenal itu dituntut FA terkait insiden menendang botol minuman yang mengenai seorang penton pada pertandingan melawan Brighton & Hove Albion, 26 Desember lalu. Andai terbukti bersalah, dia terancam tak dapat menadampingi The Gunners.

Emery memang telah menyesali perbutannya di Stadion Amex tersebut. Dia pun telah meminta maaf secara langsung kepada korban. Namun, FA tetap menjerat dia dengan pasal perilaku tak baik. Menilik kasus serupa yang terjadi di Premier League sebelumnya, dia kemungkinan dihukum tak boleh mendampingi Arsenal di satu pertandingan.

Unai Emery bersama Chris Hughton saat Arsenal melawan Brighton pada Boxing Day.
footify.fr

“Manajer Arsenal, Unai Emery, telah dituntut menyusul pertandingan melawan Brighton kemarin,” terang pernyataan resmi FA yang dikeluarkan pada Kamis (27/12/2018) seperti dikutip Football5Star.com.

Lebih lanjut dinyatakan, “Diduga aksinya menendang botol minuman pada pertandingan tersebut termasuk sebagai perilaku tak baik. Dia punya waktu hingga 2 Januari 2019 pukul 18.00 untuk merespons tuntutan ini.”

Emery kini harus bersiap absen setidaknya pada satu pertandingan Arsenal di Premier League. Pasalnya, Jose Mourinho, eks manajer Manchester United, pernah mendapatkan hukuman tersebut dalam kasus yang sama pada 2016.

Saat itu, Mourinho menendang botol karena frustrasi atas putusan wasit Jonathan Moss yang memberikan kartu kuning kepada Paul Pogba pada pertandingan melawan West Ham United. Moss menilai Pogba melakukan diving. The Special One Mengaku bersalah dan menerima hukuman tak mendampingi Red Devils pada satu pertandingan.

[better-ads type=”banner” banner=”156408″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

FA Hukum Pemain Derby Penggigit Joe Allen

Football5star.com, Indonesia – Federasi Sepak Bola Inggris (FA), mengukum Bradley Johnson (Derby County) usai menggigit pemain Stoke City, Joe Allen. Keduanya terlibat friksi saat bertemu dalam lanjutan Championship di Stadion Britannia pekan lalu.

Johnson luput dari pengawasan wasit ketika melakukan hal tersebut. Akan tetapi, rekaman video memperlihatkan memang pemain 31 tahun tersebut benar menggigit Si Xavi dari Wales. FA dengan mantap menjatuhkan larangan empat pertandingan.

“Pemain yang bersangkutan dijatuhi sanksi perbuatan kekerasan. Ini sudah menjadi aturan standar terhadap perbuatan serupa dan akan tetap diberlakukan kepada pemain terhukum,” demikian bunyi pernyataan resmi FA dikutip dari Fourfourtwo.

Uniknya, korban dalam insiden ini justru menyatakan Johnson tidak menggigitnya. Ia hanya mengakui ada sedikit pergumulan, dan tidak berakhir dengan gigitan.  Jika ditotal, ia akan absen dalam lima pertandingan.

Hukuman itu ditambah dengan akumulasi kartu kuning yang terlebih dahulu diterimanya. Sementara Allen, hanya dihadiahi kartu kuning dalam insiden itu. “Aku tidak yakin ia menggigitku, hanya menarik seragamku saja. Pada jeda babak pertama banyak yang menanyakan soal gigitan itu. Aku tidak merasakannya,” jelasnya.

Insiden gigit menggigit di sepak bola Inggris tidak kali ini saja terjadi. Beberapa musim lalu, mantan rekan setim Allen, Luis Suarez, kedapatan menggigit bek Chelsea, Branislav Ivanovic saat keduanya bertanding di Anfield. Ketika itu, Suarez mendapatkan hukuman larangan bertanding 10 pertandingan liga.

Bela McNamara, Ratusan Wasit di Inggris Terancam Hukuman FA

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Ratusan wasit di Inggris terancam sanksi dari Football Association (FA). Gara-garanya, mereka menunjukkan pembelaan kepada koleganya, David McNamara, yang dihukum tiga pekan karena tak membawa koin saat memimpin sebuah pertandingan di liga wanita.

Seperti dilaporkan BBC, ratusan wasit telah dan akan mengikuti langkah McNamara yang memulai laga dengan suten di antara kedua kapten tim untuk menentukan pihak yang melakukan sepak mula. Salah satu yang telah melakukan hal itu adalah Ryan Hampson pada sebuah laga di Lancashire.

“Banyak dari kami yang memikirkan David. Kami ingin menunjukkan solidaritas,” tegas Hampson seperti dikutip Football5Star.com dari BBC.

Wasit berumur 19 tahun itu bahkan mengatakan, permintaan melakukan suten, bukan lempar koin, justru datang dari para pemain. “Empat pemain datang kepada sata dan berkata, ‘Apakah kami akan melakukan batu-gunting-kertas pada hari ini?’ Mereka tahu mengenai masalah tersebut,” ungkap dia.

Hukuman tiga pekan tak boleh mewasiti laga yang dijatuhkan FA terhadap McNamara memang menjadi kontroversi. Banyak pihak menilai itu keterlaluan. Keith Hackett, mantan wasit Premier League yang juga pernah menjadi ketua komisi wasit di FA termasuk di antara yang mengkritik putusan tersebut.

“Pertanyaannya adalah, siapa orang di FA yang telah mengambil putusan menghukum seorang wasit muda yang lupa membawa koin. Sanksi tiga pekan itu sangat keterlaluan. Seorang pemain yang mendapat hukuman tiga pertandingan saja bisa bebas dalam 7 atau 10 hari,” keluh Hackett di akun Twitter-nya.

Hackett justru memuji McNamara yang sigap membuat solusi dengan menyuruh kedua kapten tim melakukan suten batu-gunting-kertas. Menurut dia, sang wasit saat itu berada dalam tekanan dan harus mengambil putusan cepat tanpa perlu mengambil koin yang tertinggal di ruang ganti.

[better-ads type=”banner” banner=”156408″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Resmi: Premier League Gunakan VAR Musim Depan

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Banyaknya kontroversi yang terjadi Premier League musim ini akhirnya membuat pihak liga mengambil sikap tegas. Kompetisi tertinggi Inggris ini akhirnya resmi menggunakan VAR mulai musim depan.

Rencana penggunaan VAR ini juga sudah mendapat persetujuan 20 klub peserta Premier League. Keputusan ini tak lepas dari kesuksesan VAR selama dihelatnya Piala Dunia 2018 lalu.

Melalui rapat yang dilakukan pada Kamis (15/11/2018) pihak liga akhirnya mengesahkan teknologi yang pertama kali digunakan pada 2017 lalu itu.

arsenal liverpool premier league football5star twitter
@PremierLeague

“Klub Premier League telah setuju untuk memperkenalkan VAR di kompetisi musim 2019-2020. Pada rapat pemegang saham klub diberi pemberitahuan tentang uji coba VAR non-aktif yang akan dilakukan liga dan Pejabat Pertandingan Profesional (PGMOL),” demikian rilis resmi Premier League seperti dikutip dari Mirror, Kamis (15/11/2018).

“Pembelajaran utama dari penggunaan VAR di Piala FA, Carabao Cup, dan liga lainnya di seluruh dunia sudah dibahas secara rinci,” sambung pernyataan tersebut.

Lebih lanjut, pihak Premier League juga menegaskan bahwa pengujian non-live akan tetap diberlakukan di sisa musim ini. Mereka juga berencana akan mensosialisasikan penggunaan VAR ini kepada fans dan meminta rekomendasi ke FIFA.

“Program pengujian non-live Premier League akan tetap dilanjutkan di sisa musim ini dan kami akan melihat kembali pada laga akhir pekan. Kami juga akan mengkomunikasikan keputusan VAR ini kepada seluruh fans,” sambungnya.

“Selanjutnya kami akan secara resmi membuat permintaan kepada Dewan Asosiasi Sepak bola Internasional (IFAB) dan FIFA untuk menggunakan VAR musim depan,” tutup pernyataan resmi Premier League.

Dengan dipakainya VAR di Premier League maka lima liga top Eropa sudah memakai teknologi yang masih menimbulkan kontroversi ini. Sebelumnya Liga Italia, Liga Jerman, dan Liga Prancis sudah menggunakannya sejak musim lalu. Sedangkan Liga Spanyol baru musim ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

FA Hukum Wasit yang Lupa Bawa Koin

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Kejadian memalukan terjadi di Inggris. Seorang wasit Inggris bernama David McNamara dihukum FA – federasi sepak bola Inggris – karena lupa membawa koin saat menjalani undian menjelang sepak mula.

Kejadian itu bermula ketika pertandingan Women Super League yang mempertemukan antara Manchester City melawan Reading pada 28 Oktober 2018. McNamara lupa membawa koin yang tertinggal di ruang ganti sebelum pertandingan dimulai.

Menyadari koin yang seharusnya ia bawa tertinggal di ruang ganti, McNamara tetap melanjutkan pertandingan. Alih-alih kembali ke ruang ganti, McNamara memutuskan untuk menggunakan suten batu, guntin, dan kertas untuk menentukan klub mana yang memulai laga lebih dulu atau memilih gawang.

Atas kelalaian yang ia lakukan, McNamara mendapatkan hukuman 21 hari tidak boleh memimpin pertandingan oleh FA. FA memberikan kesempatan kepada McNamara untuk mengajukan banding.

Joanna Stimpson, perwakilan dari Dewan Wasit Perempuan FA menyebut keputusan dari McNamara adalah keputusan yang memalukan. Meksipun ia menyadari sang pengadil memiliki alasan salah satunya adalah mepetnya waktu sepak mula.

“Wasit lupa koinnya dan pada saat itu waktunya sangat mepet. Itu adalah hal yang gila. Dia merasa keputusannya benar, namun kemudian ia menyadari keputusannya tak benar.”

Stimpson menyebut sang wasit tak siap dalam memimpin pertandingan. Hal inilah yang disebut oleh Stimpson sebagai tindakan yang tidak profesional.

FA Hukum Wasit yang Lupa Bawa Koin dalam Pertandingan WSL Football5star FOX Sport
FOX Sport

“Ini tak bisa diperbolehkan. Dia harusnya lebih siap dan membawa koinnya, tapi ia lupa. Ini hal yang memalukan dan tidak tepat dan itu sangat tak profesional.

FA pun mengeluarkan rilis resmi mengenai kelalaian dari wasit yang berada yang ada di bawah kendali FA. FA menskors McNamara sellama 21 hari dan bisa kembali memimpin pertandingan pada Desember.

“FA dapat mengonfirmasi bahwa wasit David McNamara diskors selama 21 hari, mulai Senin 26 November 2018 setelah melakukan tindakan yang benar dalam pertandingan. Ini terkait insiden dalam pertandingan Women Super League antara Manchester City dan Reading pada Jumat 26 Oktober ketika dia gagal dalam menentukan tim mana yang memulai pertandingan sesuai dengan Laws of the Game. McNamara akan kembali bertugas pada Senin 17 Desember 2018.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Karena Brexit, FA Siap Batasi Kuota Pemain Asing Premier League

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) siap membatasi kuota pemain asing di Premier League setelah Inggris resmi keluar dari Uni Eropa (Brexit). Hal tersebut ditujukan agar para pemain muda di Inggris dapat bersaing dengan kompetitif dan bersinar di Premier League.

Aturan baru tersebut menyatakan bahwa setiap klub setidaknya harus memiliki 16 pemain lokal atau homegrown di dalam skuat mereka. Sebelumnya setiap klub yang bermain di Premier League bisa memiliki 17 pemain asing. Apabila disetujui, aturan baru ini akan memangkas jumlah tersebut menjadi 12 pemain.

Premier League - FA -Sky Sports - Brexit
Sky Sports

Kabar ini tentunya disambut dengan positif oleh Asosiasi Pesepakbola Inggris (PFA). Menurut kepala dari PFA, Gordon Taylor, adanya pembatasan pemain asing dapat memberikan dampak yang positif untuk Timnas Inggris.

“Rasanya sedikit aneh apabila kami memiliki liga terbaik di dunia. Tapi, tidak didukung oleh prestasi timnas Inggris di ajang internasional. Keduanya bisa meraih kesuksesan apabila adanya keseimbangan antara pemain-pemain asing dan pemain-pemain lokal,” ungkap Taylor kepada Sky News.

Meskipun ada jumlahnya akan dibatasi, Premier League dan FA siap mempermudah pihak klub apabila ingin mendatangkan pemain asing. Premier League dan FA siap bekerja sama dengan pemerintah Inggris untuk menerbitkan izin kerja bagi para pemain asing yang inign bermain di kasta teratas sepak bola Inggris.

Wacana ini rencananya akan dipresentasikan kepada seluruh perwakilan klub di kasta teratas sepak bola Inggris pada Kamis, (15/11). Apabila disetujui, maka aturan baru ini dapat segera dilaksanakan setelah Inggris menyelesaikan proses Brexit.

Terlibat Kasus Judi, Daniel Sturridge Terancam Hukuman

Football5star.com, Indonesia – Penyerang Liverpool, Daniel Sturridge, terancam hukuman dari FA terkait tindakannya yang berkaitan dengan praktek judi. Hingga kini, pihak advokasi klub tengah mendampingi dan mengawal kasus pemain berusia 29 tahun tersebut.

Sturridge memang tidak terlibat dalam kegiatan perjudian secara langsung. Ia diduga hanya memberikan informasi penting internal sepak bola untuk kepentingan perbuatan haram tersebut. Menurut peraturan yang berlaku, seorang pemain dilarang menggunakan statusnya untuk membocorkan informasi apa pun.

Pemain yang bersangkutan sudah bertindak kooperatif untuk menyelesaikan kasus ini. Pihak klub menegaskan pemainnya tidak terlibat judi praktis dan hanya memberi pengaruh dari luar. Namun, denda bisa jadi hukuman setimpal untuknya.

Beberapa musim belakangan, peran pemain kelahiran Birmigham tersebut di tim utama Liverpool mulai terpinggirkan. Kini, dirinya hanya tampil sebagai pelapis dalam beberapa kesempatan karena trio Roberto Firmino, Sadio Mane, dan Mohamed Salah masih sulit digusur.

daniel sturridge 1
@LFC

Musim ini, pemain yang pernah tergabung ke dalam akademi Manchester City tersebut sudah mengemas empat gol dari 12 penampilan. Satu yang paling diingat adalah golnya ke gawang Chelsea dan membuat Liverpool terhindar dari kekalahan di Stamford Bridge.

Sturridge didatangkan dari Chelsea pada bursa transfer musim dingin Januari 2012 dengan banderol sekitar 12 juta pounds. Ia langsung menyamai rekor legenda The Reds, Ray Kennedy yang mencetak gol di tiga laga perdananya bersama klub.

Guardiola Diminta FA Jelaskan Komentarnya Soal Anthony Taylor

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Football Association (FA) memanggil manajer Manchester City, Pep Guardiola. Pria asal Katalonia tersebut diminta menjelaskan komentarnya soal wasit Anthony Taylor yang dilontarkan jelang Derbi Manchester. Guardiola memberikan komentar soal sang wasit terkait kekhawatiran para fans The Citizens.

Anthony Taylor adalah wasit yang ditugaskan memimpin Derbi Manchester pada akhir pekan lalu. Sebagian fans Man. City mengungkapkan kekhawatiran karena sang wasit berasal dari wilayah yang dekat dengan Old Trafford dan orang-orang di sana dikenal sebagai pendukung Manchester United.

Anthony Taylor saat memimpin Derbi Manchester.
manchestereveningnews.co.uk

Dalam komentarnya, Guardiola menepis kekhawatiran tersebut. Dia mengaku tak kahawatir karena yakin terhadap integritas Anthony Taylor sebagai wasit. Menurut dia, seperti halnya para manajer dan pesepak bola, para wasit pun pasti ingin menjalankan tugas sebaik-baiknya dan tak melakukan kesalahan.

Pada akhirnya, kekhawatiran para fans Man. City memang tak terbukti. Setidaknya, hasil akhir 3-1 bagi anak-anak asuh Guardiola membuktikan bahwa Anthony Taylor tidak memihak Man. United.

Meskipun demikian, Guardiola tetap diminta menjelaskan komentar jelang Derbi Manchester tersebut paling lambat Kamis (15/11/2018) pukul 18.00 waktu setempat. Itu karena hal tersebut termasuk pelanggaran. Sesuai peraturan FA, manajer dilarang keras membahas soal wasit sebelum pertandingan.

Terkait pelanggaran ini, FA pernah menuntut Jose Mourinho, manajer Man. United. Gara-garanya, manajer asal Portugal tersebut mempertanyakan penunjukan Anthony Taylor sebagai wasit yang memimpin laga timnya melawan Liverpool pada medio Oktober 2016.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

FA Ajukan Banding Atas Vonis Tidak Bersalah Mourinho

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Manajer Manchester United, Jose Mourinho, dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan mengumpat di hadapan kamera. Namun, vonis tersebut tidak serta merta membuat Mourinho merasa tenang. Pasalnya asosiasi sepak bola Inggris, FA, akan melakukan banding atas keputusan tersebut.

Masalah Mourinho ini bermula saat laga United melawan Newcastle United di Old Trafford pada Oktober lalu. Usai pertandingan, ia terlihat mengeluarkan perkataan yang dianggap sebagai hinaan dalam Bahasa Portugal di hadapan kamera.

Melihat rekaman tersebut, FA pun langsung melakukan penyelidikan. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan dengan memanggil tiga panel, yang salah satunya terdiri dari pembaca gerak bibir, Mourinho justru dinyatakan bersih dari segala tuduhan.

Jose Mourinho - FA - Manchester United
@itz_baron

Permohonan banding pun dilakukan FA. Apalagi mereka baru saja menerima laporan dari Komisi Pengaturan Independen Inggris yang juga mengklaim manajer asal Portugal itu mengeluarkan kata-kata kasar.

Jika banding dari FA berhasil, pelatih berjuluk The Special One ini terancam hukuman larangan memimpin laga Setan Merah. Selain itu, sang pelatih juga bisa dikenai denda dalam jumlah yang cukup besar.

Pada laga melawan Newcastle itu, United berhasil menang 3-2 di Old Trafford. Jalannya pertandingan pun sangat sengit karena Anthony Martial dkk sempat tertinggal dua gol terlebih dulu di babak pertama. Namun, mereka berhasil membalikkan keadaan di babak kedua melalui gol yang dicetak Juan Mata, Martial, dan Alexis Sanchez.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Tak Terbukti Mengumpat, Mourinho Bebas dari Hukuman

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Jose Mourinho terbebas dari hukuman setelah ia tak terbukti mengumpat. Komisi Independen FA memutuskan tak memberikan hukuman apapun setelah Manchester United membuktikan jika The Special One tak mengumpat menggunakan Bahasa Portugal.

Sebelumnya, FA menuduh Mourinho mengeluarkan kalimat bernada umpatan setelah Manchester United mengalahkan Newcastle United. FA yang saat itu menggunakan alat pembaca gerak bibir untuk menguraikan apa yang diucapkan oleh Mourinho.

Mourinho memang bereaksi berlebihan setelah anak asuhnya menang comeback melawan The Magpies pada 6 Oktober lalu. Mourinho berteriak kencang dan FA menganggap Mourinho mengumpat menggunakan bahasa Portugal.

Dalam rilis resmi yang dikeluarkan oleh FA, keputusan untuk tak memberikan hukuman untuk Mourinho keluar setelah dilakukan investigasi oleh Komisi Independen: “Tuduhan terhadap Jose Mourinho karena diduga menggunakan bahasa yang kasar dan atau menghina dan atau tidak pantas tidak terbukti setelah sidang Komisi Pengaturan Independen hari ini (31/10).

Manchester United - Newcastle United - Alexis Sanchez - Jose Mourinho
Squawka

Meskipun begitu, Manchester United tak bisa bersantai, karena jika setelah dilakukan investigasi lanjutan ditemukan adanya kesalahan, maka Mourinho akan mendapatkan hukuman dari FA.

Saat ini, Manchester United duduk di peringkat ke-8 Liga Primer Inggris dengan mengumpulkan 17 poin. Mereka tertinggal sembilan angka dari dua tim pemuncak klasemen, Manchester City dan Liverpool. Di pekan ke-11, Setan Merah telah ditunggu Bournemouth yang saat ini duduk di posisi ke-6.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Menpora Inggris Kecewa Wembley Batal Dijual

Banner Footbal Live Star-Football5starFootball5star.com, Indonesia – Batalnya Shahid Khan membeli Wembley membuat beberapa pihak kecewa. Salah satunya adalah Menteri Olahraga dan Masyarakat Sipil, Tracey Crouch. Menurutnya, pembatalan tersebut tidak perlu terjadi jika prosedur yang berlaku tidak rumit.

Crouch menganggap, seandainya kesepakatan terjalin, dana yang ada bisa digunakan untuk membangun dan memperbaiki beberapa sarana penunjang. Menurutnya, masih banyak stadion di Inggris yang masih harus mendapatkan perawatan.

“Sejujurnya aku kecewa mendengar kabar ini. Artinya, kita kehilangan kesempatan untuk mendapatkan suntikan dana besar untuk memperbaiki lapangan rumput sintetis yang tersebar,” kata wanita 43 tahun tersebut.

“Ternyata, prosedur pembayarannya lebih rumit dari yang diperkirakan. Ada pemecahan lagi dari angka 600 juta pounds yang kami tawarkan,” kata petinggi FA, Martin Glenn.

Khan diketahui tidak berusaha mengajukan tawaran alternatif usai menemui jalan buntu. Kini, pihaknya menarik diri sejenak dari negosiasi hingga waktu yang belum ditentukan.

Inggris - Wembley - Crouch - Football5star
racingpost.com

“Aku sama sekali tidak ingin memecah belah masyarakat Inggris soal ini. Justru, nantinya publik bisa sama-sama menjaga kebersamaan jika kesepakatan terjadi. Tapi, sepertinya memang segelintir orang di FA masih berat untuk melepas Wembley ke tangan kami,” katanya.

Pria kelahiran Pakistan tersebut sempat membuat heboh publik Inggris dengan berencana membeli Wembley. Langkah tersebut terbilang berani, pasalnya, Khan belum lama mengakuisisi klub asal London, Fulham FC. Namun, dirinya memastikan The Cottagers tetap berkandang di Craven Cottage.