Fabio Quagliarella Beri Sinyal Siap Gantung Sepatu

gamespool
Fabio Quagliarella Beri Sinyal Siap Gantung Sepatu 4

Football5star.com, Indonesia – Bomber kawakan Sampdoria, Fabio Quagliarella, memberi indikasi bakal gantung sepatu selepas musim 2020-21. Quagliarella ingin menjadi pelatih ketika sudah tak lagi aktif bermain.

Meski sudah berusia 38 tahun, Quagliarella masih bisa menunjukkan performa terbaik di atas lapangan. Pada musim 2020-21 lalu, ia berhasil menyumbang 13 gol dan satu assist dari 33 penampilan.

“Saya sudah ditawari untuk mengikuti kursus kepelatihan. Tapi, saya baru akan menjalani kursus tersebut ketika sudah pensiun. Saya memang ingin mendapat kesibukan baru ketika sudah tak lagi bermain,” ungkap Fabio Quagliarella dikutip Football5star dari laman Football Italia.

Fabio Quagliarella - Sampdoria
Samp News

“Saya masih belum tahu kapan akan pensiun. Tapi, rasanya tak lama lagi saya akan mengambil keputusan. Saya belum tahu apakah musim 2021-22 akan menjadi musim terakhir saya. Saya akan melakukan evaluasi dan mengambil keputusan di pertengahan musim,” imbuh Quagliarella.

Lebih lanjut, Quagliarella membeberkan rahasia di balik kebugarannya. Ia mengaku tak lagi melakukan aktivitas berlebihan di luar lapangan dan memperbanyak istirahat.

“Saya harus beristirahat cukup panjang agar bisa bersaing dengan pemain-pemain yang lebih muda. Biasanya, saya tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap harinya.”

“Selain itu, saya juga sudah mengurangi kegiatan di luar lapangan. Saya lebih senang menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga dan menonton televisi,” tuntas Quagliarella.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Si Tua Keladi, Fabio Quagliarella Catatkan Penampilan ke-500

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pada pertandingan pekan terakhir Serie A 2020-21 antara Sampdoria vs Parma di Stadion Luigi Ferraris, Minggu (23/5/2021), striker veteran Il Samp, Fabio Quagliarella catatkan rekor tersendiri.

Selain mencetak satu dari tiga gol kemenangan Sampdoria atas Parma, pemain berusia 38 tahun itu mencatat penampilan ke-500 di panggung Serie A Italia.

Fabio Quagliarella - Napoli - Aurelio de Laurentiis - Squawka

Dikutip Football5star.com dari data Transfermarkt, satu gol yang dicetaknya membuat Quagliarella sudah mengoleksi 176 gol di Serie A Italia. Selain itu, ia juga tercatat sudah mencetak 50 assist.

Fabio Quagliarella jadi pemain kelima di Serie A Italia yang telah mencatatkan penampilan ke-500. Di posisi pertama ada nama mantan Pangeran Roma, Francesco Totti dengan koleksi 619 penampilan.

Di urutan kedua, Roberto Mancini dengan 541 caps, disusul oleh Silvio Piola dengan 537 penampilan. Dan ada nama eks striker Fiorentina, Alberto Gilardino dengan 514 penampilan.

Pemain kelahiran Castellammare di Stabia, Italia ini mengawali kariernya di akademi Torino. Pada 2000, ia promosi ke tim utama Il Toro. Lima musim di Torino, Quagliarella mencatatkan 7 gol dari 39 penampilan.

Sempat dipinjamkan ke Sampdoria dan Chieti, Torino melepas Quagliarella ke Ascoli di akhir musim 2005. Pada 2006, ia sempat membela Sampdoria dan hanya bertahan semusim di sana.

Saat gabung bersama Juventus, Quagliarella mempersembahkan tiga gelar scudetto dan Supercoppa Italia pada 2012 serta 2013. Quagliarella mencetak gol pertamanya di Serie A pada 21 Desember 2005 saat laga Ascoli vs Treviso.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Quagliarella: Di Natale Monster Suci dan Rekan Terbaik Saya

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Striker gaek Sampdoria, Fabio Quagliarella, mengungkapkan sosok yang jadi tandem terbaik dalam kariernya. Orang itu adalah legenda Udinese, Antonio Di Natale.

Fabio Quagliarella pernah bermain bersama Antonio Di Natale saat masih meperkuat Udinese maupun timnas Italia. Menurutnya, pemain yang akrab disapa Toto itu seorang striker ulung yang bisa mencetak gol kapan saja.

Eks pemain Juventus bahkan sempat khawatir setiap Di Natale mengunggah video golnya di media sosial. Ia takut para pemain muda akan pensiun jika melihat gol sang rekan.

quagliarella di natale gazzetta
gazzetta.it

“Rekan setim terbaik adalah Di Natale. Dia luar biasa. Dia bisa mencetak gol kapan saja dia mau. Terkadang dia mengunggah beberapa video golnya di Facebook,” ungkap sang bomber kepada Gazzetta dello Sport, Sabtu (28/3/2021).

“Saya lalu bilang padanya ‘jangan lakukan itu atau kamu akan menghentikan perkembangan pemain muda yang berpikir bahwa mereka bisa melakukannya dengan satu tembakan. Ketika mereka melihat golmu, mereka akan pensiun’,” terangnya.

Sanjungan Fabio Quagliarella pada Antonio Di Natale tidak sampai di situ. Tanpa ragu dia menyebut pria yang kini menukangi Spezia U-17 sebagai monster yang suci.

“Sekarang saya cukup mencetak satu gol untuk membicarakan tentang panggilan ke tim nasional. Dulu saya bermain dengan monster suci yang mencetak 30 gol permusim,” tutup bomber 38 tahun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Ranieri Pertanyakan Ketertarikan Juventus pada Quagliarella

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Juventus membutuhkan striker baru pada bursa transfer Januari. Satu nama yang gencar diberitakan adalah bomber gaek Sampdoria, Fabio Quagliarella.

Juventus memang tidak asing dengan Fabio Quagliarella. Bomber 38 tahun pernah berseragam putih-hitam pada 2010 hingga 2014.

Tapi kali ini ketertarikan Si Nyonya Tua dipertanyakan Claudio Ranieri, pelatih Sampdoria. Pasalnya sang bomber akan berusia 38 tahun Februari mendatang.

Fabio Quagliarella - Napoli - Aurelio de Laurentiis - Squawka
@Squawka

“Saya sudah membaca soal itu. Saya tidak tahu apakah itu akan terjadi atau tidak. Hanya saja ini sepertinya akan menjadi hadiah yang bagus mengingat Fabio akan berusia 38 tahun akhir bulan ini,” kata Claudio Ranieri kepada Sky Sport Italia, Rabu (6/1/2021).

“Kami akan menunggu acaranya dan melihat apa yang akan terjadi,” sambung pelatih kawakan tersebut.

Si Nyonya Tua membutuhkan striker pelapis di lini depan. Mereka hanya memiliki Alvaro Morata sebagai penyerang murni. Sementara Cristiano Ronaldo dan Paulo Dybala bisa bermain melebar.

Terkait Quagliarella, peluang Juve menggaetnya cukup terbuka. Kontraknya bersama Sampdoria akan berakhir Juni mendatang.  Mereka tidak perlu mengeluarkan dana besar untuk menggaetnya musim dingin ini.

Bomber jebolan akademi Torino bukan satu-satunya nama yang ada di daftar transfer Juventus. Juara bertahan Serie A juga mengincar striker gaek lainnya. Yakni Graziano Pelle yang baru saja mengakhiri kontrak bersama raksasa Cina, Shandong Luneng, Desember lalu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Ke Sampdoria, Candreva Dituntut untuk Layani Quagliarella

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Antonio Candreva akhirnya merampungkan kepindahannya ke Sampdoria. Pihak klub sudah mengumumkan kedatangan sang winger pada Jumat (25/9/2020).

Di Sampdoria, Antonio Candreva tetap memakai nomor 87. Ia dikontrak dengan status pinjaman dan opsi penebusan di akhir musim dengan nilai tiga juta euro. Kedatangan penggawa timnas Italia disambut sukacita oleh Il Samp.

Hal ini setidaknya terlihat dari perkenalan unik yang mereka buat di media sosial. Dalam perkenalannya itu, pemain 33 tahun bertugas sebagai pelayan dan melayani bomber Sampdoria, Fabio Quagliarella secara khusus.

Mulai dari makanan dan minuman Fabio Quagliarella semua disiapkan oleh mantan pemain Lazio itu. Perkenalan unik ini seolah jadi pertanda tugas sang winger selama berada di Luigi Ferraris.

Ia dituntut untuk melayani Quagliarella di lapangan lewat umpan-umpan matangnya. Seperti diketahui, sang kapten adalah bomber utama di sana.

Ketajamannya juga sangat bergantung oleh umpan-umpan rekannya di lapangan. Termasuk Candreva yang musim lalu jadi pencetak assist terbanyak kedua di Inter Milan.

Di sisi lain, hengkangnya pemain berusia 33 tahun dari Inter Milan disebabkan oleh aktivitas transfer klub musim panas ini. Mereka sudah menggaet Achraf Hakimi untuk mengisi posisi sayap kanan.

Adapun Sampdoria terbilang aktif pada bursa transfer musim panas ini. Selain Candreva, mereka juga menggaet Tomasso Augello dari Spezia, Mikkel Damsgaard dari Nordsjaelland, dan Erik Gerbi asal Juventus.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Cristiano Ronaldo Lebih Hebat dari Batistuta dan Quagliarella

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Cristiano Ronaldo akhirnya menyamai rekor mencetak gol dalam sebelas laga beruntun pada satu musim Serie A milik Gabriel Batistuta dan Fabio Quagliarella. Hal itu dipastikan lewat torehan satu golnya saat Juventus menang 2-1 di kandang SPAL 2013, Minggu (23/2/2020) dini hari WIB.

Cristiano Ronaldo harus menanti sepekan untuk menyamai rekor Batistuta dan Quaglirella itu. Pekan lalu, dia tak dibawa pelatih Maurizio Sarri saat Juventus menghadapi Brescia. Gara-gara itu, dia urung menyamai rekor mencetak gol dalam sebelas giornata beruntun milik Batistuta.

Bila dibandingkan, Ronaldo bisa dikatakan lebih hebat dari Batistuta dan Quagliarella. Dia membukukan 16 gol dalam 11 laga beruntun, sementara sang legenda Fiorentina hanya membuat 13 gol. Adapun sang striker Sampdoria hanya mengemas 14 gol saat membuat rekor itu pada musim lalu.

Bukan hanya itu, CR7 juga mewarnai rentetan sebelas laga beruntun itu dengan sebuah hat-trick dan tiga brace. Torehan hat-trick jadi pembeda dari Batistuta dan Quagliarella. Pada musim 1994-95, Batigol hanya mampu membuat dua brace saat membukukan rekor. Sementara itu, Quagliarella hanya membuat tiga brace pada rentetan sebelas laga beruntun musim lalu.

Kini, Cristiano Ronaldo tinggal membidik rekor lain milik Batistuta. Pada akhir paruh kedua musim 1992-93 hingga paruh pertama musim 1994-95, penyerang asal Argentina tersebut tak henti mencetak gol dalam 13 laga beruntun pada perhelatan Serie A. Untuk diketahui, Batigol dan Fiorentina tampil di Serie B pada musim 1993-94. Menyamai rekor itu akan jadi tantangan tersendiri bagi CR7 karena Juventus harus menghadapi Inter Milan pada pekan depan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Juventus Kalah, Cristiano Ronaldo Dekati Batistuta dan Quagliarella

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Juventus memang kalah 1-2 dari Hellas Verona, Minggu (9/2/2020) dini hari WIB. Namun, Cristiano Ronaldo belum terbendung. Berkat torehan gol dalam laga itu, dia kini kian dekat dengan rekor milik Gabriel Batistuta dan Fabio Quagliarella.

Di Stadion MarcAntonio Bentegodi, Cristiano Ronaldo membawa Juventus unggul lewat sebuah serangan balik pada menit ke-65. Gol tersebut membuat dia tak pernah absen membobol gawang lawan dalam 10 pekan terakhir pada ajang Serie A musim ini.

Sejak giornata ‘pekan’ ke-14, nama Ronaldo selalu terpampang di papan skor dalam laga yang dilakoni Juventus. Dia secara beruntun membobol gawang Sassuolo, Lazio, Udinese, Sampdoria, Cagliari, AS Roma, Parma, Napoli, Fiorentina, dan Verona. Total, 15 gol yang dibuat CR7 dalam 10 laga itu.

Hal tersebut membuat Cristiano Ronaldo kian dekat dengan rekor milik Gabriel Batistuta. Pada musim 1994-95, Batistuta selalu mencetak gol dalam 11 laga Serie A secara beruntun. Itu dilakukan pada 11 giornata awal. Itu merupakan rekor torehan gol beruntun dalam satu musim.

Pada musim 2018-19, rekor tersebut disamai oleh striker Sampdoria, Fabio Quagliarella. Namun, dia tak melakukannya dalam 11 pekan beruntun. Dari pekan ke-10 hingga 21, dia sempat absen saat melawan AS Roma pada pekan ke-12.

Cristiano Ronaldo akan menyamai jejak Batistuta dan Quagliarella pada pekan depan saat Juventus menjamu Brescia. Satu tantangan yang dihadapi CR7, dua hari sebelum laga itu, I Bianconeri harus menghadapi AC milan pada leg I semifinal Coppa Italia.

Andai kembali mencetak gol pada giornata ke-24, Cristiano Ronaldo akan kembali mendekati rekor lain Batistuta. Rekor tersebut adalah selalu mencetak gol dalam 13 giornata beruntun. Batistuta membukukan rekor tersebut pada pekan ke-33 musim 1993-94 hingga pekan ke-11 musim 1994-95.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Striker Tua Italia Bersaing dengan Ronaldo dan Messi di Puskas Award

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Striker Sampdoria Fabio Quagliarella akan bersaing dengan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi di Puskas Award tahun ini, Selasa (20/8/2019). Gol Quagliarella yang dicetaknya ke gawang Napoli jadi salah satu nominasi gol terbaik tahun ini.

Pada September 2018 sepakan voli dengan menggunakan tumit yang dilakukan striker berusia 36 tahun ini membuat decak kagum dari banyak pihak. Mendapat umpan silang, Quagliarella dengan tenang menendang bola dengan tumitnya tak bisa diantisipasi kiper Napoli.

Gol sensasional Quagliarella akan bersaing dengan gol voli dari Zlatan Ibrahimovic yang ia cetak di MLS bersama LA Galaxy. Serta gol dari Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Gol dari Lionel Messi juga masuk dalam perhitungan peraih Puskas Award. Gol indah itu dicetaknya saat Barcelona kalahkan Real Betis pada Maret 2019 lalu.

Dari jarak yang cukup jauh, plus dikawal bek lawan, kapten timnas Argentina itu melepaskan tendangan cungkil yang melewati kepala kiper Pau Lopez.

Malam penghargaan Puskas Award akan berlangsung pada 23 September mendatang di Milan, Italia. Berikut 10 nominasi kandidat Puskas Award 2019:

Matheus Cunha (RB Leipzig)

Juan Fernando Quintero (River Plate)

Zlatan Ibrahimovic (LA Galaxy)

Lionel Messi (Barcelona)

Ajara Nchout (Kamerun)

Fabio Quagliarella (Sampdoria)

Amy Rodriguez (Utah Royals)

Billie Simpson (Cliftonville)

Andros Townsend (Crystal Palace)

Daniel Zsori (Debrecen)

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Allegri: Fabio Quagliarella Pantas Jadi Top Skorer Serie A

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Fabio Quagliarella berhasil keluar sebagai top skorer Serie A musim ini. Torehan pemain Sampdoria itu pun mendapat pujian tinggi dari pelatih Juventus, Massimiliano Allegri.

Performa Fabio Quagliarella musim ini memang sangat menakjubkan. Di usianya yang sudah menginjak 38 tahun dia berhasil mencetak 26 gol di Serie A. Catatan itu sekaligus menjadikannya sebagai top skorer Serie A tertua sepanjang sejarah.

Apa yang dilakukan mantan pemain Juventus itu pun membuat Massimiliano Allegri berdecak kagum. Ia mengatakan striker gaek tersebut pantas menyandang top skorer musim ini.

Fabio Quagliarella - Timnas Italia - Sampdoria - @Sampdoria_en
@Sampdoria_en

“Saya ingin mengatakan bahwa Quagliarella pantas mendapatkan gelar top skorer musim ini. Dia adalah striker hebat dan itu sudah dibuktikan selama bermain di kompetisi tertinggi,” ujar pelatih yang baru saja memastikan diri akan meninggalkan Juventus akhir musim nanti kepada DAZN, Senin (27/5/2019).

“Dia seorang profesional yang sangat hebat dan punya musim yang luar biasa. Dia selalu memberi warna berbeda di lapangan, tidak hanya untuk dirinya sendiri tapi juga permainan Sampdoria,” sambung Allegri.

Perjuangan Fabio Quagliarella untuk menjadi top skorer musim ini tidaklah mudah. Ia harus berhadapan dengan bintang lainnya yang lebih muda. Bahkan salah satu lawannya musim ini adalah peraih lima kali Ballon d’Or, Cristiano Ronaldo, yang baru pindah ke Juventus.

Tapi pada akhirnya mantan pemain Udinese dan Napoli ini tampil melebihi ekspektasi. Catatan 26 golnya lebih banyak dari Ronaldo yang hanya mampu mengoleksi 21 gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Presiden Napoli Tertarik Pulangkan Fabio Quagliarella

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Presiden Napoli, Aurelio de Laurentiis, mengaku berminat untuk mendaratkan Fabio Quagliarella ke Stadio San Paolo pada musim panas mendatang. Ia pun siap memberikan kenangan terbaik untuk Quagliarella sebelum pensiun.

Meksipun sudah berusia 36 tahun, Fabio Quagliarella tak kehilangan tajinya di mulut gawang lawan. Hal itu ia buktikan dengan raihan 26 gol yang ia cetak dari 36 penampilannya di Serie A musim ini. Melebihi torehan Cristiano Ronaldo yang mampu mencetak 21 gol.

“Saya rasa, dia pantas mendapatkan kesempatan ini. Hal ini tak akan menjadi masalah di bidang ekonomi untuknya ataupun untuk kami,” kata Aurelio de Laurentiis dilansir Squawka.

Fabio Quagliarella - Napoli - Aurelio de Laurentiis - The Independent
The Independent

“Saya malah merasa kesempatan ini akan menjadi akhir yang sangat manis dari karier sepak bolanya di Naples setelah kejadian beberapa tahun yang lalu,” imbuh pria 70 tahun itu.

Fabio Quagliarella merupakan penduduk asli kota Naples dan sempat membela Napoli pada musim 2009-10 sebelum hijrah ke Juventus. Selama semusim bermain di kampung halamannya, Quagliarella berhasil mencetak 11 gol dan enam assist dari 37 penampilannya di semua kompetisi.

Apiknya performa Quagliarella bersama Sampdoria musim ini membuatnya berhasil mendapatkan satu tempat di skuat timnas Italia. Ia bahkan berhasil mencetak brace di partai kualifikasi Piala Eropa 2020 melawan Liechtenstein pada 26 Maret 2019 lalu. Dalam partai tersebut, Gli Azzurri berhasil meraih kemenangan dengan skor telak, 6-0.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Ronaldo Dianggap Kalah Mentereng dari Fabio Quagliarella

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pada musim pertamanya bermain di Juventus, Cristiano Ronaldo langsung berhasil meraih scudetto. Tapi torehannya itu belum cukup membuat penampilan keseluruhannya musim ini lebih baik dari striker gaek Sampdoria, Fabio Quagliarella.

Selain meraih Scudetto, Hingga pekan ke-37 Serie A Ronaldo sudah mengoleksi 22 gol. Tapi perolehan tersebut masih kalah dari Fabio Quagliarella yang sudah mencatatkan 26 gol.

Faktor ini pula yang membuat mantan pelatih AS Roma, Zdenek Zeman berpendapat demikian. Menurutnya kebintangan kapten timnas Portugal itu berhasil ditutupi oleh kegemilangan Quagliarella yang tampil impresif di usianya yang sudah memasuki 38 tahun.

zeman-juventus-serie a
zimbio.com

“Ronaldo? Musim ini malah bisa jadi musim yang buruk baginya. Dia tidak ada apa-apanya dibanding Quagliarella. Kita semua tahu dia seorang juara sejati tapi Juve tidak membuat kemajuan apa pun bersamanya,” kata Zeman kepada Corriere dello Sport, Kamis (23/5/2019).

“Juve berhasil melaju ke final Liga Champions sebanyak dua kali tanpa dirinya. Tapi dengan adanya dia musim ini mereka justru tidak mampu menembus semifinal dan gagal juga di Coppa Italia,” ia menambahkan.

Lebih lanjut pelatih asal Republik Ceko itu menegaskan bahwa kompetisi Serie A musim ini sangat mengecewakan. “Ini jadi musim yang mengecewakan untuk sepak bola Italia. Perebutan scudetto sudah berakhir jauh sebelum kompetisi memasuki paruh pertama,” katanya lagi.

“Hal ini juga terjadi seperti delapan musim terakhir. Tapi musim ini tidak ada tim yang benar-benar bisa menekan Juve seperti musim lalu,” tutup Zeman.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Pemain Terbaik Serie A 2018-2019: dari Zaniolo hingga Ronaldo

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kompetisi Serie A masih menyisakan dua pertandingan lagi. Tapi otoritas liga sudah mendapat deretan pemain terbaiknya musim ini. Yang jadi perhatian tentu saja kesuksesan Cristiano Ronaldo di musim perdananya berkarier di Italia.

Datang sebagai pemain baru di Juventus, Ronaldo sempat mengalami kesulitan di lima laga pertama. Baru pada pertandingan keenam dia berhasil mencatatkan namanya di papan skor untuk pertama kali. Setelah itu, kapten timnas Portugal tersebut pun tidak berhenti mencetak gol hingga membawa Juve merengkuh scudetto kedelapan secara beruntun.

Hingga saat ini Ronaldo sudah mengoleksi 21 gol di 36 penampilan. Torehan ini tentu bisa terus bertambah karena Juventus masih mengantongi dua pertandingan sisa.musim ini.

https://twitter.com/IFTVofficial/status/1129799724796653569

Walau begitu, catatannya itu sudah menjamin statusnya sebagai MVP Serie A musim 2018-2019. Selain torehan golnya, terpilihnya sang mega bintang tak lepas dari statistik menawan yang dicatatkan Opta dan Netco Sports sepanjang musim ini.

Nantinya pengukuhan pemain yang didatangkan dari Real Madrid sebagai MVP Serie A akan diberikan sebelum laga Juventus vs Atalanta dimulai. Trofi tersebut akan diserahkan langsung oleh presiden Lega Serie A, Gaetano Micciche di Stadion Allianz.

Nama Ronaldo bukan satu-satunya yang memperoleh penghargaan. Ada bintang AS Roma, Nicolo Zaniolo yang terpilih sebagai pemain muda terbaik Serie A. Pertama kali tampil di tingkat senior, penampilan pemain 19 tahun langsung menuai decak kagum. Ini dibuktikan dengan raihan empat gol serta dua assist dari 26 penampilan.

Berikut Daftar Pemain Terbaik Serie A Sesuai Posisi Masing-Masing:

  1. Samir Handanovic –Kiper Terbaik
  2. Kalidou Koulibaly – Bek Terbaik
  3. Sergej Milinkovic Savic – Gelandang Terbaik
  4. Fabio Quagliarella – Striker Terbaik
  5. Nicolo Zaniolo – Pemain Muda Terbaik
  6. Cristiano Ronaldo – MVP Serie A 2018-2019

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Giampaolo Anggap Quagliarella Mirip dengan Del Piero dan Totti

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Sampdoria, Marco Giampaolo memberikan pujian setinggi langit terhadap salah satu anak asuhnya, Fabio Quagliarella. Giampaolo menganggap Quagliarella memiliki kemiripan dengan Alessandro Del Piero dan Francesco Totti.

Quagliarella tengah berada performa terbaik. Di level klub, ia memimpin torehan gol terbanyak di Serie A dengan 21 gol. Ia bahkan unggul dari Cristiano Ronaldo dan pendatang baru, Krzysztof Piatek yang mencetak 19 gol. Padahal, usia mantan pemain Napoli ini tak lagi muda, yakni 36 tahun.

“Ia (Quagliarella) dikelilingi oleh iklim yang luar biasa saat ini. Di mana pun ia bermain, ia akan mendapatkan dukungan dan kasih sayang oleh siapa pun. Dia salah satu pemain yang hebat di Italia seperti Del Piero dan Totti,” puji Giampaolo dilansir Football5star dari Football-Italia.

Fabio Quagliarella - Italia vs Liechtenstein - Fabio Quagliarella - @UEFAEURO

@UEFAEURO

Kehebatan Fabio tak hanya ia tunjukkan di level klub. Di level Internasional, mantan penggawa Juventus ini juga menunjukkan tajinya. Saat menjamu Liechtenstein, Quagliarella mencetak dua dari enam gol kemenangan timnas Italia.

Jika ditarik lebih jauh, penampilan melawan Liechtenstein adalah pertandingan Internasional pertamanya setelah lama absen. Terakhir kali ia bermain untuk Gli Azzurri adalah pada 5 Juni 2010. Gol Quagliarella juga masuk dalam buku sejarah sepak bol Italia sebagai pencetak gol tertua untuk timnas Italia dengan usia 36 tahun dan 54 hari.

“Saya berbicara dengannya setelah pertandingan internasional dan dia kagum pada dirinya sendiri. Popularitas ini meningkatkan tingkat komitmennya karena ia harus membayar kembali kepercayaan diri yang tak terbatas ini,” ujar Giampaolo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Mancini Berharap Quagliarella Jaga Kebugaran dan Performa

Football5star.com, Indonesia – Roberto Mancini berharap Fabio Quagliarella dapat mempertahankan kebugaran dan performa mengilapnya hingga putaran final Piala Eropa 2020.

Fabio Quagliarella merupakan pencetak gol terbanyak sementara di Liga Italia musim ini dengan kemasan 21 gol. Bahkan, ia baru saja berhasil membuat sejarah sebagai pencetak gol tertua timnas Italia.

Ya, Quagliarella menyumbang dua gol dari titik penalti saat Italia menang telak 6-0 atas Liechtenstein di Stadion Ennio Tardini, Selasa (26/3/2019) waktu setempat. Kemenangan tersebut merupakan raihan tiga poin tim berjulukan Gli Azzurri di dua laga kualifikasi Piala Eropa 2020 Grup J.

fabio quagliarella timnas italia - Twitter @goal
Goal.com

“Ia dalam performa bagus saat ini tetapi sulit membuat prediksi untuk Juni 2020. Sulit mengatakan apakah hal itu bisa terjadi,” kata Mancini dikutip Football5star.com dari Goal.com.

“Ia seorang profesional dan saya yakin ia dapat mempertahankan standarnya. Quagliarella merupakan penyerang yang tahu bagaimana bermain sepak bola dan bisa memberikan sesuatu buat permainan kami,” ucapnya.

Kendati demikian, Mancini tidak bisa memberikan jaminan Quagliarella pasti memperkuat Gli Azzurri jika sanggup lolos ke putaran final Piala Eropa 2020.

Quagliarella menjadi pencetak gol tertua dalam sejarah Italia karena kedua gol tersebut diciptakannya saat sudah berusia 36 tahun 54 hari. Setelah Quagliarella ada Christian Panucci, Antonio Di Natale, Fabio Cannavaro, dan Andrea Pirlo.

Dua kemenangan pertama di kualifikasi Piala Eropa 2020 membuat Gli Azzurri untuk sementara menempati posisi puncak klasemen dengan raihan 6 poin.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Reaksi Quagliarella Soal Catat Rekor Bersama Italia

Football5star.com, Indonesia – Striker timnas Italia, Fabio Quagliarella, mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekannya yang membantu dirinya mengukir sejarah.

Gli Azzurri meraih kemenangan enam gol tanpa balas saat menjamu Liechtenstein dalam lanjutan Grup J Kualifikasi Euro 2020 di Ennio Tardini, Selasa 26/3/2019).

Quagliarella menyumbangkan dua dari enam gol timnas Italia. Bomber Sampdoria tersebut tercatat sebagai pemain tertua yang membukukan gol bagi Gli Azzurri (36 tahun 54 hari).

“Saya berterima kasih kepada rekan-rekan setim karena membantu saya untuk mendapatkan gol ketiga pada babak kedua. Mereka ingin membantu saya mencetak gol dan itu luar biasa,” kata Fabio Quagliarella, seperti dilansir Football Italia.

“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada para fan atas tepuk tangannya. Itu bakal selalu saya ingat,” tuturnya.

Quagliarella lama tak membela timnas Italia. Dia mendapat kepercayaan dari pelatih Gli Azzurri, Roberto Mancini, untuk tampil sebagai starter melawan Liechtenstein.

“Saya sudah lama tidak memperkuat Nazionale. Kembali ke tim dan membantu merupakan perasaan yang luar biasa,” kata Fabio Quagliarella.

“Saya berusia 36 tahun, tetapi tidak merasakan itu. Saya gembira dan berada dalam kondisi fisik yang bagus. Saya berlatih dengan baik dan Sampdoria tetap menjaga saya. Saya berterima kasih kepada Roberto Mancini yang memantau saya sepanjang musim ini dan memberi kesempatan,” ujar dia.

Sepanjang musim ini, Fabio Quagliarella membukukan 21 gol dan tujuh assist dari 29 laga bersama Sampdoria.

Gagal Cetak Gol, Fabio Quagliarella Tetap Tenang

Football5star.com, Indonesia – Meskipun gagal mencetak gol untuk timnas Italia pada partai melawna Finlandia, Fabio Quagliarella mengatakan bahwa dirinya tidaklah panik. Ia pun yakin akan mencetak gol untuk timnas Italia dalam waktu dekat.

Di partai melawan Finlandia, Fabio Quagliarella masuk sebagai pemain pengganti di pertengahan babak kedua. Penyerang 36 tahun itu sempat mendapat dua peluang emas untuk mencetak gol. Namun, ia gagal memanfaatkannya setelah sundulannya melenceng dan sepakannya membentur mistar gawang.

“Dengan sedikit keberuntungan, saya mungkin bisa mencetak gol. Saya harus tetap tenang. Skuat ini memiliki kualitas yang sangat mumpuni dan saya yakin kesempatan untuk mencetak gol akan segera datang menghampiri,” kata Fabio Quagliarella dikutip dari laman resmi UEFA.

Timnas Italia - Fabio Quagliarella - uefa. com
uefa.com

Pertandingan melawan Finlandia menjadi partai kembalinya Fabio Quagliarella ke sepak bola internasional setelah absen selama delapan tahun. Ia pun mengaku sangat senang karena bisa kembali mengenakan seragam timnas Italia di hadapan publik Dacia Arena.

“Jujur, saya kehabisan kata-kata karena berhasil kembali membela timnas Italia di stadion tempat saya memiliki banyak kenangan manis. Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada para suporter,” tutur bomber milik Sampdoria itu menambahkan.

Musim ini, Fabio Quagliarella berhasil menunjukkan penampilan yang gemilang bersama Sampdoria. Bomber 36 tahun itu berhasil mencetak 21 gol dari 27 partai Serie A dan kini berada di puncak daftar top skorer.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Quagliarella: Saya Pantas Masuk Skuat Timnas Italia

Football5star.com, Indonesia – Bomber veteran milik Sampdoria, Fabio Quagliarella, mengatakan pemanggilan ke skuat timnas Italia merupakan buah dari kerja kerasnya di musim 2018-19. Ia pun merasa pantas mendapatkan satu tempat di skuat timnas Italia.

Musim ini, Fabio Quagliarella tampil menggila bersama Sampdoria. Bomber 36 tahun itu berhasil mencetak 21 gol dan tujuh assist dari 27 penampilannya di Serie A. Catatan itu membuatnya kini berada di papan atas daftar top skorer Serie A. Bersaing dengan Cristiano Ronaldo.

“Timnas Italia tak akan memberikan caps dengan cuma-cuma kepada para pemain. Apabila timnas menanggil sekelompok pemain, maka mereka diyakini akan bisa memberikan kontribusi maksimal. Hal itu menjadi alasan mengapa saya berada di sini,” kata Fabio Quagliarella kepada Rai Sport.

Fabio Quagliarella - Timnas Italia - Reuters
Reuters

“Mendapatkan panggilan dari timnas membuat saya merasa sangat senang dan puas. Ada banyak pemain-pemain muda di sini dan saya selalu senang bisa berada di antara mereka. Meskipun saya harus bersaing dengan mereka untuk mendapatkan menit bermain,” paparnya menambahkan.

Bermain di timnas Italia tentu bukanlah pengalaman yang asing untuk Fabio Quagliarella. Sejauh ini, ia sudah berhasil mengumpulkan enam gol dari 26 caps bersama Gli Azzurri.

Namun, ia sudah cukup lama tak merasakan atmosfer dari sepak bola internasional. Caps terakhir yang ia dapatkan bersama timnas Italia datang di bulan November 2010 silam. Sementara gol terakhirnya untuk Gli Azzurri terjadi pada bulan September 2010.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Quagliarella Resmi Kembali ke Skuat Timnas Italia

Football5star.com, Indonesia – Bomber kawakan milik Sampdoria, Fabio Quagliarella, resmi menjadi salah satu nama dalam skuat timnas Italia untuk partai kualifikasi Piala Eropa 2020 melawan Finlandia dan Liechtenstein. Kedua partai itu akan digelar pada 23 Maret dan 26 Maret 2019.

Fabio Quagliarella berhasil menembus skuat timnas Italia setelah tampil gemilang bersama Sampdoria musim ini. Pria 36 tahun itu berhasil mencetak 20 gol dan enam assist dari 28 pertandingan di semua kompetisi musim ini. Catatan tersebut menempatkan Fabio Quagliarella sebagai salah satu bomber tersubur di Serie A musim ini.

Kembalinya Fabio Quagliarella sebenarnya sudah tercium semenjak awal Februari lalu. Kala itu, Roberto Mancini menyertakan nama Quagliarella sebagai salah satu pemain yang mengikuti pemusatan latihan timnas Italia.

Fabio Quagliarella - Timnas Italia - Bleacher Report
Bleacher Report

Demi mengakomodir kembalinya Fabio Quagliarella, Roberto Mancini harus melepas nama Mario Balotelli. Padahal, Mario Balotelli mampu menunjukkan penampilan yang cukup baik bersama Marseille di paruh kedua musim 2018-19. Striker bengal itu berhasil mencetak lima gol dari tujuh penampilan di Ligue 1 bersama Marseille.

Selain kembalinya Quagliarella dan dicoretnya Balotelli, Roberto Mancini juga melakukan beberapa kejutan di skuatnya. Tiga pemain muda yaitu Nicolo Zaniolo, Alessandro Bastoni Marco Benassi, Sandro Tonalli dan Moise Kean turut menghiasi skuat yang akan bertanding melawan Finlandia dan Liechtenstein.

SKUAT TIMNAS ITALIA UNTUK MENGHADAPI FINLANDIA DAN LIECHTENSTEIN:

Penjaga Gawang: Gianluigi Donnarumma (AC Milan), Alex Meret (Napoli), Salvatore Sirigu (Torino)

Bek: Giorgio Chiellini, Mattia de Sciglio, Leonardo Spinazzola (Juventus), Andre Conti, Alessio Romagnoli (AC Milan), Domenico Criscito (Genoa), Armando Izzo (Torino), Alessandro Florenzi (AS Roma), Alessandro Bastoni (Parma), Manuel Lazzari (SPAL)

Gelandang: Roberto Gagliardini (Inter Milan), Lorenzo Pellegrini, Nicolo Zaniolo, Bryan Cristante (AS Roma), Marco Benassi (Fiorentina), Stefano Sensi (Sassuolo), Nicolo Barella (Cagliari), Sandro Tonalli (Breecia)

Penyerang: Lorenzo Insigne (Napoli), Kevin Lasagna (Udinese), Domenico Berardi (Sassuolo), Federico Chiesa (Fiorentina), Federico Bernardeschi, Moise Kean (Juventus), Stephan El Shaawary (AS Roma), Matteo Politano (Inter Milan), Fabio Quagliarella (Sampdoria) 

Prediksi: Inter Milan vs Sampdoria

Inter Milan vs Sampdoria main
Stadion Giuseppe Meazza, Senin (18/2/2019) Pukul 00.00 WIB  (BeIN Sports 3)

Football5Star.com, Indonesia – Mauro Icardi sepertinya akan kembali diasingkan dari skuat Luciano Spalletti di pertandingan Inter Milan vs Sampdoria pada laga lanjutan Liga Italia pekan ke-24. Sebelumnya, saga Icardi dengan telah membuatnya dicopot sebagai kapten dan tidak dibawa di laga Liga Europa melawan Rapid Vienna.

Spalletti tampaknya akan kembali mengandalkan penyerang muda, Lautaro Martinez di laga kontra Sampdoria. Pemain berusia 21 tahun itu mencetak gol penentu kemenangan 1-0 Inter atas Vienna dari titik penalti.

Tim berjulukan I Nerazzurri dan Sampdoria merupakan dua tim yang tengah inkonsisten dalam menuai hasil positif dalam lima laga terakhir Serie A. Inter hanya mampu dua kali menang, sekali seri, dan dua kali kalah. Sementara itu, Sampdoria hanya sekali menang dan seri, tiga laga lain berujung kekalahan.

Inter punya modal pertemuan bagus melawan Sampdoria. Dalam tiga bentrok terakhir mereka selalu bisa mengalahkan tim beralias I Blucerchiati.

Namun, skuat asuhan Marco Giampaolo memiliki penyerang yang sangat subur di Liga Italia musim ini, yakni Fabio Quagliarella. Sejauh ini, penyerang uzur berusia 36 tahun itu sudah mengemas 16 gol.

Jumlah tersebut menempatkannya di urutan kedua daftar pencetak gol terbanyak sementara Serie A. Pundi-pundi golnya hanya kalah banyak dari megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo (19 gol).

REKOR PERTEMUAN
Inter Milan vs Sampdoria head to head
TREN PERFORMA
Inter Milan vs Sampdoria lima laga trakhir
STATISTIK MENARIK
  • Inter gagal mencetak gol di dua pertandingan kandang terakhir Serie A
  • Kali terakhir Inter tidak bisa mencetak gol tiga kali beruntun saat tampil kandang terjadi pada April 1992
  • Inter memiliki persentase gol tertinggi ketimbang semua tim lain di Serie A musim ini pada 15 menit terakhir pertandingan
  • Skuat asuhan Marco Giampaolo hanya bisa sekali menang dari delapan laga tandang terakhir Liga Italia dengan rincian tiga kali imbang dan empat kali kalah
  • Sampdoria kebobolan tiga dari empat gol terakhir pada menit ke-25 dan (26′). Hanya Chievo (14 gol) memiliki angka kebobolan terbanyak ketimbang Blucerchiati (13 gol) pada 30 menit pertama pertandingan.
PELATIH
  • Pertandingan Inter Milan melawan Sampdoria merupakan bentrok ke-10 pelatih Luciano Spalletti dengan Marco Giampaolo
  • Spalletti pernah melawan Giampaolo bersama dua tim berbeda, yakni Inter dan AS Roma
  • Sebaliknya, Giampaolo pernah melawan Spalletti dengan empat tim berbeda, yaitu Sampdoria, Empoli, Siena, dan Cagliari
  • Bentrok kedua pelatih tidak pernah berujung seri, Spalletti sudah menang tujuh kali, sedangkan Giampaolo baru tiga kali menang
  • Rekor Spalletti vs Sampdoria: 15 menang, 5 seri, 4 kalah
  • Rekor Giampaolo vs Inter: 2 menang, 1 seri, 8 kalah
WASIT
  • Wasit yang akan memimpin pertandingan St-Etienne vs Paris Saint-Germain kali ini adalah Benoit Bastien.
  • Daniele Doveri akan menjadi pengadil di pertandingan Inter kontra
    Fabio Quagliarella dkk
  • Sudah 11 pertandingan yang diwasiti Doveri dan telah mengeluarkan 36 kartu kuning dan 3 kartu merah
  • Ia belum pernah menjadi pengadil di laga Inter musim ini, sedangkan Blucerchiati hanya bermain imbang 1-1 melawan Genoa saat diwasiti Doveri musim ini.
  • Lima musim terakhir, Inter lebih banyak seri dan kalah setiap Doveri menjadi wasit
  • Rekor Inter dipimpin Doveri lima musim terakhir: 2 menang, 5 seri, dan 4 kalah
  • Sampdoria bisa mendapatkan kemenangan lebih banyak ketimbang hasil imbang atau kalah setiap Doveri menjadi wasit lima musim terakhir
  • Rekor Blucerchiati dipimpin Doveri lima musim terakhir: 4 menang, 3 seri, 3 kalah
PEMAIN KUNCI

INTER MILAN:

Top Scorer: Mauro Icardi (9 gol)
Top Assist: Matteo Politano (3 assist)
Top Rating: Marcelo Brozovic (7,24)

SAMPDORIA:

Top Scorer: Fabio Quagliarella (16 gol)
Top Assist: Fabio Quagliarella (6 assist)
Top Rating: Fabio Quagliarella (7,17)

Statistik di Ligue 1 musim ini menurut WhoScored

BERITA KEDUA TIM
  • Inter Milan: Setelah dicopot sebagai kapten,Mauro Icardi kembali diasingkan dari skuat Luciano Spalletti
  • Inter Milan: Sime Vrsaljko dipastikan tidak bisa bermain karena sakit
  • Sampdoria: Edgar Barreto dan Gianluca Caprari masih dalam masa pemulihan cedera
PRAKIRAAN FORMASI
Inter Milan vs Sampdoria line up
PREDIKSI HASIL
WhoScored
Inter Milan 1-1 Sampdoria
ScorePredictor
Inter Milan 1-1 Sampdoria
Predictz
Inter Milan 2-1 Sampdoria
FOOTBALL5STAR
Inter Milan 1-1 Sampdoria

 

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]



Quagliarella Buka Rahasia Dibalik Performa Apiknya

Football5star.com, Indonesia – Fabio Quagliarella, membuka rahasia dibalik penampilan apiknya bersama Sampdoria di ajang Serie A musim ini. Ia mengatakan bahwa kunci dari keberhasilannya merupakan kombinasi yang sesuai antara latihan dan istirahat.

Meskipun sudah berumus 36 tahun, Fabio Quagliarella berhasil menunjukkan penampilan yang luar biasa musim ini. Sejauh ini, ia sudah berhasil mencetak 16 gol dari 20 penampilannya bersama Il Samp.

“Sebenarnya saya tak memiliki rahasia besar. Penampilan gemilang saya merupakan buah dari kerja keras di sesi latihan. Sebenarnya ada cukup banyak komponen yang mempengaruhi. Tapi, komponen terpenting adalah kombinasi yang cukup antara latihan dan istirahat,” kata Fabio Quagliarella dikutip dari Football Italia.

Fabio Quagliarella - Sampdoria - Serie A - Squawka
Squawka

“Setelah saya menginjak usia 30 tahun, ada beberapa hal yang berubah. Istiharat merupakan bagian yang sangat penting. Sama hal nya dengan porsi latihan yang cukup. Saya selalu berlatih keras di setiap sesi latihan,” sambungnya menambahkan.

Penampilan gemilangnya di Serie A membuat pelatih timnas Italia, Roberto Mancini memutuskan untuk memanggil Quagliarella untuk mengikuti pemusatan latihan pekan ini. Meskipun sempat mengatakan dirinya tak ingin lagi membela timnas Italia, Quagliarella juga mengaku bahwa berlatih di bawah asuhan Mancini merupakan sebuah mimpi yang menjadi kenyataan.

“Mancini merupakan simbol dari Sampdoria. Saya sangat bangga karena bisa berlatih di bawah arahannya. Penampilan saya bersama Sampdoria tak akan bisa melebihi apa yang sudah diberikan oleh Mancini.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Quagliarella Kembali ke Skuat Timnas Italia

Football5star.com, Indonesia – Bomber andalan Sampdoria, Fabio Quagliarella, kembali mendapatkan panggilan dari timnas Italia setelah penampilan gemilangnya musim ini. Ia mendapatkan panggilan untuk mengikuti pemusatan latihan yang akan diadakan pekan depan.

Fabio Quagliarella mendapat caps terakhirnya bersama timnas Italia pada tahun 2011 silam. Semenjak itu, ia sudah tak lagi membela timnas Italia. Ia bahkan sempat meminta kepada Roberto Mancini untuk tak lagi memanggilnya untuk membela Gli Azzurri.

Bersama Sampdoria musim ini, Fabio Quagliarella mampu menunjukkan penampilan yang luar biasa. Pria 36 tahun itu mampu mencetak 16 gol dari 20 penampilannya di Serie A. Ia pun berhasil memuncaki daftar top skorer Serie A. Mengungguli nama-nama beken lainnya seperti Cristiano Ronaldo, Duvan Zapata dan Krzysztof Piatek.

Fabio Quagliarella - Timnas Italia - Sampdoria - @SofaScoreINT
@SofaScoreINT

Timnas Italia akan melakukan pemusatan latihan untuk mempersiapkan diri jelang pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2020 yang akan digelar pada Maret mendatang. Skuat Azzurri akan melakukan pemusatan latihan pada 4 dan 5 Februari nanti.

Di pemusatan latihan kali ini, Roberto Mancini hanya memanggil pemain-pemain yang berkarier di Serie A. Nama-nama besar seperti Jorginho dan Marco Verratti tak disertakan karena jadwal pemusatan latihan berbenturan dengan jadwal liga mereka masing-masing.

DAFTAR PEMAIN YANG DIPANGGIL UNTUK MENGIKUTI PEMUSATAN LATIHAN TIMNAS ITALIA:

Penjaga Gawang: Gianluigi Donnarumma (AC Milan), Alex Meret (Napoli), Salvatore Sirigu (Torino)

Pemain Belakang: Alessandro Bastoni (Parma), Cristiano Biraghi (Fiorentina), Giorgio Chiellini (Juventus), Andrea Conti (Milan), Domenico Criscito (Genoa), Mattia De Sciglio (Juventus), Alessandro Florenzi (Roma), Armando Izzo (Torino), Manuel Lazzari (SPAL), Alessio Romagnoli (Milan), Leonardo Spinazzola (Juventus)

Gelandang: Nicolo Barella (Cagliari), Marco Benassi (Fiorentina), Bryan Cristante (Roma), Roberto Gagliardini (Inter), Lorenzo Pellegrini (Roma), Stefano Sensi (Sassuolo), Sandro Tonali (Brescia), Nicolo Zaniolo (Roma)

Penyerang: Domenico Berardi (Sassuolo), Federico Bernardeschi (Juventus), Federico Chiesa (Fiorentina), Stephan El Shaarawy (Roma), Roberto Inglese (Parma), Lorenzo Insigne (Napoli), Moise Kean (Juventus), Kevin Lasagna (Udinese), Matteo Politano (Inter), Fabio Quagliarella (Sampdoria)

Quagliarella Tak Ingin Kembali ke Timnas Italia

Football5Star.com, Indonesia – Fabio Quagliarella bak kelapa yang semakin tua semakin bersantan. Torehan dua gol saat Sampdoria menang 4-0 atas Udinese membuat dia tak henti menjaringkan bola dalam sebelas pertandingan beruntun. Kiprahnya pun terus dipantau Roberto Mancini, allenatore timnas Italia.

Akan tetapi, terkait perhatian Mancini, Quagliarella memberikan isyarat pasti. Dia tak lagi berambisi kembali ke timnas Italia. Menurut striker berumur 35 tahun itu, Gli Azzurri harus fokus pada permajaan. Memanggil pemain gaek seperti dirinya adalah kemunduran.

Quagliarella minta Mancini fokus pada peremajaan timnas Italia.
ottumwacourier.com

“Aku mendengar beberapa orang berkata Quagliarella di timnas Italia. Namun, Mancini harus memberikan kepercayaan kepada para pemain muda. Jika tidak, negeri ini tak akan pernah berkembang,” terang Quagliarella seperti dikutip Football5Star.com dari Sky Sport Italia.

Striker yang pernah membela timnas Italia dari 2007 hingga 2014 itu mengaku fokusnya saat ini hanyalah untuk Sampdoria. “Aku hanya harus bermain bagus untuk Sampdoria. Ambisiku berikutnya adalah menjalani laga berikutnya dan menikmati sepak bola,” tambah pemain yang akan berulang tahun ke-36 pada 31 Januari mendatang itu.

Sementara itu, mengenai keberhasilan menyamai rekor mencetak gol dalam sebelas laga beruntun di Serie A milik Gabriel Batistuta, dia mengaku terkejut dan tak menyangka. Berada sejajar dengan mantan striker Fiorentina dan AS Roma itu membuat dia sangat bangga.

“Ini sungguh tak terpikirkan. Saku jadi emosional karena mampu membayangkan hal seperti itu. Mendengar nama Batistuta membuatku merinding,” urai Quagliraella sambil tak sanggup menahan haru.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Mancini Buka Peluang Panggil Lagi Quagliarella

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Moncernya penampilan Fabio Quagliarella bersama Sampdoria musim ini kembali membuka kansnya memperkuat Timnas Italia. Kemungkinan ini pun disampaikan langsung oleh sang pelatih, Roberto Mancini.

Quagliarella saat ini sudah mencetak 12 gol di Serie A dan menempati peringkat ketiga top skorer sementara di bawah Piatek dan Cristiano Ronaldo. Hebatnya laga ia juga baru saja membuat sejarah dengan jadi satu-satunya pemain yang mencetak gol di 10 laga beruntun Liga Italia.

walau imbang, mancini puas dengan permainan italia
@azzurri

Torehan-torehan ini pula yang membuat Mancini mempertembingkan lagi striker kawakan tersebut. Tapi ia memberi satu syarat penting untuk sang bomber.

“Saya akan memberikan yang terbaik untuk dia dan saya selalu berharap sesuatu yang terjadi untuknya. Fabio bisa kembali ke tim nasional jika dia bisa melakukan tugasnya dengan baik di klub,” kata Mancini kepada Corriere dello Sport, Rabu (2/12/2018).

“Kualifikasi Euro akan dimulai Maret. Jika kami dalam masalah dan dia terus mencetak gol, satu atau dua di tiap pertandingan seperti yang dilakukan sekarang, saya tidak akan ragu memanggilnya lagi,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, mantan pelatih Inter Milan dan Manchester City ini menegaskan tidak akan berharap banyak pada Quagliarella. Alasannya adalah umur sang pemain yang sudah menginjak angka 38 tahun.

“Bagaimana pun, dia harus tahu dia tidak menjadi bagian dari masa depan kami mengingat dia sudah sangat berumur. Prinsip utama kami adalah memberi kesempatan untuk semua pemain muda Italia,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Quagliarella Masih Layak Bermain untuk Timnas

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Penampilan gemilang Fabio Quagliarella di Serie A musim ini membuat dirinya dirasa layak kembali bermain di Timnas Italia. Di musim ini, Quagliarella telah mengoleksi dua gol dan empat assist di umurnya yang telah menginjak 35 tahun.

Marco Giampaolo, pelatih Sampdoria tak kaget bila nanti Roberto Mancini memutuskan untuk menggunakan jasa mantan pemain Juventus tersebut. Baginya, Fabio memiliki kualitas untuk Timnas Italia.

“(Timnas) Italia? Itu tak mengejutkanku karena ia pemain yang hebat, seorang asisten dan itu (dipanggil Timnas) menjadi hadiah yang luar biasa baginya,” ujar Giampaolo.

Sudah delapan tahun Quagliarella tak memperkuat Azzurri setelah terakhir pada 2010 saat Italia melakoni ujicoba melawan Rumania. Sebenarnya, di tahun 2014 dan 2015, mantan pemain Napoli ini sempat dipanggil memperkuat Timnas. Namun pada saat itu, pemain kelahiran Naples ini tak dimainkan dan hanya duduk di bangku cadangan.

Saat melawan SPAL, Giampaolo menarik keluar Quagliarella di menit ke-76. Ia memaklumi jika Fabio kecewa dengan keputusannya.

Fabio Quagliarella_GETTY IMAGES
getty images

“Fabio adalah pemain yang kuat, tapi dia harus bermain sebanyak 38 pertandingan, jadi aku menggantinya dengan pemain lain.”

Baginya, rotasi adalah suatu hal yang penting karena dalam satu musim terdapat 38 pertandingan. Il Samp tak mungkin selalu memainkan 11 pemain yang sama untuk satu musim.

“Aku mengerti jika dia tidak senang, tapi aku memiliki pemain lain yang tak kalah hebat. Aku tak bisa memainkan sebelas pemain yang sama dalam satu musim.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Quagliarella Cetak Gol dengan Backheel Cantik ke Gawang Napoli

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Fabio Quagliarella masih bertaji di usia 35 tahun. Membela Sampdoria di laga kontra Napoli kemarin (2/9) malam, penyerang gaek tersebut mencetak gol cantik. Menerima sodoran bola dari sisi sayap, mantan penyerang Juventus ini mencetak gol dengan backheel cantik ke gawang Il Partenopei.

Di laga ini, Napoli sendiri harus takluk 3-0. Dua gol Il Samp lainnya dicetak mantan penyerang AS Roma, Gregoire Defrel di babak pertama, sebelum akhirnya dipungkasi oleh gol menawan Quagliarella. Selain itu, Carlo Ancelotti membuat kejutan di laga ini dengan membangkucadangkan Marek Hamsik dan Jose Callejon.

Quagliarella
Foto: Foxsport.com.au

Kembali ke Quagliarella, selepas cetak gol, dia sendiri memilih tak melakukan selebrasi. Selain dirinya sebagai orang asli Naples, mantan penyerang timnas Italia ini juga merupakan eks pemain Napoli di musim 2009/2010 lalu. Saat itu, 34 kali membela klub yang bermarkas di Stadion San Paolo ini, ia mencetak 11 gol.

Efek keriuhan akibat gol berkelas Quagliarella, warganet mencoba mengingatkan bahwa ini bukan kali pertama ia melakukannya. Di linimasa Twitter, akun @BosnianGenius membuat utas yang berisi kumpulan gol-gol terbaik mantan alumnus akademi sepak bola Torino ini. Di utas tersebut, kamu akan disuguhi gol-gol akrobatik yang pernah dicetak Quagliarella selama karier profesionalnya.

Musim lalu, Quagliarella membuktikan diri masih bertaji di Serie A. Dari 35 laga Serie A yang dilakoninya, ia sukses menggelontorkan 19 gol. Di usia 34 tahun musim lalu, penyerang yang identik dengan nomor punggung 27 ini masih membuktikan diri punya kualitas kelas satu utamanya di urusan mencetak gol.

Quagliarella Jagokan Napoli Scudetto

Football5star.com, Indonesia – Striker Sampdoria, Fabio Quagliarella, mengakui Juventus adalah tim yang bagus. Namun, ia berharap Scudetto bakal jatuh ke tangan Napoli.

Quagliarella pernah membela Napoli dan Juventus. Ia bergabung dengan Napoli di musim panas 2009, dengan nilai transfer 18 juta euro dari Udinese. Namun, bersama I Partenopei, ia hanya bertahan setahun. Tahun 2010, Quagliarella dibajak oleh Juventus.

quagliarella
Getty Images

Ketika itu, ia dipinjam dengan biaya 4,5 juta euro dan di tahun 2011, dibeli secara permanen dengan tambahan dana 10,5 juta euro. Total, ia bermain selama empat musim untuk Bianconeri.

“Aku penggemar Azzurri (julukan Napoli) dan aku bahkan tidak berani memikirkan apa yang akan terjadi di Kota Napoli jika mereka meraih Scudetto,” kata Quagliarella kepada Tiki Taka.

“Tentu saja aku juga terikat dengan Juventus. Aku sangat senang di Turin dan aku tidak akan melupakannya, tapi aku lebih terikat dengan Napoli,” Quagliarella menambahkan.

Selama membela Juventus, Quagliarella membukukan 30 gol serta 9 assist dalam 102 penampilan di semua kompetisi. Sedangkan ketika bermain untuk Napoli, ia menyumbang 11 gol dan 6 assist dalam 37 penampilan.

Musim ini, Quagliarella kembali subur mencetak gol. Ia sudah mencetak 15 gol serta menyumbang 5 assist dalam 20 penampilan di Serie A. Torehan ini membuatnya berada di urutan ketiga daftar top scorer sementara Serie A di bawah Ciro Immobile (20 gol) dan Mauro Icardi (18).

5 Fakta Menarik Liga Italia Pekan ke-18

Football5Star.com, Indonesia – Liga Italia sudah menyelesaikan paruh pertama kompetisinya, Minggu (24/12/2017) dinihari WIB. Laga jelang Natal ini pun ditutup oleh Grande Partita antara Juventus melawan AS Roma. Dari 10 laga, setidaknya ada 5 fakta menarik yang terjadi pekan ini.

Di paruh musim, duo Milano, Inter Milan dan AC Milan sama-sama bernasib buruk. Keduanya dikalahkan oleh lawannya masing-masing. I Nerazzuri kalah di tangan Sassuolo yang baru saja mengganti pelatihnya. Sedangkan I Rossoneri dipermalukan Atalanta di San Siro 0-2.

Selain itu, ada pula beberapa kejadian menarik lainnya. Berikut 5 fakta menarik Liga Italia pekan ke-18 yang telah dirangkum Football5Star:

  1. Produktivitas Falcinelli Hadapi Inter

DiegoFalcinelliSassuolovFCInternazionalezNF GSKv5Yrl
zimbio.com

Inter Milan belum beranjak dari performa buruknya. Setelah kalah 1-3 dair Udinese pekan lalu, kali ini anak asuh Luciano Spalletti kembali harus menelan pil pahit setelah ditaklukkan Sassuolo dengan skor tipis 1-0. Diego Faklcinelli menjadi mimpi buruk Inter lewat gol semata wayangnya.

Satu-satunya gol Falcinelli ini pun kian mempertegas produktivitasnya kala menghadapi I Nerazzuri. Hingga kini ia telah mencetak tiga gol dari dua laga kontra Inter dan menjadi klub yang paling sering ia bobol setelah Empoli. Dua gol sebelumnya ia cetak saat masih berseragam Crotone. Bahkan timnya ketika itu pun berhasil menang.

  1. Hamasik Topskorer Sepanjang Masa Napoli

MarekHamsikSSCNapolivUCSampdoriaSerieQdnJAyO0nrQl
zimbio.com

Marek Hamsik berhasil menjadi kreator kemenangan Napoli atas Sampdoria. Ia bahkan menjadi penentu kemenangan Il Partinopei menjadi 3-2 di babak pertama. Kendati hanya mencetak satu gol, hal ini sudah cukup menegaskan dirinya sebagai top skorer sepanjang masa Napoli.

Pemain asal Slovakia ini total sudah mengemas 116 gol sejak berada di San Paolo. Rekor ini pun memecahkan jumlah gol yang dilesakkan legenda hidup Napoli, Diego Maradona. Hasil tersebut tentu sangat istimewa karena baru minggu lalu Il Capitano menyamai rekor pemain yang dikenal lewat gol tangan tuhan ini.

  1. Gol Tercepat Serie A Musim Ini

IagoFalqueSpalvTorinoFCSerievAdcBTWEzR l
zimbio.com

Kendati hanya bermain imbang melawan tim promosi, SPAL, salah satu pemain Torino mencatatkan rekor baru di Serie A musim ini. Gol Iago Falque di detik ke-17 tercatat menjadi gol tercepat Liga Italia musim 2017-2018. Selain itu, ia juga berhasil mencetak brace di laga kali ini.

Gol Falque ini pun menjadi gol tercepat kedua sepanjang sejarah Serie A. di urutan pertama masih dipegang oleh Paolo Poggi yang pada 2001 silam mencatatkan namanya di papan skor pada detik ke delapan.

  1. Gol Dua Digit Pertama Quagriarella

FabioQuagliarellaSSCNapolivUCSampdoriaIMk1pY5glRTl
zimbio.com

Lama tak terdengar namanya, Fabio Quagriarella kembali mencuri perhatian. Ia berhasil mencetak satu gol saat timnya, Sampdoria, kalah 2-3 dari Napoli. Satu gol ini pun menandakan penyerang gaek ini sudah menciptakan 10 gol sepanjang musim ini.

Torehan ini menjadi rekor tersendiri bagi mantan pemain Juventus. Bagaimana tidak, ini pertama kali dirinya mencetak dua digit gol di dua musim beruntun setelah terakhir kali dilakukan pada 2010 lalu. Adapun musim lalu ia sukses menyarangkan 12 gol untuk Il Samp.

  1. Cleansheet Kedelapan Beruntun Juventus

MehdiBenatiaJuventusvRomaSerieTiSFFa7T9dXl
zimbio.com

Kemenangan Juventus atas AS Roma pada Grande Partita dinihari tadi menyisakan satu catatan manis. Hasil 1-0 membuat Si Nyonya Tua kini telah mencatatkan delapan kali clean sheet secara beruntun musim ini.

Catatan ini pun semakin spesial karena sebagian laga Juventus tidak menurunkan kiper utamanya, Gianluigi Buffon, yang tengah dibekap cedera. Terakhir kali I Bianconeri menorehkan catatan serupa pada Februari tahun lalu.

5 Fakta Menarik Serie A Giornata Ke-10

Football5Star.com, Indonesia – Tak ada kejutan yang tersaji pada giornata ke-10 Serie A Liga Italia, tengah pekan ini. Tim-tim papan atas berhasil memetik kemenangan walaupun beberapa hanya dengan skor ketat. Tengok saja Inter Milan yang hanya menang 3-2 atas Sampdoria. Napoli juga meraup kemenangan dengan skor sama atas melawat ke kandang Genoa. Adapun Lazio unggul 2-1 saja dari Bologna.

Meskipun demikian, giornata ke-10 tetap dihiasi beberapa catatan menarik. Berikut adalah lima fakta menarik Serie A giornata ke-10 yang berhasil dirangkum Football5Star.

Penalti Gagal Immobile

Ciro Immobile gagal mencetak gol dari titik penalti.
calcio360.eu

Dalam laga melawan Bologna, striker Lazio, Ciro Immobile, mendapat kesempatan emas untuk menambah pundi-pundi golnya musim ini. Memasuki menit ke-20, Sergej Milinkovic-Savic mendapatkan penalti. Seperti biasa, eksekusi diserahkan kepada Immobile. Namun, mantan striker Torino tersebut gagal menunaikan tugasnya dengan baik. Bola hasil eksekusinya menerpa tiang gawang Antonio Mirante.

Ini merupakan kegagalan pertama Immobile dalam 1,5 tahun. Kali terakhir dia gagal mencetak gol dari titik putih adalah pada 6 Maret 2016 saat membela Torino menghadapi klubnya sekarang, Lazio. Eksekusinya kala itu meleset dari gawang Federico Marchetti. Setelah itu, dalam 12 eksekusi beruntun, Immobile selalu berhasil merobek jala gawang lawan.

Benevento Lanjutkan Rekor

Benevento gagal raih poin saat lawan Cagliari.
ottopagine.it

Nahas betul Benevento. Klub asuhan Marco Baroni itu melanjutkan rekor buruk dengan kekalahan 1-2 dari Cagliari. Hasil itu membuat mereka kini selalu kalah dalam 10 laga beruntun pada awal musim. Pedihnya, tak seperti sebelum-sebelumnya, kekalahan kali ini dialami secara sangat dramatis.

Benevento sempat berpeluang menuai angka pertama di Serie A setelah Pietro Iemmello sukses mengeksekusi penalti yang didapat lewat bantuan Video Assistant Referee (VAR) saat laga memasuki menit ke-4 injury time. Namun, hasil imbang yang ada di depan mata itu sirna karena Leonardo Pavoletti lantas membuat gol kedua Cagliari yang sekaligus mengakhiri lima kekalahan beruntun yang dialami klubnya musim ini.

Rekor Gol Juventus

Juventus cetak 31 gol dalam 10 giornata.
tuttomercatoweb.com

Juventus melanjutkan tren apik dengan menang 4-1 di kandang sendiri atas klub promosi, SPAL 2013. Hasil itu melanjutkan kemenangan besar 6-2 atas Udinese yang dibuat pada akhir pekan lalu. Tambahan empat gol ke gawang Alfred Gomis pun membuat mereka menorehkan catatan tersendiri.

Torehan empat gol itu menjadikan koleksi gol I Bianconeri di Serie A dalam 10 giornata awal musim ini mencapai 31 buah. Itu ternyata koleksi tertinggi dalam lebih dari 50 tahun terakhir. Catatan musim ini hanya kalah dari musim 1951-52. Kala itu, I Bianconeri berhasil menjaringkan 32 gol dalam 10 giornata awal.

Akhir Penantian Turki

Hakan Calhanoglu akhiri penantian pemain Turki di Serie A.
blitzquotidiano.it

Dalam kemenangan 4-1 yang dibukukan AC Milan atas Chievo Verona, Hakan Calhanoglu berhasil menyumbang satu gol. Itu merupakan gol bersejarah. Pasalnya, itulah torehan pertamanya di Serie A setelah bergabung dari Bayer Leverkusen pada awal musim ini. Sebelumnya, gol perdana untuk Milan dibuat Calhanoglu saat melawat ke kandang Austria Vienna di Liga Europa.

Gol ke gawang Chievo juga memiliki makna lain. Itu mengakhiri kebuntuan para pemain Turki di Serie A selama hampir 1,5 dekade. Kali terakhir pemain Turki mencetak gol di Serie A adalah pada 6 April 2003. Saat itu, Emre Belozoglu mengemas satu gol saat Inter Milan bermain imbang 3-3 dengan AS Roma di Stadion Giuseppe Meazza.

Tradisi Baru Quagliarella

Fabio Quagliarella lanjutkan tren bobol gawang Inter.
nerazzurriale.com

Sampdoria memang kalah 2-3 dari Inter Milan pada giornata ke-10. Namun, sejumput kebanggaan terselip di dada Fabio Quagliarella. Pasalnya, dia mampu mencetak satu gol dalam laga ketat yang berlangsung di Stadion Giuseppe Meazza tersebut. Gol itu punya makna tersendiri bagi striker gaek itu.

Gol tersebut menegaskan sebuah tradisi baru Quagliarella, yakni tak gagal menjebol gawang Inter dalam empat pertemuan beruntun di Serie A. Padahal, dalam 20 kesempatan sebelumnya, dia hanya mampu mencetak satu gol, yakni saat membela Juventus pada musim 2012-13. Menariknya, tradisi ini terjadi sejak dia kembali ke Sampdoria pada pertengahan musim 2015-16.