Fernando Torres Lebih Siap Jalani Peran Baru di Atletico Madrid

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Fernando Torres mulai musim 2021-22 menjalani peran baru di Atletico Madrid. Pihak klub menunjuk Fernando Torres untuk melatih tim U-19 Atletico Madrid.

Dikutip Football5star.com dari Diario AS, Rabu (14/7/2021), Fernando Torres dalam beberapa bulan terakhir sudah mempersiapkan dirinya untuk bisa menjadi pelatih di tim muda Atletico Madrid.

david villa fernando torres flickr
flickr

Semenjak September 2020, Torres pernah menegaskan bahwa dirinya ingin kembali ke Atletico Madrid tapi dengan syarat dirinya bisa membantu pengembangan pemain muda Rojiblanco.

Untuk bisa menjalankan tugasnya tersebut, Torres sudah menjalani kursus kepelatihan. Pemain berjuluk El Nino itu mengakhiri kariernya di Juni 2019 bersama klub Jepang, Sagan Tosu.

Torres sebenarnya sempat menjalani tugas sebagai pelatih tim muda Atletico pada musim lalu. Namun harus meninggalkan tugasnya karena masalah pribadi.

Sepeninggal Torres tim U-19 Los Rojiblancos tidak terhentikan seperti halnya tim senior menaklukkan rival sekota, Real Madrid untuk menjadi juara liga.

Di tim muda Atletico, Torres akan bekerja sama dengan pelatih kepala, Nacho Fernandez untuk belajar mengenai berbagai macam metode kepelatihan dan mendapatkan pengalaman.

Fernando José Torres Sanz merupakan salah satu produk akademi Atletico yang sangat sukses. Ia berada di akademi Atletico pada 1995 hingga 2001. Setelah itu, ia naik promosi ke tim utama dan bermain hingga 2007.

Torres lalu hengkang ke Liverpool dan bermain hingga 2011. Ia sempat pindah ke Chelsea dan terbilang menjalani musim yang buruk di klub London Biru tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Morata Terbebani Kesuksesan David Villa dan Torres

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Alvaro Morata jadi sasaran cemooh fan Spanyol. Performanya yang kurang meyakinkan membuat dirinya jadi bahan ejekan.

Kendati telah mencetak dua gol di Euro 2020, Alvaro Morata tetap dianggap sebagai salah satu titik lemah timnas Spanyol. Ini tak lepas dari banyaknya peluang yang terbuang percuma dari kaki dan kepalanya.

Apa yang dialami bomber Juventus membuat rekan setim, Cesar Azpilicueta, berempati. Menurutnya sang bomber terbebani kesuksesan dua pendahulunya seperti David Villa dan Fernando Torres.

david villa fernando torres flickr
flickr

“Alvaro terus menjadi lebih dewasa setiap harinya. Dia telah menerima tongkat estafet sebagai striker timnas Spanyol. Tapi untuk sukses seperti David Villa atau Fernando Torres tidaklah mudah. Mungkin itu yang sedikit membebaninya,” ujar Azpilicueta kepada Marca, Kamis (1/7/2021).

“Dia sudah menunjukkan bahwa dia tahu bagaimana menjadi dan bagaimana menghadapi tantangan yang dia miliki. Alvaro punya kepercayaan diri dan bukan hanya karena golnya, tapi juga permainan hebat yang dimiliki,” sambung kapten Chelsea.

Beban Morata di timnas Spanyol memang cukup berat. Sebab dia merupakan suksesor David Villa dan Fernando Torres, dua bomber maut yang dimiliki La Furia Roja.

Apalagi bersama Torres dan Villa, Spanyol berhasil merengkuh trofi. Kedua bintang sukses mempersembahkan trofi Piala Dunia 2010, Euro 2008 serta 2012.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Frank Lampard Tak Mau Bandingkan Timo Werner dengan Fernando Torres

gamespool
Frank Lampard Tak Mau Bandingkan Timo Werner dengan Fernando Torres 10

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Chelsea, Frank Lampard, menolak untuk membandingkan Timo Werner dengan mantan rekan timnya, Fernando Torres saat bermain di Chelsea. Lampard menyebut kedua pemain itu tidak bisa dibandingkan.

Werner direkrut dengan harga 53 juta pounds musim panas lalu dari RB Leipzig. Tapi sekarang saat ini Werner tak pernah mencetak gol dalam 10 laga terakhir Premier League dan baru mencetak 4 gol di liga secara total.

5-Pembelian-Terburuk-di-Bursa-Transfer-Musim-Dingin-Fernando-Torres-Getty-Images
Getty Images

Sedangkan Torres dinilai sebagai pembelian flop pada 2011. Dia direkrut dengan harga 50 juta pounds dari Liverpool. Tapi El Nino gagal mereplika performa apiknya bersama The Reds. Dia hanya mencetak 20 gol dalam 110 laga di Premier League. Tapi Torres mampu membawa The Blues juara Liga Champions dan Liga Europa. Lampard menilai perbandingan antara Werner dan Torres masih prematur.

“Semua pemain akan mengalaminya dalam karier mereka. Semua mata tertuju padanya dan itu menjadi lebih besar. Saya perlu bekerja dengannya untuk itu. Saya tidak membandingkan Werner dengan siapa pun. Semua orang berbeda, Torres mengalami masa-masa sulit di sini tetapi dia memenangkan Liga Champions,” ucap Lampard seperti dilansir Football5Star.com dari Mirror.

Lampard melanjutkan, “Yang perlu kami lakukan adalah menciptakan lingkungan terbaik untuk mendapatkan performa terbaik dari Werner. Anda harus mengulang, terus bekerja dan dia perlu menundukkan kepala dan fokus, saya perlu memberinya sikap positif.”

Timo Werner baru saja tak dijadikan starter oleh Lampard di laga melawan Fulham beberapa hari yang lalu. Dia masuk pada menit ke-75 dan gagal mencetak gol, padahal Werner memiliki kesempatan emas di penghujung laga, dimana dia hanya berhadapan satu lawan satu dengan kiper, tapi tendangannya malah melebar.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Fernando Torres Mengabdi Lagi untuk Atletico Madrid

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Fernando Torres tidak bisa melepaskan Atletico Madrid dalam kehidupannya. Setelah pensiun sebagai pemain, ia kini kembali ke klub yang telah membesarkannya itu.

Sempat kembali berkostum Los Rojiblancos untuk kedua kalinya 2015 lalu, kepulangan Fernando Torres kali ini sedikit berbeda. Dia tidak pulang untuk turun gunung sebagai pemain.

Akan tetapi El Nino ingin mengabdi sebagai pelatih. Menurut laporan Marca, dia telah bergabung dalam jajaran pelatih Atletico B. Untuk saat ini dia menjadi bagian dari staf pelatih Ricky Aloson di tim B.

Fernando Torres - Atletico Madrid - Football5star - twittercomatletienglish
twitter.com/atletienglish

Marca juga menyebut manajemen telah menyiapkan proyek jangka panjang untuk eks pemain Liverpool. Dia akan ditugaskan sebagai pelatih kepala Atletico B mulai musim depan.

Keputusan klub baru mempekerjakannya secara penuh musim depan cukup beralasan. Fernando Torres belum memiliki lisensi kepelatihan. Dan selama waktu berjalan ini dia akan mengambil lisensi kepelatihan di Madrid.

Kendati demikian, El Nino sudah bergabung dengan tim pada laga melawan Poblense. Sayang, Atletico B hanya bermain imbang 1-1. Sempat unggul lebih dulu melalui gol anak bungsu Diego Simeone, Giuliano Simeone, Atletico B kebobolan dua menit jelang laga berakhir lewat penalti Hernandez.

Sementara itu, Fernando Torres sudah pensiun sebagai pemain sejak Agustus 2019 lalu. Sejak saat itu dia belum kembali ke dunia sepak bola karena ingin rehat sejenak. Kini pria 36 tahun sudah kembali dan menapaki karier kepelatihan bersama Atletico Madrid B.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Gara-Gara Torres, Thiago Takkan Sentuh This Is Anfield

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Ada yang menarik dari perkenalan Thiago Alcantara sebagai pemain baru Liverpool. Ia tidak menyentuh simbol This Is Anfield yang ada di lorong stadion.

Ternyata, penolakan Thiago Alcantara ini dikarenakan Fernando Torres. Sang gelandang sempat menghubungi kompatriotnya itu dan dia diminta untuk tidak memegang This Is Anfield.

Thiago berujar permintaan Torres cukup masuk akal. Menurutnya, sang rekan baru menyarankan dia menyentuh itu jika sudah memenangkan trofi di Liverpool.

fernando torres liverpool dailymail
dailymail.co.uk

“Saya sudah mendengar dari Torres, tempat ini tetap menjadi tempat yang kami lewati selama empat rahun ke depan. Dan untuk menyentuh simbol itu kami harus pantas mendapatkannya dengan memenangkan trofi sebanyak yang kami bisa,” kata Thiago seperti dilansir Daily Mail, Kamis (24/9/2020).

“itulah kenapa saat itu saya tdak melakukannya. Saya menghomati tradisi di sini,” sambung pemain yang musim lalu sukses membawa Bayern Munich meraih treble winner.

Fernando Torres memang paham dengan makna simbol This Is Anfield di lorong stadion. Maklum saja ia pernah bermain di Liverpool selama tiga tahun dan menjadi pemain pujaan suporter.

Akan tetapi Ironisnya, apa yang dia katakan tidak sesuai dengan apa yang dia lakukan. Ya, saat datang pertama kali 2007 lalu, pemain berjuluk El Nino terlihat menyentuh simbol This Is Anfield saat diperkenalkan sebagai pemain baru oleh Rafael Benitez.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Fernando Torres Ungkap Alasannya Pindah dari Liverpool ke Chelsea

gamespool
Fernando Torres Ungkap Alasannya Pindah dari Liverpool ke Chelsea 21

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Spanyol, Fernando Torres, akhirnya memberi alasan kenapa dia meninggalkan Liverpool dan bergabung ke Chelsea pada 2011 lalu. Seperti yang diketahui, performa individual Torres menurun saat berada di Chelsea walaupun dia mendapatkan banyak trofi.

Torres pindah ke Chelsea dari Liverpool pada Januari 2011. Dia mengungkapkan bahwa alasanya pindah ke sana karena ingin memenangkan trofi, yang mana tidak dia dapatkan bersama Liverpool.

Nemanja Vidic - Fernando Torres - Manchester United - Football5star
live4liverpool.com

“Pada saat saya meninggalkan Atletico, tim yang berada di hati saya, itu karena target ingin memenangkan trofi. Saya sangat senang di Liverpool. Tapi klub (saat itu) ingin dijual dan itu adalah momen sulit,” ucap Torres seperti dilansir Football5Star.com dari talkSPORT.

Torres melanjutkan, “mereka menjual semua pemainnya dan mereka membeli pemain-pemain muda. Itu membutuhkan 6-7 tahun untuk membuat tim pemenang dan saya tak punya waktu untuk itu. Saya ingin mencari jalan saya sendiri dan itu pergi ke Chelsea. Saya berpikir bahwa mereka adalah klub menawarkan saya peluang untuk memenangkan trofi.”

Fernando Torres akhirnya kesulitan saat berada di Chelsea. Padahal dia sebelumnya merupakan salah satu penyerang terbaik di dunia saat di Liverpool.

fernando torres2 2566702b
telegraph.co.uk

“Itu mungkin kesalahan saya untuk tidak beradaptasi lebih cepat. Saya punya momen bagus tapi saya tidak konsisten. Jika Anda tidak bermain bagus setiap pekan, pasti akan ada yang datang. Saya selalu mengatakan itu salah saya. Saya sudah cukup matang untuk bisa mencari solusi, tapi saya tidak melakukannya. Saya memenangkan trofi tapi saya tak melakukannya setiap pekan,” ujar pemain yang pensiun di Sagan Tosu itu.

Fernando Torres total mencetak 45 gol dari 172 laga bersama Chelsea, sangat kontras jika dibandingkan saat dia bermain di Liverpool, 81 gol dari 142 laga. Namun, El Nino berhasil memenangkan Piala FA, Liga Champions dan Liga Europa bersama The Blues.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Steven Gerrard dan Legenda Lainnya Beri Ucapan Selamat ke Liverpool

gamespool
Steven Gerrard dan Legenda Lainnya Beri Ucapan Selamat ke Liverpool 24

Football5Star.com, Indonesia – Steven Gerrard dan beberapa legenda Liverpool lainnya turut mengucapkan selamat atas keberhasilan mantan klub mereka juara Premier League 2019-20. Mereka turut senang karena akhirnya bisa melihat The Reds juara Liga Inggris setelah 30 tahun lamanya.

Steven Gerrard yang memenangkan gelar Liga Champions dan dua FA Cup bersama Liverpool turut berbahagia atas kemenangan mantan klubnya.

https://www.instagram.com/p/CB33qKkp4D2/

“Selamat kepada Liverpool yang telah memenangkan Premier League. Prestasi luar biasa dari skuad yang diisi pemain top. Dipimpin oleh pelatih kelas dunia dan staf pelatih yang juga spesial. Dan terakhir dan yang paling penting para fans yang menunggu selama 30 tahun. Ayo kita berpesta,” ucap Gerrard seperti dilansir Football5Star.com, dari Instagram pribadinya.

Peraih Ballon d’Or 2001, Michael Owen juga mengucapkan selamat kepada Liverpool lewat Instagramnya. “Selamat LFC, musim yang luar biasa dan tim terbaik musim ini.”

https://www.instagram.com/p/CB34ZUusaiw/

Legenda Liverpool lainnya, Luis Garcia, juga bersuka cita atas kemenangan mantan timnya ini. “Selamat LFC!! Sebuah prestasi luar biasa. Selamat untuk semua pemain, staff dan member dewan. Saya tak akan melupakan suporter. Nikmati momen ini. Ini sudah lama tapi akhirnya kita di sini!!”

https://www.instagram.com/p/CB34yw7n_Gz/

Fernando Torres yang tak pernah memenangkan gelar bersama Liverpool juga turut senang atas pencapaian klubnya. “Selamat untuk semua orang di LFC karena telah memenangkan Premier League. Skuad yang luar biasa, pelatih yang luar biasa, staff yang hebat, tapi yang terpenting selamat untuk semua untuk semua fans LFC.”

Torres melanjutkan, “Kalian telah menunggu begitu lama dan akhirnya mendapat trofi yang kau inginkan. Sangat pantas. #YNWA.

https://www.instagram.com/p/CB350LjCktm/

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Captain Tsubasa Buat Fernando Torres Jadi Pemain Sepak Bola

dinasti
Captain Tsubasa Buat Fernando Torres Jadi Pemain Sepak Bola 27

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Spanyol, Fernando Torres, mengungkapkan bahwa anime Captain Tsubasa-lah yang menjadikan dia sebagai pemain sepak bola. Torres akhirnya bermain di negara asal Captain Tsubasa, Jepang, pada 2018-2019 bersama Sagan Tosu.

Awalnya, Torres ditanya apakah Captain Tsubasa menjadi alasan kenapa dia pindah ke J-League. Torres menjawab tidak.

“Itu bukan alasan saya datang ke Jepang. Itu adalah alasan saya mulai bermain sepak bola. Pada saat saya berusia 5-6 tahun, saya bermain sepak bola di jalanan, tidak ada saluran televisi yang menyiarkan pertandingan sepak bola,” ucap Torres seperti dilansir Football5Star.com dari laman resmi J-League.

Mantan pemain AC Milan itu melanjutkan, “dan anak-anak tidak dapat banyak kesempatan untuk datang ke stadion. Lalu datang Oliver (di Spanyol judul Captain Tsubasa diubah menjadi Oliver y Benji).

Torres berkata bahwa cerita Tsubasa benar-benar memberinya sebuah harapan.

“Kami menontonnya setiap waktu. Ceritanya tentang seseorang yang pindah ke tempat lain dan bertemu teman baru, membiasakan diri dengan lingkungan baru, dan menendang bola setiap hari. Oliver (Tsubasa) menghadapi banyak tantangan dan menjadi pesepak bola profesional. Cerita itu memberi saya mimpi untuk menjadi pesepak bola profesional dan memberi saya harapan,” ucap Torres.

Fernando Torres bermain di Jepang bersama Sagan Tosu pada 2018-2019 sebelum memutuskan untuk pensiun. Dia mencetak 6 gol dari 39 laga.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Fernando Torres: Takefusa Kubo Bisa Jadi Pemain Hebat

dinasti
Fernando Torres: Takefusa Kubo Bisa Jadi Pemain Hebat 31

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Spanyol, Fernando Torres, mengungkapkan bahwa pemain Real Madrid asal Jepang, Takefusa Kubo, bisa menjadi pemain hebat. Kubo saat ini sedang dipinjamkan ke Mallorca.

Torres mengatakan jika Kubo bisa bermain secara konsisten, dia akan berkembang menjadi pemain hebat.

“Sekarang dia punya pengalaman yang hebat di Spanyol. Tentu saja, dia punya talenta besar dan potensi. Dan saya berharap dia akan menjadi pemain hebat. Saya pikir itu bisa terjadi karena dia pintar dan rendah hati,” ucap Torres seperti dilansir Football5Star.com dari laman resmi J-League.

Rerata dribel sukses Lionel Messi dan Takefusa Kubo pada pentas LaLiga musim ini ternyata sama.
odsc.es

Mantan pemain Chelsea itu melanjutkan, “saya bisa melihat saat dia diwawancara. Dia sudah mengerti tentang Spanyol dan berbicara bahasa Spanyol setelah sebelumnya bermain di akademi Barcelona.”

Selain Kubo, Torres juga yakin pemain-pemain Jepang lainnya bisa menjadi pemain top di Eropa asal dilatih dengan bagus.

“Ada banyak pemain bagus di Jepang. Saya sudah melihat talenta-talenta luar biasa, tapi mereka terkadang gagal untuk berkembang karena kurang dilatih dengan layak. Mereka harus dilatih dengan benar, karena anak-anak itu suka sepak bola dan ingin menjadi pemain profesional,” kata Torres.

Mantan pemain Sagan Tosu itu melanjutkan, “Pelatih bukan hanya harus mengajarinya berlatih tapi juga kehidupan sehari-hari dan sikap. Saya melihat beberapa pemain muda profesional yang masih memiliki mental anak-anak. Itu harus diubah untuk menjadikan sepak bola Jepang lebih baik,” ujar Torres.

Takefusa Kubo musim ini mencetak 3 gol dan 3 assist dari 24 laga bersama Mallorca. Kubo juga sudah memperkuat timnas Jepang senior sebanyak 7 kali.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Fernando Torres Sebut Momen Terbaik dan Lawan Tersulitnya di J-League

dinasti
Fernando Torres Sebut Momen Terbaik dan Lawan Tersulitnya di J-League 35

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Spanyol, Fernando Torres menceritakan pengalamannya saat bermain di J-League pada penghujung kariernya. Torres menceritakan beberapa momen terbaiknya dan juga lawan tersulitnya.

Torres awalnya menceritakan kenapa dia akhirnya memutuskan untuk pindah ke Jepang.

“Pada saat kontrak saya akan habis di Atletico Madrid. Saya berpikir untuk destinasi selanjutnya dan jujur saja Jepang bukan plihan pertama saya pada awalnya. Tapi ada seseorang yang memberitahu saya untuk bermain di Jepang, dan karena dia saya mencoba melakukan riset tentang J-League,” ucap Torres seperti dilansir Football5Star.com dari laman resmi J-League.

Torres melanjutkan, “lalu saya menonton J-League dan sadar standarnya sangat tinggi. Saya berkata ke keluarga saya akan pergi ke sana. Kami tahu, itu akan menjadi tantangan sebagai seseorang dan pesepak bola karena budaya dan gaya hidup yang berbeda. Tapi itu adalah keputusan yang tepat.”

persembahan terakhir andres iniesta untuk fernando torres
daily mail

Mantan pemain Liverpool itu sudah bertemu banyak bek-bek top Eropa. Tapi Torres juga punya lawan tersulit di J-League, yaitu bek timnas Jepang, Tomoaki Makino.

“Saya bertemu, Nemanja Vidic, Rio Ferdinand dan John Terry. Sangat sulit untuk menemukan siapa yang paling sulit dilawan. Tapi jika saya harus memilih, jawabannya adalah Carles Puyol. Makino dari Urawa Reds bek yang paling impresif di liga menurut saya. Dia adalah lawan yang sulit dan saya selalu berbicara dengan dia bahkan di luar lapangan,” kata Torres.

Peraih Piala Dunia 2010 itu juga menceritakan momen terbaiknya bersama Sagan Tosu.

“Saya tidak akan pernah lupa laga melawan Yokohama F. Marinos pada November. Saya pikir itu adalah momen terbaik saya di J-League. Yokohama mencetak gol lebih dulu, dan jika kami kalah, kami akan terdegradasi. Lalu saya mencetak gol kemenangan. Banyak suporter senang dan beberapa diantarnya menangis. Saya tidak akan pernah lupa laga itu,” kata Torres

Fernando Torres bermain di Sagan Tosu selama satu tahun dari 2018-2019 sebelum mengumumkan pensiun. Dia mencetak 6 gol dari 39 laga.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Fernando Torres Yakin Steven Gerrard akan Gantikan Juergen Klopp

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Fernando Torres memuji kinerja Steven Gerrard sebagai pelatih. Ia pun yakin mantan kaptennya itu akan kembali ke Liverpool untuk menggantikan Juergen Klopp di masa depan.

Seperti diketahui, Fernando Torres dan Steven Gerrard adalah rekan saat masih di Liverpool. Kerja sama keduanya bahkan disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik di Premier League.

Kini Gerrard telah melakoni karier baru sebagai pelatih di Glasgow Rangers. Sedangkan Torres baru saja memutuskan pensiun dari dunia sepak bola.

torres-gerrard-liverpool
Diario AS

“Saya tidak terkejut Stevie telah menjadi pelatih karena dia punya dua karakteristik yang sangat penting, yaitu mental dan tekad yang kuat. Dia dilahirkan untuk menjadi pemimpin dan saya yakin dia menikmati persiapan pertandingan dan berusaha mendapatkan yang terbaik dari para pemainnya,” kata Torres kepada Independent, Minggu (31/5/2020).

“Saya yakin dia akan sukses dan siapa yang tidak suka melihatnya kembali ke bench Anfield suatu hari nanti? Ini akan menjadi gambaran sempurna untuk melihat dia sebagai pengganti Klopp di masa depan dan membawa Liverpool meraih trofi,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, pemain yang memperkuat The Reds selama empat musim itu melihat pelatih Rangers itu sebagai sosok yang inspiratif. Menurutnya, hal inilah yang membuat kawan karibnya itu sangat cintai,

“Dia adalah inspirasi besar bagi semua pemain. satu-satunya hal yang dimintai fan adalah agar pemain dan pelatih memberikan segalanya untuk klub. Dan itulah yang dilakukan Stevie. Itulah sebabnya dia sangat dicintai dan dihormati,” tutup Fernando Torres.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Ini Pernah Kolaps di Lapangan

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Abdelhak Nouri, pemain Ajax yang kolaps pada pertandingan persahabatan 2017 lalu kini diberitakan sudah terbangun dari komanya. Selain Nouri, banyak sekali pemain-pemain yang pernah mengalami kolaps atau pingsan dilapangan. Entah karena serangan jantung atau cedera kepala.

Beberapa pemain sangat beruntung masih bisa bermain lagi, beberapa lainnya tidak beruntung karena tidak bisa bermain, atau yang lebih fatalnya bisa menyebabkan kematian. Berikut Football5Star.com sajikan daftarnya.

John Terry

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Ini Pernah Kolaps di Lapangan
Daily Mail

Pada Final Piala Liga tahun 2007 yang mempertemukan antara Arsenal vs Chelsea. Kapten Chelsea John Terry harus ditarik keluar pada menit ke-63. Pada saat mencoba menyundul bola, kepala Terry tertendang oleh Abou Diaby sebelum kepalanya kembali terbentur ke tanah. Terry langsung tidak sadarkan diri. Pemain yang sekarang menjadi asisten Aston Villa itu mengungkapkan dia tidak mengingat apa-apa soal kejadian itu.

“Saya tidak ingat apa-apa, yang terakhir saya ingat hanya masuk ke lapangan pada babak kedua dan bangun-bangun sudah di ambulan.” Ucap Terry.

Tetapi Terry langsung berbahagia setelah kejadian itu karena timnya berhasil memenangkan laga dan menjuarai Piala Liga berkat dua gol dari Didier Drogba.

Didier Drogba

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Ini Pernah Kolaps di Lapangan
emirates247

Selain Terry, pemain Chelsea lainnya yang pernah kolaps di lapangan adalah Didier Drogba. Kejadian ini terjadi pada laga kandang Premier League Chelsea vs Norwich. Kiper Norwich, John Ruddy, tak sengaja meninju kepala Drogba pada saat duel udara. Pemain asal Pantai Gading itu bahkan sudang pingsan di udara sebelum jatuh ke tanah. Drogba sendiri berkata bahwa itu adalah pengalaman yang menakutkan.

“Saya sangat takut, saya tidak ingat apa-apa setelah Norwich menyamakan kedudukan sampai dilarikan ke rumah sakit. Saya pernah cedera sebelumnya, tetap ini yang paling buruh.” Ucap Drogba.

Pertandingan itu berakhir 3-1 untuk kemenangan Chelsea.

Fernando Torres

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Ini Pernah Kolaps di Lapangan
RantSport

Mantan pemain Liverpool, Fernando Torres, kolaps pada saat bermain di Atletico Madrid melawan Deportivo di pertandingan La Liga pada tahun 2017. El Nino berduel udara dengan pemain Super Depor, Alex Bergantinos sebelum kepalanya membentur keras ke tanah. Bek Atletico, Jose Gimenez, bahkan sempat panik dan menangis setelah melihat rekan timnya dirawat di tengah lapangan.

Beruntung hanya beberapa hari, Torres menulis di media sosialnya bahwa dia tidak apa-apa. “Terima kasih telah menghawatirkan saya dan mendukung saya, saya akan kembali secepatnya.” Kicau Torres di Twitter-nya.

Pertandingan itu berakhir sama kuat 1-1.

Oleh Husyev

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Ini Pernah Kolaps di Lapangan
Business Insider

Kapten Dynamo Kyiv, Oleh Husyev, harus berterima kasih kepada pemain Dnipro, Jaba Kankava, karena telah menyelamatkan nyawanya. Legenda Dynamo Kyiv dan timnas Ukraina itu mengalami benturan dengan kiper Dnipro, Denys Boyko, pada laga big match Liga Ukraina Dnipro vs Dynamo Kyiv tahun 2014.

Setelah mengalami benturan, Husyev tidak sadarkan diri, tetapi Jaba Kankava bereaksi cepat untuk membuka mulut Husyev supaya tidak mengalami toung swallowing atau lidah tertelan. Dan hanya dalam beberapa menit Husyev sadar dan bahkan sempat berdiri sebelum ditandu keluar. Pihak petugas medis dari Kyiv pun mengapresiasi sikap dari Kankava.

Pertandingan itu berakhir 2-0 untuk kemenangan Dnipro.

Fabrice Muamba

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Ini Pernah Kolaps di Lapangan
CNN

Pengalaman dari pemain Bolton Wanderers, Fabrice Muamba, mungkin salah satu keajaiban dalam dunia sepak bola. Pemain hasil didikan akademi Arsenal itu mengalami serangan jantung pada menit ke-43 perempat final Piala FA Tottenham vs Bolton 2012 lalu. Menurut dokter klub Bolton, jantung Muamba bahkan sempat berhenti selama 78 menit.

Muamba tidak sadarkan diri selama dua hari, lalu jantung dia kembali berdetak normal tanpa bantuan apapun. Dalam dua minggu dia sudah bisa sadar kembali dan hanya butuh satu bulan untuk Muamba keluar dari rumah sakit.

Pertandingan itu berakhir 1-1 karena diberhentikan oleh wasit Howard Webb setelah Muamba dilarikan ke rumah sakit. Pertandingan ulang diadakan 10 hari setelahnya dengan Tottenham menang 3-1 atas Bolton.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pesepak Bola yang Terinspirasi dari Tsubasa

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Serial kartun Kapten Tsubasa, menginspirasi beberapa pesepak bola tersohor. Bahkan, mereka secara blak-blakan menyebut kalau serial film asal Jepang itulah yang membuat keputusan awal jadi pesepak bola.

Kapten Tsubasa merupakan serial film mengenai mimpi seorang bocah untuk menaklukkan dunia melalui sepak bola. Film yang disutradai Isamu Imakake itu memang menyihir dunia melalui jalan ceritanya.

Gennaro Gattuso, contohnya. Dia pernah mengaku menunda latihan saat memperkuat AC Milan untuk sekadar menyaksikan Kapten Tsubasa Ozora tayang.

Nah, selain Gattuso ada 5 pesepak bola lainnya yang terinspirasi dari anime ini. Berikut Football5Star.com sajikan daftarnya:

Fernando Torres

Dalam sebuah wawancara dengan Daily Mail, Fernando Torres mengaku sangat terinspirasi dengan serial kartun Tsubasa. Sejak kecil, semua teman-temannya di sekolah membicarakan soal kartun Jepang itu.

“Saya mulai bermain sepak bola karena kartun tersebut, karena kakak memaksa saya menontonnya. Saat saya sekolah, tak pernah absen menyaksikan kartun tersebut di televisi setiap paginya,” ungkap Torres dikutip Daily Mail.

Hal itulah yang mengantarkan Torres menutup karier di klub asal Jepang, Sagan Tosu. Berawal dari mimpi Tsubasa Ozora, Torres mengakhiri karier dengan catatan 252 gol, 73 assist dan 706 penampilan.

Andres Iniesta

Menurut pencipta serial kartu ini, Yoich Takahashi, Andrés Iniesta dapat dibandingkan dengan Taro Misaki. Dia telah memberikan peran yang lebih aktif terhadap Dunia Kapten Tsubasa.

Bahkan, Iniesta sempat diundang untuk membuka stasiun kereta api lokal di Tokyo dengan tema “Kapten Tsubasa”. Gelandang Vissel Kobe itu mengungkapkan pada upacara itu bahwa ia selalu menonton anime itu saat masih kecil sebelum pergi ke sekolah.

Takahashi sempat memberi kado buat Iniesta berupa lukisan bernuansa Tsubasa dengan wajah sang pemain. Saat ini gelandang maestro asal Spanyol itu masih memperkuat Vissel Kobe.

James Rodriguez

Bintang asal Kolombia itu jua sangat mengidolai Kapten Tsubasa. Bahkan, beberapa waktu lalu James sempat diundang ke Jepang untuk diberi penghargaan oleh Takahashi berupa lukisan versi manga yang menyandingkan dirinya dengan Tsubasa Ozora.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pesepak Bola yang Terinspirasi dari Tsubasa

Dalam sebuah wawancara, James mengaku tumbuh dengan diwarnai serial anime Jepang itu. Di negaranya, Kapten Tsubasa disebutnya punya judul Oliver Atom.

Alessandro Del Piero

Legenda hidup Juventus itu pernah masuk ke dalam komik Kapten Tsubasa. Sama seperti pemain-pemain lain sebelumnya, Del Piero mengakui kalau saat kecil sering menyaksikan kartun tersebut.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pesepak Bola yang Terinspirasi dari Tsubasa

Del Piero jua sempat mendapatkan hadiah dari Takahashi berupa gambar anime berwujud dirinya. Dalam web pribadinya, dia merasa tersanjung mendapatkan penghargaan tersebut. “Ini adalah anime favorit saja sejak kecil. Saya berterima kasih karena mendapatkan penghargaan yang dahulu saya impikan,” tulis Del Piero.

Zinedine Zidane

Di balik kesuksesan Zidane sebagai pemain, tak lepas dari peran Tsubasa Ozora. Dikutip dari Web Magazine, Zidane sejak kecil sering membaca manga anime kartun Jepang tersebut.

Juventus Pantau Situasi Zinedine Zidane di Real Madrid

Apalagi, menariknya dalam manga Tsubasa: Road to 2002, ada karakter yang bernama Zedane yang diceritakan bergabung Juventus. Karakter itu didiambil dari sosok Zidane yang sebelumnya sempat bergabung bersama tim raksasa Italia itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Simeone: Torres Legenda Sejati Sepak Bola

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, memberikan pujian setinggi langit kepada Fernando Torres yang telah resmi pensiun. Di mata dia, Torres adalah legenda sejati sepak bola.

Torres merupakan pemain yang jebolan akademi pemain muda Atletico Madrid. Bersama klub asal Spanyol itu juga kariernya mulai bersinar. Hingga akhirnya pindah ke Liverpool dan mengemas 65 gol dalam 102 pertandingan.

Namun, pencapaian terbesarnya dalam karier justru saat memenangi gelar Liga Champions bersama Chelsea. Setelah kariernya mulai meredup, ia pun memilih kembali ke Atletico.

Pemain berjulukan El Nino memutuskan pindah ke Sagan Tosu pada 10 Juli 2018. Bersama klub asal Jepang ini ia hanya bisa mengemas 5 gol serta 5 assist dari 34 penampilan.

persembahan terakhir andres iniesta untuk fernando torres
Getty Images

“Saya pikir Torres sangat cerdas, legenda sepak bola yang absolut, ia mendapat tempat di sepak bola untuk pekerjaan, komitmen, dan rasa hormatnya pada orang lain,” kata Simeone di Soccerway.

“Dia selalu memiliki rasa hormat yang besar, sebagai pribadi dan pemain bola. Saya membayangkan dia akan meluangkan waktu untuk mempersiapkan dan memutuskan dengan cara terbaik di mana dia ingin kariernya berlanjut setelah pensiun dan merespons tanggung jawab itu,” ucap Simeone.

Melawan Vissel Kobe, akhir pekan lalu, jadi pertandingan resmi terakhir Torres. Dalam laga itu, klub Torres, Sagan Tosu menyerah dengan skor 1-6.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Persembahan Terakhir Andres Iniesta untuk Fernando Torres

Football5star.com, Indonesia – Fernando Torres akhirnya melakoni laga terakhirnya sebagai pesepak bola. Menariknya, di pertandingan terakhir itu ia menghadapi mantan rekannya di timnas Spanyol, Andres Iniesta.

Fernando Torres memang sudah memutuskan pensiun Juni lalu. Pertandingan terakhirnya tersaji di pekan terakhir Liga Jepang antara klubnya, Sagan Tosu, melawan klub Andres Iniesta, Vissel Kobe.

Keputusan pemain jebolan akademi Atletico Madrid mendapat sambutan hangat dari kompatriotnya itu. Melalui surat kecil, Iniesta memberi persembahan terakhir pada sang kolega dengan kata-kata perpisahan.

fernando torres
Daily Mail

“Perjalanan karier yang sangat indah. Aneh sekali, menurut saya ini sangat aneh. Di sini kami berdua akan memainkan laga terakhirmu sebagai pemain profesional. Saya masih memiliki beberapa kesempatan di laga-laga berikutnya,” kata sang gelandang seperti dilansir Daily Mail, Jumat (23/8/2019).

“Di sinilah kita berada, di sisi dunia yang lain. Hidup ini seakan aneh sepertimu, yang sudah membawa kami terbang jauh sampai Jepang untuk mengucapkan selamat tinggal. Sepak bola sudah menyatukan kita selama 20 tahun, saat kita masih kecil. Tapi, Anda akan selalu menjadi El Nino,” ia menambahkan.

“Kita berada di kota yang berbeda. Anda di Madrid dan saya Barcelona. Tapi kita tidak pernah menjadi musuh. Kita selalu menjadi teman dengan seragam yang selalu berbeda,” imbuhnya lagi.

Pada laga pamungkas itu, bukan hanya Andres Iniesta saja yang merupakan compatriot Fernando Torres. Ada pula David Villa dan Serge Semper yang juga berseragam Vissel Kobe seperti Iniesta.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Torres Ingin Cetak Gol di Laga Perpisahan

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Fernando Torres berharap bisa mencetak gol dan mendapat kemenangan di pertandingan terakhir dalam karier profesionalnya.

Fernando Torres dipastikan akan mengakhiri perjalanan karier bersama klub asal Jepang, Sagan Tosu. Ia juga dijadwalkan akan memainkan laga pamungkas melawan Vissel Kobe.

Partai lanjutan Liga Jepang itu akan berlangsung di Stadion Ekimae Real Estate, Jumat (23/8/2019).

“Saya memenangi banyak hal dan dihormati di dunia sepak bola. Hal itu penting buat saya dan sekarang hanya ada satu laga tersisa,” kata Torres seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sports.

Fernando Torres - Sagan Tosu - Japan Times
Japantimes.com

“Jadi, saya akan memastikan dapat menikmati pertandingan sejak awal hingga menit akhir. Semoga kami bisa mendapatkan tiga poin dan saya dapat mencetak gol terakhir di depan fan Sagan Tosu,” ujarnya.

Torres merupakan pemain yang jebolan akademi pemain muda Atletico Madrid. Bersama klub asal Spanyol itu juga kariernya mulai bersinar. Hingga akhirnya pindah ke Liverpool dan mengemas 65 gol dalam 102 pertandingan.

Namun, pencapaian terbesarnya dalam karier justru saat memenangi gelar Liga Champions bersama Chelsea. Setelah kariernya mulai meredup, ia pun memilih kembali ke Atletico.

Pemain berjulukan El Nino memutuskan pindah ke Sagan Tosu pada 10 Juli 2018. Bersama klub asal Jepang ini ia hanya bisa mengemas 5 gol serta 5 assist dari 34 penampilan.

https://www.instagram.com/p/By-VlWNg-60/

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Torres Nilai Madrid Mampu Bawa Hazard Capai Level Tertinggi

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan striker Chelsea, Fernando Torres, mengatakan bahwa Real Madrid mampu membawa Eden Hazard mencapai level terbaik. Madrid, di mata Torres, dapat memberikan segala kebutuhan yang diperlukan Hazard guna mewujudkan impian tersebut.

Real Madrid mendatangkan Eden Hazard dengan nilai transfer sebesar 130 juta euro atau sekitar 2 miliar rupiah. Selain Hazard, Madrid juga mendatangkan Luka Jovic, Eder Militao, Ferland Mendy and Rodrygo Goes menyusul hasil mengecewakan pada musim 2018-19.

Fernando Torres yang baru saja mengumumkan dirinya pensiun dari sepak bola yakin Madrid akan menjadi klub yang tepat bagi Hazard untuk mencapai level tertinggi dalam karier pemain asal Belgia itu.

eden hazard-madrdi-barcelona
realmadrid.com

“Hazard adalah pemain sepakbola spektakuler yang membutuhkan dorongan dari klub seperti Real Madrid untuk mencapai level yang bisa dia capai, yang dia lakukan di Chelsea dengan cara singkat,” ucap Fernando Torres.

Lebih lanjut, Torres mengatakan bahwa Madrid memiliki nilai sebagai sebuah klub yang diinginkan seorang pemain untuk mencapai mimpinya.

“(Madrid) memiliki merek di mana setiap pemain di dunia ingin bermain di sana, dan ketika mereka memanggil para pemain, lihat itu sebagai klub tempat Anda dapat membuat sejarah,” tambah Fernando Torres dilansir Fox Sport Asia, Selasa (25/6/2019), dikutip Football5star.com.

Pembelian Eden Hazard diyakini sejumlah pihak tidak akan menghentikan aktivitas Real Madrid di bursa transfer musim panas ini. Los Blancos akan terus bergerak mendatangkan pemain guna membentuk Los Galacticos baru, Paul Pogba diisukan sebagai buruan Madrid selanjutnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

5 Momen Penting dalam Karier Torres

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Fernando Torres memutuskan untuk mengakhiri kariernya sebagai pesepak bola profesional pada usia 35 tahun, Kamis (21/6/2019).

Sagan Tosu merupakan klub terakhir yang Torres bela. Dia baru memperkuat klub Jepang tersebut selama satu setengah musim atau sejak Juli 2018.

Sebelumnya, pemain berjuluk El Nino tersebut pernah bermain untuk beberapa klub top Eropa, seperti Atletico Madrid, Liverpool, Chelsea dan AC Milan.

Dalam kariernya, Torres mengukir beberapa catatan penting dan prestasi. Tidak hanya di level klub, tetapi juga bersama timnas Spanyol.

Berikut ini adalah 5 momen penting dalam karier Fernando Torres:

Debut Bersama Atletico Madrid

fernando torres atletico madrid - as_com
Foto: As.com

Torres merupakan produk akademi Atletico. Dia melakoni debut profesional bersama Los Rojiblancos yang masih berlaga di Divisi Segunda pada 27 Mei 2001.

Saat itu, Torres baru berusia 17 tahun. Hanya seminggu berselang, dia berhasil membobol gawang Albacete sekaligus menjadi gol perdananya bagi Atletico.

Performa Torres terus meroket bersama Los Rojiblancos. Bahkan, dia dipercaya sebagai kapten tim ketika berusia 19 tahun.

Hijrah ke Liverpool

fernando torres liverpool - newslocker_com
Foto: Newslocker.com

Tampil gemilang bersama Atletico membuka jalan Torres untuk hijrah ke Premier League. Dia bergabung dengan Liverpool yang menebusnya dengan banderol 20 juta pounds pada musim panas 2007.

Sejak saat itu, Torres kian berkembang dan menjadi salah satu bomber paling tajam di Premier League. Dia mengoleksi 81 gol dan 20 assist dari 142 laga bersama The Reds.

Apesnya, Torres tak sekali pun mencicipi trofi selama bernaung di Stadion Anfield. Itu menjadi salah satu alasan dia pindah ke Chelsea pada Januari 2011.

SELANJUTNYA

Torres Kembali Tegaskan Gerrard Sebagai Rekan Terbaiknya

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Fernando Torres baru saja mengumumkan pensiun dari dunia sepak bola. Pada kesempatan terakhirnya sebagai pemain, ia kembai menegaskan bahwa mantan rekannya di Liverpool, Steven Gerrard, sebagai rekan terbaiknya selama ini.

Sejak tahun lalu Torres bermain untuk klub asal Jepang, Sagan Tosu. Dan pertandingan melawan Vissel Kobe yang berlangsung Minggu (23/6/2019) menjadi hari terakhirnya sebagai pesepak bola.

Selama ini pemain asal Spanyol tersebut sudah banyak bermain untuk klub-klub besar dan memiliki rekan-rekan yang sangat hebat. Tapi dari sekian pemain yang pernah berada satu lapangan dengannya, ia memilih Gerrard sebagai rekan terbaiknya.

torres pensiun
@Torres

“Saya selalu katakan bahwa pemain terbaik yang pernah bermain dengan saya adalah Steven Gerrard. Saya menemukan di dalam dirinya pemain yang tahu permainan saya. Saya pikir level saya mencapai dimensi yang berbeda ketika bersamanya,” kata Torres saat konferensi pers seperti dilansir AS, Minggu 23/6/2019).

“Itu adalah waktu tiga setegah tahun yang menakjubkan karena bisa bermain dan mengenal seorang Stevie dan saya ingin kembali ke hari-hari itu lagi, bahkan jika itu hanya untuk satu menit saja,” ia menambahkan.

Selama memperkuat Liverpool dari 2007 hingga 2011 pemain berjuluk El Nino ini memang menjadi momok menakutkan di depan gawang lawan. Total dari 142 penampilan yang dicatatkan bersama Liverpool ia sukses menyarangkan 81 gol.

Tidak hanya itu, keberadaan Torres juga berdampak luar biasa untuk permainan Gerrard di lapangan. Keduanya pun menjelma menjadi duet maut yang disegani lawan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Fernando Torres Ingin Jadi Pelatih Setelah Pensiun

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Legenda sepak bola asal Spanyol, Fernando Torres, mengaku akan siap menjadi pelatih atau manajer klub setelah kontraknya bersama Sagan Tosu usai. Namun, ia mengaku ingin menghabiskan waktu bersama keluarganya terlebih dahulu sebelum kembali sibuk di dunia sepak bola.

Beberapa waktu lalu, Fernando Torres mengumumkan bahwa dirinya akan gantung sepatu setelah kontraknya bersama Sagan Tosu usai. Namun, pria 35 tahun itu tetap berjanji akan bermain dengan maksimal hingga bulan Agustus mendatang.

“Saya masih bisa tampil maksimal. Saya ingin memberikan penampilan terbaik untuk Sagan Tosu hingga kontrak saya usai pada bulan Agustus mendatang,” kata Fernando Torres dikutip dari laman Daily Mail.

Fernando Torres - Sagan Tosu - Japan Times
Japan Times

“Saat ini, saya membutuhkan sedikit waktu untuk menentukan langkah selanjutnya. Saya masih belum tahu apakah akan menjadi pelatih atau manajer di masa depan. Saya rasa, saya akan mempelajar kedua peran tersebut sebelum kembali ke dunia sepak bola,” imbuhnya menambahkan.

Saat ini Fernando Torres belum berhasil mencetak satu pun gol untuk Sagan Tosu dari 11 penampilannya di J-League. Catatan buruk itu membuat klub asuhan Kim Myung-hwi saat ini masih terjebak di papan bawah klasemen sementara J-League.

Fernando Torres merupakan salah satu nama besar yang merapat ke J-League dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, ada nama seperti Lukas Podolski, David Villa, dan Andres Iniesta yang merapat ke Vissel Kobe.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

5 Gol Penting dalam Karier Fernando Torres

Football5star.com, Indonesia – Fernando Torres secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemain sepak bola. Lewat unggahan video di akun Instagram pribadinya, pemain jebolan akademi Atletico Madrid tersebut berpamitan kepada seluruh penggemarnya.

Sejak memulai debut senior bersama tim utama Atletico Madrid pada Oktober 2011 silam, Torres sudah melewati banyak momen penting dalam kariernya. Sejumlah klub besar Eropa pernah menjadi tambatannya dalam mengejar karier.

Selama itu pula banyak kejadian-kejadian tidak terlupakan dari mulai puncak performanya sebagai penyerang di Liverpool hingga transfer mahalnya ke Chelsea. Tak hanya itu, gol-gol berkesan pun pernah ia catatkan selama melewati perjalanan sebagai salah satu pemain terbaik Eropa.

Berikut 5 Gol Penting dalam Karier Fernando Torres

Sundulan vs Albacete Balompie
Gol tersebut menjadi tonggak awal perkenalan Torres kepada khalayak Eropa. Saat itu, Atletico Madrid masih bertarung di kompetisi kasta kedua Liga Spanyol. Tandukannya pada babak kedua menjadi penting karena itu merupakan satu-satunya gol di pertandingan tersebut.

https://www.youtube.com/watch?v=X41LGJceivg

Musim itu, Torres muda diberikan kesempatan tampil dalam empat pertandingan untuk tim senior. Menariknya, golnya melawan Albecete tersebut menjadi satu-satunya gol yang ia cetak sepanjang musim. Dua musim berselang, ia berhasil membawa Rojiblancos promosi ke LaLiga.

Semifinal Liga Champions 2011/12
Aksi solo run Torres ketika menghadapi Barcelona di semifinal Liga Champions musim itu jadi salah satu momen ikonik dalam kariernya. Ia berhasil menggiring bola sendiri ke arah gawang Barcelona sebelum menaklukan Victor Valdes.

Selain sukses membawa The Blues ke final, gol tersebut menjadi penting karena terjadi di tengah masa paceklik mencetak gol. Sejak datang ke Chelsea, Torres menjadi sorotan karena penampilan melempemnya di depan gawang.

https://www.youtube.com/watch?v=f0v7g0geK_0

Padahal, Chelsea mengeluarkan dana yang tergolong mahal yakni 50 juta pounds dari Liverpoo. Transfer tersebut sempat menjadi rekor termahal yang terjadi antara sesama tim Premier League.             

Final Euro 2008 vs Jerman
Penampilan apik bersama Liverpool di level klub nyatanya menular ke tim nasional. Torres menjadi andalan lini depan tim nasional Spanyol pada ajang Euro 2008 yang saat itu ditangani Luis Aragones. Sepanjang turnamen, El Nino hanya mencetak dua gol, kalah dari David Villa yang mengemas empat gol.

Namun, satu dari dua gol tersebut menjadi penting karena berhasil membawa Spanyol menjuarai Euro untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Pada partai final melawan Jerman, ia sukses menaklukan Jens Lehmann di Stadion Ernest-Happel, Wina.

Old Trafford, 2009
Liverpool memang gagal meraih gelar juara liga musim itu. Namun, ada satu pertandingan yang hingga kini tak terlupakan oleh para pendukungnya hingga kini. Tim asuhan Rafel Benitez sukses menekuk Manchester United 4-1 di Old Trafford.

Torres mencetak satu gol yang menjadi pemicu comeback Liverpool hari itu. The Reds tertinggal lebih dahulu lewat eksekusi penalti Cristiano Ronaldo pada menit ke-23. Lima menit berselang, Torres berhasil memanfaatkan kelengahan Nemanja Vidic dalam mengantisipasi bola.

Selanjutnya, pemain bernomor punggung 9 tersebut sukses menaklukan Edwin van der Sar dan membuat skor menjadi 1-1. Setelahnya, Liverpool berhasil menambah tiga gol tambahan dan berpesta di Old Trafford.  

Sebiji Gol Untuk Rossoneri
Fernando Torres sempat membela AC Milan dalam kurun waktu 2014-2016. Tampil melempem sejak pindah ke Chelsea, Torres tidak butuh waktu lama untuk mencetak gol. Ia mencatatkan gol untuk Milan pada pertandingan kedua untuk timnya.

Selama membela Rossoneri, dirinya hanya mencatatkan satu gol dan itu ia lakukan ketika menghadapi Empoli. Gol tersebut menjadi penting karena AC Milan berhasil mengamankan satu angka dari kandang lawan.

Melalui Instagram, Fernando Torres Umumkan Pensiun

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Berakhir sudah perjalanan panjang Fernando Torres di dunia sepak bola. Melalui Instagram, ia baru saja mengumumkan pensiun dari dunia yang telah membesarkan namanya itu.

Saat ini Fernando Torres bermain untuk klub asal Jepang, Sagan Tosu. Ia memperkuat klub yang bermain di J-League itu sejak musim lalu dan sudah mengemas empat gol serta lima assist dari 32 penampilan.

Tapi sepertinya waktu satu tahun sudah cukup baginya untuk bermain di Jepang. Ia pun akan memastikan gantung sepatu pada pekan depan dengan mengadakan konferensi pers di Tokyo, Jepang.

https://www.instagram.com/p/By9ZFE7Hm56/

“Hai semuanya, saya membuat video ini karena ada sesutau yang sangat penting untuk diumumkan. Setelah 18 tahun yang luar biasa tibalah saatnya untuk mengakhiri karier sepak bola saya. Pekan depan tanggal 23 saya akan mengadakan konferensi pers di Tokyo,” tulisnya di Instagram, Jumat (21/6/2019).

“Di sana saya akan menjelaskan semuanya secara detail dan saya akan menjawab pertanyaan anda. Sampai jumpa,” tulisnya lagi. Kendati begitu pemain jebolan akademi Atletico Madrid sepertinya masih akan menyelesaikan musim 2019 ini bersama Sagan Tosu, terlebih klub saat ini berada di posisi juru kunci J-League.

Selama 18 tahun berkiprah di sepak bola, pemain berjuluk El Nino ini sudah memperkuat beberapa klub besar seperti Atletico Madrid, Liverpool, Chelsea, dan AC Milan. Kariernya pun kian lengkap dengan keberhasilannya menyabet delapan trofi bergengsi, termasuk Liga Champions, Piala Dunia, dan Piala Eropa.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Torres Bangga Liverpool Juara Liga Champions di Kandang Atletico

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Liverpool menyudahi penantian 14 tahun juara Liga Champions ketika mengalahkan Tottenham Hotspur di final yang berlangsung di Stadion Wanda Metropolitano, Minggu (2/6/2019) dinihari WIB. Kesuksesan ini pun membuat mantan pemainnya, Fernando Torres, bangga.

Pada final yang berlangsung di markas Atletico Madrid itu Liverpool menang 2-0. Dua gol kemenangan anak asuh Juergen Klopp dicetak oleh Mohamed Salah dan Diivock Origi di masing-masing babak.

Sebagai mantan pemain, Torres jelas bangga dengan capaian klub Inggris tersebut. Kebahagiaannya pun makin berlipat karena The Reds menjadi juara di stadion yang juga pernah membesarkan namanya itu.

“Mahkota raja Eropa enam kali di rumah saya Wanda Metropolitano. Sangat senang untuk semua orang yang ada di klub, staf, pemain, dan suporter. Selamat kepada Liverpool. Kalian pantas mendapatkannya,” tulis Torres di Twitter, Minggu ( 2/6/2019).

Torehan Liga Champions ini sekaligus jadi yang keenam bagi Liverpool. Praktis mereka kini hanya kalah dari Real Madrid yang sudah juara 12 kali dan AC Milan yang meraihnya sebanyak tujuh kali.

Terkait Torres, namanya memang melekat di telinga fan klub berjuluk The Reds maupun Atletico Madrid. Lewat gol-golnya ja menjadi pujaan publik Anfield selama tiga musim. Sedangkan bersama Los Rojiblancos, dia adalah produk akademi klub ibu kota Spanyol tersebut.

Bahkan ketika gagal bersinar di Chelsea dan AC Milan, pemain berjuluk El Nino itu pulang ke Atletico dan berhasil menemukan kembali performa terbaiknya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Fernando Torres Yakin Chelsea Bisa Juara Liga Europa

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Chelsea, Fernando Torres, ikut mendukung mantan klubnya itu di final Liga Eruopa melawan Arsenal di Baku, Azerbaijan, Kamis (30/5/2019) dinihari WIB. Ia pun jelas mendukung David Luiz dkk juara musim ini.

Keyakinan Fernando Torres ini tak lepas dari pengalaman mereka yang sebelumnya sudah pernah menjadi juara pada 2013 lalu. Ia juga mengatakan situasi anak asuh Maurizio Sarri saat ini sama seperti saat dirinya membawa The Blues juara.

“Saya sangat gembira pada Chelsea karena mereka kembali melaju ke final Liga Europa setelah melewati musim mengecewakan karena tidak masuk Liga Champions. Tapi sekarang mereka ada di final Liga Europa jadi ini bisa jadi musim yang sukses,” kata Torres kepada Goal, Rabu (29/5/2019).

fernando torres2 2566702b
telegraph.co.uk

“Saya berada dalam situasi yang sama dengan Chelsea pada 2013, kami tersingkir dari babak grup Liga Champions dan kami juara di sini, jadi akhirnya itu menjadi musim yang luar biasa buat kami dan sekarang saya yakin mereka bisa juara lagi” ia melanjutkan.

Walau begitu ada satu hal yang membuat pemain yang kini membela klub Jepang, Sagan Tosu, bimbang saat menjagokan The Blues, karena di sisi lain dirinya juga berharap mantan rekannya di Chelsea yang kini sudah memperkuat Arsenal, Petr Cech, bisa mengakhiri kariernya sebagai pesepak bola dengan mempersembahkan gelar.

“Tapi saya juga ingin yang terbaik untuk Petr Cech pada pertandingan terakhirnya sebagai pemain dan bermain di final melawan mantan klubnya,” tutup Fernando Torres.

Situasi Sanchez Mirip Torres di Chelsea

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Legenda Manchester United, Andy Cole, menilai situasi Alexis Sanchez mirip dengan Fernando Torres ketika berseragam Chelsea.

Sanchez kesulitan menunjukkan performa impresif bersama Man. United. Padahal, dia merupakan pemain kunci Arsenal sebelum diboyong ke Old Trafford pada Januari 2018.

Cole melihat kemiripan situasi Alexis Sanchez dengan Fernando Torres. Sempat menjadi mesin gol Liverpool, karier mantan penggawa timnas Spanyol tersebut justru melempem setelah pindah ke Chelsea pada Januari 2011.

“Situasi Alexis Sanchez sedikit mirip dengan Fernando Torres. Anda tahu, saat pindah dari Liverpool ke Chelsea, Torres mendadak menjadi pribadi yang berbeda dan membuat semua orang mengerutkan dahi,” ujar Cole, seperti dilansir Press Asscociation Sport.

“Saya pikir situasi Sanchez saat ini membuat semua orang mengerutkan dahi. Setelah apa yang dilakukannya di Arsenal dan kemudian pindah ke Manchester United, Anda bertanya apa yang salah dengannya. Anda tidak menjadi pemain yang buruk dalam semalam,” tuturnya.

Kendati begitu, Cole meyakini bahwa Sanchez mampu kembali bersinar bersama Manchester United.

alexis sanchez manchester united - metro
Alexis Sanchez (Foto: metro.co.uk)

“Atas beberapa alasan, saya tetap meyakini dia akan bangkit. Jika dia tetap di Manchester United, kita harus melihat dan menunggu. Dia tidak mungkin menjadi pemain yang buruk dalam semalam karena memiliki kualitas yang tinggi,” kata Cole.

Alexis Sanchez hanya tampil 27 kali dengan koleksi dua gol dan empat assist bersama Setan Merah sepanjang musim 2018-19.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

5 Mantan Pemain Liverpool dan Chelsea

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Laga sarat gengsi akan tersaji di Stadion Anfield, Minggu (14/4) malam, yakni bentrok Liverpool vs Chelsea. Pertandingan ini akan menentukan nasib kedua tim di akhir musim kompetisi Premier League musim ini.

Liverpool butuh kemenangan untuk menjaga persaingan menuju tangga juara. Saat ini, anak asuh Juergen Klopp masih unggul dua angka di puncak klasemen liga dari Manchester City. Skuat beralias The Citizens saat ini masih menyimpan satu laga sehingga perubahan posisi puncak terbuka lebar.

Di sisi lain, Chelsea butuh tambahan poin untuk mengamankan posisi empat besar di papan klasemen. Saat ini, mereka ada di peringkat ketiga dengan 66 poin. Masalahnya, Tottenham Hotspur (64) dan Arsenal (63) membuntuti di bawah dengan jarak maksimal dua angka.

Akan tetapi, kedua klub pernah saling “bertukar” pemain di masa lalu. Berikut 5 pemain yang pernah membela Liverpool dan Chelsea di masa lalu.

Glen Johnson

Glen Johnson memulai karier profesionalnya begitu lulus dari akademi West Ham United. Sempat dipinjamkan ke klub rival, Millwall, ia ditransfer secara permanen ke Chelsea pada Juli 2003. Bersama The Blues, ia tampil dalam 70 pertandingan dan mencetak empat gol.

Glen Johnson - Liverpool - Chelsea - Football5star
thisisanfield.com

Kedatangan Jose Mourinho serta gelontoran dana besar dari Roman Abramovic membuatnya tersingkir dari tim utama. Sempat dipinjamkan ke Portsmouth pada 2006 dan dilepas secara permanen semusim berselang.

Namanya terangkat ke jajaran pesepak bola top Inggris ketika Liverpool memboyongnya pada 2009. Tak tanggung-tanggung, tim beralias The Reds dengan berani menggelontorkan 18 juta poundsterling. Jumlah yang tergolong besar pada saat itu. Awal tahun ini, ia mengumumkan pensiuan dari dunia sepak bola setelah terkatung-katung tanpa klub selama enam bulan sebelumnya.

Nicolas Anelka

Tak banyak yang tahu pria Prancis ini pernah membela Liverpool. Pada bursa transfer musim dingin 2002, Anelka datang dari Paris Saint-Germain dengan status pinjaman. Selama enam bulan, Anelka muda mencetak lima gol dari 22 pertandingan.

Anelka - Liverpool - Chelsea - Football5star
rushthekop.com

Akan tetapi, tidak banyak yang bisa dikenang dari sepak terjang Anelka dalam periode singkat tersebut. Hingga akhirnya Manchester City lebih meminatinya dan membayar tebusan sebesar 13 juta pounds. Sempat berkelana ke Fenerbache dan Bolton, nasib membawanya ke ibu kota Inggris.

Bersama Chelsea, ia tercatat sebagai duet tersubur Liga Inggris bersama Didier Drogba pada musim 2009/10. Kerja sama apik di antara keduanya menghasilkan gelar liga di akhir musim. Selepas itu, penampilannya terus meredup hingga akhirnya dilepas gratis ke Shanghai Shenhua. Ia menjadi salah satu pionir eksodus pemain Eropa ke Cina

Yossi Benayoun

Persamaan antara Benayoun dan Nicolas Anelka adalah keduanya pernah membela Liverpool, Chelsea, dan Arsenal. Pemain yang disebut-sebut sebagai salah satu produk terbaik Israel itu datang ke Inggris dengan membela West Ham United pada 2005.

Benayoun - Chelsea - Liverpool - Football5star
standard.co.uk

Dua musim berselang, Liverpool merekrutnya dengan banderol 6,5 juta pounds. Penampilannya bersama The Reds pun tak terlalu mengecewakan. Dirinya sempat menjadi pemain andalan lini tengah era Rafael Benitez. Total ia mencetak 29 gol dari 134 laga bersama Liverpool.

Tiga musim berselang, ia pindah ke Chelsea dengan harga yang tak terlalu jauh berbeda. Satu trofi berhasil ia raih saat mengalahkan Benfica di laga final Liga Europa 2012/13. Baru-baru ini, ia mengumumkan rencana pensiun dari dunia sepak bola setelah kontraknya bersama Beitar Jerusalem habis di akhir musim.

Raul Meireles

Raul Meireles adalah satu dari sedikit pemain yang berani pindah klub karena faktor pelatih. Pada 2011, Chelsea baru saja menunjuk Andre Villas-Boas menjadi manajer menyusul torehan gemilang bersama FC Porto.

Meireles - Chelsea - Liverpool - Football5star

Meireles, yang tergiur bermain di bawah asuhan pelatih dengan negara sama, setuju pindah dari Liverpool dengan biaya 12,15 juta pounds. Akan tetapi, kariernya di London pun tak bertahan lama seiring kinerja buruk sang pelatih.

Sebelumnya, Meireles didatangkan dari FC Porto ke Liverpool pada Agustus 2010. Bersama The Reds, pemain kelahiran Porto tersebut mengemas lima gol dari 44 pertandingan. Tak jauh berbeda dengan saat di Chelsea yakni enam gol dari 48 laga.

Fernando Torres

Keputusan Torres menerima pinangan 50 juta pounds dari Chelsea pada 2011 sempat menghebohkan jagat sepak bola. El Nino yang tampil mentereng sejak didatangkan dari Atletico Madrid pada 2007, di luar dugaan meninggalkan Liverpool yang sedang dalam masa transisi.

Selama tampil menghibur publik Anfield, Torres mengemas 81 gol dari 142 pertandingan. Selama tiga musim di Liverpool, tak ada satu gelar pun yang ia raih bersama The Anfield Gank. Namun, dari segi individu, Torres sudah mencuri hati para fans sehingga tak heran, keputusannya pergi dikecam banyak orang.

Liverpool - Torres - Chelsea - Football5star
theanfieldwrap

Pemain kelahiran Madrid itu mengalami penurunan performa yang sangat drastis begitu pindah ke Chelsea. Meski demikian, Torres berhasil meraih prestasi yang tak pernah ia rasakan bersama Liverpool yakni satu trofi Liga Champions, satu Liga Europa, serta satu kali juara Piala FA.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

5 Momen Kontroversial Laga Liverpool vs Chelsea

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Rivalitas Liverpool vs Chelsea semakin memanas sejak era Jose Mourinho dan Rafael Benitez menjadi pelatih di kedua tim pada 2004 hingga 2007. Pada saat itu, kedua tim kerap bertemu di Liga Inggris, Liga Champions, Piala FA, dan Piala Liga Inggris.

Meningkatnya rivalitas kedua tim mulai terjadi karena beberapa alasan krusial. Di antaranya momen semifinal Liga Champions 2004-05. Saat Liverpool menghentikan Chelsea di semifinal. Juga ketika kemenangan Chelsea di Stadion Anfield membuat Liverpool gagal memenangi gelar Liga Inggris musim 2013-14.

Sejak saat itu, momen bentrok kedua tim selalu panas dan sarat rivalitas. Termasuk ketika Liverpool dan Chelsea akan kembali bertemu di Stadion Anfield, Minggu (14/4/2019) malam WIB.

Berikut lima momen kontroversial yang terjadi di laga Liverpool vs Chelsea:

1. Sssttt… ala Jose Mourinho

Sebuah gol bunuh diri dari Steven Gerrard pada final Piala Liga Inggris 2005 memberi keuntungan bagi Chelsea setelah keunggulan Liverpool melalui John Arne Riise.

Chelsea akhirnya memenangi pertandingan, tapi Mourinho tak menyaksikannya karena melakukan selebrasi “sssttt” setelah gol bunuh diri Gerrard. Gestur menempelkan jari telunjuk di bibir ke hadapan fan The Reds membuat wasit mengusirnya dari pinggir lapangan.

2. Gol hantu Luis Garcia

Jose Mourinho tak pernah bisa menerima gol Luis Garcia di semifinal Liga Champions 2005. Ia menyebutnya sebagai gol hantu karena dianggap tak melewati garis gawang.

“Saya kalah di semifinal karena gol yang tidak pernah terjadi. Jika menggunakan teknologi garis gawang tentu akan berbeda,” kata Jose Mourinho saat itu.

Liverpool akhirnya meraih juara Liga Champions setelah mengalahkan AC Milan melalui drama comeback luar biasa yang dikenal dengan keajaiban Istanbul.

3. Saga transfer Fernando Torres

Saat masih berseragam Liverpool, Fernando Torres merupakan salah satu penyerang paling menakutkan di dunia. Ia pun begitu dicintai fan The Reds.

Namun, pada Januari 2011, Torres membuat keputusan yang menyakiti perasaan jutaan fan Liverpool di dunia. Ia memilih menerima pinangan Chelsea dan menjadikannya pemain termahal dunia saat itu dengan nilai transfer sebesar 50 juta pounds.

Bahkan, sempat terjadi pembakaran seragam dengan nomor punggung 9 milik Torres. Hal itu terjadi sebagai bentuk kekecewaan terhadapnya.

Bersama The Blues, kariernya justru mengalami kemerosotan drastis. Selama lima musim di Stamford Bridge, ia hanya mampu mengemas 20 gol di Liga Inggris.

Padahal, dalam empat musim berkarier di Anfield, Torres mampu menciptakan 65 gol dari 102 penampilan di Liga Inggris.

4. Gigitan Luis Suarez

Pada April 2013, Chelsea menyambangi markas Liverpool di Anfield guna melakoni laga Liga Inggris. Kalah itu, pertandingan berakhir dengan skor imbang 2-2. Dua gol The Reds dicetak Daniel Sturridge dan Luis Suarez, sedangkan gol The Blues dari Oscar dan Eden Hazard.

Dalam laga tersebut terjadi insiden gigitan Suarez terhadap Branislav Ivanovic. Tindakan itu merupakan kali kedua yang dilakukannya dalam karier.

Suarez tidak mendapat kartu merah karena wasit tak melihat insiden itu. Namun, setelah dilakukan investigasi, otoritas tertinggi sepak bola Inggris, FA, memberikan hukuman berat kepada Suarez. Ia diganjar sanksi larangan bermain sebanyak 10 pertandingan.

5. Injakan Diego Costa ke kaki Emre Can

Diego Costa menjadi figur kontroversial sejak bergabung di Chelsea pada 2014. Ia merupakan penyerang subur di Inggris, tetapi kerap berulah di lapangan yang memunculkan banyak kritikan.

Pada Januari 2015, Liverpool dan Chelsea bentrok di semifinal Piala Liga Inggris. Leg pertama di Anfield berakhir dengan skor imbang 1-1. Chelsea akhirnya lolos ke final setelah menang 1-0 di Stamford Bridge lewat gol tunggal Branislav Ivanovic.

Dalam dua partai tersebut, Costa terlibat dalam beberapa insiden panas dengan sejumlah pemain Liverpool. Salah satu yang paling menyedot perhatian adalah saat ia sengaja menginjak pergelangan kaki Emre Can.

Ia tidak mendapat kartu merah karena ulahnya itu. Namun, setelah FA melakukan penyelidikan, Costa diganjar hukuman larangan bermain sebanyak tiga pertandingan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Sejarah Mengatakan Higuain akan Gagal di Chelsea

Football5star.com, Indonesia – Kedatangan Gonzalo Higuain di Chelsea menumbuhkan harapan baru di kalangan suporter bahwa timnya akan kembali superior seperti awal musim. Tapi suporter Chelsea sepertinya harus tetap bersabar sembari melihat sejarah para pemain yang menggunakan nomor punggung sembilan di tim kesayangannya.

Sejarah memang tidak berpihak pada pemain bernomor sembilan di Chelsea. Setidaknya dalam dua dekade terakhir, performa hampir semua penggawa yang menggunakan nomor keramat itu bisa dikatakan sangat mengecewakan.

5-Pembelian-Terburuk-di-Bursa-Transfer-Musim-Dingin-Fernando-Torres-Getty-Images
Getty Images

Tentu masih hangat dalam ingatan penggemar Chelsea bagaimana dua striker asal Spanyol, Fernando Torres dan Alvaro Morata hanya dijadikan kambing hitam atas produktivitas minim klub dalam urusan mencetak gol.

Torres memang sukses merengkuh trofi Liga Champions bersama The Blues, tapi perolehan golnya menurun drastis ketika dirinya masih berseragam Liverpool maupun Atletico Madrid. Melakoni 172 penampilan, pemilik nomor sembilan ini hanya mampu mengoleksi 45 gol. Torehan ini hanya setengah dari yang dicetak ketika memperkuat Liverpool dengan jumlah laga lebih sedikit.

Joaquin Caparros - Alvaro Morata - Sevilla - Goal
goal.com

Hal serupa kemudian diulangi Morata. Maksud hati ingin memperbaiki nasib setelah terbuang di Real Madrid ia justru menjadi pesakitan di London Barat. Mengoleksi 72 penampilan sejauh ini, sang striker hanya mampu mengoleksi 24 gol. Catatan ini pula yang akhirnya membuat manajemen mendatangkan Higuain musim dingin ini.

falcao-chelsea
eurosport.co.uk

Jauh sebelum dua striker produk akademi Atletico Madrid itu, pemegang nomor sembilan di Stamford Bridge juga dihuni pemain-pemain yang gagal mengeluarkan kemampuan terbaiknya, seperti Mateja Kezman, Hernan Crespo, Khalid Boulahrouz, Radamel Falcao, Franco Di Santo, hingga Steve Sidwell.

Didatangkan dengan banderol mahal, karier mereka pun berakhir antiklimaks di Chelsea. Walau sama-sama berhasil mempersembahkan trofi mereka tidak pernah benar-benar diandalkan.

5 Pembelian Terburuk di Bursa Transfer Musim Dingin

<

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Bursa transfer musim dingin telah resmi dibuka pada tanggal 1 Januari 2019 lalu. Hal ini membuat seluruh klub-klub di liga top Eropa memiliki kesempatan untuk mendatangkan pemain anyar untuk menambah kekuatan timnya masing-masing.

Meskipun memiliki beberapa cerita sukses, ada juga beberapa pemain yang gagal memberikan dampak positif ke klub barunya. Berikut Football5star.com, telah merangkum lima pembelian terburuk di bursa transfer musim dingin:

Julien Faubert (West Ham United ke Real Madrid)

5 Pembelian Terburuk di Bursa Transfer Musim Dingin - Julien Faubert - Diario AS
Diario AS

Di bulan Januari 2009, Real Madrid secara mengejutkan mendatangkan winger asal Prancis, Julien Faubert dari West Ham United. Faubert didatangkan dengan status pinjaman hingga akhir musim 2008-09 dan memiliki opsi pembelian.

Ia menjalani debutnya bersama Los Blancos pada tanggal 7 Februari 2009 di partai melawan Racing Santander. Setelah itu, ia hanya mampu mengoleksi satu penampilan lagi bersama Real Madrid.

Selama berkarier di Santiago Bernabeu, ia sempat mendapatkan kritik keras karena tak mengikuti sesi latihan. Selain itu, ia juga sempat terlihat mengantuk di bangku cadangan Real Madrid. Pihak Los Blancos pun memutuskan untuk tak mempermanenkan statusnya dan mengembalikannya ke West Ham di musim panas 2009.

Fernando Torres (Liverpool ke Chelsea)

5-Pembelian-Terburuk-di-Bursa-Transfer-Musim-Dingin-Fernando-Torres-Getty-Images
Getty Images

Fernando Torres memutuskan untuk menerima tawaran Chelsea di bulan Januari 2011. Demi mendatangkannya dari Liverpool, Chelsea harus menggelontorkan dana senesar 50 juta Poundsterling.

Meskipun didatangkan dengan mahar yang cukup mahal, Torres tak mampu menunjukkan penampilan terbaiknya bersama Chelsea. Di musim 2010-11, ia hanya mampu mencetak satu gol dari 18 penampilan.

Di musim-musim selanjutnya, penampilannya untuk The Blues tak kunjung membaik. Total, ia hanya mampu menyumbangkan 45 gol dari 172 penampilan di semua kompetisi. Chelsea pun melepasnya ke AC Milan dengan status permanen pada bulan Januari 2015.

Klaas-Jan Huntelaar (Ajax ke Real Madrid)

5 Pembelian Terburuk di Bursa Transfer Musim Dingin - Klaas-Jan Huntelaar - Dream Team FC
Dream Team FC

Di bulan Januari 2009, Real Madrid memutuskan untuk memboyong bomber andalan Ajax Amsterdam, Klaas-Jan Huntelaar. Ia ditebus dengan harga 20 juta Euro.

Kedatangannya ke Santiago Bernabeu diharapkan bisa menjadi solusi dari kebuntuan di lini depan Los Blancos yang tak mampu tampil meyakinkan kala itu. Namun, ia kesulitan untuk menunjukkan performa yang konsisten di mulut gawang lawan.

Ia hanya mampu mencetak delapan gol dari 20 penampilannya bersama Los Blancos. Di musim panas 2009, manajemen Real Madrid pun memutuskan untuk melegonya ke AC Milan dengan mahar sebesar 17 juta Euro.

Andy Carrol (Newcastle United ke Liverpool)

5 Pembelian Terburuk di Bursa Transfer Musim Dingin - Andy Carrol - The Independent
The Independent

Andy Carrol didatangkan Liverpool untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Fernando Torres. Demi mendatangkannya, Liverpool harus merogoh kocek sebesar 35 juta Poundsterling. Angka itu sempat membuatnya menjadi pemain Inggris termahal sepanjang masa.

Di paruh pertama musim 2010-11, Carroll mampu menunjukkan penampilan yang maksimal bersama Newcastle United. Ia berhasil mengemas 11 gol dari 19 penampilannya di Premier League. Namun, ia hanya berhasil mengemas dua gol dari sembilan penampilan ketika berseragam Liverpool di paruh kedua musim 2010-11.

Selain kerap kali menderita cedera, Carroll juga tak mampu menggeser posisi Luis Suarez dari tim utama Liverpool. Selama dua setengah musim bermain di Anfield, striker jangkung itu hanya mampu melesakkan 11 gol dari 58 penampilannya di semua kompetisi.

Xherdan Shaqiri (Bayern Munich ke Inter Milan)

5-Pembelian-Terburuk-di-Bursa-Transfer-Musim-Dingin-Xherdan-Shaqiri-Getty-Images.
Getty Images

Xherdan Shaqiri datang ke Bayern Munich pada tahun 2012 dengan predikat sebagai pemain muda penuh potensi. Namun, ia tak mampu menggeser posisi Arjen Robben dan Franck Ribery yang di sektor sayap. Ia pun memutuskan untuk hijrah ke Inter Milan pada bursa transfer musim dingin musim 2014-15.

Di Inter, ia memiliki tugas untuk membangkitkan prestasi Nerazzurri yang jeblok ketika itu. Namun, ia tak mampu untuk menunjukkan penampilan yang konsisten di Giuseppe Meazza.

Ia hanya berhasil mencetak satu gol dari 15 penampilannya di Serie A. Tak puas dengan performa Shaqiri, Inter memutuskan untuk melegonya ke Stoke City di musim panas tahun 2015 dengan harga 12 juta Poundsterling.

Torres: Juventus Harusnya Takut Pada Atletico

Banner Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Bomber Spanyol, Fernando Torres, percaya mantan klubnya, Atletico Madrid, tidak takut dengan Juventus. Menurut Torres, justru Bianconeri yang harusnya siaga satu menghadapi pasukan Diego Simeone.

“Apa yang aku takutkan tentang Juventus? Jika Atletico bermain seperti biasa dan menjaga mentalitas mereka, maka Juventus-lah yang seharusnya khawatir,” kata dia di Soccerway.

Cristiano Ronaldo? Atletico seharusnya tidak takut pada apa pun dan siapa pun,” Torres menambahkan.

Fernando Torres - Atletico Madrid - Football5star - twittercomatletienglish
Getty Images

Atletico hanya menjadi menjadi runner up di fase grup Liga Champions musim ini. Tim asal Spanyol itu kalah bersaing dengan Borussia Dortmund. Pencapaian runner up ini adalah yang pertama bagi Atletico di bawah asuhan Simeone.

Menjadi runner up di fase grup membuat Atletico harus menghadapi tim yang menjadi juara grup, yang kebetulan kali ini yang harus mereka hadapi adalah Juventus. Meski demikian, Torres yakin Diego Costa dan kawan-kawan takkan gentar menghadapi Juventus.

Torres sendiri sempat membela Atletico selama dua periode. Ia mencetak lebih dari 100 gol, dan menyumbangkan dua gelar untuk klub itu.

Sekarang, dia bermain untuk Sagan Tosu, klub J-League Jepang. Pemain 34 tahun itu sudah mencetak empat gol dalam 34 penampilan.

 

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]