Eks Timnas Italia: Ciro Immobile akan Jebol Gawang Inggris

gamespool
Eks Timnas Italia: Ciro Immobile akan Jebol Gawang Inggris 4

Football5star.com, Indonesia – Performa inkonsisten Ciro Immobile sepanjang Euro 2020 sama sekali tak membuat mantan penyerang timnas Italia, FIlippo Inzaghi, khawatir. Ia bahkan meyakini Immobile akan bisa menjebol gawang Inggris di final Euro 2020 dinihari nanti.

Immobile memiliki koleksi tiga gol di ajang Euro 2020. Akan tetapi, tiga gol tersebut dicetak Immobile dalam dua partai pertama Gli Azzurri di babak grup. Pemain 31 tahun itu kesulitan menjebol gawang lawan dalam empat pertandingan setelahnya.

“Saya yakin Ciro Immobile akan mencetak gol di laga final. Dia adalah penyerang hebat dan menunjukkan kinerja impresif di babak grup. Immobile selalu bekerja ekstra keras dan membuat Italia tak bergantung kepadanya. Mencetak gol di final merupakan akhir yang saya idam-idamkan,” ujar Filippo Inzaghi kepada La Gazzetta dello Sport.

Ciro Immobile - euro 2020 - TVP Sport
TVP Sport

“Immobile bisa mencetak lebih dari 30 gol di setiap musimnya. Jadi, saya tak harus memberikan saran kepadanya. Tapi, saya berharap ia bisa bermain dengan tenang dan tetap fokus selama 90 menit,” sambung Inzaghi.

Lebih lanjut, Inzaghi meminta para penggawa Italia untuk mematikan pergerakan Raheem Sterling. Jika bisa mematikan Sterling, Inzaghi yakin Gli Azzurri bakal mengalahkan Inggris berkat gol semata wayang Immobile.

“Italia harus sangat mewaspadai kekuatan fisik para pemain Inggris. Apalagi, Inggris akan bermain sebagai tuan rumah. Satu pemain yang wajib diwaspadai Italia adalah Raheem Sterling. Ketika sedang berada dalam performa terbaik, tak ada pemain yang bisa mengejar Sterling.”

“Saya yakin Italia akan bisa mengalahkan Inggris dengan skor 1-0. Immobile akan mencetak satu-satunya gol di laga nanti,” tandas Inzaghi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Filippo Inzaghi Kagum dengan Aura Positif Italia di EURO 2020

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Filippo Inzaghi, mantan pemain Timnas Italia yang juga pelatih Brescia melihat skuat Gli Azzuri di EURO 2020 menunjukkan aura positif. Menurut Filippo Inzaghi, ada atmosfer yang hebat terlihat dari skuat Italia.

“Ada atmosfer yang hebat. Sangat menyenangkan melihat para pemain mengenakan kemeja biru, semuanya berjuang untuk tujuan yang sama,” ucap Filippo Inzaghi seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sport, Senin (21/6/2021).

timnas italia-azzurri
Twitter @azzurri

“Pertandingan sulit akan datang kepada mereka, tapi saya suka semangat yang ditunjukan para pemain. Italia memiliki jiwa dalam permainan, hari ini tetap sama meski mengubah delapan pemain,” ucap Inzaghi usai pertandingan melawan Wales.

Filippo Inzaghi pun memprediksi bahwa Italia sangat besar kemungkinan bisa meraih gelar EURO 2020. Namun Inzaghi meminta anak asuh Roberto Mancini tidak melakukan kesalahan sekecil apapun di pertandingan yang akan dihadapi.

“Akankah kita memenangkan Kejuaraan Eropa? Saya tidak mengatakan ini karena ada keberuntungan, semua orang menunggu untuk kita melakukan kesalahan. Tidak ada kewajiban untuk menang, tetapi skuat Italia saat ini mengembalikan gairah sepak bola dan mereka berhasil,”

Di pertandingan terakhir grup A EURO 2020, Italia meraih kemenagan 1-0 atas Wales lewat gol tunggal Matteo Pessina. Hasil ini membuat Gli Azzuri menyapu bersih kemenangan dan lolos ke babak 16 besar sebagai juara grup A.

Pada babak 16 besar EURO 2020, Italia akan berhadapan dengan runner up grup C, antara Ukraina atau Austria.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Simone Inzaghi Jadi Pelatih Inter, Ini Kata Filippo

gamespool
Simone Inzaghi Jadi Pelatih Inter, Ini Kata Filippo 11

Football5Star.com, Indonesia – Mantan pelatih dan legenda AC Milan, Filippo Inzaghi, mengomentari keputusan adiknya, Simone Inzaghi yang akan menjadi pelatih Inter musim depan. Filippo menyebut bahwa Simone sudah membuat keputusan yang tepat.

Simone Inzaghi resmi menjadi pelatih Inter untuk menggantikan Antonio Conte yang keluar dengan keputusan bersama. Padahal awalnya seperti yang diceritakan, presiden Lazio, Claudio Lotito, Inzaghi sudah sepakat secara verbal untuk memperpanjang kontraknya di Lazio.

Namun, Simone merubah keputusannya saat Lotito bahkan sudah menyiapkan lembaran kontrak baru. Menurut Filippo, itu adalah keputusan yang tepat dan nampaknya dia tidak masalah melihat adiknya melatih klub rival AC Milan.

Filippo Inzaghi, SImone Inzaghi, Italia
telesport.al

“Setelah lima tahun (di Lazio), ada saatnya sepuluh pemain harus diganti atau panduan teknis diubah. Saya pikir Simone membuat pilihan yang tepat, dia melakukan sesuatu yang luar biasa di (kota) Roma,” ucap Filippo Inzaghi seperti dikutip Football5Star.com dari Il Messaggero.

Filippo Inzaghi sendiri saat ini baru saja menjadi pelatih baru Brescia setelah dia keluar dari Benevento. Keduanya tidak akan bertemu di liga karena Brescia bermain di Serie B, tapi masih bisa bertemu di Coppa Italia.

“Dia juga senang untuk saya, kami akan kembali ke Utara (Italia) untuk melakukan pertarungan. Ayah kami? Dia sangat senang. Seluruh keluarga semakin dekat,” kata Filippo.

Serie A musim 2021-22 akan dimulai pada 22 Agustus 2021 sedangkan Serie B musim 2021-22 akan dimulai dua hari sebelumnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Terdegradasi, Presiden Benevento Beri Hukuman Kejam kepada Pemain dan Stafnya

gamespool
Terdegradasi, Presiden Benevento Beri Hukuman Kejam kepada Pemain dan Stafnya 15

Football5Star.com, Indonesia – Presiden Benevento, Oreste Vigorito, memberi hukuman ke para pemain dan staf pelatihnya setelah dipastikan terdegradasi ke Serie B. Hukumannya adalah Vigorito tak mau membayar tiket pesawat untuk mereka di laga terakhir.

Benevento sempat berada di papan tengah pada pertengahan musim. Namun performa buruk tim dimana mereka hanya menang satu kali sejak pertengahan Januari membuat mereka kini berada di posisi ke-18.

Benevento - Atalanta - Gian Piero Gasperini - @bncalcio 2
twitter.com/bncalcio

Pada pekan lalu, Benevento berada tiga poin di bawah Torino dan mereka akan berhadapan pada pekan terakhir. Tapi, Torino memiliki laga sisa melawan Lazio yang dimainkan tengah pekan ini, dan mereka berhasil menahan imbang 0-0. Hasil itu membuat Gli Stregoni terdegradasi dan Torino aman tanpa harus bermain di laga terakhir.

Menurut laporan Football5Star.com dari Calciomercato, sang presiden, Oreste Vigorito, sangat kesal akan hal itu. Dia dilaporkan tak akan membayar tiket pesawat ke Turin untuk laga terakhir melawan Torino dan memaksa para pemain dan staf pergi ke sana lewat jalur darat menggunakan bus.

Sebagaimana diketahui, kota Benevento berada di selatan Italia, dekat dengan kota Naples. Sedangkan kota Turin berada di utara Italia, kurang lebih 876 km dari Benevento dan perjalanan darat akan memakan waktu 12 jam.

Laporan yang sama menyebut bahwa Presiden Vigorito memberi hukuman itu atas saran dari ultras Curva Sud Benevento yang protes setelah ada rumor pelatih Pippo Inzaghi akan memainkan tim Primavera di laga terakhir.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Lazio Ditahan Torino, Simone Minta Maaf kepada Filippo Inzaghi

gamespool
Lazio Ditahan Torino, Simone Minta Maaf kepada Filippo Inzaghi 19

Football5star.com, Indonesia – Lazio hanya mampu bermain imbang tanpa gol kala menjamu Torino, Rabu (19/5/2021) dinihari WIB. Hasil ini memastikan Il Toro bertahan di Serie A musim depan.

Akan tetapi, hasil imbang 0-0 berakibat buruk untuk Benevento. Klub yang dilatih Filippo Inzaghi harus turun kasta lagi karena dipastikan menghuni peringkat ke-18 Serie A.

Kembalinya Benevento ke Serie B pun membuat pelatih Lazio, Simone Inzaghi, kecewa. Ia meminta maaf pada kakaknya, Filippo Inzaghi, karena gagal mengalahkan Torino.

simone inzaghi - filippo inzaghi - lazio - torino - benevento
@OfficialSSLazio

“Saya sangat kecewa untuk kakak saya. Tapi kami telah memberikan segalanya dan saya pikir itu adalah refleksi yang baik tentang sepak bola Italia,” kata Simone Inzaghi k seperti dilansir Football Italia, Rabu (19/5/2021).

“Sangatlah positif bahwa tim yang secara matematis di Eropa masih memberikan segalanya melawan Torino. Sangat menyenangkan melihat dua tim bertarung hingga menit ke-95,” lanjut legenda I Biancoceleste.

Hasil Lazio vs Torino memang menentukan nasib dua klub. Jika Il Toro kalah mereka bisa saja terdegradasi andai Benevento meraih kemenangan di pekan terakhir.

Akan tetapi, klub Turin yang hanya membutuhkan satu poin untuk bertahan berhasil mendapatkannya. Posisi mereka dipastikan aman di Serie A.

Sementara Benevento asuhan Filippo Inzaghi tak bisa berbuat apa-apa. Upaya Simone untuk membantu sang kakak agar tetap di Serie A musim depan tidak membuahkan hasil.

Klub yang bermarkas di Viro Cigorito hanya semusim merasakan Serie A. Mereka kembali ke Serie B, mengikuti jejak Crotone dan Parma.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Tak Percaya Benevento Menang, Inzaghi Sudah Siapkan Alasan Kalah

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Benevento tampil digdaya di Turin, Minggu (21/3/2021). Menghadapi Juventus, pasukan Filippo Inzaghi menang tipis 1-0.

Hasil ini tidak dibayangkan Filippo Inzaghi sebelumnya. Apalagi sejak Januari lalu mereka belum meraih kemenangan lagi.

Melihat faktor itu, sang pelatih bahkan sudah menyiapkan alasan kalah pada konferensi pers. “Kami menerima banyak kritik akhir-akhir ini, tapi kami membuat rekor di Serie B dan saya ingn orang-orang melihat betapa rumitnya liga ini,” katanya kepada Sky Sport Italia, Minggu (22/3/2021).

filippo inzaghi Fantacalcio
@Fantacalcio

“Ini pemain-pemain yang luar biasa. Sebelum pertandingan saya memberi tahu mereka bahwa saya akan berterima kasih kepada mereka seumur hidup. Saya sudah menyiapkan alasan untuk kalah hari ini. saya percaya takhayul dan saya harus rasional,” imbuhnya.

Kemenangan ini kian menegaskan Benevento bahwa mereka tak pernah kalah dari Juvetntus sepanjang musim ini. Pada pertemuan pertama di Vigo Cigorito kedua tim berbagi angka 1-1.

Capaian ini membuat Inzaghi senang. Ia berujar bahwa hal tersebut tidak akan sering terjadi. “Tidak akan terjadi berkali-kali untuk mendapatkan empat poin melawan Juventus,” ia melanjutkan.

“Saya tidak melihat dua atau tiga pertandingan terakhir. Kami bukan diri kami sendiri. kami kalah dari Inter Milan tapi itu bisa terjadi. Lingkungan telah kehilangan kesadaran akan kenyataan pada akhir-akhir ini. Kami senang berada di tempat kami sekarang,” tutup Filippo Inzaghi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Filippo Inzaghi: Benevento Bisa Tahan Laju Kencang Juventus

gamespool
Filippo Inzaghi: Benevento Bisa Tahan Laju Kencang Juventus 26

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Benevento, Filippo Inzaghi, merasa optimistis menatap partai lanjutan Liga Italia melawan juara bertahan, Juventus, malam nanti. Di mata Inzaghi, anak asuhnya bisa membuat Bianconerri kembali kerepotan.

Benevento berhasil membuat Juventus frustrasi pada pertemuan pertama musim 2020-21 pada November 2020 lalu. Ketika itu, Bianconerri yang bermain dengan 10 pemain harus puas dengan satu poin dari markas Benevento.

“Saya ingin melihat karakter tegas dalam penampilan kami di pertandingan nanti. Kami berhasil menahan imbang Juventus pada pertemuan pertama,” ujar Filippo Inzaghi dikutip football5star dari laman Football Italia.

Filippo Inzaghi - Benevento - Juventus - Liga Italia - Reuters 2
Reuters

“Tentu saja kami ingin kembali membuat Juventus frustrasi. Tak ada alasan kuat yang bisa membuat kami berhenti bermimpi,” kata Inzaghi menambahkan.

Meski sedang melaju kencang di kompetisi domestik, Juventus dan Andrea Pirlo tetap mendapat kritik pedas dari publik Italia. Inzaghi merasa tak heran dengan tajamnya kritik yang diterima Pirlo dalam beberapa bulan terakhir.

.”Pelatih yang berhasil membawa timnya meraih gelar Liga Champions juga biasanya kena kritik tajam. Jadi, kenapa saya harus mengharapkan perlakuan yang berbeda untuk saya sendiri dan Andrea Pirlo? Di Italia, kami memang sudah terbiasa melempar kritik tajam,” tutur Inzaghi.

Benevento tak memiliki modal gemilang jelang laga di Stadion Allianz. Mereka kini duduk di peringkat ke-16 klasemen Liga Italia karena cuma mampu meraup dua poin dari lima pertandingan terakhirnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Benevento Bisa Imbangi Milan jika Bukan Donnarumma Kipernya

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Benevento tak berkutik kala menjamu AC Milan di Ciro Vigorito, Senin (4/1/2021) dinihari WIB. Unggul jumlah pemain, mereka tetap kalah 0-2.

Benevento bukan tidak memberi perlawanan. Mereka justru tampil cukup spartan. Terlebih saat unggul jumlah pemain usai Sandro Tonali dikartu merah wasit.

Banyak peluang yang diciptakan. Salah satunya penalti Gianluca Caprari. Namun, rentetan peluang berhasil digagalkan oleh Gianluigi Donnarumma. Kehebatan Donnarumma ini pula yang disebut Filippo Inzaghi sebagai penyebab timnya gagal mencetak gol.

Pippo Inzaghi Imbangi Juventus Seperti Meraih Kemenangan
tuttosport

“Jika kami bisa meninggalkan kekalahan melawan para pemimpin dan melakukannya dengan penyesalan, itu menunjukkan seberapa jauh kami sudah melangkah,” kata Filippo Inzaghi seperti dikutip Football5star dari Sky Sport Italia, Senin (4/1/2021).

“Kami melawan Gianluigi Donnarumma, kiper terbaik Eropa menurut saya. Tim sudah memberikan semuanya yang dimiliki, tapi Milan punya kiper yang  luar biasa. Hasil ini mengecewakan karena kami sudah tampil bagus dan saya mengharapkan hasil berbeda,” sambungnya.

Dua gol I Rossoneri tercipta pada masing-masing babak. Gol pertama lahir lewat penalti Franck Kessie. Setelah itu Rafael Leao memastikan kemenangan setelah memanfaatkan kesalahan kiper Benevento.

Bagi Inzaghi, kesalahan kiper memang tidak bisa dihindari. Apalagi ini jadi musim perdana mereka di Serie A. “Kami baru di Serie A jadi kebobolan secara naif seperti itu akan membantu kami menjadi lebih dewasa,” tutup legenda Il Diavolo Rosso.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Jelang Benevento vs AC Milan, Filippo Inzaghi Teringat Lazio

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Laga Benevento vs AC Milan akan mewarnai laga pertama Serie A di 2021, Minggu (3/1/2021). Pada pertandingan ini Filippo Inzaghi kembali di hadapkan dilema.

Seperti diketahui, AC Milan klub yang berjasa dalam karier Filippo Inzaghi. Bersama I Rossoneri lah dia memenangkan banyak gelar.

Tak heran, laga Benevento vs AC Milan akan terasa emosional untuknya. Dia juga menyamakan pertandingan nanti seperti melawan Lazio yang dilatih Simone Inzaghi, adiknya.

Liga Champoions - Filippo Inzaghi Jadi Pahlawan AC Milan di Athena - uefa. com
uefa.com

“Ini terasa seperti pertandingan melawan Lazio ketika saya melawan adik saya, Simone. Itu adalah pengalaman yang sulit di tingkat manusia, tapi juga sangat emosional, sulit untuk menjelaskannya,” kata Inzaghi seperti dilansir Football Italia, Minggu (3/1/2021).

“Semua orang tahu betapa saya mencintai Milan dan saya pikir sentimen itu sama dengan fan I Rossoneri. Tapi seperti yang selalu saya katakan dalam situasi ini kami menjadi rival selama 90 menit dan setelah itu saya bisa menjadi fan Milan nomor satu lagi,” ia menambahkan.

Walau terjebak nostalgia masa lalu, sang legenda tetap mengincar poin. Ia yakin bisa melakukannya. Apalagi Benevento sempat menahan tim hebat lain seperti Lazio maupun Juventus.

“Saya mengatakan pada para pemain untuk menikmati peluang ini karena setahun lalu kami berada di Serie B dan sekarang kami menghadapi para penguasa Serie A. Ingin sekali rasanya mengkudeta lagi setelah berhasil meraih poin dari Lazio dan Juventus,” tutup Filippo Inzaghi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Ketika Filippo dan Simone Inzaghi Merasa Canggung Rayakan Gol

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Filippo Inzaghi dan Simone Inzaghi kembali harus bertarung. Kali ini mereka menjadi lawa kala membesut Benevento dan Lazio.

Pada laga dinihari tadi, kedua tim berbagi angka 1-1. Lazio unggul lebih dulu lewat gol Ciro Immobile pada babak kedua. Setelah itu Pasquale Schiattarella menyamakan kedudukan.

Selama ini Filippo Inzaghi dikenal sebagai sosok yang reaktif di pinggir lapangan. Ia kerap menggebu-gebu kala Benevento mencetak gol. Tapi dinihari tadi situasi berbeda. Menurutnya sulit merayakan gol karena lawan yang dihadapi adalah Simone Inzaghi, adiknya sendiri.

benevento vs lazio OfficialSSLazio
@OfficialSSLazio

“Sungguh aneh tadi malam saat kami berbicara di telepon sekitar tengah malam seperti yang biasa kami lakukan. Kami cenderung mengobrol tentang perkembangan pemain, apa yang kami rencanakan secara taktis, tapi jelas kami harus menghindari semua itu. Itu percakapan yang sulit,” kata Pippo  kepada DAZN, Rabu (16/12/2020).

“Sangat sulit merayakan gol yang dicetak melawan adik saya dan dia juga melakukan hal yang sama. Kami cukup diam di pinggir lapangan dibandingkan biasanya. Tidak ada yang bisa Anda katakan, hal-hal yang diraih Simone bersama Lazio luar biasa dan dia pantas mendapatkan banyak pujian,” ia menambahkan.

Tambahan satu poin membuat kedua tim naik satu peringkat di klasemen. Benevento berada di urutan ke-13 dengan 12 poin. Sementara Lazio naik ke urutan delapan dengan 18 angka.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Pippo Inzaghi: Imbangi Juventus Seperti Meraih Kemenangan

gamespool
Pippo Inzaghi: Imbangi Juventus Seperti Meraih Kemenangan 39

Football5star.com, Indonesia – Benevento berhasil memetik satu poin di laga melawan Juventus, Stadium Ciro Vigorito, Minggu (29/11/2020). Hasil imbang 1-1 melawan Juventus, bagi pelatih Pippo Inzaghi seperti meraih kemenangan.

“Para pemain ini pantas untuk menikmati malam ini, mereka telah melalukannya dengan sangat baik selama 18 bulan terakhir. Ketika Anda mendapatkan hasil melawan Juventus, salah satu tim terbaik di Eropa, Anda membutuhkan segalanya untuk berjalan sesuai keinginan Anda,” ucap Inzaghi seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sport.

Hasil Benevento vs Juventus: Pippo Inzaghi "Kalahkan" Pirlo

“Kami kekurangan banyak pemain, seperti Alessandro Tuia yang absen karena tulang pipi yang retak. Saya tidak memiliki pemain lagi, tetapi para pemain memberikan segalanya dan mencapai sesuatu yang luar biasa,” tambah eks pemain Juventus tersebut.

“Anda akan berpikir untuk menghindar kekalahan dari Juventus secara praktis tidak mungkin. Tetapi melihat mereka berlatih selama beberapa hari terakhir, saya punya firasat kami bisa melakukannya. Mereka menikmatinya karena ini pertama kali Benevento meraih hasil melawan Juventus,”

Sebelum laga melawan Juventus, anak asuh Pippo Inzaghi itu mengalami kekalahan dari tim besar lain seperti Inter, Napoli, dan Roma. Meski begitu, Inzaghi mengaku akan selalu memberikan yang terbaik untuk Benevento.

“Saya kembali ke Lega Pro, saya mendapatkan pengalaman di Serie C, Serie B, saya ingin belajar dan memulai dari awal lagi. Kami dalam dalam play off promosi dengan Cittadella setahun lalu dan sangat sedih lalu kami memecahkan rekor di Serie B,”

“Malam ini melihat anak-anak saya sangat bangga, Presiden sangat senang dengan mereka, itu sangat memuaskan,” tutup Inzaghi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Hasil Benevento vs Juventus: Pippo Inzaghi “Kalahkan” Pirlo

gamespool
Hasil Benevento vs Juventus: Pippo Inzaghi "Kalahkan" Pirlo 43

Football5star.com, Indonesia – Hasil giornata ke-9 antara Benevento vs Juventus di Municipal Stadium Ciro Vigorito, Minggu (29/11/2020) berakhir dengan skor imbang 1-1. Hasil ini patut disyukuri Filippo Inzaghi sebagai pelatih Benevento.

Pada babak pertama, permainan kedua tim memang menghadirkan pertemuan dua mantan penggawa tim nasional Italia, Inzaghi dan Andrea Pirlo. Juventus langsung menggebrak sejak menit awal babak pertama.

Hasil Benevento vs Juventus: Pippo Inzaghi "Kalahkan" Pirlo

Namun butuh waktu cukup lama untuk Juve bisa mencetak gol. Menit ke-21, umpan dari Federico Chiesa dari sisi sebelah kiri sukses dikonversi menjadi gol oleh Alvaro Morata. Tertinggal satu gol tak membuat anak asuh Inzaghi mengendurkan serangan.

Setelah beberapa kali peluang tercipta, di masa injury time babak pertama, Benevento berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Gaetano Letizia. Benevento sebenarnya hampir bisa berbalik unggul andai wasit memberikan hadiah penalti setelah Gianluca Lapadula dijatuhkan di kotak terlarang.

Skor imbang 1-1 bertahan hingga akhir babak pertama. Di babak kedua, Juve berusaha untuk kembali membobol gawang tim tuan rumah. Namun pertahanan Benevento yang dikawal Kamil Glik dkk membuat peluang Juventus selalu mentah. Skor 1-1 bertahan hingga akhir babak kedua. Di masa injury time, Alvaro Morata mendapat kartu merah.

Susunan Pemain Benevento vs Juventus:

Benevento (4-3-2-1): 1-Lorenzo Montipo; 3-Gaetano Letizia, 15-Kamil Glik, 5-Luca Caldirola, 93-Federico Barba; 56-Perparim Hetemaj, 28-Pasquale Schiattarella, 29-Artur Ionita; 16-Riccardo Improta, 17-Gianluca Caprari; 9-Gianluca Lapadula

Kartu kuning: Pasquale Schiattarella

Kartu merah:

Pelatih: Filippo Inzaghi

Juventus (4-4-2): 1-Wojciech Szczesny; 16-Juan Cuadrado, 13-Danilo, 4-Matthijs de Ligt, 38-Frabotta; 15-Adrien Rabiot, 5-Arthur, 22-Federico Chiesa, 8-Aaron Ramsey; 9-Alvaro Morata, 10-Paulo Dybala

Kartu kuning: Juan Cuadrado

Kartu merah: Alvaro Morata

Pelatih: Andrea Pirlo

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Benevento vs Juventus: Ajang Reuni Inzaghi dan Pirlo

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Benevento akan menjamu Juventus di stadion Cigo Vigorito, Minggu (29/11/2020) dinihari WIB. Ini artinya, Filippo Inzaghi dan Andrea Pirlo akan bertemu lagi.

Filippo Inzaghi dan Andrea Pirlo pernah lama bermain bersama di AC Milan dan timnas Italia. Tapi sekarang keduanya harus saling mengalahkan sebagai pelatih.

Pelatih Benevento jelas lebih berpengalaman dari pelatih Juventus itu. Pasalnya dia sudah beberapa tahun terakhir menekuni dunia manajerial. Sedangkan Pirlo, ini merupakan musim pertamanya menjadi juru taktik. Kendati begitu, Inzaghi tidak terkejut melihat perkembangan koleganya sebagai pelatih Juve.

Filippo Inzaghi memberikan tuntutan khusus kepada Gianluca Lapadula yang baru dipanggil ke timnas Peru.
calcionapoli1926.it

“Saya tidak terkejut dia mendapat pekerjaan ini. Kita berbicara tentang seorang juara yang sebagai pemain telah memenangkan segalanya. Selalu ada hubungan yang hebat di antara kami saat kami tiba di Milan bersama,” kata legenda AC Milan seperti dilansir Football Italia, Sabtu (28/11/2020).

“Saya ingat kami memiliki agen yang sama, Tullio Tinti, yang menawarinya ke Milan pada hari saya menandatangani kontrak di sana. Dia tidak menemukan ruangnya di Inter dan kami akhirnya melakukan hal-hal hebat di Milan,” ia menambahkan.

Filippo Inzaghi adalah mantan rekan pertama yang dihadapi Andrea Pirlo. Sejatinya ia bisa saja berhadapan dengan Gennaro Gattuso Oktober lalu. Tapi dua legenda AC Milan gagal bereuni karena Napoli tidak datang ke Turin akibat kasus covid-19.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Pemainnya Dipanggil ke Timnas Peru, Ini Tuntutan Filippo Inzaghi

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Filippo Inzaghi, memberikan sebuah tuntutan kepada Gianluca Lapadula yang baru saja menerima panggilan dari timnas Peru. Eks striker timnas Italia itu meminta gol dari pemainnya itu saat Benevento menghadapi Spezia, akhir pekan ini.

Akhir Oktober lalu, Gianluca Lapadula resmi dipanggil memperkuat timnas Peru oleh pelatih Ricardo Gareca. Striker berumur 30 tahun itu akan jadi harapan baru La Blanquirroja yang akan menghadapi Cile dan Argentina pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Pemanggilan Lapadula ke timnas Peru disambut baik oleh Filippo Inzaghi. “Kami senang atas pemanggilan Lapadula oleh Peru. Saya senang dia mendapatkan kesempatan membela timnas sebagai pemain Benevento,” ujar sang pelatih seperti dikutip Football5Star.com dari El Bocon.

Gianluca Lapadula diharapkan Filippo Inzaghi cetak gol saat Benevento melawan Spezia.
tuttomercatoweb.com

Inzaghi dan Benevento patut bangga. Pasalnya, Lapadula jadi pemain keempat yang berstatus pemain timnas di skuat musim ini. Tiga pemain lainnya adalah Kamil Glik dari Polandia, Artur Ionita (Moldova), dan Bryan Dabo (Burkina Faso).

Meskipun demikian, Inzaghi tak urung memberikan sebuah tuntutan. “Selamat kepada dia. Kami harap dia dapat merayakannya dengan baik, yaitu dengan gol menentukan lawan Spezia,” ucap sang pelatih seperti dikutip Tuttomercatoweb.

Itu tantangan tersendiri. Pasalnya, dua gol terakhir Lapadula gagal membawa Benevento memetik poin. Golnya saat melawan AS Roma dan Hellas Verona sia-sia karena timnya menelan kekalahan.

Lapadula Sempat Tolak Bela Peru

Gianluca Lapadula dapat membela timnas Peru karena ibunya, Dona Blanca Aida, memang berasal dari negeri itu. Statusnya sebagai warga negara Peru pun sudah disahkan pada Oktober lalu. Hal itulah yang menjadi dasar pemanggilan dirinya oleh pelatih Ricardo Gareca.

Gianluca Lapadula menolak tawaran timnas Peru demi meloloskan Pescara ke Serie A pada 2016.
pescaracalcio.com

Bagi Gareca, kepastian Lapadula bergabung dengan La Blanquirroja adalah pencapaian tersendiri. Pasalnya, sudah cukup lama dirinya menginginkan sang striker. Dia bahkan sempat melakukan pendekatan secara khusus kepada jebolan akademi Juventus itu. Hal itu diakui sang pemain.

“Empat tahun lalu, Gareca menemuiku di Italia. Kami berbicara soal Copa America. Namun, itu berbenturan dengan jadwal play-off bersama Pescara. Aku merasa itu bukanlah waktu yang tepat untuk menerima panggilan ke timnas (Peru). Itu akan tak adil bagi Pescara,” urai Lapadula.

Pengorbanan Gianluca Lapadula tak sia-sia. Pasalnya, Pescara mampu memperoleh tiket promosi ke Serie A. Dia pun punya andil besar dengan mencetak gol pada dua leg melawan Novarra pada semifinal dan satu gol ke gawang Trapani pada leg I final play-off.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Filippo Inzaghi: Benevento Sudah Selevel dengan AS Roma

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Benevento harus menyerah dari AS Roma dengan skor 2-5, Senin (19/10/2020) dinihari WIB. Kendati begitu Filippo Inzaghi tetap puas dengan penampilan timnya.

Benevento unggul lebih dulu pada menit kelima melalui gol Gianluca Caprari. Sempat balik tertinggal 1-2, mereka berhasil menyamakan kedudukan pada awal babak kedua . Tapi pada akhirnya perjuangan klub promosi itu berakhir dengan kekalahan 2-5.

Usai pertandingan Filippo Inzaghi mengatakan anak asuhnya tampil dominan selama 70 menit. Bahkan ia sesumbar menyebut jika Benevento mampu menyamai level AS Roma.

Pippo Inzaghi, Benevento corrieredellosport.it
corrieredellosport.it

“Datang ke Olimpico dan memiliki 10 tendangan ke gawang, kami bermain selevel dengan Roma setidaknya selama 70 menit. Itu adalah hal yang bagus. Saya pikir hasil 5-2 sangatlah keras, tapi saya akan menjaga performa ini,” kata Inzaghi kepada Sky Sport Italia, Senin (19/10/2020).

“Sayangnya kami tidak boleh kebobolan melalui serangan balik ketika kami mendapatkan bola. Penalti juga merupakan sesuatu yang ingin saya lihat lagi kejadiannya,” ia menambahkan.

Terlepas dari hasil di lapangan, legenda AC Milan melihat beberapa kesalahan yang dilakukan pemainnya bisa dimaklumi. Pasalnya beberapa dari mereka baru merasakan kompetisi Serie A.

“Jelas beberapa pemain kami baru debut di Serie A, jadi akan ada kesalahan. Tapi faktanya kami bisa memimpin lebih dulu di AS Roma. Lalu menyamakan 2-2 dan nyaris menjadi 3-3,” tutup Filippo Inzaghi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Jack Brown Disebut Filippo Inzaghi-nya Indonesia

gamespool
Jack Brown Disebut Filippo Inzaghi-nya Indonesia 58

Football5star.com Indonesia – Jack Brown mencetak dua gol ketika timnas U-19 Indonesia menang 4-1 atas Makedonia Utara, Minggu (11/10/2020). Permainan Jack pada uji tanding tersebut bahkan disebut bak Filippo Inzaghi-nya Indonesia.

Filippo Inzaghi merupakan mantan penyerang timnas Italia yang memiliki kemampuan unik. Penempatan posisi, reaksi, dan insting mencetak golnya tinggi kendati jarang terlihat sering mengolah bola.

https://www.instagram.com/p/CGNNpzZgwdv/

Penampilan Jack Brown kala menghadapi Makedonia Utara pun dianggap menyerupai gaya Filippo Inzaghi. Meski baru masuk sebagai pengganti pada babak pertama, pemain berdarah Inggris itu sanggup mencetak brace pada penampilan keduanya untuk timnas U-19 Indonsia.

https://www.instagram.com/p/CGNO6GegQ8j/

Dua gol yang dilesakkan Jack memang mirip dengan ciri khas gol Inzaghi. Gol pertama Jack lahir berawal dari umpan sepak pojok Witan Sulaiman. Berada di posisi yang tepat, bola sundulan jack memang sempat diblok pemain lawan, tapi bola muntah disambarnya lagi menjadi gol.

Gol kedua pun membuktikan positioning dan insting Jack di mulut gawang. Menerima umpan silang mendatar Bagas Kaffa, Jack dengan dingin menyontek bola yang tak mampu dihalau kiper Makedonia Utara masuk ke gawangnya.

Jack Brown Filippo Inzaghi timnas U-19 Indonesia vs Makedonia Utara - IG @pssi
Instagram @pssi

Berkat dua gol itu, pujian mengalir untuk pemain berumur 18 tahun itu. Bahkan, ada warganet yang tak ragu menyebut dia sebagai Filippo Inzaghi-nya Indonesia. “Jack brown = inzaghi indonesia,” tulis pemilik akun @jamaldi_awe07 dalam unggahan di Instagram @pssi.

“inzaghi pas muda sekali dapet bola lagsg goll,” ucap @imammarrofiqi menimpali.

Jack Brown Filippo Inzaghi timnas U-19 Indonesia vs Makedonia Utara1 - IG @pssi
Instagram @pssi

Warganet yang juga pendukung timnas U-19 Indonesia itu pun tak ragu mengakui bahwa penempatan posisi Jack Brown memang baik. “JACK Brown gayanya Selow tapi langsung cetak 2 gol ndan.. penempatan posisinya Bagus,” puji @vikri_vf7.

Dengan performa apik itu, besar kemungkinan Jack Brown akan kembali dimainkan oleh pelatih timnas U-19 Indonesia, Shin Tae-yong, pada laga kedua lawan Makedonia Utara, Rabu (14/10/2020). Sejauh ini, dia sudah tampil dua kali denga torehan dua gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Disamakan dengan Filippo Inzaghi, Ini Kata Dominic Calvert-Lewin

gamespool
Disamakan dengan Filippo Inzaghi, Ini Kata Dominic Calvert-Lewin 62

Football5Star.com, Indonesia – Penyerang Everton, Dominic Calvert-Lewin, memberi pendapatnya ketika dibandingkan dengan legenda Italia, Filippo Inzaghi. Apalagi orang pertama yang menyamakannya dengan Inzaghi adalah pelatihnya sendiri, Carlo Ancelotti.

Calvert-Lewin menjalani musim yang luar biasa dimana dia sudah mencetak 6 gol dari 4 pertandingan, lebih banyak daripada Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, dan Robert Lewandowski. Karena performanya itu dia mendapat panggilan pertama ke timnas Inggris.

Dominic Calvert-Lewin - Inggris - Bukayo Saka - Harvey Barnes - The Independent
The Independent

Sebelumnya, Carlo Ancelotti, menyamakan Calvert-Lewin dengan mantan anak buahnya, Pippo Inzaghi, yang sekarang menjadi pelatih Benevento. Dominic sendiri mengakui bahwa gaya mainnya saat ini memang mirip seperti Inzaghi.

“Saya pikir analogi dari Carlo hanyalah penekanan karena berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat, bukan untuk mengatakan bahwa saya benar-benar mirip Pippo Inzaghi. Tapi ada elemen dari permainnya yang sudah saya tunjukkan pada permainan saya saat ini. Seperti satu dua sentuhan dan berada di area yang tepat dan memasukkan bola,” ucap Calvert-Lewin seperti dikutip Football5Star.com dari AS.

Calvert-Lewin mengakui bahwa dirinya menonton cuplikan video yang berisi koleksi gol dari Inzaghi dan belajar dari itu.

“Lucunya, Carlo sebenarnya sudah mengatakannya kepada saya sebelum dia mengatakannya kepada media, dan saya punya video Youtube, sekitar 15 menit yang berisi gol Inzaghi. Tentu saja, banyak dari golnya yang hanya membutuhkan satu sentuhan dan dia memiliki pergerakan yang hebat. Anda bisa selalu belajar. Saya masih belajar sekarang,” ujar Dominic Calvert-Lewin.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Inzaghi Sudah Prediksi Inter Milan akan Pesta Gol di Benevento

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Benevento kembali menuai kekalahan. Kali ini kekalahan yang diderita anak asuh Filippo Inzaghi cukup telak. Mereka dibantai Inter Milan 2-5, Rabu (30/9/2020).

Tanda-tanda kekalahan telak Benevento sudah terlihat sejak babak pertama. Mereka langsung tertinggal 1-4 melalui Roberto Gagliardini, Achraf Hakimi, dan brace Romelu Lukaku. Sedangkan tuan rumah hanya memperkecil kedudukan lewat Gianluca Caprari.

Pada babak kedua pasukan Filippo Inzaghi kembali tertinggal melalui Lautaro Martinez sebelum akhirnya Caprari menutup laga lewat gol hiburannya. Kalah dengan skor telak ternyata sudah diprediksi sang pelatih sebelumnya.

filippo inzaghi benevento vs inter milan TV7Benevento
@TV7Benevento

“Kami menciptakan begitu banyak peluang dan mencetak dua gol lawan Inter Milan, salah satu tim terbaik di Eropa. Ini pertanda kekuatan. Kami tahu risikonya akan kebobolan banyak gol. Dan itu mengecewakan karena beberapa di antaranya tidak perlu terjadi,” kata Inzaghi seperti dilansir Football Italia, Kamis (1/10/2020).

“Kami harus meningkatkan diri dan tentu saja setelah kebobolan saat laga berjalan 28 detik meruntunkan kepercayaan diri kami,” ia menambahkan.

Lebih lanjut legenda AC Milan memastikan hasil ini akan jadi bahan evaluasi untuk timnya. “Kami bisa belajar banyak dan lebih dewasa lagi setelah kekalahan ini,” sambungnya.

“Tapi saya lebih suka kalah seperti ini karena kami mampu tampil menyerang dan menciptakan empat peluang untuk cetak gol. Hari ini Inter Milan menghormati kami sebagai lawan dan kami senang akan itu,” tutup Inzaghi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Lazio dan Benevento Menang, Ayah Inzaghi Bersaudara Menangis

gamespool
Lazio dan Benevento Menang, Ayah Inzaghi Bersaudara Menangis 68

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Lazio, Simone Inzaghi turut bergembira dengan raihan kemenangan tim promosi, Benevento 3-2 atas Sampdoria.

Wajar jika Simone bergembira karena Benevento dilatih oleh sang kakak, Filippo Inzaghi. Simone bahkan yakin bahwa kakaknya tersebut akan bertahan lama di Serie A.

https://www.instagram.com/p/CFnLLvhq01P/

“Kita semua punya perjalanan masing-masing. Yang saya pikirkan adalah semangat yang kami berikan ke dalam pekerjaan kami, menyaring para pemain dan mereka dapat merasakan betapi kami peduli,” ucap Simone seperti dikutip Football5star.com dari Football Italia, Minggu (27/9/2020).

“Sekarang Pippo berada di klub yang memberinya pemain yang dia inginkan, dia membawa Benevento kembali ke Serie A dan saya pikir, dia akan berada di sini dalam waktu yang lama,” tambahnya.

Saat disinggung, kira-kira orang tua mereka akan menonton pertandingan siapa, apakah Lazio vs Cagliari atau Sampdoria vs Benevento, Simone menjawab tentu saja itu jadi pilihan yang sulit bagi orang tuanya.

“Sulit bagi orang tua kami untuk mencoba menonton pertandingan mana yang akan ditonton. Sebagai pemain, saya mungkin hanya mendapat 100 gol dalam karier, sedangkan Pippo mencetak 300, jadi statistik berbicara sendiri tentang skor tim kami,” tambahnya.

https://www.instagram.com/p/CFolDF4HkWF/

Lazio sendiri juga sukses meraih kemenangan 2-0 atas Cagliari. Filippo Inzaghi pun mengaku bahwa dirinya juga bahagia melihat tim yang diasuhnya tersebut meraih kemenangan.

“Saya mellihat ke papan skor dan melihat Lazio menang. Jadi seandainya kami kalah, saya merasa sedikit bahagia. Saya hanya bisa belajar dari pelatih seperti Simone,” ucap Pippo.

“Setelah peluit berakhir, saya mencoba menelepon ke rumah, tetapi ayah saya menangis dan saya tidak mendengar apa yang ia katakan,” tambahnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Comeback dari Sampdoria, Filippo Inzaghi Gembira Bukan Kepalang

gamespool
Comeback dari Sampdoria, Filippo Inzaghi Gembira Bukan Kepalang 71

Football5star.com, Indonesia – Klub promosi Serie A, Benevento sukses meraih kemenangan 3-2 atas Sampdoria di Stadion Luigi Ferraris, Minggu (27/9/2020). Kemenangan ini didapat anak asuh Filippo Inzaghi dengan dramatis.

Benevento sempat tertinggal 2-0 terlebih dahulu lewat gol Fabio Quagliarella di menit ke-8 dan Omar Colley 10 menit kemudian. Namun dua gol dari Luca Caldirola di menit ke-33 dan 72, serta gol penutup dari Gaetano Letizia di menit ke-88 membuat Benevento meraih kemenangan perdana di musim ini.

https://www.instagram.com/p/CFnCYIFndKp/

“Saya sangat senang bahwa kami sebagai tim yang baru promosi mampu bangkit dari ketertingalan 2-0 dan menolak untuk menyerah atau puas dengan hasil imbang. Kami menginginkan kemenangan, kami mengambilnya dan saya menghargai perjuangan pemain,” ucap Inzaghi seperti dikutip Football5star.com dari Football Italia.

“Saya percaya sepenuhnya kepada tim saya. Kami praktis memberikan dua gol kepada Sampdoria, tetapi kami memiliki lebih dari 60 persen penguasaan bola dan itu bukan prestasi yang sembarangan,”

“Bahkan jika pada akhirnya kami kalah, saya menghargai mental para pemain. Jadi kemenangan memang terasa lebih memuaskan,” tambahnya.

Kebahagian Filippo Inzaghi bertambah setelah di akhir pertandingan, pelatih Sampdoria, Claudio Ranieri memberikan selamat dan memuji taktiknya.

“Memilih pelatih seperti Claudio Ranieri yang memuji saya setelah pertandingan adalah sensasi yang luar biasa, Anda tidak bisa menjadi lebih baik.”

“Orang-orang selalu bertanya apakah saya telah berubah, karena mereka lebih banyak mengingat keburukan saya saat di Serie A. Jika saya tidak mengalami kekecewaan di Serie A, saya tidak akan meraih hasil bagus di Serie B bersama tim ini di musim lalu” papar Inzaghi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Filippo Inzaghi Sebut AC Milan Tim yang Diremehkan di Serie A

gamespool
Filippo Inzaghi Sebut AC Milan Tim yang Diremehkan di Serie A 75

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Benevento, Filippo Inzaghi, memuji mantan klubnya AC Milan sebagai klub yang kuat, tetapi saat ini dia diremehkan di Serie A. Padahal menurut Inzaghi, Milan memiliki banyak pemain hebat untuk bersaing.

Inzaghi menyebut bahwa kedatangan Zlatan Ibrahimovic membawa dampak yang besar kepada Milan. Dia juga menyebut beberapa pemain yang bisa menjadi kunci keberhasilan Rossoneri musim ini.

AC Milan vs Bologna - Zlatan Ibrahimovic - Liga Italia - @acmilan
@ACMilan

“Saya kenal Ibra cukup baik, dia membuat dampak, tapi Milan adalah tim kuat. Dia luar biasa tapi Milan tim yang diremehkan. Mereka memiliki (Gianluigi) Donnarumma, yang merupakan penjaga gawang terbaik di Eropa, mereka memiliki (Alessio) Romagnoli, yang bermain untuk tim nasional, (Ismael) Bennacer dan (Franck) Kessie adalah pemain yang luar biasa,” ucap Inzaghi seperti dilansir Football5Star.com dari Tiki Taka.

Mantan pelatih timnas Italia itu melanjutkan, “(Hakan) Calhanoglu, dan (Ante) Rebic sangat kuat. Mereka juga mendatangkan (Sandro) Tonali, yang mana salah satu pemain muda terbaik di Italia.”

Inzaghi yang juga merupakan mantan pelatih AC Milan juga memuji pelatih Milan saat ini, Stefano Pioli dan juga pihak manajemen klub yang melakukan hal baik di bursa transfer.

“Pioli adalah pelatih hebat. Itu jelas Ibra memberi Anda sesuatu yang ekstra. Tapi saya ingin mengucapkan selamat kepada pelatih dan klub yang melakukan hal yang bagus di bursa transfer. Seperti saat mereka mendatangkan Theo Hernandez,” kata Filippo Inzaghi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Filippo Inzaghi Masih Ingin Lihat Zlatan Ibrahimovic di AC Milan

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Legenda AC Milan, Filippo Inzaghi, berharap Zlatan Ibrahimovic mau memperpanjang kontraknya di San Siro. Menurutnya sang bomber masih mampu melakukan banyak hal musim depan.

Situasi Zlatan Ibrahimovic sedang tak pasti. Kontraknya di AC Milan sudah berakhir akhir musim 2019-2020. Sampai saat ini ia belum meneken kontrak baru.

Bagi Filippo Inzaghi, striker asal Swedia harus bertahan di Milan. kedatangan sang bomber pada pertengahan musim jadi salah satu alasannya. Menurut pria yang kini melatih Benevento, Ibra harus membuktikan dirinya lagi sejak awal musim.

zlatan ibrahimovic filippo inzaghi the sun
The Sun

“Kita semua sudah melihat apa yang Ibra berikan pada Milan. saya harap dia bisa bertahan dan memulai musim dari awal karena dia tiba pada Januari dan tidak pernah mudah untuk datang di tengah kompetisi,” kata Inzaghi kepada Sky Sport24, Selasa (18/8/2020).

“Saya berharap dia bisa bekerja di bawah Stefano Pioli sejak awal musim karena dia masih bisa memberikan mereka banyak dampak positif,” sambung sang legenda.

Harapan Filippo Inzaghi cukup terbuka lebar. Zlatan Ibrahimovic selalu dipercaya sebagai model dalam launching jersey anyar I Rossoneri untuk musim depan. Biasanya pemain yang dipercaya memperkenalkan jersey baru akan bertahan di klub tersebut.

Dan jika ia benar-benar memperpanjang kontraknya, tentu akan menarik menantikan laga AC Milan melawan Benevento, klub besutan Filippo Inzaghi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Filippo Inzaghi Pimpin Benevento Promosi ke Serie A

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Tim asuhan Filippo Inzaghi, Benevento, berhasil memastikandiri promosi ke Serie A musim depan. Tak hanya itu, Benevento juga menyamai rekor Ascoli.

Rekor yang dimaksud adalah memastikan diri promosi dengan kompetisi Serie B masih menyisakan tujuh pertandingan.

Kepastian Benevento promosi adalah setelah mereka mengalahkan Juve Stabia 1-0, Selasa (30/6/2020) dini hari WIB. Dalam laga itu, tim asuhan Inzaghi bermain dengan 10 orang sejak menit 24.

Le Streghe, julukan Le Benevento, memang mendominasi Serie B Benevento sejak awal musim. Mereka bahkan unggul 24 poin atas pesaing terdekat, Crotone.

Dari 31 pertandingan, Benevento memenangi 23 laga, 7 kali seri dan cuma 1 kali kalah. Mereka juga mencetak 56 gol dan cuma kebobolan 15 kali.

Klub terakhir yang promosi dengan kompetisi Serie B masih menyisakan tujuh pertandingan adalah Ascoli pada 1977-78.

Musim depan akan jadi musim depan Benevento di Serie A. Sebelumnya, mereka pernah menjajal kompetisi tertinggi di Italia itu pada 2017-18.

Pippo Inzaghi, Benevento corrieredellosport.it
corrieredellosport.it

“Saya pikir apa yang kami lakukan malam ini benar-benar adalah gambaran yang tepat, karena kami bermain dengan 10 orang hampir sepanjang pertandingan,” kata Inzaghi kepada DAZN.

“Anak-anak ini mencapai sesuatu yang bersejarah, karena ada rekor 77 poin dan kami menyamakannya. Kami memenangkan setiap pertandingan kandang, saya benar-benar tidak tahu harus berkata apa lagi.”

“Saya senang untuk Presiden dan direktur, karena mereka percaya pada saya. Kami memiliki rekor pertahanan terbaik di Eropa dan para pemainnya luar biasa. Mereka melebihi harapan, seperti halnya staf saya. Saya tidak pernah berharap untuk membuat sejarah,” ucap Inzaghi yang merupakan legenda AC Milan dan Juventus.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Trending Sepekan: Dari Ronaldo Gagal Penalti hingga Kisah Sola Aoi dan Sepak Bola

dinasti

Football5Star.com, Indonesia – Sepanjang sepekan terakhir, sepak bola kian berwarna. Bola kembali bergulir di Italia dan Spanyol. Khusus di Italia, laga semifinal Coppa Italia antara Juventus dan AC Milan berada di posisi teratas trending sepekan. Selain itu, kisah Sola Aoi juga masih tetap menarik perhatian pembaca.

Bagi kamu yang kasip memantau berita-berita sepekan terakhir, berikut ini Football5Star.com menyajikan 5 artikel yang menjadi trending dalam sepekan terakhir. Ini selengkapnya.

Laga semifinal Coppa Italia yang diwarnai penalti gagal Ronaldo jadi trending sepekan

1. Juventus vs AC Milan: Ronaldo Gagal Penalti, Juve Tetap ke Final

Laga Juventus vs AC Milan pada leg II semifinal Coppa Italia berakhir imbang 0-0. Juventus pun lolos ke partai final. Laga itu diwarnai kegagalan Cristiano Ronaldo menaklukkan Gianluigi Donnarumma dari eksekusi penalti. Simak ulasan laga ini selengkapnya dengan klik tautan di atas.


Sola Aoi ungkap hubungan dengan Didier Drogba

2. Mantan Bintang Panas Jepang, Sola Aoi, Ungkap Hubungannya dengan Didier Drogba

Mantan bintang panas Jepang, Sola Aoi, sempat digosipkan memiliki hubungan istimewa dengan Didier Drogba. Hal itu sempat ramai diangkat media-media massa di Jepang. Bagaimana sebenarnya hubungan mereka? Sola Aoi sudah memberikan penjelasannya.


Filippo Inzaghi marah kepada Cristiano Ronaldo

3. Filippo Inzaghi Marah Rekor Golnya Dilampaui Cristiano Ronaldo

Striker legendaris Italia dan Juventus, Filippo Inzaghi, kesal oleh kesuburan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo saat ini. Dia menilai kehebohan kedua megabintang itu membuat kehebatan dirinya dan para pemain lain pada era sebelumnya seolah dilupakan begitu saja oleh para penggila sepak bola.


Pengakuan Edgardo Codesal sebagai wasit final Piala Dunia 1990 jadi salah satu trending sepekan

4. Wasit Final Piala Dunia 1990 Ungkap Pengakuan Mengejutkan

Tiga dekade sudah Edgardo Codesal menjadi musuh bersama publik sepak bola Argentina karena kepemimpinannya di final Piala Dunia 1990 yang mempertemukan La Albiceleste dengan timnas Jerman Barat. Kini, dia mengungkapkan sebuah pengakuan mengejutkan bagi para pembencinya.


Kisah Sola Aoi keranjingan sepak bola

5. Kisah Mantan Artis Panas Jepang, Sola Aoi, Mulai Keranjingan Sepak Bola

Eks bintang film panas Jepang, Sola Aoi, kini begitu menggandrungi sepak bola. Dia pun mengisahkan awal mula kesukaannya terhadap olahraga paling populer di muka bumi itu. Bagaimana dia mengenal dan lantas menyukai sepak bola? Dia antara lain menunjuk faktor Piala Dunia 2014 di Brasil.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Filippo Inzaghi Marah Rekor Golnya Dilampaui Cristiano Ronaldo

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Sebelum era Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, Filippo Inzaghi adalah salah satu top skorer sepanjang Liga Champions. Tapi torehan legenda AC Milan saat ini sudah dilampaui kedua pemain tersebut.

Untuk diketahui, Filippo Inzaghi adalah pengoleksi 70 gol dari 115 pertandingan Liga Champions. Torehan ini dia buat saat membela Parma, Juventus, serta AC Milan.

Sedangkan Ronaldo telah adalah pencetak 131 gol dari 177 pertandingan kompetisi terakbar Eropa. Jumlah inilah yang membuat Inzaghi marah karena torehan tersebut membuatnya seperti pemain yang mencetak sedikit gol.

Pippo Inzaghi
Football365

“Saya masih sangat marah pada Ronaldo dan Lionel Messi. Karena mereka saya dan Raul Gonzalez mencetak sangat sidikit gol di Liga Champions,” ujar pria yang kini melatih klub Serie B, Benevento, seperti dikutip Football5star dari Gazzetta dello Sport, Jumat (12/6/2020).

Tidak cuma soal torehan gol dan jumlah pertandingan, pelatih 46 tahun juga kalah dalam jumlah trofi Liga Champions. Dia hanya dua kali mengangkat Si Kuping besar. Sementara kapten Portugal sudah lima kali.

Terlepas dari hal tersebut, Inzaghi ternyata kerap menjadikan bintang Juventus sebagai contoh untuk para pemainnya. Dia ingin anak asuhnya mengikuti jejak sang bintang dalam hal berlatih dan bekerja keras.

“Saya selalu menjadikan Cristiano Ronaldo sebagai contoh di ruang ganti. Itu saya lakukan karena saya tahu bagaimana dia berlatih dan seberapa keras dia bekerja setiap saat. Saya mau pemain saya seperti itu,” tutup Filippo Inzaghi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Nostalgia Hari Ini: Filippo Inzaghi jadi Pahlawan AC Milan di Athena

dinasti
Nostalgia Hari Ini: Filippo Inzaghi jadi Pahlawan AC Milan di Athena 95

Football5star.com, Indonesia – Final Liga Champions 2007 mungkin menjadi momen terbaik Filippo Inzaghi selama berseragam AC Milan. Pasalnya, di laga tersebut Inzaghi sukses mencetak brace dan membawa Rossonerri meraih gelar Liga Champions yang ke-7.

Final Liga Champions 2007 mempertemukan AC Milan melawan Liverpool. Laga ini merupakan ulangan dari pertandingan final dua tahun sebelumnya.

Di final edisi 2005, AC Milan dipaksa untuk mengakui keunggulan Liverpool melalui drama adu penalti. Padahal, ketika itu Andrea Pirlo cs sempat memiliki keunggulan 3-0 di waktu normal. Kekalahan pahit itu pun menjadi motivasi terbesar AC Milan di partai final Liga Champions dua musim berselang.

Liga Champoions - Filippo Inzaghi Jadi Pahlawan AC Milan di Athena - uefa. com
uefa.com

Di awal-awal pertandingan, AC Milan kesulitan untuk membangun momentum. Pasalnya, serangan mereka selalu berhasil dimentahkan oleh lini belakang Liverpool.

Beberapa saat jelang turun minum, Rossonerri akhirnya berhasil membuka keunggulan setelah Filippo Inzaghi membelokkan sepakan bebas Andrea Pirlo. Di menit ke-82, Inzaghi berhasil menggandakan keunggulan AC Milan setelah lolos dari perangkap offside.

Liverpool mampu mencetak gol hiburan melalui Dirk Kuyt pada menit ke-89. Skor 2-1 untuk AC Milan pun tak berubah hingga wasit Herbert Fandel meniup peluit panjang.

“Kekalahan dua tahun lalu akan terus menghantui saya. Tapi, kali ini kisahnya berbalik. Kini, giliran kami untuk berpesta,” ungkap gelandang Rossonerri, Gennaro Gattuso, di sesi wawancara pasca pertandingan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Sedarah yang Tak Pernah Satu Klub

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Kehangatan sepak bola tidak hanya tergambar dari hubungan ayah dan anak di lapangan hijau, atau pemain yang dikemudian hari akan menghadapi mantan pelatihnya dengan posisi yang sama. Tapi juga kemunculan pemain sedarah di lapangan.

Cukup banyak pemain sedarah yang sama-sama meniti karier di dunia si kulit bundar. Sebut saja nama-nama seperti si kembar Frank de Boer dan Ronald de Boer, Hamit Altintop serta Halil Altintop, ataupun Ronald Koeman maupun Erwin Koeman.

Ketiga pemain sedarah di atas pernah bermain dalam satu klub. Di sisi lain, masih banyak kakak-beradik yang juga menjadi pesepak bola namun tak pernah merasakan bermain di klub yang sama.

Maka dari itu Football5star telah merangkum lima pemain sedarah yang tak pernah berada dalam satu klub

  • Filippo Inzaghi dan Simone Inzaghi
Filippo Inzaghi, SImone Inzaghi, Italia
telesport.al

Siapa yang tidak kenal dengan Inzaghi bersaudara. Kakak-beradik ini mengawali cerita pemain sedarah yang tak pernah berada dalam satu klub. Kendati sama-sama lulusan akademi Piacenza, mereka tak pernah bermain bersama.

Filippo yang tiga tahun lebih tua muncul pertama kali bersama Piacenza 1991 silam. Sedangkan Simone dua tahun kemudian. Dari Piacenza, sang kakak pindah ke beberapa klub seperti Parma, Verona dan Atalanta. Namanya kemudian dikenal sebagai bomber mematikan bersama Juventus serta AC Milan.

Sedangkan Simone mengalami beberapa kesulitan karena harus mengalami beberapa kali pinjaman ke Carpi, Novara, dan kembali lagi ke Piacenza. Baru saat berseragam Lazio 1999 silam namanya mulai diperhitungkan.

Kendati tak pernah bermain di klub yang sama, Filippo dan Simone pernah sama-sama merasakan seragam timnas Italia. Momen itu terjadi dari tahun 2000 hingga 2003. Namun, nasib sang adik tidak sebaik kakaknya. Ia hanya melakoni tiga caps bersama Gli Azzurri.

Romantika Inzaghi bersaudara masih berlanjut hingga saat ini. Mereka sama-sama melanjutkan karier sebagai pelatih. Filippo sekarang menangani Benevento, sementara Simone setia di Lazio.

  • Gonzalo Higuain Federico Higuain
gonzalo higuain-federico higuain-flickr
Flickr

Hampir sama dengan Inzaghi bersaudara, Gonzalo Higuain dan Federico Higuain juga berasal dari akademi yang sama. Mereka sama-sama lulusan River Plate. Namun, takdir membawa mereka ke jalan yang berbeda.

Ketika Gonzalo yang lebih muda sukses menembus Eropa dengan memperkuat Real Madrid, Napoli, AC Milan, Chelsea, hingga Juventus, nama Federico justru tenggelam. Sempat merasakan panasnya Liga Turki bersama Besiktas 2007 lalu, ia akhirnya kembali ke Argentina setahun kemudian.

Federico memperkuat beberapa klub seperti Independiente, Godoi Cruz, Colon, dan Nueva Chicago. Tapi kepulangannya itu tidak berujung manis. Pemain yang berposisi sebagai gelandang harus melanglang buana ke Amerika Serikat untuk berkostum Columbus Crew dan kini berseragam DC United.

  • Si Kembar Callejon
jose callejon-sportskeeda
sportskeeda

Siapa yang menyangka jika bintang Napoli, Jose Callejon, memiliki saudara kembar. Dia adalah Juanmi Callejon dan berposisi sebagai striker. Walau kembar, nasib keduanya sangatlah bertolak belakang.

Sama-sama produk akademi Castilla, Juanmi tak pernah merasakan kostum Real Madrid. Los Blancos langsung melepasnya ke Real Mallorca 2008 lalu. Sedangkan Jose yang sempat dipinjamkan ke Espanyol pernah kembali ke Santiago Bernabeu dan mencatatkan 77 penampilan dengan koleksi 20 gol.

Saat ini Jose Callejon mampu mempertahankan konsistensinya di Napoli. Dia juga pernah merasakan seragam timnas Spanyol sebanyak lima kali. Adapun Juanmi yang terus berpindah-pindah dari satu klub ke klub yang lain harus terlempar ke Arab Saudi untuk membela Al-Ettifaq.

Juanmi juga pernah merasakan kompetisi Liga Bolivia dengan memperkuat Bolivar selama tiga musim. Saat ini Juanmi sudah kembali ke Spanyol dengan membela klub divisi tiga, Marbella FC.

  • Michael dan Brian Laudrup
michael laudrup-brian laudrup-nordisk football
Nordisk Football

Klan Laudrup bisa dibilang sebagai penguasa sepak bola di Denmark. Bagaimana tidak ada lima Laudrup yang semuanya berkarier sebagai pesepak bola. Tapi dari lima tersebut hanya Michael dan Brian Laudrup yang paling dikenal.

Maklum saja, Michael dan Bryan adalah simbol kehebatan Denmark saat menjuarai Piala Eropa 1992 silam. Bersama Peter Schmeichel di bawah mistar gawang mereka mengalahkan tim kuat Jerman dengan skor 2-0 di partai puncak.

Akan tetapi kebersamaan Michael dan Bryan ini tidak berlanjut di tingkat klub. Michael yang lebih tua empat tahun lebih dulu menancapkan taji di panggung Eropa. Lulusan akademi Brondby memperkuat beberapa klub besar seperti Juventus, Lazio, Barcelona, dan Real Madrid. Ia juga sempat hijrah ke Jepang dengan kostum Vissel Kobe sebelum akhirnya pensiun di Ajax Amsterdam 1998 silam.

Sebagaimana sang kakak, Bryan juga dikenal sebagai pemain bergelimang gelar. Total 11 trofi berhasil ia persembahkan untuk klub-klub yang pernah dibela seperti AC Milan, Bayern Munich, Chelsea, Brondby, dan Rangers.

Bryan Laudrup kemudian mengikuti jejak Michael dengan memperkuat Ajax setahun setelah sang kakak pensiun. Ia juga memutuskan pensiun di Amsterdam Arena pada 2000 silam.

  • Christian Vieri dan Massimiliano Vieri
christian vieri-massimiliano vieri-gossip
gossip.it

Nama terakhir adalah Christian Vieri dan Massimiliano Vieri. Sejauh ini kita lebih mengenal Christian dibanding Massimiliano. Maklum saja, sang kakak lebih sering bermain di klub-klub besar.

Walau begitu, sesungguhnya awal karier Massimiliano lah yang lebih mentereng. Dia adalah produk akademi Juventus. Sedangkan Christian berasal dari klub Australia, Marconi Stallions. Awal kariernya juga tidak begitu gemilang karena beberapa kali dipinjamkan ke klub medioker seperti Santa Lucia, Prato, dan Pisa.

Baru ketika berseragam Atalanta 1995 silam namanya dikenal publik Italia. Ia kemudian menuai sukses bersama klub-klub besar seperti Juventus, Lazio, Atletico Madrid, dan Inter Milan. Christian juga merasakan seragam timnas Italia sebanyak 49 kali dan membukukan 23 gol.

Sementara Massimiliano, startegi peminjaman Juventus membuatnya terus meredup. Kontraknya bahkan sempat diputus Si Nyonya Tua 2005 silam sampai akhirnya ditampung Triestina yang saat itu berlaga di Serie B. setelah itu praktis karier sang adik lebih banyak di Serie B dan Serie C dengan memperkuat klub-klub seperti Arezzo, Novara, Lecco, dan Prato.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Inter vs AC Milan: Pembuktian untuk Lukaku dan Ibrahimovic

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Pertandingan Inter vs AC Milan di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (10/2/2020) dinihari WIB tak luput dari perhatian legenda Milan, Filippo Inzaghi. Menurutnya, laga ini akan jadi ajang pembuktian untuk Romelu Lukaku dan Zlatan Ibrahimovic.

Seperti diketahui, Romelu Lukaku dan Zlatan Ibrahimovic jadi sosok pembeda bagi Inter Milan dan AC Milan. Didatangkan dari Manchester United, bomber Belgia sudah mencetak 18 gol. Sementara legenda Swedia yang baru datang Januari lalu berhasil membawa I Rossoneri tak terkalahkan.

romelu lukaku penalti bologna vs inter milan
@Inter_en

Bagi Filippo Inzaghi, derby della madonnina kali ini sebagai adu kekuatan kedua striker. Ia yakin kedua pemain yang pernah memperkuat Manchester United bisa membuat pertandingan jadi lebih menarik.

“Laga ini sangat penting untuk kedua klub. Zlatan dan Romelu adalah wajah baru dari kedua tim. Mereka ingin membuktikan diri sebagai yang terbaik. Tapi kita juga tidak boleh lupa pada pemain lain yang tidak kalah bagusnya,” kata Inzaghi kepada Sky Sport Italia, Minggu (9/2/2020).

“Saya berharap mereka bisa membuat pertandingan derbi berlangsung lebih menarik. Saya pribadi tentu sangat gembira jika Milan bisa keluar sebagai pemenang,” imbuhnya.

inzaghi-jangan samakan saya dengan cutrone
zimbio

Kendati begitu, pria yang kini sedang melatih Benevento di Serie B merasa sedikit kecewa. Pasalnya ia tidak bisa menyaksikan langsung laga Inter vs AC Milan karena harus memimpin anak asuhnya bertanding.

“Sayang sekali saya tidak bisa menyaksikan pertandingan penting ini. Saya harus memimpin Benevento bermain pada waktu yang bersamaan. Tentu aneh rasanya tidak bisa menyaksikan laga ini,” tutup Filippo Inzaghi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Filippo Inzaghi: Tidak Ada Perubahan Berarti di AC Milan Saat Ini

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Legenda AC Milan, Filippo Inzaghi, angkat bicara terkait kondisi mantan klubnya. Menurutnya, I Rossonerri tidak mengalami perubahan berarti kendati sudah bongkar pasang manajemen.

Walau begitu, Filippo Inzaghi tetap memuji kinerja dua direktur klub yang juga legenda mereka, Zvonimir Boban dan Paolo Maldini. Tapi menurutnya, saat ini AC Milan masih jauh dari harapan.

Untuk kembali ke masa keemasan beberapa tahun lalu pun, pria yang kini melatih Benevento mengaku mantan timnya masih membutuhkan waktu yang lama.

Stefano Pioli - AC Milan - Zlatan Ibrahimovic - nu. nl
nu.nl

“Situasi tim masih buruk, tapi sayangnya itu bukan hal yang baru terjadi. Tapi saya kenal bagaimana Paolo maldini dan saya percaya padanya. Saya yakin dia dan Zvonimir Boban akan mengeluarkan klub dari situasi ini,” ujar Inzaghi seperti dikutip Football5star dari Corriere della Sera, Rabu (15/1/2020).

“Mereka harus mengatur ulang semuanya, memasukkan dua atau tiga pemain yang tepat di setiap tahun. Dan di atas itu semua, mereka harus bersabar. Sejauh ini belum ada perubahan berarti di sana, tapi saya yakin Milan sedang menuju era baru di masa depan,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, mantan striker ini ingin manajemen I Rossonerri bisa saling bersinergi demi menjaga keutuhan klub. “Tim membutuhkan kontinuitas, terutama dalam tubuh manajemen. Saya lihat manajemen sekarang sudah membawa tim ke jalan yang benar,” tutup Filippo Inzaghi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Harry Kane Ukir Rekor, Lebih Elok dari Dua Legenda Italia

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Striker Tottenham Hotspur, Harry Kane, mengukir rekor sebagai pemain tercepat yang mencetak 20 gol di Liga Champions. Bahkan, rekor Kane itu lebih elok dari dua striker legendaris Italia, Alessandro Del Piero dan Filippo Inzaghi.

Rekor 20 gol Harry Kane di Liga Champions ditorehkannya hanya dalam 24 pertandingan bersama Tottenham Hotspur. Dia menungguli Del Piero, yang mencapai 20 gol di Liga Champions dalam 26 pertandingan.

Gol ke-19 dan ke-20 Harry Kane dicetak saat Tottenham menang 4-2 atas Olympiacos pada matchday 5 Liga Champions, Rabu (27/11/2019). Dalam laga tersebut, Tottenham sempat tertinggal dua gol lebih dahulu dari tamunya.

Setelah Dele Alli memperkecil ketinggalan pada pengujung babak pertama, Kane membuat skor menjadi imbang 2-2 berkat gol sontekan kaki kanannya pada menit ke-50. The Spurs berbalik unggul 3-2 melalui gol Serge Aurier pada menit ke-73.

Sampai akhirnya, Kane sukses melesakkan gol ke-20-nya di Liga Champions pada menit ke-77 pertandingan melalui sundulan. Gol itu tak cuma membawa Tottenham menang 4-2, pun menghadirkan rekor bagi Harry Kane.

Kejar Rekor Gol Wayne Rooney

Harry Kane menjadi pemain tercepat yang mengoleksi 20 gol alam sejarah Liga Champions. Di bawah Kane, ada Del Piero yang mencapainya dalam 26 pertandingan. Lalu, Ruud van Nistelrooy dalam 27 laga, disusul Filippo Inzaghi setelah menjalani 28 permainan.

Di bawah keempat pemain itu, ada striker Jerman, Mario Gomez, yang mampu mencapai 20 gol dalam 32 pertandingan di Liga Champions. “(Alessandro Del Piero) bukan pemain buruk untuk dikalahkan (rekornya). Tapi, semua kembali soal kelolosan, tak peduli bagaimana kami melakukannya,” bilang Harry Kane, dikutip Football5star.com dari BBC.

Saat ini Kane pun menembus ke jajaran elite pemain Inggris yang sukses mengoleksi 20 gol atau lebih di ajang antarklub paling bergengsi di Eropa itu. Kane berada di urutan kelima daftar pemain asal Inggris yang sudah mengumpulkan 5 gol.

Di atas Kane, ada Steven Gerrard dengan 21 gol, Frank Lampard 23 gol, Paul Scholes 24 gol, serta Wayne Rooney di puncak dengan 30 gol. Dalam usia 26 tahun, peluang Kane untuk bisa melampaui rekor Wayne Rooney pun sangat terbuka lebar.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]