Verratti: Icardi Ingatkan Saya kepada Filippo Inzaghi

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mauro Icardi menjalani musim yang cemerlang bersama Paris Saint-Germain sejauh ini. Hal tersebut membuatnya dipuji oleh rekan setim, Marco Verratti.

Dari 10 pertandingan yang dilakoni bersama Paris Saint-Germain musim ini, Mauro Icardi sudah mencetak sembilan gol. Torehan ini pun membuatnya setara dengan Kylian Mbappe.

Performa menawan sang bomber tak ayal membuat Marco Verratti kagum. Bahkan, performa mantan pemain Inter Milan membuat sang gelandang teringat pada Filippo Inzaghi.

Pippo Inzaghi
Football365

“Saya sangat mengenal sosok Mauro. Kami bertemain baik. Di lapangan, dia punya insting mencetak gol yang luar biasa. Apa yang dia tunjukkan mengingatkan saya pada Filippo Inzaghi,” kata pemain timnas Italia itu seperti dikutip Football5star dari Telefoot, Rabu (13/11/2019).

“Dia bukan pemain yang membuat orang akan berkata ‘lihat apa yang akan ia lakukan’. Dia pemain yang sangat efisien. Dengan satu sentuhan dia bisa membuat perbedaan di depan gawang lawan,” katanya lagi.

Selain soal torehan gol, keberadaan Mauro Icardi juga membuat striker andalan PSG, Edinson Cavani, kehilangan tempat utama. Ya, pelatih Thomas Tuchel kini lebih mempercayai striker asal Argentina itu untuk berduet dengan Kylian Mbappe di lini depan.

Kepercayaan Thomas Tuchel pada striker 26 tahun pun dijawab tuntas olehnya. Terbukti, enam gol dicetak dari lima pertandingan terakhir Les Parisien.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Filippo Inzaghi Resmi Tangani Klub Kasta Kedua Liga Italia Ini

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Klub yang bersaing di Serie B, Benevento, resmi mengumumkan pelatih baru mereka. Sosok dimaksud adalah mantan pemain bintang AC Milan yang kini berkarier sebagai pelatih, Filippo Inzaghi.

Benevento merekrut Filippo Inzaghi sebagai pelatih dengan ikatan kontrak berdurasi satu tahun, Sabtu (22/6/2019). Pelatih berusia 45 tahun ini juga mendapat opsi perpanjangan kontrak pada tahun kedua.

Inzaghi merupakan pelatih yang sebelumnya hanya melatih selama tujuh bulan di Bologna. Ia mengalami pemecatan pada Januari lalu setelah dianggap gagal memperbaiki performa anak asuhnya.

https://www.instagram.com/p/BzAZgGfirKG/?utm_source=ig_embed

“Benevento Calcio mengumumkan bahwa telah mencapai kesepakatan dengan Filippo Inzaghi untuk menjadi pelatih tim utama. Ia menandatangani kontrak dengan klub hingga 30 Juni 2020 dengan opsi pembaruan kontrak hingga 30 Juni 2021,” tulis pernyataan resmi Benevento dikutip Football5star.com.

Benevento merupakan tim yang sebelumnya terdegradasi dari Serie A pada akhir musim 2017-18. Pada musim berikutnya, mereka berhasil finis di posisi ketiga klasemen akhir Serie B. Namun, gagal kembali ke kasta teratas sepak bola Italia lantaran mengalami kekalahan di pertandingan play-off melawan Cittadella.

Inzaghi merupakan pelatih yang mengawali karier sebagai juru taktik skuat muda AC Milan. Sempat menukangi tim utama pada musim 2014-15 sebelum melanjutkan peruntungan bersama Venezia dan Bologna.

https://www.instagram.com/p/By7Lh5XgIda/

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Inzaghi Sarankan Piatek dan Cutrone Dimainkan Bersama

Football5star.com, Indonesia – Striker legendaris AC Milan, Filippo Inzaghi, angkat suara soal keberadaan Krzysztof PIatek dan Patrick Cutrone sebagai penyerang. Ia menyarankan agar pelatih Gennaro Gattuso menduetkan dua striker tersebut.

Performa Milan memang menanjak setelah kedatangan Piatek Januari lalu. Tapi di sisi lain keberadaan Cutrone semakin tak terasa di lini depan. Ia secara perlahan mulai tersingkir dari tim utama.

Demi memanfaatkan talenta luar biasa yang dimiliki Cutrone, Inzaghi menginginkan agar kedua pemain tersebut bisa bermain bersama di lini depan. Menurutnya, mereka akan menjadi duet hebat seperti dirinya dengan Andriy Shevchenko.

inzaghi-jangan samakan saya dengan cutrone
zimbio.com

“Pietak tiba di Milan dan menemukan kemampuan terbaiknya. Dia juga mampu mencetak gol bersama timnas Polandia. Tapi dia berbeda dengan saya maupun Shevchenko, tapi dia sangat luar biasa dan saya suka pemain seperti dia,” kata Inzaghi kepada Gazzetta dello Sport, Selasa (26/3/2019).

“Tapi kita tidak boleh melupakan Cutrone. Saya mengenalnya dengan baik dan dia pemain hebat. Dia harus menunggu kesempatan yang diberikan Gattuso, dia akan membantunya. Saya juga berharap Piatek dan dia bisa diduetkan bersama seperti saya dan Sheva dulu. Saya yakin mereka bisa melakukannya,” tambah pria yang akrab disapa Pippo ini.

Sementara itu, mantan pelatih Bologna ini juga yakin dengan masa depan I Rossoneri. Tidak hanya dari sisi kekuatan tim, tapi juga dari segi manajemen.

“Pemilik klub sudah melakukan pekerjaan luar biasa dengan mengembalikan banyak legenda kembali ke klub. Sekarang kita bisa lihat di sana ada Leonardo dan Maldini. Keduanya membuat semua orang senang,” imbuhnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Piatek Perpaduan Shevchenko dan Inzaghi

Football5star.com, Indonesia – Kegemilangan Krzysztof Piatek membuat Marek Jankulovski terpukau. Mantan pemain AC Milan ini merasa Piatek adalah perpaduan Andriy Shevchenko dan Filippo Inzaghi.

Didatangkan oleh AC Milan pada bursa transfer musim dingin kemarin, Piatek telah menyumbangkan delapan gol bagi AC Milan di semua ajang. Kedatangan Piatek membuat Gonzalo Higuain terdepak ke Chelsea dan Patrick Cutrone juga terpinggirkan.

“Sangat sulit untuk membuat perbandingan, capaian ini hanya baru awal kariernya. Tentu saja, bukan hal yang normal saat tiba di Italia dan mencetak banyak gol,” ujar Marek Jankulovski dilansir Football5star dari Calciomercato.

Meskipun begitu, mantan bek kiri Udinese ini tak bisa membandingkan secara langsung Piatek dengan Shevchenko dan Inzaghi. Selain karena ini baru awal dalam kariernya, menurut Jankulovski, belum ada penyerang yang bisa menyamai karier dua rekannya saat masih di AC Milan.

piatek kembali tentukan kemenangan milan
@acmilan

Jankulovski merasa Piatek memiliki magis yang dimiliki Inzaghi dan Shevchenko. Ada beberapa hal yang membuat Jankulovski meyakini hal itu.

“Teman-teman saya, Sheva dan Pippo adalah penyerang yang luar biasa. Dia (Piatek) hanya mendekati mereka dan berarti ia akan menjadi pemain top. Di dalam area penalti, ia memiliki sesuatu seperti Inzaghi, karena kemampuan untuk selalu bisa menemukan di mana bola akan jatuh.

“Untuk koordinasi dan menembak dari luar kotak, dia juga mengingatkanku pada Shevchenko. Katakanlah dia (Piatek) adalah campuran antara keduanya.”

Meskipun begitu, Jankulovski meminta agar tak ada tekanan yang terlalu besar kepada Piatek. Selain karena ia belum genap semusim bermain di Italia, juga karena bermain untuk Milan tidaklah mudah.

“Tapi sekarang Anda harus memberinya waktu, jangan berharap banyak darinya karena butuh waktu untuk menulis sejarah klub. Dia harus memastikan dirinya selama bertahun-tahun. Tapi, Milan dengan dia benar-benar membuat kesepakatan yang bagus dan saya pikir dia akan menjadi striker masa depan.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Pecat Inzaghi, Bologna Tunjuk Mihajlovic

Football5star.com, Indonesia – Kerasnya persaingan di Serie A 2018/2019 kembali memakan korban. Kali ini adalah Filippo Inzaghi yang dipecat oleh Bologna. Sebagai gantinya, Rossoblu menunjuk Sinisa Mihajlovic sebagai pelatih baru mereka.

Di bawah kendali Inzaghi, Bologna memang gagal menunjukkan permainan terbaiknya. Sejak didatangkan pada awal musim, Rossoblu hanya mampu menang empat kali di semua ajang. Dua pertandingan mereka menangkan di Serie A dan sisanya di Coppa Italia.

Salah satu kemenangan monumental adalah ketika mereka menang 2-0 atas AS Roma pada 23 September 2018. Itu menjadi kemenangan perdana mereka di Serie A musim ini. Butuh waktu dua bulan bagi klub yang bermarkas di Stadion Renato Dall’Ara ini untuk bisa meraih kemenangan. Yakni pada Desember 2018 saat melawan Udinese.

Filippo Inzaghi - Bologna - Football5star - ESPN
ESPN

Hasil minor yang terus diraih membuat mereka tercecer di zona degradasi, tepatnya di peringkat ke-18. Mereka hanya mampu mendapatkan 20 poin, hasil dari dua kali menang, delapan kali imbang, dan sebelas kali kalah.

Nama Mihajlovic sendiri tentu tak asing di telinga pendukung Bologna. Pasalnya, ia mengawali debut sebagai pelatih saat membesut Rossoblu pada musim 2008/2009 setelah dua musim menjadi asisten pelatih Roberto Mancini di Inter Milan.

Di Bologna saat itu, ia menggantikan posisi pelatih kepala Daniele Arrigoni yang dipecat pada November 2008. Posisinya di Bologna bertahan hingga April 2009.

Mantan pelatih AC Milan ini dipercaya menjadi pelatih kepala hingga akhir musim 2018/2019. Ada opsi perpanjangan kontrak untuk satu musim jika ada progres maksimal yang ditunjukkan Mattia Destro dan kolega.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Inzaghi: Jangan Samakan Saya dengan Cutrone

Football5star.com, Indonesia – Kehebatan bomber belia AC Milan, Patrick Cutrone, membuat banyak orang menyamakan kualitasnya dengan Filippo Inzaghi. Namun, eks striker I Rossoneri itu justru menolak anggapan tersebut.

Performa Cutrone mulai menyedot perhatian pada musim lalu. Mandulnya Andre Silva dan Nikola Kalinic membuat Milan bertumpu pada ketajamannya. Ia pun menjawab kepercayaan Gennaro Gattuso dengan 18 gol yang dibuat di musim perdananya.

Insting pemain 20 tahun itu pun tidak pudar musim ini dengan torehan tiga gol di semua ajang. Efektivitasnya di depan gawang inilah yang membuat dirinya disamakan dengan Inzaghi.

Higuain dan Cutrone Fantamagazine
fantamagazine.com

“Gattuso bilang Cutrone mengingatkannya pada saya. Saya berharap yang terbaik untuknya. Saya benar-benar pengagum Cutrone dan saya membuatnya bermain di Milan Junior saat usianya masih sangat muda,” ujar Inzaghi kepada Gazzetta dello Sport, Sabtu (6/10/2018).

“Tapi bagaimana pun, saya tidak ingin menyamakannya dengan saya. Ketika saya datang ke Milan tidak ada yang menyandingkan saya dengan Van Basten atau Weah. Tapi Cutrone memiliki segalanya untuk menjadi striker yang sangat penting,” tambah pria yang saat ini menjadi pelatih Bologna.

Sementara itu, Cutrone sejatinya masih dihantui status pemain pengganti musim ini. Anggapan tersebut tak lepas dari keberadaan Gonzalo Higuain di lini depan Milan. Apalagi striker yang didatangkan dari Juventus itu sudah mengemas empat gol di semua kompetisi.

Mantan Bek AC Milan Sindir Inzaghi

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Mantan bek AC Milan, Adil Rami, menyindir legenda Rossoneri, Filippo Inzaghi. Di mata dia, Inzaghi adalah pelatih yang sangat buruk.

Dalam sebuah wawancara dengan L’Équipe Magazine, Rami menyatakan siap untuk menjadi pelatih ketika gantung sepatu nanti.

Filippo Inzaghi - Bologna - Football5star - ESPN
Getty Images

“Aku memilikirkannya. Aku akan mulai mengambil kursus tahun ini, aku pikir aku bisa menjadi pelatih yang sangat baik. Ya, mungkin tidak di Marseille, aku tidak ingin botak!” kata Rami seperti dilansir Soccerway.

“Aku beruntung memiliki pelatih yang sangat baik: Rudi Garcia, Didier Deschamps, Unai Emery, Laurent Blanc dan Clarence Seedorf.”

“Ketika Anda melihat mereka, Anda akan mengatakan jadi pelatih tidak akan mudah untuk dijalani, tapi berkat Filippo Inzaghi, aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku bisa melakukannya, karena dia benar-benar malapetaka!” Rami menambahkan.

Rami sendiri pernah bekerja di bawah Inzaghi saat masih di AC Milan, tepatnya di musim 2014-2015. Di musim tersebut, Inzaghi hanya menjabat selama beberapa bulan sebelum akhirnya digantikan oleh Sinisa Mihajlovic.

Total, Rami membela AC Milan selama dua musim (2013-2015). Bek asal Prancis itu tampil dalam 44 pertandingan dan melesakkan empat gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

 

Cutrone Ternyata Penggemar Berat Morata

Football5star.com, Indonesia – Bintang belia AC Milan, Patrick Cutrone, tidak memungkiri kekagumannya pada striker Chelsea, Alvaro Morata. Baginya, performa Morata saat masih memperkuat Juventus menunjukkan dirinya sebagai striker yang sangat kuat

Kendati begitu, Cutrone mengaku bahwa Morata bukan satu-satunya pemain yang ia kagumi. Jika berbicara masa kecil, sang pemain mengungkapkan bahwa Filippo Inzaghi lah pemain idolanya.

morata juventus inter tim cup
juventus.com

 “Idola saya tentu saja Pippo Inzaghi. Tapi saya juga penggemar Morata. Dia sangat muda ketika di Juventus, tapi dia mampu menempa diri dengan baik dan menjadi striker yang sangat kuat,” ujar Cutrone seperti dikutip Football5star.com dari Calcio Mercato, Selasa (25/9/2018).

Di sisi lain, Cutrone saat ini sedang dalam kondisi cedera dan sudah absen pada dua laga terakhir Milan. Ia pun mengakui bahwa proses pemulihan cederanya berjalan lancar.

“Saya sedang dalam masa pemulihan cedera sekarang. Ketika saya tidak bermain saya akan menjadi gugup, tapi saya hanya ingin fokus ke masa depan. Saya bisa berbuat lebih baik, saya latihan setiap hari untuk meningkatkan performa,” imbuhnya.

Lebih lanjut, striker Timnas Italia itu menargetkan mencetak lebih dari 10 gol pada musim ini. “Saya bisa mencetak lebih dari 10 gol permusim. Bermain untuk Milan adalah mimpi yang jadi kenyataan. Saya bilang saya bagian dari tim ini ketika saya mencetak gol melawan Bayern Munich,” tutupnya.

Setelah Roma, Inzaghi Ingin Kalahkan Juventus

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Bologna, Filippo Inzaghi, akan menghadapi mantan klubnya, Juventus, di lanjutan Serie A, Kamis (27/9/2018) dinihari WIB. Berbekal kemenangan sensasional atas AS Roma akhir pekan lalu, Inzaghi mengatakan timnya dalam percaya diri tinggi jelang laga di Allianz Stadium tersebut.

Seperti yang diketahui, Bologna baru saja meraih kemenangan pertamanya musim ini. Tidak main-main, klub yang mereka kalahkan adalah salah satu kandidat juara musim ini, Roma, dengan skor 2-0.

Menilik hasil tersebut, Inzaghi berharap timnya bisa mempertahankan momentum. Ia pun menuntut timnya bermain dengan performa terbaik agar bisa mengalahkan Si Nyonya Tua.

AS Roma kembali menelan kekalahan. Kali ini Bologna yang memberikan luka begitu dalam pada Serigala Kota Roma. - Football5star - ASRomaEN
@ASRomaEN

“Saya punya kepercayaan diri sebelum laga itu dan saya kembali menerapkan itu pada laga nanti. Kami harus melanjutkan perjalanan ini. Kami sedang menikmati hasil kemarin tapi sekarang harus menghadapi tim terbaik Eropa,” kata Inzaghi seperti dilansir Calcio Mercato, Selasa (25/9/2018).

“Kami berharap bisa memainkan permainan yang bagus seperti melawan Roma. Tidak ada yang mengira kami bisa menang saat itu. Kami harus berada dalam kondisi terbaik untuk mengalahkan Juventus. Kami tidak boleh kehilangan apa pun dan semua harus kami dapatkan,” tambahnya.

Kendati percaya diri, pria yang di masa bermain menuai sukses bersama AC Milan itu cukup menyayangkan kondisi beberapa pemainnya yang menderita cedera. “Ada beberapa pemain yang tak bisa saya turunkan, terutama di lini tengah dan itu sangat disayangkan,” pungkasnya.

Kalah dari Inter, Inzaghi Sebut Bologna Tak Beruntung

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Bologna dipermak Inter Milan di kandang sendiri, Renato Dall’Ara dengan skor mencolok, 3-0. Meskipun kalah, Filippo Inzaghi, sang pelatih menyebut Bologna kalah karena tak beruntung.

Bologna sejatinya bermain apik selama 67 menit. Mereka sukses membuat lini depan Inter kelimpungan menembus ketatnya lini belakang mereka. Sebelum akhirnya Radja Nainggolan mencetak gol dan membuat semuanya berubah. Andrea Poli dkk. kemasukan dua gol setelahnya dan lini belakang mereka keropos setelahnya.

“Kita sebenarnya berada dalam peluang yang bagus hingga membuat Inter tak bebas menyerang, tapi kita kebobolan saat sedang berada dalam periode terbaik,” ucap Inzaghi sesaat setelah pertandingan.

Pippo, panggilan akrab Inzaghi kecewa dengan kekalahan telak yang diderita anak asuhnya. Meskipun begitu, ia menerima kekalahan tersebut dan mencoba untuk melangkah ke pertandingan selanjutnya.

“Kita bermain dengan baik, kalah tiga kosong dan itu mengecewakan. Kami melawan tim yang bagus dan kami menerima kekalahan tersebut,” lanjutnya.

Kekalahan ini membuat Bologna belum sekalipun mencicipi kemenangan. Lebih miris lagi, mereka belum sekalipun mencetak gol dalam tiga pertandingan awal Serie A dan kemasukan empat gol. Mereka pun terpuruk di posisi 17 dengan hanya mendapatkan 1 poin dari tiga pertandingan.

Kegagalan mereka mencetak satu gol pun dalam tiga laga awal ternyata membuat mereka mencatatkan rekor anyar. Pertama dalam sejarah Serie A.

Inzaghi Dipercaya Bisa Naikkan Derajat Bologna

Banner Footbal Live Star-Football5star

 

Football5star.com, Indonesia – Presiden Venezia, Joe Tacopina, memprediksi Filippo Inzaghi bisa meraih kesuksesan bersama Bologna. Bahkan ia percaya legenda sepak bola Italia itu bisa menaikkan derajat klub berjuluk Rossoblu tersebut.

Untuk diketahui, Tacopina merupakan mantan bos Inzaghi, yang melatih Venezia musim lalu. Selama diasuh mantan pemain AC Milan itu, posisi Venezia merangkak naik di Serie B. Mereka juga nyaris promosi ke Serie A sebelum dikalahkan Palermo.

Keberhasilan Inzaghi membangkitkan Venezia itu pula yang membuat Tacopina yakin dengan kapasitasnya. Walau masih muda, Tacopina mengatakan bahwa Inzaghi sebagai sosok luar biasa yang sudah memahami seluk-beluk sepak bola.

FilippoInzaghiVeneziaFCVsCittadiPalermoo8fvYqBNLcxl
zimbio.com

“Pippo akan membawa Bologna ke tempat tertinggi. Dia seorang yang selalu mempersiapkan semuanya dengan matang. Dia sudah belajar semuanya sekalipun di Lega Pro, seperti pemain, pertandingan, semuanya,” kata Tacopina seperti dilansir Football Italia, Rabu (15/8/2018).

“Saya sangat bangga padanya. Dia menunjukkan kami apa yang diinginkan dan kami melihat itu lewat hasil akhir di lapangan,” ia menambahkan.

Nama Filippo di dunia kepelatihan memang masih kalah mentereng ketimbang sang adik, Simone Inzaghi, di Lazio. Sebelum menukangi Venezia, pria yang memenangkan dua gelar Liga Champions itu pernah gagal total saat menjalani debut melatihnya di Milan.

Akan tetapi kegagalan tidak membuat Inzaghi terus terpuruk. Ia pun memulai kariernya kembali dari bawah dengan menukangi Venezia. Walau gagal membawa klub tersebut promosi ke Serie A, banyak yang menganggap dirinya telah membawa perubahan besar di  Venezia.

Inzaghi Ingin Selamatkan Karier Ranocchia

Banner Footbal Live Star-Football5star

 

Football5star.com, Indonesia – Tak kunjung mendapat tempat utama di Inter Milan, pesona Andrea Ranocchia tetap mengundang kekaguman dari tim lain. Salah satunya dari pelatih Bologna, Filippo Inzaghi, yang dikabarkan siap menyelamatkan karier sang pemain.

Kendati sudah lama berseragam Inter, bek jangkung ini sudah kehilangan tempat di tim utama sejak dua musim terakhir. Bahkan ia pernah dipinjamkan ke Hull City pada pertengahan musim 2016-2017.

Pada musim lalu, Ranocchia mendapat kepercayaan Luciano Spalletti di beberapa laga Inter. Bahkan ia berhasil mencetak dua gol dari 11 penampilan.

Filippo Inzaghi, SImone Inzaghi, Italia
telesport.al

Di musim depan, tempat Ranocchia di Inter semakin terjepit dengan kedatangan Stefan de Vrij dari Lazio. Bisa dibilang bahwa pemain yang pernah menjabat kapten I Nerazzuri ini hanya akan menjadi pilihan terakhir Spalletti di lini belakang.

Untuk itu, Inzaghi ingin mendatangkan pemain 30 tahun tersebut untuk memperkokoh lini belakang timnya. Seperti dilansir Calcio Mercato, legenda AC Milan itu tengah berupaya untuk mendapatkan Ranocchia sebelum jendela transfer ditutup.

Inzaghi juga menjanjikan tempat inti andai mantan pemain Bari itu bersedia hijrah ke Bologna. Namun, hingga saat ini kedua klub belum melakukan negosiasi soal Ranocchia.

Inter diyakini siap melepas sang bek jika ada klub yang sanggup membayar 5 juta euro. Terkait dengan isu transfer Ranocchia, pelatih Luciano Spalletti sempat mengatakan dirinya tidak akan menghalangi keinginan pemainnya itu untuk hengkang.

Filippo Inzaghi Resmi Tangani Bologna

Football5Star.com, Indonesia – Bologna resmi menunjuk mantan pelatih AC Milan, Filippo Inzaghi, sebagai pelatih baru untuk musim depan. Bologna mengikat Inzaghi dengan kontrak berdurasi empat tahun.

Bologna resmi mengumumkan Filippo Inzaghi sebagai pelatih baru menggantikan Roberto Donadoni. Inzaghi didatangkan Bologna usai gagal mengantarkan Venezia untuk promosi ke Serie A karena kalah di babak play-off.

“Bologna FC 1909 mengumumkan bahwa Filippo Inzaghi akan memimpin tim secara teknis, dia telah menandatangani kontrak hingga 2022,” bunyi pernyataan di laman resmi Bologna.

inzaghi
afrizap

“Perkenalan pelatih baru dijadwalkan pada jam 11 siang (waktu Italia) di ruang wartawan, Stadion Dall’Ara,” tulis pernyataan tersebut melanjutkan.

Pria beralias Pippo itu memulai karier kepelatihannya di AC Milan. Dia melatih tim Primavera AC Milan sebelum promosi ke tim utama pada musim 2014-2015.

Pada 2016 dia melatih tim Serie C, Venezia, dan sukses mengantarkan promosi ke Serie B pada tahun tersebut. Dua musim melatih Venezia, Pippo sukses membawa timnya menuju babak play-off untuk promosi ke Serie A. Namun, Venezia akhirnya harus menyerah dengan agregat 1-2 dari Palermo.

Semasa aktif bermain, Inzaghi merupakan legenda AC Milan. Bermain di Rossoneri sejak 2001-2012, Inzaghi mencetak 73 gol dari 202 penampilan. Inzaghi juga pernah membela tim-tim besar Italia seperti AC Parma dan Juventus. Inzaghi juga menjadi bagian timnas Italia kala memenangi Piala Dunia 2006.


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

24 Tahun Berkarier di Sepak Bola, Ini Penyelamatan Terbaik Buffon

Football5Star.com, Indonesia – Kendati sudah berusia 40 tahun, nama Gianluigi Buffon tetap menjadi magnet di dunia sepak bola. 24 tahun berkarier, kiper Juventus ini ternyata memiliki satu penyelamatan favorit yang akan selalu dia ingat.

Dari sekian banyak save yang dilakukan sepanjang kariernya, menepis tandukan Filippo Inzaghi pada Final Liga Champions 2002 silam menjadi penyelamatan terbaik menurutnya. Selain itu, performanya saat melawan Olympique Lyon dan Newcastle United di Liga Champions juga akan selalu diingat.

“Penyelamatan yang selalu saya ingat? Salah satunya adalah menghalau sundulan Inzaghi di final Liga Champions. Itu pertandingan final pertama saya di Liga Champions dan rasanya sangat luar biasa. Saya selalu mengingatnya dan bangga bisa melakukan itu,” ujar Buffon seperti dikutip Tuttosport, Kamis (29/3/2018).

“Lawan Lyon musim lalu juga sangat baik, sama seperti saat menghadapi Newcastle. Yang pasti saat saya berhenti bermain, saya akan menyaksikan semua pertandingan,” sambungnya.

Selain soal penyelamatan gemilangnya, mantan kiper Parma ini juga membeberkan pertandingan favoritnya. Kiper 40 tahun itu mengatakan bahwa laga debutnya bersama Parma dan semifinal Piala Dunia 2006 adalah yang terbaik.

“Pertandingan favorit saya? Jerman vs Italia di Piala Dunia 2006, itu benar-benar luar biasa ketika kami mampu membalikkan prediksi. Selain itu pertemuan Juventus dan Madrid pada 2003, dan yang membuat saya merasa emosional tentu saja saat debut melawan Milan,” tutupnya.

Inzaghi Dukung Sang Adik Tangani Italia

Football5Star.com, Indoensia – Legenda AC Milan, Filippo Inzaghi, mendukung sang adik, Simone Inzaghi, untuk menangani tim nasional Italia. Namun, ia mengatakan hal itu baru akan terjadi dalam beberapa tahun lagi.

Simone yang saat ini menangani Lazio menunjukkan performa menawan. Bahkan dirinya mampu mengembalikan Biancoceleste kembali ke kompetisi Eropa dan lolos ke Perempat Final Liga Europa musim ini.

Menurut Pippo, adiknya itu sudah berada di jalur yang benar untuk menjadi pelatih sukses di masa depan yang dibutuhkan Gli Azzurri.

“Dia telah membuktikan dirinya sanggup menunaikan tugasnya dan sangat peduli dengan Lazio. Namun dia adalah orang yang profesional dan bisa melatih Italia dengan baik di masa mendatang,” ungkap Filippo kepada Radio Radio, Minggu (25/3/2018).

simone inzaghi
@OfficialSSLazio

“Simone kini menjelma jadi pelatih muda yang sangat diperhitungkan. Dia senang berada di lazio dan ingin bertahan selama mungkin di klub yang dicintainya itu,” tandasnya.

Ketika masih bermain, Pippo dan Simone pernah sama-sama membela Azzurri. Namun, karir sang kakak di timnas lebih cemerlang dengan merengkuh trofi Piala Dunia 2006. Tidak hanya di timnas, kiprah Pippo di tingkat klub juga lebih mentereng dari adiknya tersebut dengan mempersembahkan deretan gelar bergengsi untuk Milan dan Juventus.

Kendati demikian, peruntungan keduanya berubah saat menekuni dunia kepelatihan. Bersama Simone, Lazio sejak musim lalu sukses membawa Lazio bersaing di papan atas Serie A. Sedangkan Pippo pernah dipecat Milan dua musim lalu dan kini menukangi klub Serie B, Venezia.

Liga Italia: Promosi Setelah Menanti 15 Tahun Berkat Tangan Dingin Filippo Inzaghi

Football5star.com, Indonesia – Tangan dingin Filippo Inzaghi sukses membawa klub asuhannya, Venezia, kembali ke Serie B untuk pertama kali sejak 15 tahun.

Berkat hasil imbang 1-1 dengan Fano pada Sabtu (15/4), Venezia kini unggul 12 poin dari Parma dan kokoh di puncak klasemen Lega Pro Girone B dengan 78 angka. Posisi Venezia tak mungkin lagi dikejar Parma dengan sisa tiga pertandingan.

Lega Pro sendiri terbagi dalam tiga Girone masing-masing A, B, dan C. Setiap pemuncak klasemen akhir akan mendapat jatah otomatis promosi ke Serie B. Sementara, peringkat kedua sampai 10 akan menjalani play-off promosi.

Kebehasilan Venezie menjadi bukti tangan dingin Inzaghi di kursi pelatih. Mantan arsitek AC Milan itu datang pada Juni tahun lalu, atau hanya 12 bulan sejak didepak dari San Siro.

Prestasi Inzaghi akan tercatat dalam buku sejarah Venezia karena ini menjadi kali pertama mereka promosi ke Serie B setelah 15 tahun silam.

Venezia sendiri sejatinya bukan nama asing di Serie A. Mereka sempat menghuni kasta teratas Liga Italia itu sebelum terdegradasi ke Serie B pada 2002. Sejak saat itu, Venezia melalui masa-masa sulit.

Mereka tiga kali divonis bangkrut dan harus mengalami beberapa pergantian nama. Dimulai S.S.C. Venezia, Foot Ball Club Unione Venezia, dan terakhir Venezia Football Club. Beberapa kali vonis bangkrut itu pula yang membuat Venezia harus malang-melintang di level Serie D (non-profesional) hingga Lega Pro (Serie C).

Namun, kehadiran Inzaghi membawa secercah asa. Keajaiban sang maestro membuat Venezia berhak tampil di kasta kedua Liga Italia pada musim depan. Bukan mustahil pada musim berikutnya, Inzaghi membawa Venezia ke Serie A, dan akan berhadapan dengan sang adik, Simone Inzaghi, yang melatih Lazio.

Liga Italia: AC Milan Diminta Jaga Bakat Muda Italia

Football5star.com, Indonesia — AC Milan saat ini dipenuhi para pemain muda Italia. Mereka diminta bisa menjaganya demi masa depan tim nasional.

Bersama para pemain muda di musim ini, Milan mampu menduduki posisi tujuh Liga Italia. Mereka mengumpulkan 37 poin.

Di akhir pekan lalu, Milan baru saja terpeleset. Mereka kalah dari Udinese dengan skor 1-2.

Milan pun mulai menurun, dan penampilan mereka mulai dikritik. Soal hal itu, Filippo Inzaghi memberikan pembelaan.

“Saua berharap bahwa semua orang dan media bisa membantu menjaga talenta muda kami,” harap Inzaghi seperti dilansir oleh Football Italia.

“Kami selalu bilang bahwa kami tak membiarkan para pemain muda mempunyai kesempatan, lalu mengkritik mereka saat mereka membuat kesalahan. Saat Anda bermain dengan pemain muda, tak bisa dipungkiri Anda akan mempunyai puncak performa dan penampilan terburuk.”

“Saya memberi pujian untuk Milan dan Vincenzo Montela untuk memilih mereka secara reguler, dan saya yakin bahwa mereka bisa melewati momen berat ini. Kami tak bisa mulai berdebat mengenai pemain mud setelah satu pertandingan. Montella tahu dengan baik bagaimana memakai pemain ini.”

“Kami mempunyai Donnarumma, yang sudah bermain di tim senior Italia di usia 17 tahiun dan merupakan Buffon yang baru. Jika Locatelli mempunyai Riccardo Montolivo di sisinya, itu akan membantu, memberi saran, dan memberi contoh,” imbuhnya.

Berita Bola: Misi Lazio Akhiri Tabu Kontra Milan di San Siro

Pelatih Lazio, Simone Inzaghi, memiliki misi besar dalam laga melawan AC Milan di San Siro, Rabu (21/9) dini hari WIB. Dia bertekad menghapus laga kontra I Rossoneri di San Siro.

Maklum saja, di pentas Serie-A, Lazio tak pernah di kandang Milan, San Siro, dalam 27 tahun terakhir. Dalam kurun waktu itu, I Biancocelesti memang sempat menang di San Siro, tapi di ajang Coppa Italia.

“Sudah terlalu lama Lazio tak pernah menang di San Siro melawan Milan di ajang Serie-A. Kini saatnya memupus tabu tersebut. Milan memang berkualitas, tapi tak ada yang tak mungkin di sepak bola,” ucap Inzaghi seperti dilansir Football Italia.

Kemenangan 3-0 atas Pescara pada pekan lalu dijadikan suntikan motivasi untuk bisa meraih hasil maksimal di San Siro. Menurutnya, Lazio berada di jalur yang tepat untuk bisa memupus tabu tak pernah menang di San Siro melawan Milan di pentas Serie-A.

Selain itu, Inzaghi juga mengkritik Milan yang terlalu mudah memecat pelatih. Kritikannya tersebut mengacu pada putusan I Rossoneri yang memecat Filippo Inzaghi dari jabatan pelatih pada akhir musim 2014-2015. Filippo notabene adalah kakak kandungnya.

Pada musim itu, Pippo -sapaan akrab Filippo Inzaghi, mengantarkan Milan berada di peringkat ke-10. Namun, dia harus kehilangan pekerjaannya pada akhir musim lantaran dianggap gagal mengangkat performa tim.

Simone sendiri menilai Milan terburu-buru dalam mengambil keputusan memecat Pippo. Dia meyakini andai diberi kesempatan, Pippo akan sanggup menghadirkan prestasi bersama Milan.

“Pippo ingin mengulang sukses bersama Milan sebagai pelatih setelah meraih prestasi gemilang ketika sebagai pemain. Milan belum membaik bukan karena kesalahan dia. Milan terlalu terbur-buru melengserkannya,” sebut Simone

Simone menyebut akan menjadi momen yang spesial andai Milan masih ditukangi Pippo. Dia akan menghadapi kakak kandungnya dalam kapasitas sebagai pelatih. Sebelumnya, saat masih aktif sebagai pemain, keduanya sudah sering bertemu di lapangan.

Berita Bola: Dengan Menjual Pogba, Juventus Sudah Siap Juara Liga Champions

Mantan penyerang Timnas Italia, Filippo Inzaghi, menilai keputusan Juventus menjua Paul Pogba adalah langkah tepat. Pasalnya, kini Juventus dianggap sudah siap menjuarai Liga Champions.

Dengan melepas Pogba, Juventus memang bisa membeli sederet pemain kelas dunia lain. Sebut saja Gonzalo Higuain, Miralem Pjanic, Medhi Benatia, hingga Dani Alves.

Dengan kekuatan baru itu, Inzaghi percaya Juventus punya kualitas mumpuni untuk bersaing menjuarai Liga Champions musim ini.

“Juve hanya memiliki satu masalah, mereka harus juara (Liga Champions) kali ini. Mereka akan merasakan sedikit tekanan, karena Anda perlu seluruh tim untuk memenangkan Liga Champions. Sekarang, Juve memiliki daya serang yang bisa membuat cemas lawan dan mereka selalu memiliki pertahanan yang baik,” ujar Inzaghi dalam wawancara kepada La Gazzetta dello Sport.

“Setelah penjualan Pogba, kini skuad telah selesai. Juventus sudah siap. Klub memang sangat tepat untuk menjual Pogba dan kemudian memperkuat serangan dengan mendatangkan Higuain, lini tengah dengan keberadaan Pjanic, dan Benatia di pertahanan,” imbuhnya.

Dengan keyakinan Juventus akan punya peluang besar menjadi juara, Inzaghi pun sudah memprediksi siapa yang akan menjadi lawan di final.

“Tim mana yang akan berlaga di partai final? Bayern Muenchen vs Juventus. Bayern adalah tim yang sangat lengkap, mereka benar-benar menggairahkan di sisi sayap. Robert Lewandowski adalah salah satu striker terbaik di dunia, Thomas Muller selalu paham harus berada di posisi mana, dan Douglas Costa selalu bisa mengalahkan lawannya dengan mudah,” papar dia.

Inzaghi sendiri pernah berpengalaman tampil di final Liga Champions bersama Juventus. Kala itu, musim perdananya bersama I Bianconeri, Inzaghi berpasangan dengan Alessandro Del Piero.

Kini, Inzaghi pun coba membandingkan duetnya bersama Del Piero, dengan pasangan Juventus musim ini, Higuain dan Dybala.

“Keduanya luar biasa, tapi Ale dan saya mampu lolos ke final pada musim perdana bersama. Jika Higuain dan Dybala ingin lebih baik, mereka cuma punya satu opsi, menjuarai Liga Champions. Tentu itu bukan cuma tergantung kepada keduaya. Gol dari para striker sama penting dengan lini pertahanan tangguh,” pungkasnya.

Berita Bola: Alasan Filippo Inzaghi Mau Melatih Klub Lega Pro

Keputusan Filippo Inzaghi menerima pinangan klub Lega Pro, Venezia, menjadi sebuah kejutan. Pasalnya, bisa dibilang, karier Inzaghi mengalami penurunan karena sebelumnya dia melatih AC Milan.

Namun, Inzaghi punya alasan kuat mengapa menerima tawaran melatih Venezia dan menolak tawaran beberapa klub lain yang tampil di kasta lebih tinggi.

“Saya mulai bekerja besok dan tidak akan pergi berlibur karena mereka mengatakan bahwa itu tidak mungkin,” kata Inzaghi dalam konferensi pers pertamanya pada hari Rabu (8/6), seperti dilansir Gazzetta World.

“Berada jauh dari sepak bola telah menyakitkan bagi saya. Saya tidak bisa hidup tanpa sepak bola,” imbuh dia.

Sejatinya, Inzaghi sempat mendapat tawaran melatih di beberapa klub kasta atas di Italia. Dia bahkan juga sempat menerima tawaran dari salah satu klub Chinese Super League. Namun, pilihan akhirnya jatuh kepada Venezia yang dilatari beberapa alasan.

“Saya sudah bertemu dengan beberapa tim berbeda dari divisi yang lebih tinggi serta klub Cina. Tapi ketika Venezia menelepon, saya tidak punya keraguan. Mereka meyakinkan saya bahwa beberapa pemain hebat akan datang. Saya tahu bahwa kami akan mendapat sorotan,” sambung dia.

Venezia sendiri baru saja promosi dari Serie D. Inzaghi pun menegaskan siap membawa klub asuhannya kembali ke kasta tertinggi di Italia, Serie A, dan bahkan melaju ke pentas Eropa.

“Saya tahu semua pemain Lega Pro. Kami tahu bahwa bursa trasfer akan menjadi masalah terbesar. Kami akan mengawasi setiap pemain dan berharap untuk kembali ke Serie A bersama Venezia. Kami memiliki presiden (Joe Tacopina) yang sudah siap untuk Liga Champions,” tutup dia.

Mimpi Simone Inzaghi Hadapi Sang Kakak di Serie A Musim Depan

Pelatih Lazio, Simone Inzaghi, memiliki keinginan yang diharap bisa terwujud pada musim depan. Dia sangat ingin berduel dengan kakak kandungnya, Filippo Inzaghi, di pentas Serie A musim 2016-17.

Pada laga Lazio mengalahkan Carpi 3-1, Filippo memang menonton kiprah tim besutan adiknya tersebut. Pippo -sapaan akrabnya- masih menganggur setelah dipecat oleh AC Milan musim lalu.

Meski begitu, banyak orang termasuk Simone menganggap Pippo memiliki kualitas luar biasa sebagai pelatih. Pemecatannya di Milan hanya karena masalah pelik di dalam klub.

“Kita semua bisa lihat dalam jangka pendek, Milan sudah bergonta-ganti pelatih hingga empat atau lima kali. Klub juga tak mau berinvestasi kala Pippo masih di sana,” ujar Simone kepada Rai Sport.

Dia menambahkan, “Pada saat itu Milan hanya bisa mendatangkan pemain gratis atau pun pinjaman. Wajar jika Pippo tak mampu memaksimalkan kondisi. Namun, saya berharap musim depan bisa kembali berduel dengan dia di Serie A sebagai sesama pelatih.”

Simone berharap kakaknya bisa kembali menjadi pelatih di salah satu tim Serie A. Namun, sejauh ini belum ada klub yang dikaitkan dengan mantan striker Juventus dan AC Milan tersebut. Akan sangat menarik jika duel kakak beradik itu benar-benar terwujud di pentas Serie A. Seperti kala keduanya masih sama-sama menjadi pemain.

Inzaghi Diminati Oleh Lyon

Filippo Inzaghi kini tengah menganggur usai berhenti menjadi pelatih AC Milan. Namun, bisa jadi dalam waktu dekat dia akan segera melatih lagi karena Olympique Lyon dilaporkan meminatinya.

Kabar ketertarikan Lyon kepada Inzaghi dilansir oleh edisi Prancis Eurosport. Mereka mengklaim Inzaghi masuk ke dalam kandidat calon pelatih baru Lyon jika Hubert Fournier diberhentikan dari jabatannya. Selain Inzaghi, Lyon disebut mempertimbangkan pelatih lain yakni Bruno Genesio dan Lucien Favre.

Inzaghi memang pernah menyatakan dirinya tertarik untuk melatih lagi. Dia kini tengah berkeliling untuk menambah pengetahuan tentang kepelatihan dengan mendatangi berbagai pihak maupun menonton pertandingan.

Tentang kabar ketertarikan Lyon, Super Pippo belum pernah memberikan respons. Namun diperkirakan dia bakal menerima jika diberi tawaran melatih Les Gones.

Akan tetapi, ada problem yang akan mengganggu. Gaji Inzaghi terbilang tinggi. Milan dilaporkan membayarnya 1,5 juta euro per tahun. Lyon diragukan akan mau menggaji sebesar bayaran di I Rossoneri.

Selain itu, Inzaghi juga diketahui tidak menguasai bahasa Prancis dengan baik. Hal ini dikhawatirkan akan mengganggu komunikasi dengan pemain jika jadi pindah ke Lyon. Bagi Inzaghi, ini kelemahannya jika dibanding dengan Genesio yang merupakan orang Prancis.

Terlepas dari itu, hingga kini Lyon masih mempertahankan Fournier di kursi pelatih. Kini Les Gones terperosok di peringkat kesembilan klasemen sementara Ligue 1 dengan koleksi poin 26 dari 19 pertandingan.

Masih Nganggur, Inzaghi Mau Tetap Jadi Pelatih

Mantan pelatih AC Milan, Filippo Inzaghi, masih menganggur setelah hengkang dari San Siro pada akhir musim lalu. Saat itu, ia dipecat oleh manajemen Rossoneri dan digantikan Sinisa Mihajlovic.

Meski masih menganggur dan belum mendapatkan tawaran pekerjaan baru, Inzaghi mengaku tetap ingin menjadi pelatih. Saat ini, dia hanya menonton banyak pertandingan untuk mendapatkan berbagai pengetahuan baru. Siapa tahu hal itu akan berguna saat ia kembali melatih nanti.

“Apa yang saya lakukan sekarang? Saya berkeliling untuk menyaksikan pelatih dan banyak pertandingan. Saya rasa itu hal yang tepat untuk dilakukan pada saat ini. Lalu, ketika bisa, saya berusaha terlibat dalam kegiatan amal, seperti kegiatan Unicef malam ini,” kata Inzaghi di laga amal Unicef.

“Masa depan? Saya rasa periode yang menenangkan ini akan membantu saya berkembang. Saya bisa belajar dari siapa saja. Saya punya pekerjaan hebat dan ingin jadi pelatih untuk waktu lama,” lanjut dia.

Pada musim lalu, Milan di bawah asuhan Inzaghi bisa dibilang gagal total. Riccardo Montolivo dkk cuma menempati peringkat ke-10 di akhir musim. Milan menelan 12 kekalahan dan 13 hasil seri sepanjang musim. Dengan catatan seburuk itu, wajar saja jika Inzaghi didepak dari kursi pelatih Milan.

Sebelum menjadi pelatih Milan, Inzaghi sempat menjadi pelatih tim primavera Milan. Di sana ia cukup berhasil, namun tak tertular saat menangangi tim senior Milan.

Empoli Minta Bantuan Inzaghi Menjelang Lawan Juventus

Filippo Inzaghi kembali lagi ke tepi lapangan. Kali ini, mantan pelatih AC Milan ini ikut serta menjadi pengamat dalam latihan Empoli. Dia dimintai bantuan dalam persiapan Empoli melawan Juventus di Serie A, Mingggu (8/11).

Inzaghi saat ini sedang tidak menangani klub mana pun usai diberhentikan I Rossoneri. Namun, La Gazzetta dello Sport menyebutkan pada Jumat (6/11), Inzaghi hadir ke arena berlatih Empoli.

Kehadiran Inzaghi ke Empoli merupakan gagasan pelatih Marco Giampaolo. Dia meminta Super Pippo untuk datang dan menjadi pengamat dalam sesi latihan Empoli yang digelarnya. “Kamu bersama saya. Jadi kamu akan sukses,” canda Giampaolo kepada Inzaghi.

Selama itu, Inzaghi dilaporkan menuliskan beberapa catatan tentang tentang latihan Empoli. Kebetulan saat itu, para midfielder dan defender Empoli sedang melatih pergerakan kolektif mereka.

Usai sesi latihan berakhir, La Gazzetta dello Sport menyebutkan Inzaghi berbincang dengan Giampaolo. Mereka disebut mendiskusikan beberapa hal yang berhasil dicatat oleh Inzaghi. Sesudah itu, Giampaolo mengajak Inzaghi untuk berkeliling ke markas Empoli untuk melihat fasilitas tim.

Saat ini, Empoli sedang mempersiapkan diri untuk menjamu Juventus di Stadion Carlo Castellani dalam pekan ke-12 Serie A. Mereka sedang berada dalam performa bagus setelah tidak pernah kalah dalam tiga laga terakhir. Namun, Juventus tetaplah tim berkualitas baik. Pekan lalu, mereka menang atas Torino di Serie A.