Singkirkan Juventus, Alasan Luis Garcia Percaya Bisa Comeback Lawan Milan

Football5star.com, Indonesia – Luis Garcia membeberkan bahwa kemenangan atas Juventus di perempat final Liga Champions 2004-05 merupakan salah satu alasan ia percaya Liverpool bisa comeback ketika melawan AC Milan di partai final.

Final yang digelar di Stadion Ataturk, Istanbul, Turki tersebut merupakan salah satu final Liga Champions paling dramatis sepanjang sejarah. Pasalnya, Liverpool sempat tertinggal 0-3 dari Milan ketika turun minum, tetapi mereka berhasil membuat skor imbang 3-3 di babak kedua. Mereka akhirnya menang dengan skor 3-2 di babak adu penalti.

Luis Garcia mengakui bahwa gol kedua yang dicetak oleh Vladimir Smicer membuat semangat para pemain Liverpool bangkit. Namun, secara pribadi, ia justru yakin timnya bisa comeback karena berhasil mengalahkan Juventus di babak perempat final.

Sebagai informasi, The Reds menyingkirkan Bianconeri dengan agregat 2-1.

“Saya merasakan atmosfer positif di tim. Saya tahu bahwa kami cukup baik untuk berada di sana dan memenanginya. Jujur saja, mengalahkan Juve merupakan salah satu alasan saya tetap percaya,” tutur Luis Garcia kepada FourFourTwo.

“Ketika itu, Juventus merupakan tim yang diisi oleh (Pavel) Nedved, (Lilian) Thuram, (Alessandro) Del Piero, (Zlatan) Ibrahimovic, dan (Mauro) Camoranesi. Dengan mengalahkan mereka, saya yakin kami juga mampu menaklukkan Milan,” ujar dirinya.

Cafu pernah menceritakan bahwa para pemain Rossoneri berpesta di dalam ruang ganti ketika jeda karena sudah unggul 3-0. Menurut Luis Garcia, itu merupakan hal yang wajar.

“Saya juga akan sangat senang jika berada di situasi seperti mereka. Mereka semua sangat senang dan kami merasa frustasi,” kata pria berusia 39 tahun itu.

“Namun, ketika kami kembali ke lapangan, kami bisa mendengar para fans Liverpool bernyanyi, walaupun kami bermain dengan buruk. Momen tersebut membuat kami berpikir bahwa kami harus berjuang habis-habisan di sisa 45 menit,” ucapnya.

Berita Bola: Ancelotti Masih Meratapi Kekalahan di Final Liga Champions 2015

Sepanjang kariernya, Carlo Ancelotti sudah meraup banyak prestasi hebat. Meski begitu, masih ada satu penyesalan yang belum bisa dilupakan, yaitu kekalahan di final Liga Champions 2004-05 dari Liverpool

Dalam sebuah kesempatan, pelatih baru Bayern Muenchen itu menceritakan salah satu momen terburuk dalam karier kepelatihan. Dia mengaku masih terus mengenang kekalahan AC Milan yang diasuhnya, atas Liverpool di Istanbul, Turki.

Bahkan setelah melihat penampilan heroik Steven Gerrard, sang pelatih sempat sangat ingin merekrutnya ke Milan.

“Saya mencoba mendatangkan Gerrard dari Liverpool. Tapi ternyata hal itu tidak memungkinkan,” jelas Ancelotti.

Gerrard memang menjadi bintang Liverpool pada laga bersejarah saat mereka mengalahkan Milan-nya Ancelotti di final Champions League 2005 secara dramatis.

“Saya cukup sering memikirkan itu. Laga tersebut soal enam menit. Milan bermain 114 menit dan Liverpool hanya enam menit kemudian mereka mencetak tiga gol,” ujar Ancelotti.

“Laga tersebut sangat aneh. Saya membawa Milan ke tiga final Liga Champions dan 2005 adalah final ketika kami tampil paling baik, tapi itu jadi satu-satunya final dimana kami kalah,” pungkas dia.

Ancelotti jelas berhasrat untuk memberi kesuksesan untuk Bayern mulai musim depan. Memiliki skuat yang bertabur bintang, agaknya tak sulit bagi Ancelotti untuk menghadirkan kesuksesan.

Apalagi, Bayern pun mampu mendominasi sepak bola Jerman dalam beberapa tahun terakhir, siapa pun pelatihnya.