Wenger: Mental Chelsea Telah Teruji Dibanding Manchester City

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Chelsea berhasil mengalahkan Manchester City 1-0 di final Liga Champions, Minggu (305/2021) dinihari WIB. Hasil ini sekaligus membuat The Blues juara untuk kedua kalinya.

Kemenangan Chelsea atas Manchester City membuat pelatih legendaris Arsenal, Arsene Wenger, angkat bicara. Menurutnya hasil ini merupakan bukti klub London Barat unggul mental.

Ia melihat dua kemenangan The Blues atas The Cityzens di Premier League dan Piala FA membuat mental anak asuh Thomas Tuchel lebih teruji.

Arsene Wenger - Piala Dunia - FIFA - Staits Times
Staits Times

“Hari ini Manchester City tidak bisa mendominasi. Mereka telah kalah tiga kali melawan Chelsea. Hasil itu membuat mental jadi pembeda,” ujar Wenger seperti dikutip Football5star dari Tribal Football, Minggu (30/5/2021).

“Kita tidak pernah tahu persis jejak apa yang tertinggal dalam pikiran kita, tapi malam ini menunjukkan mental mereka teruji untuk mengalahkan City. Mereka yakin bisa melakukannya,” ia menambahkan.

Sebelum final Liga Champions di stadion Do Dragao, The Blues bertemu The Cityzens tiga kali musim ini. Dua kali di Premier League dan sekali di Piala FA.

Pada pertemuan pertama saat klub London Barat masih ditangani Frank Lampard, mereka kalah 1-3. Tapi sejak Thomas Tuchel mengambil alih tim, tiga laga selanjutnya berhasil dimenangkan.

Di semifinal Piala FA yang berlangsung di Wembley, Timo Werner dkk menang 1-0. Saat tandang ke Etihad di Premier League, Chelsea kembali membawa tiga poin lewat hasil 2-1.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Mau Juara Liga Champions? Datangkan Pemain Kroasia!

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Klub Kroasia tidak ada yang mampu memenangkan Liga Champions. Tapi ketika berbicara soal individu, sudah sangat banyak pemain Balkan yang mengangkat Si Kuping Besar.

Paling anyar terjadi dinihari tadi. Pada laga Manchester City vs Chelsea di final, The Blues menang 1-0 lewat gol semata wayang Kai Havertz.

Sang pencetak gol memang bukan orang Kroasia. Tapi dalam daftar pemain ada sosok Mateo Kovacic yang merupakan kroasia tulen.

Mateo Kovacic dimasukkan Thomas Tuchel pada babak kedua. Ia menggantikan peran Mason Mount. Chelsea pun juara Liga Champions untuk kedua kalinya.

Sedangkan Kovacic? Dia meneruskan catatan manis pemain negara Balkan di kancah Eropa. Tidak main-main, sembilan musim beruntun pemain Kroasia selalu juara Si Kupung Besar.

Tren menakjubkan ini diawali oleh kesuksesan Mario Mandzukic bersama Bayern Munich 2013 lalu. Kemudian dilanjutkan Luka Modric dan Ivan Rakitic yang membawa Real Madrid dan Barcelona ke puncak singgasana.

Dan selama Tiga musim beruntun Liga Champions menjadi milik Real Madrid. Dan kali ini Luka Modric tidak sendiri. Ada Kovacic yang turut diandalkan Zinedine Zidane.

Pada 2019 giliran Dejan Lovren yang masuk buku sejarah. Menit bermainnya bersama Liverpool memang tidak sebanyak rekan-rekannya yang juara sebelumnya. Tapi tetap saja nama Lovren masih dipercaya Juergen Klopp.

Musim lalu keputusan Bayern Munich meminjam Ivan Perisic dari Inter Milan berakhir manis. Sang winger akhirnya merasakan trofi Liga Champions pertama dalam kariernya.

Dan musim ini Mateo Kovacic mengangkat Si Kuping Besar untuk keempat kalinya. Jumlah ini sekaligus membuat sang gelandang menyamai torehan kapten Barcelona, Lionel Messi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Prediksi Skor Final Liga Champions PSG vs Bayern Munich di Beberapa Situs

Prediksi Skor Final Liga Champions PSG vs Bayern Munich di Beberapa Situs 9

Football5Star.com, Indonesia – Prediksi skor final Liga Champions antara PSG vs Bayern Munich pada beberapa situs cukup mengejutkan. Laga yang rencananya digelar di Estadio do Sport Lisboa, Lisbon, Senin (24/8/2020) dini hari WIB mengarah ke Bayern.

Paris Saint-Germain memang bertekad untuk meraih trofi Liga Champions pertamanya dan jadi klub Prancis kedua yang juara. Tapi, Bayern Munich bukan tim yang mudah diremehkan. Apalagi, The Bavarians telah memenangkan sepuluh pertandingan Liga Champions musim ini, menyamai rekor kompetisi yang jua dibuat antara April-November 2013.

Prediksi Skor Final Liga Champions PSG vs Bayern Munich di Beberapa Situs PSG vs Bayern Munich: Banjir Pemain Spanyol, Tanpa Wakil LaLiga

Unutk itu, prediksi skor final Liga Champions antara PSG vs Bayern Munich menarik dinantikan. Terlebih, PSG unggul dalam dalam delapan pertandingan sebelumnya yang semuanya di penyisihan grup Liga Champions. PSG menang lima kali, berbanding tiga milik Bayern.

Media Inggris, Sportsmole contohnya. Mereka menjagokan The Bavarians dengan skor 3-2 atas Les Parisiens. Mereka beralasan kalau Bayern lebih berpengalaman di final meski memang PSG punya potensi mengejutkan.

Partai PSG vs Bayern merupakan final Liga Champions kedua yang mempertandingkan klub Prancis kontra tim Jerman. Sebelumnya, Bayern sempat menang 1-0 atas St-Ettiene pada final Piala Eropa 1976 lalu di Glasgow. Andai berhasil, PSG sendiri bisa menjadi tim baru ke-23 yang memenangkan trofi ini sejak Chelsea 2012 lalu.

Meski memang, sejauh ini hanya ada satu klub Prancis yang berhasil memenangkan trofi ini. Terakhir kali dimenangkan oleh Marseille saat mengalahkan AC Milan pada 1993. Bayern sendiri ingin bergabung dengan Liverpool yang memenangkan enam gelar kompetisi Eropa dan menjadi klub tersukses ketiga dalam sejarah di belakang Real Madrid (13 gelar) dan AC Milan (tujuh).

Berikut Prediksi Skor Liga Champions PSG vs Bayern Munich di beberapa situs:

Squawka: PSG 1-2 Bayern
Sportsmole: PSG 2-3 Bayern
WhoScored: PSG 2-3 Bayern
FootballPredictions: PSG 1-3 Bayern
Predictz: PSG 1-3 Bayern
Sportskeeda: PSG 2-3 Bayern
AS: PSG 2-3 Bayern

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSG vs Bayern Munich: Banjir Pemain Spanyol, Tanpa Wakil LaLiga

PSG vs Bayern Munich: Banjir Pemain Spanyol, Tanpa Wakil LaLiga 14

Football5Star.com, Indonesia – Laga final Liga Champions antara PSG vs Bayern Munich, Senin (24/8/2020) dini hari WIB nanti banjir pemain asal Spanyol. Sayangnya, tak ada wakil LaLiga dalam partai puncak turnamen bergengsi dunia itu.

Partai final Liga Champions PSG vs Bayern Munich memang merupakan laga puncak kedua berturut-turut tanpa wakil Spanyol. Tapi final nanti tak akan sepenuhnya tanpa perwakilan Negeri Matador karena PSG dan Bayern Munich sama-sama memiliki banyak pemain sana dalam skuatnya.

Di kubu Paris Saint-Germain, ada Sergio Rico, Juan Bernat, Ander Herrera dan Pablo Sarabia. Ander Herrarra pergi meninggalkan Athletic Bilbao 2014 lalu dan gabung lima tahun dengan manchester United dengan memenangkan Liga Europa sebelum ke PSG musim panas lalu.

PSG vs Bayern Munich: Banjir Pemain Spanyol, Tanpa Wakil LaLiga

Dikutip dari Marca, sayangnya pada musim pertama bersama Les Parisiens, Herrera banyak mengalami cedera sehingga tak banyak dapat kesempatan. Sedang Juan Bernat akan melawan mantan rekan setimnya, Bayern. Dia telah membuat 31 penampilan musim ini, mencetak dua gol dan memberikan tujuh assist.

Sergio Rico, merupakan kiper pinjaman dari Sevilla yang saat ini berjuang mendapatkan posisi nomor satu dengan Keylor Navas. Namun, dengan cederanya Navas, dia memainkan beberapa laga buat tim Prancis itu dan kemungkinan bakal diandalkan dalam final Liga Champions, PSG vs Bayern Munich. Lalu Sarabia musim ini dominan tampil sebagai pengganti. Kini, Sarabia telah memaimkan 40 laga musim ini dengan mencetak 14 gol serta delapan assist.

Kubu Bayern

Pemain Spanyol di final Liga Champions, PSG vs Bayern Munich di kubu The Bavarians ada tiga nama. Pertama pemain pinjaman dari Real Madrid, Alvaro Odriozola. Dia jadi satu-satunya pemain Bayern Munich yang bisa memenangkan lima trofi musim ini, La Liga dan Supercopa bersama Madrid, dan potensi treble bersma Bayern.

Benjamin Pavard cedera, pemain Spanyol itu masih belum berada di barisan depan. Musim ini dia hanya main enam kali dan memberikan satu assist. Lalu ada Javi Martinez yang telah memainkan 39 pertandingan dan punya catatan istimewa, yakni keberhasilan operan 90,7 persen.

PSG vs Bayern Munich: Banjir Pemain Spanyol, Tanpa Wakil LaLiga

Terakhir ada Thiago Alcantara. Thiago memenangkan treble di musim pertamany dan jelas ingin mengakhiri waktunya di Bayern dengan cara yang sama setelah disebut-sebut akan pergi. Lebih dari setahun cedera, ia kini sudah mencetak 31 gol dan membantu 37 dalam 234 penampilannya untuk Bayern. Thiago akan jadi sosok kunci dalam final Liga Champions PSG vs Bayern Munich.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Final Liga Champions: Fakta-Fakta Menarik Jelang PSG vs Bayern

Final Liga Champions: Fakta-Fakta Menarik Jelang PSG vs Bayern 18

Football5Star.com, Indonesia – Final Liga Champions antara PSG vs Bayern Munich di Estadio do Sport Lisboa, Lisbon, Senin (24/8/2020) memunculkan banyak fakta menarik. Sebab, tekad Paris Saint-Germain yang memburu trofi perdananya di Liga Champions jelas tak akan mudah karena Bayern Munich bukan lawan sembarangan.

Partai PSG vs Bayern merupakan final Liga Champions kedua yang mempertandingkan klub Prancis kontra tim Jerman. Sebelumnya, Bayern sempat menang 1-0 atas St-Ettiene pada final Piala Eropa 1976 lalu di Glasgow. Andai berhasil, PSG sendiri bisa menjadi tim baru ke-23 yang memenangkan trofi ini sejak Chelsea 2012 lalu.

Meski memang, sejauh ini hanya ada satu klub Prancis yang berhasil memenangkan trofi ini. Terakhir kali dimenangkan oleh Marseille saat mengalahkan AC Milan pada 1993.

Akan tetapi, Bayern Munich jelas bukan tim yang mudah diremehkan. Apalagi, mereka ingin bergabung dengan Liverpool yang memenangkan enam gelar kompetisi Eropa dan menjadi klub tersukses ketiga dalam sejarah di belakang Real Madrid (13 gelar) dan AC Milan (tujuh).

Paris Saint-Germain bisa menuntaskan penantian kemunculan juara baru pada pentas Liga Champions.

Berikut fakta-fakta menarik lainnya jelang Final Liga Champions, PSG vs Bayern Munich:

  • Ini adalah final Piala Eropa ke-11 Bayern, membuat mereka sejajar dengan AC Milan. Hanya Real Madrid (16) yang telah bermain
  • lebih.
  • Rekor Bayern Munich di final Piala Eropa: lima menang, lima kalah
  • Ini adalah final Eropa ketiga Bayern melawan klub Prancis. Selain kemenangan Piala Eropa 1976 melawan Étienne, mereka juga menang melawan Bordeaux di final Piala UEFA 1996.
  • PSG vs Bayern Munich sudah bertemu dalam delapan pertandingan sebelumnya – semuanya di penyisihan grup Liga Champions. PSG menang lima kali, berbanding tiga milik Bayern.
  • Jelang final Liga Champions PSG vs Bayern, Les Parisiens memenangkan semua laga kecuali satu dari enam pertandingan di fase grup musim ini. Mereka kehilangan poin hanya saat bermain imbang 2-2 lawan Real Madrid pada Matchday 5.
  • Sebelum 2019-20, PSG tersingkir di babak 16 besar dalam tiga musim berturut-turut dan tersingkir di perempat final dalam empat musim sebelumnya.
  • Kemenangan musim ini melawan Dortmund dan Leipzig membuat PSG mengukir rekor. Mereka kini meraih empat kemenangan dari empat pertandingan sistem gugur melawan tim asal Jerman.
  • Jelang final Liga Champions PSG vs Bayern, The Bavarians telah memenangkan sepuluh pertandingan Liga Champions musim ini, menyamai rekor kompetisi yang mereka buat antara April-November 2013.
  • Bayern adalah satu-satunya tim yang mengumpulkan poin maksimal di fase grup musim ini, dan finis sebagai pencetak gol terbanyak dengan 24 gol.
  • Dengan 42 gol musim ini, Bayern telah menetapkan rekor klub baru di Liga Champions, melampaui 33 gol pada 2014-15, dan merupakan yang tertinggi sejak kompetisi berganti format pada 2003-04. Rekor sepanjang masa untuk satu musim adalah 45 gol yang dicetak oleh Barcelona pada 1999-2000, meskipun mereka memainkan 16 pertandingan di kompetisi tersebut.
  • Jelang final Liga Champons PSG vs Bayern Munich, ini adalah musim Liga Champions ke-23 The Bavarians. Hanya lebih sedikit dari Barcelona dan Real Madrid (keduanya 24).

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Keylor Navas Belum Tentu Main di Final Liga Champions

dinasti
Keylor Navas Belum Tentu Main di Final Liga Champions 22

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Thomas Tuchel, mengaku tak mau mengambil resiko menurunkan Keylor Navas di partai final Liga Champions. Menurutnya, Navas masih harus menjalani serangkaian tes sebelum diberi lampu hijau.

Navas mengelami cedera paha ketika memperkuat PSG pada partai perempat final Liga Champions melawan Atalanta beberapa waktu lalu. Cedera ini membuat Les Parisiens menurunkan kiper pelapis, Sergio Rico di partai semifinal melawan RB Leipzig.

Di partai semifinal, Rico berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Pemain berpaspor Spanyol itu berhasil menciptakan tiga penyelamatan dan sukses mencetak clean sheet.

Keylor Navas - Final Liga Champions - Thomas Tuchel - PSG - PSG Talk
PSG Talk

“Keylor Navas akan menjalani beberapa kali tes di sesi latihan. Setelahnya, baru lah kami akan membuat keputusan,” ungkap Thomas Tuchel di sesi jumpa pers pada Minggu (23/8) dinihari WIB.

Lebih lanjut, Tuchel mengaku senang karena sudah bisa menurunkan Idrissa Gueye dan Marco Verratti di laga nanti. Menurutnya, Verratti sudah bisa dimainkan sebagai starter meski belum sanggup tampil 90 atau 120 menit.

“Marco Verratti dan Idrissa Gueye sudah kembali berlatih dan siap dimainkan. Verratti tak mengalami masalah serius di ototnya. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah dia masih merasa sakit atau tidak?”

“Satu hal yang pasti adalah, Verratti tak bisa bermain selama 120 menit. Besok kami baru akan menentukan apakah dia bakal dimainkan sebagai starter atau kembali menjadi pemain cadangan,” tandas Tuchel.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Final Liga Champions: Pelari Cepat PSG Tak Bikin Bayern Ketakutan

dinasti
Final Liga Champions: Pelari Cepat PSG Tak Bikin Bayern Ketakutan 26

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Bayern Munich, Hansi Flick, takkan melakukan perubahan taktik secara drastis di partai final Liga Champions dinihari nanti. Selain itu, Flick juga mengaku pelari cepat yang dimiliki PSG tak membuatnya gentar.

Pemain berkecepatan tinggi seperti Neymar, Kylian Mbappe, dan Juan Bernat menjadi salah satu kunci PSG membongkar pertahanan Bayern. Pasalnya, FC Hollywood acap kali meninggalkan ruang yang cukup besar di lini belakang ketika sedang menyerang.

Hal ini sejatinya sempat diekspos Olympique Lyon pada partai semifinal beberapa waktu lalu. Namun, Les Gones gagal mencetak gol meski beberapa kali sukses mengeksploitasi ruang kosong di barisan belakang Bayern.

Final Liga Champions - PSG - Bayern Munich - Hansi Flick - @fcbayernen
twitter.com/fcbayernen

“Gaya bermain kami sangat tergantung terhadap pressing ketat untuk mengontrol pergerakan lawan di tengah lapangan. Hal itu membuat kami menciptakan ruang yang cukup besar di belakang,” kata Hansi Flick di sesi jumpa pers, Sabtu (23/8) dinihari WIB.

“Kami tahu PSG memiliki pemain-pemain berkecepatan tinggi. Tapi, pressing menjadi kunci keberhasilan kami dan saya takkan melakukan perubahan drastis.” sambung Flick.

Lebih lanjut, Flick juga merasa senang karena akan beradu taktik dengan Thomas Tuchel pada partai final Liga Champions dinihari nanti. Menurut Flick, Tuchel adalah salah satu pelatih terbaik di dunia sepak bola saat ini.

“Saya sangat senang karena akan menghadapi Thomas Tuchel di partai nanti. Saya sangat menghargai kemampuannya sebagai pelatih. Selain itu, dia juga merupakan salah satu ahli sepak bola terbaik saat ini,” ujar Flick.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Final Liga Champions: Catatan Apik Angel di Maria di Estadio Da Luz

dinasti
Final Liga Champions: Catatan Apik Angel di Maria di Estadio Da Luz 31

Football5star.com, Indonesia – Venue final Liga Champions 2019-20, Estadio da Luz, memiliki tempat yang spesial di hati gelandang Paris Saint-Germain (PSG), Angel di Maria. Pasalnya, Di Maria memiliki sejarah apik ketika tampil di stadion berkapasitas 65.000 penonton itu.

Nama Di Maria mulai mencuat ketika ia membela pemilik Estadio Da Luz, Benfica pada periode 2007 hingga 2010. Bersama Aguias, Di Maria sukses mencetak 15 gol dan 27 assist dari 117 penampilannya.

Setelah Benfica, Di Maria memutuskan untuk membela panji Real Madrid. Momen terbaik Di Maria bersama Real Madrid hadir pada partai final Liga Champions musim 2013-14 yang digelar di Estadio Da Luz.

Angel di Maria - Estadio Da Luz - PSG - Final Liga Champions - Bleacher Report
Bleacher Report

Dalam laga tersebut, Di Maria tampil apik dan berhasil membawa Real Madrid mengalahkan Atletico Madrid dengan skor 4-1. Di Maria pun dinobatkan sebagai man of the match.

Kisah manis Di Maria dan Estadio Da Luz masih terus berlanjut hingga kini. Pada partai semifinal Liga Champions melawan RB Leipzig pada Rabu (19/8) lalu, Di Maria sukses mencetak satu gol dan dua assist serta dinobatkan sebagai man of the match.

FAKTOR DA LUZ MENJADI SUNTIKAN SEMANGAT BUAT ANGEL DI MARIA

Seluruh kenangan manis ini menjadi suntikan semangat untuk Di Maria. Ia mengaku ingin bisa mengulangi penampilannya di final Liga Champions musim 2013-14 dan membawa PSG meraih gelar Eropa pertamanya.

“Ketika UEFA mengubah venue Final Liga Champions ke Lisbon, saya mendapat perasaan aneh yang mengingatkan masa lalu ketika saya tinggal di sini selama tiga tahun serta berbagai kenangan indah,” ujar Angel di Maria, dikutip dari laman resmi UEFA

Angel di Maria - Estadio Da Luz - PSG - Final Liga Champions - Mundo Albiceleste
CNN

“Lalu bisa mencapai final dan mencoba membuat sejarah dengan klub seperti PSG. Saya menang di sini pada 2014 bersama Real Madrid. Bermain dari babak delapan besar hingga final di Da Luz, sebuah kombinasi yang hebat,” katanya menambahkan.

Satu hal yang bisa menjadi ancaman PSG di partai nanti adalah, catatan buruk para pendatang baru di partai final Liga Champions. Pasalnya, enam tim terakhir yang melakoni partai final pertamanya harus menelan kekalahan.

Tim terakhir yang sukses menjadi juara di partai final pertamanya adalah Borussia Dortmund pada musim 1996-97. Ketika itu, mereka sukses mengalahkan Juventus dengan skor 3-1 berkat brace Karl-Heinz Riedle serta satu gol sumbangan Lars Ricken.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Prediksi: Paris Saint-Germain vs Bayern Munich

Prediksi Final Liga Champions: PSG vs Bayern Munich
PREDIKSI HASIL
FootballPredictions
PSG 1-3 Bayern
Predictz
PSG 1-3 Bayern
WhoScored
PSG 2-3 Bayern
 FOOTBALL5STAR
PSG 1-3 Bayern
Estadio Da Luz, Senin (24/8/2020) Pukul 02.00 WIB

Football5star.com, Indonesia – Akhir dari Liga Champions musim ini sudah terlihat di pelupuk mata. Bertempat di Estadio Da Luz, laga PSG vs Bayern Munich akan menjadi pertandingan final Liga Champions 2019-20.

Ini adalah kali pertama PSG melaju ke final Liga Champions. Hal ini membuat Les Parisiens dipastikan akan tampil habis-habisan demi bisa meraih predikat sebagai tim Prancis kedua yang menjadi juara Liga Champions.

Sementara itu, Bayern Munich berambisi menambah koleksi gelar Liga Champions mereka. Sepanjang sejarahnya, FC Hollywood sudah berhasil menjadi juara Eropa dalam lima kesempatan berbeda.

Kedua tim memiliki lini serang yang cukup mengerikan. Partai final Liga Champions nanti pun diprediksi bakal berlangsung sengit dan diwarnai banyak gol.

REKOR PERTEMUAN

Rekor Pertemuan Paris Saint-Germain vs Bayern Munich

TREN PERFORMA
Prediksi Final Liga Champions: PSG vs Bayern Munich
STATISTIK MENARIK
  • Kedua tim sama-sama tak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhirnya.
  • PSG berhasil meraih tiga kemenangan dari lima pertemuan terakhir melawan Bayern.
  • Gawang PSG hanya kebobolan satu gol dari lima pertandingan terakhirnya.
  • Bayern menjadi tim terproduktif di Liga Champions musim ini dengan catatan 42 gol dari 10 pertandingan.
  • Penyerang Bayern, Robert Lewandowski, menjadi top skorer dengan catatan 15 gol.
PELATIH
  • Partai PSG vs Bayern kali ini merupakan pertemuan perdana antara Hansi Flick dan Thomas Tuchel.
  • Rekor Tuchel vs Bayern: lima menang, dua imbang, 10 kalah.
  • Flick belum pernah menghadapi PSG.
WASIT
  • Partai final Liga Champions antara PSG vs Bayern akan dipimpin wasit asal Italia, Daniele Orsato.
  • Dari lima partai Liga Champions yang ia pimpin musim ini, Orsato sudah mengeluarkan 32 kartu kuning dan satu kartu merah.
  • Rekor PSG ketika diwasiti Orsato: dua menang.
  • Rekor Bayern ketika diwasiti Orsato: dua menang, satu kalah.
PEMAIN KUNCI
PSG:

Top Skorer: Kylian Mbappe dan Mauro Icardi (@5 gol)

Top Assist: Angel di Maria (6 assist)

Top Rating: Neymar (8,47)

BAYERN MUNICH:

Top Skorer: Robert Lewandowski (15 gol)

Top Assist: Robert Lewandowski (5 assist)

Top Rating: Robert Lewandowski (9,26)

Statistik di Liga Champions musim 2019-20 menurut whoscored.com

BERITA KEDUA TIM
  • PSG: Keylor Navas dan Marco Verratti diragukan.
  • Bayern: Jerome Boateng diragukan.
PRAKIRAAN FORMASI
Prakiraan Formasi Paris Saint-Germain vs Bayern Munich

Daniele Orsato, Wasit Italia yang Pimpin Final Liga Champions

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Final Liga Champions musim ini akan dipimpin oleh wasit asal Italia. Daniele Orsato akan menjadi pengadil pada laga Paris Saint-Germain vs Bayern Munich.

Daniele Orsato adalah salah satu wasit berpengalaman di Eropa. Musim ini saja dia sudah delapan kali memimpin laga di Liga Champions, termasuk leg pertama 16 besar antara Real Madrid vs Manchester City Februari lalu.

Nantinya, pengadil 44 tahun akan diasisteni oleh Lorenzo Manganelli dan Alessandro Giallantini. Sedangkan petugas VAR akan diisi oleh Massimiliano Irrati serta Marco Guida.

daniele orsato barcelona noticias
fcbarcelonanoticias.com

Walau begitu, Orsato sejatinya belum teruji betul pada laga final sekelas Liga Champions. Maklum saja, selama ini dia baru tiga kali memipin partai final pada level tertinggi.

Ketiga final tersebut adalah Coppa Italia selama tiga musim beruntun dari 2012-2013 hingga 2014-2015. Sisanya ia hanya memimpin final kasta bawah Italia seperti Supercoppa di Serie C, Viareggio Cup, Cupa Romaniei, serta final play off Serie C.

Di sisi lain, wasit asal Vicenza, Italia, dikenal cukup tegas dalam memimpin pertandingan. Musim ini saja dia sudah mengeluarkan lima kartu merah di Liga Champions maupun Serie A.

Final Liga Champions akan berlangsung Senin (24/8/2020). Laga Paris Saint-Germain vs Bayern Munich akan digelar tanpa penonton di stadion Da Luz, Lisbon, Portugal.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Viral! Suporter Liverpool Hilang di Madrid, Ternyata Diciduk Polisi

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Di tengah kemeriahan pesta juara Liverpool usai final Liga Champions 2018-2019, terselip cerita suporter yang mendadak viral. Seorang suporter Liverpool mendadak hilang di kota Madrid.

Suporter asal Plymouth itu bernama Macauley Negus. Seperti dikutip Football5star.com dari Marca.com, Macauley diklaim menghilang oleh pihak keluarga karena tak ada kabar usai laga final Liga Champions.

Macauley Negus berangkat ke Madrid dengan mengendarai mobil bersama sang ayah, Darren Negus. Namun tak diketahui alasannya, dia dan ayahnya akhirnya terpisah.

Kabar terakhir yang didapat keluarga adalah ketika Macauley masih berada di area Goya, Madrid, pada Sabtu (1/6/2019) pukul 22:30 waktu setempat. Sang ayah sempat coba mencari Macauley hingga ke beberapa rumah sakit, tapi hasilnya nihil.

Cerita soal menghilangnya Macauley Negus sempat viral di media sosial. Fans Liverpool ramai-ramai menyebarkan informasi terkait hilangnya saah seorang suporter setia Liverpool itu.

“Saya akan terbang ke Madrid menemui ayah saya. Tolong bantu sebanrkan informasinya. Sudah ada 2.000 orang membicarakan dia di Twitter. Terima kasih untuk doa dan dukungan kalian,” ujar kakak Macauley, Ashley Negus.

Macauley Negus Diciduk Karena Mabuk Berat dan Menyerang Polisi
Viral Suporter Liverpool Macauley Negus Hilang di Madrid, Ternyata Ditangkap Polisi - Twitter Darren Negus

Pada akhirnya, fakta terkuak. Marca mengabarkan, Macauley ternyata tidak menghilang. Pemuda berusia 23 tahun itu ditangkap pada Minggu (2/6/2019) pukul 02:00 waktu setempat.

Macauley Negus ditemukan tergeletak di jalanan dan tengah mabuk berat. Saat coba diinterogasi, dia justru melakukan penyerangan kepada polisi.

Hal itu pun sudah dikonfirmasi langsung oleh pihak kepolisian Madrid. Akibat sedang mabuk berat, polisi kesulitan menganyai identitas Macauley pada saat itu.

“Dua polisi menemukan dia terbaring setengah telanjang dan nyaris tak sadarkan diri di Jalan Goya, sentra kota Madrid, pada Minggu pukul 2 pagi. Polisi coba memberikan bantuan, tapi orang itu beraksi negatif dengan memukul dan menendang. Dua polisi itu sempat terluka ringan,” ucap salah seorang sumber, seperti dikutip Football5star.com dari Mirror.

“Pihak kepolisian mendengar kabar ada laporan orang hilang. Namun mereka tak menyadari dia yang dimaksud. Pasalnya, orang yang ditangkapnya tidak bisa memberikan identitas asli,” sebut sumber tersebut melanjutkan.

Macauley Negus kini harus menghadapi persidangan di Pengadilan Plaza de Castilla dengan tuduhan penyerangan terhadap polisi.

https://www.instagram.com/p/ByLoCrLgEt1/

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Robbie Fowler Yakin Juara Liga Champions Pembuka untuk Gelar Berikutnya

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Legenda Liverpool, Robbie Fowler mengatakan bahwa juara Liga Champions bakal jadi pembuka untuk gelar berikutnya untuk publik Stadion Anfield.

“Bagi klub sebesar Liverpool memenangkan juara ini bakal menjadi pembuka untuk gelar-gelar berikutnya di tahun mendatang,” tulis Fowler di thesun, Senin (3/6/2019).

Fowler pun sangat kagum dengan pencapain dari Mohamed Salah dkk bisa tampil di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid di partai puncak Liga Champions.

“Saya datang ke Madrid bersama putra saya. Sulit membayangkan banyak klub lain di mengambil alih Madrid seperti Liverpool,” tambah Fowler.

Ini Keseruan Parade Kemenangan Liverpool Juara Liga Champions
epa

Tim besutan Jurgen Klopp itu sudah melewati banyak rintangan untuk bisa merengkuh gelar pada tahun ini. Menurut Fowler, proses panjang telah dilalui dan mereka pantas untuk meraih gelar juara.

“Ini adalah proses panjang yang dilalui sebuah klub. Pengalaman musim lalu membuat mereka pantas masuk jajaran elit,”

“Memenangkan trofi pertama akan membebaskan Klopp untuk menjadi lebih kuat pada musim-musim selanjutnya,”

Ditambahkan oleh Fowler, tim Liverpool saat ini ialah klub yang berisi pemain muda yang tengah belajar dan masih membutuhkan banyak hal untuk menutup kekurangan.

“Anda bisa melihat bagaimana mereka tampil di babak pertama dengan buruk. Ke depan, sejumlah hal yang harus diperbaiki wajib mereka atasi,”

Liverpool menjuarai Liga Champions musim ini setelah mengalahkan Tottenham Hotspur di partai final dengan skor 2-0. Mohamed Salah dan Divock Origi mencetak masing-masing gol pada menit kedua dan 86′.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Pemilik Liverpool Ingin Jurgen Klopp Bertahan Lama di Anfield

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pemilik Liverpool, Tom Werner ingin pelatih asal Jerman, Jurgen Klopp bisa melatih lama di Stadion Anfield. Tawaran ini tentu saja pasca Klopp meraih gelar Liga Champions.

“Jurgen adalah pelatih yang brilian. Dan yang lebih penting ia adalah orang yang rendah hati dan sangat peduli,” kata Werner seperti dikutip www.old.football5star.com dari bbc, Senin (3/6/2019).

Menurut Werner yang juga pemilik saham di Fenway Sports Grup, Klopp dicintai oleh publik Anfield.

“Ketika para pemain melempar Jurgen ke udara setelah partai final. Kita bisa melihat bahwa semua penggemar mencintainya, tidak hanya suporter tapi oleh semua yang menghargai sepak bola,” ucap Werner.

Ini Keseruan Parade Kemenangan Liverpool Juara Liga Champions

Kegembiraan memang tengah dirasakan oleh publik Anfield. Laporan dari dailymail, Senin (3/6/2019) menunjukkan bagaimana masyarakat kota Liverpool tumpah ruah dan membuat kota Pelabuhan ini memerah jika dilihat dari atas langit.

Tiba di Bandara Internasional John Lennon, penggawa Liverpool langsung disambut oleh para jurnalis. Senyum lebar tampak menghiasi wajah para pemain Liverpool.

Setelah beristirahat kurang lebih tiga jam, para penggawa Liverpool langsung naik di bus terbuka dan akan berpawai ke jalanan kota Merseyside.

Lautan merah begitu terlihat jelas saat flare dinyalakan oleh suporter Liverpool saat dua bus yang berisi skuat Liverpool melintas di jalanan kota.

Terlihat para pemain Liverpool mengenakkan kaos bertuliskan ‘Champions of Europe’ dan di bagian belakang kaos bertuliskan nomor 6. Penanda bahwa klub berjuluk The Reds itu sudah enam kali menjadi juara Liga Champions.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Keseruan Parade Liverpool Juara Liga Champions

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Gegap gempita dan kegembiraan terpancar di setiap sudut kota Liverpool saat parade kemenangan pasukan Jurgen Klopp meraih titel juara Liga Champions.

Laporan dari dailymail, Senin (3/6/2019) menunjukkan bagaimana masyarakat kota Liverpool tumpah ruah dan membuat kota Pelabuhan ini memerah jika dilihat dari atas langit.

Tiba di Bandara Internasional John Lennon, penggawa Liverpool langsung disambut oleh para jurnalis. Senyum lebar tampak menghiasi wajah para pemain Liverpool.

Setelah beristirahat kurang lebih tiga jam, para penggawa Liverpool langsung naik di bus terbuka dan akan berpawai ke jalanan kota Merseyside.

Ini Keseruan Parade Kemenangan Liverpool Juara Liga Champions
epa

Saat parade skuat Liverpool, ribuan orang memblokir sejumlah jalan menuju pusat kota. Sejumlah para suporter melepaskan flare dan bernyanyi chant yang membuat parade juara Liga Champions semakin semarak.

Lautan merah begitu terlihat jelas saat flare dinyalakan oleh suporter Liverpool saat dua bus yang berisi skuat Liverpool melintas di jalanan kota.

Terlihat para pemain Liverpool mengenakkan kaos bertuliskan ‘Champions of Europe’ dan di bagian belakang kaos bertuliskan nomor 6. Penanda bahwa klub berjuluk The Reds itu sudah enam kali menjadi juara Liga Champions.

Ini Keseruan Parade Kemenangan Liverpool Juara Liga Champions
epa

Dari pantauan sejumlah media di Inggris, para suporter tampak berperilaku ‘gila’ saat parade kemenangan ini. Sejumlah suporter ada yang naik ke lampu lintas untuk sekedar menyapa Jordan Henderson dkk.

Liverpool menjuarai Liga Champions musim ini setelah mengalahkan Tottenham Hotspur di partai final dengan skor 2-0. Mohamed Salah dan Divock Origi mencetak masing-masing gol pada menit kedua dan 86′.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Alan Shearer: Pochettino Bodoh Mainkan Harry Kane

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan penyerang timnas Inggris dan Newcastle United, Alan Shearer mengkritik keputusan Mauricio Pochettino memainkan Harry Kane di final Liga Champions melawan Liverpool, Minggu (2/6/2019).

Menurut Shearer, Harry Kane belum fit 100 persen dan ia memang membutuhkan waktu untuk bisa tampil lebih tajam di lini depan Tottenham Hotspur.

“Saya yakin Pochettino kesal dan bingung, apakah memainkan Harry Kane atau tidak. Tapi keputusannya memainkan adalah salah,” kata Shearer seperti dikutip www.old.football5star.com dari dailymail, Senin (3/6/2019).

“Kane sama sekali tidak cocok dan bermain di Madrid. Dia sama sekali tidak setajam seperti biasanya,”

Tottenham Hotspur - Harry Kane - Liga Champions

Shrearer paham mungkin Pochettino menganggap bahwa Kane tak mungkin akan bisa mempunyai kesempatan lagi untuk bermain di final. Namun, tetap saja kepentingan tim harus lebih diutamakan.

“Mungkin Kane sangat ingin bermain. Tetapi Anda harus menilai dia berdasarkan kinerja dan faktanya ia tak fit 100 persen,” ucap Shearer.

Saat ini kata Shearer, Pochettino mungkin sedang berpikir ulang soal andai saja ia lebih memainkan Lucas Moura di partai final.

“Aku yakin Pochettino akan berpikir kalau saja ia memainkan Lucas Moura,”

Menurut Shearer, pelatih asal Argentina itu harusnya bisa paham bahwa partai itu ialah final. Ia tinggal memilih, membuat sejarah atau membikin drama.

“Masalahnya Anda ingin membuat sejarah atau drama. Ini memang bukan soal mainnya Harry Kane atau Lucas Moura,”

“Dalam sepak bola ada pertaruhan. Bakal ada resiko besar jika ada memainkan pemain yang belum fit. Itu terlalu beresiko dan tak membuahkan hasil.” tutup Shearer.

Sempat Dirayu Manchester United, Origi Beruntung Memilih Liverpool

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Striker asal Belgia, Divock Origi jadi salah satu pencetak dua gol kemenangan Liverpool atas Tottenham Hotspur di final Liga Champions di Stadion Wanda Metropolitano, Minggu (2/6/2019).

Origi pun jadi pemain asal Belgia kedua yang mampu mencetak gol di final Liga Champions. Sebelumnya, ada Yannick Carrasco yang mencetak gol untuk Atletico Madrid di final Liga Champions 2016 melawan Real Madrid.

Divock Origi sendiri bukan striker utama Jurgen Klopp di musim ini. Ia hanyalah pelapis untuk Roberto Firmino ataupun Mohamed Salah. Namun di sejumlah penampilannya, ia justru membawa kemenangan bagi Liverpool.

Label super sub pun layak untuk diberikan kepada Origi di Liverpool. Tidak itu saja, golnya pada menit ke-89 ke gawang Hugo Lloris juga membuat dirinya meneruskan tradisi mencetak gol sebagai pemain pengganti.

divock origi liverpool - twitter LFC

Sejak 2014 dan minus di 2015, sejumlah pemain pengganti mampu mencetak gol di laga final Liga Champions. Pada 2014, ada Marcelo, di 2016 rekan senegara Origi, Carrasco, di 2017 ada Marco Asensio, dan di 2008 ada Gareth Bale.

“Ini momen spesial. Saya takkan pernah melupakannya. Gelar ini sungguh penting bagi klub, kota, dan ini. Kami harus menikmatinya,” tutur pemain berusia 24 tahun itu.

Perjalanan karier Origi dimulai saat ia bergabung ke akademi Genk pada 2001 silam. Penampilannya yang memukau membuat klub Prancis, Lille tertarik merekrutnya pada 2010.

Menolak Man United

Sebelum masuk ke tim utama Lille, Origi rupanya sempat mendapat tawaran dari Manchester United. Namun, Origi menolaknya.

“Saya tidak memiliki keinginan untuk membela Manchester United. Impian saya memang ingin main di Liga Inggris, tapi saat itu saya ingin fokus di Lille,” kata Origi seperti dikutip dari liverpoolecho, Minggu (2/6/2019).

Setelah mencetak 2 gol bersama tim Lille B, Origi promosi ke tim utama. Dua musim di klub eks Eden Hazard tersebut, Origi mencetak 6 gol dari 40 caps.

Liverpool tertarik memboyongnya pada 29 Juli 2014, namun manajemen The Reds saat itu memutuskan untuk meminjamkan Origi ke mantan klubnya Lille selama semusim, dan klub Jerman, Wolfsburg pada musim 2017-18.

Pada musim ini, pemain bernomor punggung 27 itu telah mencetak 6 gol untuk Liverpool, masing-masing 3 gol di Liga Inggris dan Liga Champions.

Romantisnya Alisson saat Merayakan Gelar Liga Champions

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kiper Liverpool, Alisson Becker, jadi orang yang paling bahagia atas keberhasilan timnya meraih gelar Liga Champions, Minggu (2/6/2019) dinihari WIB. Bagaimana tidak ini adalah musim debutnya berseragam The Reds.

Pada pertandingan di Stadion Wanda Metropolitano tersebut Alisson tampil gemilang. Ia melakukan delapan penyelamatan krusial hingga membuat gawangnya tetap aman dari kebobolan. Alhasil Liverpool pun menang meyakinkan 2-0.

Walau begitu ada satu hal yang membuat kesenangan sang kiper kurang sempurna. Ketika pemain lainnya didampingi sang kekasih maupun istri mereka, Ia jsutru datang ke Spanyol tanpa kehadiran sang istri. Natalia Lowe Becker, istrinya, saat ini berada di Brasil karena sedang hamil tua.

Jarak yang sangat jauh ternyata tidak membuat kiper asal Brasil itu kehilangan akal untuk merayakan juara bersama. Sesaat setelah perayaan gelar ia langsung menghubungi Natalia melalui video call. Wanita yang berprofesi sebagai dokter itu pun tampak tersenyum bersama sang putri seperti yang terlihat di gawai sang penjaga gawang.

“Istri saya tidak ada di sini malam ini karena dia hamil dan akan melahirkan dalam beberapa hari ke depan untuk Matteo. Ya, kami memberinya nama Italia untuknya,” katanya kepada Sky Sport Italia, Minggu (2/6/2019).

Terkait kesuksesannya membawa Liverpool juara Liga Champions, mantan pemain AS Roma itu mengaku tidak menyangka. “Ada begitu banyak hal yang melintas di pikirsan saya. Saya berasa dari kota kecil di selatan Brasil. Trofi ini benar-benar luar biasa,” tutupnya.

Tottenham Gagal Juara, Wali Kota London Rayakan Kemenangan Liverpool

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Klub asal London, Tottenham gagal juara Liga Champions. Di partai final, Spurs ditekuk 0-2 oleh Liverpool di Stadion Wanda Metropolitano, Minggu (2/6/2019). Namun, kekalahan Spurs justru dirayakan oleh wali kota mereka. Sadiq Khan.

Lewat akun Twitter pribadinya, Sadiq Khan memposting kegembiraan pencapaian Jurgen Klopp meraih gelar Liga Champions.

“Yes!! Congratulations @LFC – winners of the @ChampionsLeague 2019!”

“And well done to @SpursOfficial for brilliantly representing London on the global stage.” kicau Sadiq Khan.

Bagi penggemar Liverpool ucapan dari Sadiq Khan mungkin tidak terlalu aneh. Pasalnya, Sadiq Khan dikenal sebagai salah satu fans Liverpool.

Khan yang merupakan anak dari pasangan sopir bus dan penjahit asal Pakistan ini membeberkan bahwa kecintaannya terhadap Liverpool muncul justru secara tidak sengaja.

Ternyata, Khan pernah menjadi korban rasis saat masih kecil dan mencoba untuk menonton pertandingan sepakbola ke stadion untuk mendukung tim-tim asal London.

Akibat tindakan rasis tersebut, Khan takut dan trauma sehingga membuatnya memilih menjadi suporter Liverpool meski hanya menyaksikan dari layar kaca.

“Pengalaman pertama saya menonton sepakbola adalah saat saya dan dua saudara saya pergi ke Stamford Bridge untuk menonton Chelsea. Namun, di sana kami justru dihina secara rasial oleh sekelompok orang yang memakai sepatu Dr. Martens dan bomber jaket berwarna hijau,”

“Lalu, saya pergi ke Plough Lane untuk menonton Wimbledon melawan Spurs dan saya justru menjadi korban rasis oleh pendukung tim Wimbledon. Padahal saat itu saya juga mendukung Wimbledon,” tandasnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini: You Will Never Walk Alone!

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kemenangan Liverpool di final Liga Champions dirayakan oleh suporter klub berjuluk The Reds itu di seluruh dunia, termasuk wali kota Surabaya. Melawan Tottenham Hotspur di Stadion Wanda Metropolitano, Minggu (2/6/2019) Mohamed Salah dkk menang 2-0.

Sebelum partai final, doa dan dukungan untuk Liverpool diberikan banyak suporter, tak terkecuali wali kota Surabaya, Tri Rismaharini. Bu Risma sapaan akrabnya mengunggah dukungan kepada pasukan Jurgen Klopp agar sukses di partai final.

“Atas nama Pemerintah Kota Surabaya dan warga, Saya mendoakan agar Liverpool mendapatkan yang terbaik di final liga champions eropa melawan Tottenham Hotspur. Kami bangga atas perjalanan fantastis Liverpool untuk melenggang ke final.”

“Semoga semua kerja keras dapat membawa tim menjadi juara. Tolong berikan yang terbaik untuk semua fans di Surabaya! You Will Never Walk Alone!” kata Bu Risma seperti dikutip www.old.football5star.com dari Instagram resmi Pemkot Surabaya.

Doa dan dukungan wali kota Surabaya ini mendapat respon langsung dari Duta Besar Inggris, Moazzam Malik. Lewat akun twitter pribadinya, Malik menyebut bahwa bu Risma ialah fan Liverpool.

“Sambutan Ibu Risma bagi Liverpool untuk final Liga Champions nanti malam. Surabaya-Liverpool adalah mitra “sister city”. Kelihatannya Ibu Risma sama seperti saya sebagai fans berat Liverpool,” tulis Moazzam dalam twitter pribadi miliknya @MoazzamTMalik.

Sekedar informasi, Surabaya dan Liverpool pada tahun lalu menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) kerjasama sister city.

“Hubungan ini akan menciptakan kemitraan yang solid dan signifikan antara kedua kota pelabuhan ini. Saya akan bekerjasama dengan Wali Kota Risma untuk mewujudkan hal tersebut,” kata Wali kota Liverpool, Joe Anderson.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Jadi Pencetak Gol Terbanyak, Messi Patahkan Dominasi Ronaldo

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Liga Champions 2018/2019 telah berakhir. Liverpool berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0 di Final Liga Champions di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB.

Gagal membawa Barcelona juara, Lionel Messi tetap memastikan diri meraih sepatu emas berkat gelar pencetak gol terbanyak dengan 12 gol. Total, striker asal Argentina telah mencetak 110 gol di Liga Champions sepanjang kariernya, hanya kalah dari Cristiano Ronaldo dengan 126 gol termasuk 6 golnya di Liga Champions musim ini.

Meski langkah timnya terhenti di babak semifinal akibat disingkirkan Liverpool, torehan gol Messi tidak terkejar oleh pemain lainnya. Torehan gol Messi hanya mampu didekati oleh striker Bayern Munich, Robert Lewandowski dengan 8 gol sebelum langkahnya terhenti oleh The Reds di babak 16 besar.

Rio Ferdinand - Lionel Messi -Barcelona - Liga Champions - Squawka
squawka.com

Semenyara itu, pemain dari finalis Liga Champions musim ini terpaut 7 gol dari torehan gol Messi. Mohamed Salah (Liverpool) berhasil mencetak 5 gol termasuk gol penaltinya ke gawang Spurs pada menit ke-2. Selain Salah, terdapat dua striker Spurs, Harry Kane dan Lucas Moura yang juga masing-masing mencetak 5 gol.

Fakta menarik lainnya, pencapaian Messi pada Liga Champions musim ini merupakan yang ke-6 kalinya sepanjang kariernya. Sebelumnya, striker berusia 31 tahun ini meraih gelar pencetak gol terbanyak pada musim 2008-09, 2009-10, 2010-11, 2011-12, dan 2014-15. Gelar pencetak gol terbanyak yang diraih Messi kali ini sekaligus mematahkan dominasi Cristiano Ronaldo selama enam musim terakhir.

Sedikit membedah catatan 12 gol Lionel Messi. Ia mendapatkan gelar pencetak gol terbanyak dari 10 pertandingan yang dijalani. Artinya, striker berjuluk La Pulga ini mampu mencetak 1.2 gol per pertandingan. Lebih baik dari catatan yang dimiliki Lewandowski yang mampu membuat 1 gol per pertandingan.

Menariknya, jika dirata-rata, Messi memiliki menit per gol yang sangat baik. Ayah dari tiga anak ini mencetak 1 gol setiap 70 menit. Sebab, 12 gol yang dicetaknya dari 837 menit bermain.

Daftar Pencetak Gol Terbanyak Liga Champions 2018-19

12 – Lionel Messi (Barcelona)

8 – Robert Lewandowski (Bayern Muenchen)

6 – Sergio Aguero (Manchester City), Cristiano Ronaldo (Juventus), Moussa Marega (FC Porto), Dusan Tadic (Ajax Amsterdam)

5 – Edin Dzeko (AS Roma), Raheem Sterling (Manchester City), Harry Kane, Lucas Moura (Tottenham Hotspur), Mohamed Salah (Liverpool), Andrej Kramaric (Hoffenheim), Paulo Dybala (Juventus), Neymar (PSG)

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Torres Bangga Liverpool Juara Liga Champions di Kandang Atletico

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Liverpool menyudahi penantian 14 tahun juara Liga Champions ketika mengalahkan Tottenham Hotspur di final yang berlangsung di Stadion Wanda Metropolitano, Minggu (2/6/2019) dinihari WIB. Kesuksesan ini pun membuat mantan pemainnya, Fernando Torres, bangga.

Pada final yang berlangsung di markas Atletico Madrid itu Liverpool menang 2-0. Dua gol kemenangan anak asuh Juergen Klopp dicetak oleh Mohamed Salah dan Diivock Origi di masing-masing babak.

Sebagai mantan pemain, Torres jelas bangga dengan capaian klub Inggris tersebut. Kebahagiaannya pun makin berlipat karena The Reds menjadi juara di stadion yang juga pernah membesarkan namanya itu.

“Mahkota raja Eropa enam kali di rumah saya Wanda Metropolitano. Sangat senang untuk semua orang yang ada di klub, staf, pemain, dan suporter. Selamat kepada Liverpool. Kalian pantas mendapatkannya,” tulis Torres di Twitter, Minggu ( 2/6/2019).

Torehan Liga Champions ini sekaligus jadi yang keenam bagi Liverpool. Praktis mereka kini hanya kalah dari Real Madrid yang sudah juara 12 kali dan AC Milan yang meraihnya sebanyak tujuh kali.

Terkait Torres, namanya memang melekat di telinga fan klub berjuluk The Reds maupun Atletico Madrid. Lewat gol-golnya ja menjadi pujaan publik Anfield selama tiga musim. Sedangkan bersama Los Rojiblancos, dia adalah produk akademi klub ibu kota Spanyol tersebut.

Bahkan ketika gagal bersinar di Chelsea dan AC Milan, pemain berjuluk El Nino itu pulang ke Atletico dan berhasil menemukan kembali performa terbaiknya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

5 Momen Tercepat hingga Terbaik di Liga Champions 2018-19

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Liga Champions 2018-19 telah selesai. Liverpool berhasil menjadi juara setelah di partai final mengalahkan Tottenham Hotspur dengan skor 2-0 di Stadion Wanda Metropolitano, Minggu (2/6/2019).

Dua gol dari Mohamed Salah dan Divock Origi membuat pasukan Jurgen Klopp itu berhasil merengkuh titel juara ke-6 sepanjang berpartisipasi di Liga Champions. Kemenangan ini juga menghapus luka saat dikalahkan Real Madrid di final Liga Champions musim lalu.

Sepanjang perhelatan Liga Champions 2018-19, sejumlah momen terekam. Momen-momen mulai dari yang tercepat hingga yang terbaik menjadi bagian dari keseruan Liga Champions musim ini.

Berikut 5 momen tercepat hingga terbaik di Liga Champions musim ini untuk pembaca setia Football5star.com

Tercepat kedua

Gol pertama Liverpool ke gawang Tottenham yang dicetak oleh Mohamed Salah menjadi gol tercepat kedua sepanjang final Liga Champions. Gol penalti Salah pada menit ke-2 menjadikan pemain asal Mesir itu menjadi pemain kedua yang mencetak gol cepat di final Liga Champions.

Liverpool Salah Football5star Liga Champions

Menariknya, gol tercepat pertama sepanjang sejarah final Liga Champions justru terjadi di gawang Liverpool. Ialah Paolo Maldini jadi pemain pertama yang mencetak gol tercepat di final Liga Champions 2005 antara AC Milan vs Liverpool.

Termuda

Full back Liverpool, Trent Alexander-Arnold jadi pemain termuda, 20 tahun 237 hari yang mampu catatkan diri mengikuti final Liga Champions selama dua kali berturut-turut.

liverpool vs barcelona juergen klopp alexander-arnold - twitter ChampionsLeague

Pada musim lalu, ia juga dimainkan oleh Jurgen Klopp saat Liverpool bertemu Real Madrid. Sayang di partai final musim lalu, ia harus merasakan sakit hati karena kalah. Namun dini hari tadi, permainan lugas pemain timnas Inggris ini mampu jungkalkan Tottenham Hotspur.

Termewah

Kemenangan Liverpool atas Tottenham di final Liga Champions musim ini juga membuat pasukan Jurgen Klopp mendapat hadiah uang dengan jumlah fantastis. Dikutip dari uefa, Minggu (2/6/2019), Liverpool akan raup uang sebesar Rp 1,19 triliun.

Liverpool - Liga Champions - Football5star

Khusus untuk gelar juara, Liverpool meraih uang sebesar 4 juta euro atau Rp 64.25 miliar. Namun itu baru uang sebegai juara, The Reds juga akan mendapat uang dengan perincian sebagai berikut:

  • Hadiah awal keikutsertaan di fase grup EUR 15,25 juta (Rp 244,97 miliar).
  • Hadiah pertandingan di fase grup EUR 8,1 juta (Rp 130,13 miliar) dari hasil tiga kali menang.
  • Hadiah lolos ke babak 16 besar EUR 9,5 juta (Rp 152,61 miliar).
  • Hadiah lolos ke perempat final EUR 10,5 juta (Rp 168,69 miliar).
  • Hadiah lolos ke semifinal EUR 12 juta (Rp 192,79 miliar).
  • Hadiah lolos ke final EUR 15 juta (Rp 240,99 miliar).

Selain itu, nantinya Liverpool juga akan mendapat tambahan berupa pembagian uang hak siar televisi dari UEFA.

Terbesar

Untuk urusan mencetak gol di Liga Champions musim ini, Manchester City jadi tim yang meraih kemenangan terbesar di musim ini. Pada babak fase grup, tim besutan Pep Guardiola pernah meraih kemenangan 6-0 atas wakil Ukraina, Shakhtar Donetsk.

manchester city fox sports asia 1

Di babak 16 besar, skor terbesar kembali dicetak oleh Manchester City. Bertemu wakil Jerman, Schalke 04, Sergio Aguero dkk mampu meraih kemenangan 7-0 di leg pertama.

Sementara itu juara Liverpool dua kali meraih kemenangan dengan skor terbesar yakni di babak fase grup saat melawan Red Star menang 4-0. Setelah itu saat bertemu Barcelona di leg kedua babak semifinal, The Reds kembali menang 4-0.

Terbaik

Jika Liverpool menjadi yan terbaik di Liga Champions musim ini dengan meraih gelar juara. Maka untuk urusan mencetak gol, bintang Barcelona, Lionel Messi jadi yang terbaik.

Lionel Messi Inginkan Hal Ini Jelang Barcelona vs Valencia

Pada musim ini, Messi menjadi top skor dengan perolehan 12 gol dan disusul di tempat kedua striker Bayern Munich, Robert Lewandowski. Sementara itu untuk pencetak assist terbaik di raih oleh pemain Man City, Leroy Sane dengan 5 assist.

Sane tak sendirian, pemain lain seperti Luis Suarez, Jordi Alba, dan Dusan Tadic juga mencetak 5 asissts di Liga Champions musim ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Cara Romantis Pemain Liverpool Rayakan Juara Liga Champions

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Liverpool sukses juara Liga Champions setelah di partai final mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0 di Stadion Wanda Metropolitano (2/6/2019).

Kemenangan ini pun jadi momentum bagi para pasangan pemain Liverpool untuk merayakan juara Liga Champions dengan cara yang romantis. Pasangan dari Alex Oxlade-Chamberlain, Perrie Edward misalnya.

Penyanyi cantik ini langsung mendatangi Oxlade-Chamberlain begitu pertandingan usai dan langsung melingkarkan kedua tangannya ke leher gelandang Liverpool tersebut.

Hal lebih romantis dilakukan oleh Roberto Firmino. Pemain asal Brasil itu langsung mendatangi istri dan anaknya. Ciuman mesra pun diberikan Firmino ke sang istri, Larrisa Pereira.

 Cara Romantis Pasangan Pemain Liverpool Rayakan Juara Liga Champions
dailymail.co.uk

Sementara itu, sejumlah suporter The Reds yang tak hadir di Madrid langsung merayakan kemenangan pasukan Jurgen Klopp itu dengan menggelar pesta di jalan-jalan.

Mereka tumpah ruah ke jalan sambil bernyanyi merayakan kemenangan Mohamed Salah dkk.

Kemenangan Liverpool di final Liga Champions berkat dua gol dari Mohamed Salah dan Divock Origi. Tottenham Hotspur sebenarnya lebih mendominasi penguasaan bola dengan 65 persen sepanjang pertandingan, sedangkan The Reds hanya 35 persen.

The Lilywhites mencatatkan delapan tembakan ke gawang dari 16 kesempatan, tetapi tak satu pun berbuah gol. Sementara itu, Jordan Henderson dan kolega lebih efektif dengan tiga tembakan ke gawang yang dua di antaranya menjadi gol.

Petaka datang bagi kubu Spurs ketika laga baru berjalan dua menit. Wasit menunjuk titik putih setelah Moussa Sissoko melakukan handball di kotak penalti timnya.

Memasuki akhir laga, Liverpool kembali menambah pundi golnya. Memanfaatkan kemelut di dalam kotak penalti Spurs, Divock Origi melepaskan tembakan kaki kiri dan bola meluncur ke sisi kiri bawah gawang Lloris pada menit ke-87.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Penyanyi Seksi Ini Rayakan Kemenangan Liverpool di Markas Manchester City

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kemenangan Liverpool di final Liga Champions dengan mengalahkan Tottenham Hotspur di Stadion Wanda Metropolitano, Mingggu (2/6/2019), tidak hanya dirayakan oleh suporter mereka.

Salah seorang fan Liverpool yang juga anggota dari girlband asal Inggris, Spice Girls, Mel C juga ikut merayakan keberhasilan pasukan Jurgen Klopp tersebut. Mel C memang dikenal sebagai salah satu selebritas yang nge-fans dengan Liverpool.

Sayangnya Mel C tak bisa menonton langsung laga Liverpool vs Tottenham dikarena harus manggung di Etihad Stadium untuk konser reuni Spice Girl. Setelah menyanyikan beberapa single, Mel C berganti kostum dan mengenakkan jersey Liverpool.

Aksi Mel C ini pun mendapat respon dari banyak penggemar Spice Girls dan fans Liverpool di sosial media. Kebanyakan dari mereka senang dengan aksi panggung Mel C rayakan kemenangan Liverpool di markas Manchester City, Stadion Etihad.

Penyanyi Seksi Ini Rayakan Kemenangan Liverpool di Markas Manchester City
dailymail.co.uk

Kemenangan Liverpool di final Liga Champions berkat dua gol dari Mohamed Salah dan Divock Origi. Tottenham Hotspur sebenarnya lebih mendominasi penguasaan bola dengan 65 persen sepanjang pertandingan, sedangkan The Reds hanya 35 persen.

The Lilywhites mencatatkan delapan tembakan ke gawang dari 16 kesempatan, tetapi tak satu pun berbuah gol. Sementara itu, Jordan Henderson dan kolega lebih efektif dengan tiga tembakan ke gawang yang dua di antaranya menjadi gol.

Petaka datang bagi kubu Spurs ketika laga baru berjalan dua menit. Wasit menunjuk titik putih setelah Moussa Sissoko melakukan handball di kotak penalti timnya.

Memasuki akhir laga, Liverpool kembali menambah pundi golnya. Memanfaatkan kemelut di dalam kotak penalti Spurs, Divock Origi melepaskan tembakan kaki kiri dan bola meluncur ke sisi kiri bawah gawang Lloris pada menit ke-87.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Tiga Fakta di Balik Gol Cepat Mohamed Salah di Final Liga Champions

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Start apik didapatkan Liverpool pada final Liga Champions 2018-19, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB. Belum genap pertandingan berjalan satu menit, mereka mendapatkan hadiah penalti. Eksekusi dingin Mohamed Salah berhasil menjebol gawang Tottenham yang dikawal Hugo Lloris.

Pertandingan baru berjalan 25 detik ketika umpan Sadio Mane mengenai tangan Moussa Sissoko. Wasit Damir Skomina tak ayal mengganjar Tottenham dengan hukuman tendangan 12 pas. Eksekusi penalti akhirnya dilakukan saat laga berjalan 1 menit 48 detik oleh Mohamed Salah.

Setidaknya ada tiga fakta menarik yang mengiringi gol penalti tersebut. Pertama, berkat golnya tersebut, Mohamed Salah menjadi pemain Afrika kelima yang mencetak gol pada final Liga Champions.

Gol penalti Mohamed Salah pada final Liga Champions antara Liverpool dan Tottenham Hotspur.
standard.co.uk

Pemain Afrika pertama yang mencetak gol pada partai puncak Liga Champions adalah Rabah Madjer saat FC Porto menang 2-1 atas Bayern Munich pada musim 1986-87. Langkahnya kemudian diikuti Samuel Eto’o yang membuat gol saat Barcelona menang 2-1 atas Arsenal pada 2005-06 dan Manchester United pada 2008-09.

Pemain Afrika berikutnya yang mencetak gol pada final Liga Champions adalah Didier Drogba. Dia melakukannya saat Chelsea menghadapi Bayern pada final musim 2011-12.

Adapun pemain Afrika keempat yang mencetak gol pada final Liga Champions adalah Sadio Mane. Rekan seklub Mohamed Salah itu mencetak gol kala Liverpool kalah 1-3 dari Real Madrid pada final musim 2017-18.

Fakta kedua di balik gol cepat Mohamed Salah terkait waktu terciptanya. Itu merupakan gol ke-3 tercepat yang tercipta pada final Liga Champions. Gol tersebut hanya kalah dari gol Enrique Mateos pada final musim 1958-59 yang tepat tercipta pada menit ke-1 dan Paolo Maldini pada detik ke-51 final 2004-05.

Fakta lainnya terkait gol Mohamed Salah, itu merupakan gol penalti tercepat kedua di kancah Liga Champions. Gol penalti tercepat dibuat Johan Micoud ketika Werder Bremen berhadapan dengan Panathinaikos pada 2005-06. Kala itu, dia mencetak gol saat laga berjalan 1 menit 40 detik.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Susunan Pemain Final Liga Champions: Kane dan Firmino Kembali

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Duel Tottenham Hotspur vs Liverpool tersaji pada final Liga Champions 2018-2019, Minggu (2/6/2019). Dalam susunan pemain, ujung tombak dari masing-masing tim, Harry Kane dan Roberto Firmino, kembali menjadi starter.

Kane memang tak tampil saat Tottenham mengalahkan Ajax pada babak semifinal akibat cedera. Namun, jelang final kondisi Kane membaik. Alhasil, Manajer Mauricio Pochettino memercayakan posisi nomor 9 kepada sang bomber pada laga Tottenham Hotspur vs Liverpool .

Pada duel final Liga Champions antara Tottenham Hotspur vs Liverpool ini, Pochettino pun bisa menurunkan komposisi terbaik. Selain Harry Kane, hadir juga Christian Eriksen, Dele Alli, Son Heung-min, hingga kiper sekaligus kapten Hugo Lloris.

Roberto Firmino - Liverpool - Klopp - Football5star

Di kubu Liverpool, Juergen Klopp pun bisa memainkan starting XI terbaik pada final, termasuk Firmino. Penyerang asal Brasil itu absen saat Liverpool mempecundangi Barcelona pada babak semifinal.

Beruntung bagi Manajer Juergen Klopp karena Firmino sudah fit lagi untuk partai Tottenham Hotspur vs Liverpool . Firmino akan menemani dua koleganya di lini depan, Sadio Mane dan Mohamed Salah.

Di lini belakang, Klopp memercayakan Joel Matip sebagai pendmping Virgil van Dijk. Sementara di tengah, trisula Georginio Wijnaldum, Jordan Henderson, dan Fabinho, akan menjadi jangkar.

Kehadiran Trent Alexander-Arnold di lini belakang pun menghadirkan fakta menarik. Dia menjadi pemain pertama di bawah usia 21 tahun yang tampil dalam dua final Liga Champions beruntun. Saat ini, Alexander-Arnold berusia 20 tahun dan 237 hari.

Lalu, susunan pemain mana yang akan tampil lebih mengilap pada final Liga Champions kali ini? Tim mana yang akan menang dan berjaya di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol?

Simak juga prediksi PO si hamster peramal

SUSUNAN PEMAIN FINAL LIGA CHAMPIONS 2018-2019, TOTTENHAM vs LIVERPOOL:

TOTTENHAM HOTSPUR (4-2-3-1): 1-Hugo Lloris; Kieran Trippier, Toby Alderweireld, Jan Vertonghen, Danny Rose; Harry Winks, Moussa Sissoko; 10-Christian Eriksen, 20-Dele Alli, 7-Son Heung-Min; 9-Harry Kane
Manajer: Mauricio Pochettino

LIVERPOOL (4-3-3): 13-Alisson Becker; 66-Trent Alexander-Arnold, 32-Joel Matip, 4-Virgil van Dijk, 26-Andy Robertson; 14-Jordan Henderson, 3-Fabinho, 5-Georginio Wijnaldum; 11-Mohamed Salah, 9-Roberto Firmino, 10-Sadio Mane
Manajer: Juergen Klopp

Prediksi Kocak Pebalap Moto GP untuk Final Liga Champions

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Final Liga Champions musim ini antara Tottenham Hotspur vs Liverpool mengundang atensi besar dari banyak kalangan. Salah satunya adalah para pebalap Moto GP yang tidak ingin ketinggalan momen besar di kompetisi antarklub Eropa itu.

Seperti yang diketahui final Liga Champions musim ini mempertemukan dua klub Inggris. Hal ini pun dilihat pihak Moto GP sebagai kesempatan bagus untuk membuat prediksi para pebalapnya yang juga berasal dari Inggris.

Walau begitu dari beberapa nama pebalap dari Inggris mungkin hanya Carl Crutchlow yang punya nama tenar. Sedangkan pebalap lainnya praktis berasal dari kelas Moto 2 hingga Moto 3. Mereka adalah John McPhee, Jake Dixon, Sam Lowes, adan Tom Booth-Amos.

Tapi kebanyak dari mereka sepertinya tidak terlalu mengerti sepak bola. Kendati Liverpool dan Tottenham berasal dari Inggris mereka cenderung tidak tahu dan hampir tidak pernah menyaksikan pertandingan sepak bola.

Alhasil prediksi yang mereka buat pun cenderung asal-asalan. Bisa dikatakan hanya Carl Crutchlow saja yang tampak serius memprediksi jalannya pertandingan yang akan berlangsung di Stadion Wanda Metropolitano dinihari nanti.

Ia memprediksi pertandingan kedua tim akan berakhir imbang 2-2 hingga 120 menit. Tapi pada akhirnya pebalap dari tim Aprilia ini memilih Liverpool yang menang di adu penalti.

Prediksi yang sedikit kocak dilakukan John McPhee. Pebalap Moto 2 ini seolah kehabisan ide ketika ditanya berapa skor di akhir laga nanti. Tidak ingin pusing terlalu lama, ia pun memilih skor 7-1 untuk kemenangan The Reds. Skor tersebut mengacu pada nomornya dalam belapan.

Penderitaan Fan Liverpool dalam Perjalanan Menuju Madrid

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Loyalitas menjadi sesuatu yang wajib dimiliki penggemar sepak bola seluruh dunia. Begitu pula yang ditunjukkan fan Liverpool demi bisa menyaksikan pertandingan klub kesayangan mereka melawan Tottenham Hotspur di final Liga Champions, Minggu (2/6/2019) dinihari WIB.

Akan tetapi apa yang menimpa puluhan fan Liverpool sepertinya tidak pernah terpikirkan oleh mereka. Datang langsung dari Merseyside menggunakan bus dan menghabiskan waktu selama 30 jam, kenyamanan mereka justru terganggu dengan keadaan bus tersebut.

Saluran toilet di bus yang mereka tumpangi sampai kota Madrid, Spanyol itu bocor hingga berakibat fatal. Semua kotoran yang ada di dalamnya menyebar ke seluruh ruangan yang ada hingga mengeluarkan bau busuk di dalam.

liverpool fan
dailymail.co.uk

Tidak sampai di situ, ketika mereka tiba dan menurunkan barang bawaannya dari bagasi, para fan ini mendapati bahwa koper dan barang bawaan yang lain sudah tercemar dengan air seni yang bocor dari saluran toilet bus tersebut.

“Hampir 80 persen dari koper dan barang yang kami bawa basah kuyup karena ada kebocoran di toilet bus dan mengharuskan kami menutupnya dengan kantong plastik,” kata Jamie, salah satu fan yang berada di dalam bus seperti dilansir Daily Mail, Sabtu (1/6/2019).

Bukan tanpa alasan memang puluhan fan ini mengorbankan waktu 30 jam lamanya dalam perjalanan. Niat mereka yang sebelumnya ingin naik pesawat harus sirna karena ludesnya tiket pesawat dari Liverpool menuju Madrid.

Prediksi: Tottenham Hotspur vs Liverpool

Tottenham vs Liverpool main
Stadion Wanda Metropolitano, Minggu (2/6/2019) Pukul 02.00 WIB

Football5Star.com, Indonesia – Perebutan gelar Liga Champions akan ditentukan lewat pertandingan yang mempertemukan Tottenham Hotspur vs Liverpool. Satu dari dua tim asal Inggris tersebut akan saling berebut status raja Eropa.

Tottenham Hotspur merupakan tim yang tengah mengincar status yang belum pernah mereka sandang sepanjang sejarah. Sementara itu, Liverpool berpeluang memenangi gelar keenam di kompetisi kasta tertinggi Benua Eropa.

Tim berjulukan Spurs lolos ke final setelah menghentikan kejutan Ajax Amsterdam di semifinal. Skuat asuhan Mauricio Pochettino sampai di final berkat keunggulan agresivitas gol tandang meski agregat berakhir dengan skor 3-3.

Sementara itu, Liverpool melenggang ke partai puncak dengan cara sensasional. Tim beralias The Reds mengandaskan Barcelona dengan agregat akhir 4-3.

Sadio Mane dkk bahkan lebih dahulu kalah 0-3 saat bermain di markas Barcelona, Stadiona Camp Nou. Namun, di luar perkiraan Liverpool mampu membalikkan keadaan karena mampu menang 4-0 di Stadion Anfield.

REKOR PERTEMUAN
Tottenham vs Liverpool head to head
TREN PERFORMA
Tottenham vs Liverpool lima laga terakhir
STATISTIK MENARIK
  • Liverpool merupakan tim yang mampu menang di 13 dari 14 laga terakhir di semua kompetisi.
  • Tottenham Hostpur mengalami 13 kekalahan di Liga Inggris musim ini. Pada musim 2010-11, Birmingham mengalami 15 kekalahan dan harus terdegradasi.
  • Kedua tim sama-sama mampu mencetak gol di tujuh dari delapan pertemuan antara Tottenham Hotspur vs Liverpool
  • The Reds merupakan tim asal Inggris yang paling sering bermain di final Piala Eropa/Liga Champions. Yakni, sebanyak sembilan kali dan memenangi lima kesempatan di antaranya. Namun, mereka mengalami kekalahan pada dua kesempatan final terakhir pada 2007 dan 2018.
  • Pertandingan ini merupakan final kedua dalam sejarah yang mempertemukan dua wakil Inggris. Sebelumnya, pernah mempertemukan Manchester United melawan Chelsea pada final Liga Champions 2008.
  • Sadio Mane bisa mencetak gol pada final Liga Champions 2018. Ia pun berpeluang jadi pemain pertama yang bisa mencetak gol di final secara beruntun. Sebelumnya, catatan tersebut terjadi pada 1975 dan 1976 oleh pemain Bayern Munich, Franz Roth.
  • Lucas Moura mampu mencetak hat-trick di semifinal. Jumlah tersebut bahkan lebih banyak dari 16 penampilan sebelumnya di kompetisi ini (2 gol).
PELATIH
  • Laga Tottenham Hotspur vs Liverpool kali ini akan menjadi pertemuan ke-10 antara Mauricio Pochettino dan Juergen Klopp.
  • Dalam sembilan pertemuan kedua pelatih sebelumnya, Klopp unggul telak atas Pochettino.
  • Dengan rincian Klopp 4 kali menang, Pochettino hanya sekali menang, dan empat laga pertemuan lainnya berakhir dengan skor imbang.
  • Rekor Pochettino vs Liverpool: 3 menang, 4 seri, 7 kalah.
  • Rekor Klopp vs Spurs: 4 menang, 4 seri, 1 kalah.
WASIT
  • Damir Skomina akan memimpin jalannya laga Tottenham Hotspur vs Liverpool.
  • Musim ini Skomina sudah mewasiti lima pertandingan Liga Champions musim ini dan mengeluarkan 17 kartu kuning.
  • Selama menjadi wasit di Liga Champions, Skomina baru sekali memimpin pertandingan yang dimainkan Spurs. Yakni, saat Spurs mengalami kekalahan 3-4 melawan Inter Milan pada musim 2010-11.
  • Sementara itu, sejauh ini Skomina pernah tiga kali mengawasi laga yang dimainkan The Reds. Dengan rincian mereka sekali menang dan dua kali kalah..
PEMAIN KUNCI

TOTTENHAM HOTSPUR:

Top Scorer: Harry Kane, Lucas Moura (5 gol)
Top Assist: Christian Eriksen (4 assist)
Top Rating: Harry Kane (7,60)

LIVERPOOL:

Top Scorer: Sadio Mane, Mohamed Salah, Roberto Firmino (4 gol)
Top Assist:  Trent Alexander-Arnold  (3 assist)
Top Rating: Trent Alexander-Arnold (7,24)

Statistik di Liga Champions musim ini menurut WhoScored

BERITA KEDUA TIM
  • Spurs mendapat suntikan kekuatan karena Harry Kane telah pulih dari cedera pergelangan kaki. Ia berpotensi tampil sebagai ujung tombak bersama salah satau antara Son Heung-Min atau Lucas Moura.
  • Harry Winks dan Davinson Sanchez juga telah kembali berlatih seusai pulih dari cedera.
  • Victor Wanyama masih diragukan untuk dapat bermain di laga Tottenham vs Liverpool.
  • Jan Vertonghen seharusnya tidak lagi memiliki kendala dan siap memperkuat benteng pertahanan Spurs bersama Toby Alderweireld.
  • Ben Davies dipastikan absen lantaran belum pulih dari masalah pangkal paha.
  • Naby Keita menjadi satu-satu pemain yang absen karena cedera pangkal paha.
PRAKIRAAN FORMASI
Tottenham vs Liverpool line up
PREDIKSI HASIL
WhoScored
Tottenham 1-2 Liverpool
ScorePredictor
Tottenham 2-1 Liverpool
Predictz
Tottenham 1-2 Liverpool
FOOTBALL5STAR
Tottenham 0-1 Liverpool

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

5 Faktor yang Membuat Liverpool Diunggulkan di Final Liga Champions

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Dinihari nanti, dua klub asal Inggris, Tottenham Hotspur dan Liverpool akan saling sikut untuk meraih gelar Liga Champions musim 2018-19. Keduanya tentu ingin mengakhiri puasa gelar yang sudah cukup lama mereka jalani.

Tottenham terakhir kali meraih trofi pada tahun 2008 silam. Ketika itu, The Lilywhites berhasil merengkih gelar Piala Liga Inggris setelah mengalahkan Chelsea di babak final. Gelar terakhir Liverpool juga adalah Piala Liga Inggris. Mereka berhasil menjadi juara di edisi 2011-12 setelah mengalahkan Cardiff City.

Meskipun kedua klub sama-sama memiliki rasa lapar yang cukup besar, Liverpool menjadi tim unggulan di partai final nanti. Berikut www.old.football5star.com sudah merangkum 5 faktor yang membuat Liverpool diunggulkan untuk merengkuh gelar Liga Champions:

1. VIRGIL VAN DIJK DAN ALISSON BECKER
5 Faktor yang Membuat Liverpool Diunggulkan di Final Liga Champions Van Dijk dan Alisson Zimbio
Zimbio

Kehadiran Virgil van Dijk dan Alisson Becker membuat Liverpool berhasil menjadi salah satu tim dengan lini pertahanan terbaik. Sepanjang musim 2018-19, gawang The Reds hanya kebobolan 38 kali dari 52 pertandingan di semua kompetisi.

Selain itu, kehadiran Alisson juga seolah menjadi jawaban atas buruknya performa Lorius Karius di partai final musim 2017-18 lalu. Penjaga gawang asal Brasil itu diprediksi akan mampu membuat para pemain depan Tottenham putus asa di Stadio Wanda Metropolitano.

2. KONDISI FISIK HARRY KANE
5 Faktor yang Membuat Liverpool Diunggulkan di Final Liga Champions Harry Kane 101 Great Goals
101 Great Goals

Kondisi fisik Harry Kane yang masih menjadi tanda tanya besar hingga kini membuat Livepool bisa bernafas dengan sedikit lega. Pasalnya, Harry Kane merupakan mesin gol utama Tottenham dalam beberapa musim terakhir.

Pada partai semifinal Liga Champions melawan Ajax, Lucas Moura memang berhasil menjadi pahlawan setelah mampu mencetak tiga gol ke gawang Andre Onana. Namun, potensi absennya Harry Kane membuat mental bertanding Tottenham sedikit terpuruk. Hal ini terjadi karena Kane juga merupakan seorang pemimpin di atas lapangan.

3. PENGALAMAN BERMAIN DI PARTAI FINAL
5 Faktor yang Membuat Liverpool Diunggulkan di Final Liga Champions - Pengalaman - peru21. pe
peru21.pe

Partai dinihari nanti merupakan final pertama Tottenham Hotspur di ajang Liga Champions. Di kompetisi Eropa, partai final terakhir dari The Lilywhites terjadi di ajang Piala UEFA pada musim 1983-84.

Hal ini tentu menjadi sebuah keuntungan untuk Liverpool. Pasalnya, mereka berhasil melaju ke partai Liga Europa pada musim 2015-16 dan final Liga Champions musim lalu. Jika ditarik lebih jauh lagi, partai nanti merupakan final kompetisi Eropa yang ke-13 sepanjang sejarah mereka. Dari 13 partai final tersebut, The Reds berhasil meraih delapan kemenangan.

4. KIERAN TRIPPIER
5 Faktor yang Membuat Liverpool Diunggulkan di Final Liga Champions - Kieran Trippier - Sky Sports
sky Sports

Kieran Trippier memang menyandang status sebagai salah satu bek kanan terbaik Inggris saat ini. Namun, Trippier gagal menunjukkan penampilan terbaiknya sepanjang musim 2018-19.

Pemain asal Inggris itu kerap kali menjadi kambing hitam karena cukup sering melakukan kesalahan-kesalahan fatal. Tak hanya itu, ia juga gagal menunjukkan performa terbaik ketika maju membantu serangan.

Catatan ini tentu menjadi sebuah makanan empuk untuk Sadio Mane dan Mohamed Salah yang diprediksi tak akan kesultian untuk melewati hadangan Trippier.

5. BISA MENURUNKAN TIM TERBAIK
5 Faktor yang Membuat Liverpool Diunggulkan di Final Liga Champions - Tim Terbaik - Irish Mirror
Irish Mirror

Sudah pulihnya kondisi fisik Roberto Firmino pasca otot membuatnya diprediksi akan bisa bermain penuh pada partai final nanti. Selain itu, Alex Oxlade-Chamberlain juga sudah bisa kembali merumput setelah pulih dari cedera ACL yang membuatnya harus absen selama setahun lebih.

Satu-satunya pemain Liverpool yang tak bisa tampil di partai puncak nanti adalah Naby Keita yang menderita cedera. Hal ini tentu berbeda dengan kondisi tim Tottenham.

Hingga saat ini, ada cukup banyak penggawa The Lilywhites yang kondisinya masih diragukan. Diantaranya adalah Harry Kane, Harry Winks, Jan Vertonghen, Davinson Sanchez, dan Victor Wanyama. Kondisi tersebut membuat Mauricio Pochettino harus memutar otak untuk meramu tim terbaik yang akan diturunkan di partai final.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]