5 Pertandingan Final Liga Champions Satu Negara

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pertandingan final Liga Champions musim ini akan mempertemukan dua klub Inggris, Tottenham Hotspur melawan Liverpool. Rencananya, laga berlangsung di Stadion Wanda Metropolitano, Minggu (2/5) pagi WIB.

Jika menilik dari sejarahnya, laga final Liga Champions satu negara bukan pertama kali terjadi. Tercatat sebelumnya sudah ada lima partai puncak kompetisi antaklub paling elit di Eropa tersebut yang mempertemukan tim satu negara.

Berikut 5 Final Satu Negara di Liga Champions.

Real Madrid 3-0 Valencia (2000)
Vicente del Bosque langsung mempersembahkan trofi Liga Champions pada musim perdananya menangani Real Madrid. Tidak tanggung-tanggung, Los Blancos menggasak Valencia tiga gol tanpa balas. Padahal, saat itu Valencia diperkuat kiper utama timnas Spanyol, Santiago Canizares.

Real Madrid vs Valencia - Football5star - goal

Tiga gol Real Madrid saat itu hasil dari kreasi Raul Gonzalez, Steve McManaman, dan Fernando Morientes. Sama seperti Del Bosque, McManaman juga sukses mempersembahkan trofi di musim perdananya bersama tim ibu kota. 

Juventus 0-0 Milan (2-3 pen)  (2003)
AC Milan sukses menggagalkan impian Juventus mengawinkan trofi Liga Champions pada akhir musim 2002/03. Justru Rossoneri yang sukses meraih trofi Si Kuping Besar dan Coppa Italia pada musim tersebut.

Juventus vs Milan - Football5star - goal

Andriy Shevchenko memastikan kemenangan Milan setelah sepakan penaltinya gagal ditepis kiper Juve, Gianluigi Buffon. Keberhasilan itu menjadi gelar keenam Milan sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Lliga Champions.

Manchester United 1-1 Chelsea (6-5 pen) (2008)
Para pendukung Manchester United harus berterima kasih kepada John Terry karena telah gagal mengeksekusi penalti saat final di Moskow. Pertandingan berakhir sama kuat 1-1 di waktu normal dan dilanjutkan dengan adu penalti.

Dari tujuh penendang Manchester United, hanya Cristiano Ronaldo yang gagal menjaringkan bola ke gawang The Blues. Sementara Chelsea, gagal memaksimalkan peliuang lewat Terry dan Nicolas Anelka yang tendangannya ditepis Edwin van der Sar.

Borussia Dortmund 1-2 Bayern Munich (2013)
Borussia Dortmund tampil sebagai salah satu tim kuda hitam sepanjang turnamen. Pada babak semifinal, Die Borussen bahkan secara dramatis menyingkirkan Real Madrid dengan agregat tipis 4-3. Pada leg pertama, Dortmund menang di Signal Iduna Park dengan skor 4-1.

Bayern vs Dortmund - Football5star
gettyimages

Robert Lewandowski mencuri perhatian dengan memborong keempat gol Dortmund. Kekalahan 0-2 di Santiago Bernabeu pada leg kedua tidak terlalu berarti banyak. Namun, perjalanan anak asuh Juergen Klopp harus berakhir antiklimaks ketika kalah dari Bayern Munich di final.

Real Madrid 4-1 Atletico Madrid (2014)
Real Madrid berhasil sajikan pertandingan dramatis ketika menghadapi Atletico Madrid di Wembley pada 2014 lalu. Hingga menit ke-90, Rojiblancos masih unggul 1-0, sebelum Sergio Ramos mencetak gol penyama kedudukan tiga menit tambahan waktu babak kedua.

Real Madrid vs Atletico Madrid
iriefm.net

Los Blancos berhasil memanfaatkan kegoyahan mental para pemain Atletico selama babak tambahan. Tiga gol disarangkan Madrid atas nama Gareth Bale, Marcelo dan Cristiano Ronaldo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Ogah Bayar Mahal untuk Tiket Pesawat, Fan Liverpool Lakukan Hal “Gila”

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Keluhan harga tiket pesawat yang mahal tidak hanya terjadi di Indonesia. Bagi fans Liverpool jelang laga final Liga Champions, hal sama juga mereka alami.

Untuk bisa menghemat biaya demi bisa menonton laga Mohamed Salah dkk melawan Tottenham Hotspur di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid (2/6/2019), seorang fan Liverpool memilih untuk menggunakan mobil untuk sampai ke sana.

“Saya tidak mungkin tidak berada di sana,” kata Simon Wilson, fan Liverpool yang membeli mobil murah seharga 40 poundsterling untuk sampai ke Madrid.

Menariknya, Simon sendiri seperti dikutip www.old.football5star.com dari dailymail (31/5/2019) merupakan salah satu konten kreator di Youtube.

fan liverpool 2

Simon mengaku bukan tak mau mengeluarkan uang banyak untuk tiket pesawat namun ia ingin memberi inspirasi untuk banyak fans lain.

“Saya cukup beruntung sebenarnya bisa mendapatkan tiket terusan untuk menonton laga final. Tapi saya ingin mencoba menggunakan mobil untuk sampai ke sana,”

“Dan saya ketika melihat, tiket pesawat harganya mencapai 800 poundsterling dan itu konyol,” ucap Simon.

Simon Wilson dikenal sebagai Youtuber yang banyak membuat konten-konten menarik. Beberapa waktu lalu, ia sempat menyelinap masuk untuk menonton langsung Floyd Mayweather vs Conor McGregor.

Apa yang dilakukan oleh fan Liverpool satu ini sebenarnya terbilang gila. Bagaimana tidak, ia harus menempuh perjalanan darat selaman 22 jam untuk sampai ke Madrid.

Hal ini memang sempat banyak dilakukan sejumlah fan sepak bola di Eropa. Kecintaan pada klub tak menghalangi mereka untuk bisa memberikan dukungan langsung kepada para pemain di mana pun mereka bertanding.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Tottenham vs Liverpool: Pembuktian Pochettino dan Klopp

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Final Liga Champions antara Tottenham Hotspur vs Liverpool menjadi ajang pembuktian bagi pelatih muda dari kedua tim, Mauricio Pochettino dan Juergen Klopp. Jika berbicara soal pengalaman tentu pelatih Liverpool patut jemawa.

Kendati kedua klub dan kedua pelatih sudah kerap bertemu di Premier League, ini jadi pertemuan pertama mereka di kompetisi Eropa. Catatan ini makin spesial karena keduanya akan bersua di partai penentuan siapa peraih Si Kuping Besar musim ini.

Pengalaman dan Kutukan Juergen Klopp

juergen klopp-liga champions (theguardian)
theguardian.com

Bicara soal pengalaman, Klopp tentu lebih mentereng dari pelatih asal Argentina tersebut. Khusus di kancah Liga Champions saja ini akan menjadi final ketiga baginya. Dua final sebelumnya ia raih bersama Borussia Dortmund 2013 lalu dan Liverpool musim lalu.

Walau begitu dua pengalaman tersebut bisa dibilang tidak dikehendaki pelatih kelahiran Stuttgart ini. Ya, di dua kesempatan itu ia selalu menuai kekalahan. Lebih buruk lagi klub yang ia tukangi kebobolan lima gol di partai puncak kompetisi antarklub Eropa itu.

Pengalaman laga final bukan hanya dirasakan di Liga Champions saja. Ketika masih bersama Dortmund ia tiga kali membawa klubnya itu ke babak final DFB Pokal. Sementara bersama The Reds ia dua kali berada di final Carabao Cup dan Liga Europa.

Tapi lagi-lagi pengalaman segudang itu berakhir antiklimaks. Praktis dari lima final itu ia hanya mampu juara satu kali. Itu pun pada final pertamanya di ajang DFB Pokal saat mengalahkan Bayern Munich 4-2 pada musim 2011-2012.

Kegagalan demi kegagalan di atas tak ayal membuat pelatih berusia 51 tahun ini dicap sebagai spesialis runner up. Catatan minor ini sekaligus membawa dampak negatif pada keyakinan fan Liverpool. Tidak sedikit dari mereka yang khawatir hasil serupa akan kembali terulang di Wanda Metropolitano nanti.

Semangat Debutan dalam Diri Pochettino

Mauricio Pochettino - Tottenham Hotspur - Liga Champions - uefa. com
uefa.com

Jika Juergen Klopp akrab dengan kegagalan, catatan berbeda justru dimiliki Mauricio Pochettino. Baginya ini adalah final LIga Champions pertama. Bahkan ketika kariernya masih berkibar menjadi pemain pun ia belum pernah menginjakkan kakinya di final kompetisi antarklub Eropa tersebut.

Sebelum musim ini capaian terbaik mantan pelatih Espanyol hanya mampu mencapai babak 16 besar musim lalu. Ya, catatan ini memang tak lepas dari perjalanan karier Pochettino yang sebelumnya hanya melatih klub-klub semenjana seperti Espanyol dan Southampton.

Baru ketika melatih Spurs levelnya meningkat sebagai salah satu pelatih elit di Eropa. Jika ditotal dengan kompetisi lain pun pelatih kelahiran Santa Fe, Argentina, baru merasakan satu final, yaitu Carabao Cup musim 2014-2015. Setelah itu praktis ia tidak bisa membawa klubnya melaju lebih jauh.

Tapi musim ini semua harapan pendukung Spurs berada di pundak Pochettino. Tampil di final Liga Champions tanpa satu pun pembelian pemain di bursa transfer tentu tidak sembarang pelatih yang bisa melakukannya.

Kendati perjalanan mereka menuju final tidak terlalu mulus dengan catatkan empat kekalahan, fan patut yakin sang pelatih bisa mewujudkan mimpi mereka. Gelar Liga Champions juga bukan cuma untuk kepentingan The Lilywhites saja tapi juga untuk menyempurnakan CV sang pelatih di masa depan.

Ya, bukan tidak mungkin keberhasilannya nanti akan membuat pelatih 47 tahun itu dikejar klub-klub top Eropa seperti Juventus, Manchester United, atau bahkan Barcelona.

Dewi Fortuna Lebih Berpihak pada Klopp

Liverpool dan Tottenham Hotspur mewujudkan football is coming home di Liga Champions.
dailyworthing.com

Dengan catatan-catatan di atas dari kedua pelatih, sulit menebak siapa yang nantinya akan lebih berjaya. Tapi jika kita melihat statistik pertemuan keduanya, mungkin Juergen Klopp akan lebih unggul dari Mauricio Pochettino.

Pelatih Liverpool itu hanya kalah sekali dari sembilan pertemuan dengan manajer Spurs tersebut. Satu-satunya kekalahan tersebut terjadi musim lalu di Stadion Wembley. Laga yang berlangsung di ajang Premier League memaksa mereka kalah 1-4.

Tapi setelah itu Merseyside Merah tampil digdaya, termasuk dua kemenangan dari dua pertandingan terakhirnya. Untuk perolehan gol pun pelatih yang mengawali kariernya di Mainz 05 itu juga patut berbangga. Dari sembilan laga klub asuhannya hanya sekali gagal membobol jala Hugo Lloris.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Kebahagiaan Ganda Lucas Moura Jelang Final Liga Champions

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Final Liga Champions musim ini membawa kesenangan tersendiri bagi bintang Tottenham Hotspur, Lucas Moura. Pasalnya ia akan menghadapi rekan senegaranya di Liverpool seperti Roberto Firmino, Fabinho, dan Alisson Becker.

Final Liga Champions akan berlangsung di Stadion Wanda Metropolitano, Minggu (2/6/2019) dinihari WIB. Bagi Lucas Moura, Fabinho, dan Alisson, ini adalah final pertama mereka.

Sementara bagi Roberto Firmino ini adalah final keduanya. Musim lalu ia juga berhasil mencapai final sebelum akhirnya Liverpool kalah dari Real Madrid 1-3.

fabinho alisson 1
givemesport.com

“Saya ingin ucapkan selamat pada rekan Brasil di Liverpool yang mana kami sama-sama sukses di Liga Champions. Ada empat pemain Brasil di final kali ini dan itu jelas-jelas bagus untuk kami semua,” ujar Moura seperti dikutip Football5star.com dari Daily Mail, Jumat (31/5/2019).

“Saya punya hubungan yang sangat luar biasa dengan Alisson dan Fabinho. Kami berteman sejak lama dan saya senang pada capaian perdana mereka bersama Liverpool. Mereka benar-benar pemain yang sangat bagus,” ucapnya lagi.

Sebagai final Liga Champions pertamanya, mantan pemain Paris Saint-Germain ingin semua anggota keluarganya merasakan kesenagan yang dia rasakan. Untuk itu ia pun mengajak keluarganya dari Brasil untuk datang ke Madrid demi melihat dirinya bertanding.

“Saya butuh banyak tiket untuk membawa keluarga dan teman saya dari Brasil ke sini. Tapi dari 40 tiket yang saya butuhkan saya hanya mendapat 24 tiket,” ujarnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Final Liga Champions: Benitez Tularkan Semangat Istanbul kepada Klopp

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan pelatih Liverpool, Rafael Benitez ingin menularkan semangat kemenangan di final Liga Champions 2005 silam pada skuat Juergen Klopp yang akan menghadapi Tottenham Hotspur pada final musim ini.

Seperti yang diketahui Benitez adalah pelatih Liverpool yang mempersembahkan gelar Liga Champions 2005 silam. Pada laga yang berlangsung di Istanbul tersebut The Reds sejatinya sempat tertinggal 0-3 dari AC Milan di babak pertama. Tapi mereka berhasil mengejar ketinggalan di babak kedua hingga akhirnya menang lewat adu penalti.

Semangat pantang menyerah itu pula yang ingin ditularkan Benitez pada Klopp kali ini. Ia meminta agar Mohamed Salah dkk tetap bermain tenang dan percaya pada kekuatan timnya.

Gerrard & Benitez 2005
talksport.com

“Hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat semua pemain merasa tenang. Setelah itu dia harus memberi rasa percaya diri dan mencoba untuk melakukan apa yang harusnya di lakukan di pertandingan final,” kata pelatih yang kini menangani Newcastle United itu pada Reuters, Jumat (31/5/2019).

“Sejak dia berada di Dortmund saya melihat timnya selalu bermain menyerang, agresif, dan selalu menekan lawan sepanjang 90 menit. Saya melihatnya selalu memantau pertandingan sampai akhir. Itu semua bisa menjadi kombinasi luar biasa jika diterapkan,” tambahnya.

Liverpool akan tampil dengan kekuatan penuh saat melawan Spurs, Minggu (2/6/2019) dinihari WIB. Mungkin hanya kondisi Naby Keita saja yang masih diragukan tampil pada laga kali ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

5 Fakta Damir Skomina, Wasit Final Liga Champions

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Komite wasit federasi sepak bola Eropa, UEFA pada 16 Mei 2019 lalu sudah mengumumkan wasit yang memimpinl final Liga Champions. Dia adalah Damir Skomina.

Wasit asal Slovenia ini bakal jadi pengadil untuk pertandingan antara Tottenham vs Liverpool di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, 2 Juni 2019 mendatang. Bagaimana sepak terjang Skomina selama memimpin pertandingan sepakbola? Berikut ulasannya untuk pembaca setia www.old.football5star.com

Pertama memimpin final Liga Champions

Memimpin final Liga Champions merupakan kali pertama untuk Wasit berusia 42 tahun ini. Pada musim ini di Liga Champions, Skomina memimpin 5 pertandingan.

Salah satunya ialah laga leg kedua babak 16 besar yang mempertemukan Manchester United vs PSG. Red Devils saat itu menang 3-1. Meski baru pertama memimpin final Liga Champions.

Damir Skomina, Wasit Final Liga Champions, Tipikal Wasit Tak Tegas?
uefa.com

Skomina tercatat menjadi pengadil di pertandingan final Liga Europa 2017 yang mempertemukan Ajax vs Manchester United dan Piala Super Eropa 2012 antara Chelsea vs Atletico Madrid.

Menjadi wasit di usia muda

Skomina memulai karier sebagai wasit di usia yang sangat muda. Ia menjadi wasit di usia 16 tahun. Pria yang lahir di Koper, Yugoslavia ini pertama kali memimpin pertandingan antar tim lokal di Yugoslavia.

Saat Slovenia jadi negara sendiri, ia kemudian menjadi wasit di Liga Slovenia. Pada musim 2009/10, wasit yang gemar olahraga futsal ini masuk dalam jajaran elit wasit Eropa.

Setahun sebelumnya, ia menjadi wasit di cabor olahraga sepak bola Olimpiade Beijing pada Agustus 2008. Pada perhelatan Piala Dunia 2010, ia masuk dalam daftar sementara 54 wasit Piala Dunia Afrika Selatan tersebut.

Doyan obral penalti

Salah satu fakta menarik tentang Skomina ialah, sepanjang kariernya jadi pangadil di lapangan hijau. Ia total telah memberikan 32 penalti, dengan perincian 19 untuk tim tuan rumah dan 13 untuk tim tamu.

Catatan ini tentu sangat menguntungkan untuk pasukan Jurgen Klopp. Sepanjang perhelatan Liga Champions 2018/19, Liverpool total mendapat 3 kali penalti. Sedangkan sang lawan, Tottenham Hotspur sama sekali tak pernah mendapat hadiah penalti.

Dikritik publik Jerman

Skomina pada perhelatan Euro 2008 lalu juga jadi sorotan. Hal itu dikarenakan Skomina saat pertandingan Jerman vs Austria tak bisa mengatur kedua pelatih, Joachim Low dan Hickersberger.

Damir Skomina, Wasit Final Liga Champions, Tipikal Wasit Tak Tegas?

Skomina malah meminta tolong kepada salah satu wasit utama, Mejuto Gonzalez agar memberi nasihat kepada dua pelatih tersebut. Saat itu, Skomina berstatus wasit keempat.

Akibat tindaknnya tersebut, ketegasan dari seorang Skomina dianggap sebagian publik sepak bola Jerman sangat diragukan.

Miliki otak bisnis

Selain menjadi seorang wasit UEFA, Skomina juga memiliki otak bisnis. Ia diketahui memiliki agen perjalanan wista dan juga bergerakn di bidang properti, real estate.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Gambar Gary Lineker Mejeng di Pesawat yang Ada di Madrid

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Jelang final Liga Champions antara Tottenham Hotspur melawan Liverpool di Stadion Wanda Metropolitano, Minggu (2/6/2019) dinihari WIB terdapat pemandangan menarik di bandara kota Madrid. Di sana terlihat gambar legenda Spurs, Gary Lineker, yang terpampang di ekor pesawat milik Fly Norwegian.

Sontak saja pemandangan ini mengejutkan banyak pihak. Bahkan banyak dari mereka yang mengira ini menjadi bentuk dukungan tak langsung pihak maskapai kepada Spurs di final Liga Champions kali ini. Terlebih pesawat asal Norwegia ini berada di Madrid, yang menjadi kota diselenggarakannya final kali ini.

wanda metropolitano
tottenhamhotspur.com

Dugaan ini makin kuat karena Fly Norwegian baru saja menambah jadwal penerbangan dari London, yang merupakan kota asal Spurs, menuju Madrid untuk memanjakan pecinta sepak bola yang ingin menyaksikan langsung final Liga Champions.

Akan tetapi jika ditarik lebih jauh, anggapan tersebut jelas salah. Fly Norwegian selama ini dikenal sebagai salah satu maskapai yang selalu menggonta-ganti gambar di bagian ekor pesawatnya. Dan Gary Lineker bukan satu-satunya orang yang fotonya mejeng di pesawat kelas premium tersebut.

Sudah banyak tokoh dunia yang mereka tampilkan di bagian ekor pesawat asal Norwegia ini. Di antaranya adalah penulis terkenal asal Inggris, Roald Dahl, mendiang vokalis grup band Quenn, Freddie Mercury, serta aktivis dan politisi asal Amerika Serikat, Harvey Milk.

5 WAGs dari Final Liga Champions

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Laga final Liga Champions antara Tottenham Hotspur vs Liverpool akan berlangsung pada hari Minggu (2/6/2019) di Stadion Wanda Metropolitano. Pertandingan bertajuk all-English final karena mempertemukan sesama wakil Inggris dipastikan akan berjalan menarik.

Liverpool berhasil lolos ke final Liga Champions setelah melewati hadangan Barcelona di babak semifinal melalui comeback sensasional. Sedangkan, Tottenham Hotspur mengalahkan wakil Belanda, Ajax Amsterdam, untuk pertama kalinya lolos ke babak final juga dengan cara sensasional.

Spurs kalah terlebih dahulu di leg pertama dengan skor 1-0, lalu saat leg kedua bermain di kandang AFC Ajax, Jan Vertonghen cs mampu unggul dengan skor 3-2. Menang agregat gol tandang memastikan langkah skuat asuhan Mauricio Pochettino ke babak final. 

Jadi, duel sesama wakil Inggris ini sangat pantas untuk disaksikan. Selain itu, tentunya kedua tim memiliki suporter terbaik atau WAGs yang selalu setia mendukung baik saat menang maupun kalah.

Football5star.com mencoba merangkum 5 WAGs yang selalu memberikan dukungan bagi kedua tim ketika pasangannya berlaga.

Shani van Mieghem

https://www.instagram.com/p/BxmBaUZBbVH/

Toby Alderweireld menikah dengan kekasih masa kecilnya, Shani van Mieghem. Shani, selain memiliki wajah cantik dan ia memiliki rambut berwarma coklat.

Pasangan itu mengikatkan ikatan pada Juni 2014 di kota Ekeren, dekat Antwerp. Toby berbagi foto pada hari besar mereka ke akun Instagram-nya yang menunjukkan dia dan istri duduk di sebuah katedral.

Setelah pernikahan mewah mereka, keduanya dikabarkan menikmati bulan madu di Bali, Indonesia di mana mereka menikmati makan malam romantis.

Larissa Saad

https://www.instagram.com/p/BxZ5PkinnI5/

Larissa dan Lucas Moura mengikat janji pernikahan pada 23 Desember 2016 dalam sebuah upacara di Brasil. Pada 13 November 2018, Larissa melahirkan putra mereka bernama Miguel.

Menurut pers Brasil, Larissa adalah wanita yang berasal dari keluarga yang sangat kaya di Sao Paulo. Selain itu, Larissa yang memiliki darah Lebanon memegang gelar bisnis.

Marine Lloris

https://www.instagram.com/p/Br2WBy6lXBg/

Suporter nomor satu dibalik kesuksesan penjagang gawang Spurs, Hugo Lloris ialah sang istri, Marine Lloris. Hugo bertemu Marine saat masih mengenyam bangku sekolah. Pada tahun 2012, pasangan ini menikah di sebuah gereja di Nice, Prancis. Atas pernikahan mereka, pasangan bahagia ini sudah dikaruniai dua anak perempuan cantik.

Marine sedikit berbeda dengan WAGs lainnya. Lulusan sarjana hukum ini bukan dari kalangan model. Ia adalah pebisnis yang cukup sukses dengan meiliki lini fashion Menege en Sucre. Pakaian khusus anak-anak ini merupakan fashion high end untuk balita hingga usia 12 tahun.

Natalia Lowe Becker

Natalia Lowe Becker merupakan istri dari penjaga gawang Liverpool, Allison Becker. Pasangan ini telah melangsungkan janji suci. Allison bertemu dengan Natalia yang berprofesi sebagai dokter ketika Alisson masih bermain di Internacional.

https://www.instagram.com/p/BxZzAc2lGV8/

“Istriku Natalia meninggalkan Brasil setelah lima bulan lulus menjadi dokter. Ini sangat berarti buatku. Aku menikmati dukungan dia saat dia masih menempuh kuliah,” ujar Allison mengenang salah satu momen romantis yang pernah diberikan istrinya.

Rebecca Burnett

Jordan Henderson berhasil menjaga hubungan dengan istrinya Rebecca Burnett yang relatif sederhana. Kehidupan mereka jauh dari kesan mewah dan jarang terekspos publik.

jordan henderson rebecca burnett wags fubolife.info
futbolife.info

Henderson sangat menjaga kehidupan keluarganya dari publikasi media. Akan tetapi, ketika Henderson berjuang bersama timnas Inggris di Piala Dunia 2018 yang diselenggrakan di Rusia, pasangan ini terlihat berjalan-jalan menikmati waktu istirahat jeda pertandingan bersama dua anak mereka.

Pasangan ini bertemu ketika mereka masih remaja, dan berpacaran selama beberapa tahun sebelum memutuskan menikah pada tahun 2014. Pasangan ini telah memiliki dua anak perempuan, Alexa berusia empat tahun, dan Alba berusia dua setengah tahun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Erik Lamela: Final Liga Champions adalah Hadiah Istimewa

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Final Liga Champions antara Liverpool dan Tottenham Hotspur kian mendekat. Jelang laga di Stadion Wanda Metropolitano itu, gelandang Erik Lamela mengaku sudah tak sabar. Dia sangat menantikan pertandingan yang dinilai sebagai hadiah istimewa itu.

Musim ini, Erik Lamela tampil apik bagi Tottenham Hotspur sebelum cedera hamstring mendera. Sempat diprediksi tak dapat bermain, dia bisa cepat pulih dan bermain pada leg II semifinal Liga Champions melawan AFC Ajax. Atas dasar itu, dia menilai keberhasilan melaju ke final tak ubahnya hadiah istimewa.

Erik Lamela saat Tottenham Hotspur melawan Barcelona pada fase grup Liga Champions.
talksport.com

“Aku sekarang berharap dapat menikmati pertandingan ini karena itu seperti hadiah yang diberikan setelah masa sulit yang telah kulalui. Aku mempersiapkan diri untuk memberikan segenap kemampuan terbaikku,” ujar Erik Lamela, Selasa (28/5/2019), seperti dikutip Football5Star.com dari Football London.

Mantan pemain AS Roma itu mengaku sangat kecewa ketika menderita cedera dan tak dapat memperkuat tim asuhan Mauricio Pochettino pada pekan-pekan terakhir Premier League. Sebagai pelampiasan, dia ingin tampil apik bila diberi kepercayaan bermain pada final Liga Champions melawan Liverpool nanti.

“Pada dua bulan terakhir, aku telah mengakhiri musim saat masih ada dua laga tersisa. Itu sungguh pedih. Bagian akhir musim adalah yang terpenting, bukan? Namun, kini ada kesempatan yang perlu kami ambil,” kata Erik Lamela lagi.

Pemain berumur 27 tahun itu menambahkan, “Kami berbicara satu sama lain bahwa ini adalah peluang besar untuk tercatat dalam sejarah klub ini dan itulah yang kami inginkan. Kami akan coba tampil dalam kondisi terbaik, perasaan terbaik, dan aku yakin kami akan tampil sangat baik.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Imagine Dragons akan Panaskan Final Liga Champions

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Final Liga Champions musim ini kembali menghadirkan bintang tamu kelas dunia. Kali ini giliran grup band asal Ameirka Serikat, Imagine Dragons, yang mendapat kehormatan sebagai pembuka laga final yang akan berlangsung di Stadion Wanda Metropolitano.

Bagi Imagine Dragons ini pertama kalinya bagi mereka mengisi acara untuk pertandingan sepak bola. Mendapat kesempatan langka ini band yang terbentuk di Las Vegas ini pun merasa terhormat.

“Kami merasa terhormat bisa bermain di pembukaan final Liga Champions. Sepak bola merupakan olahraga yang punya penggemar yang paling fanatik di dunia. Ini akan menjadi pertunjukan luar biasa di Madrid,” ujar sang vokalis, Dan Reynold, seperti dilansir situs UEFA, Kamis (9/5/2019).

Final Liga Champions musim ini jadi keempat kalinya UEFA mengundang musisi dunia sebagai pengisi acara. Tahun lalu ketika final berlangsung di Ukraina, induk sepak bola Eropa mendatangkan penyanyi cantik asal Inggris, Dua Lipa.

“Kami sangat antusias bisa terus berkolaborasi dengan Pepsi yang kembali mengundang musisi dunia untuk pembukaan final Liga Champions tahun ini. Sudah empat tahun pembukaan final selalu menghadirkan musik, hiburan, dan olahraga menjadi satu. Ini akan menjadi pengalaman luar biasa untuk fan seluruh dunia,” kata Marketing UEFA, Guy-Laurent Epstein.

Jika tahun lalu Dua Lipa menjadi pengantar laga Real Madrid vs Liverpool, maka tahun ini Imagine Dragons akan membuat laga Liverpool vs Tottenham Hotspur menjadi lebih hidup melalui lagu-lagu rock yang mereka bawakan seperti Radioactive maupun Believer.

Benzema Kenang Gol Konyol ke Gawang Karius di Final Liga Champions

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Striker Real Madrid, Karim Benzema, mencetak satu gol di final Liga Champions musim lalu melawan Liverpool. Setelah enam bulan berlalu ia kembali mengenang golnya yang disebabkan oleh blunder Loris Karius.

Pada laga yang dimenangkan Madrid 3-1 itu, Karius memang menjadi perhatian karena melakukan dua blunder fatal. Salah satunya adalah saat Benzema mencetak gol. Ketika itu lemparan kiper Liverpool itu mengenai kaki sang bomber hingga nasuk ke gawangnya sendiri.

Walau terlihat golnya gampang, striker asal Prancis mengaku tidak mudah mencetak gol tersebut. Ia merasa beruntung bisa mengantisipasi bola dengan cepat.

Loris Karius - www.old.football5star.com
liverpoolecho.co.uk

“Gol ke gawang Karius? Itu bukan hanya soal saya. Saya pikir itu menjadi salah satu permainan terbaik saya bersama Madrid, posisi, sentuhan bola, dribel, tendangan, semuanya. Dan gol itu tidak mudah dicetak saat kita lihat di televisi,” kata Benzema seperti dikutip Football5star.com dari AS, Jumat (23/11/2018).

“Banyak orang yang berpikir itu gol yang mudah, tapi baga saya tidak. Tapi gol tersebut bisa dilakukan dengan banyak perhatian dan antisipasi di lapangan. Bagi saya striker butuh antisipasi yang di segala macam situasi,” ia menambahkan.

Selain gol Benzema, Karius juga melakukan kesalahan fatal saat menghalau tendangan keras Gareth Bale. Sepakan yang sejatinya bisa ditangkap kiper asal Jerman itu justru terlepas dan menutup kemenangan Los Blancos.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Carrick: Barcelona Buat Saya Depresi

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Jika ada satu hal yang bisa membuat eks Gelandang Manchester United Michael Carrick depresi itu adalah Barcelona. Ia mengakui bahwa klub asal Spanyol tersebut sempat membuatnya jatuh pada titik terendah.

Michael Carrick menceritakan betapa depresinya ia saat Manchester United dua kali dikalahkan Barcelona di final Liga Champions. Pertama saat partai puncak di Roma pada 2009 lalu kala itu Red Devils kalah dengan skor 0-2.

Kedua yaitu saat final Liga Champions di Stadion Wembley London pada 2011 lalu saat Barcelona kembali menang dengan skor 3-1. Carrick mengaku ia juga merasakan memiliki kesalahan yang mendalam akibat gol pembuka yang dibuat oleh penggawa Blaugrana di laga itu.

“Itu adalah titik terendah dalam karier saya dan saya tak benar-benar tahu kenapa. Saya berpikir saya sudah membiarkan diri saya terpuruk dalam laga terbesar di karier saya. Saya sudah memenangi Liga Champions tahun sebelumnya, tapi itu benar-benar tak relevan,” kata Michael Carrick seperti dikutip Football5star dari The Times, Rabu (10/10/2018).

“Saya merasa seperti depresi. Saya benar-benar terpuruk. Saya saat itu membayangkan bahwa inilah depresi. Saya menggambarkannya sebagai depresi karena itu bukan sesuatu yang bisa lepas begitu saja. Saya pernah merasa tak enak atau merasa buruk setelah beberapa laga, tapi lantas Anda melaluinya dalam beberapa hari kemudian,” sambungnya.

Sepanjang kariernya sebagai pesepak bola Michael Carrick sudah tiga kali merasakan final Liga Champions. Akan tetapi hanya sekali yang sukses berakhir manis yaitu pada 2008 silam kala mengalahkan Chelsea di Stadion Luzhniki, Rusia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

 

Bale Berang Gol Saltonya di Final Liga Champions Tidak Dipilih UEFA

Banner Footbal Live Star-Football5star

 

Football5star.com, Indonesia – Bintang Real Madrid, Gareth Bale masih menyimpan dendam final Liga Champions musim lalu. Pasalnya, gol saltonya ke gawang Liverpool tidak menang pada pemilihan gol terbaik UEFA tahun 2018.

Bale menjadi pahlawan Madrid pada final yang berlangsung di Olympiskiy Stadium, Kiev. Dua golnya sukses menggenapi kemenangan El Real atas Liverpool menjadi 3-1.

Banyak yang menduga gol tendangan saltonya akan terpilih sebagai gol terbaik UEFA. Namun, jangankan menang, gol yang ia cetak pada babak kedua itu bahkan tidak masuk dalam daftar 10 besar gol terbaik. Bale pun meminta para pengambil keputusan di EUFA agar dipecat.

“Saya tidak tahu bagaimana gol tersebut tidak ada di daftar. Saya ingin tahu siapa yang ada di panel karena mereka ingin dipecat,” ujar Bale kepada Sportsmail seperti dilansir Football5star.com dari Daily Mail, Senin (17/9/2018).

Zlatan Ronaldo, Cristiano Ronaldo
zimbio.com

Adapun gol terbaik UEFA tahun ini jatuh kepada gol akrobatik Cristiano Ronaldo ke gawang Juventus di perempat final yang tak kalah ciamik dari Bale. Dengan proses yang nyaris sama, pemain yang kini memperkuat Si Nyonya Tua melepaskan tendangan dari atas kepalanya.

Ketika ditanya apakah golnya lebih baik dari gol Ronaldo, bintang Wales itu hanya menjawab diplomatis. “Bukan saya yang mengatakan itu,” sambungnya. Di bawah CR7, UEFA menempatkan gol Dimitri Payet sebagai gol terbaik kedua.

Bukan Liverpool, Dua Lipa Ternyata Fans Arsenal

Football5Star.com, Indonesia – Nama Dua Lipa mendadak tenar di telinga pecinta sepak bola dunia setelah dirinya menjadi penyanyi pembuka di final Liga Champions musim ini. Namun, siapa sangka jika wanita cantik ini ternyata fans berat klub Premier League, Arsenal.

Dua Lipa yang menyanyikan lima lagi secara medley di Stadion Olimpiyskiy, Kiev. Ketika itu ia mengaku mendukung Liverpool untuk memenangkan laga melawan Real Madrid. Dirinya juga tak ketinggalan menebak hasil pertandingan yang menurutnya akan berkesudahan 3-2 untuk The Reds.

Akan tetapi, perkiraannya itu salah besar karena Madrid mempermalukan Liverpool 3-1. Setelah itu, banyak yang mengira bahwa penyanyi asal Inggris itu fans Liverpool. Tapi ia sendiri mengaku bahwa Arsenal lah yang menjadi tim favoritnya dan keluarga.

football5star
@hasbrialeTV

“Semua keluarga saya adalah fans Arsenal, mereka beberapa kali menyaksikan pertandingan ke stadion. Saya juga fans Arsenal dan beberapa kali menonton pertandingan di televisi,” ujar Dua Lipa seperti dikutip Football5star.com dari Copa 90.

“Walau saya mendukung Arsenal, tapi untuk final Liga Champions saya mendukung Liverpool sebagai sesama Inggris,” ia menambahkan.

Selain soal pengakuan dirinya sebagai fans Arsenal, nama Dua Lipa juga menjadi buah bibir di banyak media sepak bola karena isu kedekatannya dengan bintang muda Madrid, Marco Asensio. Mereka bahkan dikabarkan sempat bermalam di hotel yang sama di Kiev. Tapi kabar tersebut langsung dibantah oleh wanita berdarah Albania itu.

Diisukan Berhubungan dengan Asensio, Begini Jawaban Dua Lipa

Football5Star.com, Indonesia – Kehadiran Dua Lipa sebagai penyanyi pembuka pada final Liga Champions, Minggu (27/5/2018) dinihari WIB ternyata menyisakan kabar terbaru soal kisah asmaranya. Ia diisukan punya hubungan khusus dengan bintang Real Madrid, Marco Asensio.

Dua Lipa tampil membawakan lima lagu secara medley di Olimpisyksiy Stadium. Ketika pertandingan antara Madrid vs Liverpool dimulai, ia pun terlihat ikut menyaksikan laga yang dimenangi El Real itu dari bangku penonton.

Akan tetapi, di media sosial, wanita berdarah Albania ini mendapat pertanyaan soal gosip yang mengatakan dirinya bertemu dengan Asensio. El Periodico mengklaim bahwa keduanya bertemu di sebuah hotel di Kiev.

Football5star
mirror.co.uk

Tidak ingin isu tersebut semakin meluas, ia segera membantahnya. Dengan sedikit bergurau, pelantun New Rules itu mengatakan jika hal itu terjadi maka ia tidak akan dimaafkan oleh manajer Liverpool, Juergen Klopp, karena dirinya mendukung The Reds pada laga tersebut.

“Saya tidak pernah bertemu Marco Asensio dan itu sangat tidak mungkin terjadi karena saya pendukung Liverpool. Jika itu terjadi, manajer tidak akan memaafkan saya,” tulisnya di Twitter.

Sebelum laga dimulai, penyanyi 22 tahun itu menunjukkan dukungannya pada Liverpool dan memprediksi Mohamed Salah dkk akan menang dengan skor 3-2. Tapi pada kenyataanya, Madrid lah yang menang dengan skor 3-1 dan merengkuh gelar ke-13 mereka.

Adapun Asensio baru diturunkan pelatih Zinedine Zidane jelang pertandingan usai.

Nobar Final Liga Champions Berakhir Ricuh

Football5Star.com, Indonesia – Final Liga Champions yang mempertemukan Real Madrid vs Liverpool menimbulkan euforia yang sangat tinggi di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Acara Nonton Bareng (nobar) pun banyak dilaksanakan.

Salah satu tempat nobar yang mengundang animo besar adalah Epicentrum Walk yang berada di bilangan Kuningan, Jakarta. Tapi, laga seru yang terjadi di Olimpiyskiy justru dirusak oleh sekelompok fans kedua klub di Epiwalk.

Nobar ini pun berakhir ricuh setelah Gareth Bale mencetal gol ketiga untuk kemenangan Madrid. Saling lempar botol dan benda lainnya terjadi di antara kedua belah suporter selama beberapa menit.

Beruntung keributan tidak berlangsung lama setelah koordinator masing-masing fanbase menenangkan teman-temannya. Selain itu, kehadiran polisi dan security Mall Epicentrum juga berhasil membuat suasana kembali kondusif.

https://twitter.com/SuporterFC/status/1000499778751365121

Keributan ini tentu sangat disayangkan, mengingat kedua kelompok suporter terlihat akur di awal-awal pertandingan. Di sisi lain, ini bukan kali pertama fans Liverpool dan Madrid di Indonesia membuat keributan.

Musim lalu, di ajang yang sama, Madridista Jakarta juga terlibat kerusuhan dengan fans Juventus. Bahkan acara nobar di Pancoran saat itu sampai membuat beberapa kursi beterbangan.

Sedangkan Maret lalu, giliran fans Liverpool yang terlibat friksi dengan pendukung Manchester United. Aksi saling lempar terjadi di Tangerang City ketika Eric Baily mencetak gol bunuh diri.

Karius: Andai Waktu Bisa Berputar Kembali

Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Loris Karius mungkin menjadi pemain yang paling meratapi kesedihan seusai pertandingan final Liga Champions antara Real Madrid vs Liverpool di Stadion Olimpiade Kiev, Minggu (27/5/2018). Kiper klub berjuluk The Reds tersebut melakukan dua kesalahan yang berakibat kekalahan.

Loris Karius, Steven Gerrard, Football5star
@LIvEchoLFC

Seusai pertandingan, Karius terduduk lesu di bawah mistar gawang. Dirinya nampak dalam kamera terus mengusap air matanya yang jatuh. Sambil mengacungkan simbol tangan permohonan maaf, kiper asal Jerman tersebut juga menghampiri para pendukung Liverpool yang hadir langsung.

Saat ditanya wartawan, Karius hanya mampu mengutarakan permohonanan maaf. Menurutnya, ia hanya mencoba mengamankan gawangnya saat itu. Namun, mantan penjaga gawang Mainz tersebut mengakui tindakan kecerobohannya.

“Saya meminta maaf kepada semuanya. Dari tim dan rekan rekan saya. Kalau seandainya kesalahan yang saya buat sangat mahal harganya,” kata Karius seperti dikutip Football5star dari ESPNFC, Minggu (27/5/2018).

“Jika saya bisa memutar waktu, saya tak akan kembali melakukan kesalahan itu. Saya minta maaf kepada rekan-rekann setim. Saya tahu membuat mereka hancur hari ini,” sambungnya.

“Kejadian itu sungguh menyulitkan, tapi ini adalah kehidupan seorang penjaga gawang. Saya harus menegakkan kepala saya lagi,” tutup kiper berusia 24 tahun tersebut.

Kesalahan pertama yang dibuat Karius berakibat gol perdana Real Madrid di laga tersebut. Sedangkan yang kedua terjadi saat dirinya salah mengantisipasi tembakan jarak jauh penyerang klub berjuluk Los Merengues tersebut, Gareth Bale.

Madrid Atau Liverpool? Ini Pilihan Legenda Argentina

Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Perhelatan akbar kompetisi antar klub di Benua Eropa akan tiba pada ujungnya. Real Madrid dan Liverpool akan bertarung pada final Liga Champions di Stadion Olimipiade Kiev, Minggu (27/5/2018). Ragam prediksi dilontarkan oleh berbagai pihak, salah satunya dari legenda hidup sepak bola Argentina, Mario Kempes.

MarioKempesFIFAWorldCupFinalDrawPreviewsyGrPzlVTIKLl
zimbio.com

Menurutnya, Real Madrid punya peluang besar untuk memenangkan pertandingan tersebut. Dia menilai bahwa Liga Champions menjadi habitat serta rumah bagi klub yang kini dibesut oleh Zinedine Zidane tersebut.

Sejak ajang ini digelar pada 1955 silam, Real Madrid berhasil menjadi rajanya setelah 13 kali meraih trofi Liga Champions. Bahkan, dalam tiga musim berturut, klub berjuluk Los Merengues itu selalu tampil di partai pamungkas.

“Kita semua ditunjukkan di pertandingan sebelum final di mana Madrid layaknya ikan yang berenang di dalam air. Mereka menikmati pertandingan baik itu buruk atau baik. Karena final sebelumnya mereka selalu keluar sebagai juara,” kata Kempes seperti dikutip Football5star dari Mundo Deportivo, Sabtu (26/5/2018).

Pria yang pernah memperkuat klub asal Indonesia, Pelita Jaya tersebut yakin banyak pihak yang menjagokan Madrid. Meski ia menilai, Liverpool juga tak bisa dianggap remeh.

“Merupakan kewajiban bagi Madrid untuk memenangkan piala. Tetapi jika mereka gagal menang. Madrid tidak akan berhenti kehilangan perisainya juga,” ucap Kempes.

Klopp Anggap Final Liga Champions Tidak Spesial

Football5Star.com, Indonesia – Juergen Klopp menganggap final Liga Champions musim ini antara timnya, Liverpool, melawan Real Madrid bukan laga spesial. Baginya, pertandingan di Olimpiyskiy Stadium nanti sama seperti laga-laga mereka sebelumnya.

Ini adalah final pertama Liverpool di kompetisi terbesar Eropa sejak 2007 lalu. Saat itu, Liverpool dipaksa tunduk 1-2 oleh AC Milan, klub yang mereka kalahkan di final dua edisi sebelumnya.

Sedangkan bagi Madrid, ini adalah partai puncak ketiga dari tiga tahun beruntun. Walau El Real memiliki catatan mentereng, Klopp tetap yakin dengan peluang timnya meraih kemenangan. Tapi dirinya khawatir dengan mental anak asuhnya di lapangan.

“Tidak ada yang spesial pekan ini. Saya akan bertanggung jawab untuk kekalahan tim, jadi mereka akan bermain tanpa beban. Saya rasa banyak pemain akan sedikit grogi sebelum pertandingan. Itu normat terjadi,” kata Klopp seperti dilansir BBC, Jumat (26/5/2018).

Football5star
@LFC

“Semua berpikir anda mau bermain bola karena ini hanyalah pertandingan sepak bola, tentu saja ini laga besar, tapi tetap saja ini cuma pertandingan sepak bola saja, tidak lebih,” ia menambahkan.

Pada kesempatan yang sama, pelatih asal Jerman itu juga mengatakan kondisi pemainnya yang sempat dilanda cedera sudah mulai membaik. Namun, ia menegaskan hanya akan menurunkan pemain yang segar dan siap.

“Kami berada dalam posisi yang lebih baik dari pekan sebelumnya. Beberapa diantara mereka sudah kembali dari cedera dan siap bermain. Ini sangat menggembirakan,” tutupnya.

Fans Liverpool Diserang di Ukraina

Football5Star.com, Indonesia – Nasib nahas harus dialami fans Liverpool yang sedang mempersiapkan diri menyaksikan final Liga Champions melawan Real Madrid di Olimpiyskiy, Kiev, Ukraina. Sekelompok orang yang mengenakan penutup wajah tiba-tiba menyerang mereka yang sedang menikmati makan malam.

Penyerangan itu terjadi di cafe bernama Rooster Grill yang terletak di Kiev, tidak jauh dari stadion Olimpiyskiy. Akibat serangan tersebut, dua fans Liverpool dilaporkan mengalami luka di bagian kepala.

“Dalam konflik tersebut, dua orang asing menderita luka-luka di bagian kepalanya,” demikian pernyataan Kepolisian Nasional Ukraina dikutip dari Sky Sports. Jumat (25/5/2018).

Sekolompok orang tiba-tiba menghampiri para Liverpudlians dan langsung menghajar mereka. Ketika polisi datang di tempat kejadian, beberapa diantara mereka masih terlihat melempar kursi dan meja.

Football5star
mirror.co.uk

Polisi akhirnya menangkap dua orang yang disinyalir menjadi dalang kerusuhan. Namun, mereka masih terus mengejar perusuh lainnya yang berhasil melarikan diri.

Salah satu fans asal Merseyside, Jason Frost, mengatakan bahwa dirinya diserang beberapa jam setelah menginjakkan kakinya di Ukraina. “Kami sedang makan malam dan tidak mengganggu siapa pun. Saya datang ke sini untuk menonton bola, bukan diserang,” katanya kepada Mirror, Jumat (25/5/2018).

“Setelah empat jam tiba di Ukraina, kami langsung diserang oleh beberapa orang. Mereka mendatangi kami seperti sekelompok anjing. Itu sangat menakutkan,” tutup pria 50 tahun tersebut.

Alexander-Arnold Bakal Kunci Pergerakan Ronaldo

Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Salah satu pemain muda Liverpool, Trent Alexander- Arnold kemungkinan besar akan ambil bagian di partai final Liga Champions menghadapi Real Madrid, Minggu (26/5/2018). Matt Le Tissier, Legenda Southampton punya pandangan tersendiri tentang bek berusia 19 tahun tersebut.

matt le tissier thesefootballtimes.co
thesefootballtimes.co

Menurutnya, Alexander-Arnold bisa mengunci pergerakan bintang Real Madrid di laga yang bakal berlangsung di Stadion Olimpiade, Kiev tersebut. Tak hanya itu, Le Tissier yakin Alexander-Arnold bakal tampil selayaknya bek sayap Los Merengues, Marcelo.

Hal tersebut tentu mampu ditampilkan oleh Alexander-Arnold jika menurutnya mampu tampil apik seperti pada babak perempat final Liga Champions. Saat itu, pemain asal Inggris tersebut mengundang decak kagum setelah tampil solid saat menghadapi Manchester City.

“Lihat bagaimana Trent Alexander-Arnold menjaga Leroy Sane yang merupakan salah satu penyerang terbaik di dunia. Ketika mereka mengalahkan Manchester City, mereka bermain sangat baik,” kata Le Tissier seperti dikutip Football5star dari Sky Sports, Jumat (26/5/2018).

Musim ini, Alexander-Arnold hanya absen sebanyak tiga kali saat Liverpool bermain dalam 12 pertandingan di Liga Champions. Dari tiga pertandingan tersebut, The Reds selalu gagal meraih poin dan kebobolan sebanyak lima kali.

Peran Alexander-Arnold di lini pertahanan Liverpool sudah dianggap vital. Musim ini, dirinya juga tampil dalam 33 pertandingan di seluruh ajang kompetisi dengan mengemas tiga gol dan assist.

Dua Gelandang Liverpool Fit Untuk Final Liga Champions

Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Liverpool bakal diperkuat dua gelandang andalan mereka saat bermain di final Liga Champions menghadapi Real Madrid di Stadion Olimpiade Kiev, Ukraina, Minggu (25/5/2018). Manajer The Reds, Juergen Klopp memastikan Emre Can dan James Milner dalam kondisi fit.

James Milner, Liverpool vs Leicester City
zimbio.com

Eks pemain Manchester City tersebut absen dalam laga terakhir Liverpool di Premier League musim ini karena alasan kesehatan. Sedangkan Emre Can absen di perempat final dan semifinal akibat cedera punggung yang dia derita.

“Millie jelas, dia akan fit dan siap dimainkan. Namun, Emre adalah sebuah kejutan. Dia memberi tahu saya bahwa dia akan kembali. Mencoba berlatih dan itu dan kemudian kami akan berbicara dengan orang-orang,” kata Klopp seperti dikutip Football5star dari Sky Sports, Jumat (25/5/2018).

Taktisi asal Jerman tersebut sebelumnya tak yakin dengan kondisi cedera yang dialami Can. Walau demikian, dirinya mendapatkan jaminan langsung dari sang pemain.

‘OK, itu terlihat bagus, bagaimana perasaanmu? (tanya Klopp kepada Can). ‘Sangat bagus’ jawabnya dan kemudian keesokan harinya ‘sangat bagus’ lagi,” jelasnya.

“Sekarang dia berlatih benar-benar normal. Dia pilihan yang bagus dan itulah sebabnya dia bersama kita,” tutup Klopp.

Emre Can hanya tampil sebanyak tujuh kali di Liga Champions musim ini dengan menyumbangkan satu gol. Sedangkan Milner hanya absen di dua laga awal Liverpool pada babak grup ajang tersebut.

 

Mane Bagikan 300 Jersey Liverpool untuk Warga Senegal

Football5Star.com, Indonesia – Bintang Liverpool, Sadio Mane, ingin mendapat dukungan penuh dari negaranya, Senegal, untuk memenangi Liga Champions musim ini. Tidak ketinggalan, ia pun membagikan 300 jersey The Reds untuk warga di kampung halamannya itu agar bisa dikenakan saat menonton aksinya.

Liverpool akan menghadapi Real Madrid di final Liga Champions yang akan berlangsung si Stadion Olimpiyskiy, Kiev, Minggu (27/5/2018) dinihari WIB. Mane, yang merupakan pemain penting The Reds di lini depan hampir dipastikan menjadi starter pada laga nanti.

Untuk menambah dukungan pada timnya, pemain 25 tahun itu mengatakan bahwa seluruh warga Senegal akan bersatu mendukung Liverpool juara. Bahkan menurutnya aktivitas warga di sana akan terhenti demi menyaksikan pertandingan pamungkas musim 2017-2018.

Liverpool, AS Roma, Lazio, Football5star
@LFCPhoto

“Ada dua ribu desa di Senegal, mereka semua akan menyaksikan pertandingan ini, tidak ada orang yang bekerja di sana karena mereka akan mendukung kami,” kata Mane seperti dikutip Football5star.com dari Mirror, Kamis (24/5/2018).

“Keluarga saya tetap berada di desa, ibu dan paman saya. Saya juga sudah memberikan tiga ratus jersey Liverpool untuk orang-orang di sana, jadi mereka bisa memakainya saat menyaksikan laga final,” ia menambahkan.

Performa Mane bersama Liverpool di Liga Champions memang cukup mengesankan. Dari 10 pertandingan yang sudah dilakoni, pemain yang didatangkan dari Southampton itu sudah mencetak sembilan gol. Salah satu penampilan terbaiknya adalah saat mencetak hat-trick ke gawang Porto di 16 besar.

Prediksi: Real Madrid vs Liverpool

Banner Madrid vs Liverpool

Stadion Olimpiyskiy, Minggu (27/05/2018) Pukul 01.45 WIB (SCTV)

Football5Star.com, Indonesia – Partai Real Madrid vs Liverpool di final Liga Champions mengandung tantangan bagi kedua klub. Madrid bisa percaya diri karena selalu menang dalam enam final terakhir di ajang ini. Namun, Liverpool adalah lawan terakhir yang berhasil mengalahkan mereka di final.

Los Blancos pun selalu sial bila bertemu klub asal Inggris di final kancah antarklub Eropa. Selain kekalahan dari The Reds, Los Blancos juga mengalami kekalahan dari Chelsea di Piala Winners 1970-71. Sebaliknya, The Reds mampu meraup 2 kemenangan dari 3 final melawan wakil Spanyol.

Di kubu The Reds, hal yang menjadi handicap adalah rekor buruk manajer Juergen Klopp di final. Di luar Piala Super Jerman, dia tak pernah menang dalam lima final di berbagai ajang sejak 2012-13. Terakhir, pada 2015-16, dia bersama Liverpool kalah di final Liga Europa dan Piala Liga Inggris.

Itu berkebalikan dengan pelatih Los Blancos, Zinedine Zidane. Dalam empat final di Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub, dia selalu membawa klubnya menang. Hal serupa juga dipertahankan di Piala Super Eropa dan Piala Super Spanyol.

REKOR PERTEMUAN

Pertemuan Madrid vs Liverpool

TREN PERFORMA

Performa Madrid vs Liverpool

STATISTIK MENARIK
  • Madrid selalu menang dalam 6 final terakhir di Liga Champions.
  • Kekalahan terakhir di final ajang ini diderita dari Liverpool pada musim 1980-81.
  • Liverpool selalu kalah dalam 2 final terakhir di kancah antarklub Eropa, yakni di Liga Champions 2006-07 dan Liga Europa 2015-16.
  • Los Blancos selalu kalah di final saat menghadapi klub asal Inggris. Selain di Piala Champions 1980-81, mereka juga takluk 1-2 dari Chelsea di Piala Winners 1970-71.
  • The Reds membukukan 2 kemenangan dalam 3 final melawan klub Spanyol. Satu-satunya kekalahan adalah dari Sevilla di final Liga Europa 2015-16.
  • Wakil Inggris selalu kalah dari wakil Spanyol dalam 6 final terakhir di Liga Champions dan Liga Europa.
  • Manajer the Reds, Juergen Klopp, selalu kalah dalam 5 final terakhir di luar Piala Super Jerman. Dua kali di DFB pokal, sekali di Liga Champions, sekali di Liga Champions, dan sekali di Piala Liga Inggris.
  • Sepanjang sejarah Liga Champions, belum ada pelatih yang tiga kali juara secara beruntun.
  • Dalam 5 laga terakhir yang dilakoni Los Blancos setidaknya tercipta 4 gol.
  • Los Blancos selalu membuat setidaknya 2 gol dalam 7 laga terakhir di semua ajang musim ini.
PELATIH
  • Laga Real Madrid vs Liverpool kali ini merupakan perjumpaan pertama Zinedine Zidane dengan Juergen Klopp.
  • Zidane belum pernah menghadapi The Reds.
  • Zidane hanya 1 kali kalah dari klub Inggris (2 menang, 1 seri).
  • Rekor Klopp vs Madrid: 3 menang, 1 seri, 2 kalah.
  • Tim asuhan Klopp hanya 1 kali clean sheet saat melawan Los Blancos.
  • Tim asuhan Klopp hanya kalah dari Los Blancos saat tak bisa membuat gol.
WASIT
  • Milorad Mazic adalah sosok yang dipercaya mewasiti laga Real Madrid vs Liverpool kali ini.
  • Ini kali pertama Mazic mewasiti Real Madrid vs Liverpool.
  • Rekor Mazic musim ini: 13 kali tuan rumah menang, 9 kali seri, 7 kali tim tamu menang.
  • Di Liga Champions musim ini, 2 laga wakil Spanyol yang diwasiti Mazic selalu berakhir 0-0.
  • Rekor Mazic pimpin Los Blancos: 2 menang, 1 seri, 0 kalah.
  • Di Liga Champions, Los Blancos selalu clean sheet dalam 2 laga yang dipimpin wasit ini.
  • Mazic adalah wasit saat Los Blancos menang 3-2 atas Sevilla di Piala Super Eropa 2016.
  • Rekor Mazic pimpin The Reds: 1 menang, 1 seri, 0 kalah.
  • The Reds tak pernah gagal mencetak gol dalam 2 laga yang diwasiti Mazic.
PEMAIN KUNCI*

MADRID:
Top Scorer: Cristiano Ronaldo (15 gol)
Top Assist: Cristiano Ronaldo, Dani Carvajal (@3 assist)
Top RatingCristiano Ronaldo (8,25)

LIVERPOOL:
Top Scorer: Roberto Firmino, Mohamed Salah (@10 gol)
Top Assist: James Milner (8 assist)
Top RatingRoberto Firmino (8,11)

* Statistik di Liga Champions musim ini menurut WhoScored.com

BERITA KEDUA TIM
  • Madrid: Zinedine Zidane bisa menurunkan semua pemainnya.
  • Liverpool: Joel Matip, Joe Gomez, dan Alex Oxlade-Chamberlain cedera.
  • Liverpool: Emre Can dan James Milner sudah pulih dari cedera. Namun, hanya Milner yang siap bermain.
PREDIKSI LINE-UP

Formasi Madrid vs Liverpool

PREDIKSI HASIL
WhoScored
Madrid 3-2 Liverpool
ScorePredictor
Madrid 1-1 Liverpool
Predictz
Madrid 2-1 Liverpool
FOOTBALL5STAR
MADRID 1-3 LIVERPOOL

Lovren Dan Modric Bikin Warga Kroasia Bangga

Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Jelang Final Liga Champions, Dejan Lovren, Bek Liverpool melakukan komunikasi dengan dua pemain Real Madrid, Luka Modric dan Mateo Kovacic. Menurutnya, Isi komunikasi tersebut tak jauh dari rasa bangga mereka sebagai pemain Kroasia yang bisa tampil di ajang tertinggi antar klub tersebut.

DejanLovrenHuddersfieldTownvLiverpool8cQJAG5sR8sl
zimbio.com

Menurutnya, tampil di final Liga Champions sebagai pemain Kroasia merupakan suatu kehormatan tersendiri. Lovren menilai negara sekecil itu mampu menyumbangkan pemain di partai puncak ajang antar klub paling prestisius di Benua Eropa tersebut.

“Ini pencapaian yang sangat luar biasa untuk negara kecil seperti itu. Bahkan tidak ada empat juta orang yang merupakan pemain internasional Kroasia yang bisa memenangkan final. Ini sangat bagus bagi kami dan bagi bangsa,” kata Lovren seperti dikutip Football5star dari Liverpoolfc.com, Sabtu (19/5/2018).

“Saya yakin seluruh bangsa akan menyetel untuk final. Saya tidak akan lebih banyak orang yang akan berada di pihak saya. Karena saya belum pernah menang dan kedua orang ini telah memenangkannya (Liga Champions) beberapa kali terakhir!” sambungnya.

“Negara ini bangga pada kami dan pada akhirnya kami akan melihat siapa yang akan memenangkannya,” tutup pemain berusia 28 tahun tersebut.

Pertandingan antara Real Madrid versus Liverpool tersebut akan berlangsung di Stadion Olimpiade Kiev, Minggu (27/5/2018).

Dua Lipa Siap Panaskan Final Liga Champions

Football5Star.com, Indonesia – Final Liga Champions musim ini akan bertambah meriah dengan kehadiran penyanyi ternama, Dua Lipa. Ia akan memanaskan laga yang mempertemukan Liverpool vs Real Madrid tersebut.

Partai puncak turnamen terbesar di Eropa itu akan berlangsung di Kiev, Ukraina, pada 27 Mei mendatang. Ini ketiga kalinya UEFA mengundang penyanyi internasional setelah pada dua edisi sebelumnya mereka menghadirkan The Black Eyed Peas dan Alicia Keys.

Menjadi artis pembuka untuk ajang akbar sepak bola, Dua Lipa mengaku bangga dipercaya otoritas sepak bola Eropa. Ia pun berjanji akan memberikan penampilan terbaik di Olimpisky Stadium.

“Saya merasa terhormat diminta UEFA dan Pepsi untuk tampil di upacara pembukaan Final Liga Champions. Ini adalah kesempatan sekali seumur hidup,” kata pelantun lagu IDGAF tersebut seperti dilansir dari situs resmi UEFA, Selasa (8/5/2018).

https://twitter.com/DUALIPA/status/993780863501389824

“Saya tidak sabar berada di depan puluhan ribu fans dan menjadi bagian dalam acara yang spektakuler. Saya berjanji akan menampilkan sesuatu yang tak terlupakan,” sambungnya.

Dua Lipa adalah penyanyi yang sedang naik daun dalam satu tahun terakhir. Tidak hanya cantik, ia juga sukses meraih beberapa penghargaan bergengsi di dunia musik.

Terpilihnya penyanyi Inggris berdarah Kosovo ini bisa dibilang sebuah kebetulan, mengingat finalis Liga Champions musim ini, Liverpool, juga berasal dari negeri Ratu Elizabeth. Penampilannya yang selalu enerjik di atas panggung diprediksi akan mengguncang 70 ribu pasang mata di Olimpisky Stadium.

Hanya Liverpool yang Bisa Kalahkan Madrid di Final

Football Live Star

Football5Star.com, Indonesia – Liverpool akan berhadapan dengan Real Madrid di final Liga Champions musim ini. Walaupun hanya berstatus sebagai tim kuda hitam, sejarah membuktikan bahwa The Reds adalah klub terakhir yang bisa mengalahkan El Real di partai puncak kompetisi terbesar Eropa tersebut.

Dari enam laga final terakhirnya, Madrid selalu keluar sebagai juara. Tahun 1998 mereka sukses mengalahkan Juventus 1-0. Setelah itu, Valencia (2000), Bayer Leverkusen (2002), Atletico Madrid (2014, 2016), dan kembali menghadapi Juventus musim lalu, berakhir dengan kemenangan.

Adapun final Liga Champions Los Blancos sebelum 1998 terjadi pada 1981 silam. Ketika itu, mereka menghadapi Liverpool di Parc des Princes, Paris, dan berakhir dengan kekalahan 0-1 lewat gol yang dicetak Alan Kennedy delapan menit sebelum laga usai.

Liverpool ketika itu berada dalam puncak kejayaan bersama Bob Pasley sebagai juru taktiknya. Sedangkan dari sisi pemain, mereka memiliki Kenny Dalglish, Graeme Souness, dan Alan Hansen.

Football5star
standard.co.uk

Madrid pun tidak mau kalah. Mereka saat itu masih diperkuat legenda-legenda seperti Vicente del Bosque, Jose Antonio Camacho, Uli Stielike, dan Santillana. Namun, pada akhirnya mereka harus takluk dari klub asal Merseyside.

Kendati cukup sering bertemu di Liga Champions, hanya di musim itulah Liverpool dan Madrid saling berhadapan di final. Sisanya mereka lebih sering bertemu di fase knockout dan fase grup seperti musim 2014-2015.

Menarik dinanti apakah The Reds bisa kembali menjadi mimpi buruk buat Madrid, atau justru Los Blancos yang mampu mencetak sejarah baru dengan menjuarai Liga Champions tiga musim beruntun.

Pique Ingin Bertemu Tim Ini Di Final Liga Champions

Football5star.com, Indonesia – Gerard Pique, pemain bertahan Barcelona, mengungkapkan keinginannya untuk bertemu Manchester City di babak final Liga Champions musim ini. Menurutnya, klub besutan Pep Guardiola tersebut punya kans melangkah ke partai puncak.

Pique memang kagum dengan pencapaian Manchester City musim ini. Baru saja klub yang bermarkas di Stadion Etihad itu mencatatkan rekor baru di Premier League dengan menang 15 pertandingan selama beruntun.

Ia juga yakin The Citizens bisa menjuarai Liga Inggris musim ini. Hingga pekan ke-17 saja, Sergio Aguero dkk kokoh di puncak klasemen dengan mengemas 49 poin. Unggul 11 angka dari Manchester United yang berada di posisi kedua.

“Manchester City memainkan sepak bola yang hebat. Mereka adalah favorit yang kuat untuk memenangkan Premier League,” puji Pique dikutip dari Soccerway, Sabtu (16/12/2017).

guardiola and pique
101greatgoals.com

“Saya berharap mereka memenangkan piala liga dan jika Barcelona bisa bertemu mereka di final Liga Champions. Itu akan jadi pertandingan yang bagus,” lanjutnya.

Selain menghadapi Manchester City, Pique rupanya juga ingin bertemu kembali dengan Guardiola. Dia pernah diasuh oleh juru taktik asal Katalonia itu selama empat tahun. Keduanya turut andil dalam membawa Blaugrana meraih 12 gelar.

“Bagi saya, dia adalah salah satu pelatih terbaik di dunia. Ketika saya bekerja dengan dia selama empat tahun di Barcelona, ​​kami memenangkan sebagian besar gelar dengan gaya sepakbola yang berbeda,” kenangnya.

Momen Terbaik dan Terburuk dalam Karier Jaap Stam

Football5star.com, Indonesia – Liga Champions merupakan kompetisi yang sangat berkesan bagi mantan bek Manchester United dan AC Milan, Jaap Stam. Di kompetisi tersebut, ia merasakan momen terbaik dan terburuk sepanjang kariernya.

Stam merupakan salah satu bek tengah terbaik pada masanya. Ia pernah menjuarai satu titel Liga Champions, empat Premier League, satu Piala FA, satu Coppa Italia, satu Eredivise, dan satu Piala Belanda.

Pria asal Belanda itu menceritakan bahwa keberhasilan mengantarkan Manchester United meraih Treble Winners pada musim 1998-99 adalah momen terbaik dalam kariernya. Maklum, itu merupakan musim pertamanya di Inggris.

Sebagai pengingat, dalam partai final Liga Champions 1998-99, Manchester United tertinggal terlebih dahulu dari Bayern Munich akibat gol Mario Basler (6′). Namun, mereka sukses membalikkan situasi berkat Teddy Sheringham (90+1′) dan Ole Gunnar Solksjaer (90+3′).

jaap stam, ac milan, liga champions

“Saya ingat melihat jam di Stadion Camp Nou ketika memasuki menit-menit akhir. Situasi nampak buruk, tetapi Teddy dan Ole mencetak gol, yang merupakan dua menit terbaik dalam karier saya. Kami berpesta besar-besaran untuk merayakannya,” kata Stam kepada FourFourTwo.

Dua tahun kemudian, Stam dijual ke Lazio karena memiliki masalah dengan manajer Manchester United ketika itu, Sir Alex Ferguson. Ia lalu bergabung dengan Milan pada 2004.

Di musim perdananya bersama Rossoneri, Stam kembali lolos ke final Liga Champions. Namun, kali ini, ialah yang harus tertunduk lesu di akhir laga karena kalah adu penalti dari Liverpool.

“Jika seseorang mengungkit final Liga Champions, saya selalu memikirkan laga ini terlebih dahulu ketimbang 1999. Sakitnya kekalahan terasa lebih lama di dalam diri Anda,” tutur Stam.

“Ketika Liverpool mencetak gol pertama, kami semua kehilangan konsentrasi. Lalu, di babak adu penalti, mental kami sudah turun, sedangkan mental mereka justru naik (setelah mengejar ketertinggalan tiga gol),” ujar dirinya.

Liga Champions: Allegri: Siklus Kejayaan Juventus Belum Berakhir!

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, optimistis masih mampu membawa timnya bersaing di level tertinggi kompetisi antarklub Eropa.

Juventus gagal melengkapi Treble Winners pada musim 2016-17 ini. Juara Serie A dan Coppa Italia itu kalah 1-4 dalam partai final Liga Champions melawan Real Madrid di Stadion Millenium, Cardiff pada Sabtu (3/6/2017) .

Allegri mengakui bahwa timnya memang kesulitan menghadapi rapatnya pertahanan Madrid. Ia juga menyayangkan kegagalan anak-anak asuhnya dalam menjaga konsentrasi.

“Real bertahan dengan sangat baik, jadi tidak mudah untuk maju membongkar pertahanan mereka. Seluruh pemain bermain luar biasa di babak pertama, namun setelah gol kedua kami tidak mampu mempertahankan performa,” ujar Allegri seperti yang dikutip laman resmi UEFA.

Ini adalah kekalahan kedua pria berusia 49 tahun tersebut di final Liga Champions. Dua tahun lalu, La Vecchia Signora kalah dari Barcelona.

Allegri menilai bahwa Juventus masih memiliki kesempatan untuk kembali menembus partai puncak Liga Champions pada musim-musim mendatang.

“Saya sama sekali tidak berpikir bahwa Juventus telah sampai pada akhir dari sebuah siklus. (Gianluigi) Buffon dan (Andrea) Barzagli masih akan tetap bersama kami tahun depan dan mereka dapat memberikan sumbangsih besar,” tutur dirinya.

“Jelas bahwa kami harus terus meningkatkan kemampuan agar dapat mencapai kemampuan teknik yang lebih tinggi, tetapi kami akan kembali bekerja dengan semangat baru setelah liburan. Sepak bola selalu memberikan Anda kesempatan,” imbuhnya.