Francesco Totti Tak Sabar Nantikan Aksi Jose Mourinho

gamespool
Francesco Totti Tak Sabar Nantikan Aksi Jose Mourinho 4

Football5star.com, Indonesia – Francesco Totti mengaku sudah tidak sabar ingin melihat aksi Jose Mourinho bersama AS Roma musim depan. Di mata Totti, Giallorossi memiliki pelatih terbaik di dunia.

Mourinho didatangkan AS Roma untuk menggantikan posisi Paulo Fonseca yang kontraknya tak diperpanjang. Mourinho bakal resmi menangani Giallorossi pada 1 Juli 2020.

“Ketika Jose Mourinho tiba, dia tak akan segan-segan mengatakan apa yang ia pikirkan. Menurut saya, Roma sudah mendatangkan pelatih terbaik di dunia,” tutur Francesco Totti dikutip football5star dari laman Football Italia.

jose Mourinho - Francesco Totti - Sports Illustrated
Sports Illustrated

Lebih lanjut, Totti juga mengaku bakal senang andai mendapat kesempatan bermain di bawah komando Mourinho. “Apakah saya akan senang jika dilatih Mourinho? Ketika masih aktif bermain dan muda, tentu saja, tak diragukan lagi.”

Mourinho sudah mulai mempersiapkan skuat AS Roma untuk menghadapi musim 2021-22. Ia dilaporkan sudah meminta manajemen Giallorossi untuk mendaratkan sejumlah pemain sepanjang bursa transfer.

Beberapa pemain yang rumornya sedang didekati AS Roma adalah Sergio Ramos, Granit Xhaka, Sasa Kalajdzic, serta Rui Patricio. Dari keempat nama tersebut, Xhaka menjadi kandidat terkuat sebagai rekrutan utama Mourinho bersama Roma.

Menurut laporan media-media Italia, Arsenal dan AS Roma sudah mencapai kesepakatan terkait transfer Xhaka. Pemain timnas Swiss itu bakal ditebus dengan banderol 18 juta Euro. Selain itu, Xhaka juga disebut sudah setuju dengan tawaran kontrak berdurasi empat tahun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Totti dan Nesta akan Buka Euro 2020 di Stadion Olimpico

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Pembukaan Euro 2020 di stadion Olimpico akan dihadiri oleh dua legenda tuan rumah. Mereka adalah pahlawan Italia di Piala Dunia 2006, Francesco Totti dan Alessandro Nesta.

Francesco Totti dan Alessandro Nesta akan turut berpartisipasi pada pembukaan di stadion Olimpico. Seperti dikutip Football5star dari Football Italia, kedua legenda akan menendang bola ke tribun untuk menyambut kembalinya fan ke stadion.

Ya, Euro 2020 sudah bisa dihadiri penonton. Tapi kapasitasnya masih sangat dibatasi. Di Olimpico, pihak penyelenggara akan menyambut 16 ribu penggemar.

alessandro nesta francesco totti 90sFootball
@90sfootball

Terkait penunjukan legenda AS Roma dan AC Milan sangat beralasan. Dua sosok ini merupakan figur paling representatif yang mewakili kota Roma.

Baik Totti dan Nesta adalah putra asli ibu kota. Mereka juga mengawali karier sepak bola di dua klub besar ibu kota Italia, yakni AS Roma dan Lazio.

Selain itu, keduanya punya karier mentereng di dunia sepak bola. Francesco Totti merupakan simbol kesetiaan Il Lupi. Bersamanya lah klub merengkuh scudetto 2001 silam. Begitu pula dengan Alessandro Nesta yang berhasil membawa Lazio menjuarai Serie A.

Kontribusi keduanya untuk timnas Italia juga sangat maksimal. Piala Dunia 2006 jadi puncak kejayaan setelah mereka membawa Gli Azzurri juara untuk keempat kalinya.

Sementara itu, Euro 2020 akan dibuka oleh pertandingan Grup A antara Italia vs Turki. Dua negara akan bersua di Olimpico pada 11 Juni nanti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Francesco Totti Tunggu Panggilan Telepon dari Mourinho

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Legenda AS Roma, Francesco Totti mengatakan bahwa dirinya bersedia jika diminta untuk bekerja sama dengan pelatih baru Giallorossi, Jose Mourinho. Menurut Totti, dirinya saat ini tengah menunggu panggilan dari manajemen Roma ataupun Mourinho.

Sebelumnya sempat beredar rumor bahwa Totti menolak untuk bekerja sama dengan Mourinho di musim depan. Menurut Totti, rumor tersebut hanya hoax semata karena ia belum berkomunikasi dengan Mourinho.

Francesco Totti Tunggu Panggilan Telepon dari Mourinho
Sky Sport

“Tidak ada yang menelepon saya, kabar itu semua bohong,” kata Totti seperti dikutip Football5star.com dari RAI Sport, Kamis (20/5/2021).

“Saya akan dengan senang hati duduk dan membahasnya, dengan segala hormat yang saya miliki terhadap Jose Mourinho dan Dan Friedkin (presiden Roma),” tambah Francesco Totti.

Jose Mourinho mendapat kontrak dari manajemen Roma hingga 2024. Pelatih asal Portugal itu mengaku sudah tak sabar ingin melatih Edin Dzeko dkk.

Lewat akun Instagram pribadinya, Mourinho banyak mempubliskasi hal yang berkaitan dengan Roma. Mulai dari cover baru berinsial JM dengan warna merah-kuning khas Roma.

Jose Mourinho juga semapt mem-posting video. Terlihat, Mourinho sedang menonton cuplikan AS Roma saat bertanding dan menganalisisnya.

Di Olimpico, Mourinho akan menerima gaji 7 juta euro atau setara dengan Rp121,7 miliar per tahun. Jumlah itu separuh dari gaji yang didapatnya di Tottenham, 16 juta euro.

Selama di Roma, Mourinho akan mendapatkan potongan pajak mencapai 50 persen. Hal itu berlaku karena Mourinho tidak tinggal di Italia selama tiga tahun terakhir.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Nostalgia Hari Ini: Debut Pangeran Roma di Usia 16 Tahun

gamespool
Nostalgia Hari Ini: Debut Pangeran Roma di Usia 16 Tahun 15

Football5star.com, Indonesia – Bertempat di Stadion Rigamonti, markas Brescia, 29 Maret 1993, pelatih AS Roma Vujadin Boskov memberi kesempatan untuk pemuda berambut pirang yang masih berusia 16 tahun untuk masuk gantikan Ruggiero Rizzitelli. Kelak pemuda dari Porta Metronia ini bakal jadi pangeran Roma.

Pada 29 Maret 1993 atau tepat 28 tahun lalu, pemuda bernama Francesco Totti jalani debut pertamanya di Serie A 1992-93. Sebelum pertandingan melawan Brescia, Boskov memutuskan memasukkan nama Totti yang saat itu anggota tim Primavera sebagai bagian dari tim utama.

Di laga debutnya, Totti memang hanya bermain sekitar tiga menit lebih. Ia masuk pada menit ke-87 dan Roma saat itu sudah unggul 2-0 atas Brescia. Sejak lakoni debutnya melawan Brescia, Totti kembali mendapat kepercayaan saat Roma menghadapi Ancona.

Nostalgia Hari Ini: Debut Pangeran Roma di Usia 16 Tahun
Forza27

Musim berikutya, caps Totti bertambah. Pada Serie A musim 1993-94, Totti dimainkan sebanyak 8 pertandingan meski tak sebiji pun mencetak gol. Namun di musim ini, bakat Totti mulai menarik perhatian. Roma saat itu berganti nakhoda. Boskov digantikan oleh pelatih beken lainnya, Carlo Mazzone.

Di bawah kepelatihan Mazzone, bakat Totti semakin terasah. Di musim 1993-94, Mazzone tanpa ragu memberikan kepercayaan kepadanya saat Derbi melawan Lazio. Publik sempat mengira Mazzone melakukan perjudian dengan menurunkan Totti.

Faktanya debut Totti di derbi melawan Lazio cukup menawan. Ditempatkan sebagai second striker, Totti merusak pertahanan Lazio. Aksinya bahkan membuat Roma mendapat hadiah penalti. Sayangnya idola Totti, Giuseppe Gianni yang jadi algojo tak dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Menolak AC Milan dan Lazio

Totti memang sudah ditakdirkan untuk jadi Pangeran Roma. Sebelum lakoni laga debut dan masih berstatus anggota tim Primavera, Totti beberapa kali mendapat tawaran menggiurkan dari klub besar Italia, dari AC Milan hingga Lazio.

Totti lahir dari pasangan Lorenzo dan Fiorella Totti. Pada usia 8 tahun, ia bermain di tim akademi Fortitudo. Bakatnya mulai menyita perhatian setelah bermain untuk SMIT Trastevere dan Lodigiani.

Dikutip Football5star.com dari Forza27, Senin (29/3/2021), ibunda Totti sempat mendapat tawaran dari pemandu bakat AC Milan. Bahkan di waktu tak begitu lama, klub Totti, Lodigiani juga mendapat tawaran dari Lazio. Namun dua tawaran menggiurkan itu ditolak keluarga Totti.

Ialah salah satu staf pelatih Roma, Gildo Giannini yang berhasil membujuk keluarga Totti agar anaknya bermain untuk Il Lupi. Maka pada pertengahan 1989, Totti pun masuk ke tim Primavera AS Roma.

Saat Jadi Bintang Menolak Real Madrid

Kata orang saat kita sudah menemukan cinta sejati, maka hanya maut yang dapat memisahkan. Mungkin hal itu juga yang berlaku pada hubungan Totti dan AS Roma. Singkat cerita saat Totti sudah bergelar Pangeran Roma dan jadi bintang di Olimpico, ia buktinya kembali menolak tawaran menggiurkan dari klub sebesar Real Madrid.

Saat Real Madrid tengah membangun proyek Los Galaticos, Totti jadi salah satu pemain incaran utama. Sejumlah pemain bintang di era itu, mulai dari Ronaldo, Zidane, Luis Figo hingga Beckham tanpa pikir panjang bersedia bermain untuk Madrid. Tapi bagi Totti, ia terbentur hal yang tak bisa ditawar-tawar, kesetiaan.

Debut Pangeran Roma di Usia 16 Tahun3

“Mimpi saya adalah tetap di Roma selamanya tetapi normal apabila ada ujian di tengah jalan,” ujarnya dalam sebuah wawancara di Instagram.

Totti menjelaskan bahwa jika saat muda saja ia dan keluarganya bisa menolak tawaran dari AC Milan, maka saat Madrid membujuknya, Totti tak gentar.

“Milan berupaya mendatangkan saya sebelum saya melakukan debut bersama Roma. Ariedo Braida datang ke rumah dan ia ingin mendatangkan saya ke Milan dengan segala cara,” ungkap Totti.

“Benar, Milan siap mendatangkan saya pada usia 12 tahun. Kala itu, keluarga saya bilang tidak. Teruama ibu saya, ia orang lama yang posesif. Ayah saya bekerja sampai malam, ia ingin saya ada di rumah ketika itu,” tuturnya.

Kesetian itu miliki harga mahal. Totti menjalani itu hingga akhir kariernya. Pada 17 Juli 2017, ia putuskan gantung sepatu. Meski selama 24 tahun berkarier di Olimpico, hanya gelar Scudeeto 2000-01 jadi capaian terbesarnya, nama Totti selalu melekat di pendukung AS Roma sampai kapanpun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Francesco Totti dan 2 Penyesalan Terbesar dalam Kariernya

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Francesco Totti sudah pensiun sejak 2017. Tapi legenda AS Roma tidak pernah kehabisan cerita saat mengenang kariernya sebagai pesepak bola.

Selama hampir tiga dekade menjadi pemain sepak bola profesional Francesco Totti hanya membela AS Roma. Sayang, awal karier yang bahagia tidak diikuti saat dirinya memutuskan pensiun.

Pensiunnya Totti diwarnai dengan konflik yang terjadi antara dirinya, pelatih, dan manajemen. Ia mengakui hal itu dan menurutnya semua pihak melakukan kesalahan waktu itu.

francesco totti sportskeeda
sportskeeda

“Saya tahu harus pensiun, seseorang harus realistis. Tapi saya ingin pensiun di lain waktu. Saya terpaksa melakukannya dan kami bisa menemukan solusi bersama,” kata pangeran AS Roma kepada Corriere dello Sport, Jumat (12/3/2021).

“Ini masa lalu. Cerita dengan Spalletti berakhir ketika dia meninggalkan Roma dan saya pensiun. Tidak ada gunanya membicarakan tentang apa yang terjadi. Kami berdua salah, klub juga melakukan kesalahan, tapi itu adalah masa lalu,” ia menambahkan.

Sudah merasakan jenjang profesional sejak 1993 silam, banyak capaian yang dilakukan Francesco Totti. Baik prestasi untuk AS Roma maupun timnas Italia.

Di sisi lain, sebagai pemain yang sudah merasakan banyak pertandingan dalam tensi tinggi, dia beberapa kali melakukan kesalahan fatal. Dua di antaranya bahkan sangat disesalkan. Yaitu tendangan kerasnya ke Mario Balotelli dan meludah Christian Poulsen.

“Pelanggaran terhadap Balotelli dan meludah Poulsen sangat saya sesalkan. Itu hal terburuk yang saya lakukan dan sampai sekarang saya belum bisa menjelaskan kenapa saya melakukannya,” tutup Francesco Totti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Dituduh Rasis, Francesco Totti Bakal Tuntut Eks Pemain Persebaya

gamespool
Dituduh Rasis, Francesco Totti Bakal Tuntut Eks Pemain Persebaya 22

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain AS Roma, Francesco Totti mendapat tuduhan sebagai pelaku rasial. Ialah eks pemain Fiorentina dan Persebaya, Alexandre da Silva Mariano atau yang dikenal Amaral yang menuduh Pangeran Roma itu suka mengucapkan kata-kata rasial kepada dirinya.

Amaral seperti dikutip Football5star.com dari Ilgiornale, Kamis (17/12/2020) baru-baru ini berbicara secara terbuka terkait tuduhan rasial Totti di siaran langsung televisi Portugal.

Francesco Totti tak mau menginjakkan kaki di markas AS Roma selama James Pallotta masih berkuasa.

“Totti menyebut saya orang kulit hitam dan mengatakan kepada saya bahwa saya tinggal di Favela dan memakan sampah. Saya sangat marah saat itu dan ingin menyakitinya. Tetapi Angelo Di Livio menahan saya. Saya sangat gugup sehingga saya ingin mengalahkan Totti,” ucap Amaral.

Angelo Di Livio yang namanya dibawa-bawa oleh Amaral angkat bicara. Menurut Di Livio, apa yang dikatakan oleh Amaral sebagai sebuah kebohongan dan mantan rekannya itu hanya mencari popularitas.

“Tidak masuk akal jika Totti berbicara seperti itu kepadanya. Saya menyangkal bahwa saya menghentikan Amaral karena ingin berkonfrontasi dengan Totti,” ucap Di Livio.

“Dia hanya mencari popularitas. Saya dapat meyakinkan Anda bahwa dia tidak pernah berbicara hal itu kepada saya,”

Pihak Totti sendiri belum memberikan keterangan resmi mengenai tudingan ini. Namun rumor yang berkembang, Totti akan segara membawa kasus ini ke meja hijau karena merasa difitnah oleh Amaral.

Pada Februari 2002, Amaral dan Totti pernah saling berhadapan di lapangan hijau saat Roma vs Fiorentina yang berkesudahan 2-2. Dalam beberapa kesempatan pada laga tersebut, Amaral memang berusaha untuk menghentikan laju Totti di lapangan hijau.

Setelah bermain di kompetisi Eropa, Amaral pada 2010 bermain di Liga Indonesia bersama Manado United. Satu tahun setelahnya, ia pindah ke Persebaya Surabaya untuk bermain di Indonesian Premier League musim 2011-2012.

Saat itu Amaral datang ke Surabaya untuk melengkapi tiga pemain asing sebelumnya, yakni Otavio Dutra (Brazil), Andrew Barisic dan Mario Karlovic (keduanya dari Australia).

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Mantan Direktur AS Roma Merasa Bodoh Minta Totti Pensiun

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Francesco Totti telah menyelesaikan karier panjangnya sebagai pesepak bola. Dia menyatakan pensiun 2017 lalu di klub yang dia bela selama ini, AS Roma.

Pensiunnya Francesco Totti memang memunculkan tanda tanya. Banyak yang percaya keputusan itu diambil lantaran dia mendapat banyak tekanan, terutama dari direksi AS Roma yang tidak mau memperpanjang kontraknya saat itu.

Hal ini pun diakui mantan direktur Il Lupi, Walter Sabatini. Ia mengaku sedih jika Totti tetap melanjutkan karier akan membuat kualitasnya menurun. Namun, permintaannya itu kini membuat sang mantan direktur menyesal.

walter sabatini pagine romaniste
pagineromaniste.com

“Saya mengatakan padanya untuk berhenti karena saya takut kualitasnya akan menurun dan saya akan sedih jika dia menutup kariernya ketika permainannya sudah menurun,” kata Sabatini seperti dikutip Football5star dari Football Italia, Sabtu (21/11/2020).

“Tapi saya menyadari itu adalah kesalahan besar dan saya mengatakan sesuatu yang sangat bodoh karena dia menikmati permainannya sendiri semasa bermain. Seringin berjalannya waktu sensai bahwa saya membuat kesalahan semakin meningkat,” ia menambahkan.

Sadar dengan kesalahan yang dibuat, pria yang juga pernah menjabar sebagai direktur Inter Milan meminta maaf pada pemain berjuluk Pangeran Roma.

“Dia menikmati dirinya sendiri sampai akhir. Jadi Francesco Totti, saya mau meminta maaf pada Anda. Saya mengatakan sesuatu yang bodoh, salah satu dari banyak hal dalam hidup saya,” tutup Walter Sabatini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Nostalgia Hari Ini: Debut Francesco Totti di Timnas Italia

gamespool
Nostalgia Hari Ini: Debut Francesco Totti di Timnas Italia 31

Football5Star.com, Indonesia – Tepat hari ini, 10 Oktober, 22 tahun yang lalu, Francesco Totti yang masih berusia 22 tahun, menjalani laga pertamanya bersama timnas Italia senior. Totti mendapatkan cap pertamanya 6 tahun setelah menjalani debutnya bersama AS Roma pada usia 16 tahun.

Totti sudah bermain bersama timnas Italia dalam tingkatan usia sejak 1993 dimana dia berhasil mencapai babak final Euro U-16 1993 bersama timnas U-16 Italia.

Namun kariernya di timnas benar-benar bersinar saat dia berada U-21 Italia pada Euro U-21 1996. Saat itu timnas U-21 Italia diisi oleh pemain-pemain generasi emas seperti Fabio Cannavaro, Alessandro Nesta, Gianluigi Buffon, Marco Delvecchio dan masih banyak lagi. Mereka berhasil menjadi juara.

Nostalgia Hari Ini Debut Francesco Totti di Timnas Italia
Who Ate all the Pies

Kariernya di Timnas Italia Senior

Totti akhirnya mendapatkan cap pertamanya pada 10 Oktober, 1998. Dia dipanggil oleh pelatih Dino Zoff untuk melawan Swiss di kualifikasi Euro 2020. Azzurri berhasil menang 2-0 pada laga itu. Tapi sang pangeran Roma baru berhasil mencetak gol pertamanya untuk Italia pada laga persahabatan melawan Portugal dua tahun kemudian sebelum pagelaran Euro 2000.

Pada putaran final Euro 2000, Totti berhasil tampil apik dengan membawa Azzurri sampai ke final. Dia mencetak gol pada laga melawan Belgia di babak grup dan menjadi MOTM pada laga itu. Lalu mencetak gol keduanya pada laga melawan Romania di babak perempat final. Namun momen terbaiknya datang pada semi-final dimana dia mencetak gol penalti panenka saat babak adu penalti melawan Belanda. Sayang Italia harus kalah dari Prancis lewat golden goal dari David Trezeguet.

Nostalgia Hari Ini Debut Francesco Totti di Timnas Italia
Goal

Piala Dunia 2002 dan Euro 2004 merupakan masa yang kelam bagi Totti di timnas Italia. Pada Piala Dunia 2002 penampilannya di kritik oleh media Italia karena sering sekali gagal memaksimalkan peluang. Puncaknya tentu saja saat dia diusir keluar oleh wasit Byron Moreno karena dianggap melakukan diving pada laga melawan Korea Selatan.

Pada Euro 2004, dia berkelahi dengan Christian Poulsen di laga melawan Denmark di laga pertama. Totti dilarang bermain sampai semi-final, tapi dia tak perlu menjalani masa hukumannya, karena Italia sudah tersingkir di babak grup.

Namun Totti akhirnya bisa bangkit pada Piala Dunia 2006, dimana dia tetapi dipanggil oleh pelatih Marcelo Lippi walaupun mengalami cedera engkel panjang selama tiga bulan. Totti bahkan bermain dengan piringan metal di engkel yang belum dicabut pasca operasi. Namun walaupun begitu, Totti bermain di semua 7 pertandingan yang dimainkan Azzurri sebelum akhirnya menjadi juara.

Nostalgia Hari Ini Debut Francesco Totti di Timnas Italia
Chiesa Di Totti

Totti hanya mencetak satu gol lewat penalti di menit-menit akhir pada laga melawan Australia di babak 16 besar. Namun dia mencatatkan total 4 assist selama kompetisi.

Francesco Totti kemudian mengumumkan untuk pensiun pada 20 Juli 2007 dan menegaskan keinginannya untuk fokus bersama AS Roma. Sang Gladiator baru memutuskan pensiun dari dunia sepak bola 10 tahun kemudian.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Artis Cantik Ini Bakal Berperan sebagai Istri Totti di Serial Televisi

gamespool
Artis Cantik Ini Bakal Berperan sebagai Istri Totti di Serial Televisi 35

Football5star.com, Indonesia – Aktor tampan asal Italia, Pietro Castellitto bakal menjadi pemeran Francesco Totti untuk serial televisi yang akan segara ditayangkan. Rencananya serial televisi tentang Totti ini akan mulai ditayangkan pada 2021 di Sky dan jaringan televisi Italia, NOW TV.

Dikutip Football5star.com dari corrieredellosport, Minggu (27/9/2020) syuting serial televisi ini masih berlangsung d Roma, Italia. Serial tentang Francesco Totti akan menjadi cerita dalam enam episode dalam dua tahun terakhir perjalanan karier Pangeran Roma.

Artis Cantik Ini Bakal Berperan sebagai Istri Totti di Serial Televisi
Sky Sports

Serial yang berjudul, ‘I Hope Died Before’ tersebut diproduksi oleh grup Fremantle Media bekerja sama dengan Capri Entertaiment. Nantinya di serial televisi tersebut akan dikisahkan drama yang menggabukan antara kehidupan pribadi Totti dengan kariernya di lapangan hijau.

Selain aktor Pietro Castellitto yang berperan sebagai Totti, serial tv ini juga menghadirkan Greta Scarano, model cantik dan artis asal Italia yang berperan sebagai istri Totti, Ilary Blasi. Ada juga aktor lawas Italia, Monica Guerritore yang berperan sebagai ibu Totti.

Selain itu, ada juga tokoh Antonio Cassano yang diperankan oleh Gabriel Montesi dan Daniele De Rossi yang dimainkan oleh Marco Rossetti. Serial televisi ini sendiri di sutradarai oleh Luca Ribuoli dan penulis skenarionya adalah Stefano Bises, Michele Astori dan Maurizio Careddu.

Hari ini, 27 September 2020, Totti sendiri merayakan ulang tahun ke-44. Jagat dunia maya, Twitter sempat mencatat kata pencarian Totti menjadi trending topic.

Francesco Totti adalah maskot AS Roma dengan seluruh kariernya dihabiskan di klub ibu kota Italia itu pada selang 1992-2017. Bersama Roma, Francesco Totti memenangi satu trofi Serie A, dua gelar juara Coppa Italia, dan dua Supercoppa Italiana.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Francesco Totti Turun Gunung, Revolusi Bakal Terjadi di AS Roma

gamespool
Francesco Totti Turun Gunung, Revolusi Bakal Terjadi di AS Roma 39

Football5star.com, Indonesia – Francesco Totti dikabarkan akan turun gunung dengan kembali ke AS Roma. Totti dikabarkan akan ditunjuk menjadi Wakil Presiden atau direktur teknis klub.

Dikutip Football5star.com dari Corriere dello Sport, Rabu (23/9/2020) CEO Roma, Guido Fienga dikabarkan sudah melakukan komunikasi dengan Totti. Pengangkatan Totti ini dihubungkan dengan kekacauan manajerial saat Roma memainkan Amadou Diawara yang berujung pada hukuman kalah 0-3 dari Verona di pekan pertama Serie A.

Sudah Bermain Imbang, AS Roma Kini Terancam Kalah Lawan Verona, Kok Bisa

Kondisi Roma seperti saat ini di awal musim Serie A membuat pemilik baru mereka, Dan Friedkin menginginkan segera diadakan perubahan besar di manajerial klub. Media di Roma seperti Forza Roma malah menyebut bakal terjadi revolusi Oktober di Il Lupi.

“Revolusi Oktober dalam sejarah adalah fase terakhir digulingkannya kekaisaran Rusia dan pembentukan Republik Soviet. Revolusi Oktober di Trigoria jelas memiliki perbedaan berbeda namun kondisi klub membuat Dan Friedkin sangat kecewa dan membutuhkan perubahan cepat,” tulis Forza Roma.

Dan Friedkin saat ini dikabarkan sudah memperpanjang masa tinggalnya di ibu kota Italia tersebut. Rencana perubahan yang bakal dilakukan oleh Freidkin bakal menyentuh sisi teknis, manajerial, dan pemasaran. Malah pengusaha asal Amerika Serikat tersebut meminta juga adanya perubahan komunikasi klub dengan penggemar di sosial media.

Sebelumnya, pengadilan Olahraga Italia menghukum Roma karena memasang Diawara di laga melawan Verona, tetapi sang pemain tidak masuk dalam daftar skuad. AS Roma hanya memasukkan Diawara ke dalam daftar pemain U-22.

Diawara sudah berusia 23 tahun pada 17 Juli lalu sehingga seharusnya tidak boleh masuk daftar pemain U-22 lagi.

“Menimbang bahwa AS Roma telah memainkan pemain tak terdaftar yang telah dibertahu lewat email, maka keputusan diberikan untuk memberi sanksi AS Roma dengan hukuman kekalahan 0-3,” bunyi pernyataan pengadilan Olahraga Italia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Totti Soal Pirlo ke Juventus: Tidak Normal Pemula Melatih di Sana

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Dipilihnya Andrea Pirlo sebagai pelatih baru Juventus menuai ragam komentar. Kali ini mantan rekan setimnya di timnas Italia, Francesco Totti, yang angkat bicara.

Francesco Totti mempertanyakan penunjukan Andrea Pirlo. Menurutnya tidak normal seorang pelatih yang belum punya pengalaman langsung ditunjuk sebagai nakhoda Juventus.

“Saya mengharapkan langkah yang begitu menentukan. Tidak normal bagi seorang pemula menerima tugas yang dibebani dengan ekspektasi tinggi seperti itu,” ujar Totti seperti dikutip Football5star dari Football Italia, Selasa (1/9/2020).

Andrea Pirlo Pasang Muka Tegang di Hari Pertama Sesi Latihan Juventus
Goal

Kendati demikian, pangeran AS Roma tetap berharap koleganya itu bisa menuai sukses di Turin. Menurutnya, peluang menuju ke sana sangat terbuka lebar.

Apalagi semasa bermain Pirlo adalah sosok juara yang kerap mempersembahkan gelar untuk tim yang dia bela. “Dia orang yang sangat menakjubkan. Saya sangat berharap dia bisa melakukannya dan saya harus mengatakan bahwa Juve bukanlah pilihan yang salah,” ia menambahkan.

“Andrea harus menjadi Pirlo, seorang juara, bahkan dari bangku cadangan. Saya harap itu bisa segera terjadi,” pungkas Totti.

Mantan pemain AC Milan dan Juve memang belum memiliki pengalaman di dunia manajerial. Setelah pensiun tahun lalu dia baru mengikuti kursus pelatih.

Pirlo awalnya ditunjuk sebagai pelatih tim U-23 Si Nyonya Tua. Tapi beberapa hari berselang ia langsung naik pangkat ke tim utama seiring pemecatan Maurizio Sarri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

AS Roma Dikabarkan Tertarik Ikuti Langkah Juventus

dinasti

Football5Star.com, Indonesia – Langkah Juventus menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih baru menggantikan Maurizio Sarri dikabarkan menarik perhatian AS Roma. Di bawah kendali sang pemilik baru, Dan Friedkin, I Giallorossi ditengarai ingin melakukan hal serupa.

Kabar tersebut diembuskan oleh Il Messaggero. Menurut harian yang berbasis di Roma (Italia) tersebut, Friedkin tengah mencermati dan akan mengevaluasi kinerja pelatih Roma saat ini, Paulo Fonseca. Ada kemungkinan sang pelatih didepak. Apalagi ada kritik tajam dari Edin Dzeko setelah mereka disingkirkan Sevilla dari kancah Liga Europa.

Lalu, siapa yang akan ditunjuk sebagai pelatih baru bila Fonseca dilengserkan? Tiada lain dan tiada bukan, dia adalah Daniele De Rossi. Eks kapten Roma tersebut dinilai punya potensi besar untuk jadi pelatih hebat. Oleh beberapa pemain di Italia, dia dikenal sebagai “pelatih di lapangan” saat masih aktif bermain.

Dan Friedkin dikabarkan ingin mengembalikan beberapa legenda ke AS Roma.
startmag.it

Menurut Il Messaggero, penunjukan Daniele De Rossi memiliki pertimbangan khusus. Hal itu sejalan dengan misi Dan Friedkin mengembalikan rasa memiliki di tubuh AS Roma. Dia ingin memperbaiki kebijakan James Pallotta, sang pemilik lama, yang telah mencabik-cabik I Giallorossi dengan perlakuan tak respek kepada Francesco Totti, De Rossi, dan Alessandro Florenzi.

Selain mengembalikan De Rossi ke Trigoria sebagai pelatih, AS Roma juga dipercaya tengah mempertimbangkan langkah serupa untuk Totti. Bedanya, sang legenda akan diberi kepercayaan sebagai direktur olahraga. Dia nantinya akan bahu-membahu dengan eks kiper, Morgan De Sanctis.

Roma Teradang Lisensi dan Fiorentina

Andai serius, Roma diyakini tak akan mengalami kesulitan memulangkan De Rossi. Eks gelandang yang menyudahi kariernya di Boca Juniors itu sudah terang-terangan mengaku tertarik kembali ke Trigoria.

Daniele De Rossi sudah menyatakan minat ingin jadi pelatih AS Roma.
thesun.co.uk

“Suatu hari nanti, aku akan dengan senang hati melatih Roma. Sekarang, aku pertama-tama terlebih dahulu harus menjadi seorang pelatih (memiliki lisensi kepelatihan, Red.),” ujar De Rossi seperti dikutip Football5Star.com dari Buzzfeed.

Masalahnya kemudian, De Rossi saat ini belum memiliki lisensi yang disyaratkan untuk menangani klub Serie A seperti AS Roma. Dia bahkan tak dizinkan menangani tim Primavera Bologna oleh pemegang otoritas di Coverciano.

Jikapun nanti De Rossi memiliki lisensi, AS Roma tak akan dengan mudah menggaetnya. Itu karena Fiorentina juga telah lebih dahulu mengungkapkan minat mendapuknya sebagai pelatih.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Francesco Totti Selalu Membuat Orang Tertawa dan Tak Pernah Busungkan Dada

Francesco Totti Selalu Membuat Orang Tertawa dan Tak Pernah Busungkan Dada 50

Football5star.com, Indonesia – Francesco Totti memang legenda bagi sepak bola Italia dan tentu saja untuk publik Roma. Pangeran Roma ini selalu meninggalkan kisah positif di sepanjang kariernya. Salah satu kenangan terbaik dirasakan oleh pemain asal Paraguay, Ivan Piris.

Meski hanya satu musim di Roma, pemain berposisi sebagai full back ini menyebut bahwa Totti memang layak dianggap sebagai legenda. Bagi Piris, Totti selalu membuat banyak orang di sekitarnya untuk tertawa.

“Aku tidak banyak bicara dengan Totti tetapi dia selalu dekat dengan semua orang. Dia acapkali membuat lelucon dan itu adalah caranya memberi kekuatan untuk seluruh tim,” ucap Piris seperti dikutip Football5star.com dari Giallorossi.net, Kamis (2/7/2020).

francesco totti-cristian totti-as roma

“Pertama kali saya memasuki ruang ganti, saya datang dengan menggunakan kemeja sangat elegan. Lalu dia berkata, ‘Ini bukan kantor’. Saya terkejut dan hampir malu, dan dia lantas tertawa sambil memperkenalkan diri,” tambah pemain yang bermain di Olimpico pada musim 2012-13.

Soal sifat positif dari Totti ini juga sempat diutarakan oleh eks pemain AS Roma yang lain seperti Edin Dzeko. Beberapa waktu lalu, melalui postingan di akun Facebook miliknya, Dzeko menceritakan bagaimana sifat Totti yang sangat rendah hati.

“Ketika Anda duduk di sampingnya dan bermain bersamanya, Anda akan menyadari betapa normal dan rendah hatinya dia. Anda tidak akan berpikir dia adalah bintang besar. Dia adalah orang yang sangat rendah hati.”

“Dia tidak berpikir bahwa dirinya lebih baik dibanding yang lainnya, dia memperlakukan semuanya dengan baik dan dia sangat positif. Terkadang lebih sulit untuk menjadi sekedar orang yang baik, tetapi dia adalah legenda yang sangat layak mendapatkan rasa hormat,” tambah Dzeko.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Francesco Totti Jadi Agen, Ini Pemain Pertama yang Jadi Kliennya

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Sempat menjadi direksi AS Roma, siapa sangka jika Francesco Totti kini banting stir menjadi agen pemain. Lalu, siapa pemain pertama yang menjadi agen pangeran Roma itu?

Sudah sejak lama Francesco Totti mengincar posisi sebagai agen pemain. Namun, keinginannya tersebut baru bisa dijalankan saat ini.

Dan pemain beruntung yang jadi klien pertamanya adalah pemain muda Inter Milan, Simone Bonavita. Menariknya, Bonavita belum masuk dalam kategori pemain profesional. Ia baru berusia 15 tahun dan menjadi bagian dari Inter U-16.

totti agen bonavita romapress
Romapress

Kendati demikian, hal tersebut tidak menyurutkan niat Totti untuk meminang sang pemain. Di Italia, Simone Bonavita diprediksi punya masa depan cerah. Dia memiliki tipe permainan seperti gelandang Brescia, Sandro Tonali.

Bahkan sebelum bergabung bersama Inter Milan, dia sempat diperebutkan mantan klubnya Totti, AS Roma. Namun, pada akhirnya I Nerazzurri yang berhak atas jasanya.

Sementara itu, keputusan Francesco Totti menggeluti dunia agen pemain terbilang mengejutkan. Penyebabnya tentu saja latar belakang sang legenda yang pernah menjadi direksi Il Lupi. Apalagi dia diyakini akan kembali ke klub ibu kota untuk menjabat sebagai CEO tahun depan.

Tentu menarik ditunggu bagaimana langkah legenda AS Roma selama menjadi agen pemain. Terutama ketika mantan klubnya terlibat persaingan ketat dengan klub lain untuk memperebutkan pemain yang berada di bawah naungannya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Raul Gonzalez Jadi Salah Satu Alasan Francesco Totti Tolak Real Madrid

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Legenda AS Roma, Francesco Totti, menceritakan kisah ketika ia hampir berlabuh ke Real Madrid pada 2003 silam. Ketika itu, Totti menolak tawaran Los Blancos karena tak mendapat gaji yang lebih besar ketimbang Raul Gonzalez.

“Pada 2003, saya hanya memiliki sisa kontrak selama satu tahun. Ketika itu, saya sedang berselisih dengan presiden klub. Setelah itu, Real Madrid datang dan memberikan tawaran sekitar 20 atau 25 juta Euro kepada AS Roma,” kata Francesco Totti dikutip dari Football Italia.

“Saya sangat yakin akan pindah ketika itu. Real Madrid juga menawarkan gaji yang sangat tinggi serta nomor 10 milik (Luis) Figo yang siap dijual ke Inter Milan. Setelah itu, ada sosok Raul Gonzalez yang menjadi kapten dan memiliki penghasilan terbesar.”

Raul Gonzalez - Real Madrid - Francesco Totti - AS Roma
Getty Images

“Setiap pemain di sana, tak boleh mendapat gaji yang lebih besar darinya. Saya sangat mempertimbangkan tawara Real Madrid. Pasangan saya bahkan mengaku sudah siap meninggalkan pekerjaannya dan ikut ke Madrid,” sambung Totti.

Pada akhirnya, Totti memutuskan untuk menolak tawaran Los Blancos. Totti memutuskan untuk bertahan bersama Giallorossi setelah melakukan diskusi dengan presiden klub dan menyelesaikan masalah pribadinya.

“Pada akhirnya, saya dan presiden akhirnya bertemu untuk mengklarifikasi semua hal dan saya bertahan di AS Roma. Itu adalah pilihan dari hati.”

“Akan terasa luar biasa jika saya pindah ke Real Madrid. Di mata saya, Real Madrid adalah klub yang tak normal karena semua orang ingin bermain di sana,” tandas Totti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Andai Dapat Penalti di Laga Terakhir, Francesco Totti akan Tendang Bola ke Fans

terassd
Andai Dapat Penalti di Laga Terakhir, Francesco Totti akan Tendang Bola ke Fans 59

Football5Star.com, Indonesia – Bek AS Roma, Juan Jesus, mengungkapkan sebuah skenario yang sayangnya tidak terjadi pada saat laga terakhir Francesco Totti bersama AS Roma. Jesus mengatakan bahwa Totti ingin sengaja menendang bola ke arah fans jika seandainya dia mendapatkan penalti.

Francesco Totti memainkan laga terakhirnya pada laga terakhir musim 2016-17 Serie A melawan Genoa di Stadio Olimpico. Dia masuk pada menit ke-54 menggantikan Mohamed Salah.

“Sebelum pertandingan terakhirnya, Totti berkata kepada kami bahwa jika dia dapat penalti, dia tidak akan mencetak gol dan akan menendang bola ke arah fans,” ucap Jesus seperti dilansir Football5Star.com dari SportBible.

Idenya adalah untuk menjadi isyarat untuk mengirim bola kepada para penggemar, meskipun mereka pasti lebih suka merayakan gol, untuk mengucapkan terima kasih atas semua dukungan mereka selama bertahun-tahun.

Rencana Totti tidak akan pernah terjadi jika tim tidak memimpin skor ketika tendangan penalti diberikan. Dan tidak ada penalti yang diberikan dalam pertandingan sehingga tidak pernah menjadi masalah.

Tapi setelah laga, Totti memberikan pesan kepada fans. “Saya ingin memikirkan itu untuk kalian, karier saya telah menjadi dongeng bagi kalian untuk diteruskan.”

Laga itu dimenangkan oleh AS Roma dengan skor 3-2. Kemenangan dalam laga itu membuat Roma finis pada posisi runner-up dan membuat Gialorossi langsung lolos ke Liga Champions.

Totti menjadi direktur klub setelah pensiun tapi hanya bertahan selama dua musim karena perselisihannya dengan Presiden klub, James Palotta.

Francesco Totti bermain bersama AS Roma selama 30 tahun, dia memenangkan 1 Scudetto, 2 Coppa Italia dan 2 Piala Super Italia. Dan tentu saja 1 gelar Piala Dunia bersama Italia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Alessandro Florenzi: Francesco Totti Mestinya Jadi Komedian

terassd

Football5Star.com, Indonesia – Francesco Totti selama ini dikenal sebagai pemain yang setia, pencetak gol ulung, dan kapten berwibawa. Namun, menurut Alessandro Florenzi, ada satu sisi lagi dari legenda AS Roma tersebut. Itu terkait selera humor yang tinggi.

Di mata Alessandro Florenzi, Francesco Totti adalah sosok yang ngocol, doyan bercanda, dan kerap melontarkan lelucon. Menurut pemain yang sejak umur 11 tahun menimba ilmu di AS Roma itu, Totti mestinya jadi komedian karena lelucon yang dilontarkan begitu natural dan spontan.

“Francesco adalah sosok genius, baik di dalam maupun luar lapangan. Di luar lapangan, dia itu sejatinya seorang komedian,” kata Alessandro Florenzi seperti dikutip Football5Star.com dari Corriere dello Sport.

Penilaian Florenzi didasarkan pada kebersamaan dengan Totti selama membela I Giallorossi. “Setiap kali bicara, dia selalu membuat Anda tertawa. Dia selalu punya bahan lelucon yang sudah jadi,” ujar Florenzi lagi.

Alessandro Florenzi yang musim ini menjalani masa pinjaman di Valencia menambahkan, “Francesco itu luar biasa. Ketika Anda memanggil dia, Anda sudah tahu bahwa cepat atau lambat, dia akan mengeluarkan lelucon yang luar biasa!”

Soal lelucon seperti yang diutarakan Florenzi, Francesco Totti justru sempat jadi olok-olokan, terutama oleh para komedian Italia. Salah satu sebabnya, dia lumayan irit bicara. Lalu, aksen Roma yang kental membuat dia malah disebut “bodoh”. Namun, itu rupanya tak membuat dia tersinggung.

Sebetulnya, jauh sebelum Alessandro Folrenzi mengungkapkan kekagumannya terhadap selera humor Francesco Totti, bukti sudah terhampar. Pada 2003, Totti meluncurkan dua seri buku “Le Barzellette Su Totti Raccolte Da Me” yang berisi lelucon-leluconnya. Hasil penjualan dari buku itu disumbangkan kepada yayasan yang menangani anak-anak kurang beruntung.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Ronaldo: Seharusnya 4 Pemain Ini Menang Ballon d’Or

terassd
Ronaldo: Seharusnya 4 Pemain Ini Menang Ballon d'Or 65

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Brasil, Ronaldo Luiz Nazario de Lima mengungkapkan ada empat pemain yang seharusnya memenangkan Ballon d’Or. Tiga pemain diantaranya dari Italia.

Selama kariernya, Ronaldo memenangkan dua Ballon d’Or, yakni di tahun 1997 dan 2002. Tapi menurut dia ada 4-5 orang yang seharusnya bisa memenangkan penghargaan itu.

“Saya bilang ada empat pemain yang tidak memenangkan Ballon d’Or, tapi seharusnya mereka mendapatkannya. Yaitu, Alessandro Del Piero, Paolo Maldini, Francesco Totti, dan Raul. Saya juga menambahkan Roberto Carlos, yang berada pada posisi kedua dua kali dibawah saya,” ucap Ronaldo kepada Del Piero lewat live Instagram.

Ronaldo Nazario Seharusnya 4 Pemain Ini Menang Ballon d'Or
The Scottish Sun

Selain itu, Ronaldo juga menceritakan soal cedera panjang yang dialaminya sewaktu bermain di Inter.

“Saya sudah bermain selama empat tahun berturut-turut tanpa ada masalah fisik tetapi saya masih mengatakan kami berlatih secara berbeda dari tahun 2000 dibandingkan dengan apa yang kami lakukan sebelumnya. Saya mencoba untuk mengikuti tempo yang ditetapkan oleh Marcos Cafu atau Roberto Carlos, dan itu tidak perlu,” kata Ronaldo.

Dia melanjutkan “saya tidak ingin menyalahkan siapa pun, tetapi satu-satunya penjelasan yang dapat saya berikan adalah bahwa saya tidak berlatih dengan baik sebelum tahun 2000. Saya terluka lagi setelah itu, jadi mungkin itu teori yang kontroversial. Saya kemudian cedera lagi, cedera yang sama tetapi kaki lainnya, saat bermain untuk Milan.”

Ronaldo menderita cedera parah pada tahun 1999 dan 2000 dan memaksa dia untuk menepi dari dunia sepak bola selama satu musim penuh di musim 2000-01.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ini Alasan Francesco Totti Ingin Jadi Agen Sandro Tonali

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Legenda AS Roma, Francesco Totti mengaku bahwa dirinya sangat ingin bisa menjadi agen untuk bintang muda Italia, Sandro Tonali.

Totti memang beberapa waktu lalu memiliki bisnis baru yakni agensi pemain setelah memutuskan untuk mundur sebagai direktur klub AS Roma.

“Sekarang saya sedang mencari bakat-bakat baru, saya hanya bisa mengatakan bahwa ada banyak pemain muda yang bagus. Namun, Tonali adalah yang paling berbakat dari semuanya,” ucap Totti saat live di akun Instagram miliknya, Senin (4/5/2020).

francesco totti-as roma

“Saya pasti akan melakukan semua yang saya bisa untuk membujuknya untuk bergabung dengan agensi saya. Bila ia pintar, ia akan datang bila kariernya tidak ingin diam ditempat.”

“Namun, semua masih tergantung pada pasar dan kapan sepak bola dimulai kembali.” ucapnya Pangeran Roma tersebut.

Beberapa waktu lalu, Totti juga sempat melemparkan pujian kepada gelandang Brescia tersebut. Totti menyebut bahwa masa depan Tonali di sepak bola akan sangat terang.

“Saya siap melakukan apapun untuk mendaratkan Tonali. Dalam pandangan saya, dia memiliki potensi besar untuk menjadi gelandang terbaik di dunia,” kata Totti

“Tonali memiliki berbagai hal yang dibutuhkan pemain profesional untuk bisa menjadi yang terbaik. Dia memiliki teknik yang sangat bagus, mentalitas yang tak kalah bagus serta selalu tajam di situasi apapun,” sambung pria 43 tahun itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Francesco Totti Ternyata Sangat Mengagumi Sandro Tonali

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Legenda AS Roma, Francesco Totti, ternyata sangat mengagumi kualitas yang dimiliki gelandang Brescia, Sandro Tonali. Totti bahkan mengaku sempat berusaha mendaratkan Tonali ketika masih bekerja di AS Roma.

“Sandro Tonali adalah salah satu pemain favorit saya. Ketika masih bekerja di AS Roma, saya berusaha keras untuk mendatangkannya. Tapi, saya gagal melakukan hal itu,” kata Francesco Totti dilansir dari laman Football Italia.

Tak hanya itu, Totti juga juga coba meramal masa depan Tonali. Menurut Totti, Tonali memiliki atribut yang lengkap untuk menjadi gelandang terbaik di dunia suatu hari nanti.

Sandro Tonali - AS Roma - Francesco Totti
instagram.com/sandrotonali

“Saya siap melakukan apapun untuk mendaratkan Tonali. Dalam pandangan saya, dia memiliki potensi besar untuk menjadi gelandang terbaik di dunia,” kata Totti

“Tonali memiliki berbagai hal yang dibutuhkan pemain profesional untuk bisa menjadi yang terbaik. Dia memiliki teknik yang sangat bagus, mentalitas yang tak kalah bagus serta selalu tajam di situasi apapun,” sambung pria 43 tahun itu.

Tonali santer dirumorkan akan hengkang dari Brescia pada bursa transfer mendatang. Sejauh ini, pemain berusia 20 tahun itu sudah dikaitkan dengan nama-nama besar seperti Inter Milan, Juventus, Paris Saint-Germain, serta Napoli dan Arsenal.

Musim ini, Tonali menjadi pemain yang paling menonjol dari Brescia. Total, ia mampu mengoleksi satu gol dan lima assist dari 23 penampilan di ajang Liga Italia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Francesco Totti Tak Sudi Melihat Anaknya Main untuk Lazio

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Francesco Totti adalah legenda sekaligus simbol AS Roma. Tapi saat ini ia mengalami dilema besar terkait anak sulungnya, Cristian Totti.

Cristian saat ini memang menjadi bagian dari akademi AS Roma. Tapi beberapa waktu lalu ia mengeluarkan komentar mengejutkan. Remaja 12 tahun itu mengaku sebagai pengagum Lazio, yang notabene musuh bebuyutan Il Lupi.

Francesco Totti tidak mempermasalahkan dengan ungkapan sang anak. Tapi ia tidak akan sudi melihat anak kesayangannya tersebut memperkuat Lazio suatu hari nanti.

cristian totti-voce giallorossa
voce giallorossa

“Cristian seperti saya. Dia akan menjawab apa yang saya jawab, dan itu adalah tidak. Saya bukan orang bodoh yang membawa dia ke Lazio. Apakah Anda benar-benar berpikir saya akan melakukannya? Ujar Totti saat berbicara dengan Alessandro Del Piero di Instagram, Sabtu (25/4/2020).

“Jika saya agen Cristian dan Lazio menginginkannya, jelas jawaban saya tidak. Tidak akan ada peluang dia bermain di sana,” sambungnya.

Untuk diketahui, Francesco Totti sudah memasukkan Cristian ke akademi Roma sejak berusia sembilan tahun. Sebagaimana sang ayah, dia juga berposisi sebagai second striker dan saat ini menjabat sebagai kapten U-12 AS Roma.

Dua tahun lalu, performa bocah 12 tahun ini mencuri perhatian. Dia mencetak delapan gol dalam turnamen bertajuk Torneo Memorial Mariotti. Torehan tersebut sekaligus menjadikan Cristian Totti sebagai top skorer turnamen tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Francesco Totti Sebut Pemain yang Lebih Hebat dari Messi dan CR7

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo adalah dua pesepak bola terhebat dalam satu dekade terakhir. Hal itu pun diakui Francesco Totti, legenda AS Roma. Namun, dia menilai kedua megabintang itu bukanlah lawan terberatnya.

Dalam pandangan Francesco Totti, ada satu sosok yang lebih hebat dari Lionel Messi dan CR7. Sosok itu adalah Ronaldo Luiz Nazario de Lima. Bagi eks pemain timnas Italia itu, O Fenomeno merupakan sosok istimewa yang pernah dihadapi sepanjang kiprahnya sebagai pesepak bola.

Ronaldo Luiz Nazario de Lima dinilai Francesco Totti sebagai lawan terberat sepanjang kariernya.
pinterest.com

“Ronaldo Sang Fenomena,” ujar Francesco Totti saat ditanya soal lawan terberatnya dalam sesi tanya-jawab Instagram seperti dikutip Football5Star.com dari Malpensa24. “Tanpa meremehkan Cristiano Ronaldo dan Messi, dia itu sungguh superior.”

Mengenai Messi dan Cristiano Ronaldo, Totti punya pandangan tersendiri. Tiga tahun lalu, dia mengakui La Pulga lebih baik dari CR7. “Messi itu nomor satu, tapi tolong jangan katakan ini kepada Ronaldo,” kata dia saat itu seperti dikutip dari Goal.

Sementara itu, terkait rivalitas AS Roma dengan Lazio, Totti menyebut Alessandro Nesta sebagai lawan terberatnya. “Bagi saya, dia itu simbil Lazio. Menurut saya, dia adalah salah satu bek terkuat di dunia,” kata dia lagi.

Francesco Totti belakangan kerap muncul dalam live Instagram. Dia menjawab berbagai pertanyaan dan berbagi kenangan bersama para pemain legendaris lainnya. Di samping itu, dia pun tak sungkan mengungkap kekesalannya terhadap manajemen AS Roma saat ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Wayne Rooney: Liverpool Sekarang Seperti AS Roma Era Totti

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Manchester United, Wayne Rooney, punya penilaian sendiri soal permainan Liverpool saat ini. Menurutnya performa Mohamed Salah dkk seperti AS Roma saat masih diperkuat Francesco Totti.

Apa yang dibilang Wayne Rooney cukup beralasan. Di skuat Liverpool saat ini ada dua mantan pemain AS Roma. Mereka adalah Mohamed Salah dan Alisson Becker, yang pernah main bersama Francesco Totti.

Adapun Wayne Rooney pernah empat kali menghadapi kapten Il Lupi tersebut. Jadi ia tahu betul kesamaan yang ditunjukkan anak asuh Juergen Klopp dengan klub ibu kota Italia.

Totti Rooney
Goal

“Saya sudah menjelaskan bagaimana penilaian sering kali terjadi pada para pemain yang bekerja bersama dan tiga pemain depan Liverpool adalah contoh sempurna. Salah dan Mane memberikan kedalaman dengan mendorong tim ke belakang,” ujar Rooney seperti dilansir Football Italia, Senin (20/4/2020).

“Cara ini memungkinkan Firmino untuk mendapatkan bola. Sedangkan dua bek bisa bermain dengan nyaman dan dua lainnya membuat gerakan diagonal yang memanfaatkan kecepatan luar biasa untuk menyerang. Ini mengingatkan saya bagaimana Roma dulu bermain dengan Totti sebagai pemain nomor 10 dan dua pelari cepat menyerang dari sayap,” imbuhnya.

Lebih lanjut, pemain yang kini berseragam Derby County mengaku tidak suka harus mengatakan kehebatan The Reds ini. “Sangat menyakitkan bagi saya harus mengatakan ini. tapi mereka adalah tim dengan penyerang terbaik di sepak bola saat ini,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Gara-Gara Kucing, Francesco Totti Nyaris Berpisah dengan Istri

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Francesco Totti dikenal sebagai lelaki penyayang keluarga. Buktinya, kehidupan rumah tangganya bersama Ilary Blasi tak pernah diterpa isu tak sedap.

Kehidupan rumah tangga Francesco Totti dengan Illary Blasi sudah dibina sejak 2005 silam. Kehidupan mereka kian lengkap dengan kehadiran tiga orang anak.

Kendati demikian, simbol AS Roma itu mengungkapkan ada satu kejadian yang membuatnya hampir berpisah dengan Blasi. Lucunya, kejadian itu melibatkan seekor kucing yang dipelihara sang istri.

ilary blasi daily mail
Daily Mail

“Saya sangat marah dengan istri saya. Dia membeli kucing tak berbulu dan menamainya Donna Paola. Situasi makin panas pada malam hari. Ia bersikeras ingin kucing itu tidur di tempat tidur kami, di sebelah kaki kami. Ilary adalah penyayang kucing, tapi itu hampir membuat kami berpisah,” kata Totti seperti dilansir Daily Mail, Minggu (19/4/2020).

“Ilary menginginkan kucing dengan segala cara dan saya bersikeras bahwa kami harusnya tidak melakukan itu. Suatu hari, dia membawa kucing itu pulang, karena pada akhirnya dia lah yang membuat semua kemputusan dalam keluarga ini,” ia menambahkan.

Akibat masalah tersebut, Francesco Totti sempat puasa berbicara dengan istrinya. Tapi pada akhirnya ia pun melunak dan bahkan kini menjadi pecinta kucing.

“Kami tidak berbicara selama berhari-hari. Tapi pada akhirnya saya juga jatuh cinta pada kucing itu,” tutup pemain yang membawa Italia juara Piala Dunia 2006 silam tersebut.

Nicolo Zaniolo Ingin Jadi Ikon AS Roma

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Pemain muda AS Roma, Nicolo Zaniolo, mengungkapkan bahwa dia ingin sekali menjadi ikon di AS Roma. Karena hal itulah dia ingin berada di Stadio Olimpico dalam waktu yang lama.

Zaniolo bergabung ke Roma dari Inter pada 2018 sebagai salah satu pemain yang ditukar oleh Radja Nainggolan bersama Davide Santon.

“Saya ingin sekali menjadi ikon Roma, tapi saat ini saya harus berpikir untuk kembali ke lapangan dan bermain. Saya ingin berada disini selama mungkin. Saya berhutang segalanya ke Roma dan saya cinta dengan kota Roma,” ucap Zaniolo seperti dikutip Football5Star.com dari Sky Sports Italia.

Nicolo Zaniolo Ingin Jadi Ikon AS Roma
Chiesa Di Totti

Seperti yang diketahui Zaniolo menderita cedera parah pada Januari lalu saat laga melawan Juventus. Dia harus menepi kurang lebih 6 bulan.

Tetapi Zaniolo tidak mau disandingkan dengan seorang Francesco Totti dan Daniele De Rossi.

“Untuk saya dan semua orang, Totti adalah pahlawan dan simbol Roma, Totti dan De Rossi adalah simbol yang tidak bisa disamakan,” ujar Zaniolo.

Pemain timnas Italia itu juga sebut bahwa dia tidak pernah meminta nomor punggung 10. “Saya tidak pernah meminta nomor 10, saya baik-baik saja dengan nomor 22,” kata Zaniolo.

Musim ini Nicolo Zaniolo sudah bermain sebanyak 22 laga bersama Gialorossi di semua kompetisi dan mencetak 6 gol dan 2 assist.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Francesco Totti Tak Mau Masuk Trigoria Selama Pallotta Berkuasa

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Eks bintang AS Roma dan timnas Italia, Francesco Totti, rupanya memendam kekecewaan sangat besar terhadap sang presiden klub, James Pallotta. Sampai-sampai, dia mengaku tak mungkin lagi masuk ke Trigoria, tempat latihan I Giallorossi, selama Pallotta masih berkuasa.

Francesco Totti merasa diusir dari AS Roma ketika tak disodori perpanjangan kotrak. Padahal, meski saat itu sudah berumur 40 tahun, dia merasa masih bisa bermain. Dia lantas gantung sepatu, sempat jadi direktur klub, lalu mundur dengan melancarkan kritik pedas kepada Pallotta dkk.

Cristian tak sanggup membujuk Francesco Totti untuk masuk ke Trigoria saat dia berlatih.
forzaroma.info

“Sepanjang situasinya seperti ini, saya tak akan menginjakkan kaki lagi di Trigoria,” kata Francesco Totti dalam live Instagram dengan Luca Toni seperti dikutip Football5Star.com dari Football Italia.

Totti menambahkan, “Setiap kali mengantar Cristian (anaknya) untuk berlatih, saya tetap di luar. Kadang saya duduk di mobil dan sangat sedih memikirkan bahwa setelah 30 tahun, saya bahkan tak bisa menginjakkan kaki di sana lagi.”

Hati Totti sudah sangat membatu terkait hal itu. Sampai-sampai, ajakan Cristian pun tak mampu meluluhkan hatinya. “Berulang kali Cristian meminta saya masuk untuk melihat dia bermain, tapi saya tak bisa. Itu bisa membunuh saya,” kata dia dengan getir.

Meskipun demikian, Francesco Totti mengaku masih punya banyak teman di Trigoria. Menurut dia, mereka selalu keluar untuk sekadar menyapa setiap kali dia datang mengantar Cristian yang sekarang berumur 14 tahun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Lorenzo Pellegrini Ogah Disandingkan dengan Francesco Totti

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Gelandang AS Roma, Lorenzo Pellegrini, mengaku tak ingin disandingkan dengan sosok Francesco Totti. Menurutnya, Totti adalah seorang legenda yang tak bisa dibandingkan dengan siapapun.

Pellegrini memang sering disebut sebagai pewaris takhta Totti di AS Roma. Pasalnya, pria berusia 23 tahun itu merupakan produk asli akademi Giallorossi dan kelahiran asli kota Roma.

“Saya takkan pernah menjadi sepersi Francesco Totti. Dia adalah seorang legenda, juara, serta menjadi sosok yang dibanggakan banyak orang,” ujar Lorenzo Pellegrini seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman Football Italia.

Lorenzo Pellegrini - AS Roma - Francesco Totti - @lorenzopelle7
instagram.com/lorenzopelle7

“Tentu saja saya selalu merasa sangat senang ketika disandingkan dengan Totti. Tapi, Totti adalah Totti dan tak akan ada pemain yang bisa sepertinya di masa depan,” sambung Pellegrini menambahkan.

Lebih lanjut, Pellegrini juga mengatakan kalau ia sangat menggemari olah raga tenis. Ia mengaku tenis merupakan olah raga yang sangat berbeda ketimbang sepak bola.

“Tenis adalah salah satu olah raga yang saya ikuti di luar sepak bola. Tenis adalah olah raga yang sangat berbeda dengan sepak bola. Karena, setiap atlet mengandalkan kekuatannya sendiri untuk bisa meraih kemenangan,” tutur Pellegrini.

“Ketika kecil, saya sempat bermain tenis. Tapi, tentu saja saya tidak memiliki kemampuan yang cukup baik. Saya lebih suka menonton ketimbang bermain tenis. Dua pemain favorit saya adalah Novak Djokovic dan Roger Federer,” tandas Pellegrini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Francesco Totti Prediksi Liga Italia Musim Ini Takkan Berlanjut

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Francesco Totti memprediksi kompetisi Liga Italia musim ini takkan dilanjutkan. Menurutnya, mustahil kompetisi tetap berlanjut ketika pandemi corona masih menghantui Negeri Pizza.

Sampai saat ini, otoritas Liga Italia belum memastikan kapan kompetisi kembali berlangung. Namun, federasi di sana, FIGC, mengatakan Liga Italia kemungkinan bergulir lagi paling lama 30 Juni mendatang.

Bagi Totti, tidak ada alasan untuk federasi melanjutkan Serie A. Sekali pun virus corona akan hilang dalam waktu dekat, ia menganggap sangat riskan memaksakan kompetisi.

francesco totti as roma euro sport
Euro Sport

“Bagi saya, tidak mungkin untuk melanjutkan Serie A. Ini akan menjadi kekacauan besar juga karena FIFA dan FIGC harus berterus terang dengan keadaan,” kata legenda hidup AS Roma saat bercierta dengan Luca Toni saat Live Instagram, Senin (30/3/2020).

Soal dilanjutkan atau tidaknya Serie A musim ini, beberapa pihak memang memiliki penadangan berbeda. Mayoritas mantan pemain seperti Francesco Totti, Marco Matterazzi, hingga Fabio Cannavaro menolak liga bergulir lagi.

Sedangkan para pemangku kepentingan seperti FIGC maupun Lega Pro masih percaya kompetisi bisa dilanjutkan. Namun, andai keadaan tidak memungkinkan mereka sudah menyiapkan berbagai formula untuk menentukan juara dan degradasi.

Sejauh ini ada tiga formula yang telah disiapkan. Seperti melaksanakan play-off, menentukan juara sesuai dengan klasemen saat ini, hingga menghapus juara dan degradasi musim ini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Jika Ada Pemilik Baru, Totti dengan Senang Hati Kembali ke Roma

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Kecintaan Francesco Totti pada AS Roma tidak perlu diragukan lagi. Kendati saat ini dia tidak punya jabatan apa pun di klub satu-satunya yang ia bela, sang legenda tetaplah pendukung setia Il Lupi.

Francesco Totti pensiun pada 2017 lalu. Ia kemudian ditunjuk sebagai Direktur klub oleh James Pallotta. Namun, masalah yang dibuat sang presiden di klub kesayangannya itu membuat Pangeran Roma mengundurkan diri.

Kini pria yang semasa bermain selalu mengenakan nomor 10 sangat merindukan I Giallorossi. Tapi ia menegaskan hanya akan kembali mengabdi jika Pallotta sudah lengser dari jabatannya.

totti akui hubungannya dengan pallotta tidak dekat
forzaroma.info

“Jika panggilan telepon datang, saya pasti akan menjawabnya. Saya akan mengevaluasi tiap tawaran. Saya tidak pernah berkata tidak. Pada titik tertentu hipotesis perubahan menjadi konkret. Maka rasa hormat untuk para fan dan seragam ini akan menang. Saya tidak bisa mengkhianati klub yang telah memberi saya segalanya,” ujar Totti kepada Il  Messaggero, Rabu (11/3/2020).

“Saya siap kembali jika situasi di klub sudah berubah. Kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti. Klub butuh penyegaran dalam berbagai aspek,” ia menambahkan.

James Pallotta kemungkinan besar akan menjual AS Roma dalam waktu dekat. Dia bahkan sudah bertemu dengan calon investor baru klub yang merupakan rekanan bisnisnya di Amerika Serikat, Dan Friedkin. Penjualan ini pula yang diyakini membuat Francesco Totti tertarik untuk kembali ke Stadion Olimpico.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Francesco Totti Lanjutkan Kariernya di Sepak Bola

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Pangeran Roma, Francesco Totti mengaku bahwa dirinya tak bisa jauh dari dunia si kulit bundar. Totti saat ini mengaku bahwa ia tengah membangun agen pemain sebagai langkah selanjutnya di dunia sepak bola.

“Dengan sangat bangga, saya mengumunkan bahwa saya telah mendirikan dua agen konsultasi dan bantuan untuk klub mencari pemain. Dua agen ini berbasis di Roma dan bernama CT10,” tulis Totti di akun media sosialnya, Selasa (11/2/2020).

francesco totti as roma vs real madrid
getty images

Totti mengatakan meski ia sudah tak lagi jadi pemain, sepak bola tak bisa membuatnya berhenti untuk terus berkarier. Sebelumnya, Totti juga sempat menjadi staf direktur di AS Roma.

Totti sempat bekerja sama dengan Monchi. Namun kemudian, Totti memutuskan untuk pergi disebabkan ada ketidak cocokan dengan hierarki dan keputusan klub Serigala Ibu Kota tersebut.

Beberapa waktu lalu, Totti sempat mengungkapkan bahwa saat masih aktif sebagai pemain, ia sempat mendapat tawaran dari Real Madrid. Namun tawaran tersebut ia tolaknya.

“Pensiun saya memang sedikit tidak terduga, tapi itu benar. Sekarang saya bisa menerima itu, tapi saya butuh dua tahun untuk itu, sebab itu bukanlah keputusan saya,” kata Totti.

“Dalam situasi apapun, saya tidak pernah menyesali keputusan saya. Tidak saat saya masih 25 tahun dan Real Madrid memanggil ke Galacticos, meski saya pernah punya momen ketidakpastian,” katanya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]