Van Gaal, Manajer Terbaik Dunia yang Suka Konfrontrasi

Pelatih Ajax Amsterdam, Frank De Boer mengagumi filosofi permainan manajer Manchester United, Louis van Gaal. Kendati demikian, De Boer mengaku kurang menyukai cara Van Gaal berkonfrontasi dengan media.

Van Gaal ditunjuk menjadi manajer Man United musim lalu usai periode buruk di tangan David Moyes. Pada musim keduanya, manajer berusia 64 tahun itu membawa Wayne Rooney dan rekan-rekan bercokol di papan atas klasemen Premier League saat ini.

Beberapa kali, Van Gaal memang cukup agresif dalam merespons kritik yang ditujukan kepada anak asuhnya dalam konfrensi pers. Apalagi, media di Inggris dikenal cukup vokal dalam melayangkan komentar.

“Saya pikir dia (Van Gaal) mengelola tim dengan sangat baik, selalu melindungi para pemainya dan ingin mereka tampil seratus persen,” ujar De Boer, seperti dilansir Omnisport.

“Jika mereka melakukan itu, saya pikir dia adalah salah satu pelatih terbaik dunia. Saya pikir beberapa tahun terakhir dia banyak belajar apabila melatih di negara lain. Dia akan mencapai apa yang diinginkan jika diberi waktu dan semua orang memercayai filosofinya,” tukasnya.

“Saya tidak begitu menyukai cara dia yang selalu berkonfrontasi dengan media. Saya pikir kadang anda harus meredakan dan tidak membuat isu tentang itu. Tetapi dia tidak suka jika seseorang tidak adil terhadapnya dan dia coba mencoba menyerang balik dengan kata-katanya jika ada ketidakjujuran,” papar De Boer.

“Saya hanya fokus tentang para pemain utama dan semua yang ada di sekitarnya. Saya membaca banyak hal, tetapi satu-satunya hal yang bisa saya lakukan adalah melatih para pemain dan tidak terpengaruh dengan apa yang orang lain katakan,” katanya.

“Jadi kadang saya pikir itu harus diredam. Dia selalu terlibat dalam itu, tetapi tidak memberikan hiburan bagi media dan itu menyenangkan baginya,” pungkas mantan penggawa tim nasional Belanda tersebut.

De Boer: Van Gaal Tak Tahan Dikritik

Manajer Manchester United, Louis van Gaal, punya reputasi yang kurang positif terhadap awak media. Beberapa kali, Van Gaal bahkan sempat menyemprot wartawan yang menyampaikan kritik terhadap timnya.

Hal tersebut pun diakui oleh mantan anak asuh Van Gaal saat masih melatih Ajax, Frank de Boer. Dia menyebut, Van Gaal adalah sosok yang sentimental dalam urusan menanggapi kritikan.

“Saya pikir terkadang anda harus membiarkan hal-hal seperti itu dan tak membuatnya menjadi masalah besar,” ujar De Boer kepada Omnisport.

“Sayangnya dia sangat tidak suka apabila seseorang menilainya dengan tidak adil dan dia akan menyerangnya secara verbal,” lanjutnya.

Meski menaruh hormat terhadap kemampuan melatih Van Gaal, De Boer sendiri kurang sreg dengan sikap eks bosnya yang kurang ramah terhadap wartawan. De Boer berprinsip bahwa yang utama adalah menjaga kekompakan timnya sehingga tak terpengaruh opini-opini yang buruk.

“Bagi saya, yang utama adalah tim utama saya dan apa pun yang berhubungan dengan itu. Ya, tentu saja saya mendengar opini orang, tetapi yang bisa saya lakukan adalah melatih tim saya karena saya tak bisa mengatur apa yang orang di luar ingin katakan,” tutup dia.

De Boer merupakan salah satu anak kesayangan Van Gaal. Enam musim bersama di Ajax, keduanya sukses merengkuh berbagai gelar baik di kancah domestik maupun Eropa. Tak berhenti di situ, De Boer pun kembali bersama di Barcelona pada 1998. Di Barcelona, mereka sukses menjuarai Liga BBVA di musim tersebut.