Trending Sepekan: Immobile Jauhi Ronaldo hingga Lotito Kecam Ventura

dinasti

Football5Star.com, Indonesia – Liga Italia jadi sorotan utama pada sepekan terakhir. Maklum, inilah satu-satunya liga besar Eropa yang belum menuntaskan musim 2019-20. Tak heran bila trending sepekan kali ini diwarnai topik-topik dari Italia. Sebut saja persaingan Ciro Immobile dengan Cristiano Ronaldo dan kecaman Claudio Lotito untuk Giampiero Ventura.

Bagi kamu yang kasip memantau berita-berita sepekan terakhir, berikut ini Football5Star.com menyajikan 5 artikel yang menjadi trending dalam sepekan terakhir. Ini selengkapnya.


Lesatan Ciro Immobile menjauhi Cristiano Ronaldo memuncaki trending sepakan kali ini.
1. Top Skorer Liga Italia Pekan ke-36: Immobile Kian Jauhi Cristiano Ronaldo

Persaingan Ciro Immobile dengan Cristiano Ronaldo untuk merebut Capocannoniere memang menarik. Tak heran bila kesuksesan Immobile menjauhi Ronaldo berkat hat-trick saat lawan Hellas Verona pada pekan ke-36 jadi artikel yang memuncaki trending sepekan untuk kesempatan kali ini.


Pamer JDT yang kumpulkan 12 bintang kelas dunia jadi trending
2. JDT Pamer Jadi Klub Pertama yang Kumpulkan 12 Pemain Kelas Dunia

Johor Darul Takzim (JDT) membuat langkah besar. Klub teras Malaysia itu mengumpulkan 12 bintang kelas dunia yang beberapa di antaranya berstatus juara dunia. Untuk apa mereka berada di klub itu hingga jadi trending sepekan kali ini? Simak saja uraiannya di tautan yang ada di judul.


Nasib Arat Hosseini dari Iran mewarnai trending sepekan
3. Bocah Iran yang Dianggap The Next Messi Bisa Berakhir di Jalanan

Arat Hosseini, bocah ajaib asal Iran yang disebut-sebut sebagai The Next Lionel Messi terus berusaha menggapai impian jadi pesepak bola profesional. Namun, dia mungkin saja berakhir di jalanan seperti anak-anak lain sebelumnya karena aturan ketat dan persaingan yang keras di sepak bola profesional.


Laga Parma vs Atalanta menyedot perhatian pekan ini
4. Prediksi Parma vs Atalanta

Pertemuan Parma vs Atalanta mampu masuk trending. Laga ini memang menarik karena kedua klub tergolong kuda hitam dan dihuni para pemain muda nan apik. Meskipun tak melejit seperti La Dea, I Gialloblu memesona berkat Dejan Kulusevski, pemain asal Swedia yang musim depan dipastikan memperkuat sang juara Serie A, Juventus.


Kecaman Lotito untuk Ventura menarik perhatian penggila sepak bola
5. Gagal Promosi ke Serie A, Eks Pelatih Italia Disebut Orang Gila

Kisah pahit dialami eks pelatih timnas Itaia, Giampiero Ventura. Gara-gara gagal membawa Salernitana promosi ke Serie A, dia dikecam habis-habisan oleh sang presiden klub, Claudio Lotito. Dia sebut gila oleh Lotito hingga jadi salah satu artikel yang masuk trending sepekan kali ini. Ada apa sebenarnya?

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ventura Menyesal Latih Timnas Italia

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Giampiero Ventura mengaku menyesal melatih tim nasional Italia. Bagi dia, kegagalan bersama Gli Azzurri adalah cacat terbesar dalam kariernya.

Ventura ditunjuk sebagai pengganti Antonio Conte di skuad Gli Azzurri pada Juni 2016, dengan bekal pernah membesut beberapa klub Serie A seperti Torino, Sampdoria, Udinese hingga Napoli.

Namun, di bawah komando Ventura, Italia mengalami tren buruk dan salah satunya gagal meraih tiket menuju Piala Dunia 2018. Itu adalah pertama kalinya Italia gagal lolos dalam 60 tahun.

Terakhir kali mereka mengalami tragedi serupa adalah pada gelaran 1958 di Swedia. Kala itu, Azurri hanya mampu finis di peringkat kedua grup 8 UEFA dan kalah dari Irlandia Utara.

Giampiero Ventura, Timnas Italia (zimbio.com)2
zimbio.com

“Mungkin saya salah mengambil pekerjaan itu. Dua kekalahan sudah cukup untuk membuat orang melupakan 33 tahun sebelumnya dari karier saya,” kata dia di Soccerway.

“Sekarang saya ingin mulai lagi dan saya akan melakukannya,” ia menambahkan.

Pernyataan itu diungkapkan oleh Ventura dalam sesi perkenalannya sebagai juru formasi anyar klub Serie B, Salernitana, Kamis (11/07/2019). Di sana, sang pelatih veteran ingin mengembalikan reputasinya yang sudah berjalan selama tiga dekade.

Ventura sendiri menerima pinangan Salernitana setelah gagal menghindarkan Chievo dari jurang degradasi Serie A musim 2018/19.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ventura: Gattuso Butuh Waktu Bersama AC Milan

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Mantan Pelatih Timnas Italia, Giampiero Ventura, angkat bicara soal keterpurukan AC Milan pada awal musim ini. Di mata dia, Pelatih Rossoneri, Gennaro Gattuso masih butuh waktu.

AC Milan sudah melakoni lima giornata. Namun, Suso dan kawan-kawan baru berhasil memenangkan satu pertandingan saja.

Gennaro Gattuso SuperSport
SuperSport

Tiga laga terakhir berakhir seri. Satu lagi lainnya berakhir dengan kekalahan di markas SSC Napoli. Tiga hasil seri dipetik AC Milan dari Cagliari, Atalanta, dan terbaru tengah pekan ini di markas Empoli.

Hasil buruk ini membuat Gattuso dalam tekanan. Meski demikian, menurut Ventura, Gattuso perlu diberi waktu lebih untuk bisa mengeluarkan potensi terbaik dari timnya.

“Jika Anda memilih seorang pelatih, Anda harus memberinya waktu untuk mengeluarkan ide-idenya,” kata Ventura kepada RMC Sport.

“Saya tidak tahu apakah ada masalah lain, tetapi klub harus mempertimbangkan pilihannya. Dari waktu ke waktu ada masalah yang harus dihadapi, tetapi setelah lima pertandingan, rasanya berlebihan untuk mempertanyakan kemampuan Gattuso, dan itu berlaku untuk semua yang lain juga,” Ventura menambahkan.

AC Milan sementara tertinggal dari posisi empat besar klasemen. Rossoneri baru mengantongi enam poin, tertinggal enam angka dari Lazio di posisi empat.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Ancelotti dan Ronaldo Angkat Pamor Serie A

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Mantan Pelatih Timnas Italia, Giampiero Ventura, menilai pamor Serie A terangkat musim ini setelah kedatangan Carlo Ancelotti dan Cristiano Ronaldo.

Musim ini, Ancelotti menggantikan posisi Maurizio Sarri di Napoli. Sementara Ronaldo merapat ke Juventus.

carloancelotti-napoli-olimpico-seriea-football5star-zimbio
zimbio.com

“Napoli? Lapangan akan memberi tahu kita berapa lama yang akan dibutuhkan Ancelotti. Dia datang setelah tiga tahun sepak bola penting yang dilakukan oleh Sarri dengan organisasi yang ganas. Sekarang Ancelotti harus diberi waktu untuk membangun itu dan kemudian menempatkan ide-idenya,” kata Ventura kepada Marte Sport Live.

“Kedua comebacks (menang atas Lazio dan Milan) adalah hasil yang sangat baik, tetapi pertandingan dimenangkan dengan begitu banyak kesulitan. Ancelotti mungkin tidak mencapai 91 poin musim ini, tetapi dia masih bisa memenangkan kompetisi.”

“Ancelotti dan Cristiano Ronaldo memberi keunggulan pada Serie A dan itu adalah faktor yang sangat penting bagi seluruh kompetisi,” Ventura menambahkan.

Menurut Ventura, Juventus masih jadi tim terkuat di Serie A musim ini. Sementara Napoli masih adaptasi dengan gaya Ancelotti.

“Anti-Juve? Masih terlalu dini untuk mengatakan siapa yang akan jadi pesang Juve. Napoli kebobolan tiga gol melawan Sampdoria, sementara AS Roma dan Inter Milan sudah kalah. Juventus baru saja memenangkan tujuh gelar liga dan membeli Cristiano Ronaldo, jadi mereka adalah favorit. Napoli harus kembali untuk menantang Juventus, tetapi itu butuh waktu,” Ventura mengakhiri.

Ventura: Napoli Masih Saingan Terkuat Juventus

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Mantan Pelatih Timnas Italia, Giampiero Ventura, menilai Napoli masih saingan terkuat Juventus dalam perburuan Scudetto musim ini.

Juventus sukses memenangkan tujuh Scudetto secara beruntun. Musim lalu, Bianconeri finis dengan 91 poin, unggul empat angka atas Napoli di posisi kedua.

Pelatih Italia, Giampiero Ventura
Getty Images

Menurut Ventura, banyak klub yang iri dengan kesuksesan Juventus. Namun, kata dia, hanya Napoli yang bisa mengimbangi Paulo Dybala dan kawan-kawan.

“Ada banyak pembicaraan tentang anti-Juventus, tetapi Napoli yang mendapat 91 poin. Pelatih Napoli, Carlo Ancelotti, bukan hanya pelatih hebat, tetapi juga orang yang cerdas, dia tidak membuang karya pendahulunya (Maurizio Sarri), kemudian minggu demi minggu dia akan memasukkan taktiknya sendiri,” kata Ventura di Radio Kiss Kiss Napoli.

Ventura juga menyinggung soal Inter Milan yang mendatangkan beberapa pemain di bursa transfer ini.

“Inter telah mendatangkan pemain-pemain hebat, tetapi seperti yang terjadi dengan AC Milan tahun lalu, itu tidak menjamin hasil Anda. Tidak ada yang membayangkan mereka mengambil satu poin dari dua pertandingan,” Ventura menambahkan.

Ventura sendiri saat ini sedang mengganggur. Ia belum mendapat pekerjaan setelah dipecat Timnas Italia, akibat gagal meloloskan Gli Azzurri ke Piala Dunia 2018.

Alasan Timnas Italia Tunjuk Ventura Sebagai Pelatih

Football5star.com, Indonesia – Presiden KONI Italia, Giovanni Malago, mengungkapkan bahwa FIGC menunjuk Giampiero Ventura sebagai Pelatih Gli Azzurri setelah mendengar masukan dari Marcello Lippi.

“Ketika Antonio Conte memutuskan untuk meninggalkan Italia (usao Piala Eropa 2016), kami memiliki masalah siapa yang harus ditugaskan jadi pelatih baru. Presiden FIGC Carlo Tavecchio telah memikirkan Roberto Donadoni, tapi dia terikat kontrak dengan Bologna,” kata Malago seperti dilansir Football Italia.

Giampiero Ventura, Timnas Italia (zimbio.com)1
Getty Images

“Ada kemungkinan Lippi, yang siap kembali dari Tiongkok. Tavecchio dan saya bertemu dengan Lippi di rumah saya. Lippi mengatakan kepada kami bahwa dia siap untuk kembali, tapi hanya untuk bertindak sebagai koordinator untuk semua tingkat sepak bola Italia.”

“Kami mencapai kesepakatan, kami berjabat tangan. Lippi adalah seorang gentleman dan tuntutan finansialnya lebih rendah dari yang kami siap investasikan. Nama di meja itu adalah Ventura, Gianni De Biasi, Vincenzo Montella, dan Luciano Spalletti. Lippi meminta untuk berbicara dengan beberapa dari mereka dan kemudian mengatakan bahwa Ventura adalah pilihan tepat.”

Ventura gagal total di timnas Italia. Tanpa kehadiran Lippi, ia seperti kehilangan arah. Pada akhirnya, timnas Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2018.

“Ketika kesepakatan dengan Lippi gagal, karena ada peraturan yang mencegahnya mendapatkan kontrak, karena anak laki-lakinya adalah seorang agen, Ventura telah bergabung, tapi tidak lagi memiliki referensi untuk bertukar pikiran dengan Lippi,” Malago mengakhiri.

Timnas Italia kini sedang mencari pelatih baru lagi. Kandidat terkuat adalah Carlo Ancelotti yang pernah sukses bersama AC Milan, Chelsea, PSG, dan Real Madrid.

Berlusconi Nilai Ancelotti Sosok Tepat Untuk Timnas Italia

Football5star.com, Indonesia – Silvio Berlusconi, eks presiden AC Milan, menyatakan bahwa Carlo Ancelotti merupakan sosok tepat untuk menjadi suksesor bagi Giampiero Ventura sebagai pelatih Timnas Italia.  Mantan pelatih Torino tersebut diberhentikan oleh FIGC (PSSI-nya Italia), karena gagal membawa Gli Azzurri lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia.

Silvio Berlusconi (zimbio.com)
zimbio.com

Alasan Berlusconi memilih Don Carlo karena dinilai sudah berpengalaman di level Internasional. Pengalaman tersebut didapatkan setelah menakhodai beberapa klub besar di benua Eropa. Di sisi lain, Ancelotti juga kini tengah kosong jabatan setelah diputus kontraknya oleh Bayern Munich beberapa waktu lalu.

“Jika Ancelotti menjadi pelatih baru, mengingat cara saya mengenalnya, dia akan menjadi orang yang tepat,” kata Berlusconi kepada Porta a Porta, Kamis (17/11/2017).

“Ini adalah saat tepat ketika sepakbola Italia tidak dalam keadaan baik. Saya pikir itu bukan hanya peristiwa yang menyakitkan, tapi juga pukulan serius bagi negara kita,” sambungnya.

“Faktanya Italia tidak tampil dalam turnamen di Rusia ini sangat mengecewakan. Sekarang kita harus kembali ke jalur semula. Tidak mengabaikan detail apapun. Lalu menemukan pelatih dengan pengalaman internasional,” tutup pria yang pernah menjabat sebagai Menteri Pembangunan Ekonomi Italia tersebut.

Jika berdasarkan dari pernyataan presiden FIGC, Carlo Tavecchio, beberapa nama terkenal jadi calon pelatih Timnas Italia. Keputusan tersebut baru akan diambil setelah selasa nanti (21/11/2017), setelah rapat diantara pengurus federasi.

Nama Familiar Dipastikan Akan Jadi Suksesor Ventura

Football5star.com, Indonesia – Carlo Tavecchio, presiden PSSI-nya Italia, FIGC, mengatakan ada nama-nama terkenal yang akan dipilih untuk menggantikan eks pelatih Timnas Italia, Giampiero Ventura, yang dipecat dini hari tadi waktu setempat (16/11/2017).

Carlo Tavecchio (zimbio.com)
zimbio.com

Pemecetan Ventura terkait desakan dari banyak pihak setelah gagal membawa Gli Azzurri lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia. Tavecchio mengungkapkan pada Senin nanti (20/11/2017), para opetinggi FIGC akan kembali berkumpul untuk mendiskusikan hal tersebut.

Itu berarti, pekan depan kemungkinan wajah baru akan menjadi nakhoda bagi Timnas Italia kedepannya. Apalagi, Maret mendatang, mereka dijadwalkan akan menghadapi Timnas Inggris pada laga persahabatan di Stadion Wembley, London.

“Saya berbicara dengan Ventura dan saya mengatakan kepadanya bahwa kami tidak membutuhkan jasanya dan dia tidak lagi menjadi pelatih tim nasional. Kami sudah memikirkan nama yang familiar dan kami akan membawanya ke proses akhir,” ungkap Tavecchio dikutip dari Football Italia, Kamis (16/11/2017).

“Pada hari Senin akan ada pertemuan Dewan Federal. Saya akan mempresentasikan sebuah program yang akan dilakukan bersamaan dengan liga lainnya. Saya juga akan mempresentasikan proposal ini (pemilihan pelatih baru) dan Dewan akan memutuskan,” sambungnya.

Beberapa nama dikabarkan akan menjadi suksesor bagi Ventura. Salah satunya adalah Carlo Ancelotti. Sejak diputus kontraknya oleh Bayern Munich beberapa waktu lalu, pelatih berusia 58 tahun tersebut tengah kosong jabatan.

 

Resmi! Ventura Dipecat Sebagai Pelatih Timnas Italia

Football5star.com, Indonesia – Giampiero Ventura resmi dipecat dari jabatannya sebagai pelatih Timnas Italia. Keputusan tersebut diambil pertemuan para pemangku otoritas sepak bola Italia di Kota Roma, Kamis (16/11/2017), membahas nasib sang pelatih setelah gagal membawa Gli Azzurri lolos ke Piala Dunia 2018.

Keputusan tersebut diketahui melalui press release yang mereka keluarkan melalui situs resmi FIGC (PSSI-nya Italia), Kamis (16/11/2017). Isi pernyataan tersebut mengatakan bahwa Ventura tidak lama lagi akan berhenti menjadi pelatih Timnas Italia.

“Pada pertemuan yang diadakan oleh Presiden FIGC, Carlo Tavecchio, dan dihadiri oleh pemangku kepentingan federal Gabriele Gravina, Marcello Nicchi, Cosimo Sibilia, Damiano Tommasi dan Renzo Ulivieri. Pertemuan ini diadakan menyusul kegagalan tim nasional untuk lolos ke Piala Dunia 2018, ” tulis paragraf pembuka press release tersebut.

Timnas Italia, Timnas Swedia, piala dunia 2018
theguardian.com

“Sebagai titik untuk membuka hari. Tavecchio mengumumkan bahwa mulai hari ini, Giampiero Ventura bukan lagi Pelatih Tim Nasional Italia.”

Sedangkan menurut Football Italia, Ventura akan mendapatkan biaya kompensasi sisa kontrak sebesar 866 juta euro. Hal itu mengingat sebenarnya sisa kontraknya bersama Gli Azzurri baru akan habis pada 2020 mendatang.

Sebelumnya, desakan pada mantan allenatore Napoli tersebut untuk segera mundur santer disuarakan. Terlebih saat Italia secara dramatis gagal lolos ke Piala Dunia untuk yang pertama kalinya sejak 1958 lalu.

Ventura Disalahkan Karena Tak Memanggil Giovinco

Football5star.com, Indonesia – Giampiero Ventura, pelatih Timnas Italia, disalahkan karena tak menyertakan nama penyerang gaek, Sebastian Giovinco, dalam skuat Gli Azzurri kala menghadapi Timnas Swedia pada babak play-off. Hal itu dinyatakan oleh agen sang pemain, Andrea D’Amico.

Giampiero Ventura, Timnas Italia (zimbio.com)3
zimbio.com

Menurutnya, Ventura cuek bebek terhadap penampilan baik yang ditunjukkan oleh Giovinco musim ini. Meski hanya bermain di Major League Soccer bersama Toronto FC, Formica Atomica punya catatan gol yang tergolong bagus. Dari 30 pertandingan yang telah ia lakoni di seluruh ajang kompetisi, total ia telah menyumbangkan 20 gol dan 6 assist musim ini.

“Saya tidak pernah mendengar kabar dari Ventura. Setelah penampilan bagus dari Domenico Criscito bersama Zenit, dia dipanggil ke Turin (untuk kualifikasi Piala Dunia melawan Spanyol), dan kemudian tak dimainkan. Sebastian Giovinco bahkan tidak pernah mendapat telepon, dia benar-benar diabaikan,” kesal D’Amico dikutip dari Football Italia, Selasa (14/11/2017).

“Mungkin saja dia (Giovinco) tidak dipanggil, tapi faktanya tetap tidak ada yang melihat menonton Giovinco bermain untuk Toronto FC. Saya menemukan hal yang luar biasa. Ventura hanya memanggil para pemain yang sudah dia kenal dengan baik,” imbuhnya.

Sebelumnya, Giovinco merupakan nama langganan bagi Timnas Italia. Sejak menjalani debut pada 2011, total ia telah 22 kali tampil membela Gli Azzurri. Namun sayang, hanya satu gol dan tiga assist yang ia sanggup berikan.

 

 

Sikap Labil Ventura Tentang Masa Depannya Di Timnas Italia

Football5star.com, Indonesia – Giampiero Ventura menunjukkan sikap labilnya dalam memilih keputusan apakah tetap bertahan sebagai pelatih Timnas Italia atau mundur dari jabatan. Nasibnya bersama Gli Azzurri memang sedang suram. Pasalnya mantan pelatih Torino itu gagal membawa timnya lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia.

Kontrak Ventura sendiri sebenarnya baru akan selesai 2020 mendatang. Menurut berita dari Football Italia, dirinya menolak untuk mundur karena masih harus mendiskusikan masalah tersebut.

Ia juga dengan sesumbar menyatakan bahwa hanya hanya mendapatkan kekalahan sebanyak dua kali selama dua tahun sebelumnya melatih Italia. Sebelumnya, menurut Premium Sport, Ventura hanya akan mundur jika federasi sepak bola Italia membayar biaya sisa kontraknya sebesar 700 juta euro.

“Saya tidak bisa bicara sekarang. Ke depan Anda akan memiliki semua waktu dan kesiapan untuk mendiskusikan masalah ini,” ujar Ventura, Selasa (14/11/2017).

“Saya masih memiliki beberapa hasil terbaik dalam 40 tahun terakhir. Saya hanya kalah dalam dua pertandingan dalam dua tahun,” imbuhnya.

Pernyataan tersebut sangat kontras dengan jawabannya ketika ia ditanya oleh jurnalis televis Le Lene saat Ventura hendak untuk pergi setelah pertandingan play-off usai. Kala itu, sang pelatih tersebut menyatakan “iya” akan mundur setelah dicecar pertanyaan.

Namun, Ventura melalui pesan singkatnya kepada media ANSA, menyatakan tak pernah mengatakan hal tersebut. Meski secara jelas tertangkap oleh kamera ia mengatakannya.

 

 

Legenda Italia Sebut Ventura Tak Tahu Caranya Melatih

Football5star.com, Indonesia – Dino Zoff, legenda sepak bola Italia, mengkritik pelatih Gli Azzurri saat ini, Giampiero Ventura. Menurutnya, juru taktik berusia 69 tahun tersebut harus tahu caranya melatih bukan hanya sebagai pemilih para pemain untuk timnas.

Kritikan tersebut dilontarkan setelah Timnas Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia. Pada pertandingan leg kedua babak play-off, Gianluigi Buffon ditahan imbang Timnas Swedia dengan skor 0-0.

Dino Zoff (fourfourtwo.com)
zimbio.com

Alhasil tim asal Skandinavia itu berhak mendapatkan satu tiket karena di pertandingan pertama menang 1-0. Selain itu, Zoff juga mengkritik Ventura yang tak lihai memilih taktik saat tak mampu memberikan penampilan gemilang saat menghadapi Swedia.

“Tanggung jawab akan selalu menyertai pelatih, meski saya tahu Ventura dalam kondisi sulit. Kini ada sedikit pilihan dengan jumlah pemain asing di Serie A. Namun anda juga perlu tahu bagaimana caranya menjadi pelatih dan bukan hanya memilih pemain,” kritik Zoff dikutip dari Football Italia, Selasa (14/11/2017).

“Anda harus mencari tahu apa yang harus dilakukan dengan para pemain tersebut. Di mana mereka bertepatan satu sama lain dalam hal taktik dan pendekatan. Anda harus mengambil yang terbaik dan mencoba mengembangkan 23 pemain tersebut dengan benar,” imbuhnya.

Kondisi tersebut membuat posisi Ventura berada di ujung tanduk. Namun, ia sebelumnya menyatakan untuk menolak meninggalkan jabatannya.

Legenda Inter Milan Pilih Mourinho Jadi Pelatih Italia

Football5star.com, Indonesia – Giuseppe Bergomi, legenda hidup Inter Milan, menilai manajer Manchester United, Jose Mourinho, adalah orang yang tepat untuk menggantikan pelatih Timnas Italia saat ini, Giampiero Ventura.

Desas-desus pemecatan mantan pelatih Napoli tersebut kian santer berdengung setelah gagalnya Gli Azzurri lolos ke Piala Dunia 2018. Namun, menurut pemberitaan dari Football Italia, Ventura hanya akan mundur jika biaya kompensasi sisa kontraknya sebesar 700 juta euro dibayar oleh federasi.

Giuseppe-Bergomi
sempreinter.com

Bergomi menyarankan Mourinho untuk menggantikan Ventura menurutnya hanya provokasi belaka. Baginya, pelatih Zenit St. Petersburg, Roberto Mancini juga cocok untuk menakhodai Timnas Italia.

Bergomi juga mengatakan bahwa Italia butuh reformasi sepak bola secara menyeluruh. Ia beranggapan jika sektor usia dini di negaranya harus untuk dibenahi.

“Kita butuh reformasi dari bawah ke atas, dari sektor pemuda,” kata Bergomi dikutip dari Football Italia, Selasa (14/11/2017).

“Saya heran, apakah kita masih memiliki kekuatan sepakbola dunia? Dalam hal pelatih saya pikir Mourinho adalah orang yang tepat. Kita perlu mendapatkan komisaris teknis yang hebat bahkan untuk sementara waktu,” ungkapnya.

“Saya provokatif dengan mengatakan Mourinho, tapi saya ingin orang seperti Mancini. Singkatnya, Pelatih penting yang juga melatih sebuah klub,” pungkas pria yang semasa aktif bermain hanya membela satu klub, Inter Milan, itu.

Setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2018, Italia dijadwalkan akan bertemu Timnas Inggris, Maret mendatang di Stadion Wembley, London.

Ventura Pernah Dipecat Napoli Saat Masih di Serie C

Fotball5star.com, Indonesia – Giampiero Ventura, pelatih Timnas Italia, rupanya pernah dipecat oleh Napoli saat masih berkutat di Serie C pada 2005 lalu. Hal tersebut dinyatakan oleh presiden Partenopei, Aurelio De Laurentiis.

Saat itu, hanya berselang tiga bulan dari penunjukkannya, Ventura dipecat seusai laga menghadapi Fermana di Stadion San Paolo yang berakhir imbang dengan skor 1-1. Pemecatan tersebut akibat dari gagalnya allenatore berusia 69 tahun itu mendongkrak performa Napoli.

Pernyataan tersebut juga sebenarnya bermakna sindiran bagi presiden FIGC, Carlo Tavecchio, selaku otoritas tertinggi sepak bola Italia karena masih mempertahankan Ventura sebagai pelatih Gli Azzurri.

Aurelio De Laurentiis VS Manchester City (zimbio.com)
zimbio.com

Menurutnya, Tavecchio adalah orang yang paling patut disalahkan akibat gagalnya Timnas Italia menuju Piala Dunia 2018 di Rusia.

“Presiden FIGC, Carlo Tavecchio, adalah satu-satunya yang bertanggung jawab atas semua ini. Karena dia mempertahankan pelatih yang sangat bagus. Tapi saya pernah memecatnya (Ventura)  di Serie C setelah tiga bulan,” kata De Laurentiis kepada Sky Sport Italia, Selasa (14/11/2017).

Saat itu, dari 19 pertandingan yang dilalui oleh Ventura, ia hanya berhasil membawa Napoli menang sebanyak tujuh kali. Sisanya, klub kebanggan Kota Naples tersebut masing-masing meraih enam kekalahan dan hasil imbang.

Sedangkan bersama Timnas italia, Ventura membawa Gli Azzurri menang dalam 10 pertandingan, imbang 4 kali, dan sisanya kalah 3 kali. Setelah gagal lolos, dirinya menolak mundur karena masih mempunyai kontrak dua tahun tersisa.

Jadi Kambing Hitam Kegagalan Italia, Sacchi Bela Ventura

Football5star.com, Indonesia – Arrigo Sacchi, eks allenatore AC Milan, membela pelatih Timnas Italia, Giampiero Ventura, atas kegagalan Gli Azzurri lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia. Menurutnya, tak pantas jika mantan pelatih Torino tersebut yang jadi kambing hitam.

Sacchi menilai, kondisi tersebut lahir dari berbagai faktor yang terjadi pada sepak bola Italia beberapa waktu terakhir. Ia juga mengatakan bahwa sebuah tim yang baik lahir dari banyak hal, salah satunya adalah kompetisi.

Arrigo Sacchi (zimbio.com)
zimbio.com

Jika melihat prestasi tim asal Italia yang berkancah di kompetisi Eropa belakangan ini, hanya Juventus yang sanggup mengharumkan nama negeri berpenghuni sekitar 60 juta jiwa tersebut.

Dalam tiga tahun terakhir, La Vecchia Signora berhasil lolos ke final Liga Champions kendati gagal menjadi juara. Hal itu tak dibarengi oleh beberapa tim lainnya.

“Tim yang tepat lahir dari banyak hal, bukan satu pemain yang membuat perbedaan. Masalah kami adalah budaya, sepak bola adalah olahraga tim, bukan pertandingan pribadi,” ujar Sacchi dikutip dari Football Italia, Selasa (14/11/2017).

Selain pria berusia 71 tahun tersebut, presiden Komite Olympiade Nasional Italia (KONI), Giovanni Malago juga menolak untuk menyalahkan Ventura atas kegagalan tersebut.

Ia juga mengakui belum mau berbicara mengenai kelanjutan nasib dari Ventura sebagai pelatih. Baginya, hal tersebut perlu ditinjau lebih jauh mengingat sang pelatih masih memiliki kontrak bersama Gli Azzurri.

 

Dicegat Jurnalis, Ventura Nyatakan Akan Mundur

Football5star.com, Indonesia – Giampiero Ventura mengatakan “iya” ketika ditanya oleh jurnalis asal televisi swasta Italia bernama Le Lene, perihal mundurnya dirinya sebagai pelatih Gli Azzurri, Selasa (14/11/2017). Hal itu buntut dari gagalnya Gianluigi Buffon dkk tampil di Piala Dunia 2018 setelah kalah dari Timnas Swedia di babak play-off.

Bertanding di kandang sendiri, Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Italia bermain imbang dengan skor kacamata. Alhasil, agregat menjadi 1-0 bagi Swedia yang pada pertemuan pertama di Stadion Friends Arena, menang oleh gol tunggal, Jakob Johansson.

Pernyataan “iya” yang diungkapkan oleh Ventura tersebut tampak dalam video berdurasi sembilan detik yang diunggah melalui akun twitter resmi milik Le Lene. Keluar dari sebuah lorong yang diduga pintu hotel, sang reporter mencegat mantan allenatore Torino tersebut.

“Maukah Anda mengundurkan diri atau tidak? Apakah Anda berjanji?” tanya wartawan. Ventura kemudian menanggapi “iya” dengan raut wajah yang letih.

Menurut Football Italia, Ventura baru akan meninggalkan jabatannya setelah mendapatkan biaya kompensasi sisa kontraknya sebesar 2,6 juta euro. Namun, pelatih berusia 69 tahun tersebut bersedia jika hanya dibayar sebesar 700ribu euro saja.

Desakan agar Ventura mundur kencang disuarakan setelah Italia kalah di babak play-off. Surat kabar La Corriera Dello Sport, dengan keras dalam sampul beritanya hari ini, (14/11/2017), menuliskan kalimat “Semuanya Harus Dipecat!”

Ventura Diminta Untuk Segera Belajar Dari Kesalahan

Football5star.com Indonesia – Presiden Italian National Olympic Committee (CONI), Giovanni Malago, meminta kepada pelatih Timnas Italia, Giampiero Ventura, untuk segera belajar dari kesalahan saat kalah dari Timnas Swedia, Sabtu (11/1/2017).

Bertanding di Stadion Friends Arena, Gli Azzuri, kalah tipis dengan skor 0-1 pada pertemuan pertama babak play-off Piala Dunia 2018.

Giovanni Malago (the sport digest)
thesportdigest.com

Malago mengatakan Italia tidak menampilkan permainan yang baik dalam laga tersebut. Atas dasar itu ia berharap Ventura untuk memperbaiki performa tim sebelum pertemuan kedua di Stadion San Siro, Rabu (15/11/2017).

“Kami tidak bisa mengatakan bahwa itu adalah permainan yang bagus, atau hasil yang bagus. Tapi saya pikir saat ini kita harus berpikiran sehat,”  kata Malago dikutip dari Football Italia, Minggu (12/11/2017).

“Mereka yang bertanggung jawab di pertandingan itu harus belajar dari semua kesalahan yang dibuat. Semua itu tidak berjalan dengan benar. Buat tim menjadi solid dari sekarang sampai Senin malam,” tegas pria berusia 58 tahun tersebut.

Malago juga menilai akan menjadi aib bagi negaranya jika Italia harus absen pada Piala Dunia 2018 di Rusia nanti. Namun, dirinya masih percaya Ciro Immobile dkk bisa mengatasi laga tersebut. Ia juga akan datang langsung ke stadion untuk memberi dukungan.

“Saya akan hadir langsung berada di stadion karena saya percaya, sekarang dan lebih dari sebelumnya. Anda tentunya harus berada di sana pada saat-saat sulit,” ujarnya.

Finis di Bawah Spanyol, Ventura Klaim Italia Capai Target

Football5star.com, Indonesia – Pelatih timnas Italia, Giampiero Ventura, mengklaim timnya telah mencapai target meski finis di bawah Spanyol dalam Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Eropa.

Italia harus bersusah payah mengalahkan Albania dengan skor 1-0 dalam laga terakhir Grup G di Stadion Loro Borici, Senin (9/10/2017). Gli Azzuri baru bisa memastikan kemenangan lewat gol Antonio Candreva pada menit ke-71.

Alhasil, Italia menempati posisi kedua klasemen akhir Grup G dengan 23 poin dari 10 laga. Gli Azzurri terpaut lima angka dari Spanyol yang berada di puncak dan lolos otomatis ke putaran final Piala Dunia 2018.

“Ini target yang saya tetapkan. Menurut saya, kami membuat sebuah langkah kecil lainnya. Namun, kami terus kesulitan mengontrol permainan dan sering membuang bola,” seru Ventura kepada Rai Sport.

“Saya pikir, satu-satunya kesempatan yang mereka miliki adalah saat kami memberikan bola dengan cara yang buruk. Saya turut gembira untuk para pemain yang telah berlatih sangat keras. Saya menyatakan bahwa kami butuh waktu untuk melakukan sesuatu yang penting dengan skuat ini,” lanjutnya.

“Wajar jika kami unggul karena memiliki sejumlah peluang yang luar biasa. Saya merasa gembira, terutama untuk para pemain. Kami memiliki beberapa hambatan kecil saat ini dan masalah cedera, tetapi ingin mencari solusi,” tutur Ventura.

Buffon Lihat Sisi Positif Italia Bersama Ventura

Football5star.com, Indonesia – Kapten timnas Italia, Gianluigi Buffon, menganggap pelatih Giampiero Ventura tidak pantas mendapat kritik setelah timnya menelan sejumlah hasil kurang memuaskan.

Italia gagal lolos otomatis ke putaran final Piala Dunia 2018. Pasalnya, Gli Azzurri hanya mampu menempati posisi kedua Grup G babak kualifikasi zona Eropa dengan 20 poin dari sembilan laga atau teringgal lima angka dari Spanyol.

Teranyar, Italia gagal mengamankan tiga poin saat menjamu Makedonia di Stadio Olimpico Grande Torino pada Jumat (6/10/2017). Gli Azzurri ungul lebih dulu berkat Giorgio Chiellini (40′), tetapi tim tamu menyamakan skor lewat Aleksandar Trajkovski (77′).

Sebelumnya, Italia juga takluk 0-3 dari Spanyol. Gli Azzurri terpaksa melakoni babak play-off untuk berjuang lolos ke putaran final Piala Dunia 2018.

Beberapa kalangan langsung mengkritik kinerja Ventura. Kendati demikian, Buffon melihat sisi positif dari perkembangan Italia di bawah asuhan pelatih berusia 69 tahun tersebut.

“Satu-satunya hal yang mungkin adalah pelatih membawa para pemain muda dan hasilnya bagus dalam setahun,” ujar Buffon, seperti dilansir Sportsmole.

“Kami butuh perkembangan secara bertahap. Saat melalui masa sulit di klub, Anda juga bisa kehilangan kepercayaan diri di tim nasional. Semua hal itu bisa menentukan bagi beberapa pemain muda,” imbuh kapten Italia tersebut.

“Saya tidak berpikir kritik untuk pelatih merupakan hal yang tepat. Selama setahun, dia adalah sosok yang tepat dan dua laga tidak bisa merusak segalanya,” tandas Buffon.

Italia masih harus menghadapi Albania dalam laga pamungkas Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2018 pada Senin (9/10/2017).

Alasan Ventura Tak Panggil Balotelli ke Timnas Italia

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Tim Nasional Italia, Giampiero Ventura, tak mau memanggil striker Nice, Mario Balotelli, ke skuat Gli Azzurri. Meski sang striker menunjukkan performa apik di Ligue 1 Le Championnat musim ini, Ventura tetap bergeming. Dia tetap tak mau memanggil pemain keturunan Ghana tersebut.

Dia menegaskan, putusan itu bukan berarti diskriminatif. “Saya sudah pernah membicarakan Balotelli beberapa kali. Jika ada pemain yang berada di puncak permainan, kami bisa memikirkannya. Tidak ada yang dikecualikan sepenuhnya,” kata Ventura seperti dilansir Soccerway.

“Begitu kami lolos, kami bisa melakukan beberapa percobaan, tapi saat ini tidak mungkin. Kami butuh kepastian. Kami menonton banyak pemain seperti Nicola Sansone, Balotelli, Federico Chiesa, dan sebagainya,” tambah dia.

“Simone Zaza? Sambil menunggu untuk mengetahui kondisi Andrea Belotti secara pasti, kami memilih Roberto Inglese,” lanjut Ventura lagi.

Balotelli tampil cukup baik bersama Nice. Dari 10 pertandingan musim ini, pemain 27 tahun itu sudah melesakkan delapan gol. Musim lalu Super Mario juga cukup subur dengan 17 gol dalam 28 laga.

Meski demikian, tetap saja ia tak dipanggil Timnas Italia. Terakhir kali Mario Balotelli membela Gli Azzurri adalah di Piala Dunia 2014.

Italia sendiri kini berada di peringkat dua Grup G babak kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa. Gli Azzurri tertinggal tiga poin dari Spanyol di singgasana.

Ventura Tak Dibayangi Pemecatan

Football5Star.com, Indonesia – Usai kekalahan telak dari Spanyol, pelatih Italia, Giampiero Ventura, sempat tersudut. Beberapa pihak menilai dia tak pantas menangani Gli Azzurri. Meski demikian, jajaran teras Ferderazione Italiana Giuoco Calcio (FIGC) tetap memberikan kepercayaan penuh. Menurut Presiden FIGC Carlo Tavecchio, Ventura tak dibayangi ancaman pemecatan.

“Hal terpenting adalah program jangka panjang dan hasil yang telah diperlihatkan. Sebelum (kekalahan telak di) Madrid, semua orang senang,” terang Tavecchio seperti dikutip Football Italia, Senin (4/9/2017). “Saya pastikan kepercayaan penuh kepada Ventura.”

Bahkan, secara implisit, dia menyatakan sang allenatore tak serta-merta akan dipecat bila Gianluigi Buffon cs. gagal lolos ke Piala Dunia 2018. Menurut dia, evaluasi akan dilakukan dengan saksama dan mengutamakan kepentingan yang lebih besar.

Menilik kiprah Gli Azzurri di Kualifikasi Piala Dunia 2018, Tavecchio tak memungkiri adanya sebuah kengerian. Dia waswas Italia gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2018. Terutama setelah kalah 0-3 dari Spanyol. Namun, dia tetap yakin Ventura dan anak-anak asuhnya mampu menghindari hal buruk itu.

Secara matematis, peluang Gli Azzurri untuk lolos ke Rusia 2018 masih terbuka lebar. Masih ada tiga laga tersisa dan mereka hanya terpaut tiga poin dari La Furia Roja. Lalu, Buffon cs. pun unggul empat angka dari Albania yang berada di posisi ketiga Grup G saat ini. Namun, mengingat Spanyol terlihat digdaya, Italia kemungkinan besar harus menjalani babak play-off bersama tujuh runner-up terbaik lainnya.

Italia akan menjamu Israel di Stadion Mapei, Rabu (6/9/2017) pukul 01.45 WIB, dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2018. Gli Azzurri mesti meraih kemenangan demi menjaga peluang lolos ke Rusia 2018.

Ventura Resmi Perpanjang Kontrak di Timnas Italia

Football5Star.com, Indonesia – Allenatore Italia, Giampiero Ventura telah resmi memperpanjang kontraknya sebagai pelatih negaranya. Ini berarti ia akan menangani Gli Azzurri hingga 2020 mendatang.

Awalnya, mantan pelatih Torino ini dikontrak sampai Piala Dunia 2018 Rusia. Namun, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) memperbaharui kontraknya hingga gelaran Piala Eropa 2020.

“Kami mengumumkan perpanjangan kontrak Ventura sampai 2020. Kami punya kepercayaan penuh padanya,” ujar presiden FIGC, Carlo Tavecchio, seperti yang dilansir Football Italia, pada Rabu (9/8/2017).

Hingga saat ini, Ventura telah memimpin 10 pertandingan bersama Gli Azzurri. Ia mencatat tujuh kemenangan, dua hasil imbang, dan satu berakhir dengan kekalahan. Hasil impresif ini tampaknya menjadi faktor utama FIGC memperpanjang kontraknya bersama timnas.

Keputusan FIGC ini juga didukung oleh banyak pihak, yang menganggap jika guru Antonio Conte itu telah membawa perubahan besar di Timnas. Bukan hanya dari segi permainan, tapi juga dari komposisi pemain yang ia panggil.

Sejak menangani Gianluigi Buffon dkk pada 2016 lalu,Ventura memang memanggil banyak pemain debutan. Tak hanya itu, ia juga tak segan memainkan pemain yang bukan berasal dari klub-klub besar italia.

Nama-nama seperti Andrea Belotti, Leonardo Spinazzola, Domenico Berardi, Leonardo Pavoletti, dan Gianluigi Donnarumma sudah mencicipi debutnya bersama Gli Azzurri, sebelum nama mereka melejit seperti saat ini. Ventura pula yang menemukan bakat luar biasa Belotti, dan Ciro Immobile ketika ia masih melatih di Torino.

 

Berita Bola: Ventura Puji Mentalitas Italia

Football5star.com, Indonesia – Pelatih tim nasional Italia, Giampiero Ventura, merasa puas saat timnya menang 3-0 atas Uruguay pada partai uji coba di Stadion Allianz Riviera, Rabu (7/6/2017).

Sebab, dinilai Ventura, Daniele De Rossi cs tidak cuma menunjukkan performa impresif, tetapi juga mentalitas yang pas.

“Kami menerapkan pendekatan tepat dengan tidak membiarkan kesempatan kepada lawan dan menciptakan enam atau tujuh peluang,” kata Ventura.

“Ini menunjukkan sejumlah target yang ditetapkan telah kami capai secara perlahan. Terpenting adalah mentalitas karena Italia biasanya tidak pernah bagus saat uji coba,” ujar sang pelatih.

Biasanya, Italia memang menyandang predikat spesialis turnamen. Mereka kerap terseok-seok pada persiapan, kemudian tampil menentukan pada putaran final.

Kini, situasinya berbeda. Melakoni uji coba saja, mereka terlihat serius. Italia sudah memenangi tiga partai persahabatan secara beruntun.

Berita Bola: Ventura Yakin Timnya Sudah Siap Menyambut Piala Dunia

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Timnas Italia, Giampiero Ventura yakin timnya saat ini bisa tampil mengejutkan pada Piala Dunia 2018.

Keyakinan itu muncul usai Gli Azzurri menang 2-1 di kandang Belanda, Amsterdam ArenA, Rabu (29/3) dini hari WIB. Italia memang memeragakan permainan solid dan tampil efektif meski sempat ketinggalan lebih dahulu.

“Kemenangan malam ini sangat penting untuk image yang berusaha kami bangun dan mentalitas yang kami kembangkan. Kami menampilan semangat juang, kemampuan bertarung dan menderita, serta memperoleh hasil baik,” ujar Ventura dilansir Soccerway.

“Hasil ini juga memperbaiki ranking kami. Saya yakin kelompok ini sudah semakin berkembang. Ini tim yang akan membuat kejutan pada Piala Dunia di Rusia jika kami berhasil lolos ke sana,” sambung Ventura.

Dalam pertandingan itu Belanda unggul lebih dahulu melalui gol bunuh diri Alessio Romagnoli pada menit ke-10. Namun, Italia mampu berbalik unggul melalui gol Eder menit ke-11 dan Leonardo Bonucci menit 32.

Ventura kembali memercayakan Marco Verratti sebagai pengatur permainan tim. Penampilan playmaker asal Paris Saint-Germain itu pun membuat sang allenatore kembali berdecak kagum.

“Penampilan Verratti wujud apa yang terjadi jika kita bisa mengekspresikan diri. Saya puas dengan kerja kerasnya. Dia baru melalui laga hebat melawan Albania, dan ketika kami bermain baik, dia bisa membuat perbedaan,” puji Ventura.

Ventura: Masa Depan Italia Cerah

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Tim Nasional Italia Giampiero Ventura menilai Gli Azzurri memiliki masa depan yang cerah. Hal ini ia katakan setelah Marco Verratti dan kawan-kawan membungkam Albania.

Italia menang 2-0 atas Albania dalam laga Grup G kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa di Stadion Renzo Barbera, Jumat (24/3/2017). Gli Azzurri menang berkat penalti Daniele De Rossi pada menit ke-12 dan gol Ciro Immobile pada menit ke-71.

Sepanjang pertandingan, Italia tampil dominan dibandingkan Albania. Tuan rumah mencatatkan penguasaan bola sebesar 58 persen, berbanding 42 persen milik tim besutan Giovanni De Biasi.

Permainan berjalan cukup terbuka dengan banyaknya peluang yang tercipta. Italia melepaskan lima tembakan akurat dari 16 percobaan, dan tim tamu hanya mencatatkan satu tendangan mengarah ke gawang dari 11 kesempatan.

“Pada awalnya ada beberapa keinginan untuk ngotot dalam permainan dan alur bola tidak optimal. Selain peluang setelah 30 detik, Albania tidak memiliki tembakan lagi ke gawang Gigi Buffon. Kami praktis tidak mempertaruhkan apa-apa di belakang, tetapi selalu berbahaya di dalam kotak penalti mereka,” kata Ventura Rai Sport.

“Kami adalah tim baru, kami mengambil langkah kecil malam ini dan itu mungkin bukan kinerja yang luar biasa, tapi kami punya apa yang diperlukan untuk membuat skuat Italia yang indah.”

“Kami mulai bekerja di sini. Mereka yang tidak bermain hari ini, akan bermain besok atau lusa. Ada banyak pemain muda dan baru yang mendapatkan pengalaman dan kami punya segalanya untuk memiliki masa depan yang kuat bagi Azzurri.”

“Ketika semua pemain cukup santai untuk melakukan apa yang mereka tahu, maka kami benar-benar bisa tampil bagus. Marco Verratti bisa lebih konsisten selama 90 menit, tetapi kita semua dapat berbuat lebih baik. Ketika mereka menyadari apa yang bisa mereka capai, akan ada dunia baru di depan mereka,” Ventura menambahkan.

Kemenangan ini tak mengubah posisi Italia di peringkat kedua klasemen sementara Grup G. Gli Azzurri mengoleksi 13 poin dari lima laga, sama dengan Spanyol yang berada di posisi pertama. Sementara Albania menempati posisi keempat dengan 6 poin.

Berita Bola: Verratti Masih Belajar dari Ventura

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Tim Nasional Italia Marco Verratti mengaku dirinya masib belajar dari Giampiero Ventura untuk mengerti apa yang diinginkan sang pelatih. Hal ini ia katakan setelah Gli Azzurri membungkam Albania.

Italia menang 2-0 atas Albania dalam laga Grup G kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa di Stadion Renzo Barbera, Jumat (24/3/2017). Gli Azzurri menang berkat penalti Daniele De Rossi pada menit ke-12 dan gol Ciro Immobile pada menit ke-71.

Sepanjang pertandingan, Italia tampil dominan dibandingkan Albania. Tuan rumah mencatatkan penguasaan bola sebesar 58 persen, berbanding 42 persen milik tim besutan Giovanni De Biasi.

Permainan berjalan cukup terbuka dengan banyaknya peluang yang tercipta. Italia melepaskan lima tembakan akurat dari 16 percobaan, dan tim tamu hanya mencatatkan satu tendangan mengarah ke gawang dari 11 kesempatan.

“Kami tahu ini adalah pertandingan yang sulit, kami mempersiapkan diri dengan baik. Italia kuat karena kami menghormati semua lawan kami dan menghadapi semua tim dengan cara yang sama,” kata Verratti kepada Rai Sport.

“Ini hasil yang sangat penting bagi jalan kami menuju kualifikasi. Kami membutuhkan kemenangan di sini, sehingga kami bisa melawan Spanyol. Kami semua harus memberikan 100 persen ketika berada di sini dan bekerja sama untuk Italia.”

Italia tampil dengan formasi 4-2-4 dan Verratti menempati posisi Andrea Pirlo sebagai jangkar. “Itu adalah penampilan tim yang baik secara keseluruhan. Aku memiliki gaya permainan yang sangat berbeda dibanding Pirlo dan juga gaya yang berbeda ketika bermain di Paris Saint-Germain, jadi secepatnya aku akan belajar apa yang pelatih inginkau dariku,” Verratti menambahkan.

Kemenangan ini tak mengubah posisi Italia di peringkat kedua klasemen sementara Grup G. Gli Azzurri mengoleksi 13 poin dari lima laga, sama dengan Spanyol yang berada di posisi pertama. Sementara Albania menempati posisi keempat dengan 6 poin.

Berita Bola: Italia di Peringkat Ke-15, Ventura: Ranking FIFA Tidak Akurat

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Giampiero Ventura bertekad untuk membuat peringkat tim nasional Italia naik di ranking FIFA.

Saat ini, Gli Azzurri menempati peringkat ke-15 ranking FIFA. Hal ini tidak terlepas dari hasil-hasil buruk yang mereka catatkan di kompetisi internasional.

Kendati menjadi finalis Piala Eropa 2012 dan melaju hingga perempat final Piala Eropa 2016, mereka sempat tidak lolos dari babak penyisihan grup pada Piala Dunia 2010 dan Piala Dunia 2014.

Ventura merasa bahwa sistem penilai ranking tidaklah akurat untuk menggambarkan kekuatan tim yang sesungguhnya. Namun, ia tetap ingin membuat posisi Italia meningkat.

“Ini bukanlah hal yang baik, tetapi peringkat tersebut tidak cukup akurat selama bertahun-tahun terakhir. Italia, juara dunia empat kali, tidak termasuk ke dalam babak kualifikasi,” ujar Ventura seperti yang dikutip Football Italia.

“Kami bisa kembali menang. Semua tergantung saya untuk menciptakan situasinya,” tambah dirinya.

Dalam laga kualifikasi terakhir, melawan Republik Makedonia pada Oktober lalu, Italia sempat tertinggal 1-2 terlebih dahulu, sebelum membalikkan situasi dan menang 3-2.

“Itu merupakan 15 menit terburuk dalam karier saya, tetapi comeback tersebut merupakan titik balik bagi kami. Kami mengubah performa dan memahami cara untuk menjadi sebuah tim,” tutur Ventura.

Italia dijadwalkan menghadapi Albania dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2018 pada Jumat (24/3), dan menghadapi Belanda dalam laga uji coba pada Selasa (28/3).

Berita Bola: Ventura Belum Tutup Peluang Balotelli Bela Italia

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Giampiero Ventura masih membuka peluang bagi penyerang Mario Balotelli untuk membela tim nasional Italia.

Balotelli belum pernah kembali berseragam Gli Azzurri sejak Piala Dunia 2014 akibat penurunan performa dalam beberapa tahun terakhir.

Bersama Nice musim ini, mantan penggawa Inter Milan dan Manchester City tersebut berhasil menemukan kembali permainan terbaiknya. Ia mencetak 11 gol dari 19 laga di seluruh kompetisi.

Permasalahnnya, Balotelli masih tidak mampu mengontrol temperamennya. Ia telah tiga kali diusir oleh wasit di musim ini.

Ventura menyatakan bahwa pintu timnas Italia masih terbuka bagi Balotelli. Namun, Ia berharap striker berusia 26 tahun itu dapat segera mengubah sikapnya di atas lapangan.

“Saya berbicara dengan semua orang. Anda tidak bisa berharap diperlakukan dengan hormat jika tidak melakukan sendiri,” ujar Ventura seperti yang dikutip Football Italia.

“Saya telah membuat sebuah komitmen dan saya akan berbicara dengan Balotelli. Masalahnya, Ia terus bermain. Jika, Ia memiliki waktu kosong, saya akan pergi ke Nice.”

“Kami akan segera bertemu dengannya. Kami belum dapat melakukannya, tetapi kami sudah sering menghubunginya.”

“Sejauh ini, belum ada tanda-tanda positif. Fakta yang ada mengatakan bahwa Ia harus segera berubah. Kami berharap Ia dapat berubah, karena akan sangat disayangkan jika Ia menyia-nyiakan talentanya,” tambah pria berumur 69 tahun tersebut.

Giampiero Ventura: Zoff Kiper Terbaik Italia, Baggio Selalu Menghibur

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Timnas Italia, Giampiero Ventura, tak menganggap Gianluigi Buffon sebagai kiper terbaik dalam sejarah sepak bola Italia. Pasalnya, dia tak memasukkan nama Buffon dalam susunan pemain terbaik Italia versinya.

Dalam sebuah kesempatan, pelatih 68 tahun itu diminta untuk menyusun tim nasional terhebat versinya usai mengunjungi 20 klub Serie A. Namun, dia tidak memasukkan pemain yang masih aktif bermain hingga saat ini.

“Sebagai penjaga gawang: Dino Zoff,” ujar Ventura yang lebih memilih kiper pahlawan Italia pada Piala Dunia 1982 itu ketimbang Buffon.

“Dia adalah sejarah dari sepak bola, tanpa memerhatikan semua yang masih bermain, dia merupakan pemain terkuat dalam 50 tahun terakhir. Ini tidak menyangkut dengan seleksi tim, namun dari hati yang terdalam. Bagi saya, Zoff adalah kiper terbaik Italia sepanjang masa,” urai Ventura.

Mantan bek Inter, Tarcisio Burgnich dan Giancinto Facchetti menghuni sektor bek sayap, dengan Ventura menggambarkan bintang 1960-an itu sebagai bagian dari masa mudanya.

Ventura memilih pemain yang lebih muda untuk bek tengah, Franco Baresi dan Alessandro Nesta, dan tidak melirik Giuseppe Bergomi atau Paolo Maldini. Namun, dia tidak memasukkan sejumlah gelandang hebat Italia dan malah memilih Franco Causio, Gianni Rivera dan Romeo Benetti.

Di lini serang, Ventura menunjuk Roberto Biaggio, yang bermain dan mencetak gol dalam tiga Piala Dunia selama 1990-an. “Dia (Baggio) menghibur saya berulang kali,” tandas Ventura.

Berita Bola: Cetak 10 Gol dalam 13 Laga, Balotelli Masih Diragukan

Football5star.com, Indonesia – Pelatih tim nasional Italia, Giampiero Ventura, masih meragukan Mario Balotelli walaupun sang pemain tampil impresif bersama OGC Nice.

Balotelli menjadi top scorer klubnya dengan catatan sepuluh gol dalam 13 pertandingan musim 2016-2017.

Catatan tersebut tidak lantas membuat Ventura berani memanggil Balotelli untuk partai internasional. Maklum, sang pemain memiliki catatan kurang baik di luar lapangan.

“Kualitas dia tidak perlu diragukan lagi. Namun, ada beberapa hal yang dipertanyakan. Kami perlu meninjau hal tersebut,” ucap Ventura seperti dilansir FourFourTwo.

“Sebab, kekuatan tim adalah bagaimana setiap pemain bergerak ke arah yang sama. Keharusan itu tidak cuma berlaku untuk Balotelli, tetapi juga setiap pemain,” tutur sang pelatih.

Balotelli sendiri sudah lama tidak merasakan kostum timnas. Kali terakhir dia membela Gli Azzurri, julukan Italia, yakni pada 24 Juni 2014.