Buffon Minta Semua Orang Hormati Keputusan Donnarumma

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Gianluigi Donnarumma dikecam karena meninggalkan AC Milan demi Paris Saint-Germain. Apalagi sampai saat ini dia belum kunjung menjalani debut.

Sampai saat ini masih banyak pihak yang mengecam Donnarumma. Terutama pendukung AC Miilan yang masih sakit hati.

donnarumma

Situasi ini pun membuat kiper legendaris Italia, Gianluigi Buffon, meminta semua orang memahami keputusan penggawa timnas Italia. Menurutnya Gigio harus dihormati.

“PIlihan seorang pria yang juga sangat professional harus dihormati. Setelah bertahun-tahun di mana dia tidak bermain pada tahap tertentu dia telah memilih untuk pergi dan tidak ada yang bisa dan harus mengomentari,” kata Buffon kepada Tuttomercatoweb, Senin (6/9/2021).

Buffon

“Kita berbicara tentang seorang anak laki-laki yang memiliki tahun-tahun tersisa dalam kariernya dan mencari kepuasan yang saya temukan,” ia menambahkan.

Donnarumma Bersaing Ketat dengan Keylor Navas

Ligue 1 sudah berjalan empat pekan, gawang Paris Saint-Germain selalu dikawal Keylor Navas. Padahal kiper yang membawa Italia juara Euro 2020 sangat fit dan siap tempur.

donnarumma

Apa yang dialami Donnarumma sejauh ini cukup dimaklumi Gianluigi Buffon. Menurutnya bukan perkara mudah menyingkirkan Keylor Navas yang tampil konsisten selama ini.

“Dia berada dalam situasi tertentu. Paris Saint-Germain punya salah satu kekuatan mereka di mistar gawang dan itulah kenapa Keylor Navas terus bermain. Saya tidak akan berpikir Gigio akan memiliki masalah menjadi referensi,” tutup Buffon.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Buffon: Fan Juventus Harusnya Tak Kaget Ronaldo Pergi

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Gianluigi Buffon akhirnya mengomentari kepergian Cristiano Ronaldo dari Juventus. Menurutnya keputusan tersebut tidaklah mengejutkan.

Seperti diketahui, Cristiano Ronaldo memuituskan kembali ke Manchester United. Padahal dia sudah sempat membela Juventus pada giornata pertama melawan Udinese.

buffon


manchester united-ronaldo-skysports
skysports

Bagi Gianluigi Buffon, kepindahan kapten Portugal menandakan bahwa dirinya seorang professional sejati. Dan harusnya ini tidak mengagetkan banyak pihak.

“Saya tidak berpikir para fan harus terkejut. Dia punya reputasi sebagai professional hebat yang banyak memikirkan dirinya sendiri,” kata kiper yang kini berseragam Parma seperti dikutip Football5star dari Football Italia, Senin (6/9/2021).

Buffon berpose dengan dua bocah asal Albania yang jadi korban gempa bumi.
apnews

“Dalam tkiga tahun ini dia telah berkontribusi dengan penampilan luar biasa dan mencetak banyak gol. Saya tidak melihat sesuatu yang tidak logis dalam pilihannya untuk pergi, dia sudah memikirkannya,” ia menambahkan.

Buffon Belum BIsa Menilai Juventus

Juventus sudah dilatiih Massimiliano Allegri lagi. Tapi kembalinya sang nakhoda yang membawa klub scudetto lima musim beruntun tidak jadi jaminan mereka akan menang.

buffon 


Massimiliano Allegri Akui Juventus Masih Punya Banyak Masalah
goal

Dalam dua pertandingan Serie A mereka hanya meraup satu poin. Karena imbang melawan Udinese dan kalah dari Empoli.

Hasil tersebut membuat Buffon kesulitan menilai apa yang terjadi dalam tubuh klub. Yang jelas Si Nyonya Tua masih menjalani masa transisi.

“Juve sedang dalam masa transisi, saya tidak tahu apakah itu regenerasi atau kerangka. Anda membayar sedikit ketika hal-hal ini terjadi. Ketika Anda punya pelatih seperti Allegri mungkin Anda tidak mencapai target, tapi Anda mendekatinya,” tutup Gianluigi Buffon.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Thomas N’Kono, Legenda Afrika yang Jadi Inspirasi Gianluigi Buffon

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Pada suatu hari, seorang anak berusia 12 tahun sedang menonton laga pertama Piala Dunia 1990 antara Argentina vs Kamerun. Anak itu takjub dengan performa kiper Kamerun, Thomas N’Kono yang tampil luar biasa di laga itu. Anak itu adalah Gianluigi Buffon.

“Inilah mengapa Anda menjadi pesepakbola. Bukan karena uang atau ketenaran. Karena seni dan gaya pria ini, Thomas N’Kono. Karena jiwanya,” kata Buffon seperti dikutip The Players Tribune.

N’Kono adalah alasan mengapa Buffon terlahir di dunia ini. Aksinya di laga itu membuat Buffon ingin menjadi seorang kiper. Siapakah Thomas N’Kono?

Awal Karier Thomas N’Kono

Thomas N'Kono, Legenda Afrika Inspirasi Gianluigi Buffon (@FIFAcom)
@FIFAcom

Lahir pada 20 Juli 1956 di Dizangue, Kamerun. N’Kono menjadi terkenal di klub Canon Yaounde, dimana dia memulai kariernya di sana pada musim 1974-75, sempat pindah ke klub sekota, Tonnere Yaounde, lalu kembali ke Canon Yaounde, pada 1976-1982.

“Tidak ada sepak bola untuk remaja di sana, hanya turnamen liburan. Saya akan bermain sebagai penjaga gawang atau striker dan saya akan berganti posisi,” kata N’Kono.

“Setelah menjalani satu pertandingan yang sangat bagus melawan kota lain, saudara laki-laki saya mengatakan kepada saya bahwa saya harus selalu bermain sebagai penjaga gawang,” lanjut N’Kono saat menceritakan masa mudanya.

Nama klub Canon Younde mungkin terdengar sangat asing, tapi pada saat itu bersama N’Komo, Canon Younde bukan hanya menguasai Kamerun, mereka juga menguasai Afrika.

N’Kono berhasil memenangkan 5 gelar liga dan 2 gelar Liga Champions Afrika pada 1978 dan 1980. Tapi tentu saja, tak ada yang mengenalnya mengingat dia hanya bermain di Afrika, sampai akhirnya pada Piala Dunia 1982 di Spanyol.

N’Kono yang juga menjadi kapten Kamerun hanya kebobolan satu gol dari tiga laga babak grup. Tapi sayang, Les Lions Indomptables tetap gugur karena hanya kalah jumlah gol dari Italia, yang nantinya akan menjadi juara.

Tapi, performa N’Kono itu cukup untuk menarik perhatian klub Eropa, terutama Spanyol. Setelah Piala Dunia 1982 usai, N’Kono pindah ke Espanyol, memulai petualangannya di sepak bola Eropa.

Jadi Legenda di Espanyol

Thomas N'Kono, Legenda Afrika Inspirasi Gianluigi Buffon
Imago

N’Kono langsung mencatatkan clean sheet melawan Racing Santander di debutnya dan Espanyol menang 1-0 dan langsung menjadi kiper utama.

Refleksnya yang tajam, kelincahannya yang luar biasa, serta kepribadian dan kepemimpinan yang kuat membuatnya sangat diterima oleh para fans.

Penampilannya yang paling diingat ketika Espanyol bermain melawan rival sekota Barcelona pada Desember 1983, dimana N’Kono berhasil mencatatkan clean sheet dan Espanyol menang 1-0. Lalu melawan Real Madrid pada Maret 1985 dimana Espanyol berhasil menang 2-0. Pada 1984, N’Kono berhasil membawa Kamerun juara Piala Afrika.

Tapi performa puncaknya terjadi pada tahun 1986-1988. Musim 1986-87, Espanyol berhasil finis diposisi ketiga La Liga berada di bawah dua raksasa, Real Madrid dan Barcelona.

Gawang Espanyol di bawah N’Kono juga hanya kebobolan 30 gol di musim reguler, hanya Madrid dan Barca yang memiliki jumlah gol lebih sedikit. Hasl itu membuat Periquitos lolos ke UEFA Cup.

Pada musim 1987-88, Espanyol menjalani musim yang buruk di La Liga, dimana mereka hampir terdegradasi, mereka finis di posisi ke-15 dan hanya berjarak dua poin dari zona merah. Tapi, cerita berbeda terjadi di UEFA Cup.

Thomas N'Kono, Legenda Afrika Inspirasi Gianluigi Buffon (The Times)
The Times

N’Kono dan rekan-rekannya berhasil membawa Espanyol melaju sampai babak final, pertama kalinya dalam sejarah klub, dan tim yang mereka kalahkan bukan main-main. Mereka mengalahkan duo Milan dalam perjalanan mereka menuju babak final.

N’Kono mencatatkan dua cleansheet melawan Arrigo Sacchi-nya AC Milan, menang dengan aggregat 2-0. Lalu dia mencatatkan satu cleansheet melawan Inter yang dilatih oleh Giovanni Trappatoni dengan aggegat 2-1.

Tapi sayang, Espanyol harus kalah di babak final melawan Bayer Leverkusen dengan tragis. Espanyol berhasil menang 3-0 di leg pertama, tapi justru kalah 3-0 di leg kedua dan laga dilanjutkan sampai babak adu penalti.

N’Kono berhasil menepis penalti pertama dari Ralf Falkenmayer, tapi sayang rekan-rekan timnya gagal menuntaskan tugasnya sebagai eksekutor dengan tiga penendang terakhir gagal, Espanyol kalah 3-2 di babak adu penalti.

Rentetan buruk Espanyol di La Liga justru memburuk pada musim selanjutnya, dan pada musim 1988-89, Espanyol terdegradasi, satu tahun setelah mereka bermain di final UEFA Cup.

Piala Dunia 1990 dan Akhir Karier

Thomas N'Kono, Legenda Afrika Inspirasi Gianluigi Buffon (@AllezLesLions)
@AllezLesLions

Saat orang mengira karier Thomas N’Kono sudah tamat, Piala Dunia 1990 menjadi ajang terakhir untuk membuktikan dirinya. Dan dia berhasil, bersama generasi emas Kamerun, N’Kono berhasil mengantarkan timnya mencapai babak perempat final.

Di laga pembuka, mereka mengejutkan dunia dengan mengalahkan juara bertahan, Argentina 1-0, N’Kono mencatatkan cleansheet, dan performanya di laga itu menginspirasi Gianluigi Buffon untuk menjadi kiper.

Setelah Piala Dunia, N’Kono masih bermain di Catalan dengan CE Sabadell dan CE L’Hospitalet sampai 1994 sebelum akhirnya pindah ke klub Bolivia, Club Bolivar sampai 1997 dan memenangkan dua gelar liga, dia memutuskan pensiun pada usia 41 tahun. N’Kono masih memperkuat Kamerun pada Piala Dunia 1994, namun sebagai kiper pelapis JoJo Bell.

Thomas N’Kono mencatatkan 241 laga La Liga bersama Espanyol selama 8 musim dan diklaim sebagai salah satu kiper terbaik sepanjang sejarah La Liga. Dia juga mendapatkan 112 caps bersama Kamerun.

Federasi Sepak Bola Internasional Sejarah dan Statistik (IFFHS) menempatkannya di posisi kedua “African Goalkeeper of the Century” di bawah rekan senegaranya, JoJo Bell.

Gianluigi Buffon Ingin Main di Piala Dunia 2022

gamespool
Gianluigi Buffon Ingin Main di Piala Dunia 2022 20

Football5star.com, Indonesia – Penjaga gawang asal Italia, Gianluigi Buffon, ternyata memendam mimpi untuk bermain di Piala Dunia 2022. Ia menjadikan mimpi tersebut sebagai motivasi terbesarnya bersama Parma pada musim 2021-22.

Buffon sebenarnya sudah mengakhiri kariernya di level internasional pada 2018 lalu. Akan tetapi, ia tak akan menolak ajakan Roberto Mancini ke Piala Dunia 2022.

“Saat ini, saya sudah berusia 43 tahun. Rasanya tak pantas jika saya meminta Roberto Mancini untuk membawa saya ke Piala Dunia tahun tepan. Tapi, apa salahnya bermimpi bermain di Piala Dunia 2022?” ungkap Gianluigi Buffon kepada La Gazzetta dello Sport.

Gianluigi Buffon - Piala Dunia 2022 - @1913parmacalcio 2
twitter.com/1913parmacalcio 2

“Jika bukan karena Piala Dunia, buat apa saya terus bermain? Membawa Parma kembali ke Serie A dan lalu apa yang akan terjadi? Mancini memang hampir pasti tak akan memanggil saya karena dia sudah memiliki tiga penjaga gawang hebat.”

“Saya menjadikan mimpi bermain di Piala Dunia tahun depan sebagai motivasi terbesar musim depan,” imbuh mantan penjaga gawang Paris Saint-Germain itu.

Lebih lanjut, Buffon juga melempar pujian kepada Gianluigi Donnarumma yang berhasil membawa Italia menyabet gelar Euro 2020. Menurut Buffon, Donnarumma kini sudah menjadi penjaga gawang terbaik di dunia.

“Donnarumma benar-benar luar biasa. Dia tak cuma melakukan beberapa penyelamatan gemilang, tapi ia juga memiliki ketenangan luar biasa di situasi sulit. Donnarumma adalah penjaga gawang terbaik di dunia,” tuntas Buffon.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gara-gara Andrea Pirlo, Gianluigi Buffon Urung Gabung Atalanta

gamespool
Gara-gara Andrea Pirlo, Gianluigi Buffon Urung Gabung Atalanta 24

Football5star.com, Indonesia – Sebelum kembali ke Parma, Gianluigi Buffon ternyata sempat mendapat tawaran bergabung ke Atalanta. Buffon mengaku digoda La Dea pada musim panas 2020 lalu.

Tawaran Atalanta sempat menarik perhatian Buffon. Akan tetapi, ia memilih bertahan di Juventus karena merasa dibutuhkan Andrea Pirlo.

“Bergabung ke Atalanta dan bermain di bawah pelatih genius seperti Gian Piero Gasperini merupakan sebuah tawaran yang menarik. Tapi, saya bertahan di Juve karena Pirlo masih ingin mengandalkan saya,” ungkap Gianluigi Buffon kepada La Gazzetta dello Sport.

Gianluigi Buffon - andrea pirlo - InsideSport
InsideSport

“Saya sama sekali tak menyesali keputusan tersebut. Di usia yang sudah menginjak angka 43 tahun, saya hanya ingin menjadi sosok yang bisa diandalkan dan tak sembarangan mengambil keputusan,” kata Buffon menambahkan.

Lebih lanjut, Buffon mengaku heran dengan keputusan Juventus yang memberhentikan Pirlo di akhir musim 2020-21. Di mata Buffon, Pirlo dianggap gagal karena standar Bianconerri yang terlalu tinggi.

Comeback Buffon Bersama Parma Ditandai Sebungkus Rokok

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Gianluigi Buffon akhirnya comeback bersama Parma. Ia langsung dimainkan pada laga uji coba melawan klub Jerman, Vfl Bochum.

Ini jadi laga pertama Gianluigi Buffon bersama Parma setelah pergi selama 7339 hari. Pada pertandingan tersebut I Gialoblu memang kalah 0-1 dari klub yang baru promosi ke Bundesliga.

Kipper gaek berusia 43 tahun hanya dimainkan Enzo Maresca pada babak pertama. Posisinya kemudian digantikan oleh Luigi Sepe.

gianluigi buffon manuel riemann fusballnews
fusball.news

Terlepas dari hasil di lapangan dan performanya, keberadaan sang veteran jadi pusat perhatian. Tak heran jika para pemain Bochum ingin berfoto dengannya.

Salah satunya adalah kiper Bochum, Manuel Riemann. Foto Buffon dan Reimann ini pun diabadikan oleh pihak klub di media sosial. Dengan gaya khas tim-tim Bundesliga mereka menambahkan ungkapan jenaka di unggahannya.

“Legenda kiper yang sesungguhnya bersama Gianluigi Buffon,” demikian candaan tim Bundesliga di Instagram. Sekilas memang tidak ada yang salah dengan foto kedua penjaga gawang.

Akan tetapi jika dilihat secara seksama, ada satu pemandangan yang menarik perhatian. Tangan kiri mantan kiper Juventus terlihat menggegam sebungkus rokok.

isu Buffon sebagai perokok sejatinya sudah menjadi rahasia umum. Apalagi sejak mantan pemain Juventus, Nicklas Bendtner, mengungkapkan fakta mengejutkan Desember lalu.

“Pada hari pertama saya di Juventus saya melihat Buffon dan Andrea Pirlo minum kopi dan merokok di toilet,” kata Bendner ketika itu.

Buffon Yakin Juventus Bisa Rebut Kembali Scudetto Bersama Allegri

gamespool
Buffon Yakin Juventus Bisa Rebut Kembali Scudetto Bersama Allegri 31

Football5Star.com, Indonesia – Kiper Parma, Gianluigi Buffon, percaya bahwa Massimiliano Allegri bisa kembali membawa Juventus meraih Scudetto. Buffon menyebut Juventus musim lalu mendapatkan musim yang mengecewakan.

Buffon hengkang dari Juventus setelah mendapatkan Coppa Italia dan pulang ke Parma. Musim ini, Max Allegri kembali ditunjuk menjadi pelatih setelah dua musim meninggalkan klub. Buffon yakin Allegri bisa membawa Bianconeri kembali ke jalur yang benar.

“Saya pikir Juve, sebagai sebuah tim, memiliki semua kepercayaan untuk memenangkan Scudetto lagi. Sering kali membicarakan kekecewaan tentang musim lalu, meski memenangkan Coppa Italia dan Piala Super Italia, ” ucap Buffon seperti dikutip Football5Star.com dari Sky Sports Italia.

Allegri y Buffon
uefa.com

Buffon melanjutkan, “Tetapi harapannya berbeda, dan perasaan kecewa ini tetap ada. Sekarang mereka akan meminta Allegri untuk memenangkan Scudetto dan tidak ada yang tahu apa yang dibutuhkan Juve untuk pulih selain dia.”

Kiper berusia 43 tahun itu juga berbicara soal timnas Italia yang berhasil menjadi juara Euro 2020. Dia memuji beberapa pemain seperti Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci.

“Chiellini dan Bonucci bukanlah kejutan, mereka adalah referensi. Setiap tim nasional yang menghargai diri sendiri, membutuhkan pengalaman, soliditas, dan kepastian dari beberapa pemain,” kata Buffon.

Dia melanjutkan, “Karena itu, bagi saya, (Marco) Verratti adalah seorang juara dan Jorginho adalah pesepakbola kelas atas, kejutannya tidak diragukan lagi adalah (Federico) Chiesa dan (Gianluigi) Donnarumma.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Gianluigi Buffon Dukung Donnarumma Raih Ballon d’Or

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Gianluigi Buffon mengaku bangga dengan catatan junior, Gianluigi Donnarumma yang mengantarkan timnas Italia meraih gelar EURO 2020. Buffon pun tak ragu menjagokan kiper PSG itu meraih gelar Ballon d’Or.

“Menurut pendapat saya, iya. Karena kualitas dan untuk apa yang ia tunjukkan di EURO 2020. Dia harus mengincar Ballon d’Or. Ketika saya masih muda, semua orang mengatakan hal sama kepada saya,” kata Gianluigi Buffon seperti dikutip Football5star.com dari Tuttomercato, Minggu (18/7/2021).

Gianluigi Buffon Dukung Donnarumma Raih Ballon d'Or

“Saat itu saya ditanya, Anda bisa mejadi penjaga gawang terkuat kedua setelah Lev Yashin. Saat masih muda tujunnya bukan cepat puas tapi untuk membidik prestasi secara maksimal. Gigio harus melakukan itu,” tambah Gianluigi Buffon.

Pendapat berbeda justru diungkap mantan rekan Buffon di timnas Italia, Fabio Cannavaro. Menurut Cannavaro, Donnarumma belum bisa bersaing dengan Lionel Messi untuk mendapat gelar Ballon d’Or.

“Dia tentu saja pemain nomor satu dan dia adalah tokoh utama di balik kehebatan Argentina di Copa America,” ucap Cannavaro.

Meski tak menjagokan Donnarumma meraih gelar Ballon d’Or, Cannavaro tetap memuji penampilan eks kiper AC Milan itu di EURO 2020.

“Donnarumma merupakan juara sejati di tim Azzurri. Saya terkejut, sebelum Euro ada yang berkata pada saya bahwa dia adalah kiper biasa.”

“Padahal tidak ada yang biasa dalam diri Gigio Donnarumma. Dia akan menjadi kiper terbaik hingga 10-15 tahun ke depan,” kata Cannavaro.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Donnarumma dan Jejak Kiper Italia di Liga Prancis

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Gianluigi Donnarumma akhirnya berlabuh di Paris Saint-Germain. Ini pertama kali ia berkarier di luar Italia.

Donnarumma tiba di ibu kota Prancis tepat setelah membawa Italia juara Euro 2020. Kesuksesan itu pun membuat harapan publik Paris padanya sangat tinggi.

Sebaliknya, PSG bisa dijadikan tempat sang kiper untuk mendulang prestasi. Maklum saja performanya selama tujuh musim berseragam AC Milan hanya menghasilkan satu gelar Supercoppa Italia.

Semua orang tahu bagaimana PSG menguasai Prancis. Dalam sembilan musim terakhir saja mereka sudah mengoleksi tujuh gelar liga.

Peluang kiper 22 tahun untuk mendulang gelar terbuka lebar. Apalagi dalam sejarahnya kiper-kiper Italia yang berkarier di Liga Prancis berhasil mengangkat piala.

Ya, Gianluigi Donnarumma bukan kiper Italia pertama yang bermain di Liga Prancis. Italia yang selama ini dikenal selalu melahirkan kiper-kiper hebat juga mengirim banyak delegasi di Ligue 1.

Sebelum mantan penjaga gawang AC Milan, ada lima kiper asal Italia yang menjejakkan kakinya di Liga Prancis. Berikut di antaranya:

  • Gianluigi Buffon
gianluigi buffon akan starter lawan liverpool, manchester united, manchester city
@gianluigibuffon

Gianluigi Buffon merupakan salah satu kiper legendaris Italia. Besar bersama Parma dan melegenda di Juventus, ia sempat mengenyam Ligue 1 bersama Paris Saint-Germain.

Tugas pemain yang akrab disapa Gigi tidak mudah. Dia harus bersaing dengan kiper muda, Alphonso Areola, serta dituntut membawa Les Parisien juara Liga Champions.

Satu musim di PSG, kiper gaek mengoleksi 17 penampilan. Di sana dia melengkapi lemari trofi dengan meraih satu trofi Ligue 1 dan satu Piala Super Prancis.

  • Salvatore Sirigu
salvatore sirigu psg tsn
tsn.ca

Bukan hanya Gianluigi Donnarumma dan Gianluigi Buffon yang pernah memperkuat PSG. Ada kiper lain yang lebih dulu menuai sukses di sana. Dia adalah Salvatore Sirigu.

Salvatore Sirigu bisa dikatakan sebagai kiper tersukses Italia di Liga Prancis. Datang pada 2009 silam saat tim dibesut Carlo Ancelotti, ia tampil memukau.

Berada di ibu kota Prancis selama tujuh musim ia berhasil mencatatkan 190 penampilan. Catatan ini kian mentereng dengan 13 gelar yang dimenangkan.

  • Flavio Roma
flavio roma as monaco gentside sport
Gentside Sport

Jika Sirigu jadi kiper Italia tersukses di Prancis karena jumlah trofi, nama Flavio Roma layak menjadi kiper dengan penampilan terbanyak dengan 249 penampilan. Namanya melegenda bersama AS Monaco.

Dia pula kiper Italia pertama yang menjejakkan kaki di tanah Napoleon. Roma tiba pertama kali di AS Monaco pada 2001 silam.

Didatangkan dari Piacenza, Roma merupakan salah satu simbol dari dongeng AS Monaco 2003 silam saat mereka menembus final Liga Champions. Namun, hanya satu trofi yang berhasil dia berikan. Yakni Piala Liga Prancis musim 2002-2003.

  • Vito Mannone
vito mannone as monaco tribune
monaco-tribune.com

Berbeda dengan tiga nama di atas, Vito Mannone kurang bersinar selama merumput di Ligue 1. Dan memang karier sepak bolanya tidak pernah mulus.

Dia kerap berpindah-pindah tim mulai dari Arsenal, Hull City, Sunderland, hingga ke klub Denmark, Esbjerg. Baru tahun lalu jebolan akademi Atalanta mencicipi Liga Prancis dengan seragam AS Monaco.

Akan tetapi, kiper yang kini berusia 33 tahun tidak mendapat banyak kesempatan. Ia kalah bersaing dan hanya mencatatkan sembilan penampilan musim lalu.

  • Morgan De Sanctis
morgan de sanctis leonadrojjardim
@leonadrojjardim

Sejauh ini ada enam kiper Italia yang sedang atau pernah mengadu nasib di Liga Prancis. Menariknya mereka hanya menuju ke dua tim saja. Yakni Paris Saint-Germain dan AS Monaco.

Satu lagi kiper Negeri Pizza yang pernah berseragam Monaco adalah Morgan De Sanctis. Bedanya, Sanctis datang di penghujung karier.

AS Monaco menggaetnya dari AS Roma 2016 lalu. Dan saat itu usianya sudah 38 tahun. Alhasil hanya satu pertandingan yang mampu dibuat selama semusim sebelum akhirnya pensiun di sana.

Dulu Main Bareng Sekarang Latih Buffon, Nakhoda Parma Takjub

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Gianluigi Buffon sudah pulang ke Parma. Kepulangannya ini pun disambut semringah oleh pelatih anyar, Enzo Maresca.

Enzo Maresca punya hubungan baik dengan Gianluigi Buffon. Keduanya pernah bermain bersama saat masih sama-sama berseragam Juventus.

Kali ini Enzo Maresca berkesempatan melatih Buffon, mantan rekannya yang berusia dua tahun lebih tua. Tak pelak jika dirinya merasa sesuatu yang luar biasa.

enzo maresca parma parmacalcio1913
parmacalcio1913.com

“Saya senang dengan kedatangannya dan yakin akan keinginannya yang luar biasa untuk terus membuat perbedaan dari semua sudut pandang,” kata Maresca seperti dikutip Football5star dari Sportweek, Sabtu (26/6/2021).

“Rekan satu timnya akan memiliki titik referensi dan contoh untuk diikuti. Saya bermain dengannya selama beberapa tahun dan memiliki pendapat yang luar biasa tentang dia sebagai pemain tdan juga sebagai seorang pria,” sambung pria yang berseragam Juventus dari 2000 hingga 2005 itu.

Setelah pergi selama 20 tahun, Gianluigi Buffon akhirnya kembali ke Parma. Dia memilih pulang ke klub yang telah membesarkan namanya itu setelah kontraknya di Juventus berakhir.

Seperti diketahui, kiper 43 tahun merupakan produk akademi klub yang bermarkas di Ennio Tardini. Memperkuat tim senior Il Ducali sejak 1994, ia memutuskan pindah ke Juventus 2001 dengan status kiper termahal dunia ketika itu.

Pulang lagi ke Parma, Buffon akan dikontrak selama semusim. Dia berhasrat untuk mengembalikan klub yang pernah berjaya 1990-an silam promosi lagi ke Serie A musim depan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Hal Ini yang Membuat Gianluigi Buffon Tolak Tawaran dari Barcelona

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Gianluigi Buffon mengaku bahwa dirinya sebelum bergabung ke Parma sempat ditawari untuk bergabung dengan Barcelona. Namun Buffon mengaku menolak tawaran itu karena tak ingin jadi kiper nomor 2.

“Saya mendapat dua tawaran besar, tetapi saya tidak ingin menjadi pemain pengganti lagi. Saya lelah menjadi pilihan kedua,” ungkap Gianluigi Buffon seperti dikutip Football5star.com dari Marca, Kamis (24/6/2021).

Juventus - Gianluigi Buffon - The Sun

“Saya melakukannya di Juventus karena hubungan yang saya miliki dengan klub. Tetapi sejujurnya saya tidak ingin melakukannya lagi. Tidak seperti dua tahun terakhir ini,” tambah Gianluigi Buffon.

“Saya mendapatkan tawaran menarik lainnya, bahkan dari tim di Liga Champions, tetapi implikasi emosional dengan Parma membuat saya memutuskan berbeda,”

“Emosi itu adalah satu-satunya cara untuk terus bermain di level tinggi. Saya tahu Parma bisa mencari saya sesuatu yang tidak akan diberikan oleh tim lain. Saya senang dengan kasih sayang yang ditunjukkan kepada saya,” kata Buffon.

Menariknya kedatangan Gianluigi Buffon justru sempat mendapat penolakan dari kelompok ultras Parma. Beberapa waktu lalu, spanduk berisi kata-kata kasar bernada penolakan dibentangkan oleh ultas Parma, Boys 1977 di depan Stadion Ennio Tardini.

Spanduk itu ditujukan kepada rekrutan baru Parma, Gianluigi Buffon. Kelompok Boys 77 menolak kembalinya Buffon yang mereka sebut sebagai tentara bayaran.

“Kamu pergi seperti tentara bayaran, kamu tidak bisa kembali seperti pahlawan. Hargai jersey ini,” begitu spanduk yang dibentangkan oleh Boys 1977.

Kepastian kembalinya Buffon ke klub yang membesarkan namanya tersebut dikonfirmasi akun sosial media klub. Dalam video yang diunggah di Twitter dan Instagram klub, Parma menampilkan Buffon layaknya dalam adegan film “Superman Returns”.

Buffon kabarnya akan dikontrak selama dua tahun. Pemain kelahiran Carrara itu mengawali karier profesionalnya di lapangan hijau pada Juli 1994.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Gianluigi Buffon Tak Diterima di Parma

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Spanduk berisi kata-kata kasar bernada penolakan dibentangkan oleh ultas Parma, Boys 1977 di depan Stadion Ennio Tardini.

Spanduk itu ditujukan kepada rekrutan baru Parma, Gianluigi Buffon. Kelompok Boys 77 menolak kembalinya Buffon yang mereka sebut sebagai tentara bayaran.

Gianluigi Buffon yang Tak Diterima di Parma

“Kamu pergi seperti tentara bayaran, kamu tidak bisa kembali seperti pahlawan. Hargai jersey ini,” begitu spanduk yang dibentangkan oleh Boys 1977.

Dikutip Football5star.com dari Sport Parma, Jumat (18/6/2021), Boys 1977 masih dendam dengan keputusan Buffon saat pindah ke Juventus 20 tahun lalu.

“Dua kalimat itu, cukup untuk menunjukkan dendam lama dan transfer ke Juventus 20 tahun lalu yang tidak pernah diterima oleh kelompok Curva dari Utara ini,” tulis media Italia tersebut.

Gianluigi Buffon resmi ke Parma. Kepastian kembalinya Buffon ke klub yang membesarkan namanya tersebut dikonfirmasi akun sosial media klub. Dalam video yang diunggah di Twitter dan Instagram klub, Parma menampilkan Buffon layaknya dalam adegan film “Superman Returns”.

Buffon kabarnya akan dikontrak selama dua tahun. Pemain kelahiran Carrara itu mengawali karier profesionalnya di lapangan hijau pada Juli 1994.

“Saya ingat saya datang bersama ayah dan ibu saya saat berusia 13 tahun dan baru saja bergabung dengan Parma. Saya berada di area sudut tamu, mencoba merasakan getaran dari apa yang menjadi sorak sorai penonton di stadion,” ungkap Buffon.

“Itu adalah kenangan, kilasan yang tidak saya lupakan, jika saya terus bermain lagi dan menjadi bersemangat karena alasan ini. Karena aku sering menggali kenangan itu,” tambah Gianluigi Buffon.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Gianluigi Buffon dan Parma, Cinta Sejati Tak akan Salah Jalan

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Gianluigi Buffon akhirnya secara resmi diumumkan kembali memperkuat Parma FC dan diikat hingga Juni 2023. Reuni keduanya membuktikan kalau cinta sejati tak akan salah jalan untuk kembali bersatu.

Sedikit kilas balik, Buffon memang mengawali semuanya yang sudah diukir dalam karier sepak bolanya di Parma. Dia bergabung dengan tim junior pada 1991, saat berusia 13 tahun. Awalnya, Buffon bukan memulai kariernya sebagai kiper. Idolanya, Thomas N’Kono yang mengilhaminya mengubah posisinya menjadi penjaga gawang.

Gianluigi Buffon dan Parma, Cinta Sejati Tak akan Salah Jalan
the42

Singkat cerita, Gianluigi Buffon lantas promosi ke tim senior pada 1995 kala berusia 17 tahun, 295 hari. Sejak saat itu, Buffon mengukir cerita manisnya. Pada 1999, dia sukses menjuarai UEFA Cup bersama Lillian Thuram, George Weah, dan Enrico Chiesa. Dia pun meraih Coppa Italia dan Supercoppa Italia pada musim yang sama.

Gianluigi Buffon dan Parma, Cinta Sejati Tak akan Salah Jalan
90min

Musim 2001, Parma FC harus merelakan Buffon pergi ke Juventus. Cinta sejatinya itu pergi merantau ke klub besar lain untuk mencari kesuksesan lain. Buffon pun mendapatkan nyaris semuanya yang diinginkannya. Dia meraih sepuluh gelar Serie-A, lima Coppa Italia, hingga tiga kali menjadi runner-up Liga Champions.

Gianluigi Buffon pun sempat menyeberang ke Paris Saint-Germain pada 2018-2019. Bersama PSG, Buffon meraih gelar Ligue 1 dan Trophee des Champions. Buffon sempat kembali ke Juventus, 2019 dan bertahan hingga akhir musim 2021.

Cinta Sejati Tahu Arah Pulang

Cinta sejati pun akhirnya membuktikan tak akan salah jalan pulang. Ya, tepat pada Kamis, 17 Juni 2021, Gianluigi Buffon kembali ke pelukan Parma FC. Penyambutan pulang Buffon pulang pun disambut dengan hangat.

Twitter resmi Parma mengunggah sebuah video gemilang penyambutan Buffon pulang ke rumahnya. “Dia kembali ke tempatnya, dia kembali ke rumah. #SupermanReturns,” tulis Parma.

Kini, keduanya jelas diharapkan bisa kembali mengukir cerita cinta yang indah pada musim-musim selanjutnya. Parma memang tak segarang dahulu, ketika Buffon debut dahulu. Namun, jelas pencinta sepak bola Italia, Eropa, dan dunia pasti menantikan kiprah keduanya di Serie-A musim depan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Gianluigi Buffon Sepakat Gabung Tim Divisi II Liga Italia

gamespool
Gianluigi Buffon Sepakat Gabung Tim Divisi II Liga Italia 58

Football5star.com, Indonesia – Penjaga gawang kawakan, Gianluigi Buffon, dilaporkan sudah mencapai kesepakatan dengan tim divisi II Liga Italia, Parma. Menurut laporan Fabrizio Romano, Buffon bakal diikat dengan kontrak berdurasi dua tahun.

Meski sudah berusia 43 tahun, Buffon masih belum berencana gantung sepatu dalam waktu dekat. Hal itu disinyalir sebagai alasan utama di balik keputusan Buffon bergabung ke skuat I Gialloblu.

“Gianluigi Buffon tidak akan pensiun dan masih akan bermain sepak bola musim depan. Dia akan bergabung ke Parma di divisi II Liga Italia dan menandatangani kontrak hingga 2023,” tulis pernyataan Fabrizio Romano.

Gianluigi Buffon - Parma - Goal
Goal

Parma merupakan klub yang spesial bagi Buffon. Pasalnya, ia merupakan lulusan akademi I Gialloblu dan mengawali karier profesionalnya di sana pada 1994 silam.

Buffon memperkuat I Gialloblu selama tujuh tahun. Ia mencatata 220 penampilan dan berhasil mempersembahkan gelar masing-masing satu gelar Coppa Italia, Super Coppa Italiana serta Piala UEFA.

Pada musim panas 2001, Buffon memutuskan untuk bergabung ke Juventus. Ketika itu, Buffon ditebus dengan banderol 32,6 juta Poundsterling. Angka tersebut sempat membuat Buffon menjadi penjaga gawang termahal dalam sejarah sepak bola.

Bersama Juventus, Buffon berhasil menasbihkan diri sebagai salah satu penjaga gawang terbaik dalam sejarah Liga Italia. Ia sukses menyabet 10 scudetto, lima Coppa Italia, dan tujuh Supercoppa Italiana.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Gianluigi Buffon Tinggalkan Juventus Lagi karena Sakit Hati

Gamespool new banner

Football5Star.com, Indonesia – Gianluigi Buffon akhirnya mengungkapkan alasan hengkang lagi dari Juventus pada akhir musim 2020-21. Dia menyebut ada rasa sakit hati yang diterima pada keberadaannya di skuat I Bianconeri musim ini.

Sakit hati yang dirasakan Buffon berasal dari komentar miring saat dirinya tampil membela Juventus dalam lawatan ke markas Barcelona, Stadion Camp Nou. Ketika itu, kiper yang pernah membela Paris Saint-Germain tersebut dinilai mendapat perlakuan istimewa dari pelatih Andrea Pirlo.

“Komentar-komentar soal kesempatan main lawan Barcelona begitu mengganggu. Mereka bilang, ‘Buffon bermain karena dia adalah teman Pirlo.’ Aku tak menginginkan hadiah!” ujar Gianluigi Buffon dalam wawancara dengan Juventus TV seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttomercatoweb.

Gianluigi Buffon kesal disebut penampilannya saat Juventus lawan Barcelona adalah hadiah dari Andrea Pirlo.
corrieredellosport.it

Buffon mengakui komentar miring yang menyudutkan sekaligus meragukan kemampuannya itu jadi salah satu faktor yang melandasi putusan hengkang pada akhir musim ini. “Mendengat seseorang meragukanku telah mendorongku untuk meninggalkan Juventus,” kata dia.

Buffon memahami komentar tersebut didasari keinginan melihat adanya perubahan di tim. Namun, tetap saja itu menyakitkan bagi dirinya yang sudah demikian laga memberikan dedikasi dan kontribusi besar bagi Juventus.

Buffon Sindir Tifosi Juventus

Gianluigi Buffon meminta tifosi Juventus memberikan dukungan penuh hingga akhir musim.
cbssports.com

Gianluigi Buffon lebih jauh memberikan pesan kepada tifosi Juventus untuk menunjukkan dukungan sepenuhnya. Dia merasa mereka tak lagi sabar dalam mengikuti proses yang dijalani I Bianconeri. Padahal, prestasi harus melalui proses yang kadang tak mulus.

“Dukungan terhadap tim ini mulai berkurang pada kesulitan pertama. Itu sungguh menggangguku. Fan sejati tak akan mengubur timnya begitu mengalami keterpurukan. Jika mendukung Juve, aku akan mendukung para pemain hingga Mei, bukan sampai Februari saja,” ujar Buffon.

Adapun mengenai masa depannya, Gianluigi Buffon belum membuat putusan pasti. Prioritasnya saat ini adalah menikmati waktu untuk beberapa lama guna mengembalikan energinya. Dia juga tak menutup kemungkinan pensiun. “Aku juga bisa berhenti karena sudah melakukan cukup banyak hal sepanjang karierku,” kata dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Gianluigi Buffon Tunggu Tawaran Benfica

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Gianluigi Buffon sudah bukan lagi pemain Juventus. Walau begitu bukan berarti keputusan pergi ini sebagai penanda dirinya akan pensiun.

Kontrak Gianluigi Buffon  bersama Juventus tidak diperpanjang. Ia pun memutuskan pergi dan mencoba mencari petualangan baru.

Menurut Silvano Martina, agen Buffon, pemainnya masih ingin terus bermain. Bahkan mereka sedang menunggu tawaran dari raksasa Portugal, Benfica.

Juventus - Gianluigi Buffon - The Sun
The Sun

“Jika Benfica menelepon kami pasti tertarik. Idenya akan sangat bagus. Tapi saya belum melakukan kontak apa pun dengan mereka, bahkan dengan perantara sekali pun,” kata Silvano Martina kepada A Bola, Kamis (27/5/2021).

Sampai saat ini belum ada kontak yang terjalin antara pihak Gianluigi Buffon dan Benfica. Tapi dengan kompetisi 2020-2021 yang baru berakhir dan musim baru yang masih sangat lama, semua kemungkinan masih bisa terjadi.

‘Adapun Benfica diyakini akan mencari kiper baru musim depan dan ingin melepas kiper mudanya, Mile Svilar yang kontraknya berakhir Juni 2022 mendatang. Kemungkinan ini pula yang membuat pihak Buffon tertarik.

Sementara itu, kiper 43 tahun masih belum memastikan apa yang akan terjadi. Tapi hasrat terpendamnya adalah mencoba tantangan baru dan lingkungan baru sebelum memutuskan gantung sepatu.

“Entah saya akan berhenti bermain atau saya akan menemukan situasi yang memotivasi saya untuk bermain atau memiliki pengalaman hidup yang berbeda,” tutup kiper yang membawa Italia juara Piala Dunia 2006.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gianluigi Buffon Tak Ingin Buru-buru Cari Klub Baru

gamespool
Gianluigi Buffon Tak Ingin Buru-buru Cari Klub Baru 69

Football5star.com, Indonesia – Kiper legendaris Juventus, Gianluigi Buffon, mengaku belum memikirkan klub mana yang akan ia bela pada musim 2021-22. Buffon tak ingin terburu-buru menentukan klub barunya.

Seperti yang diketahui, Buffon akan meninggalkan Juventus ketika kontraknya habis pada Juni 2021 mendatang. Pemain 43 tahun itu sudah menjalani penampilan terakhirnya bersama Bianconerri pada partai final Coppa Italia melawan Atalanta pekan lalu.

“Saya akan bergabung ke klub yang bisa memberikan motivasi besar. Saya tak mau terburu-buru menentukan klub mana yang akan saya bela musim depan,” ujar Gianluigi Buffon dilansir fotoball5star dari Football Italia.

Juventus - Gianluigi Buffon - ESPN
ESPN

“Saya sudah memberikan dan menerima banyak hal bersama Juve. Hal itu membuat saya merasa ini merupakan momen yang tepat untuk beristirahat sejenak dan tidak mengambil langkah berisiko,” sambung Buffon.

Lebih lanjut, Buffon mengaku tak bisa mengucapkan terima kasih yang cukup kepada Juventus. Menurutnya Bianconerri merupakan klub yang sudah mengubahnya dari seorang bocah menjadi lelaki sejati.

“Saya menjalani akhir yang sempurna bersama Juve. Saya memiliki sangat banyak kenangan indah bersama mereka. Juve merupakan klub yang mengubah saya menjadi lelaki sejati. Saya memiliki utang budi yang sangat besar kepada mereka,” tandas Buffon.

Media-media Italia melaporkan Buffon bakal memperkuat klub divisi dua Liga Italia musim depan. Dua klub Serie B yang dilaporkan siap menampung Buffon adalah Parma dan AC Monza.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Gianluigi Buffon: Dua Tahun Terakhir di Juventus Sulit Bagi Saya

gamespool
Gianluigi Buffon: Dua Tahun Terakhir di Juventus Sulit Bagi Saya 73

Football5Star.com, Indonesia – Kiper Juventus, Gianluigi Buffon, mengungkapkan kesulitannya setelah kembali ke Juventus dari Paris Saint-Germain dua tahun lalu. Buffon menyebut bahwa dia kesulitan untuk beradaptasi dengan “suasana baru” Juventus.

Buffon baru saja membawa Juventus menjadi juara Coppa Italia. Musim lalu dia membawa Il Bianconeri meraih gelar Scudetto ke-9 beruntun. Namun berbeda dengan periode pertamanya di Turin sebelum pindah ke PSG, dalam dua musim periode keduanya, Buffon bukan merupakan kiper utama. Buffon mengakui bahwa dia harus beradaptasi dengan peran barunya, yakni lebih sering berada di “belakang layar”.

Fakta Menarik Atalanta vs Juventus Rekor Gianluigi Buffon dan Total Trofi Ronaldo
@brfootball

“Saya pikir dua tahun ini, terlepas dari fakta bahwa peran saya sebagai pemain tidak sentral, tidak diterima begitu saja oleh orang seperti saya. Tidak mudah untuk bisa beradaptasi. Sebaliknya, saya pikir saya melakukannya dengan sangat antusias. Pertama-tama, untuk menghormati diri saya sendiri. Di usia 43 tahun, saya merasa seperti laki-laki dan laki-laki harus berperilaku seperti itu, tidak seperti anak bocah,” ucap Buffon seperti dilansir Football5Star.com dari Sky Sports Italia.

Buffon melanjutkan, “Kemudian untuk semua orang yang memiliki kepercayaan pada saya, dengan siapa saya telah membuat pakta kehormatan, itulah mengapa saya dengan senang hati memiliki peran ini. Dan kemudian untuk rekan satu tim saya, untuk hubungan indah yang saya miliki dengan semua orang. Saya pikir saya adalah orang yang berpengaruh.”

Mantan kiper Parma itu sudah mengumumkan bahwa dirinya akan meninggalkan Juventus musim ini. Laporan terakhir, klub Serie B, Monza mencoba mendatangkannya.

“Tidak mudah untuk memahami kapan saatnya untuk mundur dan berada di belakang layar, menyerahkan lampu panggung kepada orang lain. Bagi saya itu adalah ujian, juga untuk mengukur diri saya sebagai pribadi. Dan saya senang karena saya pikir saya telah mengatasinya dengan cemerlang,” ujar Gianluigi Buffon.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Gelar Coppa Italia Bikin Gianluigi Buffon Belum Mau Pensiun

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Gelar Coppa Italia yang dipersembahkan Gianluigi Buffon untuk Juventus dinihari tadi, Kamis (20/5/2021) membuat kiper berusia 43 tahun itu mengaku masih ingin terus bermain dan tak ingin segera pensiun.

Buffon mengaku bahwa gelar itu membuat dirinya masih yakin dengan kemampuan dirinya. Ia pun mengaku sudah sangat siap untuk tantangan baru di musim depan. Buffon musim depan sudah tak berstatus pemain Juventus.

Gianluigi Buffon Ingin Main di Piala Dunia 2022

“Saya senang ketika saya bermimpi dan mengisi ulang tenaga saya dengan cakrawala baru, proyek baru dan tantangan baru. Saya mungkin tidak menang, tapi bukan itu yang menarik minat saya,” ucap Buffon seperti dikutip Football5star.com dari RAI Sport.

“Saya tidak pernah bermain untuk mendapatkan trofi. Saya bermain untuk melakukan perjalanan dan menantang diri saya sendiri. Itulah inti dari keberadaan saya,”

“Saya masih perlu menantang diri saya sendiri, melalukan perjalnan dan melihat di mana batas-batas tubu saya, energi dan esensi saya. Saya sudah mengatakan itu minggu lalu, saya tidak tahu apa yang akan terjadi,”

Meski mengaku dirinya bisa saja pensiun, Buffon menegaskan bahwa ia masih berharap main di Piala Dunia 2022.

“Saya masih merasa bahwa saya adalah Buffon, jadi saya tidak menginginkan hadiah apapun. Jika seseorang berpikir saya masih kompetitif, itu sangat bagus,”

“Yang ingin saya lakukan adalah menantang diri saya sendiri. Saya ingin mencapai Desember 2022 dan masih merasa cukup kuat untuk memainkan peran saya. Tapi jika mereka tidak memilih saya, tidak masalah juga,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Gianluigi Buffon Ingin Main di Piala Dunia 2022

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Usai antarkan Juventus meraih gelar Coppa Italia, kiper veteran Gianluigi Buffon memiliki ambisi lain yakni bisa bermain di Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Qatar. Buffon mengaku bahwa dirinya masih cukup kuat untuk bermain.

“Saya masih merasa kuat, jadi jika saya menemukan motivasi untuk mencoba pengalaman lain, saya akan terus maju. Saya merasa bahwa saya masih seorang kiper yang baik,” kata Buffon seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sport, Kamis (20/5/2021).

Fakta Menarik Atalanta vs Juventus Rekor Gianluigi Buffon dan Total Trofi Ronaldo

“Saya masih merasa bahwa saya adalah Buffon, jadi saya tidak menginginkan hadiah apapun. Jika seseorang berpikir saya masih kompetitif, itu sangat bagus,”

“Yang ingin saya lakukan adalah menantang diri saya sendiri. Saya ingin mencapai Desember 2022 dan masih merasa cukup kuat untuk memainkan peran saya. Tapi jika mereka tidak memilih saya, tidak masalah juga,” tambah kiper berusia 43 tahun tersebut.

Musim depan, Gianluigi Buffon tak lagi menjadi pemain Juventus. Ia pun bangga bisa mengakhiri musim bersama Juventus dengan memberikan gelar Coppa Italia.

“Menyelesaikan seperti ini membuat saya bangga dan sangat bahagia karena saya harus berbagi kemenangan di final ini dengan rekan satu tim dan para penggemar,”

“Para penggemar, orang-orang di Juventus, dan rekan satu tim dan direktur tim akan selalu menjadi bagian dari hidup saya. Akhir dari hubungan ini tak mengakhiri apapun. Saya pikir saya telah memberikan banyak cinta dan profesionalisme. Saya bangga untuk itu,” tutup eks kiper Parma tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Juara Coppa Italia, Gianluigi Buffon Sebut Juventus Bukan Tim Terbaik

Gamespool new banner

Football5Star.com, Indonesia – Sebuah pengakuan menyentak terlontar dari mulut Gianluigi Buffon. Dia menyebut Juventus bukan tim terbaik Italia pada saat ini meskipun mampu menjuarai Coppa Italia. Menariknya, dia juga tak menyebut Inter Milan, sang juara baru, sebagai yang terbaik.

Juventus menang 2-1 atas Alatanta pada final Coppa Italia, Kamis (20/5/2021) dini hari WIB. Selepas laga, Buffon yang merebut gelar ke-6 di ajang ini menyebut kemenangan kali ini istimewa karena diraih dengan mengalahkan tim terbaik di Italia.

“Trofi ini sangatlah penting. Tahun ini, kami begitu sering mengalami naik dan turun. Lalu, di final kami melawan tim yang dalam pandangan saya adalah yang terbaik di Italia bersama (AC) Milan,” urai Gianluigi Buffon selepas final Coppa Italia seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttomercatoweb.

Atalanta diakui Gianluigi Buffon sebagai tim terbaik di Italia bersama AC Milan.
Getty Images

Buffon mendasarkan itu pada permainan yang ditunjukkan Atalanta dan Milan di atas lapangan. “Mereka dan Milan adalah tim terbaik karena mampu menunjukkan permainan sepak bola yang betul-betul indah dan patut dipuji,” ujar kiper yang akan hengkang dari Juventus itu.

Secara implisit, ucapan Buffon tersebut jadi sentilan bagi para petinggi Juventus. Pasalnya, dalih mereka mendepak Massimiliano Allegri pada akhir musim 2018-19 adalah demi melihat I Bianconeri bermain sepak bola indah.

Juventus di Mata Buffon

Juventus disebut Gianluigi Buffon sebagai tim terkuat di Italia bersama Inter Milan.
Getty Images

Meskipun memberikan pujian kepada Atalanta dan AC Milan, bukan berarti Gianluigi Buffon merendahkan Juventus. Bagaimanapun, kemenangan pada final Coppa Italia membuktikan I Bianconeri juga punya kelas tersendiri.

“Atalanta adalah yang terbaik, tapi bukan tim terkuat. Tim terkuat adalah kami dan Inter (Milan),” ujar Buffon mendeskripsikan Juventus musim ini. “Perlu dicatat, sesuatu yang patut dipuji bukan berarti pasti menunjukkan sesuatu yang paling tepat.”

Bagi Juventus, kemenangan di ajang Coppa Italia jadi pelipur lara setelah gagal mempertahankan Scudetto dan tersisih lagi pada babak 16 besar Liga Champions. Khusus bagi Gianluigi Buffon, kesuksesan kali ini mengantar dia jadi pemain tersukses di ajang tersebut dengan 6 gelar juara, sama dengan Roberto Mancini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Fakta Menarik Final Coppa Italia: Rekor Buffon dan Jumlah Trofi Ronaldo

gamespool
Fakta Menarik Final Coppa Italia: Rekor Buffon dan Jumlah Trofi Ronaldo 89

Football5Star.com, Indonesia – Laga Final Coppa Italia yang mempertemukan Atalanta vs Juventus berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan I Bianconeri. Banyak fakta-fakta menarik tercipta di laga dan kompetisi ini.

Atalanta yang digadang-gadang diunggulkan di laga ini harus takluk lewat gol dari Dejan Kulusevski dan Federico Chiesa. La Dea hanya bisa membalas lewat gol Ruslan Malinovsky. Berikut fakta-fakta menarik yang Football5Star.com kumpulkan:

Gelar Terbanyak

Juventus menjadi klub terbanyak yang bisa meraih Coppa Italia, tepatnya 14 kali, yang mana 5 gelar lebih banyak dari klub kedua, AS Roma. Laga ini juga merupakan laga ke-400 Si Nyonya Tua di Coppa Italia, setidaknya 13 laga lebih banyak dari klub terdekat.

Untuk Atalanta, mereka gagal meraih trofi Coppa Italia keduanya. Terakhir dan satu-satunya mereka mendapatkannya, yakni pada musim 1962-63.

Rekor Gianluigi Buffon

Fakta Menarik Atalanta vs Juventus Rekor Gianluigi Buffon dan Total Trofi Ronaldo
@brfootball

Buffon yang bermain pada laga itu memecahkan beberapa rekor. Kiper berusia 43 tahun itu berhasil meraih gelar Coppa Italia ke-6 (1 dengan Parma, 5 dengan Juventus), tak ada pemain yang lebih banyak.

Gelar pertama Buffon bersama Parma pada musim 1998-99 juga memiliki arti sendiri untuknya. Pada laga itu dia bersama Enrico Chiesa berhasil mengalahkan Fiorentina di babak final. Kini, Buffon berhasil menjadi juara bersama anaknya, Federico Chiesa. Gelar ini juga membuat dia berhasil menjadi juara Coppa Italia di tiga dekade yang berbeda.

Cristiano Ronaldo Tambah Trofi

Fakta Menarik Atalanta vs Juventus Rekor Buffon dan Total Trofi Cristiano Ronaldo
@IF2is

Ini adalah gelar baru untuk Ronaldo setelah dua musim sebelumnya dia gagal mendapatkannya. Ini adalah trofi ke-34 Ronaldo sepanjang kariernya.

Trofi Coppa Italia ini juga membuat Ronaldo menjadi pemain yang berhasil memenangkan trofi liga dan cup di tiga negara yang berbeda. Inggris (Premier League dan Piala FA), Spanyol (La Liga dan Copa del Rey) dan Italia (Serie A dan Coppa Italia).

Andrea Pirlo dan Gian Piero Gasperini

Andrea Pirlo Tegaskan Dirinya Tak Mau Keluar dari Juventus Pasca Juara Coppa Italia
@Juventusfcen

Terlepas dari hasil buruk Juventus di Serie A dan Liga Champions, Pirlo berhasil meraih dua gelar di musim pertama dalam kariernya sebagai pelatih (Piala Super Italia dan Coppa Italia). Pirlo berhasil meraih Coppa Italia tepat di hari ulang tahunnya yang ke-42, 19 Mei.

Pirlo juga menjadi pelatih Juventus ke-4 yang bisa memenangkan Coppa Italia sebagai pemain dan pelatih setelah Luis Monti, Carlo Parola dan Dino Zoff.

Berbeda dengan Pirlo yang mendapatkan dua gelar di musim pertamanya sebagai pelatih, Gian Piero Gasperini yang sudah menjadi pelatih klub senior sejak 2003 (Crotone), sampai saat ini belum pernah meraih gelar apa pun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Juara Coppa Italia, Gianluigi Buffon Penuhi Permintaan Federico Chiesa

Gamespool new banner

Football5Star.com, Indonesia – Ada hal menarik di balik kesuksesan Juventus menjuarai Coppa Italia, Kamis (20/5/2021) dini hari WIB. Diam-diam, trofi yang diraih dengan mengalahkan Atalanta itu tak ubahnya pemenuhan permintaan Federico Chiesa kepada Gianluigi Buffon.

Sebelum pertandingan, Chiesa sempat berbicara kepada Buffon. Eks pemain Fiorentina itu menyampaikan permintaan khusus, yaitu merebut trofi Coppa Italia dengan mengalahkan Atalanta. Pasalnya, dia sangat ingin mengulangi kesuksesan sang ayah, Enrico Chiesa.

“Sebelum pertandingan, aku katakan kepada dia, ‘Gigi, kamu sudah merebut banyak trofi, termasuk dengan ayahku. Sekarang, cobalah memenanginya denganku,'” urai Federico Chiesa seperti dikutip Football5star.com dari Tuttosport.

Enrico Chiesa, ayah Federico, sempat juara Coppa Italia bersama Gianluigi Buffon di Parma.
Getty Images

Ayah Chiesa, Enrico, pernah merebut dua trofi bersama Buffon saat memperkuat Parma. Pada 1998-99, mereka menjadi yang terbaik di Piala UEFA dan Coppa Italia. Khusus di Coppa Italia, itu jadi kesuksesan pertama Buffon dalam kiprah panjangnya sebagai pesepak bola.

Bagi Chiesa, menapaki jejak sang ayah jadi obsesi tersendiri sejak masih bersama Fiorentina. “Fiorentina memenangi Coppa Italia pada 2001 dengan Nuno Gomes dan Enrico Chiesa di lini depan. Akan jadi sesuatu yang luar biasa bila mampu meniru ayah,” kata dia kepada La Gazzetta dello Sport pada 2019.

Chiesa Bawa Buffon Cetak Rekor

Kesuksesan menjuarai Coppa Italia 2020-21 bersama JUventus terasa lebih indah bagi Federico Chiesa. Pasalnya, dia jadi bagian penting dalam kesuksesan tersebut. Dialah sang penentu kemenangan 2-1 lewat gol yang dibuat pada menit ke-73 dengan meneruskan umpan Dejan Kulusevski.

Gol itu jadi pembeda Federico dari Enrico Chiesa. Meskipun sempat dua kali juara Coppa Italia bersama Parma dan Fiorentina, Enrico selalu gagal mencetak gol pada laga final. Padahal, pada saat itu, final ajang ini masih menggunakan format kandang-tandang.

Gianluigi Buffon menyamai koleksi gelar juara Coppa Italia milik Roberto Mancini berkat gol Federico Chiesa.
gol24.pl

Tak hanya itu, Chiesa membawa Gianluigi Buffon mencetak rekor. Kiper gaek itu kini menyamai koleksi 6 gelar juara Coppa Italia milik Roberto Mancini. Sebelumnya, Buffon juara pada 1998-99, 2014-15, 2015-16, 2016-17, dan 2017-18. Adapun Mancini juara pada 1984-85, 1987-88, 1988-89, 1993-94, 1997-98, dan 1999-00.

Itu juga jadi penanda manis akhir kiprah Buffon di Juventus. Kiper berumur 43 tahun itu sudah memastikan hengkang pada akhir musim nanti. Mengenai hal itu, Federico Chiesa berujar, “Dia itu seorang legenda dan kami akan begitu kehilangan dia.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Gianluigi Buffon Bakal Lanjutkan Karier Bersama Klub Brasil?

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Kiper veteran, Gianluigi Buffon beberapa waktu lalu memutuskan untuk meninggalkan Juventus di akhir musim ini. Lantas apakah Buffon memutuskan untuk pensiun sebagai pemain?

Ternyata Buffon belum memutuskan apakah ia akan pensiun atau tidak. Rumornya, Buffon malah tengah didekati oleh klub asal Brasil, Flamengo. Diakui Buffon, klub Brasil itu telah menghubungi dirinya.

Gianluigi Buffon memastikan tak lagi memperkuat Juventus pada musim depan.

“Saya memang mendapat telepon dari Flamengo, tapi saya pikir saya akan tinggal lebih dekat dengan rumah,” ucap Buffon seperti dikutip Football5star.com dari TNT Brasil, Jumat (14/5/2021).

“Saya tidak tahu apakah ada rahasia untuk bermain di usia 43 tahun. Saya kira itu tergantung pada karakter Anda, tubuh Anda, dan tentu saja keberuntungan, karena itu membuat perbedaan besar,” tambah Buffon.

Ini bukan kali pertama Buffon meninggalkan Turin. Pada tahun 2018 lalu, ia sudah melakukan perpisahan dengan Bianconeri untuk memenuhi panggilan dari raksasa Prancis, PSG.

Namun, Buffon hanya sanggup bertahan selama satu musim di sana. Pada tahun 2019, ia memilih tidak memperpanjang masa abdinya dan kembali ke pelukan Bianconeri meski menjadi pilihan kedua di bawah Wojciech Szczesny.

“Buat masa depan, saya akan membutuhkan waktu 20 sampai 25 hari untuk membuat keputusan,”

“Saya telah menerima tawaran. Saya ingin melihat apakah saya masih memiliki semangat, motivasi dan hasrat untuk bekerja keras sebagai seorang Buffon lagi,” tutup mantan kiper Parma tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Tak Ada Lagi Gianluigi Buffon di Skuat Juventus Musim Depan

Gamespool new banner

Football5Star.com, Indonesia – Tak akan ada lagi nama Gianluigi Buffon di skuat Juventus musim depan. Kiper berumur 43 tahun itu sudah memutuskan pergi dari I Bianconeri. Namun, itu bukan berarti eks penjaga gawang nomor satu Italia tersebut akan pensiun.

“Masa depan saya sudah jelas. Perjalanan sangat panjang dan indah bersama Juve akan benar-benar berakhir pada tahun ini,” ujar Gianluigi Buffon seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttosport. “Entah aku akan berhenti bermain atau menemukan situasi yang membuka kesempatan untuk bermain.”

Lebih jauh, Buffon merasa kiprahnya bersama Juventus telah paripurna sehingga sudah saatnya ditutup. “Kupikir aku sudah memberikan segalanya untuk Juve. Aku juga sudah mendapatkan semuanya. Kami telah mencapai akhir sebuah siklus,” ucap kiper didikan Parma tersebut.

Ini akan jadi perpisahan kedua antara Buffon dan Juventus. Sebelumnya, sang kiper sempat hengkang ke Paris Saint-Germain pada musim 2018-19. Namun, musim berikutnya, dia kembali walaupun tak lantas menggeser Wojciech Szczesny dari posisi kiper utama I Bianconeri.

Kini, perpisahan kedua akan terjadi dan dipastikan jadi perpisahan sejati. Mengingat umurnya yang sudah 43 tahun, tak mungkin lagi Buffon kembali ke skuat Juventus yang butuh peremajaan. Satu-satunya kemungkinan kembali adalah masuk staf pelatih atau manajemen klub.

Buffon Ungkap Kelemahan Juventus

Gianluigi Buffon menyebut inkonsistensi jadi masalah utama Juventus pada musim ini.
Getty Images

Selain mengumumkan kepastian hengkang, Gianluigi Buffon juga membahas kiprah Juventus yang mengecewakan pada musim ini. Di bawah asuhan Andrea Pirlo, I Bianconeri tersisih pada babak 16 besar Liga Champions dan gagal meraih Scudetto ke-10 secara beruntun. Mereka bahkan terancam finis di luar 4 besar.

“Kami tak punya kontinuitas. Pada pertandingan melawan 5-6 tim teratas, kami sering menang, begitu sering imbang, dan kadang kalah. Berimbang. Lalu, melawan tim-tim semenjana, kami kehilangan poin secara bodoh,” ujar Buffon tanpa basa-basi.

Menilik hasil-hasil yang diraih sepanjang musim ini, Gianluigi Buffon menunjuk satu hal yang jadi pekerjaan rumah Juventus. Itu adalah membenahi mentalitas pemain dan tim. “Kukira tim ini belum tumbuh bersama secara emosional,” kata dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

SAH! Gianluigi Buffon Buka Akademi Sepak Bola

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Gianluigi Buffon tidak ingin ilmu dan pengalamannya di sepak bola terbuang sia-sia. Maka dari itu kiper Juventus membuka akademi sepak bola.

Akademi tersebut diberi nama Buffon Football Academy. Akademi milik kiper Juventus nantinya akan menerima para pemain laki-laki dan perempuan dalam rentang usia delapan hingga 16 tahun.

Sebagaimana posisinya sebagai kiper, akademi ini akan dikhususkan untuk penjaga gawang. Kiper legendaris Italia ini berharap banyak talenta-talenta hebat yang bisa dilahirkan dari akademinya.

Perasaan Bangga Buffon Mampu Pencundangi Barcelona dan Real Madrid2

“Akademi ini diciptakan untuk menawarkan anak laku-laki dan perempuan berusia delapan hingga 16 tahun sebuah kursus yang sangat terspesialisasi, yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis mereka yang memimpikan masa depan di sepak bola,” kata Buffon seperti dilansir Football Italia, Senin (26/4/2021).

Saya selalu percaya pada nilai pelatihan, terlebih dalam periode yang rumit ini bagi kita semua. Ini adalah paket lengkap dengan program pelatihan yang dibuat khusus untuk penjaga gawang,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, kiper 43 tahun berharap akademinya bisa memulai latihan perdana Juni mendatang. Dia juga memastikan semua kegiatan akan tunduk pada peraturan covid-19.

“Kami berharap bisa memulai Buffon Summer Camp pada awal Juni dan keinginan saya adalah bisa bertemu dengan orang-orang pada 13 Juni di Marina di Pietrasanta. Dan tentu saja kegiatan ini akan mematuhi protokol covid-19,” tutup Gianluigi Buffon.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Chiellini Akui Kontraknya dan Buffon di Juventus Tak Bermasalah

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Juventus dihadapkan oleh situasi rumit terkait kontrak dua pemain veterannya, Giorgio Chiellini dan Gianluigi Buffon. Kontrak mereka sama-sama akan kadaluarsa akhir musim ini.

Baik Chiellini dan Buffon sudah menjalin negosiasi dengan manajemen klub. Tapi belum ada kesepakatan yang tercapai.

Kendati demikian, dia menegaskan tidak terjadi masalah serius terkait situasi kontrak. Dia juga mengisyaratkan akan terus bersama Juventus karena tidak bisa membayangkan memperkuat tim lain.

Giorgio Chiellini mewaspadai Romelu Lukaku pada Derby d'Italia antara Juventus dan Inter Milan.
tuttosport

“Selama jeda internasional pembaruan kontrak saya dan Gigi Buffon tampaknya menjadi masalah. Harus saya tegaskan bahwa masalah itu tidak pernah ada,” ungkap Chiellini kepada Sky Sport Italia, Jumat (17/4/2021).

“Kontrak kami tidak akan pernah menjadi masalah. Ini adalah pasar fantasi. Tapi saya pasti tidak akan pernah bermain dengan seragam lain di Italia atau di Eropa. Itu bukan alternatif kami,” ia menambahkan.

Ketika ditanya lebih jauh soal progres perpanjangan kontrak, bek 37 tahun enggan menjawabnya. Ia menegaskabn fokusnya dan Juventus saat ini bukan soal kontrak pemain. Melainkan pertandingan melawan Atalanta akhir pekan ini.

“Saat ini saya tidak bisa berkata apa-apa lagi. Saya dan pemain lain di sini hanya fokus pada Atalanta dan pertandingan selanjutnya di sisa kompetisi,” tutur Chiellini.

Sulit memang melihat bek timnas Italia memperkuat klub selain Juventus. Sebab dia sudah memperkuat Si Nyonya Tua sejak 2005 silam.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Gianluigi Buffon Hampir Pasti Tidak Pensiun di Juventus

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Gianluigi Buffon kemungkinan besar akan hengkang dari Juventus musim panas mendatang. Ini sekaligus membuat kiper gaek itu batal pensiun di Turin.

Kontrak Gianluigi Buffon di Juventus akan berakhir Juni nanti. Sampai saat ini manajemen belum punya rencana untuk menambah durasi kontraknya.

Selain karena manajemen yang belum menyodorkan kontrak baru, kiper 43 tahun juga dilaporkan memang tidak berniat memperpanjang masa baktinya di stadion Allianz.

Perasaan Bangga Buffon Mampu Pencundangi Barcelona dan Real Madrid2

Dan itu bukan berarti dia akan pensiun akhir musim nanti. Laporan Gazzetta dello Sport menyebut jika Buffon belum mau gantung sepatu. Ia justru sedang mencari peluang lain untuk hijrah lagi ke luar negeri.

Gazzetta juga melaporkan klub barunya itulah yang akan dijadikan mantan kiper Parma sebagai klub terakhir sebelum pensiun. Diyakini klub baru yang akan dituju sang kiper berasal dari Amerika Serikat.

Jika benar-benar pindah ke Amerika, atau ke negara lainnya, ini akan jadi kali kedua Gianluigi Buffon meninggalkan Juventus dan Italia. Seperti diketahui, dua musim lalu dia meninggalkan Juve untuk bergabung ke raksasa Prancis, Paris Saint-Germain.

Di sisi lain, performa mantan penjaga gawang nomor satu Italia musim ini tidak terlalu mengecewakan. lima kali dipercaya Andrea Pirlo untuk menggantikan Wojciech Szczesny di Serie A, dia berhasil membukukan tiga kali cleansheet.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Kiper Ini Dulu di Depan Buffon, Kokain Lalu Hancurkan Segalanya

gamespool
Kiper Ini Dulu di Depan Buffon, Kokain Lalu Hancurkan Segalanya 112

Football5star.com, Indonesia – Siapa yang tak kenal Gianluigi Buffon. Meski usianya sudah 43 tahun, Buffon masih aktif sebagai kiper Juventus. Sebelumnya memiliki karier cemerlang seperti saat ini, Buffon berada di bawah kiper bernama Angelo Pagotto.

Saat Italia bermain di Euro U-21 1996, Buffon menjadi kiper di belakang Pagotto. Penampilan Pagotto di ajang ini menarik perhatian banyak pihak. Ia mampu membawa Italia hingga ke babak final. Di final, Italia melawan Spanyol yang diperkuat pemain seperti Ivan de la Pena dan Raul Gonzalez.

Kiper Ini Dulu di Depan Buffon, Kokain Lalu Hancurkan Segalanya

Laga Italia vs Spanyol di final Euro U-21 harus dituntaskan lewat adu penalti. Di babak tos-tosan ini, Pagotto tunjukkan kemampuan terbaiknya. Ia mampu menghalau dua tendangan penalti Spanyol, de la Pena dan Raul.

Italia pun ia antarkan meraih gelar juara ketiga di ajang Euro U-21. Pagotto satu angkatan dengan pemain-pemain besar Italia seperti Francesco Totti, Christian Vieri, Nesta, hingga Cannavaro. Buffon berada di belakang Pagotto.

Sayang kariernya Pagotto tak seperti rekan-rekannya yang lain. Karier Pagotto mandek. Penyebab utamanya ialah kokain dan gaya hidup yang tidak terkontrol.

Dihancurkan Narkoba

Lepas dari ajang Euro U-21 1996, Pagotto sempat mendapat tawaran untuk membela Juventus. Namun tawaran itu ia acuhkan. Pagotto memilih untuk membela AC Milan. Semusim di San Siro, ia hanya mampu melakoni 8 partai.

“Pada tahun itu Anda masih bisa melewatkan tes doping dan jika saya memiliki hati nurani yang buruk, saya mungkin akan melakukannya,” kata Pagotto seperti dikutip Football5star.com dari La Gazzetta dello Sport membantah tudingan ia kerap tak mau melakukan tes doping.

“Tapi saya tenang, saya di tes negatif seminggu sebelumnya di Parma dan seminggu setelahnya di Padua. Hanya dalam tes antara dua pertandingan itu, melawan Fiorentina, saya dinyatakan positif, itu aneh,”

Ia pun mendapat hukuman larangan dua tahun bermain di Liga Italia. Ia sebenarnya memiliki peluang mendapat keringanan hukuman selama 6 bulan jika mengakui kesalahannya.

“Semuanya berjalan seperti itu. Saya menghabiskan dua tahun di Liguria dengan ibu saya di hotel yang kami buka, dia mempercayai saya,”

Pagotto kemudian mendapat kasus sama pada 2007. Ia kemudian memilih pensiun di usia 34 tahun dan pergi ke Jerman untuk bekerja di restoran Pizza.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Gianluigi Buffon Sudah Siap Gantung Sepatu

gamespool
Gianluigi Buffon Sudah Siap Gantung Sepatu 116

Football5star.com, Indonesia – Penjaga gawang pelapis Juventus, Gianluigi Buffon, mengaku hanya akan bermain hingga Juni 2023. Namun, ia tak menutup kemungkinan untuk pensiun ketika kontrak bersama Bianconerri habis pada musim panas 2021 mendatang.

Saat ini, Buffon sudah berusia 43 tahun. Ia juga sudah tak lagi menjadi penjaga gawang utama Juventus. Posisi tersebut kini dimiliki kiper asal Polandia, Wojciech Szczesny.

“Di kepala saya sudah ada batas maksimal. Yaitu Juni 2023. Itu merupakan batas maksimal yang sudah saya terapkan. Tapi, saya juga bisa saja pensiun dan berhenti bermain empat bulan mendatang,” kata Gianluigi Buffon kepada The Guardian.

Gianluigi Buffon - Juventus - Pensiun - The Sun
The Sun

Meski sudah siap gantung sepatu, Buffon masih belum merasa performanya menurun. Ia bahkan tak merasa yakin performanya akan menurun drastis dalam waktu dekat.

“Banyak orang yang mengatakan di usia 43 tahun, banyak atlet yang performanya mulai menurun secara drastis. Saya sama sekali tidak mempercayai apa yang mereka katakan.”

“Saya merasa apa yang saya rasakan saat ini. Berbagai sensasi yang saya rasakan saat ini belum mengarah pada tanda-tanda penurunan performa secara drastis dalam waktu dekat,” tandas Buffon.

Buffon memang masih bisa menunjukkan penampilan prima di usia senjanya. Mantan penjaga gawang timnas Italia itu tercatat berhasil mencatat enam clesn sheet dari 10 penampilan di semua kompetisi. Tak cuma itu, gawang Buffon juga cuma kebobolan lima gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]