Thomas Partey Buat Granit Xhaka Terlihat Lebih Bagus

gamespool
Thomas Partey Buat Granit Xhaka Terlihat Lebih Bagus 4

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Arsenal, Gilberto Silva, mengklaim bahwa performa dari Granit Xhaka saat ini lebih baik karena adanya Thomas Partey di sisinya. Silva juga memuji Partey sebagai gelandang bertahan terbaik yang Arsenal punya sejak dirinya.

Partey direkrut dari Atletico Madrid pada musim panas lalu, namun dia bermasalah dengan cedera dalam setengah musim pertama. Namun kali ini, Partey sudah mulai reguler bermain dan terakhir dia bermain apik saat Arsenal mengalahkan Tottenham 2-1, (14/3/21).

Thomas Partey - Arsenal - Ghana - Mikel Arteta - arsenal. com
arsenal.com

“Saya setuju dengan Anda (Partey gelandang bertahan terbaik di Arsenal sejak Gilberto Silva). Dia pemain yang bagus. Dia adalah tipe pemain yang Arsenal butuhkan selama ini. Saya sudah berbicara beberapa kali tentang itu. Mereka punya pemain yang bagus di lini tengah, tapi tidak ada yang menungu dan memberi Arsenal stabilitas,” ucap Silva seperti dilansir Football5Star.com dari Astro SuperSport.

Mantan pemain asal Brasil itu melanjutkan, “Lihatlah pertandingan (melawan Spurs), sangat hebat melihat dia mengatur permainan, mengatur posisinya dan membantu. Anda tahu apa yang sangat penting tentang posisi khusus ini? Ini adalah posisi yang sangat khusus karena tidak setiap kali Anda mendapatkan kredit yang layak Anda dapatkan.”

Menurut Silva, adanya Thomas Partey membuat penampilan para pemain di sekitarnya terlihat lebih baik, salah satunya Granit Xhaka.

“Partey membuat Xhaka terlihat lebih baik dalam permainan, dia membuat para pemain bertahan terlihat jauh lebih baik dan nyaman saat bola melawan mereka. Saya pikir cara dia mengatur permainan, cara dia memposisikan dirinya, sangat penting bagi Arsenal. Dia adalah tipe pemain yang dibutuhkan Arsenal untuk waktu yang cukup lama menurut saya,” kata Gilberto Silva.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Gilberto Silva Sebut Nasib Liverpool Seperti Arsenal

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Liverpool tak kunjung bangkit di Premier League musim ini. Kondisi ini membuat Gilberto Silva menyamakan nasib mereka dengan mantan timnya, Arsenal.

Menurut Gilberto Silva, kesempurnaan Liverpool musim lalu membuat mereka jadi target semua klub pada musim ini. Hal serupa juga dialami Arsenal, ketika menjuarai Premier League 2003-2004 tanpa terkalahkan, tapi tampil mengecewakan semusim kemudian.

“Melihat mereka bermain fantastis musim lalu membuat mereka menjadi target semua orang musim ini,” kata eks bintang Brasil seperti dikutip Football5star dari Tribal Football, Sabtu (27/2/2021).

Gilberto Silva adalah bagian integral the Invincibles Arsenal yang juara Premier League musim 2003-04.
thesun.co.uk

“Ini seperti kasus Arsenal pada 2003-2004. Kami tidak terkalahkan dan kami menjadi target klub lain dan musim depan kami tidak bisa mengulangi apa yang telah kami lakukan,” imbuhnya.

Mantan bek itu menjelaskan, masalah The Reds musim ini bukan karena performa tim yang menurun. Melainkan keberhasilan klub lain dalam mencari kelemahan Mohamed Salah dkk.

“Hal yang sama terjadi pada Liverpool saat ini. mereka tidak bisa mengulangi apa yang mereka capai sebelumnya. Bukan karena mereka tidak mau atau karena pemain tidak dalam performa terbaiknya. Tapi karena tim lain sudah meningkat dan tahu bagaimana menghadapi mereka,” ia menambahkan.

Saat ini klub asuhan Juergen Klopp terpuruk di peringkat keenam. Ini tak lepas dari empat kekalahan yang diderita dari empat pertandingan terakhir.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Masa Depan Lucas Torreira Ada di Arsenal

gamespool
Masa Depan Lucas Torreira Ada di Arsenal 11

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Arsenal, Gilberto Silva, mengatakan bahwa Lucas Torreira adalah pemain hebat dan masih percaya masa depan dia ada di Arsenal. Silva merasa Torreira hanya kurang beruntung di musim keduanya bersama Arsenal.

Torreira direkrut oleh Arsenal pada 2018 dan bermain luar biasa di musim pertamanya. Tapi di musim keduanya, dia mengalami cedera dan tak masuk ke dalam proyek pelatih Mikel Arteta yang saat itu baru datang menggantikan Unai Emery. Akibatnya, Torreira dipinjamkan ke Atletico Madrid musim ini.

“Saya pikir Torreira miliki start yang bagus di kariernya bersama Arsenal. Dia memainkan beberapa permainan yang sangat bagus. Tetapi kemudian musim lalu dia memainkan beberapa permainan yang tidak terlalu bagus. Dan sebagai hasilnya, dia duduk di bangku cadangan,” ucap Silva seperti dilansir Football5Star.com dari Ladbrokes.

Lucas Torreira - Arsenal - The Sun
The Sun

Peraih gelar Invincibles itu melanjutkan “Pada akhirnya dia pindah ke Atletico Madrid dengan status pinjaman tapi saya masih yakin dia punya peluang di Arsenal. Pada titik tertentu, pemain akan percaya bahwa mereka tidak memiliki peluang di tim, terutama ketika manajer baru datang. Torreira jelas punya kualitas. Dia pemain yang hebat. “

Ayah dari sang pemain merasa alasan Torreira dipinjamkan ke Atletico saat ini hanya karena Mikel Arteta tak menginginkan anaknya.

“Lucas jujur dan ingin meninggalkan jiwanya di lapangan, Tapi itu ditentukan oleh para pelatih dan untuk pelatih Arsenal saat ini dia tidak menghitungnya. Untuk pemain berusia 24 tahun dan diakui di Uruguay dan seluruh dunia, yang terpenting baginya adalah bermain,” kata Ayah Lucas Torreira.

Pemain timnas Uruguay itu sudah bermain 4 kali di La Liga bersama Atletico Madrid dan mencetak 1 gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Eks Arsenal: Belum Saatnya Mikel Arteta Dipecat

gamespool
Eks Arsenal: Belum Saatnya Mikel Arteta Dipecat 15

Football5star.com, Indonesia – Mantan gelandang bertahan Arsenal, Gilberto Silva, mengaku masih tetap percaya akan kemampuan melatih milik Mikel Arteta. Ia pun meminta manajemen The Gunners untuk tetap mempertahankan Arteta.

Saat ini, Arteta memang menjadi sasaran kritik pedas karena dinilai gagal membawa Arsenal tampil gemilang di Liga Inggris. Kritikan tersebut muncul karena saat ini The Gunners masih terjebak di peringkat 14 klasemen Liga Inggris dengan perolehan 13 poin.

“Mikel Arteta harus diberikan waktu tambahan. Saya sangat yakin dengan kemampuan melatih miliknya,” ujar Gilberto Silva seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman Daily Mail.

Mikel Arteta - Arsenal - Gilberto Silva - Metro
Metro

“Akan tetapi, saya juga mengakui Arsenal masih membutuhkan tambahan beberapa pemain agar bisa menjadi tim yang lebih kompetitif,” kata Gilberto menambahkan.

Lebih lanjut, Gilberto mengatakan bahwa Arsenal harus bertanggung jawab karena sudah menunjuk Arteta sebagai pengganti Unai Emery. Ia pun ingin melihat para pemain menunjukkan semangat yang lebih besar di atas lapangan.

“Arsenal harus terus percaya pada Mikel Arteta. Karena, saya yakin mereka sempat menghubungi beberapa manajer berpengalaman sebelum akhirnya menunjuk Arteta.”

“Selain itu, para pemain juga wajib memperbaiki performanya di atas lapangan. Para pemain harus ingat kalau mereka bermain untuk tim besar dengan sejarah panjang. Mereka harus bermain dengan gairah dan siap melakukan apapun demi kepentingan tim,” pungkas Gilberto.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kabar Terbaru Gilberto Silva, Benteng Tak Terlihat The Invincibles Arsenal

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Ada banyak nama besar nan legendaris dalam skuat Arsenal saat tak terkalahkan pada musim 2003-04. Tak heran bila nama Gilberto Silva bukanlah sosok pertama yang terlintas di benak orang saat membahas The Invincibles Arsenal.

Padahal, peran Gilberto Silva sangatlah besar. Bukan tanpa alasan pria asal Brasil itu dijuluki The Invisible Wall. Keberadaan di lini tengah jadi benteng awal sekaligus membuat Patrick Vieira, Fredrik Ljungberg, dan Robert Pires lebih leluasa dalam menyerang.

Meskipun berasal dari Brasil, Gilberto bukanlah pemain Brasil kebanyakan. Dia bukan “penari samba”. Sebaliknya, dia dikenal ulet dalam bertahan dan menjaga keseimbangan tim. Veja, majalah terkemuka Brasil, menyebut dia sebagai pembawa piano bagi Rivaldo dan Ronaldo di timnas Brasil.

Gilberto Silva jadi partner ideal Patrick Vieira di skuat The Invincibles Arsenal.
Twitter @GilbertoSilva

Enam musim lamanya Gilberto Silva membela Arsenal. Dia bergabung selepas Piala Dunia 2002 dan hengkang pada 2008. Empat gelar direngkuhnya, termasuk juara Premier League 2003-04 yang diwarnai rekor tak terkalahkan alias invincibles.

Bersama timnas Brasil, Gilberto Silva juga terbilang sukses. Sembilan tahun membela Selecao, dia tampil 93 kali dan meraih empat trofi. Selain juara Piala Dunia 2002, dia juga meraih trofi juara Copa America 2007 serta Piala Konfederasi 2003 dan 2005.

Bawa Fred ke Inggris

Setelah dilepas Arsenal, Gilberto Silva sempat tiga musim membela Panathinaikos, lalu dua musim memperkuat Gremio. Pada 2013, dia kembali ke klub yang mencuatkan namanya, Atletico Mineiro. Di klub itulah dia mengakhiri kariernya sebagai pesepak bola.

Sempat diincar Atletico Mineiro untuk jadi direktur olahraga, Gilberto Silva memilih pulang ke Panathinaikos pada 2016. Dia menandatangani kontrak tiga tahun seagai direktur teknik. Namun, hanya tujuh bulan dia berada di posisinya itu.

“Saya tak tahu persis apa yang salah, tapi saya sudah membuat putusan. Beginilah hidup. Kadang kala, Anda datang dengan banyak rencana dan harapan, tapi itu tak berjalan seperti yang diharapkan,” urai Gilberto seperti dikutip Football5Star.com dari Inside Futbol.

Gilberto Silva tak lantas meninggalkan sepak bola. Pada Januari 2017, dia bergabung dengan agensi Partner Sports Consultaria yang berbasis di Belo Horizonte. Dia dipercaya Fabio Mello, sang pemilik, sebagai direktur eksekutif.

Salah satu langkah besar yang dilakukan Gilberto Silva sebagai agen pemain adalah membawa Fred dari Shakhtar Donetsk ke Manchester United pada 2018. Menurut dia, kontak pertama dirinya dengan sang gelandang sudah terjalin pada 2016.

Gilbero Silva berperan besar pada kepindahan Fred dari Shakhtar Donetsk ke Manchester United.
thesun.co.uk

“Saya mulai bekerja dengan Fred pada tahun lalu setelah kembali dari Yunani. Saat jadi direktur teknik di Yunani, saya bertemu saudara laki-laki dan pengacaranya yang merupakan sahabat saya,” kata dia seperti dikutip UOL.

Kepindahan Fred ke Manchester United jadi tantangan besar bagi Gilberto. Ada dua hal yang jadi masalah. Pertama, kasus doping pada Copa America 2015 yang berbuah hukuman satu tahun. Itu mencoreng citra sang pemain.

Adapun masalah kedua adalah kegagalan pindah ke Manchester City pada Januari 2018. Hal itu membuat sang pemain terpukul. Pasalnya, kepindahan itu gagal karena veto dari manajemen Shakhtar Donetsk. Pada akhirnya, Gilberto Silva mampu membawa Fred ke Manchester United.

Keberhasilan menangani Fred diakui Fabio Mello sebagai titik cerah bagi Partner Sports Consultario. Dia yakin Gilberto Silva bisa lebih mengemuka lagi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Oezil Jarang Main, Gilberto Silva Kecewa Berat

Football5star.com, Indonesia – Mantan gelandang Arsenal, Gilberto Silva, mengaku sangat kecewa karena Mesut Oezil tak mendapatkan banyak kesempatan bermain musim ini. Ia mengatakan bahwa pemain dengan kemampuan seperti Mesut Oezil seharusnya bisa memperoleh menit bermain yang jauh lebih banyak.

Mesut Oezil merupakan salah satu pemain andalan Arsenal di era Arsene Wenger. Meskipun kerap kali mendapatkan kritik pedas, Oezil selalu berhasil menembus tim utama The Gunners di bawah asuhan Wenger.

Kedatangan Unai Emery yang menggantikan posisi Arsene Wenger membuat pria berdarah Turki itu tak mampu mendapatkan menit bermain reguler. Di ajang Premier League musim ini, ia baru mampu mengoleksi tiga gol dan satu assist dari 14 penampilan. Bahkan Emery sempat beberapa kali tak menyertakan Oezil di skuat pertandingan.

Mesut Oezil - Gilberto Silva - Arsenal - SB Nation
SB Nation

“Menurut pendapat pribadi saya, pemain dengan kemampuan sehebat Oezil seharusnya mendapatkan lebih banyak menit bermain. Publik Inggris selalu melemparkan kritik kepadanya. Baik ketika ia bermain, maupun ketika tidak dimainkan,” ujar Gilberto Silva dikutip dari Goal.

“Pemain dengan kemampuan hebat sepertinya harus mendapatkan tanggung jawab yang lebih besar di atas lapangan. Cara terbaik untuk memberikan tanggung jawab yang lebih besar adalah, dengan memainkannya di setiap pekan,” imbuhnya menambahkan.

Musim ini, Emery memang belum menemukan formasi yang sesuai untuk Mesut Oezil. Pelatih asal Spanyol itu cukup sering mengganti formasinya untuk setiap pertandingan. Di partai melawan Huddersfield Town pada Sabtu (9/2) lalu, Emery menggunakan formasi 3-5-2 dan tak menyertakan Oezil di dalam skuat pertandingan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Wenger Seharusnya Pergi dari Arsenal Pada Tahun 2017

Football5star.com, Indonesia – Mantan gelandang Arsenal, Gilberto Silva, mengatakan bahwa Arsene Wenger seharusnya pergi meninggalkan The Gunners pada tahun 2017. Ia mengatakan bahwa partai final Piala FA di tahun 2017 seharusnya menjadi partai terakhir Arsene Wenger di London Utara.

Meskipun berhasil meraih gelar Piala FA, para suporter Arsenal sudah gerah dengan Wenger. Mereka pun menyuarakan opininya dengan tagar Wenger Out yang sempat menjadi viral di sosial media.

Namun, Le Professeur malah menandatangi perpanjangan kontrak dengan durasi dua tahun empat hari setelah kemenangan di ajang Piala FA tahun 2017. Arsene Wenger akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan Arsenal di akhir musim 2017-18. Posisinya digantikan oleh mantan pelatih Sevilla, Unai Emery.

Gilberto Silva - Arsene Wenger - Arsenal - The Spokesman
The Spokesman

“Keberhasilan Arsenal meraih gelar Piala FA di tahun 2017 seharusnya menjadi laga perpisahan untuk Arsene Wenger. Tapi, saya sangat mengenal Arsene. Dia adalah sosok yang sangat mencintai sepak bola dan ingin terus memberikan kontribusi,” kata Gilberto Silva dikutip dari Goal.

“Semua orang harus menghargai sosok besar sepertinya dan tidak memaksanya untuk pergi. Tapi, saya rasa pihak klub juga akan kesulitan untuk mencari pengganti apabila Arsene hengkang setelah berhasil menjuarai Piala FA di tahun 2017,” imbuhnya menambahkan.

Gilberto Silva merupakan salah satu anggota skuat The Gunners yang berhasil menjadi juara Premier League di musim 2003-04. Ketika itu, Arsene Wenger berhasil memabwa anak asuhnya menjadi juara dengan rekor tidak terkalahkan sepanjang musim dan mendapatkan julukan The Invincibles.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Fred Dapatkan Dukungan Dari Legenda Arsenal

Banner Football Live StarFootball5star.com, Indonesia – Tak konsistennya penampilan dari Fred bersama Manchester United musim ini ternyata tak membuat Gilberto Silva terlalu khawatir. Ia mengatkan bahwa Fred masih berada di dalam tahap adaptasi dengan kehidupan barunya di Inggris.

Semenjak didatangkan dari Shakhtar Donetsk musim panas lalu. Fred kesulitan untuk menunjukkan penampilan terbaiknya di Old Trafford. Tak konsistennya permainan pria asal Brasil itu membuat Jose Mourinho tak memasukannya ke dalam skuat The Red Devils di partai melawan Manchester City pada 11 November lalu.

“Saya yakin ia akan menunjukkan kemampuan terbaiknya di United. Dia memiliki karakter yang kuat dan saya yakin ia akan segera menyelesaikan proses adaptasinya di Inggris,” ujar Gilberto Silva dikutip dari Manchester Evening News.

Fred - Manchester United - Gilberto Silva
Getty Images

“Di masa lalu, ia juga berhasil menunjukkan kemampuan beradaptasinya. Ia juga sempat kesulitan karena kehidupan di Brasil dan Ukraina sangatlah berbeda. Selain itu, ia juga mendapatkan peran yang sedikit berbeda di United.” sambung mantan penggawa Timnas Brasil tersebut.

Ia juga berkaca dari pengalamannya ketika baru datang ke Inggris untuk memperkuat Arsenal. Ia mengaku cukup sulit untuk beradaptasi di lingkungan yang jauh berbeda dengan tempat tinggalnya di Brasil.

“Saya juga sempat merasa kesullitan untuk beradaptasi ketika baru datang ke Inggris. Proses adaptasi di khususnya di Premier League memang membutuhkan waktu yang agak lama,” pungkas pria 42 tahun itu.

Legenda Arsenal Yakin Torreira Bisa Seperti Kante

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5Star.com, Indonesia – Sosok gelandang bertahan tangguh sungguh langka di Arsenal dalam beberapa tahun terakhir. Musim ini, kedatangan Lucas Torreira membuat legenda Arsenal, Gilberto Silva, berharap banyak. Dia tak ragu menilai Torreira bisa seperti N’Golo Kante.

Keyakinan Gilberto didasarkan pada pengamatan selama Piala Dunia 2018. Dia melihat Torreira mampu tampil apik sebagai gelandang bertahan timnas Uruguay. Andai bisa menunjukkan itu bersama The Gunners, dia yakin mantan penggawa Sampdoria itu bisa seperti Kante.

Aksi Lucas Torreira saat Arsenal menghadapi West Ham United.
standard.co.uk

“Dapatkah dia menunjukkan pengaruh yang sama dengan Kante? Saya harap begitu,” urai Gilberto, Senin (10/9/2018), seperti dikutip Football5Star.com dari London Evening Standard.

Dia menambahkan, “Premier League tidak mudah. Perlu kerja keras untuk jadi pemain top dan terus tampil dari laga ke laga, musim ke musim. Namun, dia punya potensi. Kita sudah melihat dia di Piala Dunia. Dia melakukan tugasnya dengan baik bagi Uruguay.”

Hal yang membuat Gilberto yakin Torreira bisa seperti Kante adalah karakter permainannya. Di lapangan, pemain berumur 22 tahun itu selalu berusaha memainkan bola dengan sederhana.

“Anda lihat permainannya. Dia memainkan bola secara simpel. Dia membuat segalanya mudah saja di lapangan,” ungkap dia.

Kesederhanaan dalam permainan itulah yang jadi kunci untuk jadi pelindung lini belakang sekaligus jembatan dengan lini penyerangan. Menurut pria asal Brasil tersebut, Torreira adalah potongan puzzle yang selama ini hilang di Arsenal.

“Sebelum dia datang, tak ada pemain yang mampu menjadi tameng bagi lini belakang. Itu pekerjaan sulit dan tak semua orang mau melakukannya,” tegas pemain yang menjadi bagian timnas Brasil saat juara Piala Dunia 2002 tersebut.

Harapan besar itu masih perlu pembuktian. Pasalnya, Torreira sejauh ini belum jadi pilihan utama Unai Emery. Dalam empat laga di Premier League, gelandang Uruguay tersebut hanya turun sebagai pengganti.

Gilberto: Neymar Masih Harus Berkembang Lebih Baik Lagi

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Keputusan Tite menetapkan Neymar sebagai kapten permanen timnas Brasil menuai komentar. Eks gelandang Selecao, Gilberto Silva, berujar bahwa ini adalah keputusan penting bagi Neymar. Di usia 26 tahun, pemain Paris Saint-Germain (PSG) ini butuh berkembang lagi secara emosional.

Pengangkatan kapten tetap ini sebagai imbas kegagalan Piala Dunia 2018. Di Rusia, Brasil terlihat tidak memiliki kapten tetap. Tite kala itu memang merotasi jabatan kapten tim. Mulai dari Renato Augusto, Thiago Silva, hingga Marcelo, semua pernah mengemban ban kapten. Selepas Piala Dunia 2018, Neymar kemudian diangkat jadi kapten tetap.

Di laga pertama sebagai kapten tim, eks pemain Barcelona ini membantu Brasil menang 2-0 atas Amerika Serikat. Di laga itu dia juga mencetak gol. Bagi Gilberto sendiri, kembali menjadi kapten adalah titik penting di karier sang megabintang.

Neymar
Foto; fifa.com

“Saya percaya Brasil ingin melindungi Neymar setelah apa yang terjadi di Piala Dunia kemarin. Juga untuk mengingatkan dia bahwa dia punya tanggung jawab besar untuk tim ini. Untuk semua yang ia wakili dan untuk dunia sepak bola secara luas, dia punya tanggung jawab itu,” ujar Gilberto seperti dikutip dari Goal.

Eks pemain Santos ini sendiri dikritik banyak pihak akibat kegagalan mengangkat performa Brasil di Rusia. Ia juga dikritik banyak pihak karena terlalu sering jatuh dan pura-pura kesakitan. Besok (11/9) Selasa, dia kembali memimpin timnya untuk meladeni El Salvador.

Peran Gilberto Silva di Balik Kepindahan Fred ke Manchester United

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5Star.com, Indonesia – Gelandang baru Manchester United, Fred, mengungkapkan peran mantan pemain Arsenal, Gilberto Silva, yang membuatnya pindah ke Liga Inggris.

Fred resmi didatangkan ke Manchester United pada bursa transfer musim panas ini dari Shakhtar Donetsk. Pemain 25 tahun itu menjadi pemain The Red Devils dengan biaya transfer sebesar 47 juta poundsterling.

Fred membeberkan peran mantan gelandang Arsenal, Gilberto Silva, dalam kepindahannya ke Manchester United. Silva yang menjadi bagian dari Arsenal era 2003-2008 membujuk Fred agar mau mencoba kesempatan bermain di Premier League.

“Gilberto adalah gelandang hebat yang bermain untuk Arsenal. Namun, dia punya rasa hormat yang besar untuk Manchester United yang menjadi salah satu klub terbesar di Inggris,” ujar Fred dilansir Football5Star.com dari ESPN.

gilberto silva
talksport.com

“Dia memuji klub ini. Setelah dia mendapat izin untuk berbicara dengan Jose Mourinho (manajer Manchester United), kami membuat keputusan bersama untuk datang ke sini. Kami menilai ini adalah kepindahan yang tepat,” kata Fred melanjutkan.

Fred juga mengatakan, Gilberto Silva turut membantu dirinya beradaptasi dengan sepak bola dan kehidupan di Inggris. Para pemain Brasil yang pindah ke Inggris memang kerap mengalami kendala, terutama soal bahasa. Namun, Silva selalu siap sedia membantu Fred jika mengalami kesusahan.

“Gilberto adalah sosok hebat dan selalu memberi masukan yang penting untuk saya. Dia juga bermain di posisi yang sama seperti saya dan memenangi Liga Inggris. Jadi saya melihat dia sebagai inspirasi. Saya mendengarkan apa yang dia katakan,” ucap Fred.

Kendati baru bergabung, Fred sudah menjadi andalan bagi The Red Devils. Buktinya, dalam dua pertandingan pertama Liga Inggris 2018-2019, Fred selalu turun menjadi starter.

Iniesta Selalu Berikan 1000 Persen di Lapangan

Football5Star.com, Indonesia – Kehebatan Andres Iniesta di atas lapangan memang tidak perlu diragukan lagi. Berkat kelihaiannya mengolah bola, ia sukses memberikan banyak trofi, baik untuk Barcelona maupun Timnas Spanyol.

Karena peran vitalnya itu pula Iniesta mendapat banyak pujian dari banyak kalangan. Salah satunya datang dari mantan pemain Brasil, Gilberto Silva.

Silva menganggap kemampuan Iniesta di lapangan dikarenakan sang pemain selalu memberikan kemampuan 1000 persen. Selain itu, eks pemain Arsenal itu juga menyebut bahwa sang gelandang sebagai master di lini tengah permainan.

“Iniesta adalah master di lapangan tengah. Cara dia bermain, kemampuannya, terasa sangat mudah baginya. Mungkin tidak mudah bagi saya bermain seperti dia,” ujar Silva seperti dikutip Football5star.com dari Sportmole, Minggu (29/4/2018).

gilberto silva
talksport.com

“Anda tak perlu mendukung Barcelona untuk menggemari sosoknya. Ia adalah tipe pemain yang selalu menikmati sepak bola dan memberikan 1000 persen di lapangan. Jika Anda melihat dia bermain, sangat mudah dinikmati caranya ia melakukan sesuatu,” ia melanjutkan.

Iniesta dipastikan meninggalkan Barcelona Juni mendatang. Kemungkinan besar ia akan melanjutkan kariernya di Liga Super Cina. Namun, hingga saat ini, pemain 34 tahun itu belum memutuskan tim mana yang akan diperkuat.

Selama berseragam Blaugrana, ia sukses meraih banyak trofi bergengsi, seperti delapan gelar La Liga, enam gelar Copa del Rey, dan empat trofi Liga Champions.

Eks Kapten Arsenal: Pemain Harus Bersatu Dukung Wenger

Football5Star.com, Indonesia – Eks kapten Arsenal, Gilberto Silva, mengingatkan kepada pemain The Gunners untuk terus mendukung Arsene Wenger sebagai manajer. Ia juga berharap Aaron Ramsey dkk bisa bersatu agar tim mampu keluar dari fase buruk.

Arsenal hingga kini masih terjebak di posisi enam dengan 48 poin dan terpaut delapan angka dari Chelsea di peringkat lima serta Tottenham Hotspur di urutan keempat yang menjadi batas zona Liga Champions.

Menurut Silva, satu-satunya cara membuat Meriam London bangkit dan bisa kembali ke empat basar adalah, semua pemain harus bersatu dan mendukung Wenger. Ia yakin saat ini hanya sang manajer dan penggawanya sendiri yang mampu membangkitkan tim.

“Saya bekerja dengannya sangat lama. Saya mengenalnya, dia orang yang sangat mencintai permainan dan ingin menang. Wenger sudah mengorbankan dirinya untuk pemain dan klub. Saat ini situasinya sangat berat dan dia sedang berusaha melakukan yang terbaik,” imbuh Silva kepada Sky Sports, Jumat (30/3/2018).

GilbertoSilvaManchesterUnitedvArsenalDYjzXjAqBX0l
zimbio.com

“Wenger bisa menahan tekanan padanya dan bisa mengeluarkan potensi terbaik pemain. Ketika tekanan datang padanya, anda harus bertanya apakah pemain akan melakukan hal yang sama karena dia percaya pada mereka,” sambungnya.

“Jalan keluar satu-satunya untuk bangkit adalah semua pemain mendukungnya di lapangan dan menahannya agar tidak pergi. Saat ini cuma dia yang tahu kondisi klub yang sebenarnya,” tutup pria asal Brasil tersebut.

Dua Mantan Pemain Arsenal Beri Dukungan untuk Jens Lehmann

Football5star, Indonesia – Dua mantan pemain Arsenal, Robert Pires dan Gilberto Silva, mendukung Jens Lehmann agar sukses di Stadion Emirates. Lehmann pernah mengawal gawang Arsenal pada 2003-2008 dan 2011. Pria berumur 47 tahun itu ditunjuk sebagai pelatih tim utama The Gunners beberapa waktu lalu.

“Itu (Jens Lehmann menjadi pelatih tim utama Arsenal) adalah kabar baik. Saya sangat senang untuk Jens. Dia pria yang baik dan profesional. Dia bisa membantu para kiper, tetapi juga semua pemain lain,” kata Pires, seperti dilansir Sky Sports, Selasa (25/7/2017).

“Anda membutuhkan mental yang kompetitif dan Jens memiliki itu. Dia sangat profesional dan merupakan pemain Jerman yang memiliki caranya tersendiri. Terkadang, dia sangat tegas. Anda harus disiplin di ruang ganti dan Jens adalah orang yang akan membawa aspek tersebut,” lanjutnya.

Gilberto menambahkan, “Saya sangat senang untuk Jens dan klub. Dia sosok yang begitu profesional dan antusias dalam pertandingan. Saya yakin itu akan sangat penting untuk klub merekrutnya. Dia tipe orang yang mendorong orang lain untuk melihat sesuatu yang tidak tepat. Cara dia bertindak sangat positif.”

Arsenal absen dari Liga Champions 2017-18 setelah hanya mampu finis di posisi kelima klasemen Premier League musim lalu. Pasukan Arsene Wenger bakal mengawali liga musim ini dengan menghadapi Leicester City pada 11 Agustus 2017.

Masa Arsene Wenger di Arsenal Sudah Habis

Masa depan Arsene Wenger di Arsenal kembali menjadi spekulasi. Kali ini eks pemain Arsenal, Gilberto Silva, yang menyebutkan bahwa masa The Professor sudah kelar.

Arsenal menelan tiga kekalahan besar dalam lima pertandingan terakhir. Saat melawan Liverpool, mereka kalah 1-3. Sementara saat berhadapan dengan Bayern Munich di laga babak 16 besar Liga Champions, mereka kalah dalam dua leg dengan skor sama 1-5.

Dengan hasil buruk Arsenal itu, tuntutan agar Wenger hengkang pun mengemuka. Dia disebut tak bisa lagi megikuti perubahan sepakbola di masa sekarang ini.

Oleh karena itu, Silva pun menyarankan agar Wenger pergi dari Arsenal, Silva merupakan anggota tim The Invincibles, saat Arsenal menjuarai Liga Inggris tanpa sekalipun menelan kekalahan dalam satu musim.

“Saya merasa waktunya sudah tiba. Waktunya sudah nyaris tiba –bukan karena dia tak bisa memikul pekerjaan ini lagi. Tapi mungin karena klub lain sudah mengubah cara mereka bekerja , cara mereka menangani banyak hal,” kata Silva seperti dilansir oleh ESPN.

“Dia tak banyak berubah, dia tak mengubah caranya bekerja –bukan karena dia tak menginginkannya. Tapi, tak mudah untuk bersaing dengan klub yang membelanjakan banyak uang setiap musim,” tambah mantan pemain asal Brasil itu.

Legenda Arsenal Puji Coquelin

Legenda Arsenal, Gilberto Silva, memberikan pujian kepada Francis Coquelin yang dinilai akan menjadi pemain penting pada periode akhir musim.

Diboyong semenjak masih belia dari Stade Laval, Coquelin kini menjelma menjadi sosok yang tak tergantikan di lini tengah Arsenal.

Kendati sempat diganggu cedera lutut yang memaksanya absen hingga dua bulan, Coquelin tetap merupakan pilihan utama dari manajer Arsene Wenger. Total, ia telah bermain sebanyak 20 kali di seluruh kompetisi musim ini.

Melihat perkembangan positif yang diperlihatkan, Gilberto pun berharap agar Coquelin dapat bertahan untuk waktu yang lama di Emirates Stadium.

“Ia semakin mengenal posisinya dan itu adalah hal yang penting karena perannya mengizinkan para pemain depan untuk menyerang, sementara ia menjaga barisan pertahanan. Ia akan sangat penting bagi Arsenal di sepertiga akhir musim,” terang Gilberto seperti yang dikutip oleh Metro.

“Ia adalah pemain muda dan sejauh ini ia bermain dengan hebat bersama Arsenal. Ketika aku berada di Arsenal, aku sudah lebih tua, dengan lebih banyak pemain-pemain berpengalaman di sekitarku.”

“Ia membuktikan dirinya sendiri dan aku harap ia bisa berada di Arsenal untuk periode yang lama karena ketika sebuah tim memiliki pemain yang bersedia bekerja keras, maka akan semakin sulit bagi lawan untuk menembus pertahanan anda,” tambah pria asal Brasil tersebut.

Arsenal saat ini berada di peringkat ketiga klasemen sementara dengan total raihan 48 poin, tertinggal lima angka dari Leicester City yang berada di puncak klasemen.

Peran Krusial Coquelin Bagi Lini Tengah Arsenal

Gilberto Silva menyayangkan cedera yang diterima oleh Francis Coquelin. Menurutnya, Coquelin memiliki peran krusial di lini tengah Arsenal.

Coquelin mendapatkan cedera ketika Arsenal dikalahkan West Bromwich Albion 2-1 dalam laga lanjutan Premier League di Hawtors Park dua pekan silam.

Kehilangan pemain berumur 24 tahun tersebut membuat banyak pihak khawatir dengan Arsenal. Pasalnya, Coquelin bisa dibilang telah menjadi kunci keseimbangan tim.

Berdasarkan data yang diberikan oleh Whoscored, Coquelin memiliki rataan akurasi operan hingga 91,5%. Ia juga merupakan pemain dengan rataan tackle sukses tertinggi kedua di dalam skuad (3,2 tackle per laga).

Di Premier League musim ini, Coquelin hanya melewatkan satu (lawan Leicester City) dari 14 laga yang bisa Ia mainkan. Menariknya, Arsenal tidak pernah kalah ketika Ia bermain penuh selama 90 menit.

Silva, yang semasa membela The Gunners juga bermain dengan peran yang sama seperti dirinya, berharap Coquelin dapat segera pulih.

“Jika aku tidak salah, sejak aku pergi Arsenal tidak memiliki pemain yang dapat mengisi peran tersebut kecuali dia,” terang Silva seperti yang dikutip oleh Guardian.

“Mereka memiliki pemain untuk posisi tersebut, seperti Mikel Arteta, Mathieu Flamini, dan sebelumnya ada Cesc Fabregas. Namun, tidak ada satu pun dari pemain ini yang memiliki peran seperti Coquelin,” tambah dirinya.

“Aku berharap pemulihannya berjalan baik dan tepat waktu untuk membantu Arsenal musim ini. Mereka akan sangat membutuhkannya,” pungkasnya.

Diperkirakan Coquelin baru bisa akan kembali merumput pada akhir Februari 2016.

Badai Cedera, Arsenal Diyakini Tetap Berpeluang Juara

Gilberto Silva menilai Arsenal memiliki peluang yang besar untuk meraih titel juara Premier League musim ini. Namun, Ia khawatir dengan badai cedera yang tengah terjadi akan menjadi hambatan.

Di awal musim 2015-16 ini, Arsenal memang sempat menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka siap untuk menjadi pesaing kuat dalam memperebutkan gelar juara Premier League. Mereka sempat meraih lima kemenangan secara berturut-turut dari akhir September hingga akhir Oktober.

Tetapi, secara perlahan kepercayaan diri para fans Arsenal mulai memudar. Badai cedera yang tengah menimpa mereka menjadi alasannya. Maklum, saat ini sembilan pemain utama tengah berada di dalam ruang perawatan.

Gilberto pun angkat suara atas kondisi memprihatinkan yang sedang terjadi di mantan klubnya tersebut.

“Ini adalah waktu yang sulit bagi klub dan manajer untuk mengatur tim karena menghadapi banyak pemain yang cedera,” tegas Gilberto seperti yang dikutip oleh Guardian.

“Arsene (Wenger) memiliki banyak masalah dan tidak memiliki cukup banyak pemain. Para pemain harus bisa memberi respon,” tambah dirinya.

Namun, dalam cermat Gilberto, The Gunners tetap berpeluang besar untuk mengakhiri puasa titel Premier League selama 11 tahun hanya jika dapat melewati badai cedera ini dengan baik.

“Jika mereka dapat menjaga kekuatan dan konsistensi dalam periode ini, mereka memiliki peluang yang baik,” terang pemain yang menjadi bagian dari The Invincible tersebut.

“Sudah waktunya bagi Arsenal untuk kembali menjuarai liga. Ini akan menjadi hadiah yang hebat bagi Arsene setelah apa yang Ia lakukan selama hampir 20 tahun terakhir,” pungkasnya.

Mesut Oezil dkk. saat ini berada di peringkat keempat klasemen sementara dengan total raihan 27 poin. Mereka tertinggal dua angka dari Manchester City yang berada di puncak klasemen.

Legenda Arsenal Sanjung Coutinho

Penampilan Philippe Coutinho di Liverpool musim ini memang terbilang impresif. Hal ini membuatnya mendapatkan pujian dari legenda Arsenal, Gilberto Silva.

Coutinho diboyong oleh Liverpool dari Inter Milan pada tahun 2013 dengan nilai transfer sekitar 9 juta Poundsterling.

Pada awalnya, gelandang asal Brasil tersebut cukup kesulitan untuk menampilkan performa terbaik karena masalah adaptasi. Namun, seiring berjalannya waktu, Coutinho mampu membuktikan bahwa dirinya adalah salah satu pemain muda paling potensial.

Di musim ini, Coutinho menjadi pilihan utama manajer Jurgen Klop. Ia telah bermain sebanyak 16 kali dan mampu menyumbangkan lima gol serta tiga assist.

“Ia sungguh luar biasa. Aku telah melihatnya bermain beberapa kali bersama Liverpool dan menyenangkan dapat melihat apa yang Ia berikan di sepak bola Inggris,” terang Gilberto seperti yang dikutip oleh Guardian.

“Ia tidak komplit secara fisik, tetapi Ia dapat berpikir dengan sangat cepat. Ia mendapatkan bola, mengoper, dan bergerak. Lawan tidak dapat menjaganya,” tambah dirinya.

Dalam cermat Gilberto, cara bermain Coutinho merupakan gaya permainan khas Brasil.

“Di Brasil, kami memiliki tanggung jawab dalam diri kami untuk melakukan hal ini dan Ia berhasil melakukannya,” pungkasnya.