Berita Bola: Finansial Juventus Kalah Dari Klub Papan Tengah Premier League

Direktur Jenderal Juventus, Giuseppe Marotta, mengungkapkan bahwa mereka tidak mampu bersaing secara finansial dengan klub papan tengah Premier League.

Dengan berakhirnya musim 2015-16, berarti Juventus bisa mulai memperkuat skuat untuk menjalani musim depan. Namun, salah satu kendala terbesar yang mereka hadapi adalah masalah finansial.

Marotta menjelaskan bahwa salah satu target La Vecchia Signora, yakni untuk membangun tim yang mayoritas diisi oleh para pemain berkualitas asal Italia, terhalangi oleh situasi ekonomi.

Menurut Marotta, Juventus bahkan tidak bisa bersaing dengan kekuatan finansial beberapa klub papan tengah Inggris.

“Salah satu target kami adalah menciptakan tim ‘Made in Italy’, tetapi kami tengah berada dalam masalah. Sepak bola Italia mengalami penurunan secara terus menerus,” ujar pria berumur 59 tahun tersebut seperti yang dikutip oleh Football Italia.

“Dalam beberapa hari pertama bursa transfer ini, saya menemukan bahwa Premier League memiliki uang dengan jumlah yang sangat besar dan mereka bisa menciptakan masalah bagi kami terkait gaji.”

“Ada beberapa klub papan tengah Premier League yang bisa menawarkan gaji sangat tinggi. Kami belum berada pada level untuk bersaing dengan mereka,” tambah dirinya.

Bianconeri sendiri mengakhiri musim dengan Double Winners setelah berhasil menjuarai Serie A dan Coppa Italia.

Morata Takkan Ditukar Isco, Juventus Bantah Isu Pjanic

Direktur Juventus, Giuseppe Marotta, membantah kabar yang menyebutkan bahwa klubnya bakal menukar Alvaro Morata dengan gelandang Real Madrid, Isco. Marotta juga meredam isu ketertarikan I Bianconeri terhadap playmaker AS Roma, Miralem Pjanic.

Morata santer dikabarkan menjadi buruan utama Madrid dalam bursa transfer musim panas mendatang. Saat melepasnya ke Juventus musim lalu, Los Blancos memiliki opsi pembelian kembali terhadap penyerang berusia 23 tahun itu.

Sebagai timbal balik, Juventus dikabarkan menginginkan Isco untuk meningkatkan kreativitas di lini tengahnya. Selain itu, klub besutan Massimiliano Allegri digosipkan memiliki ketertarikan dengan Pjanic yang juga dilirik Chelsea.

Namun, Marotta mengisyaratkan bahwa pertukaran dengan Isco hampir pasti tidak akan terjadi lantaran Juventus ingin mempertahankan Morata. Dia juga menegaskan bahwa I Bianconeri tak pernah menghubungi Roma untuk menawar Pjanic.

“Morata? Kami akan bertemu dengan Real Madrid, tetapi mereka sedang sibuk melakukan persiapan untuk final Liga Champions. Kami akan berbicara setelah final. Akankah dia bertahan? Peluangnya 50 persen,” ujar Marotta, seperti dikutip dari Football Italia.

“Isco tidak akan datang, kami akan mendiskusikan Morata dengan Madrid. Namun, masih ada banyak waktu untuk itu,” imbuhnya.

“Saya sering membaca di surat kabar bahwa kami hampir mendapatkan Pjanic,” kata Marotta.

“Faktanya, kami tidak pernah berbicara dengan Roma (soal Pjanic). Kami memiliki hubungan yang baik dengan klub tersebut, tetapi dia jelas pemain yang hebat,” sambungnya.

Masa Depan Morata Akan Jelas Dalam Hitungan Pekan

Direktur jenderal Juventus, Giuseppe Marotta, menjelaskan bahwa masa depan Alvaro Morata akan ditentukan dalam beberapa pekan mendatang.

Morata didatangkan dari Real Madrid pada tahun 2014 dengan harga sekitar 20 juta Euro. Secara keseluruhan, ia telah mencetak 26 gol dan 18 assist dari 91 laga bersama Juventus di seluruh kompetisi.

Los Blancos memang sejak lama telah diisukan berminat untuk mengaktifkan klausul pembelian kembali Morata. Tetapi, hingga saat ini masih belum ada kepastian akan masa depan sang penyerang.

Marotta mengatakan bahwa ia akan segera bertemu dengan presiden Real Madrid, Florentino Perez, untuk membahas masa depan Morata.

“Masa depan Morata harus segera ditentukan, jadi hasilnya baru bisa diketahui dalam beberapa pekan kedepan,” jelas Marotta seperti yang dikutip oleh Gazzetta World.

“Jika ada hasil yang positif, tentu kami akan merasa senang. Jika tidak, maka kami harus mencari opsi lain.”

“Saya tidak ingin membicarakan tentang harga yang pantas untuk Morata, tetapi yang jelas ia adalah pemain penting bagi kami.”

“Tidak ada rahasia apapun. Perez adalah presiden yang hebat. Jika kami melihat konteks secara luas, yang mungkin akan melibatkan keputusan lain, maka itu adalah hal yang normal,” tambah dirinya.

Pada hari Senin (9/5) mendatang, skuat asuhan pelatih Massimiliano Allegri akan menghadapi Chievo Verona dalam laga lanjutan Serie A.

Juventus Akui Manchester City Sudah Menawar Pogba

Paul Pogba terus menjadi incaran klub-klub besar Eropa sejak beberapa tahun terakhir. Menjelang musim panas, General Manager Juventus Giuseppe Barotta bahkan mengonfirmasi adanya tawaran yang datang dari Manchester City.

Man. City tak takut bersaing dengan sederet klub kaya lain seeprti Barcelona, Chelsea, hingga Real Madrid. Malah, klub yang bermarkas di Stadion Etihad itu sudah membuktikan keseriusannya dengan mengajukan penawaran kepada Pogba pada musim lalu. Namun, lagi-lagi Juventus harus menolak tawaran tersebut.

“Memang benar, Manchester City meminta kami untuk Pogba tahun lalu. Kami berkata begitu, tapi kami dengan sopan menjawab bahwa dia tidak dijual,” beber Marotta dikutip dari Football-Italia.

Marotta menegaskan, Pogba merupakan aset penting bagi I Bianconeri -julukan Juventus-. Bahkan, mereka bakal mati-matian mempertahankan pemain berusia 23 tahun itu.

“Banyak memang tawaran yang datang. Namun kami ingin pertahankan sebisa mungkin karena pemain seperti Pogba dan Paulo Dybala merupakan tumpuan kami pada masa depan,” papar dia.

Lanjut dia, sebenarnya tak mudah mempertahankan penggawa timnas Prancis tersebut. Karena, setiap bursa tranfer dibuka, banyak klub kaya dan besar ingin sekali mendapatkan jasanya dan Juve sulit mencari penggantinya.

“Tak mudah karena pesaing kami di bursa transfer adalah klub-klub kaya dan besar seperti Barcelona, Real Madrid, PSG dan Manchester City, yang jarang melepaskan pemain berharga mereka,” tutup dia.

Kontrak Pogba bersama Juventus baru berakhir pada 2019. Berdasarkan situs Transfermarkt, nilai jual sang pemain per April sudah mencapai 65 juta euro atau sekitar Rp994,7 miliar.

Marotta Ungkap Masa Depan Evra dan Rencana Transfer Juventus

General Manager Juventus, Giuseppe Marotta, buka-bukaan soal rencana transfer Juventus untuk bursa transfer musim panas. Salah satunya soal niat mepertahankan bek kiri veteran asal Prancis, Patrice Evra.

Marotta mengaku Juventus belum menentukan target secara spesifik. Tapi, dia sudah tahu tipe-tipe pemain yang bakal menjadi incaran timnya pada bursa tersebut.

“Kami belum punya target nyata dan masih memantau pasar, serta mencari peluang yang ada. Tak mudah untuk mengembangkan skuat, tapi saya pastikan kami akan merencanakan semua kesepakatan dengan matang,” jelasnya kepada Mediaset Premium.

Menariknya, Marotta mengaku Juventus berniat mendatangkan pemain-pemain muda berbakat, dan malah bukan nama-nama besar yang harganya mahal.

“Prioritas kami adalah mendatangkan banyak pemain muda seperti Daniele Rugani. Setelah itu baru mencari pemain yang punya pengalaman internasional. Juventus ingin memadupadankan kedua tipe itu,” ungkapnya.

Tak hanya berkomentar soal itu, Marotta juga mengungkapkan masa depan Alvaro Morata dan Patrice Evra. Nama pertama memang dikabarkan bisa kembali ke Real Madrid, sementara kontrak Evra akan habis pada akhir musim ini.

“Beberapa situasi Morata tak tergantung pada kami. Kami ingin mempertahankan dia dan akan mendiskusikan itu dengan Madrid. Masa depannya tergantung Madrid,” tutur Marotta.

“Untuk Evra, sang pemain bahagia di Juventus dan putusannya bertahan atau tidak tergantung pada keluarganya. Kami ingin dia bertahan dan akan bernegosiasi dalam beberapa pekan ke depan,” pungkas dia.

Marotta: Silahkan Pergi Dari Juve, Caceres

Masa depan bek Juventus, Martin Caceres, sudah jelas. Dia dipersilahkan untuk hengkang dari Stadion Juventus di akhir musim ini.

Kontrak Caceres dengan Bianconeri memang akan selesai pada bulan Juni mendatang. Masa kontraknya memang tidak akan diperpanjang.

Direktur Juve, Giuseppe Marotta, yang memastikan bahwa mereka tidak akan memperpanjang kontrak Caceres. Dia dibebaskan untuk bernegosiasi dengan klub lain yang menginginkannya. Belakangan ini, Caceres dihubungkan dengan Napoli. Tapi, soal masa depan bek 29 tahun itu, Marotta masih belum mendapatkan konfirmasi.

“Saya tak tahu apakah Caceres akan menuju ke Napoli,” ujar Marota kepada Radio Kiss Kiss yang dilansir oleh Football Italia.

“Dia sudah tak diikat kontrak dan di momen ini dia bebas untuk membuat kesepakatan yang menginginkan dia,” tegas Marotta.

Caceres memang sudah tak menjadi pilihan utama di skuat Juve musim ini. Dia cuma bermain sebanyak sembilan kali di semua ajang dengan total waktu bermain sebanyak 719 menit.

Caceres bergabung secara permanen dengan Juve di awal musim 2012. Dia datang dari Sevilla. Selama memperkuat Juve, bek asal Uruguay itu turut menjadi bagian saat berhasil memenangi scudetto lima kali secara berurutan.

Trofi lain yang berhasil disumbangkan adalah tiga gelar juara Piala Super Italia, dan satu trofi Coppa Italia.

Juventus Pusing Memikirkan Masa Depan Morata dan Cuadrado

Setelah musim lalu kehilangan beberapa pemain andalan seperti Andrea Pirlo, Arturo Vidal, hingga Carlos Tevez, kali ini Juventus berpotensi mengalami nasib serupa terhadap Alvaro Morata dan Juan Cuadrado.

Morata memang berstatus pemain milik Juventus, tapi Real Madrid punya opsi membelinya kembali. Sementara, Cuadrado masih merupakan pemain pinjaman dari Chelsea dan akan kembali ke klub lamanya pada Juni mendatang. Padahal, kedua nama tersebut menjadi figur kunci kesuksesan I Bianconeri meraih Scudetto musim ini.

Karena itu, General Manager Juventus, Giuseppe Marotta, mulai berpikir untuk membuat beberapa langkah pada bursa transfer mendatang.

“Kami ingin memperkuat tim pada bursa transfer mendatang, bahkan meski kami menyadari itu tidak akan mudah karena skuat sudah ada di tingkat yang sangat tinggi,” kata Marotta kepada Sky Sport.

“Kami tidak punya banyak masalah di Serie A, tapi hal-hal yang lebih sulit di Eropa. Para pemain kami sudah memiliki kekuatan yang cukup dan tidak akan mudah untuk menemukan pemain yang lebih kuat,” imbuhnya.

Jika Morata jadi hengkang, Juventus sudah punya beberapa opsi. Edinson Cavani menjadi prioritas utama, tapi sulit memboyongnya dari Paris Saint-Germain. Sementara, pilihan lain adalah Domenico Berardi dari Sassuolo.

“Cavani bisa membantu kami, tapi dia adalah pemain PSG dan kami tidak tahu apa yang akan terjadi dengan dia. Kami siap bergerak jika kesempatan muncul. Menahan Morata akan sulit. Akan lebih mudah untuk mendapatkan Berardi. Salah satu tujuan utama kami adalah mempertahankan Alvaro. Tapi itu akan menjadi masalah rumit yang tidak bergantung kepada kami sendiri. Meski, Alvaro senang di sini. Dia merasa Juventus seperti rumahnya,” papar Marotta.

Terkait Cuadrado, Marotta mengaku tertarik membelinya dari Chelsea. Namun, semua tergantung putusan The Blues.

“Kami belum melakukan pembicaraan dengan Chelsea tentang Cuadrado, tetapi akan menjadi masalah yang rumit juga, seperti Morata. Juan penting bagi kami, tapi dia hanya pinjaman. Chelsea punya stok melimpah untuk posisinya, jadi kami akan mencoba untuk membuat kesepakatan,” tandas dia.

Marotta Minta Morata Segera Tentukan Pilihan

Juventus tampaknya mulai jengah dengan spekulasi masa depan Alvaro Morata. Karenanya, mereka lantas menuntut Morata segera menentukan pilihan.

Kebetulan, Real Madrid sangat berminat merebut penyerang berusia 23 tahun itu. Apalagi, bersama Juventus, Morata memang berkembang cukup pesat.

Bergabung bersama I Bianconeri pada 2014, dia sudah mencetak 21 gol dan membawa Juventus ke final Liga Champion 2014-15.

Kegemilangan itulah yang membuat mantan timnya, Madrid, sangat bernafsu memulangkan kembali ke Santiago Bernabeu. Madrid memang masih punya opsi membeli kembali Morata berdasarkan klausul dalam kesepakatan penjualan.

Tak heran, Marotta lantas mengultimatum Morata untuk segera membuat pilihan terkait masa depannya.

“Sekarang, kami ingin melakukan hal-hal yang jelas. Real Madrid sangat meminati Morata. Jadi, saya pikir dia harus tegas memilih masa depannya,” ucap Direktur Umum Juventus, Giuseppe Marotta, seperti dilansir La Gazzetta dello Sport.

Pernyataan Marotta cukup beralasan. Menurutnya, dengan mengambil keputusan cepat, Morata bisa fokus bersama tim.

“Kami semua di tim harus fokus. Tujuan utamanya semua demi Juventus,” imbuh Morata.

Juventus sendiri saat ini tengah berusaha menyegel Scudetto. Kini, mereka mengoleksi 82 poin, meninggalkan seteru terdekatnya, Napoli, dengan selisih sembilan poin.

Demi mengantisipasi kehilangan Morata, Juventus pun sudah membidik beberapa nama besar. Salah satunya striker Paris Saint-Germain, Edinson Cavani. Apalagi, Cavani punya pengalaman banyak berpentas di sepak bola Italia bersama Palermo dan Napoli.

Napoli, Lawan Paling Ditakuti Juventus Musim Ini

Direktur jenderal Juventus, Giuseppe Marotta, mengaku terkesan dengan performa Napoli di musim ini. Ia juga memuji kinerja pelatih Maurizio Sarri.

Tak dapat dimungkiri, Napoli memang memberikan perlawanan yang sengit kepada Juventus dalam perebutan Scudetto. Gonzalo Higuain dkk. bahkan sempat memuncaki klasemen selama beberapa pekan, sebelum akhirnya dikudeta oleh La Vecchia Signora.

Marotta membeberkan bahwa Juventus sangat mewaspadai ancaman Napoli. Mereka sempat takut gelar juara bertahan Serie A akan pindah ke tangan Partenopei.

“Napoli merupakan klub yang paling kami takuti di musim ini,” terang pria berumur 59 tahun tersebut seperti yang dikutip oleh Gazzetta World.

“Mereka memulai musim dengan sangat kuat dan pencapaian mereka melebihi seluruh ekspektasi.”

“Memperhitungkan mereka melakukan pergantian pelatih pada awal musim, tentu performa sejauh ini sangat baik. Sarri telah membuktikan bahwa ia adalah pelatih yang bagus,” tambah dirinya.

Bianconeri saat ini berada di puncak klasemen dengan total raihan 79 poin, unggul sembilan poin dari Napoli. Kendati banyak pihak menilai Juventus sudah pasti juara, tidak demikian menurut Marotta.

“Secara matematis kami belum memastikan titel juara, tetapi kami tinggal sedikit lagi untuk meraihnya,” ujar Marotta.

Pada hari Kamis (21/4) mendatang, Juventus akan menghadapi Lazio dalam laga lanjutan Serie A di Stadion Juventus.

Marchisio Seperti Harta Karun Untuk Juventus

Penggawa Juventus, Claudio Marchisio, mendapatkan cedera parah saat melakoni pertandingan lanjutan Liga Italia. Hal itu dianggap sebagai kehilangan besar karena dia dinilai seperti harta karun untuk Juventus.

Saat Juve memetik kemenangan 4-0 atas Palermo, Marchisio mendapatkan cedera. Dia mengalami cedera ligamen lutut hingga diprediksi harus menepi dalam waktu yang lama.

Marchisio setidaknya akan menepi selama 10 bulan hingga bulan Oktober mendatang hingga harus melewatkan ajang Piala Eropa 2016 bersama Italia.

Atas cedera yang menimpa Marchisio, direktur umum Juve, Giuseppe Marotta, memberikan pernyataan. Dia berharap agar si pemain bisa segera pulih karena dianggap sebagai pemain penting untuk klub asal Turin.

Begitu berharganya Marchisio untuk Juve, sampai-sampai Marota bilang bahwa pemainnya itu bagaikan harta karun untuk tim Putih-Hitam itu.

“Sialnya diagnosisnya sudah dikonfirmasi. Merupakan sebuah cedera yang sangat mengecewakan yang terjadi pada orang yang benar-benar profesional. Harta karun kami di Juventus,” kata Marotta seperti dilansir oleh Football Italia.

“Masa pemulihannya akan lama. Ini merupakan suatu hal yang tak kami harapkan. Ini merupakan bagian dari pertandingan, tapi saya harap dia bisa segera pulih,” imbuhnya..

Bersama Juve di musim ini, Marchisio sudah bermain sebanyak 32 kali di semua ajang. Dia memberi sumbangan sebanyak dua assist untuk The Old Lady.

Marotta Kembali Tegaskan Pogba Takkan Dijual

Direktur jenderal Juventus, Giuseppe Marotta, menegaskan bahwa mereka tidak akan menjual Paul Pogba pada bursa transfer musim panas mendatang.

Nama Pogba masih belum juga hilang dari rumor terkait bursa transfer. Beberapa klub ternama Eropa, seperti Barcelona dan Paris-Saint Germain terus dikabarkan bersiap untuk memboyong pemain asal Prancis tersebut pada musim panas.

Kendati demikian, Marotta membantah isu yang mengatakan bahwa Juventus berniat untuk melepas Pogba. Ia malah menegaskan klub akan berjuang mati-matian untuk mempertahankan sang bintang.

“Dalam beberapa tahun terakhir, klub telah membuat pilihan yang jelas terkait masa depan Pogba,” ujar Marotta seperti yang dikutip oleh Gazzetta World.

“Bagi kami, ia merupakan pemain yang sangat penting. Ia telah bermain dengan baik, bertumbuh, dan berkembang bersama klub. Ia menjadi seorang juara dengan bermain di lingkungan yang ia senangi dan ia merasa nyaman di sini.”

“Ketika membicarakan tentang bursa transfer, anda harus memperhitungkan banyak hal. Tetapi, yang terpenting adalah keinginan klub untuk menjual sang pemain dan keinginan sang pemain untuk bertahan,” tambah dirinya.

Sejak didatangkan dari Manchester United dengan status bebas transfer pada tahun 2012, Pogba telah bermain sebanyak 173 kali bersama Bianconeri di seluruh kompetisi, menyumbangkan 34 gol dan 39 assist.

Juventus Akui Tertarik kepada Cavani

Juventus masih dalam misi memburu striker baru untuk musim depan. Saat ini, mereka kembali dikaitkan dengan penyerang Paris Saint-Germain asal Uruguay, Edinson Cavani.

Mantan striker Napoli itu memang sudah menjadi buruan Juventus sejak beberapa waktu silam. Sekarang, ketertarikan kembali diutarakan seiring niat I Bianconeri -julukan Juventus- memburu bomber anyar untuk musim depan. Apalagi, striker Alvaro Morata mulai diisukan bakal hengkang pada pengujung musim.

“Cavani pemain top. Kami mencari penyerang untuk membangun tim kompetitif, tak cuma di Italia tapi juga di Eropa. Target kami adalah meraih semua kesempatan yang ada. Hari ini Cavani pemain PSG. Saya tak tahu jika dia akan dijual, tapi dia sangat menarik,” bilang General Manager Juventus, Giuseppe Marotta, kepada Radio Anch ‘io Sport.

Selain mengutarakan ketertarikannya kepada Cavani, Marotta juga kembali mempertegas keinginan Juventus mempertahankan gelandang asal Prancis, Paul Pogba. Kebetulan, sudah sejak beberapa tahun terakhir Pogba memang diburu banyak klub besar Eropa.

“Pogba tidak untuk dijual, kami membuat pilihan yang tepat tahun lalu untuk beberapa musim ke depan. Prioritas untuk keputusan terletak kepada pesepak bola, tapi tidak ada tanda-tanda tertentu dalam hal itu. Habitat alaminya di sini, tapi kemudian dalam sepak bola Anda tidak pernah tahu. Tidak ada pemain Juventus untuk dijual kecuali dia ingin pergi,” tandas Marotta.

Marotta Tak Bisa Beri Kepastian Masa Depan Morata

Penyerang Juventus, Alvaro Morata, masih kebingungan dengan masa depannya. Direktur Bianconeri, Giuseppe Marotta tak bisa memberi kepastian mengenai masa depan penyerang 23 tahun itu.

Morata dibeli Juve dari Madrid pada awal musim 2014-15. Dalam penjualan itu, ada klausul pembelian kembali yang bisa diaktifkan oleh Madrid.

Seiring dengan penampilan apik Morata di Juve, Madrid disebut-sebut akan mengaktifkan klausul tersebut. Hal itu menyimpulkan omongan petinggi Madrid, Emilio Butragueno. Dia bilang bahwa masih memikirkan Morata.

Soal masa depannya, Morata tak ingin berlarut-larut. Dia ingin mendapatkan kepastian agar bisa segera membeli tempat tinggal.

Soal Morata, Marotta mempunyai suati pengandaian. Seperti ada pedang Damoles di atas kontrak Morata yang bisa membuat si pemain pergi sewaktu-waktu ingin dibeli oleh Madrid.

Dengan klausul buy back yang dimiliki Madrid, Marotta mengaki bahwa masa depan Morata tak sepenuhnya ditangan Juve.

“Fakta Morata bakal bertahan atau tidak bukan sepenuhnya bergantung pada Juventus,” tegas Marotta di Football Italia.

“Klausulnya? Itu seperti pedang Damoles yang mengantung di atas kemungkinan pemain untuk bertahan. Itu merupakan satu-satunya kondisi yang bisa mengambilnya dari Turin.”

“Pertama-tama, mesti ada persetujuan antara Madrid dan Juventus. Saya hanya bisa kembali menegaskan bahwa pilihan kami menargetkan pemain muda menjanjikan yang sudah memenuhi itu,” imbuhnya.

Di musim ini, Morata sudah tampil sebanyak 40 kali untuk Juve. Dia mampu menyumbangkan 10 gol, dua di antaranya dicetak di laga melawan Torino.

“Tak Ada Klub Yang Lebih Besar Dari Juventus Untuk Allegri”

CEO Juventus, Giuseppe Marotta, optimistis pelatih Massimiliano Allegri akan tetap berada di klub pada musim depan.

Masa depan Allegri memang belakangan menjadi perbincangan hangat. Berbagai isu mengaitkan dirinya dengan klub-klub ternama Inggris, seperti Chelsea dan Manchester United.

Kendati demikian, Marotta menegaskan bahwa pihak klub siap untuk memperpanjang kontrak Allegri yang sejatinya akan berakhir pada akhir musim 2016-17. Selain itu, ia juga yakin sang pelatih masih bersedia untuk membesut La Vecchia Signora.

“Ada dua alasan mengapa anda mengganti seorang pelatih. Entah karena tim meraih hasil-hasil yang buruk atau karena sebuah siklus telah berakhir,” terang Marotta seperti yang dikutip oleh Sky Sports.

“Allegri bekerja dengan baik dan ia baru memulai siklusnya. Inilah alasan mengapa kami sama-sama ingin tetap bekerja sama.”

“Saya tidak berpikir ia akan menemukan tim yang lebih besar dari kami dan ini juga merupakan alasan mengapa kami bersedia untuk memperpanjang kontraknya,” tambah dirinya.

Dalam kesempatan yang sama, Marotta juga membantah apabila Juventus tengah mempertimbangkan peluang untuk menarik kembali Antonio Conte yang tengah menangani tim nasional Italia.

“Kami tidak memikirkan tentang Conte karena kami telah memiliki pelatih yang hebat dalam diri Allegri,” tegas Marotta.

Paul Pogba dan kawan-kawan saat ini berada di puncak klasemen sementara Serie A dengan total raihan 58 poin, hasil dari 18 kemenangan dan empat kali imbang. Mereka unggul satu angka dari Napoli yang berada di peringkat kedua.

Marotta: Situasi Totti di Roma Beda dengan Del Piero

Direktur Juventus, Giuseppe Marotta, merasa perlakuan klubnya terhadap striker legendarisnya, Alessandro Del Piero berbeda situasi Francesco Totti di AS Roma.

Totti tidak dimasukkan dalam skuat Roma saat menjamu Palermo di Stadion Olimpico akhir lalu. Pasalnya, sebelum laga, kapten Roma itu sempat mengkritik keputusan pelatih Luciano Spalletti yang hanya memberinya kesempatan bermain sangat minim.

Spalletti coba meredam gosip keretakan hubungannya dengan Totti usai mengalahkan Palermo dengan skor 5-0. Dia menyatakan Totti bakal kembali berlatih bersama tim senior Roma, Senin (22/2).

Juventus juga sempat dikritik lantaran dinilai mengakhiri pengabdian Del Piero dengan cara yang buruk. Marotta pun membantah anggap tersebut dan menyatakan Roma tidak memperlakukan Totti dengan selayaknya.

“Roma jelas harus menangani situasi yang sangat memalukan ini,” seru Marotta, seperti dilansir Rai Sport.

“Saya tidak mengatakan hal yang sama terjadi kepada kami dengan Alessandro Del Piero. Dia adalah ikon bagi Juventus dan legenda klub serta fans secara umum. Ketika waktunya tiba untuk meninjau kontrak dia, kami memperpanjangnya selama satu musim,” paparnya.

“Kami mengumumkan itu bakal menjadi musim terakhirnya. Itu berakhir dengan cara yang paling baik, dengan meraih Scudetto bersama pelatih baru, Antonio Conte dan penghormatan yang meriah bagi seorang juara seperti Del Piero,” kata Marotta.

Marotta: Guendogan Tak Dijual Dortmund

Direktur umum Juventus, Giuseppe Marotta, mengungkapkan sulitnya untuk mendapatkan Ilkay Guendogan dari Borussia Dortmund. Pemain itu diberi status tak dijual.

Juve sudah dikait-kaitkan dengan Guendogan dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan, The Old Lady disebut sudah menyiapkan uang transfer senilai sebanyak 30 juta euro untuk mendatangkan pemain berusia 25 tahun itu.

Kendati demikian, The Old Lady malah pesimistis bisa mendapatkan Guendogan. Sebabnya, Dortmund memang disebut tak mau melego pemain andalannya itu.

“Guendogan merupakan nama yang belum diangkat oleh kami, tapi dia dipertimbangkan untuk tak dijual oleh Borussia Dortmund,” kata Marotta di Football Italia.

“Masih terlalu dini untuk mengetahui apa yang terjadi di bursa transfer bulan Juni,” imbuhnya.

Kendati susah untuk mendapatkan Guendogan, Juve tak terlalu khawatir. Marotta bilang bahwa Si Nyonya Besar saat ini masih mempunyai stok pemain tengah yang cukup, bahkan ada beberapa yang belum bisa bermain karena masih dalam bekapan cedera.

“Kami masih mempunyai pemain yang belum bisa mengekspresikan dirinya sepenuhnya seperti (Kwadwo) Asamoah dan (Roberto) Pereyra yang masih menepi,” kata Marotta.

“Kami juga ingin melihat-lihat ke sekitar, untuk melihat kesempatan ada yang terbuka,” imbuhnya.

Juventus memang mempunyai stok pemain tengah yang handal. Di sana masih ada nama seperti Sami Khedira, Hernanes, Claudio Marchisio, Stefano Sturaro, dan Paul Pogba.

Kesabaran Dan Kesadaran Yang Jadi Kunci Sukses Juve

Juventus saat ini sudah mammpu memperbaiki penampilan hingga menduduki posisi papan atas klasemen. Kesabaran dan kesadaran disebut menjadi kunci kebangkitan Bianconeri.

Di Liga Italia musim ini, Juve sempat terpuruk. Dengan pemain-pemain baru, mereka sempat tak bisa menang dalam tiga laga awal dengan catatan dua kali kalah dan selai hasil imbang.

Juve kini sudah perlahan-lahan mampu merangkak ke papan atas klasemen. Mereka ada di posisi empat klasemen dengan raihan 33 poin, berjarak tiga angka dari Inter Milan yang ada di posisi pertama.

Direktur Juve, Giuseppe Marotta, mempunyai satu rahasia mengapa tim Putih-Hitam bisa kembali tampil bagus, hingga bisa kembali bersaing di papan atas klasemen.

“Apa yang berubah? Kesabaran dan kesadaran,” kata Marotta di Radio Rai yang dilansir oleh Football Italia..

“Grup Allegri sudah memberikan respons pada proyek kami. Pelatih sangat profesional, mempunyai manfaat, dan di tahun sebelumnya sudah menunjukan kualitas luar biasa dengan membawa pulang hasil luar biasa –dan mengingat momen saat dia datang ke Juventus.”

“Kemampuan Presiden adalah untuk mengerti situasi, kekuatan dari tim dan pelatih.”

“Kami mengumpulkan skuat dengan 10-12 pemain yang datang dari liga berbeda atau tim dengan tekanan rendah. Semua faktor itu membuat kami berada dalam semua kesulitan ini. Tapi, direksi belum pernah bertindak berdasarkan insting atau suasana hati. Sebaliknya, dengan penilaian selama di lapangan,” imbuhnya.

Marotta Sebut Lawan Milan Bukan Tiga Poin Biasa

Juventus akan menjamu AC Milan di laga lanjutan Liga Italia. Pertandingan itu berarti lebih dari tiga poin bagi Bianconeri yang sedang dalam misi untuk mengejar posisi tiga besar klasmen Serie A.

Sempat terseok-seok, Juve dan Milan saat ini sudah mulai merangkak naik di klasemen Liga Italia. Milan ada di posisi enam klasemen dengan raihan 20 poin. Sementara itu, Juventus ada di posisi tujuh dengan raihan 18 poin.

Dalam lima pertandingan terakhir, Milan tak pernah menelan kekalahan. Mereka juga cuma kehilangan sebanyak empat poin dari 14 poin maksimal. Milan memetik tiga kemenangan dan dua hasil imbang.

Sementara itu, Juve sedang dalam laju positif. Mereka memetik dua kemenangan beruntun di musim ini. Torino dan Empoli menjadi dua lawan yang berhasil mereka taklukkan.

Hasil-hasil positif itu menjadi modal berharga untuk Juve dan Milan menatap pertandingan yang akan berlangsung di Juventus Stadium, Minggu (22/11) dinihari WIB.

Direktur Juve, Giuseppe Marotta, bilang bahwa pertandingan ini tak cuma berarti tiga poin untuk Si Nyonya Tua. Permainan Juve di saat melawan Milan juga akan membantu untuk manatap pertandingan-pertandingan selanjutnya.

“Pertandingan melawan Milan bakal lebih dari sekadar untuk mendapatkan tiga poin. Performa Juventus akan penting karena itu bisa memberi kami dorongan untuk melakukan mencatatkan laju bagus,” kata Marotta di La Gazzetta dello Sport.

Juventus Bidik Tiket Liga Champhions

Juventus sudah memasang target untuk Liga Italia musim ini. Bianconeri ingin mengamankan satu tempat di posisi tiga besar.

Sempat terseok-seok di awal musim, Juve saat ini sudah mulai menapaki papan atas klasemen. Mereka ada di posisi tujuh klasemen dengan raihan 18 poin, hasil dari 12 kali bermain.

Dalam dua pertandingan terakhir, The Old Lady mampu memetik kemenangan beruntun. Itu merupakan rentetan kemenangan pertama dari tim besutan Massimiliano Allegri di musim ini. Empoli dan Torino menjadi dua lawan yang berhasil ditaklukkan di ajang Liga Italia.

Perolehan poin Juve itu berjarak delapan poin dari AS Roma yang menempati posisi tiga klasemen sementara. Mereka cuma berjarak sembilan angka dari Fiorentina dan Inter Milan yang ada di posisi 1-2.

Direktur Juve, Giuseppe Marotta, sudah mematok target yang hendak dicapai pada musim ini. Dia bilang bahwa misi untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan menjadi target minimal dari Bianconeri. Kendati demikian, Marotta juga tak menutup kemungkinan bahwa Juve akan mematok target lebih tinggi.

“Tempat ketiga merupakan posisi minimal yang harus kami capai, kami mempunyai tujuan untuk Liga Champions,” kata Marotta di Football Italia.

“Scudetto? Kami mempunyai harapan. Kami harus waspada dengan kesulitan yang ada, mungkin sekali dalam tahun-tahun ini, dari lawan kuat –Roma sudah membentuk diri menjadi lawan dengan level yang tinggi,” imbuhnya.

Marotta Sebut Inter Calon Kuat Scudetto

Inter Milan saat ini ada di posisi papan atas klasemen Liga Italia. Nerazzurri dinilai memang menjadi kandidat kuat untuk meraih scudetto di musim ini.

La Beneamata saat ini berbagi puncak klasemen dengan Fiorentina. Keduanya sama-sama mengumpulkan 27 poin, hasil dari 12 kali bertanding.

Tak heran jika Inter mampu bersaing di papan atas. Sebabnya, mereka sudah melakukan belanja besar. Geoffrey Kondogbia, Ivan Perisic, Jeison Murillo, Felipe Melo, dan Stevan Jovetic, menjadi barisan pemain baru klub asal kota mode itu.

Kendati Inter sudah tampil oke, sang presiden, Erick Thohir, tetap tak mau merevisi target untuk mengejar finis tiga besar. Tiket Liga Champions masih menjadi misi utama Inter.

Soal kiprah Inter musim ini, direktur Juventus, Giuseppe Marotta, menilai bahwa tim ‘Biru-Hitam’ memanglah calon kuat pemenang Liga Italia musim ini.

“Inter menjadi kandidat serius dan memetik kemenangan. Nerazzurri, di samping sudah mencetak 12 gol, mereka kebobolan hanya tujuh dan itu bukanlah suatu kesalahan. Justru sebaliknya, mereka layak ada di papan atas klasemen,” kata Marotta di Football Italia.

“Saya senang dengan posisi yang saya punyai di Juventus, saya ingin mencapai kebih banyak kepuasan dari Juventus.”

“Bakal luar biasa andai bisa memenagi scudetto lagi, lalu yang tetap menjadi mimpi untuk memenangi Scudetto lagi dengan ‘Si Kuping Besar’,” imbuhnya.

Draxler, Alasan Juventus Boyong Hernanes

Direktur Juventus, Giuseppe Marotta, mengakui bahwa Hernanes didatangkan karena mereka gagal memboyong Julian Draxler dari Schalke.

Pada hari penutupan bursa transfer musim panas kemarin, Hernanes diboyong oleh Juventus dari Inter Milan dengan harga sekitar 11 juta Euro.

Hernanes memang sedang mengalami masa sulit di Turin. Sejauh ini, Ia baru bermain di lima pertandingan di seluruh kompetisi bersama Juventus. Praktis, banyak yang mengatakan bahwa pembelian pemain asal Brasil tersebut tidak efektif.

Marotta menyatakan bahwa dirinya sadar Hernanes bukanlah pemain yang fenomenal. Apalagi, Hernanes memang bukan incaran utama Juventus.

“(Massimiliano) Allegri tidak pernah secara langsung meminta seorang playmaker. Saya mengatakan bahwa formasi dan bagaimana cara Ia akan bermain adalah konsekuensi dari pemain-pemain yang telah pergi,” ujar Marotta seperti yang dikutip oleh TuttoJuve.com.

“Hernanes datang sangat telat dan Ia bukanlah pilihan utama. Kami tidak pernah berpikir bahwa kami membeli seorang pemain fenomenal, tetapi setidaknya kami mengurangi kekuatan Inter,” tambah dirinya.

Lebih lanjut, Marotta menjelaskan bahwa Juventus baru mendekati Hernanes ketika mereka mengetahui Draxler tidak memiliki niat untuk bergabung bersama Bianconeri.

“Kami melupakan opsi membeli Draxler di bulan Juli setelah berbicara dengannya dan Ia tidak menunjukkan ketertarikan untuk pindah ke Serie A. Ia lebih memilih untuk bertahan di Jerman,” tuntasnya.

Apa yang dikatakan Marotta sepertinya bukanlah sebuah alasan belaka. Pasalnya, meski didekati berbagai klub besar, Draxler akhirnya memutuskan untuk hijrah ke sesama klub Bundesliga, Wolfsburg.

Pogba Dipilih Fans Barcelona Sebagai Target Utama

Bursa transfer tengah musim masih beberapa bulan lagi. Namun, para pendukung Barcelona sudah menentukan target. Midfielder Juventus, Paul Pogba dipilih menjadi transfer idaman mereka.

Hal itu terkuak dari jajak pendapat yang dilakukan oleh Marca pada Rabu (7/10). Pogba berada di urutan terdepan dalam daftar pemain yang diinginkan oleh fans agar ditransfer oleh Barcelona. Sebanyak 39,3 persen responden memilih pemain asal Prancis itu sebagai target utama El Barca.

Selain Pogba, muncul beberapa pemain lain yang transfer impian para cules. Mereka adalah Philippe Coutinho (Liverpool), Nolito (Celta Vigo), Andriy Yarmolenko (Dynamo Kyiv), hingga Sofiane Feghouli (Valencia). Coutinho berada di urutan kedua di bawah Pogba setelah 26,7 persen responden memilihnya. Sementara itu, Nolito dipilih oleh 20,6 persen responden. Feghouli dan Yarmolenko masing mengantungi 6,5 persen suara dan 6,9 persen suara.

Juventus mesti mewaspadai manuver Barcelona jika tidak ingin kehilangan Pogba. Meski Manajer Umum I Bianconeri, Giuseppe Marotta menandaskan hanya akan melepas Pogba dengan harga 100 juta euro, El Barca terlihat tidak peduli. Pada Rabu (7/10), Sekretaris Teknik Barcelona, Robert Fernandez menyatakan kepada Radio Cataluna bahwa pihaknya mempertimbangkan kemungkinan untuk menggaet Pogba pada Januari 2016 nanti.

Fernandez tidak menyebutkan nilai transfer yang menjadi sandungan. Dia malah menyoroti soal gaji Pogba yang besar. “Bayarannya akan menjadi halangan, namun kami akan terus berusaha. Kami bakal terus berupaya. Ketika waktunya tiba, kami akan duduk bersama dan mengambil putusan tentang hal ini,” ucap Fernandez.

Patut ditunggu gebrakan nyata Barcelona. Namun yang jelas tidak akan mudah untuk mendapatkan Pogba. I Bianconeri selalu menegaskan hanya akan melepas eks pemain Manchester United itu dengan harga yang mahal.