Mikel Arteta Enggan Paksa Granit Xhaka Jalani Vaksinasi Covid-19

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Manajer Arsenal, Mikel Arteta, dibuat pusing tujuh keliling karena Granit Xhaka saat ini sedang menjalani isolasi mandiri akibat positif Covid-19. Meski pusing, Arteta enggan memaksa Xhaka untuk mengambil vaksin Covid-19.

Xhaka merupakan salah satu pemain yang menolak mengambil vaksin Covid-19. Pemain asal Swiss itu tidak menyebut alasan di balik penolakannya terhadap vaksin Covid-19.

Granit Xhaka - Covid-19 - Sportskeeda
Global Times

“Kami sudah berusaha menjelaskan berbagai alasan di balik manfaat vaksin. Vaksin akan melindungi Xhaka, seluruh rekan-rekan setimnya serta orang-orang terdekatnya,” ujar Arteta dikutip Football5Star dari laman resmi Arsenal.

“Tapi, semuanya tentu kembali ke preferensi pribadi. Tentu dia memahami ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan jika tidak mengambil vaksin. Vaksin bukanlah sebuah kewajiban dan kami harus tetap menghargai keputusan Xhaka,” sambung Arteta.

ISOLASI MANDIRI GRANIT XHAKA SEGERA USAI

Lebih lanjut, Arteta menjelaskan bahwa Xhaka saat ini berada dalam kondisi baik. Arteta mengatakan isolasi mandiri Xhaka akan usai pada Sabtu (11/9) mendatang.

“Xhaka baik-baik saja. Dia saat ini masih berada di Swiss dan harus menjalani isolasi mandiri hingga Sabtu nanti. Jika sudah selesai isolasi dan diizinkan pergi, Xhaka akan langsung berangkat ke sini,” tuntas Arteta.

Granit Xhaka - Covid-19 - Sportskeeda
Sportskeeda

Xhaka dipastikan tak bisa bermain pada partai melawan Norwich City akhir pekan nanti. Laga tersebut akan digelar pada Sabtu (11/9) malam WIB.

Xhaka bukanlah satu-satunya penggawa Arsenal yang dipastikan absen dalam laga melawan Norwich. The Gunners kehilangan Sead Kolasinac, Gabriel Magalhaes, serta Emile Smith Rowe. The Gunners juga kemungkinan belum bisa memainkan Thomas Partey dan Mohamed Elneny.

Jose Mourinho Minta Granit Xhaka Mau Divaksin

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Jose Mourinho, pelatih AS Roma menuliskan pesan khusus kepada pemain Arsenal, Granit Xhaka yang tak mau untuk divaksin Covid-19. Mourinho meminta pemain asal Swiss itu untuk mau melaksankan vaksin.

Sebelumnya, kepala komunikasi PSSI-nya Swiss, Adrian Arnold mengatakan bahwa Xhaka menjadi pemain yang tak mau divaksin. “Granit Xhaka tidak mau divaksinasi,” kata Arnold seperti dikutip Football5star.com dari Mail Online, Minggu (5/9/2021).

Jose Mourinho Minta Granit Xhaka Mau Divaksin

“Dia adalah pemain yang tidak divaksinasi. Kami menyerahkan ini kepada setiap pemain. Ini adalah keputusan pribadi setiap pemain sama seperti orang lain di Swiss,”

“Kami telah mengeluarkan rekomendasi agar semua orang memvaksinasi. Tapi dia memutuskan untuk dirinya sendiri. Dan itu haknya untuk tidak divaksin,”

Jose Mourinho Minta Granit Xhaka Mau Divaksin

Jose Mourinho pun angkat bicara soal ini. Lewat akun Instagram pribadinya, Mourinho meminta Xhaka untuk mau divaksin. “Dapatkan vaksin itu Granit, untuk keamanan semua,” tulis Mourinho.

Jose Mourinho Sangat Ingin Dapatkan Xhaka

Direktur AS Roma, Tiago Pinto, mengklaim bahwa Granit Xhaka sangat ingin bergabung dengan timnya pada bursa transfer kemarin. Namun, Arsenal menghalangi transfer.

Xhaka memang dikabarkan sudah sepakat secara personal untuk dilatih Jose Mourinho, tapi menut laporan Arsenal menolak tawaran dari Roma sebesar 12 juta euro dengan bonus 3 juta euro. Pemain timnas Swiss itu akhirnya memperpanjang kontraknya bersama Thue Gunners.

Jose Mourinho Minta Granit Xhaka Mau Divaksin

“Bursa transfer ditutup dan hari ini saya bersenang-senang, karena kami membeli begitu banyak pemain tetapi semua orang bertanya kepada saya tentang gelandang itu (Xhaka),” kata Pinto.

Dia melanjutkan, “Semua orang tahu kami mengejar Xhaka, dia ingin datang ke Roma, tetapi Arsenal tidak melepaskannya. Ini penyesalan saya untuk bursa transfer ini.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Granit Xhaka Sangat Ingin ke AS Roma, Tapi Arsenal Menahannya

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Direktur AS Roma, Tiago Pinto, mengklaim bahwa Granit Xhaka sangat ingin bergabung dengan timnya pada bursa transfer kemarin. Namun, Arsenal menghalangi transfer.

Xhaka memang dikabarkan sudah sepakat secara personal untuk bergabung ke Roma, tapi menut laporan Arsenal menolak tawaran dari Roma sebesar 12 juta euro dengan bonus 3 juta euro. Pemain timnas Swiss itu akhirnya memperpanjang kontraknya bersama Thue Gunners.

Granit Xhaka Sangat Ingin ke AS Roma, Tapi Arsenal Menahannya
The Sun

Direktur Giallorossi, mengakui gagalnya tranfer Xhaka merupakan penyesalan terbesarnya dalam bursa transfer musim panas ini.

“Bursa transfer ditutup dan hari ini saya bersenang-senang, karena kami membeli begitu banyak pemain tetapi semua orang bertanya kepada saya tentang gelandang itu (Xhaka),” kata Pinto seperti dikutip Football5Star.com, dari Squawka.

Dia melanjutkan, “Semua orang tahu kami mengejar Xhaka, dia ingin datang ke Roma, tetapi Arsenal tidak melepaskannya. Ini penyesalan saya untuk bursa transfer ini.”

Aktivitas Transfer AS Roma

Jose Mourinho akan Duetkan Tammy Abraham dengan Eldor Shomurodov 2
@OfficialASRoma

Walaupun gagal mendapatkan Granit Xhaka, Giallorossi tetap menjadi klub Serie A paling boros musim panas ini. Mereka menghabiskan lebih dari 80 juta euro untuk mendatangkan empat pemain.

Empat pemain itu adalah Rui Patricio, Eldor Shomurodov, Matias Vina dan Tammy Abraham. Itu belum termasuk mempermanenkan dua pemain yang dipinjam musim lalu, Bryan Reynolds dan Roger Ibanez.

Mikel Arteta Harusnya Marah Besar kepada Granit Xhaka

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Mikel Arteta harusnya marah besar kepada kelakukan pemainnya, Granit Xhaka yang mendapat kartu merah saat pertandingan melawan Manchester City. Hal itu disampaikan oleh mantan striker timnas Inggris, Alan Shearer.

Menurut Shearer, apa yang ditunjukkan oleh Granit Xhaka di laga melawan Manchester City dengan melakukan tekel dua kaki kepada Joao Cancelo tak bisa dimaafkan.

Mikel Arteta Harusnya Marah Besar kepada Granit Xhaka
getty images

“Itu adalah 11 kartu merah dalam kariernya saat ini. Anda tidak bisa memaafkan hal seperti itu,” kata Alan Shearer seperti dikutip Football5star.com dari Football London, Minggu (29/8/2021).

“Entah siapa yang coba buat dia terkesan. Kita semau tahu hukumannya. Anda tidak bisa melakukan tekel seperti itu. Dia menempatkan lawannya dalam kondisi berbahaya, dia benar-benar di luar kendali. Itu adalah keputusan tepat dari wasit, sebuah kartu merah,”

Mikel Arteta Harusnya Marah Besar kepada Granit Xhaka
getty images

“Mikel Arteta harusnya marah pada tekel seperti itu karena Anda harus menenatangnya. Anda harusnya tidak bisa bermain dengan cara seperti itu,”

Akibat kartu merah yang didapatkan Xhaka, ia akan absen untuk tiga pertandingan berikutnya bersama Arsenal. Mikel Arteta tak akan bisa memainkan pemain Albania itu di laga melawan Norwich, Burnley dan AFC Wimbledon di ajang Carabao Cup.

Mikel Arteta Soal Kekalahan Ketiga Arsenal

Arsenal telan kekalahan ketiga di Liga Inggris musim ini. Hadapi Manchester City, anak asuh Mikel Arteta itu kalah telak 0-5. Kekalahan yang menempatkan Arsenal di posisi buncit klasemen Liga Inggris 2021-22.

Mikel Arteta Harusnya Marah Besar kepada Granit Xhaka
getty images

“Saya pikir kami memulai pertandingan dengan sangat baik dan pertama kali mereka masuk ke kotak kami, kami bertahan sangat buruk dengan umpan silang dan sundulan dan kami tertinggal 1-0,” kata Arteta.

Arteta pun memahami kemarahan fan Arsenal atas hasil buruk ini. Ia pun mengucapkan rasa terima kepada fan yang masih setia memberikan dukungan.

“Saya harus mengucapkan terima kasih kepada 3.000 penggemar yang datang ke sini hari ini karena pada hari yang sulit seperti ini untuk memberikan dukungan yang mereka miliki,” kata Arteta.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Granit Xhaka Konfirmasi Perpanjangan Kontrak di Arsenal

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Granit Xhaka dipastikan memperpanjang masa baktinya di Arsenal. Ia mengonfirmasi perpanjangan kontrak telah selesai.

Sebelumnya, Granit Xhaka diisukan bakal pergi ke AS Roma. Peluang pindahnya pun sudah 90 persen. Namun, kesepakatan gagal tercapai karena Roma menolak mengeluarkan uang 40 juta euro seperti yang diminta The Gunners.

Granit Xhaka Bertahan di Arsenal
Eurosport

Gagal hengkang ternyata membuat Xhaka senang. Setelah perpanjangan kontrak rampung ia berjanji akan terus memberikan segalanya.

“Saya sangat senang saya masih di sini. Tentu saja saya telah menandatangani kontrak baru dan saya ingin membalasnya kepada staf dan fan kami,” ungkap sang gelandang seperti dikutip Football5star dari Tribal Football, Selasa (24/8/2021).

Granit Xhaka - Arsenal - AS Roma - HITC
hitc

“Mereka tahu saya akan memberikan segalanya di setiap pertandingan dan semua sesi latihan. Jadoi saya piker kami harus segera menunjukkan sebagai sebuah tim,” ia menambahkan.

Granit Xhaka dan Tugas Beratnya

Arsenal mengawali musim 2021-2022 dengan mengecewakan. Dalam dua laga mereka menelan kekalahan tanpa mencetak satu gol pun.

granit xhaka
news24english

Hasil tersebut jelas jadi PR besar untuk seluruh pemain. Apalagi Granit Xhaka yang didapuk sebagai kapten tim pada dua pertandingan tersebut.

Penggawa timnas Swiss dituntut membangkitkan moral tim di laga berikutnya. Sebagai salah satu pemain senior tuntutan terhadapnya memang sangat tinggi.

Terlebih pemain berpengalaman lain seperti Thomas Partey, Pierre-Emerick Aubameyang dan Alexandre Lacazette belum fit. Mereka kemungkinan masih absen pada Carabao Cup melawan West Bromwich Albion, Kamis (26/8/2021) dinihari WIB.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Mikel Arteta Tegaskan Granit Xhaka Bertahan di Arsenal

gamespool
Mikel Arteta Tegaskan Granit Xhaka Bertahan di Arsenal 27

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, dengan tegas mengatakan bahwa pemainnya, Granit Xhaka tetap akan bertahan di klub. Ini adalah kabar buruk untuk AS Roma yang dilaporkan sudah memberikan penawaran kepada Xhaka.

Xhaka berhasil mencetak gol di laga uji coba melawan Chelsea walaupun Arsenal harus kalah 2-1 (2/8/21). AS Roma mencoba untuk merekrut sang pemain, tapi penawaran mereka tidak cukup untuk membuat Xhaka dan Arsenal terpikat.

Menurut laporan pakar transfer, Fabrizio Romano, Roma menawarkan harga 12 juta euro dengan 3 juta euro bonus, dan itu ditolak oleh Arsenal. Selepas laga, Arteta mengatakan bahwa Xhaka tetap akan bertahan di London Utara.

Mikel Arteta Tegaskan Granit Xhaka Bertahan di Arsenal
Eurosport

“Xhaka bertahan. Dia ingin bermain, Dia akan jadi pemain kunci untuk kami,” ucap Arteta seperti dikutip Football5Star.com dari Sky Sports.

Arteta melanjutkan, “Dia berlatih dua hari. Dia ingin bermain hari ini dan saya pikir komitmen yang sangat jelas dari timnya bahwa dia ingin berada di sini.”

Granit Xhaka musim lalu bermain di 29 laga Premier League. Satu-satunya pemain outfield yang memiliki jumlah bermain lebih banyak adalah Bukayo Saka. Kontrak Xhaka baru akan berakhir pada 2023. Tapi dikabarkan Arsenal akan menawarkannya kontrak baru sampai 2025.

Kabar baik untuk Arsenal karena Xhaka akan bertahan, tapi ada kabar buruk yang menimpa rekan duet Xhaka di lini tengah Thomas Partey. Dia harus keluar karena menderita cedera. Arteta tak tahu seberapa parah cedera yang dialami Partey.

“Saya baru saja berbicara dengan dokter. Dia akan melakukan pemindaian besok. Pada saat ini, itu tidak terlihat bagus karena dia kesakitan dan dia tidak bisa melanjutkanyang bagi Thomas sangat tidak biasa.” kata Arteta.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Granit Xhaka Terancam Gagal Gabung AS Roma

gamespool
Granit Xhaka Terancam Gagal Gabung AS Roma 31

Football5star.com, Indonesia – Granit Xhaka harus menghadapi kenyataan pahit karena kepindahannya dari Arsenal ke AS Roma tahun ini terancam gagal. Menurut laporan Il Tempo, Xhaka terancam gagal pindah karena Roma enggan memenuhi harga yang dipatok The Gunners.

Beberapa waktu lalu, Granit Xhaka dilaporkan sudah sepakat dengan kontrak yang diajukan manajemen Roma. Pemain timnas Swiss itu bahkan disebut rela memotong gajinya agar bisa pindah ke Italia.

Namun, keinginan Xhaka belum mendapat restu Arsenal. The Gunners hanya bersedia melepas Xhaka ke Roma dengan banderol 20 juta Euro. Akan tetapi, angka tersebut berada di luar jangkauan Giallorossi yang terus membujuk Arsenal untuk menurunkan harga Xhaka.

Granit Xhaka - AS Roma - Squawka
Squawka

Akan tetapi, permintaan Roma tak digubris manajemen The Gunners. Klub asal London Utara itu tetap bersikeras hanya akan melepas Xhaka dengan harga 20 juta Euro.

Arsenal sendiri baru saja mendatangkan pemain yang bakal dilpot sebagai suksesor Xhaka. Pekan lalu, The Gunners resmi mengumumkan kedatangan Albert Sambi Lokonga dari klub Belgia, Anderlecht.

Sambi Lokonga merapat ke Stadion Emirates dengan banderol 17,5 juta Euro. Pemain berumur 21 tahun itu diikat dengan kontrak jangka panjang berdurasi lima tahun.

Sambi Lokonga tak cuma mendapat peran menggantikan posisi Xhaka. Rencananya, ia juga akan diplot sebagai suksesor Lucas Torreira yang bakal dilepas Arsenal dalam waktu dekat.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Selangkah Lagi AS Roma Dapatkan Eks Kapten Arsenal

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – AS Roma selangkah lagi akan mendapatkan eks kapten Arsenal, Granit Xhaka. Kubu Arsenal kabarnya menyetujui tawaran AS Roma sebesar 15 juta euro plus bonus untuk mendapatkan pemain asal Swiss itu.

Dikutip Football5star.com dari Football Italia, Jumat (16/7/2021), sebelumnya pihak AS Roma memberikan tawaran awal sebesar 10 juta euro namun kubu Arsenal hanya mau melepas Xhaka sebesar 20 juta euro.

Mantan Pemain Sarankan Granit Xhaka Hengkang dari Arsenal

Setelah menjalani proses negosiasi, kedua tim kabarnya menyepakati jalan tengah yakni nilai sebesar 15 juta euro plus bonus 2,5 juta euro tergantung dengan kinerja Xhaka selama di Roma.

Eks kapten Arsenal itu sendiri saat ini tengah menjalani liburan. Namun menurut laporan Calciomercato, Granit Xhaka akan mempercepat waktu liburannya untuk segera terbang ke Roma menjalani sesi pramusim.

Memasuki musim baru, Granit Xhaka memang sempat mendapat masukan untuk angkat koper dari Arsenal. Mantan pemain Arsenal, Ian Wright salah satunya. Menurut Ian Wright, Granit Xhaka masih memiliki kesempatan yang besar untuk sukses bersama klub lain.

Mantan pemain Arsenal itu menyoroti soal hubungan Granit Xhaka dengan fan yang sejak 2019 tak kunjung membaik. Menurut Ian Wright, hal tersebut membuat Xhaka cukup kesulitan bisa tunjukkan permainan terbaik bersama Arsenal.

Ian Wright pun memuji penampilan bagus yang ditunjukkan Granit Xhaka bersama timnas Swiss di perhelantan EURO 2020. Menurut Wright, penampilan itu sama sekali berbeda dengan yang ditunjukkan Xhaka saat bermain bersama Arsenal.

“Saya merasakannya karena dia adalah seseorang yang saya sangat kritis di masa lalu dan ketika Adna melihat penampilan seperti itu, apakah Anda menyalahkan dia atau pelatih karena tidak mendapatkan penampilan itu darinya di masa lalu,” kata Ian Wright.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Mantan Pemain Sarankan Granit Xhaka Hengkang dari Arsenal

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Arsenal, Ian Wright menyerankan gelandang Swiss, Granit Xhaka untuk angkat koper dari tim Meriam London jika ingin kariernya sukes. Menurut Ian Wright, Granit Xhaka masih memiliki kesempatan yang besar untuk sukses bersama klub lain.

Mantan pemain Arsenal itu menyoroti soal hubungan Granit Xhaka dengan fan yang sejak 2019 tak kunjung membaik. Menurut Ian Wright, hal tersebut membuat Xhaka cukup kesulitan bisa tunjukkan permainan terbaik bersama Arsenal.

Mantan Pemain Sarankan Granit Xhaka Hengkang dari Arsenal

Ian Wright pun memuji penampilan bagus yang ditunjukkan Granit Xhaka bersama timnas Swiss di perhelantan EURO 2020. Menurut Wright, penampilan itu sama sekali berbeda dengan yang ditunjukkan Xhaka saat bermain bersama Arsenal.

“Saya merasakannya karena dia adalah seseorang yang saya sangat kritis di masa lalu dan ketika Adna melihat penampilan seperti itu, apakah Anda menyalahkan dia atau pelatih karena tidak mendapatkan penampilan itu darinya di masa lalu,” kata Ian Wright seperti dikutip Football5star.com dari ITV, Sabtu (3/7/2021).

“Aku belum pernah melahiatnya terbiasa dengan efek itu. Tidak mungkin Arsenal menjual pemain yang bisa bermain seperti itu, di level seperti itu,” tambahnya.

“Jadi sayangnya bagi kami sepertinya dia akan pergi tetapi saya senang untuknya karena dia menjawab banyak kritik. Dia luar biasa,” ungkap mantan pemain Arsenal tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir, Xhaka memang dikaitkan dengan sejumlah klub di luar Inggris. Rumor terbaru menyebutkan bahwa AS Roma yang kini dilatih Jose Mourinho berminat untuk mendapatkan jasa pemain berusia 28 tahun tersebut.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Petkovic Akui Berat Swiss Hadapi Spanyol Tanpa Granit Xhaka

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Swiss tak bisa menurunkan skuat terbaik saat menghadapi Spanyol di perempat final Euro 2020, Jumat (2/7/2021). Mereka dipastikan kehilangan kapten tim, Granit Xhaka.

Granit Xhaka absen lantaran terkena akumulasi kartu kuning. Tanpanya, lini tengah Swiss menyisakan lubang cukup besar.

Pelatih Vladimir Petkovic mengakui tak ada Xhaka jadi kehilangan besar timnya. Tapi dia percaya ada pemain lain yang akan mengambil alih perannya di lapangan.

Swiss - Euro 2020 - watson. ch
watson.ch

“Kami sangat kehilangan pemain seperti Xhaka. Tapi apa yang ingin saya lihat melawan Spanyol adalah bahwa semua orang member lebih banyak dari biasanya,” ujar Petkovic seperti dikutip Football5star dari laman resmi UEFA, Jumat (2/7/2021).

“Pemain tidak hanya harus menggantikan perannya di lapangan. Tapi juga harus mengalahkan Spanyol. Kami ingin maju dengan menghormati lawan kami,” ia menambahkan.

Kendati bintang Arsenal tak bisa tampil, perannya di luar lapangan masih akan krusial. Mantan pelatih Lazio mengklaim pemainnya itu tidak akan tinggal diam.

Ada peran yang akan diemban Granit Xhaka pada laga Swiss vs Spanyol. “Dia akan mengambil pean yang berbeda. Tapi semua orang di skuat akan mendukung dan membantu tim untuk mencapai tujuannya,” sambungnya.

“Kami harus menunjukkan rasa lapar kami di lapangan dan saya yakin semua pemain akan melakukan semua yang mereka bisa,” tutup Vladimir Petkovic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Xherdan Shaqiri Bangga Dipercaya Jadi Pengganti Granit Xhaka

gamespool
Xherdan Shaqiri Bangga Dipercaya Jadi Pengganti Granit Xhaka 44

Football5star.com, Indonesia – Xherdan Shaqiri bakal dipercaya menjadi kapten timnas Swiss pada partai perempat final Euro 2020 melawan Spanyol pada Jumat (2/7) malam WIB. Shaqiri merasa sangat bangga karena bisa menjadi pemimpin A-Team Nati di laga bersejarah.

Shaqiri dipercaya mengenakan ban kapten karena Granit Xhaka tidak bisa bermain. Xhaka harus absen karena terkena hukuman skorsing akibat akumulasi kartu kuning.

“Saya tidak memiliki persiapan khusus jelang pertandingan nanti. Saya tidak akan mengubah rutinitas, meski dipercaya tampil sebagai kapten,” ujar Xherdan Shaqiri dikutip football5star dari laman France24.

Xherdan Shaqiri - Swiss - Maennersache
Maennersache

“Tentu saja saya sangat bangga karena dipercaya menjadi kapten di pertandingan sepenting ini. Saya tentu ingin bisa menunjukkan performa terbaik dan membantu tim memetik kemenangan,” sambung Shaqiri.

Lebih lanjut, Shaqiri juga memastikan Swiss tak akan cuma bermain defensif ketika melawan Spanyol. Di mata Shaqiri, A-Team Nati juga memiliki lini depan yang tidak bisa diremehkan Spanyol.

“Kami sudah menunjukkan kalau kami tak cuma pandai bertahan. Di laga melawan Prancis, kami bisa mencetak lebih dari satu gol. Kami ingin menunjukkan gaya bermain terbaik kami dan memperlihatkan bahwa tidak ada yang tak mungkin di dunia sepak bola,” tandas Shaqiri.

Shaqiri masih menjadi sosok andalan A-Team Nati meski tak mendapat menit bermain reguler di Liverpool pada musim 2020-21. Total, Shaqiri berhasil menyumbang dua gol dari empat penampilan di Euro 2020.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Yann Sommer Beberkan Kunci Sukses Swiss Kalahkan Prancis

gamespool
Yann Sommer Beberkan Kunci Sukses Swiss Kalahkan Prancis 48

Football5Star.com, Indonesia – Kiper timnas Swiss, Yann Sommer, mengungkapkan bahwa timnya bermain dengan hati dan karakter untuk bisa mengalahkan Prancis di babak adu penalti, (29/6/21). Sommer bangga Swiss bisa memutar balikkan keadaan, apalagi setelah gagalnya penalti Ricardo Rodriguez di babak kedua.

Swiss secara luar biasa mengalahkan juara dunia, Prancis di babak 16 besar Euro 2020 lewat babak adu penalti setelah imbang 3-3 dalam 120 menit. Sommer berhasil menepis tendangan penalti Kylian Mbappe dan membuat Swiss menang 5-4 di babak adu penalti.

Kylian Mbappe Minta Maaf Eksekusi Penaltinya Gagal
Happy Nice World

“Pertandingan yang luar biasa! Malam sepakbola yang luar biasa! Ini adalah kesempatan kami untuk akhirnya lolos ke babak 16 besar karena kami tidak pernah berhasil sebelumnya,” ucap Sommer seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi UEFA.

Sommer melanjutkan, “Luar biasa, kami bermain dengan hati dan dengan karakter. Itu adalah situasi yang sangat sulit bagi kami setelah penalti gagal (Ricardo Rodriguez di babak kedua). Saya sangat bangga dengan tim, bagaimana mereka bisa come back. Kami selalu percaya.”

Kapten timnas Swiss, Granit Xhaka, juga tak menyangka timnya bisa menang melawan Prancis dan bersiap untuk melawan Spanyol di babak perempat final.

“Luar biasa. Kami membuat sejarah malam ini dan kami semua sangat bangga. Kami menulis sejarah negara sepakbola ini. Sekarang kami memiliki Spanyol di perempat final. Ini akan sulit tetapi kami bermimpi sekarang,” kata pemain Arsenal itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

AS Roma Selangkah Lagi Resmikan Granit Xhaka

gamespool
AS Roma Selangkah Lagi Resmikan Granit Xhaka 52

Football5star.com, Indonesia – Granit Xhaka bakal menyelesaikan proses kepindahannya dari Arsenal ke AS Roma dalam waktu dekat. Menurut laporan Football London, Xhaka sudah menyepakati tawaran kontrak lima tahun yang diajukan Gialorossi.

Xhaka memang menjadi pemain incaran utama AS Roma di bursa transfer musim panas tahun ini. Kabarnya, Jose Mourinho sudah meminta Xhaka secara khusus kepada manajemen Giallorossi.

Beberapa pekan lalu, Giallorossi sudah melempar tawaran senilai 13 juta Euro. Namun, tawaran tersebut ditolak mentah-mentah oleh Arsenal. The Gunners hanya bersedia melepas Xhaka apabila mendapat tawaran sebesar 20 juta Euro.

Granit Xhaka - AS Roma - SB Nation
SB Nation

Setelah bernegosiasi selama beberapa pekan, kedua tim kini akhirnya mencapai kesepakatan mengenai nilai transfer Xhaka. Roma menyanggupi permintaan Arsenal dan bakal mengucurkan dana 20 juta Euro demi mengamankan tanda tangan Xhaka.

Setelah mencapai kesepakatan mengenai transfer Xhaka, Roma bisa mengalihkan perhatiannya kepada beberapa incaran lainnya. Salah nama yang dilaporkan masuk ke dalam daftar belanja Giallorossi adalah Andrea Belotti.

Mourinho menganggap Belotti sebagai sosok sempurna untuk menggantikan peran Edin Dzeko yang kini sudah berusia 35 tahun. Giallorossi pun dilaporkan sudah melempar tawaran resmi senilai 20 juta Euro untuk mendaratkan Belotti dari Torino.

Akan tetapi, tawaran tersebut ditolak mentah-mentah oleh Torino. Media-media Italia melaporkan Il Toro hanya bersedia melepas Belotti dengan banderol 30 juta Euro.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Demi Granit Xhaka, AS Roma Siap Lepas Dua Pemain ke Arsenal

gamespool
Demi Granit Xhaka, AS Roma Siap Lepas Dua Pemain ke Arsenal 56

Football5star.com, Indonesia – AS Roma siap melepas sepasang pemain demi mendaratkan gelandang Arsenal, Granit Xhaka pada bursa transfer mendatang. Berdasarkan laporan Calciomercato, dua pemain yang bakal dijadikan pelicin oleh Giallorossi adalah Amadou Diawara dan Cengiz Under.

Xhaka menjadi salah satu target utama AS Roma pada bursa transfer mendatang. Menurut laporan media-media Italia, Giallorossi sudah melempar tawaran sebesar 15 juta Euro yang ditolak mentah-mentah oleh Arsenal.

The Gunners dilaporkan hanya bersedia melepas Xhaka andai mendapat penawaran sebesar 20 juta Euro. Demi memenuhi permintaan Arsenal, AS Roma siap menjadikan Amadou Diawara dan Cengiz Under sebagai pelicin.

Granit Xhaka - Arsenal - AS Roma - Football Loncon
Football London

Diawara memang tak pernah menjadi pilihan utama semenjak merapat ke AS Roma pada 2019 lalu. Pemain berpaspor Guinea itu cuma mampu mengoleksi 58 penampilan.

Sementara itu, Under juga tak menjadi pilihan utama Giallorossi dalam dua musim terakhir. Pada musim 2020-21 lalu, Under bahkan dilepas dengan status pinjaman ke Leicester City.

Bersama Leicester, Under gagal menunjukkan performa terbaiknya. Hal itu membuat Leicester dilaporkan tak akan mempermanenkan status Under dan memulangkannya ke Roma ketika kontrak pinjamannya usai.

Granit Xhaka bukanlah satu–satunya pemain yang masuk radar Giallorossi pada bursa transfer mendatang. Kabarnya, Jose Mourinho juga meminta manajemen Roma untuk mendaratkan Gianluigi Donnarumma, Nemanja Matic serta Andrea Belotti. Selain itu, Mourinho juga dikabarkan sudah meminta Roma untuk melepas Federico Fazio, Bruno Peres dan Robin Olsen.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Granit Xhaka Tak Pedulikan Arsenal dan Rumor Transfer

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Dalam beberapa hari terakhir Granit Xhaka dikaitkan dengan AS Roma. Gelandang Arsenal disebut-sebut jadi prioritas utama Jose Mourinho di klub ibu kota Italia.

Granit Xhaka menyadari dengan rumor yang beredar saat ini. Tapi dia tidak ingin memikirkannya. Jangankankan soal rumor transfer, sang gelandang juga tidak peduli dengan Arsenal.

Saat ini yang dipikirkan penggawa timnas Swiss adalah tim nasional yang saat ini sedang melakoni pemusatan latihan untuk persiapan Euro 2020.

Mikel Arteta Kartu Merah Granit Xhaka Lebih Buruk daripada Nicolas Pepe
The Sun

“Tentu saja saya membaca rumornya. Tapi sekarang saya 100 persen fokus untuk tim nasional. Itu lebih penting dari Arsenal atau rumor transfer,” ujar Xhaka seperti dikutip Football5star dari Blick, Minggu (30/5/2021).

“Saya memiliki kontrak dua tahun lagi di London. Dan di Arsenal mereka tahu apa yang mereka miliki dalam diri saya. Ketika saatnya tiba dan jika kami bisa kami akan membicarakan transfer,” ia menambahkan.

Sementara itu, eks gelandang Borussia Moenchengladbach sempat kaget dengan ketertarikan Jose Mourinho. Dia pun merasa bangga diinginkan pelatih yang telah memenangkan banyak gelar tersebut.

“Semua orang tahu dia dan apa yang telah dia capai. Mourinho tahu bagaimana memenangkan gelar. Sekarang kalian bisa melihat pekerjaan apa yang telah saya lakukan selama beberapa tahun terakhir. Sangat menyenangkan mendengar pelatih sepertinya menginginkan saya,” tutup Granit Xhaka.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Thomas Partey Buat Granit Xhaka Terlihat Lebih Bagus

gamespool
Thomas Partey Buat Granit Xhaka Terlihat Lebih Bagus 63

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Arsenal, Gilberto Silva, mengklaim bahwa performa dari Granit Xhaka saat ini lebih baik karena adanya Thomas Partey di sisinya. Silva juga memuji Partey sebagai gelandang bertahan terbaik yang Arsenal punya sejak dirinya.

Partey direkrut dari Atletico Madrid pada musim panas lalu, namun dia bermasalah dengan cedera dalam setengah musim pertama. Namun kali ini, Partey sudah mulai reguler bermain dan terakhir dia bermain apik saat Arsenal mengalahkan Tottenham 2-1, (14/3/21).

Thomas Partey - Arsenal - Ghana - Mikel Arteta - arsenal. com
arsenal.com

“Saya setuju dengan Anda (Partey gelandang bertahan terbaik di Arsenal sejak Gilberto Silva). Dia pemain yang bagus. Dia adalah tipe pemain yang Arsenal butuhkan selama ini. Saya sudah berbicara beberapa kali tentang itu. Mereka punya pemain yang bagus di lini tengah, tapi tidak ada yang menungu dan memberi Arsenal stabilitas,” ucap Silva seperti dilansir Football5Star.com dari Astro SuperSport.

Mantan pemain asal Brasil itu melanjutkan, “Lihatlah pertandingan (melawan Spurs), sangat hebat melihat dia mengatur permainan, mengatur posisinya dan membantu. Anda tahu apa yang sangat penting tentang posisi khusus ini? Ini adalah posisi yang sangat khusus karena tidak setiap kali Anda mendapatkan kredit yang layak Anda dapatkan.”

Menurut Silva, adanya Thomas Partey membuat penampilan para pemain di sekitarnya terlihat lebih baik, salah satunya Granit Xhaka.

“Partey membuat Xhaka terlihat lebih baik dalam permainan, dia membuat para pemain bertahan terlihat jauh lebih baik dan nyaman saat bola melawan mereka. Saya pikir cara dia mengatur permainan, cara dia memposisikan dirinya, sangat penting bagi Arsenal. Dia adalah tipe pemain yang dibutuhkan Arsenal untuk waktu yang cukup lama menurut saya,” kata Gilberto Silva.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Hasil Burnley vs Arsenal: Granit Xhaka Biang Kerok

gamespool
Hasil Burnley vs Arsenal: Granit Xhaka Biang Kerok 67

Football5star.com, Indonesia – Granit Xhaka jadi pusat perhatian di laga Burnley vs Arsenal yang berakhir 1-1, Sabtu (6/3/2021). Bermain di Turf Moor, Arsenal sempat unggul terlebih dahulu lewat gol Pierre Emerick-Aubamenyang.

Arsenal langsung menekan sejak menit awal pertandingan. Hasilnya, pada menit ke-6, The Gunners mampu unggul 1-0. Gol pertama Arsenal berawal dari pergerakan Willian Borges. Umpan Willian kemudian dikonversi menjadi gol oleh Aubameyang.

Hasil Burnley vs Arsenal

Unggul satu gol, Arsenal terus menekan lini belakang Burnely. Nahas bagi Arsenal, pada menit ke-39, kesalahan Granit Xhaka membuat Chris Wood mampu menyamakan kedudukan.

Wood sebenarnya tidak sengaja mencetak gol lantaran hanya mencoba menutup umpan dari Granit Xhaka. Gelandang Arsenal itu yang bermain di kotak penalti sendiri justru membuang bola ke arah Wood dan bola pun tiba-tiba masuk ke dalam gawang

Dari catatan Opta Joe, Xhaka sejak 2016-17 telah melakukan 8 kesalahan yang berujung gawang Arsenal kebobolan oleh tim lawan. Catatan kesalahan ini membaut Xhaka jadi pemain di Liga Inggris terbanyak melakukan eror yang membuat timnya kebobolan.

Pada babak kedua, Arsenal berupaya untuk bisa mencetak gol namun lini belakang Burnley bermain sangat displin sehingga sejumlah peluang yang ada tak mampu berbuah menjadi gol.

Hingga wasit meniup peluit akhir tak ada gol tambahan yang tercipta. Pertandingan pun berakhir dengan skor imbang 1-1.

Susunan pemain Burnley vs Arsenal

Burnley: Nick Pope; Matt Lowton, James Tarkowski, Ben Mee, Charlie Taylor; Johann Gudmundsson, Ashley Westwood, Josh Brownhill, Dwight McNeil; Matej Vydra, Chris Wood.

Kartu kuning:

Kartu merah:

Pelatih: Sean Dyche

Arsenal: Bernd Leno; Calum Chambers, David Luiz, Pablo Mari, Kieran Tierney; Thomas Partey, Granit Xhaka; Bukayo Saka, Martin Odegaard, Willian; Pierre Emerick-Aubamenyang.

Kartu kuning:

Kartu merah:

Pelatih: Mikel Arteta

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Menang Lawan Leicester, Mikel Arteta Puji Performa Granit Xhaka

gamespool
Menang Lawan Leicester, Mikel Arteta Puji Performa Granit Xhaka 70

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, memuji kinerja dua pemain seniornya, Granit Xhaka dan David Luiz di laga melawan Leicester, (28/2/21). Arteta menyebut bahwa kedua pemain senior itu harus memberi contoh kepada pemain muda di lapangan.

Arsenal menang dengan skor 3-1 dan mereka menguasai pertandingan setelah Leicester mencetak gol di awal babak. Granit Xhaka yang menjadi pemain reguler di bawah Arteta kembali bermain apik, dan David Luiz berhasil mencetak gol di laga itu.

“Anda harus memberi contoh pada karakter lapangan dan mengejar setiap bola dengan determinasi itu. Mungkin dia (Xhaka) bermain lebih banyak menit daripada siapa pun di lapangan tetapi dia terus melaju bahkan ketika dia sangat lelah dan mencoba membantu tim dengan cara yang benar,” ucap Arteta seperti dilansir Football5Star.com dari Mirror.

Arteta melanjutkan, “Dan sama dengan David (Luiz). Bagi seseorang seperti dia di usianya untuk bermain lagi itu sulit tetapi dia menunjukkan sikap yang nyata. Dia ingin bermain dan itulah cara terbaik untuk mendekati setiap pertandingan.”

Pelatih asal Spanyol itu juga puas dengan performa keseluruhan tim. Apalagi Arsenal baru beberapa hari yang lalu bermain di Yunani untuk menghadapi Benfica.

“Saya tidak tahu tapi saya pasti senang dengan kinerja tim dan karakter serta ketenangan yang kami tunjukkan. Datang ke sini setelah dari Benfica dan turun sangat awal menempatkan permainan dalam posisi yang sangat sulit melawan Leicester,” kata Arteta.

Mikel Arteta melanjutan, “Kami memiliki beberapa momen yang sangat bagus dalam permainan. Kami terlihat sangat solid, kami mendominasi permainan dan saya pikir secara keseluruhan kami pantas menang.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Granit Xhaka Masih Bersedia Bela Arsenal karena Mikel Arteta

gamespool
Granit Xhaka Masih Bersedia Bela Arsenal karena Mikel Arteta 74

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Arsenal, Granit Xhaka, mengaku memiliki hubugan yang sangat baik dengan Mikel Arteta. Xhaka bahkan mengatakan Arteta merupakan sosok yang membuatnya masih membela panji The Gunners.

Kehadiran Arteta memang membuat Xhaka kembali menjadi salah satu pemain andalan Arsenal. Sebelum kedatangan Arteta, Xhaka sempat dirumorkan bakal didepak The Gunners karena dinilai gagal menjalankan tugasnya sebagai kapten tim dengan baik.

“Mikel Arteta sangat-sangat membantu perkembangan saya di sini. Semua orang tahu bahwa Arteta adalah salah satu alasan saya masih bermain untuk Arsenal,” ujar Granit Xhaka dikutip football5star dari laman resmi The Gunners.

Granit Xhaka - Arsenal - Mikel Arteta - Goal
Goal

“Saya dan Arteta memiliki hubungan yang sangat baik. Dia selalu membantu saya di dalam maupun luar lapangan. Saya sangat bersyukur karena mendapat pelatih sepertinya.”

“Kehadiran Arteta membuat saya kembali merasa percaya diri. Hal itu tentu memudahkan tugas saya di atas lapangan.” kata Xhaka menambahkan.

Selain membicarakan soal Arteta, Xhaka juga sedikit menyinggung duetnya di lini tengah, Thomas Partey. Xhaka merasa sedih karena tak banyak mendapat kesempatan bermain bareng Partey sepanjang musim 2020-21.

“Sangat disayangkan karena kami tak memiliki banyak kesempatan bermain bersama karena Thomas Partey mengalami dua cedera parah. Tapi, kami berhasil tampil solid ketika dimainkan bersama. Di luar lapangan, Thomas adalah sosok yang luar biasa. Kehadirannya berhasil meningkatkan performa kami,” tandas Xhaka.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Granit Xhaka: Semoga Aubameyang Bisa Pertahankan Performanya

gamespool
Granit Xhaka: Semoga Aubameyang Bisa Pertahankan Performanya 78

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Arsenal, Granit Xhaka, merasa sangat lega melihat Pierre-Emerick Aubameyang bisa mengakhiri puasa golnya pada Selasa (19/1) dinihari WIB. Xhaka berharap kapten timnya bisa terus mempertahankan performanya.

Aubameyang tampil gemilang dan memborong dua gol Arsenal ke gawang Newcastle. Dua gol sumbangan Aubammeyang membuat The Gunners sukses memetik kemenangan dengan skor telak, 3-0.

“Aubameyang selalu berada dalam kondisi siap. Memang, ada beberapa momen ketika banyak hal tak berjalan dengan baik. Tapi, dia kembali menunjukkan seberapa penting perannya buat kami di pertandingan ini,” ujar Granit Xhaka dikutip football5star dari BBC Sport.

Arsenal vs Newcastle - Liga Inggris - @arsenal
twitter.com/Arsenal

“Saya tentu sangat senang dengan dua gol yang ia cetak malam ini. Saya kini berharap dia bisa terus mempertahankan performa gemilangnya,” kata Xhaka menambahkan.

Tak cuma memuji Aubameyang, Xhaka juga menyanjung performa apik para pemain muda Arsenal di partai melawan Newcastle. Dua sosok yang menjadi sorotan Xhaka adalah Emile Smith Rowe dan Bukayo Saka.

“Kami memberi kepercayaan besar kepada para pemain muda ini agar mereka bisa terus berkembang. Karena, kami membutuhkan bantuan mereka untuk bisa memetik poin sebanyak-banyaknya musim ini.”

“Smith Rowe dan Saka memiliki bakat luar biasa dan selalu bekerja keras. Bakat serta kerja keras Smith Rowe dan Saka akan menjadi kunci keberhasilan mereka di masa depan,” tuntas Xhaka.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Granit Xhaka Takjub Lihat Performa Emile Smith Rowe

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Emile Smith Rowe kembali membuktikan kehebatannya. Pada laga Arsenal vs Newcastle United di Paial FA, dia mencetak satu gol dalam kemenangan 2-0.

Penampilan apik Emile Smith Rowe disambut positif oleh rekannya, Granit Xhaka. Menurutnya kehebatan sang wonderkid bukan hanya dari gol yang dicetak. Tapi keseluruhan permainan di lapangan.

“Anda bisa melihat berapa banyak bola yang dia dapat, berapa banyak bola kunci yang dia mainkan di depan dan juga untuk pemain depan. Dia sangat penting untuk kami,” kata Granit Xhaka seperti dikutip Football5star dari Tribal Football, Minggu (10/1/2021).

Granit Xhaka diklaim Jose Noguera telah mencapai kesepakatan dengan Hertha Berlin.
thesun.co.uk

“Dia harus terus seperti ini untuk meningkatkan performanya hari demia hari. Dia punya permainan yang bagus, mentalitas yang kuat dan itu sangat penting,” tambah gelandang asal Swiss.

Di luar lapangan, Xhaka menilai Smith Rowe sebagai orang yang menyenangkan. Dan yang paling penting, pemain 20 tahun tidak ragu untuk belajar dari rekan setim yang lebih berpengalaman.

“Dia pria yang menyenangkan. Dia orang yang sangat baik dan mau berkembang. Dia banyak emndengarkan kami pemain berpengalaman dan dia sangat penting bagi kami,” sambung Granit Xhaka.

Emile Smith Rowe jadi salah satu faktor kebangkitan Arsenal dalam beberapa laga terakhir. Selalu menjadi cadangan pada awal musim, namanya mulai jadi andalan Mikel Arteta kala bertemu Chelsea Desember lalu. Sejak saat itu dia selalu mengisi starting 11 The Gunners.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Main Apik Lawan Chelsea, Mikel Arteta Puji Granit Xhaka

gamespool
Main Apik Lawan Chelsea, Mikel Arteta Puji Granit Xhaka 85

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Arsenal, Mikel Arteta memberi pujian kepada salah satu pemainnya, Granit Xhaka, yang bermain brilian di laga melawan Chelsea. Apalagi Xhaka baru saja menjalani periode negatif setelah terkena kartu merah di laga melawan Burnley beberapa pekan yang lalu.

Xhaka berhasil mencetak gol kedua lewat tendangan bebas di laga melawan Chelsea yang berakhir dengan kemenangan 3-1 untuk Arsenal (27/12/20). Arteta menyebut bahwa pemain asal Swiss itu sangat profesional walaupun akhir-akhir ini sering dikritisi.

Main Apik Lawan Chelsea, Mikel Arteta Puji Granit Xhaka
@brfootball

“Dia (mengalami beberapa momen yang sulit) dan dia bukan satu-satunya. Ada banyak pemain yang mengalami momen-momen sulit. Apa yang bisa saya katakan tentang Granit adalah profesionalisme dan komitmennya dengan klub dan rekan satu timnya maksimal,” kata Arteta seperti dilansir Football5Star.com dari Mirror.

Arteta melanjutkan, “Dia tahu dan kami tahu bahwa dia memiliki momen di mana dia kehilangan kendali dan saya tahu alasannya. Tetapi yang tidak bisa saya lakukan hanyalah membuang semua yang telah dia lakukan hanya karena dia melakukan kesalahan. Kami semua telah membuat kesalahan. Saya di sini juga untuk melindungi para pemain ketika saya melihat bahwa mereka pantas mendapatkannya dan pasti.”

Kemenangan melawan Chelsea ini adalah kemenangan pertama untuk pasukan Mikel Arteta di Premier League setelah sebelumnya 7 laga tak pernah menang. Kemenangan ini membuat Arsenal naik satu peringkat ke posisi ke-14 menyalip Leeds yang masih belum bermain.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kartu Merah Granit Xhaka Lebih Buruk daripada Nicolas Pepe

gamespool
Kartu Merah Granit Xhaka Lebih Buruk daripada Nicolas Pepe 89

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengomentari insiden kartu merah yang diterima Granit Xhaka di laga melawan Burnley (14/12/20). Arteta menyebut kartu merah Xhaka tak bisa dimaafkan dan membandingkannya dengan kartu merah yang diterima Nicolas Pepe di laga lawan Leeds beberapa pekan lalu.

Arsenal harus menderita kekalahan keempat beruntun di kandang setelah kalah dari Burnley 1-0. The Gunners sebenarnya bermain cukup bagus, sampai Xhaka tertangkap kamera VAR mencekik Ashley Westwood dan diusir keluar.

Para pemain Arsenal dinilai tidak belajar dari pengalaman karena baru akhir bulan lalu, Pepe terkena kartu merah dengan cara yang hampir sama. Dimana dia terlibat pertengkaran dengan pemain lawan sampai akhirnya tersulut emosi. Arteta menilai kartu merah yang diterima Xhaka lebih buruk dari itu.

“Sama, bahkan dalam kondisi ini itu lebih buruk. Kondisi kami saat ini, tanpa memenangkan pertandingan, Anda tidak dapat melakukan itu. Saya pikir ini terkait dengan seberapa besar kemauan dan energi yang ingin mereka berikan dalam permainan yang mereka lewati,” ucap Arteta seperti dilansir Football5Star.com dari The Sun.

Arteta melanjutkan, “Ini bukan alasan karena saya ingin berani dan berada di sana untuk melakukan apa yang telah kami lakukan hari ini lagi.”

Pelatih asal Spanyol itu menilai bahwa Arsenal sebenarnya bisa memenangkan laga dengan mudah sebelum bermain dengan 10 orang.

Kena Kartu Merah, Mikel Arteta Sangat Kecewa dengan Nicolas Pepe
@brfootball

“(Xhaka) membuat kesalahan. Dominasi yang kami miliki pada saat itu… ini adalah permainan yang jelas-jelas harus kami menangkan, tetapi bermain dengan 10 orang membuat Anda memberi lawan kesempatan. Ya, tindakan itu tidak dapat diterima tetapi itu karena mereka sangat ingin berbuat lebih banyak, berjuang lebih banyak, dan pada kesempatan ini Granit kelewatan,” kata Mikel Arteta.

Arsenal sudah mendapatkan 7 kekalahan dari 12 laga dan membuat mereka berada 5 poin dari jurang degradasi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Arsenal vs Burnley: Xhaka dan Aubameyang Perparah Krisis The Gunners

gamespool
Arsenal vs Burnley: Xhaka dan Aubameyang Perparah Krisis The Gunners 93

Football5star.com, Indonesia – Krisis Arsenal masih jauh dari kata selesai setelah mereka dipasksa mengakui keunggulan Burnley di Stadion Emirates, Senin (14/12) dinihari WIB. Partai Liga Inggris antara Arsenal vs Burnley berakhir dengan skor 0-1 berkat gol bunuh diri Pierre-Emerick Aubameyang.

Tampil sebagai tim unggulan, Arsenal langsung mengambil inisiatif serangan. Namun, peluang emas pertama justru jatuh ke tangan Burnley melalui sundulan Chris Wood yang masih melenceng dari gawang Bernd Leno pada menit ke-14.

Tujuh menit berselang giliran Arsenal yang balik mengancam melalui sundulan Rob Holding. Tapi, upayanya juga gagal menemui sasaran dan belum membuahkan hasil.

Pada menit ke-28, Arsenal mendapatkan peluang melalui Alexandre Lacazette. Tapi, sepakannya masih bisa diamankan dengan baik oleh Nick Pope. Skor 0-0 pun tak berubah hingga turun minum.

Aubameyang - Arsenal vs Burnley - Liga Inggris - Reuters
Reuters

Di babak kedua, Arsenal kembali mengambil inisiatif serangan dan sempat mendapat peluang melalui Kieran Tierney dan Bukayo Saka di 10 menit pertama. Akan tetapi, peluang keduanya berhasil digagalkan Pope.

Pada menit ke-58, Arsenal mendapat petaka. Granit Xhaka diberi hadiah kartu merah oleh wasit karena terlibat perselisihan dengan winger muda Burnley, Dwight McNeil.

Selepas kartu merah Xhaka, pertandingan berjalan cukup sengit. Pada menit ke-67, Burnley mendapat peluang emas untuk mencuri keunggulan. Namun, sepakan Ben Mee masih mengarah ke pelukan Leno.

Usaha keras Burnley akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-73 setelah Aubameyang mencetak gol bunuh diri. Skor 0-1 pun tak berubah hingga wasit membubarkan pertandingan.

Kekalahan ini semakin membenamkan Arsenal di papan bawah klasemen Liga Inggris. The Gunners kini menduduki peringkat 15 dengan koleksi 13 poin. Hanya unggul empat angka dari Burnley yang berada di posisi 17.

SUSUNAN PEMAIN ARSENAL VS BURNLEY:

Arsenal: 1-Bernd Leno; 2-Hector Bellerin (15-Ainsley Maitland-Niles 74′), 16-Rob Holding, 6-Gabriel Magalhaes, 3-Kieran Tierney; 34-Granit Xhaka, 25-Mohamed Elneny; 12-Willian (30-Eddie Nketiah 82′), 9-Alexandre Lacazette (8-Dani Ceballos 60′), 7-Bukayo Saka; 14-Pierre-Emerick Aubameyang

Pelatih: Mikel Arteta

Burnley: 1-Nick Pope; 2-Matt Lowton, 5-James Tarkowski, 6-Ben Mee, 3-Charlie Taylor; 12-Robbie Brady, 18-Ashley Westwood, 8-Josh Brownhill, 11-Dwignt McNeil; 9-Chris Wood (27-Matej Vydra 70′), 19-Jay Rodriguez (10-Ashley Barnes 59′)

Pelatih: Sean Dyche

Kartu Kuning: Bellerin 71′, Elneny 73′ – Brady 33′

Kartu Merah: Xhaka 58′

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Jika Bukan Karena Mikel Arteta, Granit Xhaka Sudah Milik Klub Lain

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Granit Xhaka kembali menegaskan peran Mikel Arteta di balik keputusannya bertahan di Arsenal. Menurutnya, sang pelatih lah yang membuat dia yakin menetap di stadion Emirates.

Granit Xhaka nyaris pindah musim lalu. Ia dicemooh oleh fan usai melempar jersey Arsenal kala dirinya ditarik keluar. Dan sejak saat itu hati sang gelandang sudah bukan sebagai penggawa The Gunners lagi.

“Saya sangat terkejut dengan ini. Saya adalah manusia, saya punya emosi, banyak hal yang menyakiti saya saat itu. Sikap mengejek ke arah fan yang saya buat saat itu tidak dilakukan hari ini,” ujar gelandang asal Swiss seperti dilansir NZZ am Sonntag, Senin (11/9/2020).

Unai Emery Buka Suara Terkait Cemoohan Fans Arsenal Terhadap Xhaka
dailymail.co.uk

“Saya sempat tidak pergi berlatih selama dua hari. Saya bertanya-tanya apa yang terjadi sejak awal dan sata itu hati saya sudah meninggalkan klub. Tapi faktanya saya masih di sini hari ini berkat Mikel Arteta,” ia menambahkan.

Pemain berdarah Albania menjelaskan Arteta bukan hanya menjamin posisi utama untuknya. lebih dari itu, sang pelatih mengajak berbicara empat mata untuk mencari jalan keluar terbaik terkait masalahnya saat itu.

“Dia pertama kali ingin saya menjelaskan bagaimana perasaan saya dan mengapa saya bertindak seperti itu. saya bisa menjelaskan motif saya kepadanya dan mengungkapkan apa yang ada di pikiran saya. Dia kemudian memberi masukan dan meyakinkan saya,” tutup Granit Xhaka

Xhaka: Arteta Beri Saya Kesempatan Kedua di Arsenal

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Arsenal, Granit Xhaka, berterima kasih kepada Manajer Mikel Arteta yang memberinya kesempatan kedua di Emirates Stadium.

Granit Xhaka sempat berseteru dengan fans Arsenal terjadi pada laga kontra Crystal Palace, Oktober 2019 lalu. Arsenal sebenarnya unggul, tapi Xhaka tampil buruk. Dia pun ditarik keluar oleh Unai Emery.

Di luar dugaan, reaksi Xhaka ternyata membuat fans terkejut. Dia tampak marah karena ditarik keluar, fans pun terus mencemooh. Namun, bukannya diam, Xhaka justru balas menyerang fans.

Saat itulah kariernya di Emirates Stadium dinilai akan berakhir. Bermusuhan dengan fans sendiri adalah kesalahan besar.

mikel arteta-granit xhaka-arsenal-the sun
The Sun

“Semua orang tahu apa yang terjadi dengan saya dan para penggemar. Itu bukan waktu yang baik. Tapi mungkin itu kuncinya karena saya kembali lebih kuat dari sebelumnya, jadi saya belajar banyak dari situasi ini. Saya harap para penggemar juga,” kata Xhaka kepada BT Sport.

“Saya selalu berkata pada diri saya sendiri, tetapi kepada para penggemar juga, saya adalah seorang pria yang akan pergi 100 persen untuk setiap pertandingan. Orang-orang mulai memahami saya lebih dan lebih lagi sekarang. Saya sangat jujur ​​dengan semua orang. Saya sangat, sangat dekat untuk meninggalkan klub.”

“Tapi setelah kejadian itu, saya tentu saja agak kecewa karena saya tidak mengharapkan itu dari para penggemar. Tidak pernah ada dalam pikiran saya untuk meninggalkan klub sebelumnya, tetapi setelah ini terjadi, tentu saja Anda memikirkannya.”

“Ketika Mikel Arteta tiba, saya memiliki pertemuan yang sangat baik dengannya, percakapan yang sangat baik. Dia memberi saya kesempatan kedua, dan dia menunjukkan padaku bahwa dia mempercayai saya dan saya telah mencoba mengembalikan segalanya padanya,” ia menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Granit Xhaka: Arsenal “Mental Tempe”

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Arsenal, Granit Xhaka, mengaku sangat kecewa dengan kekalahan timnya dari Aston Villa. Ia juga mempertanyakan mentalitas timnya.

Arsenal tumbang 0-1 di tangan tuan rumah Aston Villa dalam lanjutan Liga Primer Inggris, di Stadion Villa Park, Rabu (22/7) dini hari WIB.

Kekalahan ini membuat The Gunners dipastikan finis di luar zona kompetisi Eropa. Arsenal kini menduduki posisi ke-10 dengan nilai 53 poin.

Hasil ini sekaligus yang pertama sejak 25 tahun Arsenal finis di luar posisi keenam. Arsenal juga dipastikan gagal mendapatkan tiket Liga Europa dari jalur klasemen liga namun masih punya kesempatan dari Piala FA dimana mereka tembus ke babak final.

Xhaka sendiri, sangat kecewa dengan performa, sekaligus mental timnya di pertandingan tersebut.

Granit Xhaka dipastikan Mikel Arteta tak akan meninggalkan Arsenal pada bursa transfer kali ini.
dailystar.co.uk

“Menurut pendapat saya, Anda tidak bisa datang ke sini dan bermain seperti ini. Itu tidak cukup baik dan Anda tidak bisa bermain dengan mentalitas ini,” kata Granit Xhaka di Goal.

“Itu tidak cukup untuk mengambil poin, dan kami tahu jika kami menang hari ini, pertandingan terakhir jika kami menang juga, kami bisa masuk ke Liga Europa. Tapi sekarang kami harus memenangkan Piala FA dan kami memiliki lebih banyak tekanan. Tapi kami akan melakukan segalanya untuk memenangkan Piala FA sekarang.”

“Ya, kami memiliki permainan dan kami tahu Aston Villa sangat kuat dalam set-piece, tetapi kami melakukan terlalu banyak pelanggaran di dekat kotak penalti kami, terlalu banyak tendangan sudut melawan mereka dan kami tidak memainkan permainan kami. Mereka lebih agresif dari kami dan layak mendapatkan kemenangan,” Xhaka menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Kakak-Beradik yang Membela Negara Berbeda

dinasti
Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Kakak-Beradik yang Membela Negara Berbeda 105

Football5star.com, Indonesia – Lazimnya pesepak bola yang memiliki hubungan darah pasti akan membela negara yang sama. Seperti misalnya Neville bersaudara di Inggris, atau si kembar Fabio dan Rafael di Brasil.

Menariknya tidak semua pesepak bola yang memiliki hubungan darah alias kakak beradik juga membela tim nasional yang sama. Sejumlah pemain yang diketahui memiliki hubungan darah justru bermain di tim nasional yang berbeda. Banyak penyebabnya, salah satunya karena keinginan salah satu pemain untuk membela negara leluhur.

Siapa saja kira-kira pemain dengan status kakak beradik yang membela negara berbeda? Berikut ulasannya:

Paul, Florentin, dan Mathias Pogba

Pogba bersaudara yang terdiri dari Paul, Florentin, dan Mathias diketahui sama-sama terjun ke dunia sepak bola. Hanya saja, klub dan tim nasional yang dibela ketiganya berbeda-beda.

sang kakak dukung paul pogba ke real madrid

Paul Pogba memperkuat Manchester United meski nantinya berpotensi besar untuk angkat kaki dari Old Trafford. Sementara Florentin bersama dengan klub kasta kedua Liga Prancis, FC Sochaux.

Sedangkan Mathias Pogba yang berposisi sebagai striker saat ini tanpa klub setelah sebelumnya sempat bermain untuk klub Spanyol, Lorca FC. Untuk timnas, Paul Pogba berbeda sendiri dengan dua saudaranya dengan membela Prancis. Sedangkan Florentin dan Mathias sama-sama memperkuat Guinea.

Granit dan Taulant Xhaka

Selanjutnya ada Granit Xhaka dan saudaranya, Taulant Xhaka. Seperti Pogba bersaudara, kedua saudara ini juga bermain untuk klub dan tim nasional yang berbeda.

Hector Bellerin - Granit Xhaka - Arsenal - SB Nation
SB Nation

Granit saat ini memperkuat Arsenal dan membela tim nasional Swiss, sedangkan sang kakak, bermain untuk di Liga Swiss bersama FC Basel dan memilih untuk membela Albania. Mereka sebenarnya adalah keturunan Albania namun tumbuh di Swiss, sehingga keduanya bisa membela kedua negara tersebut.

Saat keduanya bermain di Euro 2016, sang ayah mengaku sangat bahagia melihat kedua anaknya tersebut bermain meski tidak membela satu negara. “Saya adalah ayah paling bahagia di dunia saat ini. Kedua anak saya akan bermain di Kejuaraan Eropa,” ungkap ayah mereka, Ragip.

Kevin-Prince dan Jerome Boateng

Bagi Boateng bersaudara, tidak hanya klub saja yang berbeda tapi nyatanya juga tim nasional yang dibela. Kevin-Prince Boateng tengah membela Besiktas dan memilih membela negara ayahnya, Ghana. Sementara adiknya, Jerome Boateng sudah lebih ujuh tahun lamanya bersama dengan Bayern Munich dan membela Jerman.

Thiago dan Rafinha Alcantara

Thiago Alcantara saat ini masih membela Bayern Munich yang sudah dilakukan sejak 2013 lalu. Sementara saudaranya, Rafinha Alcantara sedang membela Barcelona. Hanya saja saat ini tengah menjalani status pemain pinjaman untuk Celta Vigo yang akan habis pada 20 Juli 2020.

Untuk level timnas, kedua pemain juga tengah membela tim yang berbeda. Sang kakak, Thiago bersama dengan Spanyol sedangkan Rafinha membela Brasil.

Christian dan Massimiliano Vieri

Terakhir ada nama Christian dan Massimiliano Vieri diketahui membela timnas yang berbeda saat masih menjadi pemain sepak bola. Christian saat itu memperkuat Italia, sementara adiknya bersama dengan Australia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Granit Xhaka: Andai Aubameyang Pergi, Arsenal akan Sangat Kehilangan

terassd
Granit Xhaka: Andai Aubameyang Pergi, Arsenal akan Sangat Kehilangan 109

Football5Star.com, Indonesia – Gelandang Arsenal, Granit Xhaka, mengomentari soal rumor kepergian kaptennya, Pierre-Emerick Aubameyang. Xhaka akui bahwa Arsenal akan sangat kehilangannya jika dia benar pergi.

Aubameyang akan memasuki masa akhir kontraknya musim depan dan banyak rumor yang mengatakan dia akan pindah musim ini. Xhaka hanya bisa pasrah jika Auba pergi.

“Jika itu benar terjadi, tentu saja, akan menjadi kehilangan besar untuk tim dan klub. Auba selalu berbahaya dan selalu bagus untuk mencetak gol, dan dia juga sangat luar biasa sebagai seorang teman,” puji Xhaka seperti dikutip Football5Star.com dari SportBild.

Mantan pemain FC Basel itu melanjutkan, “dia selalu positif, optimistis, suka menolong dan sangat profesional.”

Selain mengomentari soal Aubameyang, Xhaka juga membicarakan soal Mesut Oezil yang performanya terus dikritik mengingat dia mempunyai gaji yang besar.

Granit Xhaka Andai Aubameyang Pergi, Arsenal akan Sangat Kehilangan
Sky Sports

“Saya melihat dia sebagai orang yang positif, seperti teman. Dia pria yang sangat membumi, selalu siap untuk menolong. dan dia selalu bekerja keras dalam latihan dan menurut saya dia sangat menikmati sepak bola,” kata Xhaka.

Pemain asal Swiss itu mengatakan jika Oezil sedang dalam performa terbaiknya, dia pasti akan membuat perbedaan.

“Pada saat Oezil sedang dalam performa terbaik, dia tentu saja sangat penting untuk kami dan bisa membuat perbedaan. Kita tidak perlu mendiskusikan tentang skill Oezil di sini,” ujar Granit Xhaka.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Demi Mikel Arteta, Granit Xhaka Ingin Bertahan di Arsenal

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Fan Arsenal sepertinya akan kembali melihat Granit Xhaka musim depan. Hal ini tak lepas dari pengakuan sang pemain yang ingin bertahan demi sang pelatih, Mikel Arteta.

Masa depan Granit Xhaka sebelumnya tidak jelas. Itu terjadi karena aksi melempar jersey Arsenal yang dia lakukan hingga membuat fan marah besar. Sejak saat itu, banyak yang memprediksi jika ini adalah musim terakhirnya di London Utara.

Akan tetapi, sejak diasuh Mikel Arteta, performa sang gelandang mulai membaik. Ia pun kembali jadi sosok tak tergantikan di lini tengah. Faktor ini pula yang membuat dirinya tidak ingin pergi musim depan.

Granit Xhaka dipastikan Mikel Arteta tak akan meninggalkan Arsenal pada bursa transfer kali ini.
Daily Star

“Bagi saya ini benar-benar bukan masalah lagi. Memang ada kontak dan tawaran dari klub lain, tapi pada akhirnya saya memutuskan untuk tinggal di sini dan setelah tiga setengah tahun saya tidak ingin membatalkan semua yang telah saya bangun,” ujar Xhaka kepada Sport1, Rabu (29/4/2020).

“Saya sekarang berkonsentrasi pada semua kekuatan dan motivasi saya dan berharap kami bisa segera kembali ke lapangan. Bagi saya, Mikel memulai sesuatu seperti awal yang baru. Saya sudah berbicara dengannya dan dia menunjukkan kepada saya apa yang dia inginkan dari saya. Dia sangat membutuhkan saya di sini dan saya ingin terus bekerja sama dengan dia,” imbuhnya.

Pernyataan pemain asal Swiss ini sekaligus membantah isu dirinya akan hengkang. Sebelumnya Granit Xhaka diminati klub Bundesliga, Hertha Berlin.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]