Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Selebrasi Kontroversial yang Berujung Hukuman

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Berselebrasi saat mencetak gol adalah bentuk kegembiraan bagi semua pesepak bola. Hampir tidak ada dari mereka yang tidak meluapkan kegembiraan ketika berhasil membobol gawang lawan.

Bagi seorang pemain, mencetak gol adalah puncak dari kegembiraan selama 90 menit berada di lapangan. Tidak peduli di posisi apa mereka bermain, gol tetaplah menjadi tujuan utama dan penentu sebuah laga.

Banyak pula cara pelaku si kulit bundar meluapkan kegembiraan saat mencetak gol. Ada yang merayakannya bersama rekan setim, para penggemar, atau dengan cara salto seperti Obafemi Martins maupun Pierre-Emerick Aubameyang.

Namun, tidak sedikit pemain yang berselebrasi secara berlebihan yang menuai kontroversi. Hasilnya, hukuman pun sudah menunggu mereka.

Football5star telah merangkum lima selebrasi kontroversial yang berujung hukuman:

  • Salam Ala Nazi Paolo Di Canio
polo di canio-pri
PRI

Mungkin pemain pertama yang melakukan selebrasi kontroversi adalah Paulo Di Canio. Bagaimana tidak, secara mengejutkan ia berselebrasi salam ala Nazi ketika masih memperkuat Lazio.

Momen tersebut terjadi 2005 silam saat laga Lazio melawan Juventus di Stadion Olimpico. Paulo Di Canio yang memiliki tempramental tinggi sukses membobol gawang Gianluigi Buffon.

Ia pun secara emosional berlari ke arah ultras Lazio sembari membentangkan tangan kanan ke atas yang belakangan diketahui sebagai salam hormat ala Nazi. Akibat aksinya itu, Di Canio pun dihukum larangan satu pertandingan dan denda sebesar 10 ribu euro.

  • Giorgos Katidis
katidis nazi
spectacor.co.uk

Pemain asal Yunani, Giorgos Katidis sepertinya tidak belajar dari kasus Paulo Di Canio. Bayangkan saja, ia melakukan hal yang sama saat mencetak gol. Salam ala Nazi Katidis dilakukan saat mencetak gol untuk timnya, AEK Athena, saat menjamu PAOK Saloniki 2012 lalu.

Kesialan pun langsung menimpa Giorgios Katidis. Ia bukan hanya dilarang bermain dalam lima pertandingan bersama AEK Athena, tapi juga dilarang membela timnas Yunani seumur hidup.

Sejatinya sang gelandang sudah meminta maaf terkait perilakunya tersebut. Namun, tetap saja federasi sepak bola Yunani tidak memaafkannya.

  • Menghisap Kokain Ala Robbie Fowler
robbie fowler-the telegraph
The Telegraph

Legenda Liverpool, Robbie Fowler, dikenal sebagai pemain santun dan jarang membuat masalah. Namun, apa yang dilakukan 1999 silam mengejutkan banyak pihak. Ia melakukan selebrasi seolah-olah sedang menghisap kokain di pinggir lapangan.

Ketika itu ia sukses membobol gawang Everton dan langsung berlari ke pinggir lapangan. Di atas garis putih sebagai pembatas lapangan, Robbie Fowler menghunuskan hidungnya seolah-olah sedang menghisap kokain.

Bukan tanpa alasan ia melakukan aksinya itu. Beberapa hari sebelum pertandingan ia dituduh sebagai pengguna kokain. Kendati begitu, alasan tersebut tidak mampu menghindarkannya dari hukuman. Dirinya pun dihukum larangan bermain di empat pertandingan dan harus membayar denda sebesar 60 ribu pounds.

  • Selebrasi Politis Xherdan Shaqiri dan Granit Xhaka
Xherdan Shaqiri, Granit Xhaka, football5star
Zimbio

Laga kedua Piala Dunia 2018 di Grup E mendadak ramai di media sosial. Tensi pertandingan Serbia vs Swiss memanas saat Granit Xhaka mencetak gol. Bagaimana tidak, Xhaka melakukan selebrasi berbau politis yang bisa membuat hubungan dua negara tetangga, Serbia dan Albania memanas.

Ia berselebrasi dengan menyilangkan dua tangan di dada. Belakangan diketahui bahwa itu merupakan simbol negara Albania, yang merupakan tanah leluruh Xhaka. Kejadian itu ternyata tidak terjadi sekali. Saat Xherdan Shaqiri mencetak gol kemenangan di penghujung laga ia pun melakukan hal yang sama.

Selebrasi keduanya sempat membuat para pemain Serbia melakukan protes. Mereka sadar dengan apa yang dilakukan dua bintang Swiss tersebut. Berselang beberapa hari, FIFA pun mengeluarkan hukuman larangan bertanding dalam tiga pertandingan untuk keduanya.

  • Gestur Quenelle Anelka yang Mengundang Tanda Tanya
nicolas anelka fourfourtwo
FourFourTwo

Nicolas Anelka dikenal sebagai pemain yang mempunya ciri khas saat melakukan selebrasi. Ia selalu menyilangkan kedua tangannya di dada. Namun, ada satu laga yang membuat dia meninggalkan kebiasaannya tersebut.

Momen itu tejadi saat ia berseragam West Bromwich Albion 2013 lalu. Ketika mencetak gol melawan West Ham, ia merayakannya dengan menyilangkan tangan kiri ke tangan tangan kanannya. Bagi sebagian orang itu diyakini sebagai gestur quenelle yang berbau anti-semit.

Akibatnya, pemain yang telah membela 13 klub berbeda mendapat hukuman berat. FA menghukumnya larangan tiga pertandingan dan denda 40 ribu pounds. Hukuman ini pun ditolak mentah-mentah oleh Anelka. Ia menegaskan bahwa selebrasi itu bukan gestur anti-semit, melainkan dipersembahkan untuk sang sahabat, Dieudonna M’Bala.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Sering Blunder, Mustafi dan Xhaka Tak Punya Masa Depan di Arsenal

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Legenda Arsenal, Charlie Nicholas, menilai Shkodran Mustafi dan Granit Xhaka tak punya masa depan di Emirates Stadium. Sebab, keduanya terlalu banyak membuat kesalahan.

Shkodran Mustafi sempat tersingkir dari tim inti Arsenal pada awal musim ini. Akan tetapi, dia tidak pernah menyerah dan secara perlahan dia kembali bertransformasi menjadi pemain belakang yang bisa diandalkan.

Blunder dan Mustafi seperti sudah menjadi sinonim, terutama pada akhir musim 2018/19 lalu. Itulah mengapa, pada jendela transfer musim panas tahun lalu Arsenal berusaha untuk menyingkirkan dirinya.

Setelah upaya itu tak berhasil, gerak-gerik Mustafi dibatasi. Oleh Unai Emery, dia hanya ‘diperbolehkan’ turun di laga-laga kelas dua seperti turnamen domestik. Namun, akhir-akhir ini, Mustafi seperti terlahir kembali.

Emery kini sudah pergi dan Arsenal berada di bawah kendali Mikel Arteta. Mustafi selalu dipercaya menjadi starter dan di situ tampak bahwa dia belum habis. Berduet dengan David Luiz di jantung pertahanan, eks pemain Sampdoria itu berhasil menjaga gawang Arsenal tidak kebobolan dalam beberapa pertandingan.

Meski demikian, menurut Nicholas, Arsenal harus menyingkirkan pemain labil seperti Mustafi dan Xhaka.

Mustafi - Arsenal - Liga Inggris - Football5star

“Arsenal masih harus menempuh jalan panjang untuk berkembang. Bagaimana bisa orang mengatakan Mustafi telah membaik? Betulkah? Hanya karena dia telah mencatatkan beberapa clean sheet,” kata Nicholas di Soccerway.

“Xhaka juga tidak terkalahkan dalam sejumlah pertandingan. Itu tidak membuatnya menjadi pemain hebat atau bagian dari masa depan Arsenal. Masa depan mereka tidak akan di Arsenal. Mereka telah menjadi bagian dari kelompok yang membuatnya terdengar seolah semuanya baik-baik saja, meski sebenarnya tidak,” Nicholas menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Xhaka Bakal Jadi Gelandang Fantastis Jika Gabung Liverpool

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Liverpool, Danny Murphy, menyarankan Arsenal untuk merekrut Granit Xhaka. Di mata dia, pemain Liverpool itu punya potensi besar.

Granit Xhaka direkrut oleh Arsenal pada tahun 2016 lalu. Akan tetapi pemain asal Swiss ini gagal menampilkan performa terbaiknya bagi tim London Utara tersebut.

Justru, Xhaka lama kelamaan membuat jengkel para suporter. The Gooners, julukan suporter Arsenal, makin kesal setelah Unai Emery menjadikannya kapten tim.

Hubungan Granit Xhaka dengan suporter sempat memanas setelah sang pemain tampak menantang para suporter saat ditarik keluar lapangan beberapa waktu lalu. Pada akhirnya pemain berusia 27 tahun itu kehilangan ban kapten yang dipercayakan kepadanya.

Xhaka sempat tidak dimainkan di sejumlah laga. Setelah itu ban kapten diserahkan kepada Pierre-Emerick Aubameyang. Menurut Murphy, Granit Xhaka sebenarnya adalah pemain yang bagus.

Granit Xhaka diklaim Jose Noguera telah mencapai kesepakatan dengan Hertha Berlin.
Getty Images

“Jika Xhaka berada di tim Liverpool ini bersama Henderson dan Fabinho, dia akan terlihat seperti pemain yang hebat karena secara teknis dia baik, pengumpan yang bagus, memiliki tembakan bagus dan dia memiliki kemampuan dengan kaki kirinya yang bagus untuk membuka ruang,” kata Murphy di Soccerway.

“Tetapi ketika Anda bermain di tim yang sedikit kesulitan, Xhaka jadi gelandang bertahan dan permainannya meragukan. Ini adalah dilema bagi Mikel Arteta,” Murphy menambahkan.

Xhaka sendiri musim ini sudah membela Arsenal dalam 18 pertandingan di semua kompetisi. Ia juga menyumbangkan satu assist.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Mikel Arteta Yakin Granit Xhaka Takkan Tinggalkan Arsenal

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Rumor kepergian Granit Xhaka dari Arsenal pada bursa transfer Januari kembali dibantah Mikel Arteta. Manajer baru The Gunners itu yakin sang gelandang bertahan tak akan ke mana-mana. Termasuk ke Hertha Berlin seperti yang dirumorkan belakangan ini.

Sempat tak bermain karena sakit saat Arsenal kalah 1-2 dari Chelsea, Granit Xhaka kembali jadi andalan Mikel Arteta kala menjamu Manchester United, Kamis (2/1/2020) dini hari WIB. Pemain asal Swiss itu tampil sebagai starter, berduet dengan Lucas Torreira.

Selepas pertandingan yang berbuah kemenangan 2-0 bagi Arsenal, Mikel Arteta menjawab pertanyaan soal Granit Xhaka. Dia menegaskan, sang pemain tak akan meninggalkan The Gunners.

Granit Xhaka tampil apik saat Arsenal mengalahkan Manchester United.
gettyimages.com

“Saya pikir dia akan bertahan. Dia tampil sangat baguas (malam ini). Saya benar-benar menyukai dia. Saya pikir dengan cara main yang kami inginkan, jika mampu memfasilitasinya, dia dapat menjadi pemain luar biasa bagi klub ini,” ujar Mikel Arteta seperti dikutip Football5Star.com dari Football London.

Lebih lanjut, eks asisten Pep Guardiola di Manchester City itu mengatakan, dirinya sudah berbicara dengan Granit Xhaka. Dari pembicaraan itu, kata dia, sang pemain memastikan tak akan hengkang. Dia pun kembali mengungkapkan kekagumannya terhadap eks pemain Borussia Moenchengladbach tersebut.

“Terutama komitmennya. Saya suka caranya menjalani profesi, caranya berlatih, dan betapa dia begitu fokus. Setiap kali saya bicara, dia mendengarkan dan mau belajar. Dia itu pesepak bola hebat,” urai Arteta lagi.

Rumor kepergian Granit Xhaka dari Arsenal kian menguat setelah sang agen mengungkapkan kesepakatan dengan Hertha Berlin. Menurut sang agen, kliennya itu sudah mencapai kesepakatan personal dengan Die Alte Dame. Proses transfer hanya tinggal menunggu kesepakatan di antara kedua klub. Namun, hal itu sepertinya akan dicegah oleh Mikel Arteta.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Granit Xhaka Sudah Capai Kesepakatan dengan Hertha Berlin

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Granit Xhaka mendapatkan sanjungan tinggi dari Mikel Arteta sebelum laga melawan Bournemouth. Manajer baru Arsenal itu mengaku sudah lama mengagumi sang pemain dan berharap dia jadi andalan The Gunners. Pujian itu ternyata upaya untuk menghentikan hasrat sang pemain pulang ke Jerman.

Setelah insiden perseteruan dengan fan Arsenal, Granit Xhaka memang tak lagi betah berada di London Utara. Dia pun membuka kemungkinan hengkang pada Januari 2020. Menurut agennya, Jose Noguera, gelandang timnas Swiss itu bahkan sudah mencapai kesepakatan personal dengan Hertha Berlin yang kini ditangani Juergen Klinsmann.

Pujian Mikel Arteta tak lantas membuat Granit Xhaka tak ingin hengkang dari Arsenal.
footy.dk

“Saya akan bicara jujur. Kami sudah mencapai kesepakatan dengan Hertha dan ingin pergi ke Berlin. Kami sudah menyampaikan hal ini kepada bos Arsenal, Raul Sanllehi, Direktur Olahraga Edu Gaspar, juga pelatih baru, Mikel Arteta,” kata Jose Noguera seperti dikutip Football5Star.com dari Blick.

Lebih lanjut, sang agen mengungkapkan, “Arsenal telah diberitahu semua langkah yang kami lalukan. Pemain (Granit Xhaka) dan Hertha sudah mencapai kesepakatan. Kini tinggal masalah nilai transfer yang harus dinegosiasikan kedua klub. Granit ingin kembali ke Jerman lagi.”

Kabar yang beredar menyatakan Hertha Berlin telah menyiapkan tawaran 25 juta euro. Angka tersebut 5 juta euro di bawah taksiran harga pasar sang pemain menurut Transfermarkt. Namun, angka itu jauh dari nilai transfernya saat diangkut dari Borussia Moenchengladbach pada 2016 yang mencapai 45 juta euro.

Jose Noguera juga tak luput membahas sanjungan Mikel Arteta. Menurut dia, hal itu bukanlah ungkapan sepenuh hati. Sang manajer baru, kata dia, memang mengagumi Granit Xhaka. Namun, dia tetap siap melepas sang pemain pada musim panas mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Mikel Arteta Sangat Andalkan Granit Xhaka di Arsenal

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Masa depan Granit Xhaka di Arsenal buram sejak perseteruannya dengan para fan. Namun, seiring kedatangan Mikel Arteta sebagai manajer anyar, masa depannya mulai kembali cerah. Pasalnya, sang manajer mengaku sangat mengagumi kemampuannya.

Hubungan yang memburuk dengan para fan sempat membuat Granit Xhaka dirumorkan akan hengkang pada Januari nanti. Dia disebut-sebut akan kembali ke Bundesliga dengan Hertha Berlin sebagai salah satu peminatnya. Namun, Mikel Arteta kini berusaha menahannya.

“Saya sudah mengatakan kepada dia betapa saya menyukai dia dan apa yang saya harapkan dari dia. Saya juga menyampaikan betapa penting dirinya bagi tim. Saya di sini untuk membantu dia. Saya ingin dia merasa kami berada di belakangnya,” urai Mikel Arteta seperti dikutip Football5Star.com dari The Telegraph.

Granit Xhaka diharapkan bertahan oleh Mikel Arteta karena dinilai sebagai komponen penting di tim.
football.london

Eks asisten Pep Guardiola di Manchester City itu menambahkan, “Bukan hanya saya, melainkan seluruh komponen klub. Jika kami dapat mengarahkan orang dengan benar, juga para fans bersama dia, saya kira itu akan sangat membantu tim. Bukankah itu hal yang paling penting?”

Lebih jauh, Mikel Arteta mengungkapkan kekagumannya terhadap kemampuan Granit Xhaka. Dia mengakui sempat merekomendasikan pembelian pemain asal Swiss itu kepada Guardiola.

“Ketika saya pergi dari Arsenal ke City untuk memulai karier kepelatihan, kami mencari pemain di posisi itu dan dia ada di daftar saya. Ini adalah bukti betapa saya menyukai dia. Saya bahagia ketika Arsenal merekrut dia karena saya pikir dia akan jadi pemain luar biasa,” ujar Arteta lagi.

Bagi Mikel Arteta, Granit Xhaka bertahan di Arsenal bukanlah sebuah kemustahilan. Dia menilai sang pemain tetap menunjukkan kontribusi baik dan hubungannya dengan para fan pun mulai membaik.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Granit Xhaka Ulangi Kelakuan Buruk Alexis Sanchez

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Arsenal dibuat bertekuk lutut saat melawan Eintracht Frankfurt di lanjutan Liga Europa, Jumat (29/11/2019). Kekalahan ini membuat suporter Arsenal berang, hal ini ditambah dengan kelakuan dari Granit Xhaka.

Dikutip Football5star.com dari Daily Mail, Granit Xhaka mengulang kelakuan buruk dari mantan pemain Arsenal Alexis Sanchez. Xhaka tertangkap kamera tersenyum saat Arsenal tertinggal 1-2.

Sontak saja hal tersebut memancing kemarahan suporter Arsenal di sosial media. Sejumlah suporter mengungkapkan bahwa kelakuan Xhaka sudah tidak bisa dibenarkan.

Granit Xhaka
BT Sport

“Granit Xhaka tertawa dan tersenyum setelah kami kalah 1-2 dalam permainan yang berantakan. Ia harus keluar dari Arsenal,” kicau salah satu suporter Arsenal.

Pada 2017 lalu saat Arsenal dikalahkan Liverpool dengan skor telak 0-4. Alexis Sanchez juga melakukan hal serupa. Hal ini juga memancing kemarahan suporter Arsenal.

“Saya ragu dia menyadari sedang tersorot kamera. Tidak yakin apa yang sedang dia tertawakan. Apakah itu mempresentasikan apa yang diinginkannya?” ujar mantan bek Manchester United, Garry Neville saat itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Unai Emery Ingin Granit Xhaka Cepat Main Lagi

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Unai Emery sepertinya sudah memaafkan Granit Xhaka. Pelatih Arsenal ini pun berharap sang gelandang bisa bermain lagi secepat mungkin.

Seperti yang diketahui, Granit Xhaka dibekukan dari tim karena menghujat supoter Arsenal. Perilakunya itu kemudian berujung sanksi klub.

Tapi kini situasi sepertinya sudah berubah. Unai Emery menegaskan bahwa pemain asal Swiss sangat dibutuhkan di lini tengah timnya.

granit xhaka arsenal
Daily Mail

“Dia bagian klub ini dan dia punya kemungkinan besar untuk main lagi. Saya juga berharap semua suporter kembali mendukungnya sepenuh hati. Xhaka sudah kembali dan saya ingin dia main lagi secepat mungkin karena dia sangat penting untuk kami,” kata Emery seperti dikutip Football5star dari Daily Mail, Kamis (28/11/2019).

“Ketika Anda seorang pemenang Anda akan merasakan dukungan dari semua orang. Saya percaya pada semua pemain. Saya tahu memiliki pekerjaan yang sangat berat untuk mengembalikan performa tim,” ia menambahkan.

Dinihari nanti The Gunners akan menghadapi Eintracht Frankfurt dalam lanjutan Liga Europa. Kendati sedang mengalami tren buruk, sang pelatih percaya anak asuhnya bisa menunjukkan performa memuaskan.

“Kami sudah melakukan tugas dengan baik di kompetisi ini tapi kami butuh mengamankan posisi puncak di klasemen Grup G. Kami ingin meraih kemenangan demi mengembalikan kepercayaan diri para pemain dan suporter,” sambungnya.

“Saya berharap semua suporter tetap mendukung kami dan menolong para pemain untuk mengembalikan kepercayaan diri,” tutup Unai Emery.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Patrick Vieira: Tolong Hargai dan Pahami Perasaan Granit Xhaka!

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Rentetan kejadian tak mengenakkan yang dialami Granit Xhaka, gelandang Arsenal, membuat Patrick Vieira prihatin. Eks kapten The Gunners itu menilai seharusnya para fan menunjukkan respek lebih besar kepada sang pemain.

Masa depan Granit Xhaka kian kelam di Arsenal. Setelah insiden dengan fan The Gunners, dia didemosi oleh manajer Unai Emery. Ban kapten dicopot dari lengannya dan diserahkan kepada striker Pierre-Emerick Aubameyang. Setelah insiden itu pun, dia belum lagi dimainkan. Rumor yang beredar menyebutkan dirinya kemungkinan hengkang pada Januari 2020.

Insiden itu tak luput dari perhatian Patrick Vieira yang kini melatih OGC Nice. “Saya betul-betul prihatin karena dia adalah kapten dan dia tengah berada pada masa sulit, sangat sulit, di Arsenal,” urai dia seperti dikutip Football5Star.com dari Sky Sports.

Nasib buruk yang dialami Granix Xhaka di Arsenal saat ini membuat Patrick Vieira sangat prihatin.
metro.co.uk

Pria asal Prancis itu menambahkan, “Saya pikir kita harus membuka memori dan ingat bahwa dia telah meraih dan melakukan banyak hal sejak berada di Arsenal. Dia pantas mendapatkan banyak respek.”

Soal perilaku negatif yang ditunjukkan Granit Xhaka dengan melempar kostum saat menanggapi hujatan fan, Patrick Vieira menilai itu manusiawi. Menurut dia, itu tak lebih dari bentuk rasa frustrasi yang melingkupi diri pemain timnas Swiss tersebut.

“Jika Anda seorang pemain dan tak tampil seperti yang Anda harapkan, Anda akan frustrasi pada diri sendiri. Kadang kala, Anda bereaksi dengan mengatakan atau melakukan hal yang kemudian anda sesali,” kata Parick Vieira lagi. “Saya begitu heran melihat begitu banyak mantan pesepak bola menyerang dia.”

Lebih jauh, Patrick Vieira meyakini insiden yang dialami saat ini tak akan meruntuhkan Granit Xhaka. Dia percaya sang pemain akan bangkit dan memetik banyak pelajaran.

“Saya tahu betapa bagusnya dia dan dia akan melewati masa sulit ini karena dia adalah orang yang kuat. Dia pemain bagus dan dia akan menunjukkan betapa bagusnya dia,” ucap pria yang sempat memperkuat AC Milan pada awal-awal kariernya itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Granit Xhaka Masih Dapat Dukungan dari Ruang Ganti Arsenal

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Tindakan yang kurang terpuji dari Granit Xhaka beberapa pekan lalu akhirnya membuat Unai Emery mencopot status kapten yang ia miliki. Namun, Hector Bellerin mengatakan bahwa Xhaka masih mendapatkan dukungan dari ruang ganti Arsenal.

Aksi kurang terpuji dari Xhaka membuat pemain asal Swiss itu sudah kehilangan dukungan dari publik Stadion Emirates. Banyak kelompok suporter yang ingin manajemen Arsenal untuk melego Xhaka di bursa transfer Januari mendatang.

“Granit Xhaka memang membuat kesalahan. Tapi, dia tetap mendapatkan dukungan dari seisi ruang ganti. Hal ini memang menjadi bagian yang biasa di dunia sepak bola dan kami harus tetap memberikan dukungan kepadanya,” ujar Hector Bellerin seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman Daily Mirror.

Hector Bellerin - Granit Xhaka - Arsenal - SB Nation
SB Nation

“Saat ini, dia harus menjalani konsekuensi atas aksinya dan kami menghargai keputusan yang diambil oleh pelatih dan manajemen klub. Kami harus tetap memberikan rasa sayang kepada Xhaka karena dia merupakan bagian dari skuat Arsenal,” kata Bellerin menambahkan.

Selepas aksi kurang terpujinya, Xhaka memang belum kembali membela Arsenal. Dalam dua laga terakhir, Unai Emery lebih memilih untuk memainkan Matteo Guendouzi dan Lucas Torreira sebagai duet gelandang untuk mengawal lini tengah Arsenal.

Selain itu, keinginan para suporter The Gunners untuk kembali melihat Mesut Oezil di atas lapangan sudah mulai didengar oleh Emery. Dalam laga melawan Liverpool dan Wolverhampton Wanderers pekan lalu, Oezil sudah kembali tampil sebagai starter.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Unai Emery Pastikan Granit Xhaka Bukan Kapten Arsenal Lagi

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Unai Emery akhirnya membuat keputusan berani. Ia baru saja mencopot ban kapten Arsenal dari tangan Granit Xhaka.

Pencopotan ban kapten Granit Xhaka ini merupakan buntut dari aksi sang gelandang yang mencemooh fan Arsenal ketika ditarik keluar saat menghadapi Crystal Palace.

Kendati demikian, pelatih asal Spanyol menegaskan bahwa pemainnya itu sangat menyesal atas apa yang dia lakukan dua pekan lalu.

Granit Xhaka Klarifikasi Insiden Pertikaian Dirinya dengan Fans Arsenal
Getty Images

“Keputusan sudah kami ambil. Kami melakukan kesalahan, kami perlu meminta maaf dan kami menyarankannya untuk melakukan itu. Dia tahu kesalahan yang sudah dibuat dan dia merasa sangat menyesal,” kata Emery seperti dilansir Football5star dari BBC, Selasa (5/11/2019).

Adapun tugas kapten nantinya akan diserahkan pada striker haus gol The Gunners, Pierre-Emerick Aubameyang. BBC mengklaim bahwa keputusan ini jadi pelipur lara suporter yang memang lebih menginginkan sang bomber mengemban tanggung jawab itu.

Sementara itu, nama Granit Xhaka sudah tidak dimasukkan Unai Emery saat mereka kembali diimbangi Wolverhampton Wanderers akhir pekan lalu. Namanya kembali ditinggalkan sang pelatih saat Arsenal menghadapi Vitoria Guimares di ajang Liga Europa tengah pekan ini.

Walau begitu, bukan berarti pemain asal Swiss akan terdepak dari skuat Arsenal hingga akhir musim. Ia bisa saja kembali dimainkan Emery dalam waktu dekat.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Granit Xhaka Masih Tak Dapat Tempat di Skuat Arsenal

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Granit Xhaka untuk dua laga beruntun dipastikan tak ada di skuat Arsenal. Menyusul insiden dengan para fans The Gunners, manajer Unai Emery memutuskan tak memakai sang kapten untuk sementara waktu. Tak terkecuali saat menjamu Wolverhampton Wanderers, akhir pekan ini.

Granit Xhaka sebelumnya juga tak masuk skuat Arsenal saat menghadapi Liverpool pada babak 16-besar Carabao Cup. Pada laga itu, The Gunners kalah adu penalti 4-5 setelah imbang 5-5 dalam 90 menit permainan. Jelang laga melawan Wolves, sang kapten sudah kembali berlatih. Namun, Unai Emery menilai pemainnya belum siap untuk kembali tampil di lapangan hijau.

“Tak ada dalam pikiran saya bahwa dia akan bermain pada pertandingan besok,” ungkap Unai Emery seperti dikutip Football5Star.com dari London Evening Standard. “Saya kira, untuk besok, dia tak akan bermain. Saya pikir kami perlu fokus sepenuhnya pada pertandingan. Sekarang, kami akan berlatih dan dia tak ada dalam pikiran saya.”

Eks pelatih Paris Saint-Germain itu berpendapat, Granit Xhaka masih perlu waktu untuk menenangkan pikiran. Dia yakin, pemain timnas Swiss itu tak akan siap tampil lawan Wolves. Apalagi, pertandingan nanti dihelat di kandang sendiri, Stadion Emirates.

“Dia adalah manusia biasa. Seperti semua orang, Granit Xhaka dengan masalahnya saat ini perlu waktu untuk kembali,” kata Unai Emery lagi. “Dia sudah meminta maaf kepada para suporter dan semua orang. Kini, fokus kami sepenuhnya tertuju pada pertandingan. Dia sudah berlatih dengan tim secara normal.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Granit Xhaka Klarifikasi Insiden Pertikaian Dirinya dengan Fans Arsenal

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Arsenal FC, Granit Xhaka baru-baru ini tengah dalam masalah yang serius dengan para penggemarnya sendiri di Arsenal.

Granit Xhaka terlibat pertikaian dengan para fans Arsenal pada saat bermain di laga kontra Crystal Palace pada 27 Oktober lalu. Saat itu, Xhaka mendapat cemoohan dari para fans Arsenal saat proses pergantian pemain. Xhaka kala itu harus keluar untuk digantikan oleh pemain lainnya, Bukayo Saka.

Alih-alih bergegas untuk keluar lapangan, Xhaka justru santai untuk menuju tepi lapangan untuk pergantian tersebut. Hal itu pun menyulut amarah fans Arsenal, pasalnya The Gunners tengah dalam skor imbang 2-2 dengan Palace dan harus membutuhkan gol tambahan demi memenangkan laga.

Xhaka pun mendapat sorakan dan cibiran dari para fans. Mendapat cibiran tersebut, ia bereaksi dengan memberikan gestur tangan di kupingnya yang menandakan ia tak senang akan cibiran tersebut. Suasana makin buruk setelah ia keluar lapangan, ketika ia melempar jersey Arsenal yang ia kenakan dan langsung bertolak ke ruang ganti pemain.

Klarifikasi Xhaka

Atas insiden tersebut, Xhaka pun melakukan penjelasan dan klarifikasi. Penjelasan tersebut diunggah oleh akun media sosial Twitter Arsenal pada Jum’at dini hari WIB (1/11/2019). Berikut merupakan isi dari penjelasan tersebut.

Setelah meluangkan waktu untuk merenungkan apa yang terjadi pada hari Minggu sore, saya akan memberi Anda penjelasan dan bukan hanya tanggapan cepat.

Adegan yang terjadi saat pergantian saya telah menyentuh hati saya. Saya suka klub ini dan selalu memberikan 100% di dalam dan di luar lapangan.

Perasaan saya tidak dipahami oleh penggemar, dan komentar kasar terus terulang di pertandingan dan di media sosial selama beberapa minggu dan bulan terakhir telah sangat menyakiti saya. Orang-orang mengatakan hal-hal seperti “Kami akan mematahkan kaki Anda”, “Bunuh istrimu” dan “Berharap putri Anda terkena kanker”. Itu telah menggerakkan saya dan saya mencapai titik didih ketika saya merasakan penolakan di stadion pada hari Minggu.

Dalam situasi ini, saya membiarkan diri saya terbawa dan bereaksi dengan cara yang tidak menghormati kelompok penggemar yang mendukung klub kami, tim kami dan diri saya sendiri dengan energi positif. Itu bukan niat saya dan saya minta maaf jika itu yang dipikirkan orang.

Harapan saya adalah agar kita kembali ke tempat yang saling menghormati, mengingat mengapa kita jatuh cinta dengan game ini sejak awal. Mari kita maju bersama secara positif.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Granit Xhaka Sedang Dikubur Hidup-Hidup

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Situasi tak mengenakkan yang dialami Granit Xhaka di Arsenal akhir-akhir ini mengundang simpati sahabatnya di Swiss, Patrik Dibrani. Meskipun tak membenarkan sikap sang sahabat saat laga melawan Crystal Palace, dia menilai sikap para gooner, sebutan fan The Gunners, juga tak dapat dimengerti.

Dibrani meyakini insiden lempar kaus dan umpatan ke arah para gooner saat melawan Crystal Palace hanya akan membuat situasi makin buruk. Menurut dia, Granit Xhaka akan dikubur hidup-hidup. Itulah yang kini terjadi. Hujatan dari berbagai penjuru menghantam eks pemain Borussia Moenchengladbach tersebut.

Insiden saat lawan Crystal Palace membuat Granit Xhaka dihujat habis-habisan.
blick.ch

“Ini sungguh menyakitkan bagi saya. Granit Xhaka sudah seperti saudara bagi saya,” kata Dibrani seperti dikutip Football5Star.com dari Blick. “Saya paham bahwa reaksinya tidaklah bagus. Namun, jika Anda seorang fan sejati sebuah klub, seharusnya seperti ikatan cinta. Anda harus ada untuk satu sama lain pada saat senang dan susah. Menyiuli pemain sendiri bukanlah sesuatu yang seperti itu.”

Pemain yang membela SC Zofingen di Divisi III Swiss itu secara implisit menilai karier Granit Xhaka di Inggris sudah tamat. “Setelah pertandingan, saya berbicara dengan dia di telepon. Dia merasa tak baik. Dia merasa dihajar habis-habisan. Dia segera menyesali perbuatannya. Dia begitu emosional,” urai Dibrani lagi.

Sang sahabat menambahkan, “Akan tetapi, dia akan dikubur hidup-hidup oleh para fan dan media-media Inggris. Dia berada pada umur yang rawan melakukan kesalahan. Dia itu manusia biasa. Bagi saya, hanya fan palsu yang menyerang dia seperti itu. Mereka bukan fan sejati.”

Granit Xhaka Dihabisi Tanpa Ampun

Dibrani mengungkapkan, Granit Xhaka adalah sosok pemain yang sangat profesional. Sejak awal kariernya, semua berjalan baik. Namun, di Arsenal, tiba-tiba saja semuanya jadi buruk.

Granit Xhaka dan Patrik Dibrani telah bersahabat selama 17 tahun.
blick.ch

“Granit melakukan segalanya demi sepak bola. Dia punya pelatih pribadi, tak mendatangi pesta-pesta malam hari. Namun, dia kemudian dihina di stadion dan media sosial. Komentar-komentar yang dilontarkan kepada dia sudah melampaui batas,” ujar Dibrani mengomentari hujatan kepada Granit Xhaka.

Lebih lanjut, dia mengatakan, “Saya tak mengerti semuanya tentang dia jadi selalu buruk. Dia adalah pemain yang tak tergantikan saat berumur 18 tahun di FC Basel. Dia juga kapten termuda di Borussia Moenchengladbach. Dia selalu bermain di Arsenal. Sekarang, dia dihabisi tanpa ampun. Ini sungguh tak adil.”

Situasi Granit Xhaka saat ini semakin buruk. Para legenda Arsenal sudah menyudutkan dirinya. Manajer Unai Emery pun tak memberikan perlindungan yang cukup. Apalagi, dia pun menolak meminta maaf secara terbuka. Menilik hal itu, sangat mungkin sang pemain mengikuti jejak kapten The Gunners sebelumnya, Laurent Koscielny, yang pergi dari Stadion Emirates.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Bek Arsenal Beri Dukungan kepada Xhaka

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Bek Arsenal, Hector Bellerin, memberi dukungan kepada kaptennya, Granit Xhaka, yang sedang banjir kritik usai melakukan tindakan tak terpuji kepada fans The Gunners.

Dalam laga melawan Crystal Palace, Xhaka membuat kontroversi ketika digantikan pemain lainnya, Bukayo Saka di menit ke-60. Bukannya segera keluar, ia justru berjalan santai ke tepi lapangan. Hal tersebut menyulut emosi fans Arsenal. Pasalnya, The Gunners sedang mengejar gol kemenangan.

Akan tetapi, Xhaka justru tak menggubris. Ia lantas mendapat teriakan “boooo” dari para fans. Lebih-lebih, ia malah mengeluarkan reaksi dengan meletakkan tangannya di kuping tanda sarkasme.

Setelah di tepi lapangan, Xhaka yang emosi langsung membuka dan melempar jersey Arsenal. Ia juga mengumpat kata-kata ‘f*ck off’ kepada fans. Tak hanya itu, ia juga tak menuju bangku cadangan pemain, namun justru masuk ke ruang ganti.

Hector Bellerin mengakui kemenangan Arsenal pada matchday III Liga Europa tidaklah adil bagi Vitoria Guimaraes.
Getty Images

Bellerin pun angkat bicara mengenai hal ini. Menurut dia, Xhaka sedang emosi di lapangan.

“Kita semua adalah manusia, kita semua memiliki emosi, dan kadang-kadang tidak mudah berurusan dengan hal itu,” kata Bellerin di Soccerway.

“Sudah waktunya untuk saling mengangkat, bukan untuk mendorong satu sama lain. Kami hanya menang ketika kami bersama,” Bellerin menambahkan.

Dengan hasil imbang lawan Palace, Arsenal berada di posisi lima klasemen Liga Inggris. The Gunners mengoleksi 16 poin dari 10 pertandingan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Legenda Arsenal: Copot Ban Kapten Xhaka!

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Legenda Arsenal, Nigel Winterburn, menyarankan Unai Emery untuk mencopot jabatan bak kapten dari tangan Granit Xhaka. Menurut dia, Xhaka sudah melakukan tindakan tak terpuji.

Dalam laga melawan Crystal Palace, Xhaka membuat kontroversi ketika digantikan pemain lainnya, Bukayo Saka di menit ke-60. Bukannya segera keluar, ia justru berjalan santai ke tepi lapangan. Hal tersebut menyulut emosi fans Arsenal. Pasalnya, The Gunners sedang mengejar gol kemenangan.

Akan tetapi, Xhaka justru tak menggubris. Ia lantas mendapat teriakan “boooo” dari para fans. Lebih-lebih, ia malah mengeluarkan reaksi dengan meletakkan tangannya di kuping tanda sarkasme.

Setelah di tepi lapangan, Xhaka yang emosi langsung membuka dan melempar jersey Arsenal. Ia juga tak menuju bangku cadangan pemain, namun justru menuju ke ruang ganti.

Unai Emery Buka Suara Terkait Cemoohan Fans Arsenal Terhadap Xhaka

“Saya sangat terkejut, Xhaka kapten Arsenal! Saya kagum ketika dia memegang telinganya, melepas bajunya dan kemudian dia menghina pendukung. Itu bukan sesuatu yang Anda harapkan dari kapten Anda,” kata Winterburn pada talkSPORT.

“Saya pikir Unai Emery perlu mencopot jabatannya. Dia punya lima kapten dan bisa dengan mudah melakukan itu. Saya tidak setuju dengan konsep lima kapten. Saya merasa memiliki lima kapten yang sangat, sangat aneh.”

“Ini semua telah menempatkan Unai Emery dalam situasi yang sangat sulit dan dia harus mengatasinya dengan cepat. Jika Unai Emery mendukung Granit Xhaka, itu akan menyulitkan posisinya. Jika para penggemar tidak setuju dengan dia, manajer sendiri akan mendapat tekanan,” Winterburn menambahan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Legenda Arsenal Sarankan Xhaka Minta Maaf kepada Para Gooner

Football5star.com, Indonesia – Legenda Arsenal, Ian Wright, angkat bicara soal tindakan kontroversial Granit Xhaka. Ia menyarankan pemain asal Swiss itu minta maaf kepada fans The Gunners.

“Jika Xhaka minta maaf, masalah tetap belum selesai. Dia orang yang mereka pilih sebagai kapten dan itu bukan perilaku seorang kapten. Penggemar Arsenal telah menunjukkan banyak kesabaran dengan dia dan penampilan yang dia lakukan. Dia berutang lebih banyak pada mereka,” kata Wright di Soccerway.

Unai Emery Buka Suara Terkait Cemoohan Fans Arsenal Terhadap Xhaka

Dalam laga melawan Crystal Palace, Xhaka membuat kontroversi ketika digantikan pemain lainnya, Bukayo Saka di menit ke-60. Bukannya segera keluar, ia justru berjalan santai ke tepi lapangan. Hal tersebut menyulut emosi fans Arsenal. Pasalnya, The Gunners sedang mengejar gol kemenangan.

Akan tetapi, Xhaka justru tak menggubris. Ia lantas mendapat teriakan “boooo” dari para fans. Lebih-lebih, ia malah mengeluarkan reaksi dengan meletakkan tangannya di kuping tanda sarkasme.

Setelah di tepi lapangan, Xhaka yang emosi langsung membuka dan melempar jersey Arsenal. Ia juga tak menuju bangku cadangan pemain, namun justru menuju ke ruang ganti.

“Pemain dicemooh bukanlah hal yang baik. Saya pikir fans frustrasi dengan kenyataan bahwa Xhaka tidak lari keluar lapangan. Saya pernah melihatnya diganti sebelumnya dan dia melesat keluar lapangan.”

“Kali ini dia cuma berjalan. Kita berbicara tentang penggemar yang telah menyaksikannya bermain, dalam empat tahun dia berada di sana, beberapa pertandingan bagus dan dia memperlakukan para penggemar seperti itu. Dia kapten, jadi dia punya tanggung jawab.”

“Dengan banyaknya kritik, saya bisa mengerti jika Mesut Ozil yang melakukan itu, tetapi Xhaka adalah kapten. Manajer percaya pada dirinya,” ucap Wright.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Unai Emery Buka Suara Terkait Cemoohan Fans Arsenal Terhadap Xhaka

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Kapten tim Arsenal, Granit Xhaka sempat mendapat cemoohan dari fans Arsenal. Kejadian tersebut adalah ketika dirinya bermain kontra Crystal Palace dalam laga lanjutan Liga Inggris, Senin dini hari (28/10/2019).

Insiden bermula pada saat Granit Xhaka ditarik keluar untuk digantikan pemain lainnya, Bukayo Saka di menit ke-60. Akan tetapi, Xhaka bukannya segera keluar, ia justru berjalan santai untuk ke tepi lapangan.

Hal tersebut nampaknya menyulut emosi fans Arsenal. Pasalnya, The Gunners tengah dalam posisi imbang 2-2 dengan Crystal Palace. Para fans bermaksud agar Xhaka segera meninggalkan lapangan agar pertandingan cepat kembali dilanjutkan.

Twitter Gunnersc0m

Akan tetapi, Xhaka justru tak menggubris. Ia pun lantas mendapat teriakan “boooo” atau cemoohan lainnya dari para fans. Lebih-lebih, ia malah mengeluarkan reaksi dengan meletakkan tangannya di kuping tanda sarkasme bahwa ia ingin mendengar cemoohan terhadapnya.

Setelah di tepi lapangan, Xhaka yang nampak emosi langsung membuka dan melempar jersey Arsenal yang ia kenakan. Ia pun tak menuju bangku cadangan pemain, namun justru berlari meninggalkan lapangan untuk ke ruang ganti.

Unai Emery Buka Suara Terkait Cemoohan Fans Arsenal Terhadap Xhaka
Twitter

Usai pertandingan, pelatih Arsenal, Unai Emery pun buka suara terkait insiden tersebut. Menurutnya, Xhaka jelas dalam posisi bersalah dalam kejadian tadi. Ia pun mengaku akan berbicara khusus dengan sang pemain.

“Dia salah, tetapi kita akan berbicara di dalam tentang situasi itu,” ujar Unai Emery seperti dikutip Football5Star.com dari laman BBC.

“Saya ingin tenang, tapi sungguh, dia salah dalam tindakan ini,” tutur Emery lagi.

Pertandingan itu pun berakhir imbang untuk kedua tim dengan skor 2-2. Dengan hasil itu, Arsenal gagal memangkas jarak dengan Chelsea yang berada di peringkat 4 klasemen.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Dicemooh Fans Arsenal, Granit Xhaka Lempar Baju dan Lari ke Ruang Ganti

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Gelandang Arsenal FC, Granit Xhaka mendapat kejadian yang kurang mengenakkan ketika dirinya bermain di laga kontra Crystal Palace, Senin dini hari WIB (28/10/2019).

Bermain di depan pendukungnya sendiri yang memadati Emirates Stadium justru membuat Xhaka tak nyaman. Ya, Xhaka sepanjang ia bermain hampir selalu mendapat cemoohan dari para fans Arsenal.

Puncaknya adalah ketika ia ditarik keluar untuk digantikan dengan pemain lainnya di menit ke-60. Xhaka saat itu menerima panggilan untuk keluar dan digantikan dengan pemain muda, Bukayo Saka.

Akan tetapi, The Gunners yang tengah dalam kondisi skor imbang 2-2 bukannya membuat Xhaka untuk mempersingkat waktu dari pergantiannya tersebut. Ia justru hanya berjalan pelan untuk ke tepi lapangan.

Hal itulah yang nampak membuat fans Arsenal tersulut emosinya. Granit Xhaka pun malah mendapat “booo” atau teriakan cemoohan dari para suporter. Mendengar hal tersebut, pemain asal Swiss itu juga nampak emosi. Ia mengisyaratkan tangan di kupingnya yang diduga sebagai sarkasme agar para fans terus menyuraki dirinya. Xhaka pun mengeluarkan kata-kata untuk menimpali cemoohan dari para fans Arsenal itu.

Setelah diganti dan keluar dari lapangan, Xhaka justru tidak menghampiri tempat duduk pemain cadangan berada. Ia malah melempar jersey Arsenal yang ia kenakan dan berlari ke ruang ganti.

Granit Xhaka memang tengah dalam kritik keras yang dilancarkan oleh para suporter akibat dari permainannya di lapangan. Xhaka yang menjabat sebagai kapten tim Arsenal dinilai tak layak dan kerap kali menampilkan kesalahan ketika ia bermain.

Momen ini pun nampak menjadi puncak perseteruan Xhaka dengan fans Arsenal.

Di laga itu, The Gunners pun ditahan imbang Palace dengan skor akhir 2-2.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Selebrasi David Luiz dan Granit Xhaka Dipuji Suporter Arsenal

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Arsenal mampu meraih kemenangan tipis 1-0 melawan Bournemouth di Stadion Emirates dalam lanjutan Liga Inggris, Minggu (6/10/2019). Gol tunggal Arsenal dicetak oleh David Luiz pada menit ke-9.

Lewat sundulan kepalanya, bek asal Brasil tersebut membuat kiper Bournemouth tak bisa menghalau bola. Setelah mampu mencetak gol, David Luiz merayakan golnya bersama kapten baru Arsenal, Granit Xhaka.

Dikutip dari Daily Mail, Senin (7/10/2019) aksi keduanya merayakan gol kemenangan Arsenal mendapat pujian dari para suporter Arsenal.

david luiz
daily mail

Lompatan Granit Xhaka ke pundak David Luiz yang tengah merayakan golnya tersebut dianggap suporter menunjukkan kompaknya para pemain tim Meriam London tersebut. Fans menganggap selebrasi itu memiliki energi besar untuk Arsenal lebih percaya diri pada laga berikutnya.

Pelatih Arsenal Unai Emery pun menyanjung gol yang dicetak oleh David Luiz. Menurut Emery, Luiz selama ini memang tunjukkan sikap yang sangat positif untuk tim.

“Dia selalu berbicara dengan energi positif untuk tim. Dia memang membantu banyak pemain muda untuk berkembang,” kata mantan pelatih PSG tersebut.

Sementara itu David Luiz mengatakan bahwa golnya tersebut berkat penampilan yang tak kalah baik rekan-rekannya. “Saya pikir kami telah mencoba untuk terus meningkatkan penampilan di setiap pertandingan tiap pekannya,” kata David Luiz.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kisah di Balik Penunjukan Xhaka Sebagai Kapten Arsenal

Football5star.com, Indonesia – Granit Xhaka mengaku sangat bangga jadi kapten utama Arsenal musim ini. Ia pun mengungkap kisah di balik penunjukkannya.

“Saya sangat bangga. Itu membuat saya sangat senang karena ketika saya datang ke sini, saya memiliki banyak pengalaman sebelumnya dengan tim nasional Swiss dan saya adalah kapten di Borussia Mönchengladbach juga,” kata Xhaka di Soccerway.
 
“Ketika saya datang ke sini, ada banyak pemain hebat, kepribadian yang baik, dan itu adalah langkah besar bagi saya untuk menjadi kapten di sini juga. Sekarang saya kapten resmi di sini dan itu membuat saya sangat bangga menjadi kapten klub hebat ini.”

Granit Xhaka
Getty Images

Xhaka menjelaskan, Manajer Unai Emery memimnta semua pemain The Gunners untuk menulis lima nama yang cocok jadi kapten. Dari lima nama tersebut, kemudian dipilihlah kapten utama dan Xhaka orangnya.

“Semuanya secara diam-diam, dan Anda hanya menulis lima kapten. Pada akhirnya, saya pikir tim, para pemain dan tentu saja pelatih, memutuskan siapa yang akan menjadi kapten pertama dari lima nama itu.”
 
“Tentu saja penting bahwa pemain lain percaya pada saya dan melihat bagaimana saya bekerja, seberapa keras saya bekerja. Saya seorang pria yang ingin mengambil semua pemain dalam satu kapal. Kami menang bersama, kami kalah bersama, kami memenangkan trofi bersama atau kami kalah di final bersama, seperti di Baku.”
 
“Sangat penting bahwa semua pemain – tidak hanya pemain yang bermain tetapi juga pemain lain – diundang ke grup kami untuk bahagia, untuk berbicara dengan kami jika ada masalah. Ini adalah peran seorang kapten, untuk menjadi kuat dan berada di depan tim. Saya pikir saya adalah orang seperti ini yang bisa berada di depan tim selama masa-masa baik dan buruk,” Xhaka menambahkan.

Kapten Arsenal Harusnya Aubameyang, Bukan Xhaka

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Legenda Arsenal, Martin Keown, mengaku bingung dengan keputusan Manajer Unai Emery menunjuk Granit Xhaka sebagai kapten baru The Gunners. Menurut dia, Pierre-Emerick Aubameyang lebih pantas memegang jabatan itu.

Emery telah resmi menunjuk Xhaka sebagai kapten baru tim Arsenal musim ini. Keputusan ini diambil Emery setelah berkonsultasi dengan para pemain.

Granit Xhaka
Getty Images

“Ini adalah keputusan besar dan saya pikir mungkin Emery salah. Ini benar-benar akan memecah belah para penggemar Arsenal. Ada saat-saat Xhaka hilang di lini tengah, dia juga memberikan penalti kepada lawan, jadi dia harus menjadi karakter yang luar biasa di luar lapangan!” sindir Keown di Soccerway.

“Ini mengejutkan, terutama bagaimana dia dicemooh di luar lapangan kurang dari seminggu yang lalu. Itu adalah keputusan berani oleh manajer, dia memilihnya setiap kali dia ada, sehingga dia jelas percaya pada Xhaka, tapi saya terkejut.”

“Anda harus yakin kapten akan berada di tim dan Xhaka dikejar waktu. Ada orang lain di grup itu, Lucas Torreira, Matteo Guendouzi, Dani Ceballos, yang mulai berkembang, jadi jika Xhaka masih akan menjadi tetap permanen, saya terkejut dengan itu.”

“Saya akan memilih Aubameyang, dia akan sangat cocok. Mungkin memberinya sedikit tanggung jawab tambahan. Dia melakukannya dengan sangat baik saat ini dan dia aman di tim, dia pemain reguler,” Keown menambahkan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Alasan Unai Emery Tunjuk Granit Xhaka jadi Kapten Baru Arsenal

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Arsenal Unai Emery resmi menunjuk Granit Xhaka sebagai kapten baru tim Meriam London di musim ini. Keputusan ini diambil Emery setelah berkonsultasi dengan para pemain.

“Setelah saya berbicara dengannya. Dia matang dan memiliki pengalaman yang cukup baik untuk mengatasi tekanan. Ia mampu mencerna setiap kritik yang datang dari pelatih dan klub,” kata Emery seperti dikutip Football5star.com dari Daily Mail, Jumat (27/9/2019).

“Dan yang terpenting ia mampu berdiri di antara pemain dan lain dan memiliki sikap untuk bisa dihormati pemain lain baik di dalam dan saat berada di ruang ganti,” tambah eks pelatih PSG tersebut.

unai emery granit xhaka arsenal
@afcstuff

Unai Emery pun mengaku sangat percaya dengan kepemimpinan Granit Xhaka. Menurutnya sikap profesional Xhaka akan membuat dirinya bisa mengemban tugas baru sebagai kapten Arsenal di musim ini.

“Aku percaya padanya. Dia pemain yang sangat profesional dan pemain yang mau memperbaiki kesalahannya.”

“Tantanganya adalah mengubah pendapat yang salah tentang dirinya dari publik. Ia bisa terus berubah menjadi sosok yang baik dan itu bisa kita lihat nanti di laga melawan Mancheter United,” tutup Emery.

Xhaka dipercaya menggantikan kapten terdahulu Arsenal, Laurent Koscielny, yang hengkang ke Bordeaux pada musim panas ini. Sebelumnya, Xhaka sudah memimpin tim dalam enam dari delapan laga Arsenal di semua kompetisi sejauh musim 2019-20 bergulir.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Ketika Orang-Orang Kritik Xhaka, Emery Justru Memujanya

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Nama Granit Xhaka tiba-tiba menjadi musuh bersama fan Arsenal. Fenomena ini tak lepas dari performa buruknya dalam tiga laga terakhir. Kendati begitu, Unai Emery justru memuji sang gelandang.

Awal mula kritik kepada Granit Xhaka muncul saat Arsenal bermain imbang lawan Tottenham Hotspur. Kesalahannya menyebabkan The Gunners kebobolan dua kali. Performanya kembali jadi sorotan saat mereka ditahan Watford 2-2.

Ketika Meriam London melawan Eintracht Frankfurt di Liga Europa dan Aston Villa tadi malam, pemain Swiss itu kembali jadi tumpuan. Unai Emery melihat jika pemainnya itu pemain yang sangat bagus. Bahkan dia disebut sebagai gelandang penting dalam skema permainan sang pelatih.

granit xhaka arsenal vs aston villa 10z soccer
10z Soccer

“Xhaka adalah pemain yang berpengalaman dan dia tahu akan ada kritik yang datang sewaktu-waktu. Kami harus matang dan berpengalaman untuk terus bekerja. Secara individual dia adalah pemain penting kami. Saya akan terus mendukungnya,” kata Emery seperti dilansir situs resmi klub, Minggu (22/9/2019).

“Saya juga akan memutuskan kapan dia bisa bermain dan kapan tidak. Tapi dia adalah pemain penting kami dan punya komitmen tinggi terhadap klub. Kehebatannya tidak hanya di lapangan, tapi juga tanggung jawab sebagai pemimpin,” sambungnya.

Pada laga melawan Aston Villa di Stadion Emirates, Arsenal menang 3-2. Tiga gol dipersembahkan oleh Nicolas Pepe, Callum Chambers, dan Pierre-Emerick Aubameyang di babak kedua.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Granit Xhaka: Arsenal Terlalu Pengecut Saat Lawan Watford

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Hasil imbang 2-2 yang dituai Arsenal di kandang Watford, Minggu (15/9/2019) membuat manajer Unai Emery dan kapten Granit Xhaka berbeda pendapat. Perbedaan pandangan itu terutama menyangkut penampilan pada babak kedua yang berbuah dua gol lawan.

Selepas pertandingan, Granit Xhaka terang-terangan mengecam performa Arsenal pada babak kedua. Dia menilai skuat The Gunners tampil penuh ketakutan. Akibatnya, keunggulan 2-0 tak dapat dipertahankan dan lawan memaksakan hasil imbang.

“Tak ada seorang pun yang menginginkan bola. Pada akhirnya, kami cukup senang dapat meraih satu poin,” ucap Granit Xhaka selepas pertandingan seperti dikutip Football5Star.com dari BBC.

Pemain timnas Swiss itu lebih lanjut mengatakan, “Kami tak menunjukkan permainan kami pada babak kedua. Kami terlalu ketakutan.”

Arsenal dinilai pengecut oleh Granit Xhak saat babak kedua lawan Watford.
standard.co.uk

Pandangan Granit Xhaka bukan tanpa dasar. Pada babak kedua, mereka benar-benar kewalahan meladeni gempuran Watford. Sebanyak 23 tembakan dilepaskan lawan sepanjang babak kedua. Padahal, pada babak pertama, hanya delapan tembakan yang mampu mereka lesatkan.

Menanggapi komentar miring tersebut, manajer Unai Emery agak tak sependapat. Dia menilai itu hanya perasaan pribadi Granit Xhaka, bukan tim secara kolektif. Menurut dia, permainan buruk pada babak kedua disebabkan oleh kecemasan yang agak berlebihan.

“Mungkin itu perasaan yang sangat individual. Saya pikir, pada sepak bola, Anda tak pernah perlu memiliki ketakutan. Anda perlu memanfaatkan momen sebagai pengalaman, baik secara individual maupun kolektif,” urai Unai Emery seperti dikutip dari laman resmi Arsenal.

Mantan pelatih Paris Saint-Germain itu menambahkan, “Akan tetapi, saya benar-benar bisa memahami perasaan para pemain. Kadang kala, ketika kesulitan, muncul rasa ragu, kemungkinan tak mampu mencapai hasil bagus dengan rencana permainan kami.”

Bagi Unai Emery, hasil imbang 2-2 di kandang Watford harus jadi pelajaran bagi Granit Xhaka dkk. “Kami perlu memperkuat mentalitas. Bukan hanya bagi para pemain, melainkan kami semua. Kami harus menemukn cara, bekerja dan meningkatkan hal-hal yang jadi kekurangan seperti yang terjadi pda babak kedua tadi,” ucap dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Legenda Arsenal Peringatkan Granit Xhaka

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Performa buruk Granit Xhaka saat Arsenal bermain imbang 2-2 dengan Tottenham Hotspur mendapat sorotan tajam dari legenda klub, Ian Wright. Ia memperingatkan posisi sang gelandang sedang terancam di tim utama.

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Emirates akhir pekan lalu, Granit Xhaka memang tampil di bawah performa terbaiknya. Dua gol Spurs yang dicetak Christian Eriksen dan Harry Kane pun berawal dari kesalahannya.

Bagi Ian Wright, Xhaka harus mempertanggung jawabkan apa yang ia lakukan di derbi London kemarin. Ia menegaskan bahwa ban kapten tidak pantas disematkan ke lengan sang gelandang.

Ian Wright, Arsenal
Zimbio

“Dia tidak seharusnya menjadi kapten tim. Dia harus fokus pada pertandingannya sendiri. Seorang kapten harus bertanggung jawab pada semuanya, tapi dia membuat kesalahan fatal. Jika saya ada di sana dan Tony Adams membuat kesalahan seperti itu, saya akan katakan ‘apa yang kamu lakukan?’,” kata Wright kepada BBC, Rabu (4/9/2019).

“Dia membuat sangat banyak kesalahan melawan Spurs dan dia dengan mudah harusnya sudah dikeluarkan pelatih. Saya melawan Matteo Guendouzi membuat perbedaan di area itu sedangkan dia membuat tim dalam bahaya,” lanjutnya.

Tidak hanya soal ban kapten saja, sang legenda juga menegaskan bahwa posisi gelandang asal Swiss bisa tersingkir oleh pemain muda seperti Joe willock.

“Saya merasa kami bisa tampil lebih baik lagi di lini tengah dengan adanya Joe Willock. Musim ini Joe akan terus membuatnya tertekan dan dia tidak akan tenang,” tutup Ian Wright.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Tindakan Bodoh Granit Xhaka yang Buat Harry Kane Cetak Rekor

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Arsenal Granit Xhaka jadi sosok yang dipersalahkan atas penalti yang didapat Tottenham Hotspur pada menit ke-38, Senin (2/9/2019). Mantan pemain Liverpool Gary Lineker malah menyebut tindakan Xhaka itu sangat bodoh.

Pada menit ke-38 akselerasi Son Heung-min dihentikan Xhaka dengan tackle dua kaki. Sontak saja tindakannya tersebut membuat Spurs mendapat hadiah penalti dari wasit.

Tackle Xhaka di kotak penalti dianggap Lineker membuka jalan bagi Harry Kane mencetak gol lewat titik putih sekaligus membuatnya catatkan rekor tersendiri.

granit
dailymail.co.uk

“Tindakan yang sangat bodoh dari Xhaka dan Harry menjalankan tugasnya dengan benar,” kicau Lineker lewat akun Twitter pribadinya.

Pernyataan tak jauh berbeda juga dikatakan oleh Graeme Souness. Bahkan Souness menyebut aksi pemain Swiss tersebut sangat memalukan. “Xhaka pemain senior dan tindakannya itu sangat memalukan,” kata Souness seperti dikutip dari Sky Sports.

Gol penalti yang dicetak Kane pada laga tersebut membuat Tottenham Hotspur sempat unggul 2-0. Baru pada menit injury time babak pertama, Alexandre Lacazette mampu menyamakan kedudukan.

Menjabat sebagai kapten di laga Arsenal vs Tottenham, permainan Xhaka memang tak terlalu baik. Aksi Xhaka malah kalah jika dibandingkan dengan Mattéo Guendouzi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Xhaka Tertarik Gantikan Koscielny Sebagai Kapten Arsenal

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Swiss, Granit Xhaka, mengaku tertarik jadi pengganti Laurent Koscielny sebagai kapten baru Arsenal musim depan.

Seperti diketahui, Koscielny sebelumnya membuat publik gempar karena menolak turut serta dalam tur pramusim Arsenal di Amerika Serikat. Pemain berumur 33 tahun tersebut dilaporkan ingin melanjutkan kariernya di Prancis.

Kini, Manajer Unai Emery selaku pelatih sedang mencari sosok kapten baru. Pria asal Spanyol itu mengatakan bahwa dirinya menyiapkan lima kapten untuk mengarungi musim 2019-2020 nanti dan salah satunya adalah Xhaka.

Xhaka sendiri mengaku tertarik jabatan kapten yang sedang lowong tersebut. Namun ia berharap semua rekan-rekan setimnya turut terlibat sebagai ‘kapten’ dengan bertanggung jawab atas hasil di lapangan.

xhaka akan tinggalkan arsenal
Getty Images

“Tidak ada yang berbicara tentang ban kapten,” kata Xhaka di Soccerway.

“Pelatih belum memutuskan, tetapi jika saya memiliki ban kapten, tentu saja saya akan senang. Itu sesuatu yang istimewa, tetapi pada akhirnya kita semua harus menjadi kapten di dalam dan di luar lapangan karena kami membutuhkan semua orang,” Xhaka menambahkan.

Xhaka sendiri musim lalu membela Arsenal dalam 40 pertandingan di semua kompetisi. Mantan pemain Borussia Mönchengladbach itu juga menyumbangkan empat gol dan lima assist.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Granit Xhaka Tak Tertarik Pindah ke Inter Milan

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Tipisnya stok gelandang mumpuni membuat Inter Milan dikabarkan siap mendaratkan Granit Xhaka dari Arsenal pada bursa transfer musim panas ini. Namun, kabar ini langsung ditepis oleh Granit Xhaka yang mengaku belum mendapatkan penawaran resmi dari Inter.

Selain Granit Xhaka, Il Biscione juga dikabarkan siap memulangkan Matteo Kovacic kembali ke San Siro. Nama gelandang PSG, Adrien Rabiot juga masuk ke dalam pemain yang menjadi incaran Nerazzurri.

“Saya membaca sesuatu mengenai ketertarikan Inter untuk mendatangkan saya. Hal itu merupakan sebuah berita bohong. Selain itu, saya juga tak pernah menjalin kontak dengan perwakilan resmi Inter,” kata Granit Xhaka dilansir dari laman Football Italia.

Granit Xhaka - Inter Milan - Daily Mirror
Daily Mirror

Saat ini, Nerazzurri memiliki sosok Radja Nainggolan, Marcelo Brozovic, Mattias Vecino, Borja Valero, Joao Mario, dan Roberto Gagliardini di lini tengah. Kehadiran Antonio Conte sebagai pelaih anyar membuat Inter dikabarkan siap melepas beberapa nama di atas dan mendaratkan pemain baru.

Dua nama yang disebut-sebut akan dilepas adalah, Joao Mario dan Borja Valero. Sementara itu, Radja Nainggolan sudah mengungkapkan niatnya untuk terus bermain di Stadio Giuseppe Meazza pada musim 2018-19 mendatang.

Joao Mario dikabarkan akan dilepas ke klub Portugal, Sporting CP. Sang pemain dikabarkan akan menjadi pelicin untuk memuluskan langkah Il Biscione untuk mendapatkan penggawa timnas Portugal sekaligus kapten Sporting CP, Bruno Fernandes.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Ingin Jadi Kapten, Xhaka Belum Punya Rencana Tinggalkan Arsenal

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Swiss, Granit Xhaka, tertarik menjadi pemimpin Arsenal di lapangan. Ia juga mengaku belum punya rencana meninggalkan Emirates Stadium.

“Saya punya kontrak empat tahun lagi dan saya baru memperpanjang kontrak tahun lalu. Saya senang di London, keluarga saya juga. Itu hal yang paling penting,” kata Xhaka di Soccerway.

“Jadi kapten pasti akan menjadi hal penting bagi saya,” Xhaka menambahkan.

xhaka akan tinggalkan arsenal
Getty Images

Xhaka gabung Arsenal sejak 2016. Sepanjang tiga musim di Emirates, Xhaka sudah mencatatkan lebih dari 100 penampilan dan jadi pilihan utama di bawah asuhan Arsene Wenger dan Unai Emery.

Banyak yang mengkritik Xhaka terkait emosinya di lapangan dan seringnya pemain 26 tahun itu mendapat kartu. Dan sekarang ia juga digosipkan ingin pindah klub.

Meski demikian, sang gelandang mengaku ingin menghormati kontraknya di Arsenal. Ia juga mengincar ban kapten Meriam London.

Saat ini kapten utama Arsenal adalah Laurent Koscielny. Namun, pemain asal Prancis itu kemungkinan besar akan meninggalkan The Gunners di bursa transfer musim panas nanti.

Xhaka sendiri musim lalu membela Arsenal dalam 40 pertandingan di semua kompetisi. Mantan pemain Borussia Mönchengladbach itu juga menyumbangkan empat gol dan lima assist.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]