Andrea Pirlo Ungkap Alasan Juventus Tak Beri Inter Milan Guard of Honour

Gamespool new banner

Football5Star.com, Indonesia – Juventus tak memberikan perlakuan istimewa kepada Inter Milan sebagai juara baru Liga Italia. Klub asuhan Andrea Pirlo tak meniru Sampdoria yang memberikan guard of honour pada pekan lalu.

Selepas pertandingan, Pirlo menyebut Juventus memang tak berniat memberikan guard of honour. Secara implisit, dia menyebut hal itu terlalu berlebihan. Tak lupa, dia pun mengungkit-ungkit masa lalu ketika I Bianconeri sembilan kali beruntun meraih Scudetto.

“Ini bukan putusan yang bersifat politis. Mereka juga tak pernah melakukan itu kepada kami selama 9 tahun,” urai Andrea Pirlo setelah laga Juventus vs Inter Milan kepada Sky Sport Italia seperti dikutip Football5Star.com dari Tuttosport.

Juventus tak mau memberikan guard of honour kepada Inter Milan.
Getty Images

Lebih lanjut, Pirlo mengungkapkan, “Klub sudah memberikan ucapan selamat setelah mereka meraih Scudetto. Presiden klub juga sudah melakukan hal itu. Saya kira itu sudah cukup.”

Memberikan guard of honour kepada tim yang sudah memastikan diri tampil sebagai juara memang bukan tradisi di Liga Italia. Beda halnya dengan di Liga Inggris. Pekan lalu, Claudio Ranieri memberikan penghormatan itu ketika Sampdoria melawat ke markas Inter Milan.

Pirlo Tampar Altobelli

Ucapan Andrea Pirlo yang secara implisit menyebut guard of honour sebagai hal berlebihan jadi tamparan bagi leganda Inter Milan, Alessandro Altobelli. Sebelum Derby d’Italia, dia memang meminta Juventus memberikan penghormatan khusus itu kepada I Nerazzurri.

“Akan jadi sentuhan yang baik dari Juventus bila mau memberikan hal itu,” ucap Altobelli seperti dikutip Tuttojuve. “Mereka pun bukan satu-satunya yang harus melakukan itu. Seluruh tim harus melakukannya juga.”

Inter Milan mendapatkan guard of honour dari Sampdoria atas permintaan Claudio Ranieri.
inter.it

Harapan itu memang terlalu muluk. Bagaimanapun, ada rivalitas mengakar antara Juventus dan Inter Milan. Pertemuan kedua klub itu selalu panas. Kubu I Bianconeri tentu tak akan begitu saja sudi memberikan penghormatan khusus yang bisa diartikan sebagai membungkuk di hadapan I Nerazzurri.

Hal yang jadi kendala lain, seperti dikatakan Andrea Pirlo, selama 9 musim beruntun merebut Scudetto, Juventus tak mendapatkan guard of honour. Lalu, mengapa ketika Inter Milan juara, mereka harus memberikan penghormatan khusus itu?

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Inter Milan Dapatkan Guard of Honour Berkat Claudio Ranieri

Gamespool new banner

Football5Star.com, Indonesia – Inter Milan sebagai juara baru Serie A mendapatkan guard of honour saat menghadapi Sampdoria, Sabtu (8/5/2021). Hal itu ternyata tak lepas dari peran pelatih I Blucerchiati, Claudio Ranieri.

Bertandang ke Stadion Giuseppe Meazza, Sampdoria sepakat memberikan penghormatan kepada Inter yang memastikan diri merebut Scudetto ke-19 pada pekan lalu. Mereka melakukannya dengan memberikan guard of honour yang diusulkan oleh Ranieri.

“Ide guard of honour itu memang dari saya,” urai Claudio Ranieri selepas pertandingan seperti dikutip Football5Star.com dari La Gazzetta dello Sport. “Di Inggris, ini hal yang lumrah. Saya katakan kepada para pemain dan mereka menyetujuinya.”

Bagi Ranieri, memberikan guard of honour kepada Inter adaah hal yang terbilang penting dalam menjunjung marwah olahraga. “Di olahraga, pemenang harus dihormati. Saya juga mendapatkannya saat bersama Leicester (City),” ujar dia lagi.

Seluruh pemain Sampdoria dan Claudio Ranieri berbaris membentuk sebuah lorong. Para pemain Inter kemudian melangkah di sana sambil menerima tepuk tangan dan pelukan. Penghormatan itu sangat diapresiasi oleh kubu I Neazzurri. Antara lain dengan unggahan di akun media sosial.

Ranieri Gagal Putus Rekor Buruk

Claudio Ranieri kini gagal menang dalam 8 lawatan terakhir ke markas Inter Milan.
sampdoria.it

Pertandingan di Giuseppe Meazza itu pada akhirnya dimenangi Inter Milan dengan skor 5-1. Tentu saja Claudio Ranieri kecewa. Apalagi, hal itu membuat dia gagal memutus rekor buruk dalam lawatan ke markas Inter Milan.

“Kami datang untuk tampil baik dan tak ingin mereka berpesta. Namun, kami ternyata tidak siap. Dalam 30 menit awal, kami sudah kebobolan dua gol. Mereka tampil penuh antusiasme, sementara kami bermain tak seperti biasanya,” ucap Ranieri.

Kekalahan 1-5 bersama Sampdoria membuat Ranieri kini tak menang di markas Inter dalam 8 lawatan beruntun. Sebanyak dua lawatan bersama I Blucerchiati, lima lawatan bersama AS Roma, dan satu lawatan bersama Juventus.

Kemenangan terakhir Claudio Ranieri di Giuseppe Meazza diraih bersama Juventus pada 22 Maret 2008. Ketika itu, I Bianconeri menang 2-1 atas I Nerazzurri berkat gol Mauro Camoranesi dan David Trezeguet yang hanya berbalas gol Maniche.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Berkat Pique, Barcelona Tetap Dapatkan Guard of Honour

Football Live Star Football5Star.com, Indonesia – Perdebatan soal guard of honour menjadi topik hangat jelang El Clasico pada Senin (7/5/2018) dinihari WIB. Kubu Real Madrid menolak melakukan hal itu bagi Barcelona di Camp Nou. Mereka berdalih, itu sebagai balasan atas penolakan serupa dari Barcelona saat Los Blancos juara Club World Cup.

Tak ada rotan akar pun berguna. Selalu ada solusi untuk segala masalah. Tidak ada guard of honour dari skuat Madrid, guard of honour dari para staf klub pun jadilah. Maka, di Camp Nou, para pemain Blaugrana berjalan di antara barisan para staf klub yang memberikan applaus. Hal itu dilakukan usai pertandingan.

Sebelum hal itu dilakukan, Gerard Pique berbicara lewat pengeras suara di hadapan 90-an ribu penonton. “Kita adalah juara liga dan tak ada orang yang mau memberikan koridor. Jadi, hari ini, para staf teknis kami yang akan melakukannya,” ucap mantan pemain Manchester United itu dengan lantang.

Menurut Pique, hal itu juga menunjukkan nilai khas Barcelona. “Kami adalah keluarga. Karena mereka tak mau memberikan guard of honour bagi kami, aku minta para staf untuk membuatnya,” terang Pique usai laga seperti dikutip Football5Star.com dari Marca.

Aksi guard of honour dari para staf Barcelona itu tidak disaksikan para penggawa Madrid. Begitu wasit mengakhiri pertandingan, anak-anak asuh Zinedine Zidane langsung bergegas menuju ke ruang ganti.

Media Catalunya Desak Real Madrid Berikan Guard of Honour untuk Iniesta

Football Live Star

Football5Star.com, Indonesia – Media asal Catalunya, Mundo Deportivo, meminta Real Madrid memberikan Guard of Honour kepada Andres Iniesta. Maklum, Iniesta kabarnya akan meninggalkan Barcelona pada akhir musim ini.

Andres Iniesta telah bermain untuk Barcelona sejak 2001 ketika dirinya masuk akademi Barcelona. Kini setelah 17 tahun membela panji Blaugrana, Iniesta kabarnya akan hengkang. Klub Liga China, Chongqing Lifan, digadang-gadang menjadi destinasi selanjutnya bagi Iniesta.

pirlo dan iniesta (squawka.com)
squawka.com

Jelang kepergian Iniesta, media Catalunya, Mundo Deportivo, mendesak Real Madrid memberikan Guard of Honour pada laga el clasico yang akan digelar 7 Mei 2018. Alasannya, Iniesta dinilai telah banyak berjasa bagi sepak bola Spanyol.

Cristina Cubero, jurnalis Mundo Deportivo, menuliskan permintaan tersebut kepada Real Madrid. Cubero meminta para pemain menyingkirkan rivalitas kedua tim demi menghormati jasa Iniesta. Cubero juga membahas jasa Iniesta yang mengantar timnas Spanyol dua kali menjadi juara Piala Eropa dan sekali menjadi jawara Piala Dunia.

“Guard of Honour pada el clasico akan lebih berharga daripada Ballon d’Or yang tak pernah diraih Iniesta,” tulis Cubero.

https://twitter.com/FourFourTweet/status/989639420256145409

Sebelumnya, pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, enggan memberikan Guard of Honour kepada Barcelona pada el clasico. Sebab, Barcelona saat ini memimpin klasemen La Liga dengan selisih 11 poin dari Atletico Madrid di posisi kedua. Karena itu Barcelona menjadi kandidat terkuat peraih gelar Liga Spanyol.

Menurut Zidane, Barcelona seharusnya yang memberikan Guard of Honour kepada Real Madrid karena telah menjadi jawara Piala Dunia Antarklub.

Sindiran Pique kepada Zidane soal Guard of Honour

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, enggan memberikan pagar penghormatan (guard of honour) kepada Barcelona jika mereka telah mengunci gelar juara sebelum El Clasico. Hal itu menuai sindiran dari bek Barcelona, Gerard Pique.

Real Madrid dan Barcelona akan bersua pada El Clasico di Liga Spanyol pada 6 Mei 2018 di Stadion Camp Nou. Barcelona berpeluang memastikan diri sebagai juara sebelum partai besar menghadapi rival abadinya tersebut.

Namun jika itu terjadi, Zinedine Zidane enggan memberikan pagar penghormatan kepada Barcelona. Alasannya, Barcelona-lah yang telah lebih dulu mengkhianati tradisi tersebut. Barcelona tak memberikan guard of honour setelah Real Madrid menjadi juara Piala Dunia Antarklub, Desember lalu.

pique naciodigital cat
Naciodigital

Keengganan Zidane itu mendapat sindiran dari Gerard Pique, bek Barcelona. Sambil bercanda, Pique mengatakan bahwa dirinya tak bisa melupakan perkataan Zidane tersebut.

“Saya tak bisa tidur malam ini setelah mendengar jawaban Zidane,” kata Pique sambal tersenyum, dilansir Football5Star.com dari Goal.

Pekan ini, Real Madrid akan menghadapi derbi Madrid melawan Atletico Madrid, Minggu (8/4/2018). Sementara Barcelona telah mengalahkan Leganes dengan skor 3-1. Untuk sementara, jarak Barcelona dengan tim peringkat kedua, Atletico, melebar menjadi 12 poin.

Dengan tujuh laga tersisa, Barcelona butuh empat kemenangan lagi untuk memastikan diri sebagai juara Liga Spanyol. Sementara El Clasico masih lima pekan lagi.

Xavi: Tak Masalah Barcelona Beri Guard of Honour Untuk Madrid

Football5tar.com, Indonesia – Xavi Hernandez, eks kapten Barcelona, punya pandangan tersendiri soal permintaan bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo. Sebelumnya, peraih lima kali Ballon d’Or itu meminta Blaugrana untuk melakukan “Guard of Honour”, di Santiago Bernabue. Hal itu sebagai penghargaan kepada Madrid yang baru saja menjuarai Piala Dunia Antarklub, beberapa waktu lalu.

Pernyataan tersebut sontak menimbulkan kecaman dari berbagai pihak. Javier Tebas, presiden La Liga misalnya, ia menilai Barcelona tak perlu melakukan perayaan tersebut. Luis Suarez, penyerang klub asal Katalonia tersebut juga ogah melakukannya.

xavi hernandez (zimbio.com)
zimbio.com

Namun, Xavi menilai tak ada salahnya Barcelona melakukan hal tersebut. Meski ada atau tidaknya “Guard of Honour” adalah keputusan pihak internal, ia menyebutkan hal tersebut justru bagus sebagai bentuk dari sikap terhormat.

“Saya tidak akan memiliki masalah dalam melakukan “Guard of Honour”. Ini adalah hal yang terhormat. Bagi saya itu bukan penghinaan bagi tim yang membuat koridor, sebaliknya, ini adalah penghormatan terhadap pemenangnya,” ucap Xavi saat diwawancarai Mundo Deportivo, Jumat (22/12/2017).

Lebih lanjut, dirinya saat masih berseragam Barcelona selalu melakukan pernghormatan tersebut untuk Madrid. “Barca selalu membuat “Guard of Honour”. Bahkan ketika mereka tidak melakukannya di Camp Nou saat masih ditangani oleh Mourinho,” pungkasnya.