Egy Maulana Vikri Main 1 Jam, Lechia Gdansk Dibantai Klub Israel

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Egy Maulana Vikri kembali mendapat kepercayaan tampil sebagai starter dalam laga pramusim Lechia Gdansk. Sayangnya, meski dimainkan selama 1 jam, Egy gagal membantu Lechia Gdansk menghindari kekalahan telak 0-3 dari klub kuat Israel, Hapoel Beer Sheva, Kamis (27/6/2019) pagi WIB.

Dalam laga kedua Lechia Gdansk pada pramusim ini, Egy Maulana Vikri kembali jadi tumpuan di lini tengah. Akan tetapi, Egy belum mampu mengangkat permainan Lechia, yang lebih banyak mendapat tekanan dari Hapoel Beer Sheva.

Bahkan, Hapoel Beer Sheva tampil sangat dominan dengan mengeksloitasi setiap titik lemah Lechia Gdansk. Daya serang Lechia pun masih belum mampu membuat lini pertahanan Hapoel Beer Sheva mendapat ancaman berarti.

Egy Maulana Vikri Main 1 Jam, Lechia Gdansk Kalah Telak dari Klub Kuat Israel 1 - lechiapl
lechia.pl

Suhu udara yang mencapai 40 derajat celcius diyakini menjadi penghambat skuat Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan untuk bisa tampil optimal. Hal itu pun diakui oleh beberapa pemain. Termasuk Mateusz Sopocko. “Suhu udara bagi setiap pemain sama. Namun, bermain dengan suhu di atas 30 derajat celcius jelas bukan hal yang menyenangkan,” ucapnya.

Senada dengan keluhan yang disampaikan Lukas Haraslin. Meski sudah lima musim bermain di Polandia, gelandang asal Slovakia tersebut mengaku pengalaman beraksi dengan suhu udara sangat panas adalah hal yang tak biasa.

“Sepertinya saya tak pernah bermain di bawah suhu sepanas ini. Saya pikir selama lima musim di Polandia, ini pertama kali kami bertanding dengan temperatur udara yang tinggi,” urai Lukas Haraslin.

Selain gagal menaklukkan pertahanan tangguh Hapoel Beer Sheva, Lechia Gdansk pun harus rela gawangnya kebobolan tiga kali, masing-masing oleh Nigel Hasselbaink pada menit ke-42, Naor Sabag (47′), dan Niv Zrihan (76′).

Egy Maulana Vikri merasakan penampilan terlama sejak membela Lechia Gdansk. Dia tampil selama satu jam sebagai starter, sebelum digantikan pemain berusia 17 tahun, Mateusz Zukowski, pada menit ke-60.

Susunan Pemain Lechia Gdansk vs Hapoel Beer Sheva:

Lechia: Kuciak – Kobryn (60. Żuk), Nalepa (60 ‘Dymerski), Augustyn (60’ Maloca), Udovicić (60 ‘Mladenović) – Egy MV (60’ Żukowski, Łukasik (60 ‘Gajos), Makowski (60’ Cegiełka) , Lipski (60. Sopoćko), Haraslin (60 ‘Peszko) – Sobiech (50’ Flavio Paixao)

Hapoel: Setkus (46 ‘Levita) – B.Bitton, Goldberg (46’ by O.Biton), A.Bitton, Vitor (46 ‘Levi) – Shamir, Sabag, Yosefi, Marin – Hasselbaink, Carrillo (46’ Kabha)

Celtic Lolos ke Babak Play-off, Rodgers Puji Anak Asuhnya

Football5star.com, Indonesia – Manajer Celtic FC, Brendan Rodgers, memuji penampilan anak asuhnya setelah memenangi laga melawan klub Norwegia, Rosenberg, babak kualifikasi III Liga Champions.

Pada laga yang diadakan di Stadion Lerkendal Norwegia, Rabu (3/8/2017), Celtic menang atas tuan rumah satu gol tanpa balas. Alhasil, Celtic unggul agregat 1-0, dan maju ke babak selanjutnya.

“Anda bisa melihat permainan mereka lebih dewasa. Seperti kita lihat bermain, di bawah tekanan dan Anda bisa melihat operan-operan kami,” ujar Rodgers kepada FourFourtwo, Rabu (3/8/2017)

“Gol yang kita lakukan adalah hal yang brilian. Lahir dari build-up, kesabaran dan kualitas,” tuturnya.

“Itu adalah kinerja yang luar biasa dan para pemain pantas mendapat banyak penghargaan atas bagaimana mereka mengelola permainan ini,” tambah mantan manajer Liverpool itu.

Satu-satunya gol diciptakan oleh pemain tengah mereka, James Forest, melalui sepakan keras dari sudut kiri sempit.

Bola sebenarnya mengenai mistar bawah terlebih dahulu sebelum akhirnya masuk ke dalam gawang lawan.

Celtic berambisi untuk lolos ke Liga Champions musim depan. melanjutkan tren positif musim lalu saat mereka bisa melewati babak kualifikasi melawan Lincoln FC, Astana, dan pada babak play off mereka bertemu tim asal Israel, Hapoel Be’er Sheva.

Musim ini kemungkinan besar mereka akan bertemu kembali dengan Astana dan Hapoel dalam babak play off.

Selain kedua tim tersebut, ada tim dari Kazakhstan yaitu Qarabag, Rijeka (Kroasia), dan Slavia Praha (Republik Ceko).

Berita Bola: Inter Kalah dari Beer Sheva Karena Terlalu Angkuh

Football5star.com, Indonesia – Kekalahan 2-3 di kandang Hapoel Beer Sheva, Jumat (25/11) dini hari WIB, membuat geram pelatih Inter Milan, Stefano Pioli. Dia menilai, Inter bermain dengan keangkuhan selepas unggul 2-0 pada babak pertama.

Inter memang unggul 2-0 lebih dahulu melalui gol Mauro Icardi pada menit ke-12 dan Marcelo Brozovic menit ke-25. Namun pada babak kedua, situasi berbalik 180 derajat. Inter lebih banyak ditekan

Alhasil tim tuan rumah bangkit pada babak dengan mencetak tiga gol melalui Maranhao (58′), Anthony Nwakaeme (70′), dan Ben Sahar (90+3′).

“Kami berhenti bermain sebagai tim (setelah unggu 2-0) dan kami merasa sombong. Hal itu seharusnya tidak terjadi dan kami tidak boleh melakukan hal tersebut jika ingin memenangi pertandingan,” rutuk Stefano Pioli seperti dilansir Football Italia.

“Kami memiliki peluang untuk unggul 3-0, namun kami tidak mampu melakukan hal tersebut. Kami harus bekerja keras untuk memastikan kami tidak membuang-buang kesempatan seperti ini,” tambahnya.

Karakter bermain Inter yang masih labil menjadi pekerjaan rumah utama Pioli. Kini, fokus mereka hanya di kompetisi domestik usai dipastikan angkat koper dari Liga Europa.

“Pada babak pertama kami bermain sangat baik, namun pada babak kedua sebaliknya. Hal yang harus kami lakukan sekarang adalah memperbaiki masalah-masalah seperti ini,” tandasnya.

Liga Europa: Inter Bermain Tanpa Karakter di Babak Kedua

Football5star.com, Indonesia – Kapten Inter Milan, Mauro Icardi, kecewa berat dengan kekalahan 2-3 di kandang Hapoel Beer Sheva, pada matchday 5 Liga Europa, Jumat (25/11) dini hari WIB.

Icardi menyebut, timnya bermain tanpa karakter di babak kedua. Hal tersebut membuat mereka kebobolan 3 gol meski sempat unggul 2-0 pada babak pertama. Inter pun terpaksa tersingkir dari Liga Europa.

Terlepas dari kartu merah Samir Handanovic yang berujung gol penyama kedudukan Beer Sheva lewat titik penalti, Icardi hanya kecewa dengan penampilan Inter secara keseluruhan. Apalagi, ketiga gol Beer-Sheva semua lahir di babak kedua.

“Kami berjuang setelah kemasukan gol. Namun, ketika kami kehilangan satu pemain, seakan perjuangan makin sulit. Apalagi mereka menyamakan kedudukan lewat penalti,” sebut Icardi seperti dilansir Football Italia.

“Kami bermain luar biasa pada babak pertama dan kami mampu unggul cepat bahkan dengan skor 2-0. Namun, kami harus melupakan permainan kami di babak kedua karena bermain tanpa karakter. Tuan rumah mampu memanfaatkannya dan kami pulang dengan kekalahan,” imbuh Icardi.

Icardi menambahkan bahwa Inter bermain buruk di babak kedua bukan kali ini saja. Sudah beberapa kali mereka melakukannya dan itu disebutnya pantang untuk diulangi kembali.

“Kami harus membangun kesolidan di sepanjang pertandingan. Selain itu, kami juga harus menatap ke depan secara positif. Lupakan hasil di Liga Europa dan saatnya fokus di Serie-A,” pungkas Icardi.

Berita Bola: Kibarkan Bendera Palestina Lawan Klub Israel, Celtic Terancam Sanksi UEFA

Glasgow Celtic terancam sanksi UEFA setelah para fans mereka mengibarkan bendera Palestina dalam laga play-off Liga Champions melawan klub Israel, Hapoel Be’er Sheva, pada Rabu (17/8).

Politik dan sepak bola memang dua hal yang berbeda, tetapi pada praktiknya kerap berjalan berdampingan. Kasus terbaru terjadi dalam laga antara Celtic melawan Be’er Sheva yang digelar di Celtic Park.

Seperti yang dilaporkan oleh Sky Sports, fans garis keras tuan rumah, The Green Brigade, mengibarkan puluhan bendera Palestina. Padahal, sebelum pertandingan dimulai, para suporter telah diberikan peringatan untuk tidak mengibarkan bendera tersebut.

Mengingat lawannya adalah klub Israel, UEFA diklaim dapat melihat aksi ini sebagai bentuk provokasi.

Ini bukan kali pertama fans Celtic berulah. Pada tahun 2014 silam, mereka juga melakukan aksi yang sama ketika menghadapi klub asal Islandia, KR Reykjavik, di Murrayfield.

Dalam lima tahun terakhir, UEFA telah menghukum klub asal ibukota Skotlandia tersebut sebanyak delapan kali akibat berbagai pelanggaran. Secara keseluruhan, mereka telah membayar sanksi sebesar 123.000 Poundsterling kepada UEFA.

Jika dinyatakan bersalah, bukan tidak mungkin Celtic akan menjalani sisa pertandingan kompetisi Eropa mereka musim ini dengan menutup salah satu tribun stadion.

Pertandingan sendiri berakhir dengan skor 5-2 untuk kemenangan skuat asuhan manajer Brendan Rodgers. Mereka rencananya akan menjalani laga leg kedua di Stadion Turner pada 24 Agustus mendatang.