Madura United Kedatangan Pemain Asing Baru, Posisinya Gelandang

Madura United Kedatangan Pemain Asing Baru, Posisinya Gelandang 4

Football5Star.com, Indonesia – Madura United (MU) memastikan akan menggunakan empat pemain asing untuk mentas dalam Piala Menpora 2021. Mereka juga sudah kedatangan satu nama pemain import asal Brasil yang berposisi sebagai gelandang.

Soal slot pemain asing MU memang menjadi banyak pertanyaan. Sebab sebelumnya, Bruno Lopes yang baru diumumkan gabung ke dalam skuat Madura United justru bergabung ke klub Brasil, Parana Clube.

Akan tetapi, tim asal Pulau Garam itu memastikan slot pemain asingnya sudah lengkap. Bruno Lopes, Jaimerson Xavier, Jacob Pepper dan satu pemain asing asal Brasil dikonfirmasi akan datang. Namun MU masih belum membuka sosok calon pemain barunya itu.

Begini Jawaban Botafogo Usai Bruno Matos Mengemis Minta Gabung Bruno Matos Madura United - Instagram @maduraunited

“Pemain asing kami sudah lengkap. Sekarang lagi proses karantina. Ada Jaime, Bruno Lopes, dan satu asing baru karantina, besok keluar. Posisinya gelandang, ini pemain yang baru. Dia belum pernah main di Indonesia,” beber Manajer MU, Haruna Soemitro, kepada awak media di Jakarta.

Tak cuma pemain asing, Madura United saat ini tengah bernegosiasi dengan pemain lainnya. Mereka juga tak menampik tengah menggoda Greg Nwokolo untuk mudik ke Madura untuk Piala Menpora 2021.

“Greg masih proses lah. Maunya (Greg) balik lagi. Ya mudah-mudahan,” pungkas Haruna.

Madura United sendiri masuk ke dalam Grup C yang dilaksanakan di Bandung. Mereka akan bertempur dengan tim-tim Jawa Timur, yakni Persebaya Surabaya, Persik Kediri, dan Persela Lamongan, serta PSS Sleman.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Nasib Kompetisi Belum Juga Jelas, Madura United Siap Bubarkan Tim

gamespool
Nasib Kompetisi Belum Juga Jelas, Madura United Siap Bubarkan Tim 8

Football5star.com, Indonesia – Direktur Madura United, Haruna Soemitro, sudah menyiapkan langkah tegas sembari menunggu kejelasan nasib Liga 1 2020-21. Ia mengaku siap membubarkan tim andai nasib kompetisi belum juga menemui titik terang hingga akhir 2020.

Haruna sendiri tak akan menahan pada pemain Madura United yang ingin mencari klub baru dalam waktu dekat. Selain itu, ia juga sudah menyiapkan empat poin dalam surat pembubaran tim yang bakal disebarkan ke seluruh penggawa Laskar Sappe Kerrab.

“Bahkan klub sudah menyiapkan konsep surat pembubaran kepada seluruh komponen tim,” kata Haruna Soemitro seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman Kompas.

Haruna Soemitro - Madura United - Liga 1 - @maduraunitedfc - Copy
instagram.com/maduraunited.fc

Kompas juga membeberkan empat poin yang bakal dimuat dalam surat pembubaran tim Madura United. Keempat poin tersebut adalah:

  • Sisa gaji hingga Desember 2020 akan tetap dibayarkan. Sesuai dengan SK PSSI terakhir.
  • Diberikan kesempatan kepada para pemain untuk mencari klub lain.
  • Mulai Januari 2021 dan seterusnya, tak ada lagi hak gaji.
  • Apabila sudah ada kejelasan dari PSSI dan PT LIB, maka pemain akan kembali dipanggil sesuai dengan kebutuhan tim.

Klausul nomor empat dimasukkan Haruna untuk mengantisipasi tanggapan dari pihak kepolisian mengenai nasib Liga 1. Ia memasukkan klausul tersebut karena bejalar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya.

“Kan ada klausul nomor empat. Kami tidak mau kena prank dari PSSI dan PT LIB untuk ketiga kalinya,” kata pria yang pernah menjabat sebagai ketua Asprov PSSI Jawa Timur itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Madura United Kasih Syarat Sriwijaya FC Andai Pinjam Beto Goncalves

Madura United Kasih Syarat Sriwijaya FC Andai Pinjam Beto Goncalves 12

Football5Star.com, Indonesia – Madura United akhirnya berbicara soal kabar akan meminjamkan Beto Goncalves ke Sriwijaya FC di Liga 2 2020. Mereka tak masalah, asal sang pemain harus sudah kembali ke Pulau Garam saat putaran kedua Liga 1 2020.

Memang, Sriwijaya FC sudah sejak awal bulan lalu sempat membocorkan akan ada pemain level Timnas Indonesia yang akan datang. Pemain itu berposisi sebagai striker, dan Beto disebut-sebut menjadi sosok yang dinantikan para suporter Laskar Wing Kito.

Pemain naturalisasi asal Brasil tersebut bahkan dikatakan sudah setuju untuk bermain buat Laskar Wong Kito di Liga 2 2020. Kabarnya dia akan pindah ke Sriwijaya FC dengan status pinjaman. Hal itu dibenarkan oleh Direktur Madura United, Haruna Soemitro.

“Ya (Beto Goncalves ke Sriwijaya FC) tapi masih proses penjajakan,” kata Haruna Soemitro saat dihubungi awak media. “Soal regulasi diperbolehkan saja,” sambung dia.

Madura United Kasih Syarat Sriwijaya FC Andai Pinjam Beto Goncalves Beto Goncalves Buka Suara Soal Kabar Bakal Hijrah ke Sriwijaya FCKamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain yang Sering Gonta-Ganti Klub di Liga 1 2020
Instagram Madura United

Meski demikian, Haruna Soemitro menjelaskan kalau Beto Goncalves hanya akan pergi dengan status pinjaman. Sebab, Madura United tentu masih sangat membutuhkan jasa pemain yang kini berusia 39 tahun tersebut.

“Selesai putaran delapan besar Liga 2, sudah harus kembali memperkuat Madura United di putaran kedua Liga 1 2020,” papar Haruna Soemitro.

Sebelumnya, Beto Goncalves jua sudah bicara soal kemungkinan bakal ke Sriwijaya FC. Dia jua mengaku tak masalah andai akan bermain di Liga 2.

“Memang benar ada tawaran dari Sriwijaya FC. Namun, saya masih belum tahu karena masih diurus oleh agen saya. Saya tidak masalah bermain di Liga 2. Bagi saya, yang penting bekerja,” ujar Beto.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

PSSI: Kalau Ada yang Bisa Buktikan Ini Program Naturalisasi, Silakan Saja

PSSI: Kalau Ada yang Bisa Buktikan Ini Program Naturalisasi, Silakan Saja 16

Football5Star.com, Indonesia – Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Haruna Soemitro, menyebut kalau para pemain asing muda dari Brasil bukan untuk program naturalisasi. Mereka hanya datang karena beberapa klub kehilangan pemainnya yang tak mau direnegosiasi.

Belakangan memang tiba-tiba ada lima pemain belia asal Brasil datang ke Indonesia. Mereka ialah Maike Henrique, Thiago Apolina Pereira, Pedro Henrique Bartoli Jardim, Hugo Guilherme Correa Grillo, dan Roberth Junior Rodrigues Santos.

Maike Henrique dan Thiago Apolina berlatih bersama Persija Jakarta. Pedro Henrique dan Hugo Guilherme resmi diperkenalkan oleh Arema FC. Lalu yang terakhir Madura United turut mengumumkan kedatangan Roberth Junior.

Haruna Soemitro Serang Sesmenpora, Disebut Terlalu Campuri PSSI Haruna Soemitro Melunak Soal Liga 1 Dilanjutkan: Percaya Suara Tuhan

“Istilah mau naturalisasi itu masih terlalu jauh. Kalau ada yang bisa membuktikan, ini program naturalisasi, iya silakan saja. Bahwa nanti kemudian di klub ini ternyata menurut pelatih pemain itu bagus, ternyata memberikan kontribusi yang bagus bagi klub maupun Timnas silakan saja. Itu masih langkah terlalu jauh yang harus kami pikirkan,” kata Haruna Soemitro dalam rilisnya.

“Sekarang ini yang harus diapresiasi mestinya dari banyak pihak itu adalah klub sekarang kedatangan pemain muda asing. Ini kan harus diapresiasi. Selama ini kan kita kedatangan pemain asing selalu usia-usianya di atas 30 tahun,” lanjut dia.

Para pemain asing itu memang datang rata-rata kelahiran 2001. Mereka masih belia untuk ukuran pesepak bola dan Haruna menyebutnya sebagai investasi.

“Ini bagi Madura investasi luar biasa. Karena Madura menganggap pemain itu sebagai aset yang kita petik nantinya. Kalau nanti PSSI membutuhkan untuk Timnas, itu hal yang masih terlalu jauh,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Haruna Soemitro: Orang Terlalu Paranoid dengan Istilah Naturalisasi

Haruna Soemitro: Orang Terlalu Paranoid dengan Istilah Naturalisasi 20

Football5Star.com, Indonesia – Direktur Madura United, Haruna Soemitro, menyebut kalau orang-orang terlalu paranoid dengan istilah naturalisasi yang belakangan ramai. Padahal menurutnya kedatangan pemain-pemain belia Brasil bukan untuk program naturalisasi.

Belakangan memang tiba-tiba ada lima pemain belia asal Brasil datang ke Indonesia. Mereka ialah Maike Henrique, Thiago Apolina Pereira, Pedro Henrique Bartoli Jardim, Hugo Guilherme Correa Grillo, dan Roberth Junior Rodrigues Santos.

Maike Henrique dan Thiago Apolina berlatih bersama Persija Jakarta. Pedro Henrique dan Hugo Guilherme resmi diperkenalkan oleh PSSI. Lalu yang terakhir Madura United turut mengumumkan kedatangan Roberth Junior.

Haruna Soemitro: Orang Terlalu Paranoid dengan Istilah Naturalisasi

“Dalam 3 hari ini saya dibombardir pertanyaan dari banyak media tentang issue atau fakta akan adanya naturalisasi pemain. Banyak media menghubungi saya, menanyakan tentang adanya kedatangan pemain baru dari Brasil di klub-klub Arema, Persija, termasuk Madura,” ungkap Haruna Soemitro dalam rilis yang diterima Football5Star.

“Orang terlalu paranoid dengan istilah naturalisasi. Padahal, apa ceritanya naturalisasi, kami belum berpikir ke sana. Bahwa klub ini kemudian menyeleksi pemain karena mau start kompetisi pun biasa,” lanjut dia.

Kedatangan Robeth Junior Rodrigues Santos ke Madura United disebut sangat normal. Sama halnya tiap musim klub mencari pemain asing untuk memperkuat tim menghadapi kompetisi.

“Itu normal dari tahun ke tahun kami lakukan seperti ini. Karena kompetisi, karena kebutuhan tim, kami seleksi pemain baru. Ada penawaran dari agen, kami lihat kebutuhan kami apa sekarang,” ujar Haruna Soemitro.

“Kami juga mengantisipasi, kalau slotnya masih ada ya kami seleksi. Kalau slotnya tidak ada, barangkali ada pemain asing yang tidak deal dengan renegosiasi kontrak, iya kami akan isi ini dengan pemain baru,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Haruna Soemitro Tuding Sesmenpora Terlalu Banyak Bicara

Haruna Soemitro Tuding Sesmenpora Terlalu Banyak Bicara 24

Football5Star.com, Indonesia – Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Haruna Soemitro, menyerang Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto yang disebutnya terlalu banyak berkomentar. Hal itu merujuk kepada pernyataan Gatot soal Timnas Indonesia yang belum jua latihan.

Seperti diketahui, Gatot sempat dimintai komentar oleh wartawan soal Timnas U-19 dan senior yang belum latihan. Padahal, PSSI sempat mengangendakan latihan pada 23 Juli, lalu bergeser ke 1 Agustus, dan akhirnya dikonfirmasi bakal memulainya 7 Agustus esok.

PSSI sempat beralasan kalau hasil SWAB Test timnas Indonesia cukup lama dan menunda TC. Sedang Gatot menyebut yang namanya menunggu hasil swab test itu tidak terlalu lama. Di Kemenpora, kata dia, sempat SWAB Rest massal, hanya hitungan berapa jam, sudah keluar hasilnya.

“Hubungan PSSI dengan Kemenpora sudah baik dan saling mendukung. Buktinya ada MoU antara PSSI dan Kemenpora terkait bantuan dana untuk timnas Indonesia yang akan berlaga di Piala Dunia U-20. Saya melihat ada orang yang tidak senang melihat kemesraan antara PSSI dan Menpora,” kata Haruna Soemitro.

Gatot S. Dewa Broto - Kemenpora - Syed Saddiq - Medcom

“Gatot S Dewabroto seperti police watch yang selalu mengkritisi apapun yang dilakukan PSSI. Dia sepertinya suka melihat PSSI dan Menpora berantem. Padahal urusan serta pekerjaan dia sebagai Sesmenpora itu banyak. Jangan hanya urusin PSSI saja,” sambung pria yang juga Direktur Madura United tersebut.

Padahal, Haruna sendiri memuji Menpora Zainudin Amali. Menpora, dijelaskan Haruna Soemitro, tidak mau mencampuri urusan internal PSSI terkait kapan latihan timnas Indonesia.

“Terima kasih pak Menpora Zainudin Amali yang selalu mendukung kami (PSSI). Beliau juga selalu berkomentar positif dan adem kepada PSSI. Ini tentu menjadi hal yang bagus dan enak dilihatnya,” ujar Haruna Soemitro.

Sementara itu saat dihubungi, Gatot S Dewa Broto sendiri tak mau menanggapinya secara serius. Dia menyebut kalau tak ada masalah dengan pernyataan dari Haruna. “Santai saja,” singkat Gatot saat dihubungi Football5Star sambil tertawa.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Madura United Soal Rahmad Darmawan Jadi Cawabup: Jangan Nyasar!

Madura United Soal Rahmad Darmawan Jadi Cawabup: Jangan Nyasar! 28

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Madura United, Rahmad Darmawan, sempat diberi saran oleh Haruna Soemitro soal dirinya yang disebut maju jadi Calon Wakil Bupati (Cawabup) Lampung Tengah. Direktur Madura United itu hanya berpesan kepada Rahmad agar tak salah jalan.

Seperti diketahui, belakangan nama Rahmad memang ramai disebut-sebut terjun ke dunia politik. Dia disebut-sebut bakal maju dalam pemilihan bupati Lampung Tengah periode 2021-2024.

Nama Rahmad Darmawan dipasangkan dengan Nessy Calvia Mustafa. Dia tak menampik kabar tersebut dan memang dirinya digadang-gadang maju usai diunggulkan dalam sebuah survei.

Rahmad Darmawan Punya Perahu untuk Maju Jadi Wabup Lampung Tengah
Indra/F5S

“Saya tidak pernah bisa katakan apapun karena sebenarnya bukan kita yang menginginkan (masuk ke dunia politik) tapi waktu atau situasi yang menggiring kita ke sana,” ungkap Rahmad Darmawan soal rencana jadi Cawabup Lampung Tengah.

Rahmad Darmawan menyebut kalau dirinya jua belum berkomunikasi dengan manajemen Madura United soal maju jadi Cawabup Lampung Tengah. Hanya saja, dia mengaku sempat diberi pesan oleh Haruna Soemitro sambil bercanda.

“Belum. Tadi malam becandaan sm haruna dia bilang bahasanya ‘jangan nyasar di jalan yang gelap’ terus saya bilang apa si pak artinya susah banget. Becanda dia… “Maksudnya, nyari yang terang-terang saja’ Kalau topi saya dibuka kan terang,” kata Rahmad Darmawan sambil bercanda.

Rahmad tak menampik kalau sudah ditawari oleh salah satu partai politik. Namun, dia enggan menyebut identitas parpol itu. Eks nahkoda Persija Jakarta itu menyebutnya sebagai perahu.

“Semua sudah siap gak ada masalah dengan istilah politiknya perahu. Cuma sekarang saya minta waktu dalam beberapa hari ini untuk merenung istikharah apa keputusannya nanti. Sekali lagi ada hal yg kadang-kadang tidak kita inginkan tapi waktu yang menggiring kita ke sana,” tutup Rahmad.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Haruna Soemitro: Go Ahead Satgas Timnas!

Haruna Soemitro: Go Ahead Satgas Timnas! 32

Football5Star.com – Indonesia, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Haruna Soemitro, menilai tak ada yang salah dari dibentuknya Satgas Penanganan Timnas Indonesia. Justru, menurutnya ini bagus demi prestasi Indonesia.

Seperti diketahui, pembentukan satgas ini memang sempat menuai beberapa reaksi. Banyak yang menyebut kalau dibentuknya satgas yang diketuai Syarif Bastaman ini sebagai bentuk menekan Shin Tae-yong.

Apalagi, Satgas penanganan Timnas Indonesia itu sebelumnya tak melalui pembicaran terlebih dahulu via Exco PSSI. Tapi, Haruna Soemitro memiliki pendapat berbeda. Menurutnya, pembetukan tersebut tak perlu disetujui oleh Exco. Apalagi di dalamnya jua ada Endri Irawan yang jua Exco PSSI.

“Kan ada Pak Endri yang juga Exco. Itu juga salah satu tugas Pak Endri yang dalam susunan Komite Tetap kan bidang Timnas Indonesia,” bilang Haruna Soemitro saat dihubungi wartawan.

Shin Tae-yong Haramkan Pemain Timnas Indonesia Makan Gorengan Ketua Satgas Timnas: Shin Tae-yong Harus Ikuti Arahan Pemberi Kerja!
Indra/Football5star

Malah, pria yang jua menjabat sebagai Direktur Madura United itu menilai kalau satgas ini akan membantu Timnas Indonesia berprestasi. Apalagi, di depan mata banyak agenda-agenda internasional yang diikuti Timnas Indonesia berbagai kelompok usia.

“Terus masalahnya dimana gitu loh? Go ahead (lanjutkan) Satgas Timnas, martabat bangsa ada di pundakmu. Tinggal hasilnya dan perkembangannya apa bisa dilaporkan kepada rapat Exco jika menyangkut pemberhentian/pengangkatan pelatih timnas,” pungkas Haruna.

Satgas sendiri diketuai Syarif Bastaman, dan berisi beberapa nama seperti Indra, Endri Erawan, Yunus Nusi, dan Sumardji. Satgas sebelumnya mengingatkan kalau Shin harus segera tiba di Indonesia pada pekan ini. Hal itu guna mempersiapkan Timnas U-19 Indonesia menuju Piala Dunia U-20 2021.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Haruna Soemitro Melunak Soal Liga 1 Dilanjutkan: Percaya Suara Tuhan

Haruna Soemitro Melunak Soal Liga 1 Dilanjutkan: Percaya Suara Tuhan 36

Football5Star.com – Indonesia, Direktur Madura United, Haruna Soemitro, akhirnya melunak menanggapi Liga 1 2020 yang akhirnya resmi dilanjutkan. Dia bilang memang kalau tak ada bola, mungkin bukan jadi pengurus lagi.

Sebelumnya, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) memang sudah menemui beberapa pihak terkait kelanjutan musim ini yang terhenti akibat virus corona COVID-19. Dari mulai pelatih, klub hingga pemain, semua sudah ditemui oleh PSSI.

Hasilnya, dalam rapat Exco PSSI, disepakati kalau Liga 1 dan Liga 2 2020 akan dilanjutkan. Dari total 14 anggota Exco PSSI, 12 setuju liga dilanjutkan, hanya satu yang tak setuju, sedang satu lainnya memilih abstain.

Haruna Soemitro sendiri menjadi salah satu sosok yang bersikeras Liga 1 harus dihentikan. “Sejak awal saya campaign untuk kompetisi 2020 dihentikan saja dasarnya sederhana; membuat keputusan di tengah ketidakpastian berarti melawan ketidakpastian dengan kepastian, tentu tidak akan ketemu,” kata Haruna dalam rilisnya.

Namun demikian, pria yang jua merupakan anggota Exco PSSI itu akhirnya melunak. Dia berbalik mendukung kompetisi dilanjutkan karena memang sudah melalui mekanisme jajak pendapat dalam rapat Exco PSSI.

Liga 1 2020 Dilanjutkan, Klub Mulai Jadwalkan Berkumpulnya Pemain. Protokol Kesehatan Liga 1 2020
Liga-Indonesiaid

“Ada kepentingan lebih besar yaitu bangsa ini tidak boleh menyerah dan berpangku tangan menghadapi semua bencana sekalipun. Pengambilan keputusan yang demokratis melalui suara terbanyak setuju kompetisi dilanjutkan,” bilang dia.

“Amanat rakyat terhadap kita adalah pengurus sepak bola dan sepa kbola itu adalah kompetisi. Jika kompetisi ini berhenti maka saya bukan pengurus sepak bola lagi,” Haruna menambahkan.

Maka itu, Haruna Soemitro menghormati apapun keputusan yang akan diambil soal Liga 1 2020 dilanjutkan. Bila keputusannya berbeda dengan pedapatnya, dia jelas akan menghormatinya.

“Jika keputusannya berbeda dengan pendapat saya, karena sudah melalui keputusan bersama, saya pasti menghormati dan melaksanakan apapun keputusan yang diambil. Jadi saya setuju apapun keputusan suara terbanyak, vox populi vox dei, suara terbanyak, suara Tuhan,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Haruna Soemitro Soal Susunan Baru PT LIB: Semoga Tak Offside Lagi

Haruna Soemitro Soal Susunan Baru PT LIB: Semoga Tak Offside Lagi 40

Football5Star.com – Indonesia – Direktur Madura United, Haruna Soemitro, turut buka suara terkait susunan anyar di PT Liga Indonesia Baru (LIB) usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa. Dia berharap kepengurusan baru ini tak lagi offside.

Seperti diketahui, PT LIB memiliki direktur utama, komisaris utama, dua dua komisaris dalam RUPS LB, Sabtu (13/6/2020). Posisi Dirut diduduki Ir. Akhmad Hadian Lukita, MBA, QWP. Sedangkan untuk komisaris Utama dipilih Juni Ardi Anto Rahman. Sementara untuk dua posisi komisaris terpilih yakni Mayjen TNI (Purn) Leo Siegers dan Mayjen TNI (Purn) Andogo Wiradi.

Tentu, ada harapan besar dalam kepengurusan baru PT LIB. Apalagi, saat ini LIB jua dituntut untuk bisa menggulirkan kembali Liga 1 2020 dengan baik di tengah COVID-19.

“Sekarang, beban ada di pundak mereka untuk mengeksekusi kebijakan PSSI yang ingin melanjutkan kompetisi. Lalu, tinggal mereka mampu atau tidak? Itu yang akan kami tunggu bersama. Agar driver-nya tidak offside lagi,” bilang Haruna Soemitro.

Sah! Ilmuwan Lulusan ITB, Akhmad Hadian Lukita Jadi Dirut Baru PT LIB Haruna Soemitro

Haruna sendiri menyebut kalau ucapann soal driver yang offside sama sekali tak menyinggung siapapun. Hanya saja, dia mengingatkan agar semuanya bisa berjalan seperti yang seharusnya, terutama dengan kepengurusan baru dan semangat baru.

“Mudah-mudahan dengan pengurus baru ini, PT LIB bisa kompak dan solid menyambut situasi yang benar-benar tidak normal ini,” papar dia.

“Menurut saya, dengan segala dinamika, fakta menunjukkan bahwa PSSI telah melakukan seleksi internal terhadap beberapa kandidat yang ada. Dan hasil ini membuktikan bahwa Dirut PT LIB tidak kosong lagi. Itu yang penting,” tutup Haruna Soemitro.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Madura United Tak Ikut Kompetisi Bertitel Bersahabat dengan COVID-19

Madura United Tak Ikut Kompetisi Bertitel Bersahabat dengan COVID-19 44

Football5Star.com – Direktur Madura United, Haruna Soemitro, dengan tegas menolak wacana menggulirkan kembali kompetisi di tengah pandemi virus corona COVID-19. Dia beralasan kalau ada banyak yang dipertaruhkan andai Liga 1 2020 dipaksakan untuk berjalan.

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) baru saja menggelar rapat virtual terkait keputusan nasib Liga 1 2020. Dalam rapat itu, klub-klub memiliki pendapat sendiri-sendiri dalam mengusulkan nasib kompetisi.

Tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu menjadi salah satu yang dengan tegas ingin Liga 1 2020 disetop saja. Mereka jua tak memiliki syarat, intinya kompetisi dihentikan saja karena berbagai alasan, salah satunya kesehatan.

“Madura United pasti tidak akan ikut kompetisi dengan titel ‘bersahabat’ dengan COVID-19. Tentu dengan segala risikonya. Karena menurut kami keselamatan dan kesehatan orang yang utama!” bilang Haruna secara tegas dalam rilisnya.

Rahmad Darmawan Himbau Pemain Madura United Untuk Tetap Berlatih di Rumah

“Kalau dimulai lagi di tengah ketidakpastian kontrol penyebaran COVID-19, risiko kontrol terhadap orang dengan mobilitas masing-masing akan lebih mengancam kesehatan dan keselamatan banyak orang,” sambung dia.

Laskar Sape Kerrab, lanjut Haruna, menyebut ada banyak hal yang beresiko besar bila dipaksakan. Harusnya semua pihak menurutnya menahan diri sampai pandemi ini benar-benar berakhir.

“Maka exit plan-nya akan lebih sulit dan rumit karena statusnya kompetisi sudah on kembali. Saat ini ada yang lebih primer, yaitu kesehatan dan keselamatan bersama,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Haruna Soemitro, Berawal dari Bonek Sampai Jadi Anggota Exco PSSI

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com – Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Haruna Soemitro, mengaku dahulu merupakan Bonek sejati yang mencintai Persebaya Surabaya. Makanya dia jua sempat menjadi manajer Persebaya di masa lalu.

Haruna bercerita kalau memang sejak kecil sangat hobi dengan sepak bola. Tapi sayangnya, kala itu dia gagal menjadi pemain. Jalan menjadi pengurus kemudian diambilnya.

“Kalau suka sepak bola sejak kecil, pertama kali jadi pengurus Persebaya tahun 2003 ketika kamu (Hamka Hamzah) jadi pemainnya itu,” ungkap Haruna dalam kanal Youtube Hamka Hamzah.

“Ya pertama karena hobi sejak kecil rumah di desa dekat lapangan sepak bola, tapi gagal jadi pemain. Otomatis karena kecintaan kepada sepak bola, jadi pengurus,” sambung dia.

Haruna Soemitro, Manajer Madura United meminta Panitia Pelaksana (Panpel) Persib Bandung bisa menjamin keamanan para pemainnya - Football5star - Bola Madura

Nah pada 2003, saat itu Persebaya Surabaya tengah didera beberapa persoalan hingga terdegradasi. Hal itu menjadi momentum buat Haruna ikut andil membangun Persebaya.

“Ada momentum ada krisis di Persebaya kemudian saya terpanggil untuk bersama teman-teman di Surabaya membangun kembali dan Alhamdulillah 2003 Persebaya juara lalu promosi lagi,” papar Haruna Soemitro.

Tentunya, dia tak ujuk-ujuk langsung masuk ke jajaran manajemen Bajul Ijo. Dia bisa masuk karena memiliki salah satu klub internal Persebaya.

“Jadi awalnya itu saya mencintai sepak bola jadi bonek waktu itu, sampai kemudian saya mendirikan salah satu klub internal di Persebaya waktu itu namanya Ridho FC, setelah itu terpanggil membangun Persebaya,” tutup Haruna.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Haruna Soemitro: RUPS Luar Biasa Ini Kode Keras!

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com – Direktur Madura United, Haruna Soemitro, menyebut keinginan klub-klub menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa sebagai kode. Sebab, ini adalah kali pertama operator menggelar RUPS Luar Biasa.

Seperti diberitakan sebelumnya, seluruh klub Liga 1 2020 secara resmi mengajukan RUPS Luar Biasa untuk PT Liga Indonesia Baru (LIB). Salah satu agenda yang didorong ialah soal kejelasan uang subsidi.

Tak cuma itu, agenda pembahasan jua yang didorong ialah sorotan isu konflik internal. Hal tersebut setelah Cucu Somantri disebut menunjuk putranya, Pradana Aditya sebagai general manager, meskipun sudah dibantah.

Haruna menilai kalau langkah klub menggelar RUPSLB ini tentu menjadi peringatan. Apalagi, Ini pertama kalinya RUPS Luar Biasa diminta oleh semua klub.

Dituding Pengaturan Skor, Haruna: Males Ladeni Netizen, Buang-Buang Energi

“Satu hal yang harus dicatat ya sejak liga ini menjadi korporasi apakah dulu dengan nama Badan Liga, PT Liga atau PT LIB, baru kali ini terjadi permintaan bulat untuk RUPS luar biasa. Ini kode keras,” ungkap Haruna Soemitro dalam rilis yang diterima Football5Star.com.

Pria yang jua merupakan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI itu ingin LIB melihat ini sebagai sinyal. Mereka harus bisa berbenah diri karena klub mungkin sudah gerah.

“Bisa jadi klub sudah mulai berdaulat atau terjadi krisis kepercayaan kepada pengurus korporasi ini,” pungkas Haruna.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Masalah Internal Terungkap, Bukti Pimpinan PT LIB Tak Cakap

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com – Masalah internal yang terungkap ke publik merupakan bukti pimpinan PT Liga Indonesia Baru (LIB) tak cakap. Hal itu yang disuarakan oleh Direktur Madura United, Haruna Soemitro.

Baru-baru ini, para petinggi di PT LIB menyatakan mosi tidak percaya kepada Cucu Somantri. Para petinggi itu ada tiga nama di antaranya, yakni Direktur Operasional, Sudjarno, Direktur Bisnis, Rudi Kangdra, dan Direktur Keuangan, Anthony Chandra Kartawiria.

Mereka beralasan kalau ada beberapa hal keputusan yang dikeluarkan Cucu tak sesuai. Mereka mengajak klub Liga 1 selaku pemilik saham untuk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Petinggi PT LIB: Ini Bukan Mosi Tidak Percaya ke Cucu Somantri

“Ini surat sebagai ungkapan kegelisahan dan keresahan para direktur terkait internal perusahaan. Mereka memberitahukan kepada pemegang saham LIB dalam hal ini 18 klub Liga 1 tentang kondisi internal perusahaan,” kata Haruna Soemitro.

Pria yang jua merupakan anggota Komite Eksekutif (Exco) tersebut menyebut wajar ketiga direktur itu melayangkan surat tersebut. Tapi memang masalah internal ini sampai terungkap jelas karena pimpinan tak cakap.

“Kalau ada dinamika perusahaan sampai terekspose keluar artinya pimpinannya yg tidak mampu dan tidak cakap. Bagaimana ada laporan arus kas perusahaan yang tanda tangan bukan direktur keuangan tapi direktur utama,” papar dia.

Cucu Somantri disebut memang sempat memutuskan sendiri pemangkasan subsidi untuk klub-klub Liga 1. Hal itu yang akhirnya membuat ketiga direkrut menulis surat kekecewaan kepada Cucu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Haruna Soemitro: Kejadian-Kejadian Ini Bikin Saya Geli!

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com – Direktur Madura United, Haruna Soemitro, turut berkomentar soal situasi terkini antara PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Dia tak habis pikir kalau pemegang kekuasaan di sepak bola Indonesia mempertontonkan hal tak layak.

Baru-baru ini, para petinggi di PT LIB menyatakan mosi tidak percaya kepada Cucu Somantri. Para petinggi itu adatiga nama di antaranya, yakni Direktur Operasional, Sudjarno, Direktur Bisnis, Rudi Kangdra, dan Direktur Keuangan, Anthony Chandra Kartawiria.

Mereka beralasan kalau ada beberapa hal keputusan yang dikeluarkan Cucu tak sesuai. Mereka mengajak klub Liga 1 selaku pemilik saham untuk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Hal ini membuat Haruna Soemitro tampaknya tak habis pikir.

Haruna Soemitro - Madura United - Piala Indonesia - @maduraunitedfc - Copy

“Lama-lama saya jadi goblok atau memang saya yang benar-benar bodoh dan ndeso ya? Tontonan/kejadian-kedajian yang terjadi antara PSSI vs PT LIB bikin saya geli; komunikasi pakai saling kirim surat cinta dan saling menggalang dukungan dengan memberi tembusan ke semua klub,” bilang Haruna.

Haruna menyebut kalau tak ada aturan direksi untuk bisa membuat mosi tak percaya kepada dirut. Jika ada masalah, kata dia, harusnya dilaporkan saja ke komisaris, jangan malah diumbar ke publik.

“Orang-orang yang pernah membuat mosi tidak percaya itu saya anggap orang yang tidak memiliki integritas yang baik bahkan berbahaya. Mereka harus masuk daftar persona non grata (orang yang tak diinginkan) tidak boleh terlibat di perusahaan yang berafiliasi kepada PSSI,” tutup Haruna.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Tuntutan Agar PT LIB Gelar RUPS Kian Kencang

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Tuntutan agar PT Liga Indonesia Baru (LIB) harus segera menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) kian kencang. Kali ini disuarakan oleh Direktur Madura United, Haruna Soemitro.

Seperti diketahui, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) belakangan tengah disorot oleh masyarakat sepak bola Indonesia. Bukan tanpa sebab, Dirut LIB, Cucu Somantri disebut-sebut menunjuk anaknya, Pradana Aditya sebagai General Manager di LIB.

Meski belakangan Cucu membantahnya, tapi kisruh internal kabarnya tengah ada dalam tubuh LIB. Menggelar RUPS, menurut Direktur Madura United, Haruna Soemitro, menjadi salah satu jalan menyelesaikan konflik ini meski fokusnya untuk masa depan kompetisi.

Dituding Pengaturan Skor, Haruna: Males Ladeni Netizen, Buang-Buang Energi

“RUPS luar biasa itu memang jadi tumpuan klub tapi caranya dalam rangka untuk meminta PT LIB menjelaskan rencana bisnis, bukan masalah yang terjadi di PT LIB sekarang,” ungkap Haruna saat dihubungi wartawan.

Saat ini, LIB memang harus memperjelas nasib kelanjutan kompetisi yang ditunda. Hal itu harus menjadi konsentrasi utama, ketimbang meributkan masalah-masalah internal.

“Memang ada tuntutan dari klub agar PT LIB segera menggelar RUPS luar biasa untuk memastikan rencana bisnis kalau kompetisi ini berhenti seperti apa, kalau berlanjut bagaimana. Dua hal itu saja yang menjadi bagain konsen klub hari ini,” tutup Haruna.

Anggota Exco Haruna Soemitro sebut Ratu Tisha Masih Sekjen PSSI

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Haruna Soemitro mengungkapkan bahwa Ratu Tisha Destria masih berstatus sebagai Sekretaris Jendral PSSI meski sudah mengajukan diri mundur pada Senin (13/4/2020).

“Sekjen sudah mengundurkan diri melalui surat tertulis dan itu hak pribadi. Namun secara organisasi masih harus diputuskan apakah pengunduran dirinya diterima atau tidak. Pemberhentian sekjen harus melalui rapat Exco. Dan sampai saat ini belum ada rapat mengenai hal itu,” ujar Haruna seperti dikutip Football5Star.com dari Antara.

Haruna melanjutkan, rapat Exco soal pengunduran diri Ratu Tisha rencananya akan dilakukan bulan ini. Dan nantinya calon sekjen baru yang akan menggantikannya harus melalui tes kelayakan dan kepatutan serta psikotes.

https://www.instagram.com/p/B-6r2hUg77G/

“Itu semua protes. Hal seperti kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) serta psikotes itu kan, alat untuk menilai seseorang. Kalau kemudian itu diperlukan, kenapa tidak. Itu nanti kesepakatan di rapat,” kata orang yang juga menjadi Direktur Madura United ini.

Seperti yang diketahui Ratu Tisha mengundurkan diri dari jabatan Sekretaris Jendral PSSI pada Senin (13/4/2020). Dia sudah menjabat sebagai Sekjen sejak tahun 2017.

Berbagai prestasti didapatkan oleh wanita berusia 34 tahun itu. Ratu Tisha berhasil menjadi wakil presiden AFF setelah terpilih pada 22 Juni 2019. Dia juga merupakan penggerak turnamen usia muda seperti Elite Pro Academy U-16, U-18, dan U-20.

Tisha juga berperan besar dibalik keberhasilan Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Dia yang berjuang meyakinkan FIFA saat melakukan Kongres di Paris, Prancis.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Madura United Dukung Liga 1 2020 Dihentikan Total

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Madura United mengaku mendukung PSSI untuk menghentikan Shopee Liga 1 2020 andai situasinya tak bisa dikendalikan. Karena hal itu merupakan salah satu cara menjaga kesehatan semua insan sepak bola.

Seperti diketahui, PSSI menentukan sikap terkait kondisi penyebaran COVID-19. Mereka menetapkan status force majeure pada periode Maret-Juni.

PSSI akan melanjutkan Shopee Liga 1 dan Liga 2 2020 pada 1 Juli bila pemerintah tak memperpanjang status darurat nasional sampai 29 Mei. Tapi jika status darurat diperpanjang, maka Liga 1 dan Liga 2 akan dihentikan seperti 2015.

Para Pemain Baru yang Langsung Cetak Gol Debut di Klubnya pada Liga 1 2020
Instagram Madura United

“Saya orang yang beraliran lebih baik kompetisi musim ini berhenti total. Buat kami di Madura United, sepak bola itu penghidupan bukan kehidupan. Kami sekarang fokusnya masih dengan kehidupan,” ungkap Direktur Tim, Haruna Soemitro.

Tim besutan Rahmad Darmawan itu, lanjut dia, akan mematuhi apapun keputusan dari PSSI karena ini semua demi kesehatan bersama. Apalagi, masalah ini bukan cuma menimpa Indonesia, tapi seluruh dunia.

“Situasi bencana global seperti ini tidak elok menghitung kerugian. Pasti semua tim rugi kecuali para spekulan,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Lutfulla Turaev Memaksa Bergabung dengan Madura United

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Pemain asal Uzbekistan, Lutfulla Turaev diakui memaksa untuk bergabung dengan Madura United. Tapi, pihak Madura United tak mau gegabah karena surat-suratnya tak lengkap.

Seperti diketahui, skuat berjuluk Laskar Sape Kerrab itu, sempat mengumumkan akan merekrut Lutfulla Turaev untuk menggantikan Brian Ferreira. Tapi, nyatanya hingga tenggat waktu yang sudah ditetapkan, si pemain belum jua menampakkan batang hidungnya.

Alhasil, tim besutan Rahmad Darmawan itu memutuskan batal mengontrak Turaev. Tapi, pemain Timnas Uzbekistan itu diakui memaksa datang ke Indonesia. Tapi, Madura United tak mau gegabah karena tak mendapatkan surat keluar dari klub si pemain, Bunyodkor FC.

Madura United Bersiap Cari Pengganti Lutfulla Turaev

“Meskipun pemain memaksakan untuk datang, kami tetap tolak. Karena syarat submit ITC harus ada surat tersebut,” bilang Direktur Tim Madura United, Haruna Soemitro, dikutip Jawa Pos.

Menurut Haruna, Bundyodkor memang masih memiliki kontrak dengan Turaev. Tapi, nyatanya Lutfulla Turaev sudah meminta keluar karena tak digaji oleh Bundyodkor FC.

“Pemain yang minta keluar karena klub yang saat ini tidak membayar gaji sudah dua bulan,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Madura United Kapok Pekerjakan Pelatih Asing

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Manajer Madura United, Haruna Soemitro, mengaku sudah lelah mempercayakan posisi pelatih kepala kepada sosok asing Manajer Madura United, Haruna Soemitro, mengaku sudah lelah mempercayakan posisi pelatih kepala kepada sosok asing . Ia pun berharap kehadiran Rahmad Darmawan di posisi pelatih kepala akan bisa membawa Laskar Sappe Kerrab tampil konsisten.

Musim lalu, Madura United sempat bereksperimen dengan mempekerjakan Dejan Antonic sebagai pelatih kepala. Namun, pria asal Serbia itu hanya bertahan selama satu putaran dan posisinya digantikan oleh Rasiman sebagai caretaker hingga akhir musim.

Di bawah arahan Rasiman, Andik Vermansyah dkk kesulitan untuk tampil konsisten. Pada akhirnya, mereka gagal mencapai targetnya dan harus puas finis di posisi lima klasemen akhir.

Haruna Soemitro - Madura United - @maduraunited.fc 2
instagram.com/maduraunited.fc

“Tiga tahun kita sudah taste pelatih asing. Dua tahun Brasil dan satu tahun Eropa Timur, nah kita ingin coba taste lokal. Kita sudah merasakan taste asing. Tastenya kita sudah tahu dan kalau sudah tahu tastenya asing, satnya kita beri kesempatan pelatih lokal,” kata Haruna Soemitro dikutip dari laman resmi Liga 1.

Dalam kesempatan yang sama, Haruna juga mengungkapkan alasan di balik penunjukan Rahmad Darmawan. Menurutnya, Rahmad Darmawan ditunjuk karena dianggap mampu membawa Madura United merengkuh gelar juara musim depan.

“Kita sama-sama gregetan. Pelatih sekelas RD gagal membawa timnya juara, dia gregetan soal itu dan kita sama, Madura juga gregetan ingin jadi juara. Kurang apa Madura dalam tiga tahun ini. Kesamaan itu yang akhirnya kita klop,” katanya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Jadi Exco PSSI, Haruna Soemitro Mungkin Mundur dari Madura United

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Haruna Soemitro mempertimbangkan kemungkinan untuk meletakkan jabatannya sebagai manajer Madura United. Hal itu setelah dia terpilih sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI periode 2019-2023.

Seperti diketahui, Haruna sukses terpilih sebagai anggota Exco hanya dalam putaran pertama saja. Dia sukses mendapatkan 45 suara sah dalam Kongres Pemilihan PSSI di Hotel Shangri-La, Sabtu (2/11).

Tentu untuk menghindari konflik kepentingan, eks ketua Asprov PSSI Jatim itu mempertimbangkan untuk mundur dari jabatan manajer Madura United. Tapi mungkin dia mundur setelah dilantik nantinya.

Mochamad Iriawan ies 1

“Pastinya saya akan mempertimbangkan mundur dari Madura United. Itu kalau sudah benar-benar dilantik dan terpilih,” ungkap Haruna kepada wartawan di Hotel Shangri-La.

Haruna sendiri punya alasan tersendiri maju sebagai anggota Exco PSSI. Dia jua memilih Exco ketimbang manajer Madura United karena tanggung jawab yang besar.

“Ini kan amanah dari teman-teman. Kita ingin memikirkan kepentingan lebih besar,” pungkas dia.

Selain Haruna, Yoyok Sukawi, Dirk Soplanit, Endri Erawan, Hasnuryadi Sulaiman, Juni Rahman, Pieter Tanuri, Sonhadji, Ahmad Riyadh, Hasani Abdul Gani, Yunus Nusi, dan Vivin Cahyani berhak terpilih jadi anggota Exco periode 2019-2023.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Haruna Soemitro Setelah Terpilih Jadi Exco PSSI: Innalillahi

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Manajer Madura United, Haruna Soemitro, menyebut kalau menjadi anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI sebagai tanggung jawab besar. Tapi dia siap mengemban amanah para voters.

Seperti diketahui, Haruna dalam putaran pertama dipastikan menjadi anggota Exco. Dia sukses mendapatkan 45 suara sah dalam Kongres Pemilihan PSSI di Hotel Shangri-La, Sabtu (2/11).

Menurutnya hal ini merupakan amanat yang besar. Dia berharap bisa menjalankan harapan pemilik suara menuju sepak bola Indoneaia yang lebih baik.

Dituding Pengaturan Skor, Haruna: Males Ladeni Netizen, Buang-Buang Energi

“Bagi saya ini Innalillahi wa inna illahi rojiun, artinya dengan ada amanah seperti itu amanah yang tidak hanya harus dipertanggung jawabkan ke pemilih,” ungkap Haruna kepada wartawan.

Menurutnya status ini sangat sukit untuk dipertanggungjawabkan. “Kita mempertanggungjawabkan yang tidak mudah ke akhirat karena kita diberi amanah dan tidak mudah untuk menjalankan ini,” sambung dia.

Haruna sendiri bertekad menggunakan kesempatan tersebut sebaik-baiknya. Apalagi prestasi Timnas Indonesia belakangan disorot tajam karena mengalami demotivasi.

“Karena kita di klub, saya pikir kita lebih konsen ke membuat situasi kompetisi musim depan lebih baik lagi,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Madura United Bakal Diarsiteki Mantan Asisten Luis Milla?

Banner live dan podcast baru

Football5star.com – Madura United saat ini masih mencari pelatih anyar setelah ditinggalkan Dejan Antonic yang memilih untuk mundur. Ada kabar mereka tengah mendekati mantan asisten Luis Milla, Miguel Gandia, yang bakal ditunjuk sebagai suksesor Dejan.

Seperti diketahui, Dejan memutuskan untuk meninggalkan jabatannya sebagai pelatih setelah merasa kurang maksimal bersama Madura United. Apalagi, mereka sempat mengalami krisis kepercayaan diri padahal memiliki skuad yang bagus.

Miguel Gandia muncul sebagai kandidat kuat. Apalagi, Manajer Madura United, Haruna Soemitro, tak menampik kalau pihaknya tengah mendekati pelatih asal Spanyol tersebut.

Migue Gandia Wahyudin jawapos
Wahyudin jawapos

“Kami sedang bernegosiasi dengan salah satu asisten pelatih Luis Milla di timnas Indonesia lalu. Miguel Gandia Monton dari Spanyol,” bilang Haruna dikutip dari Jawa Pos.

Kendati begitu, Gandia tampaknya cuma akan diplot sebagai pelatih fisik. “Setelah coaching staff ini lengkap dan tahu problemnya, baru kami tahu profil pelatih kepala seperti apa yang pantas dan mau berjuang untuk Madura United,” lanjut dia.

Saat ini, Madura United diakui Haruna sangat berhati-hati memilih pelatih. Apalagi, mereka menargetkan diri untuk jadi kampiun di Liga 1 2019.

“Kami belum berpikir untuk mencari pelatih definitif. Kalaupun nanti sudah memutuskan, saya pastikan bukan dari pelatih yang dipecat dari tim liga 1,” tutup dia.

Tiket Semifinal Piala Indonesia Jadi Harga Mati Untuk Madura United

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Manajer Madura United, Haruna Soemitro, mengatakan bahwa anak asuhnya harus bisa mengalahkan Persebaya Surabaya dan meraih tiket semifinal Piala Indonesia. Menurutnya, partai melawan Persebaya pada tanggal 27 Juni nanti memiliki arti yang sangat penting untuk Madura United.

Pada pertemuan leg pertama beberapa waktu lalu di Stadion Gelora Bung Tomo, kedua tim harus puas mengakhiri pertandingan dengan skor imbang, 1-1. Pertandingan tersebut diwarnai oleh aksi protes Bonek yang kecewa dengan penampian kurang menjanjikan Persebaya dalam beberapa pekan terakhir.

“Sepakbola tidak hanya tentang pertandingan. Banyak hal di sepakbola, ini soal harga diri, ini soal pertanggung jawaban, ini soal mimpi, ini soal segalanya yang dipertaruhkan,” ujar Haruna Soemitro dikutip dari laman resmi klub.

Haruna Soemitro - Madura United - Piala Indonesia - @maduraunitedfc 2
twitter.com/maduraunitedfc

“Piala Indonesia adalah prioritas dari manajemen bersama-sama dengan kompetisi Liga 1. Sebagai prioritas maka Madura United harus menegaskan bahwa mendapatkan titel kejuaraan Piala Indonesia adalah bagian dari harga diri yang harus dijunjung,” imbuhnya menambahkan.

Persiapan yang mepet pun tak menjadi maslaah untuk Dejan Antonic. Pelatih asal Serbia itu mengaku sudah mempersiapkan tim yang akan diturunkan sebagai starter di partai nanti.

“Sudah siap, semua sudah oke. Kami sudah lama latihan mulai setelah libur lebaran itu kami sudah persiapakan untuk pertandingan melawan Persebaya nanti. Semuanya oke, tidak akan berubah terlalu banyak, sedikit-sedikit saja tergantung lawannya,” katanya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Jadwal Madura United vs Persebaya Belum Jelas, Agenda Uji Coba Dibatalkan

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Manajer Madura United, Haruna Soemitro, merasa cukup kesal karena PSSI hingga saat ini belum juga menentukan kapan laga perempat final Piala Indonesia akan digelar. Madura United pun harus membatalkan agendanya karena masih menunggu kejelasan jadwal.

Laga Persebaya vs Madura United di ajang Piala Indonesia sejatinya akan digelar pada 23 April lalu. Namun, laga itu harus diundur karena Bajul Ijo tak mendapatkan izin dari pihak kepolisian. PSSI pun belum menentukan kapan partai panas itu akan digelar.

Berdasarkan agenda yang telah dibuat, Laskar Sappe Kerrab akan bertolak ke Yogyakarta pada Senin (29/4) untuk menggelar laga uji coba. Di Kota Pelajar, Zah Rahan Krangar dkk rencananya akan menghadapi Persipura Jayapura dan Kalteng Putra.

Madura United - Piala Indonesia - Haruna Soemitro - @MaduraUnitedFC
twitter.com/MaduraUnitedFC

“Saya heran, masak di Bali dan Samarinda bisa, kemudian di Jawa Timur PSSI tidak bisa mengeksekusi, Ini ada apa? Kan ini lucu. Jadi kami gagalkan uji coba yang ke Jogja itu jika belum jelas ini,” terang Haruna Soemitro dikutip dari laman resmi klub.

Kegagalan menggelar laga uji coba tak membuat pelatih Madura United, Dejan Antonic merasa pusing. Ia pun memutuskan untuk tetap menggelar sesi latihan di Bangkalan demi mempersiapkan skuatnya jelang partai melawan Persebaya.

“Hasil diskusi, kami menggagalkan uji coba. Kami akan latihan kembali besok di Bangkalan. Tapi, patut diketahui, ini menggangu ritme (latihan) kami, karena tidak tahu. Takutnya nanti tiba-tiba ada jadwal dan akan main segera,” tandasnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Madura United Kembali Datangkan Penggawa Timnas Indonesia

Football5star.com, Indonesia – Madura United tampaknya sangat serius untuk meraih gelar juara Liga 1 musim 2019 nanti. Hal itu ditunjukkan dengan kedatangan penggawa timnas Indonesia, Syahrian Abimanyu.

Manajer Madura United, Haruna Soemitro mengatakan bahwa Syahrian Abimanyu sudah cukup lama menjadi incaran dari Laskar Sape Kerrap. Ia mengatakan bahwa Syahrian Abimanyu akan menandatangani kontrak pada Sabtu (26/1).

“Seharusnya proses penandatanganan kontrak dengan Syahrian Abimanyu sudah dilaksanakan kemarin. Tetapi, karena saya terlambat dari perjalanan dari Jakarta, penandatanganan kontrak Syahrian direncanakan hari ini,” kata Haruna Soemitro dikutip dari Instagram resmi Madura United.

Syahrian Abimanyu - Madura United - Liga 1 - Goal 2
Goal

Sebelum mendatangkan Syahrian Abimanyu, Laskar Sape Kerrap sudah mendatangkan beberapa pemain. Diantaranya adalah Muhammad Ridho, Andik Vermansyah, Beto Goncalves, Zulfiandi serta Jaimerson Xavier. Selain itu, mereka juga telah menunjuk Dejan Antonic untuk menjadi juru taktik musim depan. Madura United saat ini juga sedang menunggu selesainya proses naturalisasi dari Fabiano Rosa Beltrame.

Di luar lapangan, Laskar Sappe Kerrap juga sudah mendapatkan lima perusahaan besar untuk menjadi sponsor di Liga 1 musim depan. Meski sudah mendapatkan lima perusahaan, mereka masih akan terus mencari sponsor untuk musim depan.

“Yang resmi ada 5 perusahaan yang akan menjalin ikatan kerjasama sponsorship dengan Madura United. Kami masih terus melakukan presentasi dengan sejumlah perusahaan untuk menambah mitra sponsor kompetisi 2019,”  kata Wakil Presiden Laskar Sape Kerrap, Annisa Zafarina.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Manajer Madura United Sambut Baik Laga Amal Melawan Arema

Football5star.com, Indonesia – Pertandingan amal antara Madura United dan Arema FC disambut baik oleh manajer Laskar Sape Kerab, Haruna Soemitro. Menurutnya, laga ini bagus untuk menjaga kebugaran para pemain di tengah penghentian liga.

Seiring dengan diberhentikannya Liga 1 oleh PSSI, Madura berinisiatif untuk melakukan laga amal untuk Haringga Sirila. Seorang anggota the Jakmania yang meninggal dunia di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pekan lalu karena dikeroyok sekelompok orang.

“Bagi tim, laga amal ini juga bagus, karena memang dalam program pelatih, tanggal tersebut sudah memasuki jadwal pertandingan. Sehingga ritme pertandingan bisa terjaga,” kata Haruna seperti dikutip dari situs resmi Liga 1.

Pertandingan digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang dan keuntungan dari pertandingan tersebut akan disumbangkan ke keluarga korban. Rencananya, acara tersebut juga akan dihadiri beberapa tokoh sepak bola nasional.

“Ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap nasih supporter di Indonesia,” sebutnya. Sebelum keputusan penghentian liga keluar dari PSSI, Madura lebih dulu tegas menyatakan tidak ingin bertanding jika belum ada kepastian dari federasi terkait insiden di GBLA.

Haruna Soemitro, Manajer Madura United meminta Panitia Pelaksana (Panpel) Persib Bandung bisa menjamin keamanan para pemainnya - Football5star - Bola MaduraGreg Nwokolo dkk  saat ini bertengger di peringkat kelima klasemen sementara dengan torehan 36 poin. Gomes de Oliviera selaku pelatih harus pintar menyiasati program saat rehat konpetisi. Mengingat lawan selanjutnya yang akan mereka hadapi  Persib Bandung.

Saat ini Maung Bandung masih kokoh di puncak klasemen dengan 44 poin. Pada pertandingan terakhir, mereka sanggup mengakhiri perlawanan Persija Jakarta dengan skor 3-2 di GBLA pekan lalu.

Madura United Ancam Boikot Laga Lawan Persib

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.co, Indonesia – Insiden pengeroyokan sesaat menjelang laga Persib vs Persija berimbas ke pertandingan Liga 1 yang lain. Sebelumnya, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) mengatakan tak akan memberikan rekomendasi bagi PSSI dan PT. LIB untuk menjalankan kompetisi.

Senada dengan BOPI, Manajer Madura United pun menyerukan hal yang sama. Haruna Soemitro, Manajer Madura United meminta Panitia Pelaksana (Panpel) Persib Bandung bisa menjamin keamanan para pemainnya. Hal ini dikarenakan Laskar Sape Kerrab akan bertandang ke kandang Maung Bandung. Kedua kesebelasan akan bertemu di stadion yang sama, pada Sabtu (29/9).

“Saya mengusulkan kepada Presiden Klub (Achsanul Qosasi) untuk tidak berangkat ke Bandung dan tidak bertanding dengan Persib pada pertandingan pekan ke-24 nanti, sebelum kasus meninggalnya suporter selesai. Serta adanya jaminan keamanan terhadap pemain dan suporter. Jika memang konsekuensinya harus dihukum tiga poin, Madura United lebih baik memilih hukuman itu,” ucap Haruna dikutip Football5star dari Bola.com.

Bagi Haruna, ada satu nilai dari sepak bola yang tak bisa hilang, yakni nilai respect. Menurutnya, jika laga tetap dilanjutkan, artinya mereka tak menghormati keluarga korban.

“Karena jika pertandingan tetap berjalan sebagaimana mestinya saat kami melawan Persib nanti, nilai respect dalam sepak bola tidak ada maknanya lagi. Kasihan pada korban dan keluarga korban,” imbuhnya.

Madura United - PS TIRA - Football5star - ligaindonesiaid
ligaindonesiaid

Kejadian kemarin menurut Haruna sudah di luar batas dan di luar kaidah sepak bola yang menjunjung tinggi sportivitas. Kejadian seperti itu tak boleh terjadi lagi di kemudian hari.

Respect terhadap sepak bola tidak bisa dipisahkan dengan lingkungan sekitar. Kejadian kemarin yang menyebabkan meninggalnya suporter bukan bagian dari respek di dunia sepak bola. (Kejadian) Itu sudah berada di luar sepak bola,” tandas Haruna.

Madura United Bantah Bakal Pinjamkan Zah Rahan ke Persebaya

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com – Madura United membantah akan meminjamkan Zah Rahan Krangar ke Persebaya Surabaya. Sebab, saat ini mereka belum menerima tawaran dari klub manapun untuk pemain asal Liberia itu.

Sebelumnya memang beredar kabar kalau mantan pemain Persipura Jayapura itu akan segera didepak dari tim. Laskar Sape Kerab -julukan Madura United dilaporkan tengah mencari pemain asing anyar untuk kian menambah kreasi dari lini tengah timnya.

Dua klub, yakni PSMS Medan dan Persebaya santer diisukan akan meminjam Zah Rahan untuk putaran kedua. Namun, Manajer Madura United, Haruna Soemitro membantah kabar tersebut karena belum ada tawaran dari klub manapun untuk meminjam sang pemain.

zah rahan

“Belum ada (tawaran dari PSMS dan Persebaya). Sampai saat ini, Zah Rahan masih pemain Madura United,” ungkap Haruna kepada wartawan usai menghadiri rapat evaluasi putaran pertama Liga 1 2018 di Hotel Sultan Selasa (24/7) malam.

Diakui, Zah Rahan jadi salah satu pemain yang mungkin akan dievaluasi oleh tim. Semua pemain asing Madura United, lanjut Haruna, akan dilihat lagi kemampuannya.

“Tak cuma Zah Rahan, Beto (Albeto Paula) juga berpeluang dievaluasi. Norah (Nuriddin Davronov) juga bisa kami evaluasi,” tandas dia.

Madura United sendiri memang mencoba mencari tambahan tenaga melihat peluang juara musim ini. Meski saat ini duduk di urutan keempat klasemen, mereka cuma berselisih dua angka saja dari Barito Putera dan PSM Makassar di puncak.

Barter Pemain Persija dan MU Mungkin Batal

Football5star.com – Perjanjian pertukaran pemain Persija Jakarta dan Madura United bisa saja batal terlaksana. Sebab, menurut Manajer Madura United, Haruna Soemitro, belum ada kesepakatan yang terjadi antara keduabelah pihak.

Sebelumnya memang sempat tersiar kabar ada satu nama yang akan didatangkan Persija berasal dari Madura United. Namun Dirut Persija, Gede Widiade, cuma membocorkan kalau si pemain berposisi sebagai bek kanan.

Dalam kesepakatannya, Persija melakukan barter pemain dengan tim asal Pulau Garam itu. Tapi, Haruna mengaku belum bersepakat dengan Persija terkait kesepakatan transfer tersebut. Sebab, sejauh ini hal tersebut masih sebatas rencana.

slamet nurcahyo
@MaduraUnitedFC

“Ya namanya juga rencana. Semuanya bisa direncanakan. Tapi realisasinya kan belum tentu sesuai dengan rencana yang ada,” kata Haruna saat dihubungi awak media.

Tak ditampik, pihak Laskar Sape Kerab tertarik dengan beberapa pemain Macan Kemayoran. Namun dirinya juga enggan untuk membuka siapa pemain Persija yang akan ditukar dan didatangkan.

“Untuk pemainnya memang belum bisa disebutkan namanya. Yang jelas kalau komunikasi dengan Pak Gede itu bisa 24 jam, tidakk hanya urusan ini,” pungkas Haruna.

Persija dan Madura United memang beberapa kali melakukan kerja sama di bursa transfer. Saat Luis Carlos Junior tak dibutuhkan Madura United, contohnya, Persija lantas menampungnya musim lalu.


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com