Juergen Klopp Kesal Inggris Jadikan Trent Alexander-Arnold Gelandang

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Juergen Klopp mengomentari perubahan posisi yang dialami Trent Alexander-Arnold di timnas Inggris. Ia keberatan dengan kebijakan Gareth Southgate.

Pada Kualifikasi Piala Dunia 2021 lalu Trent Alexander-Arnold dijadikan gelandang oleh Gareth Southgate. Apa yang dilakukan nakhoda timnas Inggris tidak diterima Klopp.

Juergen Klopp Bahagia dengan Atmosfer Stadion Anfield - Burnley

Pelatih Liverpool memang tidak menampik Alexander-Arnold telah menjalani peran yang berbeda-beda. Tapi ditempatkan sebagai gelandang di timnas Inggris sebuah keputusan yang tak bisa dimengerti.

“JIka kalian menonton pertandingan kami Anda bisa melihat bahwa posisi Trent telah berubah. Tidak di semua laga tapi dalam permainan jika memungkinan itu sudah berubah sehingga tidak perlu menjadikannya pemain lini tengah,” tegas Juergen Klopp, Sabtu (11/9/2021).

Juerge Klopp Kesal

“Mengapa Anda menjadikan bek kanan terbaik di dunia sebagai gelandang? Itu keputusan yang tidak bisa saya mengerti,” sambung nakhoda asal Jerman.

Juergen Klopp Lega Pemain Brasil Bisa Main

Sementara itu Liverpool akan bersua Leeds United dalam lanjutan Premier League, Minggu (12/9/2021). Eks pelatih Borussia Dortmund sempat khawatir dengan skuatnya.

Juergen Klopp Akui Kartu Merah Reece James Merusak Permainan
This is Anfield

Sebab tiga penggawa asal Brasil seperti Alisson Becker, Roberto Firmino, dan Fabinho, sempat dicekal oleh FIFA. Beruntung, induk sepak bola dunia membatalkan hukuman itu.

Dengan kata lain Juergen Klopp bisa menurunkan skuat terbaik. Termasuk Alisson, Firmino dan Fabinho. Liverpool memang membutuhkan tiga legiun Brasil tersebut. Mereka adalah tumpuan utama Liverpool dalam tiga musim terakhir.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Prediksi: Polandia vs Inggris

Banner Gamespool Baru Football5Star

Polandia vs Inggris
PREDIKSI HASIL
FootballPredictions
Polandia 1-2 Inggris
Predictz
Polandia 0-1 Inggris
Forebet
Polandia 0-2 Inggris
Football5Star
Polandia 0-2 Inggris

 

PGE Narodowy, Kamis (9/9/2021) Pukul 01.45 WIB 

Football5Star.com, Indonesia – Polandia vs Inggris menjadi salah satu laga menarik di jeda internasional tengah pekan ini. Laga Polandia vs Inggris menjadi lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2022 grup I. Laga kedua tim akan berlangsung di PGE Narodowy, Kamis (8/9/2021).

Secara rekor pertemuan, tim tamu jauh lebih unggul dibanding tim tuan rumah. Polandia terakhir menang atas Inggris pada 6 Juni 1973 dengan skor 2-0 di babak kualifikasi Piala Dunia 1974.

Setelah itu, Inggris terlalu tangguh untuk Portugal. Tim Tiga Singa mampu meraih 12 kali kemenangan dan 7 laga lainnya berakhir dengan skor imbang.

Selain itu, jika ditilik dari catatan kedua pelatih, Gareth Southgate memiliki rekor 2 kali kemenangan atas Polandia. Sedangkan Paulo Sousa mengalami kekalahan saat pertemuan pertama melawan Inggris.

Polandia vs Inggris, Tim Tiga Singa Jaga Konsistensi

Inggris tengah berada di kondisi cukup baik jelang laga melawan Polandia. Harry Kane dkk tak terkalahkan di lima pertandingan terakhir. Pada laga terakhir, Inggris meraih kemenangan telak atas Andorra.

Meraih kemenangan telak juga dialami Polandia pada laga terakhir. Robert Lewandowski dkk meraih kemenangan 7-1 atas San Marino pada 6 September 2021.

REKOR PERTEMUAN
Polandia vs Inggris
TREN PERFORMA
Polandia vs Inggris
STATISTIK MENARIK
  • Polandia hanya meraih 1 kemenangan atas Inggris dari 20 kali pertemuan.
  • Sedangkan Inggris meraih 12 kali kemenangan dan 7 pertandingan berakhir imbang.
  • Polandia terakhir menang atas Inggris pada 6 Juni 1973 dengan skor 2-0 di babak kualifikasi Piala Dunia 1974.
  • Tercipta lebih dari 2 gol di 5 pertandingan terakhir kedua tim.
  • Inggris tak terkalahkan dari 5 pertandingan terakhir.
PELATIH
  • Pertandingan Polandia vs Inggris akan mempertemukan Paulo Sousa dengan Gareth Southgate
  • Ini jadi pertemuan kedua Paulo Sousa melawan Inggris. Pada pertemuan pertama, Sousa mengalami kekalahan.
  • Crystal Palace menjadi klub Liga Inggris terbanyak yang pernah dihadapi Paulo Sousa (1 menang, 3 imbang, 1 kalah).
  • Rekor pertemuan kedua pelatih, Sousa tak pernah menang dari dua kali bertemu Gareth Southgate.
WASIT
  • Pertandingan Polandia vs Inggris akan dipimpin oleh wasit asal Jerman, Daniel Siebert
  • Rekor Daniel Siebert: 2 kali menang, 2 imbang, 2 kalah.
  • Tercipta lebih dari 2 gol di 5 pertandingan yang dipimpin Daniel Siebert.
PEMAIN KUNCI

Polandia:

Top Scorer: Robert Lewandowski (6 gol)
Top Assist: Robert Lewandowski (2 assist)
Top Rating: Robert Lewandowski (8,67)

Inggris:

Top Scorer: Harry Kane (4 gol)
Top Assist: Jesse Lingard (2 assist)
Top Rating: Declan Rice (7.69)

*Statistik di Kualifikasi Piala Dunia 2022 versi Whoscored

BERITA KEDUA TIM
  • Polandia: Krzysztof Piatek, Dawid Kownacki, Sebastian Szymanski, Kacper Kozlowski (cedera)
  • Inggris: Dominic Calvert-Lewin, Jadon Sancho (cedera), Tyrone Mings (kartu merah)
PRAKIRAAN FORMASI

Polandia vs Inggris

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Bek Muda Liverpool Masih Masuk Rencana Timnas Inggris

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Lini belakang timnas Inggris sudah penuh sesak dengan talenta-talenta hebat. Tapi pelatih Gareth Southgate masih membuka pintu untuk semua pemain.

Salah satu nama yang diperhitungkan adalah bek Liverpool, Joe Gomez. Ia sejatinya selalu dipanggil Gareth Souhtgate ke timnas. Namun, cedera yang menghantamnya musim lalu membuat Gomez absen di Euro 2020.

inggris
liverpoolfc.com

Sampai saat ini kondisi Joe Gomez belum 100 persen fit. Kendati begitu Southgate memastikan pemain 22 tahun masih masuk dalam rencananya.

“Kami terus berhubungan selama rehabilitasi Joe berjalan. Kami sangat berhati-hati saat memasukkannya kembali ke skuat,” ungkap Southgate seperti dikutip Football5star dari Tribal Football, Selasa (7/9/2021).

Gareth Southgate - Inggris - Crawley Observer
Crawley Observer

“Rehabilitasi dari cedera itu sangat penting untuk diperbaiki. Dia perlu beradaptasi lagi di Liverpool dengan banyaknya menit bermain di lapangan. Itu sangat penting sebelum kami mulai berpikir untuk memilihnya lagi,” sambung sang nakhoda.

Inggris Masih Prioritaskan Joe Gomez

Hampir semusim penuh Joe Gomez menepi akibat cedera. Ia baru kembali merumput pada pramusim. Namanya juga sempat diduetkan dengan Virgil van Dijk, Joel Matip, serta Ibrahima Konate.

inggris 



Sukses Jalani Operasi, Begini Kondisi Joe Gomez

Akan tetapi untuk kompetisi resmi Juergen Klopp belum berani menurunkannya. Dalam tiga laga Liverpool di Premier League belum sekali pun ia dimainkan.

 Situasi ini nyatanya tidak membuat Southgate khawatir. Ia yakin jebolan akademi Charlton Athletic bisa bangkit dalam waktu dekat.

“Dia anak laki-alki yang kami pikirkan dan sangat bagus melihatnya semakin dekat untuk kembali dan tersedia lagi untuk seleksi tim nasional,” tutup nakhoda Inggris.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Reece James Tak Masalah Jarang Main di Timnas Inggris

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Reece James tampil apik bersama Chelsea dua musim terakhir. Tapi untuk menjadi pilihan utama Gareth Southgate di timnas Inggris bukan perkara mudah.

James harus bersaing dengan pemain lain yang lebih berpengalaman. Seperti Trent Alexander-Arnold, Kyle Walker, hingga Kieran Trippier.

Arsenal vs Chelsea: Romelu Lukaku Langsung Cetak Gol, Reece James Gemilang

Jarang dipercaya sebagai starter bersama timnas Inggris memang mengecewakan. Namun, Reece James tidak mau hal itu mempengaruhinya. Ia akan terus memberikan yang terbaik demi bisa dipercaya Gareth Southgate.

“Sebagai pemain sepak bola Anda ingin melakukan pekerjaan Anda dan bermain dan keitka Anda tidak bermain sebanyak yang Anda inginkan itu selalu mengecewakan dan sulit untuk diterima,” ungkap James kepada Sky Sports, Senin (6/9/2021).

reece james
football.london

“Tapi Anda tidak bisa membiarkan itu memengaruhi Anda atau pemain lain. Anda harus menjadi pemain tim yang bagus karena Anda tidak pernah tahu kapan Anda akan mendapatkan kesempatan dan dipanggil,” ia menambahkan.

Reece James Nikmati Persaingan

Bintang muda Chelsea sadar untuk menjadi starter di tim nasional tidaklah mudah. Apalagi persaingan di posisi bek kanan sangatlah ketat.

reece james
currenttimesnews

Kendati demikian dia tidak mau ambil pusing dengan hal tersebut. Reece James justru menikmati persaingan. Karena baginya hanya orang-orang terbaiklah yang layak bermain.

“Ada beberapa pemain yang tidak bermain sama sekali, tapi bagaimana mereka membawa diri sendiri dan atmosfer di sekitarnya. Semua orang menginginkan yang terbaik untuk satu sama lain dan semua orang ingin menang,” imbuhnya.

“Kami mengesampingkan persaingan dan kami adalah satu tim dan semua punya kesempatan untuk menang. Tujuan kami semua di sini adalah untuk juara,” tutup James.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Bukayo Saka Rayakan Ulang Tahun ke-20 dengan Cara Spesial

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Bukayo Saka merayakan ulang tahunnya yang ke-20 dengan cara yang sangat spesial. Ia berhasil mencetak satu gol dan membawa timnas Inggris mengalahkan Andorra dengan skor telak, 4-0, pada Senin (6/9) dinihari WIB.

Saka merasa sangat bahagia karena bisa merayakan ulang tahunnya dengan cara yang sangat spesial. Ia pun tersentuh dengan sambutan hangat yang diberikan para suporter The Three Lions di Stadion Wembley.

Bukayo Saka - Timnas Inggris - The Northern Echo
The Northern Echo

“Ini adalah kado ulang tahun terbaik. Saya sangat senang karena kami berhasil meraih kemenangan dan saya bisa dengan tenang merayakan ulang tahun yang ke-20,” ujar Bukayo Saka dikutip Football5Star dari laman BBC Sport.

“Saya juga sangat senang dengan sambutan yang diberikan oleh seluruh suporter. Hal itu menunjukkan seberapa bangganya mereka terhadap penampilan saya dan itu memiliki arti yang sangat penting buat saya pribadi,” sambung Saka.

GARETH SOUTHGATE SENANG DENGAN SAMBUTAN SUPORTER TIMNAS INGGRIS KEPADA BUKAYO SAKA

Pelatih Inggris, Gareth Southgate, juga merasa sangat tersentuh dengan sambutan meriah yang diberikan pada suporter kepada Saka. Ia pun memastikan bahwa Saka merupakan salah satu anggota skuat yang paling populer di mata para suporter.

“Saka mendapat sambutan yang sangat meriah ketika memasuki lapangan sebelum pertandingan. Dia juga mendapat dukungan luar biasa ketika tampil,” ujar Southgate kepada ITV.

Bukayo Saka - Timnas Inggris - Eurosport
Eurosport

“Saya sangat senang dengan reaksi yang ditunjukkan para suporter kepada Saka. Hal itu menunjukkan seberapa populernya Saka di hadapan para suporter,” tuntas pelatih berumur 51 tahun itu.

Saka dan para penggawa timnas Inggris tidak bisa terlalu lama terjun dalam euforia selepas kemenangan telak atas Andorra. Pasalnya, mereka bakal melawat ke markas tim tangguh, Polandia, pada partai pekan keenam babak Kualifikasi Piala Dunia 2022 pada Kamis (9/9) dinihari WIB.

Inggris vs Andorra: Jesse Lingard Jadi Bintang

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Inggris vs Andorra di Stadion Wembley, Senin (6/9/2021) di Stadion Wembley jadi panggung untuk Jesse Lingard. Pada laga lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2022 grup I, Lingard mencetak dua dari empat gol kemenangan tim Tiga Singa.

Pada babak pertama, Inggris sebagai tuan rumah langsung menekan lini belakang Andorra. Sejumlah peluang berhasil mereka ciptakan. Hasilnya pada menit ke-18, Inggris unggul terlebih dahulu lewat gol yang dicetak Jesse Lingard.

Inggris vs Andorra: Jesse Lingard Jadi Bintang

Gol Lingard berawal dari umpan manis Bukayo Saka setelah memanfaatkan kesalahan pemain tengah Andorra. 1-0 Inggris unggul atas Andorra. Unggul satu gol, Inggris terus menekan lini belakang Andorra.

Di menit ke-39, Inggris hampir bisa mencetak gol kedua. Sayang tendangan bebas Kieran Trippier masih bisa dihalau oleh kiper Andorra. Skor 1-0 menjadi hasil di babak pertama partai Inggris vs Andorra.

Inggris vs Andorra: Jesse Lingard Jadi Bintang

Inggris vs Andorra Babak Kedua

Memasuki babak kedua, anak asuh Gareth Southgate tak puas dengan satu gol di babak pertama. The Three Lions dkk terus menekan lini belakang Andorra.

Hasilnya pada menit ke-72, Harry Kane mencetak gol kedua Inggris pada laga ini. Gol Kane berasal dari sepakan penalti setelah pelanggaran pemain Andorra di kotak terlarang.

Inggris vs Andorra: Jesse Lingard Jadi Bintang

Tak berselang lama, Inggris kembali menjauh. Gol ketiga Inggris di menit ke-78 berhasil dicetak oleh Jesse Lingard. Tak puas dengan tiga gol, Inggris kembali membobol gawang Andorra pada menit ke-85 lewat aksi pemain muda Arsenal, Bukayo Saka.

Skor 4-0 menjadi hasil akhir pertandingan Inggris vs Andorra. Inggris makin kokoh di puncak klasemen grup I dengan koleksi 15 poin.

Susunan Pemain Kedua Tim:

Inggris: 1-Sam Johnstone; 2-Reece James (23-Jack Grealish 62′), 5-Conor Coady, 6-Tyrone Mings, 3-Kieran Trippier; 4-Trent Alexander-Arnold, 8-Jordan Henderson, 7-Jude Bellingham (19-Mason Mount 62′); 10-Jesse Lingard, 9-Patrick Bamford (20-Harry Kane 62′), 11-Bukayo Saka

Kartu kuning: Mings 82′

Pelatih: Gareth Southgate

Andorra: 1-Josep Gomes; 18-Jesus Rubio, 14-Christian Garcia, 3-Marc Vales, 20-Max Llovera, 15-Moises San Nicolas (17-Joan Cervos 86′); 10-Ludovic Clemente (16-Alexandre Martinez 75′), 4-Marc Rebes, 8-Marcio Vieira (6-Ildefons Lima 86′), 23-Jordi Rubio (21-Marc Garcia 74′); 9-Aaron Sanchez (19-Ricard Fernandez 66′)

Kartu kuning: Vales 38′, Rebes 45′, Jo. Rubio 64′, C. Garcia 71′, Fernandez 88′, Je. Rubio 90′

Pelatih: Koldo Alvarez

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Prediksi: Inggris vs Andorra

Prediksi Kualifikasi Piala Dunia 2022: Inggris vs Andorra
Banner Gamespool Baru Football5Star
PREDIKSI HASIL
Sportpesa
Inggris 3-0 Andorra
Predictz
Inggris 6-0 Andorra
WhoScored
Inggris 4-0 Andorra
FOOTBALL5STAR
Inggris 4-0 Andorra

 

Stadion Wembley, Minggu (5/9/2021) Pukul 23.00 WIB

Football5star.com, Indonesia – Inggris akan menghadapi Andorra pada pekan kelima Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa. Partai Inggris vs Andorra akan digelar di Stadion Wembley, London, pada Minggu (5/9) malam WIB.

Inggris berhasil menunjukkan performa impresif sepanjang babak kualifikasi. The Three Lions sukses memetik empat kemenangan dalam empat pertandingan. Catatan tersebut membuat mereka berhak menduduki posisi puncak grup I dengan perolehan 12 poin.

Sementara itu, Andorra menjadi salah satu tim bulan-bulanan di grup I. Dalam empat pertandingan, mereka hanya kebobolan delapan kali dan cuma berhasil mencetak tiga gol. Namun, mereka berhasil memetik kemenangan pertamanya pada pekan keempat ketika menjamu San Marino.

Inggris memiliki rekor yang cukup gemilang dalam empat pertemuan terakhir melawan Andorra. The Three Lions berhasil empat kemenangan serta mampu mencetak 16 gol.

Inggris diyakini bakal bisa melanjutkan dominasinya atas Andorra dan mempertahankan rekor kemenangan 100 persen. Football5Star memprediksi Inggris bakal mengalahkan Andorra dengan skor telak, 4-0.

HEAD TO HEAD

head to head Inggris vs Andorra

TREN PERFORMA
Lima Laga Terakhir Inggris va Andorra
Prediksi: Inggris vs Andorra 38
Banner Gamespool Baru Football5Star
STATISTIK MENARIK
  • Inggris mencatat rekor kemenangan 100 persen di ajang Pra-Piala Dunia 2022.
  • Inggris mencetak 13 gol dan cuma kebobolan sekali dalam empat laga di Pra-Piala Dunia 2022.
  • Inggris tak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhirnya (empat menang, satu imbang).
  • Andorra tak terkalahkan dan berhasil mencatat clean sheet dalam dua pertandingan terakhirnya (satu menang, satu imbang).
  • Gawang Andorra kebobolan delapan kali dalam empat partai Pra-Piala Dunia 2022.
PELATIH
  • Laga Inggris vs Andorra kali ini merupakan pertemuan pertama antara Gareth Southgate dengan Koldo.
  • Southgate belum pernah menghadapi Andorra.
  • Southgate memiliki rekor 40 kemenangan dan 11 kalah dari 58 laga bersama Inggris.
  • Koldo belum pernah menghadapi Inggris.
  • Koldo hanya mencatat empat kemenangan dalam 89 pertandingan bersama Andorra.
WASIT
  • Laga Inggris vs Andorra kali ini akan dipimpin oleh wasit asal Yunani, Anastasios Papapetrou.
  • Dalam sepasang laga yang dipimpin sepanjang musim 2021-22, Papapetrou mengeluarkan tujuh kartu kuning dan satu kartu merah.
  • Papapetrou belum pernah memimpin jalannya laga yang melibatkan Inggris maupun Andorra.
PEMAIN KUNCI
INGGRIS:

Top Skorer: Harry Kane (3 gol)
Top Assist: Luke Shaw dan Mason Mount (@2 assist)
Top Rating: Harry Kane (7,99)

ANDORRA:

Top Skorer: Marc Vales (2 gol)
Top
Assist: Marc Pujol dan Joan Cervos (@1 assist)
Top Rating:
 Marc Vales (7,71)

Statistik di Kualifikasi Piala Dunia 2022 2020-21 menurut whoscored.com

BERITA KEDUA TIM
  • Inggris: Jadon Sancho dan Dominic Calvert-Lewin cedera.
  • Andorra: Marc Pujol dan Jordi Alaez skorsing.
PRAKIRAAN FORMASI
Prediksi Kualifikasi Piala Dunia 2022: Inggris vs Andorra

Soal Suporter Rasialis, Menlu Hungaria Minta Inggris Introspeksi

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Suporter Hungaria jadi sorotan setelah melakukan pelecehan rasial kepada pemain Inggris di pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia 2022.

Pada laga yang berlangsung Ferenc Puskás Stadium, dua pemain Inggris jadi korban pelecehan rasial, Jude Bellingham dan Raheem Sterling.

Soal Suporter Rasis, Menteri Luar Negeri Hungaria Minta Inggris Introspeksi

Setiap Sterling dan Bellingham memegang bola, para suporter meneriakkan nyanyian rasial. Aksi dari suporter Hungaria ini pun mendapat kritik dari banyak pihak di Inggris.

Menanggapi hal tersebut, menteri luar negeri Hungaria, Peter Sziijarto meminta publik Negeri Ratu Elizabeth itu untuk introspeksi terkait aksi sama yang ditunjukkan suporter mereka di final EURO 2020.

Lewat akun Facebook miliknya, Sziijarto mempublikasikan video saat suporter tim Tiga Singa itu bersikap tidak hormat saat lagu kebangsaan Italia diperdengarkan sebelum pertandingan.

“Pemain mereka mengeluh tentang atmosfer permusuhan di Budapest kemarin. Apakah mereka juga bisa menyatakan hal serupa pada kejadian ini?” tulis Sziijarto.

Soal Suporter Rasis, Menteri Luar Negeri Hungaria Minta Inggris Introspeksi

Postingan dari Sziijarto ini pun mendapat kritik kembali dari sejumlah media di Negeri Ratu Elizabeth. Sziijarto dianggap mengesampingkan aksi rasial para pendukungnya saat Raheem Sterling dkk berlutut dalam gerakan anti rasial di depan 60ribu suporter Hungaria.

“Politisi Sziijarto juga tidak membahas nyanyian monyet yang ditujukan kepada Sterling dan Bellingham selama pertandingan,” tulis Mail Online seperti dikutip Football5star.com, Sabtu (4/9/2021).

Inggris Menang Telak

Pada laga melawan Hungaria di Budapest dalam lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2022, anak asuh Gareth Southgate sukses meraih kemenangan empat gol tanpa balas.

Gol tim Tiga Singa baru dicetak pada babak kedua. Gol pertama dicetak olehh Sterling pada menit ke-55, lalu dilanjutkan oleh Harry Kane pada menit ke-63.

Soal Suporter Rasis, Menteri Luar Negeri Hungaria Minta Inggris Introspeksi

Tak berselang lama, bek Manchester United, Harry Maguire membawa tim Tiga Singa unggul 3-0 pada menit ke-69. Menit ke-87, Declan Rice menutup laga lewat golnya.

Kemenangan ini membuat Raheem Sterling dkk meraih hasil sempurna di 4 pertandingan grup I babak kualifikasi Piala Dunia 2022.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gareth Southgate: Inggris Hanya Perlu Enam Poin Lagi

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Kemenangan telak timnas Inggris atas Hungaria di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022 membuat Gareth Southgate merasa sangat bahagia. Southgate bahkan sesumbar The Three Lions hanya butuh dua kemenangan lagi unguk mengamankan tiket ke Piala Dunia 2022.

Inggris menunjukkan performa impresif sepanjang gelaran Kualifikasi Piala Dunia 2022. Harry Kane cs berhasil memetik empat kemenangan dalam empat laga dan berhak duduk di puncak klasemen grup I.

Timnas Inggris - Gareth Southgate - uefa. com
uefa.com

“Pertandingan melawan Polandia di Warsaw akan menjadi kunci. Jika berhasil mengalahkan Polandia, maka saya yakin kami akan lolos ke Piala Dunia 2022,” ungkap Gareth Southgate dalam sesi wawancara pasca pertandingan bersama Sky Sports.

“Tapi, kami tentu masih harus menghadapi Andorra akhir pekan ini. Kami harus bisa mempertahankan standar permainan serta mentalitas para pemain di setiap pertandingannya,” kata Southgate menambahkan.

SOUTHGATE PUAS DENGAN KEMENANGAN TELAK TIMNAS INGGRIS ATAS HUNGARIA

Inggris berhasil membawa pulang poin penuh dari markas Hungaria berkat kemenangan 4-0. Empat gol kemenangan The Three Lions diciptakan oleh Raheem Sterling (55′), Harry Kane (63′), Harry Maguire (69′) serta Declan Rice (87′).

Southgate merasa sangat puas dengan performa gemilang anak asuhnya di Puskas Arena. Ia memuji mentalitas Harry Kane cs yang berhasil tampil apik meski sempat kesulitan membongkar pertahanan rapat Hungaria.

Timnas Inggris - Gareth Southgate - uefa. com 3
uefa.com

“Kami berhasil membuat pertandingan rumit menjadi terlihat mudah. Meski gagal mencetak gol di babak pertama, saya sangat puas dengan performa para pemain.”

“Kami berhasil menempati area-area yang tepat dan memanfaatkan penguasaan bola dengan baik. Sayangnya, kami kurang tajam di sepertiga daerah pertahanan lawan. Kami terus memanfaatkan penguasaan bola dan berhasil membuat lawan kelelahan di babak kedua,” tuntas Southgate.

Hungaria vs Inggris: Harry Kane Pimpin Pesta Gol The Three Lions

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Harry Kane menjadi bintang kemenangan Inggris di markas Hungaria pada Jumat (3/9) dinihari WIB. Kane berhasil menyumbang satu gol dan membuat laga Hungaria vs Inggris berakhir dengan skor telak, 0-4.

Menyandang status tim unggulan, Inggris tak membutuhkan waktu lama untuk mengancam gawang Hungaria. Dalam 10 menit pertama pertandingan, The Three Lions mendapat sepasang peluang lewat Mason Mount dan Harry Maguire yang belum menemui sasaran.

Hungaria vs Inggris - Kualifikasi Piala Dunia 2022 - uefa. com

Pada menit ke-20, Kane hampir membuka keunggulan Inggris. Namun, sepakan keras Kane yang memanfaatkan umpan silang Mount melayang jauh di atas gawang kawalan Peter Gulacsi.

Asyik menyerang, Inggris hampir kecolongan. Pada menit ke-40, Dominik Szoboszlai nyaris mencetak gol pembuka pertandingan. Akan tetapi, sepakan bebas Szoboszlai melenceng tipis di sisi kiri gawang Jordan Pickford dan skor 0-0 tak berubah hingga turun minum.

Inggris meningkatkan intensitas serangannya di awal-awal babak kedua. Keputusan tersebut langsung berbuah manis setelah Raheem Sterling berhasil membuka keunggulan Inggris pada menit ke-55.

Hungaria vs Inggris - Kualifikasi Piala Dunia 2022 - uefa. com 3
uefa.com

Unggul satu gol tak membuat armada Gareth Southgate puas. Mereka terus menggempur lini belakang Hungaria dan berhasil menggandakan keunggulan melalui sundulan terbang Kane pada menit ke-63.

Enam menit berselang, Inggris berhasil mencetak gol ketiganya. Kali ini, gawang Gulacsi ditembus oleh sundulan Maguire yang memaksimalkan sepak pojok kiriman Luke Shaw.

Pesta gol The Three Lions ditutup oleh gol Declan Rice pada menit ke-87 yang memanfaatkan aksi solo Jack Grealish. Skor 0-4 bertahan hingga wasit membubarkan pertandingan.

Kemenangan telak ini membuat Inggris berhasil mempertahankan rekor 100 persen di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022. Mereka kini duduk di posisi puncak klasemen grup I dengan perolehan 12 poin, Unggul lima angka dari Polandia yang ada di posisi runner-up.

SUSUNAN PEMAIN HUNGARIA VS INGGRIS:

Hungaria: 1-Peter Gulacsi; 3-Akos Kecskes, 6-Willi Orban, 4-Attila Szalai; 14-Bendeguz Bolla (11-Kevin Varga 70′), 15-Laszlo Kleinheisler (16-Daniel Gazdag 82′), 13-Andreas Schaefer, 5-Attila Fiola; 20-Rolland Sallai (7-Daniel Salloi 66′), 10-Dominik Szoboszlai; 9-Adam Szalai

Pelatih: Marco Rossi

Inggris: 1-Jordan Pickford; 2-Kyle Walker, 5-John Stones, 6-Harry Maguire, 3-Luke Shaw; 8-Kalvin Phillips, 4-Declan Rice (14-Jordan Henderson 88′); 10-Raheem Sterling, 11-Mason Mount (19-Jesse Lingard 84′), 7-Jack Grealish (17-Bukayo Saka 88′); 9-Harry Kane

Pelatih: Gareth Southgate

Kartu Kuning: Bolla 35′, Orban 58′, Gazdag 89′ – Rice 54′, Sterling 56′

Jejak Striker Asal Inggris di Panggung Serie A Italia

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Serie A Italia musim 2021-22 diramaikan dengan kedatangan striker asal Inggris, Tammy Abraham. Tammy resmi menjadi rekrutan anyar i Giallorossi dari Chelsea.

Kubu AS Roma harus keluarkan dana mencapai 40 juta euro ke Chelsea untuk bisa mendapatkan striker berusia 22 tahun tersebut. Di AS Roma, Tammy akan menggunakan nomor 9, nomor yang pernah digunakan sejumlah legenda di Olimpico seperti Vicenzo Montella.

Jejak Striker Asal Inggris di Panggung Serie A Italia
asroma.com

“Merupakan kehormatan besar untuk menjadi nomor 9 di klub ini dan saya tidak sabar untuk memulai dan membantu tim,” kata Tammy seperti dikutip Football5star.com dari laman resmi klub, Selasa (17/8/2021).

Kedatangan Tammy ke pentas Serie A Italia menambah daftar panjang pemain asal Inggris yang bermana di sana. Dalam beberapa musim terakhir, sejumlah pemain asal Inggris mencoba peruntungan di pentas Serie A Italia.

Jejak Striker Asal Inggris di Panggung Serie A Italia
juventus.com

Menarikya pemain Inggris pertama yang mengadu nasib di Serie A Italia ialah seorang striker. Ialah Johnny Jordan, striker kelahiran Bromley yang bergabung ke Juventus dari Tottenham pada 1948. Setahun kemudian, Charles Adcock menyusul dan menjadi bomber untuk Padova.

Serie A Italia dan Kedatangan Striker Inggris

Pada era 60-an, pentas Serie A Italia kedatangan sejumlah striker asal Inggris. Ada Joe Baker yang menjadi pemain Torino pada 1961. Masih di tahun yang sama, legenda Chelsea, Jimmy Greaves juga mencoba peruntungan di Italia.

Sayangnya dua pemain ini terbilang gagal tunjukkan ketajamannya di Serie A Italia. Jimmy Greaves yang menjadi bomber andalan The Blues dengan mencetak 124 gol tak bisa berbuat banyak di AC Milan. Ia hanya bermain sebanyak 12 kali dan mencetak 9 gol.

Jejak Striker Asal Inggris di Panggung Serie A Italia
getty images

Ada cerita menarik dari kedatangan Greaves ke Milan. Manajer Milan saat itu, Giuseppe Viani menolak kehadiran Graves namun tak bisa membatalkan kesepakatan. Di San Siro, Greaves tak disukai oleh pelatih Nereo Rocco.

Capaian Jimmy Greaves masih lebih baik dibanding Joe Baker. Ia datang ke Torino dari Hibernian. Di klub Skotlandia itu, Baker mampu mencetak 102 gol tapi di Torino ia hanya mampu mencetak 7 gol saja.

Masih di era 60-an, Gerry Hitchens juga datang ke Serie A dan bergabung ke Inter Milan. Semusim di Inter, Hitchens mencetak 17 gol dari 39 pertandingan.

Jejak Striker Asal Inggris di Panggung Serie A Italia

Memasuki era 80-an, Trevor Francis datang ke Sampdoria dari Manchester City. Di Il Samp, Francis mampu mencetak 17 gol dari 67 pertandingan. Ia mampu mempersembahkan gelar Coppa Italia untu Sampdoria pada musim 1984-85.

Pada 1986, ia pindah ke Atalanta dan mengalami kegagalan hingga akhirnya pindah ke Rangers. Di era 80-an, Serie A juga kedatangan Paul Rideout yang membela Bari serta Mark Hateley di AC Milan.

Bergeser ke era 90-an, striker Inggris kembali gagal di pentas Serie A. Mereka yang gagal seperti Danny Dichio yang hanya mencetak 2 gol di Sampdoria dan Lecce. Di era 2000-an, salah satu striker yang datang ke Italia ialah Jay Bothroyd dan ia gagal,

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Mesut Oezil: Tak Banyak Pemain yang Berani Seperti Bukayo Saka

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Apa yang dialami Bukayo Saka belakangan ini mendapat perhatian khusus dari Mesut Oezil. Mantan bintang Arsenal sangat menghormati apa yang dilakukan penggawa timnas Inggris.

Bukayo Saka jadi sorotan pada final Euro 2020 melawan Italia. Ia gagal mengeksekusi penalti yang memastikan Gli Azzurri juara.

Bagi Mesut Oezil apa yang  dialami Saka sering terjadi pada pemain lain, termasuk dirinya. Dia pun memuji keberanian sang wonderkid dan menyebut tidak banyak pemain muda yang seperti itu.

Jose Mourinho Saya Kasihan kepada Bukayo Saka
Ivorycoast News

“Saya bisa merasakan apa yang dirasakan Bukayo. Saya tahu dari pengalaman saya sendiri bagaimana rasanya gagal mengeksekusi penalti,” kata pemain yang kini berseragam Fenerbahce seperti dikutip Football5star dari Sky Sports, Kamis (22/7/2021).

“Di pertandingan final, sebagai penendang terakhir dia mengemban tanggung jawab seluruh negeri sebagai pemain muda. Tidak banyak pemain yang berani melakukan itu,” dia menambahkan.

Akibat dari penalti yang gagal, pemain 19 tahun jadi sasaran amukan fan. Bahkan di media sosial bermunculan ejekan bernada rasial.

Mesut Oezil menegaskan perilaku rasial tak bisa dibenarkan dalam bentuk apa pun. Namun, ia sadar hal-hal seperti itu akan terus terjadi, terutama di media sosial.

“Sayangnya akan selalu ada bagian kecil dari komunitas kami yang menghina dan mengancam pemain secara rasial. Yang harus kami lakukan sebagai pemain adalah fokus pada pesan positif yang membuat kami tetap kuat,” tutup Mesut Oezil.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Fan Inggris Ingin Final Euro Diulang, Marchisio Siap Tandatangani Petisi

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Beberapa waktu lalu muncul petisi untuk mengulang final Euro 2020 antara Italia vs Inggris. Petisi ini muncul atas inisiasi fan The Three Lions.

Petisi itu muncul karena fan Inggris tidak puas dengan kepemimpinan wasit Bjorn Kuipers. Terutama pada pelanggaran yang dilakukan Giorgio Chiellini terhadap Bukayo Saka.

Giorgio Chiellini hanya mendapat kartu kuning saat itu. Sedangkan menurut mereka kapten Italia layak diganjar kartu merah.

Pada akhirnya petisi untuk mengulang final Euro 2020 tidak berpengaruh apa-apa. Kemenangan Italia lewat adu penalti tidak bisa diganggu gugat.

Yang ada kemunculan petisi tersebut menuai reaksi beragam di media sosial. Banyak yang menyindir, hingga menertawakan aksi fan Inggris tersebut.

Salah satunya mantan penggawa Gli Azzurri, Claudio Marchisio. Ia menyindir petisi tersebut dengan menyebut bersedia membubuhkan tanda tangan.

Menurut Claudio Marchisio, jika final diulang akan bagus untuk Italia. Karena negaranya bisa menang seribu kali atas Inggris.

“Di mana saya bisa menandatangani petisi untuk mengulang pertandingan Italia vs Inggris? jadi kami bisa memenangkannya seribu kali lagi,” tulis legenda Juventus di Twitter, Rabu (21/7/2021).

Italia mengangkat trofi Euro untuk kedua kalinya di Wembley. Sempat tertinggal dari Inggris lewat gol Luke Shaw, mereka mampu menyamakan kedudukan melalui sontekan Leonardo Bonucci.

Tidak ada gol tambahan di sisa laga, pemenang harus ditentukan lewat adu penalti. Gli Azzurri pun memastikan juara setelah menang 3-2.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Penyebab Timnas Italia dan Inggris Absen di Olimpiade Tokyo

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Italia dan Inggris baru saja menggebrak Eropa setelah berduel di final Euro 2020. Pada akhirnya Gli Azzurri juara lewat adu penalti.

Sayang, keperksaan Italia dan Inggris tidak berlanjut di Olimpiade Tokyo kali ini. Padahal kedua negara punya pemain jempolan.

Memang di Olimpiade setiap timnas hanya mengirim tim mudanya. Walau demikian Gli Azzurri dan The Three Lions memiliki banyak pemain muda. Bahkan beberapa di antaranya masuk skuat senior di Euro 2020.

inggris u 21 bbc
bbc.com

Terkait absennya Italia dan Inggris, hal tersebut dikarenakan mereka gagal di ajang sebelumnya. Untuk diketahui, syarat sebuah negara Eropa menembus Olimpiade setidaknya harus menembus semifinal Euro U-21.

Gli Azzurri gagal mencapai semifinal Euro U-21 2019 lalu. Padahal komposisi pemain anak asuh Luigi Di Biagio sejatinya cukup mumpuni.

Penggawa di Euro 2020 seperti Alessandro Bastoni, Nicolo Barella, Manuel Locatelli, hingga Federico Chiesa masih jadi bagian tim U-21. Belum lagi dengan bintang lain seperti Alex Meret, Gianluca Mancini, Sandro Tonali, hingga Moise Kean.

Akan tetapi laju mereka hanya sampai fase grup. Italia kalah bersaing dengan Spanyol yang berada di puncak klasemen Grup A.

Secara performa pasukan Luigi Di Biagio juga tidak mengecewakan. Spanyol dan belgia berhasil dikalahkan. Namun, Polandia jadi batu sandungan lewat kekalahan 0-1.

Dengan setiap grup yang hanya mengirim satu wakil, Italia harus menyerahkan satu tempat pada Spanyol yang punya poin sama tapi unggul selisih gol.

Begitu pula dengan Inggris U-21. Nasib mereka justru lebih buruk karena menempati peringkat ketiga di Grup C Euro U-21 2019.

Inggris yang pada Olimpiade tergabung dengan Britania Raya gagal meraih kemenangan di Euro U-21 2019. Padahal skuat Aidy Boothroyd dihuni bintang top semisal Mason Mount, Phil Foden, Tammy Abraham, James Maddison, Fikayo Tomori, hingga Dean Henderson.

Belum lagi ditambah pemain lain dari Skotlandia, Wales hingga Irlandia Utara. Ada nama Kieran Tierney, Billy Gilmour, maupun Daniel James.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Dokumen Tertulis Soal Aturan Awal Sepak Bola Dilelang dengan Harga Selangit

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indoensia – Sebuah dokumen tulisan tangan tentang aturan awal sepak bola dilelang dengan harga selangit. Dokumen yang diketahui sebagai aturan awal sepak bola dan dibuat oleh klub Inggris, Sheffield itu dilelang dengan harga 56.700 poundsterling atau setara dengan Rp 1,1 miliar.

Dikutip Football5star.com dari lanacion, Rabu (21/7/2021), dokumen tertulis itu dilelang di sebuah rumah lelang di London pada Selasa (20/7) waktu setempat. Harga 56.700 poundsterling menjadi harga awal untuk mereka yang berminat untuk mendapatkan dokumen tertulis itu.

Dokumen Tertulis Soal Aturan Awal Sepak Bola Dilelang dengan Harga Selangit

Dokumen tertulis soal aturan awal sepak bola itu merupakan salah satu dua salinan edisi awal peraturan sepak bola saat olahraga ini mulai dikembangkan di kisaran 1857.

“Dokumen itu dicetak oleh klub Sheffield pada tahun 1857 dan mereka adalah salah satu klub tertua di dunia. Buklet setebal 16 halaman tersebut dalam kondisi baik dan ditemukan di dalam album era Victoria yang berisi suvenir dari kota SHeffield,”

Di dalam aturan awal sepak bola itu ditemukan tulisan tangan yang berisi aturan larangan memegang bola saat pertandingan. Awalnya di Inggris, pemain sepak bola termasuk kiper diizinkan untuk memegang bola dengan tangan.

“Klub memainkan peran penting dalam pengembangan permainan modern, mulai dari tendangan bebas tidak langsung, tendangan sudut dan mistar gawang yang adalah inovasi dari permainan Sheffiled,”

Dalam buklet tersebut juga terdapat tanda tangan dengan menggunakan pensil dari William Baker, salah satu pemain terbaik Sheffield dan juga anggota awal federasi sepak bola Inggris yang menyetujui soal aturan baru di sepak bola.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Target Utama Fikayo Tomori Bersama AC Milan

gamespool
Target Utama Fikayo Tomori Bersama AC Milan 72

Football5star.com, Indonesia – Menembus timnas Inggris merupakan target utama yang ingin diraih Fikayo Tomori bersama AC Milan pada musim 2021-22. Tomori mengaku ingin bisa memperkuat The Three Lions di ajang Piala Dunia 2022.

Tomori mampu menunjukkan performa konsisten bersama AC Milan pada paruh kedua musim 2020-21. Akan tetapi, konsistensi Tomori gagal mencuri hati Gareth Southgate yang tak memasukkan namanya ke dalam skuat Inggris di ajang Euro 2020.

“Target utama saya musim depan adalah menembus skuat timnas Inggris. Semua orang tentu ingin bermain di Piala Dunia dan itu merupakan mimpi terbesar saya,” ujar Fikayo Tomori kepada Il Corriere della Serra.

Fikayo Tomori - AC Milan - The Athletic 2
The Athletic

“Bergabung ke AC Milan merupakan sebuah langkah besar yang harus saya lalui untuk mencapai target tersebut. Saya hanya akan fokus mencapai target dan saya optimistis akan bisa memenuhinya,” sambung pemain berusia 23 tahun itu.

Lebih lanjut, Tomori sangat menyayangkan kegagalan Inggris menjadi juara Euro 2020. Akan tetapi, ia tak mau terlalu banyak mengeluh karena merasa Italia lebih pantas membawa pulang trofi Henri Delaunay.

“Di final Euro 2020, Inggris berhasil mencuri keunggulan dan terlihat luar biasa sepanjang babak pertama. Tapi, Italia berhasil bangkit dan mampu menguasai pertandingan. Menurut saya, Italia memang pantas keluar sebagai juara.”

“Sekarang, Inggris harus fokus ke Piala Dunia 2022. Kami memiliki skuat yang sangat muda dan pengalaman bermain di final Euro 2020 akan memberi dampak besar dalam beberapa tahun ke depan,” tuntas Tomori.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Mikel Arteta: Baru 19 Tahun, Bukayo Saka Sudah Dihormati Semua Orang

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Mikel Arteta bersimpati dengan apa yang dialami Bukayo Saka. Menurutnya sang wonderkid telah mendapat rasa hormat dari semua orang.

Seperti diketahui Bukayo Saka jadi buah bibir usai gagal mengeksekusi penalti di final Euro 2020. Sempat mendapat cemooh hingga pelecehan rasial di media sosial, pemain Arsenal kini mendapat dukungan luar biasa dari dunia sepak bola.

Mikel Arteta mengakui apa yang dialami anak asuhnya tidak menyenangkan. Tapi dia tetap bangga dengan apa yang dilakukan Saka.

Marc Klok Kesal Bukayo Saka Jadi Sasaran Tindakan Rasialisme
Reuters

“Dia mengalami hari-hari sulit setelah apa yang terjadi di final. Tapi saya pikir Anda harus melihat gamabaran keseluruhannya. Anak ini, pada usia 19 tahun telah bermain hampir di semua pertandingan Premier League,” kata nakhoda Arsenal, Sabtu (17/7/2021).

“Dia adalah Player of the Season kami. Saya pikir dia telah mendapatkan rasa hormat dan kekaguman dari semua orang di klub sepak bola. Lalu dia pergi ke panggung internasional, mmulai kompetisi Eropa dengan cedera dan dia masih berada di starting 11,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, Arteta menganggap Saka telah memenangkan trofi yang jauh lebih berharga dari Euro. Yakni dukungan fan sepak bola.

“Dia mencapai final dan gagal juara. Tapi saya pikir dia punya trofi yang jauh lebih besar dari itu. Sekarang dia benar-benar tahu bahwa saat baik dan buruk, semua orang di klub, fan Arsenal dan semua orang Inggris, selalu di belakangnya,” tutup Mikel Arteta.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Gareth Southgate Diserang Eks Man United

gamespool
Gareth Southgate Diserang Eks Man United 79

Football5star.com, Indonesia – Mantan bek Man United, Chris Smalling, mengaku putus asa karena kerap diabaikan pelatih timnas Inggris, Gareth Southgate. Smalling merasa sudah menunjukkan performa gemilang selama dua musim terakhir.

Semenjak pindah ke AS Roma, Smalling berhasil menunjukkan performa konsisten. Akan tetapi, konsistensi Smalling tetap gagal mengambil hati Southgate yang lebih sering memanggil bek-bek yang bermain di Premier League.

“Tentu saja saya merasa cukup kesal, terutama karena saya berhasil menunjukkan performa gemilang dan konsisten dalam dua musim terakhir,” ujar Chris Smalling kepada The Telegraph.

Chris Smalling - Gareth Southgate - Sky Sports
Sportslens

“Sepertinya, apa pun yang saya lakukan tak akan bisa mencuri perhatian Gareth Southgate. Tapi, tentu saya tak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan,” sambung Smalling.

Lebih lanjut, Smalling melempar pujian kepada Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci yang tampil gemilang di partai final Euro 2020. Menurut Smalling, kematangan Chiellini dan Bonucci membuat Inggris hanya bisa mencetak satu gol ke gawang Italia.

“Pada babak pertama final Euro 2020, saya merasa Inggris seharusnya bisa unggul dua atau tiga gol. Tapi, pengalaman serta kematangan Chiellini dan Bonucci membuat Inggris hanya mampu mencetak satu gol.”

“Keduanya sudah melewati banyak momen bersama-sama dan mampu berkali-kali menjadi juara bersama Juventus. Sejujurnya, saya kaget ketika melihat mereka tampil dominan selama 90 menit di final Euro 2020,” tutur Smalling.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Membelot dari Irlandia Jadi Alasan Grealish Dicibir Roy Keane?

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Roy Keane mengeluarkan kritik pedas pada Jack Grealish usai Inggris kalah dari Italia di final Euro 2020. Ia mempertanyakan keberdaan sang gelandang yang tak berani ambil penalti.

Kritikan Roy Keane sudah dijawab Jack Grealish. Ia menyebut para algojo penalti dipilih langsung oleh pelatih. Dia juga mengaku sangat siap jika dipercaya. Tapi Gareth Southgate memilih pemain lain.

Kisruh pemain beda generasi kini melebar. Mantan pemain timnas Inggris, Trevor Sinclair, menilai cibiran itu karena rasa sakit hati legenda Irlandia pada bintang Aston Villa yang membelot dari negaranya.

jack grealsih-irlandia-goal
goal.com

“Saya percaya pada Jack. Saya tidak berpikir dia akan meredup setelah ini. Dia adalah pemain yang terus berkembang. Ketika Anda ingin membuat nama untuk diri sendiri saat itulah Anda melangkah,” kata Trevor Sinclair kepada Talksport, Jumat (16/7/2021).

“Saya pikir ada fakta lain antara Roy Keane dengan Jack Grealish. Dia sepertinya kecewa karena Jack meninggalkan timnas Irlandia lalu memperkuat Inggris. saya pikir ada masalah pribadi di situ,” ia menambahkan.

Untuk diketahui, pemain 25 tahun memang lahir dan besar di Inggris. Tapi dia punya darah Irlandia dari kakek dan neneknya.

Jack Grealish sejatinya melalui level usia muda di timnas Irlandia. Mulai dari U-17, U-18, hingga U-21. Tapi sejak 2015 ia menolak panggilan tim senior karena lebih memilih The Three Lions.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pernyataan Menyentuh Bukayo Saka Usai Gagal Penalti di Final Euro

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Wonderkid Inggris, Bukayo Saka, akhirnya angkat suara terkait kegagalannya mengeksekusi penalti pada final Euro 2020 melawan Italia beberapa waktu lalu.

Lewat Instagram Bukayo Saka menumpahkan semua perasaannya. Ia tahu kegagalan itu akan membuatnya dibenci suporter.

Bintang Arsenal mengaku jadi orang paling sedih atas kegagalan penalti itu. Tapi ia berjanji akan bangkit dan membawa prestasi terbaik untuk timnas Inggris.

“Tidak ada kata-kata untuk memberi tahu Anda betapa kecewanya saya dengan hasil dan penalti saya. Reaksi saya setelah pertandingan mengatakan semuanya. Saya terluka, mereasa seperti saya akan mengecewakan semua orang,” tulis Saka.

“Saya benar-benar percaya kami akan menjuarai ini untuk kalian. Saya minta maaf karena gagal membawa pulang piala. Tapi saya berjanji akan kami akan memberikan semua yang kami miliki untuk memastikan generasi ini tahu bagaimana rasanya menang,” ia menambahkan.

Terkait ejekan rasial yang dia dapat dari media sosial, pemain 19 tahun menegaskan akan mengambil jalur hukum. Menurutnya tidak ada tempat untuk rasial.

“Saya langsung tahu jenis kebencian yang akan saya terima. Itu adalah kenyataan yang menyedihkan. Tidak ada tempat untuk rasialisme atau kebencian dalam bentuk apa pun,” sambungnya.

Bukayo Saka ditunjuk sebagai penendang kelima pada final Euro 2020 antara Italia vs Inggris. eksekusi kaki kirinya berhasil ditepis Gianluigi Donnarumma.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Eks Wakil Presiden FIFA Ragukan Inggris Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2030

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Eks wakil presiden FIFA, Jim Boyce meragukan niat Inggris dan Irlandia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030. Hal ini tentu saja didasari aksi rusuh yang terjadi di final EURO 2020.

“Tidak diragukan lagi perilaku beberapa individu di pertandingan final akan membuat orang berpikir tentang di mana Piala Dunia diberikan,” kata Boyce seperti dikutip Football5star.com dari ITV, Rabu (14/7/2021).

Final EURO 2020 Rusuh, Inggris Tetap Pede Jadi Calon Tuan Rumah Piala Dunia 2030

“Orang-orang FIFA jelas akan memperhatikan apa yang terjadi. Pertama-tama, insiden laser di semifinal melawan Denmark. Kami kemudian mendapat ejekan memalukan dari lagu kebangsaan dan kami mendapati orang-orang bodoh yang mengamuk saat mencoba masuk ke stadion,” ungkapnya.

“Jadi jelas itu tidak membuat sepak bola Inggris atau FA baik-baik saja tentang apa yang terjadi. Saya sangat berharap itu tidak akan merusak tawaran,”

“Inggris memiliki stadion dan mereka memiliki fasilitas di Inggris untuk menjadi tuan rumah bersama Irlandia di Piala Dunia 2030,” tambah Jim Boyce.

Kerusuhan final EURO 2020 menimbulkan kekhawatiran baru bahwa Inggris belum siap untuk bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030 bersama Irlandia. Hal itu lantaran Inggris masih belum bisa mengatasi masalah hooliganisme.

Meski bisa mengancam pencalonan Inggris sebagai tuan rumah Piala Dunia 2030, pihak pemerintah Perdana Menteri Boris Johnson menekankan bahwa insiden yang terjadi di final EURO 2020 tidak akan mengurangi penilaian kelayakan negaranya.

Sementara itu, CEO FA, Mark Bullingham juga memiliki pendapat yang sama dengan PM Boris Johnson. Menurut Bullingham, Inggris masih cocok untuk menjadi calon kuat tuan rumah Piala Dunia 2030.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Tiga Perempuan Hijab Bikin Petisi Melawan Tindakan Rasial di Sepak Bola Inggris

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Kekalahan timnas Inggris di final EURO 2020 atas Italia di babak adu penalti menyisakan kekecewaan bagi publik Inggris. Mereka yang tak terima dengan kekalahan itu kemudian membuat petisi agar partai final EURO 2020 diulang.

Dibanding membuat petisi tersebut, tiga perempuan hijab, Huda Jawad, Amna Abdullatif, dan Shaista Aziz membuat petisi yang lebih penting. Petisi tersebut menyerukan tindakan rasial harus segera dihapuskan dari sepak bola Inggris.

Mural Marcus Rashford di Manchester Dirusak

Tiga perempuan hijab ini membuat petisi sebagai tanggapan atas tindakan rasial yang ditujukan kepada tiga eksekutor pemain timnas Inggris yang gagal tendangan penalti, Marcus Rashford, Bukayo Saka dan Jadon Sancho.

Dikutip Football5star.com dari The Guardian, Rabu (14/7/2021), tiga perempuan hijab ini meminta federasi sepak bola Inggris, FA dan pemerintah untuk bekerja sama melarang orang melakukan tindakan rasial secara online ataupun offline.

“Semua orang yang telah melakukan pelecehan rasial secara online atau offline dari semua pertandingan sepak bola Inggris harus dihukum seumur hidup,” tulis tiga perempuan ini dalam petisinya.

Petisi yang dilakukan tiga perempuan yang menyebut mereka The Three Hijabi ini menjadi viral dan kabarnya telah ditandatangani sebanyak 980.000 pada Selasa (13/7) waktu setempat.

Targetnya petisi ini ditandatangani oleh satu juta orang. Menurut Huda Jawad, petisi itu harus bisa menjadi bentuk perlawanan yang nyata untuk tindakan rasial di sepak bola.

“Kami merasa divalidasi dalam perlawanan kami terhadap rasisme dalam sepak bola dan bahwa apa yang dapat kami ungkapkan adalah sentimen yang dipegang secara nasional.” kata Huda Jawad.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Fan Bikin Onar dan Rasial, Ferdinand Minta Inggris Dilarang Jadi Tuan Rumah

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Final Euro 2020 yang berlangsung di Wembley, Inggris, memunculkan banyak cerita tak sedap. Mulai dari aksi fan tanpa tiket yang menerobos masuk, hingga tindakan rasial di media sosial.

Para suporter yang sudah memenuhi Wembley sejak siang bikin onar sesaat sebelum kick off. Banyak dari mereka yang tidak punya tiket mencoba untuk masuk stadion.

Dan ketika Inggris kalah, giliran mereka yang di media sosial buat onar. Bukayo Saka, gelandang The Three Lions yang gagal menendang penalti jadi sasaran rasial.

Anton Ferdinand St Mirren Football5star

Kejadian-kejadian ini membuat Anton Ferdinand marah besar. Dia berharap negaranya tak lagi ditunjuk sebagai tuan rumah di turnamen besar sepak bola.

“Apakah Inggris harus ditolak jadi tuan rumah setelah ini? Ya. Harus ada konsekuensi atas apa yang terjadi. Begitulah cara orang belajar. Tapi Anda harus mau belajar dan itulah masalahnya,” kata Anton Ferdinand seperti dilansir Daily Mail, Rabu (14/7/2021).

“Anda harus mau memahami dan berpikir terbuka tentang apa itu diskriminasi. Banyak orang yang meneriakkan kata-kata kotor. Mereka tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya dilecehkan secara rasial,” ia menambahkan.

Sebagai tuan rumah semifinal dan final Euro 2020, Inggris memang mendapat sorotan tajam. Di semifinal melawan Denmark fan berulah. Mereka tidak menghormati lagu kebangsaan Denmark dan mengganggu penglihatan Kasper Schmeicel dengan laser saat penalti.

Aksi-aksi tak terpuji ini tentu mengancam peluang Negeri Tiga Singa yang berencana mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2030 mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Pelatih Legendaris Italia: Sekarang Inggris yang Main Catenaccio

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Permainan Inggris di final Euro 2020 mendapat sorotan dari pelatih legendaris Italia, Arrigo Sacchi. Ia menilai Gareth Southgate menerapkan Catenaccio di stadion Wembley.

Pendapat Arrigo Sacchi bukan tanpa alasan. Ia menyebut Inggris tampil bertahan sepanjang pertandingan.

“Inggris meniru kami. Mereka mencetak gol dan kemudian semua orang kembali bertahan sama seperti tim-tim yang masih setiap kepada Rappan yang menciptakan Catenaccio abad lalu,” kata mantan pelatih AC Milan kepada Gazzetta dello Sport, Rabu (14/7/2021).

Arrigo Sacchi - Juventus - Maurizio Sarri - Diario Sport
Diario AS

“Mungkin Southgate mengira di bermain melawan Italia yang hanya tahu bagaimana bertahan dan melakukan serangan balik. Dia memainkan Kieran Trippier sebagai starter bukannya Bukayo Saka. Sudah banyak yang bicara soal itu,” ia menambahkan.

Arrigo Sacchi sempat khawatir ancaman yang akan diberikan The Three Lions terhadap Gli Azzurri. Ia berpikir mereka akan tampil layaknya Austria dan Spanyol yang mampu memberi tekanan.

Akan tetapi kekhawatiran itu tidak terbukti. Ia justru dibuat terkejut oleh permainan bertahan tuan rumah.

“Kami khawatir mereka akan mencoba meniru permainan Austria atau Spanyol yang menciptakan banyak tekanan dan menyebabkan masalah bagi Italia. Tapi nyatanya mereka bermain lebih bertahan,” sambungnya.

Raheem Sterling dkk unggul cepat lewat gol Luke Shaw pada menit kedua. Memasuki pertengahan babak kedua Leonardo Bonucci sukses menyamakan kedudukan.

Pemenang akhirnya ditentukan lewat adu penalti. Di sinilah Italia menentukan gelar Euro kedua usai menang 3-2.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Eks Arsenal Murka, Sebut Permainan Inggris Medioker

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Kekalahan Inggris dari Italia di final Euro 2020 menuai banyak komentar. Beberapa di antara mereka mengkritisi permainan yang diterapkan Gareth Southgate.

Salah satunya adalah mantan pemain Arsenal, Andrey Arshavin. Dengan kesal ia menyebut Inggris bermain pragmatis.

Terlebih ketika mereka unggul cepat lewat gol Luke Shaw. Setelah itu tuan rumah tidak mencoba untuk menambah tekanan. Tapi justru lebih sering memainkan bola di daerah sendiri.

Andrey Arshavin - Arsenal - Bleacher Report
Bleacher Report

“Inggris mencetak gol cepat dan setelah itu mereka tidak ingin menguasai bola dan mengambil inisiatif. Mereka bermain sangat pragmatis di sisa pertandingan,” tegas Arshavin seperti dikutip Football5star dari Match TV, Rabu (14/7/2021).

“Hampir semua dari pemain mereka berada di garis belakang, memainkan bola di daerah sendiri. Saya tidak senang menonton final Euro tahun ini. Mereka sangat mendioker,” sambung legenda Rusia.

Unggul cepat memang tidak membuat Inggris berada di atas angin. Mental yang tengah meninggi justru tidak dimanfaatkan dengan baik.

Hal ini justru dimanfaatkan Italia. Secara perlahan mereka meningkatkan tempo pertandingan sampai akhirnya menguasai laga.

Gol penyama yang ditunggu akhirnya tercipta pada pertengahan babak kedua lewat tendangan Leonardo Bonucci di mulut gawang.

Statistik pertandingan juga menunjukkan The Three Lions di bawah tekanan. Dalam penguasaan bola mereka hanya mencatatkan 34 persen. Pun dengan tendangan ke gawang. Harry Kane dkk hanya mampu melepaskan enam tembakan, berbanding Italia sebanyak 19 kali.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Final EURO 2020 Rusuh, Inggris Pede Jadi Calon Tuan Rumah Piala Dunia 2030

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Inggris bersama Irlandia berencana mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2030. Namun rencana ini bisa berantakan akibat aksi kerusuhan yang terjadi di final EURO 2020.

Dikutip Football5star.com dari ITV, Selasa (13/7/2021), kerusuhan final EURO 2020 menimbulkan kekhawatiran baru bahwa Inggris belum siap untuk bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030 bersama Irlandia. Hal itu lantaran Inggris masih belum bisa mengatasi masalah hooliganisme.

Suasana Stadion Wembley Jelang Final EURO 2020 antara Italia vs Inggris

Meski bisa mengancam pencalonan Inggris sebagai tuan rumah Piala Dunia 2030, pihak pemerintah Perdana Menteri Boris Johnson menekankan bahwa insiden yang terjadi di final EURO 2020 tidak akan mengurangi penilaian kelayakan negaranya.

Sementara itu, CEO FA, Mark Bullingham juga memiliki pendapat yang sama dengan PM Boris Johnson. Menurut Bullingham, Inggris masih cocok untuk menjadi calon kuat tuan rumah Piala Dunia 2030.

Bullingham bahkan mengklaim bahwa pihaknya telah mendapat respon positif dari UEFA. Bullingham mengatakan pihak UEFA memuji pekerjaan brilian Inggris dengan menjadi tuan rumah final EURO 2020.

“Saya pikir umpan balik dari dari pihak UEFA dan sepak bola internasional kepada kami cukup bagus, mereka menganggap kami telah melakukan pekerjaan yang brilian dalam menyelenggarakan dalam kondisi pandemi,”

“Kami memiliki delapan pertandingan di Wembley yang pada umumnya berjalan dengan lancar dan sangat baik,” ucap Bullingham.

“Tentu saja di hari Minggu itu sangat mengecewakan banyak pihak. Tetapi secara keseluruhan dalam hal turnamen bisa dibilang sangat sukses,” tutup Mark Bullingham.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gagalkan Penalti Saka, Donnarumma Tak Tahu Italia Sudah Juara

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Gianluigi Donnarumma jadi pahlawan saat Italia menjuarai Euro 2020. Dalam babak adu penalti melawan Inggris dia menahan tiga tendangan.

Jadon Sancho, Marcus Rashford, dan Bukayo Saka tak mampu melewati Gianluigi Donnarumma. Tiga tendangan pemain muda Inggris itu berhasil ditepisnya.

Uniknya, saat menahan eksekusi Bukayo Saka, Donnarumma tidak tahu bahwa Italia sudah juara. Ia baru sadar saat rekan setim memeluknya untuk merayakan juara.

“Saya tidak merayakannya karena saya tidak tahu bahwa kami sudah menang. Saya melihat wasit, saya mencoba memahami apakah VAR telah memberikan izin,” ujar calon kiper Paris Saint-Germain kepada Sky Sport Italia, Selasa (13/7/2021).

“dan saya baru menyadari kami menang ketika saya melihat rekan tim saya merayakannya. Saya masih harus menyadari semuanya,” sambung sang penjaga gawang.

Apa yang dikatakan Gianluigi Donnarumma memang terlihat jelas di lapangan. Sesaat setelah menahan tendangan Bukayo Saka, dia tetap berjalan seperti biasa seakan menunggu rekannya di Italia menendang selanjutnya.

Padahal itu merupakan penendang kelima Inggris. Dan di pinggir lapangan para pemain dan staff pelatih sudah berlari kegirangan.

Termasuk Roberto Mancini yang memeluk para asistennya. Donnarumma baru menunjukkan reaksi emosional saat Leonardo Bonucci dan yang lain menghampirinya.

Di sisi lain, kesuksesan kiper 22 tahun menahan tiga eksekutor Inggris berbuah manis. Ia dinobatkan sebagai pemain terbaik Euro 2020 oleh UEFA.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Rio Ferdinand: Inggris Dikalahkan Tim Terbaik di Final EURO 2020

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Rio Ferdinand mengakui bahwa timnas Inggris dikalahkan oleh tim terbaik, timnas Italia di babak final EURO 2020. Sebelumnya, Ferdinand sempat mengatakan bahwa negaranya akan bisa mengalahkan tim manapun di final EURO 2020.

“Kami kalah di final EURO 2020 dari tim terbaik di turnamen tersebut. Yang belum terkalahkan selama 34 pertandingan, yang berjalan hampir 3 tahun lamanya,” kata Rio Ferdinand seperti dikutip Football5star.com dari Football Italia, Selasa (13/7/2021).

Lautan Manusia Merayakan Pesta Kemenangan Italia, Juara EURO 2020

“Energi pra pertandingan di stadion yang paling mengigit yang pernah saya lihat di Stadion Wembley. Seluruh stadion bersatu dalam tepuk tangan. Sungguh awal pertandingan Inggris terhebat dalam hidup saya,” tambahnya.

“Sampai saat ini tim telah luar biasa, para pemain dicintai dan diidolakan oleh bangsa ini karena usaha mereka di dalam lapangan,” ungkap Rio Ferdinand.

Dalam pernyataan yang ia unggah di platform media sosial miliknya, eks bek Manchester United itu juga mengemukakan pendapatnya soal hinaan rasial yang ditujukan kepada pemain Inggris yang gagal di adu penalti, Marcus Rasford, Bukayo Saka dan Jadon Sancho.

Menurut Ferdinand, mereka yang melakukan serangan rasial kepada para pemain itu tak ubahnya seperti tikus yang menjijikan.

“Platform media sosial menjadi tempat yang aman dan beracun untuk tikus-tikus bodoh dan pengecut untuk mulai menyemburkan perasaan menjijikan mereka,”

“Bersembunyi di balik selimut pengaman yang merupakan platform media sosial, orang-orang menjijikan ini dapat terus menerus menyerang pemain karena mereka aman dengan menggunakan akun anonim,” tambah Rio Ferdinand.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Gagal Penalti, Marcus Rashford Disarankan Jauhi Dunia Politik

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Inggris gagal juara Euro 2020 usai takluk dari Italia lewat adu penalti. Marcus Rashford yang jadi salah satu eksekutor yang gagal menjadi sasaran kritik.

Kritik yang tertuju ke Marcus Rashford tidak hanya berasal dari fan atau mantan pemain saja. tapi juga dari salah satu politisi dari Partai Konservatif Inggris, Natalie Elphicke.

Natalie Elphicke menyebut tidak ada yang salah dengan permainan bomber Manchester United. Tapi ia menyindir sikap sang bomber yang terlalu vokal di ranah politik. Untuk itu dia memintanya untuk menjauhi dunia politik.

natalie elphicke inside housing
Inside Housing

“Mereka kalah. Apakah tidak adil untuk menyarankan Rashford agar menghabiskan lebih banyak waktu untuk menyempurnakan permainannya dan lebih sedikit waktu untuk bermain politik,” tulis Natalie Elphicke di WhatsApp yang bocor ke GBNews.

Tulisan anggota parlemen untuk Dover and Deal ia kirim ke grup WhatsApp Tory MP. Tapi percakapan tersebut bocor ke media sosial. Akun pertama yang menyebarkan adalah Twitter Politics For All,

Pada babak adu penalti tiga penendang Inggris gagal menyelesaikan tugasnya dengan baik. selain Marcus Rashford ada pula Jadon Sancho dan Bukayo Saka.

Kritik sejatinya tidak hanya tertuju pada mereka bertiga. Tapi juga pemilihan yang dilakukan Gareth Southgate.

Gareth Southgate dianggap terlalu berani menunjuk mereka yang masih sangat muda. Rashford dan Sancho baru dimasukkan pada menit terakhir babak tambahan, sedangkan Saka yang baru 19 tahun sebagai penendang terakhir.

Penyebab Marcus Rashford Gagal Eksekusi Penalti di Final Euro 2020

gamespool
Penyebab Marcus Rashford Gagal Eksekusi Penalti di Final Euro 2020 114

Football5star.com, Indonesia – Marcus Rashford mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh suporter timnas Inggris karena gagal mengeksekusi penalti di final Euro 2020. Menurut Rashford, ia gagal mengeksekusi penalti karena sedang mengalami krisis kepercayaan diri.

Rashford merupakan salah satu eksekutor penalti The Three Lions yang gagal menjalankan tugasnya dengan baik di partai puncak Euro 2020. Dua pemain lain yang juga gagal mengeksekusi penalti adalah Jadon Sancho dan Bukayo Saka.

“Semua orang mungkin mengetahui hal ini. Saya baru saja menjalani musim yang sangat sulit. Hal tersebut membuat saya tidak memiliki kepercayaan diri yang maksimal ketika tampil di final Euro 2020,” tulis Marcus Rashford.

Marcus Rashford - Final Euro 2020 - The Telegraph
The Telegraph

“Saya selalu yakin akan bisa mengeksekusi penalti dengan baik. Tapi, entah mengapa, saya merasakan ada sesuatu yang salah di momen itu. Saya berusaha mengulur waktu dan sayangnya gagal menjalankan tugas dengan baik.”

“Penalti tersebut merupakan satu-satunya kontribusi yang bisa saya berikan di atas lapangan. Saya bisa mencetak penalti ketika sedang tidur. Tapi, mengapa penalti di final Euro 2020 gagal bersarang di gawang lawan? Saya benar-benar kesulitan menggambarkan perasaan ini,” sambung Rashford.

Tak cuma meminta maaf, Rashford juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas berbagai dukungan yang diberikan suporter Inggris. Ia mengaku tak akan bisa melupakan seluruh dukungan yang diberikan para suporter.

“Saya menerima cukup banyak pesan bernada positif dari para suporter. Saya menangis ketika melihat dukungan yang diberikan warga Manchester. Mereka tak pernah berhenti memberikan dukungan dalam momen apa pun,” tuntas Rashford.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]