Andrea Pirlo Puji Reaksi Marah Ronaldo Saat Diganti

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Cristiano Ronaldo tidak senang ketika dirinya ditarik pada semifinal Coppa Italia antara Inter Milan vs Juventus. Pelatih Andrea Pirlo punya alasan kuat di balik keputusannya itu.

Cristiano Ronaldo ditarik keluar pada menit ke-76. Padahal laga di Giuseppe Meazza itu dia sedang mengincar hat-trick setelah mencetak dua gol pada babak pertama.

Ketika meninggalkan lapangan kapten Portugal menunjukkan ekspresi kecewa. Walau begitu dia tidak berbicara apa-apa lagi ke Pirlo atau pun media terkait pergantian tersebut. Reaksi ini pula yang membuat sang pelatih memujinya.

Andrea Pirlo Senang Ketemu Inter di Semi Final Coppa Italia
Stadium Astro

“Saya mengerti Ronaldo tidak senang diganti. Tapi itu waktu yang tepat untuknya beristirahaat karena ada pertandingan Serie A yang sudah menunggu meski hanya beberapa menit saja,” kata Pirlo seperti dikutip Football5star dari Gazzetta dello Sport.

“Dia tidak bisa menjawab kritiknya dengan cara yang lebih baik daripada yang dia lakukan ini. Saya senang melihatnya seperti itu karena dia ingin memberikan semuanya untuk tim,” ia menambahkan.

Apa yang dikatakan Andrea Pirlo memang ada benarnya. Mantan bintang Real Madrid selama ini selalu diandalkan di lini depan.

Dengan jadwal yang padat, sang pelatih melihat Cristiano Ronaldo butuh istirahat agar kondisinya tetap prima. Apalagi akhir pekan nanti Si Nyonya Tua sudah ditunggu AS Roma dalam lanjutan Serie A.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Pembelaan Arturo Vidal Soal Cium Lambang Juventus

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Arturo Vidal tampil menawan pada laga Inter Milan vs Juventus, Senin (18/1/2021) dinihari WIB. Dia mencetak satu gol dalam kemenangan 2-0 Inter.

Ini sekaligus jadi gol perdana Arturo Vidal di Serie A selama memperkuat Inter Milan. Kendati mencetak gol dan tampil bagus sepanjang pertandingan, tingkah lakunya tetap mengundang kontroversi.

Sebelum pertandingan berlangsung, dia terlihat mencium lambang Juventus yang terdapat di pakaian Giorgio Chiellini. Momen tersebut terjadi saat mereka berpelukan di sela-sela latihan.

Momen ini kemudian viral di media sosial. Sadar apa yang dia lakukan menjadi sorotan, penggawa timnas Chile akhirnya mengklarifikasi. Ia mengaku hanya melepas rindu dengan Giorgio Chiellini.

“Saya tidak pernah berkeinginan mencium logo tim lain. Ciuman yang saya berikan sebagai bentuk kasih sayang kepada seorang saudara yang bersamanya saya menjalani tahun-tahun luar biasa dan kami saling menyayangi satu sama lain,” kata Vidal di Instagram, Senin (18/1/2021).

“Saya sangat menghormati Inter, fan, dan orang-orang yang percaya pada saya untuk membela dan melanjutkan sejarah di klub yang luar biasa ini. Saya akan memberi jiwa saya untuk itu. Forza Inter,” lanjutnya.

Arturo Vidal memang tidak bisa dilepaskan dengan Juventus. Gelandang 33 tahun pernah berseragam I Bianconeri selama empat musim dan punya kedekatan dengan Giorgio Chiellini, Gianluigi Buffon, Leonardo Bonucci, serta pelatih Andrea Pirlo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Inter Milan vs Juventus Pertaruhan Harga Diri, bukan Scudetto

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Laga Inter Milan vs Juventus di Giuseppe Meazza, Senin (18/1/2021) dinihari WIB mempertaruhkan harga diri, bukan scudetto. Setidaknya itulah yang dikatakan legenda Inter, Ronaldo.

Menurut Ronaldo, terlalu dini untuk membicarakan scudetto kendati persaingan kedua klub sangat ketat. Kendati demikian ia tidak menampik laga Inter Milan vs Juventus tetap bergengsi seperti biasa.

“Saya pikir laga nanti bukan penentu scudetto karena Serie A masih sangat panjang. Kemenangan nanti bagus untuk harga diri klub karena itulah yang dipertaruhkan selama ini. Pertandingan ini juga untuk mengetahui seberapa siap Anda bersaing di level teratas,” kata Ronaldo kepada Gazzetta dello Sport, Minggu (17/1/2021).

Ronaldo Nazario Seharusnya 4 Pemain Ini Menang Ballon d'Or
Pinterest

Laga bertajuk Derby d’Italia nanti kembali menghadirkan duel lini depan dari kedua tim. Di kubu tuan rumah masih ada Romelu Lukaku yang sudah mencetak 13 gol. Sementara tim tamu memiliki Cristiano Ronaldo yang kini jadi top skorer sementara Serie A.

Bagi legenda Brasil, kedua striker punya tipe permainan yang berbeda. Namun, keduanya sama-sama berperan besar dalam permainan timnya masing-masing.

“Saya melihat Cristiano sebagai sosok yang berbeda dibanding ketika masih di Real Madrid. Dia tahu cara merawat tuuhnya, lihat saja performanya melawan Sassuolo. Tidak terlalu menonjol tapi dalam waktu singkat mampu menyakiti lawan,” ia menambahkan.

“Lukaku? Mereka sangat berbeda. Tapi ada kesamaan. Ketika Anda punya pemain hebat seperti mereka sulit untuk tidak bergantung pada mereka,” tutup Ronaldo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Faktor Tubuh Besar, Conte Minta Lukaku Lebih Banyak Berlatih

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Antonio Conte mengatakan bahwa Romelu Lukaku mengalami masalah kebugaran. Setelah laga Inter Milan vs Juventus, ia pun berharap penyerang asal berlatih lebih banyak lagi.

Romelu Lukaku tidak bisa memberikan banyak kontribusi di pertandingan Inter Milan vs Juventus. Anak asuh Antonio Conte pun mengalami kekalahan 1-2 di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (7/10/2019).

Laga bertajuk Derby d’Italia merupakan penampilan pertama Lukaku setelah absen tengah pekan lalu. Ya, Lukaku absen saat Inter juga mengalami kekalahan melawan Barcelona di pentas Liga Champions.

Duel Taktik Sarri vs Conte: Sarri Ball Diuji 3-5-2 ala Conte
Gettyimages.com

Ia baru pulih dari masalah cedera otot paha. Kendala itu pun membuatnya tidak bisa tampil maksimal.

“Romelu jelas perlu berlatih lebih banyak. Sebagai pemain dengan badan besar, ia butuh berlatih, bermain, agar bisa tampil hebat. Awal musim ini ia mengalami masalah punggung dan sekarang mengalami masalah otot paha,” kata Conte seperti dikutip Football5star.com dari Goal.

“Namun, saya pikir ia sudah memberikan segalanya. Kami kehilangan dia di laga melawan Barcelona. Penting untuk memilikinya dalam tim,” ujarnya.

“Kendati demikian, ia sangat berkomitmen di pertandingan melawan Juventus, ia berusaha menampilkan yang terbaik. Saya berharap ia bisa mengatasi masalahnya itu dan kembali tampil 100 persen,” ucapnya.

Lukaku merupakan penyerang yang sudah mengemas tiga gol buat tim berjulukan I Nerazzurri sejauh ini.

https://www.instagram.com/p/B3PDrRkgodh/

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Juventus ke Puncak Klasemen, Ronaldo Tuangkan Perasaan di Media Sosial

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Cristiano Ronaldo menuangkan perasaannya lewat media sosial setelah timnya memenangi laga Inter Milan vs Juventus. Ia mengaku ada perasaan yang luar biasa karena tim berjulukan La Vecchia Signora berhasil kembali merebut puncak klasemen sementara Liga Italia.

Ya, pertandingan Inter Milan vs Juventus berakhir dengan skor 1-2 di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (7/10/2019) dini hari WIB. Cristiano Ronaldo tidak mencetak gol di laga tersebut.

Kedua gol kemenangan La Vecchia Signora dicetak Paulo Dybala dan Gonzalo Higuain. Sementara itu, satu gol balasan tim beralias I Nerazzurri disumbangkan Lautaro Martinez.

Cristiano Ronaldo - Inter milan vs Juventus - Fox Sports
Foxsport.com

Kemenangan tersebut membuat Ronaldo dkk berhasil merebut posisi puncak klasemen Serie A dari tangan Inter. Ya, sekarang Juventus mengemas 19 poin dari tujuh laga musim ini, mereka unggul satu poin dari tim besutan Antonio Conte.

Keberhasilan itu membuat megabintang berjulukan CR7 memuji penampilan apik rekan satu timnya. Ia juga mengaku senang karena La Vecchia Signora kembali memimpin persaingan Serie A musim ini.

https://www.instagram.com/p/B3SynoYAQjf/

“Tim tampil sangat bagus di pertandingan ini. Ada perasaan yang luar biasa bisa kembali lagi ke puncak klasemen,” kata Ronaldo seperti dikutip Football5star.com dari akun Instagram pribadinya.

Hasil tersebut juga membuat tim besutan Maurizio Sarri menjadi satu-satunya kesebelasan yang belum terkalahkan. Sebaliknya, hasil negatif dari Juventus membuat I Nerazzurri mengalami kekalahan pertama di Serie A musim ini.

https://www.instagram.com/p/B3PDrRkgodh/

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Main Santai Jadi Faktor Kemenangan Juventus atas Inter Milan

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Juventus membuktikan kualitasnya saat menghadapi Inter Milan di Giuseppe Meazza, Senin (7/10/2019). Klub berjuluk Si Nyonya Tua sukses mengalahkan tuan rumah dengan skor 2-1.

Kemenangan ini pun membuat kapten tim, Leonardo Bonucci, bahagia. Ia mengatakan timnya bermain sangat percaya diri. Tapi faktor penting yang membuat Juve menang adalah ia dan rekan setimnya bermain santai dan sangat menikmati pertandingan.

“Kami mampu menghadapi berbagai momen pertandingan ini dengan percaya diri tinggi dan kami tetap rendah hati menatap laga ini. Kami bermain dengan bola sangat nyaman dan tidak terlalu menderita saat Inter menguasai bola,” kata Bonucci kepada Sky Sport Italia, Senin (7/10/2019).

leonardo bonucci juventus inter milan
@juventusfcen

“Kami sangat menikmati pertandingan ini. Ada banyak intensitas, kekuatan fisik, di lapangan. Tapi kami tetap santai dalam semua situasi hingga akhirnya kami bisa mengamankan tiga poin” ia menambahkan.

Lebih lanjut, pemain timnas Italia juga mengomentari kinerja lini belakang Juventus. Walau mengakui kehilangan sosok Giorgio Chiellini, ia tetap memuji kinerja pemain lain, termasuk Matthijs de Ligt.

“Kami tahu kehilangan Giorgio Chiellini berdampak buruk untuk tim, baik di dalam dan juga luar lapangan. Tapi kami tetap bekerja keras dan mampu menjaga ritme tim di lini belakang. Kami tidak kehilangan sentuhan dan itu terbukti karena kami belum terkalahkan,” tutup Bonucci.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Higuain Sebut Juventus Pantas Kalahkan Inter Milan

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Juventus sukses mencuri tiga poin di kandang Inter Milan, Stadion Giuseppe Meazza, Senin (7/10/2019) dinihari WIB. Gonzalo Higuain dkk menang tipis 2-1 atas tuan rumah.

Tanda-tanda kemenangan Juventus sudah terlihat ketika laga baru dimulai. Mereka bahkan mampu unggul cepat lewat sontekan kaki kiri Paulo Dybala. Walau kedudukan sempat disamakan oleh Lautaro Martinez, Juve membuktikan kelasnya lewat gol pamungkas Gonzalo Higuain 10 menit jelang laga berakhir.

Bagi Higuain, kemenangan timnya ini pantas didapat. Ia mengatakan Si Nyonya Tua tampil lebih menjanjikan dibanding La Beneamata.

gonzalo higuain juventus
@aaronramsey

“Pertandingan luar biasa ditunjukkan Juve hari ini. Inter adalah tim yang sangat solid di liga, mereka menang enam laga beruntun. Tapi kami membuktikan karakter tim yang kuat hingga memenangkan pertandingan,” kata Higuain kepada Sky Sport Italia, Senin (7/10/2019).

“Kami bermain dengan determinasi tinggi dan hasil ini sangat pantas kami raih. Saya bangga bisa membantu tim meraih kemenangan dan membawa pulang tiga poin ke Turin,” sambungnya.

Kendati jadi pahlawan kemenangan Si Nyonya Tua, striker Argentina itu sejatinya baru diturunkan pada babak kedua. Pelatih Maurizio Sarri lebih memilih menurunkan Paulo Dybala sebagai starter.

Walau begitu, Higuain mengaku tidak masalah dengan keputusan Sarri. “Pelatih sudah membuat keputusan dan saya menerimanya. Paulo bekerja dengan sangat baik hari ini, kami saling mengerti satu sama lain,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Lautaro Martinez: Inter Kalah karena Kesalahan Sendiri

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Inter Milan harus menyerah 1-2 dari Juventus dalam lanjutan Serie A di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (7/10/2019) diniihari WIB. Kekalahan ini pun membuat Lautaro Martinez kecewa.

Bagi Lautaro Martinez, kekalahan Inter Milan kali ini disebabkan kesalahan tim sendiri. Ia mengaku para pemain tidak menjalankan apa yang sudah direncanakan.

“Kami tidak melakukan apa yang sudah kami persiapkan di babak pertama. Jelas ini kesalahan kami karena tidak melakukan apa yang harusnya kami lakukan. Setelah itu kami kebobolan dan berusaha untuk mengejar,” kata Lautaro kepada Inter TV, Senin (7/10/2019).

lautaro martinez penalti
@Inter_br

“Di babak kedua kami membuat perubahan, terutama soal mentalitas tim. Tapi sangat disayangkan kami kalah di penghujung pertandingan. Yang harus kami lakukan sekarang adalah perbaikan agar bisa lebih baik lagi,” tuturnya.

Kekalahan ini membuat I Nerazzuri harus tergusur dari puncak klasemen Serie A. Mereka disalip Juventus yang kini mengumpulkan 19 poin, unggul satu poin dari Inter.

Kendati demikian, bomber asal Argentina tidak khawatir dengan turunnya posisi Inter ke peringkat kedua. “Jarak dengan Juve? saya sudah katakan kami harus bekerja lebih keras. Tidak ada masalah dengan apa ayng terjadi di klasemen karena kompetisi masih sangat panjang,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Conte: Inter Kalah dari Juventus karena Sensi Cedera

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Inter Milan, Antonio Conte, sangat menyayangkan kekalahan 1-2 timnya dari Juventus. Ia mengatakan kekalahan ini diderita karena gelandang andalannya, Stefano Sensi cedera.

Pada pertandingan yang berlangsung di Giuseppe Meazza, Senin (7/10/2019) dinihari WIB Inter Milan tertinggal lebih dulu dari Juventus melalui gol cepat Paulo Dybala. Sempat menyamakan kedudukan lewat penalti Lautaro Martinez, mereka akhirnya menyerah 1-2 setelah Gonzalo Higuain memastikan kemenangan tim tamu.

Kekalahan ini kian menyakitkan karena Stefano Sensi harus ditandu keluar di babak pertama karena mengalami cedera. Alhasil, permainan I Nerazzuri jadi tak terkendali dan sering kehilangan bola.

stefano sensi inter milan vs juventus
@Inter_es

“Cedera Sensi sangat berdampak pada permainan tim di lapangan. Kami harus membayar mahal cederanya karena setelah itu kami kehilangan arah. Babak kedua juga tidak berjalan dengan baik,” ujar Conte kepada Sky Sport Italia, Senin (7/10/2019).

“Juventus mencetak gol dan mereka harus mengeluarkan semua pemain depannya untuk menang. Harus diakui skuat mereka sangat berpengalaman dalam memainkan laga besar seperti ini,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, mantan pelatih Juve ini menolak menyalahkan anak asuhnya atas kekalahan ini. Menurutnya, Lautaro Martinez dkk sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Tidak ada yang bisa saya salahkan dari para pemain. Mereka sudah memberikan segalanya di lapangan. Saya bangga dengan komitmen yang mereka tunjukkan,” tutup Conte.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Inter Milan vs Juventus: Bonucci Kenang Pengaruh Conte

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kapten Juventus, Leonardo Bonucci, sudah tidak sabar menghadapi Inter Milan di Giuseppe Meazza, Senin (7/10/2019) dinihari WIB. Untuk pertama kalinya dia akan menghadapi mantan pelatihnya, Antonio Conte.

Seperti yang diketahui, Leonardo Bonucci pernah dilatih Antonio Conte di Juventus dan juga timnas Italia. Tapi kali ini keduanya harus tampil sebagai musuh di laga panas bertajuk Derby d’Italia.

Kendati begitu, sang kapten tetap menaruh hormat tinggi pada Conte. Ia juga tidak bisa melupakan jasa mantan pelatihnya itu yang sudah menanamkan mentalitas pemenang dalam dirinya.

Leonardo Bonucci merasa antusias melihat ide-ide dan metode baru Maurizio Sarri sebagai pelatih anyar Juventus.
calciomercato24

“Yang diberikan Conte pada saya dan tim adalah rasa lapar dan keinginan untuk tidak menyerah, mentalitas yang memungkinan Anda melampaui rasa sakit untuk mencapai tujuan,” ujar Bonucci kepada Sky Sport Italia, Minggu (6/10/2019).

“Dia menanamkan mental juara sejak pertama kali datang. Dia sangat cocok untuk Juventus. Dia membangkitkan kami setelah hancur akibat Calciopoli. Kami membutuhkan seorang seperti dia, yang bisa bikin kami mengerti apa aritnya memakai jersey ini,” ujarnya lagi.

Di sisi lain, pemain yang sempat membelot ke AC Milan mengakui kehebatan Inter Milan musim ini yang sukses menyapu bersih kemenangan di Serie A. Ia mengatakan sang rival punya pelatih dan para pemain hebat.

“Inter memulai musim ini dengan sangat baik, dan itu sudah diramalkan banyak orang karena adanya Conte di sana. Mereka juga punya tim yang hebat dan siap memberikan yang terbaik,” tutup Bonucci.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Duel Taktik Sarri vs Conte: Sarri Ball Diuji 3-5-2 ala Conte

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Duel dua pelatih cerdas Antonio Conte dan Maurizio Sarri akan tersaji kala Inter Milan menjamu tamunya Juventus dalam laga yang bertajuk Derby d’Italia di Giuseppe Meazza, Senin dini hari(7/10/2019).

Duel ini disebut menjadi salah satu laga panas yang ada di Liga Italia. Menariknya, Antonio Conte pertama kalinya di liga resmi akan menghadapi mantan besutannya di laga kali ini.

Maurizio Sarri di Juventus akan mengadu taktik dengan Antonio Conte yang menukangi Inter Milan. Sarri ball melawan 3-5-2 taktik khas ala Antonio Conte. Siapa kah yang akan lebih baik? Football5Star.com akan menelisik lebih jauh dengan rangkuman di bawah ini.

3-5-2 ala Antonio Conte

Duel Taktik Sarri vs Conte: Sarri Ball Diuji 3-5-2 ala Conte
Getty images.

Dimanapun Conte melatih, taktik yang dipakai hampir selalu dengan formasi dasar 3-5-2. Akan tetapi, formasi ini kerap kali tak melulu saklek dengan pemain yang harus di posisi awal ketika laga dimulai.

Sebut saja gelandang-gelandang yang kerap kali dimainkan menjadi skuat inti Conte di Inter Milan. Mereka adalah Stefano Sensi, Nicolo Barella, Matias Vecino dan juga Marcelo Brozovic. Peran Sensi dan Brozovic menjadi kunci lantaran keduanya kerap kali mengisi pos utama pilihan lini tengah Conte.

Sementara itu, lini tengah mereka akan ditopang dengan dua wing back yang berperan ganda untuk sama kuatnya dalam bertahan dan menyerang. Posisi tersebut kerap diisi oleh Kwadwo Asamoah dan Danilo D’Ambrosio. Khusus untuk Asamoah, dirinya sudah menjalani posisi tersebut sejak masih bersama Conte di Juventus. Pemain asal Ghana tersebut pasti sudah paham betul bagaimana keinginan Conte di posisi tersebut.

Tiga jangkar di belakang memiliki peran penting dalam pertahanan. Ketiga pemain ini jarang untuk melakukan bantuan ke lini depan, kecuali pada momen-momen tertentu. Mereka yang kerap mengisi posisi tersebut ialah Diego Godin, Milan Skriniar dan juga Stevan de Vrij. Berkat mereka, Inter kini hanya kebobolan 2 gol dari total 6 penampilan mereka di Serie A.

Masuk ke lini depan, dua nama Lautaro Martinez dan Romelu Lukaku hampir selalu mengisi pos utama di lini depan. Akan tetapi, keduanya juga memiliki back up yang tak kalah mumpuni di dalam diri Matteo Politano dan juga Alexis Sanchez.

Sarri Ball di Juventus

Duel Taktik Sarri vs Conte: Sarri Ball Diuji 3-5-2 ala Conte
Stadium Astro.

Sarri ball adalah sebuah taktik yang dipopulerkan oleh Maurizio Sarri dengan mengoptimalkan peran gelandang di lini tengah tim yang ia besut. Jika ia memiliki Jorginho di Napoli atau Chelsea, kini Sarri memiliki Miralem Pjanic yang ia manfaatkan untuk taktikalnya di lini tengah.

Peran Pjanic tentunya mendapat bantuan lain dari dua atau tiga gelandang lainnya. Biasanya, Sarri memasang nama-nama seperti Blaise Matuidi, Sami Khedira, Rodrigo Bentancur hingga Aaron Ramsey untuk bersama Pjanic yang tak tergantikan di lini tengah.

Di lini belakang, duet kapten Leonardo Bonucci dan rekrutan anyar Matthijs de Ligt tak tergantikan. Keduanya mengusung misi untuk mengamankan daerahnya dari serangan lawan sebelum masuk ke daerah pertahanan yang dijaga oleh Wojciech Szczesny.

Duet lini belakang itu ditopang oleh dua wing back yang menjadi opsional untuk penyerangan Juventus. Pos-pos itu kerap diisi oleh Alex Sandro dan Danilo da Silva. Akan tetapi, Danilo yang tengah cedera kemungkinan akan digantikan posisinya oleh Juan Cuadrado yang ditarik untuk sedikit mundur ke belakang dari posisi asalnya sebagai winger.

Peran penting Sarri ball tentunya diakhiri dengan penyelesaian akhir yang gemilang dari para ujung tombak. Di Juventus, Sarri tak perlu berpikir lebih untuk urusan mencetak gol dari penyerangnya. Nama-nama seperti Paulo Dybala, Gonzalo Higuain hingga sang mega bintang Cristiano Ronaldo membuatnya santai untuk memilih opsi para dari pemain tersebut.

PREDIKSI SUSUNAN PEMAIN KEDUA TIM

Inter Milan vs Juventus line up

Icardi Nonton Laga Inter Milan vs Juventus di Giuseppe Meazza

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pemandangan unik akan tersaji di laga Inter Milan vs Juventus di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (7/10/2019) dinihari WIB. Mantan kapten Inter, Mauro Icardi, dilaporkan akan hadir di stadion.

Mauro Icardi datang ke Giuseppe Meazza untuk menyaksikan mantan klubnya bertanding. Menarik dinantikan apakah ada agenda lain di balik kedatangan pemain yang dipinjamkan ke Paris Saint-Germain itu.

Corriere dello Sport melaporkan bahwa kehadiran Icardi nanti sekaligus untuk bertemu dengan manajemen Inter Milan. Ia berencana ingin memastikan masa depannya di klub tersebut.

Mauro Icardi gagal melepaskan tembakan saat Inter kalah dari Juventus.
Tutto Sport

Seperti yang diketahui, status mantan pemain Sampdoria di Paris Saint-Germain masih sebagai pemain pinjaman. Maka dari itu ia ingin menemui manajemen Inter agar dirinya dilepas secara permanen ke klub asal Paris.

Performa Mauro Icardi bersama PSG sejauh ini cukup menjanjikan. Ia sudah mencetak dua gol dari lima penampilan yang sudah dilakoni.

Di sisi lain, I Nerazzuri sepertinya sudah tidak membutuhkan jasa mantan kaptennya itu. Pasalnya lini depan mereka yang dihuni oleh Lautaro Martinez, Romelu Lukaku, dan Alexis Sanchez sangat memuaskan. Ketiganya bahkan sudah mencetak gol di Serie A.

Sementara itu, Calcio Mercato mengklaim bahwa kedatangan Icardi ke kota Milan tidak berhubungan dengan situasi kontraknya. Ia disebutkan hanya ingin mengunjungi sang istri sekaligus agennya, Wanda Nara, yang sampai sekarang masih menetap di Milan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Nicolo Barella: Inter Milan dan Juventus Selevel

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pertandingan antara Inter Milan vs Juventus jadi pengalaman pertama untuk Nicolo Barella. Ya, ia untuk pertama kalinya akan menjadi bagian dari laga bertajuk Derby d’Italia.

Seperti yang diketahui, Nicolo Barella baru didatangkan Inter Milan dari Cagliari. Walau berstatus sebagai pemain baru ia sudah menjadi andalan Antonio Conte di lini tengah.

Menjelang Derby d’Italia dinihari nanti, Barella mengaku kedua tim saat ini berada di level yang sama. Walau selama ini Juve selalu mengalahkan Inter, ia tetap yakin timnya punya peluang untuk memenangkan pertandingan.

Nicolo Barella - Inter - Cagliari - FedeNerazzurra
FedeNerazzurra

“Pertandingan ini berada di level yang sama. Juventus bukan hanya punya pengalaman, skuat mereka dihuni oleh pemain-pemain hebat yang sudah saling kenal sejak lama. Tapi kami juga pemain-pemain hebat seperti mereka,” kata Barella seperti dilansir Calcio Mercato, Minggu (6/10/2019).

“Pelatih sudah meminta kami untuk melakukan semuanya dengan tepat, itulah kenapa saya bilang kami selevel dengan mereka. Juventus sudah memenangkan liga dengan keunggulan 21 poin tahun lalu. Tapi kali ini kami punya tekat lebih untuk memenangkan laga nanti,” sambungnya.

Pemain 21 tahun kemungkinan besar akan diduetkan lagi dengan Stefano Sensi di lini depan. Keduanya akan membantu serangan Inter Milan yang ditopang Lautaro Martinez dan Romelu Lukaku di lini depan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Inter Milan vs Juventus: Conte Sudah Lupakan Masa Lalu

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Satu sosok yang jadi pusat perhatian pada laga Inter Milan vs Juventus kali ini adalah pelatih tuan rumah, Antonio Conte. Ya, ini pertama kalinya ia akan berhadapan dengan mantan klubnya.

Seperti yang diketahui, Antonio Conte merupakan mantan pelatih Juventus dan sukses mempersembahkan tiga scudetto. Tapi kini dirinya justru melatih Inter Milan yang notabene rival abadi Juve.

Akan tetapi, kebersamaan sang pelatih bersama klub asal Turin sepertinya tinggal masa lalu saja. Dia tidak ingin mengingat lagi kesuksesan di masa lalu dan fokus memberikan yang terbaik untuk I Nerazzuri.

Pirlo dan Conte - www.old.football5star.com
Getty Images

“Saya sudah tidak ingin melihat ke belakang lagi. Kita harus melihat ke depan dan besok ada pertandingan terpenting di Liga Italia. Saya mengharapkan laga antara dua klub yang saat ini di puncak klasemen,” kata Conte kepada Inter TV, Sabtu (5/10/2019).

“Kedua tim sudah melakukan tugasnya dengan sangat baik sejauh ini. Itulah sebabnya saya selalu mengatakan kami mengerjakan ambisi besar. Ini Derby d’Italia dan semua orang akan nonton pertandingan ini,” ia menambahkan.

Tengah pekan lalu Inter Milan menelan kekalahan pertamanya musim ini. Mereka takluk dari Barcelona 1-2 di ajang Liga Champions. Kekalahan itu pun membuat Conte akan mengevaluasi timnya agar hasil serupa tidak terulang lagi di Giuseppe Meazza.

“Setiap pertandingan adalah langkah lain dalam perjalanan tim, ini proses perkembangan tim. Kekalahan dari Barcelona kemarin membuat kami melakukan evaluasi soal apa yang benar dan apa yang salah,” tutup mantan pelatih Chelsea itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Prediksi: Inter Milan vs Juventus

Inter Milan vs Juventus italia

Stadion Giuseppe Meazza, Senin (7/10/2019) Pukul 1.45 Dinihari WIB (Bein Sports)

Football5Star.com, Indonesia – Laga akbar kembali tersaji di Liga Italia akhir pekan ini. Kali ini pertandingan antara Inter Milan vs Juventus akan memanjakan pecinta Serie A.

Berbeda dari laga-laga sebelumnya, pertemuan kedua klub kali ini dipastikan lebih bergengsi. Pasalnya Inter Milan saat ini dilatih oleh Antonio Conte yang merupakan legenda dan mantan pelatih Juventus.

Sementara di atas lapangan, kedua tim sejauh ini berpredikat belum terkalahkan di Serie A. Inter menyapu bersih tujuh pertandingan dengan kemenangan. Sementara Juve menang enam kali dan sekali tertahan.

Ketatnya persaingan di lapangan, ditambah tensi dan bumbu yang dihadirkan Antonio Conte, grande partita bertajuk Derby d’Italia kali ini diprediksi akan berada di level yang berbeda.

REKOR PERTEMUAN

Inter Milan vs Juventus head to head

TREN PERFORMA

Inter Milan vs Juventus Laga Terakhir

STATISTIK MENARIK
  • Inter menyapu bersih semua pertandingan Serie A musim ini dengan kemenangan.
  • Inter belum kebobolan di laga kandang Serie A musim ini.
  • I Nerazzuri selalu sukses mencetak gol di 10 pertandingan terakhir.
  • Juve meraih 2 kemenangan dan 2 kali imbang di laga tandang musim ini.
  • Si Nyonya Tua selalu kebobolan di 2 laga tandang terakhir.
  • Dalam 5 laga terakhir, Inter tak pernah menang lawan Juve.
  • Terakhir kali Inter menang lawan Juventus di Giuseppe Meazza terjadi musim 2016-2017 lalu.
PELATIH
  • Antonio Conte dan Maurizio Sarri belum pernah bertemu sebelumnya.
  • Ini pertama kalinya Antonio Conte menghadapi Juventus.
  • Maurizio Sarri tak terkalahkan dari Inter dalam 4 laga terakhir.
  • Klub besutan Sarri tidak kebobolan di 4 laga terakhir lawan I Nerazzuri.
WASIT
  • Laga Inter Milan vs Juventus akan dipimpin Gianluca Rocchi.
  • Musim ini tim tuan rumah baru menang sekali saat Gianluca Rocchi memimpin pertandingan.
  • Inter tak terkalahkan di 5 laga terakhir yang dipimpin Rocchi.
  • Dari 14 laga terakhir yang dipimpin Rocchi, Juve hanya sekali kalah. Sisanya berhasil mereka menangkan.
  • Rocchi sudah 2 kali pimpin laga Inter Milan vs Juventus, dan Inter tidak pernah menang.
PEMAIN KUNCI

INTER MILAN:

Top Scorer: Romelu Lukaku (3 gol)

Top Assist: Stefano Sensi (2 assist)

Top Rating: Stefano Sensi (7,82)

JUVENTUS:

Top Scorer: Cristiano Ronaldo (3 gol)

Top Assist: Douglas Costa (2 assist)

Top Rating: Cristiano Ronaldo (7,47)

BERITA KEDUA TIM
  • Inter tak bisa menurunkan Alexis Sanchez karena hukuman kartu merah.
  • Kondisi Romelu Lukaku juga masih diragukan tampil. Tapi Antonio Conte tetap menyertakan namanya.
  • Danilo D’Ambrosio kembali menempati posisi sebagai bek kiri.
  • Nicolo Barella kemungkinan besar akan diistirahatkan dan posisinya akan digantikan Matias Vecino.
  • Douglas Costa dan Danilo kemungkinan besar tidak bisa bermain karena cedera.
  • Alex Sandro akan kembali diandalkan Maurizio Sarri sebagai bek kiri.
  • Aaron Ramsey akan bermain sebagai playmaker untuk menyuplai bola pada Cristiano Ronaldo dan Gonzalo Higuain di depan.
PRAKIRAAN FORMASI

man utd vs west bromInter Milan vs Juventus line up

PREDIKSI HASIL
WhoScored
Inter 1-1 Juventus
ScorePredictor
Inter 1-1 Juventus
Predictz
Inter 3-1 Juventus
FOOTBALL5STAR
Inter 2-1 Juventus

 

 

 

 

 

 

Duel Antarlini Inter Milan vs Juventus

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Grande Partita akan tersaji di pekan ketujuh Serie A pekan ini. Dua klub pesaing scudetto musim ini, Inter Milan dan Juventus akan saling berhadapan di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (6/10/2019).

Sudah tidak perlu diragukan lagi bagaimana tingginya rivalitas antara Inter Milan dan Juventus. Hal ini pula yang membuat pertemuan kedua tim dijuluki Derby d’Italia.

Duel sengit juga bakal tersaji di setiap lini, akhir pekan ini. Berikut ulasannya:

1.) Kiper

Duel Antar Lini AC Milan vs Inter Milan: Sarat Gengsi di Setiap Posisi
Getty Images

Di posisi kiper, performa Samir Handanovic masih berada di atas Wojciech Szczesny musim ini. Handanovic telah enam kali membela Inter di Serie A dan cuma kebobolan dua kali. Kiper asal Slovakia itu juga mencatatkan empat clean sheet.

Sementara Szczesny sudah kebobolan empat kali dari empat laga. Posisinya juga terancam dengan kembalinya Gianlugi Buffon. (Pemenang Inter)

2.) Lini Belakang

Inter Milan @inter
@inter

Tak bisa dipungkiri, Juventus memiliki pertahanan terbaik di Serie A selama tujuh musim terakhir. Akan tetapi, hal itu sepertinya berubah musim ini. Cedera Giorgio Chiellini cukup memukul Bianconeri.

Tim asal Turin itu memang memiliki Matthijs de Ligt. Namun, bek asal Belanda itu butuh waktu untuk adaptasi dengan gaya permainan di Italia.

Kondisi Inter Milan justru sebaliknya. Pelatih Antonio Conte mampu meracik pertahanan solid dengan tiga pemain di lini belakang. Meski kerap merotasi para beknya, namun pertahanan La Beneamata selalu kokoh. (Pemenang Inter)

3.) Lini Tengah

aaron ramsey juventus @juventusfc
@juventusfc

Performa Marcelo Brozovic dan Stefano Sensi meningkat pesat musim ini berkat tangan dingin Conte. Keduanya bermain dengan penuh tenaga dan rajin menyumbang gol atau assist.

Meski demikian, mereka bukanlah tandingan lini tengah Juventus. Miralem Pjanic dan Aaron Ramsey adalah dua sosok kunci di lini tengah Bianconeri.

Khusus Ramsey, meski baru bergabung, namun pemain asal Wales itu langsung menyatu dengan Gonzalo Higuain dan kawan-kawan. (Pemenang Juventus)

4.) Lini Depan

Cristiano Ronaldo juventus (@juventusfc)
@juventusfc

Persaingan di lini depan adalah yang paling sengit. Kedua tim memiliki bomber-bomber papan atas. Inter memiliki Romelu Lukaku, Lautaro Martinez dan Alexis Sanchez.

Juventus tidak kalah. Bianconeri punya Cristiano Ronaldo, Higuain dan Paulo Dybala. Bisa dibilang lini depan kedua tim seimbang. (Imbang)

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

5 Kemenangan Dramatis Inter Milan atas Juventus

Football5star.com, Indonesia – Grande Partita akan tersaji di pekan ketujuh Serie A pekan ini. Dua klub pesaing scudetto musim ini, Inter Milan dan Juventus akan saling berhadapan di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (6/10/2019).

Sudah tidak perlu diragukan lagi bagaimana tingginya rivalitas antara Inter Milan dan Juventus. Hal ini pula yang membuat pertemuan kedua tim dijuluki Derby d’Italia.

Jika ditotal, keduanya sudah bertemu sebanyak 204 kali, yang mana Juve lebih unggul dengan menorehkan 97 kemenangan. Sementara Inter baru meraup 57 kemenangan dan 50 laga sisanya berakhir imbang.

Dari sekian banyak pertandingan, ada beberapa laga yang berakhir secara dramatis, terutama untuk I Nerazzuri. Maka dari itu, Football5star sudah merangkum lima kemenangan dramatis klub asal kota mode dari klub Turin:

1. Inter 2-1 Juve (2016-2017)

Kemenangan dramatis Inter pertama terjadi pada musim 2016-2017 lalu. Bermain di Stadion Giuseppe Meazza, I Nerazzuri memastikan tiga poin lewat gol Ivan Perisic di penghujung laga.

Akan tetapi, tuan rumah tidak mengawali laga dengan baik. Mereka bahkan kebobolan lebih dulu di awal babak kedua melalui gol Stephan Lichtsteiner. Beruntung I Nerazzuri mampu bangkit di sisa laga.

Mauro Icardi membuka asa klub yang saat itu masih diasuh Frank de Boer. Gol sang kapten sekaligus mengembalikan semangat tuan rumah untuk menggempur pertahanan Juve. Puncaknya pun terjadi delapan menit jelang laga berakhir lewat gol kemenangan Ivan Perisic.

2. Inter 2-1 Juve (2009-2010)

Musim 2009-2010 bisa dibilang sebagai musim terbaik Inter selama ini. Bayangkan saja, dalam semusim mereka sukses menyapu bersih semua gelar. Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions berhasil dibawa pulang.

Salah satu pertandingan yang jadi bukti kesuksesan klub yang saat itu dibesut Jose Mourinho adalah saat mengalahkan I Bianconeri secara dramatis di Coppa Italia musim 2009-2010.

Sempat tertinggal melalui gol cepat pemain asal Brasil, Diego Ribas, I Nerazzuri membuktikan kelasnya di babak kedua. Sundulan Lucio di menit ke-72 membuat tuan rumah menyamakan kedudukan. Dan ucapan terima kasih pun patut diberikan kepada Mario Balotelli yang memastikan tiga poin di menit ke-89.

3. Inter 2-0 Juve (2009-2010)

Bukan hanya sekali Jose Mourinho mempermalukan Juventus di menit terakhir pertandingan pada musim 2009-2010. Setelah Coppa Italia, dia kembali membuat I Bianconeri tertunduk lesu di Serie A.

Inter yang berada di atas angin berhasil mencetak gol pertama melalui tendangan keras Maicon di menit ke-72. Dalam keadaan tertinggal, Juve mencoba segala cara untuk menyamakan kedudukan. Beberapa peluang emas pun mereka raih.

Akan tetapi, perjuangan klub yang saat itu dibesut Alberto Zaccheroni berujung antiklimaks. Mereka harus bermain dengan 10 orang setelah Mohamed Sissoko mendapat kartu kuning kedua. Situasi ini akhirnya dimanfaatkan tuan tumah untuk memastikan kemenangan 2-0 lewat gol pamungkas Samuel Eto’o di masa injury time.

4. Inter 1-0 Juve (1975-1976)

Sebagaimana rivalitas abadi, tensi tinggi Derby d’Italia sudah tersaji jauh sebelum era sepak bola modern dimulai. Salah satu laga yang tak bisa dilupakan terjadi pada April 1976 silam. Bertempat di Giuseppe Meazza, kedua tim memeragakan permainan ngotot untuk menang.

Kendati di akhir musim Si Nyonya Tua memiliki peringkat yang lebih baik daripada La Beneamata, mereka tetap tak mampu mengalahkan sang lawan. Pun demikian dengan tuan rumah yang harus bersusah payah memenangkan pertandingan.

Jual beli serangan Derby d’Italia kali ini baru membuahkan hasil lima menit jelang laga berakhir. Adalah Mario Bertini yang membuat publik Giuseppe Meazza bersorak lewat gol semata wayang yang ia cetak.

5. Juve 1-2 Inter (1974-1975)

Mundur satu tahun sebelumnya, giliran kota Turin yang merasakan kekalahan dramatis dari tamu asal Milan. Juve yang ketika itu bermaterikan pemain-pemain jempolan seperti Fabio Capello, Dino Zoff, Gaetano Scirea, hingga Roberto Bettega, tak mampu mengalahkan Inter.

Gol yang dicetak Fernando Viola di menit ke-53 juga tidak berarti banyak untuk tuan rumah. Pasalnya tim tamu berhasil membalikkan keadaan di masa injury time. Perubahan yang dilakukan pelatih Inter ketika itu, Luis Suarez, berbuah manis.

Dua gol yang dicetak dua legenda klub, Roberto Boninsegna dan Giacinto Facchetti memastikan kemenangan Inter Milan menjadi 2-1.

Deretan Selebritis Seksi Penggemar Inter Milan dan Juventus

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Tak seru rasanya jika membicarakan partai seru Inter Milan vs Juventus tanpa mengetahui deretan selebritis seksi penggemar dua klub tersebut. Sebagai klub tersukses di jagat Italia, Inter Milan dan Juventus memiliki basis penggemar dari banyak kalangan, tak terkecuali para selebritis.

Fans Juventus misalnya terdiri dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari buruh pabrik hingga selebritis papan atas. Pun dengan penggemar Inter Milan. Tak jarang aksi para pendukung kedua klub ini jadi pusat perhatian para Kaum Adam.

Seperti aksi yang pernah ditunjukkan Tera Patrcik dan Vittoria Risi. Pada 2015 lalu, keduanya nekad tampil tanpa sehelai benang pun di depan publik jika Juventus berhasil meraih gelar Liga Champions. Sayangnya kaum Adam harus gigit jari karena aksi itu urung terjadi, Juventus kalah oleh Barcelona di partai final.

Selain dua nama seleb tersebut, berikut deretan selebritis seksi penggemar Inter Milan dan Juventus untuk pembaca setia Football5star.com

Emily Ratajkowski

Model seksi kelahiran London, Inggris, Emily Ratajkowski merupakan salah satu selebritis papan atas yang diketahui menjadi penggemar Juventus. Pada 2017 lalu saat klub Si Nyonya Tua merilis logo baru, Emily jadi salah satu tamu kehormatan yang diundang.

Emily Ratajkowski
superEva.com

Melalui akun Instagram pribadinya, Emily sempat mengunggah foto dirinya saat hadir di acara yang berlangsung di di Museo Nazionale della Scienza e della Tecnologia Leonardo Da Vinci di kota Milan.

Bahkan salah satu pemain Juventus saat itu, Tomas Rincon mencuri kesempatan untuk bisa berfoto bersama Emily di acara tersebut.

Nadia Vege

Selanjutnya ada selebgram asal Turin bernama Nadia Vege. Ia juga jadi salah satu seleb yang diketahui menjadi penggemar Juventus. Hal itu wajar karena Nadia merupakan kelahiran Turin.

Lewat akun Instgram pribadinya, Nadia Vege yang juga berprofesi sebagai seorang model ini acapkali menonton langsung laga Juventus. Teranyar bersama sahabatnya, Nadia menonton laga Juventus vs SPAL di kompetisi Serie A Italia.

Nadia Vege
instagram.com/nadiavege

Salah satu foto yang ia unggah dengan jersey Juventus sempat mengundang banyak Kaum Adam untuk mengomentari akun Instagram miliknya.

April Summers

Model super seksi April Summer dikenal luas sebagai seleb yang juga penggemar Inter Milan. Beberapa kali ia mengunggah foto seksi dirinya saat tengah menggunakan jersey Inter Milan. Yang tak kalah menarik, Summer bahkan sempat disebut-sebut sebagai perempuan yang mengganggu hubungan Icardi dengan Wanda Nara.

April Summers
foottheball.com

Perempuan kelahiran 12 Mei 1988 ini mengawali kariernya sebagai model di salah satu majalah pria dewasa di Amerika Serikat. Pada 2010, ia menjadi bagian dari model majalah Playboy. Sejumlah foto seksinya menjadikan Summers begitu digandrungi para Kaum Adam.

Jelly Jelo

Terakhir ada nama selebgram yang juga model seksi asal Indonesia, Jelly Jelo. Wanita yang juga diketahui sebagai seorang bobotoh ini menggilai Inter Milan.

“Saya suka sekali dengan warna biru. Jadi sukanya dengan Persib Bandung dan Inter Milan,” kata Jelly kepada Football5star.com, Sabtu (5/10/2019).

https://www.instagram.com/p/BfsIMlvHkXg/

Lewat akun Instagram miliknya, Jelly Jello mengaku menjadi fans berat Inter Milan dan mengaku mau melakukan apa saja untuk tim berjuluk il Nerazzurri tersebut. Menurut Jelly, salah satu pemain Inter yang sempat membuatnya jatuh cinta adalah Mauro Icardi, striker yang saat ini jadi pinjaman di PSG.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Deretan Top Skorer Sepanjang Masa Derby d’Italia

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Big match pekan ke-7 Serie A Italia. Laga bertajuk Derby d’Italia akan tersaji di Stadion Giuseppe Meazza antara Inter Milan vs Juventus, Senin (7/10/2019).

Pertemuan kedua tim ini sudah pasti diprediksi akan berlangsung ketat. Pemain kedua tim akan saling adu skill di tengah lapangan hijau untuk menjadi yang terbaik. Inter Milan saat ini masih bertengger di posisi puncak dan Juventus menguntit di posisi kedua.

Yang menarik pada laga tengah pekan ajang Liga Champions. Kedua tim meraih hasil berbeda. Juventus meraih kemenanan 3-0 atas Leverkusen, sementara Inter menyerah 1-2 dari Barcelona. Pertemuan kedua tim ini juga menjadi ajang pembuktian untuk Romelu Lukaku dan Cristiano Ronaldo, siapa bomber paling tajam di antara keduanya.

Hingga pekan ke-6 Serie A Italia, kedua pemain sama-sama mengemas 3 gol. Bicara soal perolehan gol yang dicetak oleh pemain kedua tim. Sepanjang sejarah pertemuan Derby d’Italia tercatat ada tiga pemain yang menjadi top skor di laga ini.

Siapa saja mereka? Berikut ulasannya untuk pembaca setia Football5star.com

Giuseppe Meazza

Legenda Inter Milan Giuseppe Meazza menjadi salah satu pemain yang menjadi top skor di laga Derby d’Italia. Striker yang membela Inter Milan pada rentang waktu 1927-1940 dan 1946 hingga 1947 itu mengoleksi 12 gol ke gawang Juventus.

Menariknya meski Meazza pernah membela Juventus pada 1942-1943, ia tak pernah sekalipun mampu merobek gawang mantan klubnya tersebut. Padahal semusim membela Juventus, ia mengoleksi 10 gol dari 27 pertandingan.

Giuseppe Meazza
thesefootballtimes.co

Seorang jurnalis sepak bola Italia Gianni Brera sempat mengatakan bahwa sebagai seorang striker, Meazza memang memiliki skill lengkap untuk jadi top skor di sejumlah pertandingan Inter, tak terkecuali laga derby d’Italia.

“Dia orang Italia yang memiliki skill layaknya pemain dari Argentina dan Brasil. Dunia sesak dengan pemain sepak bola hebat dan dia ialah pemain yang paling konsisten,” tulis Brera seperti dikutip Football5star.com dari Sky Sports, Sabtu (5/10/2019).

Omar Sívori

Jika Inter memiliki Meazza sebagai bomber yang paling banyak mencetak gol ke gawang Juventus. Tim Si Nyonya Tua juga memiliki striker yang mengoleksi jumlah gol banyak ke gawang Inter. Ia adalah Omar Sivori.

Pemain dengan kewarganegaraan Italia-Argentina tersebut juga mencetak 12 gol ke gawang Juventus. Striker kelahiran San Nicolas, Argentina tersebut membela Juventus pada 1957-1965. Ia direkrut Juventus dari klub raksasa Argentina, River Plate.

Omar Sivori
tumblr.com

Pada 1961, Sivori memutuskan untuk pindah kewarganegaraan dan membela timnas Italia. Sebelumnya ia jadi pemain utama di tim Tango Argentina pada 1956-1957. Bersama timnas Italia, Sivori mengoleksi 8 gol dari 9 pertandingan.

Roberto Boninsegna

Terakhir ada nama striker kelahiran Mantua, Italia, Roberto Boninsegna. Sama dengan Meazza dan Sivori, Boninsegna juga mengoleksi 12 gol di laga Derby d’Italia. Yang menarik, 12 gol itu ia cetak ke gawang Juventus dan Inter Milan.

Saat membela Juventus pada 1976-1979, Boninsegna mencetak 9 gol ke gawang Inter Milan. Klub yang ia bela pada 1969-1975. Saat masih membela Inter, Boninsegna hanya mampu mencetak 3 gol ke gawang Juventus.

Roberto Boninsegna 1
thesefootballtimes.co

Boninsegna sendiri mengakhiri kariernya di klub Verona pada 1980. Pemain binaan akademi Inter Milan ini menjadi bagian dari skuat Italia saat menjadi runner up di Piala Dunia 1970.

Di bawah tiga nama di atas, ada nama-nama lain seperti:

  • Del Piero (10 gol)
  • Pietro Anastasi (9 gol)
  • Benito Lorenzi (8 gol)
  • Alessandro Altobelli (8 gol)

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

5 Kemenangan Dramatis Juventus atas Inter Milan

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – Akhir pekan ini pecinta sepak bola dunia akan disajikan dengan partai Derby d’Italia antara Inter Milan vs Juventus di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (7/10/2019) dini hari WIB. Sebelum laga tersebut, ada beberapa kemenangan dramatis Juventus saat Inter beberapa laga terakhir.

Inter Milan vs Juventus memang selalu jadi derby panas yang patut disaksikan. Juventus unggul dalam 58 kali bersua Inter. Mereka memenangi 27 laga berbanding 12 milik Inter, sedang 19 laga lainnya berakhir imbang.

Juve sendiri terbilang garang baik kandang maupun tandang melawan Inter. Faktanya, dalam 28 kesempatan main di markas Inter, mereka memenangi sembilan laga, 13 imbang, dan cuma enam kekalahan.

Ada beberapa laga dramatis yang tercipta sebelum pertandingan nanti. Juventus beberapa kali terbilang mampu terlihat punya mentalitas kuat mengakhiri partai dramatis dengan kemenangan.

Berikut 5 Kemenangan Dramatis Juventus atas Inter Milan:

Inter Milan 2-3 Juventus (2018)

Bertanding di Stadion Giuseppe Meazza, Juventus meraih kemenangan 3-2 secara dramatis. Juve kala itu unggul cepat melalui Douglas Costa menit ke-13. Tapi, Inter malah sukses membalikkan kedudukan melalui Mauro Icardi dan Ivan Perisic.

Akan tetapi, dua gol di penghujung laga membuat petaka buat Inter. Menit 87, Samir Handanovic gagal mencegah gol bunuh diri Milan Skriniar. Dua menit berselang, Juventus mengunci kemenangan melalui gol Gonzalo Higuain yang menyelesaikan umpan dari Paulo Dybala.

Juventus 1-0 Inter (2018)

Dalam semusim, Juventus boleh dibilang dua kali mengalahkan Inter secara dramatis. Kali ini gol sundulan Mario Mandzukic menit ke-66 dalam giornata ke-15 Serie-A, 8 Desember 2018 menjadi kunci.

Bukan cuma dramatis soal kemenangannya saja. Kemenangan kala itu juga tercatat membuat La Vecchia Signora melakukan permulaan musim terbaik dari semua tim di lima liga top Eropa.

Juventus 2-1 Inter (2009)

Kemenangan Juventus 2-1 atas Inter Milan pada 5 Desember 2009 di Stadio Olimpico terbilang dramatis. Juve sejak awal memang sudah tancap gas usai membuka sor menit ke-21 melalui Felipe Melo.

https://www.youtube.com/watch?v=BnlxTxPmQHs

Namun demikian, Inter kemudian merespons dengan cepat. Samuel Eto’o lantas menyamakan kedudukan lima menit kemudian. Tetapi, gol Marchisio yang indah ketika melewati Walter Samuel dan menaklukkan Julio Cesar mengunci kemenangan. Namun, empat menit jelang laga bubar, Juve harus bermain dengan 10 orang. Itu setelah Mello diusir wasit. Tapi, Inter juga tak bisa berbuat banyak.

Inter 1-2 Juventus (2015)

Bertanding di Giuseppe Meazza, Inter sebenarnya tampil langsung tancap gas sejak menit awal. Mauro Icardi bahkan mampu membuka skor saat laga 16 Mei 2015 itu baru berusia sembilan menit.

Akan tetapi, tiga menit jelang turun minum, Juventus mampu menyamakan kedudukan melalui titik putih via Marchisio. Bahkan, tujuh menit jelang waktu normal berakhir, Juventus berbalik unggul bahkan mengunci kemenangan melalui gol Alvaro Morata.

Juventus 3-3 Inter agregat (2016)

Dalam leg pertama, Inter tertinggal tiga gol tak berbalas di kandang Juventus langsung tancap gas. Dwi gol Marcelo Brozovic dan Ivan Perisic akhirnya membuat Inter mendapatkan napas untuk menyamakan agregat menjadi 3-3.

Meski sama-sama memiliki peluang, Inter dan Juventus gagal mencetak gol dalam 30 menit babak perpanjangan. Drama adu penalti pun dimainkan. Juventus akhirnya menang adu penalti dengan skor 5-3 setelah Andrea Barzagli, Zaza, Alvaro Morata, Paul Pogba dan Leonardo Bonucci yang ditunjuk sebagai eksekutor berhasil melaksanakan tugasnya.

Inter pun tersingkir setelah tembakan penalti Rodrigo Palacio membentur mistar gawang. Padahal, tiga eksekutor lainnya, yakni Brozovic, Rey Manaj dan Yuto Nagatomo sukses menyarangkan bola ke gawang Juventus.

5 Wanita Cantik nan Seksi di Laga Inter Milan vs Juventus

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pertandingan antara Inter Milan vs Juventus selalu menyita perhatian publik sepak bola. Tidak hanya reputasi keduanya sebagai tim terkemuka di Italia, namun beberapa fakta sejarah juga semakin menambah panas persaingan mereka.

Perseteruan Inter dan Juve semakin meruncing saat skandal calciopoli 2006 silam. Kubu Juventus, yang saat itu harus turun kasta ke Serie B, menuding Inter sebagai biang keladinya. Pasalnya, setelah itu, gelar milik Bianconeri harus diserahkan ke Nerrazurri.

Tidak hanya soal pertandingan di atas lapangan, laga nanti juga menjadi adu cantik pasangan para pemain. Dipastikan, tribun Stadion Giuseppe Meazza, akan dihadiri wajah-wajah cantik yang menonton pertandingan.

Berikut ini, Football5star.com merangkum 5 Wanita Cantik di Laga Inter Milan vs Juventus

Georgina Rodriguez

Aneh rasanya jika tidak memasukkan wanita asal Argentina satu ini ke dalam daftar Wags cantik di laga Inter Milan vs Juventus. Menjalin hubungan sejak 2016 ketika Ronaldo masih membela Real Madrid. Keduanya kini sudah dikaruniai seorang anak.

Georgina Rodriguez - Inter Milan vs Juventus - Football5star - -
urbanpost.it

Sejak menjalin hubungan dengan Ronaldo, namanya meroket di kalangan selebritas Eropa. Ia kerap dipanggil untuk menjalani pemotretan beberapa merk ternama. Mulai dari pakaian, hingga parfum pernah memanfaatkan kemolekan paras dan tubuh Georgina.

Oriana Sabatini

Oriana adalah penyanyi kenamaan dari Argentina. Ia adalah putri mantan petenis di sana, Gabriela Sabatini. Sebelum bersama Paulo Dybala, ia pernah mengencani penyanyi asal negaranya, Julian Serriano.

Oriana Sabatini - Paulo Dybala -Juventus - Football5star
fabwags.com

Sabatini pernah menjadi artis pembuka pada konser Coldplay di Argentina, November tahun lalu. Pernah juga tampil dalam tur konser Ariana Grande, Dangerous Woman, Juli 2017. Wanta kelahiran 1986 ini berkencan dengan Dybala sejak 2017.

Ilaria D’Amico

Pesona wanita kelahiran Roma, 46 tahun lalu itu membuat Gianluigi Buffon rela meninggalkan istri lamanya, Alena Seredova. Padahal, mereka sudah dikaruniai dua orang anak hasil hubungannya sejak 2011 hingga 2014.

Ilaria d'Amorio - Gigi Buffon - Inter Milan vs Juventus - Football5star
celebzz.com

Selain cantik, D’Ilaria juga memiliki kecerdasan yang mumpuni. Ia adalah pembaca acara di salah satu stasiun televisi terkemuka Italia. Pada gelaran FIFA Best Award 2019 beberapa waktu lalu, ia ditunjuk menjadi salah satu pembawa acara yang mewawancarai para bintang sepak bola.

Giulia Amodio

Meski kekasihnya, Stefano Sensi, hanya berstatus sebagai pinjaman di Inter Milan musim ini, kehadiran Amodio menambah semarak tribun. Keduanya diketahui telah menjalin hubungan sejak Sensi masih membela Sassuolo.

Giulia Amodio - Inter Milan vs Juventus - Football5star
instagram

Bahkan, ketika pertama kali mendengar Sensi dilirik Inter, Amodio jadi yang paling antusias. Maklum, kota Milan bagi wanita muda merupakan salah satu tempat impian untuk ditinggali. Reputasinya sebagai kota mode tentu jadi pertimbangan Amodio untuk mendorong sang kekasih menerima tawaran Inter.

Agustina Gandolfo

Bergabungnya Lautaro Martinez ke Inter Milan musim ini membuat Agus, sapaan akrabnya, mau tak mau ikut serta. Selain dianugerahi paras cantik, Agus juga memiliki tubuh yang seksi. Ia sering memamerkan kegiatannya sedang berolah raga melalui akun Instagram pribadinya.

Agustina Gandolfo - Lautaro Martinez - Inter Milan vs Juventus - Football5star
dnaberita

Martinez sudah semusim berada di Inter. Keduanya pun terlihat menikmati hidup di kota mode selama lebih dari 14 bulan terakhir. “Terima kasih karena sudah mau menemaniku ke mana pun pergi,” tulisnya di akun Instagram.

Chiellini Cuek Fan Inter Sindir Kegagalan Juventus di Liga Champions

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kedatangan Juventus ke Stadion Giuseppe Meazza untuk menghadapi Inter Milan mendapat sambutan kurang sedap dari fan tuan rumah. Mereka menyindir kegagalan Giorgio Chiellini dkk di Liga Champions musim ini.

Seperti yang diketahui, laju Juventus di Liga Champions harus terhenti di perempat final setelah dikalahkan Ajax Amsterdam. Kekalahan memalukan itu akhirnya membuat fan Inter menyindir sang rival melalui koreo ketika kedua klub bertemu di Serie A.

Melihat aksi tersebut, Chiellini pun masa bodoh. Ia enggan menanggapi koreo Interisti yang memadati Stadion Giuseppe Meazza dinihari tadi karena yang paling penting baginya adalah pertandingan di atas lapangan.

fan inter sindir juventus (@ajaxtimes-www.old.football5star.com)
@ajaxtimes

“yang benar adalah kami harus menyingkirkan pemikiran-pemikiran yang mungkin saja terjadi karena itu satu-satunya cara untuk pergi ke sana dan hidup sampai saat ini. Soal apa yang terjadi di tribun saya tidak mau berkomentar apa pun karena itu tidak penting bagi saya,” ujar Chiellini kepada DAZN, Minggu (28/4/2019).

“Kami masih beruntung bisa memainkan pertandingan besar seperti ini karena setelah beberap saat kami akhirnya bisa melihat Juve yang sebenarnya, tim yang selalu mendominasi Serie A dan pertandingan malam ini jadi buktinya. Tapi kami tetap menghormati Inter,” sambungnya.

Sebelum dan selama pertandingan berlangsung, beberapa pendukung tuan rumah menunjukkan plakat yang sekilas berbentuk trofi Si Kuping Besar. Tapi di bagian tengahnya justru memperlihatkan alat pembersih bertuliskan Ajax yang notabene nama klub yang menyingkirkan Si Nyonya Tua dari LIga Champions.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Handanovic Syukuri Hasil Imbang Lawan Juventus

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Inter Milan gagal mengalahkan Juventus dalam lanjutan Serie A di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (28/4/219) dinihari WIB. Walau harus berbagi angka 1-1 hasil ini sudah membuat kiper sekaligus kapten mereka, Samir Handanovic puas.

Tuan rumah sejatinya mengawali laga dengan impresif. Bahkan mereka berhasil unggul cepat melalui gol spektakuler Radja Nainggolan. Tapi keunggulan ini gagal dipertahankan pada babak kedua setelah Cristiano Ronaldo mencetak gol penyama kedudukan.

Bagi Samir Handanovic, hasil ini sudah cukup positif untuk timnya. Ia juga mengakui bahwa Juventus adalah tim yang sulit ditaklukkan.

ivan perisic vs juventus
@Inter_es

“Kami tampil maksimal tapi tidak mampu mengunci kemenangan, kami memiliki banyak peluang tapi hanya tercipta satu gol. Mereka mencetak gol dari tembakan tepat sasaran pertama tapi setelah itu  D’Ambrosio melakukan sapuan brilian untuk menyelamatkan kami,” kata Handanovic kepada Inter TV, Minggu (28/4/2019).

“Walau imbang kami mampu tampil baik dengan menciptakan banyak peluang. Ini jadi sinyal bagi kami bahwa tim ini bisa lebih baik lagi di laga selanjutnya. Jika Anda menciptakan banyak peluang maka gol akan tercipta cepat atau lambat,” imbuhnya.

Tambahan satu poin ini membuat I Nerazzuri tetap bertengger di peringkat ketiga Serie A. Kiper asal Slovenia ini pun meminta timnya bisa memaksimalkan sisa pertandingan musim ini untuk meraih kemenangan. Menurutnya kemenangan wajib diraih demi mengamankan tempat tiga besar.

“Kini kami punya empat pertandingan sisa dan masih ada poin maksimal yang harus kami kejar untuk meraih tujuan akhir kami di klasemen,” tutup Samir Handanovic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Spalletti Masih Ingin Tetap di Inter 100 Tahun Lagi

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Setalah laga Inter Milan vs Juventus, Luciano Spalletti menegaskan bahwa masih ingin bertahan di tim yang bermarkas di Kota Milan tersebut. Kendati demikian, ia juga tidak keberatan apabila klub punya keinginan untuk menggantinya dengan pelatih lain.

Inter Milan bermain melawan Juventus di Stadion Giuseppe Meazza. Laga Inter Milan vs Juventus berakhir dengan skor 1-1, Minggu (28/4/2019) dini hari WIB.

Hasil tersebut membuat tim berjulukan I Nerazzurri sepertinya akan finis di posisi ketiga klasemen Liga Italia musim ini. Posisi tersebut merupakan pencapaian terbaik mereka sejak 2010-11 ketika finis sebagai runner-up.

Luciano Spalletti - Frosinone - Inter Milan - @Inter
Twitter/@Inter

Kendati demikian, belakangan muncul spekulasi yang mengusik posisi Luciano Spalletti sebagai pelatih Inter. Ya, Antonio Conte dan mantan pelatih sukses Inter, Jose Mourinho, disebut-sebut jadi dua kandidat menggantikan pelatih berusia 60 tahun itu.

“Tidak masalah, klub akan membuat keputusan. Saya senang bisa tetap di Inter selama 100 tahun, tetapi Inter memilih apa yang terbaik buat klub,” kata Spalletti dikutip Football5star.com dari situs resmi klub setelah laga Inter Milan vs Juventus.

“Jika itu berarti membuat saya kehilangan pekerjaan, tidak masalah. Inter miliki orang-orang yang bisa membuat keputusan, terutama terkait kepentingan klub,” ucapnya.

Spalletti menilai, pemainnya sudah tampil maksimal melawan Juventus. Bahkan, mereka sempat unggul cepat pada menit ke-7 lewat aksi Radja Nainggolan. Beberapa kali serangan balik Mauro Icardi dkk pun merepotkan barisan bertahan Juventus. Namun, tim tamu berhasil mencetak gol balasan di babak kedua melalui Cristiano Ronaldo.

“Tinggal sedikit lagi kami menuju Liga Champions karena sudah ada dalam genggaman. Namun, lawan lain juga pasti akan berjuang maksimal untuk melakukan hal sama. Jadi, tidak ada salahnya tetap fokus menghadapi pertandingan tersisa,” ucap Spalletti.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Inter Milan vs Juventus: Ronaldo Selamatkan Sang Juara Bertahan

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Laga sarat gengsi tersaji di Stadion Giuseppe Meazza, yakni Inter Milan vs Juventus. Pertandingan yang digelar pada Minggu (28/4) dini hari itu berakhir imbang 1-1. Cristiano Ronaldo menyelamatkan muka sang juara bertahan.

Inter Milan bermain lebih menekan pada babak pertama. Total, anak asuh Luciano Spalletti ini mencatatkan empat tendangan yang mengarah ke gawang Wojciech Szczesny pada babak pertama. Mereka juga unggul dalam penguasaan bola mencapai 62%,

Juventus pada babak pertama lebih banyak mengandalkan serangan balik. Pelatih Juve, Massimiliano Allegri memasang Juan Cuadrado dan Federico Bernardeschi mengapit Cristiano Ronaldo di lini depan. Keberadaan tiga pemain cepat ini diharapkan mampu melakukan serangan balik cepat.

Inter Milan berhasil unggul pada babak pertama lewat kaki Radja Nainggolan. Gol spektakuler pemain berdarah Indonesia ini tercipta pada menit ke-7. Gol ini menjadi satu-satunya gol di babak pertama sekaligus membawa La Beneamata unggul dalam laga Inter Milan vs Juventus.

Inter Milan vs Juventus - Football5star - Twitter @inter_en
Twitter @inter_en

Pada babak kedua, Allegri melakukan perubahan. Yang pertama saat memainkan Leonardo Spinazzola pada menit ke-49 dan Moise Kean 11 sebelas menit setelahnya. Masuknya Kean otomatis menambah daya gedor Juventus yang memasang dua penyerang.

Pada menit ke-62, Juventus menyamakan skor. Adalah Cristiano Ronaldo yang mencetak gol penyama kedudukan. Gol ini lebih dulu diawali umpan backheel manis Miralem Pjanic.

Inter merespons dengan mamainkan Borja Valero yang menggantikan Nainggolan pada menit ke-75. Lima menit berselang, giliran Joao Mario yang masuk menggantikan Matteo Politano. Pada menit ke-82, Mauro Icardi ditarik keluar dan digantikan oleh Lautaro Martinez.

Susunan Pemain Inter Milan vs Juventus

Inter Milan (4-2-3-1): 1-Samir Handanovic; 33-Danilo D’Ambrosio, 37-Milan Skriniar, 6-Stefan De Vrij, 18-Kwadwo Asamoah; 8-Matias Vecino, 77-Marcelo Brozovic; 16-Matteo Politano (Joao Mario 80′), 14-Radja Nainggolan (Borja Valero 75′), 44-Ivan Perisic; 9-Mauro Icardi (Lautaro Martinez 82′)

Pelatih: Luciano Spalletti

Juventus (4-3-3): 1-Wojciech Szczesny, 20-Joao Cancelo, 19-Leonardo Bonucci, 3-Giorgio Chiellini, 12-Alex Sandro (Leonardo Spinazzola 49′); 23-Emre Can, 5-Miralem Pjanic, 14-Blaise Matuidi (Moise Kean 60′); 16-Juan Cuadrado, 7-Cristiano Ronaldo, 33-Federico Bernardeschi (Matheus Pereira 86’0

Pelatih: Massimiliano Allegri

Wasit: Luca Banti

Kartu Kuning: Ivan Perisic 44′; Juan Cuadrado 40′, Giorgio Chiellini 45′, Moise Kean 90+2′

Kartu Merah:

Stadion: Giuseppe Meazza

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Duel Antarlini Inter vs Juventus

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Il Grande Partita Inter Milan vs Juventus bakal tersaji pada pekan ke-34 Serie A di Giuseppe Meazza, Sabtu (27/4/2019).

Inter kembali menghadapi ujian berat. Pekan lalu, Samir Handanovic dan kolega tertahan dengan skor 1-1 saat menjamu AS Roma. I Nerazzurri membutuhkan tiga poin demi mengamankan posisi di zona Liga Champions.

Juventus bakal tampil tanpa beban. Pasalnya, anak asuh Massimiliano Allegri telah memastikan Scudetto berkat kemenangan 2-1 atas Fiorentina pada pekan lalu.

Meski tidak lagi menjadi penentu juara, laga Inter Milan vs Juventus kali ini tetap menarik. Terutama persaingan para pemain kunci kedua tim dari tiap lininya.

Berikut ini, Football5star menyajikan ulasan duel antarlini Inter Milan vs Juventus:

Kiper (Samir Handanovic vs Wojciech Szczesny)

samir handanovic wojciech szczesny inter milan vs juventus

Posisi Samir Handanovic di bawah mistar gawang Inter Milan tak tergantikan musim ini. Gawang Handanovic sudah kebobolan 27 kali dengan rerata 110 menit kemasukan tiap gol.

Berbeda dengan Wojciech Szczesny yang harus berbagi peran dengan Mattia Perin di bawah mistar gawang Juventus. Dia memang baru kebobolan 15 kali, tetapi catatan Handanovic lebih baik. Szczesny kemasukan rerata gol tiap 144 menit.

Handanovic mencatatkan 15 clean sheet unggul empat atas Szczesny. Namun, Szczesny tampil lebih sedikit dibanding kiper Inter tersebut.

Handanovic melakukan 88 penyelamatan (rerata 2,7 per laga) dan mengungguli Szczesny yang hanya 51 penyelamatan (2,1 per laga. Namun, Szczesny unggul dalam persentase penyelamatan dibanding Handanovic, yakni 77,3 persen berbanding 76,5 persen.

Belakang (Milan Skriniar vs Giorgio Chiellini)

milan skriniar giorgio chiellini inter milan vs juventus

Milan Skriniar dan Giorgio Chiellini merupakan palang pintu dari masing-masing klub.

Skriniar melakoni 30 laga Serie A bersama Inter musim ini. Dia memenangi 149 duel dengan presentase 55,6 persen. Chiellini tampil 21 kali bersama I Bianconeri dengan 81 memenangi duel (66,4 persen).

Skriniar dan Chiellini sama-sama tangguh dalam duel udara. Namun, Chiellini lebih unggul dengan persentase keberhasilan duel udara sebesar 69 persen berbanding 51,7 persen milik Skriniar.

5 Selebritas Penggemar Inter Milan dan Juventus

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pertandingan sengit akan tersaji di Giuseppe Meazza ketika Inter Milan menjamu Juventus. Pertemuan kedua klub sering dilabeli pertandingan antara dua tim terbaik di tanah Italia. Tak heran, banyak intrik luar lapangan yang kerap mengiringi pertandingan ini.

Salah satu sejarah panas antara keduanya adalah ketika kasu calciopoli menghebohkan publik Italia. Juventus, yang saat itu divonis bersalah mengatur pertandingan, harus rela tergedradasi ke Serie B. Plus, dua gelar yang mereka raih harus diserahkan ke Inter sebagai tim peringkat kedua.

Layaknya pertandingan besar, sudah pasti pertandingan ini menarik perhatian banyak masyarakat dunia dari segala kalangan. Termasuk pada selebriti papan atas dunia yang menyisihkan perhatiannya kepada Inter Milan dan Juventus.

Berikut 5 Selebriti Papan Atas Dunia yang menggemari Inter Milan dan Juventus:

Alyssa Milano
Akrtis yang kerap tampil dengan peran untuk kalangan dewasa ini merupakan salah satu fans Inter Milan. Beberapa kali, ia memamerkan atribut serta identinas ke-Inter-annya, lewat media massa.

Lahir di Brooklyn, Amerika Serikat, Milano memang diketahui memiliki darah Italia. Ayahnya, Thomas Milano, merupakan seorang prakitisi musik dan film.

Andrea Bocelli
Penyanyi tenor legendaris ini telah lama dikenal sebagai salah satu fans Inter Milan. Ia mengaku mengidolakan Nerazurri sejak usia 12 tahun. Bahkan, sebelum mengalami kecelakaan yang menyebabkannya hilang penglihatan, ia sudah jatuh cinta kepada Inter.

Pernah dalam sebuah kesempatan, Bocelli, tampil di depan para pemain serta staf yang lain. Bahkan, jajaran direksi klub seperti Javier Zanetti dan pelatih kepala, Luciano Spalletti, datang langsung.


Valentino Rossi
Juara dunia MotoGP ini diketahui memang fans berat Inter Milan sejak lama. Tumbuh di wilayah Tavulia, The Doctor, julukannya, beberapa kali hadir dalam pertandingan kandang di Giuseppe Meazza. Bahkan, ia berteman akrab dengan mantan bek Nerazzuri, Marco Materazzi.

Tidak hanya itu, mantan gelandang Inter, Wesley Sneijder, pernah menyambangi langsung Rossi ke paddock ketika balapan. Keakraban pembalap 40 tahun tersebut dengan para pemain Inter sudah berlangsung sejak lama. Sebelum Materazzi dan Sneijder, ia lebih dahulu akrab dengan Ronaldo Luiz.

Valentino Rossi - Inter Milan - Football5star
siempreinter.com

Rossi merupakan satu dari sederet tokoh olahraga papan atas dunia yang mengidolai Inter Milan.  Ketika tim sekota AC Milan tersebut merengkuh treble winners pada 2010, ia jadi salah satu orang yang ikut merayakannya.

Roger Federer
Meski tidak ada bukti otentik Federer adalah fans berat Juventus, dirinya diketahui pernah bertemu dengan Alessandro Del Piero. Bahkan, keduanya saling bertukar jersey dan tanda tangan satu sama lain.

Federer - Juventus Del Piero - Football5star
tennisworldusa.org

Selain Juve, Federer juga mengaku mengidolai FC Basel, klub tempat kota kelahirannya. Hubungannya dengan Del Piero dikabarkan masih berlangsung hingga sekarang sebagai teman dekat.

Martin del Porto
Del Potro adalah salah satu nama dengan profil tinggi yang mengidolakan Juventus. Peraih Grand Slam US Open 2009 tersebut berteman lama dengan beberapa pemain Juve era lama seperti Alessandro Del Piero dan Mauro Camoranesi.

Martin del Potro - Juventus - Football5star
espnfc.com

Khusus untuk Camoranesi, keduanya dekat karena sama-sama berasal dari Argentina. Pertandingan antara Inter Milan vs Juventus yang akan berlangsung nanti diperkirakan menarik perhatian Del Potro.

Mantan Pemain Inter Prediksi Juventus Menangi Derby d’Italia

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Inter Milan dan Juventus, Patrick Vieira memprediksi laga Derby d’Italia akan dimenangkan oleh tim Nyonya Tua. Menurut Vieira, Juventus miliki banyak hal untuk bisa memenangkan laga ini.

“Juventus merupakan klub dengan tingkat organisasi permainan yang sangat baik. Sementara Inter tidak memiliki hal itu,” kata Vieira seperti dikutip www.old.football5star.com dari footballitalia, Sabtu (27/4/2019).

“Peran semua orang di Juventus sangat jelas. Hal ini yang jadi kekuatan utama mereka bisa meraih gelar juara Serie A musim ini,” tambah Vieira.

Patrick Vieira Juventus
talksport.com

Eks pemain Arsenal itu juga menyebut bahwa Inter Milan belum juga move on semenjak di tinggal Jose Mourinho. Kondisi ini yang membuat tim besutan Luciano Spaletti diprediksi Vieira sulit untuk meraih kemenangan.

Akan tetapi bagi Vieira, laga derbi d’Italia pasti akan berjalan dengan sengit. Meski Juventus sudah meraih gelar juara, laga melawan Inter Milan ialah gengsi.

“Ini bakal jadi pertandingan yang sangat sengit. Kedua tim tidak ada yang mau mengalah. Pertandingan ini soal gengsi dan kehormatan,” ucap pemain asal Prancis itu.

Vieira pun sempat mengatakan soal alasannya angkat koper dari la Vecchia Signora saat kasus Calciopoli muncul ke permukaan pada 2006 silam. Menurut Vieira, dirinya tidak mau mengakhiri karier di kompetisi kasta kedua.

“Setelah keputusan itu, saya langsung memutuskan untuk meninggalkan Juventus. Saya tidak ingin mengakhiri karier di Serie B,” kata Vieira.

“Saya beruntung bisa bergabung dengan Inter, sebuah klub yang menghadirkan semangat kekeluargaan.” tutup Vieira.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

5 Fakta Sejarah Rivalitas Inter Milan vs Juventus

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Liga Italia akhir pekan ini akan menyajikan laga bertajuk Grande Partita antara Inter Milan vs Juventus. Kendati laga ini sudah tidak menentukan apa pun bagi Juventus, bukan berarti laga kedua klub kehilagan rivalitas sengitnya.

Juventus saat ini sudah memastikan scudetto yang didapat akhir pekan lalu. Tapi bagi Inter Milan, laga kali ini tetap bagian dari perjuangan mereka untuk mengamankan peringkat tiga Serie A. Walau begitu persaingan keduanya bukan sekadar hasil akhir dan klasemen saja.

Sudah puluhan tahun lamanya laga Inter Milan vs Juventus dikenal sebagai salah satu yang terpanas di Italia. Saking panasnya rivalitas kedua tim, tidak jarang singgungan yang terjadi antarkedua kubu berasal dari luar lapangan.

Untuk itu Football5star.com sudah merangkum  5 fakta sejarah rialitas Inter Milan vs Juventus.

  • Berawal dari Keberpihakan Federasi pada Juventus
inter vs juventus 1961 (lenotizie.org)
lenotizie.org

Bagi sebagian orang, kesuksesan klub berjuluk Si Nyonya Tua selama ini tak lepas dari keberuntungan mereka yang kerap dianak emaskan Federasi Sepak bola Italia (FIGC). Hal ini pula yang menyertai cerita panjang perseteruan dengan Inter.

Rivalitas Inter Milan vs Juventus bermula pada 1961 silam. Kedua tim yang sedang bersaing merebut scudetto harus bertarung di Turin. Tapi membludaknya pendukung tuan rumah hingga berada di pinggir lapangan membuat laga ditunda dan tim tamu diberi kemenangan cuma-cuma atas kejadian tersebut. Keputusan ini sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Tidak terima dengan keputusan itu, Si Nyonya Tua mengajukan banding ke FIGC. Dan benar saja, ketua FIGC ketika itu yang notabene presiden Juve, Umberto Agnelli mengabulkan permintaan laga ulangan. Tidak terima dengan keputusan tersebut, pelatih I Nerazzuri saat itu, Helenio Herrera, menurunkan tim lapis kedua hingga pada akhirnya kalah mutlak 1-9.

  • Bukan Sekota tapi Disebut Derbi
derby d'italia (fourfourtwo)
fourfourtwo.com

Pada umumnya status derbi selalu disematkan oleh pertandingan yang mempertemukan tim sekota. Tapi apa yang terjadi pada laga Inter dengan Juventus ini sedikit berbeda. Terletak di dua kota berbeda yang berjarak 150 km publik dunia sudah kadung menyebut laga panas ini sebagai Derby D’Italia.

Lalu bagaimana sebenarnya pertandingan ini disebut sebagai Derby D’Italia? Julukan ini pertama kali dipopulerkan jurnalis Gazzetta, Gianni Brera, sebagai penentu penguasa Italia medio 60-an. Tapi banyak juga pihak yang beranggapan sebutan tersebut sebagai gambaran kedua tim yang belum pernah merasakan degradasi ke Serie B sebelumnya.

Status abadi keduanya di Serie A pun membuat publik melambangkan klub asal Milan dan Turin ini sebagai yang tersukses di Italia. Tapi alasan ini sepertinya sudah tidak mendapat restu dari Interisti. Persoalannya tentu saja hukuman degradasi yang didapat Juve musim 2006-2007. Hukuman ini dijatuhkan setelah mereka terbukti bersalah dalam kasus Calciopoli.

  • Keputusan Politik yang Menentukan Laga
ronaldo vs iuliano (dailymail)
dailymail.co.uk

Gengsi terlalu tinggi yang disajikan Derby D’Italia ini sampai membuat rapat sidang parlemen tahun 1998 gaduh bukan main. Kegaduhan tersebut bukan disebabkan oleh rapat mengenai anggaran negara atau pembuatan undang-undang. Tapi soal siapa wasit yang akan memimpin laga Inter Milan vs Juventus.

Kedua deputi perwakilan kota Milan dan Turin bahkan sampai bentrok di sidang karena tidak juga menemui kata sepakat terkait sang pengadil di lapangan. Sengitnya penentuan wasit ini terjadi karena pada musim tersebut duel kedua tim sangat menentukan siapa yang akan meraih scudetto di akhir musim.

Pada akhirnya pilihan pun jatuh pada Piero Ceccarini sebagai pengadil laga. Tapi masalah belumlah selesai karena sang wasit membuat keputusan kontroversial pada laga tersebut. Ia tidak memberi Inter hadiah penalti setelah Ronaldo dijatuhkan Mark Iuliano. Padahal beberapa menit kemudian ia justru menunjuk titik putih untuk Si Nyonya Tua.

  • Korban dan Aktor Calciopoli
Luciano Moggi
calcioweb.eu

Titik didih perseteruan Inter Milan dan Juventus terjadi setelah terbongkarnya kasus calciopoli 2006 lalu. Juve, AC Milan, Atalanta, hingga Fiorentina mendapat hukuman akibat praktik curang tersebut. Tapi Inter yang juga merupakan tim besar Italia justru bebas dari segala tuduhan dan hukuman.

I Bianconeri yang dianggap sebagai dalang pun menerima hukuman paling berat dengan didegradasikan ke Serie B dan mendapat pengurangan poin. Tidak hanya itu, CEO klub saat itu, Luciano Moggi, juga dihukum tak boleh berkecimpung di dunia sepak bola seumur hidup.

Disaat mereka merana Inter justru berpesta dengan menjadi raja baru di Negeri Pizza. Namun, kesuksesan itu dipandang sinis oleh kubu Juve. Mereka yang menjadi korban mengaggap bahwa klub yang saat itu dimiliki Massimo Moratti sebagai aktor utama di balik calciopoli. Anggapan ini juga diamini oleh Moggi yang yakin bahwa Moratti adalah orang yang harusnya disalahkan.

  • Akur dalam Hal Transfer Pemain
carini and cannavaro (inter.al)
inter.al

Di Liga Italia tidak ada yang bisa menjamin seorang pemain tidak akan memperkuat klub rival. Fenomena ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu. Duel Inter dan Juventus juga tidak luput dari keluar masuk pemain di kedua klub.

Sudah sangat banyak nama tenar sepak bola yang pernah berseragam Biru-Hitam dan Putih-Hitam. Marco Tardelli pernah begitu dipuja Juventini atas kesuksesannya mempersembahkan beberapa trofi bergengsi. Namun, setelah 10 tahun mengabdi ia hijrah ke Inter untuk menjalani masa tua sebagai pemain.

Setelah itu beberapa pemain juga silih berganti datang dan pergi seperti Roberto Baggio sampai Christian Vieri. Bahkan kedua klub juga pernah terlibat dalam pertukaran pemain langsung pada 2004 lalu. Ketika itu Fabio Cannavaro yang baru merumput bersama I Nerazzuri terpaksa menjadi alat tukar untuk kiper ketiga Juve, Fabian Carini.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Pemilik Inter Milan vs Juventus, Siapa Lebih Kaya?

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Laga bigmatch Inter Milan vs Juventus akan berlangsung di Giuseppe Meazza, Minggu (27/4/2019) dini hari WIB. Partai ini dijamin berlangsung sengit.

Bagi Inter, laga ini sangat penting. Kemenangan menjadi harga mati apabila anak asuh Luciano Spalletti ingin mengamankan tiket Liga Champions musim depan.

Adapun untuk Juventus, meski sudah memastikan Scudetto kedelapan secara beruntun akhir pekan lalu, namun Bianconeri tentu tak mau kalah dari Inter yang notabene adalah rival abadi mereka.

Selain duel di dalam lapangan, ada satu sisi menarik dari pertandingan ini yakni faktor pemilik. Kedua klub sama-sama didukung oleh pemilik kaya raya. Jadi, siapa yang lebih kaya?

Dinasti Agnelli

nter Milan vs Juventus Andrea Agnelli
juventus.com

Mayoritas saham Juventus dimiliki oleh keluarga Agnelli sejak 1923 dan posisi presiden klub kini dipegang Andrea. Dia adalah putra dari mendiang Umberto Agnelli yang juga pernah jadi presiden klub pada 1955-1962.

Andrea adalah laki-laki terakhir yang menggunakan nama keluarga Agnelli. Kalau merujuk pada kekayaan Andrea secara personal, jumlah hartanya diperkirakan sekitar Rp 2 triliun. Namun kalau bicara keluarga Agnelli yang menjadi pemilik Juventus, jumlahnya tentu lebih dari Rp 2 triliun.

Untuk diketahui, keluarga Agnelli bukan hanya meraih pundi-pundi dari Juventus saja, tapi sebagian besar harta kekayaannya juga berasal dari bisnis otomotif, Fabbrica Italiana Automobili Torino (Fiat).

Kedua bisnis itu membawa dinasti keluarga Agnelli masuk jajaran orang terkaya di Italia. Dikutip laman Mirror, harta kekayaan keluarga Agnelli berada dinilai USD 10,5 miliar atau sekitar Rp 149 triliun.

Raksasa Suning

nter Milan vs Juventus Zhang Jindong
Getty Images

Sementara itu, di kubu Inter Milan, pemilk saham mayoritas adalah konsorsium asal Cina, Suning Holdings Group. Sosok pendirinya adalah Zhang Jindong.

Putra Zhang Jindong, yakni Steven Zhang, kini menjabat sebagai presiden La Beneamata. Zhang Jindong merupakan orang terkaya ke-28 di Cina dan peringkat ke-403 di dunia dengan aset mencapai 3,7 miliar euro (sekitar Rp 55 triliun).

Zhang salah satu contoh pekerja keras di Cina. Pria kelahiran 1963 ini memulai bisnis dengan membuka toko air conditioner (AC) hingga bisnisnya berkembang dan dia mengepalai perusahaan multinasional dengan total 1.700 toko dan 13.000 karyawan.

Melihat dari faktor kekayaan Inter Milan vs Juventus, maka jelas keluarga Agnelli yang memiliki Bianconeri untuk sementara lebih unggul.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]