Ditanya Peluang Main di Indonesia, Begini Reaksi Romelu Lukaku

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Penyerang Internazionale Milan, Romelu Lukaku, membalas salah satu pertanyaan fans di Twitter. Dia ditanya soal kemungkinan kembali ke Indonesia berseragam Inter.

Klub Serie-A tersebut sebenarnya pernah mampir ke Indonesia pada 2012 lalu. Saat itu, Inter melakoni uji coba melawan Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), pada Mei 2012.

Inter kala itu sukses meraih kemenangan 4-2 atas Indonesia melalui gol Philippe Coutinho dan Giampaolo Pazzini yang masing-masing mengemas brace. Sedang, dua gol Indonesia Selection kala itu dikemas Patrich Wanggai dan Yosua Pahabol.

Dinanti Fans Inter di Indonesia, Begini Reaksi Romelu Lukaku
Getty Images

Nah, baru-baru ini Romelu Lukaku kembali ditanya soal kemungkinan Nerazzurri datang ke Indonesia. Hal itu setelah akun resmi suporter Inter di Indonesia bertanya soal hal tersebut.

“Apakah kamu akan datang ke Indonesia suatu hari nanti?,” tulis @InterClubIndo. Lukaku lantas membalasnya, “Kenapa tidak? Saya pernah ke sana bersama Chelsea, sangat keren di sana.”

Lukaku memang pernah ke Indonesia bersama Chelsea pada Juni 2013 silam. Saat itu, Chelsea menang 8-1 atas Indonesia Selection di SUGBK. Romelu Lukaku menjadi salah satu pencetak gol dalam partai itu.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Indonesia yang Pernah Bobol Klub Besar Eropa

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Pesepak bola Indonesia memang tak banyak mendapat kesempatan berkarier di Eropa. Tapi, ternyata ada setidaknya lima nama yang sukses membobol klub-klub besar Eropa.

Indonesia boleh menjadi salah satu pangsa pasar menarik buat klub-klub Eropa. Maka jangan heran, beberapa waktu lalu tim raksasa Benua Biru itu berbondong-bondong menyapa Indonesia dengan menggelar pertandingan persahabatan.

Akan tetapi, laga persahabatan itu bisa dijadikan ajang unjuk gigi buat pemain Indonesia. Makanya ada lima pemain yang Indonesia yang pernah jebol klub Eropa. SIapa saja? Berikut daftarnya versi Football5Star:

Bambang Pamungkas vs Muenchen

Bayern Muenchen pernah menyambangi Indonesia pada 2008 silam. Saat itu, Die Roten melawan Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Indonesia yang Pernah Bobol Klub Besar Eropa
AFP

Menurunkan skuat terbaiknya, mereka berhasil memang 5-1 lewat reno Borges, Viktor Bopp, dua dari Jan Schlaudraff, dan Toni Kroos. Tapi, Bambang Pamungkas pernah menjebol gawang Oliver Kahn kala itu.

Joko Malis vs Arsenal

Dalam meladeni tim Eropa, Indonesia tak selalu jadi bulan-bulanan. Pada pertandingan uji coba Arsenal melawan NIAC Mitra di Stadion 10 November pada 1983 silam, Arsenal bahkan kalah dua gol tanpa balas.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Indonesia yang Pernah Bobol Klub Besar Eropa
Istimewa

Saat itu, dua gol kemenangan NIAC Mitra dicetak oleh Fandi Ahmad, dan pemain asal Indonesia, Joko Malis. Berawal dari aksi solo run Fandi melewati tiga pemain Arsenal, bola langsung diumpankan ke Joko yang berubah jadi gol di babak kedua dan menjadikannya salah satu pemain Indonesia yang mampu jebol gawang klub Eropa.

Patrich Wanggai dan Yosua Pahabol vs Inter

Klub besar Italia, Inter Milan jua pernah mampir ke Tanah Air pada 2012 lalu. Saat itu Inter yang membawa nama-nama seperti Javier Zanetti hingga Philippe Coutinho menang 4-2 atas Timnas Indonesia di SUGBK.

Patrich Wanggai Persebaya id

Gol Inter dicetak oleh Coutinho dan Giampaolo Pazzini. Sementara dua gol dari Indonesia diciptakan oleh Patrich Wanggai dan Yosua Pahabol.

Rochy Putiray vs AC Milan

Mantan pemain Arseto Solo itu, sukses merumput di sejumlah klub Hong Kong. Dia bahkan sukses memperkuat empat klub di sana, mulai Instant Dict FC, Happy Valley, South China AA, hingga Kitchee SC.

Kamu Pasti Enggak Tahu! 5 Pemain Indonesia yang Berprestasi di Luar Negeri

Pertama kali dia hijrah ke Hong Kong usai Indonesia main di Kualifikasi Piala Asia. Selama di sana, Rochy pernah membantu Kitchee FC mengalahkan AC Milan 2-1 dengan mencetak 2 gol dalam laga persahabatan pada 2004. DIa jadi satu-satunya di daftar ini sebagai pemain Indonesia yang menjebol klub Eropa di luar negeri.

Greg Nwokolo vs Chelsea

Saat bulan Ramadhan 2013 lalu, masyarakat Indonesia dihibur dengan kedatangan raksaa Premier League, Chelsea. Mereka datang di bawah arahan Jose Moutinho yang membawa Eden Hazard, Demba Ba, hingga Romelu Lukaku.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Indonesia yang Pernah Bobol Klub Besar Eropa
Zimbio

Indonesia Selection saat itu memang tak berdaya. Mereka dibantai 8-1 oleh Chelsea berkat gol Eden Hazard, dua Ramires, Demba Ba, John Terry, dua Lukaku, dan Bertrand Traore. Indonesia sendiri mampu mencetak gol melalui Greg Nwokolo melalui aksi individunya meski akhirnya gol dihitung bunuh diri.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Inter vs Cagliari: Debut Ashley Young, Gol Nainggolan, dan Kartu merah

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Ashley Young menjalani laga debut yang indah bersama Internazionale Milan di Giuseppe Meazza, Minggu (26/1/2020). Tapi sayang, hasil Inter vs Cagliari berakhir antiklimaks, yakni sama kuat.

Sejak peluit ditiupkan, Inter dan Cagliari saling jual-beli serangan. Cagliari memulai melalui Simeone menit kesepuluh tapi tembakannya masih melambung di atas mistar gawang.

Empat menit berselang, Inter sukses mencetak gol menit ke-14. Tapi sayang, gol Barella dianulir oleh wasit karena sebelumnya sudah dalam posisi offside saat menerima umpan dari Bastoni.

Menit ke-30, Inter sukses membuka gol. Ashley Young yang menjalani debut melakukan penetrasi hingga menciptakan peluang. Dia lantas mengirim umpan yang diselesaikan dengan baik oleh Lautaro Martinez.

Babak Kedua

Skor 1-0 hasil Inter vs Cagliari bertahan hingga turun minum. Usai jeda, Young nyaris kembali membuat peluang untuk Inter. Menggiring bola hingga ke depan, dia memberikan umpan membelok ke Lukaku. Tapi sayang, Lukaku gagal mencetak gol.

Inter mendapat dua peluang berturut-turut menit ke-60. Sensi yang melepaskan tembakan bisa ditepis Cragno. Bola muntah kemudian disambar oleh Martinez, sayang arahnya masih lemah.

Asyik menyerang, Inter justru lengah di lini belakangnya. Radja Nainggolan sukses mencetak gol menit ke-78. Berawal dari aksi Pedro di lini kiri dan melepaskan umpan yang diterima Nainggolan. Tembakan eks pemain AS Roma itu sempat mengenai Bastoni sebelum masuk ke dalam gawang INter.

Drama kembali terjadi pada menit akhir. Martinez yang menjadi pencetak gol harus diusir wasit setelah awalnya diberi kartu kuning karena melanggar pemain Cagliari. Tapi dia melakukan protes keras hingga wasit marah mengganjarnya kartu merah. Hingga akhirnya skor 1-1 hasil Inter vs Cagliari akhirnya tak berubah.

Susunan Pemain

Inter Milan (3-5-2): 1-Handanovic; 37-Skriniar (Godin 17′), 6-De Vrij, 95-Bastoni; 15-Young, 23-Barella, 20-Valero, 12-Sensi (Alexis Sanchez 82′), 34-Biraghi (Dimarco 85′); 9-Lukaku, 10-Martinez.

Cagliari (4-3-2-1): 28-Cragno; 24-Farago, 40-Walukiewicz, 15-Klavan, 33-Pellegrini (Mattiello 76′); 18-Nandez, 17-Oliva (Castro 74′), 21-Ionita; 4-Nainggolan (Cigarini 86′), 10-Joao Pedro; 99-Simeone.

[better-ads type=’banner’ banner=’156432′ ]

Liga Italia: Inter Milan Pesta Lima Gol di Kandang Cagliari

Football5star.com, Indonesia – Inter Milan bangkit dari kekalahan dari AS Roma. Bertandang ke markas Stadion Sant’Elia markas Cagliari, Inter menang dengan skor 5-1, Minggu (5/3).

Sejak awal, Inter memang sangat mendominasi jalannya pertandingan. Mereka terus menekan pertahanan Cagliari yang dikomandoi kiper Gabriel. Namun, Inter baru mendapatkan gol pertamanya pada menit ke-32 melalui Ivan Perisic setelah memanfaatkan operan dari Ever Banega.

Lima menit berselang, Inter memperbesar keunggulan atas Cagliari setelah Banega sendiri yang membobol gawang Gabriel melalui eksekusi tendangan bebas indah.

Cagliari sempat menjaga asa untuk mengimbangi permainan Inter ketika bola sundulan Marco Boriello menghujam ke dalam gawang Inter yang dikawan Samir Hadnanovic sekaligus memperkecil ketertinggalan pada menit ke-42. Babak pertama berakhir dengan skor 2-1 untuk keunggulan Inter..

Selepas jeda, Inter kembali menggempur pertahanan Cagliari. Pada menit ke-47, Perisic mencetak gol keduanya pada pertandingan tersebut dan membuat skor menjadi 3-1 untuk keunggulan Inter Milan.

Bencana bagi Cagliari datang pada menit ke-66 setelah Gabriel melanggar Mauro Icardi di dalam kotak penalti Cagliari. Wasit Marco Di Bello memberikan penalti kepada Inter. Icardi yang menjadi algojo menjalankan tugasnya dengan baik.

Pesta gol Inter Milan belum selesai walaupun mereka telah mencetak empat gol. Pada menit ke-88, Roberto Gagliardini mencetak gol perdananya untuk Inter melalui tembakan jarak jauh sekaligus mengunci kemenangan 5-1 yang bertahan sampai laga tuntas.

Donasi tiga angka dari kemenangan atas Cagliari membuat Inter mengoleksi 51 poin dari 27 pertandingan. Saat ini, Inter menempati posisi kelima di klasemen sementara dan tertinggal enam poin dari Napoli yang berada di peringkat ketiga.

Susunan Pemain

Cagliari (4-4-1-1): 28-Gabriel; 3-Mauricio Isla, 19-Fabio Pisacane, 2-Bruno Alves, 24-Marco Capuano; 21-Artur Ionita, 8-Davide Di Gennaro (25-Marco Sau 62′), 18-Nicolo Barella (4-Daniele Dessena 78′), 20-Simone Padoin; 10-Joao Pedro; 22-Marco Boriello (32-Victor Ibarbo 78′)

Inter Milan (4-2-3-1): 1-Samir Handanovic; 33-Danilo D’Ambrosio, 17-Gary Medel, 25-Joao Miranda, 15-Cristian Ansaldi (55-Yuto Nagatomo 88′); 5-Roberto Gagliardini, 7-Geoffrey Kondogbia; 87-Antonio Candreva, 19-Ever Banega (6-Joao Mario 76′), 44-Ivan Perisic (23-Eder Martins 73′); 9-Mauro Icardi

Liga Italia: Kalahkan Empoli, Inter Milan Kembali ke Jalur Kemenangan

Football5star.com, Indonesia – Inter Milan berhasil kembali ke jalur kemenangan. Menjamu Empoli pada giornata 24 Serie A 2016-2017 di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (12/2), Inter menang dengan skor 2-0.

Hasil ini sekaligus mengobati kekecewaan akibat kekalahan beruntun dari Lazio dan Juventus di ajang Coppa Italia serta Serie A. Padahal, sebelum kalah dari Juventus, Inter mampu mencatat tujuh kemenangan beruntun.

Hasil ini pun membuat Inter terus menjaga catatan positif melawan Empoli. Inter tercatat tak terkalahkan dalam 10 pertandingan terakhir kontra Empoli, dengan rincian 9 kali menang dan satu hasil imbang.

Sejak awal, Inter yang berstatus tuan rumah memang tampil lebih dominan. Namun, permainan agresif Empoli dalam bertahan dan menyerang membuat upaya mencetak gol sulit diraih.

Skuat asuhan Stefano Pioli ini baru bisa memecah kebuntuan pada menit ke-14. Bola umpan silang Antonio Candreva yang membentur bek lawan disambut dengan sundulan oleh Rodrigo Palacio. Bola yang mengarah ke tiang jauh langsung disambar Eder menjadi gol.

Selepas gol itu, Inter mencoba menjaga konsistensi dalam menyerang. Namun, Empoli pun semakin berani menekan dan beberapa kali mengancam gawang Samir Handanovic. Meski begitu, skor 1-0 untuk Inter bertahan sampai jeda.

Selepas turun minum, barulah Inter bisa menambah keunggulan. Kali ini giliran Candreva yang mencatatkan nama di papan skor setelah memaksimalkan umpan Eder pada menit ke-54 guna menaklukkan gawang Lukasz Skorupski.

Keunggulan dua gol membuat Pioli coba bereksperimen dengan memasukkan dua pemain muda, Gabriel Barbosa dan Andrea Pinamonti menggantikan Palacio dan Eder. Akan tetapi, kedua pemain masih belum mampu menghadirkan gol tambahan. Inter mempertahankan keunggulan 2-0 sampai laga berakhir.

Donasi tiga angka dari kemenangan atas Empoli membuat Inter naik ke peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi poin 45 dari 23 laga. Inter terpaut 12 angka dari Juventus di posisi teratas yang baru memainkan 22 laga.

Sementara Empoli masih berkutat di posisi ke-17, atau satu tingkat di atas zona degradasi. Namun, Empoli masih berjarak delapan poin dari Palermo yang berada di posisi teratas zona maut.

Susunan Pemain:

Inter Milan (4-2-3-1): 1-Samir Handanovic; 24-Jeison Murillo, 17-Gary Medel, 25-Miranda, 33-Danilo D`Ambrosio (15-Cristian Ansaldi 45′); 7-Geoffrey Kondogbia, 5-Roberto Gagliardini; 87-Antonio Candreva, 6-Joao Mario, 23-Eder (99-Andrea Pinamonti 80′); 8-Rodrigo Palacio (96-Gabriel Barbosa 74′)

Empoli (4-3-1-2): 28-Lukasz Skorupski; 13-Frederic Veseli, 24-Uros Cosic, 4-Federico Dimarco (19-Federico Barba 65′), 2-Vincent Laurini; 11-Daniele Croce, 8-Assane Diousse, 33-Rade Krunic (17-Miha Zajc 76′); 10-Omar El Kaddouri (88-Andres Tello 82′); 7-Massimo Maccarone, 20-Manuel Pucciarelli

Liga Italia: Tren Kemenangan Inter Milan Belum Terhenti

Football5star.com, Indonesia – Inter Milan meraih kemenangan telak 3-0 atas Pescara dalam lanjutan Serie-A di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (29/1) dini hari WIB.

Sejak awal laga, Inter sudah tampil dominan. Namun, serangan Pescara juga beberapa kali membahayakan lini belakang Inter. Bahkan, Pescara sempat menjebol gawang Inter yang dikawal Samir Handanovic pada menit ke-23. Namun, Gol Valerio Verre itu tidak disahkan karena berada di posisi offside.

Inter akhirnya membuka keran gol semenit setelahnya. Menerima umpan dari Marcelo Brozovic, Danilo D’Ambrossio yang tak terkawal di mulut gawang dengan leluasa melesakkan bola dengan sontekan kaki kanan.

Gol itu membuat Pescara terlecut dan mulai meningkatkan tempo serangan. Namun, justru Inter yang mampu menambah keunggulan dua menit jelang akhir babak pertama. Joao Mario merobek gawang Pescara usai menyambar bola umpan silang Ivan Perisic. Inter unggul 2-0 hingga jeda.

Selepas turun minum, jual beli serangan masih tersaji. Di depan dukungan sekitar 42.000 penonton, Inter masih mendominasi penguasaan bola hingga 58 persen. Sementara Pescara lebih sering mengandalkan serangan balik cepat guna berupaya mencuri gol.

Saat laga memasuki menit ke-73, Inter akhirnya menambah gol melalui pemain pengganti, Eder. Gol ini sedikit berbau offside saat Mauro Icardi menerima umpan terobosan dari Brozovic. Namun, hakim garis tak mengangkat bendera hingga Icardi leluasa memeberi umpan silang yang dikonversi Eder menjadi gol.

Masuknya Gabriel Barbosa pada menit ke-76 menggantikan Antonio Candreva membuat daya gedor Inter lebih variatif. Namun, tak ada lagi gol tambahan yang tercipta sampai wasit Gianpaolo Calvarese meniup peluit akhir pertandingan. Inter menang dengan skor 3-0 atas tamunya Pescara.

Hasil ini tak cuma mengangkat posisi Inter di klasemen, pun menjadi modal berharga jelang laga Coppa Italia melawan Lazio, dan perjumpaan dengan Juventus di Serie-A pada Senin (6/2) mendatang.

Ini sekaligus menjadi kemenangan ketujuh beruntun Inter di Serie-A, atau kesembilan di seluruh kompetisi. Kini I Nerazzurri bertengger di posisi keempat dengan koleksi 42 poin, terpaut dua angka dari Lazio yang turun ke peringkat kelima.

Susunan Pemain:

Inter Milan (4-2-3-1): 1-Samir Handanovic, 25-Miranda, 17-Gary Medel, 55-Yuto Nagatomo, 33-Danilo D`Ambrosio (21-Davide Santon 85′), 6-Joao Mario, 77-Marcelo Brozovic, 5- Roberto Gagliardini, 9-Mauro Icardi, 44-Ivan Perisic (23-Eder 71′), 87-Antonio Candreva (96-Gabriel Barbosa 76′)

Pescara (4-2-3-1): 31-Albano Bizzarri, 86-Guglielmo Stendardo (2-Alessandro Crescenzi 55′), 35-Andrea Coda,11-Francesco Zampano, 8-Ledian Memushaj, 5-Alessandro Bruno, 3-Cristiano Biraghi, 7-Valerio Verre, 15-Jean-Christophe Bahebeck (20-Alberto Cerri 75′), 10- Ahmad Benali, 9-Grigoris Kastanos (36-Adrian Cubas 82′)

Liga Italia: Dihiasi 3 Pengusiran, Inter Susah Payah Kalahkan Palermo

Football5star.com, Indonesia – Joao Mario menjadi supersub kala Inter Milan bertandang ke Stadion Renzo Barbera, markas Palermo, Minggu (22/1). Gelandang asal Portugal itu menjadi penentu kemenangan Inter dengan skor 1-0 lewat gol tunggalnya.

Kemenangan ini sekaligus melanjutkan tren positif Inter yang selalu menang dalam 6 laga terakhir di Serie-A, dan 8 berturut-turut di semua ajang. Sejak kekalahan 0-3 di kandang Napoli pada 3 Desember 2016, Inter tak terbendung dengan raihan hasil sempurna.

Bermain di bawah guyuran hujan, duel kedua tim pun cenderung berlangsung keras. Bahkan, pada babak pertama saja wasit Massimiliano Irrati sudah harus mengeluarkan masing-masing dua kartu kuning untuk kedua kubu. Skor kacamata pun tak berubah sepanjang paruh pertama.

Pada babak kedua, Pelatih Inter, Stefano Pioli, melakukan perubahan taktik dengan memasukkan Joao Mario menggantikan Ever Banega pada menit ke-55. Masuknya Joao Mario mampu menjadi pemecah kebuntuan bagi skuad I Nerazzurri.

Sepuluh menit setelah berada di lapangan, gelandang asal Portugal itu mampu mencetak gol pembuka. Memanfaatkan umpan silang Antonio Candreva dari sisi kanan, Joao Mario menyambar bola dengan tendangan setengah voli dari jarak dekat. Bola melesak mulus ke dalam gawang Palermo yang dikawal Josip Posavec.

Palermo mendapat angin segar saat Inter harus bermain dengan 10 orang menyusul kartu kuning kedua untuk Cristian Ansaldi. Kartu merah itu diberikan usai Ansaldi melanggar keras Ilija Nestorovski. Pioli sempat memprotes keras keputusan wasit, tapi justru berujung diusir dari bench.

Unggul jumlah pemain membuat Palermo mulai gencar menekan. Namun, pertahanan Inter masih terlalu tangguh untuk ditembus. Hasilnya, alih-alih mencetak gol balasan, Palermo justru harus ikut kehilangan satu pemain pada masa injury time menyusul kartu merah Alessandro Gazzi. Inter akhirnya leluasa mentuup laga degan kemenangan 1-0 atas Palermo.

Kemenangan ini membawa Inter untuk sementara menggeser AC Milan dari posisi kelima klasemen sementara Serie-A dengan koleksi 39 poin. Sementara, Palermo masih berkutat di posisi ke-19 dengan 10 poin.

Susunan Pemain:

Palermo (3-5-1-1): 1-Josip Posevac; 15-Thiago Cionek, 12-Giancarlo Gonzalez, 6- Edoardo Goldaniga; 3-Andrea Rispoli (Alessandro Diamanti 78′), 14-Alessandro Gazzi, 28-Mato Jajalo (Ivailo Chochev 81′), 25-Bruno Henrique (Norbert Balogh 72′), 97-Giuseppe Pezzella; 30-Ilija Nestorovski; 21-Robin Quaison

Inter Milan (4-2-3-1): 1-Samir Handanovic; 33-Danilo D’Ambrosio, 24-Jeison Murillo, 25 -Joao Miranda, 15-Cristian Ansaldi; 77-Marcelo Brozovic, 5-Roberto Gagliardini; 87-Antonio Candreva (21-Davide Santon 82′), 19-Ever Banega (6-Joao Mario 55′), 44-Ivan Perisic (7-Geoffrey Kondogbia 77′); 9-Mauro Icardi

Liga Italia: Inter Milan Melumat Lazio Tiga Gol Tanpa Balas

Football5star.com, Indonesia – Inter Milan melanjutkan tren kemenangan dengan melumat Lazio tiga gol tanpa balas pada laga di Stadion Giuseppe Meazza, Kamis (22/12) dini hari WIB.

Kapten tim, Mauro Icardi, menjadi pahlawan Inter dengan lesakkan dua golnya. Sementara, kompatriot Icardi asal Argentina, Ever Banega, turut menyumbang satu gol serta satu assist.

Meski begitu, Inter sejatinya mengalami kesulitan membongkar pertahanan Lazio pada baba pertama. Beberapa peluang emas terbuang tanpa menghasilkan gol hingga wasit meniup peluit akhir paruh pertama.

Setelah jeda, Inter sanggup memecah kebuntuan melalui aksi Ever Banega pada menit ke-54. Bola hasil tembakannya dari luar kotak penalti gagal diantisipasi oleh kiper Lazio, Federico Marchetti hingga merobek jala gawang.

Publik tuan rumah kembali bergemuruh menyambut gol pertama Icardi dua menit setelahnya. Memanfaatkan umpan silang Danilo D’Ambrosio, Icardi kemudian menyundul bola guna kembali menaklukkan Marchetti.

Icardi mencetak gol keduanya pada menit ke-65. Kali ini, gol Icardi lahir usai menyambar bola tendangan bebas Banega. Bola sepakan kaki kanan Icardi sempat ditepis Marchetti, tapi bola tetap meluncur ke dalam gawang.

Setelah tertinggal tiga gol Lazio akhirnya mencoba meningatkan tekanan. Namun, upaya keras tim asuhan Simone Inzaghi gagal berbuah gol. Hingga laga usai, skor 3-0 tak berubah untuk kemenangan Inter.

Kemenangan ini membuat Inter tetap berada di posisi ketujuh klasemen sementara Serie-A dengan nilai 30. Sementara itu, Lazio pun tak beranjak dari posisi keempat dengan raihan 33 poin.

Susunan Pemain:

Inter Milan: 1-Samir Handanovic, 33-Danilo D’ambrosio, 24-Jeison Murillo, 25-Miranda, 15-Cristian Ansaldi (55-Yuto Nagatomo 63′), 77-Marcelo Brozovic, 7-Geoffrey Kondogbia, 87-Antonio Candreva (96-Gabriel 86′), 19-Ever Banega (8-Rodrigo Palacio 74′), 44-Ivan Perisic, 9-Mauro Icardi

Lazio: 22-Federico Marchetti, 8-Dusan Basta, 3-Stefan De Vrij, 13-Wallace, 4-Gil Patric (14-Keita 59′), 16-Marco Parolo, 20-Lucas Biglia (5-Danilo Cataldi 83′), 21-Sergej Milinkovic-savic, 10-Felipe Anderson, 17-Ciro Immobile, 19-Senad Lulic (25-Cristiano Lombardi 72′)

Liga Italia: Gol Candreva Amankan Tiga Poin Inter di Kandang Sassuolo

Football5star.com, Indonesia – Bertandang ke markas Sassuolo di Stadion Citta del Tricolore Minggu (18/12), Inter Milan mencuri kemenangan tipis 1-0.

Pahlawan Inter di laga ini adalah Antonio Candreva. Mantan gelandang Lazio itu menciptakan gol semata wayang pada menit ke-48 usai menerima umpan Mauro Icardi.

Bola tembakan gelandang asal Italia tersebut melesak ke pojok kanan gawang Sassuolo yang bolanya tidak dapat diantisipasi kiper Andrea Consigli.

Selain Candreva, Pioli juga layak berterima kasih kepada Samir Handanovic yang beberapa kali melakukan penyelamatan gemilang. Pelatih Stefano Pioli juga memberi kesempatan kepada Gabriel Barbosa untuk tampil pada menit 90. Dia mengakhiri laga dengan kartu kuning.

Inter juga bertanding dengan 10 pemain pada pengujung laga setelah Felipe Melo menerima kartu kuning kedua. Akan tetapi, hal itu tak menghalangi Inter mengunci kemenangan 1-0 yang dipertahankan hingga akhir laga.

Donasi tiga angka ini membuat Inter Milan naik ke posisi ketujuh klasemen sementara Serie A dengan poin 27 dari 17 pertandingan. Namun, posisi mereka bisa kembali tergeser andai Fiorentina mampu meraih poin saat menghadapi Lazio.

Susunan pemain:

Sassuolo: 47-Andrea Consigli; 15-Francesco Acerbi, 5-Luca Antei, 39-Cristian Dell’Orco, 20-Pol Lirola, 12-Stefano Sensi, 6-Lorenzo Pellegrini (7-Simone Missiroli 60′), 22-Luca Mazzitelli (9-Pietro Lemmello 77′), 11-Gregoire Defrel, 90-Antonino Ragusa, 27-Federico Ricci (10-Alessandro Matri 60′)

Inter Milan: 1-Samir Handanovic; 25-Miranda, 24-Jeison Murillo, 15-Cristian Ansaldi, 33-Danilo D’Ambrosio, 6-Joao Mario (19-Ever Banega 69′), 77-Marcelo Brozovic, 5-Felipe Melo, 44-Ivan Perisic, 87-Antonio Candreva (96-Gabriel Barbosa 90′), 9-Mauro Icardi

Liga Italia: Icardi Kritik Performa Menurun Inter pada Babak Kedua

Football5star.com, Indonesia – Mauro Icardi menjadi pahlawan saat Inter Milan menang 4-2 atas Fiorentina, Selasa (29/11). Meski begitu, ada hal yang mengganjal di dalam diri Icardi.

Bomber asal Argentina itu menyebut La Beneamata seolah senang menderita di babak kedua. Tentu bukan dalam artian sebenarnya, melainkan ungkapan Inter kerap menunjukkan performa menurun di babak kedua.

“Laga melawan Fiorentina menjadi ajang untuk menunjukkan performa sesungguhnya dan kami memang melakukannya. Tapi, kami sepertinya masih senang menderita di babak kedua. Sama ketika melawan Hapoel Beer-Sheva di Israel,” sebut Icardi kepada Sky Sport Italia.

Melawan Fiorentina, Inter sempat unggul 3-0 hingga menit ke-19. Fiorentina kemudian mencetak satu gol sebelum turun minum. Di babak kedua, Inter seharusnya bisa kembali unggul lantaran Fiorentina kehilangan satu pemain akibat kartu merah pada menit ke-45.

Hanya saja, yang terjadi justru sebaliknya. La Viola kembali mencetak gol dan membuat skor menjadi 2-3. La Viola bahkan hampir bisa menyamakan kedudukan sebelum Icardi mencetak gol pamungkas bagi Inter.

“Kami telah bekerja sesuai instruksi pelatih. Tapi, saya tidak tahu di babak kedua kami seolah bermain kurang motivasi. Kami harus bisa mengontrol keadaan ketika sudah unggul. Jika tidak, penderitaan di babak kedua selalu terjadi,” pungkas dia.

Liga Italia: Icardi Pimpin Inter Milan Kalahkan 10 Pemain Fiorentina

Football5star.com, Indonesia – Selepas tersingkir dari Liga Europa, Inter Milan langsung bangkit di pentas Serie-A. Skuat asuhan Stefano Pioli memetik kemenangan 4-2 saat menjamu Fiorentina di Stadion Giuseppe Meazza, Selasa (29/11) dini hari.

Inter langsung tancap gas sejak awal laga. Duel baru berumur tiga menit, tuan rumah sudah unggul. Berawal dari umpan silang Ivan Persic, bola dikirimkan Mauro Icardi ke Marcelo Brozovic yang langsung dihujamkan ke dalam gawang Fiorentina dengan tendangan kaki kanan.

Enam menit berselang, Inter menggandakan keunggulan. Bola sontekan Antonio Candreva memanfaatkan kesalahan kiper ketika menghalau umpan Persic melesat mulus masuk ke dalam gawang.

Berjarak 10 menit setelahnya, I Nerazzuri mencetak gol ketiga. Menerima umpan dari Candreva, Icardi berhasil melewati kawalan dua pemain belakang Fiorentina. Dia pun menceploskan bola ke dalam gawang dengan tendangan kaki kanan.

Fiorentina memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3 pada menit ke-37. Bola hasil tendangan Nikola Kalinic dari dalam kotak penalti gagal dihentikan kiper Inter Milan, Samir Handanovic.

Upaya Fiorentina untuk meraih tiga poin semakin sulit setelah Gonzalo Rodriguez diganjar kartu merah pada masa injury time. Rodriguez terpaksa meninggalkan lapangan karena melakukan pelanggaran terhadap Icardi. Skor 1-1 bertahan sampai babak pertama tuntas.

Masuk paruh kedua, Inter masih tampil dominan. Meski begitu, Fiorentina yang bermain dengan 10 orang kerap merepotkan lewat serangan balik.

Buktinya, pada menit ke-62, Josip Ilicic membobol gawang Inter sekaligus membuat skor berubah menjadi 2-3. Bola umpan jauh dari Borja Valero mampu dikonversikan Illicic menjadi gol dengan tembakan kaki kiri.

Pertandingan berjalan sengit sejak skor menjadi 2-3. Fiorentina menyengat melalui serangan balik, sedangkan Inter beberapa kali membuang peluang emas dari penguasaan bola.

Sampai akhirnya, Icardi kembali mencatatkan namanya di papan skor sekaligus membawa Inter Milan memimpin 4-2 pada pengujung babak kedua. Bola hasil tendangan kaki kanan Icardi dari dalam kotak penalti tak mampu dihalau kiper Fiorentina, Ciprian Tatarusanu. Inter menang 4-2.

Donasi tiga angka membawa Inter naik ke urutan kedelapan klasemen sementara Serie A dengan nilai 21. Sementara itu, La Viola menghuni posisi kesembilan dengan 20 poin.

Susunan pemain:

Inter Milan (4-2-3-1): 1-Samir Handanovic; 33-Danilo D`Ambrosio, 25-Miranda, 13-Andrea Ranocchia, 15-Cristian Ansaldi; 77-Marcelo Brozovic, 7-Geoffrey Kondogbia (6-Joao Mario 46′); 87-Antonio Candreva (23-Eder 79′), 19-Ever Banega (5-Felipe Melo 69′), 44-Ivan Perisic; 9-Mauro Icardi.

Fiorentina (4-2-3-1): 12-Ciprian Tatarusanu; 18-Carlos Salcedo, 13-Davide Astori, 2-Gonzalo Rodriguez, 31-Hrvoje Milic (40-Nenad Tomovic 46′); 5-Milan Badelj, 20-Borja Valero; 16-Cristian Tello (26-Joshua Perez 75′), 72-Josip Ilicic, 10-Federico Bernardeschi (25-Federico Chiesa 65′); 9-Nikola Kalinic.

Liga Europa: Inter Milan Angkat Koper Usai Kalah Tragis dari Beer Sheva

Football5star.com, Indonesia – Inter Milan harus mengubur mimpi lolos ke babak 32-besar Liga Europa 2016-2017.

Kekalahan dramatis 2-3 dari Hapoel Beer Sheva pada matchday 5 Grup K, di Turner Stadium, Jumat (25/11/2016) dini hari WIB, memaksa Inter angkat koper lebih cepat.

Pasalnya, dengan koleksi tiga poin dan berada di urutan paling buncit, Inter mustahil mengejar dua Sparta Prague atau Southampton.

Hasil ini cukup tragis bagi Inter karena pada awal laga mampu tampil sangat baik. Pertandingan baru berjalan 13 menit, Inter sudah membobol gawang tim tuan rumah melalui gol Mauro Icardi yang sukses memaksimalkan umpan tarik Eder.

Inter menggandakan keunggulan 12 menit setelahnya berkat aksi Marcelo Brozovic. Menerima sodoran bola Eder, Marcelo Brozovic mengecoh bek lawan dan melepaskan tendangan akurat kaki kiri ke pojok gawang Beer Sheva yang dikawal kiper Dudu Gomez. Inter sukses menutup paruh pertama denga keunggulan 2-0.

Namun selepas jeda, situasi berubah 180 derajat. Inter terus mengalami tekanan dan nasib sial. Pada menit ke-58, Lúcio Maranhao sukses memperkecil kedudukan menjadi 1-2 setelah menceploskan bola ke gawang Samir Handanovic.

Petaka bagi Inter terjadi pada menit ke-68. Pelanggaran Handanovic terhadap Maor Bar Buzaglo membuat wasit menujuk titik putih bagi tim tuan rumah. Handanovic pun menerima kartu kuning kedua sehingga harus keluar lapangan.

Beer Sheva menyamakan kedudukan setelah eksekusi penalti Anthony Nwakaeme mengecoh kiper Juan Pablo Carrizo.

Unggul jumlah pemain, Beer Sheva terus mengurung. Pada masa injury time, publik tuan rumah bergemuruh setelah Ben Sahar mencatatkan nama di papan skor untuk membuat timya berbalik unggul 3-2. Inter takluk 2-3 dari Beer Sheva dan harus angkat koper dari Lga Europa.

Susunan pemain:

Hapoel Beer Sheva: 1-Dudu Goresh; 4-Miguel Vitor, 5-Shir Tzedek, 20-Loai Taha (7-Mahran Radi 36′), 69-Mihaly Korhut, 2-Ben Bitton, 30-John Ogu, 12-Ovidiu Hoban, 9-Anthony Nwakaeme, 11-Maor Bar Buzaglo, 22-Lúcio Maranhao (14-Ben Sahar 75′)

Inter Milan: 1-Samir Handanovic, 24 Jeison Murillo, 25-Miranda, 55-Yuto Nagatomo, 33-Danilo D`Ambrosio, 5-Felipe Melo (27-Assane Demoya Gnoukouri 63′), 77-Marcelo Brozovic, 23-Eder (44-Ivan Perisic 65′), 87-Antonio Candreva, 9-Mauro Icardi, 19-Ever Banega (30-Juan Pablo Carrizo 70′)

Liga Italia: Inter Milan Kembali Menginjak Bumi Usai Ditahan Bologna

Dua kemenangan beruntun atas Juventus dan Empoli sempat melambungkan kepercayaan diri Inter Milan. Namun, anak asuh Frank De Boer dipaksa kembali menginjak bumi melalui hasil imbang 1-1 saat menjamu Bologna di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (25/9).

Semula, dengan modal kemenangan 2-1 atas Juventus, Inter memang begitu percaya diri bisa terus melanjutkan tren positif di laga-laga berikutnya. Benar saja, Empoli digasak dengan skor 2-0 pada laga tengah pekan.

Akan tetapi, saat euforia Mauro Icardi dan kawan-kawan sudah semakin melambung tinggi, sandungan dari Bologna seolah mengingatkan mereka untuk tak lupa untuk kembali berpijak ke tanah.

Pada pertandingan tersebut, De Boer menurunkan tim terbaik. Cedera tiga pemain jelang kick-off, tak berpengaruh. Mauro Icardi ada di depan, dengan pendamping datang dari Ivan Perisic, Antonio Candreva, serta Ever Banega.

Sementara, berstatus tamu tak membuat Bologna gentar. Alhasil, pertarungan kedua tim berlangsung seru. Kesempatan pertama datang ke kubu Inter pada menit ke-2 meski bola sundulan Icardi hasil umpan Banega tak berujung gol.

Bologna merespons dengan beberapa tekanan. Hebatnya, mereka justru unggul lebih dulu via Mattia Destro. Eks penyerang didikan Inter itu menaklukkan gawang Samir Handanovic melalui sepakan kaki kanan memanfaatkan umpa Simone Verdi.

Inter tersengat dengan gol itu. Banega mengancam pada menit ke-25. Eks pemain Sevilla tersebut menerima umpan Geoffrey Kondogbia tapi bola tendangannya berhasil diselamatkan kiper Bologna, Angelo da Costa.

Usaha keras Inte terbayar pada menit ke-37. Perisic menjadi aktor utama setelah bola tembakan kaki kirinya tak bisa dijangkau Angelo da Costa dan melesak ke dalam gawang. Skor 1-1 bertahan sampai akhir babak pertama.

Selepas jeda, Inter tampil dominan dengan menguasai aliran bola. Namun, usaha yang dilakukan Mauro Icardi, Miranda sampai Andrea Ranocchia, tak menemui sasaran.

Alhasil, sampai 90 menit pertandingan, skor imbang 1-1 tetap tak berubah. Hasil tersebut membuat Inter gagal mendekati peroleh poin Napoli dan Juventus yang berada di dua teratas. Inter mengoleksi 11 poin dan menempati peringkat ketiga di klasemen sementara Serie-A.

Susunan Pemain

Inter Milan (4-2-3-1): 1-Samir Handanovic, 25-Miranda, 13-Andrea Ranocchia, 95-Senna Miangue, 21-Davide Santon, 19-Ever Banega ( 23-Éder, 65′), 17-Gary Medel, 7-Geoffrey Kondogbia (27-Assane Demoya Gnoukouri, 28′), 9-Mauro Icardi, 44-Ivan Perisic, 87-Antonio Candreva ( 96-Gabriel Barbosa, 74)

Bologna (4-3-3): 1-Angelo da Costa, 20-Domenico Maietta, 28-Daniele Gastaldello (2-Marios Oikonomou, 63′), 35-Vasileios Torosidis, 4-Emil Krafth (25-Adam Masina, 80), 16-Adam Nagy (5-Erick Pulgar, 53′), 31-Blerim Dzemaili, 8-Saphir Taïder, 10-Mattia Destro, 11-Ladislav Krejci, 9-Simone Verdi

Berita Bola: Merasa Jadi Pemain Penting di Inter, Eder Enggan Pergi

Striker Internazionale Milan, Eder, mengaku tak akan meninggalkan klubnya. Dia merasa kini menjadi pemain penting di Giuseppe Meazza.

Seperti diketahui, Eder memang datang ke Inter dalam situasi yang kurang menggembirakan. Dia datang pada paruh kedua musim lalu. Tapi, kedatangannya justru tak memberikan kontribusi maksimal.

Dari 14 laga, dia hanya mencetak 1 gol. Pada saat bersamaan, performa Inter justru merosot pada paruh kedua.

Hanya saja, Eder mampu membuktikan dirinya adalah penyerang yang dibutuhkan. Dipercaya mengenakan kostum timnas Italia di Euro 2016, bomber kelahiran Brasil tersebut berkontribusi membawa Gli Azzurri mencapai perempat final.

“Saya menjaga kebugaran meski tengah berlibur. Sejak minggu lalu saya mulai ikut berlatih. Saya siap untuk memulai musim baru,” sebut Eder kepada La Gazzetta dello Sport seperti dilansir Football Italia.

“Saya datang ke Inter dalam situasi yang sulit. Tapi, saya tetap tenang dan mencoba untuk melaluinya secara normal. Kini, kami memulainya dari nol dan saya berharap semuanya lebih baik,” imbuh eks penyerang Sampdoria tersebut.

Eder sendiri mengaku senang dengan performanya selama berkostum Inter. Meski baru mengemas 1 gol, tapi baginya tugas seorang penyerang tak hanya mencetak gol saja.

Dia pun mengaku kecewa ketika Inter mengaitkan dirinya dengan Liga Super Tiongkok.

“Saya tahu ada yang tertarik untuk menggaet saya. Tapi, saya tak pernah memikirkan itu. Saya tegaskan ingin tetap bersama Inter karena saya merasa kini menjadi pemain penting dalam proyek klub bersama pelatih Frank de Boer,” sebut Eder.

Eder tak akan berontak meski dalam perjalanan waktu dirinya tak bermain di setiap pertandingan. Menurutnya, semua tergantung dari kebijakan pelatih.

Moratti Bantah Akan Jual Sahamnya di Inter

Setelah melepas jabatan presiden kepada pebisnis asal Indonesia, Erick Thohir, Massimo Moratti bersikeras tak akan lagi menjual sahamnya di Internazionale Milan meski hanya minoritas.

Penegasan itu dilontarkan Moratti setelah mendengar pemberitaan ada rencana Thohir untuk menjual 20 persen saham Inter kepada investor asal Tiongkok. Dari 20 persen tersebut, kabarnya terdapat enam persen yang menjadi milik Moratti.

“Menjual saham saya? Tidak, tentu saja tidak! Dari bagian yang menjadi hak saya, tentu tak akan dijual. Ada niat untuk memperkuat klub sesuai dengan perjanjian dengan pemegang saham. Di masa mendatang kita akan melihatnya nanti, tapi untuk saat ini tidak ada gerakan,” tegas Moratti kepada Football-Italia.

Moratti sendiri tak pernah mendengar langsung dari Thohir mengenai kabar akan adanya rencana menjual saham klub kepada investor Tiongkok.

“Saya duduk dengan Thohir dan kami saling diam selama satu jam setengah. Dia memang bercerita tentang adanya gerakan klub, tapi tidak tentang perubahan besar. Apakah saya akan menyambut investasi dari Tiongkok atau lainnya? Saya mendukung apa pun yang dapat memperkuat klub. Jika ada kesempatan, pantas dipertimbangkan. Tapi untuk saat itu hanya gosip,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Moratti turut mengomentari kekalahan yang diderita Inter 1-2 dari Torino di Stadion Giuseppe Meazza. Menurut dia, ada beberapa kekeliruan di dalam pertandingan.

“Saya mengharapkan hasil berbeda. Namun pada babak kedua semua menjadi keliru, termasuk keberuntungan. Lalu pada pagi ini saya melihat tayangan ulang penalti untuk Torino, dan sangat salah. Semua berjalan tidak sesuai harapan setelah babak pertama. Apakah tiket Liga Champions masih bisa digapai? Saya tidak tahu,” tutup Moratti.

Erick Thohir Punya Rencana Besar untuk Inter

Sejak mengakuisisi saham mayoritas Internazionale Milan dari tangan Massimo Moratti pada September 2013, Erick Thohir memang belum mampu mempersembahkan trofi juara. Meski begitu, pebisnis asal Indonesia itu dipercaya punya rencana besar untuk Inter.

Keyakinan itu diutarakan Giuseppe Baresi, mantan asisten pelatih yang kini menjabat sebagai pencari bakat Inter. Kepada Sportitalia, Baresi mengutarakan keyakinannya terkait proyek besar yang tengah dibangun Erick bersama I Nerazzurri.

“Thohir punya proyek besar dan mau berinvestasi guna membuat Inter kembali kompetitif di Italia dan Eropa. Kami sedang menanti kemajuan lanjutan, tapi sejauh ini dia sudah melakukan banyak hal,” bilang Baresi dikutip dari Football-Italia.

Musim ini, Inter mengusung target meraih tiket ke Liga Champions dengan menempati peringkat tiga besar di klasemen akhir Serie A. Misi itu masih terbuka karena Inter kini berada di peringkat kelima klasemen dengan torehan 55 poin, terpaut lima angka dari AS Roma yang berada di urutan ketiga.

Bahkan, demi memuluskan misi tersebut, Erick juga sudah menggelontorkan dana tidak sedikit guna mendatangkan beberapa pemain kenamaan dunia seperti Geoffrey Kondogbia, Ivan Perisic, Jeison Murillo, Miranda, Felipe Melo, Stevan Jovetic, Adem Ljajic, hingga Eder.

“Presiden menciptakan kelompok pemain yang menarik. Tim berada dalam periode naik dan turun, tapi ada fondasi solid untuk membangun jadi kami bisa semakin bersaing dengan dua atau tiga tambahan pemain baru. Meski kami tertinggal lima poin di belakang Roma, perlombaan untuk zona Liga Champions masih terbuka lebar. Inter bisa memangkas jarak beberapa poin dalam dua pertandingan ke depan,” jelas Baresi lagi.

Mancini Prediksi Man. City Juara Premier League

Premier League musim 20015-16 baru bergulir delapan pekan. Namun, melihat kondisi saat ini, pelatih Internazionale Milan, Roberto Mancini memprediksi Manchester City akan menjadi juara pada akhir musim.

Mancini menilai saat ini The Citizens mempunyai skuat terbaik di Premier League. Hal itu membuatnya yakin bahwa Vincent Kompany dkk akan mampu menjadi jawara.

“Saya rasa kami akan menjadi juara. Man. City bakal menjuarai Premier Leaguue,” kata Mancini kepada BBC Sport.

Objektivitas ucapan Mancini jelas masih bisa diperdebatkan. Dia adalah mantan manajer The Citizens. Dia juga yang mengantar Man. City meraih trofi juara Premier League pada musim 2011-12.

Mancini terbilang sukses ketika menangani The Citizens. Selain trofi juara Premier League, dia juga mempersembahkan Piala FA 2010-11 dan Community Shield 2012 kepada Man. City.

“Saya merasa bangga atas pencapaian yang saya raih di Manchester. Pasalnya, kami mengubah situasi yang bertahan sekian lama. Tujuh atau delapan tahun lalu, Man.City bermain di papan tengah atau malah berupaya lepas dari degradasi. Kini, dalam empat tahun terakhir, mereka adalah tim terbaik di Premier League,” tutur Mancini.

Melihat kondisi terakhir, prediksi Mancini masuk akal. The Citizens memimpin klasemen sementara Premier League dengan selisih dua angka di atas Arsenal dan Manchester United yang berada di bawahnya. Mereka juga menyandang predikat tim terproduktif dan tim yang paling minim kebobolan. Hal itu menandakan tim asuhan Manuel Pellegrini tersebut memang solid.

Preview Internazionale Milan vs Juventus

Serie A Pekan Ke-8
Stadion Giuseppe Meazza, 18 Oktober 2015

Internazionale Milan berambisi besar mengalahkan Juventus sebagai bukti keabsahan sebagai calon juara. I Bianconeri memang tengah menurun, namun rekor mereka atas I Nerazzurri sangat baik.

Fakta Internazionale Milan

  • Internazionale Milan tidak pernah mengalahkan Juventus di Stadion Giuseppe Meazza sejak 2010. Kemenangan terakhir di sana tercipta pada pekan ke-34 musim 2009-10.
  • Dalam dua pertandingan terakhir di Serie A, Internazionale Milan selalu kebobolan. Padahal, dalam tiga laga sebelumnya, gawang I Nerazzurri tidak pernah kemasukan.
  • Internazionale Milan hanya pernah sekali mencetak lebih dari gol dalam satu pertandingan pada musim ini. Waktu itu, I Nerazzurri menang 2-1 atas Carpi pada pekan kedua.

Fakta Juventus

  • Juventus hanya pernah sekali dalam tiga laga tandang di Serie A musim ini. Dua laga lainnya berakhir dengan kekalahan, yakni saat ditaklukkan AS Roma dan Napoli.
  • Tren Juventus tengah membaik. Dalam dua laga terakhir di Liga Champions dan Serie A, mereka selalu menang. Kemenangan itu dipetik atas Sevilla dan Bologna.
  • Gawang Juventus hanya sekali tidak kemasukan dalam satu laga pada Serie A 2015-16. Hal itu terjadi saat menang 2-0 atas Genoa di Stadion Luigi Ferraris pada pekan keempat.

Prediksi Susunan Pemain
Internazionale Milan (4-3-1-2):
Handanovic; Santon, Murillo, Miranda, Juan Jesus; Guarin, Medel, Melo; Perisic; Icardi
Juventus (3-5-2): Buffon; Barzagli, Bonucci, Chiellini; Cuadrado, Khedira, Marchisio, Pogba, Evra; Dybala, Morata

Icardi Selalu Mencetak Gol Ke Gawang Juventus

Interisti pasti sangat berharap Mauro Icardi menampilkan performa terbaik saat melawan Juventus pada akhir pekan nanti. Sebab, Icardi tanpa henti mencetak gol ke gawang I Bianconeri.

Icardi bergabung dengan Internazionale Milan pada musim 2013-14. Sebelumnya, Icardi membela Sampdoria selama dua musim.

Nama Icardi mulai melesat ketika tampil apik bersama Il Samp. Salah satu kiprah terbaiknya adalah mencetak gol kemenangan 2-1 Sampdoria atas I Bianconeri di Stadion Juventus pada 2013.

Sesudah itu, Icardi menjadi momok bagi pertahanan Juventus. Dia tidak pernah henti membuat gol ke gawang I Bianconeri ketika bermain.

Hingga saat ini, Icardi sudah bermain lima kali melawan Juventus dengan kostum Sampdoria dan I Nerazzurri. Selama itu, dia telah membuat enam gol ke gawang I Bianconeri.

Dua gol pertama dia ciptakan pada laga perdana melawan Juventus dengan kostum Sampdoria. Empat gol lagi masing-masing dia buat dalam empat laga berikutnya. Artinya, Icardi selalu membuat gol ketika bermain melawan Juventus.

Akan tetapi, meski menyumbang gol, peruntungan Icardi kurang baik sejak pindah ke Internazionale. Bersama Sampdoria, dia sudah mengalahkan Juventus dua kali. Namun, dalam tiga laga versus I Bianconeri dengan kostum I Nerazzurri, Icardi hanya sanggup mengantar timnya meraih dua kali seri dan satu kali kalah.

Atas dasar itu, Interisti pantas berharap Icardi bermain baik dan mencetak gol lagi ke gawang Juventus. Sebaliknya, I Bianconeri mesti mewaspadai pemain asal Argentina ini karena dia memiliki tradisi memcetak gol terus-menerus ke gawang mereka.

Juventus Tidak Terkalahkan Di Kandang Internazionale Sejak 2010

Laga bertajuk Derby d’Italia antara Internazionale Milan dan Juventus bakal berlangsung di Stadion Giuseppe Meazza pada pekan ini. I Nerazzurri membawa misi penting, yakni memutus rekor tak terkalahkan I Bianconeri di sana sejak 2010.

Internazionale akan bermain di hadapan pendukungnya sendiri. Namun, hal itu belum tentu menjadi keuntungan bagi Mauri Icardi dkk. Pasalnya, Juventus terbukti selalu sulit dikalahkan ketika bermain di Kota Milan.

Kekalahan terakhir Juventus di Giuseppe Meazza terjadi pada musim 2009-10. Saat itu, I Bianconeri kalah 0-2 dalam laga Serie A pekan ke-34.

Sesudah itu, hasil pertandingan melawan Juventus sering berakhir pahit bagi Internazionale. Saat bermain di kandangnya sendiri, I Nerazzurri justru dikalahkan dua kali serta dipaksa bermain seri sebanyak dua kali kali.

Kekalahan terakhir atas Juventus dirasakan Internazionale pada musim lalu. Bermain di Serie A pekan ke-36, I Nerazzurri menyerah kalah 1-2 lewat gol Claudio Marchisio dan Alvaro Morata. Tim tuan rumah hanya membuat satu gol dari Icardi.

Fakta ini membuat pelatih Internazionale, Roberto Mancini gemas. Dia ingin sekali menghentikan rentetan kegagalan menundukkan Juventus di Giuseppe Meazza. “Kami tidak pernah menang di kandang sejak 2010? Cukup. Itu telah terlalu lama,” kata Mancini.

Di matanya memenangi duel dengan Juventus merupakan hal penting. Kemenangan akan mengangkat moril skuat Internazionale. Maklum saja, terakhir kali mengalahkan Juventus di kandang berujung gelar juara Serie A bagi Juventus.

Moratti: Mengalahkan Juventus Berbuah Scudetto,

Mantan pemilik sekaligus Presiden Internazionale Milan, Massimo Moratti ternyata percaya terhadap sebuah fakta unik. Dia yakin jika timnya sanggup menundukkan Juventus di Stadion Giuseppe Meazza akan berujung ke perolehan trofi juara Serie A.

I Nerazzurri akan menjamu I Bianconeri pada pekan kedelapan Serie A pada 18 Oktober. Moratti ternyata menyadari rekor buruk mantan klubnya terhadap Juventus. Internazionale belum mampu mengalahkan I Bianconeri di Stadion Giuseppe Meazza sejak 2010.

Kemenangan terakhir I Nerazzurri atas I Bianconeri di Giuseppe Meazza terjadi pada 16 April 2010. Saat itu, Internazionale menang 2-0 lewat gol Maicon dan Samuel Eto’o.

“Ketika mengalahkan mereka, kami meraih scudetto. Mungkin saja jika kami memenangi pertandingan pada pekan depan, kami bakal meraup sukses kembali. Kami semua tahu bagaimana hasil dari itu. Jadi, kami berharap hal itu merupakan sinyal kesuksesan,” ujar Moratti.

Akan tetapi, tren performa I Netazzurri tengah menurun. Usai dikalahkan Fiorentina pada dua pekan sebelumnya, Mauro Icardi dkk bermain seri pada pekan berikutnya.

Berbeda hal dengan Juventus. Meski sempat mengalami start buruk, Paul Pogba dkk mulai bangkit. Pada dua laga terakhirnya, mereka mengalahkan Sevilla di Liga Champions dan Bologna di Serie A. Tidak aneh mereka yakin bakal meraih poin penuh di Giuseppe Meazza.

Meski begitu, Internazionale tidak kurang percaya diri. Usai dikalahkan Chiasso pada sebuah laga persahabatan pada Jumat (9/10), Mancini menyebut persiapan melawan Juventus masih panjang. Dia berkata, “Juventus? Masih ada waktu sembilan hari untuk mempersiapkan diri.”

Buah dari persiapan Mancini bakal terlihat pada pekan kedelapan nanti. Namun, seperti mantan presidennya, Interisti ingin tim kesayangannya menundukkan Juventus agar scudetto diraih seperti yang Moratti yakini.

Juan Jesus Ogah Menyeberang ke Juventus

Bek Inter Milan, Juan Jesus, menegaskan jika dirinya tak akan pernah mau bergabung dengan Juventus. Kendati begitu, Juan Jesus tak memungkiri fakta bahwa Juventus adalah salah satu klub hebat di Italia.

“Aku tidak akan pernah bergabung dengan Juventus. Mereka klub yang hebat, tetapi aku harus melakukan hal yang tepat untuk Inter, karena aku telah melewati waktu yang panjang di sini,” sebut Juan Jesus kepada Inter Channel.

Rivalitas antara Inter dan Juventus memang cukup sengit, khususnya dalam 10 tahun terakhir setelah kasus Calciopoli yang mengakibatkan Juventus dipaksa turun kasta ke Serie-B.

Pemain asal Brasil ini juga membeberkan soal tawaran yang diterimanya pada beberapa waktu lalu. Meski belum mengecap trofi juara bersama Inter, Juan Jesus tetap memegang komitmen untuk mengerahkan kemampuan terbaiknya.

“Aku menerima beberapa tawaran pada musim panas lalu, tetapi sekarang bukan waktu yang tepat untuk pergi, karena aku sadar harus memberikan lebih untuk Inter. Aku ingin menang bersama tim ini dan aku masih memiliki kontrak yang panjang,” lanjutnya.

Kesabaran Juan Jesus mulai menunjukkan hasil di awal musim ini. Dari enam laga yang telah dilakoni, Inter membukukan lima kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Inter kini bertengger di posisi kedua dengan torehan 16 poin.

“Kami mengawali musim dengan baik dan target yang kami pikirkan saat ini hanyalah lolos ke kualifikasi Liga Champions. Sejak awal musim kami telah bekerja keras dan banyak berkorban untuk mencapai target ini. Sekarang semuanya bergantung pada kami sendiri,” beber Juan Jesus.

Sejauh ini, Juan Jesus telah tampil tiga kali di Serie-A musim ini. Posisinya kini mulai tergeser oleh bek anyar asal Brasil, Miranda. Kendati demikian, dirinya tak mempersoalkan hal tersebut. Baginya, keharmonisan tim adalah kunci penting untuk mengecap kesuksesan.

“Kedatangan pemain-pemain baru sangat memperkuat tim ini. Khususnya Felipe Melo, karakternya sangat mempengaruhi baik di lapangan dan di ruang ganti,” tutup dia.

Perang Dingin Pecah di Madrid

Situasi tidak menguntungkan tercipta di Real Madrid. Marca melaporkan telah terjadi perang dingin di internal El Real. Beberapa pemain rupanya tidak suka dengan kepemimpinan pelatih Rafael Benitez.

Marca menyebutkan para pemain yang terlibat konflik dengan Benitez adalah Karim Benzema, James Rodriguez, Jese, Sergio Ramos, dan Cristiano Ronaldo. Penyebab ketegangan antara masing-masing pemain dengan Benitez beragam. Namun, Marca melaporkan pemicunya terkait dengan kedisiplinan, hubungan personal, serta putusan taktik pelatih.

Ramos dan Ronaldo diyakini Marca sebagai pemain yang bersitegang dengan Benitez karena hubungan personal. Ramos kecewa dikritik Benitez usai pertandingan melawan Atletico Madrid pada Minggu (4/10) akibat membuat Madrid terkena hukuman penalti. Sementara itu, Ronaldo sudah tidak suka kepada Benitez yang tidak menyebutnya sebagai pemain terbaik usai dikenalkan sebagai entrenador anyar El Real.

Lain halnya dengan James dan Jese. Benitez kecewa kepada James karena tidak mengindahkan instruksinya agar kembali ke Madrid lebih cepat sepekan dari jadwal usai bermain di Copa America 2015. Sedangkan Benitez menyoroti gaya hidup Jese yang tidak disukainya.

Problem terkait putusan pelatih terjadi dengan Benzema. Striker asal Prancis ini berang karena selalu ditarik ke luar pada saat pertandingan. Benzema sempat menunjukkan kegeramannya pada laga melawan Malmo di Liga Champions dan Atletico di Divisi Primera.

Meski begitu, Marca meyakini konflik ini tidak membuat kendali Benitez di ruang ganti Madrid hilang. Kondisi di tubuh El Real tetap kondusif. Bahkan, Marca melaporkan sudah mulai ada niat dari Benitez untuk mendinginkan ketegangan. Eks pelatih Napoli itu malah membujuk para pemain agar mau berdamai dan melupakan semua masalah.

Indikasi dari langkah Benitez terlihat dari sikapnya dalam sesi latihan klub. Marca menyebutkan Benitez sudah bersikap akrab dengan Ramos. Mereka bahkan saling berbicara satu sama lain. Hal inilah yang diyakini Marca sebagai salah satu bentuk perdamaian antara Benitez dengan para pemain yang terlibat konflik dengannya.

Napoli Paling Berpeluang Merebut Scudetto

image

Calon juara Serie A musim 2015-16 sudah diketahui. Napoli dinilai sebagai tim yang paling berpeluang merebut scudetto pada musim ini. Mereka mengalahkan klub-klub besar seperti Juventus, AS Roma, dan Internazionale Milan.

Hal itu merupakan simpulan dari hasil survei yang dirilis oleh Corriere dello Sport pada Selasa (6/10). Saat itu, Corriere dello Sport menanyai 100 orang yang pakar dalam sepak bola di Italia tentang calon juara Serie-A. Hasilnya adalah I Partenopei paling dijagokan oleh para pakar tersebut.

Hasil survei menunjukkan sebanyak 35 persen responden menjagokan Napoli sebagai perebut scudetto. Jumlah itu sudah cukup untuk menjadikan I Partenopei sebagai favorit karena AS Roma yang berada di bawahnya hanya mendapat dukungan dari 31 responden.

Sementara itu, juara bertahan Juventus malah hanya difavoritkan oleh sepuluh persen responden. Posisi I Bianconeri sejajar dengan Internazionale Milan yang sempat menduduki puncak klasemen sementara Serie A beberapa waktu lalu.

Posisi Juventus dan Internazionale bahkan masih kalah di bawah Fiorentina. I Gigliati difavoritkan oleh 13 persen responden, sehingga menjadi favorit juara ketiga di bawah Napoli dan Fiorentina.

Adapun para pakar yang mendukung Napoli merupakan nama-nama terkenal seperti Gennaro Gattuso, Federico Barba, Giovanni Trapattoni, dan Maurizio Zamparini. Sementara itu, Carlo Ancelotti, Cesare Prandelli, Claudio Ranieri, dan Marco Fassone menjagokan Roma. Di antara mereka berempat, pendapat Fassone cukup menarik.  Sebagai petinggi I Nerazzurri yang tidak memiliki ikatan apa pun dengan Roma, Fassone malah tidak menjagokan klubnya sendiri untuk juara.

Survei ini juga memperlihatkan AC Milan sama sekali tidak dipilih oleh para responden. Posisi Milan lebih buruk dibanding SS Lazio yang setidaknya mendapat satu suara dari mantan pelatihnya, Davide Ballardini.