Gara-Gara Terpeleset, Ismed Sofyan Absen Bela Persija hingga Tahun Depan

Banner Gamespool Football5Star

Football5Star.com, Indonesia – Ismed Sofyan harus menunggu hingga tahun depan untuk kembali memperkuat Persija Jakarta akibat terpeleset saat berlatih. Hal itu setelah Ismed sukses menjalani operasi lutut pada 28 Juni lalu.

Seperti diketahui, nama Ismed memang sempat menghilang dari skuat Macan Kemayoran di Piala Menpora 2021 karena izin keperluan pribadi. Ismed pun setelah turnamen itu nyatanya sempat tak kelihatan dalam latihan tim besutan Angelo Alessio.

Ternyata, pemain yang karib dengan nomor punggung 14 itu terpeleset pada 8 Juni saat latihan. Akibatnya, lutut Ismed harus dioperasi karena sulit tertekuk. Ismed pun akhirnya jalani operasi beberapa waktu lalu. Namun, Ismed harus absen membela Persija hingga setidaknya awal tahun depan.

Gara-Gara Terpeleset, Ismed Sofyan Absen Bela Persija hingga Tahun Depan

“Insyaallah jika terus melakukan terapi secara benar sejak sekarang, saya bisa kembali seperti semula. Saat ini masih fase terapi sehingga saya masih menggunakan tongkat untuk berjalan. Mudah-mudahan recovery berjalan cepat sehingga enam bulan lagi bisa kembali,” ungkap Ismed Sofyan dalam laman resmi klub.

Keputusan menjalani operasi tentu sangat beresiko buat Ismed. Namun, akan lebih beresiko lagi kalau pemain senior itu tak dioperasi atas saran dokter.

“Menurut dokter, jika tidak operasi, ke depan (kondisi lutut) akan lebih buruk sehingga saya memutuskan untuk operasi,” sambung Ismed.

Sejauh ini, Ismed memang masih belum mau mengikuti sahabatnya, Bambang Pamungkas yang memutuskan pensiun dan kini jadi manajer tim. Beberapa waktu lalu, pemain yang sudah berseragam Macan Kemayoran sejak 2003 itu mengaku masih kuat bermain.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ismed Sofyan “Menghilang”, Begini Kata Persija Jakarta

Ismed Sofyan "Menghilang", Begini Kata Persija Jakarta 7

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Persija Jakarta, Sudirman, akhirnya menjawab teka-teki Ismed Sofyan yang menghilang dari daftar susunan pemain (DSP). Dia menyebut kalau Ismed memang sedang dalam proses pemulihan cedera lutut.

Seperti diketahui, dalam dua laga awal Piala Menpora 2021, Ismed memang tak ada dalam DSP Persija. Padahal nama Ismed masuk ke dalam 30 pemain yang diboyong Macan Kemayoran ke Malang untuk hadapi turnamen pramusim tersebut.

Teka-teki itu akhirnya dijawab oleh Sudirman. Sang pelatih menyebut kalau kondisi Ismed ternyata tengah cedera. Dia menyebut Ismed mengalami masalah pada lututnya sehingga belum juga bermain.

Ismed Sofyan "Menghilang", Begini Kata Persija Jakarta Jelang Laga Hidup-Mati, Persija Ogah Terpengaruh Soal Bambang Pamungkas

“Ismed Sofyan memang kondisinya tidak begitu baik ya. Karena ada sedikit, kemarin dalam latihan-latihan yang kita lakukan persiapan, dia ada sedikit masalah di lututnya,” ungkap Sudirman kepada awak media.

Begitu pula saat melawan Bhayangkara Solo FC, di Stadion Kanjuruhan, Minggu (31/3/2021). Ismed, menurut Sudirman jua tak akan dimainkan.

“Jadi dia dalam tahap rehabilitasi di lututnya, sehingga dia tidak ikutkan di dalam pertandingan melawan Bhayangkara,” kata dia.

Hal itu membuat Persija Jakarta kini krisis pemain bek kanan. Selain Ismed, mereka jua dipastikan tak akan memainkan Marco Motta yang juga cedera.

“Ya peran Marco Motta sangat besar buat Persija ya. Tapi Motta Dalam kondisi cedera, dan kami tidak mau memaksakan dia, akan memperburuk cedera dia,” tutup Sudirman.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ismed Sofyan Kenang Golnya yang Gemparkan Publik ASEAN

Ismed Sofyan Kenang Golnya yang Gemparkan Publik ASEAN 11

Football5Star.com, Indonesia – Pemain senior Persija Jakarta, Ismed Sofyan, baru-baru ini mengenang gol istimewanya yang sempat gemparkan Asia Tenggara. Hal itu setelah golnya masuk jajaran gol terbaik di Asia Tenggara.

Memperkuat Persija selama 19 tahun dan tak kurang mencatatkan 370 penampilan, Ismed jelas memiliki banyak kenangan. Apalagi, dia tak cuma lihai dalam membuat assist dan menjaga pertahanan, tapi juga mampu mencetak gol.

Nah, ada 2 laga yang menurutnya paling berkesan selama belasan tahun membela panji ibu kota. Laga pertama yang paling dikenangnya adalah laga kandang melawan Persik Kediri, 2007 silam.

Ismed Sofyan jadi salah satu kandidat Pemain Terbaik Piala Indonesia 2018-19 dari Persija Jakarta.

Bermain di hadapan ribuan the Jakmania di Stadion Lebak Bulus, Ismed menciptakan gol spektakuler dari jarak kurang lebih 35 meter. Bahkan gol melawan Persik Kediri tersebut terpilih jadi gol terbaik se-Asia Tenggara pada waktu itu.

“Tahun 2007, tepatnya lawan Persik Kediri, saya bikin gol jarak jauh kurang lebih dari jarak 35 meter. Dan gol itu masuk gol terbaik se-Asia Tenggara. Itu gol yang sangat istimewa bagi saya,” ungkap Ismed Sofyan dalam laman resmi Persija Jakarta.

Kenangan kedua, tentu saat Macan Kemayoran melawan Persib Bandung. Apalagi saat pertemuan terakhir di Bandung pada musim 2018 lalu, Ismed mengaku laga tersebut tekanan luar biasa dari pendukung lawan.

“Paling dikenang ya (lawan) Persib Bandung. Apalagi yang terjadi pada musim 2018, karena mungkin bisa dibilang pertandingan lawan Persib selalu jadi pertandingan yang besar. Kalau di luar negeri ada istilah ‘el classico’ ya kalau di Indonesia mungkin kita ya, laga Persija melawan Persib,” bilang Ismed.

Dari segi pengamanan, dan tekanan yang begitu besar dari pendukung tuan rumah, Ismed mengaku laga melawan Persib selalu berkesan. “Karena sejak awal datang ke Stadion kita harus menggunakan mobil barakuda, begitu juga saat meninggalkan stadion. Itu yang menjadikan kesan tersendiri saat bertandang ke Bandung,” tutup Ismed Sofyan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Terungkap! Salah Satu Pemain Persija Tolak Tawaran Klub Malaysia

Terungkap! Salah Satu Pemain Persija Tolak Tawaran Klub Malaysia 15

Football5Star.com, Indonesia – Salah satu pemain Persija Jakarta, Ismed Sofyan, mengaku pernah menolak tawaran klub asal Malaysia. Tawaran itu datang sudah cukup lama, tapi dia mengaku lebih memilih bertahan bersama Persija Jakarta.

Dalam beberapa tahun terakhir, memang banyak pemain asal Indonesia yang mengadu nasib di Malaysia. Tahun ini saja, ada Ryuji Utomo yang sudah resmi dipinjam dari Macan Kemayoran ke Penang FC, lalu Saddil Ramdani yang kian dekat gabung Sabah FC.

Ismed Sofyan sendiri mengaku kalau tawaran dari Negeri Jiran pernah menghampirinya. Klub tersebut ialah Telekom Malaka. Tapi, pada saat tawaran itu datang, manajemen Macan Kemayoran juga menginginkannya untuk bertahan.

Ismed Sofyan optimistis Persija Jakarta dapat berprestasi pada gelaran Liga 1 2020.

“Saya pernah ditawari ke klub Liga Malaysia, cuma saya tidak tahu dan lupa tahun berapa. Yang pasti klub yang menawarkan ke saya itu kalau tidak salah namanya Telekom Melaka,” kata Ismed Sofyan dalam YouTube Persija beberapa waktu lalu.

“Saat itu, tawaran datang, tapi manajemen juga memperpanjang kontrak saya. Akhirnya, saya memilih bertahan bersama Persija,” sambung Ismed.

Kini, Ismed merupakan pemain paling senior di kubu Macan Kemayoran. Tak kurang 370 penampilan sudah dia persembahkan buat tim ibu kota sejak bergabung 2002 silam.

Saat ini, Ismed juga ditunjuk sebagai asisten pelatih Persija di bawah Sudirman. Dia pun sudah memiliki lisensi kepelatihan B AFC.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Terungkap, Alasan Ismed Sofyan Dekat dengan Pemain Asing Persija

Terungkap, Alasan Ismed Sofyan Dekat dengan Pemain Asing Persija 19

Football5Star.com, Indonesia – Ismed Sofyan akhirnya buka suara soal selalu dekat dengan pemain asing yang dimiliki Persija Jakarta. Dia menyebut kalau memang selalu melakukan pendekatan ke pemain import, terutama yang asing.

Tentu, kehadiran Ismed di Persija Jakarta sangat dihormati oleh semua pemain, tak terkecuali penggawa asing. Sebab, sosok berusia 41 tahun itu merupakan pemain paling senior di kubu Macan Kemayoran.

Persija yang nyaris gonta-ganti pemain asing tiap musimnya ternyata tak berpengaruh kepada Ismed Sofyan. Dia terlihat seperti gampang dekat dengan pemain import yang didatangkan oleh klub asal ibu kota tersebut. Apa rahasianya?

Ismed Sofyan jadi salah satu kandidat Pemain Terbaik Piala Indonesia 2018-19 dari Persija Jakarta.

“Seluruh pemain asing yang pernah bermain di Persija, saya pastikan sangat akrab dengan mereka. Namun untuk paling banyak komunikasi pastinya sama striker,” ungkap Ismed Sofyan dalam YouTube resmi Persija.

“Sebagai contoh Emanuel De Porras suka bola langsung ke daerah. Roger Batoum suka dengan bola langsung mengarah ke kepalanya,” sambung dia.

Demikian pula dengan pemain asing Persija saat ini. Keempat pemain, yakni Marko Simic, Marc Klok, Marco Motta, hingga Rohit Chand, memang terlihat dekat dengan Ismed.

“Sekarang juga ada (Marko) Simic, pastinya mereka sering komunikasi dengan saya. Saya sendiri juga harus mengetahui maunya mereka umpan seperti apa yang mereka suka. Dari empat pemain asing Simic, Rohit (Chand), (Marco) Motta, maupun (Marc) Klok yang saat ini statusnya pemain lokal, saya akrab dengan keempatnya,” tutup Ismed Sofyan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ismed Sofyan Belum Akan Pensiun pada 2021

Ismed Sofyan Belum Akan Pensiun pada 2021 23

Football5Star.com, Indonesia – Pemain senior Persija Jakarta, Ismed Sofyan, ternyata belum berencana untuk pensiun pada musim 2021. Dia mengaku masih kuat bermain sepak bola meski sambil mempersiapkan lisensi kepelatihannya.

Saat ini, pemain kelahiran Tualang Cut, Aceh, itu sebenarnya sudah tak lagi muda. Usianya bahkan sudah berkepala empat, yakni 41 tahun. Sahabat dekatnya, Bambang Pamungkas pun sudah pensiun sejak akhir 2019 lalu.

Namun demikian, Ismed Sofyan mengaku mungkin masih akan bermain sepak bola pada 2021. Meski fokusnya nanti akan dibagi pula dengan kegiatannya mencari ilmu kepelatihan.

Ismed Sofyan menilai bagus dirinya tak lagi jadi pemain andalan di sektor bek kanan Persija Jakarta.

“Saya tak tahu pasti kapan. Tapi, insya Allah jika tak ada halangan, masih diberi kesehatan dan kekuatan 2021 saya akan fokus main dan melatih,” ungkap Ismed Sofyan dalam YouTube resmi Persija Jakarta.

Ismed bukannya tak mempersiapkan masa depannya setelah bermain sepak bola. Buktinya, dia saat ini memiliki lisensi B AFC. Bahkan, targetnya tahun depan ialah ingin memiliki lisensi A AFC. Lisensi itulah yang diwajibkan bagi semua pelatih di Liga 1.

“Sekarang saya punya lisensi B AFC. Sekarang sambil bermain, saya masih butuh belajar jadi pelatih,” sambung Ismed.

Ketika ditanya soal peluang melatih Persija Jakarta kelak, Ismed Sofyan, jelas punya target itu. Namun saat ini, dia masih banyak belajar, memperbanyak ilmu kepelatihannya.

“Karena jadi pelatih butuh pengalaman juga, bukan hanya bermain tapi butuh jam terbang melatih usia dini. Dalam perjalananya juga saya mengincar lisensi A AFC,” tutup Ismed.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Persahabatan Ismed sofyan dan Bepe Terjalin Sejak Usia 19 Tahun

Persahabatan Ismed sofyan dan Bepe Terjalin Sejak Usia 19 Tahun 27

Football5Star.com, Indonesia – Ismed Sofyan baru-baru ini bercerita soal persahabatannya dengan Bambang Pamungkas alias Bepe. Dia menyebut kalau kedekatan keduanya bahkan sudah terjalin sejak masih berusia 19 tahun.

Ismed dan Bepe memang menjadi bagian yang tak terpisahkan di Persija Jakarta nyaris dua dekade. Bahkan pada masa keemasannya, Ismed Sofyan acap menjadi “pelayan” gol-gol Bambang Pamungkas. Dia tahu betul bola yang diinginkan oleh sahabatnya itu.

Kini, Bepe sudah lebih dahulu pensiun. Sedang, Ismed masih bermain meski juga fokus dalam bidang kepelatihan. Sebenarnya, bagaimana awal mula Ismed dekat dengan Bepe?

Ismed Sofyan Ingin Ikuti Jejak Kazuyoshi Miura Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Rekor Bambang Pamungkas yang Sulit Dipecahkan

“Saya bersahabat dengan Bepe itu bisa dikatakan lama. Kami dari 1997 itu sudah bersama. Kami sama-sama seleksi untuk pelajar Asia. Jadi pertemanan kami saat bertemu itu dari 1997. Lalu 1998 kami ikut di PSSI 19 tahun, praOlimpiade sampai timnas Indonesia,” ungkap Ismed Sofyan dikutip dari YouTube resmi Persija.

Meski bersahabat, kedua sosok ini terkenal seperti Tom and Jerry. Ismed menyebut kalau memang sahabatnya itu usil. Tapi itulah indahnya persahabatan.

“Akhirnya kami satu klub di tim ibu kota sampai sekarang. Jika dibilang Tom and Jerry, Bepe itu orangnya usil. Saya sudah kenal lama sama dia, satu kamar bareng dia, tahu karakter masing-masing,” sambung Ismed.

“Jadi kalau kami bercanda itu sudah tidak ada batas, baik itu bercanda saat mau tidur, di kamar mandi atau bahkan di lapangan. Kalau kami disebut Tom and Jerry ya itu hal yang lumrah karena pertemanan kami itu sangat lama,” tutup Ismed Sofyan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Gol Kelas Dunia Farri Agri di Qatar Dapat Pujian dari Ismed Sofyan

gamespool
Gol Kelas Dunia Farri Agri di Qatar Dapat Pujian dari Ismed Sofyan 30

Football5star.com, Indonesia – Striker berusia 28 yang terdepak dari Persija, Farri Agri baru mencetak gol indah di Qatar saat membela Al Mesaimeer melawan Muaither SC di kompetisi Emir Cup 2021.

Bermain di Stadion Hamad Bin Khalifa, Senin (21/12/2020), Farri Agri cetak gol kelas dunia memanfaatkan bola liar dari sepak pojok. Tanpa banyak melakukan kontrok, Farri langsung melepaskan sepakan indah keras dari luar kotak penalti yang tak bisa dihalau kiper Muaither SC.

https://twitter.com/alkassdigital/status/1341059870884245504

“Delighted to be back in the score sheet yesterday evening in the #EmirCup2021,” tulis Farri di akun Instagramnya.

Gol kelas dunia Farri Agri pun mendapat banyak pujian dari banyak pihak. Salah satunya datang dari pemain Persija, Ismed Sofyan. Pemain asal Aceh itu turut berkomentar di postingan Farri. Ismed memberikan emoji tepuk tangan terhadap gol Farri.

Tidak hanya Ismed, dua pesepak bola muda berdarah Indonesia di Qatar lainnya, Andri Syahputra dan Khuwailid Mustafa juga turut berkomentar di gol kelas dunia Farri Agri.

Pada Desember 2019, Persija resmi tak memperpanjang kontrak Farri bersama dua pemain lainnya yakni, Joan Tomas Campasol, dan Xandao.

“Ya, hari ini kami resmi melepas Farri Agri, Joan Tomas Campasol, dan Xandao. Manajemen telah berdiskusi dengan tim pelatih dan hasilnya kami putuskan untuk tidak memperpanjang keduanya,” kata Ferry Paulus saat itu.

Terdepak dari Persija, Farri kembali ke Qatar dan pada September lalu resmi bergabung ke Al Mesaimeer. Farri Agri memang tampil kurang mengesankan ketika mengenakan seragam Persija. Dipercaya mengenakan nomor punggung 10, Ia justru baru bermain satu kali tanpa mampu mencetak gol maupun assist.

Satu-satunya laga Farri saat Persija Jakarta dikalahkan Semen Padang dengan skor 1-2 pada 16 Oktober 2019. Saat itu Farri juga tidak bermain penuh setelah digantikan Riko Simanjuntak pada menit ke-63.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Ismed Sofyan: Persija Memang Pantas Wakili Indonesia di Asia

Ismed Sofyan: Persija Memang Pantas Wakili Indonesia di Asia 34

Football5Star.com, Indonesia – Pemain senior Persija Jakarta, Ismed Sofyan, menyebut kalau timnya memang pantas mewakili Indonesia di pentas Asia. Menurutnya, keputusan PSSI juga sudah tepat.

Seperti diketahui, PSSI memang baru saja mengumumkan dua klub Indonesia yang berhak mentas di AFC Cup 2021. Selain Persija, ada pula Bali United yang ditunjuk. Keputusan ini berdasarkan hasil musim 2019.

Bali United ditunjuk karena statusnya sebagai kampiun Liga 1 2019. Sedang, Macan Kemayoran ditunjuk lantaran sebagai runner-up Piala Indonesia setelah PSM Makassar yang jadi juara tak mendapatkan lisensi AFC.

Ismed Sofyan jadi salah satu kandidat Pemain Terbaik Piala Indonesia 2018-19 dari Persija Jakarta.

“Memang Persija pantas untuk mewakili Indonesia di AFC Cup. Karena kalau kita lihat dari perjalanan kemarin, kan kita runner-up di Piala Indonesia,” kata Ismed Sofyan.

“Sementara PSM Makassar mereka kan tidak lolos verifikasi AFCJadi ya memang pantas lolos ya Persija, artinya kami bisa berkompetisi di pentas Asia,” sambung Ismed.

Dengan materi yang ada saat ini, Persija Jakarta disebut Ismed Sofyan, bakal bicara banyak di Asia. Apalagi tim saat ini boleh dibilang bertabur bintang. Namun, Ismed berharap manajemen bergerak cepat mengikat para pemain bintangnya. Karena beberapa di antara pemain bintang Persija saat ini kontraknya akan kedaluwarsa per 31 Desember 2020.

“Tahun ini kalau saya bilang malahan materinya lebih bagus. Mudah-mudahan pemain yang tahun ini masih bisa stay disini. Takutnya di Desember ini kan ada pemain yang kontraknya selesai,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Banyak yang Diincar Klub Luar, Bukti Pemain Persija Berkualitas

Banyak yang Diincar Klub Luar, Bukti Pemain Persija Berkualitas 38

Football5Star.com, Indonesia – Mulai maraknya pemain Persija Jakarta diincar klub luar negeri jelas menggambarkan kualitasnya. Hal itu disuarakan oleh pemain senior, Ismed Sofyan, terkait rekan-rekannya yang mulai melirik luar negeri untuk melanjutkan karier.

Seperti diketahui, belakangan memang beberapa pilar utama Macan Kemayoran disebut-sebut akan merantau ke luar negeri. Mulai dari Evan Dimas, Riko Simanjuntak, Osvaldo Haay, Rezaldi Hehanusa hingga Ryuji Utomo.

Manajemen Persija mengakui sudah ada beberapa klub Asia yang menyatakan tertarik merekrut pemain ke pihak tim langsung ataupun ke agen. Namun yang menjadi prioritas Persija adalah tawaran yang menguntungkan pemain serta klub.

Banyak yang Diincar Klub Luar, Bukti Pemain Persija Berkualitas Kaget dengan Harga Evan Dimas, Klub Malaysia Mundur Teratur Sergio Farias: Kalau Cetak Gol Terus, Evan Dimas Tak Masalah Resepsi Lagi

Hal ini, kata Ismed Sofyan, menggambarkan kualitas pemain Macan Kemayoran dan Indonesia. Ismed mengaku senang dengan kabar yang beredar belakangan ini.

“Artinya pemain kita layak dan pantas untuk bermain di luar negeri yang mana artinya pemain kita memang layak dan pantas bermain di luar negeri,” ungkap Ismed Sofyan kepada awak media.

Tak cuma Persija, kata Ismed, pemain Indonesia memang harusnya bisa melirik karier di luar negeri. Karena dengan main di negeri orang, mentalitas pemain akan terbentuk dan bakal bagus buat Timnas Indonesia.

“Yang mana artinya juga pemain kita punya kualitas karena mereka juga melirik pemain dari Indonesia, saya pikir mereka butuh dan mereka berharap bisa bermain di luar,” tutup sosok yang kini juga memegang lisensi kepelatihan B AFC.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pemain Mulai Heran, Tarkam Marak Tapi Kok Liga 1 Sulit Jalan?

Pemain Mulai Heran, Tarkam Marak Tapi Kok Liga 1 Sulit Jalan? 42

Football5Star.com, Indonesia – Liga 1 yang masih dihantui ketidakjelasan mulai membuat pemai-pemain gerah. Mereka mulai bertanya-tanya, kompetisi sulit jalan tapi kok belakangan marak pertandingan fun football atau Antarkampung.

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebenarnya sudah sepakat Liga 1 2020 akan dilanjutkan Februari 2021. Mereka jua memutuskan kalau kompetisi musim ini akan bertitel Liga 1 2020-2021 karena lintas tahun akibat pandemi COVID-19 dan tak dapat izin keamanan.

Namun demikian, rencana itu masih diragukan karena izin kepolisian pun sampai saat ini belum di tangan. Pemain senior Persija Jakarta, Ismed Sofyan, mulai gundah terkait situasi ini.

Ismed Sofyan optimistis Persija Jakarta dapat berprestasi pada gelaran Liga 1 2020.

“Saya tidak mengerti mekanismenya bagaimana. Seperti yg dikatakan tadi bahwa yang resmi tidak ada izin, sementara ysng tarkam malah mendapatkan izin,” ungkap Ismed Sofyan kepada wartawan.

“Ya kalau kita bilang sekarang di Jakarta juga banyak yang bermain bola di lapangan ABC. Saya pikir banyak. Tidak di kawasan Jakarta juga banyak. Kenapa yang resmi tidak?,” tanya dia.

Ismed Sofyan mengaku kalau semua itu jelas tergantung dengan kepolisian. Mungkin, kata Ismed, polisi punya pertimbangan sendiri mengapa Liga 1 belum juga dapat izin keramaian.

“Mungkin dari pihak polisi yang lebih paham, yang resmi dan tidak resmi. Jadi aku sebagai pemain berharap pihak polisi bisa memberikan izin, dan kami sebagai pelaku bisa berkompetisi lagi dan bermain bola lagi.
Mungkin dengan persyaratan bahwa protokol kesehatan harus dilakukan dengan ketat dan dijaga,” tutup Ismed Sofyan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ismed Sofyan Ingin Ikuti Jejak Pemain Tertua Dunia, Kazuyoshi Miura

Ismed Sofyan Ingin Ikuti Jejak Pemain Tertua Dunia, Kazuyoshi Miura 46

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Persija Jakarta, Ismed Sofyan, ingin mengikuti jejak pesepak bola tertua di dunia, Kazuyoshi Miura dalam berkarier. Hal itu dia ungkapkan saat bercanda dengan sahabatnya, Bambang Pamungkas.

Ismed memang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-41. Saat rekan-rekan satu angkatannya sudah banyak yang memutuskan pensiun, tapi sosok yang akrab dengan nomor 14 itu malah masih dipercaya Persija Jakarta jadi pemain.

Padahal, temannya sama-sama dahulu, Bambang Pamungkas kini sudah menjadi manajer tim Macan Kemayoran. Tapi, Ismed Sofyan mengaku kalau masih sangat kuat bermain sepak bola.

Ismed Sofyan Ingin Ikuti Jejak Kazuyoshi Miura Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Rekor Bambang Pamungkas yang Sulit Dipecahkan

“Yang pertama alhamdulillah bersyukur, dikasih Allah dengan umur segini masih bermain bola, masih diberi kesehatan,” ungkap Ismed Sofyan saat diwawancarai Bambang Pamungkas di Instagram Persija.

“Instruksi dari pak manajer bermainlah sampai umur 50 tahun,” sambung dia. “Berarti masih ada sembilan tahun lagi? Jadi ada yang bertanya sampai kapan Ismed main, ini jawabannya sampai umur 50 tahun,” sahut Bepe.

https://www.instagram.com/p/CEbzZfljrdW/

Tentu andai benar, Ismed Sofyan bisa saja memecahkan rekor sendiri di sepak bola Indonesia. “Nah ini bisa mecahin rekor. Kazou itu 53, minimal 50 bisa,” kata Bepe. “Insya Allah siap,” kata Ismed lagi.

Manajemen Macan Kemayoran sendiri mengaku bangga memiliki pemain seperti Ismed. Dia disebut merupakan contoh bagi pemain lain dapat tampil konsisten hingga usia yang tidak muda lagi.

“Ismed Sofyan telah membuktikan tetap konsisten meski usianya tidak muda lagi dan kami masih membutuhkan dia. Ismed menjadi contoh dan panutan pemain lain. Kami bangga memiliki pemain seperti Ismed,” tutur Presiden klub Persija, Mohamad Prapanca.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ismed Sofyan Selalu Menggebu-Gebu di Persija? Ini Alasannya

Ismed Sofyan Selalu Menggebu-Gebu di Persija? Ini Alasannya 50

Football5Star.com, Indonesia – Ismed Sofyan bercerita soal dirinya yang selalu menggebu-gebu saat membela Persija Jakarta di lapangan. Dia meyebut kalau memang itu merupakan prinsipnya sejak awal bergabung dengan tim.

Meski sudah tak lagi muda, Ismed memang acap menunjukkan permainan ngotot dan energik saat dipercaya tampil untuk Macan Kemayoran. Padahal, posisi bermainnya menurut dia punya fisik yang bagus karena harus naik-turun di sisi kanan Persija.

Hal itu dilakukan oleh Ismed Sofyan karena ingin memberikan penampilan terbaik untuk tim yang dibela terutama bisa menghadirkan kemenangan. Dia akan berusaha semaksimal mungkin agar timnya tak mendera kekalahan.

Ismed Sofyan belum semenit pun tampil membela Persija Jakarta pada pentas Liga 1 2020.

“Sudah ditanamkan dalam diri saya jika saya membela tim prinsip saya tidak ingin tim saya kalah. Artinya saya bisa memberikan seribu persen di atas lapangan,” ujar Ismed dalam laman resmi Persija Jakarta.

Banyak yang mengira, pemain bernomor 14 ini memiliki karakter keras di luar lapangan. Hal itu terlihat dari kengototan Ismed Sofyan tiap kali berduel dengan lawannya. Akan tetapi dia mengaku kalau di luar lapangan justru sangat kontradiktif.

“Tentunya sangat berbeda jika lapangan kita harus memberikan segalanya makanya saya dikenal dengan karakter yang keras. Namun kalau orang yang mengenal saya pribadi saya di luar lapangan tentunya jauh berbeda,” tutup dia.

Kini, Ismed Sofyan sendiri mulai tak terlalu sibuk di lapangan bersama Persija. Hal itu setelah manajemen Macan Kemayoran merekrut Marco Motta yang memiliki posisi sama dengan Ismed.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Usia 40 Tahun, Ini Rahasia Permainan Ngotot Ismed Sofyan

banner matrix 1
Usia 40 Tahun, Ini Rahasia Permainan Ngotot Ismed Sofyan 54

Football5star.com, Indonesia – Bek Persija Jakarta, Ismed Sofyan, seperti tak pernah kehabisan energi di lapangan. Meski sudah berusia 40 tahun, ia tetap punya semangat luar biasa.

“Sudah ditanamkan dalam diri saya, jika saya membela tim, prinsip saya tidak ingin tim kalah. Artinya saya bisa memberikan seribu persen di atas lapangan,” ujar Ismed Sofyan di situs resmi Persija.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Loyal di Liga 1 2020 - Ismed Sofyan - @ismedsofyan14
instagram.com/ismedsofyan14

Ismed dikenal memiliki gaya bermain yang ngotot selama membela Macan Kemayoran. Ia selalu tampil all out ketika mendapatkan kepercayaan tampil dari pelatih. Bahkan tak jarang, ia tampil meledak-ledak agar semangat juang timnya kembali terangkat.

Di balik itu, pemain asal Aceh ini mengatakan alasan penampilan tak kenal lelahnya tersebut selama berkarier di Persija. Hal itu dilakukan oleh Ismed karena ingin memberikan penampilan terbaik untuk tim yang ia bela terutama bisa menghadirkan kemenangan bagi tim.

Akibat permainannya yang tegas, banyak penggemar yang mengira karakter Ismed tetap keras meski sudah di luar lapangan. Padahal, hal itu sangat terbalik.

“Tentunya sangat berbeda jika lapangan kita harus memberikan segalanya makanya saya dikenal dengan karakter yang keras. Namun kalau orang yang mengenal saya pribadi saya di luar lapangan tentunya jauh berbeda,” ucap Ismed.

Maka dari itu pemain yang sudah 19 tahun membela Persija itu pun meminta semua orang tidak menilai pemain sepak bola hanya dari cara bermainnya. Mengingat setiap pemain sepak bola pasti memiliki karakter berbeda baik di dalam maupun di luar lapangan.

Tim ibukota sendiri saat ini menempati posisi sembilan klasemen Liga 1. Dari dua pertandingan yang dilalui, skuat Macan Kemayoran meraih empat poin. Liga 1 akan mulai kembali dilanjutkan pada Oktober mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Pelatih Liga Belgia: Ismed Sofyan Seperti Maldini di AC Milan

Pelatih Liga Belgia: Ismed Sofyan Seperti Maldini di AC Milan 58

Football5Star.com – Indonesia, Pelatih salah satu klub di Belgia, RJ Tamines, Emmanuel Kemogne memuji eks rekan setimnya, Ismed Sofyan di Persija Jakarta. Menurutnya, Ismed sangat setia dan disandingkan dengan Paolo Maldini di AC Milan.

Seperti diketahui, Pacho datang ke Persija pada pertengahan musim 2013-2014. Dia menjadi juru selamat Macan Kemayoran saat itu. Sebab, sebelum dia masuk Persija dalam kondisi yang memprihatinkan di papan bawah.

Pemain asal Kamerun itu sukses melesakkan 14 gol untuk Persija hanya dalam setengah musim saja. Pacho sendiri mengaku masih ingat beberapa mantan pemainnya di Persija dahulu.

“Saya ingat seperti Galih (Sudaryono), Fabiano (Beltrame), Robertino (Pugliara), Ismed (Sofyan), (Feri) Komul, Rohit Chand, Rachmat Afandi, pelatihnya Benny Dollo, selebihnya saya lupa,” kata Pacho Kenmogne dalam YouTube resmi Persija.

Emmanuel Pacho Kenmogne: Percayalah, Persija Tim Besar Tak Akan Degradasi. Ismed Sofyan Paulo Maldini

Ketika ditanya soal pemain yang paling unik, dia menyebut nama Ismed Sofyan. Menurutnya, Ismed Sofyan merupakan salah satu pemain paling setia di kubu Macan Kemayoran.

“Saya pilih Ismed. Pemain seperti Ismed layaknya Maldini di AC Milan. Dia setia bersama Persija. Saya bilang Bambang (Pamungkas) tapi saat itu dia tak di Persija jadi saya pilih Ismed yang setia bersama Persija,” papar dia.

Pacho sendiri saat ini menjadi asisten pelatih RJS Tamines, klub semi-amatir di Belgia. Dia jua memiliki sebuah akademi sepak bola bernama Pacho Tigers Academy di negaranya, Kamerun.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Boy Jati Asmara Belum Lupa Kemenangan Persib yang Dibuyarkan Ismed Sofyan

Boy Jati Asmara Belum Lupa Kemenangan Persib yang Dibuyarkan Ismed Sofyan 62

Football5Star.com – Indonesia, Eks striker Persib Bandung, Boy Jati Asmara, masih ingat betul golnya ke gawang Persija Jakarta saat masih bermain. Tapi sayang memang kala itu gol dia sia-sia karena digagalkan Ismed Sofyan masa injury time.

Laga di Stadion Siliwangi, Bandung, 22 Mei 2005 memang berlangsung panas. Pendukung Persib, Bobotoh, kala itu bahkan sampai memenuhi stadion sampai meluber ke sentel ban. Partai berlangsung seru dan panas.

Sekitar setengah jam laga berjalan, Boy Jati Asmara membuka gol buat Persib. Tapi sayang, gol itu tak berarti banyak karena pada masa injury time, Ismed Sofyan sukses menyamakan kedudukan.

“(Gol yang paling diingat) Gol lawan Persija. Meskipun hasil akhirnya 1-1, saya cetak gol dan itu bobotohnya meluber sampai ke santel ban,” ungkap Boy Jati dikutip dari laman resmi Persib Bandung.

Boy Jati Asmara Belum Lupa Kemenangan Persib yang Dibuyarkan Ismed Sofyan

Boy sendiri merasa bangga pernah membela Persib Bandung. Eks pemain Deltras Sidoarjo tersebut memang merupakan darah kelahiran asli Bandung meski cuma bermain di Persib semusim saja.

“Buat saya, itu adalah sebuah kehormatan. Makanya saya selalu all out di setiap pertandingan. Di luar lapangan, saya normal. Saya juga orang yang humoris bagi mereka yang sudah kenal dengan saya. Berbeda dengan di lapangan, saya bermain di kampung sendiri dan berseragam Persib. Saya harus habis-habisan,” papar dia.

Boy Jati Asmara sendiri mencetak tujuh gol buat Persib pada 2005 silam. “Untuk level waktu itu, saya kira lumayan. Karena dulu permainan sangat keras di lapangan. Topskor pemain lokalnya Persib di musim itu saya dan Ekene Inkenwa mencetak 13 gol,” pungkas dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ismed Sofyan Bocorkan Kelakukan Riko Simanjuntak di Ruang Ganti

banner matrix 1
Ismed Sofyan Bocorkan Kelakukan Riko Simanjuntak di Ruang Ganti 66

Football5star.com, Indonesia – Di semua tim selalu ada sosok pemain yang bisa merubah suasana tegang menjadi cair, terutama sebelum pertandingan. Menurut Ismed Sofyan, hal yang sama juga terjadi di Persija Jakarta.

Ismed mengungkapkan siapa rekannya paling bisa membuat cair suasana terutama saat di ruang ganti. Menurut dia, ada dua sosok pemain yang membuat cair suasana di ruang ganti Persija.

Sosok pertama dimaksud pemain asal Aceh ini adalah Bambang Pamungkas. “Dulu sebelum pensiun ada Bepe. Apalagi orangnya jahil lagi itu suka iseng. Banyak jahil-jahil dia di ruang ganti salah satunya ngumpetin sepatu. Pokoknya ada aja yang bisa dijahilin dia,” ujar Ismed Sofyan di situs resmi klub.

Ismed Sofyan optimistis Persija Jakarta dapat berprestasi pada gelaran Liga 1 2020.
Persija.id

Lebih lanjut, pemain bernomor 14 ini menambahkan ada sosok pemain lain yang bisa membuat suasana relaks di ruang ganti Persija. Pemain tersebut adalah Riko Simanjuntak. Terutama saat dirinya sudah bernyanyi di ruang ganti.

“Selain Bepe juga Riko. Di saat pemain lain lagi fokus, dia nyanyi-nyanyi sendiri. Jadi kita melihat dia jadi lucu. Yang tadinya tegang melihat dia jadi ketawa. Jadi membuat suasana ruang ganti jadi ramai saja. Apalagi dengan logat bataknya juga jadi tambah lucu,” tutupnya.

Ismed Sofyan sendiri adalah pemain senior di Persija saat ini. Sang bek sayap legendaris sudah membela Macan Kemayoran hampir 17 tahun.

Persija sendiri saat ini menempati posisi sembilan klasemen Liga 1 2020. Dari dua pertandingan yang dilalui, skuat Macan Kemayoran meraih empat poin.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Lebaran Ala 2 Bintang Persija di Tengah Pandemi Corona

banner matrix 1
Lebaran Ala 2 Bintang Persija di Tengah Pandemi Corona 70

Football5star.com, Indonesia – Bek sayap Persija Jakarta, Ismed Sofyan mengaku perayaan Idul Fitri tahun ini sangat spesial, meskipun pandemi COVID-19 belum juga mereda di Tanah Air. Alasannya tentu ia bisa menjalani puasa Ramadan secara penuh di Aceh serta berlebaran di kampung halamannya tersebut.

Sebelumnya, Ismed sudah meninggalkan ibu kota Jakarta untuk pulang ke kampung halamannya di Aceh sejak tim Persija diliburkan pada Maret. Ia mengaku beruntung bisa menjalani ibadah di Aceh.

Apalagi di kampungnya, Tualang Cut, nuansa Ramadan tetap bisa dirasakan seperti tahun-tahun sebelumnya, termasuk menjalani salat Idul Fitri.

“Alhamdulilah kemarin puasa sebulan penuh berjalan lancar ditambah lagi di tempat saya, Aceh Tamiang, kampung Tualang Cut, semua aktivitas nomal termasuk ibadah tentunya. Pastilah senang bisa berpuasa dan berlebaran di rumah. Sekali lagi ini berkah Ramadan,” ujar Ismed di situs resmi klub.

Ismed melanjutkan, di kampung halamannya ada beberapa makanan khas Aceh yang pas disantap saat lebaran. Salah satu yang paling khas adalah lontong sayur khas Aceh.

“Biasa di sini makanan khasnya lontong, tapi sedikit berbeda dengan Jakarta. Hampir sama tapi kemasannya berbeda. Di sini pakai mie, tauco ditambah bumbu kacang. Sedangkan lauknya biasanya rendang,” tutupnya.

Sandi Sute Lebaran di Rumah

Sandi Sute - Sergio Farias - Persija Jakarta - @sandi.sute21
@sandi_sute21

Sementara itu, gelandang Persija, Sandi Sute, memilih berdiam diri saat lebaran, sebagaimana yang diperintahkan oleh pemerintah untuk tidak pergi ke mana-mana terlebih dahulu.

Sandi hanya berkumpul bersama keluarganya yang ada di rumah saat ini. Hal itu ia lakukan demi menjaga kesehatan dan keselamatan keluarganya di tengah pandemi virus corona yang sudah banyak memakan korban jiwa.

“Kemarin saya hanya berlebaran dengan keluarga inti di rumah saja. Memang sedikit berbeda dibandingkan di tahun sebelumnya tapi tetap khidmat. Saya harap semua masyarakat Indonesia khususnya Jakmania juga bisa mentaati aturan ini,” ujar Sandi.

Gelandang bernomor 39 ini juga berbagi cerita tentang menu lebaran yang memang sudah menjadi ciri khas di kampung halamannya, Palu. Ada beberapa menu, salah satunya adalah Buras. “Salah satunya Buras yang bentuknya seperti lontong. Lalu ketupat ditambah daging goreng maupun ayam. Di sini bermacam-macam lah,” tutupnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Aceh yang Sukses di Liga Indonesia

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Sebagai provinsi paling barat Indonesia, Aceh memang belum mampu berbicara banyak di pentas sepak bola nasional. Terbukti, dari sekian klub yang ada di sana, hanya beberapa saja yang pernah mencicipi kasta tertinggi.

Dalam 20 tahun terakhir praktis hanya Persiraja Banda Aceh, PSSB Bireuen, dan PSAP Sigli yang pernah merasakan kerasnya persaingan di divisi tertinggi Liga Indonesia. Tapi di era Liga 1, hanya satu klub yang mampu bersuara.

Hanya Persiraja Banda Aceh yang main di Liga 1 musim ini. Persiraja sekaligus jadi klub pertama bumi Serambi Mekkah yang main di Liga 1. Sedangkan dua klub lain, PSSB Bireuen dan PSAP Sigli, sudah hilang rimbanya.

Kendati di tingkat klub Aceh tidak berprestasi, bukan berarti para pemainnya tidak mampu unjuk gigi. Hampir setiap musim Liga Indonesia dihuni pemain-pemain asal Serambi Mekkah.

Beberapa di antara mereka bahkan mampu meraih juara dan menembus skuat timnas Indonesia. Football5star telah merangkum lima pemain asal Aceh yang sukses buktikan diri di Liga Indonesia.

  • Ismed Sofyan
ismed persija psms liga 1 football5star liga indonesia id
liga-indonesia.id

Ismed Sofyan adalah role model untuk semua pemain asal Serambi Mekkah. Sampai saat ini, ia merupakan pemain asli Aceh paling sukses di Liga Indonesia. Memulai karier profesionalnya pada 1998 silam bersama PSBL Langsa, performa Ismed langsung membuat klub ibu kota provinsi, Persiraja, kepincut dan memboyongnya semusim kemudian.

Perjalanan karier Ismed Sofyan kemudian berlanjut ke klub ibu kota dengan memperkuat Persijatim hingga akhirnya menetap di Persija Jakarta sejak 2003 silam. Hingga sekarang, pemain 40 tahun masih menjadi tumpuan utama Macan Kemayoran di posisi bek kanan.

Puncak kejayaan Ismed ini pun terjadi pada Liga 1 2018 saat dirinya membawa Persija juara. Total, pemegang 53 caps timnas Indonesia sudah 410 kali memperkuat Macan Kemayoran.

  • Zulfiandi
zulfiandi antara
Antara

Setelah Ismed Sofyan, hampir tidak ada pemain asal Aceh yang tampil memukau dan konsisten di Liga Indonesia. Sampai akhirnya muncul sosok pemuda asal Bireuen bernama Zulfiandi.

Nama Zulfiandi pertama kali dikenal saat memperkuat timnas U-19 Indonesia besutan Indra Sjafri 2015 lalu. Ketika itu ia sukses membawa timnas U-19 juara Piala AFF dan menembus putaran final Piala Asia.

Performa menawan Zulfiandi pun berlanjut di tingkat klub. Pada 2016 lalu ia memperkuat Bhayangkara FC dan turut membawa Bhayangkara juara Liga 1 2017. Setelah itu dirinya hilir mudik memperkuat klub besar seperti Sriwijaya FC dan Madura United.

  • Miftahul Hamdi
miftahul hamdi-persiraja
@persirajaupdate

Sama seperti Zulfiandi, Miftahul Hamdi juga merupakan alumni timnas U-19 besutan Indra Sjafri. Tampil memukau bersama Garuda Muda, Hamdi kemudian memperkuat Bali United selama tiga musim.

Kendati harus berbagi tempat dengan pemain bintang lainnya di Bali United, Miftahul Hamdi adalah bagian dari kesuksesan Serdadu Tridatu merengkuh gelar Liga 1 2019 dengan mencatatkan 13 penampilan.

Dan musim ini, pemain yang sempat banting stir menjadi pedagang ini pulang kampung ke Banda Aceh. Ia memperkuat Persiraja yang baru saja promosi ke Liga 1. Pengalaman yang dipunya pemain 24 tahun ini pun membuat Persiraja belum terkalahkan dalam tiga pertandingan Liga 1 2020.

  • Teuku Muhammad Ichsan
TM ichsan-bhayangkara
Liga Olahraga

Era Liga 1 bisa dibilang sebagai kebangkitan untuk pemain-pemain asal Aceh. Selain Zulfiandi dan Miftahul Hamdi, tanah Serambi Mekkah juga mengirim satu gelandang modern dalam diri Teuku Muhammad Ichsan.

Nama TM Ichsan baru terdengar pada 2017 lalu saat memperkuat Bhayangkara. Tapi perjuangannya untuk menembus skuat utama di sana tidaklah mudah. Ia membutuhkan waktu selama setahun untuk bisa menjadi pilihan utama di lini tengah The Guardians.

Pada Liga 1 2019 lalu, TM Ichsan menjadi penggerak utama permainan Bhayangkara. Konsistensi permainan yang ia tunjukkan akhirnya membuat pemain asal Bireuen ini merasakan seragam timnas Indonesia. Pertandingan kualifikasi Piala Dunia zona Asia melawan Malaysia November lalu pun menjadi debut TM Ichsan.

  • Irwansyah
irwansyah persiraja
Serambi Indonesia

Berbicara soal sepak bola Aceh, tidak lengkap rasanya jika kita tidak menyebut nama mendiang Irwansyah. Ia adalah legenda Persiraja dan sosok yang paling dihormati Ismed Sofyan.

Kehebatan Irwansyah di pentas nasional bahkan sudah terlihat ketika dirinya baru berusia 20 tahun. Pada Liga Indonesia musim 1994-1995 ia sukses mencetak 17 gol. Torehan ini membuat dirinya masuk dalam jajaran top skorer Ligina ketika itu.

Selama tiga musim beruntun, torehan gol Irwansyah selalu menyentuh dua digit. Kehebatannya itu pun membuat dia masuk skuat Indonesia di SEA Games 1997 dan Kualifikasi Piala Dunia 1998. Sayang, keagungan pemain asli Banda Aceh bersama Persiraja berakhir kala dirinya menjadi korban keganasan tragedi Tsunami Aceh 2004 silam.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Loyal di Liga 1 2020

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Pemain yang gemar berpindah klub bukanlah pemandangan yang asing di Liga 1. Hal ini pun membuat tak terlalu banyak pemain yang setia dengan klubnya masing-masing.

Durasi kontrak jangka pendek serta kondisi sepak bola Indonesia yang masih kurang stabil membuat tak banyak pemain yang memutuskan untuk setia dengan klubnya masing-masing.

Liga 1 2020 sendiri diisi oleh sejumlah pemain yang sudah lebih dari delapan tahun bermain untuk klubnya masing-masing. Berikut, www.old.football5star.com sudah merangkum 5 pemain loyal yang mewarnai kompetisi Liga 1 2020 yang kamu pasti gak tahu!

1. ISMED SOFYAN (PERSIJA JAKARTA)
Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Loyal di Liga 1 2020 - Ismed Sofyan - @ismedsofyan14
instagram.com/ismedsofyan14

Ismed Sofyan sudah mendapatkan predikat sebagai salah satu legenda Persija Jakarta. Status tersebut ia dapatkan karena Ismed sudah bermain di Persija semenjak tahun 2002 silam.

Selama kurang lebih 18 tahun bermain untuk Persija, Ismed selalu menjadi pilihan utama untuk menempati posisi bek kanan. Pria berumur 40 tahun itu pun berhasil mengoleksi lebih dari 400 penampilan untuk Macan Kemayoran. Tak hanya itu, ia juga sukses mempersembahkan gelar Liga 1 2018 serta Piala Presiden untuk Persija.

2. BOAZ SOLOSSA (PERSIPURA JAYAPURA)
Kamu Pasti Gak Tahu 5 Pemain Loyal di Liga 1 2020 Boaz Solossa @boazsolossa
instagram.com/boazsolossa

Nama Boaz Solossa memang sudah identik dengan Persipura Jayapura. Bagaimana tidak? Boaz sudah menjadi bagian dari skuat Mutiara Hitam semenjak tahun 2004.

Loyalitas Boaz bersama Persipura memang sudah tak perlu lagi dipertanyakan. Pemain asli Papua itu bahkan sempat menolak tawaran untuk memperkuat klub Belanda, VVV Venlo pada tahun 2011 silam karena ingin terus menjadi bagian dari skuat Persipura.

Selama 16 tahun membela Mutiara Hitam, Boaz berhasil mengoleksi lebih dari 200 penampilan di ajang Liga Indonesia. Ia pun sukses mempersembahkan empat gelar Liga Indonesia untuk Persipura.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ismed Sofyan Dapat Dukungan dari Sejumlah Pesepak Bola Soal Kasusnya

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Legenda Persija Jakarta, Ismed Sofyan mendapat dukungan dari pesepak bola lain soal kasus yang tengah menderanya. Mereka memberi semangat kepada Ismed untuk bisa tetap tenang menghadapi kasus itu.

Seperti diketahui, baru-baru ini pemain yang karib dengan nomor 14 itu diterpa isu miring. Dia dituduh melakukan kekerasan dalam rumah tangga kepada Cut Rita. Ismed sendiri sudah menangkis kabar tersebut.

Dalam Instagram pribadinya, Ismed Sofyan menjabarkan kronologi soal kasus yang menuduhnya. Dia bahkan mengaku sudah sejak 2017 tak lagi tinggal satu rumah dengan Cut Rita. Tentu dia mempertanyakan soal tuduhan KDRT itu.

Ismed Sofyan optimistis Persija Jakarta dapat berprestasi pada gelaran Liga 1 2020.

Sejumlah pesepak bola memberikan dukungan kepada pemain yang mempersembahkan gelar juara 2018 untuk Persija itu. Ismed diharapkan bisa tenang menghadapi kasus tersebut.

“Tetap semangat Pak Gaji, semoga Allah selalu memberikan kekuatan dan kesabaran buat pak Haji,” tulis Gunawan Dwi Cahyo.

“Tetap semangat pak haji. In syaa Allah orang baik akan selalu dilindungi oleh Allah azza wa jalla,” sahut Dias Angga Putra. “Tetap semanagt capt,” bilang Renan Silva.

Pembina dan manajer Persija jua turut berkomentar. “Kami bersamamu, Cik,” tulis Bepe20. “Capt, Allah SWT tidak tidur dan pasti akan menunjukkan kebenaran yang hakiki. Tetap semangat my capt,” kata Ardhi Tjahjoko.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ismed Sofyan Bereaksi Keras Usai Dikabarkan Lakukan KDRT

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Ismed Sofyan akhirnya buka suara terkait dengan pemberitaan miring kepadanya. Dia bereaksi keras dengan menyebut kalau berita itu sama sekali tak benar.

Seperti diketahui, belakangan muncul pemberitaan kalau Ismed Sofyan melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap Cut Rita. Dia jua disebut menelantarkan Rita karena tak memberikan nafkah 4 tahun belakangan.

Ismed akhirnya buka suara. Dia menulis pernyataan yang membantah semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Dia mengaku sedih dengan berita-berita yang berkembang belakangan ini.

Ismed Sofyan belum semenit pun tampil membela Persija Jakarta pada pentas Liga 1 2020.

“Jujur saya sudah membaca dan melihat berita itu semua, dari lubuk hati saya yang paling dalam sangatlah sedih dan prihatin dengan prasangka dan tuduhan yang dialamatkan kepada saya,” tulis Ismed dalam Instagram pribadinya.

Oleh sebab itu, lanjut Ismed, dirinya akan menjelaskan supaya beritanya tak bias ke mana-mana. Dia mengaku sudah sejak 2017 tak lagi tinggal serumah dengan Cut Rita. Ismed mempertanyakan bagaimana bisa disebut melakukan KDRT.

“Bahwasannya sejak tahun 2017 saya sudah tidak tinggal lagi serumah dengan mantan Istri saya, dan saya lebih memilih untuk tinggal sendirian, tetapi kemudian masih ada saja yang berusaha untuk merusak nama baik saya dan membuat hati keluarga besar saya terluka dan bersedih atas semua tuduhan dan pemberitaan mengenai saya,” lanjut dia.

Selama 21 tahun berkarier sebagai pesepak bola, Ismed mengaku tentu menjadi pusat perhatian dan sorotan publik. Sehingga bagaimana mungkin dia melakukan hal-hal bodoh yang tak semestinya dilakukan.

“Sebagai umat beragama saya sangat mengerti akan norma-norma kehidupan yang baik dan benar,dan itu mungkin hanya Allah SWT sebagai saksi perjalanan hidup saya,” tutup Ismed.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Tak Lagi Jadi Andalan Persija Jakarta, Ismed Sofyan Justru Senang

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Ismed Sofyan tak mempermasalahkan statusnya yang tak lagi jadi pemain andalan Persija Jakarta pada gelaran Liga 1 2020. Dia menilai memang sudah seharusnya dia kini hanya jadi pelapis bagi para pemain lain di sektor bek kanan Macan Kemayoran.

Musim lalu, Ismed Sofyan masih cukup sering bermain untuk Persija Jakarta. Dia turun dalam 17 pertandingan Liga 1 2019 dengan 16 di antaranya sebagai starter. Namun, pada Liga 1 2020, tak semenit pun dia diberi kesempatan bermain oleh pelatih Sergio Farias dalam dua laga yang telah dimainkan Macan Kemayoran.

Ismed Sofyan belum semenit pun tampil membela Persija Jakarta pada pentas Liga 1 2020.
persija.id

Menanggapi hal itu, Ismed santai. Dia memandang positif hal tersebut dan menyebutnya sebagai sebuah keharusan. Menurut pemain berumur 40 tahun itu, hal itu justru menunjukkan kualitas skuat Persija Jakarta yang semakin baik.

“Dengan adanya (Marco) Motta dan Alfath (Fathier), bagus karena semakin banyak pemain berkualitas, artinya saya tidak lagi kelelahan. Masa dari dahulu saya terus yang bermain. Kini saya jadi back up keduanya sudah cukup,” kata Ismed Sofyan seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi Liga Indonesia.

Lebih lanjut, Ismed menegaskan dirinya masih tetap jadi bagian skuat Persija. Dia tak memikirkan pindah hanya karena tak diturunkan oleh Sergio Farias dalam dua laga yang telah dimainkan pada pentas Liga 1 2020. Dia tetap menghormati kontraknya.

“Mungkin itu hanya gosip. Saya memiliki kontrak hingga 2021. Saya menghormatinya,” ujar Ismed Sofyan menegaskan loyalitasnya terhadap Persija Jakarta yang telah dibelanya sejak 2002.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ismed Sofyan: Saya Harus Hormat dengan Bambang Pamungkas

Banner E-Magazine Januari 2020

Football5Star.com – Pemain senior Persija Jakarta, Ismed Sofyan, turut buka suara soal keputusan Bambang Pamungkas jadi manajer. Dia sangat mendukung dan sangat menghormati Bepe yang kini ada di balik layar Persija.

Seperti diketahui, Bepe baru saja diperkenalkan secara resmi oleh manajemen Persija dengan posisi barunya. Dia akan bekerja sama dengan Marsma Ardhi Tjahjoko yang jua sebagai manajer tim.

Sebagai sahabat, Ismed Sofyan akan sangat mendukung Bambang Pamungkas. Apalagi, Bepe disebutnya punya kapasitas dalam mengemban tugas sebagai manajer Persija. Selain pernah menjadi ikon klub, Bepe juga dikenal punya jaringan luas ketika menjadi pesepak bola.

Bambang Pamungkas Ismed Sofyan

“Saya pikir cocok dan pantas, karena sosok Bepe punya kemampuan untuk menjadi manajer. Dia punya kapasitas untuk itu. Tidak meragukan kalau memang dia diangkat menjadi manajer Persija” kata Ismed dalam laman resmi klub.

Ismed menegaskan bakal bersikap profesional meski berkawan dekat dengan legenda hidup Persija itu. Dia akan membedakan antara pekerjaan dan pertemanan dengan Bepe.

“Sebenarnya enakan dulu karena sama-sama pemain. Tapi sekarang saya harus hormat sama dia karena sekarang dia atasan saya. Karena sekarang kalau mau izin sekarang urusannya ke Bepe,” tutup Ismed Sofyan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ismed Sofyan Optimistis Persija Jakarta Bisa Juara Liga 1 2020

Banner E-Magazine Januari 2020

Football5Star.com, Indonesia – Ismed Sofyan, pemain senior Persija Jakarta, optimistis menatap gelaran Liga 1 2020. Dia yakin Macan Kemayoran dapat akan mampu bersaing dan berpeluang mengulang kesuksesan musim 2018 saat tampil sebagai juara.

Optimisme Ismed Sofyan didasarkan pada aktivitas Persija Jakarta sepanjang periode transfer ini. Kedatangan sejumlah pemain baru macam Alfath Fathier, Evan Dimas dan Marco Motta menumbuhkan keyakinan untuk kembali juara.

“Tahun sekarang 2020, pemain yang datang ke Persija saya pikir pemain yang bisa dikatakan kelas 1, ya. Saya berharap sih bisa berdatangan terus pemain-pemain yang telah diinginkan oleh manajemen dan pelatih,” ucap Ismed Sofyan seperti dikutip Football5Star.com dari lama resmi Persija Jakarta.

Kehadiran sejumlah pemain baru berkualitas membuay Ismed Sofyan yakin Persija Jakarta akan lebih kompetitif.
persija.id

Pemain berumur 40 tahun itu lebih lanjut mengatakan, “Semoga di 2020 ini kami bisa membangun tim yang solid, bisa membangun tim yang bisa dikatakan punya targetlah untuk juara.”

Kehadiran sejumlah pemain bagus pada awal musim ini jadi harapan baru bagi Ismed. Mereka jadi modal penting untuk mengubur pengalaman pahit musim lalu. Berstatus juara bertahan, Persija Jakarta justru sempat terseok-seok di papan bawah dan finis di posisi ke-10 dengan hanya meraup 44 poin.

Selain mendatangkan sejumlah pemain baru berkelas, Persija Jakarta juga berhasil mempertahankan beberapa pilar. Marko Simic, Andritany Ardhiyasa, Riko Simanjuntak, dan Ismed tetap akan membela panji Macan Kemayoran pada gelaran Liga 1 2020.

Modal lain yang dimiliki Persija adalah Sergio Farias. Pelatih baru asal Brasil itu punya pengalaman menjuarai Liga Korea Selatan dan Piala Champions Asia saat menangani Pohang Steelers.

Aktivitas transfer Persija pun dikabarkan belum usai. Beberapa pemain berkelas masih terus dihubung-hubungkan dengan Macan kemayoran. Di antaranya adalah Saddil Ramdani dan Osvaldo Haay. Andai mereka bergabung, sangat pantas bila Ismed Sofyan optimistis bakal bisa juara.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ismed Sofyan Bicara Soal Kemenangan Terakhir Persija di Liga 1 2019

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Kapten Persija Jakarta, Ismed Sofyan, buka suara soal kemenangan terakhir timnya di Liga 1 2019. Dia berterima kasih kepada seluruh pendukung Persija yang masih setia.

Seperti diketahui, Persija sukses mengakhiri Liga 1 2019 dengan kemenangan. Hal itu usai mereka menundukkan 3-1 tuan rumah Kalteng Putra di Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya, Sabtu (21/12).

Kemenangan itu setidaknya menjadi akhir indah dari musim inkonsistensi Persija. Ismed menyebut kalau Persija memang tampil dengan semangat tinggi untuk mengakhiri musim dengan baik.

https://www.instagram.com/p/Bxxfq-GA5AE/?utm_source=ig_web_copy_link

“Kami bermain cukup baik dan cukup siap untuk memenangkan pertandingan. Kami tahu pertandingan tadi tidak menentukan tapi ingin memperbaiki posisi di klasemen,” ungkap Ismed Sofyan kepada wartawan.

Ismed menyebut kalau kemenangan ini dipersembahkan kepada the Jakmania dan seluruh staf serta pemain Persija. Apalagi, musim ini memang terasa berat bagi Macan Kemayoran yang sejatinya juara bertahan di Liga 1.

“Kami bisa menciptakan tiga gol. Terima kasih kepada suporter Jakmania Yang selalu support kami. Kemenangan ini untuk semua pemain, ofisial, Dan tentunya Jakmania,” tutup Ismed Sofyan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ismed Belum Tahu Teman Sekamar Berikutnya Setelah Ditinggal Bepe

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Ismed Sofyan mengaku belum memikirkan bakal sekamar dengan siapa setelah Bambang Pamungkas pensiun. Saat ini dia lebih memilih untuk mengenang masa-masa bersama Bepe.

Pemain yang karib dengan nomor 20 itu akhirnya mengumumkan gantung sepatu pada Selasa (17/12/2019). Pada usia 39 tahun, dia merasa sudah cukup waktu menyudahi masa baktinya untuk Macan Kemayoran.

Ismed Sofyan menjadi satu-satunya rekan paling dekat Bepe sejak pertama kali setim di Persija pada 2002 silam. Tentu, ada banyak momen yang keduanya jalani.

Nama Bambang Pamungkas Mendunia di Laga Perpisahan dengan Persija Jakarta - @persija_jkt

“Belum tahu (akan sekamar dengan siapa). Karena belum tahu juga pemain-pemain untuk musim depan seperti apa,” ungkap Ismed Sofyan kepada wartawan.

Pemain bernomor punggung 14 itu jelas sangat kehilangan usai Bepe memutuskan gantung sepau. “Pasti sedih. Kami bersahabat selama 20 tahun. Sekarang dia sudah berhenti. Rasa sedih pasti ada. Rindu karena hal-hal jahilnya hilang,” sambung dia.

“Paling berkesan ya itu kalau jabilnya setiap sahat. Ketika di kamar, entah itu di kasur ada saja hal jahilnya. Suka ngerjain aja orangnya,” tutup Ismed Sofyan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Jakmania Berharap Ismed Sofyan Tak Segera Ikuti Jejak Bepe

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com – The Jakmania berharap Ismed Sofyan tak mengikuti jejak Bambang Pamungkas untuk pensiun. Saat ini, Persija Jakarta menurutnya masih membutuhkan sosok pemimpin di dalam ruang ganti.

Pensiunnya Bepe jelas akan sangat berpengaruh terhadap ruang ganti Macan Kemayoran. Meski sudah jarang bermain, dia diakui memiliki kepemimpinan dan disegani oleh para pemain Persija, khususnya yang muda.

Saat ini tinggal Ismed Sofyan sosok pemain senior di kubu Persija. Maka itu, the Jakmania berharap pemain bernomor punggung 14 itu jangan dahulu pensiun.

Bambang Pamungkas Ervan Satrioo

“Saat ini, menurut saya Ismed jangan pensiun dahulu. Jangan hilang dua-duanya. Setau saya, Ismed disiapkan sebagai asisten pelatih merangkap pemain,” ungkap Ketum Jakmania, Ferry Indrasjarief, kepada wartawan.

Menurut pria yang karib disapa Bung Ferry itu, saat ini belum ada satupun pemain yang memiliki karakter sama. Bepe jelas punya kekurangan dan juga kelebihan.

“Bepe itu tahu kapan harus ambil tindakan, bersikap ke pelatih dan manajemen. Dia benar-benar sosok pemimpin. Sosok itu yang susah diganti,” tutup dia.

Sejumlah momen sudah diciptakan oleh Bepe selama di Persija. Dari mulai menjuarai dua kali Liga Indonesia, hingga mencetak 200 gol buat Persija.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kolom: See You When I See You, Bambang Pamungkas!

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Indonesia – Bambang Pamungkas, Macannya Persija, bola disundul langsung masuk ke gawang. Sorak-sorak, the Jak bergembira. Hari ini raih poin tiga.

Chant itu terasa tak asing buat pencinta sepak bola Jakarta, khususnya the Jakmania sejak Bepe membentuk duet maut bersama Aliyudin di lini depan Persija Jakarta. Hingga saat ini, chant tersebut selalu disematkan kepada Bepe tiap kali mencatatkan namanya di papan skor buat Macan Kemayoran.

Selasa, 17 Desember 2019, Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan lebat dari siang hingga malam hari. Hujan yang seakan mengiringi berakhirnya karier sepak bola Bambang Pamungkas yang sudah diukirnya 20 tahun silam. Ketika Bepe memberikan pesan terakhirnya di SUGBK, hujan perlahan mereda sembari mendengarkan kalimat-kalimat yang terlontar dari mulut pemain sosok bernomor punggung 20 itu.

Klasemen Liga 1 dan Hasil Pertandingan Pekan ke-33 - @persijajkt

Bepe merupakan cinta pertama saya ketika mengenal sepak bola. Sepakan kaki kiri melengkung, dan tendangan kaki kanan kerasnya melawan PSM Makassar di final Liga Indonesia 2001 menjadi awal semuanya. Setelah itu, dia terus mengukir kisah indah, hingga berhasil menorehkan gol ke-200 saat Persija mengalahkan Borneo FC di semifinal leg pertama Piala Indonesia beberapa waktu lalu.

https://www.youtube.com/watch?v=wwwfkBuGS3o

Dalam perjalanan 20 tahun kariernya, beragam rekor sukses dipecahkan suami dari Tribuana Tungga Dewi itu. Dia jadi satu-satunya pemain Indonesia yang mampu meraih gelar top skorer, pemain terbaik, dan juara liga di dua negara berbeda. Hal itu dia torehkan saat membela Persija dan Selangor FA.

Tak cuma itu, Bambang Pamungkas juga jadi top skorer sepanjang masa Timnas Indonesia. Dalam catatan FIFA, Bepe sudah mengoleksi 37 gol sejak mencatatkan namanya di papan skor untuk saat Indonesia main imbang 2-2 melawan Lithuania, 1999 lalu.

See You When I See You!

“Saya juga pernah patah kaki di sini, mengalami depresi di sini, dan dianggap sebagai penghianat juga di sini. Dalam semua keadaan tersebut, kalian semua tetap berada di belakang saya. Dan untuk itu, dari lubuk hati saya yang paling dalam saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Kalian semua akan selalu memiliki tempat spesial dalam hati saya,” ucap Bepe dalam kata perpisahannya di depan puluhan ribu Jakmania.

Mungkin memang sudah waktunya Bepe mengakhiri karier manisnya. Apalagi, impiannya juga sudah terwujud. Dia sangat mengidam-idamkan menjadi satu-satunya pemain Persija yang berhasil juara dalam dekade berbeda. Dia berhasil mengantarkan Macan Kemayoran juara 2001 silam, dan mengawinkannya pada gelar 2018 lalu.

Bambang Pamungkas Ervan Satrio

Terlebih kini, usianya sudah menginjak 39 tahun. Jam bermainnya juga kian menipis. Musim ini, Bepe cuma memainkan 14 laga, 13 di antaranya datang dari bangku cadangan. Sudah saatnya dia memberikan kesempatan pemain lain untuk menjajal kemampuan untuk menjadi striker berkualitas seperti dirinya.

“Dia seorang pribadi yang pintar mengatur dirinya sendiri, dia sangat profesional. ahkan sekarang meskipun jarang main di Persija, selalu kasih dukungan. Dia jadi patokan pemain muda bagaimana profesional bersikap. Salut dengan junior saya, dia seorang yang baik,” puji legenda hidup Indonesia, Aji Santoso.

Bepe mungkin sudah pensiun. Tetapi, seperti kata ujar-ujar, See you when i see you. Ungkapan yang sederhana, yakni sampai berjumpa saat saya melihatmu. Ya, jangan bicara selamat tinggal kepada Bepe. Tapi, kami pencinta sepak bola Jakarta akan sangat menantikan Bepe kembali lagi ke Persija dalam peran yang berbeda.

bambang pamungkas IG

“Terima kasih banyak atas dedikasinya bersama Persija. Banyak hal yang bisa kita ambil dari dia. Kami berharap, ke depan Bepe akan kembali berada di dalam tim dalam peran berbeda,” bilang sahabat dekatnya, Ismed Sofyan.

Terima kasih sudah menghiasi masa remaja saya, terima kasih pula sudah mengenalkan saya dengan sepak bola. Seperti lagu Jason Aldean, See You When I See You:

See you when I see you
Another place, some other time
If I ever get down your way
Or you’re ever up around mine
We’ll laugh about the old days
And catch up on the new
Yeah I’ll see you when I see you
And I hope it’s some day soon

*Tulisan ini murni opini dari penulis tanpa bermaksud menyinggung pihak manapun.

Sedih, Ismed Sofyan Membayangkan Tak Lagi Satu Kamar dengan Bepe

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Ismed Sofyan mengaku jadi sosok yang paling kehilangan usai Bambang Pamungkas memutuskan untuk pensiun. Dia membayangkan tak lagi satu kamar dengan Bepe musim depan.

Pemain yang karib dengan nomor 20 itu akhirnya mengumumkan gantung sepatu pada Selasa (17/12/2019). Pada usia 39 tahun, dia merasa sudah cukup waktu menyudahi masa baktinya untuk Macan Kemayoran.

Ismed Sofyan menjadi satu-satunya rekan paling dekat Bepe sejak pertama kali setim di Persija pada 2002 silam. Tentu, ada banyak momen yang keduanya jalani. Apalagi Ismed Sofyan dan Bepe acap satu kamar ketika Persija menjalani laga tandang.

Nama Bambang Pamungkas Mendunia di Laga Perpisahan dengan Persija Jakarta - @persija_jkt

“Pasti sedih, kami bersahabat selama 20 tahun. Sekarang dia sudah berhenti. Rasa sedih pasti ada, kangen karena hal-hal jahilnya itu akan hilang,” ungkap Ismed kepada wartawan.

Impian keduanya untuk mengangkat gelar bersama pada tahun lalu akhirya terwujud. Ismed sangat berterima kasih atas dedikasi Bambang Pamungkas selama memperkuat Persija.

“Banyak hal yang berkesan selama bersama Bepe. Kalau jahil setiap saat. Kalau di kamar entah itu di kasur ada aja jahilnya. Suka usilin orang,” tutup dia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]