Patson Daka Siap Curi Ilmu Jamie Vardy

gamespool
Patson Daka Siap Curi Ilmu Jamie Vardy 3

Football5star.com, Indonesia – Penyerang anyar Leicester City, Patson Daka, merasa sangat senang karena akan menjadi tandem Jamie Vardy pada musim 2021-22. Daka mengaku siap mempelajari banyak hal dari Vardy.

Leicester mendatangkan Daka dari Red Bull Salzburg dengan banderol 30 juta Euro. Penyerang 22 tahun itu sudah menandatangani kontrak jangka panjang berdurasi lima tahun.

“Saya cukup memperhatikan kiprah Leicester dalam beberapa tahun terakhir. Jamie Vardy merupakan salah satu sosok yang saya idolakan karena gaya bermain serta kualitas yang ia miliki,” ujar Patson Daka dikutip football5star dari laman resmi Leicester.

“Saya sangat senang karena musim depan akan bermain dengan Vardy. Saya yakin Vardy akan mengajari saya banyak hal. Bermain dengannya merupakan sebuah kehormatan,” sambungnya.

Lebih lanjut, Daka merasa cukup kagum dengan mentalitas juara yang dimiliki Leicester. Hal tersebut membuat Daka yakin tak akan mengalami kesulitan berarti musim depan.

“Saya sudah terbiasa memenangkan gelar bersama Red Bull Salzburg. Jadi, mentalitas juara saya sudah terbentuk. Saya merasa skuat Leicester juga memiliki mentalitas juara yang tak kalah bagusnya.”

“Leicester merupakan tim yang tepat untuk saya. Karena, saya merasa Leicester merupakan tim yang selalu bersaing demi meraih gelar setiap musimnya. Selain itu, skuat Leicester juga memiliki pemain-pemain bertalenta yang masih haus akan kesuksesan,” tandas Daka.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Leicester City vs Manchester United: Untung Ada Vardy

gamespool
Leicester City vs Manchester United: Untung Ada Vardy 6

Football5star.com, Indonesia – Pertandingan Leicester City vs Manchester United di Stadion King Power, Sabtu (26/12/2020) berakhir dengan skor imbang 2-2. Jamie Vardy jadi aktor yang gagalkan kemenangan di depan mata United.

Pada babak pertama, kedua tim langsung tunjukkan permainan dengan tempo cukup menjanjikan. Leicester sebagai tuan rumah langsung menekan lini belakang United. Marcus Rashford dkk pun tak tinggal diam untuk balik menggempur pertahanan Leicester.

Pada menit ke-23, United akhirnya mampu mencetak gol terlebih dahulu lewat aksi Marcus Rashford. Gol Rashford berawal dari umpan Bruno Fernandes. Sundulan pemain asal Portugal itu sukses dikonversi Rashford menjadi gol tanpa bisa diantisipasi oleh Kasper Schmeichel. 1-0 United memimpin.

Leicester yang tertinggal satu gol berusaha untuk bisa menyamakan kedudukan. Menit ke-31, berawal dari kesalahan Harry Maguire dan Fred, sepakan kerasa Harvey Barnes tak mampu dihalau oleh David de Gea. Skor imbang 1-1 bertahan hingga akhir babak pertama.

https://twitter.com/BillowYussuf89/status/1342835043866177536

Di babak kedua, kedua tim kembali tunjukkan permainan tempo cepat untuk bisa mencetak gol. Ole Gunnar Solskjaer memasukkan Edinson Cavani menggantikan Martial di pertengahan babak kedua.

Masuknya Cavani menambah daya gedor United. Cavani bahkan mampu mencetak assist di gol kedua United pada menit ke-79 yang dicetak Bruno Fernandes. 2-1 United memimpin. Tak berselang lama, Jamier Vardy merusak kemenangan di depan mata United.

Gol Vardy pada menit ke-85 membuat United harus puas dengan hasil imbang 2-2.

Susunan pemain kedua tim:

Leicester City (4-2-3-1): Kasper Schmeichel; James Justin, Wesley Fofana, Jonny Evans, Timothy Castagne; Wilfred Ndidi, Youri Tielemans; Marc Albrighton, James Maddison, Harvey Barnes; Jamie Vardy.

Kartu kuning:

Kartu merah:

Pelatih: Brendan Rodgers

Manchester United (4-2-3-1): David de Gea; Victor Lindelof, Eric Bailly, Harry Maguire, Luke Shaw; Fred, Scott McTominay; Daniel James, Bruno Fernandes, Marcus Rashford; Anthony Martial.

Kartu kuning:

Kartu merah:

Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Rusak Tiang Sepak Pojok, Jamie Vardy Diserang Kelompok LGBT

gamespool
Rusak Tiang Sepak Pojok, Jamie Vardy Diserang Kelompok LGBT 10

Football5star.com, Indonesia – Jamie Vardy jadi penentu kemenangan bagi Leicester City saat menghadapi Sheffield United. Gol Vardy di masa injury time mengantarkan The Foxes meraih kemenangan 2-1, Senin (7/12/2020).

Menjadi penentu kemenangan, Vardy merayakan golnya cukup berlebihan. Striker Inggris itu berseluncur seperti ingin melakukan tekel ke arah tiang sepak pojok Sheffield patah. Akibatnya tiang itu pun patah dan Vardy mendapat kartu kuning oleh wasit atas aksinya tersebut.

Rusak Tiang Sepak Pojok, Jamie Vardy Diserang Kelompok LGBT

Aksi Vardy ini tidak hanya membuatnya mendapat kartu kuning. Setelah pertandingan, Vardy menjadi sasaran sejumlah warganet di sosial media, Twitter. Aksi menendang tiang sepak pojok itu dianggap warganet sebagai rasa tidak suka Vardy terhadap kampanye anti homofobia di Liga Inggris.

“Itulah yang Vardy pikirkan tentang bendera pelangi di tiang sepak pojok,” tulis salah satu warganet.

“Saya mungkin terlalu banyak membaca tentang banyak hal, tetapi saya yakin Vardy tidak akan pernah melakukan aksi itu jika bendera itu seperti biasa,” tambah warganet lainya.

“Begitu itu adalah bendera yang mendukung kampanye anti homofobia dan dia menghancurkannya. Ia seperti mengirim pesan yang mengerikan. Saya sangat marah,”

Serangan kepada Vardy dari warganet yang mayoritas kelompok LGBT ini mendapat sanggahan dari banyak pihak. Menurut warganet lainnya, apa yang dilakukan Vardy adalah ekspersi kegembiraan semata tanpa ada maksud dan pesan tertentu untuk kelompok LGBT.

“Dia baru saja mencetak gol kemenangan melawan tim yang dia benci dan dia tidak melakukannya karena dia homofobik. Dia hanya terbawa suasana saat merayakan gol,” tulis warganet lainnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Ben Chilwell: Timo Werner Sudah Setara Jamie Vardy dan Harry Kane

gamespool
Ben Chilwell: Timo Werner Sudah Setara Jamie Vardy dan Harry Kane 14

Football5Star.com, Indonesia – Bek kiri Chelsea, Ben Chilwell, memuji rekan timnya, Timo Werner, yang menyebutnya sudah setara dengan Jamie Vardy dan Harry Kane. Chilwell juga yakin Werner bisa menjadi penyerang top dalam 10 tahun ke depan.

Werner didatangkan dari RB Leipzig musim panas lalu dan mendapatkan start yang lambat, di mana dia baru mencetak gol pertamanya di Premier League pada pekan kelima. Namun saat ini dia sudah mulai nyetel dengan sudah mencetak 8 gol dari 12 laga di semua kompetisi.

Chilwell yang bermain bersama Vardy di Leicester dan Kane di timnas Inggris merasa Werner sudah pantas disejajarkan oleh kedua pemain itu.

Timo Werner menilai tugas sebagai eksekutor penalti akan memudahkan mencapai target 20 gol musim ini.
Getty Images

“Dia di atas sana bersama (Kane dan Vardy), dia bisa menjadi pemain kelas dunia untuk waktu yang lama. Paling tidak sepuluh tahun ke depan atau lebih. Saya pikir ketika Anda melihat usianya dan betapa produktifnya dia di depan gawang. Bahkan sekarang statistiknya di Chelsea dia sudah mencetak banyak gol,” ucap Chilwell seperti dilansir Football5Star.com dari Soccer AM.

Mantan pemain Leicester itu juga menyebut bahwa Werner memiliki karakteristik permainan yang sama dengan Vardy dan Kane.

“Dia memiliki karakteristik yang mirip dengan Vardy dan Kane. Dalam hal berlari mencari celah dan seberapa cepat dia, dia mirip dengan Vardy. Dengan Harry, permainan link-up dan penyelesaiannya serupa, jadi dia pasti termasuk dalam kategori yang sama dengan keduanya. Di Chelsea, kami sangat beruntung memiliki Werner,” kata Chilwell.

Selain bersama Chelsea, Timo Werner juga sukses bersama timnas Jerman, dimana dia sudah mencetak 4 gol dari 5 laga tahun ini. Werner nanti akan membantu Jerman untuk bermain melawan Spanyol, Rabu (18/11/20).

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Jamie Vardy Optimistis Tatap Peluang Leicester City di Liga Europa

gamespool
Jamie Vardy Optimistis Tatap Peluang Leicester City di Liga Europa 18

Football5star.com, Indonesia – Penyerang Leicester City, Jamie Vardy, merasa sangat optimistis dengan peluang timnya untuk tampil menggebrak di Liga Europa musim ini. Menurut Vardy, tak ada tim yang tak bisa dikalahkan The Foxes.

Dinihari tadi, Leicester berhasil mempertahankan tren kemenangannya setelah membawa pulang tiga poin dari markas AEK Athens. Kemenangan tersebut membuat pasukan Brendan Rodgers saat ini duduk di posisi puncak grup G.

“Kami yakin akan bisa terus melaju di kompetisi ini. Kami ingin terus maju dan siap menunjukkan penampilan terbaik di setiap pertandingan,” ujar Jamie Vardy dikutip dari laman resmi UEFA.

Jamie Vardy - Leicester City - Liga Europa - Leicester Mercury
Leicester Mercury

“Dalam hari yang baik, tak ada tim yang tak bisa kami kalahkan. Kami memang tak memiliki skuat yang besar. Tapi, seluruh pemain memiliki hubungan yang sangat dekat. Kedekatan hubungan kami adalah kunci,” kata Vardy menambahkan.

Sementara itu, manajer Leicester, Brendan Rodgers, melemparkan pujian tinggi kepada mentalitas yang ditunjukkan anak asuhnya di markas AEK. Tak hanya itu, Rodgers juga merasa lega karena anak asuhnya bisa pulang dengan poin penuh meski terus ditekan AEK.

“Para pemain menunjukkan mentalitas yang luar biasa dan hal itu ditunjukkan dengan besarnya usaha mereka di atas lapangan. Mereka sempat mengancam di awal babak kedua. Tapi, kami berhasil menanganinya dengan baik.”

“Selain itu, kami juga tetap bersikap profesional. Karena, tak ada laga tandang yang mudah di kompetisi Eropa. Saya lega karena kami bisa mengawali Liga Europa dengan dua kemenangan beruntun,” pungkas Rodgers.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Arsenal vs Leicester: Jamie Vardy Rusak Debut Thomas Partey

gamespool
Arsenal vs Leicester: Jamie Vardy Rusak Debut Thomas Partey 21

Football5star.com, Indonesia – Pertandingan pekan ke-6 Liga Inggris antara Arsenal vs Leicester di Stadion Emirates, Senin (26/10/2020) berakhir dengan skor 1-0 lewat gol tunggal Jamie Vardy.

Di babak pertama, anak asuh Mikel Arteta sebenarnya tampil dominan sejak menit awal pertandingan. Bahkan pada menit ke-4, Arsenal sempat mampu mencetak gol lewat Lacazette namun sayang gol tersebut dianulir karena Aubameyang terperangkap offside.

https://twitter.com/OnlyFootballCl1/status/1320468773342715906

Lepas dari peluang tersebut, Arsenal terus mendominasi jalannya pertandingan. Sejumlah peluang kembali di dapat barisan lini depan tim Meriam London. Sayangnya rapatnya lini belakang Leicester membuat gol tak bisa diukir Thomas Partey dkk.

Sementara Leicester sendiri di babak pertama, praktis hanya menerpakan skema permainan serangan balik. The Foxes di di 45 menit pertama hanya mampu lepaskan satu tembakan, itu pun tidak mengarah langsung ke gawang Bernd Leno.

Di babak kedua, Arsena kembali mendominasi jalannya pertandingan. Kembali permainan Lacazette dan Aubameyang membuat lini belakang Leicester City harus bekerja ekstra keras.

Terus menyerang dan mendominasi jalannya pertandingan, Arsenal telan pil pahit di 10 menit tersisa di waktu normal. Di menit ke-80, Leicester justru yang memecah kebuntuan. Masuk sebagai pemain pengganti, Vardy sukses mengkonversi umpan manis Cengiz Under menjadi gol.

Ini menjadi gol ke-11 Jamie Vardy dari 12 pertandingan melawan Arsenal. Hingga 2×45 menit berakhir, skor 1-0 tidak berubah untuk kemenangan Leicestr City.

Susunan pemain Arsenal vs Leicester:

Arsenal: Bernd Leno; Hector Bellerin, David Luiz, Gabriel Magalhaes, Kieran Tierney; Dani Ceballos, Granit Xhaka, Thomas Partey; Bukayo Saka, Alexandre Lacazette, Pierre-Emerick Aubameyang.

Kartu kuning: Alexandre Lacazette, Hector Bellerin

Kartu merah:

Pelatih: Mikel Arteta

Leicester: Kasper Schmeichel; Wesley Fofana, Jonny Evans, Christian Fuchs; Timothy Castagne, Youri Tielemans, Nampalys Mendy, James Justin; Dennis Praet, James Maddison; Harvey Barnes.

Kartu kuning: Youri Tielemans, Wesley Fofana, Jonny Evans, Christian Fuchs, James Maddison

Kartu merah:

Pelatih: Brendan Rodgers

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Jamie Vardy Setelah Hat-trick Lawan Man. City: Ini Baru Permulaan

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Jamie Vardy jadi bintang kemenangan sensasional Leicester City atas Manchester City, Minggu (27/9/2020). Pada laga yang berakhir 5-2 untuk tim tamu, sang bomber sukses membukukan hat-trick.

Jamie Vardy mencetak dua gol lewat penalti, sedangkan gol lainnya lahir lewat sontekan yang memanfaatkan umpan James Maddison. Adapun dua gol Leicester City lainnya dicetak James Maddison serta Youri Tielemans.

Usai pertandingan, sang kapten mengaku puas dengan performa timnya. Apalagi kemenangan ini diraih dengan mengubah taktik permainan tim. Dia juga menegaskan bahwa ini baru permulaan.

jamie vardy-manchester city vs leicester city-LCFC
@LCFC

“Ini hasil yang luar biasa. kami mengubah taktik hari ini dan mengetahui ketika kami mendapatkan bola dan bermain melalui tekanan mereka kami akan mendapat beberapa peluang dan kami membuat mereka tidak berkembang,” kata Vardy kepada BBC, Minggu (27/9/2020).

“Yang paling penting adalah kami mendapatkan tiga poin dan kami mendapatkannya lewat performa luar biasa. Ini baru permulaan dan kami harus terus maju dan menujukkan konsistensi,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, Jamie Vardy menuturkan bahwa kemenangan atas Manchester City kali ini akan jadi batu loncatan untuk Leicester City menghadapi musim 2020-2021. Ia tidak ingin timnya terpeleset lagi seperti musim lalu.

“Bagi saya dan tim ini baru permulaan. Cara kami menyelesaikan musim lalu tidak terlalu baik jadi kami harus terus memberikan yang terbaik saat ini,” tutup eks bomber timnas Inggris.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Jamie Vardy, Pemain Pertama yang Hat-trick Lawan Klub Asuhan Guardiola

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Manchester City bertekuk lutut di hadapan Leicester City. Tampil di stadion Etihad, Minggu (27/9/2020) pasukan Pep Guardiola takluk 2-5 dari Jamie Vardy dkk.

Pada laga ini Jamie Vardy jadi bintang lapangan. Dia sukses mencetak hat-trick pertamanya musim ini. Sekali pun dua dari tiga golnya berasal dari titik putih, tetap saja sang bomber menuai tinta emas.

Dan yang tak kalah membanggakannya lagi, Jamie Vardy jadi pemain pertama yang mampu mencetak tiga gol ke klub yang dilatih Pep Guardiola pada laga tandang. Bayangkan saja, sejak Pep mengawali karier pelatihnya 2008 silam tidak ada pemain yang mampu membukukan hat-trick ke klub asuhannya di markas sendiri.

Padahal pemain-pemain hebat seperti Cristiano Ronaldo, Mohamed Salah, David Villa, bahkan Lionel Messi sekali pun tak mampu membuat hat-trick kala bersua Guardiola.

Rekor tidak hanya dibukukan Jamie Vardy saja. Klubnya, Leicester City juga mencatatkan torehan yang nyaris serupa.

Seperti dikutip Football5star dari Squawka, Leicester City jadi tim pertama yang mampu mencetak lima gol ke klub yang ditangani pria asal Spanyol itu. Meraih tiga poin dan mencatatkan rekor baru membuat The Foxes kini bertengger di puncak klasemen Premier League.

Mereka mengumpulkan sembilan poin. Anak asuh Brendan Rodgers hanya unggul selisih gol dari Everton yang berada tepat di bawahnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Manchester City vs Leicester: Hat-trick Vardy dan Kekalahan Telak Kedua Guardiola

gamespool
Manchester City vs Leicester: Hat-trick Vardy dan Kekalahan Telak Kedua Guardiola 29

Football5star.com, Indonesia – Pertandingan Liga Inggris antara Manchester City vs Leicester yang berlangsung di Stadion Etihad, Minggu (27/9/2020) berhasil dimenangkan tim tamu dengan skor telak 5-2. Jamie Vardy sukses cetak hat-trick sedangkan dua gol lainnya dicetak oleh James Maddison dan Youri Tielemans.

Sebagai tim tuan rumah, City di awal babak pertama tampil menekan lini belakang Leicester. Hasilnya empat menit laga berjalan, The Cityzens sukses membuka keunggulan lewat gol Riyad Mahrez lewat sepakan dari jarak jauh.

https://twitter.com/OnlyFootballCl1/status/1310241856752693250

Unggul 1-0, City terus menekan dan beberapa kali mendapat peluang untuk menyamakan kedudukan. Namun di pertengahan babak kedua, situasi berbalik. The Foxes mulai menemukan bentuk permainan dan mulai mengurung pertahanan City.

Hasilnya pada menit ke-37, Leicester bisa menyamakan kedudukan setelah Kyle Walker melakukan pelanggaran terhadap Jamie Vardy di kotak terlarang. Vardy yang jadi algojo sukses memperdaya Ederson. Skor 1-1 bertahan hingga akhir babak pertama.

Di babak kedua, permainan anak asuh Brendan Rodgers mulai membuat pertahanan City kocar-kacir. Hasilnya pada menit ke-54, Leicester berbalik unggul lewat gol kedua Jamie Vardy. City makin tertekan setelah tak berselang lama, wasit kembali memberi hadiah penalti kepada The Foxes.

https://twitter.com/D9INE_ELITE_6/status/1310264447731003393

Jamie Vardy yang kembali jadi algojo sukses membuat Ederson memungut bola dari gawangnya untuk kali ketiga. Tak puas dengan keunggulan tiga gol, Leicester menambah pundi golnya lewat gol James Maddison pada menit ke-77 memanfaatkan umpan dari Nampalys Mendy.

Pada menit ke-84, City sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Nathan Ake. Namun di menit ke-88, wasit kembali memberi hadiah penalti ketiga bagi The Foxes. Youri Tielemans yang jadi algojo sukses membuat Ederson memungut bola untuk kali kelima.

Hasil 5-2 bertahan hingga akhir babak kedua. Kekalahan telak 5-2 ini jadi yang kedua dirasakan oleh Pep Guardiola selama kariernya sebagai pelatih. Terakhir, Pep melihat timnya kebobolan empat gol di pertandingan kandang pada April 2014 saat masih melatih Bayern Munich.

Susunan pemain Manchester City vs Leicester:

Manchester City: Ederson; Kyle Walker, Eric Garcia, Nathan Ake, Benjamin Mendy; Fernandinho, Rodri; Phil Foden, Kevin De Bruyne, Raheem Sterling; Riyad Mahrez.

Kartu kuning: Nathan Ake

Kartu merah:

Pelatih: Pep Guardiola

Leicester City: Kasper Schmeichel; Daniel Amartey Jonny Evans, Caglar Soyuncu; Timothy Castagne, Nampalys Mendy, Youri Tielemans, James Justin; Dennis Praet, Harvey Barnes; Jamie Vardy.

Kartu kuning: Caglar Soyuncu, Youri Tielemans, Daniel Amartey

Kartu merah:

Pelatih: Brendan Rodgers

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Eks Striker Chelsea: Jamie Vardy Tak Terlihat Sudah Tua

gamespool
Eks Striker Chelsea: Jamie Vardy Tak Terlihat Sudah Tua 33

Football5star.com, Indonesia – Striker Leicester City, Jamie Vardy mendapat pujian tersendiri dari mantan pemain Blackburn Rovers dan Chelsea, Chris Sutton. Menurut Sutton, Vardy gila seperti seekor rubah yang memiliki semangat membara.

“Jamie Vardy gila seperti rubha tapi saya suka semangat di dalam dirinya,” tulis Sutton di Daily Mail, Senin (14/9/2020).

Jamie Vardy - Leicester City - @lcfc

“Dia sudah 33 tahun tapi masih bersemangat dan jika dia ingin melakukannya itu berarti dia melakukannya pekerjaan dengan mencetak gol. Perlombaan meraih sepatu emas sudah dimulai,” tambahnya.

Jamie Vardy mencetak dua gol saat Leicester City menang 3-0 atas West Brom di pekan pertama Liga Inggris. Saat ini ia selisih satu gol dengan Mohamed Salah yang mencetak hat-trick di laga Liverpool vs Leeds United.

Sementara itu, pelatih Leicester City, Brendan Rodgers mengatakan bahwa Vardy masih memiliki insting pembunuh meski sudah berusia 33 tahun.

“Ia jarang turun untuk membantu menciptakan serangan berbahaya, tetapi ia pembunuh berdarah dingin di dalam kotak penalti,”

“Entah itu menyambut umpan silang maupun tendangan penalti ia punya ketajaman untuk mencetak gol. Ia tak tampak bakal gagal,” ucap Brendan Rodgers.

Dua gol ke gawang West Brom seolah menjanjikan bahwa pemain berusia 33 tahun itu tampaknya akan melanjutkan tren positif dalam urusan mencetak gol setelah menjadi top skor musim lalu dengan 23 gol.

Vardy juga merupakan pemain tersubur Leicester sejak ditangani oleh Rodgers dengan torehan 34 gol di Liga Inggris sejak Maret 2019.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Perpanjang Kontrak, Jamie Vardy Siap Pensiun di Leicester?

gamespool
Perpanjang Kontrak, Jamie Vardy Siap Pensiun di Leicester? 36

Football5star.com, Indonesia – Mantan penyerang timnas Inggris, Jamie Vardy resmi menandatangani perpanjangan kontrak bersama Leicester City pada Rabu (26/8) petang WIB. Kontrak baru ini membuat Vardy akan bermain bersama The Foxes hingga 2023 mendatang.

Saat ini, Vardy sudah berusia 33 tahun. Akan tetapi, ia tetap tak kehilangan sentuhan magisnya dan berhasil meraih gelar top skorer Liga Inggris musim 2019-20. Perpanjangan kontrak ini membuat Vardy akan membela panji The Foxes hingga umur 36 tahun.

Vardy merasa sangat bahagia dengan perpanjangan kontrak ini. Ia yakin akan bisa membayar kepercayaan The Foxes dengan penampilan gemilang di masa depan.

“Saya tak bisa menggambarkan perjalanan yang saya lalui bersama Leicester dengan kata-kata. Meski kami sudah berhasil meraih kesuksesan di masa lalu, saya tetap merasa masih bisa memberikan kontribusi maksimal di sini,” kata Jamie Vardy dikutip dari laman resmi klub.

“Saya sangat senang ketika bermain di hadapan para suporter di Stadion King Power. Saya pun senang karena masih bisa melanjutkan kisah manis bersama Leicester City.”

“Kami memiliki skuat yang fantastis. Saya yakin kami akan menjadi tim yang lebih baik lagi. Saya sudah tak sabar ingin kembali meraih prestasi gemilang bersama Leicester City di masa depan,” tutup Vardy.

Vardy didatangkan Leicester dari Fleetwood Town pada 2012. Selama delapan tahun membela The Foxes, ia berhasil menyumbang 130 gol dari 310 penampilannya di semua kompetisi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Raih Golden Boot pada Usia 33 Tahun, Jamie Vardy Tak Merasa Tua

dinasti
Raih Golden Boot pada Usia 33 Tahun, Jamie Vardy Tak Merasa Tua 39

Football5star.com, Indonesia – Meski gagal membawa Leicester City bermain di Liga Champions musim depan, striker Jamie Vardy cukup puas ia masih mampu menyabet gelar top skor Liga Inggris musim ini. Meraih golden boot pada usia 33 tahun, Vardy justru tak merasa tua.

“Saya jelas senang tapi ini semua tentang tim. Aku tidak akan berada di posisi seperti ini jika bukan karena mereka (rekan satu tim). Untungnya saya telah mampu mencetak banyak gol di musim ini. Untungnya saya tidak merasakan usia saya saat ini,” ucap Vardy seperti dikutip Football5star.com dari bbc, Senin (27/7/2020).

“Kakiku baik-baik saja, aku tidak mengalami banyak cedera sehingga ini semua tentang menjaga semuanya dan kembali sekuat ini di musim depan” tambah Vardy.

Capaian gelar pencetak gol terbanyak ini menjadi yang pertama bagi Vardy. Pada musim 2015/2016, Vardy membukukan gol lebih banyak dibandingkan musim ini, yakni 24 poin. Namun, ia kalah satu gol dari penyerang Tottenham Hotspur, Harry Kane.

Menjadi top skor padausia 33 tahun membuat Vardy menjadi pemain tertua yang pernah memenangkan gelar top skorer. Ia melewati catatan Didier Drogba (Chelsea), yang berusia 32 tahun saat mencatatkan 29 gol pada 2009-2010.

Daftar top skor Liga Inggris musim 2019-20:

23 – Jamie Vardy (Leicester City)
22 – Pierre Emerick Aubameyang (Arsenal)
22 – Danny Ings (Southampton)
20 – Raheem Sterling (Manchester City)
19 – Mohamed Salah (Liverpool)
18 – Sadio Mane (Liverpool)
18 – Harry Kane (Tottenham)
17 – Raul Jimenez (Wolves)
17 – Marcus Rashford (Man United)
17 – Anthony Martial (Man United)
16 – Sergio Aguero (Man City)
15 – Tammy Abraham (Chelsea)

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Fakta Menarik Top Skorer Liga Inggris 2019-20

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Pentas Premier League 2019-20 resmi berakhir. Selain Liverpool menjadi juara, Jamie Vardy tampil sebagai pemain tersubur. Dalam perburuan gelar top skorer Liga Inggris 2019-20, Vardy dengan 23 gol unggul satu gol atas Pierre-Emerick Aubameyang dan Danny Ings.

Sejumlah fakta menarik pun mengiringi keberhasilan Vardy menjadi top skorer Liga Inggris 2019-20. Bukan hanya bagi klubnya, Leicester City, kesuksesan tersebut juga membuat Vardy menorehkan tinta emas pada pentas Premier League.

Berikut ini, Football5Star.com menyajikan 5 fakta menarik yang mengiringi kesuksesan Jamie Vardy sebagai pemain tersubur Premier League musim ini.

1. Jamie Vardy Pecahkan Rekor Didier Drogba

Rekor Didier Drogba sebagai top skorer Liga Inggris tertua dipecahkan Jamie Vardy.
Getty Images

Tampil sebagai top skorer Liga Inggris 2019-20 dalam umur 33 tahun, Jamie Vardy menorehkan catatan emas. Dia kini tercatat sebagai pemain tertua yang mampu meraih sepatu emas Premier League.

Vardy melewati rekor milik striker legendaris Chelsea asal Pantai Gading, Didier Drogba. Pada musim 2009-10, Drogba menjadi top skorer Premier League dalam umur 32 tahun. Saat itu, dia tampil sebagai pemain tersubur dengan torehan 29 gol.

2. Pemain Leicester Pertama Setelah Gary Lineker

Kerry Dixon dan Gary Lineker meraih golden boot Liga Inggris.
doncasterroversfc.co.uk

Kesuksesan Jamie Vardy menjadi top skorer Liga Inggris 2019-20 adalah catatan tersendiri bagi Leicester City. Pada era Premier League, dialah pemain pertama yang meraih sepatu emas bersama The Foxes. Pada 2015-16, dia gagal karena hanya beraad di posisi kedua.

Sebelum Vardy, pemain terakhir yang menjadi top skorer Liga Inggris adalah Gary Lineker. Itu terjadi sudah sangat lama, yakni pada 1984-85. Lineker tampil sebagai pemain tersubur Liga Inggris dengan torehan 24 gol bersama striker Chelsea, Kerry Dixon.

3. Pemain Lokal Kedua dalam Dua Dekade

Harry Kane adalah satu-satunya pemain lokal Inggris yang jadi pemain tersubur Premier League sebelum Vardy.
independent.co.uk

Pemain asing sangat mendominasi daftar top skorer Liga Inggris dalam dua dekade terakhir. Jamie Vardy adalah pemain Inggris kedua yang mampu merebut sepatu emas Premier League. Sebelumnya, sejak 2000-02, hanya Harry Kane yang mampu menembus dominasi para pemain asing tersebut.

Kane tercatat dua kali menjadi top skorer Premier League. Dia melakukannya secara beruntun bersama Tottenham Hotspur pada musim 2015-16 dan 2016-17. Pada 2015-16, Kane dengan torehan 25 gol unggul satu gol dari Vardy dan Sergio Aguero.

4. Lagi-Lagi Bukan Pemain Tim Juara

Robin van Persie jadi pemain terakhir yang menjadi top skorer sekaligus juara Liga Inggris.
manchestereveningnews.co.uk

Kesuksesan Jamie Vardy tampil sebagai top skorer Liga Inggris 2019-20 membuat satu tradisi unik tetap terjaga. Dalam sembilan musim terakhir, gelar pemain tersubur selalu diraih pemain yang tak berasal dari tim juara Premier League. Posisi tertinggi top skorer hanyalah runner-up.

Pemain terakhir yang menjadi top skorer Premier League sekaligus juara adalah Robin van Persie. Striker asal Belanda itu melakukannya bersama Manchester United pada 2012-13 dengan koleksi 26 gol. Setelah itu, gelar tersebut selalu diraih pemain yang tak berasal dari tim juara.

5. Mohamed Salah Gagal Hat-trick

Mohamed Salah gagal mencetak hat-trick top skorer Premier League.
kingfut.com

Sukses Jamie Vardy adalah duka bagi Mohamed Salah. Kegagalan tampil sebagai top skorer Liga Inggris 2019-20 membuat striker asal Mesir tersebut gagal membukukan hat-trick. Sebelumnya, dia secara beruntun jadi pemain tersubur pada 2017-18 dan 2018-19.

Tiga kali beruntun menjadi top skorer Liga Inggris adalah hal langka. Pemain terakhir yang mampu melakukannya adalah Thierry Henry bersama Arsenal pada 2003-04 hingga 2005-06. Adapun para pemain lain yang melakukan hal tersebut adalah Alan Shearer (1994-95 hingga 1996-97) dan Jimmy Greaves (1962-64 hingga 1965-66).

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Top Skorer Liga Inggris 2019-20: Jamie Vardy Mendongeng Lagi

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Empat musim lalu, sensasi besar tersaji pada pentas Liga Inggris. Leicester City secara mengejutkan tampil sebagai juara Premier League untuk kali pertama. Saat itu, salah satu pemain kunci The Foxes adalah Jamie Vardy yang mengemas 24 gol sepanjang musim. Sayangnya, itu tak berbuah gelar top skorer Liga Inggris.

Torehan 24 gol Vardy bukanlah yang terbanyak pada pentas Premier League musim itu. Dia hanya berada di posisi kedua bersama Sergio Aguero. Mereka berdua kalah satu gol dari striker timnas Inggris milik Tottenham Hotspur, Harry Kane.

Kini, empat tahun kemudian, Vardy mendongeng lagi. Dalam umur yang tak lagi muda, 33 tahun, dia menahbiskan diri sebagai top skorer Liga Inggris 2019-20. Dia adalah pemain tertua yang meraih gelar tersebut. Menariknya, torehan golnya kali ini justru di bawah koleksinya pada 2015-16. Musim ini, dia menggondol sepatu emas dengan hanya mengemas 23 gol.

Pierre-Emerick Aubameyang gagal mempertahankan gelar top skorer Liga Inggris meskipun mencetak 22 gol seperti musim lalu.
standard.co.uk

Perjalanan Jamie Vardy menjadi top skorer Liga Inggris 2019-20 terbilang mulus. Sejak pekan ke-10, dia memimpin daftar pemain tersubur. Sempat disamai Pierre-Emerick Aubameyang dari Arsenal pada pekan ke-27 dan 33, dia mampu bertahan hingga akhir musim.

Meskipun demikian, Vardy sempat harap-harap cemas juga jelang Premier League 2019-20 berakhir. Pasalnya, sejak mencetak gol ke-23 pada pekan ke-35, dia selalu gagal membobol gawang lawan. Keunggulan 3 gol atas pesaing terdekat pun akhirnya terpangkas jadi hanya satu gol karena Aubameyang mampu menambah 2 gol, sedangkan Danny Ings 3 gol.

Bagi Pierre-Emerick Aubameyang, kegagalan menjadi top skorer Liga Inggris 2019-20 jadi pil pahit tersendiri. Sudahlah Arsenal hanya finis di posisi ke-8, dia pun gagal mempertahankan gelar sebagai pemain tersubur. Padahal, musim lalu, torehan 22 gol sudah cukup untuk menjadi top skorer bersama duo Liverpool, Mohamed Salah dan Sadio Mane.

Top Skorer Liga Inggris 2019-20

23 Gol — Jamie Vardy (Leicester City)
22 Gol — Danny Ings (Southampton), Pierre-Emerick Aubameyang (Arsenal)
20 Gol — Raheem Sterling (Manchester City)
19 Gol — Mohamed Salah (Liverpool)
18 Gol — Harry Kane (Tottenham Hotspur), Sadio Mane (Liverpool)
17 Gol — Anthony Martial, Marcus Rashford (Manchester United), Raul Jimenez (Wolverhampton Wanderers)
16 Gol — Sergio Aguero (Manchester City)

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Top Skorer Liga Inggris Pekan ke-37: Aubameyang Disalip Ings, Diancam Sterling

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Berbeda dari perburuan gelar juara yang sudah berakhir dengan Liverpool tampil sebagai pemenang, perburuan top skorer Liga Inggris masih seru. Pada pekan ke-37, posisi Pierre-Emerick Aubameyang sebagai pengancam utama Jamie Vardy tergeser oleh Danny Ings.

Sejak pekan ke-27, Aubameyang terus menguntit Jamie Vardy yang memimpin daftar pemain tersubur Liga Inggris musim ini. Namun, kini posisinya digeser Danny Ings. Koleksi 20 golnya telah dilampaui striker Southampton tersebut.

Itu tak terlepas dari kegagalan Aubameyang mencetak gol pada pekan ke-37. Dia mejan saat Arsenal melawat ke Stadion Villa Park milik Aston Villa. Itu merupakan kali ketiga secara beruntun striker asal Gabon tersebut gagal mencetak gol.

Pierre-Emerick Aubameyang kembali menambah perbendaharaan golnya di Premier League musim ini.
standard.co.uk

Hal berbeda ditunjukkan Ings. Di kandang Bournemouth, dia mencetak satu gol yang membawa Southampton menang 2-0. Sebelumnya, kala The Saints imbang 1-1 dengan Brighton & Hove Albion pada pekan ke-36, dia juga mencetak 1 gol. Koleksinya pun terkerek menjadi 21 gol.

Bukan hanya disalip Ings, Aubameyang juga kian terancam oleh Raheem Sterling dalam perburuan top skorer Liga Inggris 2019-20. Berkat brace saat Manchester City menang 4-0 di kandang Watford, Sterling kini mengoleksi 19 gol, sama dengan Mohamed Salah.

Pada pertandingan pekan ke-37 Premier League itu, Sterling sebetulnya hampir saja menyamai koleksi gol Aubameyang. Namun, sepakan penaltinya pada menit ke-40 gagal berbuah gol. Dia pun gagal mencetak hat-trick kedua dalam kurun sepekan.

Brace saat lawan Watford membuat Raheem Sterling kini menyamai perolehan gol Mohamed Salah di daftar top skorer Liga Inggris 2019-20.
standard.co.uk

Menilik geliat dalam beberapa pekan terakhir, Ings dan Sterling kini jadi kandidat untuk menjadi top skorer Liga Inggris 2019-20. Mereka berpeluang menyamai atau bahkan melewati koleksi Jamie Vardy yang tertahan di angka 23. Striker Leicester City itu gagal menambah gol dalam 2 pekan terakhir.

Tentu saja, Ings yang hanya terpaut 2 gol punya kans lebih besar untuk menyamai atau bahkan melewati Vardy dalam perburuan top skorer Liga Inggris 2019-20. Adapun Sterling butuh quattrick saat Manchester City menjamu Norwich City pada partai pamungkas. Kans sama sulit dimiiki Aubameyang yang harus mencetak hat-trick saat Arsenal meladeni Watford.

Top Skorer Liga Inggris Pekan ke-37

23 Gol — Jamie Vardy (Leicester City)
21 Gol — Danny Ings (Southampton)
20 Gol — Pierre-Emerick Aubameyang (Arsenal)
19 Gol — Mohamed Salah (Liverpool), Raheem Sterling (Manchester City)
17 Gol — Anthony Martial, Marcus Rashford (Manchester United), Harry Kane (Tottenham Hotspur), Raul Jimenez (Wolverhampton Wanderers), Sadio Mane (Liverpool)
16 Gol — Sergio Aguero (Manchester City)
15 Gol — Tammy Abraham (Chelsea)

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Top Skorer Liga Inggris: Aubameyang Mandul, Vardy Nyaman di Atas

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Liga Inggris sudah memasuki pekan ke-35. Persaingan untuk memperebutkan gelar top skorer kian sengit. Tapi untuk pekan ini Jamie Vardy bisa sedikit berbangga.

Satu gol yang ia cetak kala Leicester City dihancurkan Bournemouth 1-4 membuat Jamie Vardy kini mengoleksi 23 gol. Dengan kata lain ia unggul tiga gol dari pesaing terdekatnya, Pierre-Emerick Aubameyang.

Ya, pada waktu yang hampir bersamaan Aubameyang gagal mencetak gol ketika Arsenal kalah dari Tottenham Hotspur. Banyak yang menganggap kegagalannya mencetak gol di stadion Tottenham Hotspur karena posisinya yang melebar.

Memphis Depay - Pierre-Emerick Aubameyang - Arsenal - Olympique Lyon - Reuters
Reuters

Tidak hanya Aubameyang, pekan ke-35 Liga Inggris juga menjadi momok untuk para pesaing di daftar top skorer. Dua nama lain yang juga bersaing ketat, Mohamed Salah dan Danny Ings juga gagal menjaringkan gol ke gawang lawan.

Danny Ings dan Mohamed Salah bermain selama 90 menit. Bahkan Southampton serta Liverpool mampu mencetak gol pada pekan ke-35. Namun, gol-gol tersebut berasal dari pemain lain.

Situasi ini tak pelak membuat mereka tidak beranjak di daftar top skorer. Salah dan Ings sama-sama mencetak 19 gol, tertinggal satu gol saja dari Aubameyang.

Yang mengejutkan justru Raheem Sterling. Hat-trick yang dia buat ke gawang Brighton membuat Sterling kini merangsek ke posisi kelima. Mencetak 17 gol, ia menggeser Sadio Mane yang mandul dalam dua laga terakhir.

TOP SKORER LIGA INGGRIS:

  1. Jamie Vardy 23
  2. Pierre-Emerick Aubameyang 20
  3. Mohamed Salah 19
  4. Danny Ings 19
  5. Raheem Sterling 17
  6. Sadio Mane 16
  7. Marcus Rashford 16
  8. Raul Jimenez 16
  9. Anthony Martial 16
  10. Sergio Aguero 16

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Top Skorer Liga Inggris Pekan ke-33: Danny Ings Dekati Aubameyang dan Vardy

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Persaingan gelar top skorer Liga Inggris hingga pekan ke-33 semakin sengit. Pemuncak sementara daftar top skorer Liga Inggris musim ini masih dipegang oleh Jamie Vardy.

Namun posisi Vardy terancam oleh dua striker lain dibawahnya, Pierre Emerick Aubameyang dan Daniel Ings. Aubameyang hanya terpaut 2 gol dengan Vardy yang mengoleksi 21 gol, sedangkan Ings hanya selisih 3 gol.

Leicester vs Crystal Palace Vardy Cetak Gol, The Foxes Akhiri Paceklik Kemenangan

Di lima pertandingan terakhir Southampton, eks striker Liverpool itu mencetak tiga gol, termasuk brace saat Southampton mengalahkan Watford. Di bawah Ings, ada nama striker Liverpool, Mohamed Salah.

Pemain asal Mesir itu sudah mengoleksi 17 gol. Salah masih berpeluang untuk bisa menyamai capaian golnya pada musim lalu sebanyak 22 gol. Di bawah Salah, ada nama Sergio Aguero dan Sadio Mane yang sama-sama mengoleksi 16 gol.

Di bawah kedua nama pemain tersebut, ada tiga pemain yang sama-sama mencetak 15 gol yakni striker Raul Jimenez dari Wolves dan dua pemain Manchester United, Anthony Martial dan Marcus Rashford.

Daftar top skorer Liga Inggris pekan ke-33:

Jamie Vardy (Leicester City): 21 gol
Pierre Emerick Aubameyang (Arsenal): 19 gol
Daniel Ings (Southampton): 18 gol
Mohamed Salah (Liverpool): 17 gol
Sergio Aguero (Manchester City): 16 gol
Sadio Mane (Liverpool): 16 gol
Raul Jimenez (Wolves): 15 gol
Anthony Martil (Manchester United): 15 gol
Marcus Rashford (Manchester United): 15 gol
Tammy Abraham (Chelsea): 13 gol
Dominic Calvert Lewin (Everton): 13 gol

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Top Skorer Liga Inggris: Mohamed Salah Mulai Ancam Jamie Vardy

gamespool
Top Skorer Liga Inggris: Mohamed Salah Mulai Ancam Jamie Vardy 67

Football5star.com, Indonesia – Posisi bomber Leicester City, Jamie Vardy, di puncak daftar top skorer Liga Inggris musim ini mulai diancam penyerang Liverpool, Mohamed Salah. Pasalnya, Salah kini hanya berjarak dua gol dari Vardy.

Pada Kamis (25/6) dinihari lalu, Salah sukses mencetak satu gol ke gawang Crystal Palace. Pencapaian tersebut membuat Salah kini berhasil mencetak 17 gol di Liga Inggris.

Sementara itu, Vardy masih belum bisa menambah pundi-pundi golnya. Mandulnya Vardy juga berdampak pada performa Leicester City. Pasalnya, The Foxes harus puas meraih dua hasil imbang beruntun ketika menghadapi Watford dan Brighton.

Jamie Vardy - Mohamed Salah - Leicester - Liverpool - Liga Inggris - Glasgow Live
Glasgow Live

Salah bukanlah satu-satunya pemain yang bisa menggeser posisi Vardy. Bomber Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang, juga masih memiliki peluang besar untuk mempertahankan sepatu emas musim ini. Sejauh ini, Aubameyang sudah berhasil mencetak 17 gol.

Di sisi lain, penyerang Manchester United, Anthony Martial, sukses merangsek ke 10 besar daftar top skorer berkat tiga gol yang ia ceteak ke gawang Sheffield United. Pria asal Prancis itu kini memiliki koleksi 14 gol dan duduk di posisi tujuh.

TOP SKORER LIGA INGGRIS:
  1. Jamie Vardy (Leicester City) – 19 gol
  2. Pierre-Emerick Aubameyang (Arsenal) – 17 gol
  3. Mohamed Salah (Liverpool) – 17 gol
  4. Sergio Aguero (Manchester City) – 16 gol
  5. Danny Ings (Southampton) – 16 gol
  6. Sadio Mane (Liverpool) – 15 gol
  7. Anthony Martial (Manchester United) – 14 gol
  8. Marcus Rashford (Manchester United) – 14 gol
  9. Tammy Abraham (Chelsea) – 13 gol
  10. Dominic Calvert-Lewin (Everton) – 13 gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pemain Ini Telat Buktikan Kehebatannya

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Tidak terhitung jumlahnya para pemain yang membuktikan kehebatannya ketika masih belia. Pele, Kaka, Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Jadon Sancho, hingga Erling Haaland, adalah segelintir pemain yang menunjukkan talenta luar biasa saat usianya belum genap 20 tahun.

Pele, Kaka, Lionel Messi, dan Cristiano Ronaldo bahkan tampil konsisten ketika sudah berusia di atas kepala tiga. Namun, tidak semua pemain bisa seberuntung mereka.

Tidak sedikit pula pemain-pemain yang baru membuktikan kehebatannya ketika sudah memasuki usia matang. Mereka pun terbukti mampu meraih trofi baik atas namanya sendiri atau pun untuk klub.

Football5star telah merangkum lima pemain yang baru membuktikan kehebatannya saat memasuki usia senja:

  • Luca Toni
LucaToniBayernMuenchenGermanChampionship1VznpOmYpM8l
zimbio.com

Italia adalah rumah bagi striker-striker hebat. Mulai dari Alessandro Altobelli, Paolo Rossi, Christian Vieri, Alessandro Del Piero, hingga Filippo Inzaghi. Setelah era mereka berlalu, Gli Azzurri kembali memiliki striker ganas dalam diri Luca Toni.

Kendati begitu, usia Luca Toni sejatinya tak jauh berbeda dari Alessandro Del Piero maupun Inzaghi. Bahkan ia sempat satu tim dengan mereka ketika membawa timnas Italia juara Piala Dunia 2006.

Bedanya, Luca Toni baru bersinar ketika sudah menginjak usia 27 tahun. Padahal ia telah menjadi pemain profesional sejak berumur 17 tahun dengan memperkuat Modena. Tapi, baru ketika berseragam Fiorentina namanya mencuat.

Bersama Fiorentina ia dua kali menjadi top skorer Serie A. Torehan tersebut akhirnya membawanya memperkuat raksasa Jerman, Bayern Munich. Banyak yang meragukan kehebatannya 2007 silam. Maklum saja, usianya saat itu sudah menginjak 30 tahun.

Tapi lagi-lagi, Toni membuktikan kualitasnya. Pada tahun pertama di Bundesliga ia langsung menjadi top skorer dengan torehan 24 gol.

  • Dado Prso
dado prso-pesmitidelcalcio
pesmitidelcalcio

Kroasia adalah salah satu negara Balkan yang tak pernah berhenti menerbitkan talenta luar biasa. Di balik nama-nama beken seperti Zvonimir Boban, Davor Suker, hingga era Luca Modric kini, ada satu nama lain yang tak boleh dilupakan. Dia adalah Dado Prso.

Tidak seperti Boban, Suker, atau pun Modric yang memperkuat klub besar, Dado Prso lebih sering bermain di klub biasa-biasa saja. Tidak pernah pula ia merasakan kompetisi top Eropa seperti Premier League, Serie A, atau pun LaLiga.

Prso lebih banyak menghabiskan kariernya di Ligue 1 Prancis. Tapi bukan berarti ia menemui kemudahan di sana. Sudah memperkuat AS Monaco sejak 1997, kariernya cukup fluktuatif karena kerap dipinjamkan ke klub lain seperti Stade Raphaelois dan Ajaccio.

Dado Prso baru unjuk gigi pada musim 2002-2003. Padahal usianya sudah menginjak 30 tahun. Tapi jangan ragukan kehebatan pemain Kroasia tersebut. Duetnya dengan Fernando Morientes membuat dia sukses membawa AS Monaco menembus final Liga Champions untuk pertama kalinya.

Tampil luar biasa bersama Monaco, pemain yang sempat menjadi montir itu akhirnya pindah ke Glasgow Rangers setahun kemudian. Dia pun mengakhiri kariernya di raksasa Skotlandia pada 2007 silam.

  • Ian Wright
ianwright shoot com
shoot.com

Siapa yang menyangka jika legenda Arsenal, Ian Wright, harus melalui jalan panjang menuju kesuksesan. Bagaimana tidak, ia sempat ditolak dua klub medioker Inggris, Southend dan Brighton. Padahal usianya ketika itu sudah 21 tahun.

Keputusan Crystal Palace mendatangkannya 1985 silam juga mendapat penolakan dari suporter. Mereka menganggap Wright tidak punya sesuatu yang membanggakan sebelumnya.

Cerita akhirnya berubah ketika paman dari Shaun-Wright Philips bergabung dengan Arsenal  1991 silam. Namun, saat itu dirinya sudah berusia 28 tahun. Walau begitu, di sinilah ia membuktikan talenta sesungguhnya. Tujuh musim bersama The Gunners, ia sukses membukukan 129 gol dan meraih satu trofi Premier League, dua Piala FA, dan satu gelar Piala Liga.

  • Jamie Vardy
Pep Guardiola - Jamie Vardy - Manchester City - @Vardy7
@Vardy7

Jamie Vardy bisa dibilang sebagai pesepak bola paling beruntung di dunia. Bagaimana tidak, ia nyaris putus asa saat berusia 23 tahun. Dia hanya bermain di klub semi pro Inggris seperti Stocksbridge dan Halifax Town, dan disaat bersamaan ia harus bekerja sebagai buruh pabrik untuk menopang hidupnya.

Nasib Vardy kemudian berubah 180 derajat dua tahun kemudian. Ia dibeli Leicester City dari Fleetwood 2012 lalu. Performanya memang tidak langsung mengilap di Stadion King Power. Namun, secara perlahan ia mulai menapaki kesuksesan.

Jamie Vardy baru benar-benar sukses ketika berusia 29 tahun. Saat itu ia sukses mempersembahkan trofi Premier League untuk Leicester City. Pada tahun itu pula dirinya terpilih sebagai pemain terbaik Liga Inggris.

Sempat mengalami naik turun performa, Vardy kembali membuktikan diri sebagai salah satu striker terbaik Inggris sepanjang masa. Musim ini, saat usianya sudah menginjak 33 tahun dia memimpin daftar top skorer Premier League dengan torehan 19 gol.

  • Antonio Di Natale
Di Natale
getty images

Nama terakhir yang telat bersinar adalah Antonio Di Natale. Berbeda dari nama-nama di atas, Di Natale punya pertimbangan sendiri dalam memilih klub. Memang, selama ini ia hanya memperkuat klub-klub semenjana semisal Empoli, Iperzola, Varese, hingga Udinese.

Kendati begitu, bukan berarti sang bomber tidak laku di bursa transfer. Beberapa klub besar seperti AS Roma, Inter Milan, dan Juventus, pernah ingin mendatangkannya. Namun, tawaran menggiurkan tersebut dia tolak.

Pilihan ini tak pelak membuat namanya terus meredup. Tapi Di Natale tidak seperti pemain lain. Ketika kolega yang lain seperti Filippo Inzaghi dan Alessandro Del Piero mulai tenggelam, legenda Udinese justru baru memulai kebintangannya.

Dia menasbihkan diri sebagai top skorer Liga Italia sebanyak dua kali. Lebih hebat lagi, gelar itu didapat ketika dirinya telah berusia 33 dan 35 tahun. Namanya juga masih dipanggil timnas Italia pada Euro 2012 lalu. Padahal saat itu dia telah berumur 35 tahun.  

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Hasil Leicester vs Aston Villa: Jamie Vardy Akhiri Puasa Gol, The Foxes Menang Telak

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Leicester City akhirnya kembali menang setelah empat pertandingan tanpa kemenangan di Premier League. Jamie Vardy akhirnya kembali mencetak gol setelah lebih dari dua bulan dia paceklik gol.

Babak pertama Leicester langsung tancap gas, baru menit ke-10, Jonny Evans menyundul bola dari hasil set piece tapi Reina berhasil menyelamatkan bola.

Leicester kembali terus menyerang lewat James Maddison, tapi gol baru diciptakan oleh Harvey Barnes pada menit ke-40 saat Barnes mengambil kesempatan saat Reina melakukan blunder. Babak pertama berakhir dengan skor 1-0.

Babak kedua The Foxes terus tampil menyerang, Reina kembali menyelamatkan tendangan dari Iheanacho pada menit ke-48.

Pada menit ke-59, Stadion King Power bergemuruh saat Jamie Vardy yang baru sembuh dari cedera masuk menggantikan Iheanacho.

Hanya berselang tiga menit Leicester mendapatkan penalti karena bek Aston Villa, Tyrone Mings, melakukan handball. Jamie Vardy yang baru masuk langsung berhasil mengeksekusi penalti dan mengakhiri puasa golnya.

Jamie Vardy kembali mencetak gol pada menit ke-79 setelah dia melakukan cut inside dari kiri sebelum menceploskan gawang ke gawang Reina.

Aston Villa kembali menderita setelah Harvey Barnes mencetak gol keduanya setelah menerima umpan dari Marc Albrighton pada menit ke-85.

Skor 4-0 bertahan hingga akhir babak pertandingan.

Susunan Pemain :

Leicester City (4-1-4-1) : Kasper Schmeichel; Ricardo Pereira, Caglar Soyuncu, Jonny Evans, James Justin; Wilfried Ndidi; Marc Albrighthon, Dennis Praet, James Maddison, Harvey Barnes; Kelechi Iheanacho.

Pelatih : Brendan Rodgers

Aston Villa (4-1-4-1) : Pepe Reina; Matt Targett, Tyrone Mings, Bjorn Engels, Frederic Guilbert; Marvelous Nakamba; Jack Grealish, Conor Hourihane, Douglas Luiz, Ahmed Elmohamady, Mbwana Samatta.

Pelatih : Dean Smith

Pergelangan Kakinya Patah, Bagus Kahfi Dapat Dukungan Jamie Vardy

Banner LFS Baru

Football5Star.com – Hasil Imbang 2-2 Garuda Select vs Reading U-18 harus memakan tumbal. Bintang Garuda Select, Bagus Kahfi, mengalami cedera patah pergelangan kaki usai berduel dengan pemain Reading, Michael Stickland.

Dalam momen satu lawan satu, Bagus dan Stickland melakukan duel dara. Sayang, posisi Bagus Kahfi saat mendarat tak sempurna. Dia disebut-sebut mengalami cedera parah di pergelangan kakinya.

Kabarnya, Bagus mengalami cedera patah pada pergelangan kakinya. Hal itu setelah dia mendapatkan perawatan dan melakukan CT Scan.

“Kami masih menunggu kabar tentang Bagus. Dia akan menjalani CT Scan dan kami menunggu hasilnya. Bagus akan ditangani dengan baik di sini,” bilang pelatih Garuda Select, Dennis Wise dalam rilisnya.

Pergelangan Kakinya Patah, Bagus Kahfi Dapat Dukungan Jamie Vardy

Cedera Bagus Kahfi yang sampai patah pergelangan kaki itu tampaknya terdengar hingga ke telinga striker Leicester City, Jamie Vardy. Hal itu terlihat saat Bagus melakukan video call dengan top skorer sementara Liga Inggris itu.

Bagus sendiri akan menjalani operasi setelah pergelangan kakinya patah. Dia akan dirawat oleh tim medis Timnas Inggris dalam waktu dekat.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Brendan Rodgers Tak Mau Ambil Resiko Memainkan Jamie Vardy

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Leicester City, Brendan Rodgers mengaku tak mau mengambil resiko dengan memaksimalkan Jamie Vardy jelang melawan Birmingham di babak kelima Piala FA.

Menurut Rodgers, saat ini Jamie Vardy masih dalam tahap pemulihan cedera betis yang ia alami. Ia tak ingin terburu-buru memainkan Vardy yang malah membuat cederanya makin parah.

Jamie Vardy

“Dia tidak akan siap. Dia memang sudah membuat kemajuan besar di sesi latihan. Saya lebih suka memainkannya saat bertemu Aston Villa,” kata Rodgers seperti dikutip Football5star.com dari Reuters, Selasa (3/3/2020).

Menurut Rodgers melawan Birmingham, ia masih cukup percaya dengan para pemainnya bisa mencetak gol meski tanpa Jamie Vardy.

“Tanggung jawab semua pemain menciptakan gol. Kami harus bisa mencetak gol untuk melangkah ke babak perempat final Piala FA,” kata Rodgers.

Vardy berkontribusi mencetak 34 persen gol Leicester City musim ini di Liga Inggris. Sebelumnya, ia hanya absen di dua laga, dari total 24 pertandingan yang sudah dijalani The Foxes.

“Mudah-mudahan cederanya selama beberapa hari ke depan ini akan mereda,” tutup Rodgers.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Brendan Rodgers Berharap Cedera Jamie Vardy Tidak Parah

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Jamie Vardy harus ditarik keluar saat pertandingan Leicester City vs West Ham United di Stadion King Power. Vardy alami cedera dan ditarik keluar sebelum akhir babak pertama.

Dikutip Football5star.com dari bbc, Kamis (23/1/2020) pelatih Leicester City, Brendan Rodgers berharap bahwa cedera anak asuhnya tersebut tidak terlalu parah.

Leicester City vs West Ham
getty images

“Mudah-mudahan dalam beberapa hari mendatang, cedera yang ia alami mereda. Jamie adalah bagian penting bagi tim, tetapi jika kami ingin sukses, kami harus bermain secara tim,” kata Rodgers seusai pertandingan.

Vardy mengalami cedera di bagian belakang kaki kirinya setelah mencoba menahan bola. Pihak Leicester City belum memberikan pernyataan resmi soal sebearapa serius cedera yang dialami striker dengan koleksi 17 gol ini.

“Ia tentunya belum bisa bermain di sejumlah pertandingan ke depan. Namun tim ini masih bermain bagus dan tentu saja kami berharap ia segar bugar,” tambahnya.

Laga Leicester City vs West Ham sendiri berakhir untuk kemenangan 4-1 The Foxes. Empat gol kemenangan Leicester dicetak oleh Harvey Barnes, Ricardo Barbosa, dan dua gol dari Ayoze Perez.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Jamie Vardy Dianggap Lebih Baik Dibanding Harry Kane

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan bek Manchester United, Paul Parker, menyebut bahwa striker Leicester City, Jamie Vardy, lebih baik dibanding dengan Harry Kane. Parker pun menyebut jika dirinya pelatih, ia akan lebih memilih Vardy dibanding striker Tottenham itu.

“Saya lebih suka memainkan Jamie Vardy di tim saya daripada Harry Kane karena saya tahu apa yang bakal di dapatkan tim saya di akhir pekan,” kata Parker seperti dikutip Football5star.com dari Talksport, Selasa (10/12/2019).

Harry Kane dan Jamie Vardy sempat berkolaborasi di timnas Inggris.
independent.co.uk

“Letakkan dia (Vardy) di sana dan kau akan tahu dia akan membuat bola yang buruk menjadi gol indah. Intinya aku lebih suka bermain dengan Vardy” tambah Parker.

Parker menyebut bahwa Vardy memiliki mental bagus sebagai seorang striker meski berada di tekanan besar untuk mencetak gol. Meski sudah berusia 32 tahun, Vardy layaknya striker muda yang haus gol.

“Saya melihat ia sebagai striker yang siap untuk terus mencetak gol meski mendapat tekanan cukup besar dari bek lawan,” ucap Parker.

“Saya pikir dia bekerja dengan baik dengan pelatih yang sekarang. Dia sangat menghormati pelatihnya,” tutup Parker.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Jamie Vardy Samai Rekor Apik Ruud van Nistelrooy

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Dua gol yang dicetak Jamie Vardy saat membawa Leicester City menang 4-1 atas Aston Villa membuatnya mencatatkan rekor baru. Kali ini namanya sejajar dengan mantan striker Manchester United, Ruud van Nistelrooy.

Jamie Vardy sejauh ini sudah mencetak 95 gol di Premier League, sama dengan yang dibikin Nisterlooy. Namun, striker Leicester City membuat rekor itu pada laga ke-192, sedangkan eks striker Manchester United melakukannya dalam 150 pertandingan.

Performa Jamie Vardy sejak diasuh Brendan Rodgers memang menuai decak kagum. Bahkan catatan golnya lebih banyak dibanding Robert Lewandowski dan Lionel Messi.

Ya, sejak Februari lalu, striker timnas Inggris itu sudah mencetak 25 gol, lebih banyak dari Lewandowski dan Messi yang mencetak 23 gol. Torehannya ini tentu bisa terus berlanjut mengingat kompetisi Premier League masih sangat panjang.

Termasuk dengan rekor Nistelrooy yang besar kemungkinan bisa ia lewati. Apalagi striker 30 tahun saat ini selalu mencetak gol dalam enam pertandingan terakhir bersama The Foxes.

Rekor yang dibuat Jamie Vardy seiring dengan rekor milik Leicester City. Kemenangan 4-1 di markas Aston Villa membuat mereka mencatatkan sejarah baru.

Klub yang markas di Stadion King Power itu kini sudah memenangkan delapan pertandingan beruntun Premier League. Torehan ini jadi yang pertama kali dibuat sepanjang sejarah klub.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Soal Peluang Juara Leicester City, Jamie Vardy Ogah Sesumbar

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Penyerang Leicester City, Jamie Vardy, mengaku tak terlalu memikirkan kemungkinan timnya meraih gelar Premier League musim ini. Menurutnya, Leicester tak boleh terlalu terlena dengan kemungkinan menjadi juara Premier League musim ini.

Saat ini, The Foxes sedang berada di posisi runner up klasemen Premier League selepas kemenangan atas Arsenal pada Minggu (10/11) dinihari. Kemenangan ini membuat mereka hanya berjarak lima poin dengan Liverpool yang ada di puncak klasemen.

“Kami harus fokus menghadapi setiap pertandingan yang akan datang. Kami masih harus melalui jalan panjang karena musim ini baru saja dimulai. Terutama di bulan Desember nanti ketika kami akan melakoni cukup banyak pertandingan,” ungkap Jamie Vardy kepada Sky Sports.

Jamie Vardy - Leicester City - Premier League - @LCFC
lcfc.com

“Saat ini, kami memiliki momentum yang sangat baik. Saya rasa, hal itu dapat dilihat dari cara kami bermain di setiap pertandingan. Semua pemain sangat senang dan menikmati kesempatan bermain. Kami harus bekerja keras dan tetap bersiap menghadapi partai selanjutnya,” kata Vardy menambahkan.

Pada partai melawan Arsenal, Vardy berhasil menyumbangkan satu gol. Sumbangsih tersebut membuatnya kian mantap berada di puncak daftar top skorer Premier League dengan raihan 11 gol.

Selepas kemenangan atas Arsenal, para pemain Leicester akan mendapatkan jatah libur selama beberapa hari dari Brendan Rodgers. Selepas itu, mereka akan kembali berlatih dan melakukan persiapan jelang partai melawan Brighton & Hove Albion pada tanggal 23 November mendatang.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Jamie Vardy Persembahkan Rekor Leicester City untuk Khun Vichai

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Kemenangan sensasional diraih Leicester City saat menghadapi Southampton, Jumat (15/10/2019) waktu setempat. Berlaga di kandang lawan, The Foxes menang 9-0. Rekor kemenangan itu membuat Jamie Vardy terharu dan langsung teringat mendiang Vichai Srivaddhanaprabha.

Kemenangan 9-0 yang dibukukan Leicester City di kandang Southampton adalah kemenangan tandang terbesar di kasta tertinggi dalam 131 tahun sejarah sepak bola Inggris. Kemenangan tersebut juga menyamai rekor kemenangan terbesar pada era Premier League.

Para fan Leicester City membentangkan syal bertuliskan nama Vichai Srivaddhanaprabha saat melawan Southampton.
standard.co.uk

Bagi Leicester City, rekor tersebut sangat istimewa. Pasalnya, itu tercipta pada peringatan satu tahun tragedi kecelakaan helikopter yang menewaskan sang pemilik, Vichai Srivaddhanaprabha. Sebelum sepak mula, di Stadion St. Mary’s berlangsung peringatan sederhana. Para fan The Foxes pun melampai-lambaikan syal dengan tulisan nama Khun Vichai.

“Hal utama yang diinginkan Khun Vichai dari kami adalah bertarung dan menang. Kukira Anda semua telah melihat hal itu dari para pemain malam ini,” ucap Jamie Vardy selepas pertandingan kepada Sky Sports seperti dikutip Football5Star.com dari Leicester Mercury. “Kredit kepada para pemain dan semoga bos melihat dari atas sana.”

Mengenai torehan rekor yang dibuat The Foxes, striker timnas Inggris itu mengaku ada hasrat tinggi saat skor terus bertambah. Pada babak pertama saja, mereka suda unggul 5-0. Itu menyamai prestasi Manchester City saat melawat ke kandang Burnley pada 2010.

“Kami mengetahui hal itu saat kedudukan 6-0. Jonny Evans berlari dan mengatakan, jika terus mencetak gol, kami akan membukukan rekor. Kami terus berjuang hingga akhir dan akhirnya mampu melakukan itu,” urai Jamie Vardy lagi.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Jamie Vardy dan Ayoze Perez Ulangi Torehan Duet Pemain Arsenal

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Ada banyak catatan menarik dari kemenangan sensasional 9-0 yang dibukukan Leicester City di kandang Southampton. Salah satunya menyangkut torehan gol Jamie Vardy dan Ayoze Perez.

Di Stadion St. Mary’s, Jamie Vardy dan Ayoze Perez sama-sama membukukan hat-trick. Tiga gol Perez diciptakan pada menit ke-19, 39, dan 57. Adapun tiga gol Vardy dibukukan pada menit ke-45, 58, dan empat menit memasuki injury time.

Dua pemain mencetak hat-trick pada sebuah pertandingan adalah hal langka pada pentas Premier League. Jamie Vardy dan Ayoze Perez bersama Leicester City adalah yang pertama melakukan hal tersebut dalam 16 tahun terakhir.

Kali terakhir dua pemain mencetak tiga gol dalam sebuah pertandingan terjadi pada pengujung musim 2002-03. Dalam laga pekan ke-33, Jermaine Pennant dan Robert Pires sama-sama mencetak hat-trick bagi Arsenal. Menariknya, hal itu juga terjadi saat melawan Southampton.

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Highbury tersebut, Arsenal menang 6-1 atas The Saints. Pires membuka skor pada menit ke-8. lalu, dia mencetak dua gol tambahan pada menit ke-22 dan 46. Adapun Pennant menjaringkan bola pada menit ke-15, 18, dan 25.

Bagi Ayoze Perez, hat-trick ke gawang Southampton kali ini membuat dia menyamai jejak Luis Suarez. Sementara itu, bagi Jamie Vardy, trigol kali ini menyudahi kesialannya dalam enam pertemuan terdahulu dengan The Saints. Ini juga merupakan keberhasilan kedua dirinya mencetak gol dalam sepuluh pertemuan dengan The Saints.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Panas, Istri Wayne Rooney & Jamie Vardy Bertengkar di Media Sosial

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Para istri dari dua pemain bintang Inggris, Wayne Rooney dan Jamie Vardy terlibat pertengkaran panas di media sosial. Mereka berdua bertengkar karena sebuah hal privasi yang kini mereka angkat ke publik.

Coleen Rooney dan Rebekah Vardy terlibat cekcok di media sosial twitter. Hal itu bermula ketika Coleen menuduh Rebekah membocorkan dan menjual cerita kehidupan pribadi dari Coleen ke salah satu media Inggris, The Sun.

“Ada banyak informasi yang tersebar tentang saya, teman, dan keluarga saya – semuanya tanpa seizin dan sepengetahuan saya. Lalu saya mencurigai satu orang. Untuk membuktikan hal ini, saya memblokir semua orang untuk melihat Instagram Stories saya kecuali satu akun,” tulis Coleen di Twitter pribadinya.

Panas, Istri Wayne Rooney & Jamie Vardy Bertengkar di Media Sosial
Esquireme.com

“Dalam beberapa bulan terakhir, saya mengunggah beragam cerita fiktif untuk melihat apakah The Sun akan memuatnya. Dan memang dimuat! Mulai dari kisah seleksi gender di Meksiko, cerita tentang saya kembali syuting televisi, dan cerita tentang rumah baru saya yang kebanjiran,” tulis Coleen lagi.

“Sulit untuk memendam hal ini dan tidak mengungkapnya ke publik, tapi saya harus melakukannya. Sekarang, saya tahu dengan pasti siapa yang membocorkan semua cerita ini. Rebekah Vardy orangnya,” papar Coleen dalam tulisannya.

Reaksi Rebekah Vardy

Hal tersebut pun lantas mendapat reaksi keras dari Rebekah Vardy. Ia yang tak terima langsung menjelaskan bahwa akun instagram pribadinya telah diretas oleh beberapa orang.

“Jika Anda memberi tahu saya lebih dulu tentang hal ini, saya mungkin akan mengganti password (di akun Instagram saya, red),” tulis Rebekah di Instagram. 

“Selama bertahun-tahun, ada banyak orang yang memiliki akses terhadap akun Instagram saya. Pekan ini saja, ada banyak akun tidak dikenal yang saya follow, padahal saya merasa tidak pernah mem-follow mereka,” tutur Rebekah lagi.

“Ini bukan lelucon. Saya tidak butuh uang dari siapa pun. Apa manfaatnya untuk saya dengan menjual cerita-cerita Anda ke media. Saya sebetulnya sangat menyukai Anda, tapi sekarang saya sangat kecewa karena Anda melakukan semua ini, terutama di saat saya sedang hamil besar,” tulis Rebekah yang mengakhiri kalimat dengan kekecewaan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Jelang Laga Liverpool vs Leicester, Mane Soroti Ancaman Vardy

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Jelang pertandingan Liverpool vs Leicester City, Sadio Mane menyoroti potensi ancaman Jamie Vardy. Ia juga mengatakan faktor kunci yang perlu dilakukan rekan satu timnya apabila ingin mendapat kemenangan di laga ini.

Partai Liverpool vs Leicester City akan berlangsung di Stadion Anfield, Sabtu (5/10/2019) malam WIB. Laga tersebut diperkirakan berpotensi menyulitkan anak asuh Juergen Klopp.

Betapa tidak, Leicester merupakan tim yang sejauh musim tampil impresif. Mereka baru mengalami satu kekalahan sehingga bisa berada di posisi ketiga klasemen Liga Inggris.

sadio mane jelang laga liverpool vs leicester city
Dailymail.co.uk

Sementara itu, tim berjulukan The Reds memang masih mencatatkan 100 persen kemenangan musim ini. Namun, dalam dua pertandingan terakhir ketika hanya menang 1-0 atas Sheffield United. Juga kebobolan tiga gol saat menang 4-3 atas Salzburg di Liga Champions.

Situasi tersebut membuat Sadio Mane cukup cemas mengahadapi laga kontra Leicester. Terlebih, tim besutan Brendan Rodgers memiliki penyerang tajam, yakni Jamie Vardy. Sejauh ini, striker timnas Inggris itu sudah mengemas lima gol di Liga Inggris.

“Jamie Vardy selalu mencetak gol. Kami harus bisa memastikan ia tidak dapat menciptakan gol di pertandingan ini,” kata Sadio Mane dilansir Football5star.com dari Sky Sports.

Selain mewaspadai potensi ancaman dari Vardy, Mane juga berharap The Reds bisa tampil efektif. Terutama dalam urusan memaksimalkan peluang yang didapat untuk mencetak gol.

“Kami juga harus berusaha memaksimalkan semua peluang yang didapat. Hal itu adalah kunci apabila kami ingin memenangi pertandingan ini,” ucapnya.

https://www.instagram.com/p/B3MUBNnA_uY/

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]