Pelatih Atletico Madrid Ungkap Rahasia Kegemilangan Jan Oblak

gamespool
Pelatih Atletico Madrid Ungkap Rahasia Kegemilangan Jan Oblak 4

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, mengaku sangat kagum dengan kekuatan mental yang dimiliki Jan Oblak. SImeone bahkan mengatakan Oblak bakal selalu tenang dalam situasi apa pun.

Semenjak pindah ke Atletico pada musim panas 2014 lalu, Oblak berhasil menasbihkan dirinya sebagai salah satu penjaga gawang terbaik di dunia. Total, Oblak berhasil mencetak 159 clean sheet dari 303 penampilan di semua kompetisi.

“Kami hanya ingin mendatangkan penjaga gawang yang sangat kuat secara mental. Jan Oblak adalah sosok sempurna buat kami karena tak ada satu hal pun yang bisa mengusik ketengannya. Dia sama sekali tak pernah gelisah,” ungkap Diego Simeone kepada Marca.

Jan Oblak - Atletico Madrid - The Times
The Times

Saat ini, Oblak sudah menjadi salah satu sosok kunci di ruang ganti Atletico. Simeone merasa sangat kagum dengan peningkatan peran Oblak di luar lapangan dan tak segan-segan memberi jabatan wakil kapten kepada sang penjaga gawang.

“Oblak adalah penjaga gawang terbaik di dunia. Selain itu, dia juga sudah menunjukkan perkembangan luar biasa di dalam ruang ganti. Oblak memang tak banyak berbicara. Tapi, ketika ia bicara, semua orang akan mendengarkan,” imbuh SImeone.

Oblak merupakan salah satu pemain yang akan dipertahankan Atletico musim ini, Los Rojiblancos sama sekali tak tertarik melepas Oblak meski sedang mengalami kesulitan finansial.

Satu pemain yang akan dilepas untuk meringankan beban Atletico musim depan adalah Saul Niguez. Pemain berusia 26 tahun itu dilaporkan masuk radar Barcelona, Liverpool dan Manchester United.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Jan Oblak Buka Peluang Tinggalkan Atletico Madrid

gamespool
Jan Oblak Buka Peluang Tinggalkan Atletico Madrid 8

Football5star.com, Indonesia – Penjaga gawang asal Slovenia, Jan Oblak, tak bisa menjamin posisinya di Atletico Madrid pada musim 2021-22 mendatang. Oblak mengatakan masa depannya ada di tangan manajemen Los Rojiblancos.

Oblak sebenarnya masih terikat kontrak hingga musim panas 2023. Akan tetapi, masalah finalsial yang menyandung Atletico membuat Oblak dilaporkan menjadi salah satu pemain yang siap dijual pada bursa transfer mendatang.

“Saya tak bisa melihat masa depan. Pihak klub, saya sendiri maupun semua orang tidak mengetahui apa yang akan terjadi selama beberapa bulan ke depan,” ujar Jan Oblak kepada Marca.

Jan Oblak - Atletico - The Sun
Wezslo

“Masa depan saya bersama Atletico tergantung kepada beberapa faktor. Salah satunya adalah, apakah klub perlu menjual peman pada bursa transfer mendatang atau tidak,” sambung Oblak.

Oblak merupakan salah satu kunci di balik keberhasilan Atletico menyabet gelar juara Liga Spanyol musim 2020-21. Pemain berusia 28 tahun itu berhasil mencatat 18 clean sheet dan cuma kebobolan 25 gol dari 38 pertandingan.

Catatan gemilang tersebut membuat Oblak berhasil menambah trofi Zamora miliknya. Kini, Oblak memiliki koleksi lima trofi Zamora yang ia menangkan dalam enam musim terakhir.

Catatan tersebut membuat Oblak berhasil mengukir namanya di dalam buku sejarah Liga Spanyol. Ia sukses menasbihkan diri sebagai penjaga gawang asing terbaik dalam sejarah Liga Spanyol dan menyamai raihan lima trozi Zamora milik Victor Valdes serta Antoni Ramallets.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Jan Oblak Beberkan Kunci Kesuksesan Atletico Madrid Musim Ini

gamespool
Jan Oblak Beberkan Kunci Kesuksesan Atletico Madrid Musim Ini 12

Football5Star.com, Indonesia – Kiper Atletico Madrid, Jan Oblak, mengungkapkan kunci sukses timnya untuk bisa meraih gelar La Liga musim ini. Oblak menyebut bahwa atmosfer tim dan koneksi antar pemain adalah hal yang krusial.

Atletico Madrid berhasil meraih gelar juara La Liga untuk kedua kalinya sejak ditangani Diego Simeone. Los Rojiblancos menjadi satu-satunya klub yang bisa mengganggu dominasi Barcelona-Real Madrid sejak 2005.

Jan Oblak menjadi salah satu pemain kunci pada musim ini dimana dia kembali berhasil meraih Zamora Trophy setelah hanya kebobolan 25 gol dari 37 laga. Tapi, Oblak menilai kesuksesan timnya ada di kerja sama tim.

Jan Oblak hanya membuat 2 clean sheet dari 10 laga sepanjang 2021.
rtvslo.si

“Kunci kesuksesan adalah tim. Tidak mudah memiliki tim di mana kami semua sama, masing-masing dari kami. Tim selalu menjadi hal terpenting, jika tidak ada suasana dan koneksi yang baik, mustahil untuk memenangkan gelar,” ucap Oblak seperti dilansir Football5Star.com dari Marca.

Oblak melanjutkan, “Kami telah menunjukkan bahwa tahun ini, hingga akhir kami mempertahankan level yang kami butuhkan untuk memenangkan La Liga.”

Kiper timnas Slovenia itu yakin Atletico bisa mempertahankan gelar La Liga atau bahkan menambah trofi lain lagi musim depan. Tapi itu tergantung banyak hal.

“Masing-masing dari kami memiliki impian kami sendiri, tetapi kami harus maju sedikit demi sedikit. Tahun ini kami telah memenangkan gelar penting, dan sekarang musim panas tiba. Kami harus melihat apa yang terjadi dengan tim,” ujar Oblak.

Jan Oblak, “Saya yakin Atletico akan memiliki tim yang kompetitif, dan semoga kami bisa bercita-cita untuk memenangkan gelar lagi. Tetapi itu tergantung pada banyak hal, mereka harus melakukannya dengan baik. Anda bermain melawan tim yang sangat besar.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Dahaga Gelar LaLiga Jan Oblak Berakhir pada Musim Ketujuh

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Atletico Madrid sukses mengunci gelar Laliga musim ini. Kepastian tersebut didapat usai mereka mengalahkan Real Valladolid 2-1 di stadion Jose Zorilla, Sabtu (22/5/2021).

Semua pemain Atletico Madrid tentu bahagia dengan keberhasilan ini. Tapi mungkin tidak ada yang bisa mengalahkan kebahagiaan Jan Oblak.

Selama tujuh musim memperkuat Los Rojiblancos, ia akhirnya melepas dahaga juara LaLiga musim ini. Sang kiper pun merasakan kebahagiaan yang luar biasa.

“Sangat luar biasa. Ini musim ketujuh saya di Atletico dan setiap tahun kami sangat ingin memenangkan gelar. Tahun ini kami berhasil. Di tahun-tahun sebelumnya kami kecewa tapi tahun ini kami melakukannya dan sungguh luar biasa,” kata Oblak seperti dilansir Diario AS, Minggu (23/5/2021).

Gelar LaLiga pertama yang didapat kiper asal Slovenia kian menyempurnakan kariernya selama di Wanda Metropolitano. Maklum saja, selama ini dia pemain yang paling konsisten di tim setiap musim.

Terbukti, namanya selalu masuk dalam daftar kiper terbaik. Bahkan lima kali Jan Oblak memenangkan gelar Zamora, atau kiper terbaik LaLiga.

Kebahagiaan Oblak jelas terpancar seusai pertandingan. Dia langsung menghampiri penggemar Los Rojiblancos di luar stadion Jose Zorilla.

Dia turut dalam pesta dengan fan. Bahkan mereka mengangkat kiper andalannya itu bak pahlawan usai memastikan juara liga ke-11.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Jelang El Derbi Madrileno: 5 Fakta Menarik Atletico Madrid Musim Ini

gamespool

Football5Star.com, Indonesia – Akhir pekan ini ada cukup banyak big match di liga-liga elite Eropa. Salah satunya Atletico Madrid vs Real Madrid di Liga Spanyol. Laga El Derbi Madrileno itu akan berlangsung di Stadion Wanda Metropolitano, Minggu (7/3/2021).

Jelang laga El Derbi Madrileno itu, sangat menarik mengupas kiprah Atletico musim ini. Setidaknya ada 5 catatan penting yang mungkin akan berpengaruh besar saat menghadapi Real Madrid nanti. Berikut ini, Football5Star.com menyajikan 5 fakta menarik Los Colchoneros sepanjang musim 2020-21.

Atletico Puncaki Klasemen Sejak Jornada ke-9

Atletico Madrid memuncaki klasemen Liga Spanyol musim ini sejak jornada ke-9.
football.london

Pada laga El Derbi Madrileno kali ini, Atletico Madrid menyandang status pemuncak klasemen Liga Spanyol. Ini sesuatu yang sangat langka. Bahkan saat juara pada 2013-14, Los Colchoneros tak berada di posisi pertama saat dua kali menghadapi Los Blancos.

Musim ini, Atletico sudah menguasai klasemen sejak jornada ke-9. Mereka naik ke puncak klasemen berkat kemenangan 4-0 atas Cadiz. Menariknya, Los Colchoneros menggeser Real Madrid yang kalah 1-4 dari Valencia. Sejak itu, tim asuhan Diego Simeone tak tergoyahkan di singgasana hingga saat ini.

Tuah Gol Suarez untuk Atletico

Los Colchoneros tak kalah bila Luis Suarez mencetak gol.
football-espana.net

Kedatangan Luis Suarez dari Barcelona pada awal musim ini jadi berkah tersendiri bagi Atletico Madrid. Striker asal Uruguay itu jadi andalan baru dalam menjebol gawang lawan. Hingga saat ini, dia sudah mengemas 16 gol dalam 21 laga yang dilakoninya bersama Los Colchoneros di Liga Spanyol.

Gol-gol Suarez pun bertuah. Atletico tak pernah kalah bila eks striker Liverpool dan Ajax itu mencetak gol. Bahkan, dari 11 laga yang berhias gol Suarez, Los Colchoneros hanya 1 kali imbang. Itu dialami saat imbang 2-2 dengan Celta Vigo pada jornada ke-22.

Satu hal yang menarik, Suarez mandul setelah mencetak brace ke gawang Celta dan berbuah hasil imbang tersebut. Dalam lima laga beruntun, empat di antaranya di LaLiga, dia selalu gagal menjebol gawang lawan. Itu membuat posisinya sebagai pemain tersubur LaLiga pun tergeser oleh Lionel Messi yang kini sudah mengemas 19 gol.

Atletico Kalah Hanya Saat Tak Cetak Gol

Atletico Madrid kalah saat gagal mencetak gol ke gawang Chelsea pada leg I babak 16 besar Liga Champions.
si.com

Musim ini, Atletico Madrid tercatat baru mengalami 5 kekalahan. Rinciannya, mereka dua kali kalah di Liga Champions, 2 kali di Liga Spanyol, dan 1 kali di Copa del Rey. Di LaLiga, Los Colchoneros adalah tim dengan jumlah kekalahan tersedikit pada saat ini.

Dalam 5 kekalahan yang sudah dialami Atletico, ada satu fakta menarik. Jan Oblak cs. hanya kalah saat gagal mencetak gol. Mereka takluk 0-4 dari Bayern Munich, 0-2 dari Real Madrid dan Levante, lalu 0-1 dari Cornella dan Chelsea. Itu 62,5% dari seluruh laga mereka yang tak berhias gol pada musim ini.

Tangan Jan Oblak Mulai Licin

Jan Oblak hanya membuat 2 clean sheet dari 10 laga sepanjang 2021.
rtvslo.si

Kesuksesan Atletico Madrid dalam satu dekade terakhir tak terlepas dari peran kiper Jan Oblak. Pada November 2020, dia membukukan rekor fantastis dengan tak kebobolan dalam 112 laga dari 200 laga yang dilakoni di Liga Spanyol bersama Atletico.

Musim ini, Oblak masih memimpin dalam koleksi clean sheet. Hingga jornada ke-25, dia sudah 12 kali tak kebobolan. Namun, seiring pergantian tahun, tangannya mulai licin. Buktinya, kiper asal Slovenia itu hanya 2 kali clean sheet dari 10 laga yang dilakoni Los Colchoneros. Sebelumnya, dia tak kebobolan dalam 10 dari 14 laga.

Tiga Laga Kandang Tanpa Menang

Atletico Madrid kalah 0-2 dari Levante dalam 3 laga kandang terakhir yang gagal dimenangi.
Getty Images

Atletico Madrid punya rekor kandang apik sepanjang musim ini. Tim asuhan Diego Simeone meraup 10 kemenangan, 4 kali imbang, dan 2 kekalahan dalam 16 laga kandang yang telah dilakoni di semua ajang musim ini.

Satu hal yang jadi catatan jelang laga El Derbi Madrileno menjamu Real Madrid, Los Colchoneros tak memenangi 3 laga kandang terakhir. Mereka ditahan 2-2 oleh Celta Vigo, lalu kalah 0-2 dari Levante dan takluk 0-1 dari Chelsea. Andai kembali gagal menang saat melawan Madrid, mereka akan menyamai 4 laga kandang tanpa kemenangan pada September hingga Oktober 2019.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Jan Oblak: Atletico Madrid Kandidat Juara LaLiga, tapi Bukan Favorit

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Atletico Madrid saat ini memimpin klasemen LaLiga. Jan Oblak dan kolega mengumpulkan 47 poin, unggul tujuh angka dari Real Madrid di peringkat kedua.

Jarak dua klub sekota bisa kian melebar. Pasalnya Atletico Madrid masih memiliki satu pertandingan sisa.

Kendati demikian, Jan Oblak tetap merendah. Ia masih belum melihat Los Rojiblancos sebagai favorit juara LaLiga musim ini. Menurutnya Atleti masih sekadar kandidat.

Atletico - Puncak - Liga Spanyol - Diego Simeone - Goal
Goal

“Saat ini kami baik-baik saja. Kami memulai musim dengan kuat. Tapi kami bukan favorit, hanya kandidat. Kami harus terus seperti ini karena jalan menuju akhir kompetisi masih panjang,” kata kiper timnas Slovenia seperti dikutip Football5star dari Cadena Ser, Jumat (29/1/2021).

“Mari berharap kami bisa terus mendapatkan hasil bagus sehingga kami punya peluang untuk memenangkan liga di akhir musim,” sambung eks penjaga gawang Benfica.

Memainkan 18 pertandingan, Atletico Madrid hanya menelan satu kekalahan. Menurut sang kiper, ini terjadi karena datangnya para pemain baru yang mengubah cara bermain tim dari sebelumnya.

“Kami bermain dengan cara berbeda.Tapi dalam hal ambisi, Atletico akan selalu menjadi Atletico. Kami sedang meningkatkan cara bermain. Kami memiliki skuat yang bagus setelah kepergian beberapa pemain,” imbuhnya.

“Kami telah mengubah sistem meskipun masih tetap menerapkan 4-4-2. Sistem dengan tiga bek tengah membantu kami untuk maju dan memungkinkan kami untuk lebih menjaga bentuk permainan sehingga bisa bermain lebih bagus,” tutup Jan Oblak.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Kiper Eibar Ungkap Alasannya Jadi Eksekutor Penalti Lawan Jan Oblak

gamespool
Kiper Eibar Ungkap Alasannya Jadi Eksekutor Penalti Lawan Jan Oblak 27

Football5Star.com, Indonesia – Kiper Eibar, Marko Dmitrovic, mengungkapkan alasannya mengapa dia yang menjadi eksekutor penalti timnya saat melawan Atletico Madrid. Dmitrovic menyebut itu adalah permintaan dari sang pelatih, Jose Luis Mendilibar.

Atletico Madrid berhasil mengalahkan Eibar dengan skor 2-1, (22/1/21). Tapi headline dari pertandingan itu adalah pencetak gol untuk Eibar. Ya, mereka mencetak gol terlebih dahulu pada menit ke-12 lewat tendangan penalti yang dieksekusi oleh sang kiper, Marko Dmitrovic. Itu baru ke-7 kalinya Jan Oblak memungut bola dari gawangnya musim ini di La Liga. Kiper asal Serbia itu mengungkapkan bahwa pelatihnya lah yang menyuruhnya untuk menendang penalti.

“Ide bahwa saya akan menendangnya datang dari (pelatih) Mendilibar. Dia sudah mengatakan sejak lama bahwa saya harus menendang penalti. Edu Exposito gagal di penalti terakhir melawan Granda, dan sebelum laga melawan Levante, mereka mengatakan kepada saya bahwa jika ada penalti, saya akan mengambilnya. Sayang penalti itu tak membuahkan hasil apa-apa (kalah 2-1),” ucap Dmitrovic seperti dikutip Football5Star.com dari Marca.

Dikutip Opta, Mitrovic menjadi kiper pertama sejak Dani Aranzubia dari Deportivo pada 2011 yang berhasil mencetak gol dan menjadi kiper pertama sejak Nacho Gonzalez pada 2003 yang berhasil mencetak gol lewat penalti.

Marko Dmitrovic merupakan kiper asal Serbia yang memulai kariernya dari klub terbesar di negara itu, Red Star Belgrade. Tapi setelah promosi dari akademi pada 2010, dia tak pernah mendapatkan kesempatan bermain. Dia akhirnya pindah ke klub Hunagria, Ujpest.

Dmitrovic merasakan sepak bola Inggris saat dia bergabung ke klub Champhionsip, Charlton Atheltic pada Januari 2015 untuk menggantikan Nick Pope. Tapi dia baru mulai menjadi kiper utama saat memperkuat klub Segunda Division, Alcorcon, dan baru pindah ke Eibar pada 2017. Dia juga sudah mendapatkan 17 caps bersama timnas Serbia dan menjadi bagian dari skuad Serbia di Piala Dunia 2018.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Real Madrid vs Atletico: Jan Oblak Bantu Si Putih Kuasai El Derbi Madrileno

gamespool
Real Madrid vs Atletico: Jan Oblak Bantu Si Putih Kuasai El Derbi Madrileno 32

Football5star.com Indonesia – Duel Real Madrid vs Atletico Madrid yang betajuk El Derbi madrileno berakhir dengan skor 2-0, Minggu (13/12/2020) WIB. Dua gol El Real dicetak Casemiro dan bunuh diri kiper Atletico Madrid, Jan Oblak. Bagi Atletico Madrid, ini menjadi kekalahan perdana di Liga Spanyol 2020-21.

Kemenangan sekaligus membuat Real Madrid memangkas jarak dengan rival sekotanya itu di klasemen Liga Spanyol. Kini, jarak antara kedua tim tersisa tiga poin, meski Real Madrid bermain satu pertandingan lebih banyak.

Real Madrid vs Atletico Madrid Vinicius Toni Kroos @realmadrid
Twitter @realmadrid

Bermain di Stadion Alfreo Di Stefano, Real Madrid memulai pertandingan dengan permainan agresif. Setelah sepakan Luka Modric pada menit ke-7 gagal menemui sasaran, Karim Benzema bisa memberi ancaman kepada gawang Jan Oblak tiga menit berselang.

Menerima bola dari Daniel Carvajal, Karim Benzema menembakkan bola dengan kaki kiri ke arah pojok atas gawang. Sial bagi dia karena bola masih mampu ditepis kiper Jan Oblak dan memantul tiang gawang.

Real Madrid yang mendominasi penguasaan bola akhirnya bisa membuka keran gol pada menit ke-15. Bola umpan sepak pojok Toni Kroos disambut Casemiro dengan sundulan. Kali ini Jan Oblak gagal mengantisipasi derasnya laju bola yang melesak ke dalam gawang.

Selepas gol itu, Real Madrid kia percaya diri. Sepanjang babak pertama anak asuh Zinedine Zidane bahkan bisa menguasai bola hingga 62 persen. Sementara, Atletico Madrid yang mengandalkan serangan balik kerap buntu dalam upaya membongkar pertahanan lawan.

Real Madrid tampak leluasa mengamankan keunggulan satu gol. Sampai peluit tanda babak pertama berakhir ditiup, duel Real Madrid vs Atletico Madrid berkesudahan 1-0 berkat gol Casemiro.

Real Madrid vs Atletico Madrid Casemiro Sergio Ramos @realmadrid
Twiter @realmadrid
Kesialan Jan Oblak Untungkan Real Madrid

Memasuki paruh kedua, Real Madrid masih tampil agresif. Peluang didapat Sergio Ramos pada menit ke-52 melalui tendangan bebas. Namun, bola yang disepak sedikit di luar kotak penalti masih membentur pagar betis dan melambung ke atas gawang.

Atletico Madrid mencoba membalas dengan melancarkan serangan dari sisi kanan. Peluang emas didapat pada menit ke-54. Akan tetapi, umpan silang mendatar ke mulut gawang gagal dioptimalkan Thomas Lemar. Meski berdiri bebas, bola sontekan Lemar masih tipis menyamping gawang.

Bahkan, alih-alih bisa mencetak gol balasan, Atletico Madrid justru semakin tertinggal. Bola tendangan bebas Toni Kroos yang membentur pagar betis Atletico, jatuh ke kaki Dani Carvajal yang langsung menembakkannya ke gawang.

Bola sepakan Dani Carvajal yang melaju deras itu memang hanya menerpa tiang gawang. Padahal, Jan Oblak yang coba melompat untuk menepisnya gagal menjangkau bola. Akan tetapi, setelah menerpa tiang, bola justru memantul ke badan Jan Oblak dan berbalik masuk ke gawang.

Atletico Madrid punya kesempatan emas mencetak gol pertama pada menit ke-80. Bola umpan silang Renan Lodi berhasil disambar Saul Niguez dengan sundulan teapt di mulut gawang. Akan tetapi, kiper Real Madrid, Thibaut Courtois masih bisa menepisnya.

Real Madrid nyaris menutup pertandingan dengan gol ketiga. Kali ini, Jan Oblak dengan sigap menepis bola sepakan kaki kanan Lucas Vazquez pada pengujung laga. Skor 2-0 tetap bertahan hingga laga Real Madrid vs Atletico Madrid berakhir.

Tambahan tiga angka membawa Real Madrid naik ke peringkat ketiga klasemen Liga Spanyol dengan torehan 23 poin dari 12 laga. Atletico Madrid masih bertahan di puncak dengan koleksi 26 angka dari 11 pertandingan.

SUSUNAN PEMAIN REAL MADRID vs ATLETICO MADRID:

REAL MADRID (4-3-3): 1-Thibaut Courtois; 2-Daniel Carvajal, 5-Raphael Varane, 4-Sergio Ramos, 23-Ferland Mendy; 10-Luka Modric (Federico Valverde 88), 14-Casemiro, 8-Toni Kroos; 17-Lucas Vazquez (Marco Asensio 79), 9-Karim Benzema, 20-Vinicius Junior (Rodrygo 79)
Pelatih: Zinedine Zidane

ATLETICO MADRID (4-4-2): 13-Jan Oblak; 23-Kieran Trippier, 18-Felipe (Thomas Lemar 46), 15-Stefan Savic, 22-Mario Hermoso; 14-Marcos Llorente, 6-Koke, 16-Hector Herrera (Renan Lodi 46), 21-Yannick Carrasco (Angel Correa 46); 9-Luis Suarez (Geoffrey Kondogbia 73), 7-Joao Felix (Saul Niguez 60)
Pelatih: Diego Simeone

Wasit: Antonio Mateu

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Meski Sedang Terpuruk, Diego Costa Tetap Spesial untuk Atletico

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Diego Costa mengawali musim ini dengan mengecewakan. Bintang Atletico Madrid mengalami cedera dan sempat menderita covid-19.

Kondisi ini memunculkan beberapa anggapan bahwa masa depannya di Atletico Madrid akan berakhir. Apalagi pihak klub sudah menggaet Luis Suarez sebagai striker.

Kendati demikian, Jan Oblak tetap menganggap Costa sebagai sosok penting dalam tim. bahkan baginya bomber berdarah Brasil adalah pemain spesial.

Jan Oblak - Chelsea - Atletico Madrid - @oblakjam 2
@oblakjam

“Diego tidak beruntung musim ini. Pertama karena cedera, lalu covid-19, dan sekarang komplikasi dari cederanya. Tapi saya yakin dia akan membantu kami karena dia adalah pemain spesial untuk kami,” ujar Jan Oblak kepada Marca, Sabtu (12/12/2020).

“Beberapa orang mengatakan bahwa dia tidak bisa membantu kami. Tapi semua orang harus tahu kapan pun dia berada di lapangan dia selalu menimbulkan bahaya untuk lawan,” ia menambahan.

Lebih lanjut, kiper asal Slovenia menganggap Diego Costa bisa bekerja sama dengan Luis Saurez. “Dengan dia di lapangan Anda bisa mengharapkan semua bisa terjadi, seperti juga dengan Suarez,” imbuhnya.

“Mereka sangat penting dan saya berharap Diego Costa bisa kembali secepat mungkin. Kami membutuhkannya di lapangan. Dia akan melakukan segalanya untuk mendapatkan kembali tempatnya 100 persen,” tegas Jan Oblak.

Dinihari nanti Atletico Madrid akan menghadapi Real Madrid di stadion Alfredo Di Stefano. Dan pada Derby Madrileno kali ini Diego Costa masih absen karena cedera.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Jan Oblak Ogah Tanggapi Ketertarikan Chelsea

dinasti
Jan Oblak Ogah Tanggapi Ketertarikan Chelsea 39

Football5star.com, Indonesia – Penjaga gawang Atletico Madrid, Jan Oblak, tak mau memberikan tanggapan mengenai rumor ketertarikan raksasa Inggris, Chelsea. Menurut Oblak, ini bukanlah waktu yang tepat untuk membicarakan masa depannya.

Dalam beberapa pekan terakhir, Chelsea dilaporkan ingin memboyong Oblak ke Stamford Bridge. The Blues bahkan disebut siap mengucurkan dana besar demi mengamankan tanda tangan Oblak.

“Ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan soal Chelsea. Karena, saat ini kami semua fokus memikirkan pertandingan melawan RB Leipzig,” ujar Jan Oblak seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman Diario AS.

Jan Oblak - Chelsea - Atletico Madrid - @oblakjam
instagram.com/oblakjan

“Saya akan melakukan evaluasi ketika kompetisi musim ini selesai. Moga-moga, kami masih bisa melakoni tiga pertandingan lagi. Setelah itu, saya baru memiliki waktu untuk membicarakan hal ini,” kata Oblak menambahkan.

Sebelumnya, presiden Atletico Madrid, Enrique Cerezo, sudah menegaskan bahwa timnya takkan melepas Oblak ke Chelsea. Namun, Cerezo tak kaget dengan rumor ketertarikan The Blues.

“Saya selalu mengatakan kalau Jan Oblak masih terikat kontrak bersama Atletico Madrid. Dia adalah kiper terbaik di dunia. Saya tak kaget ketika mendengar berita ketertarikan tim lain.”

“Oblak adalah pemain Atletico. Titik. Kami memiliki banyak pemain yang menjadi aset penting di tim utama. Oblak adalah pemain yang luar biasa dan tak ada pemain yang lebih baik darinya di posisi penjaga gawang saat ini,” kata Cerezo.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Jan Oblak Stres Dua Rekan Setimnya Positif Covid-19

dinasti
Jan Oblak Stres Dua Rekan Setimnya Positif Covid-19 43

Football5Star.com, Indonesia – Kiper Atletico Madrid, Jan Oblak, mengakui dirinya tertekan ketika mengetahui Sime Vrsaljko dan Angel Correa positif Covid-19. Oblak juga berbicara soal laga melawan RB Leipzig.

Seperti yang diketahui, dua pemain Atletico, Vrsaljko dan Correa positif terkena virus corona jelang laga melawan RB Leipzig. Kedua pemain saat ini sudah mengisolasi diri di rumahnya masing-masing.

Jan Oblak - Atletico Madrid - Chelsea - London Evening Standard
London Evening Standard

“Pada Sabtu, (8/9/20), kami melakukan tes, kami meninggalkan latihan dengan tenang. Pada Minggu pagi mereka mengatakan bahwa dua orang positif, itu sedikit membuat stres,” ucap Oblak seperti dikutip Football5Star.com dari ESPN.

Oblak melanjutkan, “saat ini, hal itu biasa terjadi di mana-mana. Angel dan Vrsaljko berhati-hati dan mereka tidak tahu bagaimana mereka bisa mendapatkannya. Saya yakin kami baik-baik saja, hari ini kami melakukan tes lagi dan besok pagi kami akan mendapatkan hasilnya. Pada Minggu kami stres dan gugup tentu saja. Pada kasus ini, banyak orang yang tak punya gejala.”

Atletico Madrid akan berhadapan dengan RB Leipzig di babak perempat final Liga Champions, Jumat (14/8/20). Oblak merasa timnya bukan favorit pada laga itu.

“Itu aneh bagi kami bahwa orang-orang mengatakan bahwa kami favorit. Kami tak berpikir soal itu. Kami tahu Leipzig adalah tim yang bagus, yang menyerang dan bertahan dengan baik. Ini laga yang sulit dan saya tak melihat salah satu dari kami adalah favorit dalam satu pertandingan. Banyak hal yang bisa terjadi,” kata Jan Oblak.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Angel Correa Sebut Jan Oblak Sudah Berada di Klub Besar

dinasti
Angel Correa Sebut Jan Oblak Sudah Berada di Klub Besar 47

Football5Star.com, Indonesia – Kiper Atletico Madrid, Jan Oblak, saat ini dirumorkan akan bergabung ke Chelsea untuk menggantikan Kepa Arrizabalaga. Tapi rekan setimnya, Angel Correa menyebut bahwa Oblak sangat bahagia di Atletico.

Chelsea musim ini kebobolan 54 gol di Premier League, hal itu membuat kiper mereka Kepa dihujani kritikan. Karena itulah rumor The Blues sedang mengincar Oblak mencuat. Tapi Correa menginginkan Oblak untuk tetap bertahan di Wanda Metropolitano.

Jan Oblak disamakan Diego Simeone dengan sosok Lionel Messi di Barcelona sebagai sosok pembeda.
standard.co.uk

“Saya belum pernah melihat kiper seperti dia. Kami sangat gembira dia berada di sini bersama kami. Oblak adalah kiper yang memberi Anda rasa aman dan dia telah memenangkan banyak poin bagi kami selama bertahun tahun,” ucap Correa seperti dikutip Football5Star.com dari Marca.

Pemain timnas Argentina itu melanjutkan, “Dia terlihat sangat bahagia di sini. Dia senang tinggal di Madrid. Dia memiliki segala yang dia pantas dapatkan. Klub terbesar di dunia memang menginginkannya. Tetapi dia tidak butuh, karena dia sudah berada di klub sekelas Atletico.”

Atletico Madrid dikabarkan tak masalah Oblak dijual, asalkan ada klub yang berani mengaktifkan klausul tebusnya yang sebesar 120 juta euro. Andaikan ada yang membelinya, Jan Oblak sudah pasti akan menjadi kiper termahal di dunia.

Musim ini Jan Oblak gagal mempertahankan Zamora Trophy yang sudah dia dapatkan selama 4 musim beruntun. Tapi tetap saja musim ini dia hanya kebobolan 27 kali di La Liga.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Atletico Madrid Peringatkan Chelsea Soal Jan Oblak

dinasti
Atletico Madrid Peringatkan Chelsea Soal Jan Oblak 51

Football5star.com, Indonesia – Presiden Atletico Madrid, Enrique Cerezo, memastikan timnya tak memiliki rencana untuk melepas Jan Oblak ke Chelsea dalam waktu dekat. Namun, Cerezo tak merasa heran dengan ketertarikan The Blues untuk mendaratkan Oblak.

Oblak menjadi salah satu pemain yang masuk ke radar Chelsea jelang dibukanya jendela transfer musim panas. The Blues ingin mendaratkan Oblak karena tak puas dengan penampilan Kepa Arrizabalaga pada musim 2018-19 dan 2019-20.

“Saya selalu mengatakan kalau Jan Oblak masih terikat kontrak bersama Atletico Madrid. Dia adalah kiper terbaik di dunia. Saya tak kaget ketika mendengar berita ketertarikan tim lain,” kata Enrique Cerezo dikutip www.old.football5star.com dari Goal.

Enrique Cerezo - Jan Oblak - Atletico Madrid - Chelsea - London Evening Standard
London Evening Standard

“Oblak adalah pemain Atletico. Titik. Kami memiliki banyak pemain yang menjadi aset penting di tim utama. Oblak adalah pemain yang luar biasa dan tak ada pemain yang lebih baik darinya di posisi penjaga gawang saat ini,” sambung Cerezo.

Dalam beberapa musim terakhir, Oblak memang menunjukkan penampilan yang luar biasa bersama Los Rojiblancos. Pemain asal Slovenia itu sukses mencatat 139 clean sheets dari 256 penampilan di semua kompetisi.

Pada musim 2019-20 lalu, Oblak kembali mencatatkan penampilan gemilang. Ia sukses menyabet Piala Zamora berkat catatan 17 clean sheet dan hanya kebobolan 27 gol dari 38 partai di Liga Spanyol.

Ini adalah Piala Zamora keempat yang dimenangkan Oblak. Angka ini membuat Oblak hanya berjarak satu gelar dari pemegang rekor, Victor Valdes.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Siapa yang Cocok Gantikan David de Gea? Ini Jawaban Rio Ferdinand

gamespool
Siapa yang Cocok Gantikan David de Gea? Ini Jawaban Rio Ferdinand 55

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Manchester United, Rio Ferdinand, menyebut satu kiper yang paling cocok untuk menggantikan David de Gea. Kiper itu adalah kiper Atletico Madrid, Jan Oblak.

David de Gea sudah sering membuat blunder musim ini. Yang terbaru saat United dikalahkan Chelsea dengan skor 3-1, (20/7/20). Tapi walaupun begitu, Ferdinand meminta de Gea paling tidak bertahan sampai musim depan, karena sulit untuk merekrut Oblak.

Clean Sheet Lawan Osasuna, Jan Oblak Catatkan Rekor Baru
Sporting News

“Dia (de Gea) punya musim yang buruk, kepercayaan rendah, tapi apakah Anda harus menjualnya? Siapa yang akan Anda dapat? Siapa di luar sana yang bisa dibeli saat ini dan siapa yang akan menjadi kiper kelas dunia saat ini di Manchester United? Hanya ada satu nama, Oblak, tapi apakah Anda bisa mengeluarkannya dari Atletico? Dan jika iya, berapa uang yang harus dikeluarkan?” kata Ferdinand seperti dikutip Football5Star.com dari BT Sport.

Mantan pemain timnas Inggris itu melanjutkan, “uang yang dikeluarkan pasti banyak. Saya tetap dengan de Gea, dia pantas mendapatkan tempat itu.”

Sang pelatih, Ole Gunnar Solskjaer, juga masih menyatakan dukungannya kepada David de Gea. Solskjaer mengatakan bahwa de Gea sudah kuat secara mental.

“De Gea secara mental sudah cukup kuat untuk tahu pekerjaannya adalah untuk bisa perform dalam latihan keesokan harinya dan siap untuk pertandingan,” ucap Solskjaer saat konferensi pers jelang lawan West Ham.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Rebut Trofi Zamora, Thibaut Courtois Akhiri Dominasi Jan Oblak

dinasti

Football5Star.com, Indonesia – Kesuksesan Real Madrid meraih gelar juara Liga Spanyol 2019-20 terasa lengkap bagi kiper Thibaut Courtois. Pasalnya, pemain asal Belgia tersebut mampu meraih Trofi Zamora sebagai kiper dengan jumlah kebobolan paling sedikit. Dia menyudahi dominasi Jan Oblak.

Sebelum diakhiri Courtois musim ini, Jan Oblak selalu meraih Trofi Zamora dalam empat musim terakhir. Kecekatan kiper asal Slovenia itu berpadu apik dengan gaya main defensif yang diusung pelatih Diego Simeone di Atletico Madrid. Tak heran jika jumlah gol yang bersarang di gawangnya selalu minim.

Musim ini pun Oblak tak kebobolan banyak gol. Sepanjang musim, gawangnya hanya 27 kali dijebol lawan dalam 38 pertandingan. Namun, kali ini, dia kalah dari Courtois yang hanya kebobolan 20 gol dalam 34 pertandingan.

Thibuat Courtois paling sedikit kebobolan pada pentas Liga Spanyol 2019-20.
dhnet.be

Dengan rasio kebobolan hanya 0,59, Thibaut Courtois tak tertahankan untuk merebut Trofi Zamora. Oblak ada di belakangnya dengan rasio kebobolan 0,71. Adapun kiper yang berada di posisi ketiga adalah Unai Simon dari Athletic Bilbao yang kebobolan 29 gol dalam 34 laga.

Kesuksesan Courtois musim ini membuat Oblak gagal menorehkan sebuah catatan emas. Andai saja kembali jadi kiper terbaik, dia akan menjadi orang pertama yang merengkuh Zamora lima musim beruntun.

Oblak harus puas tetap bersanding dengan Victor Valdes yang empat kali merebut Zamora dari 2008-09 hingga 2011-12. Satu hal yang menarik, Courtois pula yang menghentikan laju Valdes. Seperti Oblak musim ini, Valdes pada musim 2012-13 hanya berada di posisi kedua.

Zamora Bersama Dua Klub Madrid

Thibuat Courtois sudah dua kali merebut Zamora bersama Atletico Madrid.
dailymail.co.uk

Courtois menjadi kiper ke-12 yang merebut Zamora bersama Real Madrid. Para kiper Los Blancos terdahulu yang meraih trofi ini antara lain Iker Casillas, Francisco Buyo, dan Jose Vicente Train. Namun, dia adalah yang pertama dalam 12 tahun terakhir. Kiper Los Blancos terakhir yang menorehkan prestasi itu adalah Casillas pada 2007-08.

Secara pribadi, bagi Courtois, Trofi Zamora bukanlah hal langka. Ini bukan kali pertama dia merebutnya. Saat memperkuat Atletico Madrid, dia dua kali merebut trofi ini secara beruntun pada 2012-13 dan 2013-14.

Kesuksesan musim ini membuat Thibaut Courtois menjadi kiper ke-5 yang meraih Zamora bersama dua klub berbeda. Dia menyamai Ricardo Zamora (Espanyol dan Real Madrid), Marcelo Domingo (Atletico Madrid dan Espanyol), Miguel Reina (Barcelona dan Atletico Madrid), dan Santiago Canizares (Celta Vigo dan Valencia).

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Diego Simeone Tanggapi Ketertarikan Chelsea Kepada Jan Oblak

dinasti
Diego Simeone Tanggapi Ketertarikan Chelsea Kepada Jan Oblak 63

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, mengaku tak terkejut dengan rumor ketertarikan raksasa Inggris, Chelsea terhadap Jan Oblak. Menurut Simeone, Oblak memang menjadi incaran banyak klub berkat kemampuannya yang luar biasa.

Oblak menjadi pemain terbaru yang dilaporkan masuk ke dalam radar Chelsea jelang dibukanya jendela transfer. Menurut laporan dari media-media Inggris, The Blues siap memberikan Kepa Arrizabalaga beserta sejumlah uang untuk mendaratkan Oblak.

“Ini sama sekali tak membuat saja terkejut. Setiap musimnya, pemain-pemain Atletico memang diincar klub-klub besar Eropa,” ujar Diego Simeone seperti dikutip www.old.football5star.com dari laman Diario AS.

Jan Oblak - Chelsea - Diego Simeone - Atletico Madrid - beIN Sports
beIN Sports

“Wajar jika ada beberapa klub yang ingin mendatangkan Jan Oblak. Dia adalah kapten sekaligus pemain yang sangat penting buat kami. Saya tentunya berharap akan bisa mengandalkannya di masa depan,” kata Simeone menambahkan.

Lebih lanjut, Simeone juga melempar pujian terhadap pengaruh Oblak di ruang ganti Atletico. Menurut Simeone, Oblak merupakan salah satu pemain dengan pengaruh besar di dalam ruang ganti.

“Oblak merupakan sosok penting di ruang ganti kami. Setiap tahunnya, dia selalu menunjukkan perkembangan sebagai penjaga gawang maupun pemimpin kami,” tandas Simeone.

Di bawah asuhan Simeone, Oblak memang menjadi salah satu penjaga gawang terbaik di dunia. Pria berpaspor Slovenia itu berhasil mencatat 138 clean sheet dari 254 penampilan bersama Los Rojiblancos.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Clean Sheet Lawan Osasuna, Jan Oblak Catatkan Rekor Baru

dinasti
Clean Sheet Lawan Osasuna, Jan Oblak Catatkan Rekor Baru 66

Football5Star.com, Indonesia – Atletico Madrid berhasil mengalahkan Osasuna dengan skor 5-0, Kamis (18/6/20). Dengan skor itu, kiper mereka, Jan Oblak, mencatatkan rekor baru dalam sejarah La Liga.

Oblak menjadi kiper tercepat dalam sejarah La Liga yang bisa mencatatkan 100 clean sheets. Kiper timnas Slovenia itu mencatatkan 100 clean sheets hanya dalam 182 penampilan saja. Mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang Miguel Reina dengan 222 penampilan.

Pada posisi ketiga diduduki oleh legenda Barcelona, Victor Valdes, dengan mencatatkan 100 clean sheets dari 227 penampilan pertamanya bersama Barcelona.

Dengan rekor itu, Oblak mempunyai catatan clean sheets 55 persen dari penampilan La Liga-nya, yang mana jauh lebih baik dari beberapa kiper legendaris La Liga seperti Iker Casillas dan Andoni Zubizarreta.

Oblak juga menjadi kiper Atletico Madrid yang paling banyak mencatatkan clean sheets di La Liga, mengalahkan Abel Resino yang mencatatkan 96 clean sheets dari 240 laga.

Jan Oblak juga menjadi kiper asing pertama yang bisa mencatatkan 100 clean sheets dalam sejarah La Liga. Musim ini sendiri, kiper berusia 27 tahun itu mencatatkan 17 clean sheets dari 38 penampilan di semua kompetisi.

Jan Oblak dibeli oleh Atletico Madrid pada tahun 2014 dari Benfica seharga 16 juta euro. Dia sendiri sudah menjadi kiper terbaik La Liga selama empat musim terakhir.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Ini Daftar 10 Kiper Terbaik Saat Ini, Nomor Satu Bukan Alisson

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Media asal Inggris, FourFourTwo, telah membuat daftar 10 besar kiper terbaik di dunia saat ini. Banyak sekali kejutan dalam daftar ini.

Salah satunya peraih Yashin Trophy 2019, Alisson Becker hanya berada pada posisi nomor dua. Kejutan lainnya adalah masuknya kiper RB Leipzig, Peter Gulacsi.

Pada urutan nomor satu ditempati oleh kiper Atletico Madrid, Jan Oblak. Alisson Becker berada pada posisi runner-up, dan kiper Barcelona, Marc-Andre ter Stegen berada pada posisi ketiga.

Ini Daftar 10 Kiper Terbaik Saat Ini, Alisson bukan yang Terbaik
Sport1

Ada beberapa alasan kenapa FourFourTwo menaruh Oblak pada posisi pertama. Kiper asal Slovenia itu, mencatatkan 100 cleansheet-nya hanya dalam 178 penampilannya bersama Los Rojiblancos. Dia juga memenangkan penghargaan Zamora Trophy atau kiper terbaik La Liga selama 4 musim beruntun. Padahal klub yang dibelanya tidak pernah menjuarai La Liga selama 4 musim tersebut.

Yang mengejutkan adalah kiper Manchester United, David de Gea, yang hanya berada pada posisi ke-10. Padahal menurut FourFourTwo, dia merupakan kiper terbaik dunia pada musim 2017-18. Tetapi setelah Piala Dunia 2018, banyak sekali blunder-blunder konyol yang dilakukan oleh kiper asal Spanyol itu.

Kapten Inter Milan, Samir Handanovic menjadi satu-satunya kiper dari Serie A yang masuk kedalam daftar ini. Handanovic merupakan kiper terbaik Serie A musim lalu.

Berikut daftar lengkapnya:

  1. Jan Oblak (Atletico Madrid
  2. Alisson Becker (Liverpool)
  3. Marc-Andre ter Stegen (Barcelona)
  4. Thibaut Courtois (Real Madrid)
  5. Keylor Navas (Paris Saint-Germain)
  6. Peter Gulacsi (RB Leipzig)
  7. Samir Handanovic (Inter Milan)
  8. Manuel Neuer (Bayern Munich)
  9. Ederson Moraes (Manchester City)
  10. David de Gea (Manchester United)

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Faktanya Jan Oblak Lebih Baik Dibanding Alisson Becker

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Kiper Atletico Madrid, Jan Oblak disebut sebagai kiper terbaik dunia saat ini. Label ini tentu didasari angka-angka statistik penampilan pemain asal Slovenia tersebut.

Dikutip Football5star.com dari marca, Minggu (29/2/2020) Oblak menjadi pemain paling penting skuat Atletico Madrid saat singkirkan Liverpool di leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Stadion Anfield.

Kamu Pasti Gak Tahu 5 Fakta Menarik Soal Jan Oblak 4 uefa. com
uefa.com

“Oblak benar-benar penting, seperti halnya (Stefan) Savic, Felipe, (Joao) Felix… Kami punya kiper terbaik dunia, seperti halnya Barcelona memiliki Messi yang merupakan sosok pembela. Oblak adalah yang terbaik. Dia jadi pembeda bagi kami,” ujar Diego Simeone usai laga.

Hasil laga kedua tim menunjukkan fakta bahwa Oblak memang lebih baik dibanding kiper Liverpool, Alisson Becker. Oblak sejak bermain bersama Atletico Madrid juga memiliki kebobolan cukup sedikit di kompetisi Liga Spanyol.

Melakoni debut pada 2015 dan mampu meraih clean sheet pada laga tersebut, Oblak tercatat sudah menjalani 180 pertandingan di Laliga. Dari 180 laga, ia hanya kebobolan sebanyak 155 gol. Artinya, rata-rata ia kebobolan tidak sampai 1 persen alias 0,63 per perpertandingan.

Data dari Opta juga menempatkan Oblak sebagai kiper terbaik di lima liga top Eropa. Ia memiliki aksi penyelamatan terbaik dibanding kiper-kiper lain, presentasenya mencapai 79,55 persen.

Oblak bahkan mampu mencatatkan 78,5 persen menahan temabakan. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan mantan kiper Arsenal, Petr Cech yang catatkan 78,7 persen menahan tembakan pemain lawan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Marc-Andre ter Stegen Tolak Perpanjang Kontrak, Siapa Penggantinya di Barcelona?

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Kiper Barcelona, Marc-Andre ter Stegen dilaporkan menolak memperpanjang kontraknya bersama Barcelona. Blaugrana dilaporkan akan menjual sang kiper pada musim panas mendatang.

Kontrak dari ter Stegen sejatinya baru akan berakhir pada tahun 2022. Tetapi karena kiper asal Jerman itu menolak untuk memperpanjang kontrak karena gajinya yang dinilai terlalu kecil, Barca nampaknya akan menjual dia musim panas ini supaya harganya tetap tinggi di bursa transfer.

Tapi siapa yang akan menggantikannya? Menurut laporan Football5Star.com dari Marca, ada lima kiper yang bisa menggantikannya.

Tolak Perpanjang Kontrak, Siapa yang akan Gantikan Marc-Andre ter Stegen di Barcelona
Fox Sports

Yang pertama adalah kiper Atletico, Jan Oblak. Kiper asal Slovenia itu merupakan impian dari mayoritas fans Barca. Penampilan impresifnya bersama Los Rojiblancos membuat Blaugrana sangat ingin mendatangkannya. Oblak mempunyai klausul pelepasan 120 juta euro pada kontraknya.

Lalu ada kiper Manchester United, David de Gea. Opsi yang lebih mudah ketimbang Oblak. Dengan bersinarnya Dean Henderson selama masa peminjamannya di Sheffield United, nampaknya The Red Devils tidak akan keberatan jika David de Gea dijual ke Barca dengan harga yang pas.

Kiper lainnya adalah Kepa Arrizabalaga. Kepa merupakan opsi termurah dan termudah dari semua. Walaupun performanya sedang disorot akhir-akhir ini, tetapi melihat performanya bersama Bilbao di La Liga sebelum dia pindah ke Chelsea menjadi salah satu pertimbangan Barca.

Gianluigi Donnarumma juga masuk sebagai target Barca. Dengan usia yang masih 21 tahun tetapi sudah menjadi kiper utama AC Milan dari usia 16 tahun, menjadikan dia kaya pengalaman dan bisa masih berkembang. Apalagi agen dari sang pemain, Mino Raiola, nampaknya sudah ingin mengeluarkan klien-nya dari Milan.

Kiper terakhir yang menjadi incaran Barca adalah kiper Bayern Munich, Manuel Neuer. Memang usianya sudah 34 tahun, tetapi kemampuan Neuer untuk bermain dengan kakinya sangat cocok untuk gaya permainan Barcelona. Neuer sendiri kontraknya akan habis tahun depan dan belum ada tanda-tanda dia akan memperpanjang kontraknya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Fakta Menarik Soal Jan Oblak

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Kiper Atletico Madrid, Jan Oblak, kembali menjadi buah bibir setelah menunjukkan penampilan heroik di partai Liga Champions melawan Liverpool dinihari tadi. Di laga tersebut Oblak membuat sembilan penyelamatan dan membawa Atletico lolos ke babak perempat final.

Pelatih Atletico, Diego Simeone, bahkan dibuat terkesima dengan penampilan brilian Oblak di Anfield. Ia bahkan menyamakan status Oblak dengan megabintang Barcelona, Lionel Messi.

“Oblak benar-benar penting, seperti halnya (Stefan) Savic, Felipe, (Joao) Felix… Kami punya kiper terbaik dunia, seperti halnya Barcelona memiliki Messi yang merupakan sosok pembela. Oblak adalah yang terbaik. Dia jadi pembeda bagi kami,” ujar Diego Simeone dikutip dari laman resmi UEFA.

Mengesampingkan penampilannya di Anfield, Oblak ternyata memiliki beberapa fakta unik yang tak diketahui banyak pihak. Berikut www.old.football5star.com sudah merangkum 5 fakta unik mengenai Jan Oblak.

1. MEMILIKI KETURUNAN SERBIA
Atletico Madrid - Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Fakta Menarik Soal Jan Oblak - 1 - NewsBeezer
Newsbeezer

Jan Oblak lahir di Slovenia pada tahun 1993 silam. Meski memiliki paspor Slovenia, Oblak ternyata juga mempunyai keturunan Serbia yang ia wariskan dari sang ibu.

Ibu dari Oblak, Stojanka Majkic merupakan keturunan Serbia yang tinggal di Slovenia. Sementara sang ayah, Matjaz Oblak, merupakan seorang pria Slovenia tulen.

2. PUNYA KAKAK YANG JUGA JADI ATLET PROFESIONAL
Kamu Pasti Gak Tahu 5 Fakta Menarik Soal Jan Oblak 2 FIBA
FIBA

Jan Oblak bukanlah satu-satunya atlet profesional di keluarganya. Kakak perempuannya, Teja Oblak, memiliki profesi sebagai atlet basket profesional.

Berposisi sebagai point guard, Teja Oblak membela klub asal Republik Cheska, USK Praha. Teja juga menjadi salah satu bagian dari timnas basket wanita Slovenia.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Atletico Madrid Singkirkan Liverpool, Diego Simeone Puji Jan Oblak

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Diego Simeone menyanjung Jan Oblak sebagai tokoh sentral keberhasilan Atletico Madrid menyingkirkan Liverpool pada babak 16-besar Liga Champions. Selepas laga leg II, Kamis (12/3/2020) dini hari WIB, yang berakhir dengan kemenangan 3-2, dia menyebut sang kiper tak ubahnya Lionel Messi.

“Oblak benar-benar penting, seperti halnya (Stefan) Savic, Felipe, (Joao) Felix… Kami punya kiper terbaik dunia, seperti halnya Barcelona memiliki Messi yang merupakan sosok pembela. Oblak adalah yang terbaik. Dia jadi pembeda bagi kami,” ujar Diego Simeone seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi UEFA.

Jan Oblak membuat 11 penyelamatan pada leg II babak 16-besar Liga Champions di kandang Liverpool.
standard.co.uk

Pujian Simeone untuk Oblak bukan tanpa alasan. Tanpa kiper asal Slovenia itu, sangat mungkin Atletico Madrid tersungkur di Stadion Anfield dan tersisih dari percaturan Liga Champions musim ini. Di Anfield, dia melakukan 11 penyelamatan sepanjang 120 menit pertandingan.

Bukan hanya Diego Simeone yang menyanjung Jan Oblak. Kapten Liverpool, Jordan Henderson, menyebut kiper berumur 27 tahun itu sebagai sosok yang mengandaskan asa The Reds.

“Jan Oblak tampil luar biasa pada pertandingan kali ini. Kami membuat begitu banyak peluang, tapi gagal menyarangkan bola. Kami tak mampu menemukan gol ketiga yang akan menyudahi pertandingan,” ujar Henderson selepas pertandingan.

Dalam strategi bertahan dan mengandalkan serangan balik yang diterapkan Diego Simeone, peran kiper jadi sangat penting. Pasalnya, Atletico Madrid seolah mengundang Livepool untuk leluasa menyerang. Namun, berkat Jan Oblak, Los Rojiblancos meraih sukses besar, yakni menang 3-2 di Anfield yang dikenal angker bagi para lawan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Liverpool vs Atletico: Oblak dan Llorente Singkirkan Juara Bertahan

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Liverpool harus menerima nasib tersingkir dari Liga Champions. Menjamu Atletico Madrid di Anfield, Kamis (12/3/2020) dinihari WIB mereka kalah 2-3.  Hasil ini membuat sang juara bertahan tersingkir karena telah mengantongi kekalahan 0-1 dari Jan Oblak dan kolega di leg pertama.

Butuh kemenangan untuk mengejar defisit satu gol membuat Liverpool langsung mengurung pertahanan Atletico Madrid. Tapi upaya ini tidak mudah karena tim tamu selama ini dikenal punya pertahanan yang kokoh.

Walau begitu, justru Atletico yang mampu mengancam gawang The Reds terlebih dulu. Tapi tendangan Diego Costa di menit pertama masih melenceng dari gawang.

liverpool vs atletico madrid
@ChampionsLeague

Setelah itu pertandingan praktis menjadi milik tuan rumah. Untuk membongkar pertahanan rapat Los Rojiblancos, anak asuh Juergen Klopp lebih sering memainkan bola-bola panjang dan umpan lambung.

Dengan cara ini, mereka membutuhkan waktu selama 43 menit untuk merobek jala tim tamu. Umpan matang Trent Alexander-Arnold berhasil disambut Giorginio Wijnaldum dengan sundulan. Gol ini sekaligus jadi gol satu-satunya yang tercipta pada babak pertama.

Babak kedua, The Reds tetap mempertahankan tempo pertandingan. Tapi beberapa peluang yang mereka dapat kerap menemui kegagalan berkat apiknya performa Jan Oblak di bawah mistar gawang.

Dalam kurun waktu lima menit kiper Atletico Madrid membuat dua penyelamatan gemilang. Yaitu ketika menahan tendangan first time Sadio Mane dan sontekan jarak jauh Alex Oxlade Chamberlain.

Gempuran anak asuh Juergen Klopp terus berlanjut sepanjang laga. Tapi peluang-peluang yang harusnya bisa menjadi gol seperti tendangan keras Trent Alexander Arnold maupun Adny Robertson justru tidak membuahkan hasil. Adalah Jan Oblak yang jadi mimpi buruk para pemain tuan rumah sepanjang pertandingan.

Situasi ini kemudian membuat laga harus berlanjut ke babak tambahan.  Pada babak inilah tembok kokoh bernama Oblak runtuh. Digempur secara terus menerus, kiper asal Slovenia akhirnya tak kuasa menahan tendangan Roberto Firmino.

Posisi sang kiper yang sudah terjatuh memudahkan Firmino untuk menceploskan bola ke gawang yang kosong. Bagi sang bomber, ini adalah gol perdananya di Anfield sepanjang musim ini.

Akan tetapi gol tersebut tidak bertahan lama. Atletico berhasil memperkecil ketinggalan. Berawal dari kesalahan Adrian, Marcos Llorente berhasil meneploskan bola ke sudut kiri gawang Liverpool.

marcos llorente-liverpool vs atletico
@ChampionsLeague

Gol ini membuat tim tamu makin percaya diri. Terbukti Marcos Llorente jadi mimpi buruk kedua publik Anfield setelah Oblak. Ia berhasil menyamakan kedudukan sebelum 15 menit pertama berakhir.

Mental sang juara bertahan pun runtuh pada 15 menit kedua. Perubahan yang dilakukan Juergen Klopp dengan menurunkan Fabinho dan Divock Origi pun tak membuahkan hasil. Justru mereka tertinggal di penghujung laga setelah Alvaro Morata membalikkan keadaan menjadi 2-3.

Dengan hasil ini Liverpool yang merupakan juara bertahan harus tersingkir. Mereka kalah agregat 2-4 dari Atletico Madrid.

Susunan Pemain:

Liverpool (4-3-3): 13-Adrian; 26-Andy Robertson, 4-Virgil van Dijk, 12-Joe Gomez, 66-Trent Alexander-Arnold; 14-Jordan Henderson (Fabinho 106’), 5-Giorginio Wijnaldum (Divock Origi 106’), 15-Alex Oxlade Chamberlain (James Milner 52’); 10-Sadio Mane, 9-Roberto Firmino, 11-Mohamed Salah

Pelatih: Juergen Klopp

Atletico Madrid (4-4-2): 13-Jan Oblak; 23-Kieran Trippier (Sime Vrsaljko 91’), 15-Stefan Savic, 18-Felipe, 12-Renan Lodi; 8-Saul Niguez, 5-Thomas Partey, 6-Koke, 10-Angel Correa (Jose Gimenez 106’); 19-Diego Costa (Marcos Llorente 56’), 7-Joao Felix (Alvaro Morata 103’)

Pelatih: Diego Simeone

[better-ads type=’banner’ banner=’156436′ ]

Thibaut Courtois Lebih Baik Dibandingkan Jan Oblak?

Football5star.com, Indonesia – Mantan striker Manchester United asal Bulgaria, Dimitar Berbatov memberikan sanjungan kepada kiper Real Madrid Thibaut Courtois. Menurut Berba, penampilan Courtois membuat lini belakang Madrid begitu tangguh.

“Anda dapat melihat bahwa dia sangat nyaman mengoper bola ke rekan satu timbya. Jelas, dia sudah membaik dibanding pada tahun lalu. Dia juga banyak melakukan penyelamatan dengan kakinya,” kata Berbatov seperti dikutip Football5star.com dari AS, Sabtu (1/2/2020).

Sergio Ramos berteriak setelah menaklukkan Jan Oblak pada adu penalti dalam final Piala Super Spanyol.
zonacero.com

“Saya ingin bahwa ketika ia tiba di Madrid, ia mengalami hal sulit. Tetapi cukup senang melihat perubahan yang ia alami saat ini,” tambahnya.

Saat disinggung siapa yang lebih baik antara Courtois dengan kiper Atletico Madrid, Jan Oblak. Berbatov menyebut bahwa keduanya adaha masuk kiper terbaik dunia saat ini.

“Dia adalah salah satu kiper terbaik dunia dengan Oblak, Ter Stegen dan Neuer,” tutup Berbatov.

Jan Oblak dan Thibaut Courtois akan saling berhadapan di laga derbi Madrid antara Real Madrid vs Atletico Madrid di Stadion Santiagi Bernabeu. Courtois memiliki peluang untuk ungguli Oblak jika menilik permainan Atletico Madrid yang memburuk.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Simeone: Jan Oblak Kiper Terbaik Dunia

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, memberikan pujian kepada Jan Oblak. Menurut dia, pemain asal Slovenia itu adalah kiper terbaik di dunia.

Oblak sudah mencatatkan sembilan clean sheet musim ini. Terakhir, ia membantu Los Rojiblancos menang 2-0 atas Athletic Bilbao di Wanda Metropolitano, Sabtu (26/10/2019).

Seperti dikutip dari Opta, Oblak berhasil membendung 18 dari 19 tembakan tepat sasaran terakhir yang dihadapinya di semua kompetisi.

Oblak juga merupakan salah satu kiper paling konsisten di La Liga. Ia sukses memenangi penghargaan kiper terbaik La Liga dan meraih trofi Zamora pada 2014-2018.

Simeone percaya, tak ada kiper yang lebih baik di dunia dari Oblak. Bagi dia, mantan kiper Benfica memiliki kemampuan spesial.

Simeone Atletico Madrid Football5star
Getty Images

“Oblak adalah penjaga gawang terbaik di dunia, tidak diragukan lagi. Dia terus meningkat dan berkembang setiap tahun, dan dia membantu tim untuk bersinar,” kata Simeone di Soccerway.

“Dia menunjukkan bahwa dia adalah yang terbaik dengan penampilannya setiap hari dalam latihan dan kemudian dalam pertandingan untuk tim. Dan saya yakin dia akan dikenali dengan penghargaan baru kiper terbaik dari FIFA,” Simeone menambahkan.

Atletico sendiri kini berada di peringkat empat klasemen La Liga. Los Rojiblancos mengoleksi 19 poin dari 10 pertandingan. Mereka tertinggal satu angka dari Granada di singgasana.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Jan Oblak Akui Permainannya Belum di Level Tertinggi

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Jan Oblak selama ini selalu menampilkan performa gemilang bersama Atletico Madrid. Tapi ia justru menganggap penampilannya belum mencapai level tertinggi.

Dalam tiga musim terakhir Jan Oblak terpilih sebagai kiper terbaik LaLiga. Dalam kurun waktu yang sama ini pun Atletico Madrid menjadi tim yang paling sedikit kebobolan di Liga Spanyol.

Walau begitu, kiper asal Slovenia tersebut justru mengaku masih bisa tampil lebih baik lagi. Ia pun bertekad untuk terus bekerja keras demi mencapai level permainan yang dia inginkan.

Atletico Madrid jan oblak
goal.com

“Setiap hari adalah hal baru untuk terus meningkatkan kemampuan diri. Saya masih belum berada di level tertinggi, jadi saya ingin meningkatkan kemampuan secara terus menerus. Tapi tentu saja dengan bantuan dari semua orang yang ada di sini,” ujar Jan Oblak kepada Marca, Rabu (31/7/2019).

“Akan sangat penting untuk mencapai level yang berbeda. Saya pikir yang penting adalah untuk terus menjaga intensitas, kekuatan fisik, dan kekompakan tim,” sambung kiper yang didatangkan dari Benfica tersebut.

Pada jendela transfer musim panas ini Atletico sudah mengeluarkan 200 juta euro lebih untuk mendatangkan pemain baru. Kebijakan transfer yang jorjoran ini pun membuat Oblak makin percaya diri timnya bisa meraih prestasi membanggakan.

“Musim ini dengan perubahan banyak pemain akan memudahkan kami untuk mencapai tujuan yang kami inginkan. Sejauh ini semua berjalan sangat baik. Saya harap pemain baru yang datang bisa langsung beradaptasi dengan skema permainan kami,” tutup Jan Oblak.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Jan Oblak Jadi Alternatif Jika De Gea Hengkang

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kiper asal Slovakia yang memperkuat Atletico Madrid, Jan Oblak dikabarkan menjadi alternatif utama Manchester United jika David de Gea hengkang.

Kiper berusia 26 tahun tersebut seperti dilansir dari dailymail, Selasa (11/6/2019) dikabarkan ingin meninggalkan Atletico Madrid dan tertarik pindah ke Manchester United.

Keinginan Oblak untuk hengkang dari Atletico disebabkan kekhawatiran dirinya terkait pindahnya sejumlah pemain bintang seperti Antoine Griezmann. Oblak khawatir Atletico tak mampu bersaing pada musim depan.

Selain hengkangnya Griezmann, sejumlah pemain utama Atletico musim ini seperti Lucas Hernandez, Felipe Luis, dan Juanfran juga dirumorkan ingin pindah.

David de Gea tetap dinilai kiper hebat oleh Maurizio Sarri meskipun membuat blunder pada laga Manchester United vs Chelsea.

Posisi David de Gea di Old Trafford sendiri masih tanda tanya. Setiap awal bursa transfer, kiper asal Spanyol itu selalu dirumorkan akan pindah dari Manchester United.

Rumor Jan Oblak pindah ke Red Devils semakin diperkuat dengan fakta bahwa ia pernah mengaku menjadi suporter Manchester United sejak kecil. Oblak saat di wawancara ESPN, mengaku ialah pendukung Red Devils dan berkeinginan untuk bermain di Old Trafford.

Kontrak Oblak di Atletico sendiri masih sampai musim panas 2023. Bagi manajemen Red Devils, negosiasi dengan Oblak harus terwujud. Mengingat de Gea yang belum tunjukkan tanda-tanda kesetian di Old Trafford.

Pada musim lalu, ia mampu menorehkan 20 clean sheet dalam 37 pertandingan Liga Spanyol. Torehan ini tentu saja membuat manajemen Red Devils sangat bernafsu datangkan Oblak.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Kontrak Jangka Panjang Tak Jamin Oblak Bertahan

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kiper Atletico Madrid, Jan Oblak, tidak menutup kemungkinan hengkang meski terikat kontrak jangka panjang di Stadion Wanda Metropolitano.

Dalam beberapa musim terakhir, Oblak pernah dikaitkan dengan dua klub top Eropa, yakni Paris Saint-Germain dan Manchester United.

Spekulasi masa depan kiper timnas Slovenia itu akhirnya meredup pada April lalu. Dia memperpanjang durasi masa bakti kepada Los Rojiblancos hingga musim panas 2023.

“Saya telah menandatangani kontrak baru, tetapi itu tidak mengubah apa pun. Saya akan bertahan selama ambisi Atletico sama dengan saya,” kata Oblak, seperti dilansir Goal.

Atletico bakal ditinggal tiga pemain kuncinya pada musim panas ini, yakni Lucas Hernandez, Diego Godin dan Juanfran Torres. Antoine Griezmann pun telah mengungkapkan keinginan untuk meninggalkan Stadion Wanda Metropolitano.

Kendati demikian, Oblak meyakini bahwa Los Rojiblancos akan berupaya untuk mendatangkan pemain-pemain berkualitas lainnya sebagai pengganti.

“Orang mungkin berpikir bahwa ambisi kami telah menurun karena pemain-pemain hebat telah pergi,” ujar pemain berusia 26 tahun tersebut.

jan oblak antoine griezmann diego godin atletico madrid - teamtalk_com
Jan Oblak, Antoine Griezmann & Diego Godin (Foto: teamtalk.com)

“Saya yakin klub akan melakukan segala yang memungkinan untuk merekrut para pemain berkualitas. Saat saya menandatangani kontrak baru, manajemen memberikan saya jaminan soal ambisi klub. Mereka mengatakan bahwa aspirasi klub tidak berubah,” tutur Oblak.

Menurut catatan Transfermarkt, Oblak mencatatkan 24 clean sheet dan kebobolan 38 gol dari 46 laga bersama Atletico di berbagai ajang pada musim 2018-19.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Jan Oblak Kritik Permainan Atletico Madrid Musim Ini

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Kiper Atletico Madrid, Jan Oblak mengakui bahwa timnya menghadapi lawan yang lebih kuat pada musim ini. Hal itu yang membuat Atletico Madrid menutup akhir musim 2018-19 dengan sesuatu yang tak istimewa.

“Atletico selisih 11 poin dari Barcelona, juara musim ini. Kami melawan tim yang lebih kuat musim ini. Tapi setidaknya, kami berhasil di atas Real Madrid,” kata Oblak seperti dikutip www.old.football5star.com dari as, Kamis (23/5/2019).

Oblak menyebut seharusnya Atletico Madrid bisa meraih poin lebih banyak, apalagi saat bermain di markas sendiri. Namun, sejumlah faktor yang membuat tim besutan Diego Simeone itu tak meraih hasil sempurna.

“Jika kami bisa meraih poin lebih banyak, saya yakin bisa meraih gelar di musim ini. Setiap pemain memang harus beradaptasi di musim baru,”

Jan Oblak - Atletico Madrid - @Atleti

“Saya beradaptasi dengan perubahan permainan Atletico Madrid musim ini. Pelatih menginginkan ada perubahan tiap musimnya dan kami harus siap seharusnya,” tambah Oblak.

Meski tak meraih hasil yang istimewa pada musim ini, kiper asal Slovenia itu yakin pada musim depan akan ada perubahan.

Ia menyebut pada Liga Spanyol musim 2019-20, dirinya akan bermain lebih baik dan membawa Atletico Madrid meraih gelar.

“Kiper selalu memainkan peran penting bagi tim. Musim depan, saya akan bermain lebih baik pada musim ini,” ucap Oblak.

Kiper berusia 26 tahun tersebut pada musim ini sebenarnya tunjukkan permainan yang cukup bagus. Ia hanya kebobolan 27 gol dari 37 penampilannya di Liga Spanyol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Resmi: Jan Oblak Perpanjang Kontrak Di Atletico Madrid

Banner live dan podcast baru

Football5star.com, Indonesia – Terjawab sudah teka-teki masa depan Jan Oblak dalam beberapa tahun ke depan. Kiper Atletico Madrid ini baru saja memperpanjang kontraknya hingga 2023 mendatang.

Jan Oblak selama ini memang kerap dihubung-hubungkan dengan klub lain seperti Manchester United dan Paris Saint-Germain. Bahkan dua klub tersebut sempat menawarkan harga selangit untuk mengangkut kiper timasn Slovenia tersebut.

Tapi tingginya penawaran dari klub-klub tersebut nyatanya tidak membuat Oblak berpaling. Alih-alih mendengarkan tawaran tersebut ia justru menambah durasi kontraknya bersama Atletico madrid hingga empat tahun ke depan.

“Saya sangat senang sudah memperpanjang kontrak dan tetap berada di sini. Saya memperjuangkan warna ini dengan segenap kemampuan terbaik saya. Sekarang saya akan terus bekerja keras seperti biasa,” ujar Jan Oblak seperti dilansir situs resmi Atletico, Rabu (17/4/2019).

Keputusan Atletico Madrid memperpanjang kontrak kiper terbaiknya memang tak lepas dari penampilan menawannya selama ini. Bermain dalam 203 pertandingan di semua ajang, ia mengoleksi 115 cleansheet.

Catatan impresif itu pun menghasilkan titel kiper terbaik LaLiga dalam tiga tahun terakhir. Selain torehan pribadi, Jan Oblak juga sukses mempersembahkan gelar untuk klub ibu kota Spanyol tersebut.

Satu trofi Liga Europa, Piala Super Spanyol, dan Piala Super Eropa berhasil dipersembahkan untuk Atletico. Kiper 26 tahun itu juga berhasil masuk dalam tim terbaik Liga Champions dua musim beruntun, yaitu musim 2015-2016 dan 2016-2017.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]