Oblak: Tegakkan Kepalamu, Atletico!

Football5star.com, Indonesia – Jan Oblak, kiper Atletico Madrid, meminta kepada rekan-rekannya untuk tetap menegakkan kepala seusai gagal lolos ke babak 16 besar Liga Champions. Bermain di Stadion Stamford Bridge, Rabu (6/12/2017), pada partai terakhir babak grup dengan skor 1-1.

jan oblak vs chelsea (zimbio.com)
zimbio.com

Hasil imbang tersebut tak mampu membuat Los Rojiblancos melaju ke fase selanjutnya. Karena di pertandingan lain, AS Roma berhasil mengalahkan Qarabag di Stadion Olimpico. Hasil tersebut membuat Il Lupi berhak menemani Chelsea ke 16 besar.

“Pada akhirnya, tidak berhasil sesuai keinginan kami. Kami tidak mendapatkan tiga poin, tidak menang dan kami tidak senang,” ujar Oblak penuh nada kecewa dikutip dari uefa.com, Rabu (6/12/2017).

“Kami terlempar dari Liga Champions dan kami sedih karenanya. Namun, kami harus tetap menegakkan kepala. Kami harus tetap melihat ke depan dan bermain terbaik di pertandingan yang akan datang,” sambungnya.

Atletico sebenarnya tak perlu terlalu bersedih. Mereka bisa saja memanfaatkan spirit di musim 2009/10. Kala itu Los Rojiblancos juga gagal lolos ke babak 16 besar.

Namun, klub asal ibu kota Spanyol tersebut mengamuk di Liga Europa. Berhasil lolos ke final dan mengalahkan klub asal Inggris Fulham, Diego Forlan dkk mengangkat trofi kompetisi kasta kedua antar klub di Eropa tersebut.

Barcelona Gagal Bekuk Atletico, Suarez Puji Oblak

Football5star.com, Indonesia – Striker Barcelona, Luis Suarez, memuji kiper Atletico Madrid, Jan Oblak, yang tampil memukau saat melawan timnya, Sabtu (14/10/2017).

Barcelona bertandang ke markas Atletico, Stadion Wanda Metropolitano, dalam laga Divisi Primera pekan ke-8. Namun, anak asuh Ernesto Valverde hanya mampu membawa pulang satu poin.

Bahkan, gawang Barcelona kebobolan lebih dulu. Saul Niguez mencetak gol bagi Atletico pada menit ke-21.

El Barca baru bisa menyamakan kedudukan lewat sundulan Suarez pada menit ke-82. Hingga laga usai, skor 1-1 tidak mengalami perubahan.

Padahal, sepanjang pertandingan, Barcelona mencatatkan tujuh tendangan yang mengarah ke gawang. Akan tetapi, lima di antaranya mampu diantisipasi oleh Oblak.

Suarez mensyukuri poin yang diraih Barcelona ketika menyambangi markas Atletico. Kendati demikian, dia menilai bahwa El Barca seharusnya mampu memenangi pertandingan.

“Semua orang tahu bahwa Atletico bertahan dengan sangat baik dan memiliki kiper hebat yang menunjukkannya dalam setiap pertandingan. Namun, kami layak mendapatkan tiga poin,” ujar Suarez, seperti dilansir Marca.

“Setelah tertinggal hampir sepanjang laga, satu poin bukan hasil yang buruk. Itu juga pertandingan melawan salah satu rival kami dalam persaingan juara liga,” tandas bomber timnas Uruguay tersebut.

Oblak Pastikan Bertahan di Atletico Musim Ini

Football5star.com, Indonesia – Penjaga gawang utama Atletico Madrid, Jan Oblak, tidak mau memberikan komitmen soal masa depannya bersama klub ibu kota Spanyol tersebut. Dia mengakui, segala hal berubah dari hari ke hari.

Pernyataan Oblak ini menyangkut masa depannya setelah dia dikaitkan dengan raksasa Liga Prancis, Paris Saint-Germain. Kiper 24 tahun asal Slovenia ini mengaku hanya ingin menyelesaikan satu musim ke depan sebelum membicarakan langkah selanjutnya.

“Saat ini, saya pemain Atletico dan tetap berstatus demikian hingga akhir musim,” ujar Oblak kepada Ekipa24, seperti dikutip Mundo Deportivo.

“Saya bisa mengatakan bahwa saya pasti akan bermain musim ini di Atletico Madrid… kemudian kita akan melihat apa yang terjadi. Anda tidak pernah tahu soal masa depan. Kadang-kadang segalanya berubah dari hari ke hari.”

“Sekarang saya hanya bisa membicarakan tentang Atletico, tempat di mana saya merasa bahagia dan ingin memiliki musim yang hebat.”

Oblak mengalami perkembangan yang sangat signifikan selama bersama Atletico sehingga dia termasuk salah satu kiper terbaik di dunia dan menjadi incaran sejumlah klub elite Eropa. Atletico sudah mengikatnya dengan kontrak sampai Juni 2021.

Meskipun demikian, rumor transfer terus menerpa dirinya, apalagi setelah dikaitkan dengan PSG. Bukan rahasia lagi bahwa PSG akan melakukan segala usaha untuk memboyong pemain incaran, termasuk menebus klausul pelepasan Neymar senilai 222 juta euro (sekitar Rp 3,4 triliun).

Liga Spanyol: Jan Oblak Betah di Atletico Madrid

Football5star.com, Indonesia – Kiper Slovenia Jan Oblak mengaku mengaku betah di Atletico Madrid. Ia tak tertarik pindah ke klub lain, termasuk Manchester United (MU).

“Dalam sepak bola Anda tidak pernah tahu, bahkan satu hari sebelum bursa transfer ditutup. Tapi untuk saat ini segalanya mengarah pada aku terus lanjut di Atletico. Aku senang di Atletico dan aku yakin akan terus bermain di sini musim depan,” kata Oblak dikutip oleh AS.

MU terancam kehilangan David De Gea yang sedang diincar Real Madrid. Guna mengantisipasi hal tersebut, Setan Merah mengincar beberapa kiper. Salah satu nama yang jadi bidikan adalah Oblak. Kiper asal Slovena itu tampil gemilang sejak gabung Atletico.

Namun begitu, Oblak ternyata tak tertarik pindah ke MU. Ia mengaku bahagia di Atletico dan ingin bertahan lama di klub Spanyol tersebut.

Oblak sendiri gabung Atletico pada 2014. Awalnya kiper 24 tahun itu hanyalah berstatus kiper kedua di belakang Miguel Angel Moya. Namun, ketika Moya cedera, Oblak langsung merebut posisinya dan tak tergoyahkan.

Ia bahkan dua kali memenangi Zamora Trophy, yang merupakan penghargaan untuk kiper paling sedikit kebobolan di La Liga. Oblak memenangi penghargaan itu pada 2015/16 dan 2016/17. Selain itu, Oblak juga dua kali masuk tim impian Liga Champions di tahun yang sama.

Oblak masih terikat kontrak dengan Atletico hingga 2021. Menurut Transfermarkt, harga jual Oblak saat ini mencapai 40 juta euro.

Paris Saint-Germain Ramaikan Perburuan Jan Oblak

Football5star, Indonesia – Paris Saint-Germain meramaikan perburuan penjaga gawang Atletico Madrid, Jan Oblak, yang berpotensi hengkang pada musim panas 2017.

Jan Oblak menunjukkan penampilan yang menjanjikan sejak bergabung bersama Atletico Madrid pada 2014. Kiper asal Slovenia tersebut menjadi kunci dari solidnya pertahanan Los Rojiblancos.

Penampilan impresif yang ditunjukkan Oblak membuat dirinya menjadi pemain incaran pada bursa transfer musim panas 2017. PSG menjadi satu di antara klub yang tertarik untuk mendapatkan jasa sang pemain.

Kabarnya, PSG bersedia menebus Oblak dengan harga 60 juta euro (Rp 893,88 miliar). Namun, PSG harus bersaing dengan Manchester United yang juga mengincar Oblak jika David De Gea hijrah ke Real Madrid.

Oblak diproyeksikan untuk menggantikan kiper nomor satu PSG saat ini, Kevin Trapp. Penampilan Trapp dinilai kurang memuaskan setelah PSG kalah dalam persaingan gelar Ligue 1 dan tersingkir secara memalukan oleh Barcelona di Liga Champions.

Saat ini, sang kiper baru berusia 24 tahun. Kondisi tersebut membuat Oblak merupakan investasi yang menjanjikan bagi klub yang memilikinya.

Pada musim 2016-17, Oblak mencatatkan penampilan sebanyak 41 kali dan kebobolan 28 gol bersama Atletico Madrid.

Los Rojiblancos hanya mengeluarkan uang sebesar 16 juta euro (Rp 238,37 miliar) ketika memboyong Oblak dari Benfica pada 2014.

Liga Champions: Malam Indah Jan Oblak

Football5star.com, Indonesia – Kiper Atletico Madrid Jan Oblak mengaku sangat bahagia dengan keberhasilan timnya lolos ke babak perempat final Liga Champions.

Atletico ditahan 0-0 Bayer Leverkusen pada laga leg kedua 16 besar Liga Champions, di Estadio Vicente Calderon, Rabu (15/3/2017). Meski gagal menang, Atletico tetap lolos ke perempat final.

Los Rojiblancos unggul agregat 4-2 atas Leverkusen yang merupakan hasil pada pertemuan pertama di BayArena, 21 Februari 2017. Kini, Atletico Madrid tinggal menunggu calon lawan pada babak delapan besar yang akan diundi pada 17 Maret 2017 di Nyon, Swiss.

“Untuk lolos ke perempat final Liga Champions dalam empat tahun berturut-turut, tidak mudah sama sekali. Kami merasa sangat baik karena Atletico ke perempat final lagi dan itu sesuatu yang sangat penting bagi klub dan diri kami,” kata Oblak seperti dilansir Soccerway.

“Kami berjuang untuk menang, tapi pada akhirnya itu tidak terjadi. Namun, hal yang paling penting adalah bahwa kami lolos. Sekarang kami harus berpikir tentang pertandingan berikutnya.”

Oblak tampil gemilang melawan Leverkusen. Dia membuat empat penyelamatan impresif sepanjang pertandingan.

“Dua tahun lalu, aku melakukan debut di sini, di Liga Champions melawan Leverkusen karena Miguel Angel Moya cedera. Aku memiliki kenangan yang baik. Aku mulai jadi starter setelah itu.”

“Tim akan berkembang seperti dalam beberapa tahun terakhir dan aku tahu kami bisa melakukan hal-hal besar,” Oblak menambahkan.

Liga Champions: Atletico Mungkin Mainkan Oblak Lawan Leverkusen

Football5star, Indonesia – Kabar baik mendatangi Atletico Madrid jelang duel dengan Bayer Leverkusen. Kiper utamanya, Jan Oblak, sudah pulih dan bisa bermain lagi.

Oblak sudah absen dua bulan terakhir karena menjalani pemulihan usai operasi bahu. Kiper asal Slovenia itu mendapat cedera pada laga kontra Villarreal 12 Desember lalu.

Ditinggal Oblak yang cedera, Miguel Angel Moya setidaknya mampu menggantikan tempatnya dengan baik di mana Atletico masih bersaing ketat di papan atas La Liga.

Namun tentu saja kehadiran Oblak sangat dinanti Atletico dan kabar baik itu akhirnya datang jelang duel dengan Leverkusen di leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Bay Arena, Rabu (22/2/2017) dinihari WIB.

Oblak sudah kembali berlatih akhir pekan lalu dan pulih lebih cepat dari perkiraan, hanya memakan waktu 10 pekan. Ini tentu melegakan Simeone mengingat Oblak adalah pilihan utama di bawah mistar.

Meski demikian, Simeone masih menunggu dulu perkembangan terakhir kondisi Oblak sebeum memutuskan untuk menurunkannya.

“Kita lihat pada hari Selasa nanti apakah Jan Oblak sudah fit untuk bermain,” ujar Simeone seperti dikutip Soccerway.

“Kami sudah melihatnya saat latihan. Setelah itu kami akan putuskan siapa yang bermain dan siapa yang tidak,” sambungnya.

“Dokter sudah mengizinkannay dan dia mulai berlatih bersama kami. Kini dia bersaing dengan Miguel dan Andre,” tutupnya.

Oblak sudah bermain 21 kali di seluruh kompetisi musim ini dengan 15 kali kebobolan dan mencatatkan 11 clean sheet di seluruh kompetisi.

Berita Bola: Gemilang Bersama Inggris, Hart Justru Puji Oblak

Football5star, Indonesia – Kiper tim nasional Inggris, Joe Hart, melayangkan pujian bagi Slovenia. Secara khusus, Hart mengaku terkesan dengan penampilan kiper lawan, Jan Oblak.

Inggris gagal mempertahankan tren kemenangan. The Three Lions gagal membawa pulang poin penuh saat menantang Slovenia dalam lanjutan Grup F Pra-Piala Dunia 2018 di Stadion Stozice, Selasa (11/10).

Mengantongi enam poin dari dua laga, Inggris harus puas dengan hasil imbang tanpa gol di markas Slovenia. Apalagi, tuan rumah memiliki sejumlah peluang emas.

Hart panen pujian usai melawan Slovenia. Pasalnya, dia melakukan sejumlah penyelamatan fantastis yang membuat lawan frustrasi.

Akan tetapi, Hart justru memuji kegemilangan Oblak yang mengandaskan beberapa tembakan ke gawang yang dilepaskan pemain-pemain Inggris.

“Kami mendominasi permainan, tetapi itu menurun dengan bagaimana mereka menyusun permainan,” ungkap Hart, seperti dilansir laman resmi UEFA.

“Oblak, yang sangat aku idolakan, tampil fantastis bersama mereka,” tandas kiper Manchester City yang dipinjamkan ke Torino tersebut.

Meski hanya meraih satu poin, Inggris masih bercokol di puncak klasemen Grup F dengan tujuh poin dari tiga laga. Slovenia berada di posisi ketiga dengan lima angka.

Berita Bola: Slovenia Jamu Inggris, Oblak Waspadai Rooney

Kiper tim nasional Slovenia, Jan Oblak, menilai bahwa Wayne Rooney tetaplah pemain Inggris yang paling berbahaya. Kedua tim akan saling berhadapan pada Rabu (12/9) mendatang.

Rooney mungkin tidak lagi menjadi pilihan utama di skuat Inggris. Performanya dalam beberapa tahun terakhir dianggap terus menurun dan banyak yang menganggap dirinya tak cukup baik untuk mengisi susunan starter.

Kendati demikian, ketika Inggris menang 2-0 melawan Malta dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2018 di Stadion Wembley kemarin (8/10), Rooney masih dipercaya tampil selama 90 menit penuh oleh manajer interim Gareth Southgate. Sang kapten diprediksi akan kembali turun sejak menit pertama ketika menghadapi Malta di Stadion Stozice.

Oblak menyatakan bahwa The Three Lions memiliki salah satu lini serang terbaik di dunia saat ini, dan kehadiran Rooney patut mendapatkan pengawasan ekstra dari rekan-rekannya.

“Rooney adalah bintang kelas dunia dan ia selalu punya peran yang sangat penting dalam permainan Inggris. Ia adalah seorang pemain kunci yang harus kami hentikan,” ujar Oblak seperti yang dikutip oleh Mirror.

“Aku tidak takut terhadap pemain Inggris manapun, tetapi mereka sekarang memiliki level yang luar biasa di lini serang. Mereka punya salah satu yang terbaik saat ini,” tambah dirinya.

Sebagai informasi, Inggris berada di puncak klasemen sementara Grup F dengan total raihan enam poin. Sementara, Slovenia berada di peringkat ketiga dengan empat poin.

Berita Bola: Oblak Klaim Slovenia Punya Jurus Untuk Kalahkan Inggris

Kiper tim nasional Slovenia, Jan Oblak, membeberkan bahwa mereka telah memiliki taktik untuk menalukkan Inggris.

Dalam laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2018 pada Rabu (12/9) mendatang, Slovenia dijadwalkan menjamu Inggris di Stadion Stozice. Pertandingan ini menjadi begitu krusial bagi tuan rumah setelah hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Lithuania pada pertandingan pertama Grup F bulan lalu.

Oblak menjelaskan bahwa timnya wajib meraih poin penuh atas The Three Lions jika mereka tetap ingin menjaga peluang lolos ke putaran final Piala Dunia 2018. Sekali pun Inggris di atas kertas lebih diunggulkan, ia yakin dapat membuat sang tamu pulang dengan tangan hampa.

“Inggris adalah lawan yang tangguh untuk dihadapi sekali pun di kandang dan akan ada banyak tekanan kepada kami. Tetapi, kami membutuhkan hasil positif, jadi kami harus berkonsetrasi penuh sebagaimana yang dibutuhkan,” ujar Oblak seperti yang dikutip oleh Mirror.

“Bagaimana bisa Slovenia mengalahkan Inggris? Kami harus membuat mereka berada di bawah tekanan dan mengerahkan seluruh tenaga sejak menit pertama. Kami harus membuat mereka merasa tak nyaman di atas lapangan. Jadi, aku tidak berpikir laga akan berjalan cantik.”

“Inggris akan datang kesini dengan seorang pelatih baru, tetapi dengan susunan pemain yang sangat mirip ketika Piala Eropa di Prancis. Mereka adalah tim yang selalu rumit untuk dilawan,” tambah penggawa Atletico Madrid tersebut.

Berita Bola: Jan Oblak Tak Berdaya Saat Melawan Barca

Rentetan clean sheet Atletico Madrid terhenti saat melawan Barcelona. Kiper Los Colchoneros, Jan Oblak, ternyata banyak kebobolan saat berhadapan dengan tim asal Catalan itu.

Atletico cuma bisa memetik satu angka dari lawatan ke markasa Barca. Saat melakoni pertandingan di Camp Nou, Kamis (22/9/2016) dini hari WIB, mereka bermain imbang 1-1.

Gawang Atletico yang dikawal Oblak dibobol oleh Ivan Rakitic di menit 41, meneruskan umpan dari Andres Iniesta. Atletico selamat dari kekalahan saat Abel Correa menceploskan bola ke dalam gawang Barca 20 menit kemudian.

Bagi Oblak, ini merupakan gol ke-12 yang disarangkan oleh para pemain Barca. Jumlah jumlah itu lebih banyak tujuh gol dari klub lainnya di semua kompetisi.

Penampilan kiper asal Slovenia itu di musim ini sebenarnya sudah sangat baik. Dalam lima pertandingan Liga Spanyol, dia mencatatkan tiga clean sheet dan sembilan kali sudah melakukan penyelamatan.

Dalam empat pertemuan dengan Barca di musim lalu, Oblak cuma sekali mencatatkan clean sheet saat melakoni pertandingan leg II babak perempatfinal Liga Champions.

Secara keseluruhan, gawang Oblak di bobol enam kali oleh tim besutan Luis Enrique. Trio Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar yang membukukan gol-gol itu. Suarez tiga kali mencetak gol, Messi dua kali, sementara Neymar mencetak sebiji gol.

Liga Champions: Saul dan Oblak Pahlawan Kemenangan Atletico Madrid atas PSV

Runner-up Liga Champions musim lalu, Atletico Madrid, melakoni matchday 1 dengan sempurna. Menyambangi markas PSV Eindhoven di Stadion Philips, Rabu (14/9) dini hari WIB, Los Colchoneros sukses menang tipis 1-0.

Pahlawan kemenangan Atletico di laga ini adalah Saul Niguez, yang melesakkan gol semata wayang pada babak pertama. Namun, kiprah kiper Jan Oblak pun patut diacungi jempol.

Penjaga gawang asal Slovenia itu sukses menggagalkan eksekusi penalti pemain PSV, Andres Guardado pada pengujung babak pertama.

PSV, yang bertindak sebagai tuan rumah, mampu tampil agresif sejak awal. Skuad asuhan Phillip Cocu ini sanggup mengimbangi agresivitas anak asuh Diego Simeone sejak awal laga.

Jual beli serangan sudah tersaji sejak menit pertama pertandingan. Namun, gol yang dinanti baru lahir saat babak pertama tersisa dua menit lagi.

Berawal dari sepak pojok Gabi, kemelut sempat terjadi di area penalti PSV. Saul sempat menyambar bola liar, tapi masih membentur bek PSV.

Nasib baik bagi gelandang muda Atletico itu, bola muntah kembali ke kakinya, hingga langsung disambar dengan tendagan setengah voli yang melesak ke pojok kanan atas gawang PSV yang dikawal Jeroen Zoet.

Momen gol Saul sempat dihiasi insiden pelipis berdarah gelandang PSV, Davy Porepper. Dalam duel mengantisipasi sepak pojok Gabi, kepala Proepper berbenturan dengan bek Atletico, Jose Gimenez. Setelah mendapat perawatan, Proepper mampu melanjutkan laga.

Dua menit berselang setelah gol Saul, PSV mendapat keuntungan saat wasit menunjuk titik putih menyusul pelanggaran Gimenez kepada Luciano Narsingh.

Sial bagi tim tuan rumah, bola eksekusi penalti Guardado mampu diblok oleh Oblak. PSV gagal menyamakan kedudukan. Babak pertama bertahan dengan skor 1-0 untuk keunggulan tim tamu.

Pada babak kedua, tempo permainan tak banyak mengalami perubahan. PSV memang mencoba bermain lebih agresif demi mengincar gol balasan. Namun, beragam peluang tak mampu dikonversi menjadi gol.

Dari total 4 tembakan ke arah gawang yang dilepas PSV, tak ada yang membuahkan hasil. Atletico sendiri sedikit unggul dalam hal statistik, dengan mengoleksi 51 persen penguasaan bola dan melepas 13 tembakan (3 ke gawang), berbanding 10 tembakan dari kubu PSV.

Kemenangan 1-0 ini membuat Atletico berhak mengoleksi 3 poin, tapi hanya menempati peringkat kedua di Grup D karena pada saat bersamaan, Bayern Muenchen sukses menang telak 50 atas FC Rostov.

Susunan Pemain:

PSV Eindhoven (4-4-2): 1-Jeroen Zoet; 20-Joshua Brenet, 2-Nicolas Issimat Mirin, 3-Hector Moreno, 15-Jetro Willems; 6-Davy Proepper, 8-Jorrit Hendrix (23-Bart Ramselaar 67′), 5-Daniel Schwaab (7-Gaston Pereiro 80′), 18-Andres Guardado; 11-Luciano Narsingh (27-Steven Bergwijn 80′), 9-Luuk de Jong
Pelatih: Phillip Cocu

Atletico (4-4-2): 13-Jan Oblak; 20-Juanfran, 2-Diego Godin, 24-Jose Gimenez, 3-Filipe Luis; 23-Nicolas Gaitan (5-Tiago 61′), 8-Saul Niguez (9-Fernando Torres 77′), 14-Gabi, 6-Koke; 21-Kevin Gameiro (10-Yannick Carrasco 65′), 7-Antoine Griezmann.
Pelatih: Diego Simeone

Statistik Oblak Jadi Garansi Kokohnya Pertahanan Atletico

Atletico Madrid memang gagal menjadi juara Divisi Primera. Namun, kiper Jan Oblak sukses mencatat prestasi elok. Dia memiliki rekor kebobolan yang lebih baik dari sederet kiper-kiper elite di kompetisi Eropa.

Selama 38 pertandingan yang dijalani di Divisi Primera, Oblak hanya kebobolan 18 gol (rasio 0,47 per laga). Dengan kata lain, Atletico memiliki catatan pertahanan terbaik di antara kompetisi top Eropa.

Mantan kiper Benfica itu juga sekaligus menyamai rekor kebobolan yang pernah dicatat penjaga gawang Derpotivo La Coruna, Liano, pada musim 1993-94.

Bahkan, apa yang dicapai Oblak lebih baik dari kiper terbaik dunia asal Bayern Muenchen, Manuel neuer, yang kebobolan 17 gol dari 34 penampilan. Sementara, kiper gaek Juventus, Gianluigi Buffon, mencatat 20 kebobolan dari 38 laga, dan Claudio Bravo dari Barcelona dijebol 22 kali dari 32 kesempatan.

Oblak mengaku bersyukur bisa mencatat rekor apik itu. Namun, tetap saja di dalam hati, dia lebih suka apa yang dilakukan bisa berbuah prestasi untuk Atletico.

“Selalu bagus bisa meraih pencapaian penting, tapi saya senang jika tim juga mendapat hasil bagus. Tapi buat saya, sudah jelas, rekor ini sangat menyenangkan,” ujar Oblak seperti dikutip dari Marca.

Keberhasilan Atletico menjadi tim yang paling sedikit kebobolan tak lepas dari setiap aksi gemilang Oblak di bawah mistar gawang. Kiper asal Slovenia itu membuat 82 penyelamatan, 44 di antaranya menggagalkan tembakan lawan dari dalam kotak penalti.

Hanya empat kali gawang Oblak jebol dari area kotak penalti. Sementara, tak kurang dari 24 pertandingan di Divisi Primera, Oblak tak perlu susah payah memungut bola dari gawangnya.

Tiga tim, Barcelona, Sporting Gijon, dan Levante, mampu mencetak lebih dari satu gol dalam dua kesempatan menghadapi Atletico pada musim ini. Sementara, Las Palmas, Sevilla, Getafe, Real Sociedad, Granada, Rayo Vallecano, da Celta Vigo, tak pernah merasakan sensasi menjebol gawang Oblak selama musim ini.

Sepanjang musim ini, Oblak tak pernah absen sedetik pun membela Atletico di pentas Divisi Primera. Dia mencatat 38 penampilan dengan rincian 3.420 menit. Sekarang, Oblak mulai mengalihkan fokus ke final Liga Champions menghadapi Real Madrid pada 28 Mei di Stadion San Siro, Milan.

“Saya senang dengan level yang dimainkan tim, karena kami meraih 88 poin dan finis di peringkat ketiga pada akhir musim. Sekarang, kami siap menghadapi laga besar dalam hidup kami. Kami punya waktu sekitar dua pekan untuk mempersiapkan dengan matang, tanpa berpikir ini sebagai balas dendam,” pungkas dia.

Hanya Kemasukan 18 Gol Semusim, Oblak Samai Rekor Kebobolan Paling Sedikit Di Divisi Primera

Atletico Madrid seakan tak henti-hentinya mengorbitkan kiper-kiper muda. Setelah David De Gea dan Thibaut Courtois, kini giliran Jan Oblak yang namanya semakin meroket bersama Los Rojiblancos.

Musim ini, kiper berusia 23 tahun tersebut baru saja menyamai rekor kemasukan gol paling sedikit yang dibuat mantan kiper Deportivo La Coruna, Paco Liano, pada musim 1993-94. Tampil penuh sepanjang musim, Oblak hanya kemasukan 18 gol di Divisi Primera.

Oblak menyamai rekor Liano setelah menorehkan clean sheet saat menjamu Celta Vigo, Minggu (15/5) dini hari tadi.

Tanpa mengerdilkan peran bek-bek Atletico, Oblak tampaknya layak untuk mendapatkan apresiasi lebih atas pencapaian ini.

Namun sayang, torehan tersebut terasa kurang lengkap lantaran Atletico gagal meraih gelar juara Divisi Primera musim ini. Mereka hanya mampu finis di posisi ketiga dengan torehan 88 poin.

Sebelumnya, Oblak juga sudah mencatatkan rekor dalam sejarah klub. Dia menjadi kiper Atletico yang paling banyak membuat clean sheet dalam satu musim liga.

Cukup mengejutkan memang bila membandingkan sorotan media yang tak terlalu besar kepada Oblak ketimbang De Gea dan Courtois.

Akan tetapi, hal ini menunjukkan bahwa Oblak punya potensi yang sangat besar dan bukan tidak mungkin melewati pencapaian dua suksesornya tersebut.

Jan Oblak, Benteng Tangguh Atletico

Lini pertahanan yang tangguh jadi modal Atletico Madrid untuk melaju ke final Liga Champions. Di belakang itu ada benteng tangguh di bawah mistar bernama Jan Oblak.

Atletico memang kalah 1-2 dari Bayern Munich di leg kedua semifinal Liga Champions, Rabu (4/5/2016) dinihari WIB semalam. Meski demikian, hasil itu sudah cukup mengantarkan Los Colchoneros ke final dengan unggul agresivitas gol tandang.

Kemenangan 1-0 di Vicente Calderon sepekan sebelumnya begitu penting untuk kelolosan Atletico ini. Ketidakmampuan Bayern membongkar pertahanan Atletico bisa dibilang jadi alasan tersingkirnya mereka.

Wajar saja demikian karena selain lini pertahanan yang kuat dengan diisi oleh Diego Godin dan Jose Gimenez, Atletico punya benteng tangguh bernama Jan Oblak di bawah mistar.

Di leg kedua dinihari WIB tadi, Oblak memang kebobolan dua gol namun dia membuat total 9 penyelamatan termasuk menepis sepakan penalti Thomas Mueller ketika Bayern dalam posisi unggul 1-0.

Meski harus kebobolan dua gol dan catatan enam clean sheet beruntunnya di seluruh kompetisi terhenti, Oblak tak mempermasalahkannya. Baginya yang penting Atletico lolos ke final.

“Aku tidak senang (kebobolan). Itulah sepak bola. Untungnya, kedudukan saat itu hanya 1-0 dan kami mampu mencetak gol di babak kedua. Kupikir itu yang paling penting,” ucap Oblak seperti dikutip Football Espana.

“Anda menginginkan hasil akhir. Kami kalah tapi kami lolos jadi kami bisa gembira dengan hal ini,” sambungnya.

Clean sheet tidak selalu bisa. Hari ini sangat sulit. Kami tahu Bayern punya para pemain yang menakjubkan dalam menyerang dan sulit mencetak clean sheet. Kami juga butuh mencetak gol jadi pada akhirnya kami tidak membutuhkan clean sheet. Itu yang terpenting,” tandas dia.

Atletico Memang Tak Pernah Minder Pada Bayern

Atletico Madrid berhasil memetik kemenangan saat melakoni pertandingan melawan Bayern Munich. Mereka memang tak pernah minder pada Die Roten hingga mampu menuai hasil bagus.

Di pertandingan leg I semifinal Liga Champions yang berlangsung di Vicente Calderon, Atletico memetik kemenangan dengan skor akhir 1-0. Gol yang dicetak oleh Saul Niguez menjadi penentu kemenangan Los Colchoneros.

Dalam laga itu, Atletico bisa meredam Bayern. Kiper Atletico, Jan Oblak, menjadi salah satu kunci kemenangan atas Bayern. Dia dicatat oleh ESPN FC mampu mencatatkan sebanyak tujuh penyelamatan.

Soal hasil akhir yang oke ini, Oblak bilang bahwa Atletico memang tak pernah minder atau takut pada Bayern.

“Kami bermain untuk memetik kemenangan. Untuk mencetak gol dan tak kebobolan. Pada akhirnya kami mengakhiri pertandingan dengan bagus, 1-0, tapi kami tahu bahwa di sana akan menjadi laga (leg II) yang sulit,” kata Oblak di Football Espana.

“Kami membutuhkan fokus 100 persen. Sekarang kami bakal melakoni pertandingan La Liga di hari Sabtu (30/4), dan laga melawan Bayern di hari Selasa (3/5).”

“Sangat penting untuk bisa mencetak gol itu, Saul melakukan pekerjaan hebat. Bayern merupakan tim yang luar biasa dengan pemain yang luar biasa juga. Tapi, semua pemain kami menunjukkan bahwa kami bisa menghentikan mereka dan saya harap kami bisa melakukannya lagi dalam pertandingan berikutnya.”

“Kami memberi respek pada mereka, tapi tak pernah mempunyai rasa takut,” imbuhnya.

Oblak Perpanjang Masa Bakti di Atletico

Kiper Atletico Madrid, Jan Oblak bakal bertahan lebih lama di Vicente Calderon. Pasalya, pemain asal Slovenia itu sepakat untuk menandatangani perpanjangan kontrak bersama Los Rojiblancos hingga 2021 mendatang.

Oblak bergabung dengan Atletico untuk menggantikan Thibaut Courtois yang kembali ke Chelsea pada musim panas 2014 lalu. Kiper berusia 23 tahun itu dibeli seharga 16 juta euro dari Benfica.

Pada musim perdananya bersama Atletico, Oblak hanya berstatus pelapis dari Miguel Angel Moya yang dipercaya menjadi kiper utama. Dia mencatatkan 21 penampilan di semua ajang, 18 kali kebobolan dan 11 clean sheet.

Namun, Oblak mendapat kepercayaan dari pelatih Diego Simeone untuk tampil reguler bersama Los Rojiblancos. Dia telah bermain sebanyak 29 kali di semua ajang dengan kemasukan 14 gol dan 18 clean sheet.

Oblak berada di urutan terdepan dalam daftar calon peraih trofi Ricardo Zamora yang merupakan penghargaan bagi kiper dengan rasio kebobolan terbaik di Divisi Primera. Pasalnya, dia baru kemasukan 11 gol dari 23 penampilan liga.

“Jan Oblak dan klub kami telah mencapai kesepakatan untuk memperpanjang kontrak dari kiper asal Slovenia itu hingga 2021,” demikian bunyi pernyataan di laman resmi Atletico terkait perpanjangan kontrak Oblak.

Oblak Harap Atletico Terus di Puncak

Kiper Atletico Madrid, Jan Oblak mengaku puas dengan serangkaian hasil yang diraih timnya musim ini. Oblak berharap, Los Rojiblancos bisa tetap berada di posisi teratas klasemen Divisi Primera hingga akhir musim.

Beberapa waktu lalu, Atletico berhasil mengambil alih puncak klasemen dari Barcelona yang ditahan imbang tanpa gol oleh Espanyol. Namun, posisi anak asuh Diego Simeone belum aman lantaran hanya unggul dua angka serta Barcelona masih memiliki tabungan satu pertandingan.

Usai kalah 0-1 dari Malaga pada Desember lalu, performa Atletico justru mentereng dalam sembilan laga terakhir yang berujung delapan kemenangan. Oblak juga mencatatkan tujuh clean sheet dalam kurun waktu tersebut.

“Kami telah menunjukkan sejauh ini bahwa kami berada dalam performa yang baik,” seru Oblak, seperti dilansir laman resmi Atletico.

“Kami bermain dengan baik dan duduk di puncak klasemen. Tentu saja, kami baru melalui paruh pertama musim ini dan kompetisi belum berakhir. Namun, kami berharap tetap berada di jalur yang sama dan terus menambah perolehan poin kami,” imbuhnya.

“Kita akan melihat di mana posisi kami pada akhir musim. Kami berharap mencapai semua target kami musim ini,” ujar kiper asal ? tersebut.

“Paling penting saat ini adalah kami bermain dengan baik dan berada di posisi teratas klasemen. Mari berharap kami bisa mempertahankan itu,” tandasnya.

Atletico bakal melakoni Divisi Primera Jornada ke-20 dengan menghadapi tuan rumah Las Palmas di Estadio de Gran Canaria, Minggu (17/1).