Jandia Eka Putra yang Setia Bersama PSIS Semarang

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Kiper PSIS Semarang, Jandia Eka Putra mengaku betah dengan suasana kekeluargaan yang ada di tubuh tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu.

Menurut mantan penjaga gawang Semen Padang itu, baik pemain, pelatih, dan manajemen tim begitu solid dan suasana di tim penuh dengan rasa kekeluargaan.

“Rasa kekeluargaan di PSIS begitu tinggi dan semua pemain saling merangkul disini baik yang senior maupun yang junior. Kita semua bisa menyatu dalam satu tim,” ujar Jandia di situs Liga Indonesia.

jandia eka putera

Jandia membela Laskar Mahesa Jenar sejak 2018 lalu dan musim ini menjadi musim ketiga bersama tim pujaan Snex dan Panser Biru itu.

Jandia juga mengungkapkan keseriusan manajemen PSIS kepadanya yang menjadi alasannya memilih bergabung dengan PSIS pada 2018 lalu.

“Kalau alasan mengapa dulu gabung PSIS, enggak ada ya, mungkin rezeki saya di sini di PSIS. Saya pribadi itu adalah rezeki yang harus saya jemput dan PSIS adalah tim yang serius ajak saya untuk bergabung,” tandasnya.

Kompetisi Liga 1 sendiri saat ini sedang ditunda karena pandemi virus corona covid-19. Semua klub, termasuk PSIS, memilih meliburkan pemainnya.

PSIS Semarang kini berada di posisi lima klasemen Liga 1. Dari tiga pertandingan yang dilalui, Laskar Mahesa Jenar meraih enam poin, hasil dari dua kemenangan dan sekali kalah.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Ungkapan Pilu Jandia Eka Putra Setelah Semen Padang Terdegradasi

Banner live dan podcast baru

Football5Star.com, Indonesia – Semen Padang FC dipastikan terdegradasi ke Liga 2 musim depan. Hal tersebut didapat setelah mereka kalah dari PSIS Semarang dengan skor 2-0 pada Jum’at (13/12/2019).

Selain itu, hasil pertandingan lainnya pun turut mempengaruhi nasib klub berjuluk Kabau Sirah itu. Persija Jakarta memastikan kemenangan dengan skor 4-0 atas Madura United di waktu yang sama, yang juga memastikan Persija lolos dari jurang degradasi. Akan tetapi, lolosnya Persija menjadikan Semen Padang yang justru terjerumus jurang degradasi.

Meski Liga 1 2019 masih tersisa dua laga, namun Kabau Sirah dipastikan sudah tak bisa mengejar poin untuk keluar dari zona degradasi.

Ungkapan pilu dari terdegradasinya Semen Padang pun datang dari mantan pemain, Jandia Eka Putra. Jandia yang merupakan penjaga gawang dari PSIS Semarang yang juga notabene lawan dari Semen Padang mengungkapkan kesedihannya. Selain itu, ikatan emosionil Jandia yang juga mantan pemain dari klub kebanggaan masyarakat Minang itu pun masih melekat.

“Semen Padang adalah mantan klub dan yang membesarkan nama saya. Tapi, saya harus profesional, bekerja demi keluarga. Di mana jersey yang saya pakai, itu yang akan saya bela mati-matian,” ungkap Jandia Eka Putra, seperti dikutip Football5Star.com dari laman Bola.com.

“Bukan saya yang bikin Semen Padang turun, tapi semua tim. Perasaan nggak enak hati, tapi mau bagaimana saya harus profesional. Itulah sepak bola, saya tak bisa bicara apa-apa lagi,” ujar Jandia.

Disisi lain, kiper berusia 32 tahun itu pun juga mendo’akan agar Kabau Sirah kembali berjuang untuk masuk ke Liga 1 lagi.

“Semoga ke depannya lebih baik lagi. Mungkin nasibnya kurang bagus, dari materi pemain sudah bagus, belum dikasih rezeki saja oleh Tuhan. Harus bangkit dan tahun depan bisa kembali ke Liga 1,” harapnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156417′ ]

Kritik Tajam Jadi Modal Kebangkitan PSIS Semarang

Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – PSIS Semarang mampu menorehkan hasil impresif saat menjamu Mitra Kukar pada pekan ke-11 Liga 1 di Stadion Madya Magelang, Senin (28/5/2018). Jandia Eka Putra mengaku bersyukur dengan tambahan tiga poin dari kandang sendiri tersebut.

Hasil kemenangan dengan skor telak 4-0 itu menurut Kiper PSIS tersebut menjadi titik balik kebangkitan timnya. Pasalnya, di tiga laga terakhir, klub besutan Vincenzo Annese tersebut selalu menelan kekalahan.

Bahkan di tiga pertandingan tersebut gawang Jandia Eka Putra kebobolan sebanyak sepuluh kali dan hanya satu kali mencetak gol. Kritikan yang sempat didengungkan oleh para pendukung PSIS dinillainya jadi modal para pemain untuk bangkit.

“Dengan kemenangan ini, mental kami kembali bangkit. Ini hasil kerja keras semua tim, doa dan harapan semua pencinta PSIS. Kami akan terus bekerja keras di pertandingan selanjutnya,” kata Jandia seperti dikutip Football5star dari Liga-Indonesia.com, Selasa (29/5/2018).

“Kritik itu masukan dalam sepak bola dan itu biasa. Tapi saya pilih fokus untuk terus tampil baik. Boleh caci kami, tapi hargai kerja keras. Kami memang dibayar, tetapi juga mengorbankan segalanya di lapangan,” sambung mantan Penjaga Gawang Semen Padang tersebut.

Meski mendapatkan tambahan tiga poin, PSIS masih belum bisa keluar dari zona degradasi. Saat ini, Mahesa Jenar berada di posisi ke-17 klasemen sementara Liga 1 dengan mengemas 11 angka.