Javier Mascherano Dukung Piala Dunia Dihelat Dua Tahun Sekali

Banner Gamespool Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Piala Dunia yang selama ini berlangsung empat tahun sekali belakangan diusulkan untuk dihelat per dua tahun sekali. Sejumlah dukungan diberikan untuk usulan Piala Dunia dihelat dua tahun sekali, salah satunya datang dari mantan pemain Argentina, Javier Masherano.

“Dunia telah banyak berubah dan bergerak sangat cepat. Siklus normal di masa lalu tidak lagi seperti itu. Saya percaya bahwa empat tahu terlalu lama bagi setiap orang untuk melihat kompetisi terindah di dunia ini,” kata Mascherano seperti dikutip Football5star.com dari Marca, Jumat (20/8/2021).

Final EURO 2020 Rusuh, Inggris Tetap Pede Jadi Calon Tuan Rumah Piala Dunia 2030

Menurut Javier Mascherano, kompetisi sepak bola di dunia saat ini banyak mengalami perubahan. Peta kekuataan sepak bola dunia pun menurut eks pemain Barcelona itu lebih merata.

“Dulu, klub-klub lokal biasa mewakili negaranya dengan cara tertentu karena mayoritas pemainnya berasal dari negara itu. Sekarang, terutama di Eropa, itu tidak terjadi lagi,”

“Oleh karena itu, kompetisi internasional di mana kita dapat menemukan bentuk sepak bola yang paling murni, sepak bola yang dilakukan untuk menghormati negaranya, dan tidak ada kontrak dan gaji besar di sana,” tambah Mascherano.

Javier Mascherano Dukung Piala Dunia Dihelat Dua Tahun Sekali

Usulan untuk menghelat Piala Dunia dua tahun sekali selama ini ditentang karena akan mengganggu format kompetisi di tiap negara. Namun bagi Mascherano, pola pikir itu sudah sangat kuno.

“Saya mengerti bahwa ada beberapa orang yang berpikir seperti itu, tetapi saya percaya bahwa itu adalah cara berpikir yang sedikit konservatif,”

Piala Dunia, Dua Tahun Sekali

Sebelumnya, mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger memiliki sejumlah pemikiran berani untuk dunia sepak bola internasional. Pria asal Prancis itu salah satunya mengusulkan agar perhelatan kompetisi FIFA ini dilaksanakan dua tahun sekali.

Javier Mascherano Dukung Piala Dunia Dihelat Dua Tahun Sekali

Salah satu alasan Wenger mengusulkan itu karena akan sangat tidak adil untuk pemain berbakat harus menunggu selama empat tahun agar bisa tampil di panggung Piala Dunia.

“Jika Anda melihat tim-tim di kompetisi, biasanya rata-rata usainya 27 atau 28 tahun. Itu sebabnya karena Piala Dunia diadakan setiap empat tahun, sangat sedikit peluang untuk pemain bisa tampil,” kata Wenger.

Itu sebabnya mungkin kami harus menyelenggarajan Piala Dunia setiap dua tahun sekali,” tambahnya.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

3 Nama yang Dijagokan Pep Guardiola untuk Tangani Barcelona

gamespool
3 Nama yang Dijagokan Pep Guardiola untuk Tangani Barcelona 9

Football5star.com, Indonesia – Pep Guardiola memiliki tiga nama yang ia jagokan sebagai pelatih Barcelona di masa depan. Ketiga nama tersebut adalah Xavi Hernandez, Javier Mascherano dan Sergio Busquets.

Dari ketiga nama tersebut. Xavi merupakan sosok yang paling dijagokan untuk menangani Blaugrana dalam satu atau dua tahun ke depan. Pasalnya, Xavi sudah memiliki pengalaman melatih di Qatar bersama Al-Sadd.

“Saya ingin melihat nama-nama seperti Xavi Hernandez, Javier Mascherano atau pun Sergio Busquets menangani Barcelona suatu hari nanti. Tapi, tentu saja keputusan akhir berada di tangan mereka,” ujar Pep Guardiola kepada The Guardian.

Pep Guardiola - Barcelona - @barcauniversal
twitter.com/barcauniversal

Lebih lanjut, Guardiola mengatakan bahwa ia tak tertarik kembali menangani Barcelona suatu hari nanti. Di mata Guardiola, ada banyak pelatih yang lebih pantas menangani Blaugrana.

“Harus ada orang lain yang berani mengambil langkah besar. Menurut saya, ada cukup banyak pelatih yang pantas menangani Barcelona dan mereka akan berani keluar suatu hari nanti,” sambung Guardiola.

Pada musim 2021-22 nanti, Blaugrana masih akan ditangani Ronald Koeman. Pelatih asal Belanda itu dipertahankan karena Blaugrana tak memiliki dana yang cukup untuk mendatangkan nakhoda anyar.

Permasalahan keuangan ini juga membuat Blaugrana wajib melepas sejumlah pemain kuncinya di bursa transfer tahun ini. Beberapa nama yang dirumorkan bakal dilepas Blaugrana adalah Philippe Coutinho, Samuel Umtiti, Antoine Griezmann dan Miralem Pjanic.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Argentina vs Paraguay: Lionel Messi Samai Rekor Javier Mascherano

Banner Gamespol Baru

Football5Star.com, Indonesia – Lionel Messi menapaki satu tonggak sejarah lagi bersama timnas Argentina. Setelah menahbiskan diri sebagai pemain tersubur sepanjang masa, La Pulga kini juga menjadi pemilik caps terbanyak, bersanding dengan Javier Mascherano.

Kepastian Messi menyamai rekor caps Mascherano muncul setelah namanya terdapat pada susunan sebelas pemain awal timnas Argentina dalam laga lawan Paraguay, Selasa (22/6/2021) pagi WIB. Sempat dirumorkan akan dicadangkan dan tempatnya diisi Alejandro Gomez, megabintang Barcelona tersebut tetap jadi tumpuan di lini depan bersama Sergio Aguero dan Angel Di Maria.

Laga melawan Paraguay pada lanjutan Copa America 2021 merupakan penampilan ke-147 Lionel Messi bersama timnas Argentina. Dia membutuhkan waktu hampir 16 tahun untuk mencapai tonggak tersebut karena menjalani debut pada 17 Agustus 2005 saat tampil sebagai cameo saat La Albiceleste menang 2-1 atas Hungaria.

Meskipun demikian, jika dibanding, Lionel Messi ternyata kalah cepat dari Javier Mascherano dalam mencapai caps ke-147. Mascherano menjalani debut bersama timnas Argentina pada 17 Juli 2003 saat imbang 2-2 dengan Uruguay dan melakoni penampilan ke-147 kala kalah 3-4 dari Prancis pada 30 Juni 2018. Artinya, dia hanya butuh 15 tahun untuk menahbiskan diri sebagai pemain dengan caps terbanyak di timnas Argentina.

Lionel Messi Hanya 14 Kali Jadi Pengganti

Lionel Messi sebetulnya bisa lebih cepat menyamai rekor caps Javier Maschernao. Dia seharusnya tak perlu menanti gelaran Copa America 2021 untuk mencapai penampilan ke-147. Namun, gara-gara sanksi dari Conmebol terkait kericuhan pada perebutan tempat ketiga Copa America 2019 melawan Cile, dia harus melewatkan 4 laga La Albiceleste.

Total, sejak menjalani debut pada 17 Agustus 2005, Messi sempat tak main untuk timnas Argentina dalam 58 kesempatan. Selain empat laga gara-gara insiden lawan Cile, hanya sekali dia tak main gara-gara hukuman. Itu terjadi saat La Albiceleste kalah 0-2 dari Bolivia pada 28 Maret 2017.

Lionel Messi dan Javier Mascherano kini sama-sama memiliki 147 caps bersama timnas Argentina.
football-espana.net

Selain itu, Messi juga hanya lima kali hanya duduk di bangku cadangan sepanjang laga. Dua di antaranya pada gelaran Piala Dunia 2006, termasuk saat kalah adu penalti dari Jerman pada perempat final. Adapun kali terakhir dia mengalami hal serupa itu pada 7 Juni 2016 saat timnas Argentina melawan Cile pada matchday I Copa America Centenario.

Duduk di bangku cadangan memang bukan hal lumrah bagi Lionel Messi di timnas Argentina. Setiap kali masuk skuat, dia hampir selalu masuk susunan sebelas pemain awal. Di samping 5 kali tak main sama sekali, dia hanya 14 kali turun sebagai pemain pengganti. Kali terakhir peran itu dilakoni ketika La Albiceleste menggasak Bolivia 7-0 di Copa America Centenario, 15 Juni 2016.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Javier Mascherano Resmi Gantung Sepatu

gamespool
Javier Mascherano Resmi Gantung Sepatu 16

Football5Star.com, Indonesia – Pemain Estudiantes, Javier Mascherano, resmi mengumumkan pensiun setelah bermain di pertandingan Estudiantes vs Argentinos Juniors. Mascherano telah menjadi pesepak bola profesional selama 17 tahun.

“Saya ingin mengkonfirmasi, bahwa mulai hari ini (15/11/20), saya pensiun dari bermain sepak bola profesional. Dan saya ingin berterima kasih kepada klub (Estudiantes) karena mengizinkan saya mengakhiri karier saya di sini di Argentina. Saya rasa ini adalah waktu yang tepat untuk membuat keputusan ini” ucap Mascherano seperti dilansir Football5Star.com dari AS.

Javier Mascherano Resmi Gantung Sepatu
Goal

Javier Mascherano memulai karier sebagai pesepak bola profesional pada 2003 setelah berhasil menembus tim utama River Plate. Dia bermain sampai 2005 sebelum pindah ke Brasil untuk memperkuat Corinthians. Namun sayang dia menderita cedera parah yang membuatnya menepi 6 bulan.

Mascherano akhirnya pindah ke Eropa untuk memperkuat West Ham pada 2006 bersama kapten Corinthians, Carlos Tevez. Namun karena ada masalah administrasi, dia langsung bergabung ke Liverpool pada awal 2007. Performa bagusnya bersama The Reds membuat dia akhirnya direkrut Barcelona pada 2010.

Bersama Barcelona, dengan adanya Sergio Busquets di posisi gelandang bertahan, Mascherano lebih sering bermain sebagai bek tengah. Dia berhasil memenangkan 19 gelar bersama Barcelona termasuk 5 La Liga dan 2 Liga Champions, sebelum akhirnya pindah ke Tiongkok untuk memperkuat Hebei China Fortune.

Mascherano akhirnya pulang ke Argentina pada 2019 untuk memperkuat Estudiantes sebelum mengumkan pensiun pada usia 36 tahun. Dia juga berhasil mendapatkan 147 caps bersama timnas Argentina. Total bersama klub, Javier Mascherano bermain 649 kali dan mencetak 6 gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Javier Mascherano: Barcelona Sedang Krisis

dinasti
Javier Mascherano: Barcelona Sedang Krisis 20

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Barcelona, Javier Mascherano, menyebut bahwa mantan timnya saat ini memang sedang dalam keadaan krisis. Seperti yang diketahui, Barca baru saja memecat pelatih Quique Setien dan menggantinya dengan Ronald Koeman setelah menjalani musim nirgelar sejak musim 2007-08.

Barca menutup musim 2019-20 dengan kekalahan memalukan 8-2 melawan Bayern Munich, (15/8/20). Selain pelatih Setien, Barca juga memecat direktur olahraga, Eric Abidal. Mascherano mengatakan bahwa mantan klubnya saat ini menurutnya memang sedang memanas.

Ernesto Valverde, Javier Mascherano, Barcelona
tribuna

“Saya hanya tahu dari apa yang saya dengar dan baca. Saya belum bicara dengan Leo (Messi). Ini bukan waktunya untuk menggangu mereka. Tapi saya mengerti ada krisis di sana. Klub sedang memanas. Barcelona adalah klub yang bukan hanya menuntut hasil, tapi juga untuk mempertahankan filosofi permainan,” ucap Mascherano seperti dikutip Football5Star.com dari TNT Sports.

Pemain Estudiantes itu mengatakan bahwa bagi fans Barca, melihat timnya bisa menang itu tidak cukup. Blaugrana juga harus bermain cantik dan itu memang merupakan filosofi klub.

“Itulah yang dituntut oleh para fans. Ya, meletakkan kembali fondasi klub yang hilang, membangun kembali filosofi yang membuat Barca berbeda dari klub lain. Orang-orang akan menikmati menonton Barca. Sejak 30 tahun lalu, Barca punya cara bermain sendiri dan itulah mengapa tidak cukup hanya dengan meraih kemenangan,” kata Mascherano.

Javier Mascherano melanjutkan, “gaya bermain penting di sini dan mungkin itu celah (Ernesto) Valverde pada musim lalu. Barca menang, tapi tampil tak memuaskan dan tidak dinikmati fans. Mudah-mudahan Koeman bisa jadi pelatih yang meletakkan fondasi Barcelona kembali.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Javier Mascherano Ungkap Momen Terpahitnya di Timnas Argentina

terassd

Football5Star.com, Indonesia – Selalu ada kenangan manit dan pahit dalam sebuah perjalanan. Itu pula yang dirasakan Javier Mascherano selama 15 tahun membela timnas Argentina. Secara khusus, dia mengungkapkan, momen terpahitnya adalah kekalahan di tiga final pada 2014 hingga 2016.

Pil pahit memang harus ditelan Javier Mascherano dan timnas Argentina dalam tiga final secara beruntun. Sudah begitu, kekalahan yang diderita pun sangat tragis. Pada final Piala Dunia 2014, La Albiceleste takluk 0-1 dari timnas Jerman oleh gol pada perpanjangan waktu. Lalu, pada Copa America 2015 dan 2016, mereka kalah adu penalti dari timnas Cile.

Bagi Mascherano, kekalahan-kekalahan itu terasa tak adil. “Ada hasrat untuk meraih seatu, tapi tak terwujud. Kami telah berusaha dengan cara terbaik, tapi tak jadi juara,” ucap dia seperti dikutip Football5Star.com dari Infobae.

Javier Mascherano yakin timnas Argentina akan bernasib berbeda bila juara Copa America Centenario 2016.
beinsports.com

Pemain yang kini membela Estudiantes itu mengungkapkan, “Sejak 2011, kami telah melakukan berbagai rekonstruksi di timnas Argentina. Hingga 2016, lima tahun kami memiliki tim dengan kekuatan luar biasa, tapi tak dapat juara.”

Secara khusus, Mascherano yang kini berumur 35 tahun menunjuk kegagalan di Copa America Centenario 2016 di Amerika Serikat sebagai hal yang paling disesalkan. Dia yakin, nasib timnas Argentina akan berbeda andai saja saat itu mampu menaklukkan Cile pada laga final.

“Andai kami juara di Amerika Serikat, segalanya akan berbeda dalam semua aspek. Pelatih (Gerardo Martino) tak akan pergi. Dia bahkan akan mendapatkan lebih banyak dukungan untuk melakukan perubahan,” ujar Mascherano lagi.

Setelah kepergian Gerardo Martino, Javier Mascherano merasakan perubahan di timnas Argentina. Dia merasakan atmosfer berbeda saat La Albiceleste berkiprah di Piala Dunia 2018. Hasilnya, mereka tersisih pada babak 16-besar. Lalu, pada Copa America 2019, mereka juga tersisih pada semifinal.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Martin Demichelis: Gol Jerman di Final Piala Dunia 2014 Terlalu Pahit

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Mantan bek timnas Argentina, Martin Demichelis, menilai final Piala Dunia 2014 sebagai momen yang sangat pahit. Dia selalu coba melupakan final itu, terutama proses gol tunggal timnas Jerman yang dibuat Mario Goetze.

“Saya tak pernah menonton laga itu lagi. Saya adalah tipe orang yang sangat menuntut, sangat kritis kepada diri sendiri. Kalah pada menit-menit akhir dengan saya berada di foto (gol Goetze) adalah yang sangat menyakitkan,” ujar Martin Demichelis kepada Fox Sports seperti dikutip Football5Star.com dari Infobae.

Meskipun demikian, Demichelis tak urung mau menjelaskan gol Mario Goetze yang membuat Argentina merana. Menurut dia, ada kesalahan pergerakan dalam bertahan ketika Andre Schuerrle bergerak di sisi kanan pertahanan La Albiceleste.

Secara implisit, pria yang sekarang menjadi pelatih tim U-19 Bayern Munich tersebut menuding Javier Mascherano sebagai biang keladi gol Mario Goetze. Dia menilai ada pergerakan yang salah dari sang gelandang bertahan.

“Biar saya jelaskan sedikit. Sebagai bek tengah, ada beberapa prinsip berbeda yang dianut pelatih. Ada yang minta, ‘Jika mereka menyerang ke sisi kanan, tutup di posisi itu.’ Ada juga yang mengatakan, ‘Jika lawan menekan di sayap, tetap di tengah karena dari sanalah gol akan tercipta,” urai Demichelis.

Dia melanjutkan, “Saya selama beberapa tahun bersama (Manuel) Pellegrini. Bila ada situasi seperti itu, saya biasanya bergerak menutup ke sayap. Kenapa? Karena posisi di jantung pertahanan akan diisi oleh gelandang bertahan. Saat itu, kami punya Javier Mascherano. Saya tenang karena yakin dia akan menutup pos saya.”

Celakanya, kata Martin Demichelis, Mascherano jusru membantu Pablo Zabaleta untuk menghentikan Andre Schuerrle. Sementara itu, dia sudah kadung bergerak ke samping pula. Tak ayal, jantung pertahanan terbuka dan dimanfaatkan dengan baik oleh Mario Goetze untuk membawa timnas Jerman meraih kemenangan.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Javier Mascherano Ungkap Keistimewaan Utama Lionel Messi

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Lionel Messi adalah pemain dengan kemampuan istimewa dan salah satu yang terbaik sepanjang sejarah sepak bola. Menurut eks rekannya di timnas Argentina dan Barcelona, Javier Mascherano, ada satu hal yang jadi pembeda utama dari para pemain lain.

Bukan soal kemampuan individual atau insting luar biasa yang dinilai Javier Mascherano sebagai keutamaan Lionel Messi. Dia lebih menyoroti intelegensia pemain berjuluk La Pulga itu di lapangan hijau.

“Dalam sepak bola ada pengambilan putusan dan eksekusi. Kebanyakan pemain bagus dalam membuat putusan, tapi tak mampu mengeksekusinya dengan cara terbaik, begitu pula sebaliknya. Adapun dia (Messi), biasanya mampu melakukan keduanya dengan baik,” urai Javier Mascherano seperti dikutip Football5Star.com dari Diario Ole.

Javier Mascherano mengungkap kelebihan istimewa Lionel Messi.
ole.com.ar

Gelandang bertahan yang pernah membela West Ham United dan Liverpool itu menambahkan, “Hal yang luar biasa, dia melakukan dua hal itu dengan kecepatan permainannya. Itulah yang membuat dia berbeda dari yang lain.”

Selain itu, Mascherano mengungkapkan satu hal lain yang jadi keistimewaan Lionel Messi di lapangan. “Normalnya, permainan yang mendominasi dan kami mengikuti alurnya. Namun, Leo membaliknya. Dia memutuskan hal yang harus dilakukan dan tak boleh dilakukan dalam permainan. Itu sebabnya dia itu pemain dari planet lain,” kata pemain yang kini membela Estudiantes itu.

lebih lanjut, Javier Mascherano mengungkapkan, “Dia tahu cara menghemat tenaga sehingga membuat dia mampu membuat tujuh, delapan atau sepuluh aksi penting secara sempurna dalam permainan. begitulah dia mendominasi permainan.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Mascherano Akui Steven Gerrard Punya Kekuatan Langka

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Javier Mascherano belum bisa melupakan kehebatan seorang Steven Gerrard. Ia mengaatakan mantan rekannya di Liverpool itu punya kekuatan langka dalam hal melakukan tembakan.

Javier Mascherano dan Steven Gerrard bermain bersama di Liverpool pada 2007 hingga 2010. Pemain asal Argentina kemudian pindah ke Barcelona dan bertahan di sana hingga 2018.

Punya pengalaman selama tiga tahun berada satu tim dengan pemain yang akrab disapa Stevie G, Mascherano mengaku tak ada pemain yang bisa menyamai kehebatan mantan kapten Liverpool.

javier mascherano-liverpool
Empire of the Kop

“Tentang Steven di Liverpool, dia sangat luar biasa. Saya tidak pernah melihat orang menendang bola pertama kali tanpa mengendalikannya terlebih dulu. Tapi dia melakukan itu dengan sempurna,” ujar sang gelandang kepada Diario AS, Rabu (29/1/2020).

“Anda memberikan umpan kencang dengan sentuhan pertamanya dan dia akan memberi umpan lagi sejauh 40 meter. Dia punya kehebatan yang langka. Dia juga punya tendangan first time yang belum pernah saya lihat,” imbuhnya.

Di sisi lain, pemain yang kini memperkuat Estudiantes menegaskan dirinya masih terus menyaksikan The Reds bertanding. Menurutnya, klub besutan Juergen Klopp tampil luar biasa dan sangat menghibur.

“Saya adalah penggemar Liverpool, saya selalu menonton mereka bertanding. Mereka tampil luar biasa dan sangat menghibur. Permainan mereka memberi Anda banyak opsi di lapangan dan itu sangat tidak terduga,” tutup Mascherano.

[better-ads type=’banner’ banner=’156408′ ]

Mascherano Percaya Lionel Messi Takkan Pensiun di Barcelona

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Lionel Messi diyakini akan menutup karier luar biasanya di Barcelona. Tapi mantan rekannya, Javier Mascherano, ragu dengan kemungkinan tersebut.

Seperti yang diketahui, Lionel Messi masih setia di Barcelona. Dia sudah bergabung di klub Katalonia sejak berusia 12 tahun. Faktor ini membuat banyak orang percaya jika dia akan gantung sepatu di Camp Nou.

Kendati demikian, Javier Mascherano melihat kemungkinan lain. Baginya, La Pulga akan pensiun di Argentina.

Lionel Messi mengakui laga Barcelona vs Real Madrid di camp Nou jauh lebih sulit.
AS

“Apa pun bisa terjadi di dunia sepak bola dan itu tergantung pada keinginannya untuk bermain di Argentina. Ada faktor keluarga ketika dia memutuskan untuk tinggal di sini. Ini soal pribadi dan tidak ada orang lain yang bisa memengaruhinya,” kata Mascherano seperti dikutip Football5star dari Sport, Kamis (23/1/2020).

“Jika dia memutuskan untuk pulang ke sini di masa depan, itu akan menjadi lompatan besar dalam kualitas liga dan negara. Semua orang di sini menantikan kepulangannya,” ia menambahkan.

Walau sudah berseragam Barcelona sejak usia belia dan punya paspor Spanyol, Messi tetaplah orang Argentina. Dan klub pertamanya memulai karier di sepak bola adalah Newell’s Old Boys.

Beberapa tahun lalu, dia juga pernah berujar akan pulang ke Argentina dan pensiun di Newell’s Old Boys. Apalagi sang istri, Antonella, ingin segera tinggal di Argentina.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Kisah Pria Iran yang Guncang Bursa Transfer Sepak Bola Eropa

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Bernama lengkap Kiavash Joorabchian, pria kelahiran Teheran, Iran ini jadi aktor di belakang layar yang mengguncang bursa transfer musim dingin sepak bola Eropa beberapa musim lalu.

Kia sapaan akrabnya ialah agen dari pemain yang berbandrol 160 juta euro, Philippe Coutinho. Dikutip dari marca.com, Joorabchian merupakan pria dari Negeri Para Mulloh, Iran yang mendapat pendidikan di Inggris.

Pada 2004, Joorabchian mendirikan perusahaan agensi pesepak bola bernama Media Sports Investments. Tak butuh waktu lama bagi Kia mengembangkan perusahaan barunya tersebut. Beberapa tahun berdiri, MSI sudah memiliki klien pesepakbola top seperti David Luiz, Oscar, Carlos Tevez, hingga Marquinhos.

Jiwa berdagangnya memang muncul karena sang ayah pernah bekerja sebagai pengusaha dealer mobil di Iran. Sang paman bahkan sempat memiliki pabrik mobil terbesar di Timur Tengah. Keluarga besar Kia kemudian pindah dari Iran setelah negeri tersebut mengalami huru hara politik pada 1979 silam.

Lulusan Universitas Ternama

Pindah ke Inggris pada usia 12 tahun, Joorabchian seperti dikutip dari thetimes.co.uk (22/1/2020), ia disekolahkan di Shiplake College di Oxfordshire dan berkuliah di Queen Mary dan Westfield College, University of London mengambil jurusan kimia dan bisnis.

Tinggal di London, Joorabchian seperti remaja pada usianya jatuh cinta pada Arsenal. Bahkan sejak kecil, ia acapkali diajak sang ayah menonton laga Arsenal di Stadion Higburry, stadion lama Arsenal.

Pada awalnya ia bekerja di perusahaan saham bernama International Petroleum Exchange. Setelah itu ia coba peruntungan dengan pindah ke New York untuk bergabung ke salah satu perusahaan investasi terbesar, American Capital di Manhattan.

Kiavash Joorabchian
getty images

Cukup berhasil di permainan pasar saham, Joorabchian kemudian mencoba peruntungan di bisnis sepakbola. Mendirikan MSI, klub asal Brasil Corinthians menjadi mitra bisnis.

Incaran awal Joorabchian sebenarnya ialah klub favoritnya, Arsenal namun nilai investasi tinggi dari klub London itu menyurutkan niatnya. Di awal kemitraannya dengan Corinthians, Kia mengucurkan dana mencapai angka 20-35 juta dollar.

Dan Anda tahu berapa keuntungan yang didapat Kia pada tahun pertama kemitraannya? Mencapai angka 500 persen dari modal awal yang ia keluarkan.

Transfer Carlos Teves dan Kontroversial Abramovich

Keuntungan besar ini kemudian membuat Joorabchian lebih agresif di dunia sepakbola. MSI sempat membuat heboh dengan proses transfer Carlos Tevez dan Javier Mascherano ke West Ham United pada 2006.

Tersiar kabar saat West Ham United mendatangkan dua pemain tersebut, West Ham tak benar-benar membelinya. Karena hak ekonomi kedua pemain tersebut masih dimiliki Joorabchian.

Konsep kepemilikan pihak ketiga di luar klub seperti yang dialami oleh Tevez dan Mascherano memang sudah ditentang banyak pihak. Pasalnya, uang yang keluar tidak berputar di industri sepak bola.

Selain itu, kepemilikan jenis ini bisa membunuh klub secara perlahan. Pemain potensial yang awalnya dibina klub hingga dihargai mahal, sebagian besar hak ekonominya malah dimiliki pihak ketiga.

Tidak hanya memiliki Tevez, Juni 2010, Joorabchian diketahui memiliki saham 50 persen untuk pemain asal Brasil, Ramires. NIlai saham itu setara dengan 6 juta euro. Saat Ramires pindah ke Chelsea pada 2010 dengan nilai kontrak 22 juta euro, pria 46 tahun itu mendapat keuntungan mencapai angka 11 juta euro.

carlos tevez dan mascherano
getty images

Sepak terjang Joorabchian sendiri sudah dari 2016 diprediksi bakal menjelma jadi agen superior di bursa transfer sepakbola Eropa. Dikutip dari telegraph.co.uk, Kia diprediksi bakal jadi 10 agen sepakbola powerfull.

Menariknya sepak terjang Joorabchian dengan MSI justru sempat jadi buruan para investigator keuangan, pasalnya sumber uang yang ada di belakang MSI jadi spekulasi besar. Media Spanyol, AS sempat menyebut bahwa MSI juga dimiliki oleh Roman Abramovich, pemilik Chelsea.

Abramovich disinyalir memiliki saham sebesar 15 persen di MSI. Tidak itu saja, Joorabchian bahkan dikaitkan dengan Boris Berezovsky, pengusaha asal Georgia dan pemilik Dinamo Tbilisi yang tersangkut kasus kriminal di Brasil.

Bahkan pada 2007, otoritas hakim di Brasil memerintahkan penangkapan untuk Berezovsky bersama Joorabchian dan Nojan Bedroud dengan dugaan pencucian uang.

“Itu semua tidak benar. Semua proses keuangan di Brasil sudah disetujui Bank Sentral Brasil,” kata Joorabchian seperti dikutip dari thetimes.co.uk. Baru pada Agustus 2008, surat perintah penangkapan Joorabchian dihentikan otoritas hukum Brasil. “Dalam kasus ini, ia tidak terbukti pada pelanggaran,” tulis pernyataan otoritas hukum Brasil.

Transfer Coutinho ke Barcelona

Kembali ke transfer Coutinho ke Barcelona beberapa musim lalu, peran dari Joorabchian terbilang cukup krusial. Proses transfer ini juga cukup pelik. Barcelona sudah dari musim panas ingin menggaet eks pemain Inter Milan tersebut namun Liverpool menolaknya. Namun otak bisnis dari Kia yang pada akhirnya mensukseskan itu semua.

“Saya bukan agen sepak bola dan saya tidak bertindak sebagai agen. Saya pikir bisnis agensi sangat berbeda,” Joorabchian mengatakan ke Guardian pada 2008.

Philippe Coutinho - Barcelona - Bayern Munich - @phil.coutinho
instagram.com/phil.coutinho

Apa yang diyakini oleh Joorabchian inilah yang kemudian akhirnya memperlunak sikap keras kubu Pemilik saham mayoritas Liverpool, Fenway Sports Group (FSG). Media Spanyol, Sport pada September 2017 menyebut keeleganan dari Joorabchian mampu membuat kubu Liverpool terbuka untuk melepas Coutinho.

Selain memiliki MSI, Joorabchian juga terdaftar sebagai direktur tunggal Sports Invest UK Limited, perusahaan yang memberikan kredit sebesar 600 ribu poundsterling kepada Portsmouth F.C

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Klub Juan Veron Terus Rayu Andres Iniesta untuk Bergabung

Banner LFS Baru

Football5Star.com, Indonesia – Estudiantes rupanya tak main-main soal rencana perekrutan gelandang Andres Iniesta. Rayuan terus dilancarkan. Bukan hanya Presiden Juan Veron dan pelatih Gabriel Milito, Javier Mascherano dan Gaston Fernandez pun ikut bergerilya.

Dua hari lalu, Juan Veron mengonfirmasi ketertarikan klub yang dipimpinnya terhadap Andres Iniesta yang kini membela Vissel Kobe. Namun, dia mengatakan belum ada negosiasi resmi untuk menggaet mantan pemain Barcelona dan timnas Spanyol itu.

Setelah mendapatkan Javier mascherano, Juan Veron ingin mendaratkan Andres Iniesta ke Estudiantes.
tn.com.ar

“Hari ini, kami tak dapat mengatakan ada negosiasi dengan Iniesta. Namun, memang ada pembicaraan di antara kami,” kata Juan Veron kepada Radio Rivadavia seperti dikutip Football5Star.com dari TyC Sports. “Menjajaki kemungkinan Iniesta bergabung adalah sesuatu yang tak akan dilupakan orang-orang, terlepas dari hal itu terwujud atau tidak.”

Selain Juan Veron, Javier Mascherano diyakini telah berbicara dengan Iniesta. Bagaimanapun, mereka sempat bersama-sama di Barcelona. Begitu pula Gabriel Milito yang sejak Maret silam menangani Estudiantes.

Gaston Fernandez ikut-ikutan bergerak. Pemain berumur 36 tahun itu melancarkan rayuan dengan menyambar unggahan Andres Iniesta di Instagram pada 23 Desember lalu. “Andres, kamu tak akan menyesalinya,” kata dia.

Estudiantes rupanya mengikuti langkah Boca Juniors yang musim lalu sukses menggaet Daniele De Rossi yang dilepas AS Roma. Meskipun telah mendapatkan Javier Mascherano, klub yang kini berada di posisi ke-13 Superliga Argentina itu rupanya masih mengincar Andres Iniesta untuk jadi tambahan kekuatan dalam menjalani musim 2019-20.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Mascherano Dorong Lionel Messi Tetap Bela Timnas Argentina

Football5Star.com, Indonesia – Sejak Piala Dunia 2018 berakhir, Lionel Messi belum lagi memperkuat timnas Argentina. Hingga kini, belum benar-benar jelas jadwal comeback pemain berjuluk La Pulga itu. Mengenai hal itu, Javier Mascherano berharap sang megabintang tak pensiun secara permanen.

Mantan pemain Barcelona dan Liverpool itu menilai kehadiran Lionel Messi masih sangat dibutuhkan timnas Argentina. Dia mengaku selalu mendorong La Pulga dan pemain-pemain bintang lain untuk terus mengabdi kepada timnas Argentina.

“Saya mendorong Messi dan (Sergio) Aguero untuk terus bermain di timnas. Jika pelatih memanggil, kenapa tidak bergabung?” terang Mascherano seperti dikutip Football5Star.com dari Clarin. “Meskipun begitu, itu terserah mereka. Mereka harus bergabung karena memang mau.”

Javier Mascherano dan Lionel Messi saat memperkuat timnas Argentina di Piala Dunia 2018.
rtbf.be

Secara khusus, pemain yang kini membela Hebei China Fortune itu menilai Lionel Messi tidak gagal di timnas Argentina. Dia tak habis pikir setiap kali sang megabintang dikambinghitamkan.

“Saya pikir kami telah memperlakukan Messi secara tak adil. Kami tak terkalahkan dalam 19 laga di antara Piala Dunia dan dua Copa America. Saya kira itu hasil yang sama sekali tidak buruk,” ungkap Mascherano lagi.

Soal performa Lionel Messi yang tak secemerlang saat memperkuat Barcelona, pemain berumur 34 tahun itu punya jawaban tersendiri. “Leo sudah terbiasa memainkan sepak bola yang berbeda dengan di timnas Argentina,” jelas dia.

Lebih jauh, Mascherano menambahkan, “Barcelona sangat terorganisasi. Pelatih jarang berganti, para pemain pun sudah saling mengenal dengan baik karena sudah bersama-sama selama 15 tahun. Ketika datang ke Argentina, Leo harus menghadapi pergantian pelatih dan sistem permainan. Itu sangatlah sulit.”

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Mascherano Lega Argentina Lolos dari Lubang Jarum

Football5star.com, Indonesia – Bek Timnas Argentina, Javier Mascherano, mengaku sangat bahagia dengan kemenangan timnya atas Timnas Nigeria. Menurut dia, Tim Tango memang pantas lolos ke babak 16 besar.

Argentina meraih kemenangan 2-1 atas Nigeria dalam matchday terakhir Grup D Piala Dunia 2018, di Stadion Krestovsky, Rabu (27/6/2018) dinihari WIB. Lionel Messi mencetak gol pembuka yang mengantar Argentina memimpin 1-0 atas Nigeria sampai paruh babak.

DgpGf14XkAEfCuQ
Getty Images

Setelah turun minum, Nigeria mampu menyamakan kedudukan. Victor Moses mengesekusi hadiah penalti, menyusul pelanggaran pemain senior Javier Mascherano.

Marcos Rojo tidak diduga menjadi pahlawan Argentina. Pemain bertahan itu mencetak gol kemenangan di menit ke-86, yang memastikan Argentina memenangi pertandingan.

“Jika kami tersingkir, itu tidak layak. Tapi pertandingan ini begitu sulit. Aku bisa bertanggung jawab karena penalti dan karena aku salah satu yang tertua di sini,” kata Mascherano seperti dilansir Soccerway.

“Tidak baik bergantung pada hasil heroik. Kami harus kompetitif. Kami tidak bisa meminta bantuan siapa pun. Kami belum bermain sangat baik dan sekarang kami harus menghadapi Prancis,” Mascherano menambahkan.

Dengan kemenangan ini, Argentina melaju ke fase selanjutnya karena menempati urutan kedua dengan torehan empat poin. Adapun Nigeria harus mengubur mimpi ke 16 besar karena terpaut satu angka dari Tim Tango di urutan ketiga.

Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Javier Mascherano Bantah Konflik Internal di Argentina

Football5Star.com, Indonesia – Timnas Argentina sempat diterpa kabar negatif setelah tampil buruk di dua laga pertama Piala Dunia 2018. Akan tetapi, kabar itu langsung ditepis oleh gelandang senior Argentina, Javier Mascherano.

Timnas Argentina meraih dua hasil buruk secara beruntun. Setelah ditahan imbang 1-1 oleh tim debutan, Islandia, di partai pertama, Argentina takluk 0-3 dari Kroasia di laga kedua.

Dua hasil buruk itu membuat pelatih timnas Argentina, Jorge Sampaoli, mendapat kritik. Bahkan, para pemain dikabarkan kehilangan kepercayaan kepada pelatih berkepala plontos itu.

messi mascherano argentina football5star elchorrillero com
elchorrillero

Namun, hal itu dibantah oleh Javier Mascherano. Gelandang timnas Argentina berusia 34 tahun itu mengatakan hubungan para pemain dengan Sampaoli tetap bagus seperti sebelumnya. Timnas Argentina juga telah menggelar pertemuan untuk mengatasi performa buruk mereka.

“Hubungan dengan pelatih normal saja. Namun tentu kami merasa tidak nyaman berbicara dengannya karena jika kami tidak begitu berarti kami berbohong,” ujar Mascherano dilansir Football5Star.com dari Bein Sports.

“Kami telah menggelar pertemuan dan membicarakan solusi terbaik untuk membawa Argentina lolos ke 16 Besar,” ujar mantan pemain Barcelona itu.

Menurut Mascherano, para pemain telah menyampaikan segala uneg-uneg kepada sang pelatih. Sebab, bagaimanapun juga, menurut Mascherano, para pemain adalah yang menentukan di lapangan.

“Kami tahu jika kami melakukan sesuatu hal dengan baik kami akan mendapat hasil baik, tapi jika tidak kami akan menderita karena itu,” ujar Mascherano.

“Kami tahu situasi ini sulit. Kami harus bersatu dan melakukan yang terbaik untuk tim ini,” tuturnya.


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Mascherano: Messi Juga Manusia!

Football5Star.com, Indonesia – Pemain senior timnas Argentina, Javier Mascherano, meminta pihak-pihak yang terus mengkritik Lionel Messi untuk diam sejenak. Dia menegaskan, Messi juga manusia biasa yang bisa dilanda frustrasi. Meskipun demikian, Mascherano juga memastikan sang bintang dalam kondisi baik-baik saja.

“Leo baik-baik saja. Kami semua merasa frustrasi (oleh hasil belakangan ini). Seperti orang lain, dia juga frustrasi karena segalanya tak berjalan sesuai harapan,” urai Mascherano seperti kepada TyC Sport seperti dikutip Football5Star.com dari Peru.com. “Dia juga manusia. Seperti halnya kami, dia ingin mengubah situasi ini.”

Lionel Messi dan Javier Mascherano dalam latihan timnas Argentina.
elchorrillero.com

Messi memang menjadi sasaran kritik banyak pihak setelah timnas Argentina menuai hasil buruk di fase grup Piala Dunia 2018. Pertama, dia dikritik karena gagal mencetak gol dari titik penalti saat melawan timnas Islandia. Lalu, dia pun dicerca habis-habisan karena hanya mampu melepaskan satu tembakan saat Tim Tango kalah 0-3 dari timnas Kroasia.

Mengenai dua hasil buruk itu, Mascherano menyatakan timnas Argentina tengah mencoba mencari solusi. Untuk itu, dia meminta semua pihak untuk berhenti gaduh soal kegagalan menang di dua laga tersebut.

“Kami telah mengadakan rapat guna mengatasi situasi ini, meningkatkan performa, dan meraih target lolos ke 16-besar. Sayangnya, semua kegaduhan yang ada sungguh tak menolong kami,” keluh pemain yang baru saja meninggalkan Barcelona itu.

Lebih jauh, untuk laga menentukan melawan timnas Nigeria, pemain yang sempat membela West Ham United tersebut tetap optimistis. Dia memastikan, semua pemain memikul tanggung jawab untuk keluar dari situasi sulit, bersama-sama mencari solusi dan memanfaatkan peluang tersisa.

Timnas Argentina terancam gagal lolos ke 16-besar Piala Dunia 2018. Koleksi satu poin dengan selisih gol -3 membuat anak-anak asuh Jorge Sampaoli berada di dasar klasemen Grup D. Adapun Nigeria membuka kans lolos dari grup berkat kemenangan 2-0 atas timnas Islandia pada matchday II.


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Mascherano: Hubungan dengan Pelatih Normal

Football5star.com, Indonesia – Argentina tengah dalam situasi yang genting. Gagal menang di dua pertandingan awal Piala Dunia 2018 membuat peluang mereka untuk lolos semakin tipis.

Argentina kini hanya mengemas satu poin dan duduk di posisi paling bawah.
Argentina memang masih bisa lolos andai menang dalam pertandingan terakhir menghadapi

Nigeria dan berharap Islandia tak meraih tiga angka saat menghadapi Kroasia. Namun, itu semua semakin sulit lantaran skuat Argentina dikabarkan tak kondusif.

Pelatih Jorge Sampaoli dikabarkan sudah tak diinginkan oleh beberapa penggawa Argentina. Ya, Sampaoli memang tak bisa mengangkat penampilan dari Argentina terlebih saat kalah dari Kroasia dengan skor 0-3.

Jorge Sampaoli menilai Messi tak bisa bersinar seperti Ronaldo karena skuat Argentina yang buruk. (www.old.football5star.com / clarin.com)
clarin.com

Tapi, situasi tak kondusif di kamar ganti Argentina dibantah oleh Javier Mascherano. Pemain yang pernah bermain untuk Liverpool dan Barcelona mengaku La Albiceleste dalam kondisi yang sangat baik.

“Hubungan dengan pelatih Jorge Sampaoli berjalan dengan normal,” tutur Mascherano dilansir Sky Sports.

“Pastinya ketika kami merasa tak nyaman dengan sesuatu kami akan berbicara dengannya karena bila kami tak melakukan itu berarti kami munafik.”

“Kami tahu situasinya sangat tricky, kami harus bersatu dan melakukan segalanya yang memungkinkan untuk tim ini berada di posisi terbaik,” ujar Mascherano.

Argentina memang harus bersatu untuk bisa meraih kemenangan. Para pemain harus bisa membantu tugas Lionel Messi agar sang pemain mampu mengeluarkan penampilan terbaiknya.


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Harapan Mascherano untuk Laga Berikut Argentina

Football5Star.com, Indonesia – Argentina meraih dua hasil mengecewakan pada fase grup Piala Dunia 2018. Gelandang Argentina, Javier Mascherano, meminta timnya tetap fokus menatap laga terakhir kontra Nigeria.

Argentina meraih hasil imbang 1-1 melawan Islandia pada pertandingan pembuka Grup D. Setelah itu, Argentina justru kalah 0-3 dari Kroasia pada pertandingan kedua, Jumat (22/6/2018). Dua hasil buruk itu membuat Argentina kini berada di posisi ketiga dengan satu poin dari dua laga.

Lionel Messi dkk kini hanya bisa berharap pertandingan yang baru akan digelar nanti, Nigeria vs Islandia, akan berakhir dengan sesuai keinginan Argentina. Ya, Argentina semakin sulit untuk lolos jika Islandia mampu memenangi laga kontra Nigeria itu.

Argentina dikalahkan Kroasia (www.old.football5star.com /clarin.com)
clarin.com

Gelandang veteran Argentina, Javier Mascherano, meminta timnya banyak berdoa dan introspeksi diri. Sebab, Argentina masih memiliki satu laga terakhir yakni kontra Nigeria, Rabu (27/6/2018).

“Saat segala sesuatu tidak tergantung pada Anda, Anda hanya bisa banyak berdoa dan perbaiki apa yang bisa diperbaiki,” tutur Mascherano dilansir Football5Star.com dari Four Four Two.

“Sampai hari ini, kami belum tahu siapa yang akan lolos. Kita lihat saja nanti,” ucapnya.

Mascherano ogah terlalu banyak berkomentar soal kekalahan timnya dari Kroasia. Eks gelandang Barcelona itu menilai belum waktunya mengomentari pertandingan tersebut.

“Sangat sulit menganalisa permainan karena sekarang kami sedang terluka,” kata dia lagi.


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Berhasil Cetak Rekor, Mascherano Kecewa

Football5star.com, Indonesia – Gelandang veteran timnas Argentina, Javier Mascherano, berhasil membuat rekor di pertandingan melawan Islandia, Sabtu (16/6). Penggawa Hebei China Fortune tersebut berhasil menjadi pemain Argentina dengan caps terbanyak.

Selama berkarier di Albiceleste, Mascherano telah tampil dalam 144 pertandingan. Pada laga melawan Islandia, ia berhasil melewati raihan legenda Internazionale, Javier Zanetti yang tampil dalam 143 pertandingan.

Mascherano - www.old.football5star.com
twitter.com/OptaJean

Meskipun ia berhasil melewati rekor Zanetti, Mascherano tak merasa puas. Ia merasa kecewa karena gagal membawa Argentina meraih poin penuh atas Islandia.

“Saya tidak merasa senang. Kami ingin menang. Kami sudah mencoba berbagai macam cara, namun kami tidak berhasil. Pertandingan pertama di Piala Dunia memang akan selalu sulit bagi tim manapun. Saat ini, kami harus terus berjuang untuk meraih kemenangan di pertandingan selanjutnya,” ujar Mascherano dikutip dari SportsMole.

“Ini hanyalah sebuah permulaan bagi kami. Kami paham kesulitan melawan tim yang bermain dengan banyak pemain bertahan. Kami juga membuat segalanyba menjadi lebih sulit. Saya ingin para suporter tetap mendukung kami di turnamen ini. Kami akan sangat membutuhkan dukungan mereka,” pungkas pemain 34 tahun itu.

Pada laga yang berlangsung di Spartak Stadium tersebut, anak asuh Jorge Sampaoli mampu unggul melalui Sergio Aguero di menit ke-19. Namun, 4 menit berselang, Alfred Finnbogason berhasil menyamakan kedudukan. Di babak kedua, Argentina memiliki peluang emas untuk unggul melalui sepakan penalti Lionel Messi. Namun, sepakannya berhsil dipatahkan oleh kiper Islandia, Hannes Halldorsson.


Jangan lupa ikutan kuis Football5star.com. Prediksi skor pertandingan Piala Dunia 2018 dengan kesempatan membawa pulang Mobil Honda Brio, Motor Honda Vario, Motor Honda Beat, dan banyak lagi hadiah menarik. Buruan daftar di kuis.www.old.football5star.com

Mascherano: Semoga Timnas Argentina Bisa Mengimbangi Lionel Messi

Football Live Star

Football5Star.com, Indonesia – Javier Mascherano berharap Argentina bisa berbicara banyak di Piala Dunia 2018. Namun Mascherano meminta para pemain timnas Argentina untuk mengimbangi sang megabintang, Lionel Messi.

Javier Mascherano akan melakoni Piala Dunia keempat pada Piala Dunia 2018. Dia telah mengoleksi 143 caps bagi timnas Argentina, menyamai pencapaian Javier Zanetti sebagai pemegang caps terbanyak bagi Tim Tango.

Pada gelaran Piala Dunia 2018, Mascherano berharap Lionel Messi dapat menampilkan bentuk permainan terbaik yang dia miliki. Pasalnya, menurut Mascherano, penampilan Argentina akan sangat tergantung pada Messi.

Messi (www.old.football5star.com)
Si.com

“Satu harapan untuk Piala Dunia kali ini adalah Leo bisa menampilkan permainan terbaik. Karena dia akan menginspirasi para pemain lainnya dengan itu,” kata Mascherano dikutip Football5Star.com dari Goal.

“Jelas sekali bahwa kondisi Leo akan menentukan penampilan kami. Saya juga berharap para pemain lain bisa mengimbangi dia,” ucap eks pilar Barcelona itu.

Mascherano juga menyadari bahwa kondisi timnas Argentina saat ini sedang tidak baik. Setelah tertatih-tatih di Kualifikasi Piala Dunia 2018, perjalanan timnas Argentina juga diwarnai kontroversi pencoretan Mauro Icardi.

“Setelah Tata (Martino), semuanya berubah menjadi kekacauan. Kami tak bisa meraih hasil positif karena kami kurang berkualitas. Kami juga berganti pelatih setelah itu,” ucap Mascherano.

“Kami sangat dekat dengan kegagalan. Satu pertandingan lagi kami bisa tak tampil di Piala Dunia 2018,” tutur dia.

Mascherano Sedih Romero Absen di Piala Dunia

Football Live Star

Football5star.com, Indonesia – Bek Timnas Argentina, Javier Mascherano, mengaku sedih dengan absennya Sergio Romero di Piala Dunia 2018. Menurut Mascherano, Romero adalah figur penting di Tim Tango.

Romero merupakan penjaga gawang utama Argentina dalam delapan tahun terakhir. Bersama Albiceleste, mantan penggawa AS Monaco tersebut berahsil mengoleksi 91 caps.

DAGd4w4VYAA5qR6
Getty Images

Ia merupakan salah satu sosok senior yang diharapkan dapat memimpin Tim Tango di Piala Dunia mendatang. Akan tetapi, Romero menderita cedera di lutut kanannya pada Selasa (22/5/2018). Sang pemain pun dipastikan absen di Rusia.

“Cedera Romero menjadi pukulan telak, bukan hanya sebagai pemain sepak bola, tetapi juga sebagai seorang pria. Dia telah menjadi pemimpin tim selama 10 tahun,” kata Mascherano seperti dilansir Soccerway.

Cederanya Romero membuat posisinya digantikan oleh penjaga gawang Tigres, Nahuel Guzman. Guzman akan bersaing dengan penjaga gawang Chelsea, Willy Caballero dan kiper milik River Plate, Franco Armani demi satu tempat di starting XI Sampaoli.

Guzman hanya mampu memenangkan enam caps untuk Argentina. Penampilan terakhirnya terjadi pada tahun 2015 di laga persahabatan melawan Singapura. Pemain 32 tahun itu akan mulai bergabung di laga persahabatan melawan Haiti pada 29 Mei mendatang.

“Ini sepak bola, banyak hal terjadi. Kami harus berharap yang terbaik untuk Guzman dan maju. Kami telah mengalami sesuatu yang tidak terduga, tetapi ada optimisme bahwa pelatih dapat mengandalkan 23 pemain yang tersedia,” Mascherano menambahkan.

“Performa Messi Kini Lebih Baik Ketimbang saat Raih 5 Ballon d’Or”

Football Live Star
Football5star.com, Indonesia – Mantan gelandang Barcelona, Javier Mascherano, menilai performa Lionel Messi kini lebih baik ketimbang saat meraih lima Ballon d’Or.

Messi gagal meraih penghargaan itu dalam dua edisi terakhir. Pemain berjuluk La Pulga tersebut kalah dari bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo.

Kendati demikian, Mascherano menganggap Messi berada dalam puncak permainannya pada musim 2017-18. Dia mengaku senang lantaran pernah bermain dengan striker Barcelona itu.

DaNGHQYUMAAYF8m

“Sepertinya kita tidak akan melihat pemain seperti Lionel Messi lagi,” kata Javier Mascherano, seperti dilansir Mundo Deportivo.

“Saya beruntung menghabiskan banyak waktu dalam karier bermain bersama pemain yang begitu unik. Evolusi dia sebagai pemain sungguh luar biasa dan tak bisa dipercaya,” imbuh gelandang asal Argentina tersebut.

“Dia jauh lebih baik saat ini dibanding ketika memenangi lima Ballon d’Or. Anda membayangkan bagaimana mungkin, tetapi itu kenyataannya. Dia jauh lebih baik saat ini,” tandas Mascherano.

Javier Mascherano menjadi rekan setim Lionel Messi di Barcelona pada 2010-2018. Pemain berusia 33 tahun itu memutuskan hengkang ke klub Cina, Hebei China Fortune, pada Januari lalu.

Pendapat Mascherano soal Messi bukan tanpa dasar. Sebelumnya, bintang timnas Argentina itu diprioritaskan untuk mengacak lini belakang dan membobol gawang lawan.

Berbeda dengan musim ini. Lionel Messi kerap turun ke sektor tengah dan menjadi pengatur alur serangan El Barca. Terbukti, selain mampu mencetak 45 gol dalam 53 laga di semua ajang musim ini, dia mampu menorehkan 18 assist.

Valverde Beri Saran untuk Mascherano

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde, menyarankan agar Javier Mascherano kembali ke Camp Nou sebagai pelatih pada masa yang akan datang.

Mascherano resmi mengakhiri tujuh setengah musim pengabdiannya bersama El Barca pada Selasa (23/1/2018). Pemain berusia 33 tahun itu hijrah ke Hebei China Fortune dengan nilai transfer 10 juta euro.

Valverde menilai bahwa Javier Mascherano memiliki bekal yang mumpuni untuk menjadi pelatih berkualitas.

“Dia adalah panutan bagi semua orang yang ada di Barcelona dan di luar. Anda bisa melihat bagaimana dia berpikir dan memahami permainan. Dia hampir seperti melatih dirinya sendiri dalam pertandingan,” katanya, seperti dilansir Soccerway.

“Dia adalah pemain yang mendekati akhir karier. Dia pasti ketagihan dan tentu akan mencobanya. Jika tidak pernah mencoba, Anda akan selalu mengira,” tandas Valverde.

Mascherano pun merespons komentar Valverde. Bek Argentina tersebut mengaku masih ingin fokus dengan karier sebagai pemain.

“Menurut saya, itu lebih merupakan ide yang diusulkan orang daripada keputusan saya sendiri. Mungkin, saya akan mempertimbangkan itu kelak. Saya menyukai gagasan menjadi pelatih, tetapi bukan sekarang,” tutur Mascherano.

“Saya berterima kasih para direktur klub melihat saya sebagai pelatih. Mereka selalu mengatakan bahwa saya bisa menjadi pelatih yang bagus,” ujarnya.

Javier Mascherano memperkuat Barcelona sejak dibeli dari Liverpool seharga 20 juta euro pada Agustus 2010. Selama berkostum El Barca, dia merasakan banyak prestasi, di antaranya adalah empat trofi Divisi Primera, empat Copa del Rey, dua Liga Champions dan dua Piala Dunia Antarklub.

Valverde Tak Tutup Kemungkinan Tambah Pemain Baru

Football5Star.com, Indonesia – Barcelona cukup aktif pada bursa transfer musim dingin ini. Setelah mendatangkan Philippe Coutinho dari Liverpool, mereka sukses mendaratkan pemain Brasil lainnya, Yerry Mina dari Palmeiras. Kendati skuatnya sudah terbilang komplit, pelatih Ernesto Valverde tak menutup kemungkinan untuk menambah pemain baru lagi.

Valverde mengaku senang dengan skuat Barcelona yang dimiliki saat ini. Namun, ia belum menutup pintu kepada manajemen jika masih ingin mendatangkan pemain tambahan sebelum transfer Januari ditutup.

“Saya senang dengan tim yang kami punya tapi sampai bursa transfer ditutup, tidak ada yang tidak mungkin. Bukan cuma kami tapi untuk setiap tim. Segala hal bisa berubah,” imbuh Valverde kepada AS, Rabu (24/1/2018).

philippe coutinho
fcbarcelona.com

“Saya tidak tahu apa yang akan terjadi antara sekarang sampai akhir bursa transfer, tapi secara prinsip saya senang dengan skuat yang saya miliki. Masalah transfer kami serahkan pada manajemen dan saya akan dengan tangan terbuka menerima jika ada pemain tambahan yang masuk,” tuturnya.

Selain sudah mendatangkan dua pemain, Barcelona juga melepas dua penggawanya. El Barca melepas Arda Turan ke Istanbul Basaksehir dengan status pinjaman. Sedangkan yang terbaru, mereka baru saja ditinggal Javier Mascherano yang memutuskan hijrah ke Tiongkok untuk bergabung dengan Hebei China Fortune.

Sejak Valverde menangani Lionel Messi dkk, kedua pemain ini memang tidak masuk dalam skema permainnya. Alhasil mereka pun kurang mendapat menit bermain yang cukup hingga klub melepasnya.

Cerita di Balik Kesuksesan Mascherano di Barcelona

Football5Star.com, Indonesia – Javier Mascherano baru saja mengakhiri karier luar biasanya bersama Barcelona setelah klub mengakhiri kontrak pemain 33 tahun tersebut. Sesaat setelah berpisah dengan rekan-rekannya, pemain Argentina ini pun bercerita perihal kunci di balik kesuksesannya bersama klub tersebut.

Sejak memperkuat El Barca pada musim 2010 silam, total ia telah mempersembahkan 17 trofi kepada klub yang bermarkas di Camp Nou tersebut, termasuk diantaranya dua gelar Liga Champions. Meninggalkan jejak gemilang, pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan ini pun membeberkan rahasia sukses.

“Rahasia semua kesuksesan ini terletak pada ruang ganti pemain. Ketika pertama kali saya bergabung itu adalah masa yang sulit karena sangat banyak pemain luar biasa yang sukses di sini. Tapi saya terus berusaha hingga mampu mempertahankan posisi inti,” ujar Mashcerano kepada Marca, Rabu (24/1/2018).

javier mascherano
futbolprimera.es

Mantan pemain Liverpool ini pun mengaku beruntung bisa berada satu tim dengan pemain-pemain hebat selama membela Los Cules. Menurutnya, keberadaan rekan-rekan seperti Victor Valdes, Carles Puyol, Xavi, dan Andres Iniesta sangat membantunya menunjukkan performa terbaik.

“Barcelona adalah tempat berkumpulnya pemain-pemain hebat yang dipimpin Puyol, Xavi, dan Valdes yang telah memulai karier dari awal mereka bermain bola. Saya beruntung bisa menghabiskan banyak waktu di sini dan memberikan kesan yang bagus ketika meninggalkan klub,” sambungnya.

Sebelum resmi meninggalkan Barca, Mascherano akan melakoni laga testimoni pada Jumat (26/1/2018) di Camp Nou. Setelah itu ia dikabarkan segera berlabuh ke klub Tiongkok, Hebei China Fortune.

Mascherano Putuskan Berpisah Dengan Barcelona

Football5Star.com, Indonesia – Usai sudah kebersamaan Javier Mascherano dengan Barcelona. Pemain asal Argentina itu memutuskan berpisah dengan klub asal Katalonia itu. Selanjutnya pemain 34 tahun itu segera merapat ke klub asal Tiongkok, Hebei China Fortune.

Masa depan Mascherano di Barca memang sudah lama dispekulasikan. Faktor usia dan kehadiran pemain yang lebih muda membuatnya tidak mendapat banyak kesempatan bermain.

Mascherano baru tampil pada 12 pertandingan di semua kompetisi musim ini. Dia kalah bersaing dengan Gerard Pique, Samuel Umtiti, dan bahkan Thomas Vermaelen yang baru pulih dari cedera di posisi bek tengah.

Dan akhirnya, mantan pemain Liverpool ini dipastikan meninggalkan Camp Nou di bursa transfer musim dingin ini. Hal ini dikonfirmasi secara langsung oleh Barca. “Javier Mascherano meninggalkan Barcelona setelah tujuh setengah musim bersama,” tulis Barca di situs resminya, Selasa (23/1/2018).

Mascherano dibeli Barca dari Liverpool pada 2010. Ia langsung menjadi bagian penting dalam kesuksesan Blaugrana dan tampil pada 334 pertandingan.

Penggawa Timnas Argentina membantu Barca meraih 17 trofi juara, dengan rincian empat gelar La Liga, empat Copa del Rey, tiga gelar Piala Super Spanyol, dua gelar Liga Champions, serta dua gelar Piala Super Eropa dan dua gelar Piala Dunia Antarklub. Untuk menghormati kariernya selama delapan tahun di Camp Nou, Barca akan memberinya upacara perpisahan di markas mereka, Rabu (24/1/2018)

Messi Simpan Rahasia yang Bikin Mascherano Ngambek

Football5star.com, Indonesia – Pemain bintang Barcelona, Lionel Messi, menyayangkan sikap Javier Mascherano yang mempertimbangkan hengkang di akhir musim. Bahkan Messi mengatakan jika perpanjangan kontrak pun tidak menjamin mantan pemain West Ham United tersebut bakal bertahan.

Beberapa waktu lalu. Mascherano menyiratkan ingin meninggalkan Camp Nou dalam waktu dekat. Ia merasa waktunya di Blaugrana sudah cukup dan saatnya mencari petualangan baru di tempat lain.

Javier Mascherano, Barcelona
zimbio.com

“Aku tidak akan mengatakan kepada Anda apa yang Mascherano katakan kepada saya. Intinya, ia butuh tantangan baru dalam kariernya. Aku sangat mengerti apa yang ia rasakan. Sebagai pemain bola, hal terbaik bagi kami adalah mendapatkan kesempatan bermain,” ujar Messi.

Berbicara mengenai waktu bermain, memulai pertandingan dari bangku cadangan dalam dua laga terakhir di ajang Liga Champions. Ketika melawan Juventus bulan lalu, ia masuk di menit ke-56 menggantikan Gerard Deulofeu. Sementara ketika menghadapi Sporting CP, ayah dari Thiago dan Matteo tersebut menggantikan Alex Vidal pada menit ke-61.

“Tentu sulit untukku bermain dari bangku cadangan atau, ditarik keluar untuk diganti. Tapi kemudian aku sadar bahwa kebutuhan tim lebih penting. Jadi, aku hanya menuruti kebijakan pelatih dalam setiap pertandingannya.  Walaupun menonton dari pinggir lapangan sangat menjengkelkan rasanya,” tutupnya.

 

Barcelona Masih Butuh Mascherano

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde, menegaskan timnya masih membutuhkan jasa bek asal Argentina, Javier Mascherano. Di mata Valverde, Mascherano tetap pemain penting.

Mascherano telah digosipkan akan meninggalkan Camp Nou pada musim panas lalu. Dia pun sempat mengutarakan niat untuk kembali ke klub lamanya, River Plate. Kini, Mascherano tengah cedera. Sang pemain pun mengisyaratkan bakal segera meninggalkan Azulgrana. Sebagai gantinya, Barcelona mengincar bek Kolombia, Yerry Mina.

Ernesto Valverde Vs Olympiakos (zimbio)1
Getty Images

“Bursa transfer belum dibuka. Kita telah berbicara tentang jendela transfer musim dingin sejak Agustus,” kata Valverde ketika ditanya soal spekulasi Yerry Mina.

“Ketika saatnya tiba, kita akan berbicara tentang bursa transfer musim dingin. Kami masih mengandalkan Mascherano. Dia adalah anggota tim, berkomitmen untuk Barcelona dan sudah lama di sini.”

“Saya tidak bisa berbicara tentang hipotetis. Saya senang dengan Mascherano, saya ingin dia berada di sini bersama kami, saya tidak khawatir dengan dia,” Valverde menambahkan.

Mascherano telah memperkuat Barcelona sejak musim panas 2010. Pemain yang kini berusia 33 tahun itu dibeli dari Liverpool seharga 20 juta euro.

Selama berseragam El Barca, Javier Mascherano telah mencatatkan 331 penampilan dalam semua kompetisi. Dia pernah meraih segudang prestasi, di antaranya adalah empat trofi Divisi Primera, dua Liga Champions dan empat Copa del Rey.

Era Kejayaan Barcelona Sudah Habis

Football5star.com, Indonesia – Gelandang Barcelona, Javier Mascherano menyatakan jika era kejayaan timnya sudah mendekati akhir. Hal tersebut dikatakan pemain asal Argentina tersebut seiring dengan kontraknya yang akan habis musim depan. Sejauh ini, pihak manajemen Blaugrana belum membuka pembicaraan untuk perpanjangan durasi masa bakti Mascherano di Camp Nou.

Apa yang dikatakan mantan pemain Liverpool tersebut justru berbanding terbalik dengan performa Barcelona musim ini. Pasukan Ernesto Valverde adalah satu dari empat tim yang belum menelan kekalahan di liga top Eropa sejauh ini.  Mereka masih memimpin klasemen La Liga dengan koleksi 36 poin.

Javier Mascherano, Barcelona
espnfc.com

Tengah pekan ini, Barca diagendakan menjamu Sporting CP dalam lanjutan Liga Champions pekan keenam. Hasil nanti tidak akan berarti apa pun karena Mascherano dkk sudah memastikan lolos dengan 11 poin. Jika berhasil mengamankan tiga poin terakhir, maka mereka akan melanggeng ke babak 16 besar dengan status juara grup.

“Perioede emas Barcelona sudah mendekati akhir, aku sangat yakin. Ini pasti terjadi menimpa klub sepak bola manapun di dunia. Sudah seperi inilah siklusnya. Tidak ada yang abadi,” papar Mascherano.

Satu dekade terakhir, rival sekota Real Madrid tersebut menjelma menjadi salah satu tim paling menakutkan di dunia. Pada musim 2009-10, mereka tampil menggebrak dengan memborong seluruh gelar yang mereka ikuti musim itu. Mulai dari La Liga, Liga Champions, Copa del Rey, Supercopa, Piala Super Eropa, hingga Piala Dunia Antarklub.

Mascherano Beri Sinyal Tinggalkan Barcelona

Football5star.com, Indonesia – Pemain bertahan Barcelona, Javier Mascherano memberi sinyal bahwa dirinya bakal segera angkat kaki dari Camp Nou.

Mascherano telah memperkuat Barcelona sejak musim panas 2010. Pemain yang kini berusia 33 tahun itu dibeli dari Liverpool seharga 20 juta euro.

“Saya merasa karier saya di sini akan berakhir. Itu masuk akal karena tidak banyak yang bisa saya lakukan setelah sangat lama di klub ini (Barcelona),” ujar Javier Mascherano, seperti dilansir ESPN.

“Saya tidak mengatakan itu dengan berat hati. Saya telah memiliki tahun-tahun terbaik dalam karier di klub ini dan tidak akan melupakannya,” sambung pemain asal Argentina tersebut.

Selama berseragam El Barca, Javier Mascherano telah mencatatkan 331 penampilan dalam semua kompetisi. Dia pernah meraih segudang prestasi, di antaranya adalah empat trofi Divisi Primera, dua Liga Champions dan empat Copa del Rey.

“Saya salah satu orang yang berpikir Anda harus tahu kapan waktu yang tepat untuk mengakhiri karier di sebuah klub,” tutur Mascherano.

“Saya ingin mengakhiri karier saya di Barcelona pada waktu yang tepat, tetapi itu tidak sepenuhnya tergantung saya,” tandasnya.

Mascherano sejatinya telah digosipkan hampir meninggalkan Camp Nou pada musim panas lalu. Dia pun sempat mengutarakan niat untuk kembali ke klub lamanya, River Plate.

Kini, Mascherano tengah menjalani proses pemulihan cedera otot dan diperkirakan bisa kembali bermain pada pertengahan Desember.