Javier Saviola Yakin Xavi akan Menjadi Pelatih Barcelona Selanjutnya

gamespool
Javier Saviola Yakin Xavi akan Menjadi Pelatih Barcelona Selanjutnya 4

Football5Star.com, Indonesia – Legenda Argentina, Javier Saviola, percaya bahwa mantan rekan timnya, Xavi Hernandez akan menjadi pelatih Barcelona di masa depan. Menurut Saviola, Xavi sudah memiliki DNA Barcelona di dalam dirinya.

Xavi saat ini sedang melatih tim liga Qatar, Al-Sadd, dimana dia sukses meraih tiga gelar di sana sebagai pelatih. Xavi sempat dirumorkan untuk menjadi pelatih Barcelona setelah Quique Setien dipecat, tapi akhirnya Blaugrana lebih memilih Ronald Koeman.

Xavi Hernandez - Barcelona - Diario AS
Diario AS

Tapi Saviola yakin Xavi akan menjadi pelatih Barcelona suatu saat nanti. Dia juga berbicara soal Xavi yang berhasil masuk ke Starting XI terbaik sepanjang masa versi France Football.

“Hari ini adalah hari perayaan sepak bola Spanyol. Saya tidak hanya mengagumi (Xavi) sebagai pemain sepak bola tetapi juga sebagai seorang teman. Yang paling menonjol adalah visi permainannya,” kata Saviola.

Mantan pemain River Plate itu melanjutkan, “Sepertinya dia memiliki cermin di belakangnya, dia selalu mengendalikan semua yang ada di sekitarnya. Saya pikir Xavi akan berakhir menjadi pelatih Barcelona, dia memiliki DNA mereka. Dia melatih untuk mendapatkan pengalaman dan bersiap untuk naik ke bangku kepelatihan itu. Dia pasti akan memilih kapan dan bagaimana dia kembali ke Barcelona.”

Javier Saviola dan Xavi Hernandez bermain bersama selama 4 musim di dua periode yang berbeda (2001-2004, 2006-07) di Barcelona sebelum Saviola pindah ke Real Madrid.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Javier Saviola: Paulo Dybala Benar, Sulit Jadi Tandem Lionel Messi

Banner Gamespool Baru Football5Star

Football5star.com, Indonesia – Paulo Dybala selama ini gagal membangun duet maut dengan Lionel Messi di timnas Argentina. Padahal mereka mempunyai kualitas yang sama sebagai juru gedor.

Pemain Juventus itu menganggap kegagalannya terjadi karena ia kesulitan ditandemkan dengan bintang Barcelona. Tak pelak, ia kerap dikorbankan pelatih Argentina karena tak mampu menyamai level permainan sang rekan.

Apa yang dikatakan Paulo Dybala ini pun dimaklumi oleh mantan striker Albiceleste, Javier Saviola. Menurutnya, sulit memang memahami apa yang dilakukan Lionel Messi.

javier saviola
planetfootball.com

“Dybala bilang sulit untuknya bermain dengan Messi dan saya menyetujui itu karena tidak ada orang yang bisa mengerti apa yang dia maksud. Dia punya kecepatan tinggi sehingga kadang-kadang Anda harus punya tingkat konsentrasi sangat tinggi,” kata Saviola kepada Goal, Senin (4/5/2020).

“Pemain lain harus waspadai dengan permainan yang dia tunjukkan. Mereka juga harus memanfaatkan kecepatan masing-masing untuk mengimbanginya. Anda pikir itu mudah, tapi kemudian Anda bergerak dengan kecepatan yang fantastis. Seperti itulah Messi,” sambungnya.

Ketika Javier Saviola memahami apa yang dirasakan Paulo Dybala, ia justru menganggap bahwa Lionel Messi akan cocok bermain bersama Lautaro Martinez. Kinerja baik keduanya di timnas Argentina pun diyakini bisa berlanjut di Barcelona.

“Saya sangat menyukai Lautaro. Dia striker top dan saya menikmati permainannya karena dia bukan hanya seorang pencetak gol tapi juga pemecah konsentrasi para bek. Dia memainkan sepak bola yang bagus dan saya pikir dia akan cocok bermain di tim seperti Barcelona,” tutup Saviola.

[better-ads type=’banner’ banner=’156437′ ]

Javier Saviola Tak Memiliki Kenangan Indah tentang Real Madrid

Banner LFS Baru

Football5star.com, Indonesia – Mantan pemain Real Madrid asal Argentina, Javier Saviola mengakui bahwa dirinya tak memiliki banyak kenangan indah saat bermain di Santiago Bernabeu.

“Di Madrid saya tidak memiliki banyak kenangan indah. Hal itu karena saya memang tidak memiliki banyak waktu untuk bermain. Meski begitu, saya senang bisa bermain di klub terbesar di dunia,” kata Saviola seperti dikutip Football5star.com dari marca, Sabtu (18/1/2020).

Javie Saviola2
marca

“Saya memang tidak memiliki banyak waktu di Madrid. Namun saya merasa dihargai dan dihormati oleh banyak orang di sana.” tambahnya.

Saviola yang juga mantan pemain Barcelona dan Sevilla itu mengakui bahwa dua klub tersebut sangat berkesan di hatinya sebagai seorang pemain. Di Barcelona, ia banyak menemukan pelajaran dan di Sevilla, ia berhasil meraih tropi Eropa pertamanya.

“Di sana (Sevilla) saya menjalani momen tak terlupakan dalam karier saya, mendapat gelar Piala UEFA pertama dan saya juga bagian dari tim utama. Kemenangan itu dirayakan dengan cara yang begitu berkesan bagi saya,” katanya.

“Di Barcelona, jadi klub Eropa pertama saya. Saya memiliki banyak pelajaran dan saya beruntung bisa mencetak cukup banyak gol untuk Barca,” tambah Saviola.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

GALERI: 10 Bintang yang Pernah Berkostum Barcelona dan Sevilla

Banner Footbal Live Star-Football5starFootball5star.com, Indonesia – Barcelona vs Sevilla bakal mewarnai pekan ke-9 Divisi Primera musim 2018-19 di Stadion Camp Nou, Sabtu (20/10/2018).

Pertandingan tersebut sangat penting bagi kedua tim. Los Nervionenses memimpin puncak klasemen sementara Divisi Primera atau tepat di atas El Barca dengan perbedaan hanya satu poin.

Tuan rumah bakal bertekad untuk mengakhiri tren negatifnya. Pasukan Ernesto Valverde belum meraih kemenangan dalam empat laga terakhir di kompetisi liga.

Los Nervionenses tengah dinaungi tren positif. Mereka meraih kemenangan beruntun dalam empat pertandingan terakhir di Divisi Primera.

Dalam laga Barcelona vs Sevilla kali ini, ada beberapa pemain yang pernah memperkuat kedua kubu. Mereka adalah Denis Suarez dan Aleix Vidal.

El Barca meminjamkan Suarez ke Los Nervionenses pada musim 2014-15. Sementara itu, Vidal pernah bernaung di Camp Nou pada 2015-2018 dan dua kali berkostum Sevilla pada 2014-15 serta 2018.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

Saviola Tak Bisa Bayangkan Messi Hengkang dari Barcelona

Football5star.com, Indonesia – Lionel Messi selama ini dikenal sebagai pemain yang paling setia bersama Barcelona. Untuk itu, eks penggawa Azulgrana, Javier Saviola, tidak bisa membayangkan jika La Pulga hengkang dari Camp Nou.

Masa depan Messi di Barcelona sempat menjadi tanda tanya usai Cristiano Ronaldo hengkang dari Real Madrid ke Juventus. Banyak yang meyakini bahwa sang bintang akan menyusul Ronaldo ke Italia. Kabar tersebut kian gencar terdengar setelah Inter Milan mewacanakan mega transfer kapten Barca tersebut.

javier saviola
planetfootball.com

“Leo benar-benar identitas Barcelona. Sangat sulit membayangkan dirinya bersama klub lain. Di masa depan, bagaimana pun, segalanya bisa saja terjadi itu lah mengapa fans Inter tidak kehilangan harapan untuk mendatangkannya,” kata Saviola seperti dilansir Calcio Mercato, Senin (1/10/2018).

“Tapi harus saya tekankan lagi bahwa sangat sulit melihat Messi bergabung dengan klub lain,” ia menambahkan.

Kontrak Messi di klub Katalonia itu baru akan berakhir pada 2021 mendatang. Namun, kemungkinan besar pihak klub akan menyodorkan kontrak baru untuk pemain paling berharganya tersebut.

La Pulga sejatinya tidak menutup kans hengkang di masa depan. Apalagi pemain 31 tahun itu beberapa waktu lalu pernah berujar ingin mengakhiri kariernya di klub masa kecilnya, Newells Old Boys.

Sementara itu, performa Messi musim ini masih sangat tajam. Dari sembilan laga yang sudah dilakoni di semua kompetisi, pemain kelahiran Rosario itu sudah mengemas delapan gol.

[better-ads type=’banner’ banner=’156434′ ]

 

Liga Champions: “Saya Mungkin Tak Berani Keluar Ruang Ganti Camp Nou …”

Football5star.com, Indonesia – Eks striker tim nasional Argentina, Javier Saviola, menceritakan kiprahnya bersama Barcelona pada usia muda.

Saviola bergabung dengan La Blaugrana, julukan Barcelona pada 2001 atau ketika usianya masih menginjak 19 tahun. Nilainya cukup mahal, yaitu 18 juta euro.

Hanya, pemain kelahiran Buenos Aires itu mengaku tidak pernah merasakan tekanan pada awal karier di Barcelona.

“Mungkin kalau memikirkan uang yang dibayarkan, atmosfer stadion, atau sejarah klub, saya tidak akan pernah keluar dari ruang ganti tim,” ucap Saviola kepada Omnisport.

“Saya masih muda ketika datang, tetapi tidak pernah menyadari suasana klub sebenarnya. Saya mendapatkan keuntungan dari situasi tersebut,” tutur dia.

Alhasil, musim debut Saviola diwarnai catatan positif. Dia menyumbangkan 21 gol untuk Barcelona pada berbagai ajang.

Sayang, catatan tersebut tidak bertahan selamanya. Karena keterbatasan jatah bermain, Saviola pun menerima pinjaman AS Monaco (2004) dan Sevilla (2005).

Baru pada 2007, Saviola memutuskan untuk menyeberang ke Real Madrid, yang notabene rival abadi Barcelona.

Berpeluang Bertemu Barcelona Di Final Piala Dunia Antarklub, Saviola Galau

Barcelona dan River Plate berpeluang bertemu di final Piala Dunia Antarklub apabila berhasil mengalahkan masing-masing lawan mereka di babak semifinal. Apabila duel ini terealisasi, maka ini akan menjadi ajang reuni bagi striker River, Javier Saviola.

Beberapa hari lalu, Saviola sempat mengisyaratkan bahwa Piala Dunia Antarklub akan menjadi turnamen terakhir dalam karier sepakbola profesionalnya. Menariknya, apabila berhasil mencapai babak final, Saviola akan menghadapi Barcelona dalam laga terakhir dalam kariernya.

Seperti diketahui, Barcelona merupakan klub pertama yang menjadi persinggahan Saviola di Eropa. Saat itu, Saviola masih berusia 19 tahun dan bergabung ke Barcelona dengan nilai transfer mencapai 15 juta Euro. Empat musim bermain bagi Barcelona, Saviola hanya berhasil mencicip gelar Piala Super Spanyol.

Meski demikian, hal tersebut tak menyurutkan keinginan Saviola untuk menghabiskan masa pensiunnya untuk tinggal di kota tersebut.

“Ya, aku tak dapat menjelaskannya, tetapi takdir berkata seperti ini. Aku berkembang di River, dan aku menjadi dewasa di Barcelona. Barcelona adalah klub di Eropa yang memperlakukanku sangat baik. Mereka adalah klub pertamaku di Eropa, dan di sana aku bermain cukup lama,” ungkap Saviola kepada Sport.

“Kini aku berutang kepada River dan ingin memenangi Piala Dunia Antarklub bersama tim ini, tetapi di satu sisi aku memiliki rasa hormat yang besar kepada Barcelona. Suatu saat nanti selepas pensiun, aku ingin tinggal di Barcelona bersama keluargaku,”